22 Juni 2018

Polsek Cikarang Timur Tangkap Pengedar Ganja di Kampung Ceger

Jumat, 22 Juni 2018 15:02 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang pengedar narkotika jenis ganja di Kampung Ceger, Desa Tanjung Baru, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, ditangkap petugas Polsek Cikarang Timur pada Kamis (21/6/2018) malam.

Tersangka WA (21 tahun) diamankan berikut barang bukti 2,6 gram ganja yang disembunyikan di rumahnya di Kampung Ceger RT 02/03, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Kapolsek Cikarang Timur, Kompol Warija mengatakan, WA diamankan petugas di Kampung Cambay RT 02/01, Desa Jati Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kamis (21/6/2018) sekira pukul 23.00 WIB.

Penangkapan WA berdasarkan informasi masyarakat yang menduga banyaknya transaksi narkoba di lokasi kejadian. Petugas kemudian bergegas ke lokasi dan mencurigai WA yang tengah nongkrong sendirian di lokasi. Saat diamati, rupanya ciri-ciri WA mirip dengan keterangan warga setempat yang resah dengan adanya peredaran barang haram tersebut.

"Petugas langsung menggeledahnya, namun tidak mendapati barang bukti narkotika," kata Kapolsek, Jumat (22/6/2018).

Meski demikian, kata Kapolsek, petugas tidak hilang akal. Anggota Reserse Kriminal Polsek Cikarang Timur kemudian menggeledah rumah WA di Desa Tanjung Baru. Di sana, petugas menemukan 2,6 gram ganja kering yang dibungkus kertas warna cokelat. "Ganja itu di simpan di lemari pakaiannya," jelas Kapolsek.

Hingga saat ini, kata Kapolsek, polisi masih menggali keterangan WA untuk mengungkap pemasok ganja tersebut. Kepada polisi, dia nekat menjual ganja karena kebutuhan ekonomi akibat belum memiliki pekerjaan tetap.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Bekasi, AKP Sukrisno menambahkan, WA sudah lama diincar petugas karena aksinya sebagai pengedar kerap meresahkan warga Cikarang Timur. "Saat ini masih dilakukan pengembangan atas jaringan penyuplai tersangka, kita sudah kantongi penyuplainya," ucapnya.

Akibat perbuatannya, WA dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana empat tahun penjara, dan paling lama 20 tahun penjara.

Seorang PNS Pembesuk Tahanan di Rutan Polda Metro Jaya Kedapatan Membawa 7 Paket Sabu

Jumat, 22 Juni 2018 14:52 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang perempuan tertangkap petugas karena kedapatan membawa tujuh paket narkoba jenis sabu-sabu saat membesuk kerabatnya di Rutan Polda Metro Jaya, Kamis (21/6/2018).

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Nainggolan mengemukakan hal itu. "Ya benar (diamankan pembesuk yang membawa sabu-sabu)," ujar Kombes Suwondo saat dihubungi wartawan, Jumat (22/6/2018).

Perempuan itu yang berinisial UK membesuk seorang tahanan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya pada sekira pukul 11.15 WIB kemarin.

Tujuh paket sabu tersebut disimpan dalam kemasan rexona roll on yang dibawa untuk tahanan tersebut.

Dari informasi yang diterima, perempuan tersebut bekerja sebagai pegawai negeri sipil atau PNS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan stasus UK sebagai seorang PNS. "Iya PNS. Sekarang masih diperiksa di Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas.

4 Alasan Tes Psikologi Diwajibkan untuk Pemohon SIM

Pos tes psikologi di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat. Foto diambil Kamis (21/6/2018).

Jumat, 22 Juni 2018 10:40 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Mulai 25 Juni 2018 Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menetapkan tes psikologi sebagai salah satu syarat permohonan SIM (surat izin mengemudi) baru dan perpanjangan SIM warga di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sebelumya, tes psikologi hanya diwajibkan untuk pemohon SIM umum atau pengendara angkutan umum warga berpelat kuning.

Untuk mendapatkan surat hasil tes psikologi ini pemohon SIM harus membayar Rp 35.000 untuk sekali tes. Tes menggunakan sistem komputer. Pemohon baru akan diberikan 24 pertanyaan dan untuk pemohon perpanjangan SIM diberikan 18 pertanyaan.

Pemohon diberi waktu 30 detik untuk menjawab masing-masing soal. Jadi maksimal 15 menit pemohon sudah dapat membawa surat hasil tes psikologi untuk melanjutkan tahap permohonan SIM selanjutnya.

Sebetulnya apa tujuan tes psikologi itu?

1. Amanat UU LLAJ 
Kasi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan, penerapan tes psikologi bagi penerbitan SIM merupakan amanah Pasal 81 Ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan sebagaimana yang dituangkan dalam Pasal 36 Peraturan Kapolri Nomor 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa salah satu persyaratan penerbitan SIM adalah kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani. Untuk pemeriksaan kesehatan rohani dilakukan dengan materi tes yang akan menilai beberapa aspek yaitu kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi, dan ketahanan kerja.

Berdasarkan peraturan itu disebutkan tes psikologi akan dilaksanakan oleh lembaga psikologi yang telah mendapatkan pembinaan dan pengawasan dari bagian psikologi Polda Metro Jaya.

2. Kerap terjadi kecelakaan
Kompol Fahri mengatakan, masalah psikologis yang dialami pengendara dapat memicu terjadinya kecelakaan. Ia mengatakan, menurut data yang telah dihimpun, banyak kejadian kecelakaan lalu lintas yang disebabkan karena kondisi psikologi pengemudinya. Ia mencontohkan, pada tahun 2015 di Jalan Sultan Iskandar Muda seorang tersangka berinisial CDS menabrak beberapa pengemudi sepeda motor dan mobil dan menyebabkan beberapa korban meninggal dunia dan luka-luka. Berdasarkan pengakuan tersangka, ia mengkonsumsi obat penenang tertentu yang dapat menyebabkan halusinasi.

"Dari pemeriksaan psikologinya diketahui bahwa psikologinya mengalami gangguan karena terjadinya penurunan kontrol emosi, adanya halusinasi, rasa panik dan takut yang diakibatkan karena mengkonsumsi obat penenang," kata Fahri. Hal-hal seperti itulah yang membuat tes psikologi saat permohonan penerbitan SIM dirasa perlu dilakukan.

3. Cegah Kecelakaan 
Melalui tes psikologi, pengemudi akan dinilai dari beberapa aspek yaitu kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi dan ketahanan kerja. Fahri mengatakan, dari serangkaian pemeriksaan itu akan diketahui bagaimana kondisi psikologi calon pemegang SIM.

Psikolog dari Lembaga Psikologi Andiarta, Adi Sasongko, akan ada tes remidial untuk pemohon yang tak lulus tes.

Lembaga Psikologi Andiarta menjadi mitra Polda Metro Jaya dalam melakukan tes psikologi itu. Dengan adanya tes itu diharapkan kecelakaan lalu lintas akibat adanya gangguan kondisi psikologi pengemudi dapat dicegah.

4. Menghadirkan rasa aman pengemudi lain 
Psikolog Lia Sutisna Latif dari Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia mengatakan, mengemudi tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis.

Menurut dia, diperlukan jaminan pengemudi dapat bertingkah laku mengemudi yang aman dan bertanggungjawab (safe and responsible driving) dan tidak mengemudi yang beresiko membahayakan para pengemudi lain.

Ia mengatakan, dengan adanya tes psikologi itu diharapkan pengemudi lain juga merasa yakin bahwa pengemudi-pengemudi lain di sekitarnya memiliki aspek psikologis yang baik sehingga tak membahayakan keselamatannya.

"Memiliki aspek psikologis tertentu sebagai soft skills yang menunjang terutama persepsi terhadap resiko dan stabilitas emosi sangat penting dimiliki oleh pengemudi," kata dia.

Truk Boks Terguling di Tol Sedyatmo arah Bandara Soetta



Jumat, 22 Juni 2018 07:55 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Truk boks terguling di KM 33 ruas Tol Prof Dr. Ir. Sedyatmo arah Bandara Soekarno-Hatta. Kecelakaan sudah dalam penanganan polisi.

"07.12 Kecelakaan Tunggal Truk Box terbalik di Tol KM 33 arah Bandara soetta, dlm penanganan petugas Polri", tulis akun twitter TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, Jumat (22/6/2018). 

Akibatnya, situasi lalu lintas menjelang lokasi kecelakaan tersendat. Belum diketahui pasti penyebab tergulingnya truk boks tersebut. Selain itu, belum ada informasi terkait adanya korban akibat peristiwa ini.

Mayat Membusuk Ditemukan di Hotel Jati Tanah Abang

Hasil gambar untuk foto mayat dalam kamar hotel

Jumat, 22 Juni 2018 07:22 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Mayat dengan kondisi membusuk ditemukan di Hotel Jati di Jalan Raya Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penemuan mayat itu juga sempat menggegerkan penghuni hotel tersebut.

"Kami menerima laporan dari warga adanya penemuan mayat atas nama Cecep Suherman," kata Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Lukman melalui pesan singkat, Kamis (21/6/2018).

Kapolsek menuturkan, mayat tersebut ditemukan oleh karyawan hotel, Mohammad Al Arick dan Rifki.

"Awal mula kejadian saksi dua menyuruh saksi satu (Rifki) untuk melihat korban yang menginap di kamar 23 pada hari Kamis tanggal 21 Juni 2018 sekira pukul 15.45 WIB. Selanjutnya, saksi 1 sekira pukul 16.30 WIB, mengecek ke kamar korban dengan mengetok pintu kamar 3 kali," ucapnya.

Namun, ketukan pintu tidak ada jawaban, saksi malah mencium bau busuk yang menyengat berasal dalam kamar yang ditempati korban.

"Namun, tidak ada jawaban dan mencium bau busuk dimana pintu kamar dalam keadaan terbuka sedikit namun terkunci, sehingga saksi Rifki langsung membuka pintu kamar dengan paksa dan saksi Rifki melihat korban dalam keadaan sudah meninggal dan busuk dengan posisi terlentang," tutupnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 22 Juni 2018

Jumat, 22 Juni 2018 07:15 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : LTC Glodok
3. Jakarta Selatan : Pospol Kalibata dan Jl. Raya Ciledug Petukangan Kec. Pesanggrahan
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika dan Pasar Induk Kramatjati


- Jam opperasional: 07:00 s/d 14:00 WIB
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C.
- SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

21 Juni 2018

Peras Warga, Satu dari Empat Polisi Gadungan Ditembak Polres Metro Tangerang Kota

Anggota reserse gadungan diamankan polisi
Kamis, 21 Juni 2018 21:57 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Tangerang Kota meringkus empat reserse gadungan di Sepatan, Kabupaten Tangerang. Satu diantaranya dihadiahi timah panas setelah mengeroyok dan memeras warga.

Tersangka, Ely Sofyan (50 tahun), Muhaemin (25 tahun), Alex (37 tahun), dan Ariyanto (27 tahum) mengaku anggota reserse lengkap dengan senjata api, mereka menangkap dua orang warga yang tengah nongkrong di warung rokok. Pelaku menuding warga bermain judi Koprok.

Dengan tangan terborgol, korban kemudian dimasukkan ke mobil dan diajak berputar-putar. Dalam perjalanan, tersangka meminta sejumlah uang kepada keluarga korban. 

“Tersangka memukul dan menendang korban di dalam mobil. Alasannya kedua korban terlibat kasus perjudian. Ini adalah alibi keempat tersangka yang ingkn nemeras korban dan mengaku anggota polisi,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan, Kamis (21/6/2016).

Kapolres menjelaskan, aksi tipu-tipu Sopyan Cs terjadi di Kampung Malang, Desa Gempolsari, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Selasa (19/6/2018). Bermula ketika sejumlah warga tengah asyik nongkrong di warung kopi. Suara letusan senjata api kemudian menghentikan suasana .

“Tak lama kemudian datang lima pelaku yang mengaku sebagai polisi dari Tigaraksa bahwa menuduh korban merupakan orang yang melarikan diri karena digerebek saat bermain judi koprok,” ungkapnya.

Dua warga diamankan anggota reserse gadungan ini. Dengan tangan terborgol, kedua warga dimasukkan ke mobil dan diajak berputar-putar. “Kedua korban saat berada dalam perjalanan dipukuli oleh para pelaku,” beber Kapolres.

Di perjalanan, polisi gadungan ini mengajak korban berdamai jika tak ingin dijebloskan ke penjara. Pelaku meminta uang sebesar Rp 5 juta.

“Pada persiapan menerima uang tersebut, keempat tersangka berpindah-pindah dan pada saat itu keluarga korban melaporkan kepada Polres Metro Tangerang Kota,” jelasnya.

Keluarga korban dan pelaku pun membuat kesepakatan bersama untuk persiapan penerimaan uang itu. Dan disepakati kedua belah pihak bertemu di Ruko, Desa Cadas, Tangerang.

“Keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Tangerang. Pelaku pun langsung kita amankan, ujar Kapolres.

Dari tangan tersangka, lanjut Kapolres, pihaknya mengamankan tiga pucuk senjata gas gun dan sejumlah peluru Gotri.

Kapolres menduga pelaku lebih dari satu kali melakukan aksi kejahatan serupa.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Deddy Supriyadi menambahkan, ketika itu para pelaku beserta barang bukti langsung diamankan. Pihaknya menembak satu pelaku lantaran melawan saat hendak ditangkap.

“Saat ini sedang di rawat di Rumah Sakit Polri dengan luka di betis kanan,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 170 KUHP dan UU Darurat Tahun 1951 lantaran tidak memiliki hak mempunyai senjata api serta bersama-sama melakukan tindak kekerasan atau pengeroyokan. “Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” paparnya.

Terpergok Tuntun Sepeda Motor Curian, Aldi Babak Belur Dihajar Warga

Kamis, 21 Juni 2018 13:44 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Aldi (19 tahun), tersangka pencuri sepeda motor babak belur dihajar warga ketika kepergok beraksi di Jakan Johar Utara, Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (20/6/2018) malam. Satu pelaku lainnya kabur.

Aldi mengalami babak belur di sekujur tubuhnya, setelah diobati petugas kepolisian ke RSCM kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Metro Johar Baru. Sedang temannya berinsial HAM lolos dari sergapan warga bersama sepeda motor yang mereka pakai beraksi masih diburuh polisi.

Kapolsek Metro Johar Baru, Kompol Maruhum Nababan, menuturkan saat kejadian korban M. Abdul (39 tahun) memarkirkan sepeda motor Yamaha MX di teras rumahnya sekira pukul 22.00 WIB, dengan posisi kendaraan terkunci stang serta kunci tambahan. Kemudian korban langsung istirahat.

Ketika suasana di lokasi sepi, dua pria mengendarai sepeda motor melintas. Melihat ada sepeda motor parkir di depan rumah tiba-tiba pelaku berhenti sambil memperhatikan suasana. Satu pelaku bernama Aldi Aldi kemudian turun dari sepeda motornya. Sedangkan rekannya tetap berada di atas sepeda motor sambil memantau keadaan.

Remaja ini dengan sigap melalukan aksinya dengan cara melompat pagar kemudian lompat pagar masuk ke teras. Dengan cepat Aldi mencongkel stang sepeda motor kemudian menuntun sepeda motor keluar.

Naas bagi pelaku curanmor itu sebab mendadak melintas warga . Karena curiga warga sempat menegor namun malah mempercepat langkahnya mendorong sepeda motor. Akhirnya warga berteriak maling hingga pengundang perhatian. Massa pun segera mengejar pelaku. Setelah ditangkap, massa mengamuk kemudian menggebuki pelaku hingga babak belur.

Polisi yang mengetahui ada pencuri ditangkap dan digebuki warga segera datang. Bandit yang luka di sekujur tubuh segera diamankan dan diobati petugas ke rumah sakit. Dari lokasi kejadian, polisi menemukan barang bukti kunci leter T berikut senjata tajam yang diduga kuat milik tersangka.

Kanit Reskrim Polsek Metro Johar Baru, Iptu Rasyid menuturkan yang kabur adalah pimpinan curanmor khusus sepeda motor. “Mereka beraksi selain di Johar Baru juga di Sawah Besar dan Kemayoran. Pelaku yang kabur suka gonta-ganti pasangan,” tegas Iptu Rasyid.

Layanan SIM Keliling Akan Dilengkapi Gerai Tes Psikologi

Kasi Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar, Sabtu (11/11/2017).

Kamis, 21 Juni 2018 12:40 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kepala Seksi (Kasi) SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar mengatakan, pihaknya akan menyediakan gerai-gerai tes psikologi untuk layanan SIM keliling dan gerai SIM yang ada di Mal Pelayanan Publik.

Menurut dia, gerai-gerai lembaga psikologi yang telah diverifikasi bidang psikologi Polda Metro Jaya itu akan tersedia tak jauh dari lokasi-lokasi layanan pembuatan SIM tersebut. "Jadi nanti kami akan minta lembaga psikologi yang telah kami tunjuk untuk membuka gerai tes psikologinya di dekat lokasi layanan SIM Keliling," kata Komol Fahri, Kamis (21/6/2018).

Menurut Kompol Fahri, hal itu dilakukan agar tes psikologi mudah diakses warga mengingat hasil tes akan ditetapkan sebagai salah satu persyaratan dalam permohonan dan perpanjangan SIM segala golongan.

"Nanti untuk layanan di Satpas SIM juga gerai disediakan di sekitar kawasan Satpas. Kami sudah imbau lembaga-lembaga psikologi itu untuk menyewa tempat di sekitar layanan SIM kami," kata dia.

Simulasi penerapan uji psikologi untuk para pemohon SIM dimulai hari ini. Kompol Fahri mengatakan, simulasi dilaksanakan hingga tanggal 23 Juni 2018. "Namun dalam simulasi pemohon SIM belum diwajibkan melampirkan tes psikologi," ujar Kompol Fahri.

Ia mengatakan, dalam simulasi pihaknya ingin memastikan kesiapan sarana prasarana, materi uji, dan sumber daya manusia (SDM) pengujinya. Setelah simulasi dilakukan, lanjutnya, penerapan persyaratan baru akan dimulai pekan depan, tepatnya pada 25 Juni 2018.

Kompol Fahri mengatakan, selama ini tes psikologi hanya diterapkan untuk pemohon SIM umum. SIM umum adalah tipe SIM yang harus dimiliki pengemudi angkutan umum.

Diduga Hendak Bakar Kampung, 12 Pemuda Ditangkap Polsek Metro Kembangan

Kamis, 21 Juni 2018 12:02 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Aparat Reskrim Polsek Metro Kembangan menangkap 12 pemuda yang ditengarai hendak menyerbu dan membakar salah satu perkampungan di Kembangan, Jakarta Barat. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain bensin dan senjata tajam.

Penangkapan bermula dari informasi warga. Berdasarkan laporan yang masuk ke polisi, disebutkan ada belasan pemuda datang berombongan dengan membawa senjata tajam, Rabu 20 Juni 2018 malam. 

”Mendapat laporan itu, tim Reskrim dan Buser bergerak ke lokasi. Di sana kami amankan 12 pemuda,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Kembangan, AKP Vernal Armando Sambo.

AKP Vernal A. Sambo menjelaskan, polisi juga menyita enam sepeda motor, sejumlah senjata tajam, dan bensin dalam kantong plastik.

”Hasil penyelidikan sementara, pelaku datang ke kampung itu karena mendapat informasi adiknya disandera warga di sana. Kami sudah cek ke RT dan RW setempat ternyata informasi penyanderaan itu tidak benar,” katanya.

Polisi sempat kesulitan saat mengamankan para pelaku. Bukan karena mereka melawan, tetapi warga setempat hendak melakukan aksi pemukulan terhadap 12 pemuda ini. Dengan kawalan ketat, mereka akhirnya digelandang ke mapolsek untuk dimintai keterangan.

Ahmad Rifai, salah satu pelaku, menyangkal dia dan kelompoknya hendak membakar kampung. Bensin dan senjata tajam yang meraka bawa hanya untuk berjaga-jaga. Sebab, mereka khawatir akan terjadi bentrok dengan warga.

Rifai mengakui kedatangannya ke kampung Kembangan karena dapat kabar adiknya ditahan dan dipukuli warga. Dia pun ingin mengecek kebenaran informasi tersebut. Untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan, dia sengaja membawa senjata tajam.

”Saya samperin ternyata tidak disandera. Jadi ini ada salah informasi,” kata dia. Justru berdasarkan keterangan warga setempat, adiknya kedapatan mencuri telepon genggam milik warga di kampung itu. ”Ya saya tidak tahu karena dia saya hubungi tidak bisa,” kata dia.