21 Mei 2019

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 21 Mei 2019

Hasil gambar untuk foto sim keliling

Selasa, 21 Mei 2019 - 08:29 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Bagi masyarakat yang hendak memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM), Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membuka layanan mobil SIM keliling di lima wilayah DKI Jakarta.

Informasi dari akun @TMCPoldaMetro, Selasa (21/5/2019) pagi menyebutkan, lokasi mobil SIM Keliling di 5 wilayah DKI Jakarta, sebagai berikut :
1. Jakpus : Kantor Pos Lapangan Banteng
2. Jakut : Polsubsektor BPL Pluit Jembatan Tiga
3. Jakbar : Mall Ciputra Grogol
4. Jaksel : Kampus Trilogi Kalibata
5. Jaktim : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika 

Perpanjangan SIM yang dilayani mobil SIM keliling hanya untuk SIM A biasa dan SIM C (sepeda motor) berlangsung dari pukul 08.00-14.00 WIB

20 Mei 2019

Ungkap Berbagai Kasus, Polres Metro Jakarta Barat ‘Dihujani’ Penghargaan


Senin, 20 Mei 2019 - 15:11 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Jakarta Barat “dihujani” berbagai penghargaan atas keberhasilannya mengungkap berbagai kasus kriminalitas hingga narkoba. Empat penghargaan diberikan MURI, KPAI, Granat, Yayasan Puteri Indonesia tepat di hari Hari Kebangkitan Nasional, Senin (20/5/2019).

Bentuk komitmen Jajaran Polres Metro Jakarta Barat dalam memberantas peredaran gelap narkoba dan juga tindakan kejahatan criminal, yang mana sebelum nya Polres Metro Jakarta Barat menerima penghargaan dari Lemkapi kembali diganjar penghargaan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI), Komnas Perlindungan Anak, dan juga organisasi kemasyarakatan Gerakan Anti Narkotika (Granat).

Dalam Penghargaan itu, diterima langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH, Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Hanny Hidayat SIK MH, Kasat Narkoba AKBP Erick Frendriz SIK MSi, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu SIK, Kanit Krimsus AKP Rullian Syauri, Kanit 1 Narkoba AKP Arif Purnama Oktora SIK, pada saat usai dilaksanakannya upacara Hari Kebangkitan Nasional di halaman Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (20/05/2019).

Perwakilan MURI, Yusuf mengatakan, pemberian penghargaan kepada Polres Metro Jakarta Barat atas komitmen dan kesungguhan yang kuat dalam pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba khususnya di wilayah hukum Jakarta Barat. Terutama dalam pengungkapan kasus narkotika jenis sabu-sabu

“Seperti kita ketahui bersama, hanya sekali penangkapan, Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan 120 kg sabu. Itu penangkapan terbanyak di level Polres dalam sekali penangkapan,” ujarnya menambahkan.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait. Menurutnya, kasus anak berhadapan dengan hukum terus meningkat. Terlebih anak yang menjadi korban, sehingga dukungan dalam penanganannya pun harus ada. “Penanganan kasus anak itu memang dilakukan secara khusus karena memang Undang-Undangnya pun khusus. Adanya kerjasama dengan Komnas PA pun memudahkan polisi dalam menangani kasus anak,” tambahnya.

Penghargaan juga diberikan oleh Gerakan Anti Narkotika (Granat). Menurut Ketua DPP Granat Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar, apresiasi yang sangat dalam dari masyarakat khususnya kepada Kapolres Metro Jakarta Barat yang telah menorehkan keberhasilan berupa rekor Muri yang telah mendunia. Ini tidak lepas dari keberhasilan dari para tim di lapangan baik Satuan Narkoba maupun Reskrim yang telah berhasil mengamankan 1.105 orang preman ditangkap dalam kurun satu tahun.

Demikian juga kasus narkoba yang begitu spektakuler menangkap 1,3 ton ganja, 3 pabrik narkoba terbesar, penyeludupan 40 kg sabu di Cilegon, dan 120 kg sabu di Lampung. “Itu pengungkapan narkotika yang sangat fantastis sejak 2018 sampai 2019, ini yang membuat rekor Muri memberikan penghargaan kepada Polres Metro Jakarta Barat,” katanya lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Putri Indonesia memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Polres metro Jakarta Barat Atas keberhasilannya dalam mengungkap 120 kg narkoba jenis sabu, di mana penghargaan tersebut diserahkan langsung Ibu Mooryati Soedibyo pendiri Putri Indonesia

Sementara itu, di tempat yang sama, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, SIK, MH, juga menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pemberian penghargaan ini, semoga ke depannya kami bisa terus meningkatkan pengungkapan kasus narkoba dan kriminal khususnya di Jakarta Barat,” tutur kAPOLRES.

Kapolres pun mengapresiasi penghargaan yang diberikan Komnas Perlindungan Anak. Meski mendapatkan penghargaan, tak serta merta Polres Jakarta Barat menjadi surut semangatnya dalam menangani kasus anak. 

“Ke depan pihaknya bakal terus menjalin kerjasama dengan Komnas PA dan lembaga lainnya dalam menangani kasus anak serta terus melakukan evaluasi-evaluasi pada kasus-kasus anak agar penanganannya menjadi lebih baik,” urainya melanjutkan.

Untuk diketahui, Polres Metro Jakarta Barat juga menerima penghargaan dari Lemkapi. Atas penghargaan tersebut, Polres Metro Jakarta Barat dinobatkan sebagai Polres terbaik dalam pengungkapan kasus yang menjadi sorotan publik yang begitu spektakuler sehingga menaikkan citra Polri di mata masyarakat.

Kinerja Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat dalam ungkap kasus premanisme sejak tahun 2018 sampai 2019 telah berhasil mengungkap kasus premanisme dalam setahun, di mana mengungkap sebanyak 1.105 premanisme

Sedangkan, kinerja Satuan Narkoba dalam ungkap kasus sejak tahun 2018 sampai 2019 telah berhasil mengungkap antara lain 1,3 ton ganja, pabrik sabu di Cibinong, penyelundupan 40 Kg sabu di Cilegon, dan penyelundupan 120/Kg sabu di Lampung

Polsek Metro Duren Sawit Tangkap Dua Pengedar Ganja di Cakung


Senin, 20 Mei 2019 - 15:03 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polsek Metro Duren Sawit berhasil menangkap dua pelaku pengedar narkoba jenis ganja  yang kerap mengedarkan ganja di kawasan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kedua pelaku berinisial AW (22 tahun) dan RW (25 tahun) ditangkap di Gang H Tekik, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, pada Jumat (17/5/2019) sekira pukul 00.30 WIB.

Penangkapan bermula saat Tim Buser Polsek Metro Duren Sawit melaksanakan observasi di wilayah Pondok Kopi dan mendapat informasi dari masyarakat bahwa di TKP sering dijadikan tempat penyalah gunaan narkotika.

“Selanjutnya anggota Buser menindak lanjuti informasi tersebut dan pada saat tiba di TKP dilakukan penggeledahan di rumah kontrakan,” terang Kasie Humas Polsek Metro Duren Sawit, Aiptu Sucahyono kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

“Dari penggeledahan ditemukan dua paket daun ganja terbungkus kertas warna coklat yang diakui milik pelaku AW yang dibeli dari pelaku RW dengan harga Rp. 100.000,” sambungnya.

Selanjutnya ditemukan kembali tujuh paket daun ganja terbungkus plastik klip, dua paket daun ganja terbungkus kertas kado dan dua paket sabu terbungkus plastik klip dibungkus plastik warna hitam.

“Barang bukti itu diakui milik pelaku RW yang dibeli dari temannya yang tidak kenal namanya di daerah Curug, Kalimalang,” ujar Aiptu Sucahyono.

“Sedangkan dua paket sabu dibeli dari temanya berinisial B. Setelah dilakukan pencarian, hingga kini belum ditemukan mengingat pelaku kenal B hanya ditongkronganya di daerah Pondok Kopi. Selanjutnya pelaku berikut barang bukti diamankan di Polsek Metro Duren Sawit guna penyidikan lebih lanjut,” pungkas Aiptu Sucahyono.

Polsek Metro Setiabudi Tangkap Pelaku Penusukan yang Tewaskan Remaja Saat SOTR

Senin, 20 Mei 2019 - 14:53 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polisi menangkap MN (17 tahun), pelaku penusukan yang tewaskan Danu Tirta (16 tahun) di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. MN diamankan 14 jam setelah peristiwa penusukan terjadi pada Sabtu (18/5/2019), pagi. Dia diamankan di rumahnya di kawasan Kebayoran Baru tanpa perlawanan kepada polisi.

"Dalam kurun waktu 14 jam tersangka berhasil diungkap melalui penyelidikan yang cukup, cukup rumit memakan waktu tenaga memakan juga otak," ujar Kapolsek Metro Setiabudi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Tumpak Simangunsong di Mapolsek Metro Setiabudi, Senin (20/5/2019).

Kapolsek mengatakan, kejadian ini berawal ketika dua kelompok pemuda yang sedang sahur on the road bertemu di Jalan. Prof. Dr. Satrio pada Sabtu pagi pukul 01.00 WIB.

Hal tersebut sekaligus membantah kabar yang beredar jika pertemuan tersebut antara kelompok SOTR dan geng motor. "Jadi karena si korban tertinggal oleh kelompok SOTR-nya, korban lalu bertemu dengan kelompok tersangka," jelasnya.

Saling ejek terjadi antara korban dan pelaku. Akibat geram diejek, pelaku mengeluarkan sebilah celurit dan mensuk punggung korban. Korban tewas di tempat.

Atas kejadiannya, MN dijerat dengan Pasal 351 ayat (3) tentang penganiayaan hingga mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun kurungan penjara.

"Kami tidak jerat dengan Pasal 170 (Pengeroyokan) karena dari hasil pemeriksaan kami di lapangan, ini pelaku tunggal, bukan ramai ramai," terang Kapolsek.

Bawa Senjata Tajam, 20 Peserta Sahur On the Road Diamankan Polres Metro Jakarta Pusat

Bawa Senjata Tajam, 20 Peserta Sahur On the Road Diamankan
Senin, 20 Mei 2019 - 10:16 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polres Metro Jakarta Pusat menangkap 20 pemuda dan remaja lantaran kedapatan membawa senjata tajam (sajam) saat hendak menggelar sahur on the road (SOTR), di depan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5/2019) dini hari.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian Rishadi, menuturkan dari 20 orang yang diamankan itu lima di antaranya perempuan.

“Mereka yang diamankan terdiri dari pelajar SMP, SMA, SMK hingga ada yang sudah lulusan sekolah,” kata AKBP Arie.

Ketika petugas menggeledah ada ditemukan beberapa senjata tajam seperti parang, pisau sisir, golok dan celurit. Bisa jadi mereka ini akan melakukan kejahatan, namun keburu ketangkap polisi. Ketika mereka digeledah polisi, ternyata juga ada ditemukan sajam dari tangan wanita dan petugas langsung mengamankan.

“Saat petugas menginterogasi mereka mengaku belum pernah melakukan kejahatan. Pelaku mengaku hanya untuk berjaga-jaga saja,” ujar AKBP Arie saat menginterogasi salah satu pelaku yang membawa sajam.

Dari hasil pemeriksaan, mereka yang ketangkap itu mengaku bahwa senjata tajam dipesan pada tukang las di kawasan Ciledug. “Mereka hanya membawa potongan besi kemudian menempahnya ke tukang las,” aku salah satu pelajar di hadapan petugas.

Dari 20 pelaku, dua di antaranya dijadikan tersangka. Karena sebagian di bawah umur. Mereka akan dijerat Pasal 12 UU Darurat Tahun 1951 dengan ancaman kurungan di atas 5 tahun.

“Selama bulan RamadHan polisi terus mengadakan patroli untuk memburu pelaku kejahatan lainnya,” tegas AKBP Arie.

Menyamar Jadi Wanita, Pemuda Ini Peras Korban Lewat Foto Selingkuhan

Wakil Dirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam
Senin, 20 Mei 2019 - 10:03 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Pemuda berinisial GA (21 tahun) diamankan polisi setelah kedapatan memeras seorang pria, HK. Pria yang memiliki tato 'Gustian' di lengan kanannya tersebut memeras HK dengan cara mengancam akan menyebarkan foto-foto HK bersama selingkuhannya.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, awalnya pelaku berpura-pura sebagai perempuan bernama Siska yang kemudian menghubungi korban HK lewat aplikasi pengirim pesan WhatsApp (WA)

Selanjutnya, kata AKBP Ade, pelaku mengaku memiliki foto korban bersama selingkuhannya dan mengancam akan menyebarkan foto dia bersama selingkuhannya ke istri dan keluarganya jika tidak membayar sejumlah uang yang diminta.

"Akhirnya, korban menyerahkan uang Rp80 juta yang diminta. Setelah itu korban buat laporan, kami ungkap, GA ini kami tangkap," kata AKBP Ade di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 18 Mei 2019.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 378 KUHP dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan atau Pasal 369 KUHP dengan ancaman pidana ?penjara paling lama 4 tahun.

Polres Metro Bekasi Kota Ringkus 20 Orang Pelaku Kekerasan dengan Sajam di Bekasi Selatan


Senin,20 Mei 2019 - 09:22 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi Kota berhasil meringkus 20 orang terduga pelaku tindak kekerasan terhadap MR (20 tahun) yang terjadi pada Sabtu (18/5/2019) malam di Terminal Damri Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan peristiwa tersebut. “Ya, benar,” ucap Kabid Humas saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (19/05/2019).

Kejadian bermula pada Sabtu,(18/5/2019) pukul 10.00 WIB di mana korban (MR) bersama dengan 20 orang temannya menggunakan 12 kendaraan bermotor bersilaturahmi ke kerabatnya di Rawa Bebek Kota Bekasi.

Dan, selesai silaturahmi pada Minggu (19/5/2019) sekira pukul 02.30 WIB, korban dan rombongan pulang melewati jalan Kayu Ringin. Sesampainya di depan Terminal Damri rombongan berpapasan dengan massa (pelaku) kurang lebih 30 orang yang membawa senjata tajam dan mengancam saksi korban dan rekan korban lainnya

Selanjutnya, korban terjatuh dari sepeda motor dan lari meninggalkan sepeda motor dan saksi M melihat korban dibacok oleh salah satu pelaku tanpa alasan yang jelas.

Kemudian saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota. Para pelaku yang berhasil diamankan lalu di bawa ke Polres Metro Bekasi Kota guna pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan kejadian tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti senjata tajam pelaku jenis celurit.

Atas perbuatannya tersebut para tersangka diancam dengan Pasal 170 KUHP. “Barangsiapa terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan".

Lima Pelaku Tawuran Diamankan Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat

Tiga orang pelaku tawuran yang membawa ganja, panah dan badik diamankan tim anti preman Polres Metro Jakarta Barat
Senin, 20 Mei 2019 - 09:09 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat mengamankan lima pemuda yang hendak tawuran di Jalan Arteri Permata Hijau, Jakarta Barat saat waktu sahur, Minggu (19/5/2019). Saat diamankan, kelima orang tersebut kedapatan membawa satu klip daun ganja, satu busur dengan tiga anak panah, dan satu badik.

Kepala Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat,  Ipda Tamim menyebutkan, kelima pemuda itu diamankan saat kedapatan berkumpul untuk melakukan penyerangan. "Dari informasi, mereka (pelaku) akan tawuran, kemudian kita langsung bergerak dan mengamankan lima tersangka," ujar Ipda Tamim melalui keterangan tertulisnya, Minggu.

Ipda Tamim mengatakan, saat itu anggota Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat tengah melaksanakan patroli di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Lalu, mereka mendapat laporan dari masyarakat akan adanya tawuran di lokasi tersebut. Tim kemudian bergerak ke lokasi mengamankan sejumlah tersangka. "Selanjutnya kita serahkan kelima pelaku tersebut ke Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat guna pemeriksaan lebih lanjut," kata Ipda Tamim.

Polres Metro Jakarta Selatan Ringkus Komplotan Curanmor Nyamar Jadi Ojek Online


Senin, 20 Mei 2019 - 08:49 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menangkap komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor), yakni RM (31 tahun), BR (31 tahun), AS (21 tahun), dan IN (31 tahun), serta satu orang penadah R (41 tahun). Setiap beraksi, pelaku berpura-pura sebagai pengemudi ojek online (ojol) dengan mengenakan jaket khas ojol.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya mengatakan, para pelaku ini sudah beraksi di enam lokasi, yakni di Jalan Puring Mutiara, Jalan Kalibata Selatan, Jalan Bayam, Jalan Poncol, Jalan H Gaim, dan Jagakarsa.

Dalam beraksi mereka menyamar menggunakan jaket ojol. Mereka lalu mendekati sepeda motor yang menjadi target, kemudian membuka kunci sepeda motor dengan letter T.

Adapun sasarannya acak, yakni di lokasi sepi, pinggiran jalan, dan beraksi pada pukul 00.00-04.00 WIB. 

"Dia pakai jaket ojol, lalu pura-pura nunggu pesanan, padahal ingin mencuri motor. Jadi jaket ojol ini kamuflase saja dan itukan bisa dibuat sendiri," ujarnya kepada wartawan, Minggu (19/5/2019).

Pelaku sudah beraksi sejak lama, yakni sekitar 3 tahunan dan mereka sudah mencuri lebih dari 17 sepeda motor di lokasi berbeda-beda. Setiap beraksi pelaku ada yang berperan sebagai eksekutor, pengawas situasi, dan ada yang sebagai joki.

 "Ada yang residivis pula, melakukan perbuatan serupa di lokasi berbeda. Adapun hasil kejahatannya itu, dia jual seharga Rp4 juta per unit sepeda motor," tutur Kompol Andi.

Akibat perbuatannya keempat pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Sedangkan tersangka R selaku penadah dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

Sebarkan Ujaran Kebencian dan Hasutan, Seorang Pilot Ditangkap Polres Metro Jakarta Barat

IR, Pilot penerbangan swasta yang sebarkan ujaran kebencian melalui Facebook nya

Senin, 20 Mei 2019 - 08:40 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang pilot salah satu maskapai penerbangan swasta ditangkap petugas Polres Metro Jakarta Barat lantaran menyebarkan pesan bermuatan ujaran kebencian melalui akun Facebook.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, pelaku ditangkap di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/5/2019).

"Benar, kami telah menangkap seorang pilot yang menyebarkan ujaran kebencian di media sosial dan melanggar UU ITE," kata AKBP Edy melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (19/5/2019) malam.

Dalam unggahannya, pilot berinisial IR tersebut menyebarkan konten ujaran kebencian serta narasi yang yang mengandung teror, hasutan, dan menimbulkan ketakutan.

Salah satu pesan yang disebarkan IR adalah menghasut warga melakukan perlawanan pada 22 Mei 2019 atau saat pengumuman resmi hasil rekapitulasi pemilu oleh KPU RI.

"Catat.... Siapapun yang dimenangkan oleh KPU 22 Mei 2019 yang akan datang.... Benturan dan kerusuhan tetap akan terjadi dan yakinlah bahwa korban tidak akan sedikit...." tulis IR dalam akun Facebook-nya. 

Selain itu, IR juga telah menyebar berita hoaks, salah satunya berjudul, "Polri Siap Tembak di Tempat Perusuh NKRI". "Saat ini masih kami dalami motif pelaku menyebarkan ujaran kebencian atau hate speech di medsos tersebut," ujar AKBP Edy.