22 Agustus 2017

Berusaha Kabur, Kaki Penjambret HP di Rawamangun Dilumpuhkan Polres Metro Jakarta Timur

Selasa, 22 Agustus 2017 10:01 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polres Metro Jakarta Timur berhasil membekuk dua pemuda, Ahmad Bahi, 25 tahun, dan Harlangga Juni, 25 tahun, penjambret yang kerap beraksi di Jalan Pemuda dan Jalan Pramuka, Rawamangun, Jakarta Timur. Salah satu pelaku, Ahmad Bahi, terpaksa ditembak kakinya karena berusaha kabur saat akan ditangkap.

"Iya benar, kejadiannya kemarin itu. Ada satu pelaku (Ahmad Bahi) terpaksa diberi tembakan peringatan di bagian kaki karena mau kabur," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Andry Wibowo saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (22/8/2017).

Kapolres menjelaskan penangkap dilakukan sekitar pukul 23.10 WIB di depan GOR Balai Rakyat, Rawamangun, Jakarta Timur. Penangkapan bermula dari kedua pelaku tersebut melakukan tindak penjambretan kepada Agung yang sedamg berdiri di pinggir jalan.

"Kedua pelaku berhenti dan merampas telepon genggam milik Agung yang sedang dipegang. Saat mau dikejar para pelaku kabur dengan mengunakan sepeda motor," kata Kapolres.

Namun, aksi dari kedua pelaku diketahui anggota Resmob Polres Metro Jakarta Timur yang patroli rutin di Rawamangun. 

Kapolres menambahkan kedua pelaku kemudian berhasil ditangkap dan Ahmad Bahi terpaksa ditembak di bagian kaki karena berusaha kabur.

"Setelah dilakukan pemeriksaan mereka mengakui sering melakukan di Jalan Pemuda dan Jalan Pramuka," tambah Kapolres.

Dari tangan pelaku, polisi menyita tiga buah telepon genggam merek Xiaomi dan satu buah sepeda motor. Kedua pelaku langsung dibawa ke Polsek Metro Pulogadung untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Rebut Senjata Polisi, Tersangka Curanmor Tewas Ditembak Polres Metro Tangerang Kota

Rekan begal motor yang tewas ditembak (foto: Chyntya/Okezone)

Selasa, 22 Agustus 2017 09:10 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Salah satu tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang telah ditangkap, AB, ditembak mati saat polisi sedang mengembangkan kasus serupa di Kelurahan Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Sabtu (19/8/2017) lalu.

Saat itu, AB yang diminta menunjukkan tempat persembunyian temannya sesama pelaku curanmor berusaha kabur dan melawan dengan merebut senjata api milik polisi.

"AB tiba-tiba berontak, melepas borgolnya dan mau merebut senjata api petugas kami di lokasi. Sesuai prosedur, kami kasih tembakan peringatan tetapi yang bersangkutan tidak mengindahkan hal tersebut dan tetap membahayakan petugas sehingga terpaksa dilumpuhkan," kata Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Triyani Handayani, Selasa (22/8/2017).

Atas tindakan tersebut, polisi menembak AB hingga tewas di lokasi. Setelah kejadian itu, polisi membawa jenazah AB untuk diotopsi kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

AKP Triyani menjelaskan, AB merupakan seorang residivis kasus curanmor dan kerap membawa senjata api setiap mencuri kendaraan bermotor.

Penangkapan kembali terhadap AB bermula dari pengembangan kasus curanmor yang melibatkan sejumlah pelaku, yakni HS, SB, serta AN pada Juli 2017 silam.

Mereka semua diamankan karena diduga hendak merampas kendaraan milik orang berinisial TB serta melukai korban. Saat itu, korban dianiaya terlebih dahulu sampai kepalanya mengalami cedera berat.

Semua pelaku telah diamankan polisi. Namun, masih ada satu pelaku yang buron berinisial MD, kini sedang dalam pencarian pihak kepolisian. Para pelaku yang sudah ditangkap dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. 

Polsek Metro Sawah Besar Tangkap Pasutri Begal Sepeda Motor

Selasa, 22 Agustus 2017 08:29 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polsek Metro Sawah Besar menangkap pasangan suami istri (pasutri) atas dugaan kasus pencurian dengan kekerasan sepeda motor yang dilakukan di Jl Gunung Sahari Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Pelaku berinisial SUD, 40 tahun dan ROS, 36 tahun, itu menjalankan aksi kejahatannya dengan cara mengincar korban di jalan raya. Setelah mendapatkan targetnya, pelaku mengikuti korban dan menendang korbannya hingga terjatuh dari sepeda motornya.

Pengungkapan kasus ini bermula dengan ditangkapnya seorang pria berinisial SUL, 26 tahun, yang juga ikut terlibat perampasan sepeda motor bersama pasutri tersebut.

"Dari pengakuan SUL, ROS ditangkap petugas di sebuah rumah kontrakan di Kampung Lanji, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sementara SUD sudah ditangkap terlebih dahulu oleh pihak Polsek Koja karena lakukan hal yang sama di Jakarta Utara," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Sawah Besar,  AKP Agus Ahmad Kurnia, Senin (21/8/2017) kemarin.

Di hadapan petugas, kata AKP Agus, ROS mengaku nekat melakukan hal tersebut lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Kendati demikian saat ini pihaknya masih menelusuri pengakuan pelaku."Mereka ini setiap beraksi tidak segan-segan melukai korban," tuturnya.

Jelang Idul Adha 2017, Polda Metro Jaya Kembali Gelar Operasi Pasar

Operasi pasar ini digelar mulai dari 21 Agustus-27 Agustus 2017.

Selasa, 22 Agustus 2017 08:10 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Menjelang Idul Adha 2017, Polda Metro Jaya melaksanakan operasi pasar untuk menjaga stok dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat, yang digelar mulai Senin, 21 Agustus 2017 hingga 10 hari mendatang. Operasi pasar ini merupakan kerja sama Bulog, Kementerian Perdagangan, Pemerintah DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya. 
  
Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Idham Aziz mengatakan selain menerjunkan personel pengamanan, Polda Metro Jaya juga mengerahkan kendaraan pengangut logistik dan personel. Personel dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus akan diterjunkan setiap hari untuk mengawasi pelaksanaan operasi pasar. 


“Agar proses penyaluran bisa berjalan lancar dan bebas kecurangan,” kata Kapolda saat melepas kendaraan yang mengangkut logistik operasi  di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 21 Agustus 2017, kemarin.

Kapolda mengatakan operasi pasar ini bertujuan untuk menjaga stok kebutuhan pokok di masyarakat. Disamping itu juga menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha pada 1 September 2017 mendatang.  

"Sasaran operasi pasar ialah perumahan padat penduduk, rumah susun, dan asrama", ujar Kapolda.

Tujuan operasi pasar, kata Kapolda, selain sebagai bentuk perhatian dan bantuan kepada masyarakat DKI yang masih membutuhkan, yakni menstabilkan harga bahan pokok menjelang Idul Adha.

Adapun kebutuhan pokok dijual dalam operasi pasar ini antara lain  beras, gula, minyak goreng, daging beku. "Operasi pasar ini bisa menurunkan tingkat kriminalitas dan kecurangan yang ada di masyarakat," ujar Kapolda.

Harga kebutuhan pokok yang dijual dalam operasi pasar ini memiliki selisih harga lebih rendah dari yang ada di pasaran sehingga masyarakat berpenghasilan rendah tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok di pada hari Idul Adha nanti.


Empat Polwan Polres Metro Bekasi Kota Gagalkan Aksi Perampokan Indomaret

Selasa, 22 Agustus 2017 08:01 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Empat polisi wanita (Polwan) Polres Metro Bekasi Kota menggagalkan aksi pencurian minimarket Indomaret di Jalan Ratna, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (20/8/2017) pagi. Mereka adalah Kepala Unit Binmas Polsek Jatiasih Iptu Suliani, Bripda Maria Agata, Bripda Vero, dan Bripda Sirna.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari menuturkan peristiwa itu bermula ketika Iptu Suliani hendak ke kantor Polsubsektor Jatiasih pukul 04.50 WIB. Sesampai di pertigaan Jalan Ratna, Iptu Suliani melihat sebuah mobil Toyota Avanza diparkir di halaman Indomaret. "Mobil itu mencurigakan, karena membelakangi pintu Indomaret," kata Kompol Erna, Senin, 21 Agustus 2017.

Iptu Suliani, kata Kompol Erna, melihat seseorang turun dari kiri, lalu menuju ke pintu Indomaret. Karena mencurigakan, Iptu Saulina menghubungi petugas piket reserse serta anak buahnya di Polsubsektor Jatiasih. "Tidak lama kemudian datang tiga polwan anggotanya." kata Kompol Erna


Empat polwan itu mengintip. Tampak seorang pencuri Indomaret keluar. Setelah memastikan orang itu pencuri, Iptu Saulina berteriak “maling dan rampok” sambil memberikan aba-aba tembakan peringatan. "Lalu datang lagi mobil tak dikenal ke lokasi," ucap Kompol Erna. 

Panik, pencuri itu menyalakan mobilnya dan kabur. Keempat polisi wanita itu tidak ada yang berani menghadang karena takut ditabrak. Polisi kini sedang menyelidiki pencurian gagal itu. "Kami sedang mempelajari rekaman CCTV." pungkasnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 22 Agustus 2017

Selasa, 22 Agustus 2017 07:42 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa, 22 Agustus 2017 terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : LTC Glodok
3. Jakarta Selatan : STEKPI Kalibata
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi mangga Dua
5. Jakarta Timur : Tamini Square

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

Polres Metro Jakarta Timur Bekuk Pengedar Sabu di Pulogadung

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pulogadung, Mengaku Dapat Narkoba dari Lapas Cipinang
Barang Bukti Sabu yang disita Polres Metro Jakarta Timur dari tersangka ABS, 21 tahun.

Selasa, 22 Agustus 2017 07:27 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Timur mengungkap peredaran narkoba seberat 105 gram yang dilakukan oleh ABS, 21 tahun. ABS merupakan target operasi polisi sejak lama, dia berhasil ditangkap di Jalan Bujana Tirta Kelurahan Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Jumat (18/8/2017) lalu.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Andry Wibowo mengatakan bahwa pelaku memang sudah menjadi target operasi (TO) pihak Polres Metro Jakarta Timur. Polisi terus mengintai ABS hingga akhirnya bisa membekuknya.

"Pelaku merupakan TO yang cukup lama, setelah transaksi alot, tersangka muncul, selanjutnya petugas bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku," kata Kapolres kepada wartawan, Senin (21/8/2017) kemarin.

Setelah berhasil menangkap ABS selanjutnya dilakukan penggeledahan di rumahnya, dan benar saja polisi menemukan sejumlah barang bukti yang siap diedarkan oleh tersangka."Dari kamar tersangka ditemukan 3 klip plastik sabu dengan berat 25 gram, berikut 40 butir ekstasi, 1 buah timbangan Electrik dan 1 pak klip plastik kosong," kata Kapolres.

Menurut keterangan tersangka barang haram tersebut didapat dari salah satu penghuni lapas di Cipinang yang berinisial Gipong, dan dari BANG yang saat ini menjadi DPO.Ia pun mengaku sudah 8 bulan menjadi pengedar yang terlibat dengan salah satu penghuni lapas.

Sementara itu upah yang diperoleh setelah mengedarkan sabu tersebut pelaku mendapatkan uang dengan nominal yang berbeda tergantung dari berat sabu yang diminta oleh pembelinya.Untuk sabu seberat 50 gram pelaku mendapatkan upah sebanyak Rp 1.500.000, 100 gram Rp 3.000.000, 200 gram Rp 6.000.000, 300 gram Rp 8.000.000.

"Sedangkan upah mengantar pil ekstasi setiap barang turun sebanyak 100 butir, tersangka mendapat upah sebesar Rp 1.500.000," kata Kapolres.

Sementara itu polisi tengah mengembangkan tersangka lainya yang terlibat jaringan tersebut. Atas perbuatan tersangka ia terjerat pasal 114 ayat (2) sub Psl 112 ayat (2) UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Polda Metro Jaya Mulai Beri Pelatihan kepada "Pak Ogah" Bantu Atur Lalu Lintas

Polda Metro Mulai Beri Pelatihan pada 'Pak Ogah' Bantu Atur Lalulintas

Selasa, 22 Agustus 2017 07:08 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sejak Senin (21/8/2017) mulai melakukan pelatihan kepada "Pak Ogah" sebagai Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas).

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra mengatakan pelatihan tersebut dilakukan dalam rangka pemberdayaan 'Pak Ogah' dalam turut membantu mengatur lalu lintas di ruas jalan.

"Pelatihan mulai diberikan di seluruh polres wilayah hukum Polda Metro selama lima hari. Nantinya, pada Sabtu pekan ini akan dikukuhkan di Polda Metro Jaya," kata Kombes Halim, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2017) kemarin.

Salah satunya pelatihan di Jakarta Pusat. Pihaknya menggelar pelatihan kepada sebanyak 56 orang Supeltas."Untuk Jakarta Pusat kami berikan pelatihan di Lapangan Banteng, dengan materi 12 gerakan pengaturan lalu lintas," katanya.

Pelatihan tersebut dimulai pada Senin 21 Agustus hingga Jumat 25 Agustus. Mulai pukul 09.30 WIB hingga pukul 11.30 WIB. Sebelumnya, Kombes Halim mengatakan setuju jika pemberdayaan "Pak Ogah" masuk dalam petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Pasalnya akan lebih memudahkan lagi dalam hal penganggaran."Ya lebih bagus lagi, karena itu kan sudah ada anggarannya dari Pemda. Kalau pemda kan sudah memberikan honor harian kepada itu. Iya mengkoordinir, bisa lebih bagus. Kan selama ini tidak ada yg mengkoordinir, kita berdayakan," kata Kombes Halim.

Pihaknya saat ini sudah berkoordinasi dengan Pemprov DKI. Khususnya pada Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta."Kemarin sudah ada yang mewakili dari Dishub juga ada. Tinggal tanggapannya kita sounding dulu ke Gubernur, bagaimana tanggapan Gubernur. Lebih bagus," katanya.

Nantinya, lanjut Kombes Halim, para petugas tersebut bertanggung jawab hanya mengatur.Pasalnya hal tersebut sesuai dengan bunyi Undang Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2009.

Pasal 256 berbunyi Masyarakat berhak untuk berperan serta dalam penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Tapi mereka tanggung jawabnya hanya mengatur, tidak boleh lebih dari itu. Namanya latar belakangnya karena sudah mengatur, kita berdayakan untuk berpartisipasi. Dalam Pasal 256 sudah disebutkan hak dari pada masyarakat untuk Supeltas itu," jelasnya.

Saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan para Pak Ogah tersebut. Pihaknya hanya akan melakukan pemberdayaan.

"Sekarang sedang pendataan, tidak boleh ada tambahan. Sebulan kita kasih waktu untuk Kasatlantas mendatakan, termasuk titiknya, termasuk orangnya yang ada di situ. Dan kita tidak merekrut, yang sudah ada kita berdayakan," katanya.

Nantinya mereka akan diberi pengetahuan tentang Undang Undang Lalu Lintas. Kemudian diberikan pelatihan.

18 Agustus 2017

Kapolri Luncurkan Penerapan Sistem Managemen Mutu SNI ISO 9001:2015 pada Proses Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya

Kapolri meluncurkan penerapan sistem management mutu SNI ISO 9001:2015 Proses Penyelidikan dan Penyidikan Perkara pidana .(yendhi)

Jumat, 18 Agustus 2017 15:39 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meluncurkan penerapan sistem management mutu SNI ISO 9001:2015 dalam Proses Penyelidikan dan Penyidikan Perkara pidana oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Peluncuran ini setelah mendapatkan sertifikat dari Sucofindo sebagai penganalisa sistem manajemen. Sistem managemen penyidikan dan penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dinilai telah memenuhi standar SNI ISO 9001 dengan mengubah sistem manual menjadi sistem digital.

Sucofindo sendiri memiliki kapabilitas untuk menyediakan sertifikasi sistem manajemen dan sertifikasi produk.

“Baru saja pagi ini kita melaksanakan launcing dalam rangka standarisasi penyelidikan penyidikan di Direktorat Umum Polda Metro Jaya yang tim standarisasinya dieksaminasi dari Sucofindo,” kata Kapolri di Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Jumat, (18/8/2017).

Pemikiran untuk mengubah sistem dalam pola pemeriksaan dan penyidikan ini telah lama diakui Kapolri untuk diterapkan kejajarannya dengan mengubah sistem yang standar kearah sistem yang lebih modern dengan istilah case management information system.

Menurut Kapolri, sistem manual dirasa banyak kekurangan dan kelemahan serta celah bagi anggota untuk melakukan tindakan yang menyeleweng. Dengan sistem baru ini nantinya semua tindakan dan proses hukum yang sedang, akan dan sudah berjalan akan mudah terawasi.

“Nah kita harapkan dengan sistim yang standar di lingkungan Satreskrim apalagi bisa berlaku secara nasional dan kemudian digitalisasi, maka pengawasan penanganan perkara akan jadi lebih kuat, lebih profesional. Ada penyimpangan juga akan ketahuan, kemudian supervisi daripada atasan juga akan lebih kuat kepada bawahan. Disampimg itu juga akan berguna untuk kepentingan lain. Misal kita akan tau jumlah kasus yang ada 1 hari diseluruh Indonesia,” kata Kapolri.

Dengan sistem manual, meski sebagai Kapolri dirinya tidak akan bisa mengawasi seluruh kegiatan anak buahnya. Nah, dengan sistem digitalisasi yang terintegrasi secara nasional

Kapolri akan tahu beberapa kasus yang diperiksa, berapa tersangka yang ditangkap, tersangka yang ditahan setiap hari di Seluruh Indonesia. Selain itu, dirinya juga akan mengetahui perkembangan sebuah kasus.

“Kalau yang dibidang korupsi, Polri sudah MoU dengan KPK sehingga kita ada namanya SPDP online. Untuk kasus-kasus lain seperti di Jember, Sidoarjo sudah online dengan kejaksaannya, terutama untuk SPDP, kemudian pengiriman berkas, dengan pengadilan bahkan untuk izin penggeledahan, penyitaan, sampai ke vonis. Bahkan ada yang sudah kerja sama polres dengan lapas. Tahanan-tahanan yang sudah mau keluar itu diinfokan online ke polisi bisa jadi bahan buat kita bahan penyelidikan,” beber Kapolri.

Meski begitu, kata Kapolri, ada batasan akses yang bisa dikonsumsi untuk masyarakat sehingga tidak sepenuhnya hasil penyidikan dan penyelidikan bisa ketahui oleh publik.

Gembong Narkoba di Bekasi Tewas Ditembak Polres Metro Bekasi Kota

Masyarakat melapor bahwa di rumah kontrakan yang dihuni tersangka kerap dijadikan ajang transaksi narkoba.
Jumat, 18 Agustus 2017 13:55 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang gembong narkoba di Kota Bekasi tewas ditembak polisi pada Selasa (15/8/2017) malam. Jenazah tersangka, HM, 31 tahun, kemudian dibawa penyidik ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk keperluan visum.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hero Henrianto Bachtiar mengungkapkan, dalam pengungkapan kasus itu polisi juga menangkap rekan HM berinisial IR, 29 tahun. Saat rumah kontrakannya di Jalan Dewi Sartika, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi digerebek, mereka berdua sedang memilah narkoba.

"Tersangka HM sedang memilah 15 bungkus sabu paket kecil dengan masing-masing berat 0,25 gram," kata Kapolres di Mapolrestro Bekasi Kota.

Kapolres mengatakan, mereka terkejut saat polisi menggerebek rumah kontrakannya.Awalnya mereka pasrah saat petugas menggeledah rumah yang dihuni sejak setahun terakhir.Namun, saat digelandang ke Mapolrestro Bekasi Kota untuk diinterogasi, pelaku HM melawan petugas.

"Tersangka HM berusaha melakukan perlawanan dengan berusaha merebut senjata api petugas. Khawatir membahayakan, petugas menembak hingga mengenai dadanya sampai tewas di tempat," jelas Kapolres.

Menurut Kapolres, petugas diberikan kewenangan untuk menembak tersangka bila ada perlawanan. Tindakan tegas terukur itu diambil untuk menghindari adanya petugas yang terluka bila tersangka melawan.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ujang Rohanda menambahkan pengungkapan kasus ini berkat adanya laporan masyarakat. Masyarakat melapor bahwa di rumah kontrakan yang dihuni tersangka kerap dijadikan ajang transaksi narkoba.

"Petugas kemudian menindaklanjuti laporan itu dengan menggerebek rumahnya. Saat itu, IR baru saja mengirim paket sabu seberat 0,25 gram ke daerah Babelan, Kabupaten Bekasi," kata Kompol Ujang.

Kompol Ujang mengungkapkan, polisi masih menggali keterangan tersangka IR untuk mengetahui sepak terjang mereka dalam bisnis narkoba. Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, tersangka HM merupakan residivis kasus narkoba dan pencurian rumah kosong.

"Kita masih dalami pemasok barang haram itu. Sejauh ini, peredaran narkoba tersangka di daerah Bekasi dan sekitarnya," ujarnya.Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 15 bungkus paket sabu masing-masing seberat 0,25 gram, satu unit timbangan digital, lima paket sabu masing-masing seberat 1 gram, 56 pil ecstasy, delapan bungkus ukuran sedang daun ganja dan lima kilogram ganja kering.

"Akibat perbuatannya tersangka IR dijerat dengan UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara di atas 10 tahun," jelasnya.