22 September 2017

Kurang Dari 4 Jam, Polres Metro Jakarta Barat Berhasil Ungkap Pelaku Pembunuhan Seorang Wanita di Kosan Tanjung Duren

Hasil gambar untuk foto kabid humas polda metro
Jumat, 22 September 2017 14:35 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polisi berhasil mengungkap pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Murtiyaningsih, 30 tahun, yang ditemukan tewas di kosan di Laguna Residence, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Tersangka ditangkap hanya beberapa jam setelah mayat korban ditemukan.

"Tidak sampai empat jam, Polres Metro Jakarta Barat dibantu Polda Metro Jaya menemukan pelakunya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat, 22 September 2017.

Murtiyaningsih ditemukan tewas di kamar kos Laguna Residence pada Kamis petang, 21 September 2017. Polisi menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

Menurut Kabid Humas, tersangka dan korban sudah saling mengenal. Namun tersangka berpura-pura tidak terjadi apa-apa setelah bertamu dari kos-kosan Murtiyaningsih. "Korban dipukul asbak dan ditutup bantal sampai meninggal," kata Kabid Humas.

Kabid Humas menuturkan motif pembunuhan ini karena tersangka takut diteriaki oleh korban. Sebab, keduanya saat itu sedang terlibat pertengkaran. Argo belum bersedia menyebut identitas tersangka. Rencananya, pembunuhan itu akan dirilis di Polres Metro Jakarta Barat, siang ini.

Perampok Tembak Nasabah Bank di Ciracas

Jumat, 22 September 2017 14:13 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Aksi perampokan terhadap nasabah bank terjadi di kawasan Ciracas, Jakarta Timur pada Jumat (22/9/2017) siang. Pelaku berhasil membawa kabur uang Rp25 juta setelah menembak korbannya.

"Iya ada curas (pencurian dengan kekerasan) di Ciracas. Pelaku mengambil uang Rp 25 juta dari korbannya," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Andry Wibowo di Mapolda Metro Jaya, Jumat.

Kapolres belum bisa menyampaikan secara rinci kronologi perampokan tersebut. Menurut Kapolres, Tim Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur sedang mengecek lokasi kejadian.

"Korbannya ditembak karena melawan. Untuk kondisinya saat ini belum saya monitor. Kasat Reskrim sedang ke TKP," kata Kapolres.

Polda Metro Jaya Tembak Dua Perampok Spesialis Minimarket

Hasil gambar untuk foto kabid humas polda metro
Jumat, 22 September 2017 13:30 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menembak dua perampok spesialis minimarket. Tersangka bernama Agus A, 33 tahun, tewas ditembak karena melawan saat hendak ditangkap. Sementara temannya, Azhar A, 25 tahun, terpincang-pincang ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kedua pria tersebut ditangkap oleh tim Unit 4 Subdit Umum Dit Reskrimum Polda Metro Jaya karena melakukan pencurian dengan kekerasan di sebuah minimarket yang ada di Kawasan Tapos, Depok.

"Anggota lalu melakukan observasi dan penyelidikan di lokasi, setelah mendapatkan informasi, petugas melakukan penangkapan terhadap 2 tersangka," ujar Kabid Humas saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (22/9/2017).

Namun, kata Kabid Humas, saat hendak ditangkap, pelaku Agus justru melakukan perlawanan dengan berusaha merebut senjata petugas. Dianggap membahayakan, petugas pun mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak pelaku yang membuatnya tersungkur dan meninggal dunia.

"Sedang tersangka Azhar dilumpuhkan di bagian kaki kanan karena hendak melarikan diri," tuturnya.

Dari tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 senjata api rakitan, 1 buah pisau, 1 motor matic berikut anak kuncinya, dan 3 handphone.

Kini, petugas masih mengembangkan kasus tersebut. Sedangkan tersangka Azhar akan dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, ancaman hukuman sembilan tahun penjara

Polres Metro Bekasi Amankan Enam Pelaku Penjual Obat Keras

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra didampingi Kasat Narkoba AKBP Ahmad Fanani saat menunjukkan obat yangbdilarang edarkan.(lina)
Jumat, 22 September 2017 13:20 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Bekasi berhasil menangkap enam tersangka pengedar dan menyita bahan baku pil PCC yang dilarang beredar.

Hal ini dikemukakan oleh Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adisaputra usai menggelar jumpa pers soal razia peredaran obat terlarang terkait PCC yang sedang marak belakangan ini, Jumat (22/9/2017).

“Dari razia tim gabungan yang terdiri dari Dinkes Bekasi, BPOM Jabar dan Polres Metro Bekasi, kami sudah menangkap enam (6) tersanga di tiga lokasi,” jelas Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adisaputra.

Menurut Kapolres, razia gabungan sudah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu, terkait sedang maraknya peredaran PCC belakangan ini. Ke-enam tersangka yang ditangkap adalah ES, HS, PE, K, EP dan YC, mereka ditangkap di 3 lokasi yaitu Apotik Evita, Toko obat Cung U dan toko Suka Cita.

Para tersangka ini telah menjual obat keras, obat racikan tanpa standart yang memenuhi aturan apoteker atau resep dokter. Diantaranya obat China yang tidak memiliki izin edar, tidak mencantumkan bahasa Indonesia, tidak memiliki SIPA, obat kadaluarsa, dan jamu mengandung bahan kimia obat.

Kapolres mengatakan dari razia ini pihaknya juga menyita bahan obat yang bisa untuk meracik PCC yaitu dari Paracetamol, Caffeine, and Carisoprodol (PCC). Namun secara keseluruhan tidak mendapatkan PCC secara utuh dalam bentuk butir.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melindungi, menjaga dan menciptakan situasi yang kondusif di masyarakat yang berada di wilayah Polres Metro Bekasi dari pengaruh buruk persebaran obat-obatan berbahaya yang saat ini dikenal dengan nama “PCC”,” tegas Kapolres.

Para tersangka ini dikenai tuduhan kasus memproduksi atau mengedarkan obatan Farmasi dan atau alat Kesehatan yang tidak memenuhi standar, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 dan 198 Undang – Undang Republik Indonesia No. 36 Th. 2009. Mereka dikenakan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 (sepuluh) tahun penjara dan Denda Sebesar Rp1 miliar.

Dua Pelaku Begal di Fly Over Tol JORR Jatiwarna Pondok Gede Dicokok

Petugas evakuasi bandit yang hatuh ke tol setelah berkelahi dengan korban
Jumat, 22 September 2017 09:49 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap dua orang lagi tersangka perampokan jalanan yang terjadi di Fly Over Tol JORR Jatiwarna, Pondok Gede, Bekasi. Kedua tersangka masih di bawah umur.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, pelaku ditangkap pada 20 September kemarin di rumahnya masing-masing di kawasan Pondok Melati dan Pondok Gede.

"Dua pelaku inisial G dan I ditangkap tanpa pelawanan, keduanya juga masih berusia 14 dan 15 tahun," ujarnya.

Penangkapan pelaku bermula dari keterangan saksi-saksi yang melihat kejadian di atas jembatan tersebut. Ketika itu, saksi memberikan keterangan terkait ciri-ciri dua pelaku yang melarikan diri. Setelah dilakukan penyelidikam, akhirnya ditemukan identitas pelaku serta alamatnya.

"Karena masih di bawah umur maka pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan dari Bapas dan KPAI," ujarnya.

Insiden perampokan yang menewaskan pelaku dan korbannya terjadi pada 19 September 2017. Korban Erfanto, 23 tahun, bersama kekasihnya sedang nongkrong di jembatan Fly Over Tol JORR Jatiwarna, Pondok Gede.

Ketika itu, korban didatangi oleh tiga pelaku dengan menggunakan satu sepeda motor jenis Yamaha Jupiter Z. Pelaku Alex langsung turun dan mengacungkan clurit. "Pelaku langsung minta ponsel korban, dan dua pelaku lain ikutan mengancam," jelasnya.

Namun korban Erfanto melakukan perlawanan dan terjadi pergumulan sehingga korban dan salah satu pelaku terjatuh kepinggir tol. Setelah korban dan pelaku terjatuh dua pelaku lainnya I dan G langsung kabur dengan ponsel korban.

Kini kedua tersangka ditahan di Polda Metro Jaya dan diancam Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Namun, karena masih di bawah umur maka hukuman penjara dikurangi setengahnya.

Sebelumnya diberitakan, lantaran menyelamatkan pacar yang ditodong bandit, seorang pemuda bernama Irvan, 23 tahun, berkelahi hingga terjatuh di atas jembatan Jalan Tol Jakarta Outing Ring Road (JORR), Jatiwarna, Pondokgede, Bekasi, Selasa (19/09/2017) malam. Dalam peristiwa tersebut, Irvan dan satu pelaku jatuh ke bahu jalan tol. Irvan mengalami koma sedangkan pelaku tewas.

Menurut keterangan Haryanti, kekasih Irvan, pacarnya dikeroyok namun berhasil memiting satu pelaku hingga keduanya jatuh dari atas jembatan penyeberangan orang di atas Jalan Tol JORR setinggi 7 meter. Satu pelaku tanpa identitas tewas dan Irvan mengalami pendarahan. Melihat itu dua pelaku lainnya kabur. Warga yang berdatangan menemukan satu bilah celurit yang diduga digunakan pelaku untuk melakukan menodong.

Setelah sempat dirawat di RS. Polri Kramat Jati, korban Irvan akhirnya meninggal dunia pada Kamis 21 September 2017.

Wajah Penuh Bekas Cakaran, Wanita Muda Ditemukan Tewas di Kamar Kost Tanjung Duren

Wajah Penuh Bekas Cakaran, Wanita Muda Tewas di Kamar Kosan
Jumat, 22 September 2017 08:02 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang wanita bernama Murtianingsih, 27 tahun, ditemukan tewas di kamar kosnya No 309, di Istana Laguna, di Jalan Sosial RT 04/02, Daan Mogot, Tanjung Duren, ‎Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (21/9/2017) petang.

Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi memprihatinkan dimana pada bagian wajahnya terdapat luka penuh bekas cakaran. Korban pertama kali ditemukan teman sosmednya, Agus.

"Murtianingsih tewas terlentang di atas kasur dengan kondisi pipi terdapat luka cakar. Lalu temannya itu meminta tetangga sebelah untuk melihat kondisi korban," kata Eka Marente, pengelola kos Istana Laguna, Kamis (21/9/2017).

Eka sendiri mengaku baru mengetahui kejadian itu setelah penjaga kosan melaporkan kepada dirinya. Selanjutnya Eka pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke aparat berwajib.

Polisi yang menerima laporan tersebut langsung melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga langsung menggali keterangan dari saksi-saksi terkait kematian korban yang diduga dibunuh tersebut.

"Iya benar, sementara masih tiga saksi yang diperiksa," ujar Kapolsek Metro Tanjung Duren, Kompol Lambe Patabang Birana saat dihubungi wartawan, Kamis (21/9/2017).

Menurut informasi, dalam kejadian tersebut Murtianingsih juga kehilangan dua ponsel miliknya yang diketahui tidak lama setelah penemuan korban

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 22 September 2017

Jumat, 22 September 2017 07:56 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 22 September 2017, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : LTC Glodok
3. Jakarta Selatan : Gedung Sampoerna Stategic, Jl. Jend. Sudirman
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB 
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

Polres Tangerang Selatan Tangkap 23 Pelajar SMA yang Hendak Tawuran

Puluhan pelajar SMA yang hendak tawuran diamankan Polres Tangsel, Rabu (20/9/2017).
Jumat, 22 September 2017 07:46 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim Vipers Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap puluhan pelajar yang hendak tawuran pada Rabu (20/9/2017) malam. Puluhan pelajar itu ditangkap bertepatan dengan pengamanan malam pawai obor Tahun Baru Islam 1439 Hijriah.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Ahmad Alexander mengatakan, puluhan pelajar dari lima sekolah swasta di Tangsel tersebut diamankan di dekat area pembuatan SIM.

"Kami mengamankan 23 siswa dari lima sekolah di Tangsel dan sekitarnya saat ingin tawuran di dekat area Satpas SIM Cilenggang, Tangsel," kata AKP Ahmad, Kamis (21/9/2017) kemarin.

Para pelajar yang ditangkap tersebut berasal dari SMA Yappika Legok, SMK Mandiri 79 Legok, SMA Al-Anshor Parung Panjang Bogor, SMA Mulya Buana, dan SMA Yupentek 3 Legok. Di antara para pelajar itu dua orang di antaranya kedapatan membawa senjata tajam berupa celurit dan golok.

"Terhadap kedua anak yang membawa senjata tajam akan dikenakan UU Darurat dengan tetap memperhatikan hak anak," kata AKP Ahmad.

Polda Metro Jaya Tangkap Komplotan Penipu yang Mengaku Sebagai Kerabat Pejabat Polisi

Jumat, 22 September 2017 07:35 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Aparat Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk sindikat penipuan dengan modus mengaku saudara pejabat polisi. Dalam aksinya, sindikat yang beranggotakan lima orang ini berpura-pura menjual mobil murah dengan mencatut nama pejabat polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menuturkan penangkapan sindikat ini berawal dari laporan seorang warga yang ditipu saat terlibat transaksi jual beli mobil bekas.

"Pelapor (korban) mendapatkan penawaran dari terlapor yang mengaku saudara pejabat Polri. Kemudian terlapor menawarkan beberapa unit mobil. Setelah itu pelapor tertarik dengan sebuah mobil tahun 2016 seharga Rp 130 juta," kata Kabid Humas, Kamis (21/9/2017) kemarin.

Selanjutnya, kata Kabid Humas, korban mentransfer uang ke beberapa rekening bank yang ditentukan pelaku. Ia baru menyadari telah menjadi korban penipuan setelah orang yang menawarkan mobil itu mendadak tidak bisa ditemui maupun dihubungi.

"Tim Opsnal Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemudian melakukan penangkapan terhadap para pelaku pada Rabu kemarin," ujar Kabid Humas.

Ada lima orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Halimatu Sa'diah, Ramadhan Saragih, Lukman Hakim, Erwin Suminah, dan Jemi Sentia Dewi.

Untuk barang bukti, polisi menyita sejumlah buku tabungan, kartu ATM, sejumlah ponsel, dan dua buah jaket Turn Back Crime.

Para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan atau Pasal 5 ayat (1) jo Pasal 2 ayat (1) huruf t dan z UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Perempuan di Apartemen Laguna Tower

Ilustrasi tewas.
Jumat, 22 September 2017 07:09 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas gabungan Subdit Ranmor dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap tersangka pelaku pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan terhadap perempuan berinisial DO, 19 tahun, di Apartemen Laguna Tower, Penjaringan, Jakarta Utara.

Tersangka dalam kasus ini bernama Peri Sugianto alias Peri, 27 tahun, ditangkap pada Kamis (21/9/2017) di Pasar Karang Anyar, Jakarta Barat.

"Tersangka yang berprofesi sebagai driver ojek online ditangkap di Pasar Karang Anyar, Sawah Besar sekitar pukul 06.30 WIB," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/9/2017).

"Dia ditangkap saat sedang menunggu penumpang di kawasan Pasar Anyar, Jakarta Barat," tambah Kabid Humas.

Kabid Humas mengatakan, pelaku mengaku membunuh korban karena ingin menguasai hartanya.

"Motifnya perampokan, dia mengaku membutuhkan uang," ujarnya.

Pelaku mengaku setelah melakukan pembunuhan langsung membawa kabur tiga ponsel dan sebuah televisi milik korban.

Bersama penangkapan Peri, polisi juga mendapatkan sejumlah barang bukti yaitu satu unit sepeda motor yang digunakan saat melakukan pembunuhan, satu unit TV LCD 24 inci milik korban, sebuah telepon genggam jenis iPhone 7 milik korban, dan satu jam tangan milik korban.

"Selain itu, kami juga mengamankan uang tunai senilai Rp 2,3 juta, beberapa (kartu) ATM, dan dua buah handphone, serta pakaian yang digunakan tersangka ketika melakukan pembunuhan," kata Kabid Humas.

Sebelumnya, seorang perempuan berinisial DO, 19 tahun, ditemukan tewas dalam keadaan sudah membusuk di Apartemen Laguna, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara pada Rabu 20 September 2017. ‎ Saat ditemukan kondisi korban telah terbusuk.

"Saat ditemukan sudah membusuk‎, jadi tidak terlihat ada luka terbuka," ujar Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Anwar Haidar kepada wartawan, Kamis (21/9/2017).

Koban ditemukan tewas pada Rabu (20/9/2017) sekira pukul 01.00 WIB di unit apartemen yang dihuninya. Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban tinggal sendiri di apartmen tersebut. ‎Polisi menduga jasad yang telah membusuk ini sudah meninggal lebih dari dua hari.

AKBP Anwar menyebutkan, mayat korban ditemukan saat keluarga, yakni kakak dan ibunya, berkunjung ke apartemen tersebut. Awalnya keduanya mendapati pintu kamar korban tertutup. Mereka kemudian memanggil-manggil korban namun tak ada jawaban dari dalam. Penasaran, mereka akhirnya membuka pintu dan ternyata tidak terkuci. Saat terbuka, mereka kaget melihat korban sudah terbujur kaku dalam kondisi membusuk.