04 Maret 2015

Petugas Polresta Tangerang Amankan Penjahat Jalanan dari Amuk Massa di Cikupa

Penjahat Jalanan Nyaris Dibakar Warga di TangerangSepeda motor penjahat jalanan yang dibakar massa di Cikupa Tangerang

Rabu, 4 Maret 2015 15:20 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polresta Tangerang mengamankan seorang penjahat jalanan yang tertangkap warga saat beraksi di kawasan Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu (4/3/2015) sekira pukul 11:00 WIB. Penjahat dengan modus gembos ban itu nyaris dibakar warga.

Karena gagal membakar penjahat jalanan tersebut, warga melampiaskannya dengan membakar sepeda motor pelaku. Sementara penjahat yang sudah babak belur itu kemudian dibawa petugas ke Mapolresta Tangerang.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Irfing Jaya menolak dugaan pada si pelaku gembos ban itu sebagai pelaku begal. "Itu bukan begal itu penjahat gembos ban," kata Kapolres kepada wartawan, Rabu (4/3/2015).
Ini Tampang Begal Mobil yang Motornya Dibakar Massa di Tangerang 

Kapolres melanjutkan, pelaku merupakan penjahat jalanan yang biasa menyasar pengguna mobil dengan modus gembos ban. "Korban menyadari ban mobilnya kempis dan menepi di depan Rumah Sakit Citra Raya," katanya.

Saat itu, pelaku mengambil tas yang ada di dalam mobil. Korban yang melihat langsung berteriak dan warga langsung mengejarnya.

Begitu tertangkap, pelaku langsung dihajar warga hingga babak belur. Tak puas warga ingin melakukan pembakaran. Beruntung aksi tersebut bisa dicegah petugas polisi yang sedang berpatroli.

Warga yang tak puas, akhirnya melampiaskannya dengan membakar sepeda motor yang digunakan pelaku.

Kasus Mayat Bayi Terbakar di Jatinegara Terungkap

Bayi yang ditemukan tewas dibakar di kolong tol Wiyoto Wiyono, Jatinegara, Jakarta Timur. (Ifand)

Rabu, 4 Maret 2015 14:38 WIB
PUSKOMINFO - Setelah dua hari melakukan penyelidikan, petugas Polsek Metro Jatinegara akhirnya berhasil mengungkap kasus penemuan mayat bayi dalam kondisi terbakar yang ditemukan di bawah Underpass Tol Wiyoto Wiyono di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (2/3/2015) malam. Pelakunya adalah pasangan suami istri berinisial ST, 46 tahun dan R, 35 tahun.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, petugas berhasil mengungkap dan menangkap ST dan R di kawasan Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (4/3/2015). Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya kini ditahan di Mapolsek Metro Jatinegara. 

Pasangan suami istri ini tidak mempunyai pekerjaan tetap. ST bekerja sebagai pemulung dan sesekali menjual buah keliling, sementara istrinya, R, adalah ibu rumah tangga.

Kapolsek Metro Jatinegara, Kompol Dasril menjelaskan kejadian bermula pada Jumat (27/2/2015) pagi. R yang diketahui tengah hamil besar tiba-tiba melahirkan di dekat sebuah tumpukan sampah yang biasanya dijadikan tempat tinggal oleh pasangan ini.

"Bayi itu tiba-tiba dilahirkan begitu saja, dan jatuh ke bawah (tanah)," kata Kapolsek, Rabu (4/3/2015).

Kapolsek melanjutkan, R yang mengetahui anaknya lahir dalam kondisi meninggal kemudian menaruhnya dalam kardus. Ia kemudian membawa kardus tersebut ke tumpukan sampah.

"Setelah itu, R pergi mencari suaminya. Kita juga heran dia itu kuat. Setelah melahirkan, dia mengaku jalan mencari suaminya," ujar Kapolsek.

Beberapa hari kemudian, pasangan yang tidak punya tempat tinggal tetap ini akhirnya kembali ke lokasi tumpukan sampah, Minggu (1/3/2015) sekira pukul 19:00 WIB. Tujuannya untuk beristirahat malam di dekat lokasi sampah itu.

Ketika hendak istirahat, ST mengambil korek api dan membakar tumpukan sampah tersebut. "Dia maksudnya bakar sampah supaya tidak ada nyamuk. Ketika itu, bayi yang diletakkan dalam kardus sudah tidak terlihat di tumpukan sampah. Jadi, dia bakar saja sampah yang ada di situ," ujar Kapolsek. 

Kapolsek mengatakan, bayi yang sudah meninggal ketika dilahirkan sebelumnya itu akhirnya ikut terbakar.

Pada Senin (2/3/2015) malam, seorang bocah, Zidan, 14 tahun, yang pulang bermain dengan temannya, melintas di jalan itu. Zidan mencium bau dari lokasi tumpukan sampah. Zidan melaporkan ke petugas sekuriti sebuah pabrik. Setelah dicek dan mendapati bayi manusia terbakar, petugas sekuriti melaporkannya ke kepolisian.

Congkel Spion Mobil Mewah, Kakak Beradik Ditangkap Jatanras Polda Metro Jaya

Rabu, 4 Maret 2015 13:59 WIB
PUSKOMINFO - Dua pria kakak beradik, SA alias B, 25 tahun dan AH alias U, 17 tahun, ditangkap aparat Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya karena melakukan aksi pencongkelan spion mobil mewah. Keduanya kerap menyasar spion mobil mewah di sekitar lampu merah di lokasi rawan macet.

Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Teuku Arsya Khadafi, Rabu (4/3/2015) saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, mengatakan kelompok ini merupakan kakak beradik. Target mereka adalah mobil mewah seperti Alphard, Harrier, Velfire, dan lain-lain yang mana kaca spionnya bisa mencapai harga belasan hingga puluhan juta rupiah.

Kompol Teuku Arsya mengungkapkan, kedua tersangka sering melakukan aksinya di sekitar lampu merah di lokasi rawan macet. Terakhir, mereka mencongkel spion mobil Harier di Jl Gatot Subroto tepatnya di depan Gedung DPR, Slipi, Jakarta Barat, pada Kamis (26/2/2015) malam.

"Mereka beraksi pada saat jalanan macet atau hujan. Pada saat hujan biasanya macet, sehingga hal ini dimanfaatkan oleh kedua tersangka," imbuhnya.

Tersangka AH diamankan selang setengah jam setelah kejadian, sementara abangnya ditangkap di tempat persembunyiannya di Bantar Bolang, Pemalang, Jawa Tengah pada Minggu (1/3/2015) sekira pukul 07:00 WIB.

"Adiknya bertugas sebagai pelaku yang mematahkan spion. Sedangkan kakaknya bertugas menahan pintu mobil jika korban hendak keluar dan juga menodong senjata tajam kepada korban," ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan, kedua tersangka terindikasi melakukan aksinya di 5 TKP seperti di perempatan Slipi dan Tomang, Jakarta Barat. "Tetapi tidak menutup kemungkinan lebih dari 5 TKP," cetusnya.

Keduanya dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Melawan Saat Ditangkap, Begal Sepeda Motor di Bekasi Ditembak Polsek Bantargebang


Rabu, 4 Maret 2015 13:49 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Unit Reskrim Polsek Bantargebang berhasil membekuk dua pelaku pencurian sepeda motor kelompok Palembang, Sumatera Selatan. Satu di antaranya terpaksa dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap petugas.

Kanit Reskrim Polsek Bantargebang, Iptu Ardiyan Yudo Septiantono, Rabu 4 Maret 2015, mengatakan dua tersangka ditangkap saat ingin mencuri sepeda motor di depan minimarket di Perumahan Dukuh Zamrud, Kecamatan Mustikajaya.

Dua tersangka yang ditangkap, berinisial TK dan RZ. Penangkapan berawal dari penyelidikan kasus pencurian sepeda motor di sejumlah minimarket di wilayah hukum Polsek Bantargebang. Saat beraksi, mereka sempat terekam CCTV.

"Dari CCTV itulah kemudian dua tersangka kami kenali. Saat mereka sedang beraksi lagi, langsung kami tangkap," kata Iptu Ardiyan.

Dari tangan para pelaku, polisi berhasil menyita sebilah senjata tajam, gagang kunci leter T. "Tersangka TK terpaksa dilumpuhkan karena melawan petugas saat ditangkap," kata Iptu Ardiyan.

Mereka akan dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

Lagi, Mayat Bayi Ditemukan di Tempat Sampah

Rabu, 4 Maret 2015 10:46 WIB
PUSKOMINFO - Warga Kelurahan Sudimara Timur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (4/3/2015) pagi tadi dihebohkan dengan penemuan mayat bayi di tempat sampah.  Mayat bayi tersebut diikat di dalam tas dan dibungkus kain bermotif kotak-kota warna hitam kemerahan.

Adalah Hasan, seorang pemulung, yang pertama kali menemukan mayat bayi malang tersebut. Dia yang tengah mengais sampah terkejut saat membuka tas berwarna merah ternyata berisi mayat bayi yang diperkirakan baru meninggal.

Hasan menemukannya sekira pukul 06:00 WIB, di tempat sampah Jalan HOS Cokroaminoto depan Galaxy RT 1/5, Kelurahan Sudimara Timur, Ciledug , Kota Tangerang.

“Pas saya buka ternyata ada mayat bayi, saya kasih tahu warga. Jadi heboh dan di laporkan ke Polsek Ciledug,” ujarnya. 

Petugas Polsek Ciledug yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi (TKP). Dugaan sementara, mayat tersebut memang baru meninggal dunia. Mayat bayi berjenis kelamin perempuan tersebut juga diduga adalah hasil hubungan gelap.

Kini petugas Polsek Ciledug tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap orang tua bayi yang tega membunuh dan membuang bayi tersebut. Sedangkan mayat bayi malang tersebut telah berada di kamar mayat RSUD Kabupaten Tangerang .    

Operasi Cipta Kondisi, Polsek Beji Tangkap Pemuda Bawa Sabu


Shabu disita dari karyawan
 Foto ilustrasi
 
Rabu, 4 Maret 2015 09:38 WIB
PUSKOMINFO - Operasi kepolisian Cipta Kondisi (Cipkon) yang digelar Polsek Beji Depok mengamankan seorang pemuda yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu. Pemuda bernama Supri Tiasikal, 23 tahun, terjaring razia petugas di  Jalan Margonda, Pondok Cina, Beji Kota Depok, Rabu (4/3/2015)) dini hari.
 
Pemuda warga Beji itu tidak bisa mengelak sewaktu digeledah petugas yang menemukan satu bungkus kecil plastik bening isi shabu seberat 0,84 gram.
 
“Saat digeledah di tas slempang hitam ditemukan narkotika jenis sabu,”ujar Kapolsek Beji Kompol Ni Gusti Ayu.
 
Menurut Kapolsek, berdasarkan pengakuan pelaku hanya sebagai pemakai.”Barang bukti yang kita amankan sabu senilai hampir Rp.1 juta-an, dan sepeda motor Honda Beat B 3036 SJH milik pelaku, serta uang tunai Rp 32.000,”ungkapnya.
 
Pemuda yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta ini mengaku baru kecanduan sabu baru-baru ini. “Katanya baru dalam hitungan bulan pelaku memakai sabu. Barang haram tersebut didapatkan dari salah satu kenalan di Jakarta,”bebernya.
 
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan pelaku dikenakan pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang kepemilikan dan menyimpan narkotika. “Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,”tegasnya.
 

Pembegal Sepeda Motor Pondok Aren Ditangkap di Purwokerto dan Subang

Rabu, 4 Maret 2015 07:42 WIB
PUSKOMINFO - Dua orang pelaku begal di Pondok Aren, Tangerang Selatan yang melarikan diri ke arah Pondok Ranji akhirnya berhasil diringkus petugas Polsek Pondok Aren. Mereka ditangkap di dua wilayah yang berbeda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, selain meringkus P, satu pelaku begal berumur 17 tahun itu. Pihaknya pun berhasil menangkap satu komplotan begal lainnya di Purwokerto, Jawa Tengah pada Senin 2 Februari 2015 malam.

"Satu pelaku lagi, NP berhasil kami amankan di rumah neneknya yang ada di Purwokerto, sedang P (17) kami amankan pada Senin (2/3/2015) malam di tempat terpisah, Subang. Waktu penangkapannya pun tidak terpaut jauh," ujar Kabid Humas.

Kabid Humas memaparkan, pelaku yang berinisial P itu merupakan warga Jalan Sunan Kalijaga VI, RT02/10, Ciledug, Tangerang. Dia ditangkap di tempat persembunyiannya yang ada di Subang, Jawa Barat.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, kata dia, aksi komplotan begal di Pondok Aren pada Senin 23 Februari 2015 itu ternyata dilakukan oleh enam orang. Yakni H alias Pelo yang tewas di bakar massa, P alias Puguh, NP alias Unyil, B alias Beler, N alias Noval, C alias Celeng.

"Ada enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Pondok Aren itu. Satu meninggal, dua sudah kami amankan, tiga masih kami cari lagi. Saat ini, dua orang yang kami amankan sedang dimintai keterangan," tuturnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 4 Maret 2015

Rabu, 4 Maret 2015  07:25 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling, Rabu 4 Maret 2015, di lima lokasi DKI Jakarta, sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

 4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga Pluit
STNK : Tidak Beroperasi

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

SIM Keliling Tangerang Kota : Taman Cibodas Jati Uwung

Jam Operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.
Info Keterangan Lebih Lanjut:

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

03 Maret 2015

Tukang Becak dan Penumpangnya Tewas Korban Tabrak Lari di Tambora

Selasa, 3 Maret 2015 13:48 WIB
PUSKOMINFO - Seorang tukang becak dan penumpangnya tewas terlindas truk di Jalan Tubagus Angke, Jembatan Dua, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2015) sekira pukul 05:00 WIB. Sementara itu, mobil truk yang menabrak becak tersebut langsung kabur. Saat ini jenazah keduanya sudah dibawa ke RSCM.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polsek Metro Tambora, AKP Hari Siswadi menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika Nasikin, 43 tahun, sedang menarik becak yang ditumpangi Zaenal, 47 tahun.

Zaenal saat itu baru selesai berbelanja di Pasar Angke dan mengunakan jasa Nasikin. "Saat sedang melintas di lokasi, tiba-tiba becak itu ditabrak truk dari arah belakang," ujar AKP Hari, Selasa (3/3/2015) siang.

Saat diseruduk truk, kedua korban pun langsung terpental bersama barang belanjaannya. Becak Nasikin ringsek seketika.

Barang belanjaan Zaenal yang berupa buah salak, rambutan, dan manggis berhamburan di jalan. Tukang becak dan penumpangnya tewas di tempat.

"Kedua korban meninggal dunia di lokasi dengan luka parah di kepala dan becaknya ringsek," ujar AKP Hari.

Pengemudi truk yang belum diketahui identitasnya langsung melarikan diri dan meninggalkan kedua korban yang bersimbah darah.

"Pengemudi langsung kabur. Saat ini kami masih melakukan pengejaran," ujar AKP Hari.

Pulang Balap Liar, Biker Tewas Tercebur Kali di Kembangan

Selasa, 3 Maret 2015 - 13:33 WIB
PUSKOMINFO - Sesosok jenazah ditemukan mengambang di aliran kali samping Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (3/3/2015) pagi sekira pukul 07:00 WIB.

Korban diketahui bernama M Iqbal, 18 tahun, tercebur diduga akibat mabuk berat usai bermain di arena balap liar sepeda motor di kawasan CNI Puri Kembangan, Jakarta Barat.

Kapolsek Metro Kembangan, Kompol Sukatma mengatakan, berdasarkan pengakuan rekan korban, Jamaludin, 28 tahun, dirinya bersama korban saat itu hendak pulang sehabis nongkrong di kawasan CNI Puri Kembangan. "Saat mereka ingin pulang, sepeda motornya tidak bisa dikendalikan dan tercebur kali," ujar Kapolsek, Selasa (3/2/2015).

Namun, lanjut Kapolsek, dugaan korban mabuk masih diselidiki petugas. Sedangkan dugaan keduanya pemain dan joki balap liar cukup kuat. Sebab, sepeda motor Honda Supra Fit yang ditunggangi saat terperosok ke dasar kali juga tanpa pelat nomor. "Diduga mereka ini pembalap," lanjutnya.

Kapolsek mengatakan, setelah terjatuh, saksi Jamal berhasil naik, sedangkan korban tercebur. "Setelah jatuh, si Jamal berhasil naik, tapi temannya itu tidak. Kemudian, ditinggalkan begitu saja," tuturnya.

Saat ini jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk dilakukan autopsi.