19 November 2018

Polres Metro Jakarta Barat Razia Kendaraan Berknalpot Bising

Ilustrasi knalpot brong
Foto ilustrasi

Senin, 19 November 2018 08:13 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ  -  Polres Metro Jakarta Barat melakukan razia kendaraan bermotor yang tidak sesuai peraturan. Dalam razia yang digelar di bawah Kolong Tomang, Jalan S. Parman, Jakarta Barat tersebut, lima sepeda motor yang menggunakan knalpot brong atau racing diberhentikan oleh petugas.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Metro Jakarta Barat AKBP Priyo Utomo Teguh Santoso mengatakan, para pengendara yang memakai knalpot tidak sesuai standar ini diberikan hukuman push up.

"Mereka (pengendara) yang kedapatan kendaaraannya tidak menggunakan knalpot standar yang yang sudah ditentukan kita beri sanksi Push Up. Setelah sebelumnya kita beri teguran agar tidak memakai knalpot yang tidak sesuai standar," ujar AKBP Priyo.

AKBP Priyo melanjutkan, adanya operasi knalpot ini untuk menghindari adanya potensi kecelakaan sesuai undang-undang lalu lintas. Selain itu, knalpot brong tersebut mengganggu kenyamanan masyarakat karena berbunyi bising. "Sebabnya, knalpot brong tidak dibuat untuk kendaraan harian sehingga suaranya bisa memekakkan telinga dan mengganggu pendengaran maupun pengendara lainnya," tutupnya.

Polres Metro Tangerang Kota Tembak Pencuri Mobil Bersenpi di Tangerang Saat Aksi Kejar-Kejaran

Senin, 19 November 2018 07:50 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polres Metro Tangerang Kota menembak satu dari dua pelaku pencurian mobil saat mencoba melarikan diri dan mengeluarkan senjata api saat akan diringkus.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan menceritakan kronologi penangkapan Rangga, maling mobil yang menggunakan modus bobol kunci dengan kunci letter T. Penangkapan pelaku bermula dari seorang pelapor di indekosnya di Jalan Polonia Kompleks Angkasa Pura, Neglasari, Kota Tangerang yang mengaku kehilangan mobil Avanza hitam bernomor polisi B-1560-RR pada 5 November 2018 lalu.

"Pasca dilaporkannya informasi tersebut petugas Unit Ranmor melakukan penyelidikan di TKP sekaligus memadukan baket antara lain keterangan saksi-saksi, CCTV, dan informan. Hasilnya, diketahui nama pelaku atas nama Rangga dan Abeng," kata Kapolres, Minggu (18/11/2018).

Petugas pun mulai membuntuti gerak-gerik Rangga dari apartemennya, dari situ petugas juga mengetahui pelaku menggunakan mobil rental sebagai kendaraannya.

Dijelaskan Kapolres, saat melintas di jalur sepi pada 9 November 2018, petugas dengan menggunakan kendaraan roda empat mencoba menyuruh pelaku berhenti sambil todongkan senjata api dinas. "Namun pelaku semakin tancap gas, kemudian dilanjutkan pengejaran dengan menggunakan kendaraan roda dua, saat kendaraan roda dua berada dipintu pengemudi yang sedang terbuka kaca pintunya, seorang petugas mencoba meraih kunci agar terhenti. Namun petugas tidak berhasil dan terseret hingga alami luka," papar Kapolres.

Ketika dalam pengejaran, Rangga sempat menggenggam senjata api di tangan kananannya petugas pun akhir melepaskan tembakan peringatan. Akan tetapi, dikatakan Kapolres, Rangga tidak menggubris tembakan peringatan polisi dan terus kabur dengan mobilnya.

"Seorang petugas yang berada di tumpangan belakang sepeda motor melakukan tindakan tegas dan terukur berupa penembakan ke arah tangan kanan pelaku," lanjutnya.

Pelaku mengalami luka tembak pada bagian bahu sebelah kanan sampai hilang kendali kemudian menabrak trotorar jalan dan pohon, Rangga pun dibawa petugas ke RSUD Kabupaten Tangerang. Rangga akhirnya dinyatakan meninggal dunia, dari otopsi, diketahui peluru petugas menembus paru-paru dan bersarang di tulang belakang.

Dari hasil penangkapan Rangga, petugas menemukan satu unit senpi rakitan, satu kunci letter T, delapan anak kunci buatan, satu kabel RC, satu unit Avanza, dan satu kunci pas ukuran 10. Rekan Rangga, Abeng, masih berstatus buron dan diburu petugas, "saat ini petugas masih melakukan pengejaran tersangka lainnya atas nama Abeng," kata Kapolres.

Dua Pelaku Penusukan hingga Tewas di depan Diskotek Bandara Ditangkap di Bangka Belitung

Senin, 19 November 2018 07:39 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Subnit Jatanras Unit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, menangkap Frengky Danger Manu alias Frengky alias Engky (25 tahun) beserta Julius Umbu Ngailu alias Bobi (38 tahun), di Dusun Samhin, Desa Padang Baru, Pangkalan Baru, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Minggu (18/11/2018).

Keduanya diduga sebagai dalang pelaku di dalam kasus pengeroyokan yang disertai penusukan hingga tewas, terhadap dua dari enam korban selaku pengunjung di Diskotek Bandara, Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (17/10/2018) lalu.

Penangkapan kedua pelaku tersebut dilakukan kerjasama dengan pihak dari Subdit Cyber dan Subdit Jatanras Polda Bangka Belitung. Kedua pelaku saat ini berada di Polres Metro Jakarta Barat, untuk dimintakan keterangannya.

"Benar. Dilakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku diduga sebagai dalang di dalam kasus pengeroyokan yang disertai penusukan, dan telah membuat dua dari enam pengunjung di Diskotek Bandara di Daan Mogot itu, tewas," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu.

Diketahui, kedua pelaku tersebut sama-sama tinggal di Jalan Flamboyan Terusan, RT 08/11, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Salah satu pelaku diberi tindakan tegas dan terukur dibagian kaki kanannya, karena mencoba melawan petugas.

"Kedua pelaku itu, ditangkap di sebuah rumah di Dusun Samhin. Di sana, merupakan tempat persembunyian mereka. Sampai saat ini, dua pelaku tersebut masih dalam pemeriksaan, di Polres Metro Jakarta Barat," jelas AKBP Edi.
Dua Pelaku Penusukan hingga Tewas di Diskotek Bandara Ditangkap di Bangka Belitung
Dua pelaku pengeroyokan dan penusukan hingga tewas di Diskotek Bandara, Daat Mogot, saat dibawa anggota Subnit Jatanras Unit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat dari Bangka Belitung, lokasi penangkapannya, ke Jakarta, Minggu (18/11/2018). (Dok. Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat) 

Diketahui sebelumnya telah terjadi perkelahian di depan Diskotek Bandara Daan Mogot Kebon Jeruk. Kapolsek Metro Kebon Jeruk Kompol Martson Marbun mengatakan, kasus ini diawali adanya gesekan saat di dalam Diskotek Bandara, yaitu antara kelompok korban dan kelompok pelaku.

"Kejadian itu terjadi pada Rabu (17/10/2018). Kasus ini berawal kala keenam korban tengah asik berjoget di dalam diskotek itu, dan saling bersenggolan dengan pelaku. Sedang minum-minum, senggolan, ketika joget senggolan lagi. Tak disangka, lantaran senggolan itu membuat para korban dan pelaku ini sama-sama emosi," jelas Kompol Marbun, pada Kamis (17/10/2018) yang lalu.

Selanjutnya, kelompok korban dan kelompok pelaku keluar dan berlanjut cek-cok, di depan Diskotek Bandara. HS (38 tahun) salah satu korban tewas di tempat lantaran mendapat sejumlah luka tusukan senjata tajam (Sajam) di sekujur tubuhnya. Sementara SG, juga mengalami luka tusukan dan sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Royal Trauma akhirnya meninggal dunia di keesokan harinya.

Lalu untuk empat korban lainnya turut mengalami luka tusukan, serta dalam keadaan kritis di rumah sakit, salah satunya merupakan seorang wanita.

Menurut Kapolsek, bila dalam kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman. Bahkan kejadian ini membuat salah satu organisasi masyarakat (ormas) mendatangi Diskotek Bandara, hingga lakukan kegiatan tabur bunga pasca kejadian tersebut.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin 19 November 2018

Lokasi Mobil SIM Keliling di Jakarta Tetap Buka Buka di Hari Libur Tahun Baru 1440 Hijriah

Senin, 19 November 2018 07:34 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin, 19 November 2018, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos & Giro Pusat, Pasar Baru
2. Jakarta Barat : Citraland Grogol
3. Jakarta Selatan : Kampus STEKPI Kalibata
4. Jakarta Utara : Pospol Teluk Intan, Penjaringan
5. Jakarta Timur : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika 

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C.
- SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM

16 November 2018

Polda Metro Jaya Gelar Apel Kesiapsiagaan Banjir, Siapkan 7.000 Personel Gabungan

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis Siapkan 7.000 Personel Gabungan Hadapi Musim Penghujan
Jumat, 16 November 2018 13:03 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis telah menyiapkan sebanyak 7.000 personel gabungan untuk menghadapi musim penghujan khususnya di DKI Jakarta. Penyiagaan 7.000 satgas dimulai hari ini, ditandai apel kesiapsiagaan penanggulangan banjir di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018) pagi tadi. Para personel itu akan disiagakan hingga Maret 2019.

Personel gabungan yakni terdiri dari Aparat Kepolisian, Tentara, Satpol PP, Petugas Dishub DKI, Petugas Dinas Sumber Daya Air, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

"Menghadapi musim penghujan, kami Polda Metro bersama Kodam dan Pemda siapakan tujuh ribu personel, untuk selalu siaga menghadapi musim penghujan," ujar Kapolda di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (16/11/2018).

Tim gabungan itu terdiri dari aparat kepolisian, tentara, Satpol PP, petugas Dishub DKI, petugas Dinas Sumber Daya Air, dan BPBD DKI Jakarta.

Selain satgas di tingkat provinsi, kata Kapolda, ada pula satgas di tingkat kota atau kepolisan resor.

"Kita bentuk juga di 13 sub Satgas di tingkat Porles bersama Walkot, Kabupaten juga siap. Sehingga kalau misalnya terjadi hanya sifatnya lokasi ditangani sub satgas di Polres," ucap Kapolda.

Diketahui beberapa alat yang telah disiapkan yaitu perahu karet, perahu rakit, pelampung, tali tambang, mesin gergaji dan lain sebagainya.

Di kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Jakarta siap menghadapi banjir. Jakarta mengusung slogan 'siaga, tanggap, galang'. Anies mengatakan ada 30 titik yang berpotensi tergenang banjir.

Fokus penanggulangan di tahun ini, ucapnya, tak hanya soal penanganan air genangan. "Dari tiga puluh titik ini, kami ajak untuk mulai memerhatikan konsekuensi lalu lintas. Sehingga bukan hanya terkait air, tapi juga warga yang melintas di tempat itu," ucapnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga memberikan apresiasi kepada para personel yang telah siap siaga membantu bila banjir datang. "Tadi kita liat alat-alat yang disiapkan oleh Polda ini menunjukan bahwa kami siap dan percaya seluruh jajaran akan kerja koordinasi dengan baik," ucap Anies.

Pemprov DKI Jakarta Berlakukan Penghapusan Sanksi Pajak Kendaraan


Jumat, 16 November 2018 11:18 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan penghapusan sanksi administrasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Program ini dilaksanakan mulai 15 November sampai 15 Desember 2018.

Kepala Unit Pelayanan Penyuluhan dan Layanan Informasi (UPPLI) Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Hayatina mengatakan, program penghapusan sanksi pajak ini diselenggarakan dalam rangka mengingat jasa-jasa para pahlawan.

Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 10 November 2018 lalu. "Kebijakan penghapusan sanksi ini tidak hanya mencakup pada sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor saja, namun untuk sanksi pajak bumi dan bangunan pun turut dihapuskan sanksi keterlambatan pembayaran pajaknya," ujar Hayatina, Kamis (15/11/2018) kemarin.

Hayatina menjelaskan, program penghapusan ini dapat memberikan kesadaran bagi para wajib pajak untuk dapat membayarkan kewajiban pajaknya. Hayatina mengatakan, pada hari pertama penghapusan sanksi belum banyak wajib pajak DKI Jakarta yang memanfaatkan program tersebut.

"Saya mengimbau agar para wajib pajak kendaraan bermotor segera memanfaatkan program ini, karena biasanya hari pertama dan kedua di loket-loket Samsat belum terjadi antrean panjang," kata dia.

Jadi Tersangka, HS Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Langsung Dijebloskan ke Penjara

HS Membunuh Satu Keluarga di Bekasi Karena Sering Dimarahi

Jumat, 16 November 2018 09:04 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, HS telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Pondok Melati, Kecamatan Jati Rahayu,  Kota Bekasi, Jawa Barat yang terjadi pada Selasa 13 November 2018 lalu. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, HS langsung juga ditahan di sel tahanan Polda Metro Jaya.

"Iya, yang bersangkutan ditahan," kata Kabid Humas, Jumat (16/11/2018) pagi.

Kabid Humas mengatakan, dua alat bukti telah terpenuhi untuk menetapkan HS sebagai tersangka.

Sejauh ini, sambung Kabid Humas, polisi hanya menetapkan HS saja sebagai tersangka tunggal. Namun, polisi masih terus melakukan pengembangan soal kemungkinan adanya pelaku lain atau pihak yang membantu korban dalam melancarkan aksi kejahatan. 

“Sementara sendiri, nanti kita masih pengembangan-pengembangan yang lain,” kata Kabid Humas.

HS Mengaku Bunuh Keluarga Diperum Nainggolan Menggunakan Linggis

Tim Labfor melakukan olah TKP pembunuhan keluarga di Bekasi. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Jumat, 16 November 2018 07:53 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Terduga pelaku pembunuhan satu keluarga Gaban Diperum Carles Nainggolan, HS (30 tahun), Kamis malam digiring ke Mapolda Metro Jaya. Dalam pemeriksaan, HS mengaku melakukan pembunuhan itu menggunakan linggis.

"Iya HS mengakui (melakukan pembunuhan)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan, Jumat (16/11/2018).

HS mengaku membunuh menggunakan linggis. Alat digunakan pelaku tersebut tengah dicari polisi sebagai barang bukti. "Kita sedang cari linggis yang digunakan (membunuh), dibuang HS setelah menghabisi korban," kata dia.

Sebelumnya, Kabid Humas mengatakan, pelaku terduga pelaku pembunuhan di Bekasi berinisial HS merupakan saudara. HS diketahui sering menginap di kediaman korban di Jalan Bojong Nangka 2, RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Masih keluarga, saudara dengan korban yang perempuan. HS sudah tidak bekerja selama tiga bulan. Sebelumnya kerja di PT di Cikarang dan kemudian resign. Dia masih bujang, umur di bawah 30 tahunan," kata Kabid Humas di Polda Metro Jaya, Kamis (15/11/2018).

HS tak bisa berkutik saat tim gabungan Polda Metro Jaya, Polres Metro Bekasi Kota, dan Polsek Pondok Gede temukan barang bukti saat ditangkap HS di Garut, Jawa Barat.

"Setelah kita geledah tasnya kita menemukan kunci mobil merek Nissan dan HP dan uang sekitar empat juta rupiah. (Lalu) Tadi pagi kita sudah melakukan olah TKP di mobil, ternyata kita temukan HP korban 2 buah ada di situ, ada darahnya di HP tersebut," jelas Kabid Humas.

Kecelakaan Truk dan Sepeda Motor di Cakung, 1 Orang Tewas



Jumat, 16 November 2018 07:36 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Peristiwa kecelakaan lalu lintas antara pengendara truk dan sepeda motor terjadi di Jalan Raya Bekasi KM 23, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (16/11/2018) dinihari tadi.

Dilansir dari akun resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, kecelakaan terjadi sekira pukul 03:52 WIB. Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa nahaas tersebut.

"Korban tutup usia 1 orang dan sudah dalam penanganan Polri," tulis akun @TMCPoldaMetro, Jumat (16/11/2018).

@TMCPoldaMetro
03:52 Kecelakaan Truk H 1694 FA & Pemotor B 6206 CLF di Jl. Raya Bekasi KM 23 (sktr Cakung Jaktim), korban tutup usia 1 orang & sdh dlm penanganan Polri.

Namun akun tersebut tidak menjelaskan kronologi secara rinci yang menyebabkan kedua kendaraan itu mengalami kecelakaan dan menelan korban.

Adapun kendaraan Truk dengan pelat nomor H 1694 FA dan sepeda motor warna hitam bernomor polisi B 6206 CLF mengalami rusak parah akibat kecelakaan tersebut.

Puslabfor Polri Periksa Sampel Darah yang Ditemukan di Indekosan Terduga Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi

Geledah Indekosan Terduga Pembunuh Satu Keluarga, Polisi Temukan Celana Bersimbah Darah
Jumat, 16 November 2018 07:24 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polisi telah mengambil sampel darah yang berada di dalam Mobil Nissan X-Trail yang hilang dari rumah pembunuhan satu keluarga di Jati Rahayu Bekasi. Kini sampel darah tersebut masih dalam proses identifikasi oleh Puslabfor Mabes Polri.

Selain itu, polisi juga telah menggeledah kamar kos HS di daerah Cikarang, tempat mobil tersebut juga diketemukan pada Rabu (14/11/2018) siang kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengungkapkan dari hasil penggeledahan tersebut, ditemukan celana hitam panjang bersimbah darah.

"Setelah kita lakukan olah TKP pada mobil dan mengamankan HS, kita juga menggeledah kos HS yang ada mobil diparkir di sana. Dikamarnya ditemukan celana warna hitam panjang yang ada darahnya," ujar Kabid Humas di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/11/2018).

Polisi juga mengambil sampel darah tersebut untuk dilakukan proses identifikasi oleh Puslabfor Mabes Polri. Nantinya, darah yang diketemukan pada mobil, kuku HS, beserta celana panjang tersebut akan dicocokan dengan darah para korban.

"Ini semua sudah kita ambil darahnya sebagai sampel dan akan kita cocokkan. Nanti labfor menggunakan pemeriksaan ilmiah," kata Kabid Humas.

Sebelumnya, polisi juga telah mengambil sampel kuku HS yang diduga terdapat bercak darah yang sudah membeku. Saat hendak diambil, HS mengaku bahwa jari telunjuknya terluka lantaran terjatuh.