29 Januari 2015

Begal Sepeda Motor di Tangerang Ditangkap Patroli Kring Serse Polsek Neglasari

Kamis, 29 Januari 2015 13:58 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Neglasari, Tangerang menangkap seorang begal motor yang beraksi di Jl. Sitanala, kota Tangerang, Kamis (29/1/2015) dinihari. Tersangka bernama Suni, 48 tahun, ditangkap petugas yang tengah melaksanakan patroli kring serse

Menurut Kanit Reskrim Polsek Neglasari, Iptu Badruzaman,SH, saat itu ia sedang patroli kringserse dengan anggotanya Bripka Sasdyanto dan Brigadir Rifki Prima Utama, melihat orang berteriak minta tolong karena sepeda motornya dirampas penjahat.

Ia pun mengejar pelaku yang membawa kabur sepeda motor Yamaha Vixion B 6800 GIT hingga tertangkap di depan pom bensin jalan Sitanala karena lalu lintas macet. Pelaku, warga Pandeglang Banten itu sempat dihajar warga hingga bonyok. 

Penuturan korban, Moh Tohirudin, kepada petugas Polsek Neglasari, saat kejadian ia dalam perjalanan hendak ke Bandara Soetta, saat melintas di Jalan Sitanala dipepet pelaku sambil menghunus golok lalu merampas sepeda motornya. “Saya teriak rampok didengar petugas patroli.” katanya.

Polresta Depok Bekuk Pimpinan Begal Motor di Sukmajaya




Akhir Kisah Perjalanan Kakak Beradik Begal Motor Depok
Masduki, salah satu pelaku begal motor di Depok ditangkap Polresta Depok.

Kamis, 29 Januari 2015 12:02 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Reserse Kriminal Polresta Depok membekuk pimpinan begal motor yang kerap beraksi dan meresahkan warga Depok akhir-akhir ini. 

Tersangka yang ditangkap bernama Masduki, 25 tahun, warga asal Lampung. Masduki merupakan adik tersangka Mul yang tewas dalam penggerebekan yang dilakukan Satuan Reskrim Polresta Tangerang dan Satreskrim Polresta Depok di sebuah rumah kontrakan di kawasan KUD RT 1 RW 3, Sukamaju, Cilodong, Depok, pada Rabu (28/1/2015) kemarin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, satu dari empat pelaku begal motor di Depok ditembak mati petugas lantaran nekat melakukan perlawanan dalam sebuah penggrebekan di rumah kontrakan di kawasan Sukmajaya Depok, Selasa (27/1/2015) dinihari.

Dalam penggrebekan itu, polisi menembak mati salah satu pelaku, yang diketahui bernama Mul. Ia terpaksa diterjang timah panas petugas lantaran mencoba melawan dan kabur saat akan diringkus. Belakangan diketahui, Mul ternyata kakak kandung Masduki.

Saat penggerebekan, di lokasi itu polisi juga sempat melihat tiga orang lainnya. Namun mereka berhasil lolos, meski satu di antaranya sempat tertembak pada bagian kaki. Dari dalam kontrakan itu, polisi berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam berikut tujuh unit motor. Di antaranya, 4 motor Suzuki Satria dan 3 motor matik.

Aksi kelompok ini dikenal sadis dan tak mengenal rasa iba pada tiap korban-korbannya. Itulah yang membuat komplotan ini dicari polisi. Di Depok, mereka tercatat sudah membantai dua korbannya hingga tewas.Modus itu dilakukan jika korbannya melawan. Selain di Depok, mereka juga cukup ditakuti di wilayah Tangerang dan sekitarnya karena aksi-aksinya yang nekat dan sadis.

Di Depok, kejadian pertama di Jalan Juanda, Sabtu 10 Januari 2015. Komplotan ini berhasil membawa kabur motor Suzuki Satria milik Bambang Syarif Hidyatulloh, seorang pekerja yang pulang melintas di jalan itu sekira pukul 02:00 WIB. Bambang tewas dengan luka tusuk nyaris di sekujur tubuh.

Terakhir, kawanan ini menghabisi nyawa seorang pengendara motor yang melintas di depan Kampus BSI, Jalan Margonda Raya, Minggu (25/1/2015) dinihari sekira pukul 03:20 WIB. Selain membawa motor, komplotan ini juga menggasak HP dan dompet berisi uang serta identitas korbannya.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Agus Salim mengatakan, setelah dilakukan pengembangan akhirnya petugas berhasil membekuk Masduki yang merupakan pimpinan begal motor tersebut.

Dari hasil penelusuran penyidik, diketahui Masduki dan keempat rekannya merupakan pelaku pencuri motor yang kerap beraksi tidak hanya di Depok, tetapi juga di Jakarta, Bogor, Bekasi, hingga Tanggerang.

"Mereka ini tak hanya berulah di Depok, tetapi juga di sekitar Jakarta, Bogor, Bekasi dan Tangerang. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk membekuk tersangka yang masih buron," pungkas Kasat Reskrim, Kamis (29/1/2015).

Polsek Metro Palmerah Bekuk Ibu Rumah Tangga Pengedar Sabu

Kamis, 29 Januari 2015 11:05 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Palmerah menangkap Sutiana, 43 tahun, janda beranak empat yang nekat menjual narkotika jenis sabu, di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

Penangkapan ibu rumah tangga itu berawal dari penangkapan Sonda Al Masih alias Nando di Jalan Mangga Besar VII, Tamansari, Jakarta Barat.

Kapolsek Metro Palmerah, Kompol Darmawan, mengatakan, pihaknya menangkap Sonda di Tamansari setelah digeledah kantong jaket sebelah kiri, ditemukan shabu dua paket seberat 2,76 gram, uang Rp1 juta, dan satu unit telefon genggam (handphone).

"Tersangka mengatakan, bahwa sabu itu diperoleh dari VR warga Kampung Ambon," ujar Kapolsek kepada wartawan, Kamis (29/1/2015).

Kata Kapolsek, pihaknya langsung mengembangkan ke rumah VR di Kampung Ambon, namun polisi gagal mendapatkannya. "Selanjutnya kami mengarah ke rumah Sutiana, karena menurut pengakuan tersangka sebagian barang sudah dijual kepada Sutiana," sambung Kapolsek.

Polisi langsung bergerak cepat ke kediaman Sutiana di kawasan Kapuk, dan saat digrebek ditemukan sabu 12 gram dan uang hasil penjualan Rp500 ribu yang disimpan di dalam kantong celana.

"Tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Palmerah guna penyidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Metro Palmerah, AKP Khoiri mengatakan, Sutiana nekat menjual sabu itu untuk menghidupi empat orang anaknya yang sudah lama ditinggal oleh sang suami. "Dia terpaksa menjual narkoba itu, karena faktor ekonomi," ujar Khoiri.

Kini Sutiana dan Sonda Al Masih harus meringkuk di balik jeruji besi Mapolsek Palmerah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Polsek Curug Tangerang Tangkap Polisi Gadungan

Kamis, 29 Januari 2015 10:05 WIB
PUSKOMINFO - Kerap memalak (meminta jatah) dan mengaku sebagai polisi, pria berinisial DG, 32 tahun, ditangkap petugas Polsek Curug, Rabu (28/1/2015) pagi.

Warga yang tinggal di Kelurahan Sukamulya, RT 2/2 Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang itu ditangkap usai meminta jatah kepada setiap truk bermuatan lebih di Jalan Raya Serang, Kabupaten Tangerang, tepatnya di dekat pintu tol keluar Bitung (Tol Jakarta-Tangerang).

Aksi DG tercium setelah dirinya sering meminta ‘jatah’ berlebih. Karena DG mematok harga ‘setoran’ dengan minimal satu truk yang melintas Rp120.000.  Tak tahan diperas terus-menerus oleh DG, para sopir diam-diam melaporkan hal itu kepada petugas Polsek Curug.

Petugas Polsek Curug yang mendengar informasi tersebut langsung turun ke lokasi. Saat dilakukan penangkapan, DG berpakain seperti layaknya polisi sepulang dinas, yakni dengan menggunakan jaket kulit hitam, sepatu hitam, sabuk yang menyerupai polisi, bahkan tak lupa dia menonjolkan sedikit benda yang menyerupai pistol. Padahal benda tersebut adalah korek api.

DG pun akhirnya tak bisa berkutik setelah aksinya diketahui aparat kepolisian setempat. Kemudian dia dibawa ke Polsek Curug untuk diperiksa.

Kanit Reskrim Polsek Curug, IPTU Sobirin mengungkapkan, tertangkapnya tersangka DG karena adanya laporan keresahan dari warga.

"Khususnya keresahan dari para sopir truk yang kerap menjadi sasaran aksi DG," ungkap IPTU Sobirin.

Menurut dia, saat beraksi DG masih menggunakan pakaian layaknya petugas polisi. "Ternyata saat ditangkap dia (tersangka) benar menggunakan atribut kepolisian dan menyimpan pistol korek api," katanya.

Sementara DG, saat dimintai keterangannya mengaku dirinya nekat memakai atribut yang menyerupai aparat kepolisian untuk mempermudah aksinya yang kerap ngomel ke kendaraan. "Agar gagah seperti polisi saja," ujarnya.

DG mengaku, dirinya beraksi dari pukul 05:00 WIB subuh sampai pukul 06:30 WIB pagi, dengan pemasukan ratusan ribu rupiah per 1,5 jam tersebut. "Paling sedikit saya minta Rp120.000 saat beroperasi," ujarnya.

Adapun barang bukti yang disita adalah selain atribut kepolisian yang dia gunakan, Polsek Curug juga mengamankan sepeda motor jenis matic bernopol B 6833 GKQ.

Polsek Metro Ciracas Tangkap Tiga Penjual Miras Oplosan di Warung Jamu

Kamis, 29 Januari 2015 09:07 WIB
PUSKOMINFO -  Petugas Polsek Metro Ciracas berhasil menangkap  tiga penjual miras oplosan, RB, 24 tahun, MF, 20 tahun, dan RK, 23 tahun, yang ditangkap di warung jamu miliknya, di Jalan Masjid RT 03/01, Ciracas, Jakarta Timur.

Tiga penjual yang telah menjadi tersangka tersebut, menjual miras yang dioplos dengan alkohol berkadar 95 persen.

Kapolsek Metro Ciracas, Kompol Djitu Martono mengatakan, pihaknya berhasil menangkap tiga pelaku, setelah mendapatkan laporan dari warga terkait tewasnya empat warga akibat miras oplosan. Empat korban yakni Herman, 50 tahun, Timan, 50 tahun, Subianto, 35 tahun, dan Tuin, 50 tahun, warga RT 03/01 Ciracas, Jakarta Timur, tewas bergiliran usai menenggak miras oplosan pada Minggu 25 Januari lalu

"Kami mendapatkan laporan, bahwa dua korban atas nama Timan dan Herman, tewas pada Senin (27/1/2015). Mereka menenggak miras oplosan pada Minggu (26/1/2015) malam," ujar Kapolsek.

Anggotanya pun langsung melakukan penelusuran kasus tersebut. Namun, sayangnya keluarga korban enggan memberikan informasi mengenai tewasnya kedua korban tersebut. Namun, pihaknya berhasil menemukan dua korban lainnya, Subiyanto, dan Tuin yang masih hidup.

"Kami langsung melakukan pemeriksaan. Keterangan dari korban kami dapat, merujuk kepada penjual miras oplosan di sebuah warung jamu di Jalan Masjid RT 03/01, Ciracas, Jakarta Timur. Namun, sayangnya, kedua korban meninggal tadi siang," kata Kapolsek.

"Atas informasi tersebut petugas kemudian melakukan penggeledahan warung jamu tersebut dan mengamankan ketiga tersangka berikut barang bukti," kata Kapolsek. 

Senpi yang Ditemukan di Rak Sepatu di Cikupa Ternyata Milik Pelaku Curanmor

Kamis, 29 Januari 2015 08:26 WIB
PUSKOMINFO - Senjata api rakitan lengkap dengan 12 butir peluru tajam ditemukan di sebuah rak sepatu rumah kontrakan seorang buruh, di Kampung Bitung, RT 03 RW 02, Desa Bitung Jaya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu (28/1/2015) kemarin, ternyata milik pelaku curanmor.

Kapolsek Cikupa, Kompol Brismen Daniel Simanjuntak mengatakan hasil penyelidikan petugas gabungan Polsek Cikupa dan Satuan Jatanras Polda Metro Jaya, ternyata senjata api yang ditemukan buruh di rak sepatu kontrakan ternyata milik pelaku curanmor asal Lampung. Pelaku merupakan tetangga kontrakan si buruh yang menemukan senpi rakitan tersebut.

Dua pelaku sudah ditangkap yakni  Sugiatno, 25 tahun, dan Inan, 28 tahun. “Kami bersama Satuan Jatanras Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua pelaku asal Lampung. Guna kepentingan penyelidikan, pelaku dibawa ke Polda Metro Jaya,” kata Kapolsek.

Penangkapan kedua pelaku oleh anggota gabungan, kata Kapolsek, berawal dari penemuan dua pucuk senpi rakitan oleh Sumastono,25 tahun, buruh pabrik, Selasa (27/1/2015) pagi. Saat itu lelaki asal Tuban, Jawa Timur itu terkejut ketika menemukan tas hitam kecil tergeletak di atas rak sepatu yang berada di depan kontrakannya. Saat dibuka, ternyata tas tersebut berisi dua pucuk senpi rakitan berikut 12 peluru dan sebuah kunci leter T. Penemuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Cikupa.

“Berawal dari penemuan dua senpi rakitan oleh seorang buruh, kami pun langsung melakukan penyelidikan,” ungkap Kapolsek.

Saat dilakukan penyelidikan, kataKapolsek, pihaknya mencurigai salah satu penghuni kontrakan milik H. Edi tersebut. Kecurigaan itu terbukti benar, saat digeledah, petugas menemukan 7 butir amunisi dari dalam kontrakan Sugiatno. Pemuda asal Lampung itu pun kemudian diamankan petugas.

Dari keterangan Sugiatno, sambung Kapolsek, anggota buser Polsek Cikupa bersama Jatanras Polda Metro Jaya kemudian mengejar Inan. Dari pengakuan keduanya, polisi  menyita kembali tiga pucuk senpi rakitan.

“Kami menemukan kembali 3 pucuk senpi. Totalnya ada 5 pucuk senpi rakitan. Keduanya masih diperiksa guna kepentingan lebih lanjut,”pungkas Kapolsek.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis 29 Januari 2015

Kamis, 29 Januari 2015  08:18 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling, Kamis 29 Januari 2015, di lima lokasi DKI Jakarta, sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM   : Kantor Pos Pasar Baru
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM    : Citraland Grogol
STNK : Citraland Grogol

3. Jakarta Selatan
SIM     : TMP Kalibata
STNK  : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM    : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Pos Pol Jembatan 3 Pluit

5. Jakarta Timur
SIM  : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

- Jam Operasional: 08:00 s/d 13:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Geledah Pabrik Daur Ulang Oli di Penjaringan


Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Geledah Pabrik Daur Ulang Oli 
Kamis, 29 Januari 2015 06:53 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggeledah pabrik daur ulang oli atau limbah B3 di Jalan Pergudangan, Penjaringan, Jakarta Utara. Dari penggeledahan itu, diketahui tempat itu milik tersangka bernisial NS.
 
Kepala Sub Direktorat Sumber Daya Lingkungn (Kasubdit Sumdamling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Adi Vivid, mengatakan pengeledahan itu dilakukan berdasarkan pengaduan warga sekitar yang mencurigai aktivitas pabrik daur ulang oli itu. Warga sering kali mencium bau tak sedap dan oli yang berceceran di jalan.
 
"Tersangka menjalankan usaha pengelolaan limbah B3 selama satu tahun. Tetapi tidak memiliki legalitas usaha (SIUP dan TDP), serta amdal, izin lingkungan, izin pengakuan dan lainnya," tutur AKBP Adi Vivid kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/1/2015).
 
Dari pemeriksaan diketahui, NS mempekerjakan sebanyak tujuh orang untuk menjadi karyawan. AKBP Adi Vivid mengaku para karyawan itu mendapatkan limbah oli dengan cara membeli dari bengkel-bengkel motor dan mobil di sekitar Jakarta Utara.
 
Lebih lanjut, tersangka NS menjual hasil daur ulang oli bekas kepada perusahaan di Tangerang dengan harga sebesar Rp 450 ribu per drum. Padahal, kata AKBP Adi Vivid, mereka mendapatkan oli bekas itu di bengkel motor dan mobil dengan harga Rp 400 ribu per drum.
 
"Perusahaan membeli oli bekas untuk digunakan mesin genset (pembangkit listrik,-red) penganti solar," tambahnya.
 
Atas perbuatan itu, tersangka NS disangkakan melakukan tindak pidana bidang lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pasal 102 Juncto pasal 59 ayat 4 dan atau pasal 109 Jo pasal 36 ayat 1 yang tertuang dalam Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 3 tahun dan denda Rp 3 miliar.
 
Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa, 18 drum oli bekas, 1 peti kemas kontainer, 2 unit mobil pick up, 1 mobil tangki, 2 surat jalan, 1 unit alkon merek Honda, 1 unit mesin dompeng dan 3 tangki duduk dan 1 bak penampungan galian.

28 Januari 2015

Polresta Tangerang Tembak Pelaku Curanmor Saat Jual Hasil Curiannya di Mauk

Rabu, 28 Januari 2015 14:33 WIB
PUSKOMINFO - Seorang tersangka pencuri sepeda motor di Tangerang meringis kesakitan setelah kaki kirinya ditembus timah panas petugas Jatanras Polresta Tangerang, Selasa (27/1/2015) malam.

Tersangka Irwan alias Ipay, 30 tahun, disergap unit I Jatanras Reskrim Polresta Tangerang saat menjual sepeda motor hasil curiannya di wilayah Selatip, kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, sekira pukul 23:00 WIB.

Menurut Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Irfing Jaya,SIK, penangkapan tersangka berawal anggotanya mendapat informasi ada transaksi sepeda motor bodong di wilayah Mauk

Berbekal informasi itu, tim Jatanras Satreskrim Polresta Tangerang menelusuri lokasi jual-beli motor hasil curian tersebut hingga tengah malam. Berbekal kesabaran petugas akhirnya berhasil menemukan tempat transaksi sepeda motor gelap tersebut.

Petugas pun melakukan pengintaian di lokasi. Saat tersangka Irwan sedang menunggu pembeli sepeda motor, petugas kemudian mendekatinya. Rupanya pelaku mengetahui kedatangan petugas kemudian langsung kabur. Petugas memberi peringatan tembakan ke udara agar Irwan berhenti,tapi Irwan tetap lari sehingga dilumpuhkan betis kirinya

Hasil pemeriksaan tersangka belasan kali mencuri motor milik warga Tangerang dan terakhir mencuri Yamaha Mio di Desa Cangkudu Kecamatan Balaraja pada 26 Januari lalu.

Dari tersangka, petugas kemudian menyita barang bukti 6 unit sepeda motor berbagai merk.

Sepucuk Senjata Api Rakitan Ditemukan di Rak Sepatu Kontrakan Buruh di Cikupa

Rabu, 28 Januari 2015 14:05 WIB
PUSKOMINFO - Sepucuk senjata api rakitan lengkap dengan 12 butir peluru tajam ditemukan di sebuah rak sepatu rumah kontrakan seorang buruh, di Kampung Bitung, RT 03 RW 02, Desa Bitung Jaya, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Kanit Reskrim Polsektro Cikupa, IPDA Soemiran, Rabu (28/1/2015) mengatakan, senjata api tersebut ditemukan pertama kali oleh penghuni kontrakan bernama  Sumastono, 25 tahun..

"Ditemukan pertama kali pada Selasa (27/1/2015) pagi saat saksi hendak pergi bekerja. Di rak sepatunya, ia melihat sebuah tas. Saat dibuka ternyata isinya senjata api," kata IPDA Soemiran.

Sumastono yang bingung bercampur takut pun langsung memasukkan tas tersebut ke dalam kontrakannya, mengunci pintu, lalu bergegas ke kantor tempat ia bekerja. "Saksi mengaku sedang terburu-buru, sehingga ia meninggalkan tas berisi senpi itu di kontrakannya," katanya.

"Malamnya setelah selesai bekerja, barulah Sumastono melaporkan hal tersebut ke RT setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian," kata IPDA Soemiran.

Kapolsektro Cikupa, Kompol Daniel Bresman Simanjuntak mengatakan, selain senpi dan pelurunya, polisi juga menemukan kunci letter T di dalam tas tersebut.

"Kuat dugaan ini milik pelaku curanmor. Senjata apinya bukan organik, dan ada instrumen yang kerap digunakan maling motor dalam beraksi," kata Kapolsek.

Menurut Kapolsek, saat ini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi berikut penghuni rumah kontrakan tersebut. "Kami masih periksa juga buruh yang menemukan senpi ini untuk kebenaran ceritanya," kata Kapolsek.

Kapolsek menuturkan, kawasan penemuan senpi tersebut memang daerah kontrakan yang banyak dihuni pendatang. "Penghuninya pun bisa dibilang bebas karena kurang kontrol. Makanya bisa menggeletakkan senpi begitu saja," kata Kapolsek.