27 Agustus 2014

Ini Nama-nama Korban Kapal Paus yang Terbakar di Kepulauan Seribu

Rabu, 27 Agustus 2014 15:43 WIB
PUSKOMINFO - Informasi dari Kepala Satuan Reskrim Polres Kepulauan Seribu, AKP Armunanto, berikut ini nama-nama korban kapal Paus yang terbakar di perairan Pulau Seribu, Rabu (27/8/2014) siang.

Korban sebanyak 32 orang dengan luka bakar bervariasi, antara lain:
1.Arif (penumpang).
2. Maulana (penumpang).
3. Asifa (penumpang).
4. Lutfi (penumpang).
5. Zaenal (ABK).
6. Junaidi (penumpang). -
7. A Kadir (penumpang).
8. Sarmadi (penumpang).
9. Trisno (penumpang).
10. Paulus (penumpang).
11. Masruf (penumpang).
12. Irfan Haidir (penumpang).
13. Ifan (penumpang).
14. Yunus (penumpang).
15. Fahri (penumpang).
16. Aldi (penumpang).
17. Romi (penumpang).
18. Mansyur Jaya (penumpang).
19. Budi (ABK).
20. Arianto (penumpang).
21. Sidik (penumpang).
22. Khatib (ABK).
23. Andika (penumpang).
24. Nurjaya (ABK).
25. A Afandi (ABK).
26. Yoga R (penumpang).
27. Tigor (penumpang).
28. Akbar (penumpang).

Kapal Penumpang Milik Dishub DKI Jakarta Terbakar di Kepulauan Seribu, 10 Orang Luka-Luka

Rabu, 27 Agustus 2014 13:17 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah kapal penumpang milik Dishub DKI yang disebut kapal 'Paus' terbakar di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Sedikitnya ada 10 orang korban luka bakar akibat ledakan kapal tersebut.

"Kapal meledak di bagian tengah sehingga menimbulkan korban kurang lebih 10 orang luka bakar. Saat ini dirawat di RS Pramuka," kata Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Johanson Ronald Simamora kepada wartawan, Rabu (27/8/2014).

Kapolres mengatakan, lokasi ledakan kapal ini berada sekitar 10 mil dari Pulau Pramuka atau ada di sekitar Pulau Busung. Peristiwa ini terjadi sekira pukul 10:00 WIB.

"Kapal berangkat dari Dermaga Kali Adem sekira pukul 08:30 WIB menuju Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Pramuka dan Pulau Kelapa," katanya.

Hingga saat ini petugas masih melakukan upaya pertolongan terhadap para korban dengan membawanya ke RSUD Kepulauan Seribu. Korban yang mengalami luka bakar serius akan dirujuk ke Rumah Sakit di luar Pulau Seribu.

Pedagang Mainan Tewas Tertabrak KRL di Tangerang

 
Rabu, 27 Agustus 2014 12:36 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pedagang mainan tewas mengenaskan karena tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang sedang melintas di rel KM 4 PJL 28, Kampung Suka Asih, Rt 03/02, Kota Tangerang, Rabu (27/8/2014) pagi. Keterangan saksi mata, korban yang diketahui bernama Wempi diduga sengaja bunuh diri dengan menabrakkan dirinya ke kereta.

Keterangan saksi, Udin, seorang tukang balon yang juga teman korban berjualan mengatakan, ketika itu Wempi berjalan di pinggir rel. Dia sempat mengingatkan karena ada kereta yang melintas.

"Saya sudah mengingatkan untuk tidak berjalan dipinggiran rel kereta api, tapi dia cuma bilang enggak apa-apa dan tetap melakukannya," katamya.

Baru saja Udin selesai mengingatkan Wempi, kereta jurusan Jakarta-Tangerang melintas dan langsung menabrak tubuh Wempi hingga terbelah menjadi dua bagian. Udin yang melihat kejadian tersebut langsung lari melapor kejadian tersebut ke petugas keamanan Stasiun Kereta Tangerang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

Pihak kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota yang mendatangi lokasi segera melakukan evakuasi terhadap korban. Jenazah Wempi kemudian dibawa ke RSUD Tangerang guna dilakukan autopsi.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Metro Tangerang AKBP Gunawan mengatakan ada dugaan korban bunuh diri karena sudah diingatkan sebelumnya oleh tukang balon, namun untuk sementara ini pihak kepolisian menduga penyebab tewasnya Wempi karena terpeleset dan jatuh ke tengah rel.

"Korban terpeleset dan jatuh, kemudian kereta melintas dan korban tertabrak hingga meninggal dunia" kata AKBP Gunawan.

Sopir Truk Penimbun Solar di Tangerang Ditangkap Polsek Sepatan

Sopir dan Kernet Truk Penimbun Solar ditangkap Polsek Sepatan
 
Rabu, 27 Agustus 2014 08:09 WIB
PUSKOMINFO - Kelangkaan solar bersubsidi di sejumlah wilayah mulai dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mencari keuntungan. Salah satunya komplotan penimbun bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di wilayah Tangerang yakni AU dan KJ. Namun aksi mereka berhasil diketahui petugas kepolisian Polsek Sepatan hingga akhirnya tertangkap.

Kapolsek Sepatan AKP Hidayat Iwan mengatakan, modus yang digunakan kedua tersangka ini adalah dengan cara membeli solar bersubsidi disetiap SPBU yang ada di wilayah Tangerang. Penimbunan dilakukan dengan menggunakan Truk Mitsubishi warna kuning dengan nopol B-9784-SK yang sudah dimodifikasi khusus.

"Sebenarnya itu mobil truk bak terbuka, tapi di dalamnya ada tangki untuk menampung solar," kata Kapolsek kepada wartawan, Selasa (26/8/2014).

Untuk memindahkan solar tersebut, kata Kapolsek, pelaku menggunakan mesin pompa penyedot. Solar yang awalnya berada di tangki bahan bakar truk, langsung tertarik ke tangki penampungan. Adapun kapasitas yang digunakan di dalam tangki yang disediakan dalam truk mencapai 2.500 liter.

“Agar mereka tidak ditolak pegawai SPBU, mereka mengisi solar paling banyak 50 liter saja. Setelah keluar dari SPBU, dalam perjalanan mereka memindahkan solar tersebut, tinggal memencet tombol saklar mesin pompa yang berada di dashboard mobil," katanya.

Rencananya timbunan solar ini akan dikirim kepada tersangka TT yang merupakan bos kedua tersangka. Namun sampai dengan saat ini masih menjadi DPO Polsek Sepatan.

 "Solar ini akan dikirim ke daerah Neglasari dengan penerima TT. Namun setelah kita lakukan pengecekan ternyata alamat yang ditujukan hanyalah sebuah lahan kosong," tambah Kapolsek.

Tersangka AU yang bertugas sebagai sopir truk mengaku dirinya diupah sebesar Rp 500 rupiah perliternya. Mereka telah beraksi selama tiga bulan. "AU sebelumnya sebagai kernet namun sekarang jadi sopir" katanya.

Penangkapan kedua tersangka sendiri berawal dari kecurigaan petugas pada saat melakukan operasi Cipta Kondisi mengantisipasi kelangkaan BBM. Petugas melihat truk Mitsubishi warna kuning dengan nopol B-9784-SK sedang mengisi solar di SPBU Jalan Raya Kutabumi, Kampung Teriti, Desa Karet Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

"Saat dilakukan pemeriksaan, supir truk dengan inisial AU mencoba untuk melarikan diri. Tapi kami kejar, dan setelah tertangkap kami langsung melakukan peneriksaan. Ternyata dalam truk tersebut ada tangki yang berisi solar sebanyak 1.400 liter. Mereka pun tidak memiliki STNK dan surat izin mengangkut BBM bersubsidi," jelas Kapolsek.

Saat ini, kedua tersangka dan barang bukti berupa truk modifikasi dan uang tunai Rp 2.980.500 diamankan di Mapolek Sepatan. Kedua tersangka bisa dijerat pasal 55 dan 53 UU RI no 22/2001 tentang migas dengan ancaman pidana penjara selama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 27 Agustus 2014


Rabu, 27 Agustus 2014 07:56 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi mobil SIM & STNK keliling di wilayah DKI Jakarta, Rabu 27 Agustus 2014  terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut:
 
1. Jakarta Pusat
SIM   : Thamrin City
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM    : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM     : TMP Kalibata
STNK  : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM    : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM  : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

- Jam Operasional: 08:00 s/d 13:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

26 Agustus 2014

Curi Tabung Gas di Warung Sembako, Seorang Pemuda Babak Belur Dihajar Warga

Selasa, 26 Agustus 2014 15:36 WIB
PUSKOMINFO - Hanz Pangihutan, 23 tahun, babak belur dikeroyok massa lantaran mencuri tabung gas di warung sembako di Jalan Pasar Dangut, RT 04/16, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (26/8/2014) pagi. 

Kanit Reskrim Polsek Metro Cengkareng, AKP Tosriadi Jamal mengatakan, pelaku tertangkap tangan saat mencuri tabung gas di warung sembako milik pasutri Muhammad Syaiful Gilang, 25 tahun dan Siti Mahardianti, 23 tahun, Selasa tadi pagi sekira pukul 04:30 WIB. 

Saat kejadian, kedua pasutri ini baru saja membuka warungnya, tiba-tiba datang Hanz bersama seorang temannya dengan mengendarai sepeda motor Honda CBR nopol B 3718 BVB.

"Hanz pura-pura belanja. Ketika korban lengah, tersangka membawa kabur tabung gas," kata AKP Tosriadi Selasa (26/8/2014) siang.

Siti yang melihat kejadian itu pun berteriak minta tolong hingga membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah dan mengejar tersangka. Hasilnya tak sia-sia Hanz pun dibekuk dan dipukuli hingga babak belur. 

Oleh warga, Hanz pun dibawa ke Polsek Metro Cengkareng untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Hanz tetap mengelak dituduh mencuri. Padahal korban melihat tersangka membawa kabur tabung gas tersebut." kata AKP Tosriadi.

Kini Hanz masih menjalani proses pemeriksaan di Mapolsek Metro Cengkareng.

3 Kamar Santri Ponpen Asshiddiqiyah Terbakar

Selasa, 26 Agustus 2014 15:22 WIB
PUSKOMINFO - Tiga Unit kamar asrama santri di Pondok Pesantren Ashidiqiyah di Jalan Panjang, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ludes terbakar, Selasa (26/8/2014) siang sekira pukul 10:45 WIB. Kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listik.

Menurut keterangan saksi kejadian, api mulai berkobar pada pukul 10:45 WIB. Akibat peristiwa ini, kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren tersebut akhirnya ditiadakan.

Petugas Polsek Metro Kebon Jeruk yang datang ke lokasi kejadian segera mengamankan saksi mata untuk diminta keterangan.

Wakapolsek Metro Kebon Jeruk, AKP Supriyadi mengatakan, kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik.”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan mengenai kerugian belum bisa diketahui,” katanya.

Polri dan TNI Gelar Apel Konsolidasi Pengamanan Pilpres 2014

BREAKING NEWS: Polisi dan Tentara Gelar Apel Siaga
Selasa, 26 Agustus 2014 10:00 WIB
PUSKOMINFO - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar apel konsolidasi di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Selasa (26/8/2014) pukul 08:00 WIB. Apel konsolidasi ini untuk mengevaluasi pengamanan yang diterapkan selama tahapan Pilpres 2014 berlangsung. 

"Ini apel konsolidasi setelah Operasi Mantap Brata pasca pengamanan sidang PHPU Pilpres 2014," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto.

Menurut Kabid Humas, pada apel hari ini, 21 kompi dari kesatuan Brimob di beberapa Polda daerah yang diperbantukan ke ibukota akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Kapolri Jenderal Sutarman sebagai Irup Apel tersebut menyatakan seluruh tahapan dalam Pemilu sampai dengan sidang putusan sengketa Pilpres 2014 berlangsung aman.

"Seluruh tahapan pemilu kita bisa laksanakan pengamanannya dengan baik, sehingga sidang. PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) berjalan dengan baik dan kami terapkan beberapa langkah teknis maupun strategis sheingga kami dapat menyampaikan ke seluruh masyarakat, walaupun jalanan sedikit terganggu, ini kita sedang pesta demokrasi," kata Kapolri.

"Apel konsolidasi digelar secara serentak di seluruh Indonesia, ini merupakan tahapan penting dalam sistem manajerial untuk mengevaluasi pengamanan PHPU, sekaligus pemeriksaan pengamanan tahapan Pilpres selanjutnya yaitu pelantikan anggota DPRD, DPD dan DPR dan sumpah janji presiden pada tanggal 20 Oktober nanti," papar Kapolri.

Kapolri mengungkapkan, evaluasi dilakukan untuk penyesuaian dalam pelasanaan pengamanan Pilpres. Dengan demikian, TNI/Polri dapat mengetahui apa yang menjadi keberhasilan serta kendala-kendala yang dilalui selama pengamanan tersebut.

Apel konsolidasi ini dihadiri pejabat tinggi Polri lainnya seperti Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayuseno, Kadiv Propam Polri Irjen Syarifudin, Kapolda Metro Jaya Irjen Dwi Priyatno, Kabareskrim Irjen Suhardi Alius serta Pangkostrad dan staf dan Kasdam Jaya. Apel diikuti oleh 3.380 personil TNI dan Polri.

Pura-pura Cari Kosan, 3 Pemuda Mencuri Tas Berisi Pakaian Kotor

Selasa, 26 Agustus 2014 09:33 WIB
PUSKOMINFO - Tiga orang pemuda tertangkap lalu digebuki warga karena mencuri sebuah tas di sebuah kosan di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Apesnya lagi, ketiganya hanya mendapatkan tas ransel berisikan pakaian kotor.

Kanit Reskrim Polsek Metro Palmerah, AKP Johari Bule mengutarakan peristiwa terjadi Senin (25/8/2014) siang. Ketiga pelaku tersebut ialah Agus Supriyadi, 23 tahun, Putra Dwi, 18 tahun dan Alit Hari, 26 tahun.

Menurut AKP Johari Bule, kejadian itu berawal ketika ketiga pelaku datang ke rumah kos berpura-pura mencari kamar kos yang kosong.

"Mereka bukannya mencari kosan kosong, tapi malahan mencuri," ujar AKP Johari kepada wartawan, Selasa (26/8/2014).

Ketiganya dengan percaya diri masuk ke lingkungan kos tersebut dan melihat kondisi sepi, ketiganya pun langsung menyambar tas ransel milik penghuni kos, Namun sialnya, aksi mereka kepergok oleh pemilik kos.

Lalu pemilik tas tersebut teriak maling, sehingga mengundang belasan warga yang saat itu berada dilokasi kejadian, ketika hendak melarikan diri para pelaku pun akhirnya tertangkap dan dihadiahkan pukulan bertubi-tubi oleh warga. "Anggota kami yang sedang berpatroli langsung mengamankan ketiga pelaku dari amukan massa," lanjutnya.

Selain mengamankan ketiga pelaku, polisi menyita tas ransel yang berisikan pakaian kotor, dan satu tas warna hitam yang berisikan senjata tajam jenis clurit. Dan dari hasil pemeriksaan dikepolisian, celurit tersebut milik tersangka Putra Dwi, warga Komplek Sandang Blok B1, Palmerah, Jakarta Barat. "Pelaku lainnya menunjuk bahwa dia (Putra) yang punya Clurit," jelasnya.

Kini ketiga tersangka sudah mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Palmerah, dan akan dijerat dengan pasal 363 KUHPidana, dan undang-undang darurat yang ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara.

Dua Pemuda Simpan Ganja 1 Kg di Pekarangan Rumah, Dibekuk Polsek Batu Ceper




ganja
Selasa, 26 Agustus 2014 08:46 WIB
PUSKOMINFO - Dua pemuda berinisial MR, 17 tahun, dan AS, 22 tahun, diringkus Polsek Batu Ceper, Kota Tangerang, karena menyimpan ganja seberat 1 Kg di kebun pekarangan dekat rumahnya. Ganja tersebut rencananya dijual eceran, namun keburu terendus polisi.

Kapolsek Batu Ceper Kompol Krismi Widodo,  mengatakan, barang bukti ganja tersebut didapatkan dari dua tersangka yang masing-masing menyimpan 500 gram. Mereka mengaku ganja tersebut didapat dari seseorang atas perintah Bule yang saat ini medekam di LP Pemuda Tangerang.

“Kedua tersangka diperintah  narapidana melalui telepon seluler untuk mengambil ganja tersebut pada seseorang, untuk mereka jual lagi,” katanya, Senin (25/8/2014) kemarin.

Awalnya Bule memerintah tersangka MR mengambil 5 Kg ganja di daerah Munjul Serpong . Kemudian 4 kg dijual ke seseorang di daerah Ciledug.Sisanya 1 Kg dibawa pulang dan dibagi dua dengan AS untuk diedarkan.

Kanit Reskrim Polsek Batuceper,  Iptu Nurjaya menjelaskan penangkapan kedua tersangka berawal dari adanya informasi masyarakat terkait peredaran ganja di wilayah Batu Ceper. Dari informasi tersebut pihaknya melakukan penyelidikan hingga diketahui salah satu pelaku adalah MR.

”Setelah kita intai beberapa hari, akhirnya kita tangkap MR. Kemudian dari keterangan MR kita ringkus AS. Dari penggeledahan di rumah  tersangka di Kampung Pengodogan, Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang,  didapatkan ganja masing-masing seberat 500 gram yang di simpan disemak-semak dekat rumah mereka” katanya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, untuk mengedarkan ganja tersebut mereka mendapatkan upah k Rp 200 ribu. Polisi sudah kordinasi dengan pihak LP untuk memeriksa Bule terkait pengendalian peredaran ganja tersebut.”Kedua tersangka dijerat Pasal 114 sub 111 KUHP mengenai menyimpan dan memiliki serta menjual narkotika jenis ganja dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 10 tahun kurungan penjara,” kata Iptu Nurjaya.