27 November 2014

Selundupkan Sabu, Pengantin Baru Ditangkap Polresta Bandara Soekarno-Hatta

Suami Bawa Sabu di Bandara Soekarno Hatta

Kamis, 27 November 2014 13:32 WIB
PUSKOMINFO - Pasangan pengantin baru ditangkap Satuan Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan Aviation Security (AVSEC), karena kedapatan membawa sabu seberat 1,3 Kg. Tersangka berinisial MBR, 26 tahun, ditangkap saat transit di Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno Hatta, Rabu (12/11/2014) lalu.

MBR membawa sabu tersebut dari Medan, bersama istrinya N, dengan menumpangi pesawat Lion Air. Namun dia tidak memberitahu barang haram itu kepada istrinya.

Tersangka MBR, tenyata  mengajak istrinya bulan madu ke Medan sebagai kedok untuk menyelundupkan sabu-sabu seberat 1,3 Kg melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Wakasat Narkoba Polresta Bandara Soekarno Hatta, AKP Subekti mengatakan, MBR dan istrinya, N, merupakan pengantin baru. Keduanya tinggal di Aceh. Lalu MBR mendapat perintah dari rekannya, ABG, untuk membawa sabu dari Medan ke Balikpapan.

"Dia ajak istrinya ke Medan, tapi dia bilang untuk bulan madu. Di Medan, MBR bertemu orang suruhan ABG, yakni pria berinisial Y. Dia dititipkan ransel berisi Sabu 1,3 Kg yang disembunyikan dalam kemasan Teh China. Dia bilang ke istri kalau barang itu gula batu," katanya, Kamis (27/11/2014).

"Saat keduanya tiba di X-Ray Boarding Gate Terminal 1C, pada Rabu (12/11/2014), petugas AVSEC mencurigai isi kopernya. Akhirnya petugas melakukan pemeriksaan mendalam," kata AKP Subekti.

Benar saja, petugas menemukan sabu berupa kristal bening seberat 1,3 Kg, yang dikemas dalam 10 kantong plastik. Sabu tersebut disembunyikan dalam bungkus teh China. Mengetahui barang itu adalah narkoba, N langsung pingsan di tempat. Akhirnya, N dibawa ke kantor kesehatan Terminal 1, sementara suaminya diamankan di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta.

Sementara istri MBA tidak ditahan karena tidak memenuhi unsur keterlibatan dalam penyelundupan sabu tersebut. Namun dia tetap wajib lapor. "N masih di Jakarta bersama saudaranya. Tidak kita tahan," kata AKP Subekti.

"Berdasar pengakuan tersangka, dia diperintah oleh temannya berinisal ABG, untuk membawa barang tersebut ke Balikpapan. Barang itu diambil di sebuah hotel di Medan, di sana dia bertemu dengan rekan ABG, berinisial Y," kata AKP Subekti.

Subekti menambahkan, ABG yang kini masih DPO merupakan teman lama tersangka karena pernah bekerja bersama di tambang minyak di Kalimantan Barat. Tersangka MBA kembali menghubungi ABG untuk meminta dicarika pekerjaan. Lalu dia ditawari kerja di tambang batu bara di Balik Papan.

"Tapi dia diperintah untuk mengambil sabu tersebut di Medan dan membawanya ke Balikpapan. Tidak dapat upah, hanya dijanjikan pekerjaan," jelas AKP Subekti.

"Kini petugas masih mengembangkan kasus ini," pungkasnya. 

Tukang Kebun Ditemukan Tewas dengan Posisi Sujud

Kamis, 27 November 2014 13:20 WIB
PUSKOMINFO - Ali Sahid, 65 tahun, ditemukan tewas terkelungkup seperti sedang bersujud, di Taman Penghijauan di Jalan Budi Raya RT 04 RW 12 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (27/11/2014) sekira pukul 10:00 WIB.

Menurut Kapolsek Metro Kebon Jeruk, Kompol Slamet, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh Satiri saat sedang mengecek taman.

"Saat ditemukan korban dalam keadaan telungkup di depan pintu ruang tidurnya seperti sujud, dengan menggunakan kaos hitam dan celana hitam," ujar Kapolsek.

Menurut Kapolsek, korban diduga tewas karena sakit yang dideritanya, karena petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan tidak ada, korban meninggal dunia diduga karena sakit," lanjutnya.

Saat ini, kata Kapolsek, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo, Jakarta Pusat untuk divisum.

Siswi SMA Melahirkan di Kebun Warga

Kamis, 27 November 2014 09:11 WIB
PUSKOMINFO - Seorang siswi SMA swasta di Kota Tangerang, berinisial ID, kepergok tengah melahirkan bayi di sebuah kebun warga di pinggir Jalan Untung Suropati, RT 4 RW 7, Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (26/11/2014). Diduga ID melahirkan bayi dari hasil hubungan gelap.

ID berdasarkan informasi warga awalnya berboncengan dengan temannya yang sama-sama masih mengenakan seragam sekolah. Tiba-tiba saja, ia turun dari motor dan masuk ke kebun.

"Awalnya ibu saya yang lihat. Dikira anak itu mau buang air kecil di kebun, tapi pas dilihat dia melahirkan," kata seorang warga, Khairul Anwar.

Saat dihampiri warga, lanjut khairul, kondisi ID sudah lemah dan banyak mengeluarkan darah. Sementara bayinya terlihat masih terlilit tali pusar.

"Langsung dipanggil warga lain dan dibawa ke rumah sakit," tuturnya.

Petugas Rumah Sakit (RS) Melati, Eva Kusnilawati, mengatakan ID datang sekira pukul 13:00 WIB. Saat ini kondisinya masih lemah dan trauma. "Bayinya selamat," terangnya.

Kapolsek Karawaci, Kompol Jony Panjaitan, belum bisa memastikan tujuan ID melahirkan di kebun. "Sampai saat ini kami belum bisa memintai keterangan siswi itu, karena kondisinya masih lemah. Kita tunggu sehat dulu," jelasnya.

Hari Pertama Operasi Zebra Jaya, Ribuan Pelanggar Kena Tilang

Kamis, 27 November 2014 08:54 WIB
PUSKOMINFO - Pada hari pertama pelaksanaan Operasi Zebra Jaya 2014, Rabu 26 November, hingga pukul 15:00 WIB sebanyak 3.930 pengendara ditilang dan 1.485 diberikan teguran. Sedangkan barang yang disita ada SIM sebanyak 1.532, STNK 2.349, kendaraan roda dua sebanyak 48 unit dan kendaraan roda empat 1 unit.

Kendaraan bermotor yang melanggar ketertiban lalu lintas ada 3.930 yang terdiri dari 86 bus, 272 mikrolet, 50 metromini, 219 taksi, 173 kendaraan barang, 357 kendaraan pribadi, dan 2.773 sepeda motor.

Penindakan yang menjadi target operasi zebra jaya 2014 di antaranya naik turun penumpang sebanyak 411 kejadian, kendaraan yang melawan arus sebanyak 790 kejadian.

Selama operasi hari Rabu ini ditemukan juga tujuh kecelakaan lalu lintas yang melibatkan 8 korban dengan 2 meninggal dunia, 2 luka berat, dan 4 luka ringan. Total kerugian materi mencapai Rp 23 juta.

Sementara itu kendaraan yang terlibat kecelakaan sepanjang operasi Rabu ini di antaranya 2 sepeda motor, 2 kendaraan umum, 3 kendaraan pribadi, 1 kendaraan barang, 1 bus, dan 1 sepeda angin.

Operasi Zebra akan dilaksanakan hingga 9 Desember 2014 mendatang.

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Pemalsuan KIR


Pemohon Tidak Lulus Menjadi Sasaran Tersangka Pemalsu KIR 
 
Kamis, 27 November 2014 08:35 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Suddit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pemalsuan Uji Kelayakan Kendaraan (KIR) dan menangkap tiga orang tersangka yang menjadi calo pembuatan KIR tersebut.
 
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto mengatakan dalam melakukan aksinya ketiga tersangka pemalsuan Uji Kelayakan Kendaraan (KIR) ini berpura-pura menjadi calo dan menyasar pemohon yang tidak lulus dalam uji KIR.
 
Tiga tersangka yang ditangkap, yaitu BN, 41 tahun, TSB, 19 tahun dan NSB, 25 tahun, ditangkap pada Sabtu (8/11/2014) siang lalu. Sedangkan satu tersangka lagi, NA, yang bertugas mencari pemohon di lokasi-lokasi uji KIR masih diburu.
 
“Pemohon yang tidak lulus uji KIR atau yang masih bertanya-tanya, itu menjadi sasaran para tersangka. Modusnya mereka seperti calo di tempat uji KIR. Di situ, ditawarkan mengurus KIR, bisa lulus uji KIR,” kata AKBP Didik kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/11/2014).

Tersangka menawarkan jasa pembuatan KIR dengan tarif yang tergolong murah. Untuk perpanjangan uji KIR berkala, konsumen dibebankan biaya Rp 50 ribu. Kalau buku KIR lama sudah habis, pakai buku KIR baru, ditambah Rp 50 ribu, jadi total Rp 100 ribu.

Menurut AKBP Didik, kegiatan tersangka ini sudah berlangsung selama 6 bulan. Polisi saat ini masih menyelidiki, apakah pemohon uji KIR melalui tersangka ini tahu akan praktek ilegal tersebut.

Untuk mendalami keaslian buku KIR yang dibuat para tersangka itu, aparat kepolisian akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Buku KIR palsu ini tidak hanya merugikan, tetapi juga membahayakan keselamatan si pengemudi dan juga orang lain.

“Belum ada indikasi ke sana dan mereka tidak ada keterangan soal adanya oknum. Kita koordinasi dengan LLAJ, apakah material ini asli atau bukan. Mereka lebih kompeten. Kendaraan tidak layak jalan diberi buku KIR ini bisa membahayakan keselamatan,” ujar AKBP Didik.

Gembong Perampok Tewas Ditembak Polsek Metro Cipayung

Kamis, 27 November 2014 08:22 WIB
PUSKOMINFO - Berupaya melarikan diri saat disergap, residivis kasus perampokan ditembak mati petugas Polsek Metro Cipayung, Selasa (25/11/2014) malam.  Tersangka Adim, 42 tahun, terpaksa mendapatkan tindakan tegas petugas atas upayanya kabur dari sergapan. Meski sudah dilarikan ke RS Polri untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawa tersangka tak bisa diselamatkan.

Kapolsek Metro Cipayung, Kompol Cecep Subagia menjelaskan, tindakan tegas yang diambil anggota berawal dari upaya penangkapan pelaku. Polisi sudah mengintai gerak-gerik pelaku dan menyergapnya di rumah kontrakan di Jalan Beringin RT 01/04 Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.

“Pelaku sudah menjadi target operasi petugas atas aksi perampokan yang dilakukan selama ini. Ia puluhan kali beraksi di berbagai wilayah dan Jakarta Timur dan sekitarnya,” kata Kapolsek kepada wartawan, Rabu (26/11/2014).

Kala itu, pelaku yang sudah diamankan langsung dibawa pakai mobil oleh buser Polsek Metro Cipayung. Namun di perjalanan, pelaku mengaku kebelet dan mau buang air kecil. “Saat itu, pelaku meminta untuk mengendurkan jeratan borgolnya,” ujar Cecep.

Tak disangka, pelaku berupaya melarikan diri. Tembakan peringatan pun diberikan petugas, akan tetapi tetap tak diindahkan Adim. Hingga akhirnya petugas mengarahkan pistolnya ke kaki korban.  “Meski tiga kali tembakan peringatan sudah diberikan dan kakinya tertembak, pelaku masih terus berupaya kabur. Dari situ, kami memberikan tindakan tegas,” ungkap Kapolsek.

Setelah pelaku tertembak, polisi mencoba menyelamatkan nyawanya dengan membawa ke rumah sakit. Namun, karena kehabisan darah, nyawa pelaku tak dapat tertolong dan Adim menghembuskan nafas terakhirnya.

Ditambahkan Kanit Reskrim Polsek Metro Cipayung, AKP Entong Raharja, dalam setiap aksi kejahatannya, pelaku bersama dua orang. Mereka mengincar mobil yang sedang diparkir di pinggir jalan, rumah dan lainnya.

“Ia juga pernah merampok dan melukai sopirnya,” ujar Kanit. Selain mobil, pelaku juga mencuri sepeda motor yang terparkir sembarangan.

Dari hasil curian, pelaku menghubungi penadah lalu menjual barang tersebut ke daerah dengan kisaran harga Rp1,5 juta sampai dengan Rp3 juta rupiah. “Kalau mobil biasanya dijual Rp10 sampai Rp15 juta,” tambah Kanit.

Dipaparkan Kanit, catatan kriminal Adim sendiri sudah tak terhitung. Di wilayah Polsek Metro Cipayung, pelaku sudah masuk sebanyak empat kali. Sedang di Polsek Metro Ciracas, pelaku sudah merasakan dinginnya ruang tahanan tiga kali keluar masuk.

“Beberapa Polsek lain juga mengaku sudah beberapa kali penjaranya dimasukin pelaku dengan kasus yang sama yaitu pencurian dan perampokan,” ungkap Kanit.

Petugas menemukan sejumlah alat untuk melakukan kejahatan yakni lima buah kunci leter T, tiga motor, satu mobil pick up Mitsubishi dan sebuah penggaris untuk nyongkel mobil. “Kami masih memburu rekan-rekan pelaku yang menjadi anggotanya,”  ujar AKP Entong Raharja.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis 27 November 2014

sim.jpg















Kamis, 27 November 2014  08:19 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi mobil SIM & STNK keliling di wilayah DKI Jakarta, Kamis 27 November 2014  terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM   : Kantor Pos Pasar Baru
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM    : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM     : TMP Kalibata
STNK  : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM    : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM  : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

- Jam Operasional: 08:00 s/d 13:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

26 November 2014

Polres Metro Jakarta Barat Bekuk Dua Perampok Modus Tukang Service CCTV


Foto - Dua perampok, Ndreas dan Gusti yang terpaksa ditembak pada bagian kakinya. (warto)
Dua perampok, Andreas dan Gusti yang terpaksa ditembak pada bagian kakinya
 
Rabu, 26 November 2014 15:58 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat berhasil membekuk dua perampok dengan modus berpura-pura menjadi petugas servis kamera pengintai (CCTV). Pelaku, masing-masing bernama Andreas,24 tahun dan Gusti dibekuk di daerah Lampung, Selasa (25/11/2014) kemarin.
 
Salah satu pelaku, Gusti, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba kabur dari sergapan petugas.
 
Mereka adalah kawanan perampok yang berpura-pura menjadi petugas servis kamera pengintai (CCTV) di rumah milik warga di kawasan Perumahan Casagoya Residen, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (24/11/2014) siang.
 
Saat itu, pelaku mengetuk pintu rumah dan disambut dua orang pembantu bernama  Tika,28 tahun dan Fitri,26 tahun. Begitu kedatangan petugas tak dikenal, satu di antara pembantu ini mencoba menghubungi majikannya yang saat itu masih berada di kantor. Tiba-tiba kedua pembantu tersebut  ditodong pistol, yang belakangan diketahui pistol mainan, dan alat strum. 
 
Kemudian kedua pembantu ini  diancam lalu digiring ke kamar korban, selanjutnya tangan dan kaki diikat, mulut pun dilakban.
 
Penjahat ini berpencar, satu mengacak-ngacak kamar majikan, satu lagi ke grasi mobil. Penjahat ini menggondolkan sejumlah HP dan harta benda lainnya, termasuk Mobil Velfire B.2103 BP. Total kerugian mencapai Rp525 juta.
 
Petugas yang mendapat laporan selanjutnya melakukan Olah TKP dan memburu pelaku yang berjumlah tiga orang. Dalam tempo 24 jam, petugas  Polres Metro Jakarta Barat, berhasil membekuk kawanan penjahat itu hingga di daerah Lampung, Sumatera. Satu di antara pelaku  terpaksa dibedil pada kaki kiri, sementara yang satu lagi masih dikejar berdasar ciri dan data sudah di kantong polisi.
 
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Fadil Imran didampingi Wakapolres AKBP Bachtiar Ujang Purnama, menyatakan akan mengembangkan kasus ini lebih dalam.

Kamis Besok, Polda Metro Jaya Ujicoba Kanalisasi Truk di Tol Dalam Kota untuk Kurangi Kemacetan

Rabu,  26 November 2014 09:27 WIB
PUSKOMINFO - Truk dan angkutan beban berat menjadi salah satu faktor yang menghambat kelancaran lalulintas di ruas Tol Dalam Kota. Banyaknya angkutan beban berat yang tidak melaju pada jalurnya, sering kali membuat kemacetan di ruas tol.

Untuk mengurai kemacetan di ruas tol dalam kota ini, Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya membuat terobosan rekayasa lalu lintas yakni dengan melakukan kanalisasi bagi kendaraan truk.

"Kita akan buat kanal, yang sebenarnya sudah ada di situ, tetapi tidak dipatuhi, yaitu satu, kendaraan berat harus di sebelah kiri," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono kepada wartawan, usai memimpin upacara gelar pasukan Operasi Zebra Jaya 2014 di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/11/2014).

Kanalisasi kendaraan truk ini dilakukan dengan pemasangan traffic cone untuk membatasi lajur kiri atau lajur khusus truk. Kendaraan truk diarahkan untuk tetap berada di lajur tersebut hingga arah pintu keluar tol.

"Nanti juga akan ada anggota di sana yang berjaga," imbuhnya.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat berada di lajur 2 dan 3. Dengan adanya kanalisasi ini, diharapkan laju kendaraan kecil bisa dipercepat tanpa adanya hambatan.

"Kita akan coba seperti itu. Kita tidak akan biarkan kemacetan ini," ungkap Kapolda.

Kanaliasai ini akan diujicobakan selama 14 hari mulai Kamis (27/11/2014) besok di sepanjang ruas Tol Cawang hingga Semanggi.

Ini Sanksi bagi Pelanggar Lalu Lintas yang Kena Tilang

Rabu, 26 November 2014 09:10 WIB
PUSKOMINFO - Mulai hari ini Rabu, 26 November hingga 9 Desember 2014, Polda Metro Jaya akan melakukan Operasi Zebra Jaya 2014 untuk menindak pelanggar lalu lintas. Para pengendara yang melanggar aturan lalu lintas akan dikenai sanksi tilang.

Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sanksi bagi pengendara adalah denda. Jumlah denda bagi pengendara yang kena Tilang bervariasi, mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 1 juta, tergantung bobot kesalahannya.

Berikut daftar sanksi tilang lalu lintas:

1. Pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) terancam pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta.

2. Pengendara yang memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya saat razia dikurung paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

3. Pengendara yang tidak memasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor alias plat nomor terancam kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

4. Pelanggaran syarat teknis laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, lampu mundur, pengelap kaca, bumper, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu untuk sepeda motor dan Rp 500 ribu untuk mobil.

5. Pengendara mobil yang tidak membawa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

6. Melanggar rambu lalu lintas terancam kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

8. Melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

9. Pengendara yang tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

10. Tidak memakai sabuk keselamatan dipidana dengan kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

11. Pengendara atau penumpang sepeda motor yang tidak mengenakan helm standar nasional (SNI) dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp 250 ribu.

12. Pengemudi yang tidak menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu dipidana dengan kurungan satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

13. Mengendarai sepeda motor tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari dipenjara paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100 ribu.

14. Berbelok atau balik arah tanpa memberi isyarat lampu dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.