12 Februari 2016

Permudah Warga Melapor, Polres Metro Jakarta Barat Luncurkan Aplikasi WBS

Antisipasi Kejahatan Polres Jakbar Luncurkan Aplikasi WBS
Jumat, 12 Februari 2016 13;04 WIB
PUSKOMINFO - Polres Metro Jakarta Barat meluncurkan aplikasi Whitstle Blower System (WBS), Jumat (12/2/2016). Aplikasi yang tersedia di Google Play Store, Android App maupun dalam bentuk web ini akan memudahkan masyarakat jika mengetahui ada tindak pidana kekerasan baik yang menimpa maupun terjadi di sekeliling lingkungan.

Aplikasi yang mulai diluncurkan sejak Desember 2015 ini tidak hanya digunakan masyarakat untuk melaporkan tindak kriminal saja. Melainkan juga, untuk melaporkan kalau ada anggota yang polisi yang melakukan pelanggaran.

"Aplikasi ini juga untuk memberikan solusi keberanian internal polisi, melaporkan atau mengadukan korupsi yang ada," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Rudy Heryanto Adi Nugroho sebelum acara peluncuran di halaman Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (12/2/2016).

Kapolres menjelaskan, masyarakat dapat mengunduh aplikasi WBS di android dan melaporkan pelanggaran yang dilakukan petugas disertai bukti melalui situs http://www.wbspoljakbar.info.

"Di sini akan dijamin kerahasiaan identitas masyarakat yang memberikan informasi melalui aplikasi ini," ujarnya.

Pada peluncuran aplikasi ini, Kapolres berharap partisipasi masyarkat dalam melaporkan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kepolisian. Menurutnya, pengaduan dari masyarakat selama ini masih rendah.

Menurut Kapolres, terobosan kreatif ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Gratis, efisien dan tak dipungut biaya,” katanya.

“Tujuan kami untuk membuat program reformasi birokrasi Polri yang akurat dan transparan,” katanya.

Aplikasi WBS dibuat sebagai bentuk keterbukaan polisi terhadap kritikan dan saran yang diberikan masyarakat. "Kalau bersih? Kenapa harus risih?" ucapnya.

Kapolres juga berharap aplikasi tersebut dapat diterapkan dan dikembangkan oleh Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia agar bisa digunakan oleh masyarakat seluruh Indonesia."Kan lucu kalau masyarakat Papua tapi lapornya ke Polres Jakbar," jelasnya.

Dalam acara ini dihadiri oleh Kapolda Metro Jaya, wakil ketua KPK, anggota Komisi III.

Polsek Pancoran Mas Polresta Depok Tangkap Pengedar Uang Palsu

Jumat, 12 Februari 2016 09:46 WIB
PUSKOMINFO - Seorang tersangka pengedar uang palsu kembali  ditangkap buser Polsek Pancoran Mas. Pelaku sehari-hari mengaku berprofesi sebagai guru pengobatan alternatif, ditangkap di rumahnya di bilangan Ciledug, Tangerang Selatan, Jumat (12/2/2016) dini hari.

Tersangka yang ditangkap bernama Yunawi alias ustadz Jack, 34 tahun, berkedok membuka pengobatan alternatif di rumahnya ternyata pelaku pengedar uang palsu.

Sewaktu penggrebekan yang dilakukan petugas buser dipimpin Katim Buser Aiptu Bambang, menyita barang bukti 28 ikat uang palsu, per ikat sebanyak 100 lembar pecahan Rp 100.000,- dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp. 280 juta.

Kapolresta Depok, Kombes Pol Dwiyono mengatakan pelaku yang paling dicari di Polsek Pancoran Mas soal peredaran uang palsu kini berhasil ditangkap.

“Rencana uang palsu pecahan Rp.100 ribu tersebut akan diedarkan di wilayah Depok,”ujarnya.

Sebelumnya pada Sabtu (6/2/2016) lalu, petugas telah menangkap dua orang diduga sebagai kaki tangan dari pelaku Jack.

“Ustad Jack sebagai pemasok uang palsu kedua pelaku yang menjadi kaki tangannya yaitu HA,53 tahun, dan S,52 tahun, kini semuanya sudah ditangkap petugas Pancoran Mas,”pungkas Kapolres.

Polsek Metro Tanjung Priok Ringkus Bajing Loncat Sadis Di Terminal Bus

Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Tumpak Simangunsong menunjukkan barang bukti uang tunai yang merupakan hasil penodongan kawanan bajing loncat sadis di areal sekitar Terminal Bus Tanjung Priok dengan menggunakan senjata tajam‎ di Markas Polsek Tanjung Priok, Kamis (11/2) sore [SP/Carlos Roy Fajarta Barus]
Jumat, 12 Februari 2016 08:16 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Tanjung Priok membekuk tiga orang bajing loncat yang kerap melakukan penodongan terhadap sopir truk kontainer, pengendara sepeda motor dan mobil ataupun pejalan kaki yang melintas di kawasan Terminal Bus Tanjung Priok.

Ketiga pelaku yang dibekuk yakni, Paulus Riki Pati Kelen, 25 tahun, Abdul Malik, 23 tahun, dan Angga Prasetio, 23 tahun yang berdomisili di Kampung Muara Bahari, Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapolsek Metro Tanjung Priok, Kompol Tumpak Simangunsong, mengatakan ketiga pelaku yang ditanggap anggotanya merupakan bagian dari kawanan bajing loncat sadis yang tidak segan melukai korbannya bila melawan saat kendaraannya dihentikan.

"Pelaku memiliki beberapa kelompok grup Bajing Loncat disejumlah lokasi, dan yang kita tangkap ini merupakan salah satu bagian personil dari kelompok yang lebih besar lagi, mereka dikenal bengis dan tidak segan menghabisi korbannya bila melawan," ujar Kapolsek, Kamis (11/2/2016) sore di halaman Markas Polsek Metro Tanjung Priok.

Dalam melakukan aksinya, ketiga pelaku menodong korbannya baik pejalan kaki ataupun pengendara motor, mobil, ataupun truk kontainer dengan senjata tajam seperti belati, golok, bahkan clurit.

"Mereka ini spesialis penodong dan pencegat pengendara yang melintas di Terminal Bus Tanjung Priok, dan biasanya mereka beraksi saat dini hari dengan mengincar siapapun yang melintas dan bisa dikuras harta bendanya," ungkap Kapolsek.

Seperti yang dialami korban aksi komplotan pelaku yakni Hendrik Suseno, 31 tahun, Faidil, 24 tahun, dan Ahmad Hidayat, 21 tahun, tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) yang sedang akan kembali ke kontrakan mereka di Jalan Kebon Bawang VIII dengan menggunakan sepeda motor dan melintas di Terminal Bus Tanjung Priok pada Rabu (27/1/2016) lalu.

"Dalam melancarkan aksinya, pelaku memiliki beberapa modus, dalam aksi terakhirnya komplotan mereka memberhentikan korbannya dan menuduh mereka membawa narkoba, kemudian saat akan digeledah mereka langsung mengeluarkan celurit dan badik ke arah korban dan mengancam akan menghabisi korban bila melawan," jelasnya.

Pelaku kemudian langsung mengambil harta benda korban berupa tiga buah handphone dan uang tunai sebesar Rp 550 ribu dari ‎saku celana dan tas yang dibawa ketiga orang korbannya.

"Dalam beraksi mereka melakukan secara beramai-ramai, satu kelompok dalam menjalankan aksinya bisa mengerahkan lima sampai 10 orang,‎ para pelaku lainnya yang belum tertangkap masih kita lakukan pengejaran," tambah Kapolsek.

Atas tindakan dan ‎perbuatan Riki dan kedua rekannya, polisi menjerat mereka dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan, dan mereka terancam mendekam di penjara di atas lima tahun. 

Polresta Tangerang Gerebek Rumah Miras di Rajeg

Jumat, 12 Februari 2016 07:56 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polresta Tangerang menggerebek sebuah rumah penjual miras oplosan sekaligus pembuatan, di kawasan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Penggerebekan dilakukan karena adanya laporan masyarakat yang mengaku resah dengan maraknya peredaran miras oplosan yang diduga berasal dari rumah tersebut.
Dari informasi tersebut, petugas selanjutnya melakukan penyelidikan hingga melakukan penggeledahan disetiap ruangan rumah tersebut. Hasilnya, polisi berhasil menemukan ratusan miras yang telah dibungkus plastik dan miras yang masih di dalam dirijen ukuran besar.
Wakasat Reserse Narkoba Polresta Tangerang, AKP Kosasih, mengatakan,  penggerebekan dilakukan karena banyaknya keluhan dari masyarakat yang mengaku resah lantaran banyaknya miras oplosan yang beredar di kawasan tersebut.

Bahkan sempat beberapa kali telah memakan korban jiwa. “Ini berdasarkan laporan dari masyarakat, apalagi pernah ada yang sampai tewas karena menenggak miras dari sini,” kata AKP Kosasih kepada wartawan, Kamis (11/2/2016).

Namun, penggerebekan tersebut diduga bocor karena sang pemilik tidak berada dilokasi. Hanya terdapat kakak ipar pelaku di kediaman itu. Selanjutnya polisi mengamankan miras oplosan tersebut, serta berencana akan memanggil sang pemilik.

Asyik Nyabu di Angkot, Tiga Sopir Ditangkap Polsek Kelapa Dua

Jumat, 12 Februari 2016 07:50 WIB
PUSKOMINFO - Tiga orang sopir angkutan kota (angkot), AF, 30 tahun, MA, 22 tahun, dan LK, 28 tahun, kini harus mendekam di dalam sel tahanan Polsek Kelapa Dua. Ketiganya ditangkap ketika sedang asyik mengkonsumsi narkotika jenis shabu di dalam angkot jurusan Kelapa Dua-Malabar.

Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Awaludin Amin mengatakan, ketiganya ditangkap saat menggunakan sabu serta mengedarkannya juga.

“Mereka kami ringkus di pinggir Jalan Kompleks Perkantoran Lippo Karawaci. Angkot yang biasanya digunakan untuk menarik penumpang malah digunakan untuk transaksi narkoba,” katanya.

Dari tangan AF, petugas berhasil menemukan shabu yang disimpan di dalam bungkus rokok. Petugas juga menangkap MA dan LK yang sedang mabuk. Barang bukti yang diamankan polisi dalam penangkapan itu adalah tiga paket shabu ukuran kecil.

“Kami mendapat informasi dari warga yang mengatakan angkot yang sering dijadikan tempat transaksi narkoba serta menggunakan narkoba. Karena itu, kami langsung melakukan pengintaian beberapa angkot yang memang sudah menjadi target kami,” ujarnya.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 114 dan 112 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Lokasi Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 12 Februari 2016

  Permalink gambar yang terpasang

Jumat, 12 Februari 2016 07:39 WIB

PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 12 Februari 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :
1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng.

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga
STNK : Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Tamini Square

Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp : 021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

Sebuah Bus Terbakar di KM 28 Tol Cikarang

Bus yang terbakar di KM 28 Cikampek. Foto: TMC Polda Metro Jaya. 
Bus yang terbakar di KM 28 Cikampek. Foto: TMC Polda Metro Jaya. 
 
Jumat, 12 Februari 2016 07:33 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah bus bernopol B 7446 XZ terbakar di Tol Cikarang KM 28 arah Jakarta. Peristiwa itu terjadi Jumat (12/2/2016) dinihari sekira pukul 04:30 WIB.

"Bus terbakar di KM 28 Tol Cikarang (arah ke Jakarta) dan masih penanganan," kicau akun @TMCPoldaMetro, Jumat (12/2/2016).

Api terlihat melahap habis bus ini. Belum diketahui apakah ada korban jiwa dan kerugian yang dialami akibat kejadian ini.

"Dampak kebakaram bus di KM 28, Tol Cikampek arah ke Jakarta setelah Gerbang Tol Cikarang Utama lalin macet," tulis akun @subandaran.

11 Februari 2016

Polres Metro Tangerang Kota Ringkus Komplotan Penggelapan Mobil Rental, Pemilik Bengkel Dalang Komplotan Tersebut

Kamis, 11 Februari 2016 19:39 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota berhasil membongkar sindikat penggelapan mobil rental. Dua pelaku disergap petugas di sebuah hotel di Kota Tangerang. Dari tangan keduanya, sebanyak 12 kendaraan roda empat berhasil diamanka

Adalah Erwan,32 tahun, pemilik bengkel sepeda motor di Pagedangan, Kabupaten Tangerang diketahui sebagai otak komplotan tersebut. Bapak beranak dua ditangkap bersama Ari,38 tahun, anak buahnya yang berperan penyewa mobil. Belakangan terungkap, aksi tipu gelap Erwan Cs dilakukan selama satu tahun terakhir.

“Pelaku mengaku sudah 30 kali menggelapkan mobil rental perorangan. Semua korbannya ada di Kota Tangerang,” kata Kapolrestro Tangerang Kota, Kombes Pol Agus Pranoto, Kamis (11/2/2016) siang.

Terbongkarnya aksi kejahatan Erwan Cs bermula dari laporan sejumlah korban yang datang ke Mapolrestro Tangerang Kota. Laporan kemudian ditindaklanjuti Tim resmob pimpinan Kasatreskrim AKBP Sutarmo yang langsung melakukan penyelidikan. Alhasil, selama satu bulan melakukan pengejaran, polisi akhirnya berhasil membekuk Erwan Cs di kamar hotel.

“Anggota sempat kesulitan menangkap Erwan Cs. Karena tempat persembunyiannya selalu berpindah-pindah. Alhamdulillah pelaku dan barang bukti berhasil kita amankan,” ungkap Kapolres.

Dalam aksinya, Erwan menyuruh Ari untuk dicarikan mobil rental. Bermodalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu, Ari berhasil memperdayai para korbannya. Mobil berbagai jenis itu kemudian digadaikan pengusaha bengkel motor ke tetangganya di Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Kini, polisi tengah memburu komplotan lainnya yang sudah diketahui identitasnya.

polisi43 
Kapolrestro Tangerang Kota, Kombes Pol Agus Pranoto didampingi Kasatreskrim, AKBP Sutarmo 

“Kedua pelaku perannya berbeda-beda. Ada yang menyewa dan menggadaikan mobil rental. Pelaku gadaikan mobil rental seharga Rp 30 juta,” kata Kapolres didampingi Kasatreskrim AKBP Sutarmo.

Agar aksi tipu gelap tak terulang kembali, Kapolres menghimbau kepada pemilik rental untuk selektif saat menyewakan kendaraannya ke orang lain. Selama ini, untuk bisa menyewa kendaraan, para pemilik rental hanya meminta kartu identitas saja. “Kita berharap para pemilik rental untuk lebih berhati-hati dan selektif saat menyewakan mobilnya,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Erwan mengaku terpaksa menggadaikan mobil yang disewanya itu demi membayar biaya sewa mobil sebelumnya. Selain itu, uang hasil gadaian digunakannya untuk menginap di sejumlah hotel dan foya-foya. “Saya terpaksa ngelakuin itu untuk membayar hutang sewa mobil sebelumnya. Sisanya untuk makan sehari-hari,” aku Erwan. 

Polsek Bekasi Utara Bekuk Pengedar Uang Palsu

Kamis, 11 Februari 2016 11;36 WIB
PUSKOMINFO - JP, 44 tahun, warga kampung Pulo Jahe, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur diamankan pihak Reskrim Polsek Bekasi Utara karena kedapatan memiliki dan menyebarkan uang palsu senilai kurang lebih 23 juta rupiah.

JP ditangkap setelah anggota Unit Reskrim Polsek Bekasi Utara menerima laporan dari seorang penjual rokok di Jl. KH. Muchtar Tabrani, Bekasi Utara tentang uang palsu yang diterimanya dari tangan pelaku senilai 100 ribu rupiah.

Berdasarkan laporan ciri-ciri pelaku, JP akhirnya ditangkap di sebuah bengkel mobil daerah Harapan baru, Medan Satria saat hendak mengganti remot kunci.

“Pelaku membeli rokok dan makanan dengan menggunakan uang palsu senilai 100 ribu. Kemudian pedagang menginfokan kepada anggota Unit Reskrim Polsek Bekasi Utara jika ada seorang laki-laki yang membeli rokok dengan uang palsu. Lalu dilakukanlah penyelidikan dan didapatkan keterangan ciri-ciri pelaku selanjutnya tim Buser Reskrim Polsek Bekasi Utara dapat menangkap pelaku tersebut,” ungkap Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota, IPTU Puji Astuti, Rabu (10/2/2016).

Dari hasil penangkapan dan penggeledahan di rumah korban, didapatkan sejumlah barang bukti antara lain uang palsu pecahan 100 ribu sejumlah 23 juta rupiah, 10 bungkus rokok dua merk berbeda, 1 buku notis serta uang pengembalian sekitar 300 ribu rupiah.

“Dengan ini JP diduga melakukan tindak pidana kedapatan memiliki dan mengedarkan uang rupiah palsu sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 ayat 1, 2 dan 3 UU RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang subs pasal 244, pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.” pungkasnya.

Polresta Bekasi Kota Bekuk Dua Begal Pembunuh Ilham di Jalan Alexindo

Kamis, 11 Februari 2016 11:23 WIB
PUSKOMINFO - Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, menangkap dua pelaku begal sadis yang beraksi di Jalan Raya Alexindo, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, dengan korban tewas bernama Ilham Darmawan, 18 tahun, yang terjadi pada Minggu 17 Januari lalu.

"Pelaku yang ditangkap bernama Faisal Yaser Sadam, 19 tahun dan Jinos, 17 tahun. Tiga rekannya yang lain masih kami kejar," kata Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol Herry Sumarji di Bekasi, Rabu (10/2/2016).

Menurut Kapolres, tiga pelaku lain yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di antaranya DNL, WLD dan DD.

Peran Faisal dalam kejadian itu adalah eksekutor yang membacok korban menggunakan celurit.

Sementara peran Jinos membawa kabur sepeda motor milik korban dan mengawasi lingkungan sekitar tempat kejadian.

Kapolres menjelaskan proses penangkapan keduanya bermula saat polisi kali pertama menangkap Jinos di daerah Pulo Gebang, Jakarta Timur pada Selasa, 27 Januari 2016.

Setelah dikembangkan, kata Kapolres, polisi akhirnya menangkap Faisal di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Dari kedua pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa dua bilah celurit, satu motor matic dan empat unit ponsel.

Dikatakan Kapolres, motor milik korban yang dibawa kabur pelaku dijual ke seseorang, sementara ponsel curian milik korban dibuang pelaku untuk menutupi jejak.

"Ada pun celurit yang digunakan pelaku Faisal untuk membacok korban berhasil kami temukan di dekat lokasi kejadian. Pelaku menyelipkan di selokan," katanya.

Atas perbuatannya, Faisal dijerat dengan Pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pelaku Jinos dijerat dengan pasal yang sama dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Sebelumnya, seorang pengendara sepeda motor bernama Ilham Darmawan, 18 tahun, tewas dengan luka tusuk di bagian perut dan punggung dalam aksi pembegalan tersebut.

Warga Perumahan Pondok Ungu, Rt 03 Rw 01 Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, itu dalam perjalanan dari rumah untuk menjemput seorang saudaranya di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur.