26 Mei 2016

Polsek Serpong Tangkap Tiga ABG Pelaku Curanmor

Kamis, 26 Mei 2016 13:53 WIB
PUSKOMINFO - Tim Buser Polsek Serpong berhasil membekuk tiga remaja alias ABG diduga terlibat pencurian sepeda motor (curanmor). Tiga ABG yakni  AL, 17 tahun , AYM, 16 tahun dan YR, 17 tahun berhasil dibekuk setelah petugas menyamar hendak membeli sepeda motor hasil curian.

“Mereka tak bisa berkelit setelah orang yang mau beli ternyata anggota tim Buser Polsek Serpong,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mansuri, Rabu (25/5/2016).

Menurut AKP Mansuri, sepeda motor hasil curian itu dibawa AL menemui petugas yang menyamar sebagai pembeli. Sedangkan AYM dan YR saat itu mengikuti di belakangnya menuju Jl. Baru Bintaro, Pondok Aren tempat mereka akan transaksi.

Setelah bertemu pembeli, mereka langsung tansaksi. Saat itulah petugas yang menyamar langsung memperlihatkan jati dirinya dan ketiganya langsung ditangkap.

Dari hasil pemeriksaan komplotan ini mengaku baru dua kali mencuri dan menjual motor. “Petugas masih mendalami, karena tidak mungkin baru dua kali beraksi, karena warga sering melihat pelaku sering gonta-ganti motor,” jelas AKP Mansuri.

Operasi Cipta Kondisi Polsek Cikarang Utara Sita Ratusan Keping VCD/DVD Porno di Pasar Global Pasir Gombong

Gelar Operasi Cipta Kondisi, Polsek Cikarang Utara Amankan Ratusan Keping VCD Porno
Kamis, 26 Mei 2016 13:19 WIB
PUSKOMINFO - Operasi Cipta Kondisi dalam rangka menyambut Ramadhan yang dilakukan Polsek Cikarang Utara menyita ratusan keping VCD/DVD Porno dari pedagang di Pasar Global, Desa Pasir Gombong, Kabupaten Bekasi, Rabu (25/5/2016).
"Dalam operasi cipta kondisi yang di lakukan sore kemarin, petugas berhasil menemukan penjualan kaset VCD/DVD porno ataupun semi," kata Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Adil Siburian, Kamis (26/5/2016).
Selain menyita ratusan keping CD berisi film porno, petugas juga mengamankan dua pedagang yakni RR, 33 tahun, warga Desa Simpangan, Cikarang Utara, dan AY, 22 tahun, warga Desa Karang Heuleut, Situraja, Sumedang.
"Dari kedua penjual kaset itu, kami amankan barang bukti sebanyak 759 keping kaset yang berada di lapak dagang mereka. Dan saat ini, keduanya pun sedang dalam penyelidikan anggota," tandas Kapolsek.

25 Mei 2016

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sita Ribuan Liter Solar Bersubsidi Ilegal

Polisi Sita Ribuan Solar Bersubdisi Ilegal
Barang bukti solar bersubsidi ilegal yang disita Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Rabu, 25 Mei 2016 14;12 WIB
PUSKOMINFO - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok membongkar jaringan distribusi solar bersubsidi. Ribuan liter solar subsidi diketahui didistribusikan dengan cara ilegal di kawasan pelabuhan Tanjung Priok.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kompol Victor Inkiriwang mengatakan, kasus itu terungkap pada 21 Mei 2016. Dalam pengungkapan kasus itu petugas menyita tujuh buah drum berukuran 1.400 liter beserta kendaraan yang digunakan.

"BBM (bahan bakar minyak) ini dijual secara ilegal di wilayah Tanjung Priok, dan sebagian besar di dalam wilayah pelabuhan," ujar Kompol Victor, di Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Polisi juga menangkap pelaku pendistribusian solar tersebut yang berinisial DT, 47 tahun. DT bertugas membawa mobil pikap bernomor polisi B 9064 OJ tersebut dan mendistribusikan kepada pembeli.

"Subsidi seharusnya diberikan kepada warga yang berhak dan membutuhkan, namun ini dijual secara ilegal dan tersangka mendapatkan stok BBM tersebut dari oknum yang masih kami selidiki," kata Kompol Victor.

Polda Metro Jaya Lakukan Tes Urine Karyawan Transjakarta



Rabu, 25 Mei 2016 12:43 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Propinsi DKI Jakarta menggelar operasi tes urine terhadap supir dan awak bus Transjakarta di Kantor Pusat PT Transjakarta, Jalan Letjen Sutoyo No. 1, Kelurahan Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur, Rabu (25/5/2016).
Sebanyak 106 karyawan Transjakarta mengikuti tes urine tersebut untuk pencegahan dan penyalahgunaan narkoba serta menjaga keselamatan para penumpang menjelang bulan suci Ramadhan. 



Dari 106 awak bus yang diperiksa, hasilnya satu orang positif semu (mengkonsumsi obat dokter) karena yang bersangkutan menderita sakit pasca kecelakaan. “Sejauh ini hasilnya masih cukup baik karena belum ada yang positif narkoba,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Jhon Turman Panjaitan.


Bila nanti ditemukan, lanjut Kombes Jhon, bila pihaknya menemukan hasil urine yang positif narkoba, pihaknya tak akan segan mengambil tindakan. Dengan melakukan pengamanan, dinilai akan memberi efek jera. “Makanya kami menghimbau kepada seluruh awak bus agar jangan main-main dengan narkoba,” tegasnya.

Hingga Hari Ke-9 Operasi Patuh Jaya 2016, Sebanyak 8.405 Pengendara Ditilang


Rabu, 25 Mei 2016 10:59 10:59 WIB
PUSKOMINFO - Selama sembilan hari menggelar Operasi Patuh Jaya 2016, polisi menilang 8.405 pengemudi kendaraan bermotor. Barang bukti yang diamankan berupa 3.141 SIM, 5.230 STNK dan Surat Tanda Uji Kir (STUK). Sedangkan 34 kendaraan roda dua yang tidak memiliki surat-surat disita polisi.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, jumlah pelanggar terbanyak pada hari ke-9 (Selasa, 24 Mei 2016) Operasi Patuh Jaya 2016 adalah sepeda motor karena angkanya mencapai 6.007 kendaraan. 


Sementara di posisi selanjutnya kendaraan pribadi 778, mikrolet 520, taksi 461, kendaraan barang 266, bus 202, metromini 171, dan bajaj nihil. "Ada 34 kendaraan roda dua yang disita, sedang roda empat nihil," ujarnya pada wartawan, Rabu (25/4/2016).

Menurutnya, untuk pelanggaran tertinggi ada pada kendaraan yang melanggar rambu-rambu lalu lintas (stop line, jalan busway, naik turun, lawan arus, lajur kiri, traffic light, dan marka jalan) yang mencapai 5.713 kasus.

Sementara di posisi berikutnya diikuti pelanggaran surat-surat 939 kendaraan, helm 659, lampu utama siang hari 357, KAP 275, muatan 154, sabuk 152, TNKB 110, handphone 37, dan PH 9.

Kemudian untuk laporan kecelakaan ada 14 kasus, dengan korban 15 jiwa. Adapun yang meninggal dunia sebanyak dua orang, luka berat delapan orang, dan luka ringan lima orang. Sedangkan kerugian materi Rp24,3 juta.

Polresta Bandara Soetta Sita 71 Kg Sabu di Ruko Arcadia Daan Mogot



Rabu, 25 Mei 2016 09:25 WIB
PUSKOMINFO - Polresta bandara Soekarno-Hatta menyita total 71 kilogram sabu dalam penggerebekan di Ruko Arcadia, Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat.

"Kami mengamankan barang bukti sabu sebanyak 71 kilogram dari dalam ruko ini," ujar Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Roycke Langie di Tangerang, Selasa (24/5/2016).

Sabu tersebut disembunyikan di balik mesin bubut atau turbin. Dan terbungkus plastik hitam, menyaru dengan warna mesin tersebut.

Pengungkapan bermula dari terungkapnya paket 2 kilogram sabu yang dikirim dari Taiwan melalui PT Pos yang berada di bandara. Dari sana, polisi mendapatkan dua tersangka yakni S dan A. Lalu didapati juga tiga tersangka lain yang merupakan tahanan dari Lapas Pemuda Tangerang.

Sementara, pemilik ruko masih ditetapkan sebagai saksi oleh kepolisian. "Masih kami tetapkan sebagai saksi, keterangan juga masih kami gali terus," ujar Kapolres.



Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta, AKBP John Turman menambahkan, sabu tersebut disembunyikan di dalam turbin. "Ada 14 bungkus sabu," kata AKBP Turman kepada wartawan, Selasa (24/5/2016).

Guna mengelabui petugas, bungkus-bungkus sabu tersebut dilumuri oli agar tidak terlihat. "Jadi modusnya itu bungkusan sabunya dilumurin minyak gemuk supaya tidak terlihat. Disembunyikan dalam mesin pengisap, turbin raksasa," terang AKBP Turman.

Ada tiga orang yang ditangkap kepolisian dalam penggerebekan tersebut, salah satunya ada warga negara asing.

"Ya ini jaringan Taiwan-Indonesia," tutup AKBP Turman.

Sambut Ramadhan, Polres Metro Jakarta Selatan Razia Miras di Pengadegan

Gelar Razia di Kawasan Pancoran, Polres Jaksel Sita 10 Ribu Botol Miras
Rabu, 25 Mei 2016 09:00b WIB
PUSKOMINFO - Sebanyak 5.000 botol minuman keras (miras) disita Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan dari dua rumah kos yang berbeda di Jalan Pengadegan Raya RT 03/08, Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (24/5/2016) malam. Miras yang disita terdiri dari berbagai jenis dan merek diantaranya anggur merah, anggur putih, vodka, manson, dan intisari.

Dua orang pemilik rumah kos berinisial N, 53 tahun dan S, 55 tahun diamankan polisi lantaran menjual sekaligus menimbun ribuan miras di kamar kos kosong.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung mengatakan, selain menjalankan usaha kos-kosan, N rupanya membuka usaha laundry. Namun dibalik usahanya itu, N sudah dua tahun memperdagangkan miras di permukiman warga.

Sedangkan S, memang dikenal warga sekitar menjual miras di warung miliknya yang tidak jauh dari kediamannya sejak dua tahun terakhir.

Razia miras itu, kata Kompol Vivick, berawal dari laporan masyarakat yang sudah merasa tidak nyaman dengan perdagangan miras di lingkungan mereka.

"Di daerah permukiman masyarakat di daerah Pengadegan, Pancoran, sudah terbukti ada yang menjual miras beralkohol tinggi yang tidak boleh dijual bebas. Ini sudah berjalan kurang lebih dua tahun, masyarakat di sini sudah gerah dengan peredaran miras," ungkap Kompol Vivick.

Menurut Kompol Vivick, razia miras di lokasi ini bukan yang pertama kalinya, sebelumnya pernah digelar razia dan disita ribuan miras di lokasi yang sama.

Kompol Vivick menegaskan, apabila masih kedapatan menjual miras, polisi akan melakukan penutupan usaha secara paksa."Penjual akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tentunya kalau pun kita sudah mengambil semua yang ada di sini dan masih juga melakukan penjualan, kami akan gunakan tindakan lebih tegas, tempat ini bisa ditutup. Kami akan terus menyisir tempat sesuai dengan informasi yang kami terima dari masyarakat," tandasnya,Rabu (25/05/2016).

Kepada warga, Kompol Vivick meminta agar aktif melaporkan kepada polisi sekiranya ada aktivitas di lingkungan yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan, terlebih dalam suasana menyambut bulan suci Ramadhan.

Polres Metro Jakarta Selatan Sita Ribuan Pasang Sepatu Nike Palsu

BREAKING NEWS: Polisi Sita Ribuan Pasang Sepatu Nike Palsu

Rabu, 25 Mei 2016 08:37 WIB
PUSKOMINFO - Kepolisian Resort Metro Jakarta Selatan berhasil membekuk dua orang berinisial J, 30 tahun dan S, 38 tahun, pedagang sepatu palsu di empat toko di kawasan Jakarta Selatan, Senin (24/5/2016). Keduanya diduga menjual sepatu palsu dengan menggunakan merek menyerupai sepatu ternama Nike.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol  Tubagus Ade Hidayat, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan dari pihak pemilik merek yang mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan. Mereka melapor merek sepatu tersebut diproduksi secara ilegal dan dijual di beberapa toko di kawasan Jakarta Selatan.
"Kemarin kami melakukan penyitaan terhadap  2.128 pasang sepatu di empat toko yang ada di Jakarta Selatan. Barang yang kami amankan ini menyerupai merek asli," kata Kapolres, Selasa (24/5/2016).
Kapolresta menambahkan, Menurut pengakuan dari tersangka, sepatu tersebut diperoleh dengan cara dibeli dari Guangzhou, China. Kemudian ribuan sepatu tersebut di bawa ke Indonesia dengan cara dikirimkan melalui jasa pengiriman ekspedisi.
"Barang ini tidak diproduksi Indonesia, tapi dari Guangzhou, China. Barang dikirim lewat jasa pengiriman lalu sampai di Indonesia baru dijual," ungkap Kapolres.
Selain itu, kedua tersangka sudah menjual sepatu ilegal itu hampir selama dua bulan di empat toko di kawasan Jakarta Selatan maupun melalui online. Mereka nekat menjual barang ilegal tersebut lantaran tergiur dengan omset yang cukup besar, mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.
"Penjual paham ini barang tiruan. Harganya relatif cukup jauh berbeda. Kalau yang asli bisa mencapai Rp1-3 juta, tapi ini dijual Rp300-800 ribu," ungkap Kapolres.
Atas perbuatannya tersebut, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 94 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2001 tentang merek dengan ancaman pidana penjara 1 tahun dan denda Rp.200 Juta.

Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Sita 1,5 Ton Ayam Kemasan Kedaluwarsa Hasil Curian

Rabu, 25 Mei 2016 08:24 WIB
PUSKOMINFO - Jajaran Subdirektorat III Sumber Daya Lingkungan (Subdit Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menyita 1,5 ton ayam beku kemasan kedaluwarsa dan menangkap penjual berinisial SA di kawasan perumahan di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu, 11 Mei 2016.

"Info awalnya adalah ayam tiren. Tapi, setelah didalami, kami amankan ayam beku ini dan setelah dilihat tidak ada tanggal kedaluwarsanya," kata Kepala Subdirektorat III Sumber Daya Lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Adi Vivid di Mapolda, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

AKBP Adi mengatakan SA sudah menjalankan bisnis ayam kemasan kedaluwarsa selama tiga tahun. Dari hasil pengembangan, SA membeli ayam kedaluwarsa tersebut dari seorang pria berinisial WL. Adi mengungkapkan, ayam kemasan tersebut merupakan hasil curian dari gudang milik PT CA di daerah Kosambi, Kabupaten Tangerang. Ayam kemasan tersebut dicuri WL bersama tiga rekannya: ED, UG, dan SR.

"Sekali mencuri bisa 1 ton lebih. Modusnya malam hari tidak ada penjaga. Lalu memakai kunci inggris untuk membuka kunci gudang dan troli untuk mengangkut hasil curian," ujarnya.

AKBP Adi menyebutkan pencurian yang dilakukan pelaku sangat rapi. Mur pada kunci gudang yang mereka lepas akan dipasang kembali. Bahkan, saat melakukan aksinya, mereka turut mematikan CCTV. Sebab, ED, UG, dan SR merupakan mantan kuli angkut di PT CA. Dengan demikian, mereka sudah mengetahui situasi dan letak CCTV gudang.

SA membeli ayam tersebut dari WL seharga Rp 18 ribu per kilogram. Kemudian ia menjualnya lagi kepada penjual makanan keliling dan perorangan seharga Rp 22 ribu per kilogram. Saat ini, polisi sedang mendalami kelengahan PT CA yang tidak mengetahui produknya sudah dicuri.

"Memang PT CA menerima ayam dari berbagai peternakan dan dibekukan lalu didistribusikan. Nanti didalami lagi, apakah yang kedaluwarsa disimpan jadi satu atau tidak," tutur AKBP Adi.

SA dijerat Pasal 140 juncto Pasal 86 ayat 2 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan atau Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 huruf a UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 4 miliar.

Sedangkan untuk tersangka WL, UG, SR, dan ED dikenakan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP juncto Pasal 480 KUHP, dengan ancaman 7 tahun penjara.

Komplotan Pencuri Mobil Rental Mengaku Artis Dibekuk Polresta Depok, Pengelola Rental yang Kehilangan Mobil Dapat Mengecek ke Polres

Rabu, 25 Mei 2016 08:01 WIB
PUSKOMINFO - Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok membekuk dua pelaku spesialis penggelapan mobil rental.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho menuturkan saat beraksi, dua pelaku kerap mengaku sebagai artis penyanyi jebolan KDI. Bahkan, untuk meyakinkan korban, tak jarang mereka menyebutkan bahwa mobil disewa untuk keperluan syuting film dan sinetron.

"Mereka mengaku artis dan penyanyi itu untuk meyakinkan korbannya," kata Kompol Teguh, Selasa (24/5/2016).

Kompol Teguh menuturkan dari tangan mereka disita 18 mobil dari berbagai rental mobil di Depok dan Bogor.

Kedua pelaku adalah JH, 28 tahun dan DA, 28 tahun. Keduanya warga Sukaraja, Bogor, Jawa Barat. Sementara satu orang rekan mereka yakni RZ, masih dalam pengejaran petugas.

Dari hasil penyelidikan sementara diketahui kelompok ini sudah 43 kali beraksi menggelapkan mobil rental dari tempat penyewaan mobil di Bogor dan Depok.

Kapolresta Depok, AKBP Harry Kurniawan menjelaskan modus kawanan ini adalah dengan menyewa mobil dari rental mobil selama 10 hari. "Mereka menyewa dua mobil dengan membayar Rp 3 Juta. Setelah mobil ditangan mereka, mobil digadaikan tanpa sepengetahuan pemiliknya," jelas Kapolres, Selasa (24/5/2016).

Kapolres mengungkapkan, terungkapnya kelompok ini setelah seorang pemilik rental di Bojonggede, Kabupaten Bogor, atas nama Farabi Anggriawan, melaporkan mobilnya yang digelapkan penyewasnya ke Polresta Depok.

Dari sana, kata Kapolres, pihaknya melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah informasi. "Dari hasil pengembangan kita bekuk dua pelaku," kata Kapolres.

Menurut Kapolres dari pengakuan keduanya mereka sudah melancarkan aksi ini selama hampir setahun dengan berhasil menggelapkan sedikitnya 43 mobil rental.

Atas perbuatannya, kata Harry keduanya akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. "Ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara," kata Kapolres.

Adapun ke-18 mobil yang disita polisi dan merupakan hasil kejahatan kelompok ini adalah:
1. Avanza (Silver), F 1058 HQ
2. Avanza (Silver). F 1039 EK
3. Avanza (Hitam), B 8537 UZ
4. Avanza (Putih), F 1337 DI
5. Sedan Vios (Silver), B 1250 YY
6. Xenia (Hitam), B 1562 KZT
7. Xenia (Silver), D 1807 ABN
8. Avanza (Putih), F 1631 KI
9. Xenia (Putih), Z 1673 AK
10. Avanza (Silver), F 189 AZ
11. Avanza (Silver), F 1552 EH
12. Avanza (Putih) B 1198 KZN
13. Xenia (Silver), F 1280 LV
14. Xenia (Hitam), B 1078 BRU
15. Xenia (Hitam), B 1108 UFN
16. Nissan X-Trail (Silver), B 8377 KF
17. Xenia (Merah Gelap Metalik), B 1959 SFL dan
18. Avanza (Hitam), F 1088 HN.

"Bagi para pengelola rental mobil yang merasa mobilnya pernah digelapkan bisa mendatangi Polresta Depok untuk mengambil kendaraan mereka. Syaratnya dengan membawa bukti kepemilikan kendaraan tersebut," imbau Kapolres.