01 September 2015

Rentenir Penganiaya Nesih Hingga Tewas di Jati Asih Dibekuk

Foto-Alex Marbun, rentenir yang membanting ibu tiga anak hingga tewas. (Saban)
Alex Marbun, 20 tahun, rentenir yang membanting Nesih Fufilawati hingga tewas.

Selasa, 1 September 2015 14:45 WIB
PUSKOMINFO -  Wiharso Lumbanbatu alias Alex Marbun, 20 tahun, tersangka pelaku yang menganiaya seorang ibu, Nesih Fufilawati, hingga tewas, pada 25 Agustus lalu, berhasil ditangkap petugas unit Reskrim Polsek Jati Asih.

Kapolsek Jati Asih, Kompol Aslan Sulastomo mengatakan tersangka ditangkap di wilayah Semper, Tanjung Priok, Jakarta Utara. “Tersangka pelaku, berhasil kami amankan di Semper, Jakarta Utara, tanpa perlawanan, ” ujar Kapolsek, sambil mengatakan pihaknya sudah memeriksa dan tersangka mengakui dan sesuai dengan keterangan saksi.

Menurut pengakuan tersangka, Nesih Fufilawati, korban, sebelumnya ditagih utang, namun bukan uang yang diberi tetapi dia disiram air dingin, membuat tersangka emosi. “Saya pegang leher korban, karena dia menarik kerah saya,” ucap Alex Marbun kepada petugas, sambil mengatakan korban jatuh dan kepalanya terbentur aspal.

Usai melakukan aksinya tersangka kabur bersama seorang rekannya yang memang ingin menagih utang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nesih Fufilawati, 38 tahun, ibu tiga anak tewas pada Minggu (30/8/2015), dia dianiaya rentenir akibat belum bisa melunasi utangnya pada Selasa (25/8/2015) lalu.

Kejadian berawal saat Nesih di dekat rumahnya Kampung Kebantenan, RT 05/10, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Bekasi. “Korban ditagih, namun tidak mau membayar,” ujar AKP Siswo, Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota.

Saat itu AM menagih utang sebesar Rp 300 ribu ke Nesih. Lantaran tak memegang uang, Nesih minta waktu hingga pada Selasa (1/9/2015) ini. Namun AM tetap saja terus menagih utang sembari melontarkan kata-kata kasar.

Nesih pun tidak terima dan meluapkan emosinya dengan menyiramkan air minuman ke AM, sehingga terjadi perkelahian.

Terrekam CCTV, Bekas Karyawan Curi Sepatu Dibantu Dua Kawannya

 
Selasa, 1 September 2015 09:59 WIB
PUSKOMINFO - Mantan karyawan dalangi aksi pencurian di Aeon Mall, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Dibantu dua karyawan lainnya, aksi mereka terrekam kamera CCTV mencuri dua pasang sepatu seharga Rp2 juta.

Tersangka yakni Indra Sobar,25 tahun, mantan karyawan, Saeful Anwar,23 tahun, dan Yudi Pratama,22 tahun, tak berkutik saat Polsek Pagedangan meringkus ketiganya. Mereka dibekuk setelah polisi melihat ketiganya terrekam kamera CCTV. Dua buah sepatu merk SEBA disita petugas sebagai barang bukti.

Kapolsek Pagedangan, AKP Endang Sukmawijaya mengatakan, tersangka ditangkap setelah seorang manajer toko melapor. Dari hasil penyelidikan, tim buser menangkap pelaku. Belakangan diketahui, pencurian sepatu didalangi mantan karyawan.

Saat itu, Indra Sobar menghubungi Safeul Anwar untuk diambilkan sepatu di gudang. Permintaan itu kemudian dilakukan Saeful bersama Indra. Usai mengambil sepatu seharga Rp 2 juta, barang curian itu diserahkan ke Indra Sobar untuk dijual kembali.

“Pelaku kami jerat dengan Pasal 363 Jo Pasal 374 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan penggelapan dalam jabatan. Ancamannya 7 tahun penjara,” ungkap AKP Endang Sukmawijaya, Senin (31/8/2015).

8.542 Personel Polda Metro Jaya Siap Amankan Demo Buruh Hari ini

Embedded image permalink
Selasa, 1 September 2015 08:48 WIB
PUSKOMINFO - Polda Metro Jaya mengerahkan 8.542 personelnya untuk mengamankan aksi demo buruh hari ini, Selasa 91/9/2015). Rencananya sekitar 52 Ribu massa buruh dari  gabungan serikat pekerja se-Jabodetabek akan melakukan aksi unjuk rasa yang dipusatkan di sekitar Bundaran HI dan Istana Negara.

"Polda mengerahkan 8.542 personel untuk mengamankan aksi demo, dan ditempatkan pada titik-titik strategis tempat berkumpulnya massa hingga di titik pusat konsentrasi massa," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/8/2015) malam.

Kapolda mengatakan, polisi akan melakukan pengamanan ekstra ketat untuk aksi unjuk rasa buruh ini, baik di objek vital hingga sepanjang rute jalan massa. Diimbau agar massa melakukan aksinya dengan tertib dan damai.

"Kami dari polisi akan melakukan pengamanan ekstra ketat. Saya perintahkan polisi se-Jakarta untuk siap mengamankan dan menertibkan penyampaian pendapat di muka umum dari teman-teman buruh ini," kata Kapolda.

Kapolda juga meminta massa buruh untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam aksi penyampaian pendapat di muka umum. Meski massa bebas untuk menyampaikan pendapat di muka umum, namun bukan berarti massa bisa sewenang-wenang.

"Perlu diingat arti penyampaian pendapat di muka umum ini. Penyampaian pendapat bukan untuk melakukan penekanan, oleh karena itu ada batasan-batasan yang diatur PBB maupun UU kita, di antaranya tidak mengganngu ketertiban, national security, public health dan lainnnya," papar Kapolda.

Diduga Tewas Tiga Bulan Lalu, Jasad Fery Handoko Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Selasa, 1 September 2015 07:36 WIB
PUSKOMINFO - Warga Malaka Sari, Duren sawit, Jakarta Timur digegerkan dengan penemuan mayat yang sudah menjadi tulang belulang di rumah kontrakan di Jalan Taman Malaka Selatan, RT 16 RW 08, Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (31/8/2015).

Saat ditemukan jasad yang diketahui bernama Fery Handoko, 33 tahun, dalam kondisi sudah mengering seperti mumi, kepala terputus dari bagian badan dan kepala sudah menjadi tengkorak.

Mayat korban pertama kali diketahui oleh adik kandungnya, Umar Irawan, 29 tahun, Saat itu Umar datang menjemput kakaknya untuk menengok orangtua mereka yang sedang dirawat di rumah sakit.

Pemilik kontrakan yang enggan disebutkan identitasnya menjelaskan korban diketahui bekerja sebagai penjual martabak. Namun sudah tiga bulan terakhir, Fery tidak pernah kelihatan beraktivitas. "Katanya sih akhir-akhir ini dia sedang sakit," katanya.

Sementara itu Kapolsek Metro Duren Sawit, Kompol Panji menjelaskan bahwa kondisi jasad Fery yang sudah mengering diperkirakan lebih dari tiga bulan yang lalu. "Kondisinya sudah kering seperti mumi, kepalanya juga terlepas dari tubuh. Bagian kepala sudah jadi tengkorak," ujar Kapolsek.

Kapolsek mengungkapkan, pihak kepolisian mengalami kesulitan melakukan proses identifikasi karena sebagian besar anggota tubuhnya tinggal tulang belulang.

"Korban masih di RSCM tapi tadi keluarganya enggak mau diautopsi. Kita masih tunggu hasil penyelidikan untuk mengetahui apa penyebab kematian karena keluarga menolak korban diautopsi," tuturnya.

Kapolsek menegaskan pihaknya akan terus menyelidiki kasus tewasnya Fery. Sejumlah saksi mata pun telah diperiksa u‎ntuk dimintai keterangan. "Kita sudah minta keterangan tiga orang saksi yakni adik korban, tetangga dan pemilik kontrakan," katanya.

‎Saat berada di lokasi kejadian, petugas menemukan seutas tali plastik berwarna hijau yang diduga digunakan oleh Fery untuk mengakhiri hidupnya. Selain itu polisi juga menemukan KTP serta kartu tanda pengenal lainnya.

Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa, 1 September 2015

Selasa, 1 September 2015 07:25 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM dan STNK Keliling di lima wilayah DKI Jakarta, Selasa, 1 September 2015, terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : Citraland Grogol
STNK :Citraland Grogol

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK :TMP Kalibata

 4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga Pluit
STNK : Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

Jam Operasional: 08:00 s/d 12:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.
Info Keterangan Lebih Lanjut:

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

Hari Ini Kawasan Pengendalian Lalu Lintas 3 in 1 Tidak Diberlakukan.

Embedded image permalink
Selasa, 1 September 2015 07:17 WIB
PUSKOMINFO - Kebijakan pengendalian lalu lintas three in one pada Selasa (1/9/2015) ini tidak berlaku. Hal ini disebabkan adanya aksi demonstrasi oleh gabungan buruh dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

"Dalam Rangka Kegiatan Penyampaian Pendapat 1 September 2015 Kawasan tertib lalu lintas 3 in 1 tidak di berlakukan," kicau akun resmi Traffic Management Center Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro.

Sebagaimana diketahui bahwa jumlah buruh yang akan mengikuti unjuk rasa pada hari ini diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 orang. Polisi juga akan melakukan pengalihan arus secara situasional di sejumlah ruas jalan, seperti di Jalan MH Thamrin, Sudirman, Medan Merdeka Barat dan Utara. Pengalihan akan dilakukan jika massa buruh terlampau banyak di ruas jalan tersebut.

31 Agustus 2015

Polres Metro Jakarta Pusat Ciduk Dua Pemeras Sepasang Kekasih di Monas, Satu Pelaku Pecatan Paspampres

Senin, 31 Agustus 2015 15:43 WIB
PUSKOMINFO - Dua orang pria diciduk aparat Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat karena melakukan pemerasan terhadap pasangan muda-mudi yang berpacaran di Parkir IRTI, Monas, Jakarta Pusat. Satu dari dua pelaku pemerasan adalah pecatan Paspampres.

"Mereka modusnya mengaku sebagai anggota Satpol PP, tetapi bukan anggota Satpol PP, cuma mengaku-aku saja buat menakut-nakuti korban. Salah satu pelaku merupakan pecatan Paspampres," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Siswo Yuwono, Senin (31/8/2015).

Kedua pelaku yang ditangkap adalah Mamad Fadilah alias Dilah, 35 tahun, dan Abdul Rauf alias Daeng, 37 tahun, yang merupakan pecatan Paspampres. Keduanya ditangkap selang beberapa jam usai memeras pasangan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (28/8/2015) malam sekira pukul 20:00 WIB.

Pada malam itu, tersangka Rauf melihat korban,seorang pelajar, yang duduk berduaan bersama perempuan di taman Monas. Tersangka Mamad kemudian mendatangi pasangan tersebut dan 'menggerebeknya'.

"Tersangka M lalu berkata pada korban "kamu sudah tertangkap basah mesum, dari tadi komandan saya ngeliatin" dan korban menjawab "nggak pak saya cuma ngobrol"," katanya.

Tersangka Mamad kemudian meminta identitas kepada korban, lalu korban memberikan kartu pelajar. Mamad lalu membawa korban ke dekat mobil Satpol PP di lokasi, dengan alasan untuk bertemu 'komandannya' yaitu tersangka Rauf.

Setelah bertemu tersangka Rauf, tas korban kemudian digeledah. Korban kemudian diajak 'berdamai' agar tidak dibawa ke panti sosial.

"Karena korban hanya punya uang Rp 200 ribu, lalu diberikan kepada tersangka, dan pasangan korban menambahnya dengan handphone samsung Galaxy Young," imbuhnya.

Setelah kejadian itu, korban kemudian melapor ke Polres Metro Jakarta Pusat. Kedua pelaku,ditangkap tidak lama setelah korban melapor.

"Kedua tersangka sebelumnya pernah melakukan tindak pidana pemerasan dengan melakukan orasi-orasi di dalam bus dan sekitar Taman Monas," tuturnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan.

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran Kosmetik Palsu, Masyarakat Diminta Waspada


Kosmetik Palsu Beredar, Masyarakat Diminta Waspada
Senin, 31 Agustus 2015 14:57 WIB  
PUSKOMINFO - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus peredaran kosmetik palsu di wilayah DKI jakarta dan sekitarnya. Warga masyarakat diimbau berhati-hati dengan peredaran kosmetik palsu bermerk terkenal, seperti Garnier dan Citra.

Pengungkapan kasus produksi kosmetik ilegal tersebut berawal dari penggeledahan yang dilakukan aparat Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di tempat usaha milik RE, 43 tahun, di Ruko Pallais de Europe 26, Lippo Karawaci, Tangerang.pada Rabu (26/8/2015). Dia menjalankan usaha ilegal selama enam tahun meraup keuntungan sekitar Rp 200 juta per tahun. Di tempat tersebut diamankan ratusan kosmetik palsu dalam bentuk sabun batang dan cream.

Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Agung Marlianto, mengatakan pelaku mendapatkan bahan baku untuk membuat kosmetik palsu di Pasar Asemka, Jakarta Barat.

Di tempat tersebut, dia mendapatkan bahan baku, seperti hydroquinone, pewarna makanan merek kura-kura, botol pewangi, dan gingseng merek charabot.

"Dia memproduksi, mengelola, dan mendistribusikan. Dia membeli bahan baku di Pasar Asemka. Bahan diramu. Dia mengemas dalam bentuk beda," ujar AKBP Agung ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (31/8/2015).

Hasil produksi sediaan farmasi tanpa izin edar tersebut dipasarkan antara lain ke Pasar Asemka, Pasar Raung, dan toko Intan Serang Banten. Dia menjual satu produk seharga Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu ke pasar.

"Dia membuat kemasan, lalu, diedarkan. Dia mempekerjakan beberapa karyawan," tuturnya.

Atas perbuatan tersebut, pelaku diancam Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dia diancam pidana penjara 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

Kapolda Metro Jaya Himbau Unjuk Rasa Buruh 1 September Besok Dilakukan di Monas

Senin, 31 Agustus 2015 12;25 WIB
PUSKOMINFO - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian, mengimbau para buruh agar damai selama menggelar unjuk rasa, Selasa (1/9/2015) besokdan dipusatkan di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Menurut Kapolda, penyampaian tuntutan secara terpusat di lapangan Monas dilakukan supaya tidak menggangu aktivitas masyarakat DKI Jakarta. Sebab, aksi buruh itu dilakukan tidak pada saat hari libur sehingga dikhawtirkan menggangu ketertiban.

“Aparat menghendaki tidak menghalangi kegiatan unjuk rasa. Kami menyarankan aksi dilaksanakan di Monas. Jakarta ada masalah kemacetan. Kalau ada penutupan ruas jalan akan berdampak ke seluruh Jakarta,” ujar Kapolda, Senin (31/8/2015).

Para buruh dipersilakan menyampaikan tuntutan dengan cara turun ke jalan, namun dia berpesan supaya penyampaian tuntutan tersebut dilakukan tanpa menggangu ketertiban masyarakat.

“Kami mengharapkan rekan-rekan dapat mengatur kegiatan dengan tertib tanpa menggangu masyarakat lainnya,” sambungnya.

Sebanyak 8.000 aparat kepolisian diterjunkan sebagai upaya mengantisipasi aksi elemen buruh. Aparat kepolisian melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di tempat buruhberaksi.

Polda Metro Jaya mengimbau warga DKI Jakarta supaya menghindari Bundaran Hotel Indonesia di ruas Jalan MH Thamrin dan kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Tak Bisa Bayar Utang, Seorang Ibu di Jatiasih Tewas Dianiaya Rentenir

Senin, 31 Agustus 2015 12:12 WIB
PUSKOMINFO - Nesih Fufilawati, seorang ibu yang tinggal di Jatiasih, Kota Bekasi, meninggal dunia, Senin (31/8/2015) dini hari tadi akibat penganiayaan.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo mengatakan, Nesih dianiaya oleh Alex Marbun yang merupakan seorang rentenir. "Jadi yang menganiaya korban adalah renternir. Karena korban enggak bisa bayar utang, langsung dihajar," ujar AKP Siswo ketika dihubungi wartawan, Senin (31/8/2015).

AKP Siswo mengatakan, penganiayaan yang dilakukan Alex terjadi pada Selasa (25/8/2015) lalu sekira pukul 11:00 WIB. Saat itu, Alex datang ke rumah Nesih bermaksud menagih utang. Akan tetapi, Nesih belum bisa membayar pada saat itu.

Tak mau kompromi, Alex langsung memukuli Nesih di bagian kepala belakang, leher, dan juga telinga.
Setelah menganiaya, Alex pergi dari rumah Nesih.
Akibat dipukuli, Nesih dibawa ke Rumah Sakit Sukanto Kramat Jati dan dirawat beberapa hari di sana.
Akan tetapi, kondisi Nesih tak kunjung membaik. Dia meninggal Senin (31/8/2015) dini hari tadi akibat sakit tersebut.
Saat ini, polisi masih memburu Alex yang telah melakukan penganiayaan terhadap Nesih. "Sekarang baru dalam pengejaran dan pelaku belum ketangkap," ujar AKP Siswo.