22 Februari 2019

Polres Metro Jakarta Barat Gagalkan Peredaran Sindikat Narkoba Jenis Ganja dengan Modus Baru Dalam Bungkus Kopi


Jumat, 22 Februari 2019 14:23 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil menggagalkan sindikat peredaran narkotika jenis ganja jaringan Aceh. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap tiga orang tersangka yakni TFA (21 tahun), AP (21 tahun), dan MN (21 tahun) dengan barang bukti 31 paket ganja yang disimpan di dalam kemasan bungkus kopi.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi, SIK, MH, mengungkapkan, bahwa penangkapan terhadap tiga tersangka sindikat narkoba jenis daun ganja ini merupakan berkat hasil kerjasama dengan Dit Resnarkoba Polda Aceh dengan Polres Metro Jakarta Barat.

“Berdasarkan kerjasama dengan Dir Resnarkoba Polda Aceh didapati informasi bahwa akan ada pengiriman paket yang diduga narkotika jenis ganja kering melalui pengiriman paket pos kilat via udara kemudian memerintahkan untuk segera menindaklanjuti informasi tersebut,” ungkap Kapolres, di Jakarta, Kamis (21/02/2019).

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendiz menjelaskan, dari penemuan paket ganja tersebut, selanjutnya di bawah pimpinan Kanit 2 Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Arif Oktora bersama tim berkordinasi dengan Kantor Pos wilayah Jakarta Timur di Jalan Pemuda, Pulogadung Jakarta Timur dan dilakukan Control Delivery kepada atas nama penerima di Matraman namun alamat fiktif.

Selanjutnya, tim mendapat informasi bahwa ada seseorang yang datang menanyakan paket yang diduga narkotika jenis daun ganja kering. “Dari keterangan itu, kita menangkap tersangka TFA dan AP di dua tempat berbeda yaitu di Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur dan di Jl Multi Karya, Utan Kayu, Jakarta Timur pada Rabu (20/02/2019),” jelas AKBP Erick.

Lebih jauh, AKBP Erick memaparkan, pengungkapan narkoba ganja ini merupakan modus baru di mana para pelaku mengemasnya menggunakan bungkusan kopi.

Kanit 2 Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Arif Oktora menambahkan, dari keterangan tersangka diperoleh informasi bahwa selain dari Aceh tersangka juga memesan ganja dari Sukabumi dan Karawang sebanyak sembilan kali pengiriman dengan jumlah 140 kg narkoba jenis ganja.

“Dari pengakuan tersangka narkoba jenis daun ganja ini untuk diedarkan di Jakarta khususnya Jakarta Timur dan Jakarta Pusat serta barang tersebut dipesan melalui pelaku SN ( DPO). Namun kita masih melakukan penyelidikan,” tuturnya.

“Keterangan dari tersangka TFA, ia mendapat perintah untuk mengambil paket yang diduga daun ganja kering dari MN alias Bule ( tertangkap ),” katanya lagi.

Tiga tersangka tersebut kini mendekam di Mapolres Jakarta Barat dan diancam Pasal 114 ayat 2 sub 111 ayat 2 jo Pasal 132 UU No 35 Tahun 2009.

Polresta Bandara Soetta Bongkar Komplotan Pencuri Garmen yang Akan Dikirim ke Korea Selatan

Pelaku pencurian tekstil di Kapolres Bandara Soekarno-Hatta .(imam)
Jumat, 22 Februari 2019 13:59 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil mengungkap tindak pidana pencurian garmen senilai Rp 500 juta. Sebanyak lima bandit diringkus setelah mencuri 440 kilogram garmen dari PT Daerong Internasional.

Lima pelaku yang diamankan polisi yakni S, YS, AF, AS, dan W. Mereka ditangkap usai melancarkan aksinya saat proses pengangkutan garmen dari Bogor, Jawa Barat menuju Bandara Soekarno-Hatta. Garmen merek ASICS itu rencananya akan dikirim ke Incheon, Korea Selatan.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Victor Togi Tambunan menjelaskan, aksi pencurian dilakukan para pelaku secara terstruktur di Jalan Raya Cilebut Tugu Wates, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat pada 26 September 2018.

“Para tersangka secara bersamaan melakukan pencurian garmen milik PT. Daedong seberat 440 kilogram atau sebanyak 993 potong garmen yang akan dikirim ke Korea melalui Bandara Soekarno-Hatta,” ungkap Kapolres di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (22/2/2019).

Kapolres menjelaskan, awal mula aksi pencurian terjadi saat PT. Daedong mencari ekspedisi lokal untuk mengantarkan barang mereka ke Korea Selatan. Setelah pencarian, akhirnya S mengambil kesepakatan sebagai sopir ekspedisi PT. Trans Utama Indokarya yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka S pun membawa kendaraan ekspedisi dengan membawa garmen merk ASICS sebanyak 197 koli atau sebanyak 3.897 potong yang direncanakan akan terbang menggunakan maskapai Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta.

“Awalnya pelaku AF menerima order dan meminta AS untuk menyediakan kendaraan truk Fuso. Kemudian tersangka S menjadi sopir truk dan mengangkut total 2,2 ton garmen di Ciawi,” terang Kapolres.

Di tengah perjalanan, S bersama YS membelokkan kendaraan mereka ke arah Jalan Raya Cilebut, Bogor untuk bertemu dengan AS untuk menjarah garmen yang diangkut.

Menurut Victor, dari pengakuan tersangka, ribuan barang yang sudah dibungkus rapih tersebut dibuka menggunakan sebilah pisau. “Usai membuka bungkusan dan mengambil beberapa bagian, mereka menutup kembali kardusnya seperti tidak dibuka. Mereka pun mengambil barang secara acak dari kardus lain ke lain kardus supaya tidak seperti hilang barangnya,” beber Kapolres.

Setelah berhasil menggasak 440 kilogram garmen, pelaku W membawa barang curian mereka menggunakan mobil pikap yang akhirnya mereka jual ke toko baju di kawasan Bogor seharga Rp 45 juta.

 “Penadahnya masih DPO (Daftar Pencarian Orang), barang bukti 440 kilogram itu semua sudah habis dijual,” kata Kapolres.

Barang pun berhasil mendarat selamat di Incheon, Korea Selatan setelah terbang menggunakan Maskapai Garuda Indonesia. Namun, kata Kapolres, PT. Daedong menemukan kurangnya jumlah kuota barang dan berat barang yang susut sebanyak 440 kilogram dan melaporkannya ke Indonesia.

“Dari tindak pidana kelima bandit tersebut, PT. Daedong ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp 500 juta,” ujarnya.

Selanjutnya melalui penyidikan, lanjut Kapolres, kelima pelaku pun berhasil dicokok di beda wilayah dan waktu. S Ditangkap di rumahnya di Depok pada 28 Desember 2018, sedangkan keempat rekannya diamankan di Bogor dan Sukabumi pada 10 Januari 2019.

“Sopir (S) juga ditetapkan sebagain tersangka dalam kasus ini,” tegasnya. Kelimanya pun dijerat pasal 363 KUHP ayat 1 dan diancam akan menginap di hotel prodeo paling lama tujuh tahun lamanya.

Polisi Temukan Surat Wasiat di Dompet Tukang Ojek yang Diduga Bunuh Diri di Tambun

Ilustrasi kecelakaan motor
Ilustrasi

Jumat, 22 Februari 2019 08:52 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang pria bernama Embon Hermansyah (52 tahun) tewas dengan cara mengenaskan. Pria yang bekerja sebagai pengojek itu diduga bunuh diri dengan cara menabrakkan diri ke truk dan menyayat leher sendiri dengan pecahan kaca.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Inspeksi Kalimalang, Kampung Pekopen, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/2/2019) sekira pukul 07.30 WIB. Korban diketahui mengendarai motor ke arah yang berlawanan. Korban diduga bunuh diri karena frustasi tertekan masalah ekonomi.

Kapolsek Tambun Kompol Rahmat Sujatmiko mengatakan, pihaknya saat mengecek mayat EH di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan surat wasiat yang disimpan di dalam dompet EH. Hal itu ditemukan saat polisi mengecek identitas EH yang berprofesi sebagai tukang ojek.

"Cuma ditemukan identitas pelaku, sama surat wasiat ditulis tangan di dompet," kata Kapolsek saat dikonfirmasi, Kamis (21/2/2019) kemarin.

Kapolsek menambahkan, inti dari surat wasiat yang ditulis itu, yakni EH terimpit masalah ekonomi keluarga. Kini, surat itu sudah diserahkan ke pihak keluarga. "Intinya terimpit masalah ekonomi. Tulisan sendiri saja, frustasi lah dia," ujar Kapolsek.

Awalnya, pada Kamis sekira pukul 07.30 WIB, EH mengemudikan sepeda motornya di Jalan Inspeksi Kalimalang. Tiba-tiba EH mengarahkan sepeda motornya ke truk yang sedang melaju berlawanan arah. Truk itu pun membunyikan klakson hingga berhenti, namun EH tetap menabrakkan diri ke truk tersebut.

Sopir truk beserta kedua keneknya turun dari truk dan menghampiri EH yang terluka. Namun saat diajak ke klinik untuk berobat, EH malah menolak sembari membanting helmnya.

Sopir dan kenek truk itu pun memarkirkan truknya terlebih dahulu. Saat kembali mengecek EH, dia ditemukan sudah tewas dengan luka sayatan di leher sambil menggenggam beling di tangan.

Kini, EH sudah dimakamkan di TPU dekat rumahnya di Kampung Pekopen. Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi untuk mengetahui penyebab tewasnya EH.

Polres Metro Jakarta Selatan Ringkus Komplotan Perampok Minimarket

Jumat, 22 Februari 2019 08:39 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan berhasil menangkap dua dari lima orang tersangka kasus perampokan minimarket pada Jumat (15/2/2019). Para tersangka tersebut diperkirakan sudah beraksi lebih dari 10 kali di minimarket-minimarket yang buka 24 jam yang berada di Jakarta Selatan dan Bogor.

"Para tersangka menodong karyawan minimarket dengan menggunakan benda menyerupai pistol serta senjata tajam jenis golok dan pisau. Selanjutnya para tersangka menodong karyawan dan menyuruh untuk membuka brankas," kata Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Suharyono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/2/2019).

Dalam aksinya, para tersangka biasa menggunakan sebuah mobil sewaan yang diganti nomor polisinya dengan nomor palsu. "Selain itu, para tersangka juga menggunakan sepeda motor (dari) uang hasil kejahatan yang dibagi secara merata oleh para tersangka," ujar Kompol Suharyono.

Adapun dua orang tersangka yang sudah diamankan kepolisian yaitu AB alias Bedong (21 tahun) yang berperan menodong dan mengikat korban dan RS (18 tahun) yang berperan sebagai joki mobil sewaan tersebut.

Sementara pemimpin komplotan yang berinisial H (39 tahun) diketahui meninggal dunia karena sakit dan dua orang tersangka lainnya masih buron.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu pucuk soft gun berikut peluru, satu pucuk pistol gas, dua buah senjata tas berjenis golok dan badik, satu unit mobil, dan tiga unit sepeda motor yang biasa digunakan tersangka sewaktu beraksi.

Ratusan barang hasil curian juga disita kepolisian ketika melakukan penangkapan di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Limo, Depok.

Para tersangka diancam dengan hukuman maksimal 9 tahun penjara karena melanggar Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Reskrim Polsek Kawasan Kalibaru Ringkus Pengedar Sabu


Jumat, 22 Februari 2019 08:28 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Unit Reskrim Polsek Kawasan Kalibaru yang dipimpin oleh AKP M Malau, SH, mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu. Petugas pun menangkap seorang tersangka berinisial AK (48 tahun) warga Tanjung Priok, di pinggir jalan RE Martadinta depan pos 1, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (21/02/2019) malam.

Kapolsek Kawasan Kalibaru, Kompol Agung Budi Leksono SH, SIK, M.Pd, membenarkan penangkapan tersangka.

Kapolsek menjelaskan, mendapatkan informasi dari sumber yang dapat dipercaya dan tidak mau disebutkan identitasnya bahwa di di sekitar jalan RE Martadinata dekat pos 1 sering dijadikan tempat transaksi narkoba jenis sabu.

“Selanjutnya tim dipimpin Kanit AKP Martua Malau, SH, melakukan upaya paksa tangkap tangan dan dilakukan penggeledahan badan ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu di kantong jeans depan sebelah kiri sebanyak dua paket plastik bening berisikan kristal yang diduga narkotika jenis sabu,” papar Kapolsek.

Selanjutnya tersangka bersama barang bukti dibawa ke kantor Polsek Kawasan Kalibaru. Dan saat ini tersangka menjalani pemeriksaan di ruang Reskrim Polsek Kawasan Kalibaru.

“Dari hasil pemeriksaan bahwa barang tersebut didapat dari seorang laki-laki dengan nama pangilan ‘Syarif’ (DPO) dengan maksud untuk dijual kembali,” sambungnya.

Tersangka pun diduga telah melanggar Pasal 112 ayat (1) subsidair Pasal 114 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Polisi Temukan Anggota DPRD Kota Buru Selatan yang Hilang 5 Hari

Jumat, 22 Februari 2019 08:13 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat menemukan anggota DPRD Kota Boru Selatan, Provinsi Maluku, Sedek Titawel yang menghilang sejak lima hari lalu. Sadek ditemukan di sebuah hotel kawasan Mangga Besar.

"Sudah ketemu, jadi yang bersangkutan pindah ke hotel yang lain ke Mangga Besar, tadi kita temukan," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung saat ditemui di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019) malam.

AKBP Tahan Marpaung mengatakan, anggota DPRD tersebut sengaja menonaktifkan telepon genggamnya. Alasannya, untuk menenangkan diri setelah dikeluarkan dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). "Dia matiin (handphone), enggak aktif. Dia pusing padahal dia caleg. Dia menyindiri, ya intinya dia mau menenangkan diri saja," ujar dia.

AKBP Tahan Marpaung mengatakan, anggota DPRD Kota Boru Selatan ini dalam kondisi sehat. Sebelumnya, Sedek Titawel tiba di Jakarta, Minggu 10 Februari 2019. Dia datang ke ibu kota untuk mengklarifikasi mengapa dikeluarkan dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Bersama koleganya Abdullah Tasane, Sedek menginap hotel Puri In Cikini Jakarta Pusat. Sedek diketahui hilang pada Jumat 15 Februari 2019. Koleganya mencoba mencari tahu keberadaan Sedek hingga ke kampung halamannya. Namun hasilnya nihil. Akhirnya Abdullah Tasane melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian pada Selasa 19 Februari 2019.

Tim Jaguar Polsek Sukmajaya Ringkus Tiga Spesialis Penjambret HP, Pelaku Masih ABG

Jatim Jaguar Polresta Depok Iptu Wiman Agus sedang menginterogasi ketiga remaja
Jumat, 22 Februari 2019 07:40 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Anggota Tim Jaguar Polsek Sukmajaya Polresta Depok, meringkus tiga tersangka spesialis penjambret HP.

Kapolsek Sukmajaya, Kompol IGN Bronet Ranapati mengatakan tersangka LRP (16 tahun) sebagai 'kapten' kelompok jambret, FA (15 tahun) dan MF (17 tahun), ditangkap anggota tim dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya Iptu Prihatin setelah mendapatkan laporan dari Rizky Fauzi (19 tahun), HP Assus miliknya telah dirampas pelaku di jalan.

Menurut Kapolsek, tersangka LRP (16 tahun), sebagai ‘kapten’ atau pimpinan dalam kelompok lebih dahulu ditangkap anggota setelah korban mencoba mengejar sembari meneriaki maling di Jalan Sentosa Raya, Mekarjaya, Sukmajaya, pada Jumat (15/2/2019) sekira pukul 01.30 WIB.

“Setelah si kapten ditangkap langsung dikembangkan dan mengintai rumah masing-masing pelaku lainnya di daerah Kelapa Dua, Tugu Cimanggis Kota Depok. lalu FA dan MF berhasil kita tangkap di kediamannya masing-masing,”ujar Kapolsek saat dikonfirmasi, Jumat (22/2/2019) pagi.

Kapolsek mengatakan, dari tangan pelaku petugas menyita satu unit Honda Scoopy digunakan untuk beraksi lalu satu unit HP Merek asus milik korban sendiri.

”Modus pelaku mengintai sasaran saat korbannya memainkan HP di jalan,”tambahnya.

Selain itu pengakuan pelaku melakukan aksi kejahatan menjambret HP ini sudah sering kali dilakukannya.

“Untuk LRP si Kapten sudah beraksi empat kali, lalu FA sudah dua kali dan terakhir MF baru sekali untuk TKP Pasar Rebo, Cibubur, Tangerang, dan Depok.Hasil curian pelaku yaitu HP dijual ke konter dengan harga Rp.100 hingga 200 ribu, uang hasil kejahatan digunakan buat kebutuhan sehari-hari,' ungkapnya.

Ketiga pelaku ini rata-rata sudah putus sekolah SMP, sudah bekerja sebagai tukang parkir di daerah Kelapa Dua RTM Cimanggis Kota Depok. “Nama kelompok geng mereka Kelapa Dua Official (KDO). sehari-harinya bekerja sebagai tukang parkir.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kita kenakan Pasal 368 KUHP tentang penjambretan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun.” pungkas Kapolsek.

Polres Metro Jakarta Timur Bentuk Satgas Urai Kemacetan

Ilustrasi kemacetan.
Jumat, 22 Februari 2019 07:10 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan di Jakarta Timur, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Timur membentuk Satuan Tugas (Satgas) Urai Kemacetan.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sutimin menyebutkan, satgas itu telah terbentuk sejak akhir 2018. "Jadi satgas ini sudah terbentuk sejak akhir tahun 2018, tugasnya mengurai kemacetan dan melakukan rekayasa lalu lintas," kata AKBP Sutimin, Kamis (21/2/2019).

Berbekal sepeda motor trail, satgas beranggota belasan petugas kepolisian itu siap bergerak menuju lokasi kemacetan. Satgas ini juga dilengkapi dengan surat tilang sehingga siap melakukan penindakan terhadap sejumlah pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas saat itu juga

"Di samping mengurai kemacetan, satgas ini akan melakukan penindakan kasat mata, seperti angkot ngetem sembarangan dan lawan arus," ujar AKBP Sutimin.

AKBP Sutimin menyebutkan, satgas itu akan bergerak secara mobile ke sejumlah titik rawan kemacetan di wilayah Jakarta Timur, seperti Jalan DI Panjaitan, Jalan Dewi Sartika, Jalan Raya Kalimalang.

"Pokoknya tim ini bergerak mobile di wilayah hukum Jakarta Timur," kata AKBP Sutimin.

AKBP Sutimin berharap, tim itu mampu mengurai kemacetan dan meminimalisasi pelanggaran lalu lintas demi menekan angka kecelakaan di wilayah tersebut.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 22 Februari 2019

Lokasi Mobil SIM Keliling di Jakarta Tetap Buka Buka di Hari Libur Tahun Baru 1440 Hijriah

Jumat, 22 Februari 2019 07:06 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta,  Jumat, 22 Februari 2019, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Lap. Banteng
2. Jakarta Barat : Mall Ciputra Grogol 
3. Jakarta Selatan : Gedung Sampoerna Stratetic
4. Jakarta Utara : Pospol Teluk Intan, Penjaringan
5. Jakarta Timur : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika 

- Jam operasional: 08.00 s/d 14.00 WIB
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C.
- SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM

21 Februari 2019

Anggota DPRD Buru Selatan Maluku Dilaporkan Hilang di Jakarta

Kamis, 21 Februari 2019 12:24 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan, Maluku, dari Fraksi PAN, bernama Sedek Titawael dilaporkan hilang di Jakarta. Ia dilaporkan hilang setelah menginap di sebuah hotel kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari laporan kerabatnya Abdullah Tanase yang menyebutkan bahwa korban hilang sejak 15 Februari 2019. 

"Hari Minggu tanggal 10 Februari, check-in bersama Ma'ruf S di kamar 108. Kemudian check-out hari Jumat tanggal 15 Februari 2019. Namun, Ma'ruf lebih dulu pulang pada malam hari," kata Kapolres, Kamis (21/2/2019). 

Pihak keluarga mengatakan, perjalanan Sadek ke Ibu Kota berniat ingin mengklarifikasi terkait pemecatannya dari partai yang membesarkannya.

"Menurut keterangan pelapor dan korban datang ke Jakarta maksud dan tujuan hendak mengklarifikasi perihal dikeluarkannnya korban anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN)," ujar Kapolres.

Hingga kini pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. Selain meminta keterangan dari keluarga, polisi juga memeriksa rekaman kamera CCTV dan para pengelola hotel.

"Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat sudah melidik ada laporan. Kami memeriksa CCTV. Dalam CCTV terlihat salah satu korban keluar duluan yang dicari keluar dari hotel. Saat ini kita proses penyelidikan. Kita terus komunikasi dengan keluarga, saksi pelapor, dan pegawai," tutur Kapolres.