23 September 2014

Pembunuhan

Diduga Sakit Hati, Pemuda Tikam Teman Hingga Tewas
Selasa, 23 September 2014 15:26 WIB
PUSKOMINFO - Diduga karena sakit hati, seorang pria tewas ditikam teman dekat di warung Gareng RT 07/3 Kelurahan Kebon Singkong, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (23/9/2014) pagi. Pelaku yang sudah diketahui identitasnya kini dalam pengejaran petugas Polsek Metro Duren Sawit.

Korban bernama Boy Lamsar Simatupang,36 tahun, warga Kampung Pertanian RT 10/1 Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Timur, dalam kondisi sekarat sempat dibawa ke RS Persahabatan, namun karena lukanya cukup parah, putra pasangan Robinson Simatupang dan Ny Shinta Damanik, tewas di rumah sakit. Kini jenazahnya dikirim petugas Polsek Metro Duren Sawit ke RSCM.

Menurut keterangan kakak korban, Riri, 46 tahun, sebelum kejadian sekira pukul 07:00 WIB, pelaku Indra, yang dikenal sebagai teman adik mendatangi rumah sambil menanyakan mana si Boy…?? “Saya sakit hati mau tak bunuh dia, pelaku sambil menunjukan pisau yang terselip di pinggang, saya kira ia becanda,” ujar Riri.

Begitu sang kakak korban menjawab Boy tidak ada di rumah, pelaku pun mencari hingga akhirnya mereka ketemu di salah satu Warnet, dan melihat korban ada di dalam warnet gareng, pelaku Indra segera menemui.

“Lho enak, gua yang digampar, saya sakit hati sama lho karena digampar orang,”ujar pelaku seperti yang diceritakan saksi Jum pada sang kakak korban.

Pelaku dengan korban akhirnya cekcok dan korban ditarik dari kursi saat bermain warnet, korban kemudian dipepet ke tembok, dan di saat itu korban ditikam perut, dada kiri dan telapak lengan hingga pemuda itu ambruk bersimbah darah di lantai warnet.

Melihat korban terkapar mandi darah, pelaku segera meninggalkan lokasi sementara pengunjung warnet masih sepi tak berani menguber pelaku yang kabur membawa motor pengunjung warnet.

Sementara petugas kepolisian tiba di lokasi segera membawa korban ke RS Persahabatan, namun naas nyawa korban tak tertolong.

Pelaku yang diketahui identitasnya masih kini dalam pengejaran petugas. Tersangka selain membunuh korban juga merampas sepeda motor milik warga yang melintas di depan warnet.

Penipuan dan Penggelapan

Mengaku Bisa Gandakan Uang, Dukun Palsu Ditangkap Polsek Metro Kalideres

Selasa, 23 September 2014 15:20 WIB
PUSKOMINFO - Tersangka penipuan pengganda uang diringkus anggota Polsek Metro Kalideres, Jakarta Barat. Kasus ini terkuak setelah ada korban melapor ke polisi setempat.

Dukun palsu bernama Agus Syaefudin, 41 tahun, yang mengaku bisa menggandakan uang hingga Rp200 juta. Korban pun tergiur hingga melakukan 19 kali transfer uang kepada pelaku.

Dari rumah tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti seperti baskom berisi air, barang-barang untuk sesaji seperti kulit telur, kulit buah, serta 19 lembar bukti transfer uang, disita polisi. 

Atas ulahnya ini, Agus terancam Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Tertabrak Kereta

Menyeberang Rel, Pekerja Galian Tanah Tewas Tertabrak Kereta di Pondok Kopi


Menyeberang Rel, Pekerja Galian Tanah Tewas Tertabrak Kereta
Selasa, 23 September 2014 15:08 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pekerja penggali tanah tewas seketika karena tertabrak kereta api di perlintasan Pondokkopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (23/9/2014) sekira pukul 09:30 WIB. Korban bernama Dede, 18 tahun, merupakan salah satu pekerja galian kabel, yang saat itu sedang melakukan pekerjaannya di dekat rel.
 
Keterangan saksi Wandi, 19 tahun, teman kerja korban, mengatakan, saat itu tengah menggali untuk kabel.
"Tadi dia mau nyeberang, saya teriakin, karena kereta mau lewat, jaraknya udah 10 meter. Tapi dia malah tetap nyeberang. Akhirnya ketabrak," kata Wandi kepada petugas, Selasa (23/9/2014).

Akhirnya, korban yang merupakan warga Desa Ketapang RT 03/06, Astana Japura, Cirebon, Jawa Barat, itu tertabrak dan terpental 10 meter hingga luka parah di bagian kepala dan tewas di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut dilaporkan dan ditangani Polsek Metro Duren Sawit Polres Metro Jakarta Timur.

Perampokan

Dua Siswa SMK Rampok Sopir Taksi di Pasar Minggu

Selasa, 23 September 2014 14:58 WIB
PUSKOMINFO - Dua orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta terlibat aksi perampokan sopir taksi, di Jalan Pejaten Barat III, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (23/9/2014) dinihari sekira pukul 03:00 WIB.

Siswa berinisial MB, 18 tahun, dan FA, 16 tahun, itu berhasil ditangkap Polisi setelah mencoba merampok sopir taksi bernama Joni Efendi, 54 tahun.

Menurut Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kompol Antonius Agus, pelaku berjumlah tiga orang namun hanya dua orang yang berhasil ditangkap.  "Temannya berhasil melarikan diri, hanya dua orang yang berhasil ditangkap," ujar Kapolsek kepada wartawan, Selasa (23/9/2014).

Antonius menceritakan kejadian tersebut, bermula pada pukul 03.00 WIB korban mengemudikan mobil taksi bernomor polisi B 1985 BU dan melintas di depan Mal Pejaten Village.

Tiba-tiba tiga orang pelaku memberhentikan taksi korban dan berdalih minta diantarkan di wilayah Kemang Utara, Jakarta Selatan.

Pelaku SU (Buron) duduk di samping sopir, sedangkan FA dan MB duduk di belakang sopir. Ketiga pelaku tersebut memang sudah mempersiapkan sebilah pisau stainless dan sebilah pedang kecil.

Tanpa basa-basi, pelaku MB langsung menempelkan pisau di leher korban sambil meminta untuk memberhentikan taksi. Korban yang kaget langsung memberikan perlawanan terhadap ketiga orang tersebut.

Karena melawan, korban terkena sabetan pisau di bagian lehernya. "Korban langsung berteriak minta tolong, sehingga mengundang perhatian warga yang saat itu berada dilokasi, ketiga pelaku panik dan langsung melarikan diri," katanya.

Warga pun mengejar para pelaku dan berhasil menangkap dua orang pelaku. Korban yang terkulai lemas langsung dilarikan ke Rumah Sakit JMC.

Operasi Cipta Kondisi

Pengendara Mobil Bawa Senpi Terjaring Operasi Cipta Kondisi Polsek Metro Cengkareng  
Selasa, 23 September 2014 10:40 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pengemudi mobil, Septiandi Firdaus, 25 tahun, ditangkap petugas Polsek Metro Cengkareng di Jl. Daan Mogot, Cengkareng Drain, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (23/9/2014) dinihari sekira pukul 03:30 WIB. Septiandi kedapatan membawa senjata api jenis FN Baretta.

Saat itu, petugas Polsek Metro Cengkareng yang tengah melaksanakan Operasi Cipta Kondisi, dipimpin Ipda Musrifin, mencurigai satu mobil Nopol B-1661-TRU yang melintas. Mobil tersebut kemudian diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan.

Saat diperiksa, petugas menemukan tas yang berisi senjata api jenis FN Baretta Nomor KJ 355569. Ketika petugas menanyakan bukti kepemilikan senpi, pelaku tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat kepemilikan.

Pelaku dan barang bukti kemudian dibawa ke Mapolsek Metro Cengkareng. Hingga kini petugas masih melakukan pemeriksaan.

Perjudian

Ibu Rumah Tangga Nyambi Jadi Agen Judi Internasional 

Selasa, 23 September 2014 10:27 WIB 
PUSKOMINFO - Petugas Polda Metro Jaya meringkus seorang ibu rumah tangga bernama Tjhia Fui Ha alias Hanna Fransisca, 35 tahun. Hanna diduga menjadi agen judi internasional yakni togel Singapura dan tasiauw. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Heru Pranoto mengungkapkan, Hanna diduga kuat menyelenggarakan kegiatan judi togel Singapura dan tasiauw yang telah beroperasi selama 1 tahun.

"Tersangka telah menjalankan praktik judi selama setahun," kata Kombes Pol Heru Pranoto di Jakarta, Selasa (23/9/2014).

Heru mengatakan petugas menangkap tersangka Hanna di rumahnya Jalan Pakis Raya Ruko Bojong Indah Nomor 88-E Rawa Buaya Cengkareng Jakarta Barat pada Kamis (4/9/2014). Polisi juga menangkap karyawan Hanna Chie Kit Jiu alias Jack yang membantu kegiatan judi Singapura dan tasiauw.

Kepala Subdit Reserse Mobil Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Didik Sugiarto menjelaskan pengungkapan bandar judi itu berdasarkan informasi masyarakat.

Sebelum menggerebek lokasi, kata AKBP Didik, petugas telah mengamati tempat praktik judi tersebut. Selanjutnya petugas menggerebek tempat kejadian perkara (TKP) dan menangkap dua tersangka yang menjalankan kegiatan judi tersebut. Didik menyebutkan Hanna berperan sebagai agen dan Jack bertugas merekap taruhan yang dipasang pelanggan.

Kepala Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Polisi Handik Zusen menambahkan tersangka menggunakan pesan singkat telepon selular guna menerima taruhan dari pelanggan. Handik mengatakan tersangka akan memberikan informasi hasil taruhan melalui telepon selular. Saat ini, petugas masih memburu seorang tersangka CW yang diduga bandar judi jaringan Hanna tersebut.

Selain menangkap dua tersangka, polisi menyita barang bukti berupa satu bundel berisi rekapan togel Singapore dan tasiauw, 3 telepon selular, 2 noken key BCA, 1 kalkulator, 1 komputer jinjing (laptop), 2 kartu kredit BCA, 5 buku tabungan BCA, 1 buku tabungan Bank Permata, 1 kartu debit BCA, dan uang tunai sekitar Rp60 juta.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 303  KUHP dan atau Pasal 5 ayat (1) jo Pasal 2 ayat (1) huruf t dan z UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Operasi Cipta Kondisi

Polsek Metro Tanjung Duren Tangkap Pengendara Motor Bawa Sajam

Selasa, 23 September 2014 09:36 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Tanjung Duren menangkap seorang pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam parang, saat melaksanakan Operasi Cipta Kondisi di Jalan Muwardi Raya, Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (23/9/2014) dinihari sekira pukul 01:15 WIB.

Penangkapan pemuda bernama Agung Saputra, 22 tahun, berawal karena pelaku mengendarai sepeda motor berlawanan arah.

Petugas yang tengah patroli, Bripda , Bripda Iwang dan Bripda Akunami, yang melihat pengendara sepeda motor melawan arus kemudian berusaha memberhentikannya. Namun pelaku terus tancap gas dan kabur. Pada saat petugas mengejar, pelaku terlihat membuang tas punggung sambil terus kabur.

Tas punggung warna hitam itu ternyata berisi senjata tajam jenis parang.

Pelaku terus dikejar hingga sampai di rumahnya, kemudian dibekuk tanpa perlawanan. Tersangka berikut barang bukti kemudian dibawa ke Mapolsek Metro Tanjung Duren untuk proses penyelidikan dan penyidikan selanjutnya. 

Narkoba

Pengedar Sabu di Tempat Hiburan Malam Dibekuk Polsek Metro Taman Sari, Disita 2 Kg Sabu

Selasa, 23 September 2014 08:33 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pengedar narkoba jenis sabu ditangkap petugas Polsek Metro Taman Sari di apartemen tersangka di wilayah Jakarta Utara. Tersangka berinisial SW alias PPN, 55 tahun, kerap mengedarkan sbu di beberapa tempat hiburan di wilayah Taman Sari, Jakarta Barat. 

Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Tri Suhartanto mengatakan tersangka SW ditangkap di apartemennya wilayah Jakarta Utara pada Senin (15/9/2014) lalu sekira pukul 23:00 WIB. Selain menangkap SW, polisi juga menyita sabu seberat 2 kg.

"Kami dapat info dari masyarakat, kalau pelaku ini sering mengedarkan narkoba di wilayah Tamansari," kata Kapolsek.
 

Lalu petugas merespon info masyarakat dengan melakukan penyelidikan selama sebulan.
Akhirnya didapati SW sering memasok narkoba di tempat hiburan malam dengan mobil yang gonta ganti.
 

"Kemudian SW dipancing dengan diminta membawa Sabu sebanyak 3 paket ke wilayah Tamansari.
Tapi SW meminta agar Sabu diambil di apartemennya wilayah Jakarta Utara," terang Kapolsek.
 

Akhirnya anggota leluasa menangkap SW dengan barang bukti 3 paket Sabu yang disimpan dalam bungkus rokok. Lanjut anggota melakukan penggeledahan di apartemen SW.
 

Lalu ditemukan 2 kg Sabu yang disimpan di dalam koper milik SW. Pada penyidik, SW mengaku mendapat barang haram itu dari rekannya yang tinggal di Depok.
 

"Kasus selanjutnya dilimpahkan ke Polres Jakarta Barat. Dan rekan SW dalam perburuan anggota di lapangan," tambah Kapolsek.

Pelayanan Publik

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 23 September 2014

Selasa, 23 September 2014 08:13 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi mobil SIM & STNK keliling di wilayah DKI Jakarta, Selasa 23 September 2014  terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM   : Kantor Pos Pasar Baru
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM    : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM     : TMP Kalibata
STNK  : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM    : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM  : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

- Jam Operasional: 08:00 s/d 13:00 WIB


- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

Penemuan Mayat

Sopir Angkot Ditemukan Membusuk di Rumahnya

Selasa, 23 September 2014 08:06 WIB
PUSKOMINFO - Warga perumahan Dasana Indah, Kelurahan Bojong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang digegerkan dengan penememuan sesosok mayat pria yang nyaris membusuk.  

Pria tersebut diketahui bernama Jhony Marbun, warga Perumahan Dasana Indah, Blok RD 5 No 28, RT 06/18, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang yang berprofesi sebagai sopir angkutan kota (Angkot).

Jenazah Jhony Marbun pertama kali ditemukan oleh tetangganya, Iyan Firmansyah, yang curiga korban sudah hampir satu minggu tidak terlihat keluar rumah. Dari dalam rumahnya juga tercium bau bangkai.

Iyan yang curiga dengan bau busuk yang ditimbulkan dari dalam rumah kemudian memberitahu warga sekitar dan melalukan pemeriksaan. Dan ternyata benar saja, warga menemukan mayat Marbun sudah nyaris membusuk di ruang tamu.

"Marbun memang punya riwayat sakit darah tinggi, dia tinggal sendiri di rumah itu," jelasnya lagi.

Anggota kepolisian dari Polsek Kelapa Dua yang datang ke lokasi segera melakukan olah TKP dan mengirim Jenazah Marbun ke RSUD Tangerang untuk diautopsi.

Dari keterangan saksi-saksi di lokasi, Marbun memang punya riwayat sakit darah tinggi dan dia tinggal sendiri di rumah itu.