21 Oktober 2014

Pacar Pembantu yang Sayat Nadi Bocah hingga Tewas di Bekasi Diperiksa

Selasa, 21 Oktober 2014 15:04 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polresta Bekasi Kota memeriksa pacar pembantu rumah tangga yang tega membunuh bocah berusia 3 tahun 6 bulan di rumah Jalan Bintara 6 Gg Sawo RT 003/06, Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Kekasih Sutinah bernama Yadi, kini tengah dimintai keterangannya untuk mencari keberadaan pelaku.

"Yadi, pacar pembantu yang diduga pelaku sudah dimintai keterangan di Polresta Bekasi Kota, hanya saja dia tidak tahu banyak," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/10/2014).

Menurut Kabid Humas, Yadi dan Sutinah baru 1 bulan ini menjalani hubungan asmara. Sutinah awalnya meminta dicarikan pekerjaan oleh Yadi.

"Kemudian ada tawaran dari tetangganya, bahwa nenek korban membutuhkan pembantu untuk mengasuh korban," kata Kabid Humas.

Polisi juga tidak bisa menggali lebih banyak keterangan dari Yadi. Yadi juga tidak memiliki nomor telepon genggam Sutinah.

"Foto Sutinah juga masih dicari," pungkasnya.

Sutinah diduga menganiaya Jason hingga tewas dengan menyayat urat nadi tangan bocah tersebut. Sutinah melarikan diri setelah melakukan perbuatannya.

Korban ditemukan pertama kali oleh orang tuanya, mendapati putranya saat mereka pulang ke rumah pukul 00:30 WIB. Jason ditemukan tertidur sudah tak berdaya dimukanya ada bantal dan nadi tangan kirinya luka sayat , oleh orang tua dan warga korban kemudian dilarikan ke RS Islam Pondok Kopi. Namun belum sempat mendapat pertolongan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Seorang Kakek Tewas Jatuh dari Lantai 15 Wisma Gading Permai Jakarta Utara

Kakek Ini Terjun dari Lantai 15 Wisma Gading

Selasa, 21 Oktober 2014 14:58 WIB
PUSKOMINFO - Seorang kakek berusia 78 tahun, Iwan Setyawan, tewas setelah jatuh dari lantai 15 Apartemen Wisma Gading Permai, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (21/10/2014) sekira pukul 11:50 WIB. Diduga korban jatuh sengaja bunuh diri.

Keterangan saksi-saksi di lokasi mengatakan saat kejadian situasi masih sepi. Korban jatuh dari lantai 15 dan sempat tersangkut di lantai 11.

Sementara itu, Kapolsek Metro Kelapa Gading, Kompol Sutiono menduga korban sengaja menjatuhkan diri. Dugaan itu muncul setelah petugas menemukan kursi di jendela apartemen korban.

"Selama ini korban sering mengeluh akibat penyakit yang diidapnya yaitu kanker usus stadium akhir yang tidak kunjung sembuh," ujar Kapolsek.

Saat kejadian, istri korban Iyun Shin, sedang pergi. "Sedang mengambil uang di ATM," tutupnya.

Bocah 3 Tahun Tewas Dibunuh Pembantu di Bintara Bekasi

Selasa, 21 Oktober 2014 10:53 WIB
PUSKOMINFO - Seorang bocah berusia 3 tahun 6 bulan ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di rumahnya di Jalan Bintara 6 Gg Sawo RT 003/06, Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Selasa (21/10/2014) tadi malam. Diduga kuat bocah bernama Jason tersebut dibunuh oleh pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah tersebut.

Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh kedua orang tua korban yakni Janter Pinter Simanjuntak dan Elvin Sianipar, pada Selasa (21/10/2014) sekira pukul 00:30 WIB.

"Korban sudah ditemukan tak berdaya dengan wajah tertutup bantal dan luka sayatan di tangan," jelas AKP Siswo.


AKP Siswo menuturkan, korban sempat dilarikan ke RS Islam Pondoik Kopi, Jakarta Timur. Namun sayang belum sempat mendapatkan perawatan medis korban mengembuskan nafas terakhir.

"Kita masih menyelidiki kasus ini," tuturnya.


Berdasar keterangan orang tua korban, dugaan pembantunya sebagai pelaku, karena pembantu yang baru bekerja 10 hari dan belum diketahui identitasnya itu menghilang, “Orang tua korban mendapat pembantu dari mertuanya di Cibitung,” lanjut AKP Siswo. Saat dicek ke Perumahan Pondok Tanah Mas, Wanasari, Cibitung, lokasi pembantu itu diambil, warga di sana tidak ada yang tahu.

Korban dibawa ke RS Polri Kramatjati dan kasusnya ditangani Polsek Bekasi Barat.
Polres Metro Jakarta Barat Ciduk Bapak dan Anak Kompak Edarkan Narkoba

Selasa, 21 Oktober 2014 10:33 WIB
PUSKOMINFO - Seorang bapak dan anaknya diciduk petugas Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, di Jalan Mirah RT 05, RW 07, Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat atau dikenal dengan Kampung Ambon. Bapak berinisial JK alias EME, 47 tahun, dan anaknya FP alias Veli, 25 tahun, diciduk karena kompak mengedarkan narkoba jenis sabu.

Bapak dan anak itu diciduk petugas pada Senin (20/10/2014) sekira pukul 16.00 WIB atas kecurigaan petugas terhadap rumah tersebut. Saat digeledah, polisi menemukan beberapa barang bukti dan 2 orang lainnya, yakni JAP alias ADIT, 28 tahun dan YC alias YONAS, 28 tahun.

"Saat penyidik masuk ke rumah tersebut dan melakukan penggeledahan di ruang tidur tersangka FP alias Veli, ditemukan dengan teman-temannya hendak mengonsumsi ganja yang sudah dibeli patungan," ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Gembong Yudha kepada wartawan, Selasa (21/10/2014).

Petugas kemudian melakukan penggeledahan di ruang tidur EME, dan ditemukan cangklong serta bong hisap yang baru saja digunakan untuk menghisap narkoba jenis sabu. Tersangka mengaku membeli sabu dari ADR yang saat ini masih diburu.

"Jadi Tersangka EME menjual 5 gram sabu-sabu per dua minggu sekali. Mereka beli dari ADR senilai Rp5 juta dan menjualnya Rp6,5 juta atau Rp1,3 juta per gram, sehingga keuntungan per dua minggu sebesar Rp1 juta," tutur Gembong.

Sementara itu, Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Shinto Silitonga mengatakan, saat semua tersangka dilakukan cek urine dinyatakan positif.

Keseluruhan barang bukti yang disita yakni 2 paket sedang ganja, 3 linting ganja bekas pakai, 1 plastik kecil pecahan ekstasi, 2 paket kecil sabu-sabu, alat timbang elektronis atau skill, bong hisap dan cangklong, uang Rp625rb hasil jual sabu-sabu, dan handphone. 

"Tersangka akan dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 111 subs Pasal 114 jo Pasal 132 UU Narkoba dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara, dan maksimal 20 tahun penjara," pungkas Kompol Shinto.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 21 Oktober 2014

Selasa, 21 Oktober 2014 08:36 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi mobil SIM & STNK keliling di wilayah DKI Jakarta, Selasa 21 Oktober 2014  terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM   : Kantor Pos Pasar Baru
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM    : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM     : TMP Kalibata
STNK  : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM    : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM  : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

- Jam Operasional: 08:00 s/d 13:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id
Sepeda Motor Pengedar Ganja Ditabrak Polisi

Selasa, 21 Oktober 2014 08:20 WIB
PUSKOMINFO - Satu dari dua pengedar ganja berhasil diringkus petugas Polsek Tangerang Kota di jalan Burok Kecamatan Neglasari. Petugas terpaksa menabrak sepeda motor pelaku hingga jatuh ke aspal dan berguling-guling.

Satu tersangka bernama Endang, 28 tahun, berhasil diringkus berikut barang bukti ganja 1 kg. Satu tersangka lagi berinisial M berhasil lolos kabur ke gang sempit. ”Kami tetap melacak pelarian M, “ kata Iptu Sutopo, Panit I Reskrim Polsek Tangerang Kota kepada wartawan, Senin (20/10/2014).

Menurut Iptu Sutopo, penangkapan ini berawal dari informasi warga yang menyebutkan ada pengedar ganja hendak mengantar pesanan dengan  mengendarai motor di kawasan Neglasari belakang Bandara Soekarno Hatta.

Berbekal informasi tersebut dua petugas Briptu Rian dan Brigadir Suritno melakukan pengintaian di jalan yang akan dilewati tersangka. Pada hari Minggu (19/10/2014) sekira pukul 23:00 WIB, petugas mencurigai dua orang naik sepeda motor Mio tanpa plat nomor polisi sehingga dua anggota ini berusaha menghentikannya.

“Saat diberhentikan, pengendara malah tancap gas,” jelas Briptu Rian sambil mengatakan ia terpaksa mengejar lalu menabrak motor pelaku hingga terjatuh.”Saya juga ikut jatuh hingga kaki saya luka lecet,” jelasnya sambil memperlihatkan luka di lututnya

“Alhamdulilah walau kaki sakit bisa meringkus satu tersangka,”ucap Briptu Rian.

Menurut pengakuan tersangka Endang, ia membawa ganja atas perintah bosnya yang mendekam di LP Tangerang dengan bayaran Rp200 ribu. Ia sendiri baru keluar dari penjara 5 bulan lalu dalam kasus Narkoba.
Warga Cipinang Gagalkan Penyelundupan Sabu 1 Kg 

Selasa, 21 Oktober 2014 08:07 WIB  
PUSKOMINFO - Warga di RW 13 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, berhasil menggagalkan peredaran narkoba yang diduga akan diselundupkan ke lembaga pemasyarakatan Cipinang. Sebanyak 1 kg sabu dari tangan pelaku, Gilang, 22 tahun, pun berhasil diamankan.

"Saat itu, Minggu (19/10/2014) siang, pelaku berpura-pura mengisi pulsa di sebuah kios pulsa di samping lapas. Saat mengisi pulsa, sabu yang dibungkus plastik langsung diselipkan di bawah etalase kios," kata seorang saksi, Senin (20/10/2014).

Lalu, lanjutnya, pemilik kios pulsa mencurigai keberadaan benda tersebut. Ia pun melaporkannya kepada pihak RT, RW, dan keamanan setempat. "Pas kami buka bungkusan itu, ternyata isinya sabu. Lalu kami berinisiatif, memancing pelaku. Kami hubungi pelaku dengan menelepon nomor telepon yang ada saat mengisi pulsa elektrik di kios itu," katanya.

Sesampainya di kios tersebut, warga pun langsung menangkapnya. Saat itu pelaku langsung panik. Namun, ia mengakui, bahwa barang haram senilai Rp 1 miliar tersebut, miliknya.

"Yang bikin kami kaget, ternyata pelaku mengaku, bahwa barang itu nantinya akan diambil oleh salah satu sipir berinisial Ir. Akhirnya kami hubungi polisi," katanya.

Keterangan tersangka Gilang kepada petugas Polres Metro Jakarta Timur, sebelumnya ia pernah mengirim sabu dengan meletakkannya di jembatan penyeberangan orang (JPO). Saat itu, barang tersebut berhasil diambil petugas sipir. "Saya cuma mendapatkan tugas dari tahanan Malaysia pas kenal di dalam tahanan di lapas. Sesudah bebas saya bertugas mengambil dan mengantar barang ini," kata tersangka.

Gilang sendiri, sebelumnya divonis selama 5 tahun atas kasus yang sama. Sejak Maret 2013 ia telah bebas. Dan kini melakukan aksi yang sama. "Saya dapat upah Rp 10 juta setiap antar 100 gram sabu," katanya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Afrisal, mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti pengungkapan kasus tersebut. Pihaknya melakukan pengembangan dengan memeriksa ke tempat tinggal pelaku.

"Di apartemen pelaku, di kawasan Jakarta Barat, kami temukan bong, plastik pembungkus sabu, dan timbangan," kata AKBP Afrisal.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya saat ini, masih mendalami keterlibatan sipir lapas atas kasus tersebut. "Kami terus kembangkan kasus ini. Akan kami terus selidiki hingga ke akarnya," tegas AKBP Afrisal.

Saat ini, tersangka Gilang mendekam di ruang tahanan Polsek Metro Jatinegara. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan UU Narkotika No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal seumur hidup dan maksimal hukuman mati.
Komplotan Pencuri di Rest Area Tol Ditembak Mati Polresta Bekasi
Polisi memeriksa barang bukti dari pencuri modus pecah kaca di rest area tol

Senin, 21 Oktober 2014 07:38 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Reskrim Polresta Bekasi menyergap kawanan pelaku pencurian dengan modus pecah kaca mobil. Kawanan pencuri itu sempat diikejar  sejauh 60 Km di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, kemudian diberikan tembakan ke  mobil pelaku jenis Avanza, warna putih Nopol B 1374 PZC.

“Kami terpaksa menembak ban depan mobil itu dan pintu kiri, karena pelaku memepet mobil anggota,” ujar Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Isnaini Ujiarto kepada wartawan, Senin (20/10/2014).


Saat mobil terhenti, lanjut Kapolres, dua pelaku kabur ke arah perkampungan, Desa Pasirsari, Cikarang Selatan, KM 32 TI Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

“Anggota yang sudah dibekali senjata laras panjang mencoba memberi peringatan, namun dua pelaku tak menggubrisnya, ” imbuh Kapolres didampingi Kasat Reskrim Kompol Wirdhanto.

Kedua pelaku pun  ditembak, satu tewas setelah  punggung tertembak dan satu lagi ambruk karena kakinya terkena peluru petugas.

Korban yang tewas berinisial Sam, 27 tahun, warga OKI, Sumsel, dan yang terkena tembakan di bagian kaki berinisial NS, 28 tahun, juga warga OKI Sumsel. Satu pelaku lagi yang tertangkap berinisial BBW, 28 tahun, warga Semarang, Jawa Tengah.

Kapolres menjelaskan kronologis kejadiannya, sekira pukul 12:00 WIB, mobil seorang pengunjung rest area (TI) di KM 39 arah Cikampek, dipecah kacanya dan barang berharga berupa HP dan Ipad diambil pelaku.

“Saat kejadian ada pengunjung lain yang melihat dan mencatat nomor serta jenis  kendaraan,” ujar Kapolres.

Lewat informasi itu, kata Kapolres, maka jajaran yang ada disebar di sejumlah rest area, “Anggota menyebar ke semua titik rest area dan akhirnya diketahui mobil pelaku ada di rest area KM 88, Cipularang,” jelas Kapolres, sambil mengatakan ternyata pelaku tahu dan kabur ke arah Jakarta.

Melihat buruannya kabur, sejumlah anggota yang sudah dilengkapi senjata AK, mengejarnya. Kejaran-kejaran sejauh 60 Km pun terjadi, seperti layaknya di film. Mobil Avanza pelaku berhasil dipepet di KM 32 dan terhenti setelah bannya diberondong peluru, namun dua pelaku kabur dan berhasil dilumpuhkan.

Dari pemeriksaan pada mobil pelaku ditemukan kunci letter T dan 5 unit HP, Ipod serta 1 tas. Pelaku yang tewas dikirim ke RS Polri Kramatjati dan yang luka tembak diobati di RS Annisa.

20 Oktober 2014

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin 20 Oktober 2014

Senin, 20 Oktober 2014 08:03 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi mobil SIM & STNK keliling di wilayah DKI Jakarta, Senin 20 Oktober 2014  terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM   : Kantor Pos Pasar Baru
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM    : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM     : TMP Kalibata
STNK  : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM    : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM  : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

- Jam Operasional: 08:00 s/d 13:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id
7 Rumah Kontrakan Hangus Terbakar di Pesanggrahan Jakarta Selatan

Senin, 20 Oktober 2014 07:52 WIB
PUSKOMINFO - Sebanyak 7 rumah kontrakan di Gang Swadaya nomor 76 RT 07/RW 02 Pesanggrahan, Jakarta Selatan, hangus terbakar, Senin (20/10/2014) dinihari tadi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berdasar informasi Polsek Metro Pesanggrahan, kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 03:00 WIB yang diakibatkan ledakan tabung gas di salah satu penghuni kontrakan. Api membesar hingga menghanguskan 7 petak rumah kontrakan tersebut.

Api berhasil dipadamkan 30 menit kemudian dengan bantuan 20 unit pemadam kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materi belum dapat ditaksir, peristiwanya ditangani Polsek Metro Pesanggrahan.