29 Juli 2016

Sedang Asyik Rekap Nomor, Bandar Togel Ditangkap Polres Metro Jakarta Barat

Jumat, 29 Juli 2016 13:27 WIB
PUSKOMINFO - Seorang bandar togel berinisial SW, 45 tahun, ditangkap Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat saat sedang asyik merekap nomor togel di sebuah warung, di bilangan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Herru Julianto menjelaskan penangkapan tersebut berawal dari informasi warga sekitar bahwasanya di tempat tersebut kerap dijadikan ajang judi togel.

"Setelah kami mendapatkan informasi bahwa SW sedang merekap nomor togel di warung tersebut, maka tim buser kami segera merapat dan melakukan penangkapan terhadap SW," kata Kompol Herru di Jakarta Barat, Jumat (29/7/2016).

Kompol Herru menambahkan dari hasil penangkapan dan penggeledahan terhadap pelaku, petugas menemukan uang sebesar Rp 259 ribu, kertas pasang nomor togel, dan tiga unit HP Nokia. Kini, pelaku dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Barat guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 303 KUHP dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Edarkan Ganja ke Sesama Pelajar, MM Ditangkap Polresta Depok

Jumat, 29 Juli 2016 13:09 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok menangkap pelajar yang kedapatan membawa ganja sebanyak 4 gram di Jalan Raya Simpangan, Depok, Kecamatan Cilodong, pada Kamis (28/7/2016) kemarin. Pelajar berinisial MM, 17 tahun, tersebut diduga menjadi kurir barang haram itu untuk sesama pelajar.

Kasat Narkoba Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana mengatakan MM telah diincar sejak lama oleh polisi. Warga melaporkan adanya transaksi narkoba di tempat penangkapan tersangka. "MM pengguna dan dijadikan kurir," kata Putu hari ini, Jumat, 29 Juli 2016.


Polisi menindaklanjuti informasi masyarakat bahwa di lokasi tersebut sering dijadikan tempat penyalahgunaan dan transaksi narkoba. Di lokasi, polisi melihat orang yang tingkah laku dan gerak-geriknya mencurigakan. 

"Saat didekati, orang tersebut berusaha kabur, lalu polisi menangkap dan menggeledahnya," ujar Kompol Putu. "Tersangka terbukti membawa ganja, dan kami gelandang ke Polresta Depok."

Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 sub-Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. "Hukuman penjara di atas 4 tahun," ucap Kompol Putu. Petugas masih menyelidiki asal ganja tersebut.

Polsek Metro Kembangan Tangkap pencopet Spesialis di Angkutan Umum

Jumat, 29 Juli 2016 12:58 WIB
PUSKOMINFO - Petugas kepolisian Polsek Metro Kembangan, Jakarta Barat menangkap pencopet yang biasa melakukan aksinya di angkutan umum. "Tersangka JR kami tangkap usai mencopet harta milik korban di dalam Kopaja," ujar Kapolsek Metro Kembangan, Kompol Aldo Ferdian,  Jumat (29/7/2016).

Kapolsek mengatakan tersangka yang berusia 27 tahun itu biasanya melancarkan aksinya sendirian di daerah Kembangan. Targetnya adalah mencopet dan merampas harta milik penumpang angkutan umum. 

Polisi menangkap JR karena mencopet ponsel milik remaja Kembangan bernama Bayu Bintoro, 15 tahun. Saat itu Bayu naik Kopaja P-16, jurusan Tanah Abang - Ciledug. Tersangka diam-diam mengambil ponsel Bayu dan melarikan diri.

Tapi upaya JR diketahui penumpang lain yang mengejarnya. Pada saat bersamaan, polisi dari Polsek Kembangan sedang berpatroli. Penumpang dan polisi kemudian meringkus tersangka.

Polisi juga mendapatkan sebilah pisau yang biasa digunakan tersangka untuk melakukan kejahatan. Polisi menjerat tersangka dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 363 KUHP.

Polres Metro Jakarta Utara Tangkap 7 Penjudi Bola PS di Warakas Tanjung Priok

Jumat, 29 Juli 2016 09:57 WIB
PUSKOMINFO - Tujuh warga diamankan petugas Polres Metro Jakarta Utara,  saat sedang asyik bermain judi bola mati (Kom Kom) di Jalan Warakas 4, Tanjung Priok Jakarta Utara, Jumat (29/7/2016) dinihari tadi. Dari lokasi petugas menyita barang bukti satu unit Play Station (PS) berikut Stik PS dan uang Rp 1.215.000.

Ketujuh penjudi tersebut adalah Sugeng, 31 tahun, Supriatna Kusnadi, 39 tahun, Meky Makawimbang, 39 tahun, Agus, 32 tahun, Sande Irawan, 49 tahun, Roy Tambunan, 43 tahun, dan Ari Wibowo, 33 tahun.

“Mereka diamankan di Mapolres Metro Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara. AKBP Yuldi Yusman.

Penangkapan tujuh penjudi PS itu setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa di teras rumah milik Sande Irawan, di Jalan Warakas 4 Gg 15 No.58, RT11/13, Warakas, Tanjung Priuk. Kemudian dilakukan penyidikan dan memang benar lalu dilakukan penggrebekan. Saat digerebek para penjudi berusaha kabur namun niatnya terhenti lantaran sudah dikepung petugas.

Polresta Bekasi Tangkap Dua Pembunuh Pria Mengapung di Kali Cilemahabang Cikarang

Jumat, 29 Juli 2016 08:49 WIB
PUSKOMINFO - Polresta Bekasi berhasil menangkap dua pembunuh Wawan Kurniawan, 19 tahun, yang mayatnya ditemukan mengambang di Kali Cilemahabang RT 01 RW 11, Cikarang Baru, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (22/7/2016) lalu.

Tersangka yang ditangkap ialah AA, 16 tahun, dan FS, 17 tahun. Keduanya ditangkap di rumahnya masing-masing pada Rabu (27/7/2016) malam. Petugas masih mengejar satu pelaku lagi yang menjadi otak pembunuhan.

"Kami masih mengejar otak pembunuhan terhadap juru parkir di ruko Roxi A," kata Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Awal Chairudin pada Kamis, 28 Juli 2016.

Hasil penyelidikan atas sejumlah saksi dan keluarga, polisi mengidentifikasi para pelaku. Awal menjelaskan, kedua pelaku sudah mengakui perbuatannya. Motifnya karena dendam pribadi.


Kapolres menjelaskan, pembunuhan itu dilatarbelakangi dendam. Sebab, korban pernah menjual mesin sepeda motor tersangka A secara diam-diam. Pelaku yang mencari keberadaan korban tak pernah menemukan.

Akhirnya pelaku memancing korban dengan akun palsu di Facebook. "Pelaku berpura-pura ingin menjual mesin sepeda motor," kata Kapolres. Menurut Kapolres, pancingan itu berhasil. Pelaku membawa temannya AA dan FS menemui korban di Kampung Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Rabu pekan lalu. 

Tanpa basa-basi, para pelaku lalu menghajar korban hingga babak belur. Belum puas, mereka mengikat korban dan mencekik. "Korban lalu dibuang ke kali," kata Kapolres. "Jenazahnya ditemukan Jumat pekan lalu." tambahnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bekasi, Kompol Ardi Rahananto, menambahkan, penyidik masih memburu tersangka lainnya, A karena saat didatangi di rumahnya telah melarikan diri. Meski begitu, Kompol Ardi mengaku telah mengetahui persembunyian tersangka. 

"Anggota sedang mengintai pelaku," kata dia.

Tersangka yang ditangkap diancam dengan pasal pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pembunuhan juncto Pasal 170 tentang pengeroyokan. Adapun, ancamannya hukuman penjara selama 10 tahun.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 29 Juli 2016

Jumat, 29 Juli 2016 08:37 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 29 Juli 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

28 Juli 2016

Curi Sepeda Motor di Apartemen Kelapa Gading, Pasutri Ditangkap Polisi

Curi Motor di Apartemen Kelapa Gading, Pasutri Ditangkap Polisi

Dari pengakuan sang suami, JMI, 27 ide pencurian itu datang dari istrinya JMS, 24 yang hamil 8 bulan

Kamis, 28 Juli 2016 15:52 WIB
PUSKOMINFO - Pasangan suami istri (pasutri) ditangkap Tim Resmob Polsek Kelapa Gading, setelah berkomplot mencuri sepeda motor di area parkir Tower A Apertemen WGP Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara.

Dari pengakuan sang suami, JMI, 27 tahun,  ide pencurian itu datang dari istrinya JMS, 24 tahun, yang hamil 8 bulan. “Ini ide istri saya, Pak. Baru pertama kali saya melakukan ini. Kepepet bayar hutang dan makan sehari-hari usaha saya bangkrut, Pak,” kata JMI, Kamis (28/7/2016).

Hasil penyelidikan, pasutri tersebut sebut baru melakukan perbuatannya sekali. Dan belum ditemukan indikasi keduanya masuk dalam jaringan pencurian sepeda motor.

“Terhadap istrinya belum kita tahan karena mengingat kondisinya yang hamil delapan bulan. Tapi statusnys tersangka dia wajib lapor,” kata Kapolsek Metro Kelapa Gading Kompol Argowiyono.

Pencurian sepeda motor itu terjadi, pada Jumat (10/6/2016) lalu, sekira pukul:20.21 WIB. Pasutri tersebut tinggal di Apertemen WGP lantaran dikejar rentenir penagih hutang, sehingga muncul niat sang istri mencuri sepeda motor.

Tanpa pikir panjang sang suami langsung mencari sasaran. Pasutri tersebut kemudian mempersiapkan kunci duplikat lalu mencari sasaran di basemen apertemen WGP Tower A. Sang suami lalu memasukkan kunci duplikat motor satu persatu kedalam kunci motor yang terparkir di basemen.

Dari sekian banyak sepeda motor, hanya motor Kawasaki X125D D 3567 SAG milik korban GJT yang bisa terbuka. Motor tersebut lalu dibawa kabur tersangka, sementara istrinya mengawasi dari jauh.

“Saat keluar membawa motor tersangka JMI menunjukkan karcis member palsu ke petugas pintu parkir. Sedangkan tersangka JMS menunjukkan kartu member asli karena mereka kost di Apertemen itu,” ucap Kapolsek.

Mendapat laporan, anggota Polsek Metro Kelapa Gading lalu melakukan penyelidikan. Ternyata aksi pasutri tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) apartemen akhirnya dapat diidentifikasi petugas. Keduanya juga dapat dikenali lantaran menghuni salah satu unit di apartemen tersebut. 

Tanpa perlawanan sang istri ditangkap didalam unit apertemennya.Sedangkangkan, sang suami sempat kabur dan berhasil ditangkap ditempat persembunyiannya di daerah Bekasi dan juga menyita sepeda motor hasil curian yang belum sempat terjual.

“Saya mengimbau agar penghuni apartemen mengantisipasi masalah pencurian dengan menambah kunci ganda pada kendaraannya,” tukasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman7 tahun penjara.

Pembunuh Pria Leher Tergorok di Kelapa Dua Dibekuk Saat Berkemas untuk Kabur

Pelaku penggorok leher temannya sendiri di Kelapa Dua Kabupaten Tangerang.  (imam)
Kamis, 28 Juli 2016 13:16 WIB
PUSKOMINFO - Hanya dalam waktu empat jam, pelaku pembunuhan laki-laki dengan leher tergorok dan hampir putus, ditemukan di pinggir Jalan Diklat Pemda, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, berhasil ditangkap.

Pelaku diketahui bernama Hardi Saputra, 20 tahun, warga Kabupaten Tanggamus, Lampung. Sedangkan korban bernama Nasman, antara korban dan pelaku adalah teman.

Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Zainal Ahzab mengatakan, Hardi ditangkap di kontrakannya saat sedang berkemas-kemas untuk pergi meninggalkan Tangerang.

Kapolsek menjelaskan awalnya korban bersama pelaku dan dua orang teman lainnya sedang mabuk di sebuah kuburan. Kemudian korban yang belakangan diketahui bernama Nasman meledek pelaku. "Karena tidak senang, pelaku menyimpan dendam," kata Kapolsek, Kamis (28/7/2016).

Setelah itu, kata Kapolsek, pelaku Hardi mengajak Nasman ke kontrakannya dengan alasan mengambil camilan. Namun, saat perjalanan kembali ke tempat mereka berkumpul untuk mabuk, ternyata pelaku langsung menghabisi nyawa korban dengan menggorok lehernya.

"Sesampainya di tempat mereka mabuk-mabuk, Hardi juga bertengkar dengan Dedi. Hardi juga menyabetkan pisau yang digunakan untuk membunuh Nasman kepada Dedi. Alhasil Dedi mengalami luka sabetan di kepala dan tangan," jelas Kompol Zainal Ahzab.

"Untuk sementara motifnya karena sakit hati terhadap korban. Kemudian pasal yang dikenakan adalah Pasal 338 tentang Pembunuhan," ucapnya.

Seorang Nenek 72 Tahun Ditemukan Tewas di Rumahnya di Pondok Aren, Diduga Korban Pembunuhan

Seorang Nenek Ditemukan Tewas di Rumahnya di Pondok Aren, Diduga Dibunuh
Kamis, 28 Juli 016 10;06 WIB
PUSKOMINFOSeorang nenek bernama Wagiya, 72 tahun ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya di Jalan Masjid Al Ikhlas, Kampung Lio, RT 02 RW 01, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis (28/7/2016) pagi. Nenek Wagiya tewas diduga akibat dibunuh.

"Pada Kamis (28/7/2016) pukul 03.00 WIB di Jl Masjid Al-Ikhkas Kampung Lion RT 02/01 Keluarahan Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan telah ditemukan orang meninggal di dalam rumah kamar diduga dibunuh," kata Kasubag Humas Polres Tangerang Selatan, AKP H Mansuri, dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (28/7/2016).

AKP Mansuri mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh cucu korban bernama Indra, 25 tahun. Saat itu, ia bersama dua temannya, Gaby Priska, 16 tahun dan Pandi Supriyanto, 23 tahun, masuk ke dalam rumah korban melalui pintu belakang yang memang sudah terbuka.

Beberapa saat kemudian, saksi Indra tak sengaja melihat ke arah kamar korban melalui bilik kamarnya. Ternyata tampak Wagiya dalam posisi telentang mengeluarkan darah dari hidung dan keningnya.

Mengetahui kejadian itu, kata AKP Mansuri, saksi Indra memberitahukannya kepada Gaby dan Pandi, selanjutnya dilaporkan pada warga sekitar. "Diduga korban tewas dibunuh. Petugas masih menyelidiki kasus ini," kata AKP Mansuri.

Hingga kini, pihak kepolisian masih meminta keterangan para saksi serta memasang garis polisi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polres Metro Jakarta Barat Musnahkan Narkoba Senilai 33 Miliar

Kamis, 28 Juli 2016 09:18 WIB
PUSKOMINFO - Polres Metro Jakarta Barat memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu, ganja dan pil psikotropika di halaman Mapolres Jakarta Barat Jalan S Parman No 31 Jakarta Barat, Rabu (27/7/2016).

Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Barat, AKBP M. Irsan mengatakan pemusnahan barang haram tersebut merupakan hasil pengungkapan dari bulan Juni sampai dengan Juli 2016 dari empat tersangka.

"Pengungkapan ini dari hasil penangkapan empat tersangka AH, GS, AR dan DP," kata AKBP Irsan.

AKBP Irsan menambahkan, dari penangkapan keempat pelaku tersebut polisi berhasil mengamankan sabu seberat 22 kilogram, ganja 1,2 kilogram dan pil psikotropika 1.660 butir. 

Keempat pelaku ditangkap pada waktu berbeda yakni AH pada 8 Juni 2016 dengan barang bukti 1.660 butir ekstasi ditangkap di kontrakannya Jalan Betet, Tambora, Jakarta Barat, GS ditangkap pada 22 Juni 2016 dengan barang bukti 22 kilogram sabu di kawasan Bekasi dan AR bersama kekasihnya DP ditangkap pada 3 Juli 2016 dengan barang bukti 1,2 kilogram ganja di Jalan Haji kelik, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

"Barang haram ini kalau dirupiahkan mencapai 33,2 Miliar dan dapat menyelamatkan 112.860 ribu jiwa," ungkap AKBP Irsan. 

Ketiga jenis narkoba tersebut di musnahkan dengan cara di blender dengan dicampur air accu dan dibakar.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UURI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.