19 Desember 2014

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tembak Tiga Pelaku Curanmor "Kelompok Indramayu"


Tiga Maling Mobil Yang Didor Polisi/Yahya
Tiga pelaku curanmor "Kelompok Indramayu" yang ditembak Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya
 
Jumat, 19 Desember 2014 15:47 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya terpaksa menembak tiga pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) dalam sebuah penyergapan di markas pelaku di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2014) malam. Tiga bulan beroperasi, kawanan bandit asal Indramayu, Jawa Barat ini sudah menggasak 12 mobil di sejumlah lokasi di Jakarta.
 
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Heru Pranoto mengatakan, ketiga pelaku yang dibekuk adalah Ade Noval, 29 tahun, Casnadi alias Walang, 39 tahun, dan otak komplotan yang juga seorang residivis, Anggoro alias Herman, 48 tahun.
 
Sementara tiga pelaku lain masih diburu petugas, mereka adalah Supriyanto, Alif dan Heru. 
 
“Modus pencurian yang dilakukan komplotan ini adalah menggunakan kunci palsu dengan memutus kabel alarm sebelumnya,” kata Kombes Pol Heru kepada wartawan, Jumat (19/12/2014).
 
Sementara Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Didik Sugiarto mengungkapkan aksi yang dilakoni Anggoro cs ini sudah berlangsung lebih dari tiga bulan. “Sejak September sampai Desember 2014, sudah 12 mobil yang dicuri,” kata AKBP Didik didampingi Kanit V AKP Handik Zusen. 
 
Pelaku menyasar mobil incaran di sejumlah lokasi di Jakarta. Terakhir dilakukan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Selasa (16/12/2014) lalu. Dikediaman Muhammad Arif, 48 tahun, pelaku membawa kabur Toyota Avanza milik korban. Atas kejadian itu, Muhammad Arif kemudian melapor ke Polda Metro Jaya.
 
Tim Opsnal Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKP Handik Zusen akhirnya berhasil melacak identitas dan keberadaan pelaku. 
 
“Mereka kita temukan di sebuah tempat di daerah Cempaka Putih, tiga pelaku terpaksa kita lumpuhkan kakinya dengan timah panas karena mencoba kabur,” kata AKP Handik. Ketiganya ambruk dengan luka tembak di salah satu kakinya masing-masing.

Lebih lanjut AKP Handik menjelaskan, dari pemeriksaan pelaku , kawanan ini mengaku sudah belasan kali mencuri. “Sasarannya adalah mobil jenis Avanza dan Innova,” tambah AKP Handik. Mobil hasil curian itu kemudian dijual pelaku kepada seorang penadah dengan harga ‘miring’ alias murah. “Untuk Avanza dijual Rp23 juta perunit, sementara jenis Innova hanya Rp32 juta,” katanya lagi.

Kebakaran di Tambora Tewaskan Ibu dan Anak

Jumat, 19 Desember 2014 10:34 WIB
PUSKOMINFO - Pemukiman padat penduduk di Jl Pangeran Tubagus Angke, RT 002 dan 016/ RW 01, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, terbakar Jumat (19/2/2014) dinihari. Akibat dari peristiwa kebakaran itu, dua orang menjadi korban. Ibu dan anaknya tewas karena tak dapat menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.

"Dari kebakaran tadi ada yang meninggal 2 orang, namanya Bu Yati, berusia 45 tahun, dan anaknya Teguh, umur 5 tahun," kata seorang petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Sudin Damkar dan PB) Jakarta Barat, Kardi kepada wartawan.

Menurut Kardi, Yati dan anaknya tak bisa menyelamatkan diri saat api membakar rumah mereka. Ibu dan anak itu terjebak di kamar tidur.

"Mereka terjebak di kamar tidur, jadi tidak bisa lari," jelas Kardi.

Kebakaran yang terjadi sejak pukul 03:30 WIB itu berhasil dipadamkan setelah Sudin Damkar Jakarta Barat setelah menerjunkan 22 unit mobil pemadam kebakaran. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik di salah satu rumah.

Dua Pengusaha Nabire Ditipu Pria Kongo dengan Dolar Palsu


Foto- Sanoh Mussa, WN Kongo,Afrika, tersangka pelaku pembuat dolar palsu dibekuk polisi.(silaen)
Sanoh Mussa, WN Kongo,Afrika, tersangka pelaku pembuat dolar palsu dibekuk Polres Metro Jakarta Pusat

Jumat, 19 Desember 2014 09:52 WIB
PUSKOMINFO - Diiming-iming dapat untung gede, dua pengusaha kakak beradik ditipu di satu Hotel berbintang di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2014) malam.

“Beruntung pelaku berhasil dibekuk berkat korban cepat melapor,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

Tersangka Sanoh Mussa,36 tahun, WN Kongo, Afrika, ini merupakan pelaku penipuan menggunakan uang dolar US palsu di Jakarta, dan dari tangan pria yang memiliki paspor wisata itu juga disita pecahan 100 dolar Amerika sebanyak 109 lembar berikut alunium foile, uang Rp25 juta berikut bedak dan bukti penarikan Rp42 juta milik korban yang diserahkan pada si pelaku.

Kini korban Eliancher Uti,37 tahun, dan Elius Gobay,40 tahun, pengusaha asal Nabire, Papua, masih terus dimintai keterangan di Mapolres Metro Jakarta Pusat. “Bisa aja diduga pelaku yang ketangkap itu penjahat pembuat dolar upal yang punya jaringan,”tegas Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hendro Pandowo.

Keterangan yang dihimpun dari petugas Resmob Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Mustakim, yang menangani kasus ini menuturkan, pada Senin 22 September lalu, mereka berkenalan di salah satu kafe di Jl Jaksa, Menteng, dan dari awal pertemuan itu pelaku asal Kongo,Afrika, ini mengajak bisnis pada si korban si pengusaha asal Nabire.

“Pelaku menawarkan bisnis dengan menyimpan uang Rp600 juta, dalam waktu singkat uang cepat bertambah jadi Rp1 miliar, karena tertarik dengan iming-iming, korban jadi tertarik,”papar AKP Mustakim, menirukan perkataan korban.

Karena tertarik, kemudian korban mendatangi saudara sepupunya Elius Gobay, yang tinggal di satu hotel di kawasan Cikini. Mereka berdua akhirnya sepakat untuk berkerja sama dalam hal bisnis. Kemudian korban kembali menghubungi si pria pelaku itu dan akhirnya mereka berjanji untuk bertemu di hotel di kawasan Gunung Sahari.

Uang yang diserahkan korban dua kali transaksi pertama diserahkan pada pelaku Rp550 juta, dan sisanya kembali diserahkan Sabtu (13/12/2014) kemarin sebesar Rp50 juta lagi, hingga total Rp600 juta, sudah diserahkan pada pria penipu itu.

Begitu menerima uang sudah diterima si pelaku kemudian tersangka Sanoh Mussa, menyerahkan uang pecahan 100 dolar Amerika sebanyak 109 lembar kepada dua bersaudara ini.

Namun betapa kagetnya ke dua pria bersaudara ini saat memeriksa uang dolar itu ke money charger di kawasan Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, ternyata uang dolar pecahan 100 dolar US sebanyak 109 lembar, ternyata palsu.

Sadar menjadi korban penipuan, kedua saudara sepupu itu segera melapor ke polisi. Dan berkat korban cepat melapor, pelaku Sanoh Mussa, asal Kongo, Afrika, berhasil dibekuk dari penginapan di Rusunami eks Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat, sekira pukul 20:00 WIB, berikut alat bukti yang ia gunakan.

Gara-gara Knalpot Bising, Kakak Beradik Dikeroyok Tukang Cukur di Sukmajaya

Jumat, 19 Desember 2014 08:11 WIB
PUSKOMINFO - Sekelompok pemuda di Depok, Jawa Barat, diduga menganiaya kakak beradik hingga babak belur. Korban terbaring lemah di rumah sakit akibat dihantam balok dan ditusuk gunting. Enam pelaku berhasil ditangkap petugas Polsek Sukmajaya tiga jam setelah kejadian.

Kapolsek Sukmajaya, Kompol Agus Widodo, mengungkapkan, aksi pengeroyokan itu terjadi di depan Studio Alam TVRI, Jalan Raden Saleh, Sukmajaya, Depok, pada Kamis (18/12/2014).

Kejadian ini bermula ketika dua korbannya, Dahglih Prasta, 21 tahun dan sang adik Rivaldi Hadi, 16 tahun, tengah mengendarai sepeda motor saling berboncengan melintas di depan tongkrongan para pelaku.

"Dugaan sementara hanya karena saling tatap. Namun, menurut keterangan pelaku, korban sempat mengumpat dengan bahasa kasar sambil geber motor. Ini yang memancing kemarahan mereka hingga akhirnya mengejar dua korbannya," jelas Kapolsek.

Lantaran tak sebanding, kedua korbannya pun babak belur. Aksi brutal ini baru berhenti setelah ada warga yang melihat. Mendapati korbannya bersimbah darah, para pelaku kabur.

"Korbannya mengalami luka cukup serius. Korban Dahglih Prasta mengalami luka di bagian tangan kiri sobek, kepala memar dan benjol. Rivaldi Hadi mengalami luka robek di kaki bagian kiri. Luka robek ini akibat pukulan balok dan sabetan gunting pelaku," kata Kapolsek.

Setelah mendapati adanya laporan pengeroyokan, polisi pun langsung mendatangi korban yang tengah terbaring lemah di RS Sentra Medika. Berbekal keterangan korban, unit Serse Polsek Sukmajaya di bawah pimpinan langsung Kapolsek langsung melakukan pengejaran.

Hasilnya, tidak sampai tiga jam, enam terduga pelaku pengeroyokan telah berhasil dicokok dari tempat persembunyiannya. Belakangan diketahui, rata-rata pelaku berprofesi sebagai tukang cukur asal Garut.

Mereka yang diamankan berinisial BI, 31 tahun, E, 26 tahun, F, 21 tahun, YN, 20 tahun, HBI, 21 tahun, dan S, 19 tahun. Keenam pemuda ini dijerat dengan ancaman pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

"Selain mengamankan para pelaku, kami juga menyita alat bukti dugaan pengeroyokan yakni balok dan gunting. Tak heran jika mereka membawa gunting karena memang profesi para pelaku rata-rata adalah tukang cukur," kata Kapolsek.

"Mereka kami amankan tak lebih dari tiga jam setelah kejadian. Terkait kasus ini, kami akan melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengetahui motif sesungguhnya," ujar Agus.

Terhimpit Ekonomi, Nenek di Johar Baru Berjualan Narkoba

Jumat, 19 Desember 2014 07:50 WIB
PUSKOMINFO - Seorang nenek, AMN, 85 tahun, warga di Gang M Ali, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat dibekuk polisi lantaran memiliki narkoba jenis sabu seberat 0,55 gram di rumahnya, Rabu (17/12/2014) sore. Menurut keterangan pelaku, nenek ini terpaksa menjadi pengecer sabu lantaran terhimpit ekonomi.

"Menurut pengakuan pelaku ini, himpitan ekonomi lah yang membuat jadi penjual sabu. Memang, AMN tinggal sendirian di rumah petaknya 4x4 meter persegi luasnya," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Robert Sitinjak, saat dikonfirmasi wartawan.

Pelaku bisa ditangkap langsung oleh jajaran Polres Metro Jakarta Pusat berkat adanya laporan warga. "Jadi ada beberapa warga langsung datang ke Polres mengadukan ada peredaran narkoba di wilayahnya," jelasnya.

Dari rumah tersangka, selain menyita barang bukti berupa sabu seberat 0,55 gram, polisi juga menyita uang sebesar Rp 200.000 diduga uang hasil penjualan. Sedangkan pemilik asli barang haram tersebut masih dalam pengejaran kepolisian.

"Dugaan uang tersebut merupakan sisa hasil penjualan. Sedangkan pemilik barang diketahui bernama Husen yang juga tetangga dengan AMN. Husen masih buron dan dalam pengejaran kami. Sampai saat ini, AMN kami tahan dan dimintai keterangan lebih lanjut," tuturnya.

Polsek Metro Tanjung Duren Tangkap 3 Pengangguran Jadi Pengedar Ganja


Tak Kunjung Dapat Pekerjaan, Saputra Jualan Ganja
Polsek Metro Tanjung Duren menangkap tiga pengedar ganja, Kamis (18/12/2014) 

Jumat, 19 Desember 2014 07:36 WIB
PUSKOMINFO - Saputra Wijaya (18) pemuda pengangguran yang hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) ditangkap petugas Polsek Metro Tanjung Duren lantaran berjualan ganja, Rabu (17/12/2014).

Pria tersebut mengaku sudah sebulan menjadi pengedar ganja lantaran tak kunjung juga ada panggilan kerja dari perusahaan yang sudah dilamarnya.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Metro Tanjung Duren, AKP Maryadhi ditangkapnya tersangka diawali dari penangkapan dua pelanggannya yang bernama Imam Saputra, 19 tahun dan Ari, 19 tahun, keduanya warga Kebon Pisang Jelambar. Kedua pelanggan tersebut selalu membeli kepada tersangka dengan patungan.

"Jadi kami amankan pembelinya dahulu, setelah kami periksa ternyata dia beli sama Saputra Wijaya warga Wijaya Kusuma, kami amankan lah dia," ujar AKP Maryadhi di Polsek Metro Tanjung Duren.

Setelah diselidiki lagi ternyata Saputra ini membeli lagi ke bandar yang lebih besar yakni bernama Erik, 30 tahun. Hanya saja saat digerebek ke rumahnya, pelaku bernama Erik sedang tak berada di lokasi.

"Kami sambangi Erik bandar besarnya ternyata enggak ada di rumah, ternyata pas digeledah ditemukan ganja seberat 2 kg di lemari rumah Erik. Erik sedang kami buru sekarang," kata AKP Maryadhi.

Ternyata ketiga pelaku ini memang pelanggan setia dari Erik. Mereka membeli paket hemat seharga Rp 10.000- Rp 25.000 per paketnya. Ketiganya membeli juga patungan karena memang tak bekerja.

"Ketiga pelaku yang ditangkap ini pengangguran, katanya nyambi juga sekali-kali jadi tukang parkir di setiap pertigaan," kata Maryadhi.

Tiga Perampok Nasabah Bank Ditembak, 1 Tewas

Jumat, 19 Desember 2014 07:25 WIB
PUSKOMINFO - Tiga tersangka perampok nasabah bank dibedil petugas Polsek Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (18/12/2014). Satu di antaranya tewas, sedangkan dua orang lainnya pincang lantaran kena timah panas.

Ketiga tersangka bernama Andi Jaya, 28 tahun, asal Palembang, Ricky Amir, 35 tahun, asal Bambu Apus, Jakarta Timur. Sedangkan Ibrahim Bayhaki, 40 tahun, ditembak mati lantaran melawan dengan senjata rakitan.

Menurut Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Irfing Jaya, komplotan ini sering melakukan perampokan terhadap nasabah bank dengan modus kempis ban dan pecah kaca. Mereka diringkus di kawasan Cilangkap, Jakarta timur.

Ketiga tersangka terakhir beraksi 15 Desember lalu, sekira pukul  11:00 WIB di Jembatan Green Cove, Kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel.

Adapun korbannya adalah Decky Andreya Harsyah, 40 tahun, warga Petamburan Jakarta Pusat. Korban menderita kerugian uang Rp200 juta.

Korban saat itu usai mengambil uang di bank bersama istrinya. Ketika dalam perjalanan, ban mobilnya kempis.

"Pada saat korban berhenti memeriksa ban yang kempis, tersangka merampas uang di tas istrinya," terang Kapolres.

Petugas juga mendapati sebuah senjata api dorlok milik tersangka berikut tujuh butir peluru kaliber 38. "Golok, motor yang dipakai beraksi, paku rangka payung, handphone dan uang Rp2,7 juta," tuturnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 19 Desember 2014

sim.jpg















Jumat, 19 Desember 2014  07:16 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi mobil SIM & STNK keliling di wilayah DKI Jakarta, Jumat, 19 Desember 2014  terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM   : Kantor Pos Pasar Baru
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM    : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM     : TMP Kalibata
STNK  : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM    : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM  : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

- Jam Operasional: 08:00 s/d 13:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

18 Desember 2014

Kakek Bachit Tewas Saat Bersepeda di Kebayoran Baru


BREAKING NEWS: Kakek Bachit Tewas Saat Bersepeda 
Kakek tewas saat bersepeda di Jalan Woltermonginsidi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2014) 

Kamis, 18 Desember 2014 11:29 WIB
PUSKOMINFO - Seorang kakek ditemukan tewas saat mengayuh sepeda di Jalan Woltermonginsidi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2014) pagi.

Menurut beberapa warga, korban yang diketahui bernama Bachit T ini mengayuh sepeda dari Jalan Wijaya 2, menuju Tendean, Jakarta Selatan. Namun sampai di perempatan Jalan Suryo dan Tendean, korban terjatuh.

"Saat disamperi, oleh polisi dan warga, ternyata meninggal," ujar Toni, salah satu saksi. Korban menggunakan kemeja putih, celana hitam, dan sepatu pantofel.

Warga Jalan Bangka VIII Rt 14/2 Pela Mampang, Mampangprapatan, Jakarta Selatan, itu mengayuh sepeda warna hijau. Hingga saat ini korban masih tergeletak di jalan dengan ditutupi koran, menunggu petugas identifikasi dari Polres Metro Jakarta Selatan.

Suami-Istri Pembantu Rumah Tangga Gasak Harta Majikan Rp300 Juta Dibekuk Polsek Metro Duren Sawit

Kamis, 18 Desember 2014 10:58 WIB
PUSKOMINFO - Josh Lim (32) dan Sri Sumiyati (30) pasangan suami istri yang bekerja sebagai pembatu rumah tangga (PRT) ini dibekuk petugas Polsek Metro Duren Sawit. Keduanya diringkus karena menggasak harta benda milik majikannya senilai Rp300 juta.

"Setelah kita buru lebih dari satu bulan, kedua tersangka kita tangkap di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Duren Sawit, AKP Chalid Thayib, Rabu (17/12/2014).

AKP Chalid menerangkan, keduanya membawa kabur harta benda milik Darwin
Darwin Situmorang, 48  tahun, senilai lebih dari Rp 300 juta di rumahnya, Jalan Rawa Jaya 3 RT 01/04, Pondokkopi, Durensawit, Jakarta Timur. Barang yang dibawa kabur berupa perhiasan emas, berlian, dua jam tangan, uang tunai Rp15 juta, 2.000 dolar Amerika, dua BPKB mobil, empat BPKB motor.

"Suami istri ini baru lima bulan bekerja di rumah korban. Saat rumah majikan dalam keadaan sepi keduanya membawa kabur harta benda tersebut," terangnya.

Berdasar keterangan pelaku, mereka tergiur memiliki harta benda milik majikannya
karena terdesak kebutuhan keluarganya.

"Saya sebenarnya nggak niat buat nyuri. Cuma saya khilaf ngeliat hartanya banyak. Saya juga lagi butuh buat keluarga saya," kilah Joslim, yang mengenakan baju tahanan biru dan celana pendek, dengan tangan terborgol.

Menurut Joslim, ia melamar pekerjaan sebagai PRT di rumah korban, Darwin, bersama sang istri.
Ia melihat lowongan pekerjaan tersebut dari sebuah koran.

"Saya dan istri saya diterima kerja jadi pembantu di rumahnya. Istri saya bagian bersih-bersih dan masak. Kalau saya nganter anak-anak pak Darwin. Ada tiga anaknya. Saya juga bertugas bersihkan kebun," katanya.

Namun, selama lima bulan bekerja, ia justru mengintai beberapa harta benda yang disimpan oleh korban.
Terlebih, rumah korban tersebut, kerap ditinggal pergi pemiliknya.

"Pas semua orang rumah pergi liburan, saya langsung masuk ke kamarnya pak Darwin. Saya dobrak, lalu saya cari di lemari. Saya dapat uang, uang dollar Amerika, emas kalung, cincing, berlian, dan BPKB mobil sama motor. Saya bawa semua," katanya.

Setelah melakukan aksi tersebut, ia pun langsung mengajak sang istri. Dengan menggunakan motor Yamaha Mio B 3381 TSU. Pasangan suami istri tersebut, melarikan diri dengan memarkirkan motor yang telah dicurinya di sebuah supermarket. Kemudian mereka pergi menggunakan mobil sewaannya ke kampung halamannya di Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Selama perjalanan, saya selalu mampir ke toko-toko emas di pasar dan money changer buat saya jual," katanya.

Namun, uang yang berhasil didapatnya baru sebanyak Rp 20 juta. Mereka pun langsung bersembunyi di Banjarnegara.

Tak sampai satu bulan mereka tinggal di Banjarnegara, tempat persembunyiannya tersebut langsung tercium polisi.

"Saya dikasih tahu, mertua saya yang tinggal di Banjarnegara juga, katanya ada polisi yang nyari saya. Saya langsung kabur. Istri saya tetap tinggal," katanya.

Josh Lim melarikan diri ke daerah Kebonjeruk, Jakarta Barat. Ia menyewa sebuah kosan. Berbekal dengan uang hasil curiannya.

"Tapi nggak sampai satu minggu, tahu-tahu saya tertangkap. Saya langsung dibawa ke sini. Saya akui, ini perbuatan saya," katanya.