01 Oktober 2016

Dua Perampok Bawa Kabur Uang Rp33 Juta dari Alfamart di Cikarang Utara

Sabtu, 1 Oktober 2016 12:30 WIB
PUSKOMINFO - Dua kawanan perampok bersenjata celurit, menyatroni minimarket  Alfamart, di Perum Graha Asri, Jalan Citanduy Raya No. 9 RT 01/09 Desa Simpangan, Cikarang Utara, Sabtu (1/10/2016) dinihari tadi. Selain membawa uang hasil penjualan sepekan, kawanan pelaku juga menganiaya karyawan toko.
Yana Mulyana, 20 tahun, karyawan toko. Warga Ciamis ini luka di wajah dan kepala, akibat jambakan pelaku. 
“Polisi sudah meminta keterangan saksi dan korban,” ujar Iptu Endang L, Kasubbag Humas Polrestro Bekasi Kabupaten.
Keterangan saksi Rizki, 22 tahun, rekan korban,  sekira pukul 04.00 WIB, dirinya bersama Yana,  sedang bekerja sebagai karyawan Toko  Alfamart. Saat berjaga di minimarket buka 14 jam ini,  tiba-tiba datang dua orang masuk ke dalam toko, satu orang berada di pintu masuk dan membawa sebilah celurit.
Namun, satu orang yang ternyata penjahat ini langsung menghampiri Yana, “Dia menjambak rambut Yana, mau dibunuh kalau melawan,” jelas Rizki, kepada petugas.
Sambil  tetap di jambak, dia dibawa ke arah kasir dan pelaku meminta kunci kasir. “Karena kunci ada di saya, makanya pelaku dan korban ke atas,” lanjut Rizki.
Di bawah ancaman, Rizki diminta memberikan kunci brankas. Kedua pelaku ini pun masih tetap menjambak dan memukuli Yana, karena Rizki lambat memberi kunci.
Setelah mendapatkan apa yang dicari, kedua pelaku meminta Rizki membuka brankas dan pelaku mengambil uang hasil penjualan sepekan Rp 30 juta. Kurang puas dengan hasilnya pelaku turun kembali dan mengambil uang di laci kasir sebesar Rp 3 juta dan beberapa rokok dengan berbagai merk.
Usai beraksi, kedua korban dtitinggalkan dan kedua pelaku  keluar dari Alfamart  dan  kearah kanan lalu pergi   menggunakan sepeda motor jenis matic .

Polsek Metro Kelapa Gading Bekuk Pelaku Penggelapan Uang Perusahaan, Modus Service Mobil

Sabtu, 1 Oktober 2016 11:59 WIB
PUSKOMINFO - Dedy, 28 tahun, pelaku penggelapan uang senilai Rp30 juta milik PT Kuarta Powerindo Perkasa yang berlokasi di Jalan Bukit Gading Raya Blok I Nomor 16 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, dibekuk anggota Polsek Metro Kelapa Gading.
Kapolsek Metro Kelapa Gading Kompol Argo Wiyono mengatakan, kasus ini diusut ketika pimpinan PT Kuarta Powerindo Perkasa melaporkan ada seorang karyawan bernama Dedy, 28 tahun, yang melakukan penggelapan uang perusahaan sebesar Rp30 juta. Setelah mendapat laporan, pihak kepolisian langsung menangkap pelaku.
"Kami berhasil menangkap pelaku bernama Dedy yang telah melakukan penggelapan uang di perusahaannya. Pelaku sendiri melakukan penggelapan uang hingga puluhan juta dengan modus setiap bulan melakukan servis kendaraan perusahaannya ke bengkel. Tapi, pelaku tidak pernah melakukan servis kendaraan perusahaan itu ke bengkel," ujar Kapolsek, Sabtu (1/10/2016).
Kapolsek menambahkan, perusahaan curiga kepada pelaku karena kendaraan perusahaan rusak padahal setiap bulannya diservis oleh pelaku. Pemilik perusahaan pun melapor ke pihak kepolisian dan langsung mengamankan pelaku.
"Pelaku sudah diamankan dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami juga mengamankan barang bukti penggelapan uang perusahaan oleh pelaku seperti dua lembar print out laporan buku bank dari PT Powerindo, satu lembar print out buku bank PT Solid Energi Internasional, dan empat lembar print out rekening giro dengan total kerugian Rp30 juta," pungkasnya.

30 September 2016

Polres Metro Jakarta Utara Tangkap Anggota Dishub Jakarta UtaraJadi Pelaku Begal di JPO Yos Sudarso



Jumat, 30 September 2016 22:44 WIB
PUSKOMINFO - Seorang anggota Suku Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Utara, Kuswanto ditangkap aparat Satuan Reskrim Polres Jakarta Utara karena terlibat aksi begal sadis. Pelaku bersama kawannya, Andi Ari biasa membegal pejalan kaki di jembatan penyeberangan orang (JPO) di sekitar Jl Yos Sudarso, Jakut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Yuldi Yuswan mengatakan, pelaku terbilang sadis karena tidak segan-segan melukai bahkan menghilangkan nyawa korbannya.

"Sejauh ini sudah ada enam korban. Bahkan salah satu korban bernama Dirham meninggal dunia akibat dibacok di bagian kepalanya, setelah dirampas barangnya di Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara," ujar AKBP Yuldi dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (30/9/2016).

AKBP Yuldi mengatakan, Kuswanto sebelumnya merupakan anggota Satpol PP Jakut yang berdinas sejak 200-2014. "Menurut pengakuaannnya, ia dipindah dari Satpol PP ke petugas Dishub karena dikenal pemalas dan rajin bolos kerja," imbuhnya.

AKBP Yuldi mengungkap, tersangka melancarkan operasinya pada malam hari. Sasarannya adalah perempuan yang berjalan kaki di sekitar Jl Yos Sudarso.

"Tetapi pada saat itu, para pelaku mendapatkan korban laki-laki. Kebetulan korban

Tersangka melakukan aksinya bersama temannya, Andi Ari. Andi Ari ini diketahui bekerja sebagai wartawan.

"Pelaku Andi Ari ini memiliki senjata berupa pisau komando. Pisau komando tersebut digunakan untuk melukai korban salah satunya yang meninggal itu," sambungnya.
Polisi terpaksa menembak kaki tersangka Andi karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Penayangan Video Porno di Videotron

Jumat, 30 September 2016 22:16 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Subdit Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya menangkap pelaku yang menayangkan video porno di videotron di kawasan Jalan Prapanca, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2016).
Kasubdit Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto membenarkan penangkapan pelaku penayangan video mesum itu.
Saat ini, pelaku sedang dalam perjalan menuju kantor Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
"Lagi dijemput anggota," ujar AKBP Budi saat dikonfirmasi, Jumat (30/9/2016).
Sampai saat ini, identitas pelaku belum diketahui.
Aparat kepolisian sedang mempersiapkan untuk mengungkap kasus tersebut.
Warga Jalan Prapanca, Jakarta Selatan, digegerkan videotron memutarkan potongan adegan video porno, pada Jumat (30/9/2016).
Berdasarkan video yang diterima, ada adegan porno seorang perempuan sedang melakukan adegan oral seks.
Video itu terputar di sebuah browser komputer. Saat video diputar, sejumlah orang terlihat berkerumun di bawah videotron untuk menyaksikan video porno itu. Tak hanya pejalan kaki, sejumlah pengendara sepeda motor tertarik menengok adegan tak senonoh itu.

Sedang Makan Nasi Goreng, Pemuda Ini Dibacok Perampok

Dua Pelaku Berhasil Diringkus Polsek Cikarang Utara

Jumat, 30 September 2016 18:16 WIB
PUSKOMINFO - Nasib apes dialami oleh AM, 18 tahun. Pemuda itu mendadak dibacok oleh perampok ketika sedang menyantap nasi goreng di Kampung Rawa Lintah RT 01 RW 01, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (29/9/2016) malam. Selain luka bacok di kepala dan leher, korban harus kehilangan sebuah telepon selular.

Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Awal Chairudin, mengatakan peristiwa itu bermula ketika korban bersama temannya B, 19 tahun, sedang makan nasi goreng di pinggir jalan. "Tiba-tiba datang dua orang tak dikenal," kata Kapolres, Jumat (30/9/20160.


Menurut Kapolres, seorang pelaku meminta korban menyerahkan harta yang dibawa. Namun AM justru berusaha mempertahankan telepon selular jenis Blackberry Z10 miliknya. Pelaku marah dan mengeluarkan sebilah celurit dan membacok korban.

Akibatnya, korban mengalami luka bacok di kepala dan leher. Pelaku kemudian melarikan diri dengan sepeda motor. Sementara, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh temannya. "Kami masih melakukan penyelidikan," kata Kapolres.

Polisi menangkap pelaku beberapa jam kemduian. Mereka adalah FKH dan HY. Hasil penggeledahan ditemukan barang bukti hasil kejahatan berupa telepon selular jenis Blackberry Z10. Pelaku digelandang ke Markas Polsek Cikarang Utara. "Pelaku terdeteksi dari ponsel korban," kata Kapolres.

Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Puji Hardi, mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku juga baru saja merampas sebuah telepon selular milik penduduk di Jalan Gatot Subroto, Desa Karangasih, Cikarang Utara. "Tapi, korban tak sampai dilukai," ujar Kapolsek.

Dari kasus itu, kata Kapolsek, pihaknya menyita barang bukti berupa dua bilah celurit, telepon selular Blackberry Z10 milik korban dan ponsel merk Advance pelaku. Polisi masih mengembanngkan kasus tersebut, tak menutup kemungkinan ada kelompok lain spesialis perampas telepon selular.

Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka mendekam di sel tahanan Polsek Cikarang Utara. Dijerat dengan pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang perampokan, ancamannya hukuman penjara di atas lima tahun.

Polsek Bekasi Timur Jaring Puluhan Pengamen

Sebanyak 25 pengamen yang terjaring Polsek Bekasi Timur diberikan bimbingan, Kamis (29/9/2016)
Jumat, 30 September 2016 15:54 WIB
PUSKOMINFO - Demi memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat, Kepolisian Sektor (Polsek) Bekasi Timur mengamankan 25 orang pengamen dari berbagai tempat yang ada di wilayah hukum Polsek Bekasi Timur, Kamis (29/09/2016) kemarin.
Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Susgarwanto menjelaskan bahwa, kegiatan dilaksanakan dalam rangka operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dari tindak premanisme di wilayah Bekasi Timur. Tujuannya adalah memberikan keamanan, dan kenyamanan kepada masyarakat.
“Giat dilaksanakan dimulai pada pukul 13.30 – 15.30WIB dimulai dari Terminal induk Bekasi, Bulak Kapal, depan pusat perbelenjaan BTC dan Tol Bekasi Timur. Hasil Cipkon, anggota mengamankan 25 orang pengamen,” jelasnya
Kompol Susgarwanto melanjutkaan giat Cipkon dilaksanakan menindaklanjuti atas aduan masyarakat terkait banyaknya pengamen yang meminta uang dengan cara memaksa. Karena sudah meresahkkan kata dia, dilakukan penindakan.
“Iya ini kita lakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat yang mengeluhkan banyaknya pengamen yang meminta uang dengan cara paksa, di sekitar Jalan tersebut,makanya kita tindak langsung,” bebernya.
Lebih lanjut Kapolsek mengatakan dalam operasi tersebut terdapat satu orang punk yang masih berusia dibawah umur.
“Tadi memang ada anak punk yang berusia 14 tahun kita amankan, dan nantinya dia akan kita panggil orang tuanya. Untuk yang lain juga kita akan buat suart peringatan, jika melakukan lagi melakukan pemaksaan, kita akan tindak tegas,” tandas Kapolsek.

Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Sita Ribuan Sepatu Nike Palsu Buatan China di Penjaringan

Polda Metro Sita Ribuan Sepatu Nike Palsu Buatan China di Penjaringan/ IST

Jumat, 30 September 2016 15:32 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Sub Direktorat Industri dan Perdagangan (Subdit Indag) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyita ribuan pasang sepatu Nike palsu. Sepatu Nike palsu tersebut diimpor dari Guangzhou, China.

Kepala Sub Direktorat Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Iman Setiawan mengatakan, pihaknya menindak perdagangan ilegal sepatu merek Nike tersebut setelah menerima pengaduan dari pemegang lisensi, pada tanggal 21 September 2016.

"Kami tindaklanjuti dengan melakukan penggeledahan pada tanggal 1 Desember di gudang di Penjaringan, Jakarta Utara dan disita 4.499 pasang sepatu Nike yang diduga palsu, yang diproduksi dan didagangkan tanpa izin pemegang lisensi atau prinsipal pemegang merek Nike," jelas AKBP Iman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Selain menyita 4.499 pasang sepatu di gudang, polisi juga menyita 2 mobil box berisi sepatu Nike palsu. Sepatu tersebut dikirim dari Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah dan didistribusikan ke Jakarta.

"Barang Nike palsu ini diimpor dari Guangzhou, China melalui Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang kemudian didistribusikan ke sejumlah toko di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat," lanjut dia.

"Kita ketahui dari pemeriksaan para pemilik toko, omsetnya mencapai Rp 100-150 juta. Untuk selisih harga Nike palsu dan asli ini berkisar antara Rp 300-400 ribu," tambahnya.

AKBP Iman mengatakan, ada perbedaan antara sepatu Nike asli dan palsu yakni pada barcode. "Di mana sepatu Nike asli tidak memiliki barcode. Dan kalau dilihat secara kasat mata juga jelas perbedaannya, kelihatan tidak rapi kalau yang palsu," ungkapnya.

Dalam kasus ini, empat orang ditetapkan sebagai tersangka yakni RK (importir), DI (distributor), serta pemilik toko berinisial FI dan GT. Tersangka RK sudah 6 bulan melakukan impor Nike palsu ini.

Atas kasus ini, keempatnya dijerat dengan Pasal 90, 91 dan 94 Undang-Undang RI No 15 Tahun 2001 tengang Merek dengan ancaman pidana kurungan paling lama 5 tahun dan atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Lebih lanjut AKBP Iman mengatakan, upaya penindakan tersebut dilakukan sebagai wujud kehadiran Negara dalam melindungi pelaku usaha selaku pemegang merek atau lisensi yang telah terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Inelektual (HAKI).

Yudi Ditemukan Tewas Usai Minum Obat Maag

Jumat, 30 September 2016 15;24 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pria bernama Yudi Miolo S, 46 tahun, tewas usai mengkonsumsi obat maag.

Dari informasi yang dihimpun, ia awalnya mengeluh sakit perut usai mengantarkan makanan pada pelanggan bersama rekan kerjanya di cafe dan resto G2M, Ruko Frankfurt Paramount Gading Serpong B.05, Kelapa Dua, Tangerang.

Istri korban, Maria Pangemanan, 50 tahun, kemudian memberikan obat maag kepada suaminya tersebut.

Usai diminum, bukannya sembuh, korban malah terlihat gelisah, dan sedikit mengalami kejang-kejang, hingga akhirnya meninggal dunia.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri menuturkan, sebelum tewas korban juga sempat muntah-muntah akibat mengkonsumsi obat maag tersebut.

"Menurut istrinya, korban memiliki riwayat penyakit darah tinggi, kolesterol dan asam lambung. Kami menduga, ada kaitan dengan meninggalnya korban saat itu," kata AKP Mansuri, Jumat (30/9/2016).

Untuk penyelidikan lebih lanjut, warga Jalan Arjuna, Pamulang itu selanjutnya di bawa ke rumah sakit untuk menjalani visum.

Rampas HP Pejalan Kaki, Dua Pemuda Nyaris Tewas Diamuk Massa di Senen

Jumat, 30 September 2016 15:16 WIB
PUSKOMINFO - Dua pemuda bernama Rizaldi Gunawan, 18 tahun dan Dhamar Agung S, 19 tahun nyaris tewas akibat diamuk massa di Jl. Kepu Selatan, Senen, Jakarta Pusat. Sepeda motor yang ditunggangi dua pria pengangguran ini terjungkal usai merampas handphone pejalan kaki di tempat kejadian perkara.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno mengatakan kejadian tersebut bermula dari korban Eron Rizky sedang berjalan kaki di sekitar TKP.

Kemudian datang Rizaldi dan Agung saling berboncengan dengan sebuah sepeda motor menghampiri korban. Kemudian duo sekawan ini berpura-pura menanyai alamat. Saat korban lengah Agung langsung merampas telepon genggam yang sedang dipegang Eron lalu kabur.

"Kemudian korban berteriak maling-maling, lalu dikejar warga. Sehingga sepeda motor pelaku terjatuh dan pelaku Rizaldi berhasil ditangkap sedangkan Agung lolos," tutur Kompol Suyatno, Jumat (30/9/2016).

Kompol Suyatno menambahkan, dihadapan petugas pelaku mengaku nekat melakukan aksi pencurian agar uang dari hasil penjualan handphone rampasan itu dapat digunakan untuk membayar sewa playstation.

"Meski sempat kabur Agung akhirnya berhasil ditangkap petugas di kediamannya di kawasan Cempaka Putih. Kasus ini masih ditangani Polsek Metro Senen," pungkasnya.

Kapolda Metro Jaya Kunjungi Rusun Rawa Bebek



Jumat, 30 September 2016 15:08 WIB
PUSKOMINFO - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan mengunjungi Rusun Rawa Bebek, Jakarta Timur pada Jumat (30/9/2016). Dalam kunjungan tersebut ia menggelar bakti sosial sekaligus mengunjungi warga Bukit Duri yang baru pindah ke rusun tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kapolda meminta agar penghuni rusun tersebut mengajak para kerabatnya yang masih memilih untuk tinggal di bantaran kali segera pindah ke rusun.

Menurut Kapolda, kehidupan di rusun akan lebih layak ketimbang memilih tinggal di bantaran kali. "Mohon Bapak, Ibu bilang ke kawannya yang masih tinggal di bantaran untuk pindah ke sini, karena bebas banjir dan tinggal disini berkah. Dari yang biasanya kebanjiran dan di sini tidak, itu pahalanya lebih banyak," ujar Kapolda.

Kapolda menjelaskan, selain terkena banjir, tinggal di bantaran kali juga rentan terhadap penyakit. Untuk itu, Kapolda berharap agar warga tidak lagi memilih tinggal di bantaran kali karena selain merugikan diri sendiri juga merugikan masyarakat lainnya.

"Terima kasih kepada Bapak, Ibu yang mau pindah ke Rawa Bebek dan pindah dari Ciliwung. Ciliwung lambat laun semua akan dibersihkan karena itu jalannya air. Kalau dibersihkan Jakarta akan bebas banjir, banjir yang merugikan masyarakat," ucap Kapolda.

Kawasan Bukit Duri ditertibkan pada Rabu (28/9/2016) lalu. Penertiban itu merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk menormalisasi Sungai Ciliwung.