22 Juni 2017

Ratusan Sopir Bus di Terminal Pulogebang Jalani Tes Urine



Kamis, 22 Juni 2017 11:44 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Metro Jaya melakukan tes urine terhadap ratusan sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Hal itu dalam rangka mewujudkan mudik aman dan nyaman kepada warga Jakarta yang hendak pulang ke kampung halaman.


Direktur Lalu Lintas (Dir Lantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Panggara mengatakan, ada sebanyak 200 sopir bus yang diperiksa kesehatannya, khususnya terkait penggunaan narkoba dan alkohol.

"Berbagai upaya pemerintah mengamankan pemudik ada dengan program mudik bareng. Tapi yang paling utama ya pengemudinya itu," tutur Dir Lantas di Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/6/2017).

Dir Lantas melanjutkan, kegiatan yang merupakan bagian dari Ops Ramadaniya Jaya 2017 itu telah dilakukan sejak 19 Juni 2017 dan akan terus digelar secara acak hingga 4 Juli 2017. "Ini kita kalau tiap hari akan ketahuan jadi dari Polda sendiri cari waktu. Kalau dari BNNP DKI cek setiap hari di terminal," jelasnya.
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta
Senada dengan Dir Lantas, Dir Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menuturkan, pengecekan urine tidak hanya dilakukan di Terminal Pulo Gebang. Yang paling diperhatikan adalah terminal besar yang menyediakan bus keluar kota seperti salah satunya Terminal Kampung Rambutan.

"Kita melakukan tes urine pada pegendara yang akan berangkat khususnya pengemudi AKAP. Kita pastikan setiap pengendara dalam kondis sehat. Pengemudi harus selalu meyakinkan dirinya bebas narkoba dan bertanggung jawab terhadap penumpang," ujar Kombes Nico. 

"Awak bus yang terbukti positif menggunakan dan menyimpan narkoba usai tes urine, akan ditindak secara hukum," tegas Kombes Nico Afinta.

Tergantung dari barang buktinya, bila barang bukti ditemukan diatas satu gram untuk shabu kemudian ada ganja pasti kami proses, harus diproses sampai pidana. sedangkan nanti apabila ditemukan hanya sisa pakai atau barang bukti dibawah ketentuan maka maka yang bersangkutan harus dikirim ke rumah sakit rehabilitasi,” katanya.

Dir Resnarkoba menyebutkan, operasi serupa juga akan dilakukan di beberapa stasiun, pelabuhan dan bandara. “Jadi, tidak hanya pengemudi bus saja, mungkin nanti juga kepada pilot, masinis, dan nahkoda karena mereka bertanggungjawab kepada para penumpang,” pungkasnya. 

Pasangan Suami Istri di Ciracas Nekat Bakar Diri

Korban tengah dievakuasi dari lokasi kejadian. (ist)
Kamis, 22 Juni 2017 11:03 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Pasangan suami istri (pasutri) ditemukan terbakar di dalam rumahnya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (22/6/2017) dinihari. Polisi menduga peristiwa tersebut merupakan aksi bakar diri yang dipicu malalah rumah tanggga.

Pasangan suami-isteri itu adalah Prasetyo, 38 tahun dan Sumiati, 35 tahun. Keduanya dilarikan warga ke Klinik Sejahtera untuk mendapat pertolongan.
Lokasi kejadian. (ist)
Saat ini, aparat Polsek Metro Ciracas sedang minta keterangan sejumlah saksi termasuk tetangga dan kakak si istri. Sejumlah barang bukti yang disita di antaranya kasur busa, guling dan korek api.

Polisi menduga hal ini, kasus bakar diri. Diduga penyebabnya masalah rumah tangga.Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan

Informasi yang diperoleh, peristiwa terjadi pada Kamis (22/6/2017) sekira pukul 03:40 WIB. Saat itu, warga dikejutkan dengan teriakan kesakitan dari rumah pasangan itu. Warga yang datang ke lokasi mendapati suami istri terbakar.

Kejadian itu bermula sekira pukul 02:30 WIB, saat si istri pulang kerja dari sebuah kafe. Ia mendapati suaminya berada di depan rumah. Pria 36 tahun itu mengajaknya makan bersama dengan tujuan berbaikan kembali.

Namun ajakan itu ditolak. Wanita yang capek pulang kerja itu bahkan mengusirnya. Tak terima diusir, pria itu menyatakan akan kembali lagi.

Benar saja, sekira pukul 03:15 WIB, pria itu kembali. Ia mengetuk minta dibukakan pintu. Tak lama, pintu dibuka wanita. Keduanya terlibat obrolan di depan pintu itu. Tapi tanpa disangka, si suami menuangkan cairan dalam plastil putih yang diduga bensin. Cairan itu mengenai tubuh keduanya.

Pria itu pun menyalakan api dari korek yang dibawanya. Dalam sekejap, api membakar pasangan itu. Teriakan kesakitan membuat tetangga berdatangan lalu memadamkan api. Keduanya dilarikan ke Klinik Sejahtera, tak jauh dari rumah mereka.

Tips Mudik Pakai Sepeda Motor


Kamis, 22 Juni 2017 10:11 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Menjelang hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah pada 25 Juni 2017 mendatang, warga Ibu Kota tengah bersiap-siap pulang ke kampung halaman untuk merayakan lebaran bersama sanak keluarga.

Kesiapan transportasi pun diperlukan untuk menunjang keselamatan bagi para pengendara maupun penumpangnya. Saat ini kendaraan roda dua atau sepeda motor masih menjadi favorit masyarakat. Namun, kendaraan ini kerap kali mengalami kecelakaan. Banyak faktor yang membuat keselamatan terganggu, salah satunya pengaman yang tidak cukup baik.

Oleh karena itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono memberikan tips untuk pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman dengan menggunakan sepeda motor.

1. Kirim Sepeda Motor Via Pos
Kabid Humas menyebutkan sebaiknya masyarakat tidak menggunakan transportasi sepeda motor. Sebab tingkat keamanannya kurang baik. Ia menyarankan agar kendaraan roda dua itu untuk dikirim melalui pos dan pemudik bisa menggunakan bus untuk mudik lebaran.

"Mudik naik sepeda motor, sebaiknya (sepeda motor) dikirim melalui pos dan yang bersangkutan naik bus. Kalau jalan naik jarak jauh," katanya, Kamis (22/6/2017).

2. Jangan Bawa Banyak Barang
Menurutnya, dengan membawa barang yang cukup banyak seperti kayu-kayu atau bahkan membuat bagasi sendiri di sepeda motor maka itu dapat menimbulkan hal yang tidak di inginkan.

3. Jangan Kelebihan Penumpang
Kendaraan sepeda motor memang selaiknya digunakan untuk dua orang. Oleh karenanya Kabid Humas menghimbau agar pemudik tidak membawa penumpang atau sanak keluarga lebih dari anjuran pabrik.

"Jangan menambah untuk orang naik. Sehingga bisa sampai 5 orang (penumpang). Spesifikasi (penumpang) kan dari pabrik ga segitu. Nantikan bisa berpengaruh itu," paparnya.

4. Jika Mengantuk, Segera Istirahat
Apabila pengendara sudah mulai terasa kantuk dan lelah. Ia menyarankan sebaiknya untuk beristirahat agar dapat menjaga stamina untuk berkendara dengan aman dan nyaman.

"Kemudian kalau mengantuk ia (pemudik) berhenti. Jangan dipaksakan naik sepeda motor, jangan di tengah-tengah jalannya ya pinggir aja. Sehingga hati-hati. Pokoknya kalau ada rasa capek berhenti. Lalu, cari jalan yang terang jangan sampai terkena lubang atau sebagainya, " katanya.

Polsek Tangerang Tangkap Pengedar Shabu di Serpong


Aparat Polsek Tangerang berhasil menangkap Pengedar narkotika jenis sabu berinisial R, 56 tahun, di Perumahan Paku Jaya Permai, Serpong Utara, Kota Tangsel.
Kamis, 22 Juni 2017 08:03 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Pengedar narkotika jenis sabu yang biasa beraksi di Tangerang berinisial R, 56 tahun, ditangkap aparat Polsek Tangerang di Perumahan Paku Jaya Permai, Blok A 16 No 32, RT04/05, Kelurahan Paku Kaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel. Dari Tangan pelaku diamankan paket sabu dan putau dengan total seberat 69 gram yang dibungkus dalam sejumlah plastik bening untuk siap edar.

Kapolsek Tangerang, Kompol Ewo Samono mengatakan, penangkapan R berawal dari informasi masyarakat terkait adanya peredaran narkotika di sebuah rumah yang dihuni oleh pelaku di Perumahan Paku Jaya pada Senin (19/6/2017).

Dari informasi itu, kemudian Anggota Resmob Polsek Tangerang yang tengah observasi wilayah langsung melakukan penyelidikan ke lokasi.

“Sekira pukul 19.00 WIB Tim Resmob memeriksa identitas R dan dilakukan penggeledahan. Petugas pun menemukan sebuah tas pinggang warna abu-abu yang di simpan di bawah meja dapur. Setelah dibuka ternyata di dalamnya berisikan narkotika jenis shabu dan putau,” kata Kapolsek, Kamis (22/6/2017).

Adapun total berat barang bukti sekira 69 gram, diantaranya satu bungkus plastik klip bening berisi shabu ukuran besar seberat  40 gram, dan 9 gram sabu yang dibungkus dalam 9 platik kecil. Sedangkan putau dibungkus bungkus plastik klip bening ukuran besar berisikan seberat 20 gram.

“Kita juga sita seperangkat alat hisap sabu (bong) terbuat dari botol kaca bekas minuman dan satu buah timbangan digital warna hitam,” jelas Kapolsek.

Kebakaran di Kebayoran Lama, Satu Bocah SD Tewas

Kamis, 22 Juni 2017 07:26 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kobaran api menyambar ruko di dekat Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (22/6/2017) dinihari.

Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Selatan, Irwan memaparkan, kobaran api terjadi sekira pukul 03.30 WIB. “Yang terbakar semacam kontrakan, dibawahnya penampungan buah kelapa di dekat Pasar Kebayoan Lama,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/6/2017).

Irwan menambahkan, phaknya menerjunkan sekira 21 unit mobil pemadam. Hingga saat ini, petugas juga masih melakukan pendinginan di lokasi.“Pengerahan 21 unit. Situasi pendinginan,” sambungnya.

Diperoleh informasi, satu orang meninggal dunia dalam kebakaran tersebut. Korban bernama Agus Gunawan, 11 tahun, yang √§kan naik kelas V Sekolah Dasar (SD). “Korban Agus Gunawan, naik kelas V SD,” tandasnya.

Selama Ramadan 2017, Ratusan Preman Ditahan Polda Metro Jaya


Kamis, 22 Juni 2017 06:55 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Jajaran Polda Metro Jaya menggelar Operasi Cipta Kondisi selama Ramadan 1438 H, terhitung mulai 26 Mei-21 Juni 2017. Dalam operasi tersebut, sebanyak 2.016 preman jalanan diamankan.

"Kami mengamankan 2.016 orang. Tapi yang ditahan sebanyak 249 orang karena terdapat bukti-bukti yang cukup untuk dilakukan penyidikan," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan di kantornya, Jakarta, Rabu (21/6/2017).

Kapolda menuturkan, para tersangka ditangkap lantaran mengganggu ketertiban masyarakat. Mereka juga kedapatan membawa senjata tajam, senjata api, dan benda-benda membahayakan lainnya.

"Kita tahu banyak kejadian di antaranya beberapa pemuda yang melakukan penganiayaan, serta kami melakukan operasi preman di beberapa tempat keramaian, seperti pasar, toko, kendaraan, kereta api dan bus," kata dia.

Dari operasi itu, polisi menyita barang bukti berupa 46 bilah senjata tajam berbagai jenis, 3 unit senjata api, 4 unit mobil, 50 unit sepeda motor, 2 unit sepeda, 28 ponsel, 4 unit hard disk, dan sejumlah perhiasan.

Polisi juga menyita narkoba berupa 4 linting ganja, 2 amplop isi ganja, 2 kg ganja, 60 lembar plastik klip hitam, 4 plastik bening kristal, 4 unit timbangan gram, 1 strip tramadol, 6 paket sabu, 36,4 gram sabu, 1 bungkus plastik sabu, 1,06 gram ganja, dan 356 butir ekstasi.

"Kami akan lakukan operasi ini terus menerus hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri," tegas Kapolda.

21 Juni 2017

Polda Metro Jaya Luncurkan Aplikasi untuk Cek Pajak Kendaraan

Polda Metro Luncurkan Aplikasi untuk Cek Pajak Kendaraan
Rabu, 21 Juni 2017 13:57 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membuat terobosan baru dengan meluncurkan aplikasi untuk mengecek pajak kendaraan bermotor. Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk mengetahui berapa nilai pajak kendaraan yang harus dibayarkan.

"Kalau dulu kita punya layanan SMS 1717 untuk mengecek jenis kendaraan, tetapi sekarang sudah tidak bisa digunakan lagi. Sebagai penggantinya sekarang kita memiliki aplikasi Cek Ranmor & Pajak DKI Jakarta," jelas Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra dalam sambutannya dalam acara peluncuran aplikasi di Samsat Jakarta Selatan, Jl Jenderal Sudirman Kavling 55, Jakarta, Rabu (21/6/2017).


Aplikasi tersebut, untuk sementara ini dapat diunduh oleh pengguna handphone berbasis android melalui playstore. Sementara untuk pengguna iPhone, bisa menelusurinya via website.

"Dengan adanya aplikasi dan website untuk mengecek kendaraan dan pajak DKI Jakarta ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin mengecek data-data kendaraan dan juga pajak yang harus dibayarkan," ungkapnya.

Direktur Lalu Lintas mengatakan, hanya pemilik kendaraan yang dapat mengecek data kendaraan dan pajak kendaraan melalui aplikasi tersebut. Sebab, pada aplikasi tersebut, masyarakat harus mencantumkan NIK kendaraan.

"Hanya pemilik yang sah yang dapat mengecek data-data dan pajak melalui aplikasi ini," sambungnya.

Ia berharap, dengan adanya aplikasi ini, dapat mengurangi jumlah penunggak wajib pajak kendaraan. "Sehingga kita bisa membantu Pemda DKI Jakarta dalam meningkatkan pendapatan daerah dari pajak kendaraan," lanjutnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Pajak dan Kendaraan DKI Jakarta Edi Sumantri, Kepala Bidang Pendapatan Daerah BPK Daerah DKI Jakarta Rias Askaris, Kepala Cabang PT Jasa Raharja DKI Jakarta Delya Indra.

Sementara itu, Kasie STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Bayu Pratama yang mendampingi Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya mengatakan, cara penggunakan aplikask tersebut sangat mudah.

"Untuk pengguna handphone berbasis android bisa mendowload di playstore, sementara pengguna iPhone bisa mencari di mesin pencarian google dengan mengetik 'Cek Ranmor DKI' pada mesin pencarian, nanti muncul link-nya samsat-pkb.jakarta.go.id," ujarnya.

Hanya dengan membubuhkan 4 digit pelat nomor kendaraan dan huruf di belakang dan NIK, lalu klik tombol 'proses', maka data-data kendaraan dan info nilai jual serta pajak kendaraan langsung keluar.
"Termasuk data berapa denda atas keterlambatan yang harus dibayarkan dan juga bisa diketahui apakah kendaraan tersebut terkena pajak progresif atau tidak," ujar Bayu.


Aplikasi ini sejalan dengan program e-Samsat. Masyarakat yang sudah mengetahui berapa pajak yang harus dibayarkan tinggal membayar ke gerai ATM Bank DKI. "Sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengantre di kantor Samsat untuk membayar pajak tahunan," tandasnya. 


Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Kuli Bangunan Bawa Senjata Air Softgun

Razia Sahur on The Road, Kuli Bangunan Ditangkap karena Bawa Air Softgun
Rabu, 21 Juni 2017 13:04 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polres Metro Jakarta Pusat menangkap dua pria yang kedapatan membawa senjata air softgun, di depan Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (21/6/2017) dini hari. Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan itu  ditangkap saat polisi menggelar patroli gabungan skala besar, dalam rangka antisipasi gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), terutama terkait Sahur On The Road (SOTR).

Ada dua orang yang kami tangkap karena membawa air softgun. Pertama Fatur Rohman,27 tahun, tukang bangunan di proyek City Work, Karet Tengsin. Lalu Musliadi, 29 tahun, warga Jalan Kesederhanaan, Taman Sari, Jakarta Barat," tutur Kapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Suyudi Ario Seto ketika dihubungi, Rabu (21/6/2017).
Kapolres Jakpus Kombes Suyudi Ario Seto sedang meriksa air softgun yang terjaring.(silaen)
Keduanya langsung diamankan untuk dimintai keterangan. Tak hanya air softgun, beberapa orang juga terjaring membawa senjata tajam lainnya dan narkoba, yaitu Gunawan Madamar, 21 tahun, tukang parkir yang membawa sebilah pisau. Warga Rusun Petamburan, Jakarta Pusat itu langsung diamankan.

Selanjutnya, Sofyan, 26 tahun, juga warga Petamburan, membawa satu paket sabu. Sedangkan Dio Fernandes, 24 tahun, warga Pondok Cabe, membawa satu paket sabu.

"Patroli gabungan ini kami lakukan di seluruh titik rawan Jakarta Pusat. Hasilnya, kami amankan delapan kendaraan roda dua dan satu roda empat, karena tidak dilengkapi surat-surat," papar Kapolres.

Patroli gabungan yang dipimpin Kapolres itu juga mengamankan 22 orang, karena membawa narkoba, senjata tajam, dan air softgun.

Dalam razia itu, petugas melibatkan 306 personie terdiri TNI 105 personel, dan Polri 201 personel. Razia berskala besar itu langsung dipimpin Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto. Sebelum menuju sasaran, terlebih melakukan apel di Taman Monas, sekitar pukul 00:00 WIB, hingga 03:00 WIB.

Unit Polri dengan mengandalkan Tim Alpha Pus (TAP), sedang TNI hanya memantau jika ada anggotanya yang terlibat akan diselesaikan oleh kesatuannya. Dalam arahan itu, Kapolres membeberkan ada delapan wilayah yang perlu diantisipasi dan dilakukan penindak lanjutan.

Dalam operasi berskala besar itu Kapolres membagi dua tim yaitu Tanah Abang, Menteng, Gambir, langsung dipimpin Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto. Sedangkan, wilayah Kemayoran, Senen, Johar Baru, Cempaka Puti dan Gambir, dikendalikan Kapolsek Metro Gambir AKBP Ida Ketut.

“Sasaran operasi itu diprioritaskan Sahur On The Road dan senjata api serta teroris, Kami akan terus melakukan operasi hingga usai perayaan Idul Fitri” ujar Kapolres.

Sudah 7 Perampok di SPBU Daan Mogot Ditangkap, Polisi Duga Ada Pelaku Lain

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono
Rabu, 21 Juni 2017 11:42 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polisi telah menangkap tujuh tersangka perampok yang menembak hingga tewas Davidson Tantono, 31 tahun, di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat beberapa hari lalu.

Menurut polisi komplotan tersebut merupakan spesialis perampok dengan modus gembos ban."Komplotan ini kelompok rampok. Mereka sudah beraksi sebanyak 23 kali," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Rabu (21/6/2017).

Kabid Humas menjelaskan, kelompok itu tiap kali beraksi selalu mempunyai rencana yang matang. Mereka saling berbagi peran dalam menjalankan aksinya.

"Mereka ada yang bertugas mengintai, menggembosi ban, membuntuti korbannya, dan menjadi eksekutor," kata Kabid Humas.

Menurut Kabid Humas, kelompok itu selalu mempersenjatai diri dengan senjata api. Mereka membawa senjata api untuk digunakan saat keadaan terdesak."Kami masih mendalami mereka mendapat senpi ini dari mana," ucap Kabid Humas.

Dalam kasus ini, polisi sudah meringkus tujuh orang tersangka pelaku, yakni DTK, TP, M, RCL, NZR, IR, dan SF. IR dan SF tewas ditembak lantaran melawan saat ditangkap.

Polisi menduga, masih ada pelaku lainnya dalam perampokan yang disertai penembakan itu. Untuk itu, tim dari Subdit Resmob dan Ranmor Polda Metro Jaya masih di lapangan untuk melakukan pengejaran.

Kasus perampokan di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, terjadi pada 9 Juni 2017. Perampokan itu menewaskan Davidson Tantono. Pelaku menggasak uang tunai sekitar Rp 350 juta yang baru diambil Davidson dari bank.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gagalkan Peyeludupan Satwa Asal Papua

Polres Tanjung Priok Gagalkan Peyeludupan Satwa Asal Papua
Rabu, 21 Juni 2017 08:37 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengagalkan penyelundupan 49 ekor ular dari Papua. Hewan-hewan itu disita dari seorang penumpang KM Ciremai yang berlayar dari Manokwari, Papua Barat, dengan tujuan Tanjung Priok, Jakarta.

Penumpang yang ditangkap itu berinisial JS, 30 tahun. “Penumpang itu tidak memiliki dokumen,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Roberthus Yohanes De Deo, Selasa (20/6/2017).

Menurut Kapolres, pelaku menyembunyikan hewan-hewan itu dalam dus karton dan menitipkannya kepada petugas keamanan di KM Ceremai. "Satwa-satwa ini rencana akan dijual ke komunitas pencinta satwa di Bandung," kata Kapolres.

Ular yang diseludupkan itu ada beberapa jenis. Sebanyak 29 ekor berjenis green tripyton, 10 jensi patola , dan 5 jenis albertisigold. "Ular jenis monopohon, monotanah, albertisiblack, phyton olive, dan brontri masing-masing 1 jenis," kata Kapolres.

Menurut Kapolres, kepolisian telah bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) dan Balai Karantina untuk mengindentifikasi satwa-satwa itu. “Nanti BKSDA yang menilai apakah itu termasuk hewan dilindungi atau bukan," katanya.


“Pelaku melanggar undang-undang tentang konservasi sumberdaya alam dan undang-undang tentang karantina hewan.”pungkas Kapolres.