23 Januari 2018

Polres Metro Bekasi Kota Gerebek Gudang Pengoplosan Oli di Rawalumbu

Gudang tempat pengoplosan oli digerebek polisiSelasa, 23 Januari 2018 21:53 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Gudang yang digunakan untuk memproduksi oli oplosan digerebek Polres Metro Bekasi Kota, di Perumahan Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (23/1/2018). Polisi menemukan ribuan galon berisi cairan bahan-dasar campuran oli.

“Ada dua orang yang sudah ditetapkan tersangka. Sisanya masih diperiksa,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, Selasa, (23/1/2018) malam.

Menurut Kapolres, penggerebekan itu berawal ketika petugas mendapat informasi adanya aktivitas produksi pembuatan oli oplosan berbagai merek terkenal seperti, Shell, Helik, TGMO, dan Yamalub.

“Informasinya kemarin malam, kemudian hari ini kami lakukan penggerebekan. Rupanya di sana ditemukan ribuan kemasan oli palsu siap edar,” kata Lapolres.

Polisi menetapkan dua orang tersangka dari tujuh orang yang diamankan. Kedua orang yang kini dijebloskan ke penjara ini masing-masing berinisial YP selaku pemilik usaha ilegal tersebut, dan seorang karyawannya yang berinisial AJ alias Limanto.

“Lima orang statusnya masih sebagai saksi, kami masih terus mendalaminya. Nantu hasil pemeriksaan akan merujuk pada penetapan atau tidaknya mereka tersangka,” katanya.

Atas perbuatanya, kedua teraangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen karena memproduksi oli tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kemasan.

“Kami masih kembangkan untuk pasal lain dengan koordinasi ke pemegang merk,” tandas Kapolres.

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap Sindikat Penipu Pengusaha Kelapa Sawit Modus Memberikan Pinjaman Miliaran Rupiah

Polisi saat menunjukan barang bukti kasus penipuan terhadap pengusaha kelapa sawit di Mapolda Metro Jaya, Selasa (23/1/2018).
Selasa, 23 Januari 2018 21:14 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap sindikat penipu yang menggelapkan uang seorang pemilik perkebunan dan pabrik kelapa sawit di Jambi berinisial V.

Sindikat itu membawa kabur uang sebesar Rp 5 miliar dari pengusaha kelapa sawit tersebut.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary mengatakan, sindikat itu beranggotakan enam orang. Mereka adalah AW, AR, JW, MA, HB dan H. 

"Sindikat penipuan ini mengiming-imingi korban menawarkan pinjaman modal cukup besar, Rp 500 miliar," ujar AKBP Ade di Mapolda Metro Jaya, Selasa (23/1/2018).

AKBP Ade menambahkan, dalam melakukan aksinya, para tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. Mereka ada yang bertugas mencari korban, berpura-pura menjadi pemilik modal, ajudan pribadi dan petugas bank.

Menurut AKBP Ade, sang korban pertama kali kenal dengan pelaku AR pada Juni 2017 lalu. Saat iu korban mengeluhkan sedang membutuhkan suntikan modal untuk perkebunan dan pabrik kelapa sawitnya. Saat itu AR mengaku mempunyai kenalan seorang pemilik modal yang mempu meminjamkan uang sebesar Rp 5 miliar.

Akhirnya, korban dikenalkan oleh AR kepada AW yang saat itu berpura-pura sebagai pemilik modal.

"Tersangka AW saat bertemu dengan korban langsung meyakinkan bahwa dirinya sedang fokus memberi modal untuk perkebunan. Sebab saat itu dia mengaku sedang fokus bisnis perkebunan sawit," ucap AKBP Ade.

AKBP Ade menerangkan, untuk meyakinkan korbannya sindikat itu selalu mengajak bertemu di restauran mewah. Tak hanya itu, mereka juga menyewa mobil mewah agar para korban percaya.

Menurut AKBP Ade, tersangka AW mengatakan kepada korbannya jika ingin dipinjamkan modal sebesar Rp 500 miliar, para korban harus membayar bunga lima persen tiap tahunnya. Untuk tahun pertama, bunga yang diminta itu harus dibayar di muka. Jika ingin pinjaman modalnya diproses, korban diminta segera membuat proposal peminjaman.

Korban pun segera membuat proposal itu dan menyerahkan kepada para pelaku. Sekitar November 2017, tersangka AR mengabarkan kepada korban bahwa proposal peminjaman modalnya disetujui.

Akhirnya, pada Desember, korban dan para pelaku bertemu untuk melakukan transaksi pencairan modal itu di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Sebagai tanda jadi, korban membawa uang sebesar 368.000 USD atau sekitar Rp 5 miliar saat pertemuan itu," ujar AKBP Ade.

Saat pertemuan itu berlangsung korban mengajak seorang rekannya. Rekannya itu diberi tugas untuk memegang uang tanda jadinya. Sementara korban, diajak tersangka AW untuk mengambil uang pinjaman modal di kawasan Cijantung, Jakarta Timur.

Di lokasi itu, korban diperlihatkan uang yang dikemas di dalam 80 koper yang berjumlah Rp 500 miliar.

"Uang yang ditunjukan itu palsu semua. Komplotan ini mencetak sendiri uang palsu itu," kata AKBP Ade.

Namun, untuk membawa uang itu, AW meminta SIM korban dengan alasan untuk membuat surat jalan pengantaran uang peminjaman modal. Saat perjalanan kembali ke Pondok Indah, AW menurunkan korban di depan pusat perbelanjaan. Dia beralasan ingin menemui temannya.

Namun, rupanya AW kembali lagi ke Pondok Indah untuk mengambil uang sebesar 368.000 USD yang telah disiapkan korban untuk membayar bunga pinjaman.

Setelah mendapatkan uang itu para tersangka langsung melarikan diri dan tak bisa dihubungi.

Mengetahui telah ditipu akhirnya korban membuat laporan polisi. Tak selang berapa lama polisi dapat menangkap keenam pelakunya di tempat berbeda-beda.

Kini keenam orang tersebut telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah teriming-imingi bujuk rayu dari orang-orang yang tidak pasti, saat butuh pinjaman silahkan ke lembaga-lembaga resmi," ucap AKBP Ade.

Pria Pengangguran Ini Sekap dan Perkosa Mantan Pacar di Wisma Kawasan Bintaro Pondok Aren

Selasa, 23 Januari 2018 20:46 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang penggangguran Firman Saputra, 20 tahun, warga Serpong ditangkap petugas Polres Tangerang Selatan lantaran telah menyetubuhi mantan pacar AS,21 tahun, di satu penginapan di kawasan Bintaro, Kecamatan Pondok Aren.

Firman ditangkap setelah AS menghubungi keluarganya melalui handphone milik pelaku bahwa dirinya menjadi korban penyekapan di wisma tersebut.

Menurut Kapolres Tangsel, AKBP Fadli Widiyanto didampingi Kasatreskrim Polres Tangsel, AKP Ahmad Alexander, Selasa (23/1/2018), kejadian bermula saat tersnagka menghubungi mantan kekasihnya AS,21 tahun, untuk mengajak bertemu. Namun korban menolak karena hubungan sebagai kekasih sudah putus beberapa bulan lalu.

Karena permintaan itu ditolak, tersangka mengancam akan menyebarkan video hubungan intim mereka November 2017 lalu lewat media sosial (medsos). Mendapatkan ancaman tersebut akhirnya AS menyetujui bertemu di satu kamar di  wisma kawasan Bintaro, Pondok Aren Sabtu (20/1/2018).

Di kamar mereka ngobrol serta korban AS meminta rekaman video porno yang dibuat diberikan kepada dirinya untuk dihapus.

Menurut AKBP Fadli Widiyanto, video porno bukannya diberiksan seperti dijanjikan korban malah diancam dan dilarang keluar kamar serta tidak boleh berteriak.

Ancaman itu membuat korban takut yang akhirnya pelaku kemudian mengikat kaki dan tangan korban di tempat tidur menggunakan jaket. Tidak hanya itu, tambah AKBP Fadli Widiyanto, ternyata pelaku juga menyetubuhi korban . Setelah itu pelaku kemudian pergi ke luar mencari makan ke warung namun korban masih dalam keadaan terikat.

Usai membeli makan di warung pelaku kembali masuk kamar wisma dan melakukan persetubuhan lagi dengan kondisi korban dalam keadaan terikat tanpa perlawanan.

Setelah disetubuhi dua kali, tambah AKP Ahmad Alexander, pelaku kemudian kelelahan dan tertidur pulas. Situasi itu oleh korban yang masih tanpa busana kemudian mencoba menghubungi keluarga menggunakan handphone milik pelaku yang ada di atas tempat tidur. Pasalnya handpohon milik korban rusak setelah dibanting pelaku saat sampai di tempat penginapan. Setelah sambungan handphone terhubung dengan pihak keluarga kemudian korban mengatakan bahwa dirinya dalam keadaan terikat dan disekap di kamar penginapan oleh pelaku serta minta tolong untuk diselamatkan.

Mendapatkan informasi tersebut kelaurga korban kemudian menghubungi Polres Tangsel yang kemudian bersama-sama mendatangi tempat penginapan yang disampaikan korban. 

“Pelaku tidak dapat berbuat banyak saat petugas datang dan menangkapnya serta berhasil menyelamatkan korban AS yang masih dalam keadaan terikat,” ujar AKP Ahmad Alexander yang menambahkan pelaku kini sudah ditahan dan tengah dimintai keterangan dalam kasus penyekapan dan pencabulan tersebut.

Di hadapan petugas, pria pengangguran ini mengaku rindu dengan kekasihnya itu. Ia pun sengaja memaksa dan mengancam kekasihnya untuk memuaskan nafsu bejatnya.

Polres Metro Jakarta Timur Tangkap Pengemudi Botak yang Seret Polantas di Jalur Busway Utan Kayu

https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 23 338 1848938 polisi-tangkap-pengemudi-botak-yang-seret-polantas-di-jalur-busway-utan-kayu-dvDSCiPMg5.jpg
Selasa, 23 Januari 2018 14:27 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polisi menangkap Tessa Granitsa Satari, 34 tahun, diduga pengemudi mobil yang menyeret petugas lalu lintas bernama Bripda Dimas Prianggoro di jalur busway kawasan Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur pada Kamis (18/1/2018) lalu. Kini pelaku masih dimintai keterangan di Mapolres Metro Jakarta Timur, pelaku terancam hukuman 1,4 tahun penjara.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pria berkepala blontos dan bertato itu diringkus pada Senin 22 Januari 2018 kemarin sekira pukul 21.00 WIB di hotel kawasan Taman Sari, Jakarta Barat.

"Polisi telah melakukan penangkapan terhadap pelaku melawan petugas pegawai negeri yang sedang melakaanakan tugas," kata Kabid Humas saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/1/2018).

Pelaku kemudian digelandang ke Mapolres Metro Jakarta Timur untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pelaku terancam dijerat Pasal 212 KUHP tentang Perbuatan Melawan Aparat Hukum dengan ancaman hukuman 1,4 tahun penjara.

Kasus itu bermula Bripda Dimas menghentikan sebuah mobil berwarna putih karena melintas di jalur busway, Kamis Kamis 18 Januari kemarin. Kemudian diminta mengeluarkan kelengkapan surat-surat kendaraannya. Mobil itu kemudian mendekat dan menunjukkan STNK dan surat-surat lainnya. Namun, bukan diserahkan melainkan hanya untuk memancing agar Bripda Dimas mengulurkan tangan, kemudian diseret sejauh 10 meter dan bergegas meninggalkan lokasi.

Polsek Metro Penjaringan Tangkap Dua Penjambret Menggunakan Sajam Samurai

Selasa, 23 Januari 2018 14:06 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polsek Metro Penjaringan menangkap Yusuf Balki, 22 tahun, dan Irwandi Topan, 20 tahun, pelaku penjambretan di Penjaringan. Saat beraksi keduanya melengkapi diri dengan senjata tajam samurai.

Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Rachmat Sumekar mengatakan, penangkapan dilakukan pada Senin (22/1/2018) kemarin di Jl Fajar Aladin, Pejagalan, Jakarta Utara. Kedua pelaku ditangkap saat melakukan penjambretan.

"Kami berhasil menangkap dua pelaku penjambretan," ujar Kapolsek di Mapolsek Metro Penjaringan, Selasa (23/1/2018).

Kedua penjambret ditangkap saat anggota Resmob Polsek Metro Penjaringan tengah berpatroli di dekat lokasi kejadian. Anggota tersebut merespons teriakan korban penjambretan.

"Selanjutnya anggota kami mengejar pelaku yang mengendarai sepeda motor sehingga para pelaku berhasil ditangkap dan diamankan," ujarnya.

Menurut Kapolsek, pelaku bernama Irwandi terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri saat penangkapan. Polisi juga menyita samurai, kalung emas putih dan sepeda motor sebagai barang bukti. Pelaku saat ini diproses di Mapolsek Penjaringan. Keduanya dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Polres Metro Jakarta Barat Ciduk Kawanan Curanmor Saat Hendak Pesta Narkoba di Hotel di Mangga Besar

Polisi Ciduk Kawanan Curanmor Saat Hendak Pesta Narkoba di Hotel di Mangga Besar
Selasa, 23 Januari 2018 12:08 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Jajaran Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap lima pemuda diduga akan pesta narkoba di sebuah hotel di kawasan Mangga Besar, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (20/1/2018) lalu.

Kelima pemuda itu adalah AH alias SR, 18 tahun, SK alias KR, 22 tahun, RA alias IO, 18 tahun, AI alias SH, 21 tahun, serta HS alias HN, 25 tahun.. Terakhir mereka juga diketahui sebagai pelaku curanmor spesialis pencurian roda dua.

"Benar mereka ini merupakan pelaku curanmor yang kami tangkap di sebuah hotel di Mangga Besar. Mereka berlima ini juga nyambi sebagai bandar narkoba," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi, Selasa (23/1/2018).

"Tapi kami masih lakukan penyelidikan terkait sejauh mana lima pemuda itu terlibat di dalam kasus tersebut (curanmor), dan kami masih terus selidiki apa mereka juga ada di daftar DPO dari kasus curanmor," sambung Kapolres.

Mengenai kasus kelima pemuda tersebut yang saat ini dijerat pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, berawal ketika Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mendapati adanya informasi mengenai transaksi narkoba di salah satu hotel di kawasan Mangga Besar.

"Mereka berlima ini sengaja rencana menginap, karena bersiap ingin melakukan transaksi, dan akan berpesta pora narkoba di hotel itu. Ketika anggota tiba di lokasi, didapati satu pemuda di hotel itu terlihat mencurigakan. Pemuda inisial AH alias SR langsung kami bekuk, dan segera digeledah," papar Kapolres.

"Kami temukan di saku celananya itu ada narkotika jenis pil ecstasy sebanyak 1 butir dengan berat 0,29 gram. Saat diinterogasi, AH mengaku mendapatkan barang haram itu, dari rekannya berinisial SK alias KR," jelas Kapolres.

Di hari yang sama, lanjut Kapolres, AH ketika itu diminta anggota untuk memancing SK, datang ke hotel tersebut dengan cara mengajak SK ke tempat hiburan malam. SK menyepakati, serta mendatangi kamar nomor 205 lantai 2 di hotel tersebut.

"Ternyata SK tak sendiri, namun juga mengajak rekan-rekannya yang juga rekan AH, antara lain RA alias IO, AI alias SH, serta HS alias HN di hotel itu. Lalu, anggota juga segera bergerak langsung ke kamar tersebut dan mendapatkan beberapa barang bukti hasil penggeledahan di kamar itu, yaitu 1 buah pipet kaca berisi sisaan pakai narkotika jenis sabu 1,19 gram. Lalu, ada 1 buah alat isap sabu dan 1 buah korek," beber Kapolres.

Ketika diminta keterangan serta mengecek kelima pelaku, dari hasil penyelidikan, lima pemuda tersebut sama-sama terlibat di dalam tindak pidana pencurian motor (curanmor).

"Kami selidiki mendalam ternyata mereka juga pernah terlibat di kasus pencurian motor. Pada kasus ini (curanmor) masih kami selidiki lebih dulu. Kelima tersangka kini sudah dibui Polres Metro Jakarta Barat. Pengakuan mereka, ingin bertransaksi narkoba karena selain mau pesta pora di hotel, mereka ingin mencari tambahan uang untuk kebutuhan sehari-harinya," beber Kapolres.

Remaja Putri Tewas Seketika Terlindas Truk Trailer di Cilincing

Tertabrak Truk Trailer, Amelia Tewas Terlindas
Selasa, 23 Januari 2018 07:55 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sebuah truk trailer menabrak seorang remaja putri yang mengendarai sepeda motor di Jalan Raya Jampea, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (22/1/2018) kemarin sekira pukul 12.25 WIB.  Korban bernama Amelia, 23 tahun, tewas seketika setelah tubuhnya terlindas roda truk. Bahkan, tubuh korban sempat terseret sejauh sepuluh meter dari titik kecelakaan.

Peristiwa itu terjadi saat korban melintas dari arah Pelabuhan Tanjung Priok menuju Cilincing. Di tengah perjalanan, tepatnya saat berada di dekat PT Bogasari, sepeda motor korban ditabrak truk trailer bernopol B 9546 SEH.

“Pada saat korban melintas di lokasi, sepeda motor yang dikendarai korban tiba-tiba ditabrak truk trailer yang berada di belakangnya,” ungkap Kanit Laka Lantas Satwil Jakarta Utara, AKP Sigit Purwanto, Senin (22/1/2018).

Akibat peristiwa itu, korban pun tidak bisa mengendalikan sepeda motornya hingga terjatuh. Korban yang sudah jatuh tergeletak di jalan, terlindas ban truk trailer yang menabraknya.

“Kecelakaan tersebut mengakibatkan pengendara sepeda motor mengalami luka-luka hingga meninggal dunia di lokasi. Kendaraan yang terlibat kecelakaan juga mengalami kerusakan,” ujar AKP Sigit. 

Sepeda motor yang digunakan korban diketahui masih baru dan belum memiliki plat nomor. Sementara itu pengendara truk trailer yang identitasnya belum diketahui, langsung melarikan diri usai peristiwa tersebut.

“Setelah kejadian, sopir truk trailler tersebut langsung meninggalkan lokasi kejadian untuk kabur melarikan diri,” sambungnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat untuk proses visum et repertum. Kasus kecelakaan tersebut selanjutnya ditangani Unit Laka Lantas Satwil Jakarta Utara.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 23 Januari 2018

Foto Humas Polda

Selasa, 23 Januari 2018 07:48 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa, 23 Januari 2018, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru

2. Jakarta Barat : Citraland Grogol

3. Jakarta Selatan : Pospol Kalibata

4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua

5. Jakarta Timur : Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C.
- SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

22 Januari 2018

Terrekam CCTV, Sopir Angkot Gasak Rp.17 Juta dari Laci SPBU di Cilincing

Sopir angkot gasak uang Rp17 juta diamankan Tim Opsnal Jatanras Polres Jakarta Utara.
Senin, 22 Januari 2018 19:12 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sopir tembak angkutan kota (angkot) diciduk aparat Unit Jatanras Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara lantaran menggasak uang belasan juta rupiah dari pom bensin di Cilincing, Jakarta Utara. Dari rekamam kamera pengintai (CCTV) , polisi meringkus tersangka saat sedang foya foya di kafe di Cilincing, Minggu (21/1/2018) malam.

Tersangka, Thomas,28 tahun, menyerah saat petugas dari Tim Opsnal Jatanras Polres Metro Jakarta Utara menyergap pria warga Marunda, Cilincing tersebut. Sopir tembak angkot KWK 02 itu langsung digelandang ke Polres Metro Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Reza Arief Dewanto mengatakan pencurian uang Rp17.900.00 itu terjadi di SPBU 34-14108 Pasar Bebek, Cilincing.

“Uang tersebut dicuri tersangka dari laci SPBU setempat. Tersangka memanfaatkan kelengahan petugas SPBU,” kata Kapolres, Senin (22/1/2018).

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, saat itu tersangka datang ke pom bensin untuk mengisi BBM angkotnya. Selanjutnya tersangka turun dari mobil untuk membuka tangki bensin. Setelah itu petugas SPBU mengisi BBM sesuai dengan pesanan Thomas. Thomas mendadak ia mendekati laci tempat menyimpan uang hasil penjualan BBM. Di tengah kesibukan petugas mengisi BBM , Thomas memanfaatkan dengan menguras isi laci tersebut.

“Total sebesar Rp17.900.000 yang diambil,” sebut Kapolres.

Petugas SPBU baru menyadari setelah tersangka pergi. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara. Polisi kemudian memeriksa CCTV dan melihat tersangka tengah beraksi. Sempat diamankan angkot yang dibawa tersangka.

“Ternyata pelakunya sopir tembak,”kata Kapolres.

 Selanjutnya Tim Opsnal Jatanras melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku Thomas dan mengamankan pelaku di kafe Jalan Cilincing Raya saat sedang foya foya.

Sultan Brunei Darussalam Lapor ke Polda Metro Jaya atas Kasus Pencemaran Nama Baik

Senin, 22 Januari 2018 12:25 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sultan Brunei Darussalam, Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzadin Waddaulah melaporkan sebuah akun Instagram bernama @anti_hassanal ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik.

Laporan tersebut dibuat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Minggu (21/1/2018) malam oleh Kepolisian Brunei Darussalam Pengiran Zaidi Bin Pengiran Haji Metali dan diterima dengan teregistrasi nomor LP/389/I/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan adanya laporan tersebut.

Menurut Kabid Humas, pencemaran nama baik tersebut terjadi saat korban berada di Hotel Mahakam, Jakarta Selatan. “Pelapor selaku kuasa korban menerangkan bahwa pada waktu pelapor berada di Hotel Mahakam, Jakarta Selatan, melihat postingan Instagram atas nama ‘anti hassanal’ yang berisi foto-foto korban yang didalamnya terdapat kata-kata yang dapat menimbulkan kebencian bagi orang yang melihatnya,” kata Kabid Humas saat dikonfirmasi, Senin (22/1/2018).

Atas hal tersebut, Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzadin Waddaulah merasa dirugikan sehingga meminta bantuan Kepolisian Indonesia dalam hal ini Polda Metro Jaya untuk mengusut pemilik akun tersebut. Kasus ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.