23 Mei 2015

Penusuk dan Penyandera Bocah di Cilincing Ditembak Polres Metro Jakarta Utara

Sabtu, 23 Mei 2015 08:28 WIB
PUSKOMINFO -  Jajaran Polres Jakarta Utara menembak mati seorang penyandera anak kecil dan penusukan di jalan Kali Baru Barat, RT 05 RW 07, Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara. Pelaku bernama Aji Saputra, 25 tahun, terpaksa ditembak karena melawan dan menyerang petugas yang membekuknya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Muhammad Iqbal mengatakan, kejadian penyanderaan tersebut terjadi pada Jumat (22/5/2015) sekira pukul 06:00 WIB.

Kabid Humas menjelaskan kronologi kejadian itu bermula saat Aji Saputra, yang bekerja sebagai buruh, memiliki permasalahan utang dengan orang lain. Karena pusing, Aji meminum obat penenang jenis dextro sebanyak 9 butir.

Kemudian, Mulyani, 32 tahun dan Soleh, 34 tahun, yang merupakan tetangga Aji mendatanginya dan menanyakan permasalahannya. Kedatangan kedua orang tersebut bukannya memperbaiki keadaan namun membuat Aji berambah marah dan berubah agresif. 

"Lalu pelaku mengamuk dan menusuk korban pertama dan korban kedua," ujar Kabid Humas yang merupakan mantan Kapolres Metro Jakarta Utara kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5/2015) malam.

Saat menusuk Mulyani dan menyayat Soleh, ulah Aji diketahui  warga sekitar. Karena takut dikeroyok massa, ia masuk ke rumah tetangganya dan menyandera salah satu anak tetangganya yakni Almas Khairul Basyar, 4 tahun. 

"Petugas Polsek Metro Cilincing dibantu Polres Metro Jakarta Utara berupaya untuk menyelamatkan Almas Khairul Basyar yang masih dalam sekapan pelaku dan dilakukan negoisasi dengan berbagai pendekatan atau tahapan oleh Waka Polres Metro Jakut dan tokoh masyarakat setempat agar pelaku menyerahkan diri dan membebaskan korban," jelasnya.

Tetapi bukan menyerahkan diri, pelaku malah menyerang petugas dengan senjata tajam sehingga petugas terpaksa menembaknya

"Saat hendak diamankan Aji melawan petugas dan mencoba menyerang dengan senjata tajam jadi petugas melumpuhkan dengan cara menyergap dan menembak,” katanya.

Adapun korban pertama, Mulyani meninggal dunia saat tengah dibawa ke RSUD Koja karena mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri. Korban kedua, Sholeh,  mengalami luka pada bagian punggung sebelah kanan. Sedangkan korban ketiga, Almas mengalami luka beberapa sayatan pada kaki kiri dan kanan.

Sholeh dan Almas kini masih mendapatkan perawatan di RSUD Koja. Sedangkan Aji yang ditembak aparat, tewas saat dalam perjalanan ke rumah sakit dan saat ini dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi.

Modus Minta Sumbangan, Pencuri Spesialis Rumah Kos Babak Belur Dihajar Massa

Sabtu, 23 Mei 2015 07:50 WIB
PUSKOMINFO - Dua pencuri spesialis di rumah kos babak belur dikeroyok massa lantaran kepergok mencuri gadget di kos-kosan mahasiswa. Kedua pelaku, Nurhadi, 21 tahun dan Yusup Maulana, 22 tahun, dalam kondisi babak belur kemudian digiring ke kantor polisi.

Kedua pelaku terpergok mencuri gadget milik mahasiswi, Aulia Selvia Ambar di rumah kos di Jalan Fatimah bawah Nomor 2, RT 002 RW 14 Kelurahan Kemirimuka, Beji, Depok, Jumat (22/5/2015) siang. Keduanya tertangkap tangan setelah korban berteriak maling.

Modusnya kedua pelaku masuk lewat pintu depan yang tidak dikunci. Kemudian pelaku mengambil sebuah iPad merek Apple warna putih yang sedang di-charge dan ditaruh di atas meja.

"Kemudian diketahui sama korban dengan ditegur, 'kamu ngapain?' Dijawab pelaku, minta sumbangan. Tapi korban tidak percaya dan ternyata benar, pelaku sudah mengambil iPad merk Apple warna putih," tegas Kanit Reskrim Polsek Beji AKP Syah Johan.

Pelaku ditangkap dan diserahkan ke Polsek Beji dengan barang bukti gadget milik korban. Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian. "Mereka memang pemain spesialis rumah kos. Ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara," tandasnya.

22 Mei 2015

Enam Kapolres di jajaran Polda Metro Jaya Dimutasi

Jumat, 22 Mei 2015 16:19 WIB
PUSKOMINFO - Berdasar Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/1065 - 1067/V/2015, tercatat ada enam Kapolres di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang dimutasi.

Acara serah terima jabatan (sertijab) dilaksanakan pada Jumat (22/5/2015) di Mainhall Gedung Utama Polda Metro Jaya dipimpin langsung Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono.

Enam Kapolres yang dimutasi dan diserahterimakan yakni Kapolres Metro Jakarta Timur, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kapolresta Depok, Kapolresta Tanggerang Kota, Kapolresta Bekasi Kota.

Begitu juga Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul, yang baru beberapa bulan menjalankan tugasnya sebagai Kabid Humas, juga ikut dimutasi dalam rangka pendidikan Sespimti.

Posisi Kombes Pol Martinus Sitompul digantikan Kombes Pol M. Iqbal yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Utara. Sedangkan Kombes Pol Martinus dimutasi sebagai Anjak Madya Bidang Pid Divisi Humas Polri (dalam rangka Sespimti).

Selain Kombes Pol Martinus, posisi Kapolres Metro Jakarta Utara yang ditinggalkan Kombes Pol M. Iqbal diisi oleh Kombes Pol Susetio Cahyono  yang sebelumnya menjabat Kepala Biro SDM Polda Kepri.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Heru Pranoto dimutasi dari jabatannya, digantikan Kombes Pol Krisna Murti yang sebelumnya menjabat sebagai Pamen Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Mabes Polri. Sedangkan Kombes Pol Heru dipromosikan menjadi Wadir Binmas Baharkam Mabes Polri.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Mohammad Fadil Imran dimutasi sebagai Anjak Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri (dalam rangka Sespimti). Posisinya digantikan Kombes Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho yang sebelumnya menjabat sebagai Kabaginpam Ropaminal Divpropam Polri.

Selanjutnya, Kombes Pol Daniel Bolly Hyronimus Tifaona menduduki jabatan sebagai Kapolresta Bekasi Kota mengantikan Kombes Pol Rudi Setiawan. Sedangkan Kombes Pol Rudi diangkat sebagai Kasubdit IV Direktorat Tipidum Mabes Polri.

Kemudian, Kombes Pol Marolop Damanik yang saat ini menjabat sebagai Direktur Sabhara Polda Metro Jaya dimutasi sebagai Kasubdit Pamwaster Direktorat Pengaman Obyek Vital (Pamobvit) Baharkam Polri.  Sementara Kombes Pol Ahmad Subarkah yang saat ini menjabata sebagai Kapolresta Depok diangkat sebagai Direktur Sabhara Polda Metro Jaya menggantikan Kombes Pol Marolop.

Kombes Pol Umar Faroq yang selama ini menjadi Anjak Madya Bidang Pam Obvit Baharkam Polri diangkat sebagai Kapolres Metro Jakarta Timur, kemudian Kombes Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho yang saat ini menjabat sebagai Kabag Inpam Ropaminal Divisi Propam Mabes Polri diangkat sebagai Kapolres Metro Jakarat Barat.

Selanjutnya Wakapolresta Tangerang AKBP Irman Sugema diangkat sebagai Kapolresta Tangerang.
Kemudian  AKBP Hindarsono yang selama ini menjabat Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya diangkat sebagai Kapolres Kutai Barat Polda Kaltim.

Sementara Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Kus Subiyantoro diangkat sebagai Kapolres Tanah Bumbu Polda Kalsel.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan ditunjuk sebagai Kapolres Asahan Polda Sumut, dan AKBP Didi Hayamansyah yang menjabat sebagai Kasubdit Renakta Dit Reskrimum Polda Metro Jaya diangkat sebagai Kapolres Lebak Polda Banten.

Polresta Depok Bekuk Wanita Dokter Gadungan

Jumat, 22 Mei 2015 16:03 WIB 
PUSKOMINFO - Aparat Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Depok berhasil meringkus seorang wanita berinisial IAD, 28 tahun, yang diduga sebagai dokter palsu (gadungan). 

Dalam aksinya, ibu satu anak ini diketahui sudah menjalankan profesi dokter gadungan tersebut di beberapa klinik di kawasan Bogor dan Depok selama lebih dari setahun terakhir. 

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho, mengungkapkan, terbongkarnya praktek dokter palsu tersebut bermula dari adanya laporan kecurigaan sejumlah dokter asli yang bertemu dengan pelaku di salah satu klinik di kawasan Citayam, Depok.

"Berawal dari adanya laporan tersebut, maka kami (buser) langsung menindaklanjutinya dengan melakukan pengembangan. Setelah bukti dirasa cukup, maka yang bersangkutan kami amankan. Dan benar saja, IAD mengakui bahwa dirinya bukan dokter," kata Kompol Teguh, Jumat (22/5/2015).

Pelaku, lanjut Kompol Teguh, mengawali prakteknya melalui situs jejaring sosial. Pelaku yang menggunakan nama palsu mengaku bisa mengobati dan telah lulus sebagai dokter. "Dari situlah dia mendapat tawaran untuk membuka praktek di beberapa klinik di antaranya di kawasan Cibinong Bogor dan Depok. Klinik umum," beber Kompol Teguh. 

Sementara itu, Kanit Jatanras Polresta Depok, AKP Supriyadi, menambahkan, pelaku diketahui memang terobsesi sebagai dokter. Ini lantaran dia pernah menempuh pendidikan jurusan kedokteran di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. 

"Namun sampai semester delapan saja. Kuliahnya tidak tamat, nah dia ini terobsesi jadi dokter. Dia bisa lolos buka praktek karena memang sudah memiliki basic. Rata-rata yang ditanganinya penyakit umum. Sejauh ini, belum ada pasien yang menjadi korban. Namun akan kami telusuri lebih dalam," kata AKP Supriyadi.

Pengepul Besi Bekas di Penjaringan Ditangkap Karena Edarkan Sabu

Jumat, 22 Mei 2015 14:48 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pengepul besi bekas, Mustopa alias Ampe, 20 tahun, diringkus petugas Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara, karena mengedarkan narkotika jenis sabu. Dari tangan Mustopa, petugas menyita tujuh paket sabu seberat 5,40 gram.

Mostopa dibekuk polisi di Jalan Teluk Gong, Bandengan Terusan, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (21/5/2015) malam.

Kepada petugas, Mustopa yang tinggal di Muara Karang Timur RT 06/016, Pejagalan, Penjaringan mengaku rencananya sabu itu akan diambil oleh pelangganya yang berasal di Kawasan Tambora, Jakarta Barat.

"Kita biasa janjian di sana untuk transaksi," jelas Mustofa, Jumat (22/5/2015).

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, Kompol Bungin ‎Misalayuk mengungkapkan, tertangkapnya tersangka bermula saat anggota Polsek Metro Penjaringan melakukan razia di Jalan Teluk Gong Bandengan Terusan, Pejagalan.

‎"Tersangka ketika itu sedang nongkrong di pinggir jalan. Ketika dilakukan penggeladahan kita temukan tujuh paket sabu," ungkap Kompol Bungin di Polsek Metro Penjaringan.

Atas perbuatannya tersangka terancam dengan hukuman maksimal seumur hidup bahkan hukuman mati karena melanggar Pasal 112 ayat 1 UU No 35/2009 tentang Narkotika.

Kebakaran di Senopati Jakarta Selatan, Satu Pekerja Bangunan Luka Bakar

Kebakaran di Senopati, Pekerja Terjun dari Bedeng
Jumat, 22 Mei 2015 13:37 WIB
PUSKOMINFO - Kebakaran terjadi di bedeng pekerja di lokasi pembangunan gedung di kawasan Jalan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2015) siang. Dalam peristiwa kebakaran ini, satu rumah, satu unit bedeng pekerja dan tiga warung hangus dilalap api.

"Kebakaran terjadi sekira pukul 10:45 WIB. Sumber Api dari bedeng," ujar Petugas Kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan, Jabalnur saat berada di lokasi kejadian.

Menurut keterangan salah satu saksi mata, Gugun, menuturkan dalam peristiwa tersebut ada satu korban mengalami luka bakar. Korban adalah Ruslan HS, seorang pekerja bangunan dan telah dilarikan ke klinik Tiara di kawasan Blok-S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Tidak ada korban yang meninggal dunia dalam peristiwa ini. Hanya ada korban Luka-luka. Tadi ada satu orang yang sedang istrihat di dalam bedeng, karena kaget kebakaran. Dia langsung lompat keluar. Dia mengalami luka bakar," ujar Gugun kepada wartawan di lokasi kejadian.

Ada sekitar 12 unit mobil pemadam dari Sudin Jakarta Selatan yang diterjunkan untuk memadamkan api. Kebakaran berhasil dipadamkan dalam waktu 50 menit. Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Peristiwa masih dalam penyelidikan Polsek Metro Kebayoran Baru dan Polres Metro Jakarta Selatan.

Korban Dokter Kecantikan Gadungan Bertambah Jadi 6 Orang

Jumat, 22 Mei 2015 10:12 WIB
PUSKOMINFO - Korban dokter kecantikan gadungan terus bertambah. Pada Kamis, 21 Mei 2015, kemarin, seorang perempuan berinisial J, 33 tahun, melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan karena menjadi korban JS, 37 tahun, dokter gadungan yang ditangkap di tolilet Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

J mengaku mengalami kerusakan pada wajahnya setelah dioperasi JS.

Wakapolres Metro Jakarta Selatan, AKBP Surawan mengatakan, J melapor menjadi korban JS pada Kamis 21 Mei 2015, kemarin. Dalam laporannya, JS telah menyulap wajah J hingga bengkak-bengkak dan berwarna merah kebiruan.

Saat diperiksa, kata AKBP Surawan, J mengaku mengeluarkan uang senilai Rp12 juta yang diberikan kepada JS untuk mengubah wajahnya agar tampak lebih cantik. Namun, usai dipermak oleh JS dengan cara menyuntikan cairan kimia pada wajahnya, wajah J justru mengalami kerusakan.

"Rekonstruksi wajah korban gagal, wajahnya lantas menjadi rusak. Dia terpaksa menjalani perawatan pada dokter ahli kecantikan yang asli sekarang. Dia terkena bujukan pelaku. Katanya harganya murah dan prosesnya kilat. Makanya dia mau hayar Rp12 juta. Jadi, total korban dokter gadungan menjadi enam sekarang," ujar AKBP Surawan pada wartawan di Polres Metro Jakara Selatan.

Kanit Reskrimsus Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Riki Yariandi mengungkapkan, hingga saat ini masih mendalami sampel cairan kimia, seperti vitamin E yang didapat JS dari toko kimia Brata Chem untuk mengetahui kelayakannya. Pihaknya pun akan memanggil pemilik toko tersebut untuk dimintai keterangannya sebagai saksi.

Lokasi Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 22 Mei 2015


Jumat, 22 Mei 2015 07:24 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi SIM & STNK keliling wilayah DKI Jakarta, Jumat 22 Mei 2015 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : Citraland Grogol
STNK : Citraland Grogol

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

 4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga Pluit
STNK : Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

Jam Operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.
Info Keterangan Lebih Lanjut:

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Bekuk Tiga Jaringan Pengoplos Gas Bersubsidi


Mereka Mengoplos Gas dengan Alat Buatan Tukang Las
Tersangka pengoplos gas memperagakan cara memindahkan isi tabung gas 3 kilogram ke tabung gas 12 kilogram, Kamis (21/5/2015) kemarin, di halaman Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Jumat, 22 Mei 2015 07:12 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Sub Direktorat Sumber Daya Lingkungan (Subdit Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya membekuk tiga jaringan pengoplos gas bersubsidi, dari tabung gas 3 kg dipindahkan ke tabung 12 kg . Mereka beroperasi di tengah pemukiman padat dan menggunakan alat pemindah gas yang tak jelas standard dan spesifikasiknya.

Petugas dari Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap tiga jaringan pengoplos gas ini pada pertengahan April 2015 lalu.

Jaringan pengoplos gas yang bermarkas di Jalan Jeran 2, Kampung Pedurenan, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, memakai alat pemindah gas buatan sendiri.

Alat itu berupa pipa besi tebal seukuran lebih panjang sedikit dari jari tengah orang dewasa. Didalam pipa terdapat besi khusus dengan dua mata kepala diujung-ujungnya.

Kemudian untuk memindah isi tabung gas 3 kilogram (subsidi) ke tabung gas 12 kilogram (non-subsidi), hanya perlu menghubungkan kedua tabung dengan pipa besi tadi.

Posisinya tabung gas 3 kilogram harus diletakkan di atas tabung gas 12 kilogram. Selanjutnya dalam waktu sekitar 4 menit isi di tabung gas 3 kilogram akan berpindah. Untuk mengisi tabung 12 kilogram, dibutuhkan sekitar 3 tabung gas seberat 3 kilogram.

Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Adi Vivid, mengatakan, pipa besi pemindah isi tabung gas itu dibuat sendiri oleh pelaku.

"Dirancang sendiri, lalu dipesan pembuatannya ke tukang las," ucap Adi kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com usai jumpa pers pengungkapan kasus ini, Kamis (21/5/2015).

Sementara itu, jaringan pengoplos gas yang beroperasi di daerah Poris, Tangerang, Banten, membuat alat pemindah gas dengan bentuk berbeda. Jaringan ini memindahkan isi gas elipiji 3 kilogram (subsidi) ke tabung LPG 50 kilogram (non-subsidi).

Alatnya berupa selang karet memanjang yang berselubung besi. Lalu diujungnya ada kepala untuk mengunci lubang masuk ke tabung. Kemudian di setiap kepala ada keran untuk membuka dan menutup.
"Sama, ini juga dibuat di tukang las," ucap AKBP Adi Vivid.

Menurut AKBP Adi Vivid, hal itu amat berbahaya, sebab alat yang dibuat jaringan pengoplos gas ini tak jelas standardnya, lalu mereka beroperasi di tengah pemukiman. Sehingga membahayakan warga sekitar.

Lebih lanjut, AKBP Adi Vivid mengatakan, tiga jaringan pengoplos yang diungkap ini sudah beraksi antara enam bulan sampai sembilan bulan.

Selama itu ketiganya sudah menghasilkan uang sebesar Rp 100 Juta hanya dalam kurun waktu enam bulan saja.

Total ada delapan pelaku yang diringkus polisi dari tiga jaringan pengoplos ini. Antara lain tiga pemilik usaha, dua pegawai yang bertugas mengoplos gas, serta dua pegawai yang bertugas memasarkan gas.

Kini mereka terancam Pasal 62 ayat (1) UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancamannya 5 tahun penjara dan denda Rp 2 milliar. Lalu bisa pula terkena Pasal 32 ayat (2) UU RI No 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Bisa terkena pidana enam bulan penjara dan denda Rp 600.000.

21 Mei 2015

Empat Ruko di Perumahan Jatimulya Bekasi Terbakar


















Embedded image permalink
Kamis, 21 Mei 2015 08:28 WIB
PUSKOMINFO - Sebanyak empat ruko yang berada di Perumahan Jatimulya, Jalan Cemara Raya Blok F Nomor 1 Bekasi Timur, Kamis (21/5/2015) dinihari, ludes dilalap si jago merah.

TMC Polda Metro Jaya menginformasikan peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 03:38 WIB.
.
"Kebakaran di Perum Jatimulya Jl. Cemara Raya Blok F No. 1 Bekasi Timur & msh penanganan DPK," bunyi akun twitter @TMCPoldaMetro.

Hingga kini belum diketahui penyebab kebakaran dan adanya korban dalam peristiwa tersebut. Peristiwa ditangani Polresta Bekasi Kota.