27 April 2009

* Enam Pelaku Curanmor Diringkus

PUSKOMINFO - Enam pelaku pencurian kendaraan bermotor(Curanmor) ditangkap Sat Ranmor Dit Reskrimum Polda Metro Jaya Jum,at (27/4). Keenam pelaku tersebut yakni JK, SA, ASR, SU, DM dan AD. Mereka mempunyai peran masing-masing yaitu JK, SA, ASR dan SU berperan sebagai pemetik (pencuri), sedangkan DM sebagai penadah serta AD sebagai perantara surat-surat.

Awal pengungkapan, pada Jum'at tanggal 17 April 2009, Anggota Unit IV Sat V Ranmor Dit Reskrimum Polda Metro Jaya menerima laporan bahwa telah terjadi pencurian mobil minibus Nissan Grand Livina warna kuning metalik B-1470-NU di daerah Cibubur Jakarta Timur.

Berdasarkan keterangan korban, mobil tersebut telah dipasangi alat GPS. Petugas pun melakukan pelacakan keberadaan mobil tersebut dan diketahui berada di sebuah hotel di daerah Jonggol Cibubur. Selanjutnya petugas bergerak ke lokasi dimana mobil tersebut terdeteksi.

Sesampai di lokasi, petugas dengan mudah menagkap pengemudi mobil tersebut berinisial SU yang berada di dalam hotel dan mendapati mobil Nissan Grand Livina warna kuning metalik B-1470-NU yang diparkir di dalam garasi hotel.

Dari hasil interogasi terhadap SU diketahui bahwa ia sedang menunggu seseorang yang akan mengantar surat-surat kendaraan tersebut dan rencananya kendaran berikut surat-surat akan dibawa ke Semarang Jawa Tengah. Petugas pun menunggu orang yang akan mengantar surat.

Ketika orang yang akan mengantar surat tersebut datang, langsung dilakukan penyergapan. Terakhir diketahui orang tersebut berinisial JK. Dari keterangan JK, saat itu JK juga sedang menunggu AD yang dalam perjalanan dari Bekasi Timur menuju hotel membawa surat-surat kendaran berikut plat nomornya. Akhirnya ketika AD muncul, petugas langsung menangkapnya. Saat ditangkap AD bersama-sama dengan DM yang merupakan penadah kendaraan hasil curian.

Dari keterangan para tersangka, selanjutnya dikembangkan dan berturut-turut petugas berhasil menangkap ASR di pasar Cibubur Jakarta Timur dan SA di Kampung Tengah Condet Jakarta Timur.

Modus dari kelompok ini, mereka melakukan pencurian dengan cara mencongkel gembok pagar atau melepas engsel pagar agar pintu dapat dibuka. Kemudian masuk ke rumah dengan mencongkel jendela menggunakan linggis. Setelah masuk ke dalam rumah, mereka mencari kunci mobil. Setelah kunci didapatkan, selanjutnya mobil didorong ke luar pagar, baru kemudian distarter dan dibawa kabur. Kemudian kendaraan hasil kejahatan tersebut sebelum dijual dilengkapi dengan plat nomor dan STNK palsu.

Dari Kelompok ini, petugas menyita barang bukti 2 buah linggis, 1 set kunci letter T, Pistol rakitan berikut 8 butir peluru kaliber 38, zebo penutup muka, 5 HP, sepasang plat nomor dan STNK palsu serta 19 unit mobil hasil kejahatan.

Kini petugas masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan pembuat STNK palsu dan mengejar para pelaku yang belum tertangkap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar