07 Mei 2009

* Polisi Memburu Dua Tersangka Kasus Narkoba Ke Luar Negeri

07-05-2009

PUSKOMINFO – Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya masih memburu dua tersangka kasus sabu di Jepara Jawa Tengah yang melarikan diri ke luar negeri. Polisi sudah meminta bantuan Interpol untuk menangkap dua Warga Negara Indonesia keturunan Tionghoa, pelaku peracik Sabu yang diduga melarikan diri ke Thailand dan Hong Kong. Kedua tersangka yakni berinisial AI dan WL.

Pengungkapan pabrik sabu di Jepara pada Minggu (03/05/2009) lalu ini hasil pengembangan dari penggerebekan pabrik ecstasy di Pasir Gunung Depok pada Jum'at (01/05/2009) yang lalu.

Di Jepara, Petugas menggerebek dua lokasi yang menjadi tempat pembuatan sabu, yang menjadi bagian sindikat jaringan narkoba Jakarta, Surabaya, Medan, Jepara, Hongkng,Bangkok. Dua lokasi itu adalah Gg. Rejo No. 11 Kelurahan Mulyohajo dan Jl. Cik Lanang Rt. 04/05 Jepara Jawa Tengah.

Pabrik sabu di Jepara ini memproduksi 15 kg sabu per minggu senilai Rp. 30 miliar, petugas berhasil mengamankan dua tersangka. Dari pengakuan tersangka, peracik sabu adalah orang keturunan Tonghoa yang kini telah kembali ke tempat asalnya Cina atau Hongkong.

Pada Senin (04/05/2009), Petugas Dit Narkoba Polda Metro Jaya juga menggerebek pabrik Ecstasy berkedok show room mobil bekas Chandra Motor di Jl. Raya Daan Mogot Km 1 Kav. 45 No. 1 Jakarta Barat. Dari tempat ini, petugas menyita barang bukti 1.751 butir ecstasy, 2 kg serbuk bahan jadi pembuat ecstasy, 7 drum (275 kg) caffeine, 128 kg efedrin, 4 mesin cetak ecstasy, mesin hitung dan ember .

Hingga saat ini, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya telah menangkap 15 tersangka, yaitu
1. AS, 38 th.
2. Drg. LBY, 43 th.
3. HAR alias JONI, 32 th.
4. TBK, 39 th.
5. GM alias SONY, 39 th.
6. NOR, 39 th, (Perempuan)
7. LI, 28 th, (Perempuan)
8. HEN, 36 th.
9. LR, 38 th.
10. GT, 68 th.
11. RF, 33 th, (Perempuan)
12. EM, 31 th.
13. LFY alias ARIFIN alias ALEX, 43 th.
14. ANT alias RT alias AP, 34 th.
15. SUR alias JINGGA alias KUANG CAU, 60 th.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar