30 September 2009

* Penculik Bayi Usia 10 Hari Berhasil Ditangkap

Ratna Mengaku Nekat Menculik Bayi karena Takut Dicerai Suami

30-09-2009 12:13 WIB
PUSKOMINFO - Juliana alias Ratna, 29 th, tersangka penculikan bayi di ITC Depok tertangkap. Ia ditangkap di Jalan Wijaya Kusuma V No 222, Pancoran Mas, Depok, sekitar pukul 08.00, Rabu, 30 September 2009.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Depok, Ajun Komisaris Polisi Rohana, mengatakan, penangkapan bermula dari informasi salah satu dukun beranak yang curiga karena diminta Ratna untuk membuat surat keterangan kelahiran sebagai persyaratan mengurus akta kelahiran. "Ia akan membuat akta untuk mengadopsi anak itu," katanya.

Informasi dukun beranak itu selanjutnya ditindaklanjuti penyelidikan hingga dilakukan penangkapan terhadap tersangka di rumahnya di Jalan Wijaya Kusuma V No 222, Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok, Rabu (30/09/2009) sekitar pukul 08.00 Wib.
Ratna membawa kabur bayi berusia 10 hari bernama Muhamad Haikal itu pada Senin, 28 September 2009. Kepada Latifah, ibu bayi, ia mengaku sebagai panitia lomba bayi sehat sebuah produk susu.

Ratna mulai merayu Siti Latifah agar mengikutsertakan sang bayi ikut lomba sejak Sabtu, 26 September 2009 dengan memberi iming-iming hadiah besar. Pada Senin, 28 September, Latifa pun membawa Muhammad Haikal Ramadhan, yang masih berusia 10 hari, menemui Ratna di ITC Depok.

Dalam pertemuan itu, Ratna memberi uang Rp 100 ribu kepada Siti Latifah untuk membeli perlengkapan lomba seperti baju baru bagi Haikal. Ratna lalu mengambil alih Haikal, sementara Siti Latifah diminta membeli perlengkapan itu. Namun, Ratna telah menghilang bersama Haikal saat Siti Latifa kembali.

Kini, tersangka Juliani alias Ratna mendekam di tahanan Polres Metro Depok. Pengakuan sementara tersangka mengaku nekat menculik Muhammad Haikal Ramadhan karena alasan takut dicerai suaminya.

"Karena sudah 14 tahun sejak ia menikah dengan suaminya tidak kunjung mempunyai anak," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Depok, AKP Rohana kepada petugas PUSKOMINFO Bid Humas Metro Jaya, Rabu (30/9/2009).

Memang, Ratna pernah hamil beberapa waktu lalu, namun saat usia baru 7 bulan, tiba-tiba saja kehamilan itu hilang. "Sementara belum ditemukan adanya indikasi tersangka terkait dengan sindikat perdagangan anak," terangnya.

* Perampasan Sepeda Motor Modus Hipnotis Pemberian Batu

30-09-2009 08:15 WIB
PUSKOMINFO - Perampasan Sepeda Motor dengan modus hipnotis pemberian batu kembali terjadi. Kali ini menimpa Ricky Febrianto, di Pondok Hijau Kelurahan Pengasinan, Bekasi, Selasa (28/09/2009) kemarin sekitar pukul 10.43 Wib.

Pada saat Ricky membeli sate di TKP, tiba-tiba datang pelaku berpura-pura menanyakan alamat. Selanjutnya korban diberikan sebuah batu. Setelah itu korban seperti tak sadar menuruti saja permintaan pelaku. Korban disuruh berjalan sekitar 300 meter tanpa melihat ke belakang. Setelah korban berjalan sekitar 300 meter, ia tersadar dan berbalik. Korban mengetahui sepeda motor miliknya, Yamaha Yupiter MX telah dibawa kabur pelaku.

Persitiwa seperti ini merupakan sudah yang kedua kalinya terjadi. Pada 19 September 2009 lalu juga menimpa Praja Andika Prayitno, 21 th, warga Kebon Nanas Selatan I Rt. 07/08, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur.

.

* Akibat Gardu PLN Cawang Terbakar, 14 Traffic Light Mati

30-09-2009 07:40 WIB
PUSKOMINFO - Gardu PLN Cawang yang terbakar kemarin, hingga kini masih belum dapat berfungsi, akibatnya sebanyak 14 traffic light (TL) padam di tiga wilayah Jakarta. Kerusakan TL ini berpotensi membuat kemacetan lalu lintas bertambah parah.

Menurut data TMC Polda Metro Jaya, Senin (30/09/2009), ke-14 lampu merah yang padam itu tersebar di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

Di wilayah Jakarta Selatan, TL padam diantaranya, TL RS Woman and Children, TL Benyamin, TL Iskandarsyah, TL Santa, TL STM Penerbangan, TL Dunia Buah, TL Barito, TL Panglima Polim, TL Mayestik dan TL Monalisa.

Sedangkan untuk Wilayah Jakarta Barat, TL Jembatan Dua, TL Sampurna Jembatan Besi dan TL Ketapang.

Untuk wilayah Jakarta Pusat hanya satu TL padam, yaitu TL Harmoni.

Sementara untuk wilayah Jakarta Timur dan wilayah Jakarta Utara sampai saat ini dilaporkan belum ada TL yang mengalami gangguan. Bagi masyarakat pengguna jalan yang melintas di TL tersebut diatas dihimbau untuk lebih berhati - hati dan waspada.

* KEJADIAN 30 SEPTEMBER 2009

1. LAKA LANTAS
PD TGL 29 SEPT 2009 JAM 09.00 WIB.
TKP : JL. AKSES MARUNDA CILINCING JAKUT.
KORBAN : HARTATI NINGSIH, 40TH, IRT , AL. JL. BOJONG RT 2/5 NO 2 PEL. PINTU MAKMUR TARUNA JAYA BEKASI .
PELAKU : 1.KR (TRUK TRAILER B-9685-RJ), SUPIR, 28 TH, AL. JL. GETING INDAH SEMPER BARAT JAKUT 2.AD(KR R4 APV B-7279-IM), 32 TH, AL. JL LEKONG NO 36 SEMPER BARAT JAKUT.
KRONOLOGIS : SAAT KORBAN BERJALAN DARI ARAH BARAT KE TIMUR SESAMPAI DTKP KORBAN INGIN MENDAHULUI KR R4 APV BERSAMAAN DARI ARAH BERLAWANAN DATANG TRUK TRAILER DAN MENYEREMPET NAMUN KARENA OLENG KE KIRI SEHINGGA KORBAN TERTABRAK KR R4 APV DAN MD DI TKP, SELANJUTNYA KORBAN DIBAWA KE RSCM UNTUK VER .
DITANGANI LAKA JAKUT.

2. PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN
PD TGL 29 SEPTEMBER 2009 JAM 07.40 WIB .
TKP : PT. LYHOCK BATAVIA PLASTIC PERSADA DS.SUKANEGARA CIKUPA TANGERANG.
KORBAN : PT. LYHOCK BATAVIA PLASTIC PERSADA.
PELAKU : DLM LIDIK.
KRONOLOGIS : PELAKU MASUK KE TKP DGN MELALUI INTERNIT KAMAR MANDI RUANG KERJA LALU MENGAMBIL BARANG DI DALAM RUANG KERJA DAN KELUAR MELALUI INTERNIT YG SAMA.
KRG : ± RP. 60.000.000,-.
DITANGANI SEKTRO CIKUPA

3. PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN
PD TGL 29 SEPTEMBER 2009 PUKUL 21.30 WIB.
TKP : BIKIT WARINGIN B1/21 RT.12/10 DS.KEDUNMG WARINGIN BOJONG GEDE.
PELAKU : SM, 33TH, AL : JL. ACASIA DALAM RT.12/10 MANGGA DUA SELATAN SAWAH BESAR JAKPUS.
KRONOLOGIS : SAAT KORBAN PULANG DARI MUDIK, MENDAPATI RUMAHNYA DALAM KEADAAN TERBUKA, DAN TYERDAPAT BANGKU YG TERSUSUN RAPI DIDEPAN PINTU KAMAR. PELAKU MENGECEK KEADAAN KAMAR, TERNYATA BARANG – BARANG MILIK KORBAN TELAH HILANG.
KRG : TABUNG GAS, DVD, PS DAN BARANG ELEKTRONIK LAINNYA.
DITANGANI SEKTOR BOJONG GEDE.

29 September 2009

*Giat Masyarakat

Tanggal : 29-09-2009
Waktu : 08.00 s/d 17.00
Tempat Kejadian : Gedung Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakpus
Pelaksana : Akademi- Akademi Bina Sarana Informatika
Bentuk Kegiatan : Seminar Motivasi Mahasiswa baru

Tanggal : 29-09-2009
Waktu : 08.00 s/d 21.00
Tempat Kejadian : Gedung Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakpus
Pelaksana : PBSI DKI Jakarta
Bentuk Kegiatan : Kejurda Bulutangkis Tingkat Pripinsi 2009

Tanggal : 29-09-2009
Waktu : 13.00 s/d -
Tempat Kejadian : Mabes Polri Jl.Tronojoyo Jakrata Selatan
Pelaksana : Forum Komunikasi Mahasiswa Jakarta
Bentuk Kegiatan : Unjuk Rasa

Tanggal : 29-09-2009
Waktu : 14.00 s/d -
Tempat Kejadian : Kantor BP.Migas Gedung Patra Jl.Gatot Subroto Jaksel
Pelaksana : Sinergi Mahasiswa Peduli Migas Nasional
Bentuk Kegiatan : Unjuk Rasa

Tanggal : 29-09-2009
Waktu : 14.00 s/d -
Tempat Kejadian : Bundaran Hotel Indonesia Jl.MH.Thamrin Jakpus
Pelaksana : Rakyat Bergerak
Bentuk Kegiatan : Unjuk Rasa

Tanggal : 29-09-2009
Waktu : 19.30 s/d -
Tempat Kejadian : Kantor DPP Partai Golkar Jl. Anggrek Nelly Murni Jakbar
Pelaksana : DPP Partai Golkar
Bentuk Kegiatan : Rapat Pleno

*Bocah Tergencet Mobil Pemadam Kebakaran

29-09-2009 09:08 WIB
PUSKOMINFO-Mobil pemadam kebakaran menabrak bocah hingga tewas saat memadamkan api yang melalap ruko merangkap gudang kedelai di Jalan Raden Patah Lembang Sudimara Barat Ciledug, Tangerang, Selasa pagi. Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 07.30. Sijago merah melahap toko kelontong & sembako merangkap gudang kacang kedelai dan juga menjual gas elpiji. Toko tersebut milik Juang Hong .Untuk memadamkan api tersebut dua mobil pemadam dikerahkan .

Rupanya satu mobil pemadam tanpa desadari oleh pengemudinya , ketika sibuk memadamkan api, mesinnya dalam keadaan hidup. Entah kenapa, mobil yang tidak ada pengemudinya itu tiba-tiba berjalan sendiri.

Warga yang menonton kebakaran tertabrak.Seorang di antaranya Eki, 9, tewas tergencet Tidak itu saja, mobil itu terus melaju dan baru berhenti setelah mebarak tiang listrik. “Mungkin kalau tidak nabrak tiang listrik warung di depannya juga pasti diseruduk,”ujar Samin satu saksi mata.Mengetahui Eki tewas, ayahnya langsung pingsan.

Kapolsek Ciledug, AKP Agus Windarto yang juga ada di tempat kejadian membenarkan peristiwa itu. “Mobil pemadamnya kita bawa ke polsek. Sopirnya sudah kita mintai keterangan. Bisa saja jadi tersangka jika ditemukan ada unsur kelalaian,”ujar Kapolsek AKP Agus Windarto .

* KEJADIAN 29 SEPTEMBER 2009

1. PEMBUNUHAN
PD TGL 28 SEPT 2009 JAM 13.15 WIB.
TKP : JL. MANTANG GG. IV KEL. LAGOA, KOJA, JAKUT. KORBAN : SUYONO ALS EDHO SAKSI : YAMAN.
PELAKU : DD ALS PETRUK.
BB : 1 BILAH BADIK.
KRONOLOGIS : KORBAN DI TUSUK OLEH PELAKU DENGAN MENGGUNAKAN SENJATA TAJAM JENIS BADIK HINGGA MENGENAI ULU HATI. DIKETAHUI SEBELUMNYA ANTARA KORBAN DAN PELAKU MEMPUNYAI DENDAM LAMA, DAN SEMPAT TERJADI SALAH PAHAM DIANTARA KORBAN DAN PELAKU, KMD MAYAT KORBAN DI BAWA KE RSCM UNTUK DI VER.
DITANGANI SEKTRO KOJA.

2. LAKA LANTAS (3-3K)
PD TGL 28 SEPT 2009 JAM 11.00 WIB.
TKP : JL. LOGISTIK ARAH UTARA DEPAN BENGKEL BUBUT, JAKUT.
KORBAN : FAHMI KURTUBU, 20TH (PENGENDARA KR R2).
PELAKU : AK, 25TH (PENGENDARA KR TRUK TRAILER).
KRONOLOGIS : PADA SAAT KR R2 DAN KR TRUK BERJALAN BERIRINGAN DARI ARAH UTARA KE SELATAN SESAMPAINYA DI TKP KARENA HILANG KENDALI TIBA-TIBA KR TRUK MENYEREMPET KR R2 YANG BERADA DISEBELAHNYA SEHINGGA KR R2 TSB TERPENTAL DAN PENGENDARANYA MASUK KE BAWAH TRUK LALU TERLINDAS RODA BELAKANG YANG MENGAKIBATKAN KORBAN MD DI TKP.
DITANGANI LAKA LANTAS RESTRO JAKUT.

28 September 2009

* Akibat Dendam Lama, Suyono Tewas di Ujung Badik

28-09-2009 16:02 WIB
PUSKOMINFO – Suyono, 27 th, tewas terkapar akibat tusukan badik kawannya, Dodi alias petruk, 25 th. Di Jl Mantang, Blok L Gang IV Lagoa, Koja, Jakarta Utara, Senin (28/09/2009) sekitar pukul 13.15 Wib. Pelaku, Dodi, kini telah ditangkap petugas Polsek Metro Koja.

Petugas SPK Polsek Metro Koja, Brigadir Sinaga, mengatakan pelaku kini sudah ditangkap di Jl. Murtado, berjarak sekitar 3 km dari TKP tak lama setelah kejadian. Dari tersangka, petugas menyita sebilah badik yang digunakan pelaku untuk menusuk korban.

Motif pembunuhan, sementara akibat dendam lama. Korban dan pelaku sebenarnya adalah bertetangga di Blok K Gg. 3 Rt. 03/18 Lagoa Jakarta Utara. Tanpa diketahui penyebabnya, saat keduanya bertemu di TKP, tiba-tiba pelaku langsung menusukkan badik ke arah uluhati korban hingga korban tersungkur bersimbah darah. Pelaku lanagsung kabur.

Oleh warga sekitar korban dilarikan ke RS. Pelabuhan, namun nyawanya tak tertolong. Korban pun menhembuskan nafas terakhirnya di RS. Pelabuhan.

Petugas Polsek Metro Koja yang mendapat laporan segera mendatangi TKP dan RS. Pelabuhan dan selanjutnya mengejar pelaku. Dan pelaku akhirnya berhasil ditangkap di Jl. Murtado tak lama setelah kejadian.

Kini mayat korban dikirim ke RSCM untuk otopsi sedangkan pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Metro Koja untuk proses penyidikan lebih lanjut.

* Tips Menghindari Kejahatan Hipnotis / Gendam

28-09-2009 15:13 WIB
PUSKOMINFO - Gendam adalah kejahatan penipuan menggunakan metode hipnotis, yang dipercaya menggunakan ilmu hitam atau magic atau sihir. Padahal secara teknis gendam merupakan salah satu atau gabungan dari teknik shock induction , Ericksonian Hypnosis, dan Mind Control (telepati, magnetism) dan termasuk dalam metode hypnosis modern yang sudah dikenal di dunia barat.

Secara teknis, untuk menghindari kejahatan hipnotis sangatlah mudah. Berikut ini tips untuk menghindari kejahatan gendam / hipnotis jalanan:

1. Percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan mempan kepada orang yang menolaknya, karena seluruh proses hipnotis adalah proses "self hypnosis " (kita mensugesti diri sendiri) dimana rasa takut kita dimanfaatkan oleh penggendam.

2. Curigalah pada orang yang baru anda kenal dan berusaha mendekati anda, karena seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang sangat persuasif.

3. Waspadalah terhadap orang yang menepuk anda dan hindari dari percakapan yang mungkin terjadi. Ketika anda fokus pada ucapannya, pada saat itulah sugesti sedang dilontarkan. Segeralah pindah dari tempat itu dan alihkan perhatian anda ketempat lain.

4. Sibukkan pikiran anda dan jangan biarkan pikiran kosong pada saat anda sedang sendirian ditempat umum, karena pada saat pikiran kosong / bengong, bawah sadar terbuka sangat lebar dan mudah untuk tersugesti.

5. Waspadalah terhadap rasa mengantuk, mual, pusing, atau dada terasa sesak yang datang tiba-tiba secara tidak wajar, karena kemungkinan saat itu ada seseorang yang berusaha melakukan telepathic forcing kepada anda. Segera niatkan untuk membuang seluruh energi negatif tersebut kebumi, cukup dengan cara visualisasi dan berdoa menurut agama dan keyakinan anda.

6. Bila ada orang yang memiliki kebiasaan "latah" usahakan agar kalau bepergian ditemani oleh orang lain, karena latah adalah suatu kebiasaan membuka bawah sadar untuk mengikuti perintah. Usahakanlah untuk menghilangkan kebiasaan latah tersebut.

7. Hati-hati terhadap beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni anda tanpa suatu hal yang jelas dan pergilah ketempat yang ramai atau laporkan kepada petugas keamanan. Kadang penggendam melakukan hipnotis secara berkelompok, seolah-olah saling tidak mengenal.

8. Jika anda mulai merasa memasuki suatu kesadaran yang berbeda, segeralah perintahkan diri anda agar sadar dan normal kembali, dengan meniatkan, "Saya sadar dan normal sepenuhnya! " Dan andapun akan sadar dan normal kembali.

Semoga Anda terhindar dari kejahatan hipnotis / gendam yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

* Polda Metro Jaya laksanakan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pelantikan Anggota DPR, DPD dan MPR RI Periode 2009 - 2014

28-09-2009 09:49 WIB
PUSKOMINFO - Polda Metro Jaya melaksanakan Apel Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Pelantikan Anggota DPR, DPD dan MPR RI Periode 2009 - 2014, Senin (28/09/2009). Apel dilaksanakan di lapangan Parkir Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, dengan Inspektuir Upacara Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Drs. Wahyono.

Apel gelar pasukan dikuti 2.157 personel yang terdiri dari Satgaspus sebanyak 149 personel, Satgasda (Polda Metro Jaya) sebanyak 1.797 personel, Satgasres (Polres Jajaran Polda Metro Jaya) sebanyak 172 personel dan Pengamanan Dalam (Pamdal) MPR sebanyak 39personel.

Pelantikan anggota DPR, DPD dan MPR RI yang akan dilaksanakan 1 Oktober 2009 nanti, telah disiapkan pasukan pengamanan sebanyak 7.878 Personel, yang terdiri dari Satgaspus sebanyak 1.585 personel, Satgasda 1.961 Personel, Satgasres 1.639 personel, TNI 1.464 personel, Paspempres 739 personel dan Pamdal DPR/MPR sebanyak 400 personel.

* KEJADIAN 28 SEPTEMBER 2009

1. PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN
Tanggal : 27 September 2009 jam 12.30 Wib.
TKP : Kosan lt2 jl. Sibayak No. 85 Rt. 03/03 Kel. Pegangsaan Menteng jakpus.
Korban : Putu Shantilaksmi, 35th, karyawati, Al. Jl. Pecandraan Rt. 03/03 Selaong Keb. Baru Jaksel.
Saksi : kamal. Al. TKP.
pelaku : WT.
Kronologis : Saat korban sedang berada di dalam rumah, pelaku datang dan meminta ijin kepada korban untu ke kamar mandi, ketika korban masuk kedalam kamar ternyata pelaku sudah tidak ada dan barang-barang korban juga sudah hilang.
Kerugian ; 1 unit laptop merk Acer, 1 unit HP merk Nokia E71, 1 unit jam tangan, 1 buah tas merk Louis Vuitton, dan uang tunai senilai Rp. 200.000,-
Ditangani : Sektro Meneng.

2. PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN
Tanggal : 27 septemer 2009 Jam : 18.45 Wib.
TKP : Depan akntor PLN Mall Plaza metropolitan Tambun selatan Bekasi.
Korban : heni Lasmawati, 19th, Al. Jl. Sasak Tiga Rt. 04/03 Tridayasakti tambun Selatan Bekasi. Kab.
Pelaku : Lidik.
Kronologis : sewaktu korban keluar dari galeri ATM. korban bertemu dengan pelaku di TKP, selanjutnya pelaku langsung menyalakan KR R2 milik pelaku dan pelaku langsung menarik tas korban dan melarikan diri.
kerugian : uang tunai Rp. 100.000,- dan kartu ATM Bank Niaga.
Ditangani : Sektro Tambun.

3. KEBAKARAN
Tanggal : 27 september 2009 jam : 11.50 Wib.
TKP : Jl. Tanjung Wangi Rt. 06/12 penjaringan Jakut.
Korban : yani Jaya, 53th, Al. TKP.
Saksi : Jamludin, 34th, Al. TKP.
kronologis : Api berasal dari konsleting arus listrik dari salah satu rumah warga yang kemudian membesar dan membakar rumah kontrakan semi permanen yang dihuni sebanyak kurang lebih 1.500 KK. api dapat dipadamkan sekitar jam 15.00 Wib dengan menggunakan 38 unit mobil DPK.
Korban Jiwa : nihil.
Kerugian : Belum dapat ditaksir.
Ditanani : Sektro Penjaringan.

*Oli Tumpah, Bikers Berjatuhan di JL. Buncit Raya Jakarta Selatan

28-09-2009 06:16 WIB
PUSKOMINFO-Sebanyak lima pengendara motor (bikers) telah berjatuhan akibat tumpahan oli di bawah Depan Paparon”s Jalan Buncit Raya Jakarta Selatan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Informasi dari Petugas BM Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin (28/9/2009), tumpahan oli di badan jalan tersebut volumenya cukup besar dan membahayakan para pengguna jalan.

Karena itu, Kepolisian mengimbau kepada para pengguna jalan yang akan melintas di lokasi tumpahan oli untuk mengurangi laju kendaraannya. Polisi kini tengah berusaha untuk menutup tumpahan oli untuk menghindarkan jatuhnya korban lagi.

*Hari Ini , Tarif Tol Naik

28-09-2009 06:14 WIB
PUSKOMINFO-Pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum akhirnya memberlakukan kenaikan tarif tol pada hari ini senin (28/09) untuk 10 ruas tol.

Penyesuaian tarif tol di 10 ruas mengacu kepada UU No. 38 tahun 2004 tentang Jalan dan PP No. 44 tahun 2009 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh laju inflasi, kata Nurdin.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai inflasi selama dua tahun terakhir pada beberapa wilayah yang terdapat jalan tol bervariasi mulai dari 12,74 persen di Surabaya hingga 18,56 persen di Cirebon.

Penyesuaian tarif tol tersebut telah mendapat persetujuan Menteri Pekerjaan Umum (PU) melalui Keputusan Menteri PU No.514/KPTS/2009 tentang Penyesuaian Tarif Tol Pada Ruas Jalan Tol.

Ruas-ruas tol yang mengalami penyesuaian tarif yaitu Jakarta-Bogor-Ciawi (59 KM) untuk tarif terjauh golongan I berubah dari Rp5.500 menjadi Rp6.500, Dalam Kota Jakarta (23,55 KM) dari Rp5.500 menjadi Rp6.500, Jakarta-Tangerang (33 KM) dari Rp3.500 menjadi Rp4.000, Padalarang-Cileunyi (64,4 KM) dari Rp5.500 menjadi Rp6.500, Palimanan-Kanci (26,3 KM) dari Rp7.000-Rp8.000, Semarang Seksi A,B,C (24,75 KM) dari Rp1.500 tetap Rp1.500.

Ruas lainnya yaitu Surabaya-Gempol (49 KM) dari Rp3.500 menjadi Rp4.000, Belawan- Medan-Tanjung Morawa (42,7 KM) dari Rp4.500 menjadi Rp5.000, Surabaya-Gresik (20,7 KM) dari Rp7.000 menjadi Rp8.000 dan Tangerang-Merak (73 KM) dari Rp18.000 menjadi Rp28.500.

Keputusan Menteri tersebut juga menetapkan penundaan penyesuaian tarif tol pada empat ruas tol yaitu Cikampek-Purwakarta-Padalarang (58,5 KM) milik PT Jasa Marga, Serpong-Pondok Aren (7,24 KM) milik PT Bintaro Serpong Damai, Ujung Pandang Tahap I dan II (6,05 KM) milik PT Bosowa Marga Nusantara serta Lingkar Luar Jakarta (45,37 KM) milik PT Jasa Marga.

Penundaan penyesuaian tarif tol dilakukan karena Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menilai belum terpenuhinya Standar Pelayanan Minimum (SPM) seperti tingkat kerataan jalan, pemasangan pagar dan kekesatan jalan.

Khusus untuk ruas Lingkar Luar Jakarta (JORR seksi S), penundaan dilakukan karena masih adanya masalah hukum dengan pihak investor lamanya.

*Bikers Ugal-Ugalan Tabrakan, 1 Luka-Luka

28-09-2009 06:11 WIB
PUSKOMINFO - Aksi ugal-ugalan di jalan raya mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor mengalami luka parah. Peristiwa tersebut terjadi hari Selasa (27/9) sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan Raya Industri tepatnya depan PT Mulia Keramik Cikarang Selatan arah ke Barat, Bekasi.

Korban Ujang Supriono (24 th) warga Jalan Kp Bulak Indah Cikarang Utara, Kranji Bekasi.

Menurut Keterangan dari petugas Radio Bripka Tugiyo , saat korban berjalan dari arah Selatan ke utara dengan kecepatan tinggi dan melalui jalur kanan, tiba-tiba menabrak kendaraan sepeda motor yang ada di depannya.

Korban dilarikan ke RS Mediros dan kejadian di tangani Unit Laka Bekasi.(tmc)

27 September 2009

*Tempat Wisata

PUSKOMINFO-Hari ini adalah hari terakhir setelah liburan panjang lebaran 2009. Warga masyarakat berbondong-bondong menuju ke tempat wisata keluarga, seperti Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan. sampai siang ini diinformasikan pengunjung menggunakan kendaraan roda dua sebanyak 10.320 unit, kendaraan roda empat sebanyak 3891 unit, bus sebanyak 47 unit dan truk sebanyak 22 unit. Untuk menghindari kemacetan di sekitar Ragunan Polantas menurjunkan personil yang cukup untuk mengatasinya dan dilengkapi dengan kendaraan roda dua sebanyak 60 unit dan roda empat sebanyak 4 unit.

*Dua Lokasi Kebakaran di Penjaringan, Jakarta Utara

Siang ini terjadi kedakaran di dua lokasi berbeda diwilayah Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (27/09) sekitar pukul 11.30 Wib.

Berdasarkan informasi dari Aiptu.Sriyoko selaku petugas radio TMC. Saat ini sijagomerah mengamuk dilokoasi pemukiman kumuh yang terletak di Rt.06/13 Tanjungwangi,Penjaringan Jakarta Utara dan di Rumah Susun Melati yang terletak di Rt.06/12 Penjaringan Jakarta Utara.

Aiptu. Sriyoko menambahkan saat ini kebakaran yang terjadi di dua lokasi tersebut masih berlangsung, sebanyak 4 unit DPK sudah merapat ke pemukiman kumuh sedangkan di lokasi Rumah Susun Melati sudah ada 6 Unit DPK.

Akibat peristiwa ini Ruas tol dialihkan diantaranya : arus lalu lintas dari Bandara Sukarno Hatta yang akan menuju Priok dialihkan melalui layang Pluit sedangkan arus lalu lintas dari Grogol yang akan menuju Priok dialihkan keluar melalui tol Pluit kemudian melewati jalan arteri.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab maupun korban jiwa dalam peristiwa ini.

*Kebakaran

PUSKOMINFO-Sebuah gardu listrik terbakar di dalam Arena American Club Jakarta. Telah disiagakan 8 unit mobil dinas pemadam kebakaran, tetapi hanya 3 unit mobil yang boleh masuk, begitu juga Anggota Kepolisian yang akan membantu dilarang masuk oleh pihak sekuriti Arena tersebut dengan alasan bahwa wilayah tersebut adalah wilayah mereka (Amerika). Situasi kondusif dan tidak ada korban jiwa.

*Car Free Day Berlangsung di Sudirman -Thamrin

27-09-2009 08:05:11

Berdasarkan pemantauan layar CCTV di TMC ,pukul 07.30 WIB, kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau "Car Free Day" membuat ruas Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, terlihat lengang, Minggu (27/09).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh TMC,dengan adanya kegiatan Car Free Day ini kendaraan pribadi dilarang melintasi jalur cepat ruas Jalan Sudirman-Thamrin, mulai dari Bundaran Senayan hingga Bundaran Bank Indonesia, berlaku sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Kendaraan pribadi dan kendaraan umum hanya boleh melintasi jalur lambat ruas Jalan Sudirman-Thamrin, sedangkan bus Transjakarta tetap beroperasi seperti biasa.

Untuk menunjang pelaksanaan Car Free Day, Polantas Polda sudah menyiagakan sejumlah petugas untuk mengawasi lalu lintas.

"Petugas sudah berada dititik yang telah ditentukan, sedangkan arus lalu lintas di ruas jalan Sudirman _Thamrin sekarang masih lengang ,"ujar petugas radio TMC Bripka Ganda Aritonang .

* KEJADIAN 27 SEPTEMBER 2009

1. Pencurian Dengan Kekerasan

Waktu kejadian : Tanggal 26 September 2009 Pukul 12.30 Wib.
TKP : Jl. Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat
Korban : Markus Cahyadi, 30th, Wiraswasta, Al. H. Jamhan II No. 382 Rt. 14/02 Kel. Angka Kec. Tambora Jakarta Barat.
Pelaku : 2 orang dalam lidik.
Saksi : Darmawanti.
Kronologis : Pada saat korban mengendarai sepeda motornya bersama saksi, tiba-tiba sesampainya di tkp dari arah belakang korban dipepet oleh sepeda motor milik pelaku yang langsung merampas sebuah tas yang berisi 3 buah HP, uang tunai Rp. 100.000,-, dan kunci rumah. Total Rp. 3.000.000,- yang dibawa oleh korban, kemudian korban berusaha mengejar pelaku namun terjatuh.
Ditangani : Restro Jakarta Barat.

2. Pencurian Dengan Kekerasan

Waktu kejadian : Tanggal 26 September 2009 Pukul 09.50 Wib.
TKP : Jl. DI. Panjaitan Jatinegara Jakarta Timur.
Korban : Kristi Yunita, 21th, Mahasiswi, Al. Jl. Kenari II No. 14 Rt. 06/01 Margahayu Bekasi.
Pelaku : Feb (tangkap).
Kronologis : Pada saat korban sedang mengendarai sepeda motornya, sesampainya di tkp korban dipepet oleh sepeda motor milik pelaku yang langsung merampas tas yang berisi 1 buah HP dan uang tunai Rp. 130.000,-.yang dibawa oleh korban, selanjutnya pelaku berhasil diamankan oleh warga sekitar.
Ditangani : Sektro Jatinegara.

26 September 2009

* Honda Jazz VS Toyota Furtuner

Tabrakan antara dua kendaraan terjadi jalan tol TB Simatupang, tepatnya di KM 22-A Pondok Indah – Kampung Rambutan.

Berdasarkan informasi dari AKP H.Mukidi Ka Induk PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, kecelakaan ini terjadi Sabtu (26/9) sekitar pukul 11.30 WIB. Kendaraan yang mengalami kecelakaan adalah Honda Jazz B 8479 DJ dan Toyota Furtuner B 1082 EJA.

AKP Mukidi juga mengatakan “Kecelakaan terjadi karena kendaraan kurang menjaga jarak," tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun menimbulkan kemacetan yang cukup panjang di jalan tol.

Saat ini kedua kendaraan tersebut sudah di pinggirkan dalam penyelesaian dengan kekeluargaan dan ditangani unuit laka Jakarta Selatan.

* Sijagomerah lahap gudang peralatan pesta

PUSKOMINFO – Sebuah gudang peralatan pesta milik Abdullah (44) terbakar di Jl. Hos Cokroaminoto Rt. 04/10 Kel. Larangan Utara Tangerang, Jum’at (25/9), pukul 12.30 Wib. Api yang berasal dari dari sampah yang terbakar kemudian membesar dan membakar gudang peralatan pesta. Api juga membakar isi gudang, berupa alat dekorasi dari busa dan kain tenda.

Dengan bantuan warga, api akhirnya berhasil dipadamkan pukul. 12.50 Wib. Kasus ditangani Sektro Ciledug.

* Kejadian 26 September 2009

1. Pencurian dengan pemberatan

Waktu kejadian : Tanggal 25 September 2009 Pukul 01.00 Wib.
TKP : Jl. Kemang Utara 7 No. 19 A.
Korban : Jeannet Koss Collier, 35th.
Pelaku : Dalam lidik.
Kronologis : Korban terbangun karena mendengar anaknya menangis dan menemukan dompet milik suami sudah berada di luar laci lemari dan saat dicek barang-barang milik korban sudah tidak ada, diduga pelaku masuk ke tkp dengan cara mencongkel pintu belakang.
Kerugian : 1 buah kamera digital dan 2 buah HP. Total kerugian : Rp. 7.000.000,-.
Ditangani : Polda Metro Jaya.

2. Kebakaran

Waktu kejadian : Tanggal 24 September 2009 Pukul 23.15 Wib.
TKP : Jl. Kemandoran VIII Rt. 02/11 Grogol Utara Keb. Lama.
Korban : H. Somad.
Saksi : Mamat Rasyid, 46th, swasta, Al. tkp.
Kronologis : Api berasal dari konsleting listrik yang kemudian membakar 10 rumah petak milik korban, api berhasil dipadamkan pkl. 00.45 Wib oleh 21 unit DPK.
Kerugian : Belum dapat ditaksir.
Ditangani : Sektro Keb. Lama.

* LOKASI SIM & STNK KELILING

Lokasi SIM dan STNK keliling hari ini Sabtu, 26 September 2009;

Jakarta Utara : SIM & STNK Mega Mall Pluit.
Jakarta Barat : SIM Keliling di Dekat SPBU Jl. Joglo Raya dan STNK Keliling di Carefour Puri Indah Kembangan.
Jakarta Timur : SIM keliling di Padepokan Pencak Silat dan STNK keliling di Swlayan Makro Pasar Rebo.
Jakarta Selatan : SIM Keliling di Kebun Binatang Ragunan dan STNK Keliling di Pos Pol TMP Kalibata.
Jakarta Pusat : SIM Keliling didepan LTC Glodok Jl. Gajah Mada dan STNK Keliling Didepan Gd. Kantor PELNI

SIM dan STNK keliling ini akan beroperasi mulai pukul 08.00 sampai dengan 12.00 WIB.

25 September 2009

* Samsat Drive Thru Beroperasi, Bayar Pajak Kendaraan Hanya 5 Menit

25-09-2009 11:22 WIB
PUSKOMINFO – Untuk mempermudah pelayanan pajak kendaraan bermotor, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membuka pelayanan bagi wajib pajak kendaraan melalui Samsat Drive Thru. Samsat Drive Thru yang semula akan diresmikan oleh Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri, diwakilkan oleh Kababinkam Polri Komjen Pol. Drs. Iman Haryatna, pada Jumat (25/09/2009) tadi pagi.

Dalam acara peresmian tersebut, Dir Lantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Condro Kirono mengatakan, dengan pembangunan Samsat Drive Thru ini, diharapkan pelayanan akan lebih cepat. Dengan fasilitas ini, kini masyarakat wajib pajak tidak perlu mengantre lama di kantor Samsat untuk membayar pajak kendaraannya.

Samsat Drive Thru ini merupakan salah satu terobosan dalam program quick respons Polri dalam rangka merespons secara cepat masyarakat. Tidak hanya itu, dengan sistem itu mengurangi pungli yang sering dilakukan oknum polisi.

Lokasi Samsat Drive Thru sendiri terletak di depan kantor Samsat Jakarta Selatan di kawasan Polda Metro Jaya. Ada 2 loket disediakan di Samsat Drive Thru ini untuk melayani wajib pajak," lanjut Condro.

Sementara, Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Teddy Minahasa mengatakan, dalam pelaksanaannya, wajib pajak (WP) atau pemilik kendaraan cukup membuka jendela kaca mobilnya dan mendatangi loket I untuk menyerahkan BPKB, STNK, dan KTP asli kepada petugas untuk input data.

Selanjutnya, Wajib Pajak menuju ke loket II untuk membayar pajak yang sudah ditetapkan. "Diharapkan layanan Samsat Drive Thru bisa mengurangi antrean di gedung Samsat karena prosesnya cepat," kata Teddy.

Namun, layanan Drive Thru ini masih memiliki keterbatasan. Layanan Drive Thru baru bisa diterapkan bagi wajib pajak yang kendaraannaya sudah balik nama atas nama pemiliknya. “Buat pemilik kendaraan yang belum balik nama, yang beli mobil bekas misalnya, harus balik nama dulu, baru bisa bayar di Drive Thru," ujarnya.

* Kapolri Meresmikan Polpos Terpadu Bundaran HI

25-09-2009 10:57 WIB
PUSKOMINFO - Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri meresmikan Polpos Terpadu di kawasan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2009).

Gedung Polpos ini dilengkapi dengan kamera CCTV, komputer yang disambungkan dengan jaringan TMC Ditlantas Polda Metro Jaya sehingga bisa langsung memantau situasi arus lalulintas di kawasan itu. Selain itu juga dilengkapi empat sepeda gunung, lima buah motor dan sebuah mobil untuk menunjang kegiatan operasionalnya.

Dalam sambutannya, Kapolri mengatakan, “Dengan adanya Polpos ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan bukan hanya sebagai pajangan pelengkap saja. Manfaatkan fasilitas tersebut, jika ada petugas yang nakal laporkan” kata Kapolri.

Selanjutnya Kapolri Bambang Hendarso Danuri juga menambahkan, selain Polpos Thamrin, dalam waktu dekat, juga akan dibangun di kawasan Matraman (Berland) dan Pasar Rumput untuk mencegah kemungkinan adanya tawuran antarwarga.

”Di Jalan Diponegoro sudah dibangun, kami harapkan tawuran di kawasan tersebut bisa diatasi,” ujar Kapolri.

Hadir dalam acara tersebut, Menteri BUMN Sopyan Jalil, Menkoinfo, M. Nuh, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN), Taufik Effendi, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Wahyono.

* Sepuluh Rahasia Menghemat BBM

Pada masa sekarang fungsi kendaraan tak dapat dilepaskan dari kehidupan kita. Tentunya, peran bahan bakar sebagai "makanan" kendaraan juga sangat penting. Bahan bakar yang banyak dipakai, bahan bakar minyak (BBM), tidak akan ada selamanya, karena merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui. Sementara para pakar sedang berusaha mencari energi alternatif, kita hendaknya menghemat penggunaan BBM ini sedini mungkin. Berikut sepuluh tips menghemat bahan bakar versi MSN.com yang dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

1. Mengemudi Dengan Santai
Mengubah cara Anda mengemudi adalah cara yang efektif mengurangi konsumsi bahan bakar mobil. Berdasarkan Environmental Protection Agency (EPA) di Washington, Amerika Serikat, berkendara dengan santai dan tidak ugal-ugalan akan menghemat 33 persen penggunaan bahan bakar di jalan luar kota dan lima persen di jalan dalam kota. Hentikan pula kebiasaan menderung-derungkan mesin kendaraan di lampu merah dan menghentak maju saat lampu hijau.

2. Jangan Berhenti Mendadak
Jangan menghentikan kendaraan secara mendadak. Sebisa mungkin kurangi menginjak pedal rem. "Ketika Anda menginjak rem, Anda sebenarnya membuang energi," ujar Manajer General Motors, Eric Kaufman. Perhatikan secara saksama jalanan di depan Anda dan berbelok perlahan di tiap tikungan.

3. Perhatikan Batas Kecepatan
Mobil atau truk yang melaju pada kecepatan 80 kilometer per jam lebih hemat 15 persen konsumsi bahan bakar ketimbang kendaraan bertipe sama namun berkecepatan 100 kilometer per jam. Meski penggunaan optimal bahan bakar pada tiap kendaraan berbeda-beda, bahan bakar biasanya berkurang lebih cepat pada kecepatan di atas 96 kilometer per jam.

4. Gunakan Alat Navigasi (Cruise Control)
Mungkin Anda tidak terlalu familiar dengan Cruise Control. Memang tidak banyak kendaraan, terutama di Indonesia yang memiliki alat canggih seperti ini. Namun, jika digunakan secara maksimal Cruise Control mampu menghemat penggunaan BBM. Alat ini memuluskan input pengendara, membantu mengawasi laju kendaraan, dan memberikan informasi mengenai semua hal di jalanan.

5. Hindari Membiarkan Mesin Menyala Terlalu Lama
Membiarkan mesin menyala lebih membuang bahan bakar ketimbang mematikan dan menyalakannya lagi. Jadi, ketika Anda terjebak dalam kemacetan panjang, matikan mesin kendaraan. Jangan biarkan BBM yang berharga itu lenyap tak berarti.

6. Matikan AC
Jika Anda hidup di kota yang lalu lintasnya tidak terlalu padat atau beriklim sejuk, kurangi penggunaan Air Conditioner. Pasalnya, AC adalah salah satu komponen kendaraan yang menyedot BBM. Anda dapat perhatikan sendiri BBM akan lebih banyak terpakai saat Anda berkeliling kota menyalakan AC ketimbang hanya membuka jendela.

7. Teknik Maju dan Meluncur
Ini adalah teknik favorit para pengemudi jarak jauh yang menganggap tiap liter bahan bakar adalah harta tak ternilai. Namun, teknik ini hanya dapat diterapkan pada kendaraan hibrida. Langkah pertama adalah memacu kendaraan hingga mencapai kecepatan sekitar 48kilometer-64 kilometer per jam. Lalu lepaskan pedal gas dan biarkan kendaraan meluncur begitu saja. Ketika kendaraan melambat menjadi 48 kilometer per jam, ulangi proses sebelumnya. Teknik ini mengurangi penggunaan BBM dengan meminimalisasi pembakaran mesin internal.

8. Rencanakan Perjalanan
Kombinasikan kegiatan Anda menjadi satu perjalanan daripada memacu kendaraan berulang kali dalam sehari. Parkirkan kendaraan Anda di satu tempat parkir dan berjalan menuju beberapa tujuan. Jangan membuang BBM Anda dengan parkir di banyak tempat dalam satu hari. Jika Anda bepergian jauh, penggunaan Global Positioning System (GPS) dianjurkan. Anda tentu tidak mau tersesat dan berputar-putar di wilayah asing yang tentunya membuang bahan bakar.

9. Rawat Kendaraan Anda Secara Rutin
Kendaraan yang terawat beroperasi dalam puncak efisiensi. Sebagai contoh, mesin tak terurus atau busi yang usang tidak akan mengoptimalkan penggunaan BBM. Pastikan filter udara dan filter bahan bakar tetap bersih. Jika perlu, ganti dengan yang baru. Sesuatu yang sederhana seperti ban pun memiliki kontribusi terkait bahan bakar. Menurut EPA, ban yang memiliki tekanan udara optimal akan menghemat enam persen penggunaan bahan bakar.

10. Singkirkan Barang-Barang Tak Penting
Bersihkan bagian interior kendaraan, kosongkan bagasi. Keluarkan berbagai barang tak penting yang hanya menambah berat kendaraan. Berdasarkan EPA, konsumsi bahan bakar bertambah boros dua persen pada tiap 50 kilogram barang di dalam kendaraan. Bemper tambahan, rak atap mobil, atau kargo tambahan adalah sejumlah barang yang juga menambah beban.(YUS)

* Kartu ATM Hilang, Saldo Rekening Juga Berkurang

25-09-2009 09:40 WIB
PUSKOMINFO - Odor Lina M. Purba, 44 th, sungguh kaget, baru tersadar jika kartu ATM BCA miliknya hilang dari dompetnya, ketika hendak digunakannya. Ia lebih kaget lagi ketika akan memblokir kartu ATM-nya diketahui saldo rekeningnya berkurang sebesar Rp. 12.100.000,-.

Korban, warga Perum Indogreen D 5/12 Rt. 02/04 Gunungsari, Citeureup, Bogor ini bermaksud menggunakan Kartu ATM BCA miliknya di ATM BCA Pluit Mas Jakarta Utara pada 23 September 2009 lalu. Alangkah kagetnya karena kartu ATM miliknya tidak ada di dompetnya. Ia pun selanjutnya melakukan pemblokiran.

Namun, usai melakukan pemblokiran, korban mengecek saldo rekening miliknya telah berkurang sebesar Rp. 12.100.000,-. Padahal ia tdak pernah melakukan tarik tunai atau belanja sebanyak itu. Korban terakhir melakukan transaksi ATM pada tanggal 7 September 2009. Sedangkan transaksi berkurangnya saldo pada tanggal 10 September 2009.

Atas kejadian tersebut, selanjutnya pada Jumat (24/09/2009) sekitar pukul 12.00 Wib kemarin, korban melapor ke SPK Polda Metro Jaya.

* NOOR DIN END STOP

Bismillah...

Pengantar :
Alhamdulillah kado lebaran dari Pemerintah kita benar-benar mengharukan, para wanita bercadar dari salafiyyin menjadi tenang. Cukup membawa KTP dan identitas lainnya, hari raya, mudik menjadi nyaman. Kenapa, karena kabarnya ada sweeping atas wanita bercadar yg tdk lagi seketat sebelumnya, lantaran diduga Abu Muawwidz Noor din M Top rela berpenampilan wanita.

Lebih tenang lagi, masyarakat bisa tahu akibat menjelekkan Islam dan ngaku berjihad, ternyata sang 'mujahid ' mati di tempat najis, kamar mandi. Mau tahu latar belakang terorisme dan cara menghancurkan terorisme, akar-akarnya http://antiteroris.salafy.or.id.


NOOR DIN END STOP
SUKA CITA KAUM MUSLIMIN DAN KESEDIHAN KAUM TERORIS KHAWARIJ

Sebagai seorang muslim yang masih berada diatas fitrahnya yang suci, sudah tentu merasakan kegembiraan ketika mendengarkan berita tentang tewasnya seseorang yang dikenal sebagai salah satu gembong teroris Khawarij di masa kini, yang gemar melakukan tindakan kejahatan dan menumpahkan darah manusia, tidak terlepas pula tertumpahnya darah-darah kaum muslimin. Namun berbeda halnya dengan seorang yang telah tertanam padanya benih-benih pemikiran khawarij, dia tentu akan merasa sedih dengan terbunuhnya salah satu dari tokoh mereka,yang selama ini dianggap “berjihad” dengan cara-caranya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menggelarinya dengan sebutan “mujahid” atau “mati syahid”.

Kaum Muslimin yang kami muliakan, termasuk diantara petunjuk didalam Islam yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam dan para sahabatnya adalah tidak menampakkan kesedihan dengan tewasnya tokoh-tokoh teroris khawarij. Bagaimana mungkin seseorang bersedih, sementara mereka dengan melakukan tindakan membabi buta tanpa mengikuti koridor syari’at Islam yang telah diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya dan melakukan berbagai tindakan teror yang menyebabkan ketakutan kaum muslimin yang hidup di dalam negeri mereka sendiri. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti seorang muslim lainnya.”
(HR.Abu Dawud (5004) dari beberapa sahabat Nabi )

Oleh karenanya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan tegas menyebut mereka kaum khawarij sebagai anjing-anjing neraka. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Khawarij adalah anjing-anjing neraka.”
(HR.Ibnu Majah:173, dari Ibnu Abi Aufa radhiallahu anhu)

Demikian pula halnya para sahabat Nabi –semoga Allah meridhai mereka- tidak merasa sedih dengan meninggalnya tokoh-tokoh teroris khawarij, bahkan sebaliknya dengan menampakkan perasaan gembira dan bersyukur atas meninggalnya. Diriwayatkan dari Abu Ghalib berkata: Abu Umamah –radhiallahu anhu- melihat kepala-kepala (kaum khawarij) yang dipajang ditangga masjid Damaskus, lalu Abu Umamah berkata:
"Anjing-anjing neraka, (mereka) seburuk-buruk yang terbunuh di bawah kolong langit,dan sebaik-baik yang terbunuh adalah yang mereka bunuh.”
Lalu Abu Umamah berkata: "Sekiranya aku tidak mendengar hadits ini (dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam) sekali, dua kali sampai tujuh kali, aku tidak akan memberitakannya kepada kalian.”
(HR.Tirmidzi:3000)

Perhatikanlah hadits ini yang menunjukkan betapa seringnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam memberi peringatan kepada umatnya dari bahaya kaum khawarij ini.

Demikian pula yang dilakukan Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu,sebagaimana yang diriwayatkan oleh Zabban bin Shabirah Al-Hanafi bahwa ia berkata ketika menceritakan keikutsertaannya dalam perang Nahrawan dalam menumpas kaum Khawarij:
“Aku termasuk yang menemukan dzu tsadyah, lalu menyampaikan berita gembira ini kepada Ali radhiallahu anhu dan aku melihatnya sujud yang menunjukkan kegembiraannya.”
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf: 8424)

Yang dimaksud Dzu tsadyah adalah salah seorang dari kalangan khawarij yang diberitakan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Dzu tsadyah artinya yang memiliki benjolan pada bagian tangannya yang menyerupai payudara, bagian atasnya seperti puting payudara yang memiliki bulu-bulu kecil mirip kumis kucing. (Fathul Bari:12/298)

Demikianlah sikap para ulama salaf dalam menyikapi kaum teroris khawarij.Semoga Allah memelihara kita semua dari kejahatan dan makar mereka, dan semoga Allah menyelamatkan kaum muslimin dari berbagai pemikiran dan syubhat mereka yang menyesatkan manusia dari jalan Allah Azza Wajalla. Benarlah ucapan Abul ‘Aliyah rahimahullah:
“Sesungguhnya aku merasakan dua kenikmatan yang aku tidak mengetahui manakah diantara dua kenikmatan tersebut yang terbesar: ketika Allah memberi hidayah kepadaku untuk memeluk islam, dan tidak menjadikan aku sebagai haruri (khawarij).”
(diriwayatkan Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf:18667) (abukarimah)
Dalam suasana hari raya di bulan Syawal ini, perkenankan kami berbagi kado-kado buat Anda sekalian, untuk menghancurkan akar-akar terorisme, klik http://antiteroris.salafy.or.id. Terima kasih.


Sukoharjo, 23 September 2009 / 3 Syawal 1430 H

Muhammad Fajaruddin, MZA (Pemerhati Salafi)
Nomor Telkomsel Halo : 0811259226
Karang Baru RT 04/RW 07, Gg Nusa Indah VII, Kel. Sanggrahan, Kec. Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah 57552 Indonesia

* LOKASI SIM DAN STNK KELILING

WILAYAH LOKASI
JAKARTA SELATAN Lokasi : SIM : Kebun Binatang ragunan STNK : Taman Makam Pahlawan Kali Bata
JAKARTA SELATAN Lokasi : SIM : Padepokan Pencak Silat TMII STNK : Makro Pasar Rebo
JAKARTA SELATAN Lokasi : SIM & STNK : Mega Mall Pluit
JAKARTA SELATAN Lokasi : SIM : Pom Bensin Joglo STNK : Carefour Puri Kembangan
JAKARTA PUSAT Lokasi : SIM : LTC Glodok STNK : Kantor Pelni Gajah Mada

* KEJADIAN 25 SEPTEMBER 2009

1. Pencurian Dengan Pemberatan

Waktu kejadian : Tanggal 24 September 2009 Pukul 07.00 Wib.
TKP : Jl. Ir. H. Juanda No. 30 Restauran Dinosar Jakarta Pusat.
Korban : Chang Ming Tauw, 41th, Swasta, Al. Jl. Kramat Raya Pulo Gg. XXI C 1 E Rt. 09/08 Kel. Kramat Jakarta Pusat.
Saksi : Herman, 41th, Swasta.
Pelaku : Dalam lidik.
Kronologis : Sewaktu saksi membuka pintu restaurant dan melihat ke dalam barang-barang sudah dalam keadaan berantakan dan beberapa peralatan elektronik telah hilang, selanjutnya saksi melaporkan hal tersebut kepada korban dan setelah dicek diperkirakan pelaku masuk dengan cara mencongkel jendela lantai 2.
Kerugian : 1 unit computer, CPU, LCD monitor, Printer dan Sound System, 2 unit tabung gas ukuran 12 kg. total Rp. 69.400.000,-.
Ditangani : Sektro Gambir.

2. Penemuan Mayat

Waktu kejadian : Tanggal 24 September 2009 Pukul 15.30 Wib.
TKP : Kali Cisadane Jl. Benteng Makasar Sukarasa Kota Tangerang.
Korban : Laki-laki tanpa identitas, 54th.
Saksi : Achyadi, 50th, Al. Tkp.
Kronologis : Saksi menemukan korban sudah meninggal dunia dalam posisi mengambang di tkp, saat ditemukan korban memakai kemeja lengan panjang warna biru corak dan celana dalam. Korban tidak memiliki identitas. Adapun ciri-ciri korban adalah : laki-laki, tinggi badan 165cm, berat 90 kg, rambut hitam, mata bulat. Korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam. Selanjutnya korban dibawa ke RSU Tangerang untuk dilakukan visum.
Ditangani : Restro Tangerang.

24 September 2009

* Kebakaran di Bengkel Tri Eka Sentosa, Karang Anyar

24-09-2009 14:52 WIB
PUSKOMINFO - Si jagomerah kembali mengamuk di Bengkel mobil 'Tri Eka Sentosa', Jalan A Raya Rt. 17/06 No. 3 Karang Anyar, Sawah Besar Jakarta Pusat, Kamis (24/09/2009) siang.

Informasi dari petugas Polsek Metro Sawah Besar, Kebakaran terjadi pada pukul 14.30 Wib, lokasi kebakaran tepatnya di belakang Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Api diketahui sudah membesar dan saat ini di TKP sudah ada 6 unit mobil pemadam kebakaran berupaya memadamkan api.

Tips/Cara Menyimpan/Menabung Uang Di Bank Dan * Investasi Bisnis Demi Masa Depan Yang Bahagia

Memiliki Kebiasaan menabung sudah jelas sangat berguna untuk masa depan kita. Menabung adalah menyimpan sejumlah uang agar dapat digunakan di kemudian hari jika diperlukan. Semakin banyak duit yang ditabung maka semakin baik. Ada pepatah yang mengatakan "hemat pangkal kaya", ini maksudnya apabila kita rajin menyimpan banyak uang dan hidup sederhana tidak berlebihan maka pada akhirnya kita akan dapat menikmati hasil yang membahagiakan.

Jangan lupa bahwa menabung ada batasnya. Bayarlah kewajiban pajak dan zakat anda sebelum menabung serta mengamalkan sebagian uang kita untuk ibadah agar lebih bahagia di kehidupan selanjutnya kelak.

Membiasakan diri menabung dari kecil akan dapat membentuk sifat hemat, berfikir jauh ke depan, tidak egois, sabar, dan lain sebagainya. Untuk itu jika kita memiliki anak maka didiklah anak kita supaya menjadi penabung yang ulung. Tetapi hindari hemat yang berlebihan atau kekhawatiran pada persepsi kebutuhan masa depan yang negatif agar kita tidak menjadi orang yang memiliki sifat pelit atau kikir.

Berikut ini adalah beberapa tips menabung uang yang mungkin berguna bagi anda :

1. Menabung di Bank Yang Terpercaya

Menabunglah di bank agar uang yang kita simpan aman selalu dari para penjahat. Menabung di bank mungkin akan memberikan kita keuntungan bunga bank atau bagi hasil usaha karena uang yang kita setorkan digunakan pihak bank untuk investasi.

Sebaiknya anda menabung di beberapa bank yang berbeda jika uang anda jumlahnya cukup banyak di bank yang bonafid agar uang anda tidak hilang jika tiba-tiba bank tersebut dilikuidasi atau melakukan tindak kecurangan. Dengan menabung di bank yang berbeda maka anda bisa tetap melakukan transaksi ketika suatu bank sedang mengalami masalah.

2. Simpan Uang Receh Anda Yang Tidak Terpakai

Ketika punya banyak uang receh sebaiknya sebagian anda simpan di suatu tempat yang aman dari tangan-tangan jahil termasuk tangan jahil anda sendiri. Ketika jumlahnya sudah banyak anda bisa memasukkannya ke rekening bank atau tetap anda simpan. Lupakan uang receh itu seolah-olah mereka tidak ada atau mereka hanyalah benda tak berguna agar anda tidak tertaris untuk membelanjakannya.

Anda bisa memulai hobi baru dengan mengumpulkan uang receh seperti paman gober bebek di mana anda bisa mendapatkan kepuasan batin ketika melihat uang-uang itu dan merasa betapa kayanya anda. Namun jumlahnya jangan banyak-banyak. Ketika diperlukan mendadak dan genting, uang tersebut dapat anda pakai tanpa harus meminjam pada orang lain, pergi ke mesin atm, mengantri di bank, menunggu gajian, dan lain-lain.

3. Jangan Menabung Uang Terlalu Banyak ---> Investasi

Batasilah menabung uang dalam bentuk cash dalam tabungan biasa atau deposito agar uang yang anda miliki idak terus berkurang nilainya dimakan waktu dan inflasi walaupun secara nilai uang anda terus bertambah dari waktu ke waktu.

Jumlah yang ada di buku tabungan anda batasi karena terlalu banyak uang yang anda timbun maka semakin rugi anda karena bunga di bank lebih kecil dari tingkat inflasi sehingga dalam jangka waktu lama uang anda akan semakin kecil nilainya.

Jalan keluar yang baik adalah berinvestasi pada sesuatu yang dapat menguntungkan banyak orang lain seperti membuka suatu usaha yang banyak memberi kesempatan kerja bagi orang lain. Daripada kita melakukan investasi pada properti, bermain forex / valas, deposito, saham, dsb lebih baik kita membuka usaha yang anda kuasai dan yakin akan memberi keuntungan besar.

Senang melihat orang lain senang adalah inti dari semuanya. Ada suatu kepuasan batin tersendiri ketika orang yang kita pekerjakan hidup bahagia. Berbagilah dengan sesama manusia dengan uang yang kita miliki daripada.

4. Hilangkan Emosi Sesaat, Gaya Hidup Boros Dan Gengsi Anda

Kartu kredit adalah salah sumber potensi bencana yang sangat besar. Dengan kartu kredit anda bisa seenaknya melakukan pengeluaran yang tidak perlu dan anda tersadar dengan lilitan hutang yang mencekik urat leher di mana semua telah berakhir dan penyesalan datang selalu di akhir. Para debt collector / penagih hutang pun akan dengan senang hati meneror hidup anda dan keluarga bahkan teman, tetangga, teman kantor, bos, dsb. Sebaiknya gunakan kartu debit / kartu atm namun tetap dengan bijaksana.

Hidup sederhana adalah kunci kebahagiaan. Hidup yang terlalu gelamor, penuh gengsi, suka pamer kekayaan, senang dipuja-puji orang lain, dan sebagainya hanya akan menjerumuskan anda pada kebodohan dan kemiskinan di masa mendatang. Jadilah oang yang low profil / rendah diri tetapi bila orang lain tahu kenyataan pada diri anda makan orang itu akan terkagum-kagum.

Ketika anda sedang memiliki banyak rezeki, maka sebagainya anda tidak berfoya-foya seperti meningkatkan standar hidup secara drastis, suka traktir, suka membantu / menolong orang lain untuk mendapat pujian, dll. Ketika seseorang sedang sukses mendapatkan penghasilkan yang besar umumnya dia akan meningkatkan pola konsumsi sehingga pengeluaran pun akan turut serta membengkak.

Sebelum membeli sesuatu sebaiknya ada pikir berjuta-juta kali agar anda tidak menyesal kelak. Misalnya ada penawaran khusus suatu barang yang mahal sehingga jadi terlihat murah maka anda harus bertanya apakah barang itu akan terus-menerus anda gunakan dalam jangka panjang? dan apakah nilai produk jauh lebih besar dari harganya?. Terkadang kita baru sadar setelah membeli ternyata kita tidak menggunakannya terus menerus darena cepat bosan atau ternyata tidak penting.

5. Lakukan Perencanaan Hidup Yang Matang

Buatlah tahapan-tahapan dalam hidup anda secara mendetail serta nilai uang yang dibutuhkan untuk menggapainya seperti untuk sekolah, kuliah, mencari pekerjaan, menikah, membeli kendaraan, berobat, biaya sekolah anak, biaya makan, rekreasi, membuka usaha dan lain sebagainya. Dengan begitu anda akan semakin bijak dalam melakukan pengeluaran setelah tahu seberapa besar dana yang anda butuhkan kelak.

Apabila anda dapat melewati itu semua maka di masa depan anda akan bahagia di mana anda telah melewati tahapan kehidupan anda dengan baik serta saat pensiun memiliki usaha yang dapat diandalkan walaupun anda tidak ikut campur di dalamnya.

Jadi mau pilih mana? Masa depan sengsara atau masa depan bahagia?

Sekian tips menabung dari situs web organisasi.org ini, semoga tip ini dapat membantu anda dalam menabung agar masa depan anda terus dapat selalu bahagia tanpa kesulitan ekonomi.

* KEJADIAN 24 SEPTEMBER 2009

1. PENEMUAN MAYAT BAYI
Tanggal : 23 September 2009 jam : 08.00 Wib.
TKP : Kp. Bulak Rt. 02/05 Mekarsari Cimanggis Depok.
Korban : Seorang Bayi perempuan diperkirakan Baru lahir 3 hari.
Saksi : Sodikin.
Kronologis : Korban ditemukan saki telah MD di TKP yang terbungkus didalam kardus yang diikat tali rapiah warna kuning.
Ditangani : sektro Cimanggis.

2. PENIPUAN R2
Tanggal : 23 September 2009 Jam : 08.00 Wib.
TKP : Depan area Pakir Terminal II Bandar soetta.
Korban : zaenal arifin, 30th, Ojeg, Al. Jl. Jaya Kusuma No. 25 Makasar jaktim.
Pelaku : Dalam lidik.
Kronologis : Pelaku meminta untuk diantarkan ke Samsat Jakbar, Lalu pelaku meminta untuk diantarkan kembali ke bandara soetta, sesampainya di pintu gerbang pelaku meminta menegndarai SPM dengan alasan korban tidak mempunyai SIM dan menyuruh korban berjalan ke TKP namun setelah ditunggu pelaku tidak juga datang.
Kerugian : 1 unit SPM merk Yamaha vega ZR No. Pol. B-6494-TWN.
ditangani : Restro Bandara Soetta.

*Sepeda Motor Nabrak Penyebrang Jalan

PUSKOMINFO- 24-09-2009 06:10:43
Kecelakaan lalu lintas terjadi sebelum terowongan Casablanca tepatnya depan POM Bensin sekitar pukul 05: 30 Wib, Rabu (24/09/2009). Menurut Informasi Bripda Sofyan petugas Gatur Ditlantas PMJ kepada TMC, Kecelakaan tersebut diawali dengan sepeda motor menabrak penyebrang jalan, dengan nopol B 6379 TFO. Kedua korban dari pihak pengendara maupun penyebrang jalan dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta untuk proses penanganan. Saat ini informasi arus lalu lintas dilokasi kejadian dalam keadaan lancar.(tmc)

*Info Kegiatan Masyarakat

Tanggal : 24-09-2009
Waktu : 11.00 WIB
Tempat Kegiatan: Bunderan HI
Pelaksana : Aliansi Mahasiswa Pertanian Pro Indonesia
Bentuk Kegiatan: Aksi Damai

Tanggal : 24-09-2009
Waktu : 13.00 WIB
Tempat Kegiatan: Depan Istana Negara
Pelaksana : Gerakan Totalitas Untuk Solidaritas Untuk KPK
Bentuk Kegiatan: Unjuk Rasa

Tanggal : 24-09-2009
Waktu : 13.00 WIB
Tempat Kegiatan: Kantor Kejagung RI
Pelaksan : Gerakan Selamatkan Aset Negara
Bentuk Kegiatan: Unjuk Rasa

*Syarat Perpanjangan STNK


Persyaratan Pengesahan STNK / Pembayaran Pajak pada Unit Samsat Keliling:
1. Mengisi Formulir SPPKB yang sekaligus berfungsi sebagai pernyataan tidak terjadi perubahan Speksifikasi Kendaran Bermotor.
2. STNK Asli
3. BPKB Asli
4. Bukti pelunasan PKB / BBN KB dan SWDKLLJ (SKPD yang telah di Validasi) Tahun terakhir.
5. Identitas:
a. Perorangan : Tanda jati diri yang Sah, bagi yang berhalangan melampirkan surat kuasa bermaterai cukup.
b. Badan Hukum : Salinan akte pendirian, Surat kuasa bermaterai cukup dan ditanda tangani oleh Pimpinan serta dibutuhkan cap badan hukum yang bersangkutan.
c. Intansi Pemerintah ( termasuk BUMN dan BUMD): Surat Tugas / Kuasa bermaterai cukup ditanda tangani oleh Pimpinan serta dibubuhi Cap Intansi yang bersangkutan.

Untuk Mengetahui Jadwal / Posisi Samsat -SIm keliling dan Lainnya tentang Lalu lintas atau akan memberikan Informasi tentang gangguan Lalu lintas, masyarakat Bisa Menghubungi 021-5276001/ SMS 1717 TMC Ditlantas PMJ.

23 September 2009

*Arus Balik

PUSKOMINFO-Hari ini hari terakhir cuti bersama lebaran 2009. Malam ini pukul 22.30 Wib menurut sumber dari TMC Polda Matro Jaya arus balik yang akan memasuki Jakarta masih didominasi oleh pemudik roda dua. Diperkirakan puncak arus balik hari Sabtu, dikarenakan banyak karyawan yang mengambil cuti hari Kamis Dan Jumat. Situasi arus lalu lintas di Jl. DI Panjaitan dilaporkan ramai lancar dikedua arahnya. Kemudian arus balik dengan menggunakan sepeda motor mulai terlihat di Jl. Raya Kalimalang, dengan membawa kardus dan sebagian membawa oleh oleh khas daerah yang dilewatinya. Namun demikian arus lalu lintas di Jl. Raya Kalimalang dari MM mengarah ke Cawang masih terkendali. "Arus lalu lintas masih ramai lancar" ujar Briptu Purnianto(TMC). Kemudian arus lalu lintas dari Cawang mengarah ke Semanggi saat ini juga terpantau ramai lancar.

* KEJADIAN 23 SEPTEMBER 2009

1. PENCURIAN DENGAN KEKERASAN
PD TGL 22 SEPTEMBER 2009 JAM 20.00 WIB.
TKP : JL. PANJANG RT.01/03 KB.JERUK JAKBAR. KORBAN : FARIDA, AL : JL.ARTERI KELAPA DUA NO.50 RT.01/05 KB.JERUK JAKBAR.
PELAKU : LIDIK.
KRONOLOGIS : KORBAN MEMARKIR KR R-4 MILIKNYA DI TKP, KMD SEWAKTU KORBAN AKAN PULANG DAN KEMBALI KE HAL.PARKIR DI TKP, MENDAPATI KACA PINTU SEBELAH KANAN TELAH RUSAK DAN TAS YG BERISI BARANG – BARANG BERHARGA SERTA UANG TUNAI DI DLMNYA TELAH HILANG.
KRG : PERHIASAN, BERLIAN, UANG TUNAI SERTA BUKU TABUNGAN.
DITANGANI SEKTRO KB. JERUK

2. PENCURIAN DENGAN KEKERASAN R-2
PD TGL 19 SEPTEMBER 2009 JAM 02.00 WIB.
TKP : JL.RAYA LINGKAR SELATAN CISAUK KAB.TANGERANG.
KORBAN : HASANUDIN,24 TH,KARYAWAN AL:KP.KRANGGEN RT.11/05 SETU TANGERANG
PELAKU : 2 ORANG(DLM LIDIK).
KRONOLOGIS : PADA SAAT KORBAN PULANG KE RUMAH KORABAN LEWAT TKP KEMUDIAN TIBA2 PELAKU MEMANGGIL KORBAN DAN KORBAN BERHENTI KEMUDIAN SALAH SEORANG PELAKU MENEMPELKAN CELURIT DI LEHER KORBAN DAN SEORANG PELAKU LAGI LANGSUNG MENGAMBIL SPM MILIK KORBAN DAN MELARIKAN DIRI.
KRG : 1 UNIT KR-2 MERK YAMAHA VEGA R, WARNA HITAM, TH.2007, NO.POL : B – 6540– FKR. DITANGANI SEKTRO CISAUK

22 September 2009

* KEJADIAN 22 SEPTEMBER 2009

1. LAKA KA.
Tanggal : 21 September 2009 jam : 15.30 Wib.
TKP : Rt 01/06 Kel. Kayu Manis Matraman Jaktim.
Korban : Hj. Urip, 86th, IRT. Al. Jl. Kelpa Dua Tunggal.
Kronologis : Korban tertabrak KA dari arah jatinegara menuju Senen sehingga mengakibatkan korban mengalami luka pada bagian kepala, sehingga mengakibatkan korban MD di TKP. Korban dibawa ke RSCM untuk ver.
Ditangani : Sektro Matraman.

2. PENCURIAN DENGAN KEKERASAN
Tanggal : 21 September Jam : 02.00 Wib.
TKP : Pisangan Lama II No, 24A Pulogadung jaktim.
Korban : Sugiharto Wijdoyo, 29th, Al. Jl. Bekasi Barat VI No. 22 Rt. 02/02 Jatinegara Jaktim.
Pelaku : dalam lidik.
Kronologis : Pelaku masuk kedalam TKP dengan cara membongkar gembok toko milik korban. Selanjutnya pelaku mengambil uang tunai di dalam toko.
Kerugian : Uang tunai senilai Rp. 22.000.000,-
Ditangani : Restro Jaktim.

21 September 2009

* KEJADIAN 21 SEPTEMBER 2009

1. KEBAKARAN
Tanggal : 20 september 2009 Jam 08.45 Wib.
TKP : Teluk Gong Rt. 01/09 Penjagalan Penjaringan Jakut.
Korban : Suratman (Pemilik Kontrakan)
saksi : maryadi, 21th, Swasta, Al. TKP.
Kronologis : Api diduga berasal dari konsleting arus listrik sehingga membakar rumah kontrakan sebanyak 40 unit yang dihuni oleh 60 KK dan 1 masjid. Api dapat dipadamkan Pkl. 19.45 Wib dengan menggunakan 17 unit DPK dan 2 Ambulance.
Korban Jiwa : Nihil.
Kerugian : Belum dapat ditaksir.
Ditangani : Sektro Penjaringan.

2. PENCURIAN DENGAN KEKERASAN
Tanggal : 20 september 2009 Jam 06.00 Wib.
TKP : Perumahan Sinai Jl. jabal Mina 2 Blok 02 No. 17 Kelapa Dua Tangerang.
Korban : Ana mariana, 27th, Al. TKP.
saksi : Asnah, 53th.
Pelaku : Lidik.
Kronologis : Pelaku masuk kerumah korban dengan memanjat pagar rumah dan mengambil barang-barang didalam rumah korban namun korban mengetahui keberadaan pelaku karena panik pelaku langsung menusuk korban sebanyak 6 kali dibagian dada dan leher dengan menggunakan senjata tajam dan mengakibatkan korban meninggal dunia.
barang Bukti : baju dengan bercak darah.
Kerugian : 1 uni KR R2 honda Supra Fit No. Pol. B-6699-CPK, 1 unit HP merk Blackberry dan uang tunai senilai Rp. 2.000.000,-.
Ditangani : Sekro Kelapa Dua.

* Homicide : Unsolved (Kasus Pembunuhan yang Tidak Terpecahkan)

Seiring dengan semakin meningkatnya angka pembunuhan di Amerika Serikat, penyidik pembunuhan sering kali dihadapkan pada beban kerja yang semakin bertambah setiap bulannya, menciptakan timbunan kasus pembunuhan yang tidak terpecahkan. Beban kasus kebanyakan detektif pada saat ini telah menghalangi mereka dari pemfokusan pada kasus tertentu serta menindaklanjuti kasus ini sampai pada sebuah solusi. Dalam upaya untuk menanggapi hal ini, North Carolina State Bureau of Investigation mendirikan Murders Unsolved Team (MUST) pada 1986, sebuah tim yang bertugas menangani kasus pembunuhan yang tidak terpecahkan.

Setelah pembentukan MUST ini, lembaga penegak hukum tingkat daerah di wilayah Negara Bagian Carolina Utara dapat meminta bantuan dalam penyidikan kasus pembunuhan yang tidak terpecahkan. Keuntungan utama adalah, petugas dari MUST ditugaskan hanya menangani satu kasus dalam sekali waktu dan selanjutnya mengkonsentrasikan diri dalam upaya memecahkan kasus ketika penyidik lokal beranjak ke permasalahan yang lebih rumit lainnya.

Organization (Organisasi)
State Bureau of Investigation (SBI) membagi wilayah North Carolina menjadi delapan distrik dengan satu orang petugas MUST yang ditugaskan untuk setiap distrik dan satu unit pengawas yang mengawasi semua penyidikan MUST. Petugas—yang pada umumnya sudah berpengalaman lapangan 5 sampai 7 tahun, melaporkan kegiatan operasionalnya ke unit pengawas, yang pada gilirannya, unit pengawas melaporkan secara administratif kepada pengawas di tingkat SBI. Saat lembaga di tingkat daerah meminta bantuan dalam hal penanganan kasus tertentu, pengawas MUST akan meninjau kembali kasus tersebut untuk menentukan apakah penyidik sebelumnya telah mengikuti semua ketentuan yang ada dan apakah mereka telah mewawancarai semua kemungkinan saksi dan tersangka. Jika belum tetapi kasus itu menjanjikan solusi, pengawas akan menerimanya.

Pengawas selanjutnya menyerahkan kasus ini kepada dua petugas MUST—satu dari distrik tempat lembaga yang mengajukan bantuan tersebut, dan satu lagi dari distrik lain yang bersebelahan dengan distrik pertama—yang selanjutnya akan mengawali penyidikannya dengan membaca berkas yang berkaitan dengan kasus yang akan mereka tangani. ketika kedua petugas tersebut telah memperoleh kasus yang akan mereka tangani, kasus ini akan ditahan sampai petugas tersedia. Selanjutnya, petugas di tingkat SBI, petugas MUST yang baru saja ditunjuk dan penyidik dari lembaga penegak hukum, yang sebelumnya terlibat dalam kasus ini, saling bertemu untuk membahas semua aspek yang berhubungan dengan kasus tersebut. Bila penyidik telah menggunakan semua petunjuk yang mungkin, unit pengawas akan memutuskan apakah akan menempatkan kasus ini dalam status tidak aktif.

Unit personel sesungguhnya tidak pernah menutup kasus. Sebaliknya, kasus tetap akan menjadi tidak aktif sampai perkembangan petunjuk baru, pada saat mana unit kordinator mengaktifkan kembali kasus tadi. Petugas MUST menggunakan pangkalan data untuk membantu mengatur kasus yang rumit yang melibatkan berbagai lembaga. Petugas akan mencatat siapa yang melindungi petunjuk tertentu, informasi apa yang mereka dapat, hasil petunjuk, dan tanggal petunjuk diselesaikan.

Cooperative Effort (Upaya Kerja Sama)
Pada tahun 1988, SBI dapat memecahkan kasus pembunuhan melalui upaya kerja sama SBI, profesor fisika, dan FBI. Kasus ini, yang terjadi pada tahun 1985, melibatkan orang yang meninggal di rumahnya akibat luka sebanyak 12 kali tembakan. Hanya istri dan anaknya yang berusia 3 tahun berada di rumah pada saat peristiwa tersebut terjadi, dan istrinya yang sangat ketakutan menceritakan kepada penyidik bagaimana anaknya yang masih kecil menarik senapan dari kakus, menurunkannya dari aula menuju ruang tamu, dan ketika ia berada dipangkuan ibunya, dengan tidak sengaja, tiba-tiba senapan itu memuntahkan pelurunya dan mengenai ayahnya.

Tim penyidikan mengambil gambar secara keseluruhan di TKP malam itu, tetapi membatasi pertanyaan mereka kepada istri atas permintaannya. Pada hari berikutnya, istri menolak tes poligraf dan menyuruh detektif untuk menghubungi pengacaranya. Tidak lama kemudian, dia membakar kursi yang pernah diduduki suaminya karena banyak ceceran darah yang membekas dan membuang bukti penting lain di rumah.

Akibatnya, penyidikan terhenti, dan istri pindah ke negara bagian lain. Namun, keluarga pihak korban menulis ke jaksa agung dan mendesak agar penyidikan dilanjutkan. Pada tahun 1988, setelah meninjau berkas yang ada, jaksa agung meminta kepada SBI untuk menangani kasus ini. Pejabat SBI menyerahkan kasus ini kepada MUST. Untuk mengawalinya, penyidik MUST memfokuskan pada cerita yang disampaikan sang istri bahwa anaknya yang berusia 3 tahun menembak sebanyak 12 kali, khususnya ketika ia tidak mengeluh luka sedikit pun atau gangguan telinga akibat suara yang ditimbulkan senapan tersebut.

Mereka memperoleh bantuan dari profesor fisika di universitas setempat untuk menentukan kekuatan sesungguhnya yang ditimbulkan oleh penembakan sebanyak 12 kali. Dengan menggunakan informasi yang menyeluruh tentang senapan dan selongsong peluru, profesor itu memperkirakan bahwa kekuatan suara yang dihasilkan senapan tersebut benar-benar dapat melukai seorang anak yang berusia 3 tahun. Sebagai tambahan, laboratorium SBI menunjukkan bahwa senapan ditembakkan dari jarak 10–12 kaki, tidak sedekat yang disampaikan istri itu. Penyidik selanjutnya menghubungi laboratorium FBI, yang menggunakan foto asli tahun 1985 untuk merekonstruksi TKP. Sebuah perbandingan terhadap rekonstruksi tersebut, cerita sang istri, dan analisa laboratorium mengenai lintasan peluru menunjukkan ketidakcocokan. Dalam upaya untuk ketepatan cerita, suami seharusnya duduk di kursi yang tingginya enam kaki di atas udara.

Akhirnya, dari wawancara yang panjang dengan teman dan tetangga korban disimpulkan bahwa korban tidak pernah membawa senapan berisi penuh ke dalam rumah. Terlebih lagi, dia menyimpan semua pelurunya di rak tertinggi dalam lemari sehingga mustahil anaknya mengambilnya. Penyidikan kerja sama ini berlangsung kira-kira 8 bulan. Pada tahun 1989, sang istri dituduh dan dihukum atas dasar pembunuhan terhadap suaminya—kasus pembunuhan yang hampir saja tidak terpecahkan tetapi dapat dipecahkan berkat upaya personel MUST. Hal yang sederhana—nyaris transparan—dari kasus seperti ini membuat penyidikan awal menjadi tidak rapi. Seharusnya, tidak demikian. Penyidik MUST benar-benar terfokus pada kasus sedangkan penyidik dari departemen kepolisian daerah hanya sanggup memberikan perhatian minim karena kewajiban mereka untuk menangani kasus lain. Permasalahan sesungguhnya bukan ketidakterampilan penyidikan petugas penegak hukum di tingkat daerah, tetapi jumlah pembunuhan di luar dan di dalam kota besar yang semakin meningkat.

Track Record (Catatan Perjalanan)
MUST memiliki catatan perjalanan yang patut ditiru dalam menyidik. Empat puluh enam persen dari kasus yang mereka tangani telah dapat diselesaikan (1993). Direncanakan untuk melipatgandakan jumlah petugas MUST di setiap distrik. Metodologi MUST telah terbukti efektif dan petugas setempat sekarang cenderung untuk memohon bantuan lebih awal dalam penyidikan mereka. North Carolina’s State Bureau of Investigation dan pembentukan Murder Unsolved Team-nya merupakan satu contoh bagi negara bagian lain yang layak untuk diikuti.
Henry Poole
Stephen Jurovics


Honolulu Police Department
Tahun 1845, 1846, dan 1847 merupakan tahun-tahun yang sangat berarti bagi lembaga penegak hukum di Hawai. Selama tahun-tahun ini, Kamehameha III yang bertindak sebagai penasihat jaksa agung, John Ricord (pengacara pertama yang tiba di kerajaan pada tahun 1844), dan dengan pengesahan legislatif, ditandatangani dalam tiga hukum Organic Act yang kemudian disebut “Acts of Kamehameha III.” Title II, Section 1, Chapter 1 Act tahun 1846 menjelaskan bahwa jaksa agung merekomendasi pada raja untuk mengangkat seorang marshal. Selanjutnya, marshal merekomendasi jaksa agung untuk mengangkat sejumlah sheriff dari pulau-pulau utama. Sheriff kemudian memilih sendiri wakilnya (deputi) atas persetujuan dari marshal.

Marshal dan sheriff bertugas untuk “menjaga keamanan masyarakat; mengawasi semua penjara; menjaga keamanan semua narapidana; menetapkan hukuman bagi penjahat, pertimbangan sipil, mengeluarkan surat keputusan pengadilan; menjalankan perintah raja, gubernur, dan kepala departemen eksekutif, memerintah kelompok keamanan sipil, mendeteksi kejahatan dan menahan penjahat, menegakkan hukum pendapatan; dan menjaga daerah kekuasaan, hak piscary (perikanan), dan beberapa properti publik lain dari penyalahgunaan dan perampasan.

” Pada tanggal 8 Mei 1847, Henry Sea ditunjuk sebagai marshal untuk Kerajaan Hawai, tetapi di bulan September dia mengundurkan diri dan digantikan oleh Theophilus Metcaf. Dia memegang jabatan tersebut sampai tahun 1850, ketika William Cooper Parke mengambil alih jabatannya. Parke melakukan survei kepolisian di wilayah kepolisian Oahu dan menemukan bahwa penegakan hukum di wilayah tersebut tidak diawasi dengan ketat dan diberikan pada sebuah kelompok yang beranggotakan 100 orang Hawai, yang ditempatkan di Old Fort, yang digunakan sebagai penjara dan rumah sakit jiwa.

Tiga puluh petugas memperoleh upah mingguan, dan 70 petugas lainnya mendapatkan kompensasi 50 persen dari pajak retribusi yang seharusnya dibayarkan oleh pelanggar hukum yang telah mereka tahan dan mereka seret ke pengadilan. Petugas yang disebut angkatan kepolisian dapat dikenali sebagai polisi hanya bila mereka mengenakan pita merah di sekitar topinya; kebanyakan mengenakan pakaian apa pun yang mereka dapatkan dari pelaut yang berkunjung. Parke mengambil langkah tegas dalam upayanya menegakkan hukum di wilayah Oahu. Dia meminta setiap petugas untuk mengenakan pita merah di atas topinya, di tempat mana ada tulisan “polisi” lengkap dengan nomor tugasnya, dengan demikian membuang pita merah yang dikenakan sebelumnya. Selanjutnya, dia membagi kesatuan tersebut dalam beberapa satuan penjaga, masing-masing dikepalai oleh seorang kapten.

Kantor pusat terletak di sebuah gedung bagian bawah Nuuanu Avenue, wilayah yang ditinggali oleh kepala pelabuhan dan kepala pelayaran. Kemudian Parke menerbitkan aturan dan perundang-undangan pertama yang mengatur pelaksanaan, perilaku, dan tugas yang dibebankan kepada polisi. Dua belas orang asing (haole) ditambahkan pada angkatan kepolisian untuk membantu petugas Hawaii dalam menahan orang asing lain. Pelayar di laut tetap tidak memiliki rasa hormat terhadap penduduk asli, liar, dan mencemooh hukum. Kebanyakan mereka diperlakukan dengan sabar karena mereka menghambur-hamburkan uang dan polisi tidak sanggup menangani masalah disiplin yang utama. Pada tahun 1852, seorang sipir penjara membunuh seorang pelaut yang keras kepala, menimbulkan kerusuhan yang melibatkan kira-kira 3.000 pelaut, polisi yang ditunjuk oleh Parke, milisi Hawai, dan 200 haoles. Dua ratus pelaut ditahan dan dikucilkan ke tempat pengasingan; sipir penjara tersebut di hukum 5 tahun untuk pembunuhan tidak terencana.

Undang-undang legislatif tahun 1859 mengalihkan pengawasan terhadap marshal dari jaksa agung ke menteri dalam negeri. Undang-undang ini juga mengurangi jumlah personel polisi di seluruh kepulauan. Kemudian pada tahun 1860, malapetaka besar terjadi. Bagaimana penyakit lepra menyerang penduduk Hawaii tidak pernah dapat ditentukan, tetapi penyakit itu menjadi tak terkendali pada tahun 1860, dan pada 1865 badan legislatif memberikan mandat kepada Board of Health untuk mengumpulkan korban penyakit lepra dan mengirim mereka ke daerah terpencil Kalawao di Kepulauan Molokai. Polisi di seluruh kepulauan bertanggung jawab untuk mengumpulkan warga yang ingin menjadi penduduk tetap daerah semenanjung yang terpencil itu sehingga tidak ada tempat untuk kembali.

Karier terburuk pada masa jabatan Marshal Parke adalah pada tahun 1872, ketika dia dikritik keras untuk tidak melakukan pencegahan atas pemilihan yang diwarnai dengan keributan. Pendukung Dowager Queen Emma melampiaskan kejengkelan mereka dengan melakukan kerusakan di Honolulu sebagai jawaban atas kekalahannya terhadap David Kalakaua. Zealots melawan komite khusus sebagai caranya mengucapkan selamat kepada Kalakaua, dan menyerbu kantor pengadilan serta melabrak anggota Legislative Assembly. Beberapa polisi yang sama-sama dibuat marah atas hasil pemilihan bergabung dengan massa, meninggalkan Parke dan sedikit dari orang yang setia membela diri mereka sendiri dan yang lain sebisa yang dapat mereka lakukan. Gedung pengadilan mengalami kerusakan parah, dan hanya gabungan angkatan bersenjata Amerika Serikat dan angkatan laut Inggris, British Royal Marines, yang datang atas permintaan pejabta tinggi pemerintah berhasil memadamkan keributan. Sejarah selanjutnya membuktikan bahwa pemilihan atas Kalakaua merupakan pilihan yang buruk. Raja yang baru, lepas kendali, membangun istana dengan cara pemborosan, dan memanjakan dirinya sendiri dengan mengadakan pesta dansa. Yang lebih parah lagi, keterikan politiknya dengan Claus Spreckles yang dijuluki “Sugar Baron”, kepada siapa secara finansial dia terlibat utang. Manipulasi hukum dan orang-orang Kalakua, dan manipulasi dirinya sendiri dengan orang-orang yang kaya, telah mencoreng hukum dan ketertiban.

Pada tanggal 20 Januari 1891, Kalakaua meninggal di San Fransisco, dan saudara perempuannya, Putri Liliuokalani, diangkat sebagai ratu. Dia menunjuk Charles B. Wilson, warga keturunan Tahiti-Inggris, untuk menduduki jabatan marshal kerajaan. Satu tahun setelah Wilson memegang jabatan tersebut, dia dituduh terlibat dalam perjudian, perdagangan ganja, dan bentuk pelanggaran hukum yang lain. Ratu tetap mempertahankannya dan keduanya akhirnya harus meninggalkan kursi jabatannya ada tanggal 17 Januari 1893, saat kekuasan monarki di Hawaii berakhir.

New Government and the Police (Pemerintah dan Polisi Baru)
Ini merupakan masa-masa yang sangat sensitif, dipenuhi dengan semakin meningkatnya emosi dan kegagalan upaya untuk mengembalikan kekuasaan Liliuokalani ke pangkuannya. Committee of Safety dari pemerintahan yang baru, menunjuk E.G. Hitchcock yang sebelumnya menjabat sebagai sheriff di kepulauan Hawai, untuk memangku jabatan sebagai marshal. Ia dipuji karena berhasil mengumpulkan 400 penderita penyakit lepra di Kona untuk dipindahkan ke Kepulauan Molokai. Metode yang cepat dan efisien yang dia tunjukkan dalam menghadapi penjahat dan pelanggar hukum telah menjadikan dirinya dijuluki “Holy Terror.” Selama Pemberontakan tahun 1895, dia menggalakkan petugas patroli sebagai bagian dari angkatan kepolisian. Hitchcock, seorang penegak hukum yang arif dan bijaksana, meninggalkan kantor pada tahun 1895.

Pada tanggal 12 Agustus 1898, Amerika Serikat menguasai Hawai. Kemudian pada bulan Juni 1900, Hawaii mendapatkan status teritorial. Di bawah ketentuan yang tercantum dalam Organic Act yang mensahkan status terbaru Hawai, Office of Marshal of Kingdom diganti dengan Office of the Territorial High Sheriff. Tugas, tanggung jawab, kekuasaan high sheriff sama dengan marshal. Dari tahun 1905 sampai 1924, kinerja kepolisian lebih kurang memberikan kepuasan, bergantungdari mana orang memandangnya, meski tidak satu pun dapat mengatakannya modern dan progresif. Pengawasan terkendali terhadap politikus, dan dukungan serta permintaan politik telah menjadi bagian dari sistem kepolisian. Akan tetapi, masyarakat Honolulu tahu benar bahwa angkatan kepolisian beserta pelayanannya telah menunjukkan kemerosotan. Kelompok pemuda berandalan dari persimpangan dan penduduk sekitar, hampir tidak pernah takut pada polisi dalam memulai aksinya. Pada awal tahun 1930, permintaan masyarakat untuk melakukan sesuatu terhadap kejahatan dan polisi telah mendorong Gubernur Lawrence M. Judd menunjuk sebuah komisi untuk mempelajari permasalahannya. Berdasarkan rekomendasi komisi, beberapa produk hukum dapat disusun pada tahun 1931, akan tetapi memiliki pengaruh yang tidak berarti terhadap kejahatan.

Suatu malam pada tanggal 12 September 1931, Ny. Thalia Massie, istri Letnan Thomas Massie, U.S.N., dan seorang anak perempuan dari kelurga kulit putih yang terkemuka di wilayah selatan, diduga telah diculik oleh 5 laki-laki tak dikenal yang selanjutnya dibawa ke tempat yang terlantar, dan di sana ia kemudian dipukuli serta diperkosa. Kasus ini mendapat perhatian nasional, hampir semua menyalahkan Hawaii karena perbedaan antara “lokal” dan “haole” sangat ditekankan. Situasi semakin memburuk ketika sanksi hukuman yang dijatuhkan kepada penduduk lokal berakhir di tiang gantungan, diikuti dengan interogasi terhadap salah seorang tertuduh yang kemudian tertembak dan terbunuh. Lolosnya dua orang terpidana dari penjara Oahu dalam periode ini telah menambah bensin pada kobaran api; sementara mereka bebas, seorang di antaranya menjarah rumah seorang pengusaha kaya raya di sebuah kota terkenal dan memperkosa istrinya. Semakin merebaknya permasalahan penegakan hukum di Hawaii telah mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah federal untuk segera melakukan penyelidikan. Asisten Jaksa Amerika Serikat, Seth Richardson, Departemen Pengadilan, pergi mengunjungi kepulauan Hawaii pada awal tahun 1932 untuk meneliti secara mendalam tentang situasi di Hawai.

Hasil temuannya dicetak pada surat kabar lokal, menjadikan Hawaii nyaris bersih dari tagihan kesehatan. Dia menemukan bahwa tidak ada kejahatan yang terorganisasi, tidak ada prasangka rasis, dan hanya angka kejahatan yang sedang, termasuk jenis kejahatan seksual, akan tetapi dia menemukan “bukti kelemahan administrasi yang ditunjukkan oleh lembaga penegak hukum.”

Laporan Richardson membuat tanggapan positif, dan dalam sesi khusus lembaga legislatif teritorial segera meneruskan pembuatan undang-undang dalam dan untuk City dan County of Honolulu, sebuah organisasi kepolisian yang baru. Police Act (segera menjadi terkenal) menetapkan untuk pertama kalinya dalam sejarah Hawaii 5 anggota Police Commission, diberdayakan untuk menegakkan peraturan dan perundang-undangan bagi keberlangsungan departemen dan usaha-usahanya. Komisi memiliki kekuasaan penuh untuk mengangkat dan memberhentikan kepala polisi. Kepala polisi diberi kuasa untuk mengangkat petugas dan pegawai yang memegang teguh tanggung jawab untuk semua tindakan dan perilaku mereka, dan pelanggaran terhadap aturan dan perundang-undangan komisi. Police Act memberikan wewenang kepada komisi untuk menetapkan sistem pelatihan dan promosi yang berdasarkan atas jasa. Salah satu ketentuan dari undang-undang yang dinilai keras melarang semua polisi memihak pemilihan atau menggulingkan calon di kantor pemerintah. Rasionalitas ketentuan ini sangat jelas, “Singkirkan politik dari departemen kepolisian dan singkirkan departemen kepolisian dari politik.”

Charles F. Weeber, seseorang yang memiliki reputasi yang tidak diragukan lagi dengan latar belakang militer, merupakan kesepakatan komisi seperti yang sudah diberlakukan kepala polisi. Weeber menuntut reorganisasi departemen dengan bantuan para ahli yang memahami persoalan polisi, sampai akhirnya “penampilan baru” terpenuhi. Dia menyusun banyak kebijakan, seperti mewajibkan para petugas memiliki pendidikan sekolah tinggi atau yang sejajar dan melewati ujian masuk. Meskipun mereka yang telah lulus dapat diberhentikan setiap saat pada tahun pertama atas dasar pelanggaran, tanpa dapat diganggu gugat. Salah seorang yang didatangkan Weeber, William A. Gabrielson dari Berkeley, California, menjadi kepala kepolisian berikutnya mulai tahun 1932 sampai 1946. Gabrielson mendesak adanya reorganisasi, perekrutan lebih banyak petugas untuk mengisi departemen, membagi kota dalam kelompok, memodernisasi mobil patroli yang dilengkapi radio dua arah, menerapkan test poligraf, dan masih banyak lagi. Sampai tahun 1940, departemen kepolisian mendapat tempat di hati masyarakat, tetapi dalam beberapa bulan saja segera mengalami perubahan drastis.

Honolulu Police and World War II (Polisi Honolulu dan Perang Dunia II)
Sore pukul 15.30, 7 Desember 1941, Gubernur Joseph B. Poindexter menandatangani deklarasi yang menyerahkan wilayah pemerintahan Hawaii ke tangan militer. Bagi polisi, pengawasan militer adalah suatu aspek penegakan hukum yang aneh. Semua pemeriksaan pengadilan terhadap kriminal dilakukan oleh hakim militer di Pengadilan Militer (Provost Court), dan polisi menemukan bahwa mereka tidak menegakkan hukum pidana Hawaii melainkan kitab perundang-undangan yang benar-benar baru yang dikenal sebagai Orders of the Military Governor. Meski demikian, mulai saat Jepang menyerang Pearl Harbour sampai berakhirnya perang pada tahun 1945, angkatan kepolisian Honolulu sudah diatur dengan sangat baik. Rencana untuk mengadakan operasi di bawah kondisi yang benar-benar darurat segera diterapkan, dan semua pangkalan dan pos darurat khusus dan reguler berjalan dengan baik. Pasukan cadangan yang membantu tugas khusus, mulai tahun 1942 sampai dengan berakhirnya perang, telah difungsikan sebagai unit yang terpisah dari kesatuan patroli.

Pada tahun 1945, perlindungan terhadap kasus pemerasan melibatkan polisi dan penjudi profesional mencuat ke permukaan, dan tampnya dalam departemen terlihat seperti rasa bersalah yang sangat mendalam. Seorang sersan polisi, di bawah jaminan kekebalan penuntutan mengaku bahwa dirinya telah menjadi sebagai perantara untuk menyogok dan menunjuk petugas lain yang ikut terlibat di dalamnya. Beberapa di antara mereka dituduh, dan Internal Revenue Service federal dan Hawaii Taxation memberikan perhatian terhadap pemeriksaan persidangan dan menyatakan bahwa uang yang dibayarkan sebagai sogokan merupakan pendapatan yang dikenai pajak. Hanya satu dari polisi tersebut yang kemudian dijatuhi hukuman, dan setelah pernyataan untuk pengembalian mereka yang dinilai tidak bersalah dapat kembali menunaikan tugas tanpa kehilangan gaji dan kesejahteraan.

Pada tanggal 1 Juni 1946, Police Commission mengangkat William Hoopai sebagai kepala polisi yang baru, berharap bahwa dirinya dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap departemen kopolisian berkaitan dengan skandal penyuapan. Hoopai adalah “pemuda lokal” yang pertama kali mengambil posisi itu. Salah satu permasalahan yang lebih serius selama periode pascaperang adalah pengedaran narkoba karena menjadi penyebab peningkatan kejahatan lain, antara lain pelacuran dan pencurian. Tambahkan pula, dalam kehidupan masyarakat telah masuk elemen kejahatan baru, pelaku kejahatan profesional. Tanggapan yang diberikan oleh Hoopai adalah membentuk unit baru, Metropolitan Squad. Unit yang beranggotakan 5 orang ini dikepalai seorang sersan, dengan kekuasaan mengambil tindakan di area tertentu—gerombolan penjahat dan sarang penyamun. Kesigapan, ketegasan, kekuatan, semua menyebar di pulau itu dan mencari persembunyian pelaku kejahatan.

Sumber daya manusia, sumber kerapuhan dan frustasi yang menimpa beberapa kepala kepolisian, merupakan persoalan serius yang menjadi kepentingan Hoopai. Dia kekurangan personel dan biaya, bukan untuk mengemukakan dirinya terlalu banyak bekerja. Untuk memberikannya seseorang yang dapat dia serahi tugas, Police Commission menciptakan posisi baru, yaitu wakil kepala polisi.

The Modern Era (Era Modern)
Daniel S.C. Liu menggantikan Hoopai sebagai kepala kepolisian beserta warisan Hoopai berupa kurangnya pegawai dan hambatan biaya. Akan tetapi, kekhawatiran lainnya membuatnya semakin asyik dalam pekerjaannya. Penipu ulung telah menyusup sampai ke Honolulu, dan para polisi dituntut untuk dapat mempelajari trik mereka sekaligus menangkap mereka. Kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak muda telah mendorong pembentukan Plice Activities League yang misinya diawali dengan mengajak klub anak-anak muda untuk mengikuti program yang bersifat atraktif yang mendorong mereka untuk tidak melakukan tindakan liar di jalanan. Kejahatan narkotika yang semakin meningkat dan sindikat yang mengontrol kejahatan ini berusaha menyuap para polisi. Liu memperkecil upaya gembong narkoba dengan menangkap dan memenjarakan dua gembong utama bersama dengan polisi yang tertangkap basah saat membawa narkotika dari sebuah kapal dagang. Kampanye lain yang dilakukan oleh Liu adalah meningkatkan jalinan kerja sama dengan menegaskan bahwa petugasnya terlatih untuk menunjukkan rasa hormat yang sepenuhnya ketika berhubungan dengan masyarakat.

Tujuan yang hendak dia capai adalah mengubah anggapan bahwa semua polisi “berbadan kekar dan tidak berotak,” kasar, serta tidak memiliki belas kasihan yang ditugaskan untuk meretakkan kepala. Dia juga melihat adanya kebutuhan untuk memiliki petugas yang terdidik dengan baik dan memiliki biaya yang memungkinkan untuk mengirim polisi yang andal ke National Academy FBI, North-western Traffic Institute, dan mengikuti seminar, konvensi, dan sesi lain yang mengajarkan polisi teknik terbaru. Dilema bagi dirinya berkurang bersamaan dengan penerbitan rancangan undang-undang legislatif bagi polisi di Hawaii yang meningkatkan gaji, biaya untuk seragam, biaya untuk
liburan, dan rencana pensiun yang dimodernisasi.

Pada tahun 1959, didirikan komite khusus di tingkat administrasi daerah yang bertugas untuk mempertimbangkan setiap tahap operasi yang dilakukan di tingkat kota dan county. Terlepas dari studi ini, direkomendasikan bahwa pelayanan polisi harus terus ditingkatkan di semua bagian bila departemen ingin tetap merintis pertumbuhan di Hawaii. Dengan demikian pada tahun-tahun berikutnya, departemen yang bertanggung jawab resmi terhadap manajemen penjara kota dan county pindah ke kantor pusat yang lebih besar di South Bretania Street, membuka subpos baru, dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Setelah 37 tahun mengabdi, hampir 21 tahun sebagai kepala kepolisian, akhirnya Liu mengumumkan maksudnya untuk mengundurkan diri pada tanggal 1 Juli 1969. Sebelum dia mengumumkan pengunduran dirinya, bagaimana pun, dia menyatakan kembali impiannya akan pembukaan akademi kepolisian di Hawaii terwujud. Liu mendapatkan penghargaan nasional untuk departemen, meningkatkan standar dan nilai, bantuan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi, dan menerapkan kemajuan teknologi.

Francis Kella, lulusan Universitas Hawaii dan Akademi Nasional FBI, mengambil sumpah jabatan pada tanggal 24 Desember 1969, dan sebagai kepala yang baru menghadapi kegelisahan masyarakat menyangkut Perang Vietnam, gelombang masuknya narkoba, makin banyaknya “orang jalanan” yang turut terlibat, dan ketidakhormatan terhadap polisi. Revisi terhadap City Chartered telah memperjelas masalah dengan melakukan satu klarifikasi dan untuk semua pemisahan kekuasaan Police Commission dan kepala kepolisian. Hal ini menjelaskan bahwa kepala polisi bertanggung jawab terhadap administrasi departemen, dan Komisi “kecuali untuk tujuan penyelidikan atau seperti yang tercantum pada Piagam ini, tidak diperbolehkan mencampuri urusan administrasi departemen kepolisian dengan cara apa pun.”

Keala, seperti halnya Liu, melanjutkan merestrukturisasi tubuh organisasinya agar sejalan dengan permintaan vital terhadap persoalan di kota metropolitan berkaitan dengan kejahatan. Dia mencari profesional yang lebih hebat, menggaji wanita yang berkualitas, memperluas laboratorium kejahatan, dorongan moral melalui penghargaan berupa sertifikat jasa atau medali keberanian dari departemen, memperkenalkan teknologi komputer, dan membuat perubahan besar lainnya. Perkembangan dari serikat pekerja, State of Hawaii Organization of Police Officers, cukup menciptakan kehebohan. Untuk pertama kali dalam sejarah, departemen beserta pejabat tingginya mendapatkan bahwa mereka menjadi sepenuhnya mengenal masalah dan hubungan tenaga kerja-manajemen dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan negosiasi dalam kontrak tenaga kerja.

Present Day (Dewasa Ini)
Semakin banyak orang terbunuh di jalan raya Oahu setiap tahunnya, dibandingkan dengan pembunuhan; semakin banyak biaya yang dikeluarkan akibat luka-luka dan perbaikan motor, yang disebabkan oleh tabrakan lalu-lintas, dibandingkan dengan kerugian-kerugian lain yang disebabkan oleh pencurian. Mencermati gejala ini, pada tahun 1991 Honolulu Police Department menempatkan penurunan angka kecelakaan lalu-lintas dan kematian sebagai prioritas utama. Kepala kepolisian Michael Nakamura memulai kampanye cepat dan aman dengan beberapa taktik baru. Pertama, dia memiliki lampu warna biru di atas beberapa mobil patroli yang dipindahkan dari atap mobil dan ditempatkan di depan dasbor dan jok belakang.

Semakin banyaknya tanda peringatan dan surat peringatan di daerah rawan kecelakaan. Mesin pemantau kecepatan yang digunakan dengan gambar yang jelas dari pengendara yang mendekat, menunjukkan nomor digital yang besar untuk memperlihatkan tingkat kecepatan. Blokade DUI ditambahkan untuk menjaga akhir pekan setelah liburan akhir pekan karena statistik menunjukkan angka yang signifikan dari kecelakaan pengemudi yang mabuk terjadi di hari-hari tersebut. Dengan menerapkan taktik ini, angka kecelakaan di jalan raya yang terjadi pada tahun 1991 menurun drastis dibandingkan 30 tahun sebelumnya.
Dirangkum dari sejarah resmi yang disampaikan oleh Honolulu Police Department


J. Edgar Hoover
J. Edgar Hoover (1895"1972), direktur FBI, lahir di Washington, DC, putra dari karyawan pemerintah yang membangun kariernya untuk menjadi pengawas pengukiran dan percetakan di Coast and Geodetic Survey. Ibu dari Hoover muda selalu mengajarkan prinsip ajaran Calvinisme kepada anak-anaknya, dan tidak akan membiarkan mereka lupa akan kebobrokan aspek manusia. Karena pegaruh ibunya dan contoh mengenai pendeta Presbiterian yang sangat dikaguminya, J. Edwar bercita-cita menjadi pendeta. Dia lulus SMU sebagai pelajar teladan pada tahun 1913, dan mulai sekolah hukum di malam hari, siang harinya dia bekerja di Library of Congress sebagai kurir. Tepatnya mengapa ia beralih dari pendeta ke bidang hukum, tidak diketahui secara pasti, tetapi pada saat ini dia masih melanjutkan partisipasinya di kelas Injil dan mengajarkan nilai moral kepada siapa saja yang mau mendengar. Mereka yang mengenalnya saat muda ingat bahwa dia sangat menggemari olahraga, penyendiri, dan pendiam. Pada tahun 1916, Universitas George Washington menyematkan gelar LL.B dan tahun berikutnya gelar LL.M kepadanya.

Pekerjaan pertamanya di bidang hukum adalah dengan Departemen Kehakiman sebagai penulis resensi buku. Dia menikmati seluk beluk pekerjaan ini yang tidak disukai orang lain, dan membuat senang atasannya dengan ketekunannya, keterampilannya dalam berorganisasi. Padan tahun 1919, Jaksa Agung A. Mitchell Palmer memilih Hoover untuk membantu menindak agitator asing, memuluskan deportasi kelompok “merah.” Hoover menulis sebuah laporan tentang “konspirasi komunis” dan mempersiapkan beberapa ikhtisar berkas perkara yang sah yang memberikan wewenang penggeledahan pemerintah terhadap tersangka kelompok “merah” yang masih sembunyi. Tindakan penggeledahan ini menakutkan ratusan orang asing yang tidak tahu apa-apa, meskipun dalam jalur hukum Hoover dan pengacara Departemen Khekiman dapat mendeportasi gembong anarkis Emma Goldman dan Alexander Berkman. Hoover akhirnya menyesali tindakannya dalam penganiyayaan yang kebanyakan tidak mendasar itu.

Angin politik yang membangun meringankan jalannya pada tanggal 22 Agustus 1921. Jaksa Agung di masa kepresidenan Warren G. Harding, Harry Daugherty, memberhentikan William J. Flynn, Kepala Bureau of Investigation, dan menggantikannya dengan detektif yang tersohor, William J. Burns. Saat itu, Hoover diangkat sebagai seorang asisten direktur. Lingkup aktivitas yang dilakukan FBI sebelum Perang Dunia I mencakup investigasi terhadap pelanggaran yang berkaitan dengan netralitas, kebangkrutan, praktik bisnis ilegal, dan perdagangan budak. Selama perang, perhatian tertuju pada sabotase, spionase, dan aktivitas subversif lainnya. Wakil Presiden Calvin Coolidge memberhentikan Harry Daugherty dan menyerahkan jabatan jaksa agung kepada Harlen Fiske Stone. Ketika Burns mengumumkan bahwa ia berencana untuk mengundurkan diri dalam waktu dekat, Stone dan Menteri Perdagangan Herbert Hoover (tidak ada hubungan darah) sama-sama merekomendasi promosi jabatan sang asisten direktur.

Kemudian pada tanggal 10 Mei 1924, J. Edgar Hoover resmi mengambil alih Bureau of Investigation (awalnya sebagai pejabat direktur, konfirmasi resmi datang 7 bulan kemudian). Hoover tidak melepaskan pengawasan itu untuk 48 tahun kedepan. Perubahan awal yang dilakukan oleh Hoover pada implementasi Bureau of Investigation adalah mempekerjakan pengacara dan akuntan publik sebagai agen khusus, pengembangan pusat biro sidik jari, dan pengenalan penemuan ilmiah terakhir mengenai pendeteksian. Pada tanggal 11 Juni 1930, Undang-undang Kongres memberi wewenang dalam menyusun statistik kejahatan yang diambil dari dari lembaga kepolisian di seluruh negara bagian. Hoover, orang pertama yang berkuasa, sangat senang akan tugas ini. Saat ini, Uniform Crime Reports merupakan standar kerja syang digunakan untuk mengukur insiden kejahatan di AS.

Undang-undang federal, seperti National Kidnapping Act, National Extortion Act, dan Bank Robbery Act, memberi agen FBI peningkatan dalam perjuangan melawan kejahatan dan juga lebih banyak kejahatan yang dikandungnya. “Musuh masyarakat” yang selalu berpindah dari satu negara bagian ke negara bagian yang lain menimbulkan masalah yang sulit bagi penguasa daerah yang tidak dapat dengan mudah melintasi batas wewenang. Akan tetapi, agen FBI dapat dan karena dahulu mereka adalah anak buah dari Hoover, yang bertekad untuk menaklukan penjahat, mereka sering menjalankan usahanya dengan kejam. Hoover menginginkan hasil yang cepat, demikian dia berjanji pada “G-Men”-nya—begitu sebutan yang diberikan surat kabar dan dipopulerkan dalam film—untuk membasmi musuh masyarakat. Metodenya dalam menjamin penangkapan telah mendapat sejumlah kritik, ketika saat itu dia memamerkan hukum. Bagaimana pun, kritik yang tidak baik dari lembaga penegak hukum menyurutkan fakta bahwa FBI sangat efektif dalam menangkap penjahat kelas kakap.

Pada tahun 1935, Bureau of Investigation resmi menjadi Federal Bureau of Investigation (FBI), dan pada tahun yang sama dibuka FBI Academy di Quantico, Virginia. Tujuan pembentukan akademi ini adalah melatih “polisi yang sudah masuk seleksi dari seluruh negara bagian di Amerika Serikat dan banyak lagi negara di luar Amerika,” dalam perkembangan seni tingkat tinggi yang berkaitan dengan penegakan hukum. Awal pendirian akademi ini boleh jadi merupakan satu-satunya peristiwa penting dari masa jabatan Hoover. Akan tetapi, apa pun peristiwa tersebut, dia dengan cepat mengumumkannya.

Hoover menyadari bahwa pers telah membentuk opini publik dan dia mengingingkan pers yang terbaik mungkin untuk FBI-nya. Dengan demikian, sementara para G-men mempertaruhkan hidupnya dalam konflik yang memanas, dia berbicara dalam suatu pertemuan umum mengenai aktivitas mereka, lama sebelum FBI percaya akan status legendarisnya. Untuk memperkenalkan lebih jauh keberadaan FBI, dia menulis Person in Hiding (1938) yang berisi cerita kriminil. Buku ini menambahkan kemasyuran penegak hukum federal dan mengatakan kepada rakyat Amerika yang belum mendengar mengenai, siapa sesungguhnya J. Edgar Hoover itu.

Ketika Perang Dunia II dimulai, Presiden Franklin Roosevelt menunjuk Hoover untuk bergabung dalam aktivitas yang sama seperti yang pernah dia lakukan saat Perang Dunia I, yaitu, membasmi tindakan subversif dalam negeri. Hoover telah memiliki daftar nama dari musuh-musuh asing, sehingga dalam waktu 24 jam setelah penyerangan Pearl Harbor, 1.771 di antaranya telah ditahan. Selama perang, jumlah agen FBI yang biasanya 600 personel ditingkatkan menjadi 5.000 personel. Penambahan personel ini mencegah kasus penting “sabotase langsung negara asing.” Hoover mendapat medali penghargaan Medal for Merit, United States Selective Service Medal, dan Order of Honor and Merit of the Cuban Red Cross atas usahanya menjaga perdamaian domestik. Perang berakhir dan FBI menjalankan tugas khusus: untuk menguji kesetiaan lebih dari 2.8 juta pegawai federal. Di samping itu, FBI juga menyidik semua pelanggaran terhadap Atomic Energy Act tahun 1946. Dengan mudah, Hoover mengubah situasi perang menjadi kedamaian, dan kemauannya keras dalam menyelesaikan tugas-tugasnya kemudian menegaskan publikasi bahwa FBI menyelesaikan persoalan tersebut dengan baik dan benar.

Pada tanggal 10 Mei 1949, dalam peringatan 25 tahun penunjukan dirinya sebagai direktur, Hoover pantas untuk merasa bangga atas hasil-hasil yang telah dia capai. Selama kepemimpinannya, lebih kurang 4.000 agen FBI telah menegakkan 120 hukum federal dengan tingkat hukuman 97.2%—sebuah angka yang membuat iri dunia penegak hukum. Ini merupakan angka yang benar-benar tinggi. Sampai akhir tahun 1950-an, dia banyak dibicarakan dengan cara berbeda. Hasil penyadapan dan McCarthysme, mengompori perdebatan tentang kekuasaannya yang tak terkendali. Dia mendengarkan dengan seksama dalam sebuah diskusi tertutup mengenai siapa saja yang dia inginkan, dan tidak harus mereka yang mengancam negeri ini. Dia membantu Senator Joseph McCarthy dalam menyingkirkan pengikut komunisme, meskipun ingatannya akan aksi awal penuduhan komunis terhadap seseorang masih terus menghantuinya. Sekarang ia melanjutkan memimpin orang-orang kepercayaannya untuk berusaha keras menemukan orang-orang komunis, dan pada tahun 1958 dia menyebarluaskan ketakutannya dalam Masters of Deceit: The Story of Communism in America and How to Fight it, sebuah buku yang terjual dua setengah juta kopi.

Kritik tajam dari Hoover, tidak menghalangi Presiden John F. Kennedy untuk menunjuknya kembali sebagai direktur pada tahun 1960. Meskipun Jaksa Agung Robert Kennedy merasa tidak cocok dengan direktur yang agresif itu dan benar-benar putus hubungan dengannya setelah peristiwa pembunuhan kakaknya. Hoover tidak suka menjalankan perintah dari Jaksa Agung karena sebelumnya dia selalu berhadapan langsung dengan presiden. Di samping itu, Robert Kennedy mendesak agar dia menugaskan lebih banyak agen untuk hak sipil dan kejahatan terorganisasi, yang tidak dia lakukan. Membangun jaringan negara dengan penyadapan dan memburu komunis merupakan prioritas yang telah lama dijalani oleh Hoover.

Presiden Lyndon B. Johnson dan Richard M. Nixon juga menunjuk kembali Hoover yang masih kuat, melepas hak pensiun wajibnya pada usia 70 tahun. Hoover berada pada puncak kariernya menjelang akhir jabatannya. Dia menentang Warren Commission, yang menyelidiki pembunuhan Presiden Kennedy, ketika dia dituduh tidak mau memperbantukan intel FBI, dan dia menyebut Pendeta Martin Luther King sebagai “si pendusta paling besar di Amerika,” ketika pemimpin gerakan hak sipil itu menyatakan bahwa FBI kurang atau tidak perduli sama sekali untuk melindungi orang kulit hitam. Menjelang akhir hayat dan terutama setelah kematian King, Hoover tertarik pada banyak penilaian tertulis mengenai karakter dan pengaruhnya. Kecenderungannya adalah mengekspos akar kekuasaannya. Jaksa, politikus, psikiater, dan penegak hukum dapat menemukan banyak hal untuk masuk dalam kehidupannya; dan jangan pernah dilupakan bahwa F. Edgar Hoover telah mengubah FBI dari kepatuhan politik menjadi kekuatan global yang diakui, mencegah penculikan dan gangsterisme pada tahun 1930-an, menghentikan penyusupan mata-mata pada saat Perang Dunia II, dan membungkam suara komunisme pascaperang.
Gelar akademis dan penghargaan memenuhi dindingnya sebagai warga negara yang baik. Tidak pernah menikah, meninggal dalam kesendirian di peraduannya selepas bekerja seharian di kantor. Tekanan darah tingginya telah menggerogoti jantungnya.

Daftar Pustaka
Messick, Hank. J. Edgar Hoover: A Critical Examination of the Director ando f the Continuing Alliance Between Crime, Business, and Politics. New York: David McKay, 1972.
Nash, Jay Robert. Citizen Hoover: A Critical Study of the Life and Times of J. Edgar Hoover and His FBI. Chicago: Nelson-Hall, 1972.
New York Times 52 (3 Mei, 1972):1.
O’Reilly, Kenneth. Hoover and the Un-Americans: The FBI, HUAC and the Red Menace, Philadelphia: Temple University Press, 1983.
Powers, Richard G. Secrecy and Power: The Life of J. Edgar Hoover. New York: Free Press, 1983.
Welch, Neil J. dan David W. Marston. Inside Hoover’s FBI: The Top Field Chief Reports. New York: Doubleday, 1984.