31 Oktober 2009

* Tips Hidup Sehat Mencegah Kanker

Belakang ini terutama di negara-neraga maju, sudah banyak orang yang menerapkan perilaku hidup sehat seiring dengan gerakan pencegahan kanker. Berikut ini langkah-langkah yang dianjurkan untuk mencegah timbulnya kanker:

* Makan banyak sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian seperti tempe, tahu dan makanan yang banyak mengandung serat. Paling tidak satu atau dua kali sehari mengkonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan.
* Hindari berat badan berlebihan atau kegemukan. Timbanglah berat badan 1 kali seminggu. Penelitian menunjukkan, akibat kegemukan, risiko terjadinya kanker lebih besar khususnya kanker payudara, rahim, usus besar, lambung, ginjal, serta kandung empedu.
* Kurangi terlalu banyak makanan gorengan dan juga yang mengandung protein dan lemak tinggi serta jeroan.
* Batasi makanan yang diolah dengan suhu tinggi dan lama atau dengan pengolahan tertentu yang dapat menimbulkan prokarsinogen seperti makanan yang diasinkan, diasap, dibakar, dipanggang sampai keluar arang (gosong) . Yang terbaik adalah makanan yang direbus.
* Hati-hati dengan penggunaaan pemanis buatan, pewarna makanan serta zat pengawet yang berlebihan. Makanan terbaik adalah makanan segar.
* Makanan dijaga kebersihannya, beraneka ragam, dan bebas dari zat cemaran lingkungan.
* Sebaiknya tidak berlebihan mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol dan juga merokok
* Kegiatan fisik dengan olahraga secara teratur disertai kesehatan mental dan rohani merupakan bagian terpadu dalam upaya pencegahan penyakit kanker.

* LOKASI SIM DAN STNK KELILING

WILAYAH LOKASI
JAKARTA SELATAN SIM Keliling di Kebun Binatang Ragunan dan STNK Keliling (mengalami gangguan)
JAKARTA TIMUR SIM di Padepokan Pencak Silat dan STNK di Makro Pasar Rebo
JAKARTA UTARA Mega Mall Pluit
JAKARTA BARAT SIM di SPBU Joglo dan STNK di Carefour Puri Indah Kembangan
JAKARTA PUSAT SIM di LTC Glodok dan STNK di depan Gd. PELNI Jl. Gajah Mada

* Mobil Mini Bus Suzuki CarryTerbalik

Mobil mini bus Suzuki Carry No.Pol 7287 GK terbalik di Jl. MH Thamrin tepatnya depan GKBI, Sabtu (31/10)pukul 06.15 Wib. Kecelakaan ini akibat roda belakang sebelah kiri pecah, sehingga mobil oleng dan menabrak pembatas jalan dan akhirnya terbalik.
Dalam kecelakaan ini terdapat 2 orang korban jiwa dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mintoharjo.
Saat ini kendaraan tersebut sudah Dievakuasi dan Diderek ke Unit Laka Polda Metro Jaya.

* Edwin Upton Curtis

Edwin Upton Curtis (1861"1922), walikota dan komisaris polisi Boston, lahir di Roxbury, Massachusetts, putra seorang pedagang kayu. Setelah mengambil pendidikan di sekolah tata bahasa dan bahasa Latin di Roxbury, Curtis pergi ke Blue Family School untuk anak laki-laki di Farmington, Maine. Pada tahun 1882, di lulus dari Bowdoin College, kemudian belajar hukum di Boston University Law School, dan diizinkan menjadi pengacara di Suffolk County pada tahun 1885. Ketertarikan awalnya pada Partai Republik membuatnya terpilih sebagai juru tulis kota Boston.

Dua tahun kemudian ia meneruskan praktik hukumnya sambil melanjutkan keahliannya sebagai tenaga ahli pembaharuan masyarakat, dan tahun 1894 ia terpilih sebagai walikota Boston. Dia segera mengubah struktur wilayah dengan mengangkat komisi kepengurusan untuk menangani pemilihan, merevisi sistem pandanaan sekolah umum, dan menempatkan tiap departemen kepolisian di bawah kepemimpinan komisaris.

Setelah masa jabatannya sebagai walikota berakhir, ia berkecimpung dalam hukum lagi, tetapi tidak memalingkan perhatiannya dari pelayanan untuk umum, dan pada tahun 1918 ditunjuk sebagai komisaris polisi. Ia memegang jabatan itu pada saat gaji yang rendah berlaku baik bagi polisi barpangkat maupun tidak.

Walikota Andrew J. Peters tak akan meningkatkan gaji sehingga para pensiunan polisi membentuk organisasi lokal yang bergabung dengan American Federation of Labor. Curtis segera memberhentikan anggota organisasi tersebut dari tugasnya ketika lebih dari tiga perempat dari kepolisian ikut dalam aksi pemogokan (9 September 1919). Curtis kemudian mengumumkan bahwa tak satu pun polisi yang terlibat dalam aksi pemogokan akan diterima kembali.

Tiba-tiba, semua perhatian tertuju pada Curtis karena rlalu menunjukkan kekuasaannya. Gubernur terpilih baru Massachussets Calvin Coolidge memberikan dukungannya, memberikan penekanan ini, “Tuan Curtis adalah komisaris polisi Boston ... Saya tak memiliki niat untuk memindahkan beliau sepanjang beliau menjadi komisaris dan saya akan mendukungnya.”

Kebutuhan akan dukungan itu segera menjadi jelas, ketika kehidupan Boston yang sederhana menangkap momen ini. Kekacauan dalam masyarakat, pelecehan terhadap para pejalan kaki, mempermainkan alarm kebakaran, dan sejumlah keisengan lain yang dilakukan oleh para pemuda pengacau merupakan tanda-tanda awal dari hilangnya kepatuhan pada hukum. Kemudian perilaku iseng itu berubah menjadi sifat yang suka merusak dan merampas.

Suara kaca pecah memenuhi udara, demikian juga teriakan, tangisan, dan juga tembakan pistol. Sekelompok kecil polisi yang tidak terlibat berusaha untuk menghentikan kerusuhan itu, tetapi justru mendapat ancaman kematian. Anarki berlangsung selama beberapa hari sampai polisi yang loyal, Massachussets State Guards, dan sukarelawan sipil membentuk pasukan darurat yng dipimpin oleh Curtis. Bersama-sama mereka menghadapi kerusuhan itu. Seluruhnya 8 orang meninggal, seorang di antaranya petugas patroli, 21 orang tertembak, dan setidaknya 50 orang luka-luka. Kerusakan harta benda mencapai sepertiga juta dolar.

Walikota Peters menyalahkan Curtis atas malapetaka ini, dan berlawanan dengan kenyataan, memuji dirinya sendiri atas pulihnya keadaan. Dengan berani, Curtis “si penghalang” sibuk membentuk satuan kepolisian yang baru, tetapi sebagai penyebab kesalahan ia hanya menerima sedikit dukungan dari para politikus kota dan tenaga kerja terorganisasi yang menentangnya.

Meskipun demikian, ia berhasil menghalangi masuknya para pemogok dan merekrut orang yang tidak patuh. Baginya, polisi melepaskan haknya untuk melakukan pemogokan sejak hari mereka dilantik; mereka tidak seperti para pekerja lainnya yang berkewajiban menjaga kedamaian, barang yang mudah pecah seperti yang telah ditunjukkan oleh aksi pemogokan itu. Bagi para pendukung tenaga kerja, tentu saja Curtis adalah seorang diktaktor; bagi publik ia adalah pahlawan.

Pekerjaan yang berat untuk membangun kembali satuan kepolisian melelahkan Curtis, sejak tahun 1921 kesehatannya memburuk. Teman-temannya mendesaknya untuk pensiun, namun ia tak dapat melakukannya. Apa yang ia perjuangkan dalam perekrutan polisi—bahwa seluruh pasukan polisi yang terpercaya dan bekerja dengan rajin—mulai menggerogoti kekuatannya. Pemogokan pada tahun 1919 harus dipulihkan, dan ia sampai pada akhir perjuangannya untuk kepolisian dan dirinya sendiri, meninggal saat bertugas. Percetakan Boston menyampaikan pemberitahuan berita kematian yang panjang sebagai penghormatan bagi Edwin Upton Curtis yang banyak difitnah. Dia telah mengorbankan dirinya sendiri untuk memikirkan kepentingan orang lain.

Daftar Pustaka
The Boston Police Strike: Two Reports. New York: Arno Press dan The New York Times, [1919, 1920] 1971.
Dictionary of American Biography. Vol. II. New York: Charles Scribners and Sons, 1928:612.
Russell, Francis. A City in Terror: 1919, The Boston Police Strike. New York: Viking Press, 1975.

30 Oktober 2009

* Pabrik Kosmetik Terbakar

30-10-2009 15:51 WIB
PUSKOMINFO - Kebakaran kembali melanda Jakarta. Jum'at (30/10/2009) siang ini pabrik kosmetik di kawasan Industri Pulogadung diamuk si jago merah.

Belum diketahui penyebab kebakaran yang menghanguskan pabrik kosmetik milik PT Damai Sejahtera Mulia yang beralamat di Jalan Buaran II, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.

Sebanyak empat mobil pemadam kebakaran bekerja keras memadamkan kobaran api. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 Wib. Petugas dari Polsek Metro Cakung sudah memintai keterangan beberapa saksi.

Sebelumnya sekitar pukul 11.50 Wib, sebanyak 25 rumah penduduk yang berada di belakang Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur ludes dilahap api.

Berdasarkan informasi dari Bripka. Kasyanto, rumah yang terbakar tersebut terletak di Rt. 04/10 Kramat Jati, Jakarta Timur tepatnya di belakang Pasar Kramat Jati. Api berhasil dijinakkan 30 menit kemudian oleh 12 unit mobil pemadam kebakaran.

Akibat peristiwa ini arus lalu lintas didepan pasar Kramat Jati sempat terjadi kemacetan namun saat ini situasi lalu lintas berangsur-angsur kembali lancar.

* Akibat Roda Terganggu, Garuda Turun Lagi ke Landasan

30-10-2009 11:53 WIB
PUSKOMINFO – Akibat mengalami gangguan pada empat rodanya, pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 142 yang melayani rute penerbangan Jakarta-Banda Aceh, pilot pesawat itu memutuskan untuk kembali ke landasan Bandara Soekarno-Hatta, Jumat 30 Oktober 2009.

Menurut juru bicara Garuda Indonesia Pujobroto, Pesawat jenis Boeing 737 - 300 ini take off dari Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 08.14 Wib. Namun saat sudah take off, di ketinggian 500 kaki, roda sebelah kiri mengalami gangguan, sehingga pilot pesawat itu memutuskan untuk kembali ke landasan.

Setelah dilakukan semuan persiapan termasuk menyiapkan mobil pemadam kebakaran, akhirnya pesawat itu mendarat mulus tanpa ada yang terluka.

Sementara pesawat dalam perbaikan, penumpang akan dialihkan ke pesawat lain."Tim sudah bergerak untuk mengecek empat roda yang mengalami kerusakan," tutur Pujobroto.

Pujobroto menambahkan, selama ini pesawat Garuda sudah rutin dilakukan pengecekan, perawatan secara normal dalam periode tertentu. "Tapi memang, dalam situasi yang tidak terduga ada hal-hal terjadi di luar itu," ujarnya.

* Jabatan Kabid Humas Polda Metro Jaya Diserah-terimakan

30-10-2009 12:25 WIB
PUSKOMINFO - Jum'at (30/10/2009) sekira pukul 14.00 Wib siang, jabatan Kabid Humas Polda Metro Jaya akan diserahterimakan dari Kombes Pol. DR. Chryshnanda Dwilaksana kepada penggantinya Kombes Pol. Drs. Boy Rafli Amar. Serah terima jabatan akan dilaksanakan di gedung Tifa Kemala Balai Pertemuan Polda Metro Jaya (BPMJ).

Selain Kabid Humas Polda Metro Jaya, sepuluh pejabat utama dan Kapolres di jajaran Polda Metro Jaya juga mengalami pergantian.

Kabid Propam Polda Metro Jaya dari Kombes Pol. Drs. Erwin Hasibuan akan digantikan Kombes Pol Drs. Joko Hartanto. Joko Hartanto sebelumnya menjabat Kaden Opsnal II Puspaminal Div Propam Polri. Sedangkan Kombes Erwin Hasibuan selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Kabid Standarisasi Pusbinprof Div Propam Polri.

Adalah Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Drs. Mohammad Iriawan akan digantikan Kombes Pol. Drs. Idham Aziz. Selanjutnya Drs. Mohammad Iriawan akan menduduki jabatan baru sebagai Wadir I/Kam dan Transnas Bareskrim Polri.

Kombes Pol. Drs. Idham Aziz sebelumnya menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat, posisinya selanjutnya digantikan oleh Kombes Pol. Drs. A. Kamil Razak.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Drs. Firman Shantya Budi digantikan Kombes Pol. Drs. Gatot Edi Pramono yang sebelumnya menjabat Kapolres Metro Depok. Firman selanjutnya menduduki jabatan Kasubdit Jianma Dit Lantas Babinkam Polri.

Jabatan Kapolres Metro Depok dari Kombes Pol. Drs. Gatot Edi Pramono digantikan oleh Wakilnya AKBP Drs. Saidal Mursalim.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol. Drs. Guntur Setyanto akan digantikan oleh AKBP Tornagogo Sihombing, Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya. Guntur Setyanto selanjutnya menduduki jabatan baru di Mabes Polri sebagai Kanit V Dit I/Kam dan Trannas Bareskrim Polri.

Kapolres KPPP Tanjung Priok diserahtrimakan dari AKBP Drs. Mohamad Fadil Imran kepada AKBP Albertus Rachmad Wibowo.

Selanjutnya Kapolres Metro Tangerang Kabupaten dari Kombes Pol. Drs. Agus Adriyanto kepada AKBP Drs. Eddy Sumitro Tambunan.

Kapolres Metro Bekasi dari Kombes Pol. Drs. Mas Guntur Laope diserahkan kepada AKBP Drs. Imam Sugiyanto. Dan Kapolres Kepulauan Seribu dari AKBP Drs. Dadang Raharja digantikan AKBP Hero Hendriyanto Bachtiar.

* Terapi Hormon Atasi Gangguan Menopause

Setiap tahunnya, diprediksi 5 juta wanita Indonesia memasuki masa menopause. Jika tak diatasi, tak hanya timbul gejala yang mengganggu, juga risiko penyakit jantung koroner dan osteoporosis.

Menopause adalah proses alami yang pasti akan dialami setiap wanita. Beragam gejala akibat perubahan biologis mengantar wanita menuju masa menopause. Hal ini terutama disebabkan terjadinya penurunan hormon seks secara signifikan, terutama estrogen sebagai hormon terpenting wanita.

Ibarat kendaraan, estrogen adalah "bahan bakar" bagi wanita. Tatkala masih usia produktif, hormone ini berada pada level optimal sehingga wanita dalam kondisi fit untuk melakukan beragam aktivitas tanpa gangguan. Nah, seiring pertambahan usia, kadar estrogen secara normal menurun.

Turunnya hormon estrogen dimulai pada masa klimakterium (usia 35-65). Diawali fase klimakterium dini (usia 35-45) yang ditandai gangguan haid yang semula teratur menjadi tidak teratur. Jumlah darah yang keluar bisa berkurang atau bertambah. Amenorhea atau berhentinya haid secara permanen menandakan berakhirnya kemampuan seorang wanita untuk punya anak.

Memasuki usia 45-55, kadar estrogen yang kian rendah mulai memicu keluhan seperti gejolak panas, keringat banyak, nyeri tulang belakang, keputihan. Beranjak pascamenopause (usia 52- 55), gejala paling menonjol adalah berdebar, pelupa, nyeri tulang belakang, rasa lemah, lesu, dan osteoporosis.

"Sistem otak wanita banyak mengandung reseptor estrogen. Pada wanita pascamenopause, semua fungsi mengalami penurunan sehingga terjadi keluhan demensia, semburan panas, perubahan mood atau depresi, dan penurunan hasrat seksual. Di Indonesia, keluhan tertinggi adalah lemah, lesu, vagina kering," papar spesialis kebidanan dan kandungan dari FKUI/RSCM dr Marly Susanti SpOG.

Ragam keluhan tersebut umumnya sangat membebani dan sulit diatasi sehingga berdampak negatif pada kualitas hidup dan kepercayaan diri wanita. Sayangnya, banyak wanita yang menganggap keluhan tersebut sebagai hal wajar.

Sebuah studi kuantitatif yang difasilitasi Bayer Asia Timur terhadap wanita di tujuh negara di Asia Pasifik (termasuk Indonesia) pada Februari-April 2008, melaporkan hampir sepertiga dari wanita menopause tidak menyadari mereka sedang mengalami gejala menopause. Bahkan, 50 persen wanita mengabaikan kondisi itu.

Padahal, selain mengganggu vitalitas harian, keluhan jangka panjang akibat kekurangan estrogen adalah keropos tulang (osteoporosis) yang memicu patah tulang pada pergelangan tangan, panggul, dan tulang belakang. Beberapa penelitian juga melaporkan, wanita pascamenopause berisiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung koroner (PJK) dibanding pramenopause.

"Defisiensi estrogen pada masa menopause dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup. Namun, hal tersebut bisa diatasi dan diobati," ungkap konsultan kebidanan dan kandungan dari UP College of Medicine Filipina, Dr Blanca de Guia.

Ya, kurangnya estrogen pada wanita bisa digantikan dengan asupan hormon estrogen dari luar atau dikenal dengan terapi sulih hormon (TSH). International Menopause Society (IMS) menyatakan, saat ini TSH merupakan pilihan terapi utama untuk menghilangkan gejala menopause.

"Sebuah penelitian dengan metode random sampling melaporkan terjadinya penurunan kejadian penyakit jantung sebesar 39 persen pada wanita yang mulai menggunakan TSH sebelum usia 60," ujar Direktur Pusat Eksperimen dan Penelitian Medis (IRCCS) San Raffaele di Roma, Dr Guiseppe Rosano.

Inovasi terbaru TSH juga mengombinasikan estradiol dan drospirenon. Selain efektif mengatasi gejala menopause, juga mampu meningkatkan kekuatan tulang, menurunkan risiko PJK dan penyakit pembuluh darah, khususnya jika memulai pengobatan sejak dini.

* LOKASI SIM & STNK KELILING

WILAYAH LOKASI
JAKARTA SELATAN SIM Depan Kebun Binatang Ragunan
JAKARTA BARAT SIM Keliling di SPBU Joglo dan STNK Keliling di Carefour Puri Indah Kembangan
JAKARTA UTARA SIM & STNK Mega Mall Pluit
JAKARTA PUSAT SIM LTC Glodok STNK Gedung PELNI Gajah Mada
JAKARTA TIMUR SIM Pencak Silat TMII STNK Makro Pasar Rebo

* Professionalism (Profesionalisme)

Profesionalisme merupakan suatu keadaan pikiran, standar tingkah laku, citra dari kemampuan, kepekaan, dan kumpulan sikap sejenis seperti yang dimiliki oleh orang-orang terbaik yang mengikuti suatu panggilan, yang menjalankan seni dan ilmu dari suatu lapangan pekerjaan serta menunjukkan fungsi suatu pekerjaan.

Profesionalisme pekerjaan polisi mencerminkan suatu sikap dan cara yang dilakukan dalam menjalankan tanggung jawab yang mengagumkan untuk melindungi jiwa dan kemerdekaan publik yang dilayani. Pandangan publik mengenai citra lembaga kepolisian tercipta dari hal-hal tersebut. Sehingga secara tidak langsung menyatakan bahwa tingkat keahlian polisi diraih melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman yang membedakan mereka dari orang lain dengan kualitas dan dedikasi yang rendah pada layanan publik. Secara tidak langsung juga dinyatakan bahwa seorang yang profesional akan berusaha untuk meraih standar tingkah laku dan kinerja yang paling tinggi. Usaha tersebut membedakan tenaga profesional dari nonprofesional, yang sikapnya didapatkan dari standar etnis, tingkah laku, dan kemampuan yang tidak begitu tinggi.

The Uniqueness of Policing (Keunikan Menjadi Pemolisian)
Ketika setiap profesi dibebani dengan tingkah laku yang tidak sesuai dari satu atau lebih pelakunya, kebanyakan pengamat luar tidak mengukur jumlah penghargaan di bidang kesehatan, pendidikan, atau organisasi agama yang didapatkan dari suatu insiden atau dari salah satu pelakunya. Namun, tindakan tidak profesional apa pun yang dilakukan polisi yang cinta damai memancarkan cahaya kemasyhuran yang dipusatkan pada seluruh layanan. Ketika profesi tradisional telah meraih gengsi dalam masyarakat secara luas selama bertahun-tahun, polisi tidak menikmati tingkat percaya diri semacam itu. Profesi tradisional memiliki sekolah pendidikan tinggi yang didedikasikan untuk mengajarkan perbuatan dan tingkah laku yang diterima oleh masyarakat. Sekolah semacam itu baru-baru ini mulai muncul untuk fungsi polisi.

Sebagai tambahan pada metode pelatihan tingkat lanjut dalam setiap profesi, ada badan pemerintah yang menilai suatu tingkat di mana pelamar harus dapat memenuhi kriteria yang digambarkan dengan jelas penerimaan dalam profesi tersebut. Ditambah lagi setiap organisasi profesi tradisional memiliki perlengkapan kontrol internal untuk mengatur perbuatan setiap anggotanya. Hingga kini mekanisme kontrol tersebut mempertahankan wewenang ekslusif badan profesional yang terhormat, dengan sedikit pengaruh pada khalayak ramai. Namun, kini publik telah menjadi semakin aktif dalam proses pengaturan dan mulai melancarkan tekanan pada badan pemerintah di bidang hukum, kesehatan, pendidikan, dan agama.

Masukan publik selalu hadir untuk layanan polisi. Sejak awal di Amerika, dan tentunya sepanjang abad ke-20, layanan polisi dioperasikan di bawah penelitian politik dan sosial yang cermat, dan cukup sering menjadi sorotan media. Sering sorotan tersebut gagal dialamatkan pada isu utama, yaitu kualitas atau kurangnya personel yang dikenai tanggung jawab sebagai polisi. Sekian lama polisi dikontrol dengan atau tanpa adanya sedikit penghargaan pada standar profesional.

The Decision Process (Proses Pengambilan Keputusan)
Sifat dasar fungsi polisi memiliki dampak yang lebih besar terhadap profesionalisme. Keputusan seorang polisi, yang dibuat dalam hitungan detik, dapat berpengaruh pada seluruh polisi di suatu negara (misalnya kontroversi Mapp dan Miranda), dan harus tahan terhadap suatu pengamatan yang cermat dari banyak ahli dalam jangka waktu yang panjang. Polisi patroli tidak boleh membuat kesalahan dalam membuat penilaian, karena semua tindakannya pasti akan dipantau media, masyarakat, dan berbagai unsur sistem peradilan pidana.

Misalnya, polisi patroli hanya memiliki waktu sekitar 2"10 detik untuk menentukan apakah ia akan menghentikan, menangkap, menundukkan, atau menembak pelanggar hukum untuk melindungi orang lain, dengan hanya berbekal pada pengetahuan dan pengalaman dalam mengambil keputusan untuk menolong. Atasan polisi patroli harus menyerahkan penilaiannya terhadap tindakan apa pun yang telah diambil, meneruskan atau membatalkannnya. Komandan polisi kemudian menilai situasi dan bertindak sesuai dengan situasi tersebut, bahkan mungkin akan merekomendasikan suatu tuntutan. Jadi, dalam 2"10 hari setelah diambil keputusan 2"10 detik tersebut, polisi patroli mempelajari konsekuensi dari pengambilan keputusan tersebut.

Polisi patroli tidak hanya diharapkan untuk beraksi pada saat mendesak, diharapkan dia juga mampu mengubah sisi psikologisnya saat itu juga. Di satu saat beroperasi dengan aturan yang proaktif dan mendukung, di saat lain terlibat dalam suatu model reaksi terhadap ancaman kehidupan. Karena itu, dia harus:

1. Akrab dengan UU kriminalitas;
2. Mampu menyediakan pertolongan pertama pada kecelakaan;
3. Mengetahui teknik penyidikan ilmiah;
4. Siap menggunakan kekuatan dan atau senjata api untuk mengatasi ketidakberdayaan dan melindungi jiwa;
5. Mampu membeberkan fakta di pengadilan;
6. Mengetahui dan melaksanakan sopan santun polisi yang berguna bagi semua.

Jika polisi harus menjadi tenaga profesional, maka tugas mereka adalah mengembangkan personel yang bermutu untuk memikul tanggung jawab yang sangat besar seperti di atas.

History of Professionalism (Sejarah Profesionalitas)
Dalam Peel’s Reformation, seleksi dan persiapan yang sesuai bagi polisi patroli merupakan dasar dari gerakan reformasi pendukung Peel. Keberhasilan Sir Robert Peel dalam menggerakkan Metropolitan Police Act pada tahun 1829 di Parlemen Inggris merupakan puncak dari usaha yang dimulai sebelum tahun 1816, ketika Parlemen melakukan penelitian terhadap kondisi kriminal di Inggris. Revolusi Industri dengan pergolakan sosial yang besar telah menciptakan suatu kondisi yang memerlukan perhatian pemerintah. Tahun 1842 Metropolitan Police Force of London telah menjadi model lembaga kepolisian modern.

Lembaga Amerika Awal. Hingga pertengahan abad ke-20, polisi yang digaji dan bekerja purna waktu diterapkan di beberapa kota besar Amerika. Boston dan New York mengadopsi model Peel, tetapi banyak prinsip Peel yang tidak diintegrasikan dalam operasi sehari-hari lembaga tersebut. Dengan bangga dan penuh kasih sayang penduduk London menjuluki polisi sebagai para “Bobby” (nama julukan Sir Robert Peel). Hal ini tidak terdapat di lembaga Amerika awal. Polisi patroli menjadi patuh pada detektif karena “lencana emas” detektif lebih bergengsi dibandingkan dengan “lencana biasa” milik polisi.

Lembaga di Abad ke-20. Ketika August Vollmer terpilih sebagai marshal kota Berkeley, California, pada tanggal 18 April 1905, pengaruh baru yang kuat ditambahkan untuk gerakan profesionalisasi polisi Amerika. Meski sering dikenal sebagai bapak polisi Amerika modern, August Vollmer tidak dalam usaha ini. Tampaknya sukses Vollmer didasarkan pada beberapa prinsip Peel, dan rupanya dia mengadopsi beberapa tindakan reformasi penduduk London, yang sangat dikenal dengan cara mereka dalam memilih, melatih, dan menugaskan polisi patroli. Vollmer terus menjadi pemimpin tertinggi gerakan reformasi polisi, dan lembaganya menonjol sebagai model utama yang mendapatkan sambutan nasional dan internasional.

Dampak Vollmer. Tahun 1908 Vollmer mulai dengan apa yang dapat digambarkan dengan baik sebagai suatu gerakan untuk menyediakan dasar pendidikan untuk mengembangkan polisi patroli. Usaha pelatihan awal tersebut menuju pada didirikannya Berkeley Plice School pada tahun 1913, dan awal dari kelas administrasi polisi di California University pada tahun 1916. Dasar pendidikan diletakkan pada penyaringan yang lebih efektif untuk orang-orang yang masuk ke lembaganya. Awal tahun 1906 Vollmer mengadakan tes kecerdasan dan psikologi untuk perekrutan karyawan baru. Hingga tahun 1919 dia memberikan tanggung jawab penuh pada polisi patroli di lembaganya terhadap penyidikan dan presentasi di pengadilan untuk semua pelanggaran hukum yang terjadi saat patroli. Polisi patroli didukung oleh berbagai ahli di dalam dan di luar lembaganya, namun tanggung jawab atas keberhasilan dalam menyelesaikan suatu kasus diserahkan kepadanya.

Polisi Kampus. Di saat yang sama Vollmer meminta California University untuk menjadi “kolam” perekrutan untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas yang diperlukan oleh sistem kepolisian barunya. Dia berhasil meyakinkan sejumlah mahasiswa untuk masuk ke lembaganya sebagai polisi patroli yang bekerja purna waktu. Suatu tes penyaringan yang cermat dikenakan terhadap kecerdasan, psikologis, kesehatan, dan kepribadian mereka sebelum diterima di lembaganya. Beberapa dari mereka yang bertugas sebagai polisi patroli di Berkeley Police Department (1919"1925) beralih ke lembaga dan institusi lain dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi dari penganut sistem Vollmer.

Gerakan Pelatihan. Ketika Vollmer memperluas dasar pendidikan untuk mengembangkan praktisi polisi di West Coast, beberapa lembaga di Midwest dan East menggunakan metode yang berbeda. Lembaga Detroit Police Department mendirikan akademi pelatihan pada tahun 1911. Kota New York pun mendirikan akademi pelatihan pada tahun 1914.
Komisi Cabang. Sepanjang masa depresi, teriakan publik atas tindak kriminal membuat Presiden Herbert Hover mengeluarkan keputusan untuk menunjuk sebuah komisi federal untuk mempelajari masalah kriminal di Amerika. Sejumlah rekomendasi dikeluarkan, namun pernyataan yang paling berpengaruh berkaitan dengan kebutuhan akan adanya perbaikan metode yang digunakan untuk menyeleksi, melatih, dan mendidik polisi.

Tantangan Kriminalitas. Kriminalitas merupakan isu utama dalam kampanye pemilihan presiden pada tahun 1964. Persiden Lyndon B. Johnson menunjuk Commision on Law Enforcement and the Administration of Justice. Dengan beberapa satuan tugas yang mempelajari berbagai aspek kriminalitas, Komisi tersebut berhasil menyusun sebuah laporan yang meliputi berbagai hal dengan judul The Challenge of Crime in a Free Society (1967). Laporan satuan tugas kepada polisi menghasilkan sejumlah rekomendasi dengan dua rekomendasi yang patut dicermati.

Pertama, menangani kebutuhan dukungan dan keterlibatan federal yang lebih besar dalam menyelesaikan masalah kriminal di tingkat lokal. Hal ini menuju pada dibentuknya Office of Law Enforcement Administration (OLEA), yang kemudian dikenal sebagai Law Enforcement Assistance Administration (LEAA). Rekomendasi kedua berkaitan dengan kebutuhan akan peningkatan layanan polisi melalui pendidikan yang lebih tinggi. Untuk menerapkan ide tersebut diciptakan Law Enforcement Education Program (LEEP).

Kembalinya Pemolisian. Dengan mengabaikan judul dan gambaran istilahnya, sebagian besar murid program LEEP masuk dalam layanan publik sebagai petugas penegak hukum. Persentase pengikut LEEP yang lebih besar erat kaitannya dengan pekerjaan polisi. Dengan adanya gerakan menuju pendidikan polisi yang lebih baik, muncul masalah dalam mengakomodasi sikap dan filosofi yang berbeda pada kontrol kriminalitas seperti yang diperdebatkan antara “akademisi” dan “praktisi.” Namun, keduanya sama-sama mendukung pergerakan menuju profesionalisme yang lebih tinggi dalam layanan polisi.

Professional Organization (Organisasi Profesional)
Salah satu tanda profesionalisme dari suatu kelompok adalah adanya suatu organisasi atau asosiasi di mana setiap anggotanya mencerminkan profesionalitas seperti American Medical Association atau American Bar Association. Tidak ada satu kelompok pun yang memberikan layanan tersebut untuk polisi. Organisasi yang paling dekat dengan pencapaian tujuan tersebut adalah International Association of Chiefs of Police (IACP). Dimulai pada tahun 1893 dan tumbuh dari ikatan persaudaraan yang tidak erat di antara kepala kepolisian menjadi praktisi yang berbasis lebih luas yang berorientasi pengaruh dalam dunia internasional.

Dua organisasi akademis utama yang memperhatikan peradilan pidana juga terlibat dalam proses profesionalisasi. American Society of Criminology (ASC) didirikan pada tahun 1941 di bawah pengaruh langsung August Vollmer dan beberapa pengikutnya. Pada tanggal 13 Mei 1963 sebuah kelompok akademis membentuk Association of Police Porfessors, yang pada tahun 1970 menjadi Academy of Criminal Justice Sciences (ACJS).

Standards of Professionalism (Standar Profesionalisme)
Pertama dan terpenting, persyaratan moral dan etika dipertimbangkan dalam menerima seseorang sebagai polisi. Kedua, beberapa organisasi harus mengambil alih pimpinan dalam menentukan standar kinerja yang akan memberikan identitas bagi seorang polisi sebagai bagian nyata dari profesinya. Ketiga, dasar pendidikan di mana konsep, pengetahuan, teknik, dan peralatan yang digunakan dalam pekerjaan polisi dipelajari, harus diperkuat untuk memastikan bahwa seseorang yang masuk dalam layanan dapat menunjukkan kemampuan untuk melaksanakan tugas berat polisi. Keempat, suatu prosedur untuk mendapatkan ijazah atau surat izin harus diajukan untuk menegaskan bahwa setiap pelamar telah mencapai tingkat kemampuan yang dibutuhkan.

Metode tersebut juga harus memikirkan jalan agar proses dengar pendapat dan pencemaran dapat diajukan jika seorang polisi gagal memenuhi tanggung jawab moral dan kinerjanya. Pada akhirnya, pemerintah di berbagai tingkat harus bekerja sama dengan berbagai kelompok kepentingan untuk membuktikan bahwa standar semacam itu wajar dan layak. Sifat dasar dari fungsi polisi, dengan berjuta kesulitan dan tanggung jawab, berhasil menjangkau berbagai status kelas atas yang sulit ditembus. Namun, karena kontrol politik pada polisi kini tidak lagi dipermasalahkan, prinsip Vollmer menjadi sesuatu yang mendarah daging. Reformasi pendidikan telah membentuk kembali polisi dan profesionalisme menjadi tujuan yang dapat diraih.
Edward A. Farris

Daftar Pustaka
Chapman, Samuel G. Police Patrol Readings. Springfield, IL: Charles C. Thomas, 1964.
Eastman, George D. dan Esther M. Eastman. Municipal Police Administration. Edisi ke-6. Washington, DC: International City Management Association, 1969.
Farris, Edward A. A New Vista for Sheriffs—New Mexico. Edisi ke-3, Las Cruces, NM: New Mexico State University Cooperative Extension Service, 1985.
Leonard, V.A. Police Organization and Management. Edisi ke-2. Brooklyn, NY: Foundation Press, 1964.
Perkins, Rollin M. Elements of Police Science. Brooklyn, NY: Foundation Press, 1941.
Vollmer, August dan Frank Boolsen. Police Organization and Administration. Sacramento, CA: California State Department of Education, 1950.

* KEJADIAN 30 OKTOBER 2009

1. PEMBUNUHAN
Tanggal : 29 Oktober 2009 Jam : 00.30 Wib.
TKP : Kp. Jembatan Rt. 01/01 Cakung Jaktim
Korban : Wiwid Widyawati, 26th, IRT, Al. tkp.
Pelaku : ad, 35th, sopir, Al. TKP.
Saksi : Fitri Handayani, 33th, IRT, Al. TKP.
Kronologis : Korban ditemukan meninggal dunia oleh saksi dengan mengalami luka sobek dibagian kepala bagian belakang dan luka sobek di bagian alis yang diperkirakan luka akibat tusukan benda tajam yang diduga dilakukan oleh suami korban. Selanjutnya korban di bawa ke RSCM untuk di visum.
Ditangani : Sektro Cakung.

2. PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (SAJAM)
Tanggal : 29 Oktober 2009 Jam : 08.00 Wib.
TKP : Jl. Raya Industri Jababeka Karang Baru Bekasi Kab.
Korban : Norma Wisye Gosal.
Pelaku : 1. YM, 2. MY (tertangkap).
Kronologis : pelaku 1 san korban berangkat dari PT. Setia Pesona Cipta dengan membawa uang yang akan disetor ke Bank dengan menggunakan KR R4. Namun ditengah perjalanan pelaku 1 menjemput pelaku 2 yang sudah menunggu di pinggir jalan belakan Wisma Mattel. setelah pelaku 2 masuk tiba-tiba korban ditodong dengan menggunakan pisau, selanjutnya pelaku mengambil uang an barang-barang milik korban. Kemudian korban diturunkan di daerah Jalan Baru Delta Mas Pemda. Selanjutnya pelaku kabur dengan membawa KR R4 milik korban dan sejumlah uang.
Kerugian : 1 unit KR R4 Suzuki Carry No. Pol. B-9566-KJ dan uang tunai senilai Rp. 550.000.000,-
Ditangani : Restro Cikarang Pusat.

3. PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (SENPI)
Tanggal : 28 Oktober 2009 Jam : 17.30 Wib.
TKP : Jl. Raya Pintu Gerbang Tl Cikarang Barat II Kp. Pasir Konci Rt. 10/06 Pasir Sari Cikarang Selatan Bekasi Kab.
Korban : PT Tempo Scan Pasifik.
Pelaku : 2 orang tak dikenal.
Saksi : 1. Makin, 35th, 2. Safri, 34th.
Kronologis : Pada saat saksi akan mengirim barang ke Surabaya. Sesampainya di TKP KR Truk yang dikendari oleh saksi dipepet oleh KR R4 Merk Daihatsu Xenia selanjutnya pelaku keluar sambil menodongkan senpi kearah saksi kemudian pelaku mengambil alih KR Truk tersebut dan membawa kabur. Selanjutnya saksi dibawa masuk kedalam KR R4 milik pelaku dengan mata ditutup lakban dan kedua tangan diikat selanjutnya korban dibuang di Tol Kragilan Ciujung Serang Baten.
Kerugian : 1 unit Truk Merk Buld Ap Tronton Wing Box No. Pol. L-8129-UY dan barang-barang muatan sebanyak 1.016 karton.
Ditangani : Restro Bekasi Kab.

29 Oktober 2009

* Sebanyak 42 Anggota Dit. Narkoba Polda Metro Jaya Dapat Penghargaan

29-10-2009 09:04 WIB
PUSKOMINFO - Sebanyak 42 anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menerima penghargaan dari Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri atas prestasinya dalam pemberantasan dan pengungkapan kasus-kasus besar narkoba. Penghargaan tersebut disampaikan secara simbolis oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono pada apel pagi di lapangan Dit Lantas Polda Metro Jaya, Rabu (28/10/2009) kemarin.

Pemberian Penghargaan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Kapolri No. Pol.: Skep/444/IX/2009 tertanggal 15 September 2009, penghargaan kepada ke-42 personel Dit Narkoba Polda Metro Jaya tersebut karena dinilai berprestasi atas pengungkapan kasus pabrik narkoba di beberapa lokasi yang melibatkan jaringan internasional.

Pengungkapan kasus-kasus narkoba tersebut antara lain pada 30 April 2009 lalu menangkap tersangka Bayu dan Andreas atas pengungkapan pabrik ecstasy di Jl. Camar dan Jl. Bhineka Depok.

Kemudian pada 2 Mei 2009 berhasil mengungkap pabrik ecstasy di ruko Daan Mogot, Jakarta Barat. Pengembangan dari kasus ini akhirnya terungkap kasus kepemilikan 11,4 kg sabu di Jl. Katamaran, Pantai Indah Kapuk dan pabrik sabu di Jepara Jawa Tengah dan Tulung Agung, Jawa Timur.

* Pencuri Baliho Terjun ke Kali

29-10-2009 08:28 WIB
PUSKOMINFO – Pencuri baliho ‘ngumpet’ selama tiga jam di Kali Ancol, depan Hotel Alexis, Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Rabu (28/10). Ini terpaksa dilakukan pelaku karena khawatir ditangkap setelah aksinya dipergoki warga.

Sejak pukul 18.30, pria yang belum diketahui identitasnya itu berenang ke tengah kali. Ia bersembunyi di balik jembatan tol dalam kota. Warga berupaya membujuk pelaku agar menyerahkan diri. Namun pria ini tidak juga beranjak dari tempat persembunyiaan.

Sekitar pukul 20.30, warga sempat menimpuki pria ini pakai batu agar menyerah. Lagi-lagi, pelaku mengumpet sambil menyelam. Warga pun melaporkan kasus ini ke Polsek Metro Pademangan dan Satpol PP Jakarta Utara.

Petugas pun menggunakan perahu karet untuk menangkap pelaku. Akhirnya sekitar Pk.21.30, pria yang diperkirakan berusia 30 tahun ini berhasil ditangkap dan digelandang ke Polsek Metro Pademangan. Dari tangan tersangka disita sebuah baliho yang sudah dipotong.

* Arus Lalu Lintas di Jl Slamet Riyadi Matraman ke Tanah Abang Macet

29-10-2009 08:22 WIB
PUSKOMINFO – Situasi arus lalu lintas di kawasan Jl. Slamet Riyadi menuju arah Tanah Abang Jakarta Pusat, saat ini Kamis (29/10/2009) terjadi kemacetan.

Informasi dari Briptu Widia, anggota Dit Lantas Polda Metro Jaya, kemacetan terjadi di kawasan itu akibat adanya Bus PPD mengalami patah As.

Bus PPD Patas 19 Jurusan KP. Melayu - Tanah Abang Nopol B-9745-ZT mengalami patah As di Jl Slamet Riyadi Matraman menuju Tanah Abang, Jakarta Pusat sehingga mobil menutupi separuh jalan Slamet Riyadi.

Kemacetan pun tak dapat dihindari dan jalan yang sempit semakin memperparah kemacetan.

Saat ini, sambil memanggil petugas Derek untuk dating ke lokasi, Polisi Lalu Lintas sedang berupaya mengurai kemacetan tersebut.

* Truk Tronton Dirampas di Tol Cikampek

29-10-2009 08:03 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah Truk Tronton dirampas di tol Cikampek tepatnya dekat gerbang tol Cikarang mengarah Cikampek, Rabu (28/10) sore kemarin.

Menurut situs TMC Dit Lantas Polda Metro Jaya, peristiwa naas tersebut terjadi sekira pukul 18.00 Wib. Truk Tronton dengan nopol L.8129 UY dirampas oleh sekelompok orang tak dikenal.

Setelah petugas TMC mendapat informasi adanya perampasan Tronton di tol Cikampek. TMC segera memerintahkan kepada seluruh anggota lalu lintas yang berada di lapangan supaya menangkapnya apabila melihat Tronton L.8129 UY. Namun hingga berita ini diturunkan Tronton tersebut belum diketahui keberadaannya.

TMC menghimbau kepada masyarakat apabila melihat atau mengetahui tronton tersebut agar melaporkan ke kantor polisi terdekat atau menghubungi TMC Dit Lantas PMJ telp. 021-5276001.

* KEJADIAN 29 OKTOBER 2009

1. Kecelakaan Kereta Api

Waktu kejadian : Tanggal 28 Oktober 2009 Pukul 08.30 Wib.
TKP : Lintasan pintu baru Jl. Raya Bekasi Timur Jatinegara Jakarta Timur.
Korban : 1) Tari A, Supir, 40th, al. Jatinegara Jakarta Timur (meninggal dunia). 2) Asih Sulastri, 21th, al. Jl. Jatirahayu Rt. 02/04 (luka-luka). 3) Juaedi, 58th, al. Rt. 04/02 Rawa Bunga Jatinegara Jakarta Timur (luka-luka).
Saksi : Ujang, petugas peron.
Kronologis : Mikrolet M 02 jurusan Kp. Melayu – Pulo Gadung dengan No. Pol : B-2924-VT yang dikendarai oleh korban (Tari) menerobos pintu lintasan kereta api yang sudah bunyi tanda peringatan kereta api akan lewat. Ternyata benar KRL Expres jurusan Jakarta – Bekasi melintas dan menabrak mikrolet M 02 tersebut.
Ditangani : Sektro Jatinegara.

2. Kebakaran

Waktu kejadian : Tanggal 28 Oktober 2009 Pukul 13.30 Wib.
TKP : Pt. Sainat II Pel. Tg. Priok Jakarta Utara.
Korban : Abdul Rahman, karyawan, 30th.
Saksi : Sagiyo, 45th, karyawan.
Kronologis : Api berasal dari percikan api gerinda yang menyambar bensin sehingga terjadi kebakaran. Api dapat dipadamkan pukul 13.45 Wib dengan menggunakan 1 Dinas Pemadam Kebakaran dan 38 tabung Yamato. Selanjutnya korban dibawa ke Rs. Koja.
Kerugian : Rp. 30.000.000,-.
Ditangani : Restro KPPP Tg. Priok Jakarta Utara.

28 Oktober 2009

* Rumah Dokter Dimasuki Maling

28-10-2009 16:50 WIB
PUSKOMINFO – Aksi pencurian terjadi di siang bolong di Jalan Sawo, Cipete,Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2009). Sejumlah perhiasan, laptop dan kamera digital raib digondol maling.

Rumah seorang dokter tersebut disatroni maling sekitar pukul 11.00 Wib siang. Menurut keterangan pemilik rumah, Wina, 48 th, saat kejadian, dirinya tidak ada di rumah hanya pembantunya yang berada di rumah tersebut.

Namun setelah korban kembali ke rumah sekitar pukul 12.00 Wib mendapati kamar dalam keadaan acak-acakan dan perhiasan yang ada di almari serta laptop dan kamera digital hilang.

Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Metro Kebayoran Baru. Petugas yang datang ke TKP menduga pelaku diduga masuk ke rumah korban melalui jendela, sebab di jendela terdapat bekas congkelan.

*Biker Tewas Tertabrak Bus Mayasari Bhakti

Sebuah sepeda motor tertabrak bus Mayasari Bhakti P 300 di Jl. DI Panjaitan samping turunan Tol Pedati, Jakarta Timur.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 Wib dan mengakibatkan pengendara sepeda motor Tewas ditempat kejadian.

Korban yang mengendarai sepeda motor Smash dengan No.Pol AG 4429 KQ diketahui bernama Anto Sucianto (30 thn) warga Tanjung Priuk Jakarta Utara.

Sementara pengemudi bus Maysari Bhakti P 300 dengan No.Pol B 7306 BK jurusan Rawamangun - Blok M langsung kabur.

Kecelakaan tersebut kemudian ditangani oleh petugas Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSCM, sementara sepeda motor dan Bus Mayasari Bhakti diamankan petugas.(TMC)

* Sopir Mikrolet Akhirnya Meninggal Dunia

28-10-2009 09:09 WIB
PUSKOMINFO – Sopir Mikrolet 02 jurusan Kampung Melayu – Pulogadung akhirnya meninggal dunia akibat terjepit dalam peristiwa tabrakan dengan Kereta Api di perlintasan KA Pisangan Baru, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2009).

Informasi dari petugas Polsek Metro Jatinegara, dalam peristiwa kecelakaan tersebut selain menewaskan sopir, dua penumpang mikrolet juga mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke RS. Persahabatan.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 08.20 Wib. KA datang dari arah stasiun Jatinegara mengarah ke Bekasi menabrak Mikrolet M- 02 jurusan Kampung Melayu – Pulogadung No.Pol B-2924-VB.

Belum diketahui penyebab kejadian tersebut. Saat ini masih dalam proses penanganan petugas.

* Mikrolet Tertabrak KA, Sopir Terjepit!

28-10-2009 08:50 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah mikrolet 02 jurusan Kampung Melayu – Pulogadung dengan No.Pol B-2924-VB tertabrak Kereta Api di perlintasan KA Pisangan Baru, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2009).

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 08.20 Wib.

"Belum diketahui Kereta apa yang menabrak karena saat ini masih dalam proses penanganan" ujar Briptu Yoka M, petugas TMC Dit Lantas Polda Metro Jaya.

Dalam peristiwa kecelakaan tersebut seorang wanita dibawa ke RS Persahabatan, sementara untuk pengemudi dilaporkan masih terjepit.

Informasi awal KA datang dari arah stasiun Jatinegara mengarah ke Bekasi.

* Jelang Subuh, Terjadi Dua Kebakaran

28-10-2009 08:37 WIB
PUSKOMINFO – Menjelang Subuh, Rabu (28/10/2009) terjadi dua kebakaran di dua tempat yang berbeda. Pada pukul 02.00 Wib kebakaran menghanguskan sekitar 20 rumah di Rt. 07/08 Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat. Asal api diperkirakan akibat korsleting listrik.

Setelah di Kramat Senen, Jakarta Pusat, tak lama kemudian kebakaran juga terjadi di Duren Sawit, Jakarta Timur sekitar pukul 03.00 Wib. Lokasi kebakaran tepatnya di rumah milik Ratna di Jalan mesjir Al-Husto RT 09/07, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Rumah yang dijadikan tempat kos-kosan itu ludes diamuk si jago merah.

Penyebab kebakaran itu juga diduga akibat hubungan arus pendek. Kini polisi setempat masih mengusutnya terjadinya dua kebakaran tersebut.

27 Oktober 2009

* Kuli Bangunan Tewas Terjatuh dari Gedung Pulogadung Steel

27-10-2009 13:52 WIB
PUSKOMINFO - Marulloh, 34 th, kuli bangunan, tewas terjatuh dari ketinggian sebelas meter bangunan pabrik Pulogadung Steel Jl. Pulo Lentut 3 Kawasan Industri Pulogadung, Cakung, Jakarta Timur. Korban tewas dalam perjalanan ke RS. Jayakarta, Jakarta.

Peristiwa ini terjadi Selasa, (27/10/2009) sekitar pukul 08.10 Wib. Korban, warga Kampung Bogor Rt. 01/04 Klurahan Pusaka Rakyat, Bantar Gebang, Bekasi ini terjatuh saat bekerja di lantai 3 bangunan pabrik yang dalam proses pembangunan.

Diduga kurang hati-hati, korban terpeleset hingga terjatuh ke lantai dasar. Korban mengalami luka-luka di kepala. Selanjutnya oleh teman-temannya, korban dilarikan ke RS. Jayakarta. Namun setiba di Rumah Sakit, korban meninggal dunia.

Mayat korban selanjutnya dikirim ke RSCM untuk keperluan otopsi.

Kini kasus dalam penanganan petugas Polsek Metro Cakung.

* JAJARAN DIT. LANTAS POLDA METRO JAYA TILANG 28.905 KENDARAAN

27-10-2009 08:48 WIB
PUSKOMINFO - Jajaran Dit. Lantas Polda Metro Jaya dalam razia penertiban lalu lintas pada minggu ke -42 yang dimulai dari tanggal 15 s/d 21 Oktober 2009 berhasil sedikitnya menilang 28.905 kendaraan bermotor, dengan barang bukti SIM sebanyak 10.877, STNK 17.535, roda empat sebanyak 44 unit kendaraan dan roda dua sebanyak 449 unit kendaraan, dan untuk wilayah yang paling banyak jumlah pelanggar adalah wilayah Jakarta Timur.

Sebanyak 4.784 jumlah pelanggar yang ditindak di wilayah Jakarta Timur, disusul Tangerang Metro dengan jumlah pelanggar 3.944 dan Jakarta Utara sebanyak 3.572 pelanggar. Paling banyak pelanggaran dilakukan oleh pengendara sepeda motor, disusul angkutan umum, dan untuk jenis pelanggaran yang banyak dilakukan oleh pengendara adalah melanggar marka atau rambu-rambu.

Dalam razia ini diharapkan pelaku pelanggaran lalulintas akan berkurang, dan penindakan yang dilakukan oleh petugas dengan tilang itu supaya para pengendara mentaati peraturan lalu lintas di jalanan.

* Beberapa Sanksi Pelanggaran Lalu Lintas Menurut UU No. 22 Tahun 2009

27-10-2009 08:22 WIB
PUSKOMINFO - Berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas yang disahkan DPR pada 22 Juni 2009 lalu, terdapat beberapa sanksi yang dikenakan bagi pelanggaran lalu lintas, sebagai berikut:

- Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).

- Setiap pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya saat razia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 288 ayat 2).

- Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 282).

- Setiap pengendara sepeda motor yang tak dilengkapi kelayakan kendaraan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 285 ayat 1).

- Setiap pengendara mobil yang tak dilengkapi kelayakan kendaraan seperti spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu rem, kaca depan, bumper, penghapus kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 285 ayat 2).

- Setiap pengendara mobil yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 278).

- Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 1).

- Setiap pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 5).

- Setiap pengendara yang tak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 288 ayat 1).

- Setiap pengemudi atau penumpang yang duduk di samping pengemudi mobil tak mengenakan sabuk keselamatan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 289).

*Ada Perbaikan Saluran Air, Jl.Lenteng Agung Padat

27-10-2009 08:16 WIB
PUSKOMINFO - Pagi ini arus lalu lintas di ruas jalan Lenteng Agung dari Depok menuju Pasar Minggu terpantau padat, situasi ini disebabkan ada proyek perbaikan saluran air di bawah Fly Over Jagakarsa dan juga diperparah dengan adanya angkutan umum yang menaikkan maupun menurunkan penumpang didepan Stasiun Tanjung Barat, Selasa (27/10) pukul 07.00 Wib.

Untuk Jalur alternatif bisa melalui Jl.akses UI kelapa dua -pertigaan RTM belok kiri - Jl.Nusantara - Jl.RA Fadilah Cijantung(Kopassus) atau melalui JL.raya Bogor dan Ps.Rebo, disarankan juga untuk tidak mengambil alternatif JL.Jeruk dikarenakan ada penutupan pengecoran jalan dialihkan melalui JL.Belimbing Dan JL.Asem Jagakarsa.

Saat ini Petugas Lalu Lintas sudah berada dilokasi Proyek untuk memperlancar arus lalu lintas, dihimbau bagi pengendara sepeda motor maupun mobil agar lebih hati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas. (tmc)

*Awas Macet, 9 Lampu Merah di Jakarta Mengalami Gangguan

27-10-2009 08:13 WIB
PUSKOMINFO - Sebanyak 9 lampu merah di Ibukota Jakarta mengalami gangguan, bagi para pengendara roda dua maupun roda empat, diharapkan untuk berhati-hati. dan waspada. Apabila melewati jalur lokasi lampu merah yang mengalami gangguan. Dikhawatirkan akan menyebabkan kemacetan, Ada baiknya anda untuk menghindari lokasi –lokasi lampu merah mati tersebut .

Berikut ini lokasi-lokasi lampu merah yang mengalami gangguan berdasarkan informasi yang diperoleh dari TMC Polda Metro Jaya, Selasa (27/10).

Jakarta Timur :
1. Mayestik
2. Bulungan
3. Cilandak
4. STM Penerbangan

Jakarta Timur :
1. Mall Citra Klender
2. Pos Pol Pemuda
3. Kebun Singkong

Jakarta Pusat :
1. Pintu Air 2
2. Caringin

TMC sudah berkordinasi dengan jajaran wilayah di Ibukota agar di setiap lampu merah yang mengalami gangguan, Petugas lalu lintas melakukan pengaturan secara manual. Bagi Masyarakat pengguna kendaraan yang melintas di lokasi lampu merah yang mengalami gangguan dihimbau untuk lebih berhati - hati, tidak saling serobot dan tetap bersabar dalam mengendarai kendaraan.(tmc)

* 10 Kiat Kepribadian Orang Sukses

Sepuluh sikap yang harus dipunyai itu adalah sebagai berikut:

Pertama, Keberanian untuk berinisiatif :

Kekuatan yang sebenarnya tidak lagi menjadi rahasia atas kesuksesan orang-orang terknenal yaitu mereka selalu punya ide-ide cemerlang!

Lihat saja : Seorang Donald Trump yang “mendunia” karena superioritasnya di bidang Real Estate awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat Raja Real Estate, adalah contoh dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif.

Kita tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, Online University bernama TrumpUniversity.com, bahkan di negara asalnya boneka Donald adalah sebuah icon dan produk laris selain buku-buku bestseller-nya. Dan inisiatif adalah kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau atau tidak untuk berinisiatif mengemukakan ide-idenya.

Kedua, Tepat waktu :

Sebuah hal yang pasti untuk semua orang di dunia ini tanpa terkecuali adalah bahwa kita memiliki jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Seorang yang menepati janji dan tepat waktu menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang paling terbatas tersebut.

Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis dan berinteraksi. Memberikan perhatian lebih terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan kolega dan mitra kita.

Ketiga, Senang melayani dan memberi:

Sebuah rumus sukses dari banyak orang sukses adalah mampu memimpin, namun sebuah additional attribute dari sikap kepemimpinan adalah kebiasaan melayani dan memberi.

“The more you give to others, the more respect you get in return”

Dan, keikhlasan adalah kunci untuk sifat ini. Kebaikan lain akan terus mengalir tanpa henti saat kita mampu memberi dan melayani dengan ikhlas. Ini mungkin bisa dibilang sebagai bonus saja!

Tetapi, setidaknya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman, kolega serta rekan kita betapa suksesnya diri kita sehingga membuat orang lebih yakin bermitra dan bergaul dengan diri kita.

Keempat, Membuka diri terlebih dahulu:

Barangkali kita pernah bertemu orang yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain namun dia terus menutup diri agar jati dirinya tidak terbuka.

Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada siapa saja yang dijumpainya. Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses.

Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, itulah yang dicari oleh para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju bahwa tidak banyak orang yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius, betul kan?

Kelima, Senang bekerja sama dan membina hubungan baik:

Kemampuan bekerja sama dalam tim adalah salah satu kunci keberhasilan utama.

Kembali kita mengambil contoh Donald Trump. Dalam serial TV The Apprentice, Trump memiliki tim yang loyal dan menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam menemukan para calon “orang kepercayaan” yang baru.

Pada akhirnya, Trump akan memiliki sebuah tim yang sangat loyal dan bervisi sama dengan menciptakan jaringan kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses itu semakin terbuka lebar.

Keenam, Senang mempelajari hal-hal baru:

Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah seorang yang bisa dikatakan sebagai orang sukses dalam bidangnya yaitu commerce. Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai seorang pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak, mereka tetap seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya.

Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang laus dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan.

Ketujuh, Jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama:

Lance Armstrong pernah berkata, “There are two kinds of days: good days and great days.”

Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Adalah baik jika kita tidak pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal.

Mengapa?

Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana kita gagal tetap sebagai a good day (hari yang baik).

Kedelapan, Berani menanggung resiko:

Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh.

Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day. Jadi, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi bukan?

Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari dan tentunya ambang kepada kesuksesan akan lebih dekat.

Kesembilan, Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat):

Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada.

Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.

Semakin positif kita menyikapi hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian atas hambatan tersebut.

Kesepuluh: “Comfortable in their own skin” Menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak “lebih” dari lawan bicaranya.

Pernah bertemu dengan orang sukses yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Tidak ada tentunya.

Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Saya adalah saya, mereka adalah mereka.

Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.

Sikap dasar orang sukses tersebut di atas barangkali dapat menjadi cerminan dan memuluskan langkah kita untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan, tinggal kita yang memutuskan.

* LOKASI SIM DAN STNK KELILING

WILAYAH LOKASI
JAKARTA SELATAN Kebun Binatang Ragunan
JAKARTA UTARA Mega Mall Pluit
JAKARTA TIMUR SIM Keliling di Masjid At-Tien TMII dan STNK Keliling Tidak Beroperasi

* Supreme Court Decisions, 1989-1992 (Keputusan Mahkamah Agung, 1989-1992)

Fourth Amendment (Amandemen Keempat)
Dalam Maryland v. Bide (110 S.Ct. 1093 [1990]), Mahkamah menetapkan bahwa polisi boleh melakukan pemeriksaan yang bersifat melindungi terhadap lemari dan ruangan yang berhubungan dari sebuah rumah setelah melakukan sebuah penangkapan di dalam rumah tanpa alasan atau kecurigaan untuk mempercayai bahwa ada kehadiran orang lain yang bersikap mengancam. Juga, menurut keputusan tersebut, polisi dapat melakukan pemeriksaan yang bersifat melindungi terhadap kamar lain atau ruangan-ruangan di dalam rumah jika mereka mempunyai suatu kecurigaan yang pantas atas keberadaan seseorang yang bersikap mengancam.

Dalam Horton v. California (110 S.Ct. 2301 [1990]), Mahkamah menetapkan bahwa Fourth Amendment tidak melarang penyitaan tanpa surat perintah untuk menemukan barang bukti yang terlihat dalam pandangan sederhana, walaupun penemuan barang bukti tersebut tidak tanpa sengaja.

Dalam Michigan Department of State Police v. Sitz (110 5.Cr. 2481 [1990]), Mahkamah menetapkan bahwa Fourth Amendment tidak melarang tindakan menghentikan dan meringkus semua pengendara motor yang melintasi suatu pos pemeriksaan jalan bebas hambatan yang dibentuk untuk mendeteksi dan menghalangi pengemudi mabuk.
Dalam Illinois v. Rodriguez (110 5.Cr. 2793 [1990]), Mahkamah menetapkan bahwa tindakan memasuki sebuah tempat kediaman tanpa surat perintah berdasarkan persetujuan pihak ketiga adalah sah jika polisi, pada saat masuk, yakin bahwa pihak ketiga tersebut memiliki wewenang atas tempat itu bahkan ketika pihak ketiga pada kenyataannya tidak memilikinya.

Dalam United States v. Verdugo-Urquidez (110 S.Cc. 1056 [1990]), Mahkamah memutuskan bahwa Fourth Amendment tidak berlaku bagi penggeledahan dan penyitaan oleh agen perumahan AS yang dimiliki oleh imigran gelap yang berlokasi di suatu negera asing.
Dalam Alabama v. Vhite (110 5.Cr. 2412 [19901]) Mahkamah menetapkan bahwa informan tanpa identitas yang dikuatkan oleh pekerjaan polisi mandiri, dapat dalam beberapa kasus menunjukkan indikasi yang cukup diandalkan untuk memberikan kecurigaan yang masuk akal atas sebuah pemeriksaan investigasi.

Dalam Florida v. Wells (100 S.CC. 1632 [1991]), Mahkamah memutuskan bahwa pembukaan kontainer yang tertutup oleh patroli jalan raya Florida untuk tujuan inventarisasi tidak sah, sebab patroli polisi jalan raya Florida tidak memiliki kebijakan yang berhubungan dengan pembukaan kontainer tertutup yang ditemukan dalam suatu penggeledahan inventarisasi.

Dalam Florida v. Bostick (111 Sect. 2382 [1991]), Mahkamah menetapkan bahwa petugas penegak hukum yang mendekati bus penumpang dan mendapat persetujuan untuk melakukan penggeledahan barang bawaan penumpang tidak perlu menangkap penumpang tersebut di bawah Fourth Amendment. Pengujian diterapkan dalam situasi seperti itu adalah apabila seorang penumpang menolak permintaan tersebut atau jika tidak mengakhiri pertemuan tersebut.

Dalam California v. Hodari D. (111 S.Ct. 1S47 [1991]), Mahkamah menetapkan penyitaan di bawah Fourth Amendment tidak terjadi jika petugas penegak hukum sedang melakukan perburuan seorang tersangka yang melarikan diri, kecuali jika petugas menerapkan kekuatan fisik atau tersangka memaksa petugas untuk menunjukkan wewenangnya.

Dalam Country Riverside V. McLaughlin. (111 S.Ct. 1661[1991]), Mahkamah menetapkan bahwa seseorang yang ditangkap tanpa surat perintah biasanya harus diberikan ketentuan Mahkamah atas alasan kemungkinan dalam waktu 48 delapan jam setelah penangkapan, termasuk akhir pekan atau hari libur.

Dalam California v. Acevedo (111 5.Cr. 1982 [1991]), Mahkamah membatalkan keputusan sebelumnya dalam Arkansas V. Sanders (442 U.S. 7S3 [1979]) dan menegakkan, di bawah pengecualian terhadap kendaraan mobil pada kebutuhan surat perintah, penggeledahan tanpa surat perintah pada sebuah kontainer yang ditempatkan pada sebuah kendaraan, walaupun alasan penyebab penggeledahan mungkin terpusat secara eksklusif pada kontainer tersebut.

Dalam Florida U. Jimeno (111 S.Ct. 1801 [19911]), Mahkamah menetapkan bahwa persetujuan umum seseorang untuk melakukan penggeledahan pada bagian dalam sebuah kendaraan, kecuali jika ditetapkan dengan persetujuan, termasuk semua bagian dalam kendaraan tersebut yang mungkin layak menjadi obyek penggeledahan tersebut.

Fifth Amendment (Amandemen Kelima)
Dalam Illinois V. Permits (110 Sect. 2394 [1990]), Mahkamah menetapkan bahwa seorang petugas penegak hukum yang menyamar bersikap sebagai rekan seorang narapidana tidak perlu memberikan peringatan Miranda kepada seorang tahanan yang dicurigai sebelum memberikan pertanyaan yang mungkin merupakan tanggapan bersifat menuduh.
Dalam New York v. Harris (110 Sect. 1640 [1990]), Mahkamah menetapkan bahwa penangkapan ilegal tanpa surat perintah terhadap seorang tersangka di rumahnya tidak memerlukan tekanan atas sebuah pernyataan yang bersifat menuduh yang diberikan oleh tersangka di luar rumahnya.

Dalam James v. Illinois (110 Sect. 648 (1990]), Mahkamah menetapkan bahwa pengecualian tuduhan kepada aturan yang eksklusif, yang mengizinkan penuntut untuk memperlihatkan barang bukti ilegal yang ditemukan untuk menyangkal kesaksian terdakwa, seharusnya tidak diperluas untuk mengizinkan sanggahan semua saksi.
Dalam Pennsylvania v. Muniz (110 5.Cr. 2638 [1990]), Mahkamah menetapkan barang bukti rekaman suara tahanan sebagai jawaban atas pertanyaan rutin dan tes yang menyatakan tidak dalam keadaan mabuk bukan merupakan surat keterangan dan bukan dalam lingkup hak istimewa dalam Fifth Amendment melawan pemaksaan untuk menyatakan bersalah.

Dalam Minnick v. Mississippi (111 S.ct. 486 [1990]), Mahkamah menetapkan bahwa ketika tersangka dalam penjagaan meminta penasihat sebagai tanggapan atas peringatan Miranda, petugas penegak hukum tidak boleh mencoba mengulangi interogasi terhadap tersangka tersebut kecuali jika penasihat tersangka hadir atau tersangka mengajukan kontak dengan penegak hukum.

Dalam McNeil v. Wisconsin (111 5.0.2204 [1991]), Mahkamah menetapkan bahwa tersangka dalam penjagaan yang meminta penasihat untuk kelanjutan Mahkamah, seperti penuntutan atau penampilan awal, hanya memohon hak Sixth Amendment untuk mendapatkan penasihat yang menyangkut beban pelaku dan tidak memohon hak Fifth Amendment berdasarkan Miranda untuk meminta kehadiran penasihat dalam interogasi penjagaan. Jadi, para petugas tidak dilarang untuk selanjutnya mendekati tersangka dalam penjara tersebut untuk interogasi tentang kejahatan yang tidak dibebankan.

Dalam Arizona v. Fulminate (111 Sect. 1246 [1991]), suatu Mahkamah terpisah memutuskan bahwa sebuah pengakuan antarnarapidana penjara tidak dapat diterima dan tanpa disengaja dalam hal ini. Bagaimanapun juga, Mahkamah juga mencatat dalam kasus tertentu, pengakuan atas barang bukti dari pengakuan yang tidak disengaja mungkin saja kesalahan tak berbahaya jika pengakuan yang tidak disengaja tidak membahayakan di luar suatu keraguan yang beralasan.

Dalam White v. Illinois (112 S.Ct. 736 [1992]), Mahkamah menegaskan mengakui pernyataan di luar Mahkamah yang dibuat oleh korban kekerasan seksual anak-anak kepada pengasuhnya, ibunya, polisi, dan personel medis yang memeriksanya. Mahkamah memutuskan bahwa seorang saksi tidak perlu ada sebelum pernyataannya di luar Mahkamah dapat diakui sebagai pengecualian untuk aturan bukti.

Dalam United States v. Felix (112 S.Ct. 1377 [1992]), Mahkamah berhadapan dengan klausa risiko ganda dari Fifth Amendment terdahap dua tuntutan atas narkotika yang tumpang-tindih. Kasus ini muncul dari suatu penyidikan narkotika federal terhadap sebuah fasilitas pabrik amfetamin yang yang dioperasikan oleh terdakwa di Oklahoma, di mana petugas penegak hukum menggrebek dan menutupnya. Terdakwa terhindar dari penangkapan dan memindahkan operasinya ke Missouri.

Sixth Amendment (Amandemen Keenam)
Dalam Michigan v. Harvey (l 10 S.Ct 1176 [1990]), Mahkamah menegaskan bahwa penuntutan mungkin menggunakan suatu pernyataan terdakwa untuk mencurigai kesaksian terdakwa pada Mahkamah, bahkan ketika pernyataan melanggar hak Sixth Amendment terdakwa untuk mendapatkan penasihat.
Dalam Maryland v. Craig (110 Sect. 3157 [1990]), Mahkamah memutuskan bahwa Sixth Amendment tidak memerlukan konfrontasi secara langsung antara seorang terdakwa dan seorang saksi anak korban kekerasan untuk bersaksi di Mahkamah, jika saksi anak korban kekerasan tersebut menderita trauma emosional ketika bersaksi di hadapan terdakwa.

Dalam Idaho v. Wright (110 Sect. 3139 [1990]), Mahkamah menegaskan bahwa sebuah pernyataan di luar Mahkamah oleh seorang yang dinyatakan sebagai korban kekerasan seksual pada anak-anak tidak memiliki cukup jaminan untuk dipercaya di Mahkamah, tetapi diputuskan bahwa sebuah pernyataan di luar Mahkamah mungkin saja diakui jika ditentukan bahwa anak yang membuat pernyataan tersebut nampaknya menceritakan kebenaran ketika pernyataan itu dibuat.

Dalam Doggett v. United States (112 5.Cr. 2686 [1992]), Mahkamah menentukan penundaan 8,5 tahun antara tuduhan terdakwa dan Mahkamah pelanggaran hak Sixth Amendment untuk Mahkamah kilat. Dalam kasus ini terdakwa telah dituntut pada tahun 1980 dengan tuntutan narkotika tetapi meninggalkan negeri menuju Panama 4 hari sebelum polisi tiba di rumahnya untuk melakukan penangkapan.

First Amendment (Amandemen Pertama)
Dalam Osborne v. Ohio (110 S.Ct. 1691(1990]), Mahkamah menetapkan undang-undang Ohio yang melarang kepemilikan dan yang mengamati pornografi anak tidak melanggar First Amendment.

Dalam Jacobson v. United States. (112 S.Ct. 1535 [1992]), Mahkamah menjungkir-balikkan hukum federal tentang pornografi anak terhadap seorang petani Nebraska karena ia terperangkap oleh suatu operasi yang menyinggungnya dari U.S. Postal Service tentang pornografi anak. Kasusnya dimulai pada tahun 1984, ketika terdakwa memesan secara sah dan menerima dua majalah yang berisi foto telanjang anak-anak dan remaja laki-laki dari toko buku dewasa di California. Kemudian, kongres mengubah hukum dan membuatnya menjadi tidak sah untuk menerima gambar anak-anak yang secara eksplisit menggambarkan seksual melalui pos.

Dalam R.A.V v. City of St. Paul, Minnesota (112 S.Ct. 2538 [1992]), Mahkamah menghapuskan peraturan kota yang dirancang untuk mencegah penyimpangan lambang atau objek. tontonan seperti swastika Nazi atau salib terbakar. Kasus yang terkait dengan penuntutan remaja yang merakit sebuah salib dan membakarnya di halaman rumput dari sebuah keluarga Afrika Amerika.

Extradition (Ekstradisi)
Dalam United States v. Alvarez Machain (112 Sect. 2188 [1992), Mahkamah menemukan bahwa United States-Mexico Extradition Treaty menyatakan tidak ada sesuatu pun tentang kewajiban dua negara supaya tidak melakukan penculikan, dan jadi, tidak memerintahkan yurisdiksi dari sebuah Mahkamah Amerika Serikat untuk membela terdakwa. Pada tahun 1990 Alvarez Machain telah diculik atas perintah DEA dari Mexico, menerbangkannya ke El Paso, Texas, dan ditangkap oleh Pejabat DEA. Pemerintah Mexico secara resmi memprotes penculikan tersebut.

Conclusion (Kesimpulan)
Tigapuluh tahun terakhir sudah terlihat kekuasaan polisi menurut undang-undang yang secara signifikan dipengaruhi oleh keputusan Mahkamah. Terutama pendapat dari Mahkamah Agung yang mengadopsi suatu cara agresif, berpendirian proaktif dalam artikulasi hak warga dan pembatasan yang sesuai pada wewenang pemerintah dan lembaganya, yaitu polisi. Kembali dengan Mahkamah untuk tidak mencampuri prosedur kebijakan polisi yang tidak mungkin terjadi; petugas polisi akan melanjutkan proses penegakan hukum yang diarahkan oleh hukum negara bagian, tetapi yang paling utama, disusun kembali oleh Mahkamah.
Jerry L. Dowling
William U.McCormack

Daftar Pustaka
Baker, Liva. Miranda: Crime, Law and Politics. New York: Atheneum, 1983.
Galloway, John (ed.). The Supreme Court and the Rights of the Accused. New YorkL Facts on File, 1973.
Graham, Fred P. The Self-Inflicted Wound. New YorkL Macmillan, 1970.
Leonard, V.A. The Police, the Judiciary and the Criminal. Springfield, IL: Charles C. Thomas, 1975.
McCormack, William U. "Selected Supreme Court Cases: 1989-1990 Term." FBI Law Enforcement Bulletin 59 (November 1990):26-32.
_____. "Selected Supreme Court Cases: 1990-1991 Term. "FBI Law Enforcement Bulletin 60 (November 1991):26-32.
_____. "Supreme Court Cases: 1991-1992 Term." FBI Law Enforcement Bulletin 61 (November 1992):25-31.
Nagel, Stuart S. (ed.). The Rights of the Accused. Beverly Hills, CA: Sage, 1972.

* KEJADIAN 27 OKTOBER 2009

1. PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN
Tanggal : 26 Oktober 2009 jam 08.00 WIB.
TKP : Jl. Asirot RT07/01 No. 47 Kel. Sukabumi Selatan Kec. Kebon Jeruk.
Korban : Vinuryani, 28 tahun, AL : TKP.
Pelaku : Lidik.
Kronologis : Pelaku mengambil KR R2 milik korban yang diparkir di TKP dalam keadaan terkunci stang, diduga pelaku menggunakan kunci palsu.
Kerugian : 1 unit KR R2 merk yamaha mio, tahun 2008, warna hitam, No Pol: B 6448 BSJ, AN. Rahmat.
Ditangani : Sektro Kebon Jeruk.

2. PENCURIAN DENGAN KEKERASAN
Tanggal : 26 Oktober 2009 jam 06.30 WIB.
TKP : Jl. Raya Narogong KM 7 No 35 RT04/01 Kel. Bojong Menteng Kec. Rawa Lumbu Bekasi.
Korban : Nuliana Edi Supandi, 45 tahun, AL: TKP.
Pelaku : 2 orang laki-laki dalam penyelidikan.
Saksi : Wawan Kurniawan, 32 tahun.
Kronologis : Ketika korban hendak masuk ke dalam KR R4 bersama saksi, tiba-tiba datang pelaku merampas secara paksa dari tangan korban namun masih dipertahankan oleh korban sehingga pelaku mengeluarkan celurit dan menebas lengan tangan korban dan mengakibatkan tangan kanan dan kiri urat nadi korban putus.
Kerugian : 1 buah tas warna hitam berisi buku tabungan Bank BCA AN. korban, uang tunai Rp. 6.000.000,- 1 unit HP merk Nokia 5800, 2 buah kartu ATM BCA dan Bank Bumi Putra AN korban dan Safelisa, 1 buah kartu kredit Bank Visa Master Card.
Ditangani : Sektro Bekasi Timur.

26 Oktober 2009

*Sepeda Motor Senggolan, 1 Luka Berat

Kecelakaan terjadi pagi ini di JPO Prumpung tepatnya samping Halte Busway Jakarta Timur. Kendaraan Yupiter MX B. 6105 UJI bersenggolan dengan sepeda motor jenis Supra x dengan nopol B. 6166 TGU , satu pengendara mengalami luka berat dan dilarikan ke RS UKI Cawang.
Informasi yang diterima TMC dari Petugas Operator Radio Polres Jaktim Bripka Riyanto peristiwa terjadi , (26/10) pukul 07.45 Wib.
Dalam perjalanan kedua motor tersebut saat melintas Jl.DI Panjaitan searah menuju selatan (Cawang) sesampainya di TKP kedua kendaran tersebut tidak bisa mengendalikan kemudinya , sehingga terjadi srempetan.
Petugas Lalu lintas lalu melarikan korban ke RS UKI dengan menggunakan mobil mikrolet sedangkan korban yang satunya menunggu kedatangan Laka dari Polres Jakarta Timur yang dalam perjalanan menuju lokasi.(tmc)

* Langkah-langkah Penggunaan Peralatan Listrik Rumah Tangga Dalam Menghemat Pemakaian Energi Listrik

PENGHEMATAN ENERGI PADA PENCAHAYAAN

1. Padamkan lampu apabila ruangan tidak dipakai.
2. Padamkan lampu pada siang hari.
3. Kurangi penerangan listrik yang berlebihan.
4. Atur letak perabot agar tidak menghalangi cahaya lampu dalam ruangan.
5. Menyalakan lampu halaman/taman bila hari benar-benar telah mulai gelap.
6. Matikan lampu halaman/taman bila hari sudah mulai terang kembali.



PENGHEMATAN ENERGI PADA TATA UDARA

1. Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
2. Gunakan kapasitas AC yang tepat dan efisien.
3. Gunakan pengatur waktu (timer) agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan.
4. Kontrol temperature dengan termostat.
5. Gunakan penutup pada bagian ruangan yang terkena sinar matahari langsung.
6. Usahakan pintu, jendela dan ventilasi udara selalu tertutup agar kelembaban cukup rendah.
7. Hindari menempatkan sesuatu yang menghalangi sirkulasi udara.
8. Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur.
9. Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
10. Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung, agar efek pendingin tidak berkurang.
11. Matikan AC bila ruangan kosong dalam jangka waktu relatif lama.



PENGHEMATAN ENERGI PADA POMPA AIR

1. Gunakan bak penampungan air (menyimpan air di posisi atas).
2. Gunakan pelampung air di penampungan.
3. Gunakan air secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran dan pipa.
4. Sering terjadi pompa bekerja terus menerus, padahal tidak ada pemakaian. Penyebabnya adalah sebagai berikut :

– Rele tekan ( pressure switch ) tidak bekerja.

– Instalasi pipa air di dalam bangunan ada yang bocor.

– Kran air tidak ditutup sempurna atau rusak.



PENGHEMATAN ENERGI PADA MESIN CUCI

1. Menggunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas.
2. Kapasitas berlebih mengakibatkan perlambatan perputaran mesin dan menambah beban pemakaian listrik.
3. Kapasitas yang kurang menyebabkan tidak efisien, karena mesin cuci tersebut menggunakan energi yang sama.
4. Gunakan pengering hanya pada cuaca mendung/hujan. Bila cuaca cerah, sebaiknya memanfaatkan sinar matahari.



PENGHEMATAN ENERGI PADA LEMARI PENDINGIN

1. Memilih lemari es dengan ukuran / kapasitas yang sesuai.
2. Pintu lemari es ketika menutup harus selalu tertutup rapat.
3. Isi lemari es harus sesuai dengan kapasitas (Jangan terlalu sesak).
4. Tempatkan lemari es jauh dari sumber panas (kompor, sinar matahari langsung).
5. Tempatkan lemari es min. 15 cm dari tembok, agar sirkulasi udara ke kondensor baik.
6. Hindari penempatan bahan makanan / minuman yang masih terlalu panas.
7. Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan. Karena semakin rendah temperatur ,semakin banyak energi listrik yang digunakan.
8. Ganti karet isolasi pada pintu / kabinet secepatnya apabila rusak.
9. Membersihkan kondensor ( terletak dibelakang lemari es ) secara teratur dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan dengan baik.
10. Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.



PENGHEMATAN ENERGI PADA SETRIKA

1.Atur penggunaan tingkat panas yang disesuaikan dengan bahan yang diseterika (sutera, wol, polyster, katun dan sebagainya).
2. Bersihkan sisi besi bagian bawah seterika secara teratur agar penghantaran panas berlangsung baik
3. Menyeterika sekaligus banyak jangan hanya satu atau dua potong pakaian.
4. Mematikan seterika bila akan ditinggal cukup lama.



PENGHEMATAN ENERGI LAINNYA

* Kurangi pemakaian listrik pada waktu beban puncak pada jam 18.00 - 22.00
* Gunakan Peralatan Listrik Hemat Energi
* Matikan magic-jar atau magic-com bila nasi sudah tersisa sedikit karena listrik untuk menghangatkan nasi menjadi sia-sia.
* Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta perlatan audio visual lainnya, bila tidak ditonton atau didengarkan.
* Lepaskan kabel peralatan listrik bila peralatan sedang tidak digunakan.
*Bila peralatan listrik yang menggunakan sistem remote sedang tidak digunakan, jangan mematikan dengan remote control (stand by). Tetapi matikan dari tombol on-off atau lepaskan tusuk kontak.
*Nyalakan water heater 20 menit sebelum air panas digunakan
*Bersihkan secara periodik kaca jendela. Kaca jendela yang bersih akan meneruskan cahaya lebih banyak.
*Bersihkan secara periodik bola lampu / tabung lampu beserta reflektornya agar supaya bersih agar tidak mengurangi cahaya.

* Orlando Winfield Wilson

Orlando Winfield Wilson (1900"1972), kepala polisi, guru besar, Kepala Kepolisian Chicago, dan seorang pengarang lahir di Veblen, Dakota Selatan, keturunan Norwegia (Vraalson nama keluarganya, diganti menjadi Wilson ketika dia masih kecil). Ayahnya seorang pengacara, sangat menaruh perhatian terhadap semua anaknya, mengharapkan keberhasilan dari semua anaknya. Oleh karena itu, kesungguhan dan menghomati ilmu pengetahuan menyerap suasana keluarga. Orlando adalah lulusan dari San Diego High School di California, tempat Ole Wilson memindahkan keluarganya beberapa tahun sebelumnya. Kemudian dia masuk California University di Berkeley, memperoleh gelar B.A nya di bidang Krimonologi pada tahun 1924

Sewaktu di Universitas, ia bekerja sebagai seorang polisi di Berkley Police Department dari bulan Mei tahun 1921 sampai bulan April tahun 1925. Pemimpin polisinya adalah August Vollmer, yang dianggap oleh banyak otoritas sebagai puncak polisi pada zamannya. Sebenarnya, adalah Vollmer yang mempengaruhi Wilson dalam memilih kriminologi sebagai karir. Tidak ada anak muda yang tertarik terhadap kriminologi dapat memiliki permulaan yang lebih baik dalam hidup, dengan keuntungan dari pendidikan setelah belajar di U.C Berkeley, yang telah melahirkan Vollmer sebagai penasihat, dan dengan dan dengan kemajuan profesionalisme polisi.

Kurang dari satu tahun lulus dari perguruan tinggi, Wilson diangkat sebagai kepala polisi Fullerton, sebuah daerah kecil di bagian selatan California. Tetapi ia hanya bekerja beberapa bulan, terutama karena gagasan akademisnya tidak mendapat tempat yang baik di antara penduduk di sana. Dalam suatu pidato umum ia mendukung pengendalian kelahiran sebagai cara untuk mengurangi kejahatan. Semuanya sesuai dengan teori kejahatan “lingkaran konsentris,” misalnya bertambahnya penduduk, maka bertambah pula kejahatan; sedikitnya penduduk, sedikit pula kejahatan, memancarkan keluar dari pusat yang padat dari pelanggaran hukum. Bahkan untuk California ide-ide Wilson sedikit radikal dan setelah tekanan dari komite kepolisian dia mengundurkan diri karena kurang memiliki pengalaman administratif.

” Selama 2 tahun berikutnya ia bekerja sebagai penyidik untuk Pacific Finance Corporation. Pekerjaan itu adalah pekerjaan yang membosankan di mana minta diberi cuti pertama. Tidak lama kemudian ia memperoleh kesempatan. Bukan untuk memperoleh perlindungannya, August Vollmer merekomendasikan Wilson sebagai pengganti kepala polisi Wichita, Kansas, yang dipecatnya. Situasi tidak baik di sana; skandal yang melibatkan operasi penyelundupan terjadi di kota yang patuh pada norma agama dan moral. Wilson meragukan kemampuannya, setelah mengingat kegagalannya di Fullerton, tetapi Vollmer meyakinkannya bahwa dia dapat berhasil di Wichita. Dia menuruti mantan atasannya tersebut dan pada bulan 1928 ia menerima jabatan tersebut.

Apa yang harus dilakukan terhadap kejahatan yang harus diperangi dan perubahan organisasi yang harus dilakukannya, dia hanya memiliki sedikit waktu luang untuk berteori, pembalasan keadilan Fullerton-nya. Lima tahun kemudian dia memperbaharui departemen kepolisian dengan memperkenalkan kendaraan polisi yang ditandai dengan terang, detektor kebohongan, laboratorium kejahatan yang dapat berpindah; untuk memperingatkan anak muda sekarang, dia menyewa mahasiswa perguruan tinggi sebagai polisi paro waktu, di antara berbagai penemuan lainnya, dan Wichita adalah tempat untuk menegakkan hukum dan peraturan.

Wilson menyusun catatan yang patut ditiru selama beberapa tahun ia bekerja di sana, tetapi prestasinya yang menonjol adalah sebagai kepala, pada akhirnya pekerjaannya dihargai. Ia menjalankan hukum dengan penuh semangat, yang menjadi penghambat para pemeras di Wichita. Dua orang komisaris polisi kota yang bersekutu dengan penguasa yang jahat menyulitkannya dengan melakukan segala cara yang dianggap mungkin untuk membebaninya. Dalam suratnya kepada August Vollmer, yang mengungkapkan apa yang akan dilakukan komisaris kota jika ia tetap bertahan:

1. Pemotongan gajinya.
2. Komisi pengawas memerintahkan untuk tidak melakukan tugas polisi tertentu, seperti pemeliharaan dokumen.
3. Pengangkatan pegawai bawahan yang tidak patuh sebagai asisten kepala, dengan pengawasan menyeluruh terhadap petugas polisi.
4. Pengangkatan orang yang sama sebagai direktur keamanan masyarakat serta atas polisi dan pemadam kebakaran.
5. Penyidikan departemen dengan tujuan meningkatkan keburukan yang cukup untuk memberi alasan perintah pemberhentian sementara dan tetap mempekerjakan tanpa gaji sampai pensiun.

Ia setuju dan pada pada Mei 15 1939, meninggalkan Wichita dengan izin cuti, diikuti kemudian dengan pengunduran dirinya secara formal.

Wilson tidak harus menunggu terlalu lama. Public Administration Service di Chicago mempekerjakannya untuk mensurvei lembaga kepolisian kota dan menulis laporan mengenai adminisrasi polisi tersebut. Dalam kecemasannya ia menemukan bahwa di Peoria, Illinois; Hartford Connecticut; Huntington, West Virginia; dan San Antonio, Texas, polisi cenderung berpolitik sama seperti di Wichita. Ketika ia sedang bekerja dengan surveinya, ada rencana yang menarik minatnya untuk mengajar di almamaternya UC Barkley. Sekali lagi August Vollmer adalah malaikat penerangnya, meyakinkan rektor universitas tersebut bahwa O.W.

Wilson tahu lebih banyak mengenai administrasi polisi dari siapa pun yang ada. Pada tanggal 24 Juli 1939, Wilson menerima posisi jabatan sebagai guru besar dengan waktu mengajar yang dikurangi, waktu untuk bekerja sebagai konsultan dan kebebasan untuk mengubah program akademik. Terlebih pihak universitas membolehkannya untuk meneruskan pekerjaannya sebagai pelayan administrasi. Pada bulan Januari 1943, Perang Dunia II menghentikaan jadwal padatnya untuk sementara dan menguji seluruh kelebihan kemampuannya. Dia memasuki Angkatan Bersenjata Amerika Serikat sebagai letnan kolonel di kesatuan polisi militer, dengan jabatan sebagai kepala keamanan masyarakat di Italia dan Inggris.

Setelah perang selesai ia dibebastugaskan pada bulan November 1946 dengan pangkat kolonel, memperoleh penghargaan Bronze Star dan Legion of Merit. Dia tidak langsung pulang tetapi tetap tinggal di Jerman sebagai kepala keamanan masyarakat yang bertanggung jawab terhadap kegiatan denazifikasi di wilayah Amerika Serikat. Menegakkan peraturan hingga menjadi hukum merupakan ciri khasnya. Dia menyukai kehidupan militer dan condong untuk memperoleh kembali, tetapi pada tahun berikutnya ia kembali ke Berkeley untuk mengajar administrasi polisi.

Karir kedua Wilson di Berkeley turun naik. Dari tahun 1950 sampai 1960 ia menjabat sebagai ketua jurusan kriminologi, selama waktu itu ia menghindari usaha untuk menurunkan mata kuliah kepolisian menjadi status akademik tambahan. Malahan, ia menaikkan program kriminologi ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menjadikan jurusan itu sebagai salah satu yang terkemuka di daerah itu. Ia melakukan hal ini meskipun mendapat kecaman dari para guru besar karena ia tidak memilki gelar Ph.D, dan dari para mahasiwa karena dia adalah dosen yang kualitasnya tidak bagus. Tepat seperti apa yang dikatakannya dalam komentar publik dan tertulisnya, bahwa ia adalah seorang yang lebih banyak bertindak daripada berbicara.

Wilson memecahkan hal-hal yang kecil dalam pekerjaannya di Berkeley kapan pun dia mengunjungi beberapa departemen kepolisian untuk melakukan penelitian reorganisasi. Seperti yang dilakukan oleh August Vollmer sebelumnya, ia menjelajahi Amerika Serikat dan di luar Amerika Serikat untuk menilai keadaan kepolisian lokal dan memberikan rekomendasi rekan-rekannya untuk mengisi jabatan yang kosong. Setelah mengetahui ketajamannya sebagai seorang konsultan kepolisian, ia menerapkan dalam praktik sedikit demi sedikit pengetahuannya di tahun-tahun berikutnya.

Pada tahun 1960 walikota Chicago Richard J. Daley menunjuk Wilson sebagai ketua dari suatu komite yang beranggotakan 5 orang untuk memilih komisaris polisi yang baru untuk kota Windy. Tekanan terus belanjut setelah surat kabar menyebutkan bahwa beberapa petugas polisi telah membantu dan bersekongkol dengan komplotan pencuri. Lebih dari 100 petugas polisi dipertimbangkan untuk jabatan tersebut dan dengan hasil yang mengejutkan bahwa O.W. Wilson, seorang penyidik atas lawannya, akhirnya terpilih. Ia mengambil pekerjaan tersebut, tetapi setelah memenuhi harapannya bahwa angkatan kepolisian harus bebas dari pengawasan politik.

Dia lalu berhenti sebagai ketua di UC Berkeley, universitas yang memberinya gelar guru besar emeritus. Perubahan yang dengan segera ia lakukan di Chicago Police Department sedikit tidak disenangi. Dia mengurangi jumlah daerah kepolisian dari 38 menjadi 21, dengan demikian memutuskan sikap pandang bulu antara petugas polisi dengan pelaku kejahatan dalam lingkungan tertentu. Ia membentuk Internal Inestigation Division, yang tujuan utamanya adalah membongkar keburukan polisi. Ia mempekerjakan dua kali lipat jumlah pegawai sipil untuk menangani tugas administrasi. Dengan cara demikian memberhentikan 100 orang polisi tetap untuk tugas patroli. Wilson memasang jam radio polisi dan menambah dua kali lipat jumlah armada kendaraan patroli seharga harga $2 juta. Satu lagi penyesuaian yang dia lakukan mula-mula sulit dilakukan, tetapi pada akhirnya memperkuat departemen.

Wilson terus melakukan sesuatu yang tidak terduga. Pada waktu pendeta Martin Luther King, Jr., datang ke Chicago pada tahun 1966, setelah diberitahukan sebelumnya bahwa ia akan membongkar diskriminasi perumahan di salah satu kota besar kulit putih, dia diundang ke markas besar kepolisian untuk mengadakan pembicaraan. Dari semua hal, dua orang yang memiliki kehendak yang keras membicarakan tentang perlindungan kepolisian terhadap King dan pengikutnya, bukan pelecehan oleh polisi. King lalu mengetahui bahwa Wilson memperlakukannya lebih baik, tidak seperti polisi di bagian selatan. Juga pada tahun tersebut salah satu kejahatan terburuk dalam kurun waktu 100 tahun yang terjadi di Chicago. Delapan siswa keperawatan dibunuh di tempat tinggal yang diurus South Chicago Community Hospital.

Polisi-polisi Wilson dengan cepat melakukan operasi terhadap sasaran dan kemudian menahan seorang pelaut yang berpindah-pindah berumur 24 tahun bernama Richard Franklin Speck, yang tangan kirinya bertato, “Born to Raise Hell.” Wilson mendapatkan orang yang tepat, tetapi karena ia berpendapat bahwa hanya Speck yang dapat melakukan perbuatan tersebut, beberapa petugas hukum mengecamnya karena “menghukum tersangka” tanpa melalui proses peradilan persidangan yang adil. Ironisnya, hanya beberapa bulan sebelumnya dalam artikel di Family Week, ia menyatakan bahwa: “salah satu masalahnya adalah bahwa kita sebagai polisi, keberanian adalah simpati orang yang nasibnya sial bergabung dalam sikap pilih bulu terhadap penjahat....di negara ini, toleransi terhadap orang yang bersalah berubah menjadi suatu mode. Apa yang kita butuhkan adalah beberapa ketidaktoleranan terhadap tindakan kriminal.”

Pada ulang tahunnya yang ke-67, Wilson berhenti dari angkatan kepolisian Chicago, dengan menyatakan dalam suratnya kepada Walikota Daley, “adalah keyakinan saya bahwa program yang dimulai lebih dari tujuh tahun yang lalu untuk reorganisasi departemen kepolisian telah sepenuhnya terbentuk.” Dia sangat rendah hati dalam menilai pencapaiannya di Chicago, suatu kota yang terkenal karena nama buruknya atas penegakan hukumnya yang asal-asalan. Tetapi untuk semua keberhasilannya yang mencolok ia menunjukkan beberapa kesalahan. Penulis biografinya, William J. Bopp, menjelaskan:

O.W. Wilson tidak pernah mempersoalkan ide yang menyatakan bahwa petugas polisi harus dipaksa, dikontrol, diatur, dan diancam sebelum mereka menggunakan tekanan mendesak usaha untuk mencapai tujuan departemen. Dia tidak mengadakan program memperkaya tugas, tidak ada teknik pengelolaan pengaturan pelaksanaan yang diikutsertakan.... Dia mengendalikan dengan kemampuannya, alih-alih mengajarkan pegawainya kebenaran pembaharuan.... mungkin bahwa polisi tidak akan bertindak secara demokrat di masyarakat sampai mereka diperlakukan secara demokrat di markas besar. Wilson adalah bukan pemimpin yang demokratis.

Wilson menulis sejumlah buku, artikel dan pamflet selama karirnya sebagai pengawas, semuanya dtambahkan untuk literatur polisi. Dia melihat peluncuran bukunya yang paling terkenal, Police Administration (McGraw-Hill, 1950, 1963), melalui edisi ketiga, yang ditulis bersama Roy. C.Mclaren sebagai pengarang pembantu; tampaknya itu merupakan tahun kematiannya (1972). Menikah dua kali, dia menjadi ayah dari tiga anak. Penyakit stroke merenggut nyawanya. Tahun terakhirnya dihabiskan di Poway; California, Sebuah tempat pengasingan terpencil jauh dari Wichita yang tidak berterimakasih dan kebingaran di Chicago.

Daftar Pustaka
Bopp, William L. “O.W.” O.W.Wilson and the Search for a police Profession. Port Washongton, NY: Kennikat Press, 1977.
Current Biography (1966):452"454.
New York Times (3 Maret 1960: 20:4; (15 Juni 1966): 27:2; (19 Oktober 1972): 50:5.

* Perampokan di Wartel Galaxi Pondok Melati

26-10-2009 09:35 WIB
PUSKOMINFO - Warnet Galaxi di kawasan Jl. Raya Hankam Rt. 05/06 No. 86 Kelurahan Jati Rahayu, Pondok Melati, Bekasi disatroni perampok, Jum'at (23/10/2009) pagi sekitar pukul 03.30 Wib. Kasir warnet dan pengunjung ditodong dengan senjata dan golok kemudian pelaku kabur dengan membawa mobil milik korban.

Pelaku yang diperkirakan empat orang datang dengan mengendarai Toyota Avanza Nopol B-1061 BNK (diduga nopol palsu), tiba-tiba masuk ke dalam warnet langsung menodong Yan Baihaqi, 29 th, kasir warnet, dan pengunjung lainnya.

Yan Baihaqi ditodong dengan menggunakan senjata yang diduga senjata mainan, sedangkan pengunjung ditodong dengan senjata tajam golok.

Sebelum kabur, pelaku sempat meletuskan tembakan satu kali dari senjata mainan, kemudian para pelaku kabur dengan membawa kendaraan milik kasir warnet, Toyota Avanza B-8272-YF berikut kunci kontak dan STNK asli.

Polisi dari Polsek Metro Pondok Gede yang datang ke TKP melakukan olah TKP menemukan sebutir peluru plastik yang dikeluarkan dari senjata api mainan pelaku.

Kini kasus ditangani Polsek Metro Pondok Gede.

* Pengendara Sepeda Motor, Pengantar Penculik Anak di Bekasi, Ditangkap

26-10-2009 08:03 WIB
PUSKOMINFO - Satu pelaku penculikan Michael Anthony Garcia, 4 th, berhasil ditangkap anggota Reskrim Polres Metro Bekasi, Minggu (25/10/2009) malam.

WY, 35 th, yang bertugas sebagai pengendara sepeda motor ditangkap di Bantargebang, Kota Bekasi. “Dia bertugas mengantarkan seorang wanita berjilbab yang menculik Michael,” ujar Kompol Budi Sartono, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan WY pula lah bahwa otak penculikan tersebut adalah ATP, ayah kandung korban,” ungkap Budi.

Kompol Budi mengaku, saat ini petugas terus melakukan pengejaran terhadap pelaku wanita berjilbab dan juga ATP yang berkewarganegaraan Mesir. Mengenai keberadaan ATP dan korban, Kompol Budi, belum bisa memastikan keberadaan lelaki yang merupakan pengusaha garmen di Indonesia ini.

Micahel merupakan anak hasil pasangan ATP dan Leli, setelah berpisah dengan ATP, Leli menikah kembali dengan Dwy Harley Suryo dan membawa Michael untuk tinggal bersama di Gang Melati 3, Margahayu, Bekasi Timur.

* KEJADIAN 26 OKTOBER 2009

1. Kebakaran

Waktu kejadian : Tanggal 25 Oktober 2009 Pukul 18.45 Wib.
TKP : Jl. B. Perbatasan Mampang Prapatan IV-VI Tegal Parang Jakarta Selatan.
Korban : Sri dan Halimah.
Saksi : Fahmi.
Kronologis : Terjadi kebakaran yang membakar 3 rumah kontrakan milik Halimah berikut rumah milik Bp. Yusron. Asal api diketahui dari rumah milik ibu Sri akibat dari arus pendek konsleting listrik. Api dapat dipadamkan pkl. 19.40 Wib dengan menggunakan 21 DPK. Korban jiwa nihil.
Ditangani : Sektro Mampang Prapatan.

2. Kebakaran

Waktu kejadian : Tanggal 25 Oktober 2009 Pukul 17.00 Wib.
TKP : Jl. Hj. Baping No. 28 Rt. 01/07 Susukan Ciracas Jakarta Timur.
Korban : Ahmad Diana, 47th.
Saksi : Aceng.
Kronologis : Terjadi kebakaran sebuah rumah tinggal, 4 petak rumah kontrakan dan 6 kios. Api berasal dari salah satu kios bensin yang sedang menambal ban, bensin dikios tersebut tumpah dan menyambar api dari tambal ban. Api dapat dipadamkan pkl. 17.45 Wib dengan menggunakan 15 DPK. Korban jiwa nihil.
Ditangani : Sektro Ciracas.

25 Oktober 2009

* Vixion Vs Avanza, Bikers Luka-luka

Kecelakaan antara sepeda motor Yamaha Vixion dan Toyota Avanza terjadi di Jl. HR Rasuna Said, dekat jembatan Latuharhary arah ke Menteng.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 12.10 Wib.

Kendaraan yang terlibat yaitu Yamah Vixion B 6786 SRG dan Toyita Avanza B 1433 RJ diamankan petugas Unit Laka Lantas Polda Metro Jaya.

Akibat peristiwa kecelakaan ini pengendara sepeda motor mengalami luka-luka.(TMC)

* Korban diceburkan, Pelaku Perampas HP Ditangkap

PUSKOMINFO - Sabtu (24/10), tengah malam pukul 23.00 Wib, UK (33) pelaku perampas HP ditangkap di Jl. Raya Bekasi KM 20 Cakung Jakarta Timur. Pelaku ditangkap saat menjalankan aksinya.

Sutinah (35) seorang karyawan. Korban perampasan ini sebelumnya sedang berjalan sendiri di tempat kejadian. Warga Kp. Bulaktinggi Jatirahayu Pondok Gede Bekasi ini kemudian secara tiba-tiba langsung didorong dari belakang oleh pelaku dan terjatuh. Pelaku yang melihat korban terjatuh langsung merampas HP milik korban dan korban pun oleh pelaku diceburkan ke dalam selokan air.

Hermawan yang melihat peristiwa ini kemudian menolong korban dan kemudian pelaku pun berhasil diamankan.

Selanjutnya pelaku dibawa ke Sektro Cakung untuk diperiksa lebih lanjut.

* Restro Bekasi Kabupaten Tangkap Pengguna Narkotika

PUSKOMINFO – Sabtu (24/10) pukul 18.30 Wib Petugas Restro Bekasi kabupaten berhasil menangkap pelaku pengguna narkotika.

Seorang karyawan yang bernama Mar alias CD (28) ditangkap di Ds. Kalijaya Cikarang Barat Bekasi Kabupaten.

Berawal dari informasi warga yang resah terhadap penyalahgunaan narkotika, selanjutnya petugas Restro Bekasi Kabupaten mendatangi tkp, kemudian setelah dilakukan penggeledahan terhadap pelaku, petugas menemukan barang bukti berupa 7 bungkus kertas koran yang berisi narkotika jenis ganja seberat 50 gram yang oleh pelaku disimpan di dalam kotak sarung merk Tas Matas yang diletakan di atas lemari pakaian milik pelaku.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti tersebut dibawa ke Restro Bekasi Kabupaten.

* Pelaku Perampas HP Di Dalam Buskota Ditangkap Warga

PUSKOMINFO - Sabtu (24/10), siang pukul 14.00 wib, TS pelaku perampas HP di dalam buskota berhasil ditangkap warga yang geram dengan aksi kejahatan ini, pasalnya aksi kejahatan ini meresahkan para pengguna angkutan umum.

Heni Handayani (22) warga Kenari Hijau Bukit Golf Mediterania Pantai Indah Kapuk Penjaringan Jakarta Utara ketika berada di dalam buskota mengalami peristiwa ini. Ketika korban sedang menggunakan jasa angkutan jalan ini, tiba-tiba dari arah depan pelaku menarik dan merampas dengan paksa HP milik Heni Handayani. Kemudian setelah pelaku berhasil menguasai HP milik korban, pelaku melarikan diri, namun warga yang melihat peristiwa ini mengejar dan berhasil menangkap pelaku.

Untuk selanjutnya pelaku dan barang bukti 1 unit HP kemudian dibawa ke Sektro Cengkareng.

* INFO ARUS LALU LINTAS DI JALAN TOL

Cawang – Semanggi – Tomang – Bandara, Situasi: Lancar
Hambatan: Nihil
Bandara – Tomang – Semanggi – Cawang, Situasi: Lancar
Hambatan: Nihil

Cawang – Tjg Priuk – Pluit, Situasi: Lancar
Hambatan: Nihil
Pluit – Tjg Priuk – Cawang, Situasi: Lancar
Hambatan: Nihil

Cikunir – Cakung – Cilincing, Situasi: Lancar
Hambatan: Nihil
Cilincing – Cakung – Cikunir, Situasi: Lancar
Hambatan: Nihil

Jatiwarna – Psr Rebo – Fatmawati – Lebak Bulus, Situasi: Lancar
Hambatan: Nihil
Lebak Bulus – Fatmawati – Psr Rebo – Jatiwarna, Situasi: Lancar
Hambatan: Nihil

Kebon Jeruk – Tangerang – Merak, Situasi: Lancar
Hambatan: Nihil
Merak – Tangerang – Kebon Jeruk, Situasi:Ramai Lancar
Hambatan: Nihil

Cawang – Cikampek, Situasi: Lancar
Hambatan: Nihil
Cikampek – Cawang, Situasi: Ramai Lancar
Hambatan: Nihil

Cawang – Cibubur – Ciawi, Situasi: Ramai Lancar

Sumber; Website Dit. Lantas Polda Metro Jaya.

*LOKASI SIM & STNK KELILING

JAKARTA SELATAN SIM Keliling di Pintu 7 Senayan
JAKARTA UTARA SIM Keliling di Mega Mall Pluit

Minggu 25 Oktober 2009 SIM & STNK beroperasi mulai Pukul 08.00 S.d 12.00 WIb.

* KEJADIAN 25 OKTOBER 2009

1. Kecelakaan Lalulintas

Waktu Kejadian : 24 Oktober 2009 Pkl. 16.00 Wib
Tkp : Stasiun KA Pos Duri Utara Tambora Jakarta Barat.
Korban : Mulyana, 10th, al. Kp. Asem Lebak Banten.
Saksi : Murdani, 26th.
Mo : Saksi melihat korban terjatuh dari kereta api sehingga korban mengalami luka memar akibat benturan pada kepala samping kanan, kemudian korban dibawa ke Rs. Tarakan oleh saksi namun dalam perjalanan korban meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke RSCM untuk VER.
Ditangani : Sektro Tambora.

2. Penemuan Mayat

Waktu Kejadian : 24 Oktober 2009 Pkl.18.00 Wib
Tkp : Jl. Raya Puri Indah dekat Sourum mobil Nissan Kembangan Selatan Jakarta Barat.
Korban : Darsono Pandiangan, 31th, Parung Koret Rt. 06/01 Kembangan Jakarta Barat.
Saksi : Eklitua nainggolan, 31th.
Mo : Sebelumnya saksi melihat korban bersandar di tiang lampu penerangan jalan. Tiba-tiba korban tersengat aliran listrik dan langsung dibawa oleh saksi ke Rs Puri Indah untuk perawatan, namun setelah satu jam dirawat korban meninggal dunia, selanjutnya korban dibawa ke RSCM untuk VER.
Ditangani : Sektro Kembangan

3. Kebakaran

Waktu Kejadian : 24 Oktober Pkl. 22.00 Wib
Tkp : Depan SMA Negeri 3 Jl. Taman Setiabudi Kel. Setiabudi Jakarta Selatan.
Mo : Kebakaran terjadi disebabkan oleh baut salah satu kabel listrik longgar sehingga etrjadi gesekan antara kabel listrik etrsebut dengan ranting pohon yang berada didekatnya. Kemudian api dapat dipadamkan pkl. 22.00 wib dengan menggunakan tabung pemadam Polsek Setiabudi dan milik warga. Korban jiwa dalam peristiwa ini nihil.
Ditangani : Sektro Setiabudi.