30 November 2009

* Wanita Muda Jatuh di Grand Indonesia

30-11-2009 17:42 WIB.
PUSKOMINFO - Seorang gadis dikabarkan jatuh dari eskalator lantai 4 Grand Indonesia, sore ini. Gadis yang belum diketahui identitas itu tewas setelah jatuh membentur eskalator.

”Belum diketahui penyebabnya, kami sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)”, kata Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Iptu Sutrisno saat dihubungi PUSKOMINFO Bid Humas Polda Metro Jaya.

Menurut keterangan saksi mata di TKP, korban saat itu sedang foto-foto, kemudian menginjak pembatas dan terjatuh

”Peristiwa itu terjadi sekira pukul 16.30 WIB. Iptu Sutrisno sendiri belum bisa memberikan keterangan yang jelas dalam peristiwa ini.

* 123,6 Kg Ganja Kering Asal Aceh Disita Polda Metro Jaya

30-11-2009 17:09 Wib.
PUSKOMINFO – Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya membekuk bandar narkoba bersama dengan barang bukti 123,6 kilogram ganja kering siap edar.

Tersangka berinisial HD ditangkap di sebuah rumah di Jalan Jelambar Baru, RT 1 RW 2, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis 26 November 2009 pagi.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Anjan Pramuka Putra menjelaskan, penangkapan tersebut, berawal atas informasi warga setempat terkait maraknya transaksi narkoba.

Setelah melakukan penyelidikan, petugas kemudian melakukan penggerebekan dan menangkap satu tersangka berinisial HD, 36 tahun, warga Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.

Dari penggeledahan, petugas menemukan dua Kardus besar berwarna cokelat berisi 123,6 kg ganja kering yang dikemas menjadi 133 paket plastik. Selain itu petugas juga mengamankan satu alat timbang merk Tanita dan satu Handphone. "Ini merupakan ganja kualitas prima, kita masih terus melakukan pengembangan. Nilainya sekitar Rp 200 juta", ujar Anjan.

Menurut pengakuan tersangka, barang haram tersebut berasal dari Aceh yang dikirim melalui jalur darat melalui tersangka bernama Tarmizi yang saat ini masih buron.

"Tarmizi masih kita kejar dengan salah satu kurirnya berinisial AA," ungkap Anjan.

* Minimarket Dirampok, Kasir Luka Sabetan Golok

30-11-2009 15 : 36 Wib
PUSKOMINFO – Minimarket, Circle K di Jalan Serpong, Tangerang, disatroni dua perampok bergolok, Senin (30/11/2009) sekitar pukul 11:00 Wib. Akibatnya, seorang kasir yakni Enik Puspita Ningsih, 19 th, mengalami luka parah akibat terkena sabetan golok perampok dan kini telah dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.

Situasi belum begitu ramai karena supermarket baru saja buka. Dua pelaku yang seperti pengunjung tiba-tiba mengancam kasir untuk menyerahkan uang, namun karena tidak diberikan, pelaku pun marah dan langsung menebaskan goloknya kearah kepala korban berkali-kali hingga terluka parah.

Perampok tersebut berhasil mengambil uang sebesar Rp1,8 juta,
beberapa slop rokok, nomer perdana dan voucher pulsa.

Menurut Kapolsek Metro Serpong AKP Yuldi Gusman, kejadian ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian dan sampai sekarang pihaknya masih mengejar kedua pelaku.

* Operasi “Sikat Jaya-2009” Jelang Natal dan Tahun Baru, Polda Metro Jaya Tangkap 515 Penjahat Jalanan

30-11-2009 15:17 WIB
PUSKOMINFO - Untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan Kota Jakarta dan sekitarnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2010, Polda Metro Jaya menangkap 515 pelaku kejahatan jalanan. Para pelaku yang kerap meresahkan masyarakat ditangkap dalam operasi "Sikat Jaya-2009".

Operasi dilaksanakan sejak tanggal 20 hingga 29 November 2009 di 13 Polres wilayah hukum Polda Metro Jaya. Mereka ditangkap dalam 199 kasus dengan 515 tersangka.

"Operasi ini merupakan cipta kondisi jelang Natal. Karena dari analisis situasi, ada tren perkembangan. Di kasus-kasus tertentu ada peningkatan, seperti kejahatan jalanan (street crime)" ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar, di Mapolda Metro Jaya, Senin, 30 Nopember 2009.

Dari 199 kasus yang berhasil diungkap, diantaranya berupa 35 kasus pemerasan dan pencurian dengan kekerasan, 17 kasus penjambretan, 24 kasus perjudian, 99 kasus pencurian dan 24 kasus kejahatan lainnya.

Sedangkan barang bukti yang berhasil disita berupa sepucuk senjata api, 4 butir peluru, 17 senjata tajam, 33 kendaraan bermotor, 43 unit HP, 81 botol miras, 4646 VCD bajakan dan uang senilai Rp 21.396.950.

Dari keseluruhan kasus yang dapat diungkap, terlihat tingkat kejahatan di wilayah Jakarta Barat masih cukup tinggi dibanding 12 wilayah lainnya, yaitu 41 kasus.

”Operasi Sikat Jaya – 2009 ini masih akan berlangsung hingga 20 hari lagi, ini baru sepertiga perjalanan operasi. Jadi tingkat kejahatan di sejumlah wilayah bisa berubah" ujar Kabid Humas.

*KONDISI RUAS TOL BANDARA SOEKARNO - HATTA

Dalam Kota - Lalu lintas kendaraan Pluit - Kapuk - Kamal/Penjaringan - Cengkareng - Bandara Soekarno Hatta lancar.

Antrean kendaraan di GT. Cengkareng normal.
Lalu lintas kendaraan ruas Bandara Soekarno Hatta - Cengkareng - Kamal - Kapuk - Pluit lancar.
Cuaca cerah.


KONDISI RUAS TOL CAWANG - TANJUNG PRIOK - PLUIT
Dalam Kota - Lalu lintas kendaraan ruas Cawang - Kebon Nanas - Rawamangun - Cempaka Putih - Sunter - Tanjung Priok - Ancol hingga Pluit lancar.

Lalu lintas kendaraan ruas Pluit - Ancol - Tanjung Priok - Podomoro - Cempaka Putih - Rawamangun - Cawang lancar.
Cuaca cerah.


KONDISI RUAS TOL CAWANG - TOMANG - PLUIT
Dalam Kota - Lalu lintas kendaraan ruas Cililitan/Halim Cawang - Kuningan - Semanggi - Senayan - Slipi - Tomang - Grogol - Angke - Pluit lancar.

Lalu lintas kendaraan ruas Pluit - Angke - Jelambar - Grogol - Tomang - Slipi - Semanggi - Kuningan - Tebet - Cawang lancar.
Cuaca cerah.


KONDISI RUAS TOL JAKARTA - TANGERANG
Jakarta-Tangerang - Lalu lintas kendaraan ruas Tomang - Kebon Jeruk - Meruya - Kembangan - Karang Tengah hingga Tangerang lancar. Antrean kendaraan di GT. Karang Tengah normal.

Lalu lintas kendaraan ruas Tangerang - Karang Tengah - Kebon Jeruk lancar.
Lalu lintas kendaraan ruas Kebon Jeruk - Tomang tersendat di sebabkan kepadatan lalu lintas
Cuaca cerah.


KONDISI JALAN TOL LINGKAR LUAR JAKARTA
Dalam Kota - Lalu lintas kendaraan ruas Pondok Aren - Veteran - Pondok Pinang - Fatmawati - Pasar Rebo - Kampung Rambutan - Jatiwarna lancar.

Lalu lintas kendaraan ruas Jatiwarna - Kampung Rambutan - Fatmawati - Pondok Pinang - Veteran - Pondok Aren lancar.

Lalu lintas kendaraan ruas Cikunir - Bintara - Cakung - Cilincing lancar.
Lalu lintas kendaraan ruas Cilincing - Cakung - Bintara - Cikunir lancar.
Cuaca cerah.(t)

*Waspadai Jalan Berlubang di Ibukota

Akibat musim hujan tiba, jalan-jalan utama di Ibukota mengalami kerusakan. Dengan munculnya lubang-lubang di jalan, berdasarkan data yang dihimpun Traffic Management Centre Polda Metro Jaya. Minggu (29/11), terdapat 10 lokasi jalan yang rusak di wilayah Jakarta Selatan maupun Jakarta Timur, diantaranya :

Jaksel :
1. Jl. Mt Haryono arah timur
2. Dekat lampu merah penerbangan
3. Flay over Pancoran arah timur
4. Jl. Tb. Simatupang arah timur, menjelang pom bensin
5. Jl. Minang kabau samapai depan Mako Pomdam Jaya Manggarai
6. Tutup gorong hilang di depan Balai Kartini
7. Jl. Rasuna Said dekat patung 66 arah utara

Jaktim :
1. Jl. Sutoyo arah jagorawi
2. Depan Wika arah utara
3. Putaran depan BAKN dari PGC arah UKI

oleh karena itu para pengguna jalan dihimbau selalu untuk berhati-hati selama musim hujan ini. Pasalnya, banyak kecelakaan terjadi karena kondisi jalan yang basah dan berlubang.(tmc)

* KEJADIAN 30 NOVEMBER 2009

1. PENCURIAN DENGAN KEKERASAN
Tanggal : 29 November 2009 Jam : 02.00 Wib.
TKP : Jl. Cemara Angin Wilayah Rawabadak Utara Koja Jakut.
Korban : sonya, 28th, Al. Jl. samudra Oxfor II No. 28 Rt. 04/06 Rawabadak Selatan Koja Jakut.
Pelaku : 3 Orang Dalam Lidik.
Kronologis : Pelaku mengancam korban dengan menggunakan parang dan pisau, karena ketakutan korban lalu memberikan dompetnya kemudian korban berteriak sehingga warga berdatangan. Warga berhasil memukul salah satu pelaku namun para pelaku berhasil melarikan diri.
BB : 1 unit KR R2 Suzuki Satria No. Pol. B-4591-WJ dan sebilah pisau.
Kerugian : 1 unit HP dan uang tunai Rp. 450.000,-
Ditangani : Sektro Koja.

2. PENGERUSAKAN
Tanggal : 29 November 2009 Jam : 15.40 Wib.
TKP : Jl. s. Parman Depan PT. Idola Tunggal.
Korban : Sarman, 49th, Al. Kp. Wanakarya Rt. 02/07 Leuwilang Bogor Jabar.
Pelaku : BS.
saksi : Kelman Tampubolon.
Kronologis : Pelaku (sporter Jakmania) memberhentikan mobil P.46 Jurusan Grogol - Kp. Rambutan dengan berdiri ditengah jalan, namun sopir tidak memberhentikan kendaraannya. Pelaku merasa kesal dan memecahkan kaca mobil bagian depan dengan menggunakan bambu.
Ditangani : Restro Jakbar.

29 November 2009

* Mari Membuat Pribadi Yang Menarik Dan Menyenangkan

Kadang-kadang ketika kita bertemu teman, panjang lebar dengan mereka tetapi mereka menjadi bosan dan pembicaraan tersebut akan menjadi tidak menarik dan akhirnya ketika berjumpa kembali dengan mereka, seolah-olah mereka menghindar dari kita. Kenapa hal itu terjadi? Apakah kita pernah berbuat salah kepada mereka? mungkin pribadi kita tidak menarik atau berbicaramenyenangkan dimata mereka?. Di tulisan berikut ini mari membuat pribadi yang menarik dan menyenangkan.

Ada beberapa point yang perlu kita perhatikan untuk menjadikan pribadi yang menarik dan menyenangkan;

1. Jadilah pendengar yang baik
Kadang-kadang mendengarkan itu susah ketika topik yang kita dengarkan tidak kita sukai, tetapi pendengar yang adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Jika bicara itu perak maka diam itu emas maka pendengar yang baik lebih mulia dari keduanya.
Berilah kesempatan kepada lawan bicara kita atau orang lain untuk berbicara, ajukan pertanyaan atau hal yang membuat dia bergairah untuk terus berbicara. Dengarkan dengan antusias dan jangan menilai atau bahkan menasehatinya jika tidak dia yang meminta.

2. Usahakan untuk menyebutkan nama orang dengan benar
Apa arti sebuah nama, tetapi nama merupakan milik berharga yang sifatnya sangat pribadi. Biasanya orang tidak menyukai namanya disebut sembarangan atau salah. Jika kita ragu-ragu, cobalah menanyakan bagaimana membacanya/melafalkannya dengan benar. Misal orang yang dipanggil dengan Wilyem, penulisannya bisa William atau Wilhem. Sedangkan ketika berbicara, usahakan selalu menyebutkan namanya sesering mungkin, selain untuk mempermudah kita menginggat namanya, juga lebih terkesan akrab. Menyebut Bapak Sumarlin lebih baik kedengarannya daripada hanya sekedar Bapak.

3. Menggunakan gaya bicara yang positif
Gaya bicara yang merendahkan diri sendiri atau negatif akan dengan cepat menempatkan diri kita sebagai pribadi yang kurang percaya diri. Gaya berbicara negatif seperti menggunakan kata-kata: tolol, tidak punya otak, bodoh, brengsek, salah terus, dan sebagainya. Selain itu gaya berbicara yang terkesan menantang atau melawan juga kurang baik karena dapat menyebabkan lawan bicara kita enggan untuk melanjutkan pembicaraannya.

4. Buatlah orang lain merasa menjadi orang penting
Bersikaplah yang baik kepadanya dengan menunjukkan sikap dan ucapan yang menganggap orang lain itu penting. Misal, jangan membiarkan orang lain menunggu terlalu lama, jika ada SMS sebaiknya langsung dijawab, tepatilah janji, katakan maaf jika kita berbuat salah, dan sebagainya.

Itulah beberapa point yang mungkin bermanfaat untuk membentuk pribadi yang menarik dan menyenangkan, masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjadikan diri kita menarik dan menyenangkan.

Happy weekend….

* Criminology (Kriminologi)

Pelajaran mengenai tindak pidana dan pelaku tindak pidana adalah cabang dalam bidang kriminologi. Seperti yang ditulis oleh Edwin Sutherland dalam karya klasiknya Principles of Criminology (1939:1): “Kriminologi adalah badan pengetahuan yang membahas kejahatan sebagai fenomena sosial. Tercakup di dalamnya adalah proses penyusunan undang-undang, pelanggaran undang-undang, dan reaksi terhadap pelanggaran undang-undang.

” Meski pengertian yang diberikan Sutherland tentang kriminologi banyak diterima dan digunakan secara luas, pengertian ini sebenarnya tidak terlalu tepat karena menyatakan bahwa studi tentang kejahatan semata-mata memfokuskan pada faktor sosial. Pada kenyataannya, studi tentang kejahatan oleh para kriminolog telah masuk ke beberapa bidang pengetahuan yang terutama bukan bersifat sosial.

Penting juga ditambahkan bahwa kriminologi telah didefinisikan secara umum sebagai studi keilmuan tentang kejahatan dan pelaku kejahatan. Jadi, tidak semua yang memberikan komentar dalam kejahatan dan pelaku kejahatan (seperti ahli forensik, pengacara, hakim, dan mereka yang bekerja dalam sistem peradilan pidana) adalah kriminolog. Pembedaan dalam pendekatan keilmuan terhadap permasalahan ini, bagaimana pun, tak semudah yang terlihat. Ada para sarjana yang menganggap diri mereka kriminolog sementara ia belum menjalankan metode keilmuannya.

Sementara para sarjana ini kebanyakan adalah penganut Marxisme atau bersifat radikal dalam pencapaian tujuan mereka, elemen kuncinya adalah penyangkalan mereka terhadap objektivitas dan kuantivikasi dalam penelitian. Sebaliknya, mereka biasanya mempraktikkan metodologi yang mempelajari kejahatan dan pelaku kejahatan dari perspektif yang dinamis dan historis. Terlebih, para sarjana ini biasanya memfokuskan diri pada “penyusunan undang-undang” dan “reaksi terhadap pelanggaran undang-undang” dibandingkan terhadap perilaku aktual dari pelanggar hukum. Beberapa sarjana, yang dikenal sebagai fenomenologis, mempelajari makna perilaku dibanding kategori di atas.

Sebagai catatan terakhir dalam pengertian kriminologi, topik “tindak pidana” dan “pelaku tindak pidana” tidak sejelas yang terlihat. Ada banyak perdebatan tentang apa yang mengatur tindak pidana dan pelaku tindak pidana. Ada yang berpendapat bahwa definisi kejahatan sepenuhnya merupakan permasalahan hukum; yaitu jika ada sesuatu yang dilarang oleh undang-undang adalah dan hanyalah kejahatan. Pendapat lain menjawab bahwa karena undang-undang tidak sungguh-sungguh memperhatikan perilaku itu sendiri, definisi yang sah tidak memberikan fokus yang jelas untuk pembedaan perilaku.

Tindakan mengambil nyawa, misalnya, bukanlah mutlak pembunuhan karena negara bagian memerintahkan tahanan dan warga negara untuk pergi berperang. Mereka menyarankan bahwa pengertian sosial lebih dapat disimpangkan, yang dalam berbagai bentuknya, merupakan pendekatan yang lebih baik. Sementara sarjana yang lain menegaskan bahwa jika sebuah kejahatan atau tindakan penyimpangan tidak diberitahukan, kemudian untuk semua maksud dan tujuan tindakan itu akan seperti tak pernah terjadi dan orang yang terlibat tidak akan dianggap sebagai pelaku tindak pidana atau pelanggar. Terlebih, definisi hukum ataupun sosial hanya menangkap tindakan dan orang yang kita tanggapi saja. Permasalahan membuatnya sulit untuk berbicara mengenai “pelaku tindak pidana” dan “bukan pelaku tindak pidana“ dan mengaburkan materi pokok di bidang ini.

Disciplinary Focus (Fokus Disipliner)
Kriminologi pada umumnya dipahami sebagai anak cabang dari disiplin ilmu sosiologi. Sementara, sebagai bantahan, pernyataan tersebut melalaikan baik sejarah ilmu kriminologi juga disiplin bidang lainnya yang mencakup luasnya bidang ilmu tersebut. Pada satu saat tertentu, disiplin ilmu filosofi, sejarah, antropologi, psikologi, psikiatri, kedokteran, biologi, genetika, endokrinologi, neurokimia, ilmu politik, ekonomi, kerja sosial, geografi, perencanaan kota, arsitektur, dan statistik semuanya memainkan peran yang menentukan dalam perkembangan teori dan penelitian kriminologi.

Namun, sejak tahun ‘30-an, bagaimana pun, sosiologi telah menjadi sumber utama dalam dalam pelatihan akademis bagi kebanyakan kriminolog. Terdapat sangat sedikit departemen kriminologi di Amerika Serikat dan sebagian besar kriminolog yang telah mengambil tempat dalam departemen sosiologi. Meskipun demikian, dalam fokus sosiologis haruslah dikenali bahwa kriminologi tersusun dari integrasi yang saling berhubungan dari berbagai disiplin ilmu.

Muncul dan bangkitnya, melalui tiga dekade terakhir pengembangan dan peningkatan ini, lapangan multidisipliner dari peradilan pidana telah menantang sosiologi sebagai dasar pelatihan bagi kriminologi, dan banyak kriminolog kini bekerja dalam atau menerima pelatihan akademik mereka dari departemen peradilan pidana. Gerakan ini menjanjikan kriminologi sosiologis secara langsung berintegrasi dengan disiplin ilmu yang lain.

Dalam disiplin ilmu kriminologi umum terdapat beberapa bidang yang menarik minat. Dalam bentuk umumnya mereka berpadu dengan bidang lain, seperti filsafat hukum, sosiologi hukum, sosiologi penyimpangan, hukum pidana, ilmu kepolisian, administrasi, dan ilmu kependudukan, yang memungkinkan, kemudian, untuk mengenali seseorang sebagai kriminolog dan masih menghabiskan seluruh karir pekerjaannya dalam bidang yang relatif kecil, seperti kepolisian.

Criminology Academia (Kriminologi di Lingkungan Akademik)
Karena disiplin ilmu ini sangat berkaitan erat dengan sosiologi, terdapat sangat sedikit departemen kriminologi di kampus dan universitas di Amerika pada akhir tahun ‘60-an. Pada kenyataannya, kebanyakan cara yang paling umum untuk memasuki bidang kriminologi adalah dengan jurusan pendidikan di sosiologi dengan program khusus kriminologi.

Hingga kira-kira tahun 1970, hanya tiga sekolah besar, University of California di Berkeley, Florida State University, dan University of Maryland, memiliki program doktor di bidang kriminologi (universitas tertua di antara ketiganya mengetuai program administrasi kepolisian). Jumlah sekolah yang menawarkan pendidikan tinggi kriminologi hingga hari ini ada 4. Program di Berkeley telah hilang, mulai ditiadakan pada pertengahan tahun ‘70-an. Dua program baru yang disebut sebagai ilmu krimonologi kini ada di University of Delaware dan Indiana University di Pennsylvania. Pendekatan yang terkini tampaknya merupakan bentukan dari program doktoral dalam peradilan pidana, dan kini ada beberapa lusin dari program serupa. Yang jelas, kini terdapat sedikit pembedaan antara kriminologi dan program doktoral peradilan pidana.

The Development of Criminology (Perkembangan Kriminologi)
Kriminologi, yang merupakan bentuk umum dari studi yang berkaitan dengan tindak pidana dan pelaku tindak pidana, dapat diusut ke sejarahnya di masa lampau. Namun, kini kriminologi hanya merupakan perkembangan studi yang sistematis. Mungkin perkiraan yang paling tepat dari “kelahiran” kriminologi berkisar dari munculnya periode Eropa klasik pada abad ke-18.

Arah sesungguhnya dalam periode itu bukan studi tentang kejahatan, melainkan sistem peradilan itu sendiri. Dengan hukum yang sewenang-wenang dan banyak tingkah, penulis pada masa itu (Montesquieu, Voltaire, Beccaria, Bentham) mengkritik sistem peradilan dan menyarankan perombakan besar-besaran. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Sekolah Klasik kriminologi, ide para reformer ini menjadi dasar bagi undang-undang kriminal dan sistem peradilan saat ini, dan menciptakan konsep modern.

Pada abad ke-19 studi mengenai tindak pidana dan pelaku tindak pidana mulai sungguh-sungguh dipelajari. Kota Quetelet di Prancis, Guerry di Belgia, dan Mayhew di Inggris mempelajari dan memetakan penyebaran tindak pidana dalam studi nyata pertama yang menggunakan statistik sosial. Kelompok masyarakat lain di bawah kepemimpinan Gall dan Spurzheim terlibat dalam studi phrenology (hubungan konfigurasi otak—sebagai bagian dari struktur otak—terhadap perilaku) dan menghasilkan beberapa studi keilmuan awal tentang pelaku tindak pidana. Namun, awal ilmu kriminologi yang diterima oleh umum terjadi di tahun 1870-an dengan adanya kerja seorang dokter Italia, Cesare Lombroso.

Dengan “Sekolah Positif”nya, Lombroso bekerja atas hubungan keterkaitan bentuk fisik, kepribadian, dan pelaku tindak pidana yang melahirkan teori pelaku tindak pidana “bawaan” dan mengembangkan studi tentang genetika dan studi tentang turun-temurun. Selama periode inilah istilah kriminologi menjadi populer dipakai. Diikuti oleh dua orang Italia lainnya, Ferri dan Garofalo, kerja Lombroso diperluas hingga bahasan ke faktor sosial dan lingkungan. Dengan berkembangnya sosiologi sebagai disiplin ilmu di tahun 1890-an, ilmu kriminologi makin meluas.

Dua dekade pertama abad ke-20 menyaksikan munculnya penjelasan kriminologis, keberagaman sosial, psikoanalitis, dan produk kombinasi dari tes intelegensi baru dan penelitian sifat turun-temurun. Sejak tahun ‘20-an, studi sosiologi berkembang penuh dan jurusan sosiologi di University of Chicago mulai mendominasi kriminologi. Penjelasan utama untuk kriminalitas menjadi terkait dengan transmisi nilai dari satu orang ke orang lainnya, terutama di bidang yang sangat berbeda secara kebudayaan dan tidak terorganisasi secara sosial. Selain itu, studi statistik yang menempatkan kriminalitas dan kenakalan dalam bidang khusus di kota menjadi terkenal.

Sejak 1940-an kriminologi memberikan perhatian pada akibat dari kondisi sosial masyarakat pada umumnya dan memulai sebuah pengujian terhadap hubungan antara struktur sosial, kelas sosial, dan tindak pidana. Umumnya dikenal sebagai teori “fungsionalis struktural,” yang memfokuskan pada pembedaan tingkat kriminalitas atau kenakalan di antara kelompok masyarakat dalam lingkungan. Pendekatan ini bertahan hingga tahun ‘60-an ketika kriminologi memberikan perhatian pada hak warga sipil dan topik politik liberal. Tema dominan pada periode ini cukup untuk mengingatkan pada kembalinya Sekolah Klasik lama dengan penekanannya pada keadilan dan kesetaraan di dalam hukum. Perhatian beralih dari pelaku tindak pidana menjadi cara bagaimana sistem peradilan pidana bereaksi dan memproses masyarakat.

Dengan mengacu pada penolakan pemerintah pusat dan “perang” terhadap kejahatan selama akhir 1960 dan awal 1970-an, yang puncaknya adalah dengan pembentukan Law Enforcement Assistance Administration (kini National Institute of Justice), kriminologi menjadi jauh lebih memperhatikan studi tentang sistem peradilan pidana itu sendiri. Di bawah pendanaan LEAA, para kriminolog menguji operasi kepolisian, pengadilan, dan lembaga pemasyarakatan dengan tujuan untuk mengevaluasi efektivitas mereka. Yang juga menjadi perhatian adalah perlakuan terhadap korban dan pengukuran kejahatan, keduanya teramu dalam bidang baru dalam minat yang dikenal sebagai viktimologi. Karena disiplin ilmu pidana berdiri sendiri selama periode ini, kedua bidang itu pun kemudian disatukan, jika bukan secara nyata maka dalam kandungan ilmunya. Disiplin ilmu kriminologi kini tidak dapat untuk dilepaskan dari peradilan pidana.

Mayor Forms of Criminology (Bentuk Utama Kriminologi)
Karena sulit untuk melakukan penggolongan terhadap kriminologi, salah satu metodenya adalah pemisahan antara studi penyebab kriminalitas, studi angka kriminalitas, dan studi sistem peradilan pidana. Yang pertama, dengan penekanan untuk menjelaskan perilaku, disebut sebagai etiologi. Studi tentang angka berkonsentrasi pada kewajaran dan terjadinya tindak pidana dan disebut sebagai epidemiologi. Bidang studi ketiga lebih menyimpang dari dua bidang lainnya yang lebih mengkhususkan pada sejumlah aspek seperti filsafat hukum, ilmu pidana, dan ilmu kepolisian.

Kriminologi etiologis telah menyumbangkan pemahaman mengenai perilaku pelaku kejahatan (dan penyimpangan perilaku secara umum) dan kehadiran kejahatan di lingkungan. Penjelasan dibagi dalam dua jenis: proses dan struktural. Variasi proses dari teori berusaha untuk menjelaskan bagaimana orang menjadi pelaku tindak pidana dan/atau sampai melakukan tindak pidana. Teori ini sering bersifat psikologis atau psikologi sosial dalam orientasinya, dan biasanya berhadapan dengan motivasi dan perilaku individu. Karena kompleksnya peristiwa individu, teori prosedural terkadang hanya dapat diterapkan pada jenis tindak pidana tertentu.

Teori struktural, di sisi lain, adalah teori yang menekankan pada pengaruh dari lingkungan (dan lembaga yang ada) terhadap masyarakat dan menjelaskan mengapa kelompok yang berbeda memiliki tingkat kriminalitas yang berbeda. Akibatnya, teori struktural biasanya bernada sosiologis. Teori jenis inilah yang telah paling sukses memberikan penjelasan yang masuk akal tentang kejahatan dalam masyarakat, tetapi tidak menjelaskan pada kita individu mana yang melakukan tindak pidana.

Kriminologi epidemiologis memberikan pemahaman tentang bagaimana (dan terkadang mengapa) angka kejahatan bervariasi dalam berbagai kelas masyarakat atau berbagai waktu dan tempat. Kita telah mempelajari, misalnya, bahwa kelas masyarakat tertentu lebih banyak ditahan atas tindak pidana yang dilakukannya (yaitu mereka yang memiliki tingkat kejahatan yang lebih tinggi). Lebih jauh lagi, kita tahu bahwa tingkat kejahatan bervariasi sesuai kondisi lingkungan tertentu dan wilayah geografis. Epidemiologi juga meliputi studi terjadinya insiden kejahatan dalam berbagai kondisi, baik ekonomi, sosial, atau politik. Kriminolog telah mencatat jumlah kejahatan dalam berbagai tipe struktur politik, dalam waktu ekonomis yang berbeda, dan yang kini lebih banyak memperhatikan jumlah jatuhnya korban dan ketakutan akan adanya tindak pidana dalam masyarakat.

Kriminologi yang mempelajari sistem peradilan pidana memberi kita informasi tentang bagaimana sistem bekerja, seberapa dekat kenyataan memenuhi harapan kita, dan alternatif mana yang dapat mempertemukan keduanya. Tipe kriminologi ini barangkali paling tepat dianggap sebagai studi “kerja sistem.” Studi tentang komponen yang bervariasi dalam sistem peradilan pidana itu bertentangan dengan pengujian struktur formal, dan dicirikan dengan studi tentang struktur informal. Pendeknya, memfokuskan pada cara kerja yang sebenarnya, bukan cara kerja seperti yang dikira orang.

Jadi, para kriminolog yang bekerja di bidang ini telah mempelajari kegiatan lembaga kepolisian, hubungan antara polisi dan warga, sistem jaminan, tawar-menawar pembelaan, dan struktur sosial dari penjara, untuk menyebut beberapa bidang minat. Yang terakhir, karena ketiadaan penggolongan yang lebih baik, kita juga dapat menempatkan para kriminolog yang tertarik pada teori hukuman dalam kategori ini. Beberapa topik terkini dalam bidang ini adalah hukuman mati, pelumpuhan selektif, penjahat karir, dan penyusunan garis besar hukuman.
Relationship Between Criminology and Police Science (Hubungan antara Kriminologi dan Ilmu Kepolisian)

Bersamaan dengan berkembangnya ilmu kriminologi di Amerika Serikat muncul pula bidang ilmu kepolisian. Sebenarnya, departemen ilmu kepolisian telah ada lebih dahulu dibanding departemen kriminologi di kampus dan universitas. Karena sering sulit untuk mencirikannya satu sama lain, departemen ilmu kepolisian biasanya lebih mengkhususkan diri pada aspek kepolisian: kepengurusan, manajemen, analisis tindak pidana, dan “pelaksanaan” penegakan hukum. Kriminologi, saat berhadapan dengan bidang wewenang polisi, lebih sering menggunakan penekanan “kerja sistem.” Dengan begitu, pendekatan ilmu kriminologi terhadap masalah kepolisian cenderung ke arah kemasyarakatan secara alami dan memusatkan perhatian pada struktur informal dan hubungan.

Contributions of Criminology to Police Work (Sumbangan Kriminologi kepada Kerja Kepolisian)
Karena ilmu kriminologi sulit dipisahkan dari ilmu kepolisian di awal perkembangannya, seseorang mungkin mendebat bahwa beberapa dukungan ilmiah pertama datang dari sumber lain. Meskipun begitu, tinjauan mengenai tiga dekade pertama Journal of Criminal Law and Criminology menyarankan bahwa banyak kepolisian pada saat ini dikembangkan dari penelitian yang dimulai pada awal abad ke-20. Artikelnya meliputi pelatihan, pemilihan petugas, psikotes, dan penggunaan teknologi, sidik jari, dan sebagainya. Tampak jelas juga bahwa bermacam teknik analisis tindak pidana memiliki bentuk aslinya pada awal pekerjaan statistik kejahatan.

Dari kelompok yang lebih kontemporer, karya kriminologis dari Egon Bittner, Albert Reiss, Jerome Scolnick dan Peter Manning telah menemukan suatu jalan untuk pelatihan polisi dan kerja hubungan kemasyarakatan. Dengan cara yang sama, karya ilmuwan politik James Q Wilson, yang memiliki pandangan sebagai kriminolog, juga memiliki akibat praktik administrasi kepolisian.

Penelitian produk ketidaktaatan warga sipil dan studi mengenai korban telah mengubah proses pemilihan polisi dan menciptakan suatu penekanan pada pendidikan. Pekerjaan terakhir yang dilakukan para kriminolog telah mengarahkan banyak departemen kepolisian untuk berpikir kembali mengenai beberapa konsep dasar mereka. Kansas City Preventive Patrol Experiment dari Kling menyebabkan seluruh negara memikirkan kembali mengenai prosedur patroli mereka. Beberapa penyelidikan mengenai selang waktu reaksi menyarankan bahwa reaksi yang cepat terhadap panggilan dari semua warga negara tidak penting, dan selang waktu reaksi tidak sepenting yang dipikirkan orang ketika akan melakukan penangkapan.

Penelitian Sherman dan Berk tentang panggilan sergapan massal mendorong kearah perubahan dalam hal reaksi dan kebijakan penahanan terhadap panggilan yang mengganggu. Penelitian yang dilakukan Rand Corporation dan Police Executive Research Foundation terhadap kinerja detektif dan penyelesaian kasus tindak pidana memberikan hasil berupa pemberian tanggung jawab lebih besar dalam proses penyelidikan dan cara baru untuk menjaring kasus kepada petuga spatroli. Sebuah teori ilmu kriminologi, sebagai kegiatan rutin, telah mempercepat pendekatan analisis yang baru untuk menentukan tempat tindak pidana dilakukan, yang dikenal sebagai “titik panas.” Dan akhirnya, hasil kerja Herman Goldstein, terutama dalam bukunya Problem-Orientad Policing, mempengaruhi banyak departemen kepolisian untuk tidak menggunakan cara tradisional sebagai variasi dalam komunitas kepolisian.

Simpulan, kriminologi tidak hanya terfokus pada polisi dengan berbagai pengertian tetapi mempunyai sebuah efek yang lebih dalam yang mencakup perubahan menurut pandangan klasik tentang sistem operasi peradilan pidana dan falsafah di balik teknik yang digunakan departemen kepolisian saat ini. Dengan memberi tekanan saat ini pada sistem pengujian dan riset yang efisien, cukup beralasan untuk menyimpulkan bahwa polisi dan para penyelidik akan terus membangun kerja sama mereka. Tentu saja, di antara komponen dari sistem peradilan pidana saat ini, polisi benar-benar sangat mengandalkan riset kejahatan dalam membuat perubahan penting dalam struktur dasar dan metode pengoperasian.
Frank William

* Car Free Day, Sudirman – Thamrin Lengang

29-11-2009 07:25 Wib.
PUSKOMINFO - Berdasarkan pemantauan layar CCTV di TMC Dit Lantas Polda Metro Jaya pada pukul 06.00 WIB, kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau ‘Car Free Day’ membuat ruas jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, terlihat lenggang, Minggu (29/1/2009).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh TMC, dengan adanya kegiatan Car Free Day serta Peresmian & Penandatanganan Prasasti Stasiun Pemantau Kualitas Udara ini, kendaraan pribadi dilarang melintasi jalur cepat ruas Jalan Sudirman-Thamrin. Penutupan jalur cepat dimulai dari Bundaran Senayan hingga Bundaran Bank Indonesia, berlaku sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Kendaraan pribadi dan kendaraan umum hanya boleh melintasi jalur lambat ruas Jalan Sudirman-Thamrin, sedangkan bus Transjakarta tetap beroperasi seperti biasa.

Untuk menunjang pelaksanaan Car Free Day yang merupakan kegiatan dari Pemda DKI Jakarta dan peserta lainnya yang rencananya diikuti kurang lebih 300 orang, Polantas Polda sudah menyiagakan sejumlah petugas untuk mengawasi lalu lintas.

“Petugas sudah berada dititik yang telah ditentukan, sedangkan arus lalu lintas di ruas jalan Sudirman - Thamrin sekarang masih lengang,” kata Bripka Ganda Aritonang, petugas radio TMC, 29 November 2009.

* Kejadian 29 Nopember 2009

1. Narkotika
Tgl. Kejadian : 28 Nopember 2009 Pukul 22.00 Wib.
TKP : Jl. Raya Jatiwaringin Gg. Nurrussa'adah Rt. 01/03 No. 24 Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.
Pelaku : Makmun Santoso
Kronologis Kejadian : Pelaku kedapatan membawa, menyimpan dan atau menggunakan narkotika jenis ganja yang disimpan di atas tempat tidur bayi, di dalam kamar tidur.
Barang Bukti: 8 bungkus korab ganja kring.
Ditangani: Polres Metro Bekasi.

2. Narkotika
Tgl. Kejadian : 28 Nopember 2009 Pukul 01.00 Wib.
TKP : Jl. Pemuda, Kel. Sawangan Baru, Sawangan Depok.
Pelaku : Ari Prabowo
Kronologis Kejadian : Pelaku kedapatan membawa, menyimpan dan atau menggunakan narotika jenis ganja yang dibungkus kertas koran hitam.
Barang Bukti: 1 bungkus plastik besar, 1 bungkus plastik sedang dan 19 bungkus plastik kecil.
Ditangani : Polres Metro Depok.

3. Kebakaran
Tgl. Kejadian : 28 Nopember 2009 Pukul 08.30 Wib.
TKP : Kampung Baru, Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Saksi : 1) Amin, 49 th. 2) Usup, 23 th.
Kronologis Kejadian : Api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik pada rumah yang ditinggal pulang kampung oleh pemiliknya. Selanjutnya api membakar rumah di sekitarnya sekitar 150 unit rumah. Api berhasil dipadamkan pukul 09.30 Wib dengan menggunakan 13 unit DPK. Korban jiwa Nihil.
Ditangani : Polsek Metro Sunda Kelapa, Res. KPPP Tanjung Priok.

4. Perampasan
Tgl. Kejadian : 28 Nopember 2009 Pukul 03.30 Wib
TKP : Jl. P 1, arah terminal II Bandara Soekarno-Hatta.
Korban : Junaria, 21 th, alamat Jl. Kincir Raya No. 06 Cengkareng Timur Jakarta Barat.
Pelaku : 2 orang dalam penyelidikan.
Saksi : Takdir.
Kronologis Kejadian : Saat korban dan saksi mengendarai sepeda motor melintas di TKP, tiba-tiba pelaku yang juga menggunakan sepeda motor Suzuki Satria lansung merampas tas milik korban. Saat berusaha mengejar, peaku kabur diantara dua arah jalan tersebut.
Kerugian : HP Nokia 3500C, ATM BCA, KTP, Uang tunai Rp. 21.000,-
Ditangani : Polres Bandara Soetta.

28 November 2009

* Pensiunan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Dibunuh, Sopir Menghilang

28-11-2009 17:57 WIB
PUSKOMINFO– Muchtar Gultom, 68 th, pria pensiunan, ditemukan terbunuh di rumahnya di Jl. Praja Dalam RT 002/RW 05, Kelurahan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Korban ditemukan meninggal dunia dengan tangan diikat tali rafia.

Jasad pensiunan karyawan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) ini pertama kali ditemukan oleh putrinya, Erlinda, 30 th, sekira pukul 14.00 Wib, yang datang ke rumah karena setelah beberapa kali menghubungi lewat telepon tak ada jawaban. Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan. Pada kedua tangan terikat tali raffia dan terdapat luka pada leher belakangya.

Petugas Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan yang datang ke TKP menduga korban tewas dibunuh oleh orang yang dikenal. Diketahui pula, selain dua ponselnya hilang, sejumlah perhiasannya juga raib. Belum diketahui siapa pelakunya, namun sejauh ini sopirnya juga menghilang.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Subandi, menyatakan, jajarannya kini tengah mengusut kasus pembunuhan tersebut.

* Sertijab Empat Pamen di Polda Metro Jaya

28-11-2009 08:32 WIB
PUSKOMINFO - Pagi ini, Sabtu 28 Nopember 2009, empat Pamen Polda Metro Jaya melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab). Sertijab dilaksanakan di Gedung Tifa Kemala Balai Pertemuan Polda Metro Jaya (BPMJ) yang dimulai pukul 08.00 Wib.

Kombes Pol. Drs. Arief Wachyunadi, Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya menyerahkan jabatannya kepada Kombes Pol. Drs. Ronny Frengky Sompie. Kombes Pol. Drs. Ronny Frengky Sompie sebelumnya menjabat Kapolwiltabes Surabaya. Selanjutnya Kombes Pol. Drs. Arief Wachyunadi akan menduduki jabatan baru sebagai Kapolda NTB.

Kombes Pol Drs. Ike Edwin, Kapolres Metro Jakarta Pusat, dimutasi sebagai Kapolwiltabes Surabaya Polda Jawa Timur.

Jabatan Kapolres Metro Jakarta Pusat akan dijabat oleh Kombes Pol Drs. Hamidin yang sebelumnya menjabat Kapolres Metro Tangerang. Selanjutnya Wakapolres Metro Tangerang, AKBP Drs. Maruli CC Simanjuntak, dipromosikan menjabat Kapolres Metro Tangerang.

* Kejadian 28 Nopember 2009

1. Pencurian Dengan Kekerasan
Tgl. Kejadian : 27 Nopember 2009 Pukul 11.00 Wib.
TKP : Warung Kopi Jl. Bekasi raya depan PT. Mahkota Indonesia, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Korban : Juju Jubaedah, 28 th.
Pelaku : Untung Agus Riyadi, 22 th.
Saksi : Briptu Ahmad Bakri, anggota Sat Lantas Polres Metro Jakarta Utara.
Kronologis Kejadian : Pelaku mengambil HP milik korban kemudian pelaku menusuk korban hingga korban mengalami 8 luka tusuk di perut, dada dan kedua tangan. Saksi yang sedang melintas melakukan pengejaran. Kemudian pelaku berhasil ditangkap setelah diketahui bersembunyi di rumah warga. Korban dibawa ke RS. Mediros.
Barang Bukti: Pisau stainless warna hitam putih milik pelaku dan jilbab berlumuran darah milik korban.
Ditangani : Polsek Metro Kelapa Gading.

2. Pembunuhan
Tgl. Kejadian : 26 Nopember 2009 Pukul 20.00 Wib, Dilaporkan tgl 26 Nopember 2009 Pukul 20.30 Wib.
TKP : Jl. Kranggan Pasar Rt. 01/04 Kel. Jati Sampurna Bekasi.
Korban : Hendry Samosir, 48 th.
Pelaku : Dalam lidik.
Saksi : Jaheman manalu, 48 th.
Kronologis Kejadian : Saksi melihat korban tergeletak berlumuran darah di depan rumah saksi di TKP dengan pelaku yang membawa pisau. Lalu pelaku mengancam saksi supaya tidak berteriak sambil mengacungkan pisau ke arah saksi. Diduga pelaku menusuk korban pada bagian dada sebelah kiri dan punggung hingga korban meninggal dunia di TKP.
Ditangani : Polres Metro Bekasi.

3. Pengeroyokan
Tgl. ejadian : 27 Nopember 2009 Pukul 10.30 Wib.
TKP : Kamp. Pabuaran Rt. 03/05 Pabuaran Bojong Gede Depok.
Korban : Sukron Yusuf, 22 th.
Pelaku : 1) Yosef, 20 th 2) Fajar, 20 th.
Kronologis Kejadian : Korban melintas di TKP dengan menggunakan sepeda motor. Kemudian korban dipanggil oleh pelaku 1) lalu memukul korban dengan sweeter warna merah dan ditangkis sehingga korban tertarik ke teras rumah pelaku. Sesampainya di teras kemudian pelaku 2) memukul korban dari belakang dengan menggunakan besi sehingga korban mengalami luka pada bagian bibir, punggung, tangan kiri dan kaki kiri.
Ditangani : Polsek Metro Bojong Gede.

26 November 2009

* Satu dari Enam Perampok Hemaviton Senilai 1 Miliar, Dibekuk

26-11-2009 18:05 Wib
PUSKOMINFO - Satu dari enam pelaku perampokan mobil Truk Tronton berisi 10.016 dus minuman suplemen Hemaviton senilai Rp. 1 miliar dibekuk Satuan Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (26/11/2009).

Tersangka Efri Frengky Silitonga alias Modi dibekuk dari persembunyianya di Cakung, Jakarta Timur sedangkan 5 kawanan perampok yakni Rizal, jirin, Janu, Ali Bambang dan Haerudin masih diburu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Idhan Azis menjelaskan, perampokan terhadap truk tronton berisi minuman suplemen tersebut 28 Oktober 2009 lalu, di dekat gerbang Tol Delta Silicon Cikarang.

Kejadiannya berawal ketika sopir tronton, Makin Kuseri, 32 th, sedang memarkirkan truk tersebut di gerbang Tol Delta Silicon Cikarang, Bekasi. "Tiba-tiba truk tersebut dihadang oleh mobil Xenia dan dua orang turun langsung mengamcam korban dengan pistol," ujar Idhan yang didampingi Kasat Resmob AKBP Rivai, Kamis (26/11/2009). Selanjutnya kaki dan tangan korban serta keneknya diikat serta mulutnya dilakban, lalu dimasukan ke dalam mobil Xenia tersebut dan dibuang ke daerah Serang, Banten.

Pengakuan tersangka, lanjutnya, Hemaviton tersebut dijual ke kawasan pergudangan Pluit di Jakarta Utara serta uangnya dibagi rata lalu mereka berpencar.

Dari tangan tersangka Efri Frengky Silitonga, petugas menyita uang Rp 150.000 dan handphone (HP) yang digunakan untuk kejahatan tersebut.

* Komplotan Perampok Bertopeng Dibekuk

26-11-2009 17:47 Wib
PUSKOMINFO - Satuan Reserse Mobil (Resmob) Kriminal Umum Polda Metro Jaya membekuk komplotan perampok bertopeng yang kerap menggunakan senjata tajam untuk menjalankan aksinya.

Penangkapan bermula saat petugas membekuk satu pelaku bernama Syaeful, 40 th, di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (26/11/2009).

Dari pengembangan, petugas selanjutnya membekuk empat pelaku lainya yakni, Mawi Sanjaya, 41 th, Nemin, 36 th, Suryadi, 29 th, dan Amit, 49 th.

Dari kelima tersangka, petugas menyita uang barang bukti hasil kejahatan sebesar Rp 16 juta dan telepon genggam jenis Nokia.

Kasat Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Achmad Rivai mengatakan, komplotan itu terakhir kali beraksi di Kampung Gebang Cabang, RT 013 RW 05, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi.
Dalam aksinya, para pelaku berhasil mengasak 45 gram perhiasan emas dan uang tunai 16 juta.

"Mereka biasanya beraksi dengan menggunakan penutup wajah dan topi hitam. Mereka masuk ke dalam rumah korban dengan mencongkel jendela dan mengancam dengan senjata tajam”, ujar Rivai.

* Jelang Sore Jalanan di Ibu Kota Padat Merayap

26-11-2009 15:53 Wib
PUSKOMINFO - Menjelang sore hari, sejumlah ruas jalan di Ibu Kota terjadi kepadatan kendaraan. Arus lalu lintas yang padat merayap ini disebabkan meningkatnya volume kendaraan.

Dari pantauan TMC Dit Lantas Polda Metro Jaya, Kamis (26/11/2009) titik-titik kepadatan terjadi di pintu tol Senayan dan depan Mapolda Metro Jaya. Lalu lintas kendaraan juga padat di depan DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Selain itu, volume kendaraan yang meningkat menyebabkan Tol Semanggi, perempatan Jalan Ahmad yani, Jalan Pemuda-Pramuka tersendat. Begitu juga dengan kawasan Tomang dan S Parman terpantau merayap. "Jalanan macet umumnya karena volume kendaraan padat. Kalau genangan akibat hujan belum ada laporan," ujar petugas TMC.

* Untuk Cegah Tawuran Warga, Jalan Pintas Stasiun Manggarai Ditutup

26-11-2009 15:39 WIB
PUSKOMINFO - Jalan pintas yang membelah Stasiun Manggarai dengan Terminal Manggarai kini ditutup. Jalan itu ditutup guna mencegah tawuran antarwarga Jalan Bhakti dengan Jalan Tambak.

Kapolsek Metro Tebet Kompol Yopie Sepang mengatakan, “Penutupan jalan ini sebagai salah satu solusi untuk mensterilkan kawasan jalan pintas yang rawan tawuran sejak beberapa tahun lalu”.

“Polsek Metro Tebet sudah berkali-kali memberi arahan kepada warga untuk berdamai tetapi tidak digubris”, ujar Yopie.

Jalan tersebut sudah sekitar 2 mingguan ditutup. Sekarang warga harus melewati kolong (underpass) yang jaraknya lebih jauh dan juga gelap, minim penerangan.

* Akibat Hindari Kucing, Dua Mobil Bertabrakan

26-11-2009 15:06 Wib
PUSKOMINFO : Akibat menghindari kucing yang sedang melintas di Jalan Pangeran Antasari mengarah Fatmawati, Jakarta Selatan dua mobil bertabrakan, Kamis (26/11) pagi tadi sekira pukul 09.51 Wib. Dua mobil tersebut masing-masing Toyota Kijang bernopol B 7981 BT dan sedan bernopol B 1216 BQ.

Informasi dari Petugas Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Aipda Aritonang, kecelakaan tersebut terjadi akibat kendaraan Toyota Kijang bernopol B 7981 BT berhenti mendadak akibat menghindari kucing yang melintas, sehingga kendaraan sedan bernopol B 1216 BQ yang berada pada posisi belakang kijang. Menghantam kendaraan kijang yang berada di depannya.

”Beruntung pada peristiwa ini hanya menyebabkan kerugian materil saja," ujar Aritonang.

Namun akibat peristiwa itu arus lalu lintas di lokasi kejadian terjadi kemacetan.

* Perhatikan Ban Motor Saat Musim Hujan

Memasuki musim penghujan tahun ini, wajib bagi pengguna kendaraan bermotor roda dua untuk semakin berhati-hati karena jalan licin akibat guyuran hujan, plus kondisi jalan yang kian banyak yang berlubang.

Selain mengecek kesehatan motor, kondisi ban juga wajib diperhatikan agar Anda terhindar dari maut. Bagaimanapun, ban adalah bagian yang vital pada motor, terutama digunakan pada saat hujan. Untuk mendapatkan kinerja maksimal, ban harus dirawat dengan baik.

Ban yang aus akan berkurang kemampuannya baik dalam ketahanan maupun fungsi traksinya. Sebaiknya ban diganti jika kembang ban sudah tinggal sedalam 0.8 mm. Jangan menunggu ban benar-benar gundul. Karena Saat melewati genangan air, alur ban tersebut akan menyalurkan air ke arah samping ban. Jika alurnya sudah hilang, air tidak dapat disalurkan ke arah samping, yang berakibat ban terangkat di atas permukaan air.

Jika ini terjadi, perjalanan Anda diincar oleh maut, karena dengan daya cengkeram ban yang hilang akan membuat motor oleng. Untuk menghindarkan hal-hal yang tak diinginkan saat berkendara di musim hujan, sebaiknya gunakan tipe ban yang tepat sesuai dengan kondisi penggunaan, kapasitas pembebanan dan kecepatannya.

Selain itu, jika melakukan penggantian ban, sebaiknya menggunakan merk dan tipe yang sama antara ban depan dan belakang. Tipe kembang yang berbeda akan menyebabkan kinerja ban berlainan. Cara aman gunakanlah tipe ban yang direkomendasi oleh pabrikan sepeda motor yang Anda pakai, karena pasti pihak pabrikan sudah melakukan tes dengan berbagai kondisi cuaca.

Tekanan juga ban harus dijaga sesuai spesifikasi pabrikan. Meski hal ini sangat penting dan mudah untuk dilakukan, namun banyak pengguna motor yang tidak memperhatikannya.

Hal lain yang wajib diperhatikan adalah pemeriksaan tekanan angin pada ban. Sebaiknya sesuai standar, karena jika terlalu rendah tekanannya, motor terasa berat saat dikendarai dan akan mudah bocor karena ban bagian dalam akan bergesekan dan menimbulkan panas berlebih.

Sebaliknya jika terlalu kencang tekanannya akan terasa tidak stabil pada kecepatan menengah dan tinggi, karena permukaan ban yang menyentuh permukaan jalan terlalu kecil.

Setelah semua prosedur diikuti, jangan lupa memasang tutup pentil, karena meski kecil, alat ini dapat mencegah masuknya kotoran dan juga berfungsi sebagai penyekat tambahan.

Sementara bagi Anda yang memakai ban tubeless (tanpa ban dalam), usahakan saat mengganti ban dengan yang baru, ganti juga pentilnya karena pada pentil terdapat O ring yang terbuat dari karet yang akan berubah sifat kekerasan dan elastisitasnya seiring dengan waktu pemakaiannya. O ring yang sudah mengeras biasa akan retak sehingga mengakibatkan kebocoran.

Disarankan saat mengganti ban luar, ban dalam juga diganti bersamaan. Ban dalam yang sudah lama dipakai, akan mudah mengalami kebocoran. Apalagi jika sudah terlalu banyak tambalannya. Nah, sekarang Anda tinggal mengemudikan motor dengan hati-hati serta mematuhi peraturan lalu lintas, dengan demikian dijamin perjalanan Anda aman hingga ke tempat tujuan. [Tom]

* Lokasi SIM Dan STNK Keliling Hari Ini

PUSKOMINFO - Ingin mengurus SIM dan STNK dengan mudah? Lihat jadwal SIM dan STNK Keliling, Kamis, 26 November 2009 berdasarkan informasi Traffic Managemen Centrel (TMC) Ditlantas Polda Metro Jaya berikut ini :

Jakarta Selatan di Pos Polisi Kalibata

Jakarta Pusat di Gedung PELNI, Gajah Mada (STNK) dan SIM di LTC Glodok.

Jakarta Utara di Pos Polisi BPL Jembatan Tiga dan SIM Keliling di Mega Mall Pluit.

Jakarta Barat di Carefour Puri Indah Kembangan (STNK) dan SPBU Lama Joglo (SIM).

Jakarta Timur di depan Masjid At-Tien (STNK) dan SIM keliling Honda dewi Sartika.

Pelayanan SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan Sim C. Jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa diperpanjang di layanan SIM Keliling. Pengendara harus ke Satpas SIM di Jalan Daan Mogot KM 11 Cengkareng.

Pelayanan STNK Keliling juga hanya untuk memperpanjang STNK setiap tahun. Bukan pengesahan atau habis masa pengesahan STNK 5 tahun atau perubahan kendaraan yang lainnya.

* Crowd/Riot Control (Pengendalian Kerusuhan/Kerumunan Massa)

Orang-orang berkumpul dalam kelompok kecil dan besar dalam berbagai situasi karena berbagai alasan dan dengan akibat yang sangat berbeda. Sebagian besar kebersamaan ini tidak memiliki dampak segera pada polisi, beberapa menciptakan sedikit masalah, dan beberapa memicu konfrontasi antara polisi dengan anggota kelompok itu.

* Kejadian 26 Nopember 2009

1. Narkotika
Tgl. Kejadian : 25 Nopember 2009 Pukul 18.20 Wib.
TKP : Jl. Cempaka Baru Timur Kel. Cempaka Baru Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat.
Pelaku : Ujang Rosad Nurdin
Kronolgis kejadian: Pelaku kedapatan membawa, memiliki dan atau menggunakan narkotika jenis ganja.
Barang Bukti : 1 plastik warna hitam yang berisi 2 bungkus kertas koran berisi ganja dengan berat brutto 200 gram.
Ditngani : Dit Narkoba Polda Metro Jaya.

2. Psikotropika
Tgl Kejdian : 24 Nopember 2009 Pukul 16.45 Wib.
TKP : Hotel Condotel Golden Sky, Kamar 104 Jl. Taman Pluit Kencana No. 48 Penjaringan Jakarta Utara.
Pelaku : 1) Chiew Hock 2) Yeap Chee Keong 3) Teu Kien Chuan.
Kronologis Kejadian : Pelaku kedapatan membawa, memiliki dan atau menggunakan narkotika jenis shabu.
Barang Bukti : 1 plastik berisi kristal shabu dengan berat brutto 1090 gram dan 1 plastik berisi kristal shabu berat brutto 1100 gram.
Ditangani : Dit narkoba Polda Metro Jaya.

3. Pengeroyokan
Tgl Kejadian : 22 Nopember 2009 Pukul 05.00 Wib, Dilaporkan 25 Nopember 2009 Pukul 15.00 Wib.
TKP: Wisma Atlet Divif I Kostrad Cilodong Sukmajaya Depok.
Korban : Agus Andika, 22 th, TNI AD
Pelaku : 1) Adna 2) Syamsuri 3) Irfan 4) M. Amin 5) Sahudin 6) Marwandan Hanafi.
Saksi : Prada Ahong, Serma Arief, Serma Samsu, Praka Rohimin.
Kronologis kejadian: Saat korban sedang senam pagi, korban mematikan lampu teras rumah di TKP yang masih menyala. Setelah kembali akan berolah raga, para pelaku malah berteriak maling. Karena korban ketakutan sehingga melarikan diri namun tertangkap oleh pelaku dan langsung dipukuli, ditendang, disundut rokok dan disiram air panas serta diikat dengan tambang.
Ditangani : Polsek Metro Sukmajaya.

25 November 2009

* Edwin Upton Curtis

Edwin Upton Curtis (1861"1922), walikota dan komisaris polisi Boston, lahir di Roxbury, Massachusetts, putra seorang pedagang kayu. Setelah mengambil pendidikan di sekolah tata bahasa dan bahasa Latin di Roxbury, Curtis pergi ke Blue Family School untuk anak laki-laki di Farmington, Maine. Pada tahun 1882, di lulus dari Bowdoin College, kemudian belajar hukum di Boston University Law School, dan diizinkan menjadi pengacara di Suffolk County pada tahun 1885.

Ketertarikan awalnya pada Partai Republik membuatnya terpilih sebagai juru tulis kota Boston. Dua tahun kemudian ia meneruskan praktik hukumnya sambil melanjutkan keahliannya sebagai tenaga ahli pembaharuan masyarakat, dan tahun 1894 ia terpilih sebagai walikota Boston. Dia segera mengubah struktur wilayah dengan mengangkat komisi kepengurusan untuk menangani pemilihan, merevisi sistem pandanaan sekolah umum, dan menempatkan tiap departemen kepolisian di bawah kepemimpinan komisaris.

Setelah masa jabatannya sebagai walikota berakhir, ia berkecimpung dalam hukum lagi, tetapi tidak memalingkan perhatiannya dari pelayanan untuk umum, dan pada tahun 1918 ditunjuk sebagai komisaris polisi. Ia memegang jabatan itu pada saat gaji yang rendah berlaku baik bagi polisi barpangkat maupun tidak. Walikota Andrew J. Peters tak akan meningkatkan gaji sehingga para pensiunan polisi membentuk organisasi lokal yang bergabung dengan American Federation of Labor.

Curtis segera memberhentikan anggota organisasi tersebut dari tugasnya ketika lebih dari tiga perempat dari kepolisian ikut dalam aksi pemogokan (9 September 1919). Curtis kemudian mengumumkan bahwa tak satu pun polisi yang terlibat dalam aksi pemogokan akan diterima kembali. Tiba-tiba, semua perhatian tertuju pada Curtis karena rlalu menunjukkan kekuasaannya. Gubernur terpilih baru Massachussets Calvin Coolidge memberikan dukungannya, memberikan penekanan ini, “Tuan Curtis adalah komisaris polisi Boston ... Saya tak memiliki niat untuk memindahkan beliau sepanjang beliau menjadi komisaris dan saya akan mendukungnya.”

Kebutuhan akan dukungan itu segera menjadi jelas, ketika kehidupan Boston yang sederhana menangkap momen ini. Kekacauan dalam masyarakat, pelecehan terhadap para pejalan kaki, mempermainkan alarm kebakaran, dan sejumlah keisengan lain yang dilakukan oleh para pemuda pengacau merupakan tanda-tanda awal dari hilangnya kepatuhan pada hukum. Kemudian perilaku iseng itu berubah menjadi sifat yang suka merusak dan merampas.

Suara kaca pecah memenuhi udara, demikian juga teriakan, tangisan, dan juga tembakan pistol. Sekelompok kecil polisi yang tidak terlibat berusaha untuk menghentikan kerusuhan itu, tetapi justru mendapat ancaman kematian. Anarki berlangsung selama beberapa hari sampai polisi yang loyal, Massachussets State Guards, dan sukarelawan sipil membentuk pasukan darurat yng dipimpin oleh Curtis. Bersama-sama mereka menghadapi kerusuhan itu. Seluruhnya 8 orang meninggal, seorang di antaranya petugas patroli, 21 orang tertembak, dan setidaknya 50 orang luka-luka. Kerusakan harta benda mencapai sepertiga juta dolar.

Walikota Peters menyalahkan Curtis atas malapetaka ini, dan berlawanan dengan kenyataan, memuji dirinya sendiri atas pulihnya keadaan. Dengan berani, Curtis “si penghalang” sibuk membentuk satuan kepolisian yang baru, tetapi sebagai penyebab kesalahan ia hanya menerima sedikit dukungan dari para politikus kota dan tenaga kerja terorganisasi yang menentangnya. Meskipun demikian, ia berhasil menghalangi masuknya para pemogok dan merekrut orang yang tidak patuh.

Baginya, polisi melepaskan haknya untuk melakukan pemogokan sejak hari mereka dilantik; mereka tidak seperti para pekerja lainnya yang berkewajiban menjaga kedamaian, barang yang mudah pecah seperti yang telah ditunjukkan oleh aksi pemogokan itu. Bagi para pendukung tenaga kerja, tentu saja Curtis adalah seorang diktaktor; bagi publik ia adalah pahlawan.

Pekerjaan yang berat untuk membangun kembali satuan kepolisian melelahkan Curtis, sejak tahun 1921 kesehatannya memburuk. Teman-temannya mendesaknya untuk pensiun, namun ia tak dapat melakukannya. Apa yang ia perjuangkan dalam perekrutan polisi—bahwa seluruh pasukan polisi yang terpercaya dan bekerja dengan rajin—mulai menggerogoti kekuatannya. Pemogokan pada tahun 1919 harus dipulihkan, dan ia sampai pada akhir perjuangannya untuk kepolisian dan dirinya sendiri, meninggal saat bertugas.

Percetakan Boston menyampaikan pemberitahuan berita kematian yang panjang sebagai penghormatan bagi Edwin Upton Curtis yang banyak difitnah. Dia telah mengorbankan dirinya sendiri untuk memikirkan kepentingan orang lain.

* Nyaman Berwisata Di musim Hujan

Musim hujan diperkirakan masih akan turun di bulan Februari. Padahal bulan ini banyak kegiatan wisata atau event yang menarik untuk dilihat dan dilakukan seperti saat Tahun Baru Imlek dan Hari Valentine.

Bagi Anda yang sudah merencanakan liburan pada saat momen tersebut baik bersama keluarga maupun pasangan, tidak perlu membatalkannya karena hujan. Hanya saja Anda perlu sedikit mempersiapkan segala sesuatunya, seperti pepatah "sedia payung sebelum hujan". Untuk lebih lengkapnya simak panduan menikmati wisata kala musim hujan berikut ini.

1. Setelah mengetahui kemana tujuan Anda berlibur, sebaiknya tentukan pula dengan menggunakan kendaraan jenis apa Anda mencapai lokasi? Apakah dengan pesawat, kapal laut, kereta, mobil pribadi atau menggunakan bus jasa travel agent. Paling simple kalau kita menggunakan travel agent, sebab segalanya telah diatur dan biasa pihak travel agent dibekali dengan pemahaman dan perbekalan untuk mengantisipasi hujan, seperti penjemputan ke rumah Anda dan mobil yang disiapkan untuk bisa melewati banjir sekalipun.

2. Tapi apabila Anda memilih menggunakan pesawat, kapal laut atau kereta sebaiknya dari perusahaan jasa angkutan yang memiliki reputasi baik dan terpercaya dalam hal keselamatan. Anda harus booking tiket dari jauh hari untuk mengantisipasi kehabisan tiket, dan harus siap apabila keberangkatannya ditunda karena cuaca yang buruk. Untuk itu Anda bisa membawa makanan ringan, buku bacaan atau mendengarkan musik dari MP4 Player atau Walkman, ketika menunggu.

3. Hindari sebisa mungkin menggnakan kapal laut, ferry, perahu saat kondisi laut masih bergelombang tinggi. Kalau Anda memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan sebaiknya tidak menggunakan kendaraan yang memungkinkan mesin atau knalpotnya mudah terendam banjir, karena dikhawatirkan bisa mengakibatkan kendaraan mogok di jalan. Sebelum berangkat, pastikan ban dalam kondisi baik.

4. Musim hujan meyebabkan jalan menjadi licin, untuk memastikan kendaraan Anda tidak mudah tergelicir pastikan anda memakai ban khusus basah atau paling tidak 'kembang' atau motif ban Anda masih tebal. Aki (Accu) bila musim hujan atau udara dingin Aki sering ngadat, untuk itu Anda harus mengecek kondisi Aki dan sering menghidupkan mobil sekadar untuk memanaskan mesin pada pagi atau setelah hujan.

5. Lampu-lampu ini penting, periksa semua lampu-lampu pastikan tidak ada yang redup atau mati bahkan bila perlu anda mengganti lampu khusus kabut. Agar tidak nembahayakan Anda dan orang lain. Wiper dan Tandom air wiper, karet wiper masih dalam kondisi baik dan tandom air wiper pastikan terisi. Hal ini untuk menjaga pandangan Anda agar tidak terganggu hujan.

6. Bawa perlengkapan sesuai musim hujan, antara lain jas hujan, payung atau ponco. Bukan mustahil di tengah hujan deras sewaktu-waktu Anda harus terpaksa keluar dari kendaraan karena suatu keperluan. Untuk siapkan payung atau jas hujan. Selain itu terpal khusus pun dibutuhkan untuk menutup bagasi di atap mobil Anda yang mungkin penuh oleh-oleh. Senter sebagaimana fungsinya, senter dengan ukuran voltase cukup besar akan sangat menolong dalam perjalanan. Jangan lupa baterei cadangannya.

7. Ada baiknya barang bawaan anda ditempatkan pada koper atau tas yang memiliki cover pelindung air atau setidaknya dari bahan yang tidak mudah menyerap air. Hujan selain mengganggu perjalanan juga bisa menimbulkan berbagai penyakit, untuk itu selain menggunankan payung atau jas hujan sebaiknya juga mengenakan jaket atau sweater juga obat flu dan balsem untuk menghalau dingin. Untuk perjalanan melalui laut bawa juga obat anti mabuk karena terkadang badai di laut bisa membuat pusing.

8. Bawa pula pelembap karena udara dingin bisa menyebabkan kulit kering. Pada musim hujan dengan kelembaban tinggi bisa membuat bakteri, virus, kuman dan jamur tumbuh subur, terutama daerah tropis seperti negara kita ini. Tidak salah kalau kita melakukan vaksinasi atau suntikan sebelum bepergian untuk membuat tubuh kita kebal akan suatu virus tertentu, macam penyakit malaria, demam berdarah atau flu.

Bila semua Anda persiapkan dengan matang, Anda tak perlu ragu lagi untuk tetap berwisata meski musim hujan.

Sumber: Majalah Travel Club

* Toko Obat 'Daftar G' Digerebek

25-11-2009 08:14 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Polda Metro Jaya menggerebek toko obat yang menjual obat keras "daftar G" yang menyalahi Undang-Undang Kesehatan. Penggerebekan dilakukan di dua tempat berbeda pada tanggal 23 dan 24 Nopember 2009, kemarin.

Penggerebekan pertama dilakukan di Apartemen Mitra Bahari Tower A Lt. 25 kamar No. 3 Jakarta Utara, Senin (23/11/2009). Petugas menangkap seorang tersangka pemilik obat berinisial RF. Dari apartemen tersebut, petugas menyita 1 bungkus plastik berisi 99 butir tablet warna hijau berlogo Dollar.

Penggerebekan kedua dilakukan pada Selasa (24/11/2009) di Toko Sultan Jl. Luar Batang V Rt. 02/03 No. 5 Penjaringan Jakarta Utara. Petugas menangkap AR berikut barang bukti berupa obat keras "Daftar G" yang melanggar Undang-Undang tentang Kesehatan.

Kini kedua tersangka sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

* Kejadian 25 Nopember 2009

1. Penemuan Mayat
Tgl. Kejadian : 24 Nopember 2009 Pukul 21.00 Wib.
TKP : Jl. Pemuda III No. 42 Rt. 10/03 Rawamangun Jakarta Timur.
Korban : Dodi Iskandar, 28 th, alamat Jl. Cempaka Putih Barat Rt. 04/07.
Saksi : Buyung, 60 th.
Kronologis Kejadian: Saksi mengetuk pintu korban namun tidak ada jawaban. Setelah dibuka Saksi menemukan korban telah meninggal dunia. Diduga korban meninggal dunia akibat over dosis karena ditemukan bekas muntahan di kasur dan mulut korban mengeluarkan busa. Korban dibawa ke RSCM untuk otopsi.
Ditangani : Polsek Metro Pulogadung.

2. Penggelapan
Tgl. Kejadian : 24 Nopember 2009 Pukul 18.30 Wib.
TKP : Mall Taman Anggrek Jakarta Barat.
Korban : Johanes Hermanto, 70 th, alamat Jl. Duri Utama Raya No. 37 Rt. 11/07 Kebon Jeruk Jakarta Barat.
Pelaku : Suparjo, dalam pengejaran.
Saksi : 1) Eni Suryaningsih 2) Linda Herlinda 3) Rinto 4) Sukardi
Kronologis Kejadian : Pelaku bekerja sebagai sopir pribadi korban. Korban minta diantar ke TKP, ketika korban akan pulang dan mencari sopir serta kendaraannya ternyata sudah tidak ada. Pelaku diduga membawa kabur mobil korban Honda City B-1898-EO.
Ditangani : Polda Metro Jaya.

24 November 2009

* Constable

Dalam banyak hal constable melakukan tugas yang sama dengan sheriff. Mereka mengurusi adminsitrasi yuridis bagi pelaku kejahatan dan masyarakat, memindahkan tahanan, menarik tunggakan pajak dan hutang pemerintah, dan memberikan bantuan darurat jika dibutuhkan. Berbeda dari sheriff, constable kini tidak lagi berwenang memelihara ketertiban atau menyelidiki kejahatan seperti dulu. Tiga puluh tujuh negara bagian memiliki constable; sembilan negara bagian tidak pernah mengenal constable; dan negara bagian lainnya dulu pernah mengangkat constable tetapi sekarang tidak lagi. Di beberapa negara bagian, constable dipilih, di negara bagian lain diangkat. Constable bertugas di wilayah perkotaan dan perdesaan dan seperti halnya sheriff mempunyai wewenang untuk bertindak atas nama.

History (Sejarah)
Kata constable berasal dari bahasa Latin comes stabuli yang bermakna “kepala istal”. Pada zaman Romawi kuno, orang yang pertama-tama menjalankan peran constable adalah para pelayan terpercaya yang menjaga istal kerajaan dan persenjataan. Orang Prancis memperkenalkan posisi constable pada hukum Inggris, menyusul invasi bangsa Norman ke Kepulauan Inggris pada tahun 1066 M. Dengan tugas yang lebih luas daripada tukang kuda, constable menjaga milisi dan persenjataan raja agar siap untuk digunakan mempertahankan masyarakat desa di seluruh Inggris. Tak lama kemudian, Lord High Constable diangkat untuk mewakili raja dalam semua urusan militer dan mempunyai kekuasaan yang besar. Di Prancis, jabatan yang sama memiliki wewenang yang bahkan lebih besar.

Constable Prancis selalu berada di samping raja dalam urusan kenegaraan. Para constable Inggris yang lebih rendah, petugas sipil publik beroposisi dengan petugas militer, bertindak sebagai legiun penegak dari Lord High Constable. Blackstone Commentaries on the Common Law memberi penjelasan yang luas mengenai tugas dan wewenang constable. Constable mendapat kepercayaan untuk menarik pajak, menahan pelanggar hukum, melakukan pencarian, memindahkan tahanan, dan melayanani administrasi kriminal dan sipil. Bahkan toko obat lokal harus membuka buku dan catatannya pada constable.

Di koloni Amerika, constable merupakan aparat penegakan hukum pertama. Tugasnya beragam berdasarkan tempatnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dilayani. Biasanya, constable menera berat dan ukuran, menyurvei tanah, mengumumkan pernikahan, dan membuat semua jaminan. Selain itu, dia menjatuhkan hukuman fisik dan memelihara ketertiban. Constable pertama yang tercatat adalah Joshua Pratt dari koloni Plymouth (1634).

Tanggung jawab utamanya adalah menjaga kewaspadaan terhadap tindak kekacauan dengan mengatur penangkalan (ward) di siang hari dan penjagaan (watch) di malam harinya. Yang menarik, pemukim New England telah mengangkat seorang constable suku Indian yang mengawasi deputi Indian dalam komando mereka. Di kota berpenduduk padat seperti New York, sepasukan constable berkeliling menjalankan tugasnya. Jacob Hays yang gigih bertugas sebagai high constable di New York selama 40 tahun dan mempunyai reputasi dalam penegakan hukum yang keras.

Di kota yang lebih muda di kawasan barat, seperti St. Louis, constabulary merupakan pelopor kepolisian reguler. Menjadi petugas penegak hukum yang pertama di daerah koloni (AS) tidak menjamin keamanan pekerjaan. Seperti halnya yang terjadi pada sheriff, munculnya kepolisian yang tersentralisasi pada pertengahan tahun 1800-an mengurangi kebutuhan akan pelayanan mereka. Meski demikian, constable masih bertahan hingga 150 tahun kemudian.

Lack of Cohesion (Kurangnya Kerekatan)
National Constables Association (NCA) dibentuk pada tahun 1973 di New Jersey sebagai National Police Constables Association (NPCA). Hanya sedikit yang masuk NPCA sehingga pada tahun 1976 beberapa anggota yang berdedikasi memindahkan asosiasi tersebut ke Pennsylvania yang dibentuk menjadi NCA. Penghilangan kata “polisi” dari nama itu menunjukkan kemandirian yang dapat merenggangkan hubungan baik. Agaknya polisi, sheriff, dan constable tidak dapat bersanding satu dengan yang lain.

Jika pendanaan pemerintah rendah, polisi percaya mereka harus mendapatkan bagian terbesar. Tidak hanya uang tetapi juga wewenang dan yurisdiksi dipertaruhkan. Sebagian polisi melihat sheriff terlalu haus kekuasaan dan constable sebagai perebut jatah mereka, sedangkan sheriff dan constable memperingatkan polisi mengenai warisan kekayaan mereka dan tidak dapat memahami mengapa saudara mereka terlalu monopolistik. Berbicara atas nama NCA, wakil dari Pennsylvania, Peter H. Kostmayer, menegaskan nilai constable bagi AS:

Semakin banyak daerah yang merasa sulit membayar gaji dan tunjangan polisi patroli baru. Constable merupakan kontraktor yang mandiri secara legal yang membayar asuransi kecelakaan, asuransi kesehatannya sendiri, menggunakan kendaraan darurat dan seragam mereka sendiri, dan peralatan komunikasi radio sendiri... Bagaimanapun, constable dapat dibayar pelayanannya dengan dasar gaji, dihitung per jam, atau upah plus bonus keuntungan tanpa biaya yang dibebankan pada pembayar pajak.

Karena constable dikenai sanksi hukum untuk menjalankan tugas pencegahan nonkriminal di bawah arahan kepala kepolisian, untuk menangani berkas perkara dan untuk menjalankan berbagai tugas bagi komisaris county dan kota setempat, mereka harus bekerja keras. Itu semua pekerjaan yang diremehkan polisi reguler dan tidak harus mereka lakukan karena tugas utama mereka dalam mencegah kejahatan. Namun, keretakan sporadis terus berlanjut untuk memisahkan constable, polisi, dan sheriff. Sensus nasional constable dan deputy-constable tidak diketahui. Perkiraan constable untuk Pennsylvania sebagai daerah asal National Constables Association adalah 5.000 personel.

NCA telah mengusulkan pada Presiden Bill Clinton agar posisi constable menjadi bagian dari paket pekerjaan untuk mendorong perekonomian (1993). Usulan itu meminta tiga juta posisi baru yang akan menjamin keberlangsungan constable dan tawar-menawar biaya yang efektif untuk pemerintah. Jika sekarang AS masih mengikuti model Inggris, constable akan menjadi polisi independen seperti dulu. Di seluruh Inggris Raya, kepolisian disebut constabulary dan petugas berpangkat tertinggi adalah chief constable, kecuali London Metropolitan Police Force, New Scotland Yard, yang dipimpin oleh seorang komisaris, wakil dan asistennya, serta jajaran komandan.
Informasi diberikan oleh
National Constables Association.

Constitutional Right to Privacy (Hak Privasi berdasarkan UUD)
Mahkamah Agung telah menetapkan bahwa Konstitusi menjamin hak pribadi semua warga Amerika. Pengadilan beranggapan bahwa pegawai pemerintah mempunyai harapan privasi dari campur tangan pemerintah lebih sedikit daripada warga biasa. Dalam menyeimbangkan hak privasi petugas kepolisian dengan kebutuhan badan penegak hukum, pengadilan telah membolehkan badan penegak hukum mempunyai diskresi yang lebih besar untuk mengatur wilayah di mana orang Amerika secara khusus memiliki ekspektasi privasi yang tinggi.

Hingga tahun ‘50-an, Mahkamah Agung menerapkan doktrin hak istimewa yang memberikan wewenang luas kepada pemberi kerja dalam pemerintah untuk mengatur tindakan pegawai negeri di dalam dan di luar pekerjaan dalam hubungan kerja publik. Misalnya sebagian besar lembaga negara melarang karyawan mengkritik di muka publik manajemen tempat mereka bekerja. Pemberi kerja lain melarang karyawan mereka terlibat dalam tindakan pribadi atau publik yang melanggar standar moral yang berlaku. Badan penegak hukum, tentu saja, meminta pegawainya untuk patuh pada standar tata krama yang sangat ketat.

Mahkamah Agung, melalui serangkai kasus besar yang diputuskan pada tahun ‘60-an dan ‘70-an, mengubah hubungan konstitusional antara pemberi kerja dan pegawainya. Mahkamah Agung mengeluarkan aturan yang melarang pemberi kerja membatasi dengan sewenang-wenang penggunaan hak konstitusional pegawai negeri di dalam atau di luar pekerjaan. First Amendement, menurut Mahkamah Agung, memberi pegawai hak bicara mengenai masalah kepentingan publik dan untuk masuk organisasi pilihan pegawai yang bersangkutan. Fourth Amendement membatasi pencarian dan penyitaan pegawai negeri tanpa alasan yang jelas. Fith Amendement dan Fifteenth Amendement menjamin prosedur pembelaan hak pegawai negeri dalam tindakan personalia.

Sepanjang periode perluasan yudisial hak konstitusional pegawai negeri, Mahkamah Agung mengakui bahwa pemberi kerja tetap mempunyai wewenang untuk membatasi penggunaan hak konstitusional fundamental pegawai negeri, jika kebutuhan untuk melindungi kepentingan publik melebihi hak pegawai negeri untuk menggunakan hak mereka.

* Tips Sehat Dengan Mengurangi Gula

Suatu penelitian pada tikus memberikan bukti ilmiah seperti yang telah diketahui oleh para pelaku diet, yakni gula dapat menyebabkan ketagihan.
“Mengonsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan otak berperilaku sangat mirip dengan kondisi saat terjadi penyalahgunaan obat,” menurut Bart Hoebel, seorang tokoh dari Princeton University di New Jersey, yang telah mempresentasikan penemuannya pada sebuah pertemuan American College of Neuropsychopharmacology di Scottsdale, Arizona, AS.

Dia mengatakan konsumsi yang berlebihan pada air gula telah menciptakan perilaku dan bahkan peru-bahan neurokimia atau neurochemical (adalah molekul organik yang terlibat dalam aktivitas sistem saraf) pada tikus yang menyerupai perubahan ketika

“Hewan-hewan ini memperlihatkan tanda-tanda penarikan diri dan efek lanjut jangka panjang yang mirip dengan tanda-tanda kecanduan,” kata Hoebel dalam wawancara telepon. Pada satu eksperimen, tikus percobaan diberi minum air gula setelah puasa semalaman selama tiga minggu berturut-turut.hewan atau orang mengonsumsi zat-zat yang disalahgunakan.

“Apa yang kami temukan adalah pemberian air gula itu kemudian melepaskan gelombang (bahan kimia di otak) dopamine (salah satu sel kimia dalam otak, sejenis neurotransmiter atau zat yang menyampaikan pesan dari satu syaraf ke syaraf yang lain). Zat ini merupakan bagian dari otak yang berhubungan dengan motivasi dan ganjaran, yakni nucleus accumbens,” kata Hoebel.

“Telah lama diketahui bahwa obat-obatan yang disalahgunakan melepaskan atau menambah tingkat dopamine di bagian otak tersebut. Di sini, gula mengerjakan suatu hal yang biasa dilakukan oleh obat-obatan yang disalahgunakan,” lanjutnya.

Dia mengatakan hal ini nampaknya bukan soal gula itu sendiri, tapi perilaku mengonsumsi gula yang berlebihanlah yang memiliki dampak.

Pada percobaan yang lain, tikus-tikus makan melalui cara ini kemudian meniadakan gula untuk beberapa minggu. Ketika mereka diijinkan makan gula lagi, mereka mengonsumsi lebih dari sebelumnya.
“Hal ini hampir sama ketika mereka ketagihan gula,” lanjutnya.

Ketika tim Hoebel memberikan alkohol pada tikus-tikus sebagai pengganti air gula, tikus yang diberi air gula tersebut meminum alkohol lebih dari batas normal. Dan mereka juga memperlihatkan tanda-tanda tingkah laku yang hiperaktif ketika diberi suatu dosis normal amphetamine (zat yang bersifat psikostimulansia, penyalahgunaan obat tersebut akan menyebabkan gangguan mental dan perilaku) yang tidak berbahaya.

Kita belum mengetahui efeknya pada manusia, kata Hoebel.

“Kesimpulannya adalah adanya hubungan antara penyalahgunaan substansi yang secara tradisional di- definisikan sebagai penyimpangan seperti misalnya kecanduan obat dan perkembangan keinginan abnormal pada substansi alami, dalam kasus ini adalah gula,” katanya.

Dia mengatakan kesimpulan ini dapat berimplikasi pada manusia yang mempunyai pola makan tidak teratur, seperti makan yang berlebihan atau bulimia (gangguan perilaku makan, yakni makan dalam jumlah sangat berlebihan kemudian memuntahkan kembali makanan yang telah ditelan).

Melanie Miller, seorang juru bicara wanita untuk Sugar Association, Perserikatan Gula dari suatu kelom-pok industri, mengatakan sampai saat ini tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa gula menyebabkan ketagihan pada manusia.

Studi ini didukung oleh National Institute of Drug Abuse dan National Institute of Mental Health.

* KEJADIAN TANGGAL 24 NOPEMBER 2009

1. PENCURIAN DENGAN KEKERASAN SENJATA TAJAM
Tanggal : 24 Nopember 2009 jam 02.00 WIB.
TKP : Jl. H Murtado depan Puskesmas Tugu Utara Koja, Jakut.
Pelaku : 4 orang lidik.
Korban : Zulkifli, 27 tahun, Jl. Rawa Badak Koja Jakut.
Kronologis : Pelaku berusaha mengambil 2 unit HP dan uang senilai Rp 300.000,- dengan cara mengancam dan mengalungkan celurit pada leher korban total kerugian Rp 1.950.000,-
Ditangani : Sektro Koja.

2. PENEMUAN NARKOTIKA
Tanggal 23 Nopember 2009 jam 03.40 WIB.
TKP : X-RAY Gapura Angkasa Gedung 510 Cargo Domestik Bandara Soetta.
Pelaku : Lidik.
Saksi : Asep Sanuardi dan H. Mukimin Untung. Al: Kp. Baru RT 01/04 Jurumudi Benda Tangerang.
Kronologis : saksi melihat sebuah bungkusan yang melewati X-RAY. Ketika di periksa terdapat 3 bungkus Alumunium foil yang berisi tablet diduga jenis ekstasi dengan ciri : warna biru dan berlogo mercy. Tablet berjumlah 5990 butir. Rencananya bungkusan tersebut akan dikirim ke Jl. 28 Oktober Perum Dwi Ratna Jalur III/5 Pontianak AN. Efendi.
BB : 3 bungkus Alumunium foil berisi tablet sebanyak 5990 butir.
Ditangani : Restro Bandara Soetta.

* Layanan SIM-STNK Keliling Hari Ini

24-11-2009 08:36 Wib
PUSKOMINFO - Ingin mengurus SIM dan STNK dengan mudah? Lihat jadwal SIM dan STNK Keliling, Selasa 24 November 2009 berdasarkan informasi Traffic Managemen Centrel (TMC) Ditlantas Polda Metro Jaya berikut ini :

Jakarta Selatan di Pos Polisi Kalibata (STNK) dan SIM keliling tidak beroperasi.

Jakarta Pusat di Gedung PELNI, Gajah Mada (STNK) dan SIM keliling tidak beroperasi.

Jakarta Utara di Pos Polisi BPL Jembatan Tiga dan SIM Keliling tidak beroperasi.

Jakarta Barat di Carefour Puri Indah Kembangan (STNK) dan SPBU Lama Joglo (SIM).

Jakarta Timur di depan Masjid At-Tien (STNK) dan SIM keliling tidak beroperasi.

Pelayanan SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan Sim C. Jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa diperpanjang di layanan SIM Keliling. Pengendara harus ke Satpas SIM di Jalan Daan Mogot KM 11 Cengkareng.

Pelayanan STNK Keliling juga hanya untuk memperpanjang STNK setiap tahun. Bukan pengesahan atau habis masa pengesahan STNK 5 tahun atau perubahan kendaraan yang lainnya.

* Kejadian 24 Nopember 2009

1. Percobaan Curas
Tgl. Kejadian : 23 Nopember 2009 Pukul 03.15 WIB.
TKP : Jl. Kranji Rt. 03/06 No. 20 Ciganjur, Jagakarsa Jakarta Selatan.
Korban : Rudi Zulkarnaen, 17 th, Warga Jl. Jambu II Rt. 05/02 Jagakarsa Jakarta Selatan.
Pelaku : Suhari cs, 44 th,dalam pengejaran.
Saksi : 1) Muh. Amin, 40 th. 2) Fahrurozi.
Kronologis Kejadian : Pelaku masuk ke TKP dengan cara mencongkel jendela. Aksi pelaku diketahui saksi dan korban, kemudian saksi 1 tertusuk oleh pelaku mengenai lambung kiri, sedangkan korban tertusuk mengenai alat kelaminnya sehingga korban meninggal dunia di RS. Marinir Cilandak.
Barang bukti : Sebilah pisau dapur.
Ditangani : Polsek Metro Jagakarsa.

2. Penyalahgunaan narkotika Jenis Ganja.
Tgl. Kejadian : 23 Nopember 2009 Pukul 19.30 Wib.
TKP : Jl. Pulogebang Permai Blok D-10 Rt. 07/09 Kel. Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.
Pelaku :1) Nurhadi alias Beler 2) Muhidin alias Midin.
Kronologis Kejadian : Pelaku kedapatan membawa, menyimpan dan menggunakan narkotika jenis ganja.
Barang Bukti : 13 bungkus amplop ganja kering.
Ditangani : Polsek Metro Cakung.

3. Penemuan Narkotika
Tgl. Kejadian : 23 Nopember 209 Pukul 03.40 Wib.
TKP : X-Ray Gapura Angkasa Gedung 510 cargo Domestik Bandara Soekarno-Hatta.
Pelaku : Dalam lidik.
Saksi : 1) Asep Sanuardi. 2) H. Mukimin Untung.
Kronologis Kejadian : Saksi melihat sebuah bungkusan yang melewati X-Ray. Ketika diperiksa terdapat 3 bungkus alumunium foil yang berisi tablet diduga jenis ecstasy dengan ciri warna biru dan berlogo mercy. Tablet berjumlah 5990 butir. Rencananya bungkusan tersebut akan dikirim ke Jl. 28 Oktober perum Dwi Ratna Jalur III/5 Pontianak An. Efendi.
Ditangani : Polres Bandara Soekarno Hatta.

23 November 2009

* Tips Atasi Batu Ginjal

Batu ginjal, merupakan salah satu penyakit yang cukup banyak diderita. Selama 20 tahun terakhir, penderita batu ginjal semakin meningkat. Bukan saja terjadi di Amerika Serikat, demikian juga di Indonesia. Di Indonesia sendiri, batu ginjal merupakan salah satu penyebab utama terjadinya Gagal Ginjal Kronik (GGK).

Batu ginjal terutama dialami oleh mereka yang berusia antara 20 hingga 40 tahun. Walaupun lebih sering dialami oleh mereka yang berjenis kelamin pria, tapi akhir-akhir ini kecenderungan juga meningkat diantara kaum wanita. Saat satu atau dua batu terbentuk, maka akan mudah terbentuk batu lebih banyak lagi.

Memang, penyakit-penyakit tertentu seperti infeksi saluran kemih, dan juga kecenderungan dalam keluarga, mempermudah seseorang untuk menderita batu ginjal. Tapi usaha pencegahan akan dapat menurunkan risiko batu ginjal. Beberapa tips diberikan oleh the National Kidney Foundation dalam mencegah dan mengatasi terjadinya batu ginjal:

1. Banyak minum, terutama air putih. Jangan hanya minum saat kita merasa haus. Haus sebenarnya merupakan tanda bahwa tubuh kita sudah mengalami kekurangan cairan (dehidrasi).

2. Bila ditemukan gejala-gejala seperti nyeri pada daerah pinggang, disertai mual dan muntah, air seni terlihat kemerahan, lebih sering berkemih, kadang dapat disertai dengan demam, ini dapat merupakan gejala dari batu ginjal. Cepatlah periksa ke dokter.

3. Untuk mendiagnosanya, dokter biasanya melakukan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan laboratorium untuk darah dan air seni, USG, atau ronsen khusus dengan IVP (Intra Venous Pielography) yang dapat melihat keadaan batu di dalam ginjal.

5. Batu yang kecil dapat keluar dengan sendirinya. Pengobatan yang lebih lanjut diperlukan jika batu tersebut berukuran besar, terjadi gangguan dalam keluarnya air seni, infeksi, perdarahan terus menerus atau bahkan kerusakan ginjal bila tidak segera diatasi.

* Contract Police (Polisi Kontrak)

Sebelumnya, mengontrakkan (contracting) belum dianggap sebagai kebutuhan yang sangat penting dalam penyediaan pelayanan publik, khususnya di seputar penegakan hukum. Namun, saat ini perhatian semakin meningkat. Mengontrakkan pekerjaan dalam peradilan pidana telah menarik kepentingan tertentu, khususnya dalam hal rehabilitasi.

Masih sering dikatakan bahwa departemen kepolisian merupakan lembaga kota yang fundamental, yang mewakili kekuasaan yang paling mendasar dari pemerintah. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila banyak orang terkejut ketika mengetahui bahwa banyak pemerintah daerah mengontrakkan beberapa atau semua aspek kepolisian. Misalnya Robert Poole mengutip sejumlah contoh kontrak kerja swasta dan antarpemerintah untuk memberikan pelayanan kepolisian yang lebih baik.

Pada tahun 1984, sebuah studi menyeluruh yang dilakukan oleh International City Management Association memberikan satu indikasi yang bagus dari lingkup strategi inovatif ini. Sebagai contoh, dalam wilayah pencegahan kejahatan dan patroli, hanya 74 persen dari 1.660 kota dan county yang disurvei memberikan pelayanan ini yang dilakukan oleh mereka sendiri. Sementara itu, 5 persen di antaranya (83 komunitas) memanfaatkan kontrak antarpemerintah, 3 persen di antaranya dengan kalangan swasta, dan 2 persen dengan organisasi nirlaba, biasanya asosiasi warga. Dukungan pelayanan seperti pelatihan dan pekerjaan laboratorium merupakan jenis pelayanan yang sering dikontrakkan.

Why contract? (Mengapa kontrak? )
Ketika pemerintah daerah membangun angkatan kepolisiannya sendiri, ukuran dan yurisdiksinya sebagian besar ditentukan oleh populasi dan batas wilayah kota. Beberapa pertimbangan yang sekiranya muncul: Apakah masyarakat terlalu kecil untuk memiliki departemen yang lengkap dan terlatih? Apakah masyarakat terlalu luas untuk mempertemukan berbagai macam kebutuhan warga hanya dengan satu metode dan gaya kepolisian? dan Apakah masyarakat telah mampu membatasi permasalahan yang “mengandung” penegakan hukum? atau Apakah kejahatan dan lalu-lintas telah tersebar dari dan ke lingkungan masyarakat lain?

Lembaga kepolisian besar mampu membiayai pelatihan, perlengkapan, dan spesialisasi, sementara yang angkatan kecil hanya mampu memimpikannya. Namun, petugas polisi hampir bersepakat dalam menekankan fakta bahwa kerja sama dan bantuan masyarakat sangat penting untuk menegakkan hukum secara efektif. Departemen yang berada di kota besar tampaknya tidak mampu mencapai hubungan personal yang dekat dengan warga kota dibandingkan angkatan kepolisian di pinggir kota. Lembaga penegak hukum tampaknya sering terjerat dilema dalam kebutuhan untuk memperoleh cara yang bermanfaat bagi kepolisian besar dan kecil secara bersamaan.

Kontrak menawarkan jalan keluar dari dilema ini, menawarkan manfaat bagi pengawasan baik dalam komunitas kecil maupun besar dan produk khusus dalam skala besar. Hal ini hanya didasarkan pada satu pemikiran sederhana bahwa pemerintah daerah dapat menawarkan pelayanan bagi warganya tanpa harus memproduksi pelayanan itu sendiri. Kesepakatan kontrak berlangsung ketika satu unit pemerintah membayar unit pemerintah lain atau pihak swasta untuk memberikan pelayanan publik bagi warganya. Kontrak memisahkan unit pemerintah, yang menentukan jenis dan tingkat pelayanan yang diinginkan, dengan penyedia layanan yang ada.

Kontrak dapat meningkatkan pelayanan publik berdasarkan dua alasan. Pertama, dengan adanya pemisahan antara permintaan dan pembiayaan memungkinkan kedua fungsi melakukan tugasnya dengan lebih efektif. Pembagian permintaan dan persediaan memungkinkan masyarakat memperoleh keuntungan baik besar maupun kecil. Dengan sistem ini, pemerintah daerah tetap menguasai wewenang untuk menentukan jenis, jumlah, dan biaya pelayanan dalam negosisasi dengan satu atau lebih penyedia jasa. Dengan demikian, pengawasan komunitas tetap terjaga.

Secara bersamaan, penyedia layanan publik, seperti pemerintah county, dapat melayani banyak komunitas dan karenanya dapat mencapai skala ekonomi dalam produksi, menawarkan pelayanan khusus, dan menyediakan koordinasi pemecahan masalah antaryurisdiksi. Tiap komunitas akan memperoleh pelayanan yang diinginkan, alih-alih terpaksa mengkompromikan nilai yang dimiliki dengan nilai komunitas lain. Warga dapat memperoleh jenis pelayanan yang mereka inginkan sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Pejabat kota, yang terbebas dari tanggung jawab mengawasi (dan melindungi), beralih menjadi juru bicara bagi warganya dalam berhubungan dengan kontraktor.

Keuntungan kedua dari model kontrak ini adalah, melahirkan kompetisi dalam bidang penyediaan layanan publik. Pada tingkat yang paling sederhana, pemerintah daerah memiliki pilihan untuk menyediakan pelayanan itu sendiri tanpa perlu mengontrakkannya. Sering, pemerintah juga dapat memiliki pilihan untuk mengontrakkannya pada sejumlah produsen swasta, unit pemerintah yang lebih besar, atau pemerintah daerah lain.

Kompetisi melalui kontrak mampu mengikis kesulitan yang disebabkan oleh fakta bahwa hampir semua pelayanan pemerintah daerah saat ini sudah disediakan oleh kantor pusat di kota yang menimbulkan monopoli. Tekanan kompetisi ini akan memaksa produsen, baik pemerintah maupun swasta, untuk mempelajari teknik mereka secara lebih mendalam supaya sesuai dengan harga konsumen kota dan untuk menemukan metode biaya yang lebih murah, atau berrisiko kehilangan konsumen.

Two Examples (Dua Contoh)
Contoh utama model kontrak antarpemerintahan adalah Contractual Service Plan di Los Angeles County, yang biasa disebut dengan Lakewood Plan. Rencana ini terbentuk pada tahun 1953, ketika Lakewood bekerja sama untuk menghindari penggabungan dengan Long Beach. Warga Lakewood menyangsikan kemampuan mereka untuk membiayai pelayanan pemerintah daerah mereka, dan karena itu mereka menjalin kontrak kerja sama dengan Los Angeles County untuk berbagai pelayanan, termasuk penegakan hukum. Sekarang ini terdapat 30 kota yang mendapat pelayanan kepolisian dari Los Angeles County Seriff’s Department dalam Lakewood Plan.

Kota-kota ini mewakili 10 persen dari penduduk county, dan pembayaran kontrak mereka mewakili 17 persen anggaran LASD. John J. Kirlin mengkategorikan hubungan antara kota-kota tersebut dan LASD sebagai kebergantungan yang saling menguntungkan, sehingga kota-kota tersebut memiliki tingkat pengawasan yang besar terhadap kuantitas pelayanan yang mereka beli—menjadikan LASD sebagai lembaga profesional, departemen yang legal. Lebih jauh dia menegaskan bahwa kota-kota yang terlibat dalam perjanjian dapat mengatur warganya untuk mempengaruhi kebijakan LASD melalui pejabat kota dan menandatangani penyusunan yang lebih baik menjadi departemen yang besar dan terkonsolidasi.

Studi lain mengenai kontrak kepolisian di Burbank, Illinois, menyimpulkan bahwa wilayah pinggiran kota Chicago mendapatkan pelayanan kepolisian dari County Sheriff dengan biaya yang lebih murah dibandingkan biaya untuk ukuran wilayah yang sama, dan mendapatkan penanganan yang sama dalam hal kejahatan, penahanan, dan statistik perizinan. Tekanan kompetisi hadir dalam hubungan tersebut akibat syarat-syarat yang tercantum dalam kontrak khusus, dan upaya terus-menerus dari pejabat Burbank untuk mempelajari kemungkinan pembangunan departemen kepolisian sendiri. Karena Burbank mengalokasikan 7-8 persen dari total anggaran sherif sebagai ganti pelayanan, agaknya dapat dikatakan merupakan “konsumen” yang sangat berharga. Sementara kondisi ini tercapai, kontrak akan berjalan lancar.

Namun, Burbank akhirnya menghentikan kesepakatan dan mendirikan departemen kepolisian sendiri. Alasan yang mendasar tampaknya adalah prospek dari kompetisi (kemungkinan berakhirnya kontrak) akhirnya membuat County Sheriff’s Department kurang menanggapi permintaan yang semakin meningkat dari Burbank akan kepolisian “bergaya kota”. Perbedaan mendasar antara Los Angeles County Sheriff dengan 30-40 komunitas konsumen dan Cook County Sheriff dengan hanya satu atau dua komunitas pada akhirnya meruntuhkan hubungan yang tampak-seperti-pasar di Burbank, Illinois.

Conclusion (Simpulan)
Dengan adanya tekanan biaya pada pemerintah daerah dan simpati secara umum dari lingkungan terhadap privatisasi dewasa ini, kita dapat berharap untuk melihat lebih banyak lagi kesepakatan kepolisian, khususnya di Selatan dan Barat, yang pertumbuhannya sering melebihi kekuatan tradisi yang membatasi perubahan dari luar.
Peter W. Colby

* LOKASI SIM DAN STNK KELILING

WILAYAH LOKASI
JAKARTA TIMUR SIM : Padepokan Pencak Silat TMII STNK : Masjid Attin TMII
JAKARTA UTARA SIM : Mega Mall Pluit STNK : Pos Pol BPL (Kolong Jembatan Layang Pluit)
JAKARTA BARAT SIM : Taman Alfa Indah Joglo STNK : Carefour Puri Kembangan
JAKARTA SELATAN SIM & STNK : Taman Makam Pahlawan Kalibata

Bus Keliling ini Beroperasi dari Pukul 08.00-14.00 WIB. Dari hari Senin-Jumat, Kecuali hari Sabtu Pukul 08.00-12.00 WIB.

* Gagal Mencuri, Pelaku Umbar Tembakan

23-11-2009 08:20 WIB
PUSKOMINFO - Pencuri melepaskan tembakan setelah gagal mencuri di Jl. Pemuda IV Rt. 10/04 Rawamangun Jakarta Timur, Minggu (22/11/2009) malam sekitar pukul 19.45 Wib.

Petugas Polsek Metro Pulogadung menemukan barang bukti sebutir proyektil dari tembakan yang dilepaskan pelaku.

Menurut keterangan korban, Andi, dirinya melihat pelaku yang datang dengan cara melompat pagar samping dan langsung mengotak-atik kunci kontak sepeda motor miliknya. Aksi tersebut selanjutnya diteriaki maling. Pelaku pun kabur tanpa membawa hasil.

Namun pelaku sempat melepaskan tembakan ke arah korban sebanyak 2 kali yang mengenai pintu garasi dan kaca jendela. Kasus ini dilaporkan dan ditangani Polsek Metro Pulogadung.

* KEJADIAN 23 NOVEMBER 2009

1. Tembok Roboh

Waktu kejadian : Tanggal 22 November 2009 Pukul 15.30 Wib.
TKP : Di rumah Wilie Taruna, 41th Jl. Cempaka Raya No. 7 Rt. 3/7 Kel.. Bintaro Pesanggrahan Jaksel.
Saksi : Arsyad, 21th, al. Jl. Pisok Raya E A II/7 sektor V Bintaro Raya 5 Kel. Jurang Mangu.
Kronologis : Telah terjadi tembok roboh sepanjang 45 m, tinggi 4 m, diduga akibat angin kencang.
Kerugian : 5 unit kendaraan roda 4 dan 2 unit motor yang sedang melintas di tkp.
Ditangani : Sektro Pesanggrahan.

2. Pencurian dengan Pemberatan

Waktu kejadian : Tanggal 22 November 2009 Pukul 06.30 Wib.
TKP : Jl. Raya Krukut Rt. 03/01 Kec. Limo Depok.
Korban : Dwi Indriyani, 44th, al. Jl. Mangga No. 202 Cinere Limo Depok.
Pelaku : Dalam lidik.
Kronologis : pelaku masuk ke ruko milik korban di tkp dengan cara merusak pintu rolling door dan mengambil barang-barang yang dijual di tkp.
Kerugian : 26 tabung gas elpiji 12 kg dan 20 tabung gas elpiji 3 kg.
Ditangani : Sektro Limo.

22 November 2009

Sopir Ngantuk Suzuki APV Terbalik di Tol Maruya

Sebuah mobil Suzuki APV muatan Cat terbalik setelah menghindari 2 orang pekerja sedang memperbaiki barier di ruas Tol Kebon Jeruk arah Tangerang. Lokasi persisnya setelah pintu keluar Tol Maruya Ilir sekira pukul 09.20 WIB, Minggu (22/11/2009).

Berdasarkan informasi dari petugas PJR Mabes Polri , Bripka Tricahyadi , Suzuki APV yang terbalik bernopol B 1790 NFA .
Kecelakaan ini terjadi akibat pengemudi kendaraan mengantuk . "Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi saja," ujar Tri.

Hingga berita ini diturunkan, petugas telah berada dilokasi kejadian untuk mengamankan lokasi kejadian dan memperlancar arus lalu. Saat ini Suzuki APV yang terbalik sudah dapat dipindahkan. (TMC)

* KM. ROMA TENGGELAM, 6 ORANG ABK SELAMAT

Sebanyak 6 orang selamat dalam peristiwa tenggelamnya kapal KM. Roma. 6 orang ini masing-masing bernama H. Eeng (Nahkoda KM. Roma), Hartanto, Mansur, Yanto, Utomo dan Edi S (Abk KM. Roma) berangkat untuk bertujuan memancing ikan di sekitar Pulau Damar Kepulauan Seribu.

Sabtu, 21 Nopember 2009, pukul 07.00 Wib KM. Roma berangkat berlayar dari Marunda Jakarta Utara dengan tujuan perairan sekitar Pulau Damar Kepulauan Seribu untuk melakukan kegiatan memancing. Kemudian pada pukul 08.30 Wib KM. Roma tersebut dihantam ombak besar hingga terbalik dan tenggelam diposisi + 1 mil sebelah Timur Pulau Damar Besar. Kerugian dalam peristiwa tenggelamnya KM. Roma ini diperkirakan Rp. 150 juta.

6 orang penumpang selamat semua, diselamatkan oleh Perahu nelayan Haekal 2 dari pelabuhan Kali Baru Jakarta Utara.

* Lokasi SIM hari Minggu 22 Nopember 2009

Jakarta Timur : Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah.

Jakarta Pusat : Pintu Tujuh Senayan

SIM keliling ini beroperasi dari pukul 08.00 s.d 12.00 Wib.

*Giat Masyarakat

Tanggal : 22-11-2009
Waktu : 06.30 s/d 11.00
Tempat Kejadian : Route : Pintu I Senayan - Sudirman - Semanggi - Sudirman - Patung Pemuda - Pintu I Senayan (Criterium)
Pelaksana : -
Bentuk Kegiatan : Criterium Speedy Tour d' Indonesia

Tanggal : 22-11-2009
Waktu : 07.00 s/d 11.00
Tempat Kejadian : Parkir Timur (Sektor 8-9) Senayan Jakpus
Pelaksana : -
Bentuk Kegiatan : Kampanye Anti Korupsi

Tanggal : 22-11-2009
Waktu : 07.00 s/d 11.00
Tempat Kejadian : Route : Pintu I Senayan - Putar Balik Ex Plaza Senayan - Asia Afrika - Gerbang Pemuda - Gatot Subroto - Slipi - Farmasi - Gelora Bung Karno Senayan
Pelaksana : -
Bentuk Kegiatan : Speedy Tour d' Indonesia Fun Bike

Tanggal : 22-11-2009
Waktu : 09.00 s/d -
Tempat Kejadian : Bundaran HI Jl. MH Thamrin Jakpus
Pelaksana : -
Bentuk Kegiatan : Aksi Senirupa

Tanggal : 22-11-2009
Waktu : 10.00 s/d -
Tempat Kejadian : - Depan Pintu Gerbang Monas Barat (Patung Kuda) Jakpus, Depan Pintu Gerbang Monas Timur (Samping Pospol) Jakpus
Pelaksana : -
Bentuk Kegiatan : Unjuk Rasa / Aksi Pengumpulan Tanda Tangan

*Fun Bike Meriahkan Jakarta

Minggu pagi, kawasan Sudirman Thamrin akan ramai di penuhi warga ibukota, pasalnya sebanyak 1400 peserta akan mengikuti dua acara Fun Bike yang akan di gelar di ruas jalan tersebut. Minggu (22/11).

Informasi yang dihimpun TMC, pukul 06.30 - 11.00 WIB acara fun bike akan pertama akan melalui Route : Pintu 1 Senayan - Sudirman - Semanggi Semanggi Sudirman - Patung Pemuda - Pintu 1 Senayan (Criterium).

Kemudian pada pukul 07.00 - 11.00 WIB fun bike kedua akan melintasi route : Pintu 1Senayan - putar balik EX Plaza Senayan - Asia Afrika - Gerbang Pemuda - Gatot Subroto - Slipi - Farmasi - Gelora Bung Karno Senayan.

Saat ini petugas lalu lintas sudah berada dilokasi tersebut, untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas. (tmc)

21 November 2009

*Akhir Pekan Arus Lalu Lintas Jakarta Lancar

Berdasarkan pantauan kamera CCTV, TMC Dit Lantas Polda Metro Jaya, pada pukul 19.59 Wib situasi arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Ibukota tampak lancar, hal ini disebabkan oleh sepinya aktivitas warga Ibukota pada akhir pekan ini, Sabtu (21/11).

Hal ini dapat dilihat di Jl. Jend. Sudirman dari arah Bundaran Senayan menuju Semanggi hingga bundaran HI, arus lalu lintas terpantau lancar, sedangkan untuk arah sebaliknya terpantau lancar.

Sedangkan untuk Jl. MT. Haryono dari arah Pancoran menuju arah Cawang arus lalu lintas terpantau lenggang berlaku juga untuk arah sebaliknya, sedangkan untuk ruas tol dalam kota dari arah Semanggi menuju arah Cawang arus lalu lintas terpantau lancar, sama halnya dengan arus sebaliknya.(tmc)

*Tabrakan Beruntun di Jl. Tol Ir Wiyoto Wiyono

Tiga kendaraan terlibat tabrakan beruntun dijalan tol Ir Wiyoto Wiyono depan Samsat Jakarta Timur arah ke Cawang.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 09.10 Wib ini melibatkan kendaraan Sedan Galant B 2096 QF, Sedan Dinas TNI AD 200 - X dan Innova B 8169 IU.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kecelakaan tersebut dan dilaporkan hanya mengakibatkan kerugian materi.

Kasus kecelakaan tersebut kemudian ditangani oleh petugas Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur.(TMC)

* KEJADIAN 21 NOPEMBER 2009

1. PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN R4
Tanggal : 20 Nopember 2009 jam 03.00 WIB.
TKP : Jl. Masjid Bendungan RT 3/7 Cawang Kramat Jati Jaktim.
Korban : Leo Simamora, 54 tahun, Al : TKP.
Pelaku : Lidik.
Kronologis : Pelaku mengambil KR R4 milik korban uang diparkir di TKP dalam keadaan terkunci, diduga pelaku menggunakan kunci palsu.
Kerugian : 1 unit KR R4 Suzuki Carry Rp. 50.000.000,-
Ditangani : Sektro Kramat Jati.

2. PENIPUAN
Tanggal : 20 Nopember 2009 jam 10.00 WIB.
TKP : Citra Garden 2 Blok N. 9/7 Pegadungan Kalideres Jakbar.
Korban : Tri Tunggal Money Changer.
Pelaku : Jimmy, 50 tahun.
Saksi : Iwan, 27 tahun.
Kronologis : Saksi sebagai kurir disuruh mengirim uang pesanan ke rumah pelaku yang diakui sebagai kantor. Kemudian saksi disuruh menunggu oleh pelaku dengan alasan ingin mengambil uang diruangan lain. Namun setelah ditunggu pelaku tidak juga kembali.
Kerugian : Rp. 74.061.000,-
Ditangani : Sektro Kalideres.

20 November 2009

* Pelaku Pembunuhan di Samping Madrasah Aliyah Attasri Dibekuk

20-11-2009 14:30 WIB
PUSKOMINFO – Petugas Reskrim Polres Metro Tangerang berhasil membekuk pelaku pembunuhan terhadap Tudi Jaya Achmad, 41 th, yang terjadi di samping Madrasah Aliyah Attasri Jl. KS. Tubun Rt. 01/02 Pasar Baru Karawaci Tangerang, pada 19 November 2009 Jam : 04.00 Wib kemarin.

Tersangka berinisial IW, 35 th, ditangkap di rumahnya tak jauh dari lokasi pembunuhan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kompol Budhi Herdi Susianto, Polisi berhasil mendapatkan pelaku setelah tetesan darah korban didapati menuju ke rumah pelaku. “Sepertinya bekas darah dari golok yang melukai korban ditentengnya hingga ke rumahnya”, kata Budhi.

Pengakuan tersangka, perbuatan itu dilakukannya karena dendam akibat sering dipukuli korban. Setelah penyidik meminta keterangan dari warga setempat yang menjadi saksi, Tudi adalah preman yang kerap memukul tersangka dan meresahkan warga lainnya.

“Namun demikian, Polisi akan menjerat tersangka dengan Pasal 340 KUHP tentang Perencanaan Pembunuhan," kata Kasat Reskrim.

Tudi ditemukan tewas di samping Madrasah Aliyah Atasry di Jalan KS Tubun RT 1 RW 2 Pasar Baru Kota Tangerang, Kamis (19/11/2009) kemarin, dengan kondisi mengenaskan, dengan luka bacok di bagian wajah.

Jasad Tudi pertama kali ditemukan oleh istri kedua Tudi, Endang Sri Rahayu dan seorang temannya Iwan. Setelah melihat suaminya tewas, Endang lalu melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Tangerang.

* Rumah Dijadikan Counter Pulsa HP, Terbakar

20-11-2009 09:54 Wib
PUSKOMINFO - Sebuah rumah sekaligus tempat usaha penjualan pulsa HP "Farhan Cell" di Jl. Raya Bina Marga Rt. 01/06 Kelurahan Cipayung Jakarta Timur, hangus dilalap si jagomerah, Jum'at (20/11/2009) sekira pukul 03.30 Wib dinihari tadi.Pemilik rumah dan anaknya ditemukan tewas dalam kebakaran tersebut.

Asal api diperkirakan dari hubungan arus pendek listrik di counter HP tersebut. Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian dengan menggunakan 13 unit mobil Pemadam Kebakaran.

Petugas dari Polsek Metro Cipayung yang datang ke TKP mendapati 2 jenazah di reruntuhan toko sekaligus rumah tinggal tersebut. Nawiroh, 60 th dan Hasan, 30 th, ditemukan tewas akibat luka bakar. Kedua mayat selanjutnya dikirim ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk otopsi.

Belum diketahui jumlah kerugian materi, petugas Polsek Metro Cipayung telah memintai 2 orang saksi, pemilik Warteg di sebelah rumah korban.