30 April 2009

* Kiat Jitu Mencari Kerja

Mencari kerja di masa krisis seperti ini memang tidak mudah. Yang ada malah banyak pekerja yang terpaksa diberhentikan dari perusahaan. Untuk mensiasatinya, sebelum mencari pekerjaan,sebaiknya Anda mempersiapkan diri dulu sebaik mungkin. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan ketika akan melamar pekerjaan.
Pertama, siapkan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan. Ketidaklengkapan dokumen yang dibutuhkan. Ketidaklengkapan dokumen merupakan salah satu kesalahan fatal yang berakibatnya ditolaknya permohonan kerja. Selain itu, jangan lupa juga menggunakan kertas yang berkualitas baik. Semakin bersih dan rapi dokumen, maka surat lamaran kerja Anda pu akan semakin dihargai.
Kedua, datang tepat waktu. Banyak perusahaan yang tidak menoleransi keterlambatan calon pelamar, khususnya ketika diundang untuk mengikuti serangkaian ujian. Untuk mengatasinya, cobalah Anda survey tempat ujian sehari sebelum ujian berlangsung, sebaiknya Anada datang paling tidak setengah jam lebih cepat.
Ketiga, berbicara dengan jelas dan tenang. tahap wawancara merpakan salah satu tahap yang menentukan ketika melamar pekerjaan. Pada tahap ini, pewancara akan bertanya sesuai dengan isi daftar riwayat hidup yang telah Anda buat. Agar proses wawancara lancar, sebaiknya Anda tidak melebih-lebihkan isi dari daftar riwayat hidup Anda.
Keempat, perbanyak keahlian soft skill Anda. Selain bidang ilmu yang dipelajari semasa kuliah, sebaiknya Anda pun memiliki keahlian lain yang dapat menjadi nilai tambah di perusahaan. salah satu keahlian tersebut adalah keahlian ICT Inforation and computer technology).

Menurut, Elda Susilowaty Tambara, General Manager BINUS CENTER Grogol & Kedoya, Perkembangan ICT ke depan akan memberi manfaat efisiensi dan eefektif bagi perusahaan untuk bertahan dalam krisis. sumber daya manusia yang ahli dibidang ICT sepeti, Networking, Programming , Database, Computerized Accounting, Web, Graphic Design, dan Animation sangt diperlukan nantinya.

* DEPKES TETAPKAN ENAM LANGKAH ATASI FLU BABI

Dengan adanya kasus flu babi (swine flu) pada manusia di Meksiko dan Amerika Serikat, Departemen Kesehatan menetapkan enam langkah untuk kesiapsiagaan yaitu: (1) mengumpulkan data dan kajian ilmiah tentang penyakit ini dari berbagai sumber, (2) berkoordinasi dengan WHO untuk memantau perkembangan, (3) membuat surat edaran kewaspadaan dini, (4 melakukan rapat koordinasi dengan para kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan, (5) berkoordinasi dengan Badan Litbangkes untuk kemungkinan pemeriksaan spesimen, dan (6) berkoordinasi dengan Departemen Pertanian dan Departemen Luar Negeri untuk merumuskan langkah-langkah tindakan penanggulangan.

Hal itu disampaikan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P., MARS., kepada para wartawan di Makassar tanggal 25 April 2009 saat berlangsungnya kegiatan simulasi penanggulangan episenter pandemi influenza.

Menurut Prof. Tjandra, penyakit flu babi adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1 yang dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi, dan ada kemungkinan penularan antar manusia. Secara umum penyakit ini mirip dengan influenza (Influenza Like Illness-ILI) dengan gejala klinis: demam, batuk pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, napas cepat atau sesak napas, mungkin disertai mual, muntah dan diare.

Virus H1N1 sebenarnya biasa ditemukan pada manusia dan hewan terutama babi tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Begitu juga dengan virus flu burung H5N1 meskipun sama-sama virus influenza tipe A.

Cara penularan flu babi melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita. Masa inkubasinya 3 sampai 5 hari. Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai seperti halnya terhadap flu burung dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu, ujar Prof. Tjandra.

Prof. Tjandra menyebutkan bahwa sampai saat ini sebaran kasus 8 kasus positif (konfirm) di Amerika Serikat. Sedangkan di Meksiko sebanyak 878 suspek kasus dan 60 diantaranya meninggal dunia. Dari yang meninggal sebanyak 20 kasus dinyatakan positif flu babi.

WHO masih terus mengadakan pertemuan yang membahas masalah flu babi terkait dugaan penularan antar manusia dan sampai saat ini masih ditunggu perkembangannya. Sejauh ini WHO memperkirakan hal ini sebagai public health emergency of international concern atau masalah kesehatan yang memerlukan kewaspadaan internasional dan belum ada travel warning.

* kecelakaan didekat Manggala Wanabakti antara sepeda motor dengan Chevrolet

30-04-2009 08:03:42

Pagi ini terjadi kecelakaan di Jalan Gatot Subroto tepatnya didekat Manggala Wanabakti mengarah Slipi,Kamis (30/04) sekitar pukul 7.30 WIB.
Data awal yang diterima dari Iptu Tarja ke TMC, kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Suzuki B. 3875 LN dan Mini Bus Chevrolet B. 8893 HG.
Akibat kejadian tersebut arus lalu lintas disekitar tkp terjadi kepadatan dikarenakan banyak pengguna jalan melambatkan laju kendaraannya.(tmc)

* KEJADIAN 30 APRIL 2009

1. PENCURIAN DENGAN KEKERASAN
Waktu kejadian : 29 April 2009 Pkl. 00.30 Wib
Tkp : Jl. Saman Budi Jakpus.
Korban : Nita, 30th.
Pelaku : Lidik
Kronologis Kejadian : Ketika korban pulang dengan menggunakan ojeg tiba-tiba di TKP melintas KR R2 milik pelaku memepet dari sebelah kiri dan langsung menjamret tas milik korban sehingga korban terjatuh dari KR R2, selanjutnya korban dibawa ke RS HUsada untuk verb.
Kerugian : 1 unit HP merk Nokia E-63, 1 ATM BCA< KTP DKI milik korban, 1 tas warna hitam, 1 buah dompet warna hijau , dan uang tunai senilai Rp. 140.000,-.
Ditangani : Sektro Sawah besar.

2. PENCURIAN DENGAN KEKERASAN
Waktu kejadian : 28 April 2009 Pkl. 19.30 Wib
Tkp : Jl. Raya Boulevard Arta Gading Kel Kelapa Gading Jakut.
Korban : Deti Maryati, 26th.
Pelaku : 3 orang tak dikenal dalam lidik.
Kronologis Kejadian : Ketika korban sedang berada di dalam taksi tiba-tiba di TKP pelakumasuk kedalam taksi tersebut dan salah satunya mencekik leher korban dan mengambil secara paksa kalung , HP, dompet berikut kartu ATM BCA sambil meminta No Pin kemudian korban diturunkan didaerah Babek ABRI, setelah dicek ke ATM BCA ternyata saldo ATM korban sudah habis.
Kerugian : ditaksir sebesar Rp. 24.700.000,-
Ditangani : Sektro Kelapa Gading.

3. PERJUDIAN
Waktu kejadian : 29 April 2009 Pkl. 11.30 Wib
Tkp : Depan SMU Don Bosco Jl. Boulevard Timur Kelapa Gading Jakut.
Pelaku : SP, 22th.
Saksi : Aiptu legiso, anggt sektro Kelapa Gading.
Kronologis Kejadian : Pelaku tertangkap tangan sedang bermain jud di tkp.
Barang Bukti : 17 buku togel, 1 HP Merk Nokia, uang tunai senilai Rp. 60.000,-
Ditangani : Sektro Kelapa gading.

4. PERJUDIAN
Waktu kejadian : 29 April 2009 Pkl. 02.30 Wib
Tkp : Pull Mikorelat Jl. Raya Kebon Jerukl No. 15 Jakbar.
Pelaku : ST, 25th.
Saksi : Briptu Endang Mulyadi, anggota Reskrim Restro Jakbar.
Kronologis Kejadian : Pelaku tertangkap tangan sedang bermain judi koprok di TKP.
Barang bukti : 1 buah mangkok, 3 buah dadu, 1 lapak, dan uang tunai senilai Rp. 93.000,-
Ditangani : Restro Jakarta Barat.

* SIM DAN STNK KELILING

WILAYAH LOKASI

JAKARTA SELATAN :Depan Pos Pol Taman Makam Pahlawan Kalibata.
JAKARTA TIMUR :Depan Swalayan Makro Pasar Rebo.
JAKARTA UTARA :Rt 07 / 05 Perumahan Pluit Permai.
JAKARTA BARAT :Depan Carrefour Puri Indah Kembangan.
JAKARTA PUSAT :STNK Keliling didepan Gedung Kantor Pelni dan SIM di depan LTC Glodok Jl. Gajah Mada.

Bus Keliling ini Beroperasi dari Pukul 08.00-14.00 WIB.
Dari hari Senin-Jumat, Kecuali hari Sabtu Pukul 08.00-12.00 WIB

29 April 2009

* Komplotan Pembobol ATM Diringkus Sat Reskrim Polres Metro Bekasi

PUSKOMINFO - Sat Reskrim Polres Metro Bekasi telah menangkap 8 pembobol brankas ATM Mandiri, Rabu (29/4/2009). Pelaku yakni Edward, Faizal, Tony, Udo, Willy, Putra, Dede dan Hardi, ditangkap di daerah Kranji Bekasi Barat. Dua pelaku diantaranya mengalami luka tembak.

"Faizal dan Willy ditembak pada bagian kakinya karena melarikan diri ketika hendak ditangkap", Kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Drs. Budi Sartono.

Hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku komplotannya telah melakukan pencurian ATM di wilayah Cakung Jakarta Timur, Ciputat Jakarta Selatan, Kabupaten Tangerang dan Bekasi.

Kini Polres Metro Bekasi masih mengembangkan kasus ini untuk menangkap pelaku lainnya yang masih buron.

* Perampokan Toko Emas MEGA INDAH di Pasar Mini Tambun, Emas yang Dirampok bukan 10 Kg, Tetapi 3 Kg.

PUSKOMINFO - Polres Metro Bekasi Kabupaten hingga hari ini Rabu (29/4/2009) telah memeriksa 10 orang saksi terkait perampokan emas di Pasar Mini, Tambun, Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kabupaten AKBP Heri Wibowo juga menuturkan, emas yang dirampok bukan 10 kg seperti yang dilansir Selasa kemarin, melainkan 3 kg. Emas itu bernilai ratusan juta rupiah.

Kapolres mengungkapkan jumlah perampok diperkirakan 6 sampai 8 orang, ciri-ciri pelaku juga sudah diketahui. Di antara para perampok itu sempat mengeluarkan tembakan yang menyebabkan dua orang pengunjung pasar itu kena tembak. Sekarang proyektilnya dalam proses uji balistik.

Perampokan itu terjadi kemarin, 28 April 2009. Saat itu 8 orang perampok yang mengendarai sepeda motor menyatroni Toko Mas Mega Indah milik Rudi Liung yang baru saja buka.

Mereka langsung menodongkan senjata ke pegawai toko dan menggondol perhiasan emas yang sedang ditata. Saat kabur para perampok sempat mengeluarkan tembakan yang mengenai Sariman dan tukang parkir Nana. Sariman kena tembak ketika baru saja turun dari angkutan umum.

* Tips Menghemat Energi Kulkas

Kulkas atau lemari es sudah menjadi perangkat wajib bagi rumah tangga masyarakat urban. Karena alat ini dipastikan selalu dalam kondisi menyala setiap saat, maka dipastikan akan memakan banyak arus. Kiat-kiat dibawah ini dapat dijadikan panduan untuk, memilih merawat dan membuat penggunaan kulkas anda efektif.
1. saat membeli kulkas, sesuaikan kapasitas kulkas,dengan kebutuhan anda.
2. letakkan kulkas jauh dari sumber panas, seperti matahari, tungku atau kompor.
3. Letakkan di tempat yang berventilasi baik.
4. Buka pintu kulkas seperlunya agar temperatur dingi dalam kulkas tetap terjaga.
5. Isi kulkas secukupnya, tidak melemihi kapasitas untuk menjaga sirkulasi udara lancar.
6. Atur suhu kulkas sesuai kebutuhan.
7. matikan kulkas bila tidak digunakan dalam waktu lama, misalnya hendak bepergian ke luar kota.

* Polisi Terus Melakukan Razia di Jalur Busway

PUSKOMINFO – Polisi akan terus konsisten melakukan razia di jalur khusus Bus Trans Jakarta. Razia dilakukan terhadap kendaraan penerobos jalur busway di koridor-koridor yang telah dioperasikan, antara lain Koridor IV yaitu Ragunan – Buncit – Mampang – Kuningan – Dukuh Atas.

Jalur ini memang sangat macet pada jam-jam sibuk, di pagi hari antara pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB sedangkan di sore hari antara pukul 15.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB, sehingga jalur ini banyak dimasuki oleh pengendara dari arah Ragunan/Cilandak. Sedangkan pada sore hari, pengendara yang menerobos berasal dari arah sebaliknya alias dari Kuningan/Mampang.

Pada Rabu (28/4/2009), sejak pagi hari, Polisi lalu lintas telah melakukan razia di Jl. Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan. Sedikitnya tiga kendaraan yang menerobos jalur busway ditilang. Namun tidak semua pengendara ditilang, banyak pengendara yang hendak masuk ke jalur busway diarahkan ke jalur biasa, karena memang polisi lebih mengedepankan persuasif dalam melakukan penertiban.

Razia ini disambut gembira oleh para pelanggan busway. Banyak warga masyarakat yang memberikan ucapan terima kasih dan meminta agar penertiban ini terus dilakukan.

* Orang Gila di Tabrak di Tol Tanjung Priok Arah Bandara

PUSKOMINFO - Sesosok mayat tak utuh ditemukan di tol Tanjung Priok arah Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (29/4/2009) pagi. Kaki mayat tersebut telah terlepas dari badannya.

Informasi yang diperoleh dari TMC Polda Metro Jaya, Mayat tersebut adalah korban kecelakaan yang terjadi di ruas tol mengarah bandara tepatnya di KM 23.00 sekitar Jembatan Tiga Jakarta Utara. Kendaran yang tidak diketahui jenis dan Nomor Polisinya menabrak orang yang diduga gila yang sedang berjalan di ruas tol sekitar Jembatan Tiga, sehingga korban meninggal dunia seketika. Tubuh korban terlihat kotor dan mengenakan pakaian compang-camping.

Mayat itu ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB dalam posisi tengkurap.Belum diketahui pasti identitas dan jenis kelamin mayat tersebut karena saat ditemukan badan dan kepala mayat itu masih utuh, namun kakinya mulai paha ke bawah sudah terpisah di tempat lain. Tidak ada selembar kartu identitas pun yang melekat pada korban.

Kini, mayat korban sudah dibawa ke RSCM untuk Visum.

* KEJADIAN 29 APRIL 2009

1. CURAT
Waktu : Tanggal 28 Pukul 21.00 Wib
TKP : Kantor Perwakilan Pemda Majene Sulbar Bunggur Besar No. 21 Rt. 12/02 Kel. Gunung Sahari Jakpus.
Korban : Misnahuddin, 36th, Wiraswasta, Al. Jl. Cipinang Besar Rt. 11/06 Kel. Cipinang Besar Selatan Jatinegara Jaktim.
Pelaku : Lidik.
Kronologis : Korban memarkirkan KR R4 di TKP dalam keadaan terkunci kemudian korban masuk kedalam kantor, didalam mobil ada barang-barang berupa laptop, modem, buku cek dan giro bank mandiri, dan surat penting lainnya, setelah korban keluar dari kantor korban mendapati kaca mobilnya sudah dalam keadaan pecah dan barang-barang korban yang berada di dalam mobil sudah tidak ada, diduga pelaku mengambil barang-barang korban dengan cara memecahkan kaca jendela mobil tersebut.
Kerugian : ditaksir Rp. 15.000.000,-
Ditangani : Sektro Kemayoran.

2. PENEMUAN MAYAT
Waktu : Tanggal 28 Pukul 13.00 Wib
TKP : Kp. Kayu Besar Rt. 09/12 Kel. Tegal Alur Kalideres.
Korban : seorang bayi laki-laki tanpa identitas.
Saksi : Rasan, 60th.
Kronologis : Korban ditemukan di selokan/got oleh saksi ,korban dibungkus tas warna hitam, korban diperkirakan berumur kurang lebih 1 hari dengan panjang kurang lebih 30 Cm. Diduga korban dibuang oleh orang tua korban , selanjutnya korban dibawa ke RSCM untuk di visum.
Ditangani : Sektro Kalideres.

3. PENEMUAN SENPI
Waktu : Tanggal 28 Pukul 17.00 Wib
TKP : Hotel Fiducia kamar 204 Jl. Raya Pasar Minggu Pejaten Timur Jaksel.
Saksi : Tutik dan Iqbal, Karyawan hotel (Room Boy).
Kronologis : Senpi ditemukan oleh saksi di TKP An. LA. Adapun surat Ijin senpi tersebut dikeluarkan dari markas besar TNI.
BB : Senpi jenis FN Reck Mod. G5-9PA yang berisikan 2 butir peluru caliber 9mm.
Ditangani : Sektro Pasar Minggu.

4. PENGANIAYAAN
Waktu : Tanggal 28 Pukul 12.00 Wib
TKP : Jl. Raya Bekasi Timur Stasiun Cipinang Jaktim.
Korban : Rohmat, 28th, Tuna karya, Al. Karang Anyar Rt. 02/06 Banyumas Jateng.
Pelaku : Lidik.
Saksi : Agung, 28th, Pemulung, Al. Stasiun Klender Jaktim.
Kronologis : Korban ditemukan meninggal dunia di TKP dalam keadaan tubuh korban penuh luka pada bagian kepala belakang, luka di leher, luka di telinga kiri, kaki dan punggung luka. Diduga korban dianiaya. Selanjutnya korban dibawa ke RSCM untuk di Verb.
Ditangani : Sektro Jatinegara.

5. CURAS
Waktu : Tanggal 28 Pukul 06.00 Wib
TKP : Toko Mas “Nium Mega Indah” Jl. Raya Mangun Jaya depan pasar mini Kp. Rukem Rt. 13/03 Tambun Selatan Bekasi Kab.
Korban : Rudi Liung, 42th, Al. Perum Unggul Graha Permai Blok T 8/6 Rt. 05/13 Tambun Selatan Bekasi Kab.
Pelaku : 8 orang tak dikenal dalam Lidik.
Saksi : Sun Pen, 31th, swasta, Al. Taman Kartini E 5/14 Rt. )8/23 Margahayu Bekasi Timur.
Kronologis : Ketika korban sedang membuka toko emasnya , tiba-tiba 4 orang pelaku datang dengan menggunakan 2 unit sepeda motor, kemudian pelaku masuk kedalam estalase toko dan berteriak “Jangan bergerak”. Kemudian 4 orang pelaku lainnya datang lagi dan berhasil mengambil perhiasan di toko tersebut, selanjutnya pelaku melarikan diri dan menembak saksi pada bagian lengan kiri.
Kerugian : belum dapat ditaksir .
Ditangani : Sektro Tambun.

28 April 2009

* Komplotan Perampok Beraksi di Toko Mini Tambun Selatan, Bawa Kabur 10 Kg Emas

PUSKOMINFO - Delapan perampok menyatroni Toko Emas MEGA INDAH di Pasar Mini, Jalan Raya Mangunjaya, Kampung Rukem Rt. 013/03 Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (28/4) pagi. Pelaku berhasil menggondol 10 Kg emas senilai Rp 2 miliar.

Awal mula Kejadiannya, sekitar pukul 06.00 Wib, toko emas baru saja dibuka oleh pemiliknya, Rudi Liung dan Sun Pheng. Tiba-tiba datang empat orang pelaku dengan mengendarai dua sepeda motor, dua pelaku langsung lompat masuk ke dalam etalase toko emas sambil berteriak "jangan bergerak". Pelaku yang membawa senjata api langsung menodong, pemilik toko dan karyawan disuruh jongkok. Terus beberapa pelaku yang lain memecahkan etalase toko dan mengambil semua emas yang ada.

Menurut keterangan beberapa saksi di TKP, pelaku diperkirakan berjumlah delapan orang, mereka datang dengan empat sepeda motor. Sebagian dari mereka menggunakan cadar penutup wajah dan membawa senjata api. Saat tiga pelaku masuk ke dalam toko, perampok yang lain berjaga-jaga di depan toko.

Saksi lainnya mengatakan, begitu berada di depan toko, pelaku langsung meminta pemilik toko, Rudi Liung tiarap. Saat itulah, pelaku yang lain langsung membawa kabur seluruh emas yang dipajang di etalase toko, seluruh emas yang diambil pelaku sekitar 10 kilogram dengan kerugian dua miliar rupiah.

Aksi para perampok sempat diketahui pedagang di Pasar Mini Tambun dan warga yang berbelanja. Namun, upaya mereka mengejar para pelaku sia-sia karena para perampok langsung mengumbar senjata api. Akibatnya, seorang pedagang plastik, Sariaman Budi Rismanto, terkena tembakan di bagian lengan kiri hingga terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Karya Medika II Tambun.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi, termasuk pemilik toko Rudi Liung, yang tinggal di Perumahan Graha Unggul, Tridaya, Tambun, atau tidak jauh dari toko emasnya. Polisi juga menemukan dua proyektil peluru yang diduga milik para perampok.

* STOP KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK

INGAT!!!

Setiap anak berhak mendapat perlindungan dari perlakuan : diskriminasi, eksploitasi (baik ekonomi maupun seksual), penelantaran, kekejaman dan penganiayaan, ketidakadilan dan perlakuan salah lainnya (Pasal 13 ayat 1 UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak).

* LANDASAN KEPROFESIONALAN PERS : KODE ETIK JURNALISTIK (KEJ)

A. WARTAWAN MENTAATI KODE ETIK JURNALISTIK

1. Independen, akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk.

2. Menempuh cara professional.

3. Menguji informasi, berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

4. Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis dan cabul.

5. Tidak menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

6. Tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.

7. Memiliki hak tolak.

8. Tidak menyiarkan berita prasangka atau diskriminasi.

9. Menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingn publik.

10. Segera mencabut, meralat dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai permintaan maaf.

11. Melayani hak jawab dan hak koreksi secara professional.


B. PRODUK PERS YANG BERETIKA

1. Melaksanakan kegiatan jurnalistik, meliputi :
a. Mencari;
b. Memperoleh;
c. Memiliki;
d. Menyimpan;
e. Mengolah dan;
f. Menyampaikan informasi dalam bentuk…..
(UU Pers Pasal 1 No. 1)

2. Menggunakan Credible Sources, berimbang/Cover Both Sides.
Kode etik Jurnalistik (KEJ) Pasal 1. KEJ Pasal 2 d: “….jelas sumbernya”.

3. Menguji Informasi (check and recheck, verifikasi, konfirmasi), KEJ Pasal 3.

4. Tidak menghakimi dan tidak beritikad buruk (KEJ Pasal 1 dan Pasal 3).

5. Wartawan dan persnya independen dan tidak memihak (impartial), KEJ Pasal 1.

6. Untuk kepentingan umum (UU Pers Pasal 3,4,6).


Catatan:

Pemberitan media masa yang melanggar KEJ diadukan ke Dewan Pers.


C. KEBIJAKAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

1. Janji Presiden SBY dalam pidato kenegaraan pertama (20/10/2004):
“Berupaya keras membentuk pemerintahan yang bersih dan baik (good governance) dan akan memberantas korupsi”.

2. Kebijakan Presiden SBY yang disampaikan kepada Dewan Pers di Istana Negara pada tanggal 25 Januari 2005:
“Penyelesaian masalah berita pers ditempuh pertama, dengan Hak Jawab; kedua, bila masih dispute diselesaikan ke Dewan Pers; ketiga, bila masih dispute, penyelesaian dengan jalur hukum tidak ditabukan, sepanjang fair, terbuka dan akuntabel”.

3. Dalam sambutannya memperingati Hari Pers Nasional 2005 di Pekanbaru (9/02/2005), Presiden Susilo bambang Yudhoyono menegaskan bahwa pada masa pemerintahannya pers tidak akan dikekang dan pemerintah tidak akan melakukan pembredelan terhadap media massa.


D. KETENTUAN PENYELESAIAN SENGKETA PERS BERDASAR UU PERS


1. Pers professional diberi amanat untuk melakukan fungsi control social agar para penyelenggara kekuasaan Negara dapat dicegah dari tindakan koruptif.

2. Jika pemberitan hasil fungsi control social dinilai tidak tepat, akurat dan benar, berdasar Pasal 5 ayat (2) UU Pers, media yang bersangkutan wajib melayani Hak Jawab.
Bila media tersebut tidak melayani Hak Jawab secara proporsional, berdasar Pasal 18 ayat (2), media itu dapat dipidana denda paling banyak Rp. 500 juta.
Jika pemberitaan media menghakimi (Pasal 5 ayat (1) – Pemberitaan seperti ini berkandungan penghinaan dan pencemaran nama baik – berdasar Pasal 18 ayat (2) lewat jalur hukum media itu dapat dipidana denda paling banyak Rp. 500 juta.

3. UU Pers tidak mengkriminalkan pers yang melaksanakan tugas jurnalistik secara professional.

4. Berita malpraktik (bukan karya jurnalistik) dapat diproses mempedomani KUHP dan KUHPerdata;

a. Bila berita yang dihasilkan bukan karya jurnalistik, tetapi berita berkategori malpraktik, UU Pers (No. 40/1999) Pasal 12 Penjelasan menyatakan “menganut ketentuan perundang-undangan yang berlaku”, antara lain KUHP.

b. Berita berkateori malpraktik:

1). Berita bertujuan untuk melakukan pemerasan.

2). Berita hasil rekayasa: sumber-sumber yang digunakan, kemasan cover both sides, cek dan ricek yang ditampilkan semuanya dipabrikasi, dikarang-karang.

3). Berita berintensi malice untuk menjatuhkan seseorang.

4). Berita dalam media berkandungan pornografi yang semata-mata untuk membangkitkan nafsu birahi.

5). Berita untuk menghina agama.

5. Untuk mengetahui berita mana yang menjadi ranah UU Pers dan berita mana yang menjadi urusan KUHP, berdasar Pasal 15 ayat (2)d, Dewan Pers diberi kewenangan untuk member pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers.

Dewan Pers dalam sosialisasinya mengingatkan bahwa ketentuan UU itu semestinya juga mengikat penegak hukum untuk mempedomaninya. Dalam pelaksanaannya ternyata ada penyelenggara Negara yang mengacunya, tetapi lebih banyak yang mempedomani politik hukum kolonial Belanda yang mengkriminalkan pers.


E. BERITA PENGHINAAN DAN PENCEMARAN NAMA BAIK DISELESAIKAN DENGAN HAK JAWAB

Djaja Suparman dan Laksamana Sukardi mengadu ke Dewan Pers. Dalam pengaduannya, Gubernur Seskogab Letjen TNI Djaja Suparman mengemukakan, “Enam surat kabar edisi Desember 2002 memberitakan, saat terjadi pengeboman di Bali (12/10/2002), saya dituduh ada di Denpasar dan terlibat pengeboman. Bagaimana mungkin saya ada di Bali ? Saat itu saya tugas Negara di Vietnam. Berita itu menghina dan mencemarkan nama baik saya. Saya tidak ingin mengadu ke polisi. Memenjarakan wartawan tidak baik untuk pers. Saya minta Dewan Pers member pembelajaran kepada mereka”.

Menteri BUMN Laksamana Sukardi mendatangi Dewan Pers, mengadukan empat surat kabar dan majalah edisi September 2004. Teradu menuduh pengadu kabur dan membawa uang 125 juta dollar AS ke Australia. Dia dituduh sebagai Mafioso.

Pemberitaan media-media itu menghakimi, menghina dan mencemarkan nama baik pengadu. Secara sengaja, pengadu tidak menempuh jalur hokum karena memidana penjara wartawan akan melumpuhkan fungsi control pers. Pengadu menghargai sanksi berdasarkan UU Pers, yakni pelurusan berita berupa Hak Jawab dan permintaan maaf.

* Tips Membeli Tiket

Kecepatan dalam melakukan perjalanan merupakan faktor utama yang mendorong konsumen menjatuhkan pilihan untuk bepergian dengan pesawat. Namun, mahalnya harga tiket tak jarang membuat orang terpaksa harus mengurungkan niatnya dan menjatuhkan pilihan pada moda transportasi lain yang lebih murah. Problem mahalnya tiket sebenarnya dapat diatasi. Berikut beberapa tipsnya:

* Hindari bepergian pada saat peak hour seperti pada Senin pagi. Saat itu, Permintan cukup tinggi sehingga pihak maskapai pun umumnya menetapkan tarif yang lebih tinggi.

* Lakukan pemesanan di awal agar bisa mendapatkan tiket dengan harga yang lebih murah.

* Hindari mengubah jadwal, Maskapai penerbangan biasanya membebankan biaya administrasi kepada penumpang yang mengubah jadwal,khususnya penerbangan kelas ekonomi.

* Kenali Penyakit dari Bentuk Jari

Informasi yang dikutip dari http://keluargasehat. wordpress.com menyebutkan beberapa penyakit dapat dilihat dari bentuk jari, misalnya:

Penyakit Jantung: Indikasi Ujung jari Kelingking Bengkok ke Dalam
Osteoarthritis dalam jari dapat menjadi petunjuk peringatan awal bagi pria berisiko penyakit jantung. Ilmuwan Finlandia yang meneliti 8.000 orang dengan melihat ujung jari kelingking yang bengkok ke dalam, sebanyak 46 persen pria lebih berisiko meninggal di usia muda akibat serangan jantung, dibandingkan pria yang tidak menderita osteoartritis.

Kanker Payudara: Jika Jari telunjuk Lebih Panjang dari Jari Manis.
Risiko Kanker Payudara pada wanita bisa diketahui sejak usia muda. Caranya dengan membandingkan kesamaan kedua jarinya. Jika jari telunjuk lebih panjang dari jari manis, artinya Anda memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi, hormon yang membantu
pertumbuhan kanker.

Autisme: Jari Manis Lebih panjang
Anak autis memiliki jari manis yang lebih panjang. Ini terjadi karena anak autis memiliki jumlah testoteron yang tidak biasa sejak di rahim.

Penyakit Paru-paru: Lihat Kuku Tangan
Gejala masalah pernapasan bisa dilihat dari kuku tangan. Warna kulit dibawah kuku berubah menjadi corak biru ketika terjadi komplikasi pernapasan. Darah yang mengandung oksigen memiliki warna merah terang, tetapi darah yang kehilangan oksigen berwarna merah gelap. Ini salah satu gejala yang muncul pada bayi pengidap bronchitis akut.

stres: Urat-urat Biru atau Hijau di Pergelangan Tangan
Tanda-tanda di telapak tangan orang yang mengalami stres adalah terdapat urat-urat biru atau hijau di pergelangan tangan, telapak tangan, dan di sepanjang jari-jari, serta terlihat jelas di betis kaki.

Kekurangan Vitamin
Noda putih di ujung jari menunjukkan kekurangan zat seng. Seng penting untuk menjaga sistem kekebalan. Sumber makan mengandung seng antara lain susu,tiram, ayam, biri-biri, semua jenis biji-bijian, kacang dan sayuran berdaun hijau.

* Hari ini, Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta Diresmikan

PUSKOMINFO - Setelah dilakukan uji coba selama dua pekan , hari ini, Selasa (28/4/2009) Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang diresmikan. Peresmian rencananya akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden dijadwalkan hadir sekitar pukul 09.00 WIB.

Terminal 3 ini telah beroperasi untuk umum sejak Rabu 15 April silam. Pembangunan terminal ini salah satu upaya pengelola bandara untuk mengurangi beban penumpang di Terminal 1 dan 2.

Pembangunan Terminal 3 juga sebagai salah satu pewujudan janji manajemen bandara untuk membenahi fasilitas dan pelayanan terhadap para pengguna jasa penerbangan. Sebab dua terminal lama itu didesain untuk pergerakan penumpang hingga 2020 dengan daya tampung maksimal 18 juta penumpang per tahun. Namun belum sampai 2020, jumlah penumpang sudah menembus angka 32 juta penumpang per tahun.

* TIPS MENJALANI USAHA DAN SARAN UNTUK PEMULA

Mengelola sebuah usaha memang tidak semudah membalikkan tangan. Namun bukan berarti Anda tidak bisa meraihnya, sekalipun awalnya Anda ibu rumah tangga biasa. Salah satu contohnya, ada di limgkungan Bhayangkari, yakni Ny. Lita. "Sebelum memulai usaha ini, saya adalah ibu rumah tangga biasa yang aktif di organisasi bhayangkari. usaha saya berawal dari hobi memasak," ujarnya.
Kata kuncinya sebelum Anda memutuskan memulai usaha, tandasnya, agar ketrampilan atau hobi yang dimiliki ditingkatkan dulu. "Pacu terus kreativitas, gali dan yakin akan kemampuan diri, dan jangan takut untuk mencoba," ujarnya sharing, sekaligus memberi semangat.
Tips ataupun saran kepada anda yang hendak menjalani usaha:
1. Berusaha dengan bekerja keras.
2. Berani melakukan inovasi dan tekad yang kuat.
Bersifat profesional. harus bisa membedakan antara urusan pribadi dan perusahaan, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan.
4. Lebih penting lagi memandang setiap pekerjaan adalah sebuah ibadah sehingga kita akan kuat dalam menghadapi segala tantangan dan permasalahan yang dihadapi.

"saya sangat bersyukur apabila ada orang yang mau menggeluti bisnis seperti yang saya jalankan, karena akan menambah wawasan, kreativitas, dan ibadah juga membantu pemerintah mengurangi pengangguran," pungkas ibu empat anak ini.KEMALA

* SIM DAN STNK KELILING

WILAYAH LOKASI

JAKARTA SELATAN :Depan Pos Pol Taman Makam Pahlawan Kalibata.
JAKARTA TIMUR :Depan Swalayan Makro Pasar Rebo.
JAKARTA UTARA :Rt 07 / 05 Perumahan Pluit Permai.
JAKARTA BARAT :Depan Carrefour Puri Indah Kembangan.
JAKARTA PUSAT :STNK Keliling didepan Gedung Kantor Pelni dan SIM di depan LTC Glodok Jl. Gajah Mada.

Bus Keliling ini Beroperasi dari Pukul 08.00-14.00 WIB.
Dari hari Senin-Jumat, Kecuali hari Sabtu Pukul 08.00-12.00 WIB

* KEJADIAN 28 APRIL 2009

1. PENCURIAN DENGAN KEKERASAN

Waktu kejadian : tanggal 27 April 2009 Pkl.01.30 wib.
Tkp : Jl. P. Jayakarta Mangga Dua Sawah Besar Jakpus.
Korban : Wong Linda, 25th, Jl.. Kp. Janis No. 22 Rt. 09/09 Pekojan Jakpus.
Saksi : Paul, 30th.
Pelaku : Lidik.
Kronologis kejadian : Ketika korban berjalan di TKP, tiba-tiba korban dihampiri pelaku kemudian pelaku menodongkan golok kearah korban dan mengambil tas korban beserta isinya.
Kerugian : 3 unit HP, surat-surat berharga, uang tunai dan perhiasan.
Kasus ditangani : Sektro Sawah Besar.

2. PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN

Waktu kejadian : Tanggal 27 April 2009 Pkl. 04.00 Wib.
Tkp : Yayasan SMA Budi Luhur Karang Tengah.
Korban : Drs. I Nyoman Jiwa, 43Th, Al. Jl. Nurul Pataya Rt. 01/14 Karang Tengah Tangerang.
Pelaku : Lidik.
Kronologis kejadian : Pelaku masuk ke dalam TKP dengan cara merusak dan memotong kawat tembok serta rantai pintu, kemudian pelaku mengambil barang-barang di TKP.
Kerugian : 1 unit CPU komputer, 4 unit LCD proyektor.
Kasus ditangani : Sektro Ciledug

3. LAKA KERETA API

Waktu kejadian : tanggal 27 april 2009 Pkl. 15.00 wib.
Tkp : Jl. Benteng Betawi lintasan kereta Poris Plawad Cipondoh Tangerang kota.
Korban : Rustam Nawawi.
Saksi : Anton Sutara.
Kronologis kejadian : Ketika korban mengendarai sepeda motor, korban melintas melintasi perlintasan rel KA yang tidak berpalang, tiba-tiba tanpa sepengetahuan korban, Ka melintas dan menabrak korban beserta kendaraan bermotor roda dua yang dikendarainya, korban mengalami luka parah dan meninggal di TKP. Korban dibawa ke Rumah Sakit untuk di visum.
Kasus ditangani : Sektro Cipondoh Tangerang.

4. KEBAKARAN

Waktu kejadian : Tanggal 27 April 2009 Pkl. 17.00 Wib.
Tkp : PT. Tonykitex Jl. WR. Supratman no. 1 Cikoneng Hilir Rt. 01/02 Gandasari Jatiuwung Tangerang.
Saksi : M. Sodi, 40th, dan Suroso, 40th (karyawan PT).
Kronologis kejadian : Pada saat saksi sedang berjaga di TKP, saksi melihat api dari korsleting kabel listrik di atas ruang produksi, lalu membakar bahan dan 11 unit mesin tenun. Korban jiwa nihil.
Kerugian : Belum dapat ditaksir.
Kasus ditangani : Sektro Jatiuwung.

5. PENCURIAN DENGAN KEKERASAN

Waktu kejadian : Tanggal 27 April 2009 Pkl. 17.10 Wib.
Tkp : Kp. Cirarap Rt. 02/03 Legok Tangerang Kabupaten.
Korban : Irma Rismawati, 21th.
Pelaku : Lidik.
Saksi : Muhidin, 30th.
Kronologis kejadian : Ketika korban melintas di TKP dengan mengendarai kendaraan roda dua, tiba-tiba melintas pelaku dan menabrak kendaraan korban sehingga korban terjatuh, selanjutnya pelaku mengeluarkan pisau dan mengancam korban, selanjutnya pelaku mengambil kendaran korban.
Kerugian : 1 unit kendaran roda dua Yamaha Mio, No. Pol : B-6420-NTB.
Kasus ditangani : Sektro Legok.

6. PENEMUAN MAYAT

Waktu kejadian : Tanggal 27 April 2009 pkl. 10.20 Wib.
Tkp : Ds. Jati Mulya Rt. 03/02 Bekasi Kabupaten.
Korban : Mayat bayi tak dikenal.
Saksi : Firman, 23th, Al. Kp. Ciketing Rt. 01/01 Mustika Jaya Bekasi.
Kronologis kejadian : Ketika saksi melintas di TKP, saksi meluihat potongan tubuh, kemudian saksi mencurigai tas plastic hitam yang berada di TKP, ketika korban membuka tas tersebut ternyata berisi mayat bayi, selanjutnya korban dibawa ke RS. Kramat Jati untuk di visum.
Kasus ditangani : Sektro Tambun.

27 April 2009

* Enam Pelaku Curanmor Diringkus

PUSKOMINFO - Enam pelaku pencurian kendaraan bermotor(Curanmor) ditangkap Sat Ranmor Dit Reskrimum Polda Metro Jaya Jum,at (27/4). Keenam pelaku tersebut yakni JK, SA, ASR, SU, DM dan AD. Mereka mempunyai peran masing-masing yaitu JK, SA, ASR dan SU berperan sebagai pemetik (pencuri), sedangkan DM sebagai penadah serta AD sebagai perantara surat-surat.

Awal pengungkapan, pada Jum'at tanggal 17 April 2009, Anggota Unit IV Sat V Ranmor Dit Reskrimum Polda Metro Jaya menerima laporan bahwa telah terjadi pencurian mobil minibus Nissan Grand Livina warna kuning metalik B-1470-NU di daerah Cibubur Jakarta Timur.

Berdasarkan keterangan korban, mobil tersebut telah dipasangi alat GPS. Petugas pun melakukan pelacakan keberadaan mobil tersebut dan diketahui berada di sebuah hotel di daerah Jonggol Cibubur. Selanjutnya petugas bergerak ke lokasi dimana mobil tersebut terdeteksi.

Sesampai di lokasi, petugas dengan mudah menagkap pengemudi mobil tersebut berinisial SU yang berada di dalam hotel dan mendapati mobil Nissan Grand Livina warna kuning metalik B-1470-NU yang diparkir di dalam garasi hotel.

Dari hasil interogasi terhadap SU diketahui bahwa ia sedang menunggu seseorang yang akan mengantar surat-surat kendaraan tersebut dan rencananya kendaran berikut surat-surat akan dibawa ke Semarang Jawa Tengah. Petugas pun menunggu orang yang akan mengantar surat.

Ketika orang yang akan mengantar surat tersebut datang, langsung dilakukan penyergapan. Terakhir diketahui orang tersebut berinisial JK. Dari keterangan JK, saat itu JK juga sedang menunggu AD yang dalam perjalanan dari Bekasi Timur menuju hotel membawa surat-surat kendaran berikut plat nomornya. Akhirnya ketika AD muncul, petugas langsung menangkapnya. Saat ditangkap AD bersama-sama dengan DM yang merupakan penadah kendaraan hasil curian.

Dari keterangan para tersangka, selanjutnya dikembangkan dan berturut-turut petugas berhasil menangkap ASR di pasar Cibubur Jakarta Timur dan SA di Kampung Tengah Condet Jakarta Timur.

Modus dari kelompok ini, mereka melakukan pencurian dengan cara mencongkel gembok pagar atau melepas engsel pagar agar pintu dapat dibuka. Kemudian masuk ke rumah dengan mencongkel jendela menggunakan linggis. Setelah masuk ke dalam rumah, mereka mencari kunci mobil. Setelah kunci didapatkan, selanjutnya mobil didorong ke luar pagar, baru kemudian distarter dan dibawa kabur. Kemudian kendaraan hasil kejahatan tersebut sebelum dijual dilengkapi dengan plat nomor dan STNK palsu.

Dari Kelompok ini, petugas menyita barang bukti 2 buah linggis, 1 set kunci letter T, Pistol rakitan berikut 8 butir peluru kaliber 38, zebo penutup muka, 5 HP, sepasang plat nomor dan STNK palsu serta 19 unit mobil hasil kejahatan.

Kini petugas masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan pembuat STNK palsu dan mengejar para pelaku yang belum tertangkap.

* Lagi, Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya Bekuk Pengganda VCD dan Kaset

PUSKOMINFO - Setelah meringkus tiga pengganda CD Software di wilayah Penjaringan Jakarta Utara pada Jum'at kemarin, Hari ini Senin (27/4/2009) Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya berhasil menangkap tiga pelaku pengganda CD Software dengan modus yang sama di tiga lokasi berbeda.

Pengungkapan pertama, petugas menangkap YTS di kawasan Sunter Jakarta utara. Dari rumah YTS petugas menyita barang bukti 7 unit mesin duplikator dan 260 CD Software yang siap jual.

Usai menangkap YTS, petugas menggerebek sebuah rumah di daerah Tugu Utara, Koja Jakarta Utara dan menangkap pelaku pengganda VCD dan kaset berinisial HP. Dari tempat HP, petugas berhasil menyita 3 unit mesin duplikator, 5 rak Audio Kaset, 4 set Tape Deck terdiri dari Aqualzer, amplifier dan Tape, 4 dus VCD lagu Indonesia hasil bajakan berbagai judul, 1 dus VCD kosong, 7 karung Pita Kaset Lagu Indonesia, 25 karung kotak pita kaset, 12 karung cover VCD dan kaset, 2 karung master pita kaset, 1 dus master VCD lagu.

Pengungkapan selanjutnya, petugas menangkap ST di daerah Pesanggrahan Jakarta Selatan. Di tempat tersebut petugas menyita barang bukti 3 unit mesin duplikator, 3.000 keping VCD jenis lagu berbagai judul dan 650 keping CD-R kosong.

Kini ketiga pelaku ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Mereka melanggar Pasal 72 ayat (1) dan ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta dengan ancaman hukuman 7 tahun dan atau 5 tahun penjara.

* WASPADA FLU BABI !!!!...

PUSKOMINFO - Di Meksiko, sedikitnya 1.324 orang terjangkit virus flu babi dalam dua pekan terakhir. Sebanyak, 103 di antaranya tewas. Bahkan flu mematikan ini mulai merambah ke kawasan Amerika. Menteri kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova, sebagaimana yang dikutip siaran televisi Televisa Mexican, Minggu malam 26 April 2009 waktu setempat (Senin dini hari WIB), mengatakan jumlah pasien yang diduga terinfeksi virus flu babi meningkat menjadi 1.614 orang. Cordova juga menyatakan setidaknya 103 orang tewas akibat virus A/H1N1 ini.

Sementara pemerintah AS mengumumkan bahwa virus telah ditemukan di New York, California, Texas, Kansas, dan Ohio, namun belum ada laporan mengenai korban jiwa.

WHO memutuskan untuk mengumumkan kasus flu babi di Meksiko dan Amerika Serikat (AS) sebagai keadaan darurat yang harus diwaspadai dunia. Komite darurat WHO akan mengadakan pertemuan pada Selasa (28/4) untuk memeriksa penyebaran virus sebelum memutuskan untuk meningkatkan kesiagaan ke level pandemi atau epidemi global. WHO juga memperkirakan flu babi jauh lebih ganas dibandingkan flu burung.

Pemerintah di negara-negara Asia kini meningkatkan pengecekan di bandar udara dan meminta warganya melaporkan gejala flu yang tidak biasa.

Sementara juru bicara Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Tini Suryanti, Senin 27 April 2009. Mengatakan ciri-cirinya juga hampir sama dengan flu burung. Flu babi diakibatkan virus yang merupakan kombinasi material genetik dari babi, burung, dan manusia. Penularannya pun tak hanya melalui unggas, tapi juga babi.
Langkah pencegahan minimal yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Tini mengajak warga Ibu Kota hidup bersih, menghindari kontak langsung dengan babi, dan menjauhi penampungan babi.

Bagi warga non-muslim yang mengonsumsi babi juga diminta waspada. Sebelum memakannya, pastikan, daging babi tetah dimasak dengan suhu minimal 80 derajat celcius. "Jangan dulu makan daging babi panggang atau bakar," ujarnya. "Pemilik peternakan juga wajib menyemprot disinfektan."

Flu babi merupakan penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1 yang dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi. Manusia jarang terkena penyakit ini, namun virus dapat menyerang orang yang hidup dekat binatang babi. Virus ini lalu dapat menyebar dari satu orang ke orang lainnya.

Gejala flu babi meliputi demam lebih dari 37,77 derajat Celsius, sakit badan, radang tenggorokan, batuk, sulit bernapas, dan dalam beberapa kasus pasien muntah-muntah dan diare. Belum ada vaksin khusus untuk menanggulangi virus flu babi. Virus ini biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan babi.

Secara umum flu babi mirip dengan influenza (Influenza Like Illness-ILI) dengan gejala klinis, demam, batuk pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, napas cepat atau sesak napas, mungkin disertai mual, muntah dan diare.

Cara penularan flu babi melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita. Masa inkubasinya 3 sampai 5 hari. "Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai seperti halnya terhadap flu burung dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu.

* Berlaku Hari Ini, Senin, 27 April 2009. Untuk Mengurangi Kemacetan di Kawasan Cawang – UKI, Bus Dilarang Keluar Tol Cililitan dan Halim

PUSKOMINFO – Polisi akan menilang awak bus angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang keluar melalui pintu tol Cililitan dan Halim. Dua pintu tol ini adalah akses bagi bus AKAP untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di sekitar Cawang-UKI, yang menimbulkan kemacetan di kawasan itu.

Mulai hari ini, Senin, 27 April 2009, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melarang seluruh bus angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) untuk keluar melalui pintu tol Cililitan dan Halim. Kebijakan ini bertujuan mengurangi kemacetan di sekitar kawasan Cawang-UKI.

Pihak Dishub DKI Jakarta sudah memasang rambu dilarang keluar bagi bus AKAP di lokasi tersebut.

Selama ini, banyak awak bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang nekat melanggar aturan untuk melintas di sekitar Cawang-UKI. Misalnya bus AKAP dari Bekasi atau yang melintas jalur Pantura, biasanya akan menurunkan atau menaikkan penumpang di Pintu Tol Halim sebelum sampai terminal tujuan. Hal sama juga dilakukan awak bus AKAP dari Bandung atau Sukabumi yang biasa keluar-masuk pintu tol Cililitan.

Peraturan baru ini diharapkan dipatuhi seluruh awak bus AKAP, peraturan ini sudah disosialisasikan sejak lama jadi tidak ada alasan bagi awak bus untuk melanggarnya. Polisi lalu lintas bisa melakukan penilangan.

* Tiga pengganda CD Software, Dibekuk Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya

PUSKOMINFO - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Metro Jaya membekuk tiga pelaku penggandaan CD Software program komputer dan program game. Ketiga pelaku EB, JK dan AT dibekuk Jum'at (24/4/2009) di wilayah Penjaringan Jakarta Utara.

Penangkapan terhadap para pelaku ini atas laporan dari masyarakat bahwa sebuah rumah tinggal di Penjaringan Jakarta Utara dijadikan tempat untuk memproduksi dan menggandakan CD Software dengan menggunakan sarana mesin duplikator. Mereka memproduksi CD "program komputer" dan "program game". Selanjutnya para pelaku menjual hasil produksinya ke pedagang eceran.

Dari rumah pelaku, petugas menyita barang bukti 9 unit mesin duplikator berkapasitas 75 lot, 32 lot CD Writer, 7.000 keping CD Software program komputer/game, 7.500 keping CD Master Software, 4.800 keping CD-R kosong, 28 unit printer, 45 dus Cover CD, 3 unit CPU, 2 unit Keyboard, 2 unit monitor, 5 unit scannner dan pemotong kertas serta 1 mobil yang digunakan pelaku untuk mengangkut hasil produksi.

Kini ketiga pelaku masih menjalani proses pemeriksaan di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya. Tersangka dijerat Pasal 72 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun dan atau minimal 5 tahun penjara.

* Hati-Hati Dengan Perampas Motor Mengaku Polisi

PUSKOMINFO - Modus kejahatan memang sudah sangat beragam. Kali ini, pelaku perampas sepeda motor berpura-pura sebagai anggota Polisi terjadi Minggu (26/4/2009) pagi kemarin. Yanto Sugiarto, 23 th, menjadi korban penipuan di Bandara Soekarno Hatta. Ia kehilangan sepeda motornya karena ditipu oleh orang yang mengaku sebagai anggota Polisi Reserse.

Awal mula kejadiannya, Pelaku berpura-pura minta diantar ke Polres Metro Jakarta Timur. Sesampai di Polres, Pelaku masuk, korban disuruh menunggu di halaman Polres, Tak lama kemudian pelaku keluar dan meminta diantar kembali ke Bandara Soekarno-Hatta dengan alasan hendak membeli tiket untuk Kapolres Metro Jakarta Timur.

Sesampai di gerbang Bandara, pelaku yang mengaku bernama Benyamin, mengatakan bahwa yang bisa masuk ke areal bandara hanya anggota Polisi saja. Korban pun menyerahkan kunci serta STNK kendaraannya kepada pelaku. Di dalam Bandara, korban diajak membeli tiket. Di depan loket pembelian korban disuruh menunggu, sedangkan pelaku mengatakan akan merokok di ruang khusus merokok. Karena sudah lama menunggu, pelaku tidak datang juga maka korban mengecek ke ruang khusus merokok, di ruang itu korban tidak menjumpai pelaku.

Korban selanjutnya mengecek ke tempat parkir sepeda motor di Terminal II F, ternyata sepeda motornya juga sudah tidak ada. Informasi dari petugas parkir, sepeda motor jenis Yamaha Vega R No. Pol. B-6824-TMH baru saja dibawa oleh orang, yang tak lain adalah pelaku.

* Cara Bertelepon Yang Ringkas dan Tips Menghemat Pulsa Ponsel

Apakah anda menghabiskan banyak waktu di telepon?

Saat ini boleh dibilang waktu kita banyak digunakan untuk urusan telepon dan ber-SMS. Di samping bisa berhemat biaya, juga menghemat waktu. Konsultan manajemen waktu, Stephanie Winston, penulis tips-tips organisasi terbaik
menawarkan nasihatnya :
1. Jangan bertanya: ada kabar apa? Kesannya anda punya banyak waktu mengobrol. Setelah 'hallo' langsung saja ke inti permasalahan dan kemukakan dengan singkat namun jelas.
2. Pandai-pandailah mengatur waktu bertelepon. Jika anda menelepon pada saat sebelum makan siang/malam atau pada akhir jam kerja, biasanya orang-orang berbicara secukupnya/kurang bicara.
3. Aturlah batas waktu. Mulai dengan 'hai, saya hanya sebentar saja, cuma mau bilang kepadamu....dst. Atau "Duh saya senang sekali mengobrol, tapi saya cuma punya waktu terbatas, karena mau kerja lagi."
4. Manfaatkan waktu jeda. Walaupun orang yang bertelepon cerewet, pasti ada saat-saat jeda. Langsung saja katakan: "Senang bicara enganmu" Lalu akhiri penbicaraan.
5. Jangan 'berbaik hati'. Beberapa orang tidak mempergunakan cara ini. Sela lawan bicara anda dan katakan, "Saya masih ingin berbicara tapi waktu saya mepet/terburu-buru. Daah..." Lalu tutup telepon. Tidak perlu permisi mengakhiri pembicaraan.
6. Temukan 'teman kompakan'. Jika tidak ada cara-cara yang jitu, minta orang dirumah membantu anda.Misalnya, seorang wanita memberi kode suaminya yang berteriak, "Jane, masakannya gosong."
7. Hindari, jangan angkat telepon. gunakan mesin penjawab telepon untuk menyaring telepon yang masuk jika anda punya pesan penting, tinggalkan pesan ketika dia tidak bisa kontak dengan anda.

Tips diatas pas jika orang lain yang menelepon anda. Nah, sekarang apa tipsnya agar dompet anda tidak jebol saat menggunakan ponsel untuk melakukan kontak dan SMS dengan teman, saudara dan kolega mengingat beli pulsa saat ini menjadi pengeluaran rutin? Simak infonya :
1. Pelajari Ketentuan Tarif.
2. Gunakan Pasca-bayar Jika Banyak gunakan Ponsel.
3. Kurangi Menelepon Pada Jam Sibuk.
4. Gunakan SMS dan Layanan SMS Gratis.
5. Gunakan Pengingat waktu.
6. Cek Biaya Pemakaian.
7. Perhatikan Lokasi.

* KEJADIAN 27 APRIL 2009

1. KEBAKARAN

Waktu kejadian : tanggal 26 April 2009 pkl.03.00 wib.
Tkp : Kramat Pulo Gg. 23 Rt. 05/08 Kel. Kramat Kec. Senen Jakpus
Saksi : Udin, 43th.
Kronologis kejadian : Api diduga berasal dari kompor pedagang ketroprak yang berjualan di TKP yang meledak sehingga api membakar TKP. Pukul 19.30 Wib api dapat dipadamkan dengan menggunakan 20 unit mobil DPK.
Kerugian : Belum dapat ditaksir.
Kasus ditangani : Sektro Senen Restro Jakpus.

2. KEBAKARAN

Waktu kejadian : tanggal 26 april 2009 pkl. 10.00 wib.
Tkp : Rumah Kontrakan Jl. H. Rafi’in Sarpin Rt. 08/01 Kel. Kampung Rambutan Ciracas Jaktim
Korban : H. Entong.
Saksi : Surya Chandra, 19th.
Kronologis kejadian : Api diduga berasal dari konsleting arus listrik dari rumah korban sehingga api membakar TKP. Api dapat dipadamkan Pukul 11.30 Wib dengan menggunakan 5 unit mobil DPK.
Kerugian : Belum dapat ditaksir.
Kasus ditangani : Sektro Ciracas Restro Jaktim.

3. PENGEROYOKAN

Waktu kejadian : tanggal 26 april 2009 pkl. 09.30 wib.
Tkp : Kp. Tengah Rt. 07/04 Kel. Tengah Kramatjati Jaktim.
Korban : 1. Dirja, 2. Usman, 3. Billy.
Pelaku : Lidik (kurang lebih 15 orang).
Kronologis kejadian : Saat korban berjalan di TKP tiba-tiba korban dibacok oleh sekelompok orang yang tidak dikenal, yang mengakibatkan korban mengalami luka bacok pada lengan dekat pundak kiri dan ibu jari tangan kanan, korban 3 mengalami luka pada leher belakang akibat bacokan benda tajam. Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo untuk ver.
Barang bukti : Sebuah pedang berukuran panjang.
Kasus ditangani : Sektro Kramatjati Restro Jaktim.

4. KEBAKARAN

Waktu kejadian : tanggal 26 april 2009 pkl. 08.00 wib.
Tkp : Jl. Al Bahar Rt. 04/28 Harapan Jaya Bekasi Utara.
Korban : 1. Sikat, 2. Marulah.
Saksi : Adi, 52th.
Kronologis kejadian : Api diduga berasal dari konsleting arus listrik dari rumah korban sehingga api membakar 3 unit rumah yang berada di TKP. Api dapat dipadamkan pukul 09.30 Wib dengan menggunakan 3 unit mobil DPK.
Kerugian : Diperkirakan Rp. 200.000.000,-
Kasus ditangani : Sektro Bekasi Utara Restro Bekasi.

5. KEBAKARAN R4

Waktu kejadian : tanggal 26 april 2009 pkl. 21.30 wib.
Tkp : Jl. Raya Perum Griya Asri 2 Kp. Kp. Pulo Rt. 02/01 Ds. Sumber Jaya Tambun Selatan Bekasi Kab.
Korban : Anwar, 36th.
Saksi : Antonius julu alpalo, 20th.
Kronologis kejadian : Api diduga berasal dari bawah kolong mesin KR R4 milik korban yang akhirnya membakar KR R4 tersebut. Pukul 21.40 Wib Api dapat dipadamkan oleh korban dengan menggunakan air.
Kerugian : Senilai Rp. 10.000.000,-
Kasus ditangani : Sektro Tambun restro Bekasi Kab.

* WISDOM

Ketika satu pintu tertutup,
pintu lain terbuka;
namun terkadang kita melihat
dan menyesali pintu
tertutup tersebut terlalu lama
hingga kita tidak
melihat pintu lain yang telah
terbuka.

(Alexander Graham Bell)

* SIM DAN STNK KELILING

WILAYAH LOKASI

JAKARTA SELATAN :Depan Pos Pol Taman Makam Pahlawan Kalibata.
JAKARTA TIMUR :Depan Swalayan Makro Pasar Rebo.
JAKARTA UTARA :Rt 07 / 05 Perumahan Pluit Permai.
JAKARTA BARAT :Depan Carrefour Puri Indah Kembangan.
JAKARTA PUSAT :STNK Keliling didepan Gedung Kantor Pelni dan SIM di depan LTC Glodok Jl. Gajah Mada.

Bus Keliling ini Beroperasi dari Pukul 08.00-14.00 WIB.
Dari hari Senin-Jumat, Kecuali hari Sabtu Pukul 08.00-12.00 WIB.

26 April 2009

* Antisipasi Gempa Pada Bangunan

Frekuensi gempa di Indonesia cukup tinggi.Untuk mengurangi timbulnya kerusakan bangunan akibat gempa, sudah semestinya bangunan yang ada di Indonesia termasuk rumah tinggal dibangun dengan memperhitungkan kemungkinan adanya gempa.
sebenarnya yang dimaksud dengan bangunan tahan gempa bukan berarti bangunan itu tidak akan rubuh bila ada gempa. Bangunan dapat disebut tahan gempa bila saat terjadi gempa ringan, bangunan tersebut tidak mengalami kerusakan secara struktural maupun kerusakan pada elemen-elemen bangunannya. Pada gempa besar, bangunan boleh saja rusak, asalkan tidak membahayakan penghuni di dalam bangunan. setidaknya, penghuni punya waktu untuk dapat menyelamatkan diri sebelum bangunan runtuh.
beberapa tip berikut dapat meminimalkan terjadinya korban yang kerusakan disebabkan bangunan.
1. Pondasi harus dibuat diatas tanah keras yang stabil. Pengecekan tanah yang seksama diperlukan untuk proses ini. Jangan abaikan pembuatan sloof, yang berfungsi mengikat pondasi.
2. Gunakan material yang ringan. Semakin ringan, kerusakan yang ditimbulkan akan semakin kecil. Untuk dinding, Gunakan panel gipsum atau beton ringan, bahkan bambu. sebagai rangkanya dapat digunakan kayu atau baja ringan. Sementara itu, untuk penutup atap sebaiknya gunakan genteng metal dengan rangka atap baja ringan atau kayu kering.
3. Buat denah rumah sederhana mungkin. Denah yang simetris juga memperkecil risiko kerusakan. jika ada bentuk-bentuk yang bersambung, misalkan denah berbentuk T atau L, buat delatasi atau pemisahan struktur di antara pertemuan massa bangunan.
4. tambahkan kolom praktis pada setiap luas 12m2 pada dinding, sebagai penguat. Ikat kolom ini ke sloof pada bagian bawah dan ke ringbalik pada bagian atas.
5. Kolom juga harus dipasangi tulangan sengkang dengan jarak dan jumlah yang sesuai dengan perhitungan untuk menahan beban gempa. Untuk rumah 2 lantai, jarak antar sengkang cukup 20 cm. Untuk bagian ujung pertemuan antara kolom dan balok, jarak sengkang harus lebih rapat lagi.
6. Intinya, jangan berhemat di struktur saat membangun rumah. sementara untuk bagian lain, misalnya finishing, menghabiskan dana lebih banyak dibandingkan struktur. Padahal dari alokasi biaya, untuk struktur hanya 20-25% dari total biaya pembangunan.

* Child Abuse Investigation (Investigasi atas Kekerasan terhadap anak-anak)

Kekerasan terhadap anak-anak adalah masalah yang luas: meliputi fisik, seksual, dan ketidaksesuaian emosional. Masyarakat berpendapat bahwa kekerasan terhadap anak-anak dapat berarti tidak menafkahi anak sampai membunuh anak. Meski demikian, perilaku tertentu yang terkait dengan hubungan anak dan orang dewasa tampaknya lebih menjadi perhatian polisi daripada perilaku lain. Ketika perlakuan orang dewasa terhadap anak-anak secara jelas mengandung aspek kejahatan, polisi adalah yang pertama kali akan dipanggil. Lagi pula, hukum selalu berubah dalam menimbang tindakan apa yang terbaik bagi kepentingan anak. Misalnya kini di sejumlah negara bagian telah ada peraturan yang menganggap bahwa menempatkan anak di tempat duduk yang tidak aman di dalam mobil sebagai sebuah bentuk kejahatan.
Pada masa lalu, rasa takut, terabaikan, atau malu telah menahan orang untuk melaporkan kemungkinan terjadi tindak kekerasan terhadap anak-anak. Antara tahun 1963 dan 1967 setiap negara bagian telah mengeluarkan hukum yang mengharuskan para profesional, seperti guru, dokter, dan polisi untuk melaporkan kemungkinan tindak kekerasan terhadap anak-anak. Kini, para petugas selalu menanggapi tiap panggilan yang mengindikasikan malalaku atau apa pun yang tampak seperti “kecelakaan” yang berakibat luka atau kematian pada anak. Laporan mengenai bentuk kekerasan lain yang lebih samar dariada penyiksaan, misalnya pelecehan seksual dan inses, juga kian meningkat. Peningkatan ini tidak berarti penambahan jumlah kasus, tetapi karena lebih banyak orang yang melaporkan berbagai insiden tersebut. Meski demikian, diperkirakan hanya setengah dari tindak kekerasan dalam keluarga yang telah dilaporkan ke polisi. Hal ini dapat dipahami bila yang terlibat adalah anak kecil karena korban tidak tahu bagaimana cara melaporkan tindak kekerasan kepada polisi atau petugas sosial.

Operational Definitions (Definisi Operasional)
Karena konsep kekerasan terhadap anak-anak mencakup demikian banyak segi, maka jelas dibutuhkan satu definisi operasional. Pertama, perlu membedakan antara kekerasan dan pengabaian. Kekerasan biasanya mengacu pada adanya tindakan, sementara pengabaian mengacu pada adanya penghilangan. Kategori pertama meliputi kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan perawatan atau perlindungan yang tidak layak. Kategori kedua, yakni pengabaian, mengacu pada pengabaian emosional atau perilaku orangtua yang tidak ditujukan lagnsung kepada anak-anak, tetapi memicu tumbuhnya kenakalan seperti perilaku seks menyimpang, kejahatan narkoba atau alkohol. Konsep yang lebih luas tentang kekerasan dan pengabaian mencakup berbagai kondisi yang menyebabkan anak-anak lari dari rumah atau yang dianggap “hilang”. Definisi legal dapat berbeda di setiap negara bagian serta di berbagai kantor pemerintah. Juga terdapat kesulitan cukup besar dalam menentukan tindakan mana yang dikategorikan sebagai kejahatan, juga kapan dan di mana intervensi formal ditunjukkan.

Causative Factors (Faktor-faktor Penyebab)
Kekerasan terhadap anak-anak terjadi karena sejumlah faktor. Riset terakhir merujuk kepada faktor patopsikologis orang tua, termasuk ketidakdewasaan, alkoholik, kecanduan obat bius, dan pengucilan sosial. Satu survei nasional tentang korban kekerasan anak melaporkan bahwa anak-anak sering menjadi katalis sebuah argumen dari kekerasan domestik. Dalam banyak kasus, anak-anak sering menjadi korban dalam pertikaian mengenai pengaturan disiplin dan hak asuh. Terlebih lagi, anak-anak kerap berusaha menarik perhatian atas keributan orang tua mereka, dengan harapan bahwa orang tua mereka akan kembali bersatu dan mengatasi “masalah baru” yang dia timbulkan. Sayangnya, dengan ikut campur dalam situasi yang sangat rentan, mereka justru dapat menjadi target kemarahan dan frustasi orang dewasa.
Tren terkini yang berkembang dalam hukum Amerika adalah diperbolehkannya anak-anak mengajukan gugatan ke pengadilan dan melawan orang tua mereka atas tindakan kekerasan, bahkan juga untuk memutuskan hubungan antara anak dan orang tua. Secara historis, hukum bertindak dengan asumsi bahwa orang tua tahu apa yang terbaik bagi anaknya. Namun kini negara telah membangun kesadaran akan fenomena kekerasan terhadap anak-anak, di mana pengacara dapat memenangkan kasus yang memastikan hak-hak anak secara sah. Walau begitu, perkembangan ini telah menjadi kontroversi dan sasaran kritik, terutama oleh segmen masyarakat yang masih konservatif.
Perubahan dalam keluarga dan pola pekerjaan di masyarakat telah menyebabkan meningkatnya jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak bersama kerabat tiri, pengasuh anak, dan pusat-pusat perawatan anak. Sejumlah ahli berpendapat, hal ini membuka peluang lebih besar kepada anak-anak untuk menjadi korban kekerasan. Situasi berisiko tinggi dapat terjadi bilamana ada sedikit peraturan atau tenaga pengawas dari pusat perawatan anak tersebut.
Dasar yang menggarisbawahi sebagian besar penjelasan adalah kekerasan terhadap anak-anak merupakan perilaku yang dipelajari. Ini berarti bahwa banyak orang yang melakukan kekerasan terhadap anak-anak, dahulu ketika anak-anak juga menerima kekerasan. Mereka yang didakwa melakukan kekerasan seksual terhadap anak sering mengaku telah mendapat kekerasan seksual ketika masih anak-anak. Terlebih lagi, hubungan seksual mereka yang pertama kali biasanya dengan orang tua atau kerabat. Para penjahat tersebut telah belajar bahwa kekerasan terhadap anak-anak adalah suatu hal yang wajar, bahkan “normal”.
Kekerasan terhadap anak-anak juga dianggap sebagai bentuk ketidakmampuan menjadi orang tua. Orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak biasanya tidak siap dan tidak dipersiapkan untuk membesarkan anak. Banyak orang memiliki kemampuan minim untuk menjadi orang tua, karena orang tua mereka sendiri dahulu juga bukan contoh yang baik. Dalam suatu siklus, ketidakdewasaan pasangan remaja ini sering disebut sebagai bagian dari kelanjutan permasalahan anak yang memiliki anak.
Kekerasan terhadap anak juga dapat merupakan bentuk perilaku impulsif. Tanpa berpikir panjang, orang tua bereaksi secara brutal terhadap kondisi tertentu. Berbagai laporan menunjukkan, tingkat kekerasan terhadap anak cenderung meningkat ketika orang tua mengalami tekanan. Kekerasan terhadap anak sering menjadi sebuah masalah dalam keluarga saat pencari nafkah kehilangan penghasilannya.
Kekerasan emosional dapat saja tidak terlalu tampak dibandingkan bentuk kekerasan lain, tetapi dampaknya sama buruk terhadap anak-anak. Anak-anak yang tidak mendapat kasih sayang memadai dari orang tua atau orang dewasa lain akan mengalami luka batin yang dapat mempengaruhi mereka seumur hidup. Luka tersebut dapat tidak terlihat sebagaimana luka yang timbul akibat kekerasan fisik. Guru dan pihak lain yang berhubungan dengan anak-anak yang menderita kekerasan emosional dapat mengamati adanya rasa ketakutan berada di antara orang dewasa, masalah disiplin, atau perilaku antisosial sebagai tanda-tanda trauma emosional. Anak-anak dengan pengalaman kekerasan emosional sering menghadapi masalah pengembangan diri yang parah, yang berujung pada depresi, kegelisahan, kekacauan pola tidur, penyalahgunaan alkohol dan narkoba, keinginan berjudi, penyimpangan seksual, dan bahkan bunuh diri.
Pola kekerasan umumnya berkembang dari satu tindakan yang awalnya hanya biasa tetapi kemudian menjadi perlakuan lebih serius. Orang tua yang pernah mengalami penyiksaan masa kecil biasanya menerapkan pola yang sama kepada anak mereka di sepanjang usia remajanya. Hukuman fisik yang meningkat dalam frekuensi dan tingkatannya selama masa dewasa mereka sering diproyeksikan secara salah kepada anak. Dalam beberapa kasus, anak sering dihukum dan dipersalahkan atas tingkah laku yang sebenarnya normal bila diukur dari perkembangan usia kedewasaannya.

State Involvement (Keterlibatan Negara)
Kekerasan terhadap anak menjadi perhatian negara dan sistem peradilan kriminal karena dua alasan. Perhatian negara bersumber pada perspektif humanis dasar untuk membantu anak-anak yang menjadi korban kekerasan. Dimulai pada tahun 1800-an, sejumlah jemaat gereja mencoba membantu anak-anak yang diabaikan atau menerima tindak kekerasan. Sejak saat itu, negara semakin terlibat dalam perlindungan anak. Dasar hukum tindakan negara yang mengatasnamakan anak ini adalah prinsip parents patriae. Dengan asumsi sebagai orang tua mutlak, negara melindungi dan menjaga kebutuhan utama anak-anak. Di bawah doktrin ini, negara memiliki kekuasaan untuk memindahkan seorang anak dari lingkungan yang bersifat abusif dan menempatkannya di bawah perlindungan keluarga angkat atau tempat penampungan sementara.
Terkait dengan ide melindungi anak adalah juga untuk menghadapi pelaku kekerasan anak. Pada kasus di mana anak mendapat sebentuk pengabaian, negara akan mencoba memberi konseling dalam upaya untuk membentuk ulang atau merehabilitasi perilaku pelaku. Dalam situasi yang lebih ekstrem, tindak hukum dapat digunakan. Di sebagian besar negara bagian, penyerangan fisik atau seksual terhadap anak-anak dapat berujung pada hukuman yang terentang hingga penjara seumur hidup. Di sejumlah negara bagian yang mengakui hukuman mati, penyerangan fisik terhadap anak-anak yang mengakibatkan kematian dapat menyebabkan pelaku dijatuhi hukuman mati.
Faktor kedua yang mempengaruhi negara untuk terlibat adalah keinginan untuk melindungi masyarakat dari permasalahan lanjutan yang muncul akibat kekerasan terhadap anak-anak. Riset telah menunjukkan bahwa banyak anak-anak yang dipukul menderita kekacauan saraf, kelambanan, atau ketidakseimbangan perkembangan kecerdasan. Kebanyakan anak-anak ini akhirnya mempelajari pola-pola kekerasan, menjadikannya sebagai pola gaya hidup mereka, dan kemudian menerapkannya kepada orang lain. Riset juga menunjukkan bahwa dari banyak remaja yang melakukan tindak kejahatan, termasuk pembunuhan, berasal dari lingkungan keluarga di mana kekerasan terhadap anak, tekanan, perdebatan dan perkelahian orang tua yang berulang, penggunaan narkoba dan alkohol adalah hal umum. Lebih jauh lagi, ternyata ada kaitan antara kekerasan anak dan perilaku kriminal. Dengan kata lain, anak yang menjadi korban kekerasan cenderung terlibat dalam perilaku kriminal dibandingkan anak yang tidak mengalami kekerasan.
Tindakan negara lebih terdorong pada kegiatan mendeteksi dan mengoreksi masalah kekerasan terhadap anak-anak. Kemampuan mendeteksi kekerasan terhadap anak-anak menjadi penting bila negara hendak memutuskan rantai prosesnya. Meski demikian, masalah-masalah hukum, etika, dan moral, muncul dalam upaya deteksi dan membuka kasus kekerasan terhadap anak-anak. Undang-undang memberi tiap orang hak dasar akan privasi. Orang berhak untuk berada di rumah sendiri dan negara tidak dapat memaksa masuk ke dalam urusan rumah tangga sebuah keluarga. Pada kenyataanya, sistem peradilan kriminal sepertinya bergantung pada upaya masyarakat secara umum untuk mendeteksi kasus kekerasan terhadap anak-anak secara khusus.

Recognizing Abuse (Mengenali Kekerasan)
Petugas penegak hukum dan kesejahteraan sosial membutuhkan pelatihan untuk mengenali tanda-tanda terjadinya kekerasan terhadap anak-anak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak lebih sering menerapkan disiplin yang bersifat menghukum daripada disiplin nalar dan peraturan sederhana. Orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak cenderung marah dan tersinggung atas campur tangan pihak berwenang. Mereka umumnya bersikap kasar bila polisi dipanggil untuk mengatasi kekerasan dalam rumah tangganya. Dengan pelatihan yang sesuai, polisi harus memiliki kemampuan lebih baik dalam mengatasi dan memadamkan kekerasan rumah tangga. Pelatihan harus mencakup cara mengenali tanda-tanda kekerasan, memahami peraturan perundangan-undangan dan kasus-kasus terkini, serta memahami peran dan tugas jasa sosial, otoritas medis, dan pengadilan. Sebagian besar badan terkait kini memberikan polisi pelatihan semacam itu, meskipun masih banyak yang belum memiliki peraturan tertulis untuk penanganan kasus seperti itu.
Dalam menangani kasus yang dicurigai mengandung kekerasan terhadap anak-anak, polisi harus mencari bukti fisik apa pun yang dapat dimanfaatkan untuk penelaahan kasus selanjutnya. Memar tak beraturan atau luka bekas ikatan dapat berarti bahwa tali, kawat, ikat pinggang, pentungan, atau benda lain telah difungsikan untuk menghajar seorang anak. Luka bakar, cakaran, atau jaringan parut di daerah yang tidak wajar pada tubuh anak juga dapat menunjukkan peringatan dini adanya tanda kekerasan. Teknologi komputer terbaru memungkinkan petugas untuk secara digital memperbaharui foto anak-anak yang hilang sehingga pertambahan usia anak tidak menghentikan proses pencarian. Pada kasus yang melibatkan pornografi anak, polisi harus mencari gambar, kamera, atau koleksi buku pornografi tertentu para pelaku. Polisi atau petugas sosial juga perlu memperhatikan perilaku dan tingkah tiap orang yang terlibat untuk mengembangkan gambaran lebih akurat mengenai lingkungan seorang anak. Seorang anak seharusnya ditempatkan dalam perlindungan darurat bila sebuah keputusan yang diambil menyebutkan bahwa tempat tinggal anak tersebut tidak sesuai untuknya berdasarkan pertimbangan pengabaian, kebrutalan, atau kekerasan fisik.
Sebagai tambahan untuk tindakan medis darurat terhadap luka, petugas sosial juga harus menentukan bentuk perawatan lain bila diperlukan. Anak-anak dan orang tua mungkin membutuhkan konseling. Petugas sosial harus siap menjelaskan atau menerangkan mengapa perlu dilakukan perawatan tersebut.
Setiap tindakan yang diambil petugas negara atas nama anak-anak selalu menjadi sasaran pertanyaan. Konsekuensinya, polisi dan/atau petugas sosial harus hati-hati mendokumentasikan penemuan mereka bila pengadilan digelar. Dalam kasus-kasus serius, jaksa membutuhkan fakta-fakta penting dan bukti untuk memperoleh pengakuan atau, bila mungkin, menghapuskan hak sebagai orang tua dari pelaku kekerasan. Lagi pula, pengacara ad litem (pengacara yang ditunjuk pengadilan untuk mewakili anak dalam kasus hukum keluarga) bersandar pada laporan petugas untuk menentukan tipe tindakan apa yang terbaik bagi kepentingan anak. Pengadilan membutuhkan bukti nyata untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan masa depan seorang anak.

Investigating Cases and Interviewing Children (Menginvestigasi Kasus dan Menginterogasi Anak)
Salah satu tugas pokok petugas penegak hukum adalah menindaklanjuti laporan adanya kekerasan terhadap anak-anak. Sebagian besar departemen telah memiliki penyelidik khusus yang ditugaskan untuk kasus kekerasan terhadap anak-anak, para petugas ini siap siaga 24 jam sehari. Secara umum, polisi menjadi sadar akan sebuah kasus kekerasan terhadap anak-anak ketika sebuah keluhan diajukan atau diterimanya laporan mengenai kemungkinan terjadi tindak kekerasan. Dengan demikian, polisi bersama petugas sosial memiliki tanggung jawab untuk menindaklanjuti fakta dan situasi di mana seorang anak membutuhkan perlindungan dan apakah harus diajukan dakwaan kepada orang dewasa yang mungkin terlibat.
Polisi dan/atau petugas sosial biasanya mewawancarai siapa pun yang dapat memberikan informasi berharga berkaitan dengan kasus kekerasan, terutama anggota keluarga dan pelapor. Teknik-teknik baru telah dikembangkan untuk membuat sesi wawancara dengan polisi dan jaksa sehingga menjadi tidak terlalu traumatis bagi anak-anak. Sejumlah departemen menggunakan ruangan “bernuansa anak-anak” dengan dekorasi berwarna cerah, gambar kartun, boneka beruang, mainan, dan perabotan kecil. Penyelidik mengenakan pakaian biasa dan menggunakan boneka untuk membuat anak merasa nyaman masuk ke dalam percakapan tentang peristiwa yang terjadi. Dalam kasus kekerasan seksual, pengenalan anatomi tubuh boneka secara bertahap membuat anak-anak dapat menunjuk bagian-bagian tubuh mana yang disentuh tanpa muncul kebingungan karena perbedaan tingkat kemampuan berbahasa.
Cara lain untuk mengurangi tekanan pada anak yang sedang diwawancarai adalah dengan mengkombinasikan semua kebutuhan informasi wawancara dengan jumlah sesi sesedikit mungkin. Ini berarti, polisi, jaksa, psikolog, dan petugas kesejahteraan sosial harus mengkoordinasikan pertanyaan mereka sebelumnya dan meminjam informasi dari wawancara yang sama untuk menghindarkan anak mengulangi kesaksian serupa.

Summary (Ringkasan)
Yang harus menjadi perhatian dalam segi hukum adalah banyaknya jumlah kasus pelaporan kekerasan terhadap anak-anak untuk sedikit orang yang dipekerjakan negara atau kantor-kantor lokal. Seorang pekerja dapat menerima 20 sampai 25 kasus untuk ditindaklanjuti setiap bulannya dan menyelidiki 17 kasus anak secara penuh. Konsekuensinya, petugas tidak akan memiliki banyak waktu untuk memfokuskan diri pada kasus khusus.
Kekurangan agen atau organisasi yang membantu anak-anak korban kekerasan rumah tangga terus menjadi dilema bagi polisi. Tidak adanya sumber daya untuk membantu korban kekerasan menempatkan polisi sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas pemecahan kasus kekerasan rumah tangga. Polisi terpaksa harus menangkap atau memindahkan untuk mengatasi masalah kekerasan terhadap anak-anak, yang sayangnya sering hanya menciptakan solusi sementara yang tidak memadai.
Perhatian terakhir yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak-anak adalah bagaimana negara harus berurusan dengan pelaku. Salah satu masalah yang terkait dengan kekerasan terhadap anak-anak adalah pengulangan tindakan sekalipun pelaku telah didakwa melakukan kekerasan. Sering, para pelaku kekerasan seksual terhadap anak juga mengaku telah melakukan kejahatan seksual. Sebuah studi menemukan bahwa para pelaku pelecehan seksual terhadap anak memiliki angka rata-rata tiga kali lebih tinggi dibandingkan korban dalam perkosaan wanita dewasa. Orang mungkin akan menyimpulkan bahwa para pelaku kekerasan terhadap anak-anak membutuhkan perhatian yang relatif setingkat lebih tinggi dari sistem peradilan kriminal, apakah itu berupa konseling atau masa hukuman yang lebih lama.
Marilyn D. McShane
Randy Farra
Daftar Pustaka
American Humans Association, Higlights of Official Aggregate Children Neglect and Abuse Reporting—1987. Denver, CO: American Humane Association, 1989.
Bonheur, H. dan R. Rosner. “Sex Offenders: A Descriptive Analysis of Cases Studied at a Forensic Psychiatric Clinic.” Journal of Forensic Sciences 25(1)(1980):3"14.
Finkelhor, D., L. Williams dan N.Burns. Nursery Crimes: Sexual Abuse in Day Care, Beverly Hills, CA: Sage: 1988.
Freeman, Kenneth dan Terry Estrada Mullaney. “Using Dolls to Interview Child Victims: Legal Concerns and Interview Procedures.”Research in Action NIJ Report 207 (January/February 1988):2"6.
Martin, Susan dan Douglas Besharov. Police and Child Abuse: New Police for Expanded Responsibilities. Washington DC: U.S. National Insititute of Justice, 1991.
—— dan E.J. Hamilton. “Police Handling of Child Abuse Cases: Policies, Procedures and Issues. “American Journal of Policing 9(2)(1990).
Sgroi, S. Handbook of Clinical Intervention in Child Abuse and Neglect. Edisi ke-2. Needham Heights, MA: Allyn and Bacon, 1993.
Tower, Cynthia Crosson. Understanding Child Abuse and Neglect. Edisi ke-2. Needham Heights, MA: Allyn and Bacon, 1993.
Willis, C. dan R.H. Wells. “The Police and Child Abuse: An Analysis of Police Decisions to Report Illegal Behavior.” Criminalogy 26(1988):695"715.
Wingert, Pat dan Eloise Slholz. “Irreconcilable Differences.“ Newsweek (September 21,1992):84"90.
U.S. Department of Health and Human Services. Children’s Bureau. Adolescent Abuse and Neglect: Intervention Strategies. Washington, DC: U.S. Department of Health. 1983.

* KEJADIAN 26 APRIL 2009

1. Kebakaran

Waktu kejadian : Tanggal 25 April 2009 Pkl. 13.05 Wib.
Tkp : Jl. Angke Indah Gg. IV Rt. 08-014 Tambora Jakarta BaraT.
Korban : H. Komar, 51th, swasta, al. tkp.
Saksi : Tedy Irawan, 22th, Karyawan, al. tkp.
Kronologis kejadian : Api berasal dari hubungan arus pendek di rumah kontrakan korban yang terbuat dari triplek dan merambat ke sekitarnya yang menyebabkan sekitar 100 pintu rumah kontrakan terbakar. Api dapat dipadamkan Pkl. 16.10 Wib dengan menggunakan 27 unit dpk. Korban jiwa nihil.
Kerugian : Blm dapat ditaksir.
Kasus ditangani : sektro Tambora.

2. Kedapatan Narkotika

Waktu kejadian : Tanggal 25 April 2009 pkl. 18.45 wib.
Tkp : Tempat parker depan BCA taman jalanan sector 1-3 BSD Serpong Kota Tangerang Selatan.
Pelaku : HA, 23th & IK, 21th.
Saksi : M. Sinaga, 25th, POLRI.
Kronologis kejadian : Pelaku kedapatan memiliki, menyimpan dan atau membawa narkotika jenis ganja.
Barang bukti : 1) 7 bungkus kertas berisi ganja sengan berat 24 gram, 2) 1 bungkus kertas di dalam bungkus rokok dengan berat 6 gram.
Kasus ditangani : Sektro Serpong.

3. Penganiayaan Berat

Waktu kejadian : Tanggal 25 April 2009 pukul 01.30 WIB
TKP : Ruah makan Shalom Jl. Jend A. yani Rt.014/02
Korban : Khrisna Kristufurus, 30 Th, Karyawan, Alamat : Jl. Hemat II No.63 Rt09/02 Jelambar Kec. Grogol Petamburan, Jakpus.
Pelaku : Maikel Kaeng, Alamat : Taman sari 10 Kostan Kho Acong, jakbar.
Kronologis : korban dan pelaku sama-sama makan di TKP tiba-tiba pelaku menusuk lambung kiri dan kanan korban sehingga meninggal dunia dan pelaku kabur sedangkan korban dikirim ke RSCM.
Ditangani : Sektro Kembangan.

4. Pencurian Dengan Pemberatan

Waktu kejadian : tanggal 25 April 2009 pukul 04.30 Wib.
TKP : Ds. pasir gadung Rt01/04 Cikupa, Tangerang Kab.
Korban : bambang Budi Hartono, 37 Th.
Pelaku : Lidik
Kronologis : Korban mearkir sepeda motor di KP dalam keadaan terkunci stang, diduga pelaku menggunakan kunci palsu.
Kerugian : 1 Unit sepeda motor merk Suzuki Smash, Tahun 2006, Warna Hitam, No.Pol :
B-6879-NLV.
Ditangani : Sektro Cikupa.

5. Penggelapan Dalam jabatan

Waktu Kejadian : 25 April 2009 pukul 13.00 Wib.
TKP : Jl. Pangeran jayakarta komplek 20, No.B.1-2, Jakpus.
Korban : feriyanto, Kmicahael, 34 Th, Karyawan, Alamat : budi Indah Jl. Galunggung H.5 Utara No. 06 Rt7/07 batu Ceper kota Tangerang.
Pelaku : Sairin, 34, Swasta, Alamat : Kunciran jaya Rt02/01 kunciran Jaya Pinang Kota
tangerang.
Kronologis : Pada saat korban mengecek faktur penjualan produk minuman dan barang, kemudian pelapor mengecek ke berapa toko yang sudah dikirim barang tersebut dan sudah membayar kepada pelaku namun tidak disetorkan kepada korban sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp 143.559.570.
Kerugian : Rp 143.559.570.
Ditangani : Sektro sawah Besar.

25 April 2009

* PENGUMUMAN PENIPUAN KUPON UNDIAN BERHADIAH

Diumumkan kepada seluruh warga masyarakat, bahwa saat ini sering terjadi penipuan kupon undian berhadiah, yang mengatasnamakan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bekerjasama dengan produk perusahaan sabun, sampo, dan lain-lain. Modus penipuan tersebut seolah-olah korban mendapat hadiah kendaraan dan diminta mengirimkan sejumlah uang sebagai biaya administrasi kendaraan untuk meyakinkan korban kupon tersebut tertera nama, foto berikut nomor telpon/hp Dir Lantas Polda Metro Jaya yang semuanya palsu

Untuk itu diberitahukan bahwa Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tidak pernah mengadakan kerja sama dengan perusahaan manapun untuk mengadakan undian berhadiah dan diminta masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati serta menginformasikan terlebih dahulu ke Dit Lantas Polda Metro Jaya dengan Nomor Telpon 021-5708013, 5234009 atau Hp 08161600964.

* SIM DAN STNK KELILING

WILAYAH LOKASI
JAKARTA SELATAN Kebun Binatang Ragunan
JAKARTA TIMUR Masjid At- Tien TMII
JAKARTA UTARA SIM keliling di Mega Mall Pluit, STNK Keliling di SPBU Jl. Boulevard
Raya Kelapa Gading
JAKARTA BARAT Depan LTC (Lindeteves Trade Centre) Glodok Jl. Gajah Mada
JAKARTA PUSAT Depan Kantor Pos Pasar Baru

Bus Keliling ini Beroperasi dari Pukul 08.00-14.00 WIB. Dari hari Senin-Jumat, Kecuali hari Sabtu Pukul 08.00-12.00 WIB.
Berlaku mulai tanggal 13-25 April 2009.

* KEJADIAN 25 APRIL 2009

1. PENANGKAPAN PELAKU PENYALAHGUNAAN PSIKOTROPIKA

Waktu kejadian : tanggal 24 April 2009 pkl.19.40 wib.
Tkp : jl. Hayam Wuruk Mangga BEsar Taman Sari Jakbar
Pelaku : AR dan JS.
Saksi : Kompol Sukirjo (Anggota. Dit. Narkoba Polda Metro Jaya).
Kronologis kejadian : Pelaku kedapatan memiliki, menyimpan serta membawa psikotropika jenis ecstasy yang disembunyikan dalam bungkus rokok.
Barang bukti : 1 plastik klip berisi 5 butir ecstasy.
Kasus ditangani : Dit. Narkoba Polda Metro Jaya.

2. PENANGKAPAN PELAKU PENYALAHGUNAAN PSIKOTROPIKA

Waktu kejadian : tanggal 24 april 2009 pkl. 18.00 wib.
Tkp : Gg. Senggol Rt. 08/01 Rawa Teratai Cakung Jaktim.
Pelaku : Mah als Ap.
Saksi : Kompol Kris Subandriyo (Anggota Dit. Narkoba Polda Metro Jaya)
Kronologis kejadian : Pelaku kedapatan memiliki, menyimpan serta membawa psikotropika jenis shabu.
Barang Bukti : 1 paket shabu berat bruto + 0,4 gram.
Kasus ditangani : Dit. Narkoba Polda Metro Jaya.

3. CURAS R2

Waktu kejadian : tanggal 23 april 2009 pkl. 21.30 wib.
Tkp : Jl. Raya Bogor Rt. 05/01 No. 42 Ciracas Jaktim.
Korban : Suyitno, 36th, al. Cilangkap Rt. 02/04 Cipayung Jaktim.
Pelaku : Lidik.
Saksi : Achmad malik, 35th dan Edi Junaedi, 29th.
Kronologis kejadian : Pelaku menembak korban sehingga korban mengalami luka tembak pada bagian pinggang kanan lalu pelaku mengambil Kr R2 milik korban.
Kerugian : 1 unit Kr R2 Yamaha Vega No. Pol : b-6792-TNI.
Kasus ditangani : restro Jaktim.

4. CURAS

Waktu kejadian : tanggal 23 april 2009 pkl. 13.30 wib.
Tkp : Pull Plumpung Jl. Yos Sudarso Jakarta Utara.
Korban : Hendri bin Hadri, 18th.
Pelaku : Lidik.
Saksi : Surinto, 27th dan Isnain, 26th.
Kronologis kejadian : Ketika korban melintas di tkp, didatangi oleh pelaku, kemudian mendorong dan memukul korban dengan celurit hingga mengakibatkan luka, kemudian pelaku mengambil barang-barang milik korban.
Kerugian : 1 unit hp dan dompet beserta isinya.
Kasus ditangani : Restro Jakarta Utara.

5. PENANGKAPAN PELAKU PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA

Waktu kejadian : tanggal 24 april 2009 pkl. 12.30 wib.
Tkp : Jl. O Rt. 03/05 Kota Bambu Selatan Jakarta Barat.
Pelaku : BA, 25th, al. Gg. Makam Rt. 02/06 No. 62 Cipulir Jakarta Selatan.
Saksi : Meijanto dan M Taufik (Anggota Restro Jakarta Barat).
Kronologis kejadian : Pelaku kedapatan menyimpan, memiliki dan membawa narkotika jenis heroin.
Barang bukti : 1 paket plastic kecil berat bruto + 0,3 gram.
Kasus ditangani : Restro Jakarta Barat.

24 April 2009

* Perampok Meninggalkan Hasil Rampokannya di Jalan Tol Jakarta - Cikampek

PUSKOMINFO - Petugas Patroli Jalan Tol Jakarta-Cikampek berhasil menggagalkan pelarian pelaku pembobol ATM Bank Mandari, Jum’at (24/4/2009)pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di KM 32B Jalan Tol Jakarta - Cikampek. Namun, dua pelakunya berhasil melarikan diri dan meninggalkan hasil rampokan di dalam mobilnya. Pelaku melarikan diri dalam keadaan luka parah.

Kejadian berawal ketika petugas Patroli Jalan Raya (PJR) mencurigai mobil Kijang Innova B 8952 CP yang dikendari dua pelaku melaju dengan kecepatan tinggi di bahu jalan. Saat dihentikan petugas mobil tersebut melarikan diri. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Karena panik, pelaku menabarak truk di kilometer 32. Sayangnya petugas yang menghampiri mobil tersebut tidak mendapati pelaku. Pelaku diduga telah melarikan diri dalam keadaan luka-luka, masuk ke pemukiman warga sekitar.
Setelah diperiksa, petugas menemukan empat box uang milik ATM Bank Mandiri, dua golok, dua linggis dan beberpa plat nomor palsu.

Penemuan ini langsung dilaporkan ke Polres Kabupaten Bekasi. Petugas identifikasi langsung melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan berikut isinya itu dan berkoordinasi dengan pihak Bank Mandiri untuk mengetahui asal dan untuk mengetahui jumlah isi ATM yang dibawa pelaku tersebut, diduga ATM Mandiri tersebut berasal dari wilayah Jakarta atau Jawa Barat.

Polisi juga telah mengambil dan memeriksa sidik jari para pelaku yang ada di kendaraan dan Box ATM.

* Pusat Pengendalian Lalu Lintas (Traffic Managenment Centre)

Traffic Management Centre ( TMC )

Adalah sebuah pusat komunikasi, koordinasi, komando, pengumpulan data, pengawasan dan pengendalian lalu l;intas yang dikembangkan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. TMC dibentuk sebagai upaya Ditlantas dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarkat, khususnya para pengguna jalan di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Selain itu dengan adanya TMC, maka pengawasan dan pengendalian arus lalu lintas serta pelaksanaan tugas Ditlatas akan lebih mudah, cepat dan professional. Didirikan pada tanggal 11 April 2005, TMC telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas Ditlantas Polda Metro Jaya.

Secara umum TMC berfungsi sebagai :
a. Pelayanan "Quick Respons" secara professional terhadap masyarakat.
b. Analisa pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
c. Pusat informasi SIM, STNK, dan BPKB bagi Polri dan masyarakat.
d. Pusat informasi kegiatan dan kemacetan lalu lintas.
e. Pusat informasi hilang dan temunya kendaraan bermotor.
f. Pusat kendali operasional fungsi lalu lintas dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
g. Pusat pengendalian lalu lintas.

Apabila anda ingin menghubungi Pusat Pengendali Lalu Lintas (Traffic Management Centre) silahkan anda menghubungi no. Tlp (021) 5276001

* Perda Provinsi DKI Jakarta nomor 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum

Pasal 3 :
Kecuali dengan izin gubernur atau pejabat yang ditunjuk, setiap orang atau badan dilarang :
a. Menutup jalan.
b. membuat atau memasang portal.
c. Membuat atau memasang tanggul jalan.
d. membuat atau memasang pintu penutup jalan.
e. Membuat, memasang, memindahkan atau membuat tidak berfungsi rambu-rambu lalu
lintas.
f. Menutup terobosan atau putaran jalan.
g. Membongkar trotoar dan memasang jalur pemisah, rambu-rambu lalu lintas,pulau-
pulau jalan, dan sejenisnya.

h. Membongkar, memotong, merusak atau membuat tidak berfungsi pagar pengamanan jalan.
i. Menggunakan bahu jalan (trotoar) tidak sesuai dengan fungsinya.
j. Melakukan perbuatan yang dapat berakibat merusak sebagian atau seluruh badan jalan
dan membahayakan keselamatan lalu lintas.
k. Menempatkan benda dan / atau barang bekas pada tepi-tepi jalan raya dan jalan-
jalan dilingkungan pemukiman.

* KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kepolisian Daerah Merto Jaya membuka Kesempatan Kepada Pemuda Pemudi Warga Negara Indonesia Untuk Mengikuti Pendidikan
Pembentukan BRIGADIR POLRI T.A.2009,yang Profesional, Bermoral Dan Modern.

Pendaftaran dimulai tanggal 27 April s/d 16 Mei 2009, di Polres-Polres Jajaran Polda Metro Jaya.

I. PERSYARATAN UMUM :

A. Warga Negara Indonesia.
B. Beriman Dan Bertakwa Kepada Tuhan Yang maha Esa.
C. Setia Kepada Negara Kesatuan RI Berdasarkan Pancasila Dan UUD 1945.
D. Sehat jasmani Dan Rohani (Surat Keterangan Dari Institusi Kesehatan).
E. Tidak Pernah Dipidana Karena Melakukan Suatu Kejahaan (Surat
Keterangan / SKCK dari Polsek Setempat).
F. Berwibawa, Jujur, Adil Dan Berkelakuan Tidak Tercela.
G. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan RI.


II. PERSYARATAN PEDIDIKAN :

A. Berijazah Serendah-rendahnya SMU Sederajat (Tidak Termasuk SMK Busana /
Boga / Kecantikan / Perhotelan / Guru TK / SMK yang Dikelola Oleh Departemen).
B. SMU / Madrasah Aliyah, Menggunaka Surat Tanda Kelulusan dengan Kriteria
“Lulus”.
C. SLTA Lainnya Yang Sederajat / Paket C / SMK (Termasuk Lulusan Luar Negeri) Menggunakan Transkrip Nilai Dengan Rata-Rata Baik Atau Kriteria “Lulus” Yang Telah Diakreditasi Oleh Instansi Diknas Tingkat Propinsi.
D. Lulusan SLTA TH 2009 (Masih kelas III) Menggunakan Surat keterangan Kepala
Sekolah Dan Menyerahkan Surat Tanda Kelulusan Selesai Ujian Nasional.
E. Menyerakan Fotokopi Rapor SLTA Yang Dilegalisir Oleh Kepala Sekolah Yang
Bersangkutan.
F. Lulusan D-III / D-IV / S1 Sesuai Dengan Kompetensi Tugas pokok Polri, Dari
Perguruan Tinggi Yang Telah Terakreditasi.
G. D-III Keperawatan hanya Untuk Calon Brigadir Polisi Kesehatan Pada
Satbrimobda.
H. SMK Perlayaran / Perkapalan Sebagai Calon Brigadir PolAir.
I. Sarjana Hukum Atau SMU / Sederajat Yang Punya Kemempuan Bahasa Asing /
Komputer sebagai Calon Brigadir Pol Reskrim

III. PERSYARATAN UMUR, TINGGI DAN BERAT BADAN

A. Umur Pada Saat Buka Pendidikan untuk Brigadir Polisi T.A. 2009 Tgl 14 Juli 2009
Minimal 17 tahun Tahun 7 Bulan (Min Lahir 14-01-1992) Dan Umur Maksimal
Bagi Lulusan.
- SMU / Sederajat, 21 (Dua Puluh Satu) Tahun (Maksimal Lahir 14-07-1988).
- D-III, 24 (Dua puluh Empat) Tahun (14-07-1985).
- D-IV / S1, 25 (Dua puluh Lima) tahun (maksimal lahir 14-07-1984).
B. Tingi Badan Minimal :
- Pria 163 (Seratus Enam Puluh Tiga) cm.
- Wanita 160 (Seratus Enam Puluh) cm.
C. Berat Badan Seimbang Dengan Tinggi Badan Menurut Ketentuan Yang Berlaku.

IV. BELUM PERNAH NIKAH DAN SANGUP TIDAK NIKAH SELAMA DALAM PENDIDIKAN, DITAMBAH 2 (DUA) TAHUN SETELAH LULUS DAN DILANTIK PANGKAT BRIPDA.

V.. BERSEDIA MENJALANI IKATAN DINAS PERTAMA (IPD) SELAMA 10 (SEPULUH) TAHUN SEJAK DIANGKAT MENJADI BRIGADIR POLISI.

VI. ADA PERSETJUAN ORANG TUA / WALI BAGI YANG BELUM BERUSIA 21 (DUA PULUH SATU) TAHUN.

VII. TIDAK TERIKAT PERJANJIAN IKATAN DINAS SENGAN INSTALASI LAIN.

VIII. TELAH BERDOMISILI DI WILAYAH HUKUM POLDA METRO JAYA MINIMAL 1 (SATU) TAHUN YANG DIBUKTIKAN DENGAN KTP SETEMPAT DAN KK ATAU RAPOR.

IX MENGIKUTI DAN LULUS PEMERIKSAAN / UJI DENGAN SISTEM GUGUR YANG MELIPUTI METERI DAN URUT GIAT SEBAGAI BERIKUT :

A. Pemerikasaan Administrasi Awal.
B. Pemeriksaan Kesehatan tahap awal.
C. Pemeriksaan / Uji Psikologi.
D. Uji AKD Ditiadakan(Nilai Akademik Diperoleh Dengan Cara Dengan Menjumlahkan Nilai Rata-Rata UAN Dan Nilai Rata-Rata Rapor Semester Terakhir Pada Mata Pelajaran Yang sama Dibagi Dua.
E. Pemeriksaan Kesehatan tahap II.
F. Pemeriksaan Dan Uji Kemampuan Jasmani.
G. Uji Kompetensi (Jika Diperlukan Wilayah).
H. Pemeriksaan Adminstrasi Akhir.
I. Sidang Penentuan Akhir Kelulusan Akhir.

X. UNTUK MEWUJUDKAN SELEKSI PENERIMAAN BRIGADIR POLISI YANG BERSIH, TRANSFARAN, AKUNTABEL DAN HUMANIS SERTA GUNA MENDAPATKAN CALON BINTARA YANG BERKUALITAS, MAKA MEKANISME / TEKNIS PELAKSANAAN PEMERIKSAAN / UJI DILAKSANAKAN SEBAGAI BERIKUT :

A. Pendaftaran :
- Tempat Terbuka.
- Calon Datang Sendiri Tidak Diwakilkan.
- Tempat Pendaftaran Dipasang Spanduk Dengan Tulisan “Masuk Polri Tidak Dipungut Biaya”.

B. Ketentuan Penerimaan :
- Para Calon Harus Memberikan Keterangan Yang sebenarnya(Bukan Keterangan Palsu Dan/Tidak Benar)dlm Rangka Penerimaan BRIGADIR POLISI.
- Para calon harus melaksanakan seluruh Rangkaian Kegiatan Seleksi dengan sungguh-sungguh dan Bersih(Hindari Masalah Suap dan Sponsor yang justru akan merugikan calon).
- Dalam Rangka Pelaksanaan Seleksi Penerimaan BRIGADIR POLISI,tidak dipungut biaya.
- Sebelum diangkat sebagai anggota Polri,calon yang telah Lulus Seleksi Penerimaan dan telah Lulus DIKTUK BRIGADIR POLISI wajib mengikuti sumpah atau Janji menurut Agama dan Kepercayaannya.
- Pada saat diangkat menjadi ANGGOTA POLRI dengan Pangkat BRIPDA, bagi Lulusan D-IV/S1 diberikan masa Dinas SURUT 3(tiga)tahun,yang akan berpengaruh terhadap penghasilan dan kariernya,namun tidak mengurangi masa Ikatan Dinas Pertama(IDP)10 Tahun.
Informasi lebih lanjut hubungi:
Polres Jakarta Pusat : 31907934
Polres Jakarta Timur : 8192262
Polres Jakarta tangerang Kab : 599553
polres Jakarta Utara : 4368612
Polres jakarta Barat : 5309556
Polres Tangerang : 5584779
Polres Kep. Seribu : 4413568
Polres Bekasi Metro : 8841110
Polres Bekasi Kab. : 89113610
Polres Jakarta Selatan : 7207597
Polres Depok : 7763889

* Empat Penculik Mahasiswa Tarakanita, Diringkus

PUSKOMINFO – Sat Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (23/4/2009) malam, meringkus empat pelaku penculikan terhadap seorang mahasiswi. Teman korban bernama De bersama Orang tua korban pada sore sekitar pukul 16.00 WIB melapor ke SPK Polda Metro Jaya bahwa anaknya, He, mahasiswi Tarakanita semester II pada tanggal 21 April 2009 sekitar pukul 03.30 WIB diculik oleh sekelompok orang di Club X2 Senayan Jakarta, salah satu pelakunya bernama Ag.

Laporan tersebut ditindaklanjuti, lima jam kemudian Sat Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap para pelakunya. Ag, Iv, Cris dan Sup ditangkap di Apartemen Kuningan Jakarta Selatan. Para pelaku ini adalah anak-anak band asal Kalimantan yang akan audisi di Jakarta.

Awal mula penculikan, He berkenalan dengan para pelaku di Centro Dharmawangsa Jakarta Selatan. Saat itu He ditemani kawannya bernama De. Para pelaku memberikan minuman jenis jack Daniel secara terus menerus hingga mabuk. Selanjutnya, dalam keadaan setengah sadar, He diajak ke Club X2 Senayan. Di tempat itu sudah ada sekitar 20 orang bodyguard para pelaku.

Di Club X2 Senayan tersebut, He kembali diberikan minuman hingga mabuk. Dalam keadaan mabuk tersebut, teman-teman korban meninggalkannya untuk ke toilet. Namun ketika teman korban kembali, korban dan para pelaku serta bodyguardnya sudah tidak ada.

Menurut pengakuan He, ketika ia setengah sadar, salah satu pelaku telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

Kini, petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku. Petugas juga telah melakukan tindak lanjut dengan melakukan visum terhadap korban dan Olah TKP.

* KEJADIAN 24 APRIL 2009

1. PENEMUAN MAYAT
Waktu kejadian : 23 April 2009 Pkl. 15.30 Wib
Tkp : Rel KA Bongkaran Kb. Kacang Tn. Abang Jakpus.
Korban : Seorang laki-laki berseragam sekolah tanpa identitas.
Saksi : Novri Andika
Pelaku : Lidik
Kronologis Kejadian : KOrban terjatuh dari KRL jurusan Kota-Bekasi, menurut saksi sebelum terjatuh korban dihampiri oleh seorang laki-laki yang meminta HP lalu mendorong korban keluar dari KRL
Ditangani : Sektro Tanah Abang Jakpus

2. PENEMUAN MAYAT
Waktu kejadian : 23 April 2009 Pkl. 16.20 Wib
Tkp : Jl. Pos Ps. Baru pinggir kali Ciliwung Jakpus.
Korban : Seorang laki-laki tanpa identitas.
Saksi : Soei Sie Liong (52)
Kronologis Kejadian : Korban ditemukan di TKP dalam keadaan MD dengan cirri-ciri tinggi 163 cm, umur diperkirakan 40th, Tunawisma, rambut panjang sebahu, kulit hitam memakai celana panjang warna coklat baju kaos merah kotak-kotak. Tidak ditemukan tanda penganiayaan, diduga korban meninggal karena sakit.
Ditangani : Sektro Sawah Besar.

3. PELAKU CURAS TERTEMBAK
Waktu kejadian : 23 April 2009 Pkl. 21.00 Wib
Tkp : Pull Plumpang Jl. Yos Sudarso Jakarta Utara
Pelaku : 1. Yud (28), 2. Mar (33)
Saksi : Anggota Polres Jakarta Utara
Kronologis Kejadian : Pelaku curas tersebut ditembak ketika hendak ditangkap karena melakukan perlawanan. Pelaku ditembak dibagian betis dan lutut, selanjutnya pelaku dibawa ke Polres Jakarta Utara guna pemeriksaan lebih lanjut
Ditangani : Restro Jakarta Utara

4. PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA
Waktu kejadian : 23 April 2009 Pkl. 02.00 Wib
Tkp : Jl. Ori Gg. Kiapang Kel. Kota Bambu Selatan Kec. Pal Merah Jakbar
Saksi : Novri Andika
Pelaku : AH als Papay (31th)
Kronologis Kejadian : Pelaku tertangkap tangan memiliki narkotika jenis heroin sebanyak 1 paket plastic kecil berat bruto 0,15 gram.
Ditangani : Restro Jakarta Barat

5. PENGANIAYAAN KORBAN MENINGGAL
Waktu kejadian : 23 April 2009 Pkl. 12.30 Wib
Tkp : Kp. Bunder Rt. 10/02 Cikupa Tangerang Kab
Korban : Dian als Marcel (24)
Saksi : Titin (24)
Pelaku : Bud
Kronologis Kejadian : Pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap pacar korban, kemudian oleh pacar korban, pelaku dilaporkan ke pihak perusahaan yang mengakibatkan pelaku di PHK. Karena sakit hati, terjadi keributan antara pelaku dengan pacar korban. korban berusaha melerai keributan tersebut namun mengalami luka tusuk dibagian perut dan dada, korban meninggal dunia dalam perjalnan ke RSU Tangerang. Pelaku melarikan diri.
Ditangani : Sektro Cikupa Restro Tangerang Kab

6. CURAS MENGGUNAKAN SENPI
Waktu kejadian : 23 April 2009 Pkl. 07.30 Wib
Tkp : Jl. Radar Auri depan Perum Laguna Mekarsari Cimanggis Depok
Korban : Dr. Eni Ernawati (35th)
Saksi : Sukartono
Pelaku : Lidik
Kronologis Kejadian : Pelaku mengatakan ada percikan api di mobil yang dikendarai korban sehingga korban menepi di Tkp, kemudian saat korban akan turun dari mobilnya, pelaku berusaha merebut mobil tersebut, korban berusaha mempertahankan kemudian pelaku menodongkan senpi ke kepala korban, selanjutnya salah satu pelaku mengambil tas korban yang berada di jok sebelah kiri.
Kerugian : 1 tas warna ungu yang berisi HP Nokia 7610, KTP, SIM, KTA IDI Depok, KTA Dokter KKI, uang tunai Rp. 1.500.000,-, 1 bilyet BNI sebesar Rp. 16.000.000,-, ATM BCA, BNI dan kartu kredit BCA
Ditangani : Restro Depok

* Kebakaran di Penjaringan Padam, Tol Bandara Tak Ditutup


24-04-2009 05:28:43

PUSKOMINFO - Kebakaran yang melanda gubug liar di samping jembatan Tol (sebelumnya disebut di bawah jembatan, red) Penjaringan menuju arah Bandara Soekarno-Hatta telah berhasil dipadamkan. Akses menuju bandara pun tak sampai ditutup.
"Kebakaran sudah padam. Lokasi tepatnya disamping jembatan Tol Tanjungwangi. Tol arah bandara tidak ditutup," ujar Petugas Polsek Metro Penjaringan, Jumat(24/4/2009) pukul 05.10 WIB.
Sebelumnya petugas pemadam kebakaran Jakarta Utara mengatakan harus mengerahkan 13 unit mobil pemadam untuk memadamkan api. Hingga saat ini belum bisa diketahui berapa jumlah gubug yang terbakar serta penyebab kebakaran yang terjadi pukul 03.30 WIB tersebut.
Api tersebut mengamuk di bawah jembatan Tol Penjaringan, Jakarta Utara. Beberapa gubug liar menjadi korban.
Hingga saat ini belum diketahui penyebab timbulnya kebakaran serta jumlah gubug yang terbakar. Sulihanto belum bisa menjelaskan apakah akibat peristiwa ini jalan tol ke arah Bandara Soekarno-Hatta sampai ditutup.
"Belum jelas dapat info dari TKP. Kita masih menunggu laporan petugas yang ada di lapangan," tandasnya.