30 Oktober 2010

Gantung Diri

Waktu Kejadian : Tanggal 29 Oktober 2010 jam 14.00 WIB.
TKP : Mushola Muhajirin JL. Talas II Rt 05/01 Kel. Pondok Cabe Ilir Pamulang Jaksel.
Korban : ABDUL CHODIR, 19 tahun, Pelajar, Alamat : JL. Talas II Rt 05/01 Kel. Pondok Cabe Ilir Pamulang.
Saksi : Ustad Muhajirin.
Kronologis Kejadian : Saksi menemukan korban yang mengalami gangguan jiwa sudah meninggal dunia di TKP dengan kondisi tergantung di Lt. II menggunakan sabuk karate warna putih. Selanjutnya korban dibawa oleh pihak keluarga untuk diamankan.
Barang Bukti : 1 buah sabuk karate warna putih.
Kasus Ditangani : Sektro Pamulang

Lokasi Layanan SIM & STNK Keliling, Sabtu 30 Oktober 2010

1. Jakarta Pusat
SIM : Thamrin City
STNK : PELNI Gajah Mada

2. Jakarta Utara
SIM : Mega Mall Pluit
STNK : Kelapa Gading

3. Jakarta Selatan
SIM dan STNK Balai Kartini

4. Jakarta Barat
SIM : Thamrin City
STNK : Carrefour Puri Kembangan

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

Layanan SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan SIM C. Pembuatan SIM Baru dan Jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling. Pengendara harus ke Satpas SIM di Jalan Daan Mogot KM 11 Cengkareng.

Layanan STNK Keliling juga hanya untuk memperpanjang STNK setiap tahun. Bukan pengesahan atau habis masa pengesahan STNK 5 tahun atau perubahan kendaraan yang lainnya.

Laka Kerja

Waktu Kejadian : Tanggal 29 Oktober 2010 jam 07.30 WIB.
TKP : Proyek renovasi gedung Perpustakaan Umum Kodya Jakpus JL. Tanah Abang 1 Jakpus.
Korban : BUDI, 49 tahun, Buruh, Alamat : Silado Rt 03/01 Ds. Silado Silado Sumbang Jakpus.
Saksi : DIO, 48 Tahun, Karyawan.
Kronologis Kejadian : Pada saat korban sedang bekerja melakukan pengecatab dinding bangunan di TKP menggunakan tangga setinggi 2 meter, tiba-tiba korban terjatuh hingga mengalami luka lecet dan luka memar pada kepala bagian kanan serta bahu kanan belakang luka lecet. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Tarakan untuk mendapat perawatan namun pleh tim dokter dinyatakan meninggal dunia.
Kasus Ditangani : Sektro Gambir.

29 Oktober 2010

Lokasi Layanan SAMSAT & SIM Keliling

Jumat, 29 Oktober 2010 08:30 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan SAMSAT dan SIM Keliling Polda Metro Jaya, Jumat (29/10/2010):

1. Jakarta Pusat
SIM : LTC Glodok
STNK : PELNI Gajah Mada

2. Jakarta Utara
SIM : Mega Mall Pluit
STNK : Kelapa Gading

3. Jakarta Selatan
SIM dan STNK Departemen Hukum dan Ham jalan Rasuna Said

4. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : Carrefour Puri Kembangan

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

* Layanan SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan SIM C. Pembuatan SIM Baru dan Jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling. Pengendara harus ke Satpas SIM di Jalan Daan Mogot KM 11 Cengkareng.

* Layanan STNK Keliling juga hanya untuk memperpanjang STNK setiap tahun. Bukan pengesahan atau habis masa pengesahan STNK 5 tahun atau perubahan kendaraan yang lainnya.

Penyalahgunaan Narkotika

Waktu Kejadian : 28 Oktober 2010 Pukul 21:00 WIB.
TKP : Jalan SD Inpres Pulogebang, Jakarta Timur.
Pelaku : Dwi Arynto alias Bedul.
Saksi : Roby Firmansyah dan Hendra Kurniawan.
Krnologis Kejadian : Pelaku kedapatan memiliki, membawa dan menyimpan tanpa hak narkotika jenis Heroin, dengan barang bukti 2 bungkus plastik diduga berisi Heroin.
Kasus Ditangani : Polres Metro Jakarta Timur.

Percobaan Pencurian Dengan Kekerasan

Waktu Kejadian : 28 Oktober 2010 Pukul 20:30 WIB.
TKP : Jalan Raya Hankam Rt. 03/08 Jatiranggon, Jati Sampurna, Kota Bekasi.
Korban : Sugeng Suprayitno, 29 tahun, alamat TKP.
Pelaku : Dalam penyelidikan.
Saksi : Imam, 26 tahun.
Kronologis Kejadian : Pelaku mengambil sepeda motor milik korban yang diparkir di TKP dalam keadaan terkunci stang. Pelaku merusak kunci kontak untuk menyalakan mesin sepeda motor tersebut. Namun aksi pelaku diketahui oleh korban. Korban mengejar pelaku hingga depan kantor Camat, kemudian pelaku dan korban bertabrakan. Pelaku lainnya dengan menggunakan sepeda motor juga sudah menunggu di sekitar TKP, langsung menembakkan senjata api ke arah korban hingga mengenai lengan tangan kiri korban. Korban dibawa ke RS. Polri Kramat Jati untuk perawatan.
Barang Bukti : satu unit sepeda motor Honda Beat B-6533-KQN milik korban.
Kasus Ditangani : Polsek Metro Pondok Gede.

Penembakan

waktu Kejadian : 28 Oktober 2010 Pukul 04:10 WIB.
TKP : Halaman Warnet AVANET Jalan Kalibaru Timur Rt. 03/02 Medan satria, Kota Bekasi.
Korban : Novriadi, 33 tahun, alamat TKP.
Saksi : Soni, 28 tahun, dan Rio Irvani, 23 tahun.
Kronologis Kejadian: Saksi melihat 2 orang tidak dikenal mencurigakan di depan warnet. Kemudian korban dan saksi menegor pelaku. Namun pelaku mencabut senjata api dan langsung menembakkan senjata api tersebut sehingga mengenai korban. Korban menderita luka tembak pada bagian lengan. Selanjutnya korban dibawa ke RS. Ananda untuk mendapatkan pengobatan.
Kasus Ditangani : Polsek Metro Medan Satria.

Penemuan Mayat

Waktu Kejadian : 28 Oktober 2010 Pukul 15:55 WIB.
TKP : jalan Setia Jaya 13 Rt. 02/08 No. 09 Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Korban : Bayi baru dilahirkan.
Pelaku : DA, 20 tahun, alamat TKP.
Saksi : Kuniah, 36 tahun, dan Amy Dewi, 65 tahun.
Kronologis Kejadian : Saksi sedang berjalan kemudian tetangga pelaku minta tolong dikarenakan pelaku ingin melahirkan. Kemudian saksi tiba di rumah pelaku namun pelaku tidak ingin keluar dari kamar mandi. Setelah saksi berhasil membujuk pelaku keluar kamar mandi, saksi melihat anak bayi dalam keadaan meringkuk di lantai kamar mandi. etelah diteliti ternyata bayi tersebut sudah meninggal dunia dengan luka memar di lehernya diduga bekas cekikan jari telunjuk dan jempol tangan pelaku. Selanjutnya korban dibawa ke RSCM untuk divisum.
Kasus Ditangani : Polsek Metro Tanjung Duren.

28 Oktober 2010

Polisi Gerebek Home Industry Ecstasy Berkedok Agen Gas di Penjaringan

Kamis, 28 Oktober 2010 13:08 WIB
PUSKOMINFO - Satuan Psikotropika Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek home industry ecstasy di sebuah rumah kontrakan di Jalan Sinar Budi No 15 RT 03/04 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Untuk mengelabui petugas, tersangka melakukan aksinya itu sambil berjualan gas ukuran 3 kg.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Drs. Anjan Pramuka Putra mengatakan Sebagai kedok, tersangka membuka usaha tabung gas ukuran 3 Kg di samping kamarnya. Sementara pencetakan ekstasi dilakukan di dalam kamar. "Sambil nungguin yang beli gas, dia mencetak ekstasi," ucap Anjan.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Sinar Budi No 15 RT 03/04 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara sering terjadi transaksi ecstasy. Polisi lalu mengembangkan informasi dengan melakukan penyelidikan ke lokasi dan ternyata benar, selanjutnya dilakukan penggerebekan.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan satu tersangka berinisial BR alias AN, 25 tahun, dengan barang bukti berupa 9.210 butir pil ekstasi, 9,075 kilogram bubuk amphetamine berwarna putih, merah, hijau, orange, coklat dan krem serta satu buah alat cetak pil. Total omset yang dihasilkan senilai Rp 5 miliar.

Pengakuan tersangka, ia melakukan usaha itu baru 3 bulan. Bahan-bahan tersebut didapat dari tersangka berinisial JJ yang masih DPO. JJ adalah pemodalnya. Sementara alat cetak ekstasi didapatkan dari pasar peralatan kesehatan di Jakarta Utara.

Lebih lanjut, Direktur Narkoba mengatakan tersangka BR mampu memproduksi ekstasi sekitar 500 butir ecstasy sehari. Ecstasy yang dihasilkan tersangka sendiri berkualitas nomor satu (KW 1) berlogo kupu-kupu dan XX (double X).

Kini, Petugas masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan tersangka yang diduga melibatkan seorang Napi di LP Salemba.

Tersangka dijerat dengan Pasal 113 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) lebih subsider Pasal 129 huruf a Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Diduga Mau Merampok, Dua Pemuda Ditembak Polisi

Kamis, 28 Oktober 2010 10:18 WIB
PUSKOMINFO – Mengantisipasi maraknya aksi perampokan di wilayah Kabupaten Bekasi, Polres Metro Bekasi Kabupaten dan Polsek jajarannya mengintensifkan patroli di daerah-daerah rawan kriminalitas.

Patroli yang dilakukan membuahkan hasil, pada Rabu (27/10/2010) malam, Sat Reskrim Polsek Metro Cibitung mencurigai dua lelaki berboncengan sepeda motor yang mencurigakan berada di depan sebuah warung, di Kampung Jarakosta, Desa Danau Indah, Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Karena curiga , Petugas Polsek Metro Cibitung menghampirinya dengan memepetkan kendaraan sepeda motor. Saat ditegur kedua lelaki ini kabur. Yang satu kabur pakai motor Mio, sementara yang lainnya berlari. Tiga kali tembakan dilepaskan petugas dua diantaranya mengenai kedua kaki lelaki itu dan roboh.

Tersangka Ag, 30 tahun, dan seoang temannya tersungkur setelah kedua kakinya ditembus timah panas petugas. Diduga keduanya akan melakukan aksi kejahatan. Kedua tersangka selanjutnya dilarikan ke RS. Cibitung Bekasi.

Kini, terhadap kedua tersangka tengah dilakukan proses penyidikan di Mapolsek Metro Cibitung.

Polda Metro Jaya Kirim Bantuan Ke Korban Bencana Mentawai

Kamis, 28 Oktober 2010 09:40 WIB
PUSKOMINFO - Polda Metro Jaya mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban tsunami di Mentawai, Sumatera Barat. Bantuan berupa sembako dan obat-obatan senilai Rp. 500 juta, dilepas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Drs. Sutarman, Kamis (28/10/2010) pukul 09:00 WIB di halaman Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Bantuan tersebut berupa air mineral sebanyak 17 ton, minyak goreng sebanyak 5,8 ton, Biscuit 986 kg, Mie Instan dan Pop Mie sebanyak 10,6 ton, obat-obatan sebanyak 17 kardus dan selimut 712 helai.

Barang-barang tersebut akan dikirimkan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU dari pangkalan Halim Pedana Kusuma.

Rencananya bantuan tersebut akan diterima oleh Panitia Pemda Setempat dan Posko Bencana Tsunami Mentawai, Sumatera Barat.

Lokasi Layanan SIM & STNK Keliling

Kamis 28 Oktober 2010 09:08 WIB
PUSKOMINFO - Warga masyarakat yang hendak memperpanjang SIM A, c dan STNK Kendaraannya, dapat mendatangi lokasi Layanan SIM dan STNK Keliling Polda Metro Jaya, Kamis (28/10/2010), sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM : LTC Glodok
STNK : PELNI Gajah Mada

2. Jakarta Utara
SIM : Mega Mall Pluit
STNK : Kelapa Gading

3. Jakarta Selatan
SIM dan STNK Departemen Hukum dan Ham jalan Rasuna Said

4. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : Carrefour Puri Kembangan

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

* Layanan SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan SIM C. Pembuatan SIM Baru dan Jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling. Pengendara harus ke Satpas SIM di Jalan Daan Mogot KM 11 Cengkareng.

* Layanan STNK Keliling juga hanya untuk memperpanjang STNK setiap tahun. Bukan pengesahan atau habis masa pengesahan STNK 5 tahun atau perubahan kendaraan yang lainnya.

Pelaku Curanmor, Babak Belur Dihajar Warga

Kamis, 28 Oktober 2010 08:13 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pemuda babak belur dihajar massa, setelah tertangkap basah mencuri sepeda motor milik tukang ojek yang biasa mangkal di Jalan Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Rabu (27/10/2010) sore.

Tersangka AN, 30 tahun, tertangkap tangan saat mencuri sepeda motor milik Jhoni, yang sedang diparkir di depan SMA 61, Duren Sawit. Peristiwa bermula, saat pelaku yang juga warga Duren Sawit ini berpura-pura menghampirisepeda motor yang diparkir, seolah miliknya.

Sepeda motor bernopol B 6205 TMJ, mau dibawa pelaku. Seorang warga memergokinya, lalu diteriaki maling sehingga tukang ojek yang tidak jauh dari lokasi kejadian langsung mengepung pelaku. Pelaku berhasil ditangkap dan dikeroyok hingga babak belur.

Beruntung nyawa AN dapat terselamatkan karena ada petugas Patroli Polsek Metro Duren sawit yang mengamankannya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AN dengan kondisi wajah babak belur digelandang ke Mapolsek Metro Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kecelakaan Kerja

Waktu Kejadian : 27 Oktober 2010 Pukul 11:05 WIB.
TKP : Pintu Belakang ACS Tempat penurunan barang Loundry, Bandara Soekarno Hatta.
Korban: Muhammad Irwan, 38 tahun, alamat Jalan Turi Raya Rt. 002/013 Kelurahan Bhakti Jaya, Kota Depok.
Saksi : Hilman, 31 tahun.
Kronologis Kejadian : Saat itu korban akan memasukkan barang-barang ke dalam sebuah mobil boks. Tiba-tiba mobil boks tersebut mundur dengan kencang dan langsung menggencet korban. Korban langsung dibawa ke kantor kesehatan Bandara Soekarno-Hatta. Korban diperiksa oleh dr Gembong Analis Wibowo, selanjutnya korban dinyatakan meninggal dunia.
Kasus Ditangani : Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta.

Penemuan Mayat

Waktu Kejadian : 27 Oktober 2010 Pukul 05:30 WIB.
TKP : Jalan Raya Bintaro Utara Rt. 05/02 Kampus STAN, Kelurahan Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Korban : Kukuh Raharjo, 23 tahun, PNS, alamat Jalan Raya Ceger Gang H. Saidi No. 33B Rt. 001/001 Tangerang Selatan.
Saksi : Hendrik alias Kodok, 25 tahun, Security STAN.
Kronolgis Kejadian : Korban melakukan lari cepat dan tiba-tiba jatuh tergeletak serta kejang-kejang. Selanjutnyakorban meninggal dunia di TKP. Korban meninggal dunia diduga akibat sakit, selanjutnya jenazah korban dikirim ke RS. Marinir Cilandak untuk dilakukan Visum.
Kasus Ditangani : Polsek Metro Pondok Aren.

27 Oktober 2010

Layanan SIM dan STNK Keliling

Rabu, 27 Oktober 2010 09:22 WIB
PUSKOMINFO - Berikut ini lokasi tempat pelayanan SIM dan STNK Keliling Polda Metro Jaya, Rabu (27/10/2010):

1. Jakarta Pusat
SIM : Balai Kartini
STNK : PELNI Gajah Mada

2. Jakarta Utara
SIM : Mega Mall Pluit
STNK : Kelapa Gading

3. Jakarta Selatan
SIM : Depkumhan, Jl. H.R. Rasuna Said
STNK : Balai Kartini

4. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : Balai Kartini

5. Jakarta Timur
SIM : Balai Kartini
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

* Layanan SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan SIM C. Pembuatan SIM Baru dan Jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling. Pengendara harus ke Satpas SIM di Jalan Daan Mogot KM 11 Cengkareng.

* Layanan STNK Keliling juga hanya untuk memperpanjang STNK setiap tahun. Bukan pengesahan atau habis masa pengesahan STNK 5 tahun atau perubahan kendaraan yang lainnya.

Kebakaran di Komplek KOSTRAD Pondok Indah

Rabu, 27 Otober 2010 09:05 WIB
PUSKOMINFO - Kebakaran terjadi di Komplek Perumahan KOSTRAD Pondok Indah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (27/10/2010) pagi. Sebanyak delapan rumah di Jalan Dharma Putra Raya Rt. 03/07 Komplek KOSTRAD Kebayoran Lama Selatan tersebut hangus terbakar.

Informasi dari Polsek Metro Kebayoran Lama, api diketahui sudah membesar sekira pukul 07:00 WIB dari rumah Peltu (Purn) Parsono. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, api berasal dari kasur yang terbakar akibat puntung rokok. Selanjutnya api membesar dan membakar tujuh rumah lainnya.

Api berhasil dipadamkan pukul 07:50 WIB dengan bantuan 12 unit mobil DPK. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kini petugas tengah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Mercy Alami Kecelakaan di Tol BSD

Rabu, 27 Oktober 2010 08:55 WIB
PUSKOMINFO - Akibat kurang waspada sering kali menjadi pemicu terjadinya kecelakaan. Hal ini terjadi di dalam tol BSD menuju Veteran, sebuah mobil sedan Mercy hitam mengalami kecelakaan tunggal di KM 1.400, Rabu (27/10/10) pukul 08:10 WIB.

Menurut data dari TMC Polda Metro Jaya, posisi mobil hingga saat ini masih berada di bahu jalan, sehingga menghalangi sebagian ruas jalan dan ini bisa berpotensi timbulnya macet di dalam tol tersebut.

Hingga laporan ini diturunkan, petugas sedang melakukan proses penanganan. Pengguna harap mematuhi arahan petugas.

Tanah Longsor

Waktu Kejadian : 26 Oktober 2010 Pukul 15:30 WIB.
TKP : 1) Kampung Sidamaun Rt. 02/02 Kelurahan Sukamaju, Cilodong Depok.
2) Jalan Raya Bogor - Jakarta KM 36 Rt. 02/05 Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos Kota, Cimanggis, Depok.
Kronologis Kejadian: Tanah Longsor terjadi saat hujan deras. Di kampung Sidamaun, hujan deras mengakibatkan pondasi yang tidak kuat menahan debit air sehingga bongkahan tanah jatuh ke kali Jantung yang berbatasan dengan Perum Villa Pertiwi di Rt. 02/15. Warga Perum Villa Pertiwi kemudian bergotong royong mengangkat bongkahan tanah dan batu dari kali sehingga aliran air lancar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sedangkan di TKP Jalan Raya Bogor - Jakarta, tanah longsor mengakibatkan 4 buah gubuk liar yang berlokasi di pinggir kali hancur. Gubuk tersebut terdiri dari 1 gubuk Kopi, 2 gubuk tambal ban dan 1 gubuk bengkel. Total kerugian diperkirakan Rp. 6,5 juta.
Kasus Ditangani : Polsek Kota Tambun dan Polsek Kota Cimanggis.

Tertabrak Kereta Api

Waktu Kejadian : 26 Oktober 2010 Pukul 09:00 WIB.
TKP :Perlintasan Kereta Api KM 33.650, Kampung Mekarsari Tengah Rt. 02/11 Desa Mekarsari, Tambun Selatan, kabupaten Bekasi.
Korban : Wawan Hermawan, 37 tahun.
Saksi ; Abudin, 59 tahun.
Kronologis Kejadian : Saat korban hendak menyeberang dari arah Selatan menuju Utara dengan membawa sayuran, tiba-tiba datang Kereta Api Dwipangga dari arah Gambir menuju Solo. Korban tertabrak KA hingga mengalami luka pecah pada kepala hingga meninggal duniadi TKP. Selanjutnya mayat korban dibawa ke RSU Bekasi Kabupaten untuk dilakukan Visu.
Ditangani : Polsek Kota Tambun.

Penemuan Mayat Bayi

Waktu Kejadian : 26 Oktober 2010 Pukul 10:30 WIB.
TKP : Jalan Rumah Sakit Sukanto No. 30 Rt. 05/10 Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Korban : Bayi baru dilahirkan.
Saksi : Sumani, 40 tahun.
Kronologis Kejadian : Saksi menemukan korban di TKP dengan tali pusar menempel di perut korban. Korban ditemukan dengan kain spanduk selendang warna biru, sapu tangan warna putih yang masih berlumuran darah. Korban diduga meninggal dunia akibat dibekap mulutnya, selanjutnya korban dibawa ke SCM untuk di Visum.
Ditangani : Polsek Metro Duren sawit.

26 Oktober 2010

SIARAN PERS KAPOLRI
TENTANG
RESENSI MEMORI SERAH TERIMA JABATAN KAPOLRI
DARI JENDERAL POL. DRS. H. BAMBANG HENDARSO DANURI, MM.
KEPADA KOMJEN POL. DRS. TIMUR PRADOPO
JAKARTA, OKTOBER 2010



YANG SAYA HORMATI :
- WAKAPOLRI
- PARA PEJABAT UTAMA MABES POLRI
- REKAN - REKAN WARTAWAN YANG BERBAHAGIA

ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB
SALAM SEJAHTERA BAGI KITA SEMUA

Pertama - tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya atas rahmat dan karunia - Nya, kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan, untuk hadir bersama pada acara jumpa Pers Kapolri dalam rangka penyampaian resensi pelaksanaan tugas selama kurun waktu kepemimpinan saya selaku Kapolri, yakni sejak bulan Oktober 2008 s/d Oktober 2010.

Pada kesempatan berbahagia ini perkenankan secara pribadi saya menyampaikan terimakasih kepada rekan-rekan wartawan atas kehadirannya, dan atas kerjasamanya selama ini, khususnya dalam penyajian informasi mengenai keberadaan dan kinerja Polri di ruang publik.
Rekan - Rekan Wartawan Yang Saya Hormati,

Sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan saya sebagai Kapolri, maka pada kesempatan yang baik ini saya akan menginformasikan perkembangan “Akselerasi Transformasi Polri Menuju Polri yang Mandiri, Profesional dan Dipercaya Masyarakat” dalam bingkai Grand Strategy Polri 2005 - 2025, sebagaimana yang telah saya sampaikan pada saat fit and proper test di hadapan pimpinan dan anggota DPR RI pada bulan Setember 2008 yang lalu.

I. Grand Strategi Polri 2005 – 2025

Pada pelaksanaan fit and proper test tersebut saya telah menyampaikan bahwa menata organisasi Polri ke depan haruslah tetap berdasarkan Grand Strategi Polri 2005 – 2025 yang telah dirumuskan kedalam 3 (tiga) tahapan Rencana Strategis (Renstra), yaitu :

1. Tahap I (Trust Building pada periode tahun 2005 - 2009)
Membangun kepercayaan Polri di mata publik / masyarakat merupakan faktor penting dalam Grand Strategi Polri karena merupakan awal dari perubahan menuju pemantapan kepercayaan (Trust Building), meliputi : bidang kepemimpinan, sumber daya manusia yang efektif, Pilot Project yang diunggulkan berbasis hi-tech, kemampuan penguasaan perundang – undangan dan sarana prasarana pendukung Visi misi Polri

2. Tahap II (Partnership Building pada periode tahun 2010 – 2014)
Membangun kerjasama yang erat dengan berbagai pihak yang terkait dengan penyelenggaraan fungsi kepolisian dalam penegakan hukum dan ketertiban serta pelayanan, perlindungan, pengayoman masyarakat untuk menciptakan rasa aman.

3. Tahap III (Strive for Excellence periode tahun 2015 – 2025)
Membangun kemampuan pelayanan publik yang unggul, mewujudkan good governance, best practices Polri, profesionalisme SDM, implementasi teknologi, infrastruktur, material fasilitas dan jasa guna membangun kapasitas Polri (capacity building) yang kredibel di mata masyarakat Nasional, Regional dan Internasional.

Selanjutnya dalam rumusan Grand Strategi Polri telah ditetapkan Visi Polri yakni “Terwujudnya postur Polri yang profesional, bermoral dan modern sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang terpercaya dalam memelihara Kamtibmas dan menegakkan hukum”, serta misi Polri sampai dengan tahun 2025, sebagai berikut :

1. Mengutamakan peran perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat guna mewujudkan rasa aman masyarakat (public safety);

2. Proaktif melaksanakan pencegahan kejahatan dan pelanggaran dengan mengefektifkan community policing guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat (crime prevention);

3. Menegakkan hukum secara profesional dan proporsional dengan menjunjung tinggi supremasi hukum, HAM, keadilan dan kepastian hukum;

4. Meningkatkan kerjasama dengan instansi / lembaga dalam dan luar negeri dalam rangka memulihkan keamanan dalam negeri;

5. Membangun kelembagaan Polri serta mengelola sumber daya secara efektif dan efisien guna kelancaran pelaksanaan tugas;

6. Membangun mobilitas dan sebaran pelayanan kepolisian serta teknologi informasi yang memadai guna mendukung penanggulangan kejahatan dan dinamikanya;

7. Melaksanakan kerja sama kepolisian internasional.

II. Akselerasi Transformasi Polri

Bertitik tolak dari rumusan Visi dan Misi Polri yang telah dirumuskan dalam Grand Strategi Polri tersebut di atas, pada kesempatan fit and proper test tahun 2008 yang lalu, sebagai penerima amanah pengemban jabatan Kapolri saya telah menyampaikan 3 (tiga) program akselerasi utama, yang telah saya uraikan dalam naskah “Akselerasi Transformasi Polri Menuju Polri yang Mandiri, Profesional dan Dipercaya Masyarakat”, dengan rincian:

1. Keberlanjutan Program (Program Sustainability);
2. Peningkatan Kualitas Kinerja (Performance Quality Improvements);
3. Komitmen terhadap Organisasi (Organizational Commitment).

Pada awal penugasan, telah saya keluarkan kebijakan dan strategi penataan Organisasi Polri dengan mengesahkan Keputusan Kapolri No. Pol.: Kep / 37 / X / 2008 tanggal 27 Oktober 2008 tentang Program Kerja Akselerasi Transformasi Polri menuju Polri yang Mandiri, Profesional dan Dipercaya Masyarakat, yang memuat 27 Program Akselerasi, sebagai penjabaran program KIB I yang ditetapkan dalam Permenneg PAN Nomor: Per / 15 / M.Pan / 7 / 2008 tanggal 10 Juli 2008 tentang Pedoman Umum Reformasi Birokrasi.

Perkembangan jabaran Program Akselerasi Transformasi Polri tersebut telah dituangkan di dalam konsep “Reformasi Birokrasi Polri” yang memuat 5 (lima) bidang penataan organisasi yaitu :

1. Manajemen Perubahan dan Transformasi Budaya Polri;
2. Restrukturisasi Organisasi dan Tata laksana Organisasi Polri;
3. Produk Program Quick Wins;
4. Manajemen SDM dan Remunerasi;
5. Evaluasi Kinerja Organisasi Polri dan Profil Polri 2025.

Kelima bidang Reformasi Birokrasi Polri tersebut telah disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 - 2025 sebagaimana rumusan Visi Pemerintah dalam program Pemerintah yaitu “Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur”, dan Visi Pemerintah dalam RPJMN I 2005 -2009 dalam KIB I yaitu:

1. Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang aman, bersatu, rukun dan damai;
2. Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan dan hak asasi manusia;
3. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Laporan perkembangan Reformasi Birokrasi Polri tersebut telah dikirimkan kepada Presiden R.I dengan surat Kapolri No. Pol.: B / 1754 / V / 2010 tanggal 11 Mei 2010 yang berisi bahwa Program Reformasi Polri yang telah dihasilkan, berupa Naskah Reformasi Birokrasi Polri:

1. Buku Biru Reformasi Polri tahun 1999;
2. Grand Strategi Polri tahun 2005 - 2025;
3. Akselerasi Transformasi Polri tahun 2008;
4. Laporan Kemajuan Awal Reformasi Birokrasi Polri bulan Maret tahun 2009;
5. Dokumen usulan Reformasi Birokrasi di lingkungan Polri bulan Juli tahun 2009;
6. Laporan pelaksanaan Program Reformasi Birokrasi Polri periode bulan Januari s/d. Desember 2009.


Rekan - rekan Wartawan yang saya hormati,

Lebih lanjut saya ingin menjelaskan implementasi pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang telah berjalan mulai tahun 2008 s/d. 2010 khususnya sampai dengan bulan september 2010, yang saya anggap perlu untuk diketahui oleh publik melalui media massa mengenai akuntabilitas kinerja dan pengelolaan keuangan negara oleh satker - satker di lingkungan Polri yang selama ini mendapat perhatian dan dukungan dari negara dalam rangka pembangunan Organisasi Polri.



III. Pencapaian Kebijakan dan Strategi Polri

Pencapaian Kebijakan dan Strategi Polri yang telah dilaksanakan selama saya menjabat sejak periode triwulan III tahun 2008 s/d Tahun 2010, diuraikan dengan gambaran pencapaian sasaran - sasaran kebijakan umum ataupun kebijakan percepatan sampai dengan tahun pertama Renstra Tahap II tahun 2010 – 2014 yang dijelaskan sebagai berikut:

1. Pencapaian Kebijakan Umum Polri

a. Pengembangan Organisasi Polri telah ditata dalam Grand Strategi Polri tahun 2005 - 2025 yang diarahkan sesuai tahapan pengembangan tahap I Trust Building (2005 - 2009), tahap II Partnership Building (2010 - 2014) dan tahap III Strive For Excellence (2015 - 2025) dalam rangka menuju Polri yang Profesional, Bermoral dan Modern. Pada Renstra 2010 – 2014 telah ditetapkan 26 sasaran yang merupakan arah kebijakan dan strategi Polri, sebagai penjabaran dari 6 (enam) kebijakan nasional KIB II di Bidang keamanan yang meliputi :

1) Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Kepolisian;
2) Penerapan quick wins di seluruh wilayah NKRI;
3) Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM);
4) Modernisasi Teknologi Kepolisian sebagai bagian dari penerapan Reformasi Kepolisian Negara Republik indonesia;
5) Pemantapan tata kelola pencegahan dan penanggulangan tindak terorisme, serta pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan tindak terorisme;
6) Peningkatan profesionalisme yang diiringi kesejahteraan anggota Polri.
b. Sistem perencanaan dan penganggaran Polri pada tahun 2008 s/d 2010 masih tertata dalam 8 (delapan) program Polri, namun untuk periode tahun 2011 penataan program Polri sudah direstrukturisasi menjadi 13 program dengan alokasi pagu anggaran sementara sebesar Rp. 28,3 triliun.

c. Pencapaian sasaran strategis Polri selama periode tahun 2008 - 2010, telah dapat dicapai sebagaimana yang direncanakan dengan ditandai indikator sebagai berikut :

1) Pencapaian sasaran pada 8 (delapan) Program Polri khususnya pada periode tahun 2008 - 2009 telah dapat dicapai secara maksimal dengan hasil capaian akuntabilitas kinerja sebagaimana tertuang dalam LAKIP Polri T.A. 2009 dan Laporan Keuangan Polri T.A. 2009 yang mendapatkan penilaian / opini “Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)” dari BPK RI;

2) Pencapaian kebijakan umum khususnya s/d periode semester I tahun 2010, telah dapat mengantarkan kesinambungan penjabaran kebijakan Pemerintah KIB I yang telah dituangkan di dalam 20 sasaran strategis Polri, yang ditandai dengan indikator capaian antara lain sebagai berikut :

a) Pemeliharaan situasi Kamtibmas serta penanganan daerah rawan kontinjensi telah dapat dikelola secara kondusif dengan kegiatan rutin dan operasi kepolisian secara selektif, dimana sejak tahun 2008 s/d 2009 secara umum situasi Kamtibmas relatif aman dan kondusif, dengan data JTP tahun 2008 sebanyak 326.752 kejadian dibandingkan JTP 2009 sebanyak 344.241 kejadian (naik 5,35 %), serta data JTP tahun 2010 - s/d September 2010 sebanyak 177.548 kejadian (diperkirakan naik 3,15 %). Hasil pemeliharaan situasi Kamtibmas dimaksud ditandai antara lain dengan pelaksanaan kegiatan Pemilukada, dan pelaksanaan Pemilu tahun 2009 dapat berjalan secara langsung, umum, bebas, rahasia dengan mengantarkan terpilihnya para anggota legislatif baik di tingkat pusat maupun daerah, serta terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden periode 2009 - 2014 secara legitimate;

2) Penanganan 4 (empat) jenis tindak pidana (kejahatan konvensional, transnational crime, kejahatan terhadap kekayaan negara, kejahatan yang berimplikasi kontinjensi), khususnya penanganan transnational crime telah dapat membentuk opini negara lain bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia telah mampu mengungkap dan mencegah berkembangnya terorisme di Indonesia.

3) Penanganan tindak pidana tertentu yang menjadi perhatian Pemerintah serta harapan masyarakat telah dapat ditangani dengan penyelesaian perkara yang cukup signifikan, antara lain penyelesaian tentang:

a) Perkembangan penanganan terorisme yang semula para pelaku terorisme menggunakan pola peledakan bom pada sentra / fasilitas publik / fasilitas asing yang berdampak menimbulkan rasa ketakutan masyarakat, pada tahun 2010 pola ancaman pelaku terorisme telah berkembang mengarah kepada personal assassination / simbol Pemerintahan. Polri juga telah berhasil mengidentifisir dan mengungkap jaringan pelaku serta pola target terorisme yang baru seperti; jaringan kelompok pengeboman J.W. Marriot dan Ritz Carlton; kelompok terorisme di Aceh; jaringan kelompok Jatiasih; jaringan kelompok Temanggung dan Solo. Penindakan terhadap para pelaku terorisme s /d bulan September 2010 :

 Ditangkap dan diproses hukum : 596
 Sudah divonis : 471
 Tewas tertembak petugas : 53
 Tewas Bunuh Diri ( Bom bunuh diri) : 10
 Sudah keluar dari LP : 245
 Masih jalani hukuman di LP : 126
 Sedang dalam proses sidang : 66
 Dalam penyidikan Densus 88 : 33

b) Penanganan kasus Korupsi sejak tahun 2007 s/d bulan September 2010, tercatat telah diselesaikan 726 kasus dari 1.307 kasus (56 %), dan telah berhasil menyelamatkan / mengembalikan kerugian Negara sebanyak Rp. 625.603.105.924,- dari total kerugian Negara sebanyak Rp. 1.813.889.046.972,-, selebihnya masih dalam penyelidikan / penyidikan.

c) Penindakan terhadap kasus penyalahgunaan Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Obat berbahaya) pada tahun 2008 sebanyak 29.364 kasus dengan 44.711 tersangka (44.613 WNI dan 98 WNA), tahun 2009 sebanyak 30.878 kasus dengan 38.403 tersangka (38.205 WNA dan 108 WNA) dan tahun 2010 s/d Agustus sebanyak 17.773 kasus dengan 22.268 tersangka (22.181 WNI dan 87 WNA).

d) Pengungkapan tindak pidana di bidang pemalsuan uang selama periode tahun 2008 - 2010 dengan modus operandi membuat, menyimpan atau mengedarkan uang palsu, sebanyak 808 kasus dengan 610 tersangka, dan barang bukti antara lain berupa:

- Alat cetak sebanyak 21 unit;
- Mata uang rupiah palsu :
• Pecahan Rp. 100.000: 110.431 lembar;
• Pecahan Rp. 50.000 : 43.788 lembar;
• Pecahan Rp. 20.000 : 12.735 lembar:
• Pecahan Rp. 10.000 : 896 lembar;
• Pecahan Rp. 5.000 : 328 lembar;
• Pecahan Rp. 2.000 : 200 lembar;
• Pecahan Rp. 1.000 : 178 lembar.

- Mata uang asing palsu :
• Pecahan USD.100 : 3.012 lembar;
• SGD. 10,000 : 75 lembar;
• Pecahan uang Brazil : 163 lembar.

Sampai saat ini perkembangan penyidikan Polri, sebanyak 678 perkara (89,31%) telah P.21, sedangkan sisanya sebanyak 130 perkara masih dalam proses penyidikan di tingkat kewilayahan / Polda.

e) Penindakan Illegal Logging dengan hasil :
- Tahun 2008 sebanyak 1919 kasus dengan 2290 tersangka, dengan barang bukti :
• 44.759 m3 kayu olahan;
• 169.651 batang kayu bulat;
• 828 truk;
• 131 kapal / tag boat;
• 18 alat berat dan;
• 303 alat ringan.

- Tahun 2009 sebanyak 1.126 kasus dengan 1.280 tersangka, dengan barang bukti :
• 23.169 m3;
• 94.954 batang kayu bulat;
• 337 truk;
• 86 kapal / tag boat;
• 25 alat berat dan;
• 58 alat ringan.
- Tahun 2010 s/d bulan September sebanyak 510 kasus dengan 491 tersangka, dengan barang bukti :
• 23.868 m3 kayu olahan;
• 52.332 batang kayu bulat;
• 206 truk, 48 kapal / tag boat;
• 7 alat berat dan;
• 50 alat ringan.

f). Penindakan Illegal Fishing tahun 2008 sebanyak 62 kasus dengan 117 tersangka, barang bukti 63 unit kapal, 1458.405 ton ikan, dengan tafsiran kerugian Rp. 8 triliun,- , tahun 2009 sebanyak 178 kasus dengan 106 tersangka, barang bukti 174 kapal, 906.251 ton ikan dan 1.120 kg udang, dengan tafsiran kerugian Rp. 3,7 triliun,-, dan tahun 2010 s/d September sebanyak 51 kasus dengan 44 tersangka, barang bukti 51 unit kapal, 62.03 ton ikan, dengan tafsiran kerugian Rp. 0,25 triliun.

g). Penindakan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) tahun 2008 sebanyak 200 kasus dengan 258 tersangka, barang bukti 2.658.607 keping VCD / DVD dan 179 unit duplicator, tahun 2009 sebanyak 328 kasus dengan 309 tersangka, barang bukti 1.842.149 keping VCD / DVD dan 148 unit duplicator dan tahun 2010 s/d September sebanyak 71 kasus dengan 75 tersangka, barang bukti 3.442.052 keping VCD / DVD dan 103 unit duplicator.

h). Penindakan perjudian tahun 2008 sebanyak 9.770 kasus, tahun 2009 sebanyak 12.797 kasus dan tahun 2010 s/d September sebanyak 8.530 kasus.

i). Penindakan pelanggaran Human Trafficing tahun 2008 sebanyak 199 kasus, tahun 2009 sebanyak 142 kasus dan tahun 2010 s/d September 48 kasus.

j). Penindakan terhadap KDRT tahun. 2008 sebanyak 682 kasus, tahun 2009 sebanyak 534 kasus dan tahun 2010 s/d September 525 kasus.


4) Penataan kelembagaan, eselonisasi, dan jabatan fungsional beserta gaji dan tunjangannya agar memotivasi SDM Polri telah dapat ditingkatkan pada periode akhir Renstra tahun 2005-2009 berupa memberian kenaikan tunjangan jabatan, tunjangan fungsional dan tunjangan umum bagi anggota Polri dan PNS Polri, serta kenaikan secara bertahap ULP Polri yang semula Rp. 17.500,- per hari menjadi Rp. 40.000,- per hari;

5) Pelaksanaan pengawasan internal yang dilakukan oleh Itwasum Polri dalam bentuk kegiatan pengawasan berupa ; Wasrik rutin, Wasrik khusus, verifikasi, Was Ops, penanganan pengaduan masyarakat, telah dapat meminimalisir indikasi kelemahan / kelalaian / kesalahan atau indikasi penyimpangan Para Kasatker di lingkungan Polri dalam pengelolaan program dan anggaran Polri pada tahun berjalan, dengan indikator sebagai berikut:

a) Pola Wasrik Itwasum Polri sejak tahun 2009 telah dirubah menjadi 2 (dua) tahap pemeriksaan yakni, tahap I di bidang perencanaan dan pengorganisasian, selanjutnya pemeriksaan tahap II dibidang pelaksanaan dan pengendalian program Polri. Hasil rekomendasi BPK-RI tahun 2009 adalah 333 rekomendasi, dibandingkan rekomendasi BPK-RI sebelumnya tahun 2008 adalah sebanyak 377 rekomendasi;

b) Dalam rangka pembinaan etika profesi dan disiplin anggota Polri, terhadap anggota yang melakukan pelanggaran diberikan sanksi sesuai ketentuan Perkap Nomor 7 tahun 2006. Data penindakan pelanggaran kode etik Polri T.A. 2009 sebanyak 627 orang (611 pelanggaran) dan diberi putusan PTDH sebanyak 492 orang. Pelanggaran kode etik pada semester I tahun 2010 sebanyak177 kali terhadap pelanggar sebanyak 177 orang (177 pelanggaran) dan diberi putusan PTDH sebanyak 120 orang. Sedangkan Pembinaan Disiplin Polri tahun 2009 sebagaimana diatur dengan PP nomor 2 tahun 2003 dan PP Nomor 3 tahun 2003, dengan data pelanggaran sebanyak 29.852 pelanggaran tata tertib dan 1.247 pelanggaran tindak pidana, sedangkan pelanggaran disiplin s/d semester I tahun 2010 sebanyak 12.442 pelanggaran tata tertib dan 352 pelanggaran tindak pidana.

d. Dalam rangka implementasi UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang berlaku mulai tanggal 30 April 2010, Polri telah melakukan langkah - langkah proaktif sebagai wujud komitmen Polri menata transparansi Polri khususnya dalam pelayanan informasi publik guna membuka peluang bagi pengawasan eksternal dan membangun akuntabilitas publik demi terwujudnya partisipasi masyarakat dalam kamtibmas. Dalam kaitan kesiapan ini Polri antara lain telah menerbitkan Peraturan Kapolri (Perkap) No. 16 tahun 2010 tentang Tata Cara Pelayanan Informasi Publik di Lingkungan Polri, menetapkan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) baik struktural maupun fungsional s/d tingkat Polsek, melaksanakan seminar KIP, sosialisasi dan pelatihan PID dan kehumasan dengan peserta s/d tingkat Polsek, dan secara bertahap mengusulkan pembangunan sistem pelayanan informasi berbasis tekhnologi informasi (TI) sebagaimana amanat UU KIP. Atas langkah - langkah proaktif ini Polri memperoleh sertifikat penghargaan dari Komisi Informasi Pusat sebagai lembaga yang proaktif dalam rangka kesiapan menyongsong implementasi UU KIP.

e. Terbangunnya Sistem Komunikasi Polri yang berbasis teknologi dalam wadah SIMTEKPOL yang mampu mengintegrasikan secara online dan interkoneksi semua subsistem komunikasi Polri yang tergelar baik di tingkat fungsi / Satker Mabes Polri maupun kewilayahan sampai dengan Polsek / Pos Perbatasan, termasuk penggelaran personel Polri pengemban diskresi dan pelayanan di tengah masyarakat, telah ditata fasilitas Quick Response yang meningkatkan keberadaan Patroli Polisi yang dilengkapi dengan Ranmor R-4 beserta alat komunikasinya sebanyak 3.491 unit dan menyusul penggelaran Ranmor-R4 sebanyak 1.650 unit melalui proyek K.E. T.A. 2009 dalam rangka mendukung kebijakan Police Backbone;


f. Telah dilakukan perubahan kebijakan di bidang pembinaan SDM Polri pada tahun 2010, bahwa era pembangunan kekuatan Polri yang bersifat kuantitas dirubah menjadi era kualitas pembinaan SDM Polri, yang sejalan dengan tuntutan kompetensi tugas dan perkembangan regulasi telah dijabarkan / dilaksanakan bentuk peningkatan kemampuan SDM Polri melalui :

1) Pendidikan Akpol;
2) PPSS yang bersumber S1/S2/ setingkat;
3) Pendidikan Brigadir Polri yang semula dilaksanakan selama 5 bulan menjadi 7 bulan;
4) Pendidikan Sespati Polri yang semula pesertanya 40 orang ditambah menjadi 75 orang, dengan pertimbangan percepatan penyiapan kader Pimpinan Polri sampai dengan tingkat Top Manager;
5) Dikbangspers Brigadir / PNS Polri Golongan II tahun 2010 ditambah menjadi 3.295 orang, agar memiliki kemampuan dan keterampilan teknis profesi pada tingkat dasar sesuai dengan peranannya sebagai pelaksana;
6) Dikbangspers Inspektur / PNS Polri golongan III ditambah menjadi 2.975 orang, agar memiliki kemampuan dan keterampilan teknis profesi pada tingkat lanjutan sesuai dengan peranannya sebagai penyelia (supervisor);
7) Dikbangspers Komisaris / PNS Polri golongan IV sebanyak 445 orang, agar memiliki kemampuan dan keterampilan teknis profesi pada tingkat menengah sesuai dengan peranannya sebagai pengendali / manager tingkat menengah;
8) Pendidikan Alih Golongan Brigadir (Bintara) Polisi ke Perwira Polri sebanyak 3.200 orang dengan perubahan lama pendidikan dari 12 hari menjadi 30 hari;
9) Pelatihan Kanit / Panit Reskrim direncanakan sebanyak 7.579 orang, telah dilaksanakan sebanyak 3.470 orang peserta (6 gelombang);
10) Pelatihan peningkatan kualitas kinerja Perwira Menengah Polri (Kombes) direncanakan sebanyak 480 orang yang sudah dilaksanakan 70 orang, sebagai pemegang estafet kepemimpinan Polri masa depan yang difokuskan pada capacity building.

2. Kebijakan percepatan pencapaian sasaran

a. Pencapaian Program Akselerasi Transformasi Polri :

1) Struktur Organisasi Polri yang semula berdasarkan Keppres Nomor 70 tahun 2002, telah diperbaharui dengan Perpres Nomor 52 tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia tanggal 4 Agustus 2010, serta telah dikeluarkan :

a) Perkap Nomor 21 tahun 2010 tanggal 14 September 2010 tentang Susunan OTK Mabes Polri dan telah di undangkan oleh Kemenkumham dalam berita negara tahun 2010 Nomor 444, tanggal 14 September 2010;

b) Perkap Nomor 22 tahun 2010 tanggal 28 September 2010 tentang Susunan OTK Polda dan telah diundangkan oleh Kemenkumham dalam berita negara tahun 2010 Nomor 477, tanggal 28 September 2010;

c) Perkap Nomor 23 tahun 2010 tanggal 30 September 2010 tentang Susunan OTK Polres dan Polsek serta telah diundangkan oleh Kemenkumham dalam berita negara tahun 2010 Nomor 478, tanggal 30 September 2010;

2) Pelaksanaan program Reformasi Birokrasi Polri yang dimulai sejak bulan Oktober 2008 memuat 9 (sembilan) program dan 23 kegiatan, telah dapat dilaksanakan dengan hasil yang dicapai sebagai berikut:

a) Program arahan strategi telah dikeluarkan kebijakan program Quick Wins Polri yang memuat 4 (empat) jenis program yaitu :

- Quick Response Samapta Polri;
- Transparansi pelayanan SSB;
- Transparansi penyidikan melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), dan;
- Transparansi rekrutmen personel.

Telah dilakukan penilaian kinerja dan penilaian postur birokrasi 2005, dengan telah dihasilkan naskah cetak biru Reformasi Birokrasi Kementerian / Lembaga dan Pemda.

b) Program manajemen perubahan telah dilakukan proses sosialisasi dan internalisasi tentang strategi manajemen perubahan dan rencana aksi dalam manajemen perubahan, yang telah disosialisasikan sampai dengan di tingkat Satker kewilayahan.

c) Program penataan system telah dibuat produk analisa jabatan, evaluasi jabatan dan sistem Remunerasi yang menghasilkan produk naskah usulan Remunerasi Polri serta telah dikirimkan kepada pihak Kemenpan dan RB untuk mendapatkan pengesahan.
d) Program penataan organisasi penataan organisasi Polri yang meliputi redefinisi Visi, Misi, Strategi dan Restrukturisasi Polri serta analisa beban kerja, telah dapat dihasilkan produk struktur usulan Restrukturisasi Organisasi Polri yang baru berdasarkan Perpres nomor 52 tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia tanggal 4 Agustus 2010, sebagai pengganti Keppres Nomor 70 tahun 2002.

e) Program penataan tata laksana telah dilaksanakan dan dibangun penyusunan tata laksana (bussiness process) sebagaimana amanat tata kelola logistik dalam ketentuan Keppres Nomor 80 tahun 2003 maka Polri telah melakukan launching e-procurement / LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Polri pada tanggal 19 Desember 2009. Dengan demikian Polri merupakan Departemen / Lembaga ke-3 yang telah dapat melaksanakan pengadaan barang / jasa secara e-procurement, Selanjutnya tata kelola aset persediaan dan aset tetap Polri telah dapat diaplikasikan dalam SIMAK - BMN Polri semester II T.A. 2009 yang dinyatakan audited oleh pihak Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

f) Program penataan sistem SDM telah dikembangkan antara lain melalui assesment center dalam penilaian kompetensi personel Polri serta membangun sistem rekrutmen anggota Polri yang transparan, adil dan akuntabel, atas capaian ini Polri telah mendapatkan sertifikat ISO seri 9001 : 2008.

g) Program penguatan unit organisasi telah disusun produk dokumen usulan perbaikan dan penambahan / pemenuhan sarana dan prasarana Polri selama Renstra Polri tahun 2010 -2014 serta penguatan unit kerja kediklatan yang berorientasi peningkatan kualitas kemampuan SDM Polri dengan peningkatan kuota Dikbangum / Dikbangspers / pelatihan PNS / Brigadir / Panit / Pamen Senior Polri serta penambahan waktu pendidikan pembentukan Brigadir Polri.

h) Program penyusunan peraturan perundang – undangan. Keterlibatan polri secara aktif dalam penyusunan rancangan peraturan perundang - undangan antara lain dengan telah disahkannya:

1) Undang - Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
2) Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 2008 tentang Tata Cara Dan Pelaksanaan Hubungan dan Kerjasama Polri;
3) Peraturan Pemerintah nomor 42 tahun 2010 tentang Hak - Hak Anggota Polri;
4) Peraturan Pemerintah nomor 50 tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas jenis PNBP yang berlaku pada Polri;
5) Peraturan Presiden nomor 52 tahun 2010 tentang Susunan dan Organisasi Tata Kerja Polri.

i) Program pengawasan internal

Telah dikeluarkan kebijakan metode pengawasan dan pemeriksaan 2 (dua) tahap dalam pemeriksaan di lingkungan Polri dalam rangka menjamin pelaksanaan akuntabilitas kinerja dan akuntabilitas keuangan Satker di lingkungan Polri.



b. Pencapaian Reformasi Birokrasi Polri


Dalam rangka percepatan integrasi Program Transformasi Polri ke dalam Program Reformasi Birokrasi Nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah melalui Undang - Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional) dan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2004 tentang rencana kerja Pemerintah, maka sesuai Sprin Kapolri No. Pol.: Sprin/2134/XII/2008 tanggal 19 Desember 2008 telah dibentuk 5 (lima) tim penyusun Reformasi Birokrasi Polri yang bertujuan untuk membangun Profil dan perilaku aparatur Polri yang memiliki kriteria:

1) Integritas tinggi yaitu perilaku aparatur Polri yang dalam bekerja senantiasa menjaga sikap profesional dan menjunjung tinggi nilai -nilai moralitas (kejujuran, kesetiaan, komitmen) serta menjaga keutuhan pribadi;

2) Produktifitas tinggi dan bertanggungjawab yaitu hasil optimal yang dicapai oleh aparatur polri dari serangkaian program kegiatan yang inovatif, efektif dan efisien dalam mengelola sumber daya yang ada serta ditunjang oleh dedikasi dan etos kerja yang tinggi;

3) Kemampuan memberikan pelayanan yang prima yaitu kepuasan yang dirasakan oleh publik sebagai dampak dari hasil kerja birokrasi yang professional, berdedikasi dan memiliki standar nilai moral yang tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat utamanya dalam memberikan pelayanan prima kepada publik dengan sepenuh hati dan rasa tanggungjawab. Implementasi / hasil pelaksanaan 5 (lima) bidang Reformasi Birokrasi Polri sampai dengan bulan September 2010 adalah sebagai berikut:

a) Telah disusun dokumen strategi manajemen perubahan dan dokumen rencana aksi dalam manajemen perubahan, serta dokumen analisis jabatan, evaluasi jabatan, sistem Remunerasi;

b) Telah disahkannya Perpres nomor 52 tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia tanggal 4 Agustus 2010, serta telah dikeluarkan :
- Perkap Nomor 21 tahun 2010 tanggal 14 September 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Mabes Polri;
- Perkap Nomor 22 tahun 2010 tanggal 28 September 2010 tentang Susunan OTK Polda dan;
- Perkap Nomor 23 tahun 2010 tanggal 30 September 2010 tentang Susunan OTK Polres dan Polsek.


c) Telah disusun dan di launching program quick wins oleh Presiden RI pada tahun 2009 yang menjadi salah satu arah kebijakan nasional Kabinet Indonesia Bersatu II di bidang keamanan, dimana program quick wins dimaksud memuat 4 (empat) program yaitu:

- Quick Response Samapta Polri;
- Transparansi penerbitan SSB (SIM, STNK, BPKB);
- Transparansi penyidikan melalui metode SP2HP;
- Transparansi rekrutmen personel Polri.

4) Telah disusun produk manajemen SDM Polri berupa naskah:

a) Assesment Kompetensi Individu bagi pegawai / tenaga ahli;
b) Sistem Penilaian Kinerja;
c) Sistem Penyediaan dan Seleksi Anggota Polri;
d) Pola Pengembangan Diklat Polri;
e) Pola rotasi, mutasi dan promosi anggota Polri;
f) Pola karier anggota Polri;
g) Membangun database pegawai Polri.

5) Telah disusun produk penilaian kinerja organisasi dan Dokumen Cetak Biru Postur Birokrasi Polri 2025

c. Pencapaian Program Quick Wins

1) Masyarakat mudah menghubungi, berinteraksi dan meminta bantuan Polri, Petugas Patroli Samapta mampu mendatangi TKP dalam waktu yang relatif singkat dengan telah tergelarnya sarana Ranmor R-4 quick response sebanyak 3.491 unit dan dukungan Ranmor R-4 proyek Kredit Export. T.A 2009 Police Backbone sebanyak 1.650 unit, sehingga dapat meningkatkan terciptanya rasa aman dan ketertiban masyarakat;

2) Penataan penertiban SSB pada sebagian besar Polda, telah menggunakan teknologi informasi dalam pelayanan BPKB online, pelayanan Sim Corner / gerai, pelaksanaan ujian teori menggunakan AVIS, pelayanan STNK di Samsat corner / gerai, pelaksanaan online data ranmor antara BPKB dengan STNK (Samsat) di tingkat Polda yang telah diakui dan mendapatkan piagam / penghargaan “Citra Pelayanan Prima” serta sertifikat ISO.

3) Kegiatan penyidikan telah dilakukan dengan mengedepankan transparansi proses penyelidikan dan penyidikan melalui metode SP2HP, sehingga masyarakat / pelapor dapat mengikuti perkembangan proses perkaranya secara berjenjang dalam tahapan Criminal Justice System. Selain itu telah dibangun berbagai fasilitas untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi perkembangan penyidikan dengan telah tersedianya sarana balai media dan informasi, fasilitas SPP-E (Sistem Pengawasan Penyidik Elektronik), Pusat Informasi Data Reserse Kriminal dengan website: www.bareskrim.go.id, balai pelayanan keluhan masyarakat, Pelatihan peningkatan profesionalisme para Kanit dan Panit Serse se-Indonesia melalui program “Keroyok Reserse”, penggelaran Allabfor lapangan dan operasionalisasi INAFIS Pusident;

4) Transparansi rekrutmen Sumber Daya Manusia Polri, khususnya dalam bidang pembangunan kekuatan personel Polri seperti rekrutmen calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dan Perwira Polri Sumber Sarjana (PPSS) yang didasarkan sistem manajemen mutu dalam proses seleksinya, telah memperoleh pengakuan internasional dengan diperolehnya sertifikat ISO seri 9001 : 2000 pada tahun 2008 yang kemudian ditingkatkan menjadi ISO Seri 9001 : 2008 pada tahun 2010.

IV. Hal - hal yang telah saya persiapkan untuk kelanjutan dari capaian Implementasi Kebijakan dan Strategi Polri mendatang

1. Rencana Strategis Polri pada tahap Renstra Tahap II telah dituangkan dalam naskah Renstra Polri tahun 2010 - 2014 yang memuat Visi Polri yaitu “Terwujudnya pelayanan prima, tegaknya hukum dan kamdagri mantap serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif”, dan memuat 8 (delapan) misi Polri serta 26 sasaran strategis Polri telah disesuaikan dengan kebijakan Pemerintah KIB II dengan Visi pembangunan Nasional adalah Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur;

2. Penjabaran Restrukturisasi Polri yang telah dikukuhkan dengan Perpres Nomor 52 tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia tanggal 4 Agustus 2010, serta telah dikeluarkan :

a. Perkap Nomor 21 tahun 2010 tanggal 14 September 2010 tentang Susunan OTK Mabes Polri;

b. Perkap Nomor 22 tahun 2010 tanggal 28 September 2010 tentang Susunan OTK Polda;
c. Perkap Nomor 23 tahun 2010 tanggal 30 September 2010 tentang Susunan OTK Polres dan Polsek.

yang memuat; Tupoksi Satker, detail Struktur Satker, DSP dan DSPP Satker, Kode Satker, indikator kinerja utama, standar kompetensi dan HTCK Satker, serta sosialisasi implementasi restrukturisasi kepada seluruh Satker dan Satwil Polri dan melakukan evaluasi terhadap Struktur Organisasi Polri yang baru.

3. Kesinambungan program dan kegiatan pada Renja Polri T.A. 2010 yang saat ini akan memasuki Triwulan IV, diharapkan pencapaian akuntabilitas kinerja dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara dapat dijaga oleh seluruh Satker Polri sesuai dengan indikator penetapan kinerja Satker yang telah ditetapkan;

4. Antisipasi kebijakan di bidang SDM Polri yang mengedepankan era kualitas dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan kompetensi tugas mendatang dimana pihak Polri masih memerlukan sebanyak 17.000 orang perwira sebagai antisipasi menyongsong ketentuan regulasi pemberlakuan RUU KUHAP yang baru dimana penyidik Polri adalah seorang perwira / berpendidikan S1, berdampak diperlukan perencanaan pemenuhan kebutuhan alokasi anggarannya secara proporsional sebagaimana ketentuan yang ada;

5. Hasil penilaian BPK RI pada pemeriksaan tahun buku 2009 atas Laporan Keuangan Polri T.A. 2009 yang sudah mendapatkan Opini Penilaian “Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)” dapatnya tetap dipertahankan dengan menggiatkan komitmen 4 (empat) pilar yaitu :

a. Deputi Kapolri bidang Logistik (Delog) berkomitmen dalam penertiban aset tetap dan persediaan;
b. Kepala Pusat Keuangan (Kapusku) Polri berkomitmen dalam penertiban pelaporan dana non APBN;
c. Kepala Bareskrim Polri berkomitmen dalan penertiban pengelolaan barang bukti;
d. Inspektur Pengawasan umum (Irwasum) Polri berkomitmen dalam pemantauan rencana aksi, perbaikan sistem dan review laporan keuangan Polri.

Sedangkan 4 (empat) Rumah Sakit Bhayangkara telah mendapat Sertifikat Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK – BLU), yang diserahkan secara simbolis kepada Rumkit Bhayangkara Tingkat Satu R. Said Soekanto oleh Menteri Keuangan pada tanggal 30 September 2010.

6. Kelanjutan kesinambungan program quick wins Polri yang telah di launching oleh presiden RI pada tahun 2009 serta menjadi salah satu arah Kebijakan Nasional Kabinet Indonesia Bersatu II di bidang keamanan yaitu:

a. Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Kepolisian;
b. Penerapan quick wins di seluruh wilayah NKRI;
c. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM);
d. Modernisasi teknologi Kepolisian sebagai bagian dari penerapan reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia;
e. Pemantapan tata kelola pencegahan dan penanggulangan tindak terorisme, serta pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan tindak terorisme;
f. Peningkatan profesionalisme yang diiringi kesejahteraan anggota Polri.

Maka kesinambungan program Quick Wins Polri yang telah dilaksanakan tetap ditindaklanjuti dengan inovasi dan dikembangkan untuk lebih meningkatkan pelaksanaan implementasi ke-6 program dalam rangka mendukung arah kebijakan Nasional Kabinet Indonesia Bersatu II di bidang keamanan.
Disamping pelaksanaan implementasi program KIB II pada bidang keamanan tersebut diatas, Polri juga melaksanakan 2 (dua) program tambahan yang termasuk dalam program prioritas lainnya di bidang politik hukum dan keamanan (polhukam), yaitu ; Pemantapan Penanggulangan Tindak Terorisme, dan Pengendalian Crime Rate sebagaimana amanat pada Inpres nomor 1 tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional tahun 2010, serta melaksanakan tindakan penerapan prinsip Diversi dan Restorative Justice dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) melalui sistem dan prosedur Kepolisian terkait, yang merupakan program bersama antara Kemenkumham, Kejagung dan Polri, juga melaksanakan tindakan pemberian bantuan jaminan sosial bagi penyandang cacat permanen anggota Polri sebanyak 550 orang, dan melaksanakan program perlindungan pekerja migran dan TKI terlantar / bermasalah sebagaimana diamanatkan Inpres nomor 3 tahun 2010 tentang program pembangunan yang berkeadilan (justice for all).

Demikian penjelasan implementasi kebijakan dan strategi Polri periode tahun 2008 - 2010 yang dapat saya sampaikan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas selama saya menjabat sebagai Kapolri, dan pada kesempatan yang baik ini kami atas nama seluruh jajaran Polri menghaturkan terima kasih yang sebesar - besarnya kepada rekan - rekan pers dan seluruh masyarakat Indonesia yang selama ini telah memberikan perhatian dan dukungan penuh kepada institusi Polri, kiranya perhatian dan dukungan yang sama pada waktunya juga diberikan kepada pejabat Kapolri yang baru.

Sekian terima kasih
Wassalamu’alaikum wr. Wb.

Jakarta, Oktober 2010
KAPOLRI

PROGRAM PRIORITAS KAPOLRI (PROGRAM 100 HARI/NOPEMBER – JANUARI 2011)

1. PENGUNGKAPAN DAN PENYELESAIAN KASUS – KASUS MENONJOL.

2. MENINGKATKAN PEMBERANTASAN PREMAN, KEJAHATAN JALANAN, PERJUDIAN, NARKOBA, ILLEGAL LOGGING, ILLEGAL FISHING, ILLEGAL MINNING, HUMAN TRAFFICKING, DAN KORUPSI.

3. PENGUATAN DENSUS 88 ANTI TEROR MELALUI PENINGKATAN KERJASAMA DENGAN SATUAN ANTI TEROR TNI DAN BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME.

4. PEMBENAHAN KINERJA RESERSE DENGAN PROGRAM “KROYOK RESERSE” MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI PENYIDIK.

5. IMPLEMENTASI STRUKTUR BARU DALAM ORGANISASI POLRI.

6. MEMBANGUN KERJASAMA MELALUI SINERGI POLISIONAL YANG PRO AKTIF.

7. MEMACU PERUBAHAN MIND SET DAN CULTURE SET POLRI.

8. MENGGELAR SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN DIBERBAGAI SENTRA KEGIATAN PUBLIK.

9. MENGEMBANGKAN LAYANAN PENGADAAN SISTEM ELEKTRONIK.

10. MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN SISTEM INFORMASI TERPADU DAN PENGAMANAN PEMILU 2014.

Penemuan Replika Senjata Api

Waktu Kejadian : 25 Oktober 2010 Pukul 03:24 WIB.
TKP : X-Ray Cargo Domestik Mandala Airline, Bandara Soekarno-Hatta.
Saksi : Abdul Muti, 32 tahun, dan Tohari, 26 tahun.
Kronologis Kejadian : Saksi memeriksa paket yang akan dikirimkan melalui pesawat Mandala Airlaines RI 394 pukul 06:10 WIB dengan tujuan Alexander ST, alamat Jalan Mulawarman No. 21 Tarakan, Kalimantan Timur. Setelah diperiksa di cargo ternyata paket tersebut berisi 2 pucuk Replika Senjata Api yaitu 1 jenis laras panjang SF Hunting Master, Made In INA-US dengan dilengkapi teleskop merk BISHNEL Caliber 4,5 mm dan 1 jenis laras pendek Magnum CO2 Cal 1771 4,5 mm serta 1 rompi anti peluru.Barang tersebut selanjutnya diserahkan ke Polres Bandara Soekarno-Hatta.
Kasus Ditangani : Polresta Bandara Soekarno-Hatta

Pencurian Dengan Pemberatan (Curat)

Waktu Kejadian : 25 Oktober 2010 Pukul 12:30 WIB.
TKP : Pasar Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur.
Korban : Yuky, 30 tahun, alamat Pesona Anggrek Blok I Rt. 14/19 Harapan Jaya, Bekasi Utara.
Pelaku : Sutiyaningsih, ditahan di Mapolsek Metro cakung.
Kronologis Kejadian : Pelaku berpura-pura berbelanja di kios korban kemudian saat korban lengah, pelaku mengambil uang dari dalam laci kios.
Kerugian : uang tunai Rp. 987.000,-
Tindakan Kepolisian: menerima laporan, mendatangi TKP, mengamankan tersangka berikut barang bukti, memeriksa saksi korban dan melakukan penyidikan lebih lanjut.
Kasus Ditangani : Polsek Metro Cakung.

Pencurian Dengan Pemberatan (Curat)

Waktu Kejadian : 25 Oktober 2010 Pukul 09:00 WIB.
TKP : Pom Bensin Jalan Raya Bogor, Kramatjati, Jakarta Timur.
Korban : Samuel Tampubolon, 38 tahun, alamat Cililitan Besar Rt. 07/08 Kramatjati, Jakarta Timur.
Pelaku : Dalam penyelidikan.
Kronologis Kejadian : Ketika korban sedang mengisi bensin, tiba-tiba tas yang diletakkan di jok mobil hilang diambil oleh pelaku.
Kerugian: 1 laptop senilai Rp. 25 juta.
Kasus Ditangani : Polsek Metro Kramat Jati.

Korban Terseret Arus Air

Waktu Kejadian : 25 Oktober 2010 Pukul 16:00 WIB.
TKP : Saluran air dekat Halte Bus Pasar Inpres, Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta selatan.
Korban : Dian Nurafniyanti, 21 tahun, alamat Jalan Damai No. 35C Rt. 03/05 Pejaten Timur.
Saksi : Samsul Bahri, 19 tahun, alamat sama dengan Korban.
Kronologis Kejadian : Korban bersama saksi hendak pergi menuju Ciputat dengan menggunakan sepeda motor. Namun karena hujan korban meneduh di TKP bersama saksi. Saat meneduh, korban terpeleset dan jatuh tercebur di saluran air yang penuh, saksi berusaha menolong namun korban terseret arus air deras. Polisi sudah berusaha membantu mengadakan pencarian terhadap korban namun korban belum dapat ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan hari ini.
Kasus Ditangani : Polsek Metro Cilandak.

25 Oktober 2010

Info Layanan SIM & STNK Keliling

Senin 25 Oktober 2010 09:32 WIB
PUSKOMINFO - Warga masyarakat yang hendak memperpanjang SIM A, C dan STNK kendaraan dengan cepat dan mudah, dapat datang ke lokasi layanan SIM dan STNK Keliling Polda Metro Jaya, Senin 25 Oktober 2010, di lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM : Thamrin City
STNK : Pos Polisi Pasar baru

2. Jakarta Utara
SIM : Mega Mall Pluit
STNK : Pos Polisi Jembatan Tiga

3. Jakarta Selatan
SIM : Taman Makam Pahlawan Kalibata
STNK : Taman Makam Pahlawan Kalibata

4. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

* Layanan SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan SIM C. Pembuatan SIM Baru dan Jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling. Pengendara harus ke Satpas SIM di Jalan Daan Mogot KM 11 Cengkareng.

* Layanan STNK Keliling juga hanya untuk memperpanjang STNK setiap tahun. Bukan pengesahan atau habis masa pengesahan STNK 5 tahun atau perubahan kendaraan yang lainnya.

Penemuan Mayat

Waktu Kejadian : 24 Oktober 2010 Pukul 11:30 WIB.
TKP : Jalan Inpres XVI Rt. 003/004 Kelurahan Gaga, Larangan, Tangerang.
Korban : Hendra Waluyo, 73 tahun, Purnawirawan Polri, alamat Jalan Sawo No. 1A Rt. 06/05 Cipete, Kebayoran Baru, jakarta Selatan.
Saksi : Kosasih, 37 tahun, alamat TKP.
Kronologis Kejadian : Korban ditemukan pertama kali oleh saksi di dalam sebuah kebun kosong dalam keadaan terlentang dan sudah berlumuran darah. Berhubung kebun tersebut berpagar dan dikunci dari dalam oleh korban, saksi langsung memberitahu kepada etua RT setempat. Lalu saksi dan warga membongkar paksa kunci yang terpasang di pintu masuk kebun. Korban meninggal dunia diduga karena terjatuh dari pohon mangga, karena dahan yang diinjak oleh korban patah dari ketinggian 5 meter. Sehingga korban mengalami luka pada bagian pelipis robek terkena cor semen dan tulang paha sebelah kiri mengalami patah tulang.
Kasus Ditangani : Polsek Metro Ciledug.

Penemuan Mayat

Waktu Kejadian : 24 Oktober 2010 Pukul 07:50 WIB.
TKP : Kos-Kosan Megawati Jalan Raya Pondok Gede Rt. 005/001 Kelurahan Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur.
Korban: Sarah Oktaviani, 27 tahun, alamat Cipinang Kebembem Rt. 17/13 Pisangan Timur, Jakarta Timur.
Saksi : Ahmad Rizal, 27 tahun.
Kronologis Kejadian : Korban ditemukan oleh Saksi sudah dalam keadaan meninggal dunia tergeletak di tempat tidur kamar D-II dalam keadaan luka di bagian leher luka tusukan dan sayatan. Saksi melihat korban dijemput oleh seorang menggunakan sepeda motor Ninja, warna hitam, Nopol tidak diketahui oleh Satpam di TKP. Selanjutnya korban dibawa ke RSCM untuk divisum.
Kasus Ditangani: Polsek Metro Makasar.

Pencurian Plat Besi Pengikat Sambungan Rel Kereta Api

Waktu Kejadian : 24 Oktober 2010 Pukul 08:30 WIB.
TKP : Rel Kereta Api Kilometer 20-9 Kelurahan Pondok Ranji, Cipuat, Tangerang Selatan.
Pelaku : dalam penyelidikan.
Saksi : Cahyono, 24 tahun, alamat Desa Tauk, Muncul, Purbalingga.
Kronologis Kejadian : Saksi selaku Wakil Kepala Stasiun, sewaktu naik Kereta Jurusan Serpong-Jakarta melihat rel sedikit terangkat. Lalu saksi melaporkan kejadian ini ke petugas stasiun dan keamanan PKD. Ternyata plat besi pengikat sambungan rel ukuran 90 cm berikut 3 buah baut jalur 1 arah Serpong hilang. Sebelumnya pada hari Kamis 21 Oktober 2010 telah hilang kabel panel sinyal.
Kasus Ditangani : Polsek Metro Ciputat.

Narkotika

Waktu Kejadian : 23 Oktober 2010 Pukul 15:30 WIB.
TKP : Jalan Sinar Budi No. 15 Rt. 03/04 Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.
Pelaku : Budiranto alias Anto.
Saksi : Kompol Rudy Setiawan SH, Sik.
Kronologis Kejadian: Pelaku kedapatan membawa, memiliki atau menggunakan narkotika di TKP, dengan barang bukti Tablet Ecstasy seberat 2.776 gram, serbuk berwarna seberat 9.075 gram, peralatan pencetak Ecstasy.
Kasus Ditangani : Dit Narkoba Polda Metro Jaya.

24 Oktober 2010

*Tour d'Indonesia '10" Jakarta - Bali











Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Sutarman, Menpora, Dirut Telkom melepas peserta balap sepeda internasional "Tour d'Indonesia '10" Jakarta - Bali di pintu 1 Plaza Selatan Gelora Bung Karno Senayan Jakarta Minggu 24 Oktober 2010 pukul 09.00 WIB. Dalan acara tersebut juga dihadiri oleh Miss Earth 2009 serta diramaikan oleh kesenian Batawi.

22 Oktober 2010

Setelah Cekcok dengan Suami, Istri Tewas Tertabrak Kereta

Jumat, 22 Oktober 2010 15:51 WIB
PUSKOMINFO – Herawati, 25 tahun, warga Jalan Swadaya Kranji RT 01 RW 02 Kranji, Bekasi Barat, tewas ditabrak kereta api ekonomi di persimpangan Kampung Rawa Bebek, Bendungan Kota Baru, Bekasi Barat, Jumat (22/10/2010).

Korban tewas mengenaskan di lokasi kejadian. Informasi yang diperoleh dari Polsek Metro Bekasi Barat, sebelum peristiwa itu terjadi Herawati bertengkar dengan suaminya, Ade Irawan, 30 tahun. Diduga karena sedang kesal ibu satu anak itu berjalan di rel kereta api dan tidak peduli dengan keadaan sekitarnya hingga tertabrak kereta.

"Tubuh korban terseret hingga sekitar 30 meter dari lokasi. Kaki, tangannya remuk, dan wajahnya hancur. Kini jasad korban sudah dibawa ke RSUD Kota Bekasi," ujar Petugas SPK Polsek Metro Bekasi Barat yang ikut melakukan Olah TKP di lokasi.

Pengakuan suami korban, Ade Irawan, dirinya baru saja cekcok dengan istrinya (Korban), selanjutnya korban pergi keluar rumah jalan kaki tanpa membawa anaknya. Tak lama ia mendapat kabar kalau isterinya telah tewas tertabrak kereta api.

Perampok Mengaku Polisi Beraksi di Rumah Direktur

Jumat, 22 Oktober 2010 15:40 WIB
PUSKOMINFO - Kawanan perampok yang mengaku anggota kepolisian beraksi di rumah Andi Junet, Direktur Utama Kospin (Koperasi simpan pinjam) di Kompleks PLN, Jalan Asia Afrika 4, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (22/10/2010) siang. Perampok tidak hanya berhasil menggondol uang tunai Rp50 juta, kawanan perampok ini juga menembak pembantu rumah tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Gatot Edi Pramono mengatakan, perampokan tersebut terjadi sebelum salat jumat. Pelaku diduga berjumlah lima orang dan menggunakan mobil.

Pelaku yang berjumlah lima orang berpura-pura menjadi polisi, dan mengaku kepada para pembantu kalau majikannya sedang berurusan dengan polisi. Mereka akan meminta keterangan terkait kasus tersebut.

“Para pelaku hampir seluruhnya berperawakan tinggi tegap,” kata Gatot.

Selanjutnya, kata Kapolres, tiga orang pelaku mengumpulkan tiga pembantu di rumah tersebut yaitu Ali Gufron, Sumini, dan Ani, dalam satu ruangan bersama dengan anak majikan bernama Keisa yang masih berusia 4 tahun.

Salah satu pembantu, Ali Gufron, berusaha melawan sehingga salah satu pelaku menembak Gufron hingga dua kali. Satu peluru bersarang di perut bagian kiri, dan satu peluru lagi meleset.

Sementara itu, dua pelaku lainnya masuk ke dalam kamar majikan dan menggondol uang tunai Rp50 juta, dua jam tangah mewah, dan perhiasan emas yang jumlahnya belum diketahui. Total kerugian belakangan diketahui lebih dari Rp200 juta.

Kini, petugas sudah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara dan membawa korban Ali Gufron ke Rumah Sakit AL Minto Harjo, Tanah Abang, Jakarta Pusat untuk mendapatkan pertolongan.

Karyawan Tewas Disambar Kereta Api

Jumat, 22 Oktober 2010 10:02 WIB
PUSKOMINFO - Seorang karyawan BRI tewas seketika di lokasi kejadian karena menerobos pintu perlintasan kereta api Pesing, Jalan Daan Mogot, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (22/10/2010) pagi. Korban menerobos pintu perlintaan kereta yang sudah ditutup.

"Korban bernama Ali Sofwan Nasution, 27 tahun, Karyawan BRI, warga Kapuk Pulo Rt. 07/10 Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, terseret kereta hingga sejauh 30 meter dan tewas seketika di lokasi kejadian," ujar petugas Laka Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Aiptu Arsyad.

Arsyad menjelaskan, saat kejadian sekira pukul 07:00 WIB, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro Nopol B-6038-UKS melintas di TKP. Saat pintu perlintasan sudah tertutup, korban menyerobot dan saat itu juga datang kereta api dari arah Tangerang menuju Jakarta Kota melintas menabrak korban. Korban pun terpental hingga sejauh 30 meter dan tewas seketika.

"Kini jenazah korban sudah dikirim ke RSU. Tangerang untuk diotopsi," ujar Arsyad.

Seluruh Layanan Samsat Polda Metro Jaya Raih ISO 9001:2008

Jumat, 22 Oktober 2010 08:45 WIB
PUSKOMINFO - Direktorat Lalu lintas Polda Metro Jaya dinilai teruji dalam standar pelayanannya sehingga meraih sertifikat standar pelayanan berupa ISO 9001:2008.

"Sesuai target, seluruh unit pelayanan Ditlantas Polda Metro Jaya meraih sertifikat standar pelayanan ISO 9000:2008," kata Direktur Lantas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Condro Kirono di Jakarta, Kamis 21 Oktober 2010, kemarin.

Ia menuturkan, Ditlantas Polda Metro Jaya menerima sistem manajemen mutu untuk standar pelayanan dari PT Mantec, PT Sucofindo dan PT Global.

Unit pelayanan yang meraih sistem manajemen mutu, yakni Unit Kecelakaan dan Pelanggaran Sub Direktorat Penegakan Hukum, lima Unit Kantor Satuan Pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan 12 Unit Samsat di seluruh jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya.

Condro menyatakan, penerimaan standar operasional itu bertujuan untuk memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat. Itu membutuhkan perubahan secara berkelanjutan pada sistem, metode, pembangunan sarana dan prasarana, hingga peningkatan sumber daya manusia.

Pihaknya berupaya meningkatkan pelayanan secara terus-menerus untuk mengaplikasikan program 'Quickwin' 2010. "Tujuan utamanya untuk memudahkan pelayanan Polri kepada masyarakat," ujar Dir Lantas.

Polres Metro Bekasi Kabupaten Ringkus Sindikat Curanmor

Jumat, 22 Oktober 2010 08:29 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polres Metro Bekasi Kabupaten dalam beberapa hari melakukan operasi berhasil mengamankan sedikitnya 14 unit sepeda motor berbegai jenis beserta 12 pelaku pencuri sepeda motor yang biasa beroperasi di wilayah Kabupaten Bekasi.

Selain mengamanakan 14 unit sepeda motor, petugas juga mengamankan puluhan buah kunci leter T dan satu buah senjata api laras panjang rakitan yang biasa digunakan para pelaku setiap kali melakukan aksinya.

Kedua belas pelaku yang diamankan di antara, Sugito, Zainudin, Karman, Firdaus, Koting, Adi Wijaya, Nalim alias Nemen, Bolot, Kasan, dan Muhamad Elani.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kabupaten, Komisaris Polisi NT Nurahmad, mengatakan, penangkapan dilakukan petugasnya dalam waktu satu minggu dengan mengamankan sedikitnya 12 pelaku ranmor dengan belasan barang bukti motor, puluhan kunci leter T dan satu pucuk senjata api.

"Belasan pelaku ini menamakan diri sebagai kelompok Kabupaten Bekasi", Ujar Kasat Reskrim.

Kini para pelaku mendekam di sel tahanan Polres metro Bekasi Kabupaten dan akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 12 tahun penjara.

Layanan SIM & STNK Keliling

Jum'at 22 Oktober 2010
PUSKOMINFO - Warga masyarakat yang hendak memperpanjang SIM A, C dan STNK kendaraannya, dapat mendatangi Mobil Layanan SIM dan STNK Keliling Polda Metro Jaya, Jumat (22/10/2010), di lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM : Thamrin City
STNK : Pos Polisi Pasar baru

2. Jakarta Utara
SIM : Mega Mall Pluit
STNK : Pos Polisi Jembatan Tiga

3. Jakarta Selatan
SIM : Kebun Binatang Ragunan
STNK : Halaman Stasiun Tanjung Barat

4. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

* Layanan SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan SIM C. Pembuatan SIM Baru dan Jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling. Pengendara harus ke Satpas SIM di Jalan Daan Mogot KM 11 Cengkareng.

* Layanan STNK Keliling juga hanya untuk memperpanjang STNK setiap tahun. Bukan pengesahan atau habis masa pengesahan STNK 5 tahun atau perubahan kendaraan yang lainnya.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

Waktu Kejadian : 21 Oktober 2010 Pukul 13:00 WIB.
TKP : Janur Elok Raya Blok QD 10 Nomor 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Korban : Eva Sulastri Iwantoso, alamat Pondok Gede Molek No. 14, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi.
Pelaku : Ui I Min.
Kronologis Kejadian : Pada tahun 2008, korbana menderita sakit dan dibiarkan oleh pelaku tanpa diobati. Apabila keluarga ingin menjenguk, tidak diizinkan. Pada akhirnya, sekarang, korban menjadi lumpuh dan tidak bisa bicara lagi. Sewaktu korban masih bisa berkomunikasi, korban selalu diintimidasi hingga korban ketakutan dan korban disuruh untuk menandatangani surat-surat penting sehingga korban mengalami gangguan secara psikis.
Ditangani : Dit. Reskrimum Polda Metro Jaya.

Pohon Tumbang

Waktu Kejadian : 21 Oktober 2010 Pukul 16:30 WIB.
TKP : Jalan Raya Bogor Depan Pasar Induk, Ciracas, Jakarta Timur.
Korban : Sugianto, alamat Gang Mutiara VI Rt. 005/004 Ciracas, Jakarta Timur (Penumpang Kopaja 57 B-7741-KA).
Kronologis Kejadian : Pada saat hujan lebat disertai angin kencang, pohon tumbang yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia, yang saat kejadian korban sebagai penumpang Kopaja 57 Nopol B-7741-KA yang tertimpa pohon. Pohon yang berada di jalur hijau tumbang ke bahun jalan dan menimpa Kopaja tersebut yang sedang melintas.
Tindakan Kepolisian: menerima laporan, mengecek TKP dan melakukan olah TKP, melakukan identifikasi korban selanjutnya membawa korban ke Rumah sakit untuk diotopsi, melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Ditangani : Polsek Metro Ciracas.

Tembok Sisi Barat Kebon Binatang Ragunan Roboh

Waktu Kejadian : 21 Oktober 2010 Pukul 16:30 WIB.
TKP : Jalan Sacho Rt. 009/007 Kelurahan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Korban : Pihak Kebon Binatang Ragunan.
Saksi : Dahlan Zambek, warga Kampung Pisangan, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Kronologis Kejadian : Pada saat terjadinya hujan deras disertai angin kencang, diduga akibat tidak kuat menahan, pagar tembok setinggi 5 meter sepanjang 15 meter roboh ke pinggir jalan.Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kasus Ditangani : Polsek Metro Pasar Minggu.

21 Oktober 2010

Tewas Akibat Tersengat Listrik

Waktu Kejadian : 20 Oktober 2010 Pukul 19:00 WIB.
TKP : Perumahan banjar Wijaya Cluster Nusantara 39 No. 06 Rt. 11/09 Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota tangerang.
Korban : 1) Hawanto Naswan, 55 tahun, 2) Mr. X 3) Mr. X.
Saksi : Rusli, 35 tahun.
Kronologis Kejadian : Saksi menemukan 3 orang korban telah meninggal dunia di TKP dengan posisi terbujur kaku dengan posisi memegang besi behel yang menempel pada sebuah besi lampu taman belakang yang didalamnya terdapat kabel yang terbuka kulitnya. Diduga ketiga korban meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik.
Tindakan Kepolisian: menerima laporan, datang ke TKP melakukan identifikasi, mengirim mayat korban ke rumah sakit untuk otopsi, memeinta keterangan saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kasus Ditangani : Polsek Metro Cipondoh.

Tewas Akibat Ledakan Mesin Kompresor

Waktu Kejadian : 20 Oktober 2010 Pukul 07:30 WIB.
TKP : Kampung Pondok Kidul Rt. 02/02 Pakuhaji, Tangerang.
Korban : Husini, 45 tahun, alamat TKP.
Pelaku : Mat Hasan, 52 tahun.
Saksi : Sutisna, 25 tahun.
Kronologis Kejadian : Pada saat pelaku menghidupkan mesin kompresor pengisian angin di TKP, tiba-tiba mesin tersebut meledak hingga mengenai korban. Korban mengalami luka di bagian wajah sebelah kanan dan langsung meninggal dunia di TKP.
Barang Bukti : satu mesin kompresor pengisian angin.
Tindakan Kepolisian: menerima laporan, mendatangi TKP dan melakukan olah TKP, mengidentifikasi korban, mengamankan pelaku dan barang bukti, membawa korban ke rumah sakit untuk otopsi dan melakukan penyidikan lebih lanjut.
Kasus Ditangani : Polsek Metro Pakuhaji.

Pencurian Dengan kekerasan

Waktu Kejadian : 20 Oktober 2010 Pukul 03:20 WIB.
TKP : Jalan Peternakan raya Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.
Korban : Kurida, 20 tahun, alamat Kembangan Utara, Jakarta barat.
Pelaku : 2 orang menggunakan sepeda motor, dalam penyelidikan.
Kronologis Kejadian : Pada saat korban mengendarai sepeda motor kemudian dipepet oleh sepeda motor pelaku. Kemudian korban berhenti dan salah satu pelaku turun dari sepeda motor langsung menodongkan senjata tajam ke arah perut korban sambil mengancam agar korban menyerahkan tas dan sepeda motor miliknya. Karena takut, korban menyerahkan tas dan sepeda motornya. Selanjutnya pelaku kabur.
Kerugian materi : 1 tas berisi uang tunai Rp. 100 ribu dan surat-surat berharga, 1 sepeda motor Honda Revo B-6735-BXW.
Tindakan Kepolisian: menerima laporan, mengecek TKP, memeriksa saksi korban dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kasus Ditangani: Polsek Metro Cengkareng.

Pencurian Dengan Kekerasan

Waktu Kejadian: 20 Oktober 2010 Pukul 03:20 WIB.
TKP : Jalan Tanjung Pura 10/05 Kelurahan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat.
Korban : Septian Andri Gunawan, 19 tahun, pelajar.
Saksi : Yasrizal, 19 tahun.
Pelaku : Dalam penyelidikan.
Kronologis Kejadian : Pada saat korban dan saksi berada di TKP tiba-tiba pelaku datang dan meminta kunci kontak sepeda motor milik korban dengan menodongkan senjata api. Namun korban justru memberikan HP miliknya. Tetapi pelaku tetap memaksa korban untuk menyerahkan kunci kontak. Dan ketika saksi berdiri dari sepeda motor, oleh pelaku langsung ditembak mengenai kaki kiri. Kemudian satu pelaku lagi mengeluarkan senjata tajam dan memukul korban dengan gagang sajam pada bagian kepala. Korban teriak minta tolong sehingga pelaku kabur dengan membawa HP milik korban.
Kerugian : 2 HP merk Nokia dan Esia.
Tindakan kepolisian: menerima laporan, mendatangi TKP memeriksa saksi korban, membawa korban luka ke Rumah sakit dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kasus Ditangani : Polsek Metro Kalideres.

20 Oktober 2010

Polisi Bongkar Pabrik Sabu Di Apartemen Mediterania Palace, Kemayoran

Rabu, 20 Oktober 2010 08:15 WIB
PUSKOMINFO - Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek dan membongkar sebuah pabrik shabu di Tower C Apartemen Mediterania Palace, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dari kamar milik residivis warga Negara Pakistan tersebut, polisi menyita barang bukti prekursor, alat pembuatan shabu dan sabu senilai Rp 20 miliar.

Kamar yang jadi pabrik narkoba itu milik Rafiq, warga Negara Pakistan. Salah seorang residivis kasus kepemilikan heroin pada tahun 2007 lalu. Sementara Rafiq dengan barang bukti 0,25 gram sabu, sudah ditangkap di hotel Sheraton, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat pada Minggu (17/10/2010) lalu.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Anjan Pramuka Putera, mengatakan bahwa penangkapan Rafiq bermula dari tertangkapnya Yeni di City Park Taman Palm, Cengkareng, Jakarta Barat, juga pada Minggu (17/10/2010) lalu.

"Dengan cara penyamaran, polisi membekuk Yeni bersama kurir Timi Wijaya alias Ade dengan barang bukti 60 gram sabu" ujar Anjan.

Polisi kemudian mengembangkan kasus penangkapan tersebut. Sehingga ditangkap tersangka MF alias FD di apartemen Mediterania Palace Tower C Lantai 10 Kamar C/10F/K, Kemayoran, Jakarta Pusat. Barang bukti yang berhasil diamankan prekursor yang digunakan untuk membuat sabu di lantai 23 kamar C/23F/A.

Selain itu, polisi berhasil menangkap enam orang tersangka. Serta mengamankan barang bukti berupa sabu dan bahan-bahannya narkoba lainnya senilai lebih dari Rp 20 miliar.

Ledakan Tabung Gas

Waktu Kejadian : 18 Oktober 2010 Pukul 09:30 WIB.
TKP : Muara karang Blok P2S No. 86 Rt. 12/02 Pluit, Jakarta Utara.
Korban : Selvi, 60 tahun.
Saksi : Muhammad Rosidi, 39 tahun.
Kronologis Kejadian : Tabung gas meledak dikarenakan sewaktu pemasangan regulator yang kurang rapat mengakibatkan gas bocor dan meledak yang mengakibatkan korban menderita luka pada bagian kepala dan kaki.
Barang Bukti : Tabung gas ukuran 12 kg.
Kasus Ditangani : Polsek Metro Penjaringan.

Penyalahgunaan Narkotika

Waktu Kejadian : 18 Oktober 2010 Pukul 15:25 WIB.
TKP : Depan Carefour Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat.
Pelaku : Romino.
Saksi : Bripka Ahmad Ali dan Bripka Supriyadi.
Kronologis Kejadian : Pelaku kedapatan menyimpan dan memiliki narkotika jenis ecstasy, dengan barang bukti 3 bungkus plastik berisi ecstasy sebanyak 1.100 butir.
Kasus Ditangani : Dit Narkoba Polda Metro Jaya.

Penyalahgunaan Narkotika

Waktu Kejadian: 17 Oktober 2010 Pukul 19:30 WIB.
TKP : Apartemen City Park Cengkareng, Jakarta Barat.
Pelaku : Timi Wijaya, dkk.
Kronologis Kejadian : Pelaku kedapatan menyimpan dan atau memiliki narkotika jenis shabu, dengan barang bukti satu plastik shabu berat bruto 60 gram serta bahan-bahan dan alat pembuat shabu.
Kasus Ditangani : Dit Narkoba Polda Metro Jaya.

19 Oktober 2010

Lokasi Layanan SIM dan STNK Keliling, Hari Selasa, 19 Oktober 2010

PUSKOMINFO – Warga yang ingin mengurus SIM dan STNK dengan mudah dapat mendatangi lokasi Layanan SIM dan STNK Keliling Polda Metro Jaya hari ini, Selasa (19/10/2010) di lokasi sebagai berikut:
1. Jakarta Pusat
SIM : Perpustakaan Nasional
STNK : Pos Polisi Pasar Baru

2. Jakarta Utara
SIM : MM Pluit
STNK : Pos Polisi Jembatan Tiga

3. Jakarta Selatan
SIM : Kebon Bintang Ragunan
STNK : -

4. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda ( Jalan Dewi Sartika )
STNK : -

* Pelayanan STNK Keliling juga hanya untuk memperpanjang STNK setiap tahun. Bukan pengesahan atau habis masa pengesahan STNK 5 tahun atau perubahan kendaraan yang lainnya.

* Info keterangan lebih lanjut Traffic Management Center (TMC) Dit. Lantas Polda Metro Jaya Telp. : 021-5276001, Fax :021-5275090, SMS : 1717

Penemuan Replika Jenis FN (Air SoftGun)

Waktu Kejadian : 15 Oktober 2010 Pukul 18:15 WIB, Dilaporkan 18 Oktober 2010 Pukul 11:05 WIB.
TKP : Kantor Pos cargo bandara Soekarno-Hatta.
Saksi : 1) darino, Staf Bag Bina Mutu Operasi Bandara Sutta (PT. Pos Indonesia) 2) M. Nur Dhani, Postal Security PT. Pos Indonesia bandara Sutta 3) Agus Tri.
Kronologis Kejadian : Saksi menemukan satu pucuk yang diduga Senpi M1911 Colt Govement Kaliber 45 FMJ berikut satu bungkus peluru plastik (Gotri) warna putih, satu bungkus peluru plastik warna putih, satu bungkus peluru Gotri warna biru Toska serta satu bungkus peluru besi (Gotri) warna kuning keemasan berikut Green Gas berukuran 250G/1000ml. Lalu paket yang berisikan senjata tersebut akan dikirimkan ke Masria Br. Panggabean yang beralamat di Jl. Sultan Amir Hamzah Lumban Tobing, Komplek Masjid Gang Cendana I No. 5 Tarutung, tapanuli Utara Sumatera Utara. Dikirimkan oleh Kapten ARH. Hendra Roza yang beralamat di Makodana IV/Diponegoro, Semarang, melalui jasa PT. Pos Indonesia. Selanjutnya paket tersebut rencananya akan dikirim ke Tarutung, Sumatera Utara dengan menggunakan pesawat Garuda GA. 190 Tujuan Jakarta - Medan pada pukul 18:15 WIB.
Ditangani : Polres Bandara Soekarno Hatta.

18 Oktober 2010

Laka KA

Waktu Kejadian : Tanggal 17 Oktober 2010 jam 14.16 WIB.
TKP : JL. Bahayngkara RT 03/06 DS. Cikarang Asih Kec. Cikarang Utara Bekasi Kab.
Korban : AKBAR TANJUNG, 14 TH, Alamat : Srengseng Jaya RT 04/02 DS. Sukadarma Kec. Sukatani Bekasi Kab.
Saksi : BASTIAN AHAD, 13 TH.
Kronologis Kejadian : Pada saat korban dan saksi berjalan diatas rel KA di sekitar stasiun Cikarang, tiba-tiba terdengar suara klakson KA dan saksi berusaha memanggil korban untuk menghindari namun tidak dihiraukan kemudian korban langsung ditabrak KA Argo Parahyangan NO.7064 jurusan Stasiun Gambir ke Bandung. Sehingga korban mengalami luka pada bagian kepala pecah selanjutnya korban dibawa ke RSUD Bekasi untuk diver.
Kasus Ditangani : Sektro Cikarang Asih.

Penemuan Mayat

Waktu Kejadian : Tanggal 17 Oktober 2010 jam 13.35 WIB, dilaporkan ke POlda jam 14.30 WIB.
TKP : Waduk Setu dekat sekolah Internasional Tiara Bangsa RT 01/04 Kel. Setu Cipayung Jaktim.
Korban : ANGELINO JULI SEPTIANSAH, 14 TH, Pelajar, Alamat : jatimelati RT 02/02 PD. Gede Bekasi.
Saksi : AGUS, 35 TH.
Kronologis Kejadian : saksi melihat korban sedang memancing di TKP, namun diduga korban terpleset dan terjatuh ke dalam waduk. Akibatnya korban tenggelam dan ditemukan telah meninggal dunia. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Selanjutnya mayat korban dibawa ke RS. Jati Rahayu Pondok Gede Bekasi untuk diver.
Kasus Ditangani : Sektro Cipayung.

Pencurian Dengan Kekerasan

Waktu Kejadian : Tanggal 17 Oktober 2010 jam 01.50 WIB, dilaporkan jam 04.23 WIB.
TKP : JL. Neli Murni II Blok C/69 RT 08/01 Kel. Kemanggisan Kec. Palmerah Jakbar.
Korban : 1). BUDI SANTOSO, 30 TH, Alamat : Matraman Jaktim. 2). DWI LANI ANGGRAINI, 23 TH. 3). FISKAL, 6 TH.
Saksi : 1). RIKI NOFIANTO, 21 TH. 2). SASTA, Alamat : JL. Barkah RT 15/01 Duri Kosambi.
Pelaku : Lidik.
Kronologis Kejadian : Saat saksi pulang dan mendapati korban tergeletak di pantai, setelah dicek ternyata korban 1 telah meninggal dunia sedangkan korban 2 dan 3 mengalami luka berat. Diduga akibat korban memergoki aksi pelaku saat mencuri di TKP. Selanjutnya mayat korban 1 dibawa ke RSCM untuk diver, sedangkan korban luka dirujuk ke RS. Pelni untuk mendapatkan perawatan.
Barang Bukti : Penjepit Kayu.
Kasus Ditangani : Sektro Palmerah