29 Maret 2011

Mekanisme Pengurusan Tilang Elektronik (E-TLE)

Selasa, 29 Maret 2011 09:25 WIB
PUSKOMINFO - Sistem Tilang Elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) akan diberlakukan pada April mendatang. Berikut mekanisme/tata cara pengurusan bila terkena tilang elektronik:

1. Penyidik /petugas Sie Dakgar Subdit. Gakkum Dit Lantas Polda Metro Jaya mengirimkan tilang elektronik & surat pemberitahuan kepada pemilik kendaraan bermotor sesuai daftar kepemilikan ranmor di stnk via pos.

2. Pemilik ranmor/bekas pemilik ranmor &/ pelaku pelanggaran setelah menerima tilang elektronik warna merah untuk :

a. pemilik ranmor sekaligus sebagai pelaku pelanggaran :

1). melaksanakan kewajiban untuk menghadiri sendiri/mewakilkan untuk sidang di Pengadilan negeri Jakarta Pusat & membayar denda kepada Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut sesuai keputusan sidang.

2). tidak hadir / tidak mewakilkan / tidak membayar denda di panitera; maka diwajibkan untuk membayar denda via bank sesuai dengan jumlah denda maksimal yang ditulis dalam tilang elektronik paling lambat 7 (tujuh) hari setelah diterimanya tilang elektronik tsb.

3). segera mengirimkan kembali tilang elektronik yang sudah distempel & ditanda tangani teller bank BRI sebagai bukti telah menitipkan denda di Bank BRI ke alamat : Sie Pelanggaran Subdit Gakkum Dit. Lantas Polda Metro Jaya Jl. MT. Haryono Kav.6 Pancoran – Jaksel (perangko sudah disiapkan Dit. Lantas Polda Metro Jaya).

4). apabila pelaku/wakilnya tidak menghadiri sidang di PN. Jakpus atau tidak menyetorkan denda tsb ke Bank BRI , maka STNK kendaraan tsb akan disita oleh penyidik melalui kantor samsat di mana kendaraan tsb teregistrasi (dilaksanakan blokir & penagihan denda secara paksa dengan besaran sesuai hasil keputusan sidang atas perintah Eksekutor/Jaksa pada saat pemilik ranmor tsb. melakukan penelitian ulang/bayar pajak ranmor di SAMSAT). untuk membuka blokir/bila tidak ingin disita stnk maka wajib segera membayar denda tsb via Bank BRI & bukti setor denda tsb diserahkan kepada petugas samsat.

b. Ranmor sudah dijual /pindah tangan atau ranmor saat itu bukan pemilik yang mengendarai :

1). setelah menerima tilang elektronik & surat pemberitahuan, maka wajib mengisi kolom pernyataan pemilik kendaraan yang menyatakan bahwa ranmor tsb pada jam/hari/tanggal/bulan/tahun dipergunakan oleh seseorang dgn disebutkan identitas lengkap. atau menerangkan bahwa sejak tanggal…bulan…tahun… kendaraan tsb sudah dijual/beralih hak kepada seseorang dengan disebutkan identitas lengkap.

2). kolom pernyataan setelah diisi & dikirimkan kembali ke Sie Gar Subdit Gakkum Dit. Lantas Polda Metro Jaya Jl. MT. Haryono Kav.6 Pancoran – Jaksel (perangko sudah disiapkan Dit. Lantas Polda Metro Jaya). maka penyidik mengirimkan E-TLE kepada pelaku yg berisi perintah untuk membayar denda maksimal via Bank BRI atau hadir sidang di PN. Jakpus.

3). jika dalam 7 (tujuh) hari blangko tilang tsb tidak dikirimkan kembali &/ bukti setor ke bri maka berkas tilang E-TLE dikirim ke PN Jakpus dgn terdakwa pemilik ranmor.

4). petugas subdit gakkum mengirimkan surat permintaan pemblokiran kendaraan tsb pada koord. samsat di mana ranmor tsb teregistrasi & penindakan dilaksanakan dgn melakukan penyitaan STNK dan mewajibkan pemilik ranmor membayar denda tilang sesuai keputusan sidang.

5). selain penyelesaian perkara, pemilik ranmor (yang ke dua atau ke tiga … dst) wajib balik nama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar