22 November 2011

Satu Korban Terinjak-injak di GBK Belum Dikenali

Selasa, 22 November 2011 07:41 WIB
PUSKOMINFO – Identitas salah satu suporter Indonesia yang tewas dalam insiden di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, hingga kini belum dapat dikenali. Jasad pria muda berusia sekira 20 tahun itu kini masih berada di kamar mayat RSCM dan belum ada satu pun warga yang datang untuk melihat mengenali identitas korban.

Tubuh kaku pemuda berkostum sepakbola Indonesia berwarna merah itu bersanding dengan jasad satu korban tewas lainnya, Reno Soeharto Alpian, 20 tahun, warga Clilitan Besar Rt. 02/04 Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur. Berbeda situasi, sejumlah kerabat dan keluarga Reno sudah berdatangan sejak jasad pemuda itu dibawa ke RSCM setelah sebelumnya dilarikan ke RS TNI AL Mintoharjo.

Selain kerabat keluarga Reno, sejumlah panitia SEA Games cabang sepakbola juga datang untuk melihat kondisi Reno serta satu korban tewas lainnya. Sekjen PSSI, Tri Goestoro yang datang ke RSCM mengatakan PSSI akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal.

Sementara itu, informasi dari Polsek Metro Tanah Abang, selain terjadi insiden terinjak-injaknya penonton yang akan memasuki Gelora Bung Karno, pada Senin (22/11/2011) kemarin juga terjadi robohnya pagar pembatas di Pintu 7 dalam Gelora Bung Karno, yang mengakibatkan 7 orang luka-luka.

Ketujuh orang yang langsung dibawa ke RS. Mintoharjo adalah Bustomi, 35 tahun, Risky, 15 tahun, Fahrul, 18 tahun, Husein, 24 tahun, Ilham, 13 tahun, Dewi, 17 tahun, dan Beni, 19 tahun.

Pagar tembok pembatas roboh karena dinaiki penonton dan tidak mampu menahan beban.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar