31 Mei 2012

Pura-pura Berkaca di Spion, Mahasiswa Curi Sepeda Motor

Kamis, 31 Mei 2012 21:51 WIB
PUSKOMINFO - Seorang mahasiswa fakultas hukum perguruan tinggi di Tangerang tertangkap tangan ketika tengah mencuri motor di parkiran sebuah warung internet (Warnet) di kawasan Bumi Serpong Damai. Pelaku dengan berpura-pura berkaca pada spion motor yang di parkir namun saat berkaca itulah pelaku berusaha membongkar kunci motor dengan kunci letter T.

Tersangka diketahui berinisial RM, 21 tahun, mahasiswa semester III itu, kini mendekam di tahahan Polsek Metro Serpong. Dia dikenai Pasal 53 KUHP tentang percobaan pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Tersangka ini tertangkap saat melangsungkan aksinya di salah satu cyber net di Ruko BSD Sektor 1, BSD City, Tangerang Selatan," kata Kepala Seksi (Kasie) Humas Polsek Metro Serpong, Aiptu Wibowo, Kamis (31/5/2012).

Aksi nekat RM kali ini, bukanlah yang pertama kali dilakukannya. Pada Jumat (29/5/2012) lalu dia juga pernah berusaha mencuri di lokasi yang sama. Tapi, ketika itu dia kepergok dicurigai penjaga warnet hingga dia berhasil kabur.

"Tersangka sudah mencoba mencuri sebanyak tiga kali, modusnya dia berpura-pura berkaca pada spion motor yang di parkir, tapi saat berkaca itulah tangan pelaku berusaha membongkar lobang kunci dengan kunci leter T," kata Wibowo.

Namun nahas pada Kamis (31/5/2012) siang tadi, Penjaga warnet yang sudah mengenali pelaku, kembali melihat aksi RM. Penjaga warnet itu pun langsung memanggil satpam ruko dan menangkap pelaku. RM juga sempat dihadiahi pukulan oleh sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi.

Tersangka yang dalam keadaan 'bonyok' kemudian diserahkan ke petugas Polsek Metro Serpong untuk penyelidikan dan penyidikan selanjutnya.

Dua Pencuri Motor Babak Belur Dikeroyok Massa di Jati Makmur

Kamis, 31 Mei 2012 10:10 WIB
PUSKOMINFO - Dua pencuri motor, yang salah seorang di antaranya  membawa senjata api rakitan, babak belur di keroyok massa di Jalan Raya Jatimakmur, Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30/5/2012) malam. Polisi membawa keduanya yang nyaris tewas ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Informasi dari Polsek Metro Pondok Gede, dua pelaku tersebut diduga bernama Zainal Abidin, 23 tahun,  dan Sulaiman, 37 tahun, keduanya warga Kelurahan Hadi Mulyo, Kecamatan Metro, Kota Metro, Lampung. Indentitas itu diketahui berdasarkan KTP yang ditemukan polisi di dompet yang ada di saku celana kedua orang itu.

Selain dompet, polisi juga menemukan barang milik pelaku, yakitu satu pucuk senjata api rakitan berisi lima butir peluru dam lima buah kunci letter T.

Kedua pencuri motor itu tertangkap tangan saat mencuri motor Kawasaki Ninja warna hijau milik Syarif (35) yang diparkir di depan rumah. Korban berteriak-teriak rampok dan bersama orang banyak yang mengejar pelaku, mereka berhasil menangkap pencuri motor tersebut.

Seorang Wanita Gelapkan 39 Unit Mobil

Kamis, 31 Mei 2012 08:30 WIB
PUSKOMINFO - Polres Metro Jakarta Selatan, mengungkap kasus pengelapan mobil dengan modus berpura-pura menyewa mobil rental, kemudian digadaikan kepada orang lain. Pelaku berinisial LYD, 30 tahun, akhirnya menyerahkan diri ke polisi.

"Dia menyerahkan diri karena merasa tertekan. Pelaku ini sebelumnya sudah diketahui kalau melakukan kejahatan. Di samping itu, petugas sudah melakukan pendekatan kepada keluarganya dan menceritakan persoalan yang sedang mendera hingga akhirnya pelaku menyerahkan diri ke Polres Jakarta Selatan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Hermawan kepada wartawan, Rabu (30/5/2012) kemarin.

Hermawan menjelaskan, modus yang digunakan oleh Lydia adalah dengan menggadaikan mobil Avanza warna hitam yang dihargai dalam rental rata–rata seminggu itu antara Rp 1.800.000 sampai Rp 1.900.000, tetapi mobil tersebut digadaikan seharga antara Rp 30 juta sampai dengan 40 juta dan itu sesuai jenis mobil dan merek.

"Pelaku mengaku sudah beraksi selama 5 bulan dengan total kendaraan yang digelapkan sekitar 39 unit mobil, dan uangnya itu digunakan untuk gali lobang tutup lobang. Artinya, dia menggadaikan mobil lalu rental atau sewa lagi," ujar AKBP Hermawan.

Kini polisi berhasil menyita mobil dari tangan penerima yang telah digadai oleh LYD, mobil tersebut disita dari daerah Jakarta, Majalengka dan Subang. "Mobil baru 14 yang disita dan para penerima sudah dimintai keterangan juga sebagai saksi. Saat ini penyidik sedang mencari pemilik mobilnya dan tersangka ditahan," terang AKBP Hermawan.

Atas perbuatannya, pelaku yang mempunyai dua orang anak, dijerat pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan diancam pidana penjara 4 tahun.

Motif Suami Bakar Istri karena Kesal Sering Diusir

Kamis, 31 Mei 2012 08:13 WIB
PUSKOMINFO - Andi Pilar, 46 tahun, pelaku pembunuhan terhadap istrinya dengan cara membakar korbannya hidup-hidup di Jalan Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, mengaku kesal lantaran sering diusir dari rumah oleh sang istri, Sri Hartati.

"Hasil pemeriksaan terhadap pelaku, ia kesal karena sering tidak dianggap sama istrinya, pelaku sering diusir istrinya," kata Kasie Humas Polsek Metro Makasar, Ipda Arief Rahman, Kamis (31/5/2012).

Berdasarkan pengakuan pelaku, akibat sering diusir tersebut, ia pun menjadi khilaf dan gelap mata hingga membunuh istrinya secara kejam.

Saat kejadian tersebut, kata Arief, tidak ada saksi mata yang melihat. Pasalnya, anak perempuan yang berumur 13 tahun, sedang tertidur di lantai dua. "Untungnya saat rumah terbakar sang anak diselamatkan oleh pelaku," tutur Arief.

Kasus pembunuhan sadis ini, terjadi pada Sabtu 26 Mei 2012 lalu. Saat itu, Andi yang sudah kesal terhadap istrinya, Hartati, melakukan penganiayaan. Korban menderita patah tulang iga dan kepalanya robek hingga sekarat.

Untuk menghilangkan jejak, Andi lalu membakar sprei kasur yang di atasnya terdapat Hartati.

30 Mei 2012

Metromini Tabrak 2 Pejalan Kaki, Satu tewas

Rabu, 30 Mei 2012 15:11 WIB
PUSKOMINFO - Metromini P-10 jurusan Senen-Sunter menabrak dua orang pejalan kaki, satu di antaranya tewas di tempat, Rabu (30/5/2012).

Korban bernama Efendi,40, warga Tangerang dan jasadnya langsung dibawa ke RSCM, Jakarta. Sedangkan Norman,45, warga RT 9 RW 6 Cijatung, Pasar Rebo, Jaktim dibawa ke RSPAD karena mengalami luka yang cukup parah.

Saat kejadian, kedua korban ini sedang berjalan menuju bus yang akan dinaikinya di Jalan Bungur, Senen, atau di pintu keluar Terminal Bus Senen, Jakarta Pusat, tiba-tiba saja kedua korban tertabrak oleh Metromini P-10 yang disopiri Erikson Napitupulu,23 tahun. Diduga sopir tersebut mengantuk sehingga tak bisa menghindari kedua korban.

Massa yang melihat kejadian tersebut langsung merusak Metromini tersebut dan memukuli sopirnya. Beruntung nyawa pelaku bisa diselamatkan oleh petugas. Sopir berikut Metromini Nopol B.7763 EA lalu dibawa ke Pos Polantas Lapangan Banteng, Jakarta Pusat untuk dimintai keterangan.

Kepada petugas, sang sopir mengaku dirinya tidak melihat korban sehingga menabrak keduanya karena mau kejar setoran. Sang sopir juga mengaku jika ia baru 3 minggu menjadi sopir tembak.

Polres Metro Jakarta Utara Ungkap Kasus Pencurian, Penggelapan, Penipuan dan Pemalsuan STNK Kendaraan Bermotor


Rabu, 30 Mei 2012 14:25 WIB
PUSKOMINFO - Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek jajaran menangkap 21 orang tersangka beberapa kasus pencurian, penggelapan, penipuan dan pemalsuan STNK kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah Jakarta Utara.

Tersangka yaitu RH, 39 tahun, JS, 15 tahun, SL, 37 tahun, MR, 49 tahun, ARN, 32 tahun, MRA, 26 tahun, TM, 39 tahun, SR, 37 tahun, KT, 33 tahun, HS, 23 tahun, EP, 23 tahun, DF, 22 tahun, HP, 29 tahun, AM, 23 tahun, NH, 16 tahun, JM, 18 tahun, AS, alias MD, 38 tahun, MH alias AY, 33 tahun, HT, 36 tahun, HY, 23 tahun, dan DS, 40 tahun.

Mereka ditangkap di berbagai tempat di wilayah Jabodetabek. Dari 21 tersangka, 7 diantaranya terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor di 7 lokasi berbeda.

Dari hasil pemeriksaan diketahui modus operandi masing-masing kejahatannya. Pelaku curanmor menggunakan kunci leter T, pelaku penggelapan berpura-pura menanyakan alamat dan minta diantar ketujuan, sampai di TKP, memaksa korban turun, pelaku membawa lari sepeda motor korban, sedangkan pelaku pemalsuan transaksi jual beli mobil menggunakan STNK palsu.

Dari para tersangka, petugas menyita barang bukti 2 (dua) unit mobil, 8 (delapan) unit sepeda motor, 2 (dua) buah kunci letter T, 2(dua) lembar STNK asli, 1 (satu) lembar STNK palsu dan uang tunai sebesar Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah).

Mereka dikenakan Pasal 363 KUHP Curanmor, pasal 53 Jo 363 KUHP Percobaan Curanmor, pasal 372 KUHP Penggelapan Ranmor, pasal 263 KUHP pemalsuan STNK Ranmor, dan pasal 378 KUHP penipuan Ranmor.