29 September 2012

Polresta Bekasi Kota Tandatangani MoU Penanganan Laka Lantas Terpadu


Sabtu, 29 September 2012 08:12 WIB
PUSKOMINFO - Dalam rangka meningkatkan pelayanan penanganan kecelakaan lalu lintas secara terpadu, Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota melaksanakan penandatanganan MoU kerjasama dengan Kepala Dinas Kesehatan kota bekasi, Direktur RS dan Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Jawa Barat, Rabu (26/09/2012) di Ruang Aula Polresta Bekasi Kota.

Dengan MoU ini, kualitas penanganan terhadap korban laka lantas secara terpadu diyakini akan kian membaik. Tidak hanya kemudahan proses penanganan di rumah sakit, namun juga akan mempermudah korban untuk mendapatkan haknya atas santunan kecelakaan lalu lintas sesuai undang-undangan yang berlaku.

"Masyarakat tidak perlu ragu-ragu lagi mengajukan klaim asuransi apabila mengalami kecelakaan, tinggal melapor kepada pihak kepolisian, nanti kepolisian akan menganalisa," Kata Kasat Lantas Bekasi Kota Kompol Iman Pribadi Santoso sesuai penandatangan Mou di Aula Mapolresta Bekasi Kota.

Sebanyak 12 rumah sakit umum daerah (RSUD) dan swasta di Kota Bekasi, Jawa Barat, berkomitmen memberikan pelayanan pengobatan secara gratis bagi para korban kecelakaan lalu lintas di wilayah setempat. Ke-12 rumah sakit itu di antaranya, RSUD Kota Bekasi, Mitra Keluarga Barat dan Timur, Elizabet, Ananda, Bella, Global, Seto Hasbadi, Mekarsari, Rawalumbu, dan RS. Hermina.

"Ada 12 rumah sakit yang sudah menandatangani kesepakatan untuk melayani korban kecelakaan lalu lintas tanpa harus meminta bayaran dari korban," lanjut Kompol Imam.

Masih menurut Kompol Iman, jumlah kecelakaan lalu lintas setiap bulannya di wilayah Polresta Bekasi Kota rata-rata mencapai 64 kasus dengan korban meninggal dunia 12 orang. "Tidak jarang korban yang meninggal dunia akibat terlambat memperoleh pertolongan medis karena proses administrasi yang rumit, dimana rumah sakit membutuhkan jaminan pembiayaan," terangnya.

Untuk itu, dengan MoU ini, setiap korban kecelakaan lalu lintas langsung mendapat penanganan medis di rumah sakit dan menjadi skala prioritas dengan dibiayai PT Jasa Raharja. "Syaratnya, polisi akan datang dan mengecek kebenaran kalau yang bersangkutan memang korban kecelakaan lalu lintas," tandas Kompol Imam.

Adapun besar pembiayaan yang ditanggung pihak Jasa Raharja adalah Rp 10 juta untuk korban luka berat dan Rp 25 juta untuk korban meninggal dunia.

Di saat yang bersamaan, perwakilan RS kota Bekasi, Wakil Direktur RSUD Kota Bekasi Dr Antoni D Tulak mengatakan dengan adanya MoU ini kami akan cepat, tepat dan cermat dalam memberikan penanganan terhadap korban laka lantas. Sehingga, para korban dan Keluarga mendapat keringanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar