30 Mei 2014

Copet di Bus Transjakarta Dibekuk

Jumat, 30 Mei 2014 15:27 WIB
PUSKOMINFO - Residivis yang baru keluar dari LP Salemba, digelar si raja “copet” dibekuk petugas usai beraksi di halte bus Transjakarta Jalan Gajah Mada, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (30/5/2014) siang.

Kini tersangka HS,30 tahun, warga Cakung, Jakarta Timur, nyaris diamuk massa kini diamankan polisi ke Mapolsek Metro Gambir, Dari tangan pria berprofesi kondektur Metro Mini itu disita HP BlackBerry.

Kapolsek Metro Gambir, AKBP Putu Putra Sadana,SIK, MM, menuturkan aksi nekat dilakukan pria asal Palembang itu sekira pukul 12:00 WIB, ketika itu korban Ny Darti,49 tahun, warga Cengkareng, Jakarta Barat saat itu lagi mau transit di tempat kejadian. Sementara pelaku sudah mengintai korban sejak dari awal.

Begitu wanita ini mau turun, pria residivis itu mulai mendekati korban dan di saat masih berada di pintu bus TransJakarta, pelaku dengan gerak cepat merogoh kantong jaket wanita itu lalu mengambil telepon genggam.

Namun naas, aksi pelaku itu dipergoki dua teman korban yang berada dibelakang pelaku dan spontanitas ke dua saksi berteriak copet hingga mengundang perhatian massa.

Tak pelak lagi, massa yang berada di dalam bus Transjakarta dan di halte berhamburan mencari pelaku yang masih berada di halte. Begitu massa mengetahui kalau pelakunya mengenakan celana jeans, warga segera menguber hingga pria spesialis copet itu nekat loncat dari halte menuju jalan raya untuk menghin dari amukan warga.

Ketika pelaku itu kabur, melintas mobil anggota Patko Polsek Metro Gambir, Aipda M Agusni, yang sedang obeservasi di kawasan Gambir. Dan melihat massa menguber, petugas itu akhirnya berhasil membekuk satu bandit spesialis copet itu.

Kini pelaku yang nyaris diamuk massa diamankan polisi sedang korban juga dibawa petugas untuk dimintai keterangan.

“Pelaku pernah ditahan dalam kasus copet di Senan, selain itu pria kondektur itu juga sering beraksi di tempat keramaian di konser-konser,”ujar Kapolsek.


“Dari data dikepolisian, pelaku sudah setahun jadi propesi copet dan sering beraksi selain di bus Transjakarta, juga ditengah keramaian seperti tempat konser dan pusat perbelanjaan,”tambah Kapolsek.

Sembilan Kawanan Curanmor Dibekuk Polres Metro Jakarta Barat, Dua Diantaranya Ditembak


gelt1
Jumat, 30 Mei 2014 08:35 WIB
PUSKOMINFO - Sembilan pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang dikenal sebagai 'Kelompok Lampung' berhasil dibekuk petugas Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (28/5/2014) malam. Dua dari sembilan pelaku itu terpaksa ditembak karena melawan saat disergap.

Tersangka yang ditembak yakni Obi Saputra, 26 tahun, dan Herman, 25 tahun, sedang tujuh lainnya yang diamankan yakni Sanjaya, 28 tahun, Taan, 34 tahun, Eman, 29 tahun, Taher, Wahyudi, Iwan dan Bogi.

Dari komplotan curanmor Kelompok Lampung ini, petugas menyita barang bukti berupa 4 senjata api, salah satunya milik petugas, kunci leter T, obeng dan motor Kawasaki Ninja milik korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Hengki Haryadi mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal saat empat pelaku melakukan pencurian sepeda motor di Alfamart di Jalan Keadilan, Tamansari atas nama Obi dan Herman sebagai eksekutor, Iwan dan Ahmad sebagai ‘pilot’ pada 7 Mei 2014.

“Saat itu pelaku tengah beraksi di Alfamart Tamansari, namun kepergok polisi yang sedang menyelidiki kasus narkoba, Aiptu Fikri. Tiga rekan pelaku mendekati Fikri dan merampas senjata api milik petugas setelah sempat gulat. Saat itulah, Obi tertembak, dan tiga rekannya berhasil melarikan diri,” kata AKBP Hengki kepada wartawan, Kamis (29/5/2014).

Perkelahian antara polisi dan pencuri motor ini terekam CCTV yang ada di tempat itu.

AKBP Hengki menambahkan, dari hasil pengembangan terhadap Obi, diketahui bahwa motor tersebut akan dijual Taan. Petugas pun terus memburu pelaku dan berhasil menangkap Eman Suherman dan Tahir di Karawang. Berikutnya ditangkap Taan dan Iwan. “Petugas bahkan mengejar pelaku hingga ke Lampung,” ujarnya.

Salah seorang pelaku mengaku pernah terlibat dalam pencurian sepeda motor yang menyebabkan wartawan TVRI senior tewas ditembak di depan rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan beberapa tahun lalu.

Minum Obat Kuat Sebelum Kencan, Kakek Tewas di Kamar Hotel

Jumat, 30 Mei 2014 07:51 WIB
PUSKOMINFO - RC, seorang kakek berusia 64 tahun, tewas di kamar Hotel Transit MKL, Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat. Kakek warga Grogol ini tewas di depan teman kencannya setelah meminum obat kuat merek Levitra.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 13:00 WIB, Kamis (29/5/2014) siang.

Menurut keterangan saksi, teman kencan korban, Nov, 24 tahun, awalnya korban dan saksi cek in di hotel tersebut. Setelah di dalam kamar, korban mengkonsumsi obat penambah stamina merk Levitra.

Tak berapa lama kemudian, korban kejang-kejang. Panik dengan keadaan korban, Nov kemudian langsung melapor ke petugas hotel. RC pun dibawa ke Rumah Sakit Atmajaya, Pluit, Jakarta Utara.

"Sebelum sampai rumah sakit, RC tewas," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Tanjung Duren, AKP Khoiri kepada wartawan.

Polisi pun memeriksa sejumlah saksi, baik petugas hotel dan teman kencan korban, untuk mengetahui kronologi kematian Rudy. Berdasarkan pemeriksaan, polisi menduga korban tewas overdosis obat kuat.

"Kami temukan bungkusan obat kuat Levitra di kamar hotel. Di tubuh korban tidak ada penganiayan," ujarnya.

Pria Korban Pembunuhan Ditemukan Mengambang di Kali Angke

Jumat, 30 Mei 2014 07:22 WIB
PUSKOMINFO - Warga Kembangan digegerkan dengan penemuan mayat pria penuh luka di bantaran Kali Angke, tepatnya di belakang Perumahan Puri Mansion, Kembangan Selatan, Jakarta Barat, Kamis (29/5/2014).

Mayat tanpa identitas itu diduga merupakan korban pembunuhan. Hal itu terlihat dari luka yang ditemukan di bagian wajah korban.

Menurut Kapolsek Metro Kembangan, Kompol Heru Agus, pada pria tanpa identitas itu terdapat luka sobek di pelipis kanan dan dagu akibat pukulan benda tumpul.

Mayat lelaki tersebut memiliki tinggi badan 163 cm, memakai celana warna hitam dan kaos warna hitam. Ketika diperiksa, di saku celananya ditemukan kantong plastik berisi setumpuk pecahan uang logam dan lembaran seribuan

“Penyebab kematian korban masih kami tunggu hasil pemeriksaan dokter forensik,” ujar Kapolsek.

Informasi yang dihimpun, pada Kamis (29/5/2014) sekira pukul 14:00 WIB, seorang warga bernama Yunus, 45 tahun, melihat mayat lelaki mengambang di Kali Angke belakang Perumahan Puri Mansion RT 02/01 Kel.Kembangan Selatan, Kec. Kembangan, Jakarta Barat

Yunus kemudian minta bantuan teman dibantu warga lain mengangkat mayat korban kemudian melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Metro Kembangan.

”Kami belum mengetahui identitas korban. Karena itu jika ada masyarakat yang mengenali korban dapat melapor ke Polsek Metro Kembangan,” ujar Kompol Heru.

Petugas menduga, pria berjanggut tersebut sebagai korban pembunuhan. Diperkirakan korban dianiaya di tempat lain lalu dibuang sehingga hanyut sampai ke wilayah Kembangan, Jakarta Barat.

Pelaku Curanmor Tewas Baku Tembak di Jatinegara, Dua Lagi Ditangkap dan Empat Masih Diburu

Jumat, 30 Mei 2014 07:06 WIB
PUSKOMINFO - Pasca penembakan Maju Santoso alias Mayo, pelaku perampokan yang tewas baku tembak dengan Polisi di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, aparat Satuan Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus bergerak memburu pelaku lain. Pada Rabu (28/5/2014) malam, petugas kembali membekuk dua pelaku anggota komplotan Mayo cs.

“Kita tangkap dua pelaku lain di lokasi berbeda, di kawasan Kampung Rambutan, Jakarta Timur dan di Senen, Jakarta Pusat. Mereka adalah JN dan AR. Satu dari mereka berprofesi sebagai dukun,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto.

“Diperkirakan anggota kelompok perampok asal Cirebon ini berjumlah 7 orang, termasuk yang tewas. Jadi masih ada 4 pelaku lain yang kita buru,” ujarnya.

Dijelaskan Kombes Pol Heru, dari tangan kedua pelaku, diamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat hasil kejahatan para pelaku. “Kita sita laptop, HP dan komputer,” katanya.

Ia menambahkan, Mayo Cs merupakan komplotan perampok spesialis rumah dan kendaraan. Mayo tertembak di Jatinegara Senin (26/5/2014) setelah baku tembak dengan polisi.

Pada saat kejadian, pelaku dan mobilnya sudah dibuntuti polisi dari Sat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Saat itu pelaku yang turun dari mobil hendak disergap, tapi pelaku tahu dan lari kembali ke mobilnya berusaha untuk kabur.

Tak mau buruannya kabur, anggota Sat Jatanras kemudian melepaskan tembakan peringatan. Namun tembakan peringatan petugas dibalas pelaku dengan tembakan juga hingga terjadi baku tembak.

Dalam baku tembak tersebut, dua anggota Sat Jatanras tertembak. Aipda Eko Widianto tertembak di bagian kaki dan Briptu Jefri mengalami luka tembak di bagian perut.


“Kelompok ini pernah merampok rumah milik seorang perwira tentara di Duren Sawit, Jaktim,” katanya lagi.

Mayat Wanita Dalam Karung di Kali Jenggot Kronjo Ternyata Dihabisi Pacar

Jumat, 30 Mei 2014 06:54 WIB
PUSKOMINFO - Mayat wanita dalam karung dibanduli batu mengambang di Kali Jenggot Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang, yang ditemukan pada Selasa (27/5/2014), ternyata dibunuh pacarnya.

Menurut Kapolresta Tangerang Kombes Irfing Jaya,SIK, mayat wanita yang sebelumnya tak diketahui identitasnya itu ternyata bernama Wati. Korban dibunuh oleh pacarnya karena mendesak minta dinikahi.

Pacar korban, Dauri. alias Karjo merasa terancam rumah tangganya, karena ia sudah beristri. Ia lalu merencanakan menghabisi Wati dengan meminta bantuan rekannya bernama Dedi al Nuryadi.

Wati kemudian diajak ke Kronjo dengan alasan akan dinikah siri.. Korban dibawa naik perahu milik orangtua Dedi. Pada saat di atas perahu kepala korban dikepruk pakai balok hingga tewas kemudian mayat dimasukan karung ditenggelamkan ke Kali Kronjo.


Tersangka Dedi ditangkap tadi malam, Kamis (29/5/2014) sekira pukul 21:30 WIB di Pemalang Jawa Tengah, sedangkan Dauri ditangkap petugas di daerah Grogol Jakarta Barat sekira pukul 18:00 WIB. Kini keduanya masih diperiksa intensif di Mapolresta Tangerang.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 30 Mei 2014

Jumat, 30 Mei 2014 06:47 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi mobil SIM & STNK keliling di wilayah DKI Jakarta, Jumat 30 Mei 2014  terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM  :Thamrin city
STNK: Lapangan Banteng 

2. Jakarta Barat
SIM   : LTC Glodok
STNK: LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM   : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM  : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK: Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM :  Honda Dewi Sartika
STNK: Ps Induk Kramat Jati

- Jam Operasional: 08:00 s/d 13:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

28 Mei 2014

Kuras Harta Benda Majikan, PRT Diciduk Polsek Metro Cempaka Putih

Rabu, 28 Mei 2014 15:51 WIB
PUSKOMINFO - Seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT), Surtini, 43 tahun, langsung diamankan petugas Polsek Metro Cempaka Putih di terminal Kalideres Jakarta Barat, saat PRT ini hendak kabur ke Lampung, Selasa (27/5/2014) sekira pukul 21:00 WIB.


Surtini ditangkap lantaran menggasak harta benda milik majikannya AN dan SH, di Jalan Cempaka Putih Tengah, Jakarta Pusat.

"Kita melakukan pengejaran setelah korban melapor, dan akhirnya berhasil menangkapnya saat dirinya mau menaiki bis di terminal Kalideres tadi malam,"ujar Kapolsek Metro Cempaka Putih, Kompol Taufik kepada wartawan, Rabu (28/5/2014).

Kapolsek memaparkan, PRT tersebut yang baru kerja selama sehari, melakukan aksinya ketika majikannya hendak keluar rumah. Pelaku pun berpeluang dengan memanfaatkan situasi, langsung ke kamar majikan dengan bermodalkan besi panjang, pelaku mencongkel lemari yang ada di kamar korban.

"Saat korban bersama keluarga sedang ada acara keluar rumah. Tersangka langsung masuk ke kamar majikan, lewat pintu belakang. Lalu, mencongkel lemari dan mengacak-acak dan mengambil sejumlah perhiasan, serta hape BlackBerry milik korban,"jelas Kapolsek.

Petugas kini mengamankan sejumlah barang bukti, berupa handphone BlackBerry serta sejumlah perhiasan. Surtini pun dijerat dengan pasal 363 KHUP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Dua Pelaku Curanmor Ditembak Polres Metro Jakarta Pusat

Rabu, 28 Mei 2014 15:12 WIB
PUSKOMINFO - Dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) ambruk ditembak petugas Polres Metro Jakarta Pusat setelah dikejar-kejar di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. “Modus operansi pelaku, berlagak gabung dengan pemuda yang trek-trekan dan akhirnya merampas sepeda motor,”ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hendro Pandowo,SIK,MSi, Rabu (28/5/2014).

Kedua pelaku yang ditembak adalah Hadi Hatu, 26 tahun dan Riswanto Malik, 26 tahun. Mereka mengaku kelompok Tanjung Priok ini sempat menyerang petugas, hingga akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas bersarang di ke dua kaki.

Kini kedua bandit itu dibawa ke RS Polri Kramatajati untuk diambil peluru dari kakinya.

Menurut Kapolres, proses penangkapan berawal dari adanya operasi antisipasi trek-trekan yang dilakukan petugas gabungan Polsek Metro Kemayoran dan Polres Metro Jakarta Pusat.

”Operasi dilakukan karena maraknya aksi kejahatan di kawasan Benyamin Sueb,” papar Kapolres.

Saat melakukan operasi, anggota buser Briptu Nurdiyanto, melihat dua pengendara sepeda motor yang menggunakan motor Yamaha Mio memepet dan menodongkan pisau kepada dua orang laki-laki yang sedang berhenti di kolong Flyover Jalan Benjamin Sueb.

Briptu Nurdiyanto berusaha mengejar pelaku namun bandit jalanan itu malah menantang dengan mengacungkan senjata tajam. Setelah tahu kalau yang mengejar itu polisi, bandit tersebut kabur. Dan polisi pun mengejar bandit tersebut dengan melepaskan tembakan peringatan.

“Meski sudah dikejar sambil melapas tembakan peringatan tetap tak digubris dan akhirnya petugas melumpuhkan kedua bandit tersebut dan mengenai betis dan paha kaki kanan pelaku'" jelas Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan mengatakan dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, keduanya ternyata bandit kambuhan yang sering melakukan aksinya di Jalan. Benjamin Sueb, Kel. Gunung Sahari Selatan Kec. Kemayoran Jakarta Pusat.

Dari tangan ke dua pelaku, polisi mengamankan pisau komando, satu opi warna merah bertuliskan Fitch dan satu unit motor Yamaha Mio GT warna merah hitam dengan No Pol. B 4312 BRF.

“Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 365 KHUP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” ujar Kasat.Dirsan Atmaja.

Mayat Pria Tergeletak di Pinggir Kali di Bekasi

Rabu, 28 Mei 2014 11:30 WIB
PUSKOMINFO - Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan tergeletak di pinggir kali di Kampung Rawa Pasung, Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (28/5/2014) pagi.

Usianya diperkirakan sekira 50 tahun. Belum diketahui penyebab kematian korban. Namun, di bagian kepala dan perut sebelah kiri terdapat luka.

Menurut keterangan saksi, Asmawi, 35 tahun, mengatakan saat di temukan tubuh korban dalam posisi telungkup di pinggir kali.

Korban mengenakan kaos lengan panjang dan celana panjang. Korban diduga sudah meninggal sejak kemarin.

Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kasus ini ditangani Polsek Bekasi Kota dan Polresta Bekasi Kota. 

Pemuda Tewas Ditusuk Karena Tegur Tetangga Main Musik Terlalu Keras

Rabu, 28 Mei 2014 10:04 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pemuda tewas ditikam senjata tajam usai dikeroyok tiga orang pelaku yang masih tetangga korban. Pertikaian antara pelaku dan korban dipicu lantaran korban menegur pelaku karena memainkan suara musik terlalu keras.

Pertikaian yang menewaskan Yuka Valeanda Putra, 20 tahun, terjadi di depan warnet di Kampung Sentul, RT 2/4, Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Senin (26/5/2014) malam sekira pukul 18:20 WIB. Korban merenggang nyawa setelah menderita luka tusuk di dada. Guna kepentingan penyelidikan, jasad korban dibawa ke kamar mayat RSU Tangerang untuk diotopsi.

Hingga saat ini, petugas Polsek Curug tengah memburu ketiga pelaku. Pisau lipat diamankan polisi dari lokasi kejadian. Rumah kontrakan pelaku yang berada tak jauh dari rumah korban telah digeledah petugas. Dari dalam rumah petak, polisi mengamankan sebuah HP yang diduga milik pelaku.

“Nama pelaku sudah kami kantongi. Saat ini anggota tengah memburu mereka,” ungkap Kapolsek Curug, Kompol Gatot Hendro, SIK.

Dari hasil keterangan sejumlah saksi mata, penyebab pertikaian itu berawal ketika korban menegur ketiga pelaku yang mengontrak di samping rumah korban. Korban meminta ketiga pelaku untuk tidak membuat kegaduhan karena mengganggu kenyamanan warga.

Rupanya teguran korban tak diterima oleh pelaku. Tepat di depan sebuah warnet, korban yang saat ingin bermain warnet tak jauh dari rumahnya tiba-tiba bertemu dengan ketiga pelaku. Cekcok mulut antara korban dengan pelaku pun tak terelakan.

“Salah satu pelaku mengeluarkan pisau dan menusukannya ke dada korban hingga terkapar,” kata Kapolsek.

"Nyawa korban tak dapat diselamatkan setelah tiba di RS. Keluarga Kita," pungkas Kapolsek.

"Nyawa korban tidak dapat diselamatkan 

Mayat Wanita Dalam Karung Mengambang di Kali Jenggot Kronjo

Rabu, 28 Mei 2014 09:15 WIB
PUSKOMINFO - Mayat wanita terikat dalam karung ditemukan warga mengambang di Kali Jenggot, Kampung Jenggot, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Senin (26/5/2014) sore. Tak satu pun identitas yang melekat di tubuh korban, guna kepentingan penyelidikan, jasad korban dibawa ke kamar mayat RSU Tangerang untuk diautopsi.

Kapolsek Kronjo, AKP Bambang Hermanto.SH mengatakan, pada saat ditemukan warga, mayat wanita malang itu dimasukan ke karung yang di ikat. Di dalam karung juga ditemukan batu berukuran besar diduga sebagai bandul agar mayat tenggelam.


“Batu itu sengaja dimasukan pelaku sebagai bandul agar mayat tenggelam di kali,” ungkap Kapolsek.

Usai dilakukan identifikasi oleh petugas, mayat wanita yang diduga korban pembunuhan itu memiliki ciri-ciri berambut pendek, mengenakan kaos lengan panjang motif garis berwarna cokelat dan abu-abu kelambu, Bra berwarna hitam, celana jeans panjang berwarna biru gelap bermerk Gues dan ikat pinggang berwarna abu-abu.

“Usia korban diperkirakan 35 tahun,” tambah Kapolsek.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan pihaknya tengah mencari identitas mayat wanita malang dengan menanyakan ke sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga saat ini tak satu pun warga yang mengenali korban.

“Warga sekitar tidak ada yang mengenali korban. Kami masih berupaya mencari identitas guna mengungkap kasus pembunuhan ini,” pungkas Kapolsek.

Sopir Taksi Ditemukan Tewas di dalam Mobilnya

Rabu, 28 Mei 2014 07:59 WIB
PUSKOMINFO - Seorang sopir taksi ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh dingin dan terbujur kaku di dalam mobil di daerah Grogol, Petamburan Jakarta Barat. Korban sebelumnya dicurigai karena berada di dalam taksi dengan kondisi mesin menyala, pendingin ruangan (AC) hidup dan kaca mobil dalam keadaan terbuka.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Tanjung Duren, AKP Khoiri mengatakan, korban diketahui bernama Pertemuan Sianturi, 45 tahun, pengemudi taksi Taxiku. Warga Bekasi, Jawa Barat, itu ditemukan pada Selasa (27/5/2014) sekira pukul 11:30 siang oleh rekan kerjanya bernama Suheli.

Saat saksi sedang beristirahat, tiba-tiba saksi lain mendatanginya dan merasa curiga terhadap korban yang sedang berada dalam kondisi seperti tidur.

"Lalu saksi bersama-sama mendatangi taksi korban dan mendapati korban telah meninggal dunia karena saat dipegang oleh saksi sudah dingin dan sudah kaku," ujar AKP Khoiri.

Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau bekas kejahatan. Polisi menduga korban terkena serangan jantung. Oleh petugas, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk proses autopsi.

Husni Thamrin Ditangkap Polisi karena Bawa Narkoba

Rabu, 28 Mei 2014 07:47 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pemuda diamankan polisi dari Polsek Bekasi Utara, lantaran kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu, berikut dengan alat hisap bong dan satu rol kertas alumunium foil.
 
Tersangka bernama Husni Thamrin, 37 tahun, ditangkap di Bundaran Pasar Pondokgede di Jalan Raya Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Selasa (27/5/2014).

Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, Ipda Yusron mengatakan, penangkapan tersangka setelah adanya informasi dari warga. "Dia sudah kita pantau sejak lama sesuai informasi warga lantaran sering mengendarkan sabu di wilayah Bekasi Kota," ungkapnya.

Setelah dibuntuti oleh anggota, kata dia, persisnya di Bundaran Pasar Pondokgede di Jalan Raya Jatiwaringin, tersangka langsung diringkus petugas.

"Hasilnya setelah kami geledah ada sabu seberat 15 gram, alat hisap dan rol kertas alumunium foil. Untuk barang jika dirupiahkan nilainya sebesar Rp13 juta," katanya.

Dari interogasi petugas kepada tersangka yang merupakan warga Jalan Mampang Prapatan Jakarta Selatan itu, diketahui barang tersebut didapat dari seorang temannya yang ada di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat.

"Inisial A saat ini masih kita buru yang sesuai dengan keterangan tersangka," ujarnya.

Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Husni harus mendekam di sel Polsek Bekasi Utara, dia diancam pasal 114 ayat (1) sub 112 ayat (1) UU Nomor 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara.

Identitas Mayat di Serpong Diketahui Sebagai Karyawan Konveksi Diduga Korban Perampokan

Rabu, 28 Mei 2014 07:36 WIB
PUSKOMINFO - Identitas mayat laki-laki yang ditemukan penuh luka tusuk di sekujur tubuhnya di Kampung Jombang, RT1/1 Kelurahan Lengkong Gudang, Serpong, Kota Tangsel, akhirnya terungkap.

Pria malang yang itu diketahui bernama Nurdiansyah, warga Kampung Bojong Kuring, RT 02/26, Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi. Identitas pemuda berusia 28 tahun itu terungkap setelah teman kerja korban mendatangi Polsek Serpong.

“Terungkapnya setelah teman kerja korban melihat pemberitaan di media tentang penemuan mayat laki-laki. Setelah dicek, ternyata benar mayat itu adalah Nurdiansyah alias Ardian,” ungkap Kapolsek Serpong, Kompol M. Iqbal, SIK, Rabu (28/5/2014).

Korban merupakan karyawan konveksi di daerah Karawaci, Kec. Jatiuwung, Kota Tangerang. Sebelum ditemukan tak bernyawa oleh warga, korban sempat berpamitan ke teman kerjanya untuk membeli makanan pada Minggu (25/5/2014) malam. Namun hingga esok harinya, Adrian tak kembali ke tempat kerja.

“Korban selama ini tinggal di tempatnya bekerja,” kata Kapolsek.

Menurut teman kerja korban, pria asal Sukabumi, Jawa Barat itu pergi menggunakan sepeda motor Yamaha Mio. Kuat dugaan, Nurdiansyah merupakan korban perampokan. Pasalnya sepeda motor, HP dan dompet korban dilaporkan hilang.

“Kami masih menghimpun keterangan dari teman kerja korban. Doakan saja ada titik terang untuk menangkap pelakunya,” ungkap Kapolsek.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 28 Mei 2014



Rabu, 28 Mei 2014 07:30 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi mobil SIM & STNK keliling di wilayah DKI Jakarta, Rabu 28 Mei 2014  terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM  :Thamrin city
STNK: Lapangan Banteng 

2. Jakarta Barat
SIM   : LTC Glodok
STNK: LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM   : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM  : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK: Kelapa gading

5. Jakarta Timur
SIM :  Honda Dewi Sartika
STNK: Ps Induk Kramat Jati

Jam Operasional: 08:00 s/d 13:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

26 Mei 2014

Pelaku Curanmor yang Ditembak di Jl. DI Panjaitan Pernah Beraksi di Rumah Anggota TNI AL

 
Mobil Honda Jazz Nopol E 333 LS milik terduga pelaku curanmor
yang ditembak mati di Jl. DI panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur. Senin (26/5/2014).

Senin, 26 Mei 2014 15:26 WIB
PUSKOMINFO - Pelaku curanmor yang tewas dalam baku tembak dengan polisi di Jalan DI Panjaitan, Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur, pernah beraksi di kediaman seorang perwira menengah (pamen) TNI AL. Pelaku bernama Maju Santoso alias Mayo, 37 tahun, merupakan target operasi polisi karena dalam beberapa kasus pencurian.

"Dia merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas). Kejadian pertama itu di Duren Sawit, itu korbannya kawan kita dari pamen TNI AL," kata Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, Senin (26/5/2014).

Menurut AKBP Herry, Mayo pernah beraksi di sejumlah tempat di Ibukota. Dalam aksinya, pelaku selalu berbekal senjata api. "Modusnya, pelaku masuk rumah dan tidak segan kalau dilawan mereka akan melakukan penembakan," ujar AKBP Herry.

Dalam operasi penangkapan ini, pihaknya menembak mati pelaku karena melawan dan melukai petugas dengan senjata api. "Tadi pagi kita membuntuti pelaku," ujar AKBP Herry.

Sebelumnya
diberitakan, pelaku dan mobilnya sudah dibuntuti polisi dari Sat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Saat itu pelaku yang turun dari mobil hendak disergap, tapi pelaku tahu dan lari kembali ke mobilnya berusaha untuk kabur.

Tak mau buruannya kabur, anggota Sat Jatanras kemudian melepaskan tembakan peringatan. Namun tembakan peringatan petugas dibalas pelaku dengan tembakan juga hingga terjadi baku tembak.

Dalam baku tembak tersebut, dua anggota Sat Jatanras tertembak. Aipda Eko Widianto tertembak di bagian kaki dan Briptu Jefri mengalami luka tembak di bagian perut. Sedangkan pelaku, Maju Santoso alias Mayo, tewas di lokasi kejadian akibat tertembak di bagian kepala.

Mayat Mr X Ditemukan Warga Serpong, Diduga Korban Pembunuhan

Mayat Mr X Ditemukan Warga Serpong
 
Senin, 26 Mei 2014 14:44 WIB
PUSKOMINFO - Sesosok mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya ditemukan warga Kampung Jombang, RT1/1 Kelurahan Lengkong Gudang, Serpong, Kota Tangsel, Senin (26/5/2014) pagi.

Penemuan mayat berkelamin pria tersebut pertamakali ditemukan oleh salah seorang warga bernama Asmad Saun sekira pukul 08:30 WIB.

Saat itu dirinya hendak berburu burung di belakang Mapolsek Serpong. Tiba-tiba saja melihat sosok tubuh dengan posisi telungkup.

Karena ingin memastikan, dirinya mendekati tubuh tersebut dan ternyata jenazah laki-laki penuh luka tusukan senjata tajam. Saat ditemukan kondisi mayat terdapat luka tusuk dipunggung belakang sebanyak empat, luka sobek di paha kanan akibat bacokan, dan luka sobek di lengan tangan kiri.

Asmad kemudian melaporkan penemuan itu ke ketua RW setempat kemudian diteruskan ke petugas kepolisian.

"Saat ditemukan mayat menggunakan celana dalam warna hitam dan kaus warna hitam dan ditemukan jam tangan lasebo warna hitam," ucapnya.

Kapolsek Serpong, Kompol Muhammad Ikbal mengatakan, korban berjenis kelamin laki-laki berusia sekira 30-an. Saat ditemukan mayat menggunakan celana dalam warna hitam dan kaus warna hitam serta ditemukan jam tangan lasebo warna hitam.

"Untuk dugaan sementara mayat laki-laki tanpa identitas merupakan korban penganiyaan. Kita masih mencari identitas korban," kata Kapolsek.

Dua Janda Pengedar Narkoba Bersama Teman Prianya Dibekuk Polres Metro Jakarta Pusat



jandakoba
Senin, 26 Mei 2014 14:15 WIB
PUSKOMINFO - Dua janda bersama teman prianya jadi pemakai dan pengedar shabu dibekuk Polres Metro Jakarta Pusat di Jalan Kebon Baru,Semper, Jakarta Utara. Dari mereka, disita barang bukti 4 HP dan 1,2 gram shabu.

“Janda beranak tiga bersama teman prianya, sejak sebulan lalu sudah kami incar,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hendro Pandowo didampingi Kasat Narkoba AKBP Robert Sitinjak kepada wartawan, Senin (26/5/2014) siang.

Tertangkapnya kedua janda berinsial HAN,34 tahun, dan HEN,34 tahun, bersama teman prianya ARH,45 tahun, berawal dari tertangkap Ny HAN, di kawasan Semper Barat, oleh dua anggota polisi pimpinan AKP Asep Suparman yang menyamar. Dari tangan wanita asal Sumbawa itu disita 0,145 gram shabu.

Ketika diinterogasi, janda berambut sebahu itu mengaku kalau barang haram itu diperoleh dari rekannya HEN, kemudian petugas membawa wanita itu menunjukan tempat tinggal HEN dan menangkapnya. Dari tempat kosan HEN, polisi menyita lagi 19 plastik bening shabu seberat 0,15 gram.

Setelah dikembangkan, kedua wanita tersebut menyebut barang haram itu dibeli dari teman prianya berinisial ARH,45 tahun, yang tinggal di kawasan Koja, Jalarta Utara.

Petugas yang bertindak cepat kemudian berhasil menangkap ARH. Dari tangan pria itu disita lagi 0,7 gram shabu.

“Kini ke dua janda bersama teman pria yang mengaku baru sebulan jadi pengedar akan dikenakan pasal 114 ayat 1 Sub psl 112 ayat 1 UU RI No.36 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana diatas 12 tahun penjara,” tegas Sitinjak.

Ibu Muda Dirampok dan Diperkosa di Pamulang

Senin, 26 Mei 2014 13:52 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polres Metro Jakarta Selatan masih mendalami kasus perampokan dan pemerkosaan yang menimpa seorang ibu muda di Pamulang, Tangerang Selatan. Diselidiki apakah pelaku kenal korban atau tidak. Pelaku masuk dengan mencongkel pintu ke rumah korban dan melakukan pemerkosaan.

Kapolsek Pamulang, Kompol Dody Ferdinand Sanjaya kepada wartawan mengatakan peristiwa perampokan disertai pemerkosaan itu terjadi Senin (26/5/2014) dinihari sekira pukul 02:30 WIB. Saat kejadian korban hanya berdua dengan bayinya yang masih berusia 9 bulan. Sedangkan suaminya tengah bekerja di luar kota.

"Ibu muda itu suaminya sedang kerja di luar kota. Di rumah hanya ada dia dan bayinya berusia 9 bulan," terang Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan pelaku masuk dengan cara mencongkel pintu, kemudian dengan golok mengancam korban.

"Pelaku memperkosa korban dan mengambil HP Nexian, ATM, dan uang Rp 23 ribu. Di rumah korban ada dua motor dan TV, tapi tak diambil," jelas Kapolsek.

Pelaku menggunakan penutup kepala ala ninja. Korban tak mengenali siapa pelaku perampokan dan pemerkosaan itu.

"Begitu pelaku kabur, korban langsung teriak dan meminta bantuan saudaranya. Korban tinggal di rumah kontrakan punya orang tuanya, dan di sekelilingnya saudaranya semua," jelas Kapolsek.

Korban diantar saudaranya melapor ke Polsek Pamulang. Petugas setelah menerima laporan segera melakukan penyelidikan. Belum diketahui apakah pelaku lebih dari satu atau tidak, dan tak diketahui juga apakah pelaku menggunakan kendaraan.

"Kasus ini kini dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk penyelidikan selanjutnya," kata Kapolsek.

Baku Tembak Polisi dan Perampok di Jl DI Panjaitan, 1 Perampok Tewas dan 2 Polisi Luka

Senin, 26 Mei 2014 12:39 WIB
PUSKOMINFO - Baku tembak tembak terjadi antara polisi dan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terjadi di Jl DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (26/5/2014). Dalam peristiwa tersebut, satu pelaku curanmor tewas dan dua Polisi dari Satuan Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengalami luka tembak.

Peristiwa ini terjadi sekira pukul 11:00 WIB, Senin (26/5/2014). Saat itu pelaku yang mengemudikan Honda Jazz warna silver dengan pelat nomor Cirebon, menepikan mobilnya ke sebuah warung.

Rupanya, pelaku dan mobilnya sudah dibuntuti polisi dari Sat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Saat itu pelaku yang turun dari mobil hendak disergap, tapi pelaku tahu dan lari kembali ke mobilnya berusaha untuk kabur.

Tak mau buruannya kabur, anggota Sat Jatanras kemudian melepaskan tembakan peringatan. Namun tembakan peringatan petugas dibalas pelaku dengan tembakan juga hingga terjadi baku tembak.

Dalam baku tembak tersebut, dua anggota Sat Jatanras tertembak. Aipda Eko Widianto tertembak di bagian kaki dan Briptu Jefri mengalami luka tembak di bagian perut. Sedangkan pelaku diketahui bernama Maju Santoso alias Mayo, 37 tahun,tewas di lokasi kejadian akibat tertembak di bagian kepala.

Kini pelaku yang tewas dan dua anggota polisi yang terluka dibawa ke RS. Polri Kramat Jati.

Polres Metro Jakarta Pusat Bekuk Bandar Shabu dan Pemakai Ekstasi

Senin, 26 Mei 2014 12:21 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat berhasil membekuk dua pemakai dan satu bandar narkotika jenis shabu. Dua pria pemakai ecstasy dibekuk di Jalan Raya Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Minggu (18/5/2014) lalu. Sedang bandar besar shabu diciduk petugas di Tangki, Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (25/5/2014) malam.

Kini tersangka pemakai ecstasy berinsial A,32 tahun, dan S,35 tahun, mendekam di kantor polisi dari tangan keduanya disita 3 butir ekstasi, sedang dari tangan bandar besar berinisial BI,40 tahun, petugas menyita 26,5 gram shabu kelas satu berikut 33 butir ekstasi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo, menuturkan tertangkapnya bandar shabu itu berawal dari terjaringnya dua lelaki yang kedapatan mengantongi pil ektasi.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Robert Sitinjak bersama anggotanya AKP Asep Suparman kemudian mengembangkan kasus itu, begitu kedua pemakai “nyanyi” kalau barang haram didapat dari bandar BI. Petugas membawa lelaki itu untuk mencari tahu bandarnya.

Berkat kinerja petugas, bandar besaranya BI kemudian dibekuk di tempat kost di Tangki, Tamansari, Jakarta Barat.

Dari tempat kost itu, polisi menemukan puluhan gram shabu senilai ratusan juta rupiah berikut puluhan pil ekstasi.

"Kini tersangka pemakai maupun pemilik barang haram itu dikenakan melanggar pasal 112 UU No.35 Tahun 2009, dengan ancaman maksimum 12 tahun penjara," kata AKBP Sitinjak.

Polsek Panongan Bekuk 4 Pelaku Penusukan Kiki

Senin, 26 Mei 2014 12:05 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Panongan berhasil membekuk 4 orang pelaku penusukan terhadap Kiki alias Capang yang tewas di Bundaran Tiga, Perumahan Citra Raya, Panongan, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu 24 Mei 2014 malam.

Nyawa Muhammad Baehaki atau sering dipanggil Kiki alias Capang, 21 tahun, akhirnya tak tertolong setelah sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Pemuda Kampung Waru 2, RT 07/04, Desa Sukaharja, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang itu merenggang nyawa akibat luka tusuk di bagian kening, punggung dan luka robek dikedua kakinya.

Sedangkan rekan korban lainnya, Endang bin Sabini,17 tahun, kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Siloam Karawaci.

Setelah mendapat laporan kejadian tersebut, Petugas gabungan dari Polres Kota Tangerang dan Polsek Panongan pimpinan Kanit Jatanras Iptu Mukmin SH akhirnya berhasil meringkus empat pelaku pengeroyokan dan penusukan yakni bernama Hadi,18 tahun, Hafiz, 20 tahun, Cahyadi,17 tahun, dan Sony,17 tahun. Mereka dibekuk ketika sedang bersembunyi di rumah kontrakan di Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Minggu (25/5/2014) petang.

Kapolsek Panongan, AKP Kosasih mengatakan, keributan yang menewaskan seorang pemuda kampung itu merupakan korban salah sasaran. Hadi Cs saat itu ingin melakukan aksi balas dendam dengan mencari kelompok pengamen lainnya yang sering berada di kawasan Perumahan Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

“Aksi balas dendam itu dipicu  adik salah satu pelaku yang dipukuli oleh kelompok pengamen lainnya. Namun rupanya salah sasaran,” ungkap Kapolsek.

Keributan tersebut berawal ketika Hadi Cs menghampiri kedua korban untuk menanyakan keberadaan pria yang membawa gitar di lokasi kejadian. Namun kedua korban menjawab tidak melihat orang yang dicari-cari para pelaku tersebut sehingga akhirnya terlibat perkelahian.

Dalam keributan itu, Hadi tiba-tiba mengeluarkan pisau dari dalam tasnya dan menusukan kedua pemuda tersebut secara membabi buta. Melihat kedua korban bersimbah darah, para pelaku kemudian melarikan diri.

Warga yang melihat kejadian itu akhirnya membawa kedua korban ke rumah sakit. “Pelaku Hd merupakan pelaku penusukan. Sedangkan pelaku lainnya mengaku hanya mengeroyok kedua korban. Saat ini kami masih memeriksa mereka,” ujar Kapolsek.

Mini Cooper Tabrak Tiang Listrik, Tiga Luka

Senin, 26 Mei 2014 10:35 WIB
PUSKOMINFO - Mobil Mini Cooper bernopol B 2617 RV menabrak  tiang listrik di Jalan Hang Tuah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Senin (26/5/2014) dinihari. Tiga orang penumpangnya mengalami luka kini dibawa ke RSPP Pertamina untuk mendapat pertolongan.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Sutimin mengatakan peristiwa terjadi sekira pukul 01:15 WIB. Diduga mobil yang ditumpangi tiga orang ini mengalami kecelakaan tunggal.

Petugas Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat sopir mengantuk

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin 26 Mei 2014


Senin, 26 Mei 2014 08:49 WIB
PUSKOMINFO - Berikut ini lokasi layanan mobil SIM & STNK keliling di wilayah DKI Jakarta, Senin 26 Mei 2014, dibeberapa lokasi:

1. Jakarta Pusat
SIM  : Kantor Pos Pasar Baru
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM   :LTC Glodok
STNK: LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM    : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM  : Pos Pol jembatan 3 Pluit
STNK: Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

Jam Operasional: 08:00 s/d 12 :00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

Diduga Kehilangan Kendali, Pemotor Hantam Trotoar Hingga Tewas

Senin, 26 Mei 2014 08:18 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pengendara sepeda motor tewas seketika setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak trotoar di Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jakarta Timur, Senin (26/5/2014) dinihari. Sepeda motor yang dikendarainya terpental jauh sementara tubuh korban tersangkut kawat berduri..

Warga setempat yang melihat kejadian tersebut sempat berupaya mengevakuasi jasad korban. Namun kesulitan karena tubuh korban tersangkut kawat berduri.

Korban baru bisa dievakuasi setelah polisi tiba di lokasi kecelakaan. Dari kartu identitasnya, polisi mengetahui korban bernama Rifi Siswanto, warga Cipinang, Jakarta Timur.

Kecelakaan terjadi saat korban yang melaju dari arah Cawang menuju Rawamangun dengan kecepatan tinggi. Diduga karena lepas kendali, motor korban menabrak trotoar jalan dan terpental.

Jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Sementara kasus kecelakaan tunggal tersebut langsung ditangani oleh Unit Lakalantas Polres Metro Jakarta Timur.

Pemuda Tewas Ditusuk, Diduga Korban Salah Sasaran

Senin, 26 Mei 2014 07:51 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pemuda, Kiki alias Capang ditemukan tewas di Bundaran Tiga, Perumahan Citra Raya, Panongan, Kabupaten Tangerang. Kiki tewas akibat ditusuk pemuda tak dikenal, diduga jadi korban salah sasaran pada Sabtu (24/5/2014) malam.

Menurut keterangan saksi-saksi, rekan dan kerabat korban, pada Sabtu 24 Mei 2014 malam itu, Kiki pergi bersama empat orang temannya untuk menikmati Sabtu malam di Citra Raya dengan mengendarai sepeda motor.

Saat asyik nongkrong, Kiki dihampiri seorang pria dan langsung menyerangnya dengan senjata tajam. Tiga orang rekan Kiki juga ikut diserang pemuda tersebut, namun berhasil menghindar sehingga tidak mengalami luka parah.

Nahas bagi Kiki, akibat tusukan senjata tajam, ia pun tersungkur bersimbah darah.  Sedangkan pelaku langsung melarikan diri.

Menurut keterangan rekan korban, dugaan Kiki jadi korban salah sasaran karena tak satupun rekannya yang mengenal pelaku. Kasus ini ditangani Polsek Cikupa.

23 Mei 2014

Oknum TNI AD Babak Belur Dihakimi Massa Usai Mencuri Mobil

Jumat, 23 Mei 2014 16:10 WIB
PUSKOMINFO - Seorang oknum TNI AD Palad Cakung berpangkat Sertu berinisial EFY babak belur dihajar massa karena tertangkap tangan saat mencuri sebuah mobil di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Informasi yang dihimpun, aksi pencurian mobil itu terjadi di rumah korban bernama Iman Saleh, di Jl Lembah Nyiur Blok J no 8 RT 9/9 Pondok Kelapa Jaktim, Jumat (23/5/2014) pagi sekira pukul 04:15 WIB.

Kejadian bermula saat pelaku dan dua temannya SP dan JN melakukan aksi pencurian mobil Avanza B 1944-TYC milik korban.

Dan saat beraksi, oknum TNI AD tersebut tertangkap oleh massa lalu dikeroyok hingga menderita luka-luka di bagian kepala dan seluruh badan. Sedangkan dua temannya melarikan diri.

Saat ini, oknum TNI AD tersebut sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati dan mendapat penjagaan dari Provost Polres Metro Jakarta Timur.

Barang bukti yang disita yakni mobil dan sebuah tas berisi satu set kunci leter T.

Panik Dikabarkan Anak Mengalami Kecelakaan dan Berada di Rumah Sakit, PNS Tertipu Rp9 Juta

Jumat, 23 Mei 2014 13:45 WIB
PUSKOMINFO - Masyarakat dihimbau untuk hati-hati dan waspada terhadap aksi penipuan yang mengabarkan anak atau anggota keluarga mengalami kecelakaan dan butuh uang pengobatan di rumah sakit. seperti yang dialami Ny. Agnes Puspitasari Sudarmo, 50 tahun, warga Pondok Ranji, Kec. Ciputat, Tangerang Selatan, tertipu sebesar Rp9 juta, Kamis (22/5/2014) siang sekira pukul 14:00 WIB.

Awalnya korban menerima telpon dari orang yang mengaku dokter dari RS Fatmawati yang mengabarkan anaknya yang masih sekolah SMP  jatuh  di kamar mandi sekolah dan mengalami luka di bagian kepala dan berdarah. Saat itu anaknya sudah berada di RS Fatmawati dan membutuhkan alat untuk menghentikan darah anaknya dengan biaya Rp9 juta.

Mendengar berita tersebut, Ny. Agnes pun panik. “Saya panik dan langsung cari ATM terdekat,” ucapnya saat melapor ke Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (23/5/2014).

Setibanya di ATM, ia segera mentrasnfer di ATM BNI RS Prima Medika, Ciputat, Tangsel ke nomor rekening 033840634 atas nama Deni Saputra.

Usai mentransfer,  Ny. Agnes menghubungi anaknya dan ternyata dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. “Saya tertipu, semoga pelaku cepat ditangkap. Masyarakat agar lebih hati-hati atas penipuan seperti yang menimpa saya,” ujarnya.

"Saya juga berharap polisi bisa meringkus komplotan penipu itu karena banyak merugikan masyarakat", pungkasnya.

PRT Tewas Terjun Dari Lantai 33 Apartemen Thamrin Residence

Jumat, 23 Mei 2014 13:22 WIB
PUSKOMINFO -  Seorang wanita pembantu rumah tangga (PRT) tewas setelah terjatuh dari lantai 33 ke lantai 5 di Apartemen Thamrin Residence Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2014) subuh. Saat kejadian, PRT tersebut tengah bertamu di apartemen majikan temannya.

Korban diketahui bernama Dewi Susanti, 34 tahun, beralamat di Jalan E-1 RT 011/02 No. 40, Kelurahan Slipi, Jakarta Barat. Wanita malang ini mengalami luka kedua kaki dan tangan patah, serta kepala berlumuran darah.

Rekan korban, Reny, 37 tahun, kepada polisi menjelaskan, korban datang menemuinya ke apartemen untuk membantu pekerjaan pada Kamis (22/5/2014) siang. Karena tidak curiga, ia pun menerima Dewi untuk membantu dirinya dan diperbolehkan menginap di apartemen tersebut.

Entah mengapa, tiba-tiba sekira pukul 04:35 WIB, penghuni apartemen heboh karena mendengar ada suara seperti orang jatuh di lantai 5 lapangan.

Satpam apartemen bernama Doni Iskandar yang mendengar suara tersebut segera ke lokasi dan mendapati korban sudah tewas diduga terjun dari lantai 33.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Metro Tanah Abang diteruskan ke Polres Jakarta Pusat.  Jasad korban dibawa ke RSCM untuk diotopsi. Sedang, Reny mengaku tidak tahu kenapa rekannya berbuat nekat, melompat dari kamar apartemen.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hendro Pandowo didampingi Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Anom Setyadji menyatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tewasnya korban termasuk meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Rebutan Lahan Parkir dengan Saudara, Dadang Tewas Ditikam

Jumat, 23 Mei 2014 08:08 WIB
PUSKOMINFO - Seorang tukang pakir, Dadang Setiawan, 35 tahun, warga Kampung Tugu, RT 1/13, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang tewas ditikam karena rebutan lahan parkir dengan Aris, 27 tahun, yang masih saudaranya sendiri.

Kapolsek Karawaci Kompol Jonny Panjaitan mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (14/5/2014) malam sekira pukul 21:00 WIB. Tersangka Aris merasa tidak senang dengan Dadang, karena lahan parkirnya di Jalan M Toha, Kelurahan Bugel direbut.

"Aris sudah lama menjadi tukang parkir di pinggir Jalan M Toha, sementara Dadang baru tiga bulan. Dadang kerap menarik uang parkir di tempat Aris, sehingga menyebabkan penghasilannya menurun," kata Kapolsek kepada wartawan, Jumat (23/5/2014).

Karena emosi, Aris menegur korban untuk tidak merebut lahan parkir miliknya. Namun, korban tidak terima dan  akhirnya terjadi adu jotos antar keduanya. Kemudian Aris meminjam pisau dapur dari salah satu rumah makan seafood.

"Aris mendatangi korban dan langsung menikam perutnya satu kali hingga terkapar," ujar Kapolsek.

Aris langsung melarikan diri meninggalkan korban yang bersimbah darah. Sementara korban sempat dilarikan ke rumah sakit Sari Asih Sangiang oleh warga setempat, namun nyawa ayah empat anak ini tidak tertolong. "Korban tewas kehabisan darah," ujar Kapolsek.

Tersangka sendiri ditangkap di tepat persembunyiannya di wilayah Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. pada Sabtu (17/5/2014) lalu. "Tersangka dijerat pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan hingga menyebabkan korban tewas dengan ancaman hukuan 7 tahun penjara," pungkas Kapolsek.

Polsek Karawaci Bongkar Judi Togel Beromzet Rp3,5 juta per Hari

Jumat, 23 Mei 2014 07:52 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Polsek Karawaci Polrest Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap kasus judi toto gelap (togel) beromzet Rp 3,5 juta perhari, Kamis (22/5/2014). Dua bandar judi togel berhasil dibekuk.

Kedua tersangka yang diciduk adalah Ouw Tiang Tjoen alias Tutung, 48 tahun, dan Ouw Len Nie alias Andrie Tanu, 31 tahun, leduanya merupakan warga Pasar Baru, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

"Omzet yang didapat para pelaku sekitar  Rp10 juta setiap tiga hari," kata Kapolsek Karawaci Kompol Jonny Panjaitan di Tangerang.

Penangkapan pelaku, kata Jonny, berawal dari  laporan warga yang merasa resah dengan kegiatan judi togel di Jalan Moh Toha, Kelurahan Pasar Baru. Setelah memastikan informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penggerebekan ke rumah pelaku.

"Keduanya kepergok sedang merekap uang perjudian dari para agen. Kita langsung amankan mereka ke Polsek beserta barang bukti berupa 22 lembar rekapan dan uang sebesar Rp1.6 juta," katanya.

Menurut Kapolsek, modus yang dilakukan pelaku dalam menjalankan operasinya yakni dengan menawarkan judi togel melalui SMS ke para agen pengecer untuk diteruskan kepada para pemasang. Kemudian mereka menunggu setoran uang pemasang dari pengecer.

"Setelah uang terkumpul, selanjutnya disetorkan ke bandar besar bernama Cin Boy di Kampung Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang," katanya.

Kapolsek mengatakan, pelaku mendapat uang pemasangan dari kawasan Pasar Baru dan Curug.

Menurut Kapolsek, pihaknya hingga kini masih memburu bandar besarnya berinisial CB yang berstatus buron.

"Diduga masih ada jaringan yang lain. Pokoknya kita akan ungkap sampai bandar besarnya, untuk menekan perjudian di Kota Tangerang," katanya.

Salah satu pelaku, Andrie Tanu mengaku, baru tiga bulan menjalankan aksi togel. Dia berkilah hanya bertugas sebagai perekap uang setoran.

"Saya cuma terima setoran dan ngerekap. Saya digaji Rp250.000 per minggu, semua uang pemasang disetorkan ke bandar," ungkapnya.

Pencuri Sepeda Motor Dibekuk Polsek Metro Tambora Setelah Dijebak Pacar

Jumat, 23 Mei 2014 07:43 WIB
PUSKOMINFO - Jajaran Polsek Metro Tambora, Jakarta Barat berhasil menangkap seorang pencuri sepeda motor dengan cara menjebaknya melalui kekasih pelaku.

Pelaku bernama Dani, 20 tahun, pria asal Pangandaran, Jawa Barat itu dibekuk setelah melakukan pertemuan dengan kekasihnya bernama Fitri. Tanpa perlawanan, akhirnya pelaku pasrah dan saat ini mendekam di sel tahanan Polsek Metro  Tambora.

Kapolsek Metro Tambora, Kompol Dedi Tabrani mengatakan penangkapan berawal dari adanya laporan korban yang mengaku kehilangan sepeda motornya. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. "Secara kebetulan, ada saksi yang melihat dan mengenal wajah pelaku," ujar Kapolsek.

Setelah mendapat keterangan dari saksi mata, polisi langsung melakukan penyelidikan terhadap identifikasi pelaku termasuk kepada kekasih pelaku. Polisi pun menjebak pelaku dengan cara meminta kekasihnya untuk melakukan pertemuan. Akhirnya, pelaku yang bekerja sebagai karyawan konveksi itu berhasil ditangkap setelah bertemu dengan kekasihnya di kawasan Tambora, Jakarta Barat.

Sebelumnya, pelaku yang memiliki tato di sekujur tubuhnya itu terbukti mencuri sepeda motor bernopol B 663 BTS milik Nanang Kuswara Hakim, warga Jl Duri Selatan V RT 08/04 Tambora, Jakarta Barat. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil menangkap pelaku di lokasi pertemuan antara pelaku dengan kekasihnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, dirinya nekat mencuri sepeda motor karena tidak memiliki uang untuk pulang ke kampung halamannya di Pangandaran, Jawa Barat. Dan akibat perbuatannya, saat ini tersangka ditahan di Mapolsek Metro Tambora, dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 23 Mei 2014

Jumat, 23 Mei 2014 07:32 WIB
PUSKOMINFO - Berikut ini lokasi layanan mobil SIM & STNK keliling di wilayah DKI Jakarta, Jumat 23 Mei 2014, dibeberapa lokasi:

1. Jakarta Pusat
SIM  : Kantor Pos Pasar Baru
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM   :LTC Glodok
STNK: LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM    : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM  : Pos Pol jembatan 3 Pluit
STNK: Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

Jam Operasional: 08:00 s/d 12 :00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

21 Mei 2014

Empat Penjudi Ditangkap Polsek Beji Depok

Rabu, 21 Mei 2014 15:51 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Reserse Polsek Beji menangkap empat pria yang sedang bermain judi kartu dengan omset jutaan rupiah di sebuah gubuk pinggir Jalan Ir. H. Juanda, Kel. Kemirimuka, Kec. Beji, Rabu (21/5/2014) siang sekira pukul 11:30 WIB. Empat orang yang diamankan yaitu J. Butar-Butar, 24 tahun, S Tamba, 24 tahun, L. Nababan, 26 tahun, dan P. Silaen, 28 tahun.

Kapolsek Beji, Kompol Ni Gusti Ayu didampingi Kanit Reskrim, AKP Syah Johan mengatakan penggerebekan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang resah dengan ulah pelaku yang main kartu remi dengan sejumlah uang taruhan.

"Tempat judi itu telah meresahkan masyarakat hingga kami gerebek,” kata Kapolsek.


Kapolsek menambahkan, saat ditangkap para pelaku sempat mencoba melarikan diri namun dapat dicegah anggota. “Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa satu set kartu remi, uang tunai Rp757.000 dan sebuah kardus coklat alas untuk main judi,” ungkapnya.

Omset permainan judi remi, lanjut Kapolsek, bisa mencapai jutaan rupiah tergantung berapa yang akan bermain. Pihaknya akan rutin melakukan patroli untuk menekan angka kriminalitas, termasuk perjudian. “Pelaku kami kenakan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” ujarnya.

Rumah WN Inggris di Kebayoran Baru Disatroni Maling

Rabu, 21 Mei 2014 12:33 WIB
PUSKOMINFO - Rumah WN Inggris di Jalan Sriwijaya I No. 16, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan disatroni maling, Selasa (20/5/2014) malam. Pelaku berhasil menggondol TV LCD, laptop dan uang Rp300 ribu.

Korban bernama Tyson, 46 tahun, kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Keterangan Tyson kepada petugas, sekira pukul 22:00 WIB, ia pergi bersama keluarga. Rumah ditinggal dalam keadaan kosong.

Setelah urusan selesai, korban kembali ke rumah. Namun alangkah kaget saat mendapati TV dan laptop yang ada di ruang utama sudah tidak ada. Selain itu, uang yang tergeletak di atas meja sebesar Rp300 ribu juga raib.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Aswin menyatakan, petugas masih menyelidiki kasus pencurian tersebut.

Karyawan Curi Laptop dari Kantornya

Rabu, 21 Mei 2014 09:28 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Pancoran menangkap Yonas Aprian Papa, 28 tahun, pegawai PT  Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, Jalan Buncit Raya, Kelurahan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Yonas ditangkap karena mencuri laptop dan LCD dikantornya sendiri.

Yonas, karyawan yang baru kerja dua minggu itu dibekuk petugas Polsek Metro Pancoran berkat wajah pelaku terekam CCTV di kantornya. Ia sebagai karyawan kontrak co-centre.

Kapolsek Metro Pancoran, Kompol I Nengah Adi Putra didampingi Kanit Reskrim AKP Suroto mengatakan pelaku beraksi saat kantor sudah tutup dan cara mengambil di meja ruang IT yang tidak dikunci dan memasukannya laptop merk Compaq ke dalam tas.

“Setelah kami telusuri kami mengetahuinya keberadaan CCTVnya. Berdasarkan rekaman itu polisi melihat pelaku keluar membawa sejumlah peralatan elektronik," jelas Kapolsek.

"Pengakuan tersangka, pencurian sudah dua kali dilakukannya dan hasilnya langusng dijual di kawasan Mangga Dua, Jakarta Barat,” kata Kapolsek.

Lulusan Diploma III Manajemen Keuangan itu juga mengaku mencuri laptop lantaran butuh biaya tambahan karena gajinya masih dibawah Upah Minimum Regional (UMR).

Dari tersangka, petugas berhasil mengamankan 2 laptop dan satu LCD bermerk Acer. Akibat aksinya tersebut, Yonas dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Perampok Sepeda Motor Beraksi di Fly Over Permata Hijau

Rabu, 21 Mei 2014 08:44 WIB
PUSKOMINFO - Kawanan perampok bersenjata tajam beraksi di  flyover Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (21/5/2014) dini hari. Pengendara sepeda motor Kawasaki Ninja dibacok tangannya kemudian sepeda motor dirampas.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Aswin mengatakan, peristiwa terjadi sekira pukul 02:45 WIB, pengendara Kawasaki Ninja bernama Dwi Purwanto, 24 tahun, yang memboncengi Saefudin, 28 tahun,  melaju di flyover Permata Hijau, Jalan Nyak Arif dari arah Kebayoran Lama menuju Arah Permata Hijau.

"Korban mengendarai Kawasaki Ninja, nomor polisi G 3471 ML, warna silver. Sedangkan pelaku yang berjumlah 10 orang menggunakan lima sepeda motor memepet dan membacok tangan kiri kedua korban," ujar Kompol Aswin kepada wartawan.

Setelah korban tak berdaya, para pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban. Kasus ini ditangani Polsek Metro Kebayoran Lama.

Tukang Service AC Tewas Kesetrum di Tamansari

Rabu, 21 Mei 2014 08:14 WIB
PUSKOMINFO - Seorang tukang service AC ditemukan tewas mengenaskan, di sebuah kos-kosan di Jalan Kejayaan Raya No. 65, RT 11 RW 08, Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (20/5/2014) sore.

Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Adi Vivid Bachtiar, mengatakan korban bernama Andika, 30 tahun, diduga tersengat aliran listrik saat membetulkan alat pendingin ruangan tersebut.

"Korban tewas diduga tersengat aliran listrik saat membetulkan AC," ujar Kapolsek.

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sebagian hangus. "Kami sudah memanggil beberapa saksi untuk diperiksa," kata Kapolsek.

Mayat korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo, Jakarta Pusat untuk diautopsi.

Anggota Polsek Metro Kemayoran Ditemukan Tewas di Dalam Rumahnya Diduga Karena Sakit

Rabu, 21 Mei 2014 08:05 WIB
PUSKOMINFO - Anggota Polsek Metro Kemayoran, Briptu Ahmad Irianto, 52 tahun, ditemukan tewas di rumahnya, Perumahan Pondok Ungu Permai Blok FF-1 No. 2 RT 006 RW 010 Bekasi Utara, Kota Bekasi, Selasa (20/5/2014) malam sekira pukul 21:00 WIB.

Saat tewas, Briptu Ahmad hanya seorang di rumahnya. Sementara istrinya sedang pergi selama dua hari. Dugaan sementara, Briptu Ahmad tewas karena sakit.

"Betul ada anggota polisi yang meninggal di dalam rumah, tapi karena sakit paru-paru," kata Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, Iptu Yusron.

Menurut Iptu Yusron, sehari-hari korban bertugas di Pospol Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. "Saat ditemukan posisi korban terlentang di depan pintu kamar mandi, hidung dan mulut mengeluarkan darah. Diduga korban meninggal dunia karena sakit dan terjatuh saat ke kamar mandi," ujarnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 21 Mei 2014

Rabu, 21 Mei 2014 08:00 WIB
PUSKOMINFO - Berikut ini lokasi layanan mobil SIM & STNK keliling di wilayah DKI Jakarta, Rabu 21 Mei 2014, dibeberapa lokasi:

1. Jakarta Pusat
SIM  : Kantor Pos Pasar Baru
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM   :LTC Glodok
STNK: LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM    : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM  : Pos Pol jembatan 3 Pluit
STNK: Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK: Ps Induk Kramat Jati

Jam Operasional: 08:00 s/d 12 :00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

Bobol Toko Material, Karyawan Dibekuk di Banjar Negara Jateng

Rabu, 21 Mei 2014 07:42 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pegawai matrial membobol toko majikannya di Jalan Pancoran Barat VII No. 7, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (19/5/2014) dinihari. Sebanyak Rp 150 juta digondol buat pulang kampung dan beli motor.

Pelaku bernama Tri Tenang Hidayat alias Nanang, 29 tahun, asal Banjar Negara, Jawa Tengah ini berhasil dibekuk petugas Polsek Metro Pancoran yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Suroto, dibekuk di kampung halamannya Banjar Negara, Jawa Tengah, pada Selasa (20/5/2014) kemarin.

Kapolsek Metro Pancoran, Kompol I Nengah Adi Putra, didampingi Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Aswin, mengatakan pelaku membobol toko material milik An Pin pada Senin (19/5/2014) sekira pukul 02:00 WIB. Pelaku yang merupakan karyawan toko material tersebut masuk lewat pintu belakang dan membobol rolling door toko yang digembok dengan linggis.

Kemudian pelaku membobol sebuah brangkas berisi uang dan membawa kabur ke kontrakannya dengan kantong plastik berisi Rp 150 juta.

“Rp 17 juta telah ditaro dikontrakannya sisanya ia kabur lewat bus di Pulo Gadung ke Banjar Negara, Jateng,” kata Kapolsek.

Petugas Polsek Metro Pancoran pun mendapatkan informasi langsung menciduk pelaku di kampung halamannya.

“Saat kami tangkap uangnya tinggal sisa tinggal Rp 53,516 juta dan buat beli empat emas kepingan seberat satu gram. Uangnya sudah dipakai beli motor dan kebutuhan sehari-hari,” tukasnya

20 Mei 2014

Tiga Pelajar SD Legok Tangerang Tewas Tenggelam di Bekas Galian Pasir

Selasa, 20 Mei 2014 10:15 WIB
PUSKOMINFO - Tiga pelajar SD meninggal dunia akibat tenggelam di danau bekas galian pasir, di Desa Legok RT 10 RW 05 Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Tiga lainnya selamat karena bisa berenang,

Menurut Kapolresta Tangerang Kombes Irfing Jaya,SIK didampingi Kapolsek Legok AKP Purwadi, tiga pelajar SD yang meninggal dunia adalah Rivana,10 tahun, Rivani,10 tahun, dan Eka,11 tahun. Sementara yang selamat Gustapa,14 tahun, Gunawan,15 tahun dan Albani,10 tahun. Ketiganya berhasil selamat karena bisa berenang ke darat.

Peristiwa terjadi sekira pukul 11:30 WIB. Saat itu, keenam anak warga Perum Legok Permai blok A RT 002 RW 07 itu menaiki rakit bambu dengan cara didayung. Namun, ketika rakit sudah berada di tengah danau tiba-tiba oleng dan terbalik. Keenam bocah ini terjatuh dari rakit.”Tiga orang selamat bisa berenang, namun tiga lainnya tenggelam.didanau yang dalamnya sekitar 15 meter.


Upaya untuk menemukan korban dilakukan penyelaman oleh tim SAR dari Dinas Kebakaran Kabupaten Tangerang dan warga setempat berhasil menemukan ke tiga pelajar SD kelas 4 itu sekira pukul 17:30 WIB sudah meninggal dunia.

Lucky Hakim Laporkan Politisi PAN ke Polda Metro Jaya


Lucky Hakim (baju cokelat) Mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian 
Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Senin (19/5/2014)
Selasa, 20 Mei 2014 09:24 WIB
PUSKOMINFO - Lucky Hakim, artis sinetron yang juga calon anggota legislatif, melaporkan rekan satu partainya, Partai Amanat Nasional (PAN), Intan Fitriana Fauzi, ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/5/2014) kemarin. Intan dilaporkan karena dituduh telah melakukan pencemaran nama baik atau fitnah kepadanya.

Lucky Hakim datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, bersama pengacaranya, Yules Kelo.

Adapun pengaduan pada hari ini, kata Yules, bermula dari adanya pesan singkat yang diterima oleh Lucky."Dilaporkan karena pada tanggal 17 Mei kemarin hari Sabtu, klien kami dapat SMS yang menyampaikan kekecewaan dan marah terhadap Lucky. Isinya 'kami kecewa karenanya Pak Lucky terpilih jadi anggota dengan cara melakukan pencurian terhadap suara rekan sendiri'," jelas Yules kepada wartawan, Senin (19/5/2014).

Yules menerangkan, Intan menuduh Lucky telah mencuri suara sah pemilihnya pada pemilu 9 April lalu. Keduanya bertarung di daerah pemilihan Jawa Barat VI. Adapun hasil akhir pemilu, kata Yules, Lucky berhasil mengumpulkan 57 ribu suara, sedangkan Intan hanya 20 ribu suara. Intan pun tidak menerima hasil akhir pemungutan suara ini.

"Pada tanggal 12 Mei 2014, Intan mengajukan permohonan keberatan ke MK tentang penetapan hasil Pemileg," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Intan juga menyebutkan hilangnya lebih dari 60.000 suara sah atas dirinya diakibatkan karena adanya pencurian suara oleh Lucky Hakim. "Hal ini membuat Lucky Hakim merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya," kata Yules.

Hari Pertama Operasi Simpatik, Ribuan Pengendara Ditilang

Hari Pertama Operasi Simpatik, Ribuan Pengendara Ditilang
Apel Gelar Pasukan Operasi Simpatik Jaya 2014 di Polda Metro Jaya

Selasa, 20 Mei 2014 08:37 WIB
PUSKOMINFO - Hari pertama pelaksanaan Operasi Simpatik Jaya 2014, Senin (19/5/2014), ribuan kendaraan ditilang dan ditegur.

Berdasarkan laporan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, jumlah kejadian kecelakaan pada hari pertama operasi terdapat tiga kejadian, dengan korban meninggal dunia satu orang, dan dua luka berat.

Kemudian jumlah pengendara yang ditilang mencapai 1.240, dan teguran sebanyak 1.508.

Petugas Ditlantas juga melakukan kegiatan preventif yakni 2.325 pengaturan, 1.358 penjagaan, 70 pengawalan, dan 780 patroli.

Pelaksanaan Operasi Simpatik Jaya dilaksanakan selama 21 hari sejak Senin (19/5/2014) kemarin hingga 8 Juni 2014 mendatang.

Diduga Tidak Menguasai Lokasi, Pencuri Tewas Terjatuh dari Jembatan Tol Saat Melarikan Diri

Selasa, 20 Mei 2014 08:24 WIB
PUSKOMINFO - Dua pencuri jatuh dari jembatan jalan tol yang belum selesai dikerjakan di Kampung Limus RT 04 RW 02, Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/5/2014) dinihari. Satu di antaranya tewas. Diduga, mereka tidak mengetahui medan di sekitar lokasi kejadian.

Pelaku pencurian yang tewas adalah Agam alias Gama, 25 tahun. Sedangkan temannya yang selamat adalah Cahya Indrawan, 32 tahun, kini ditahan di Polsek Cikarang Utara.

"Pelaku jatuh sendiri tanpa ada yang mengejar," kata Kanit Reskrim Polsek Cikarang Utara, AKP Boby Kusumawardhana kepada wartawan, Senin (19/5/2014).

Dua pencuri itu, kata AKP Boby, sebelumnya beraksi di rumah Iyom Nursiti, 33 tahun. Mereka menggasak satu unit DVD. Selanjutnya, mereka kabur ke jalan tol di Kawasan Industri Jababeka, menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU bernomor polisi B 3208 FFU.

"Ketika mereka melarikan diri, tidak ada warga yang mengejar. Dugaan sementara, karena tidak menguasai medan, para pelaku masuk ke jalan tol yang belum selesai dikerjakan," katanya.

Akibatnya, kendaraan yang ditumpanginya terjun bebas dari ketinggian sekitar 8 meter. Hasil identifikasi, polisi menyita barang bukti berupa karung berisi DVD dan barang milik pelaku, seperti senjata tajam jenis pisau sangkur dan sepeda motor.

Adapun, pelaku yang tewas dievakuasi ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diautopsi. Sedangkan pelaku yang selamat sudah ditahan dan dijadikan tersangka pencurian.

WN Kongo Edarkan Uang Palsu di Jakarta, Ditangkap Polsek Metro Sawah Besar

Selasa, 20 Mei 2014 08:10 WIB
PUSKOMINFO - Seorang Warga Negara Republik Demokratik Kongo, Tebuli Lendo alias Jhon, 36 tahun, ditangkap petugas Polsek Metro Sawah Besar lantaran tertangkap tangan mengedarkan uang palsu pecahan 100 Euro dengan jumlah 277.500 Euro.

Kapolsek Sawah Besar, Shinto Silitonga mengatakan, Tebuli Lendo tiba di Indonesia sejak Oktober 2013 lalu. Dia datang ke Indonesia untuk menyelamatkan diri dari konflik politik di negara asalnya. Dirinya juga terdaftar dengan nomor file 18600027713 sebagai WNA pencari suaka. Namun setelah tiba di Indonesia Tebuli malah menjalankan bisnis uang palsu dengan mata uang Euro, yang jumlahnya miliaran rupiah.

"Setibanya di Indonesia, dia malah menjalankan bisnis uang palsu, korbannya yaitu Selvianus Panggal, 35 tahun. Tersangka menjanjikan korban dapat memberikan uang 200 miliar Euro, asal korban menyediakan uang Rp100 juta," kata Kapolsek kepada wartawan, Senin (19/5/2014).

Untuk menyakinkan korban, kata Kapolsek, tersangka bekerja sama dengan salah satu keluarga korban berinisial YHDP yang kini masih buron. "Koban kasih uang Rp100 juta itu dua tahap, masing-masing Rp50 juta lewat YHDP, setelah itu mereka bertemu dengan tersangka di salah satu Vila di Puncak, Bogor. Lalu tersangka memberikan korban brankas yang menurutnya berisi uang miliaran Euro," katanya.

Sebelum menangkap Tebuli, polisi mengamankan Selvianus yang diketahui membawa brankas itu ke Hotel City Icon, yang di dalamnya berisi ribuan lembar uang palsu. "Kita amankan Selvianus, ketika suruh buka brankas, diketahui isinya ribuan lembar uang palsu pecahan 100 Euro," ujar Kapolsek.

Polisi sebelumnya juga telah mengeledah apartemen milik Tebuli dan ditemukan 6 lembar 100 Euro asli senilai Rp9.600.000, 1 keping VCD rekaman pembuatan uang Euro, 1 buah ATM BCA, 2 paspor.

"Tersangka terjerat tiga pasal sekaligus, yaitu pasal 378 KUHP tentang penipuan, pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dan pasal 245 KUHP tentang peredaran mata uang palsu, dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara atau lebih,"tutup Kapolsek.

SMAN 11 Kota Bekasi Dirampok

Sealasa, 20 Mei 2014 07:59 WIB
PUSKOMINFO - SMA Negeri 11, Kota Bekasi di Jalan Wibawa Mukti Kavling Pati TNI AU, Jatisari, Jatiasih, Senin (19/5/2014) malam, dirampok empat orang bersenjata tajam. Tiga satpam menjadi korban penyekapan dan sejumlah barang seperti tablet, kamera digital, dan uang tunai senilai Rp5 juta dibawa kabur.

Kapolsek Jatiasih, Kompol Melda Sitohang menyatakan pihaknya sedang memburu para pelaku perampokan. "Kita masih dalam perburuan kepada para pelaku yang diduga berjumalh 4 orang," terang Kapolsek, Senin (19/05/2014).

Dikatakan Kapolsek, dalam aksi perampokan itu, kawanan itu mengancam tiga satpam dan menyekapnya. "Dua disekap di lobi sekolah, satu lagi di taman,"ujarnya.

Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo mengatakan, tiga korban yang disekap adalah Abdul Syukur, Dirin, dan Arif Rahman. "Mereka sudah diperiksa dan saat ini kasus ditangani oleh Polsek Jatiasih," terangnya.

Dikatakan oleh AKP Siswo, pelaku yang berjumlah lebih dari 4 orang masuk diperkirakan lompat pagar, kemudian masuk ke ruang utama dan mengancam 3 orang Satpam dengan sajam golok dan celurit lalu mengikat dengan menggunakan tali rafia. Kemudian para pelaku membuka pintu ruang TU dengan merusak gembok, membongkar brankas ukuran sedang, dan mengambil uang tunai Rp5 juta, ssatu camera digital merek canon, 43 unit tablet merek Advend, dan dua unit HP milik satpam.

Barang bukti yang didapat dilokasi adalah beberapa potongan tali rafia untuk mengikat korban, satu linggis milik pelaku, uang Rp20.000, satu gembok dalam keadaan rusak, dan satu unit HP Nokia milik korban.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 20 Mei 2014

Selasa, 20 Mei 2014 07:52 WIB
PUSKOMINFO - Berikut ini lokasi layanan mobil SIM & STNK keliling di wilayah DKI Jakarta, Selasa 20 Mei 2014, dibeberapa lokasi:

1. Jakarta Pusat
SIM  : Kantor Pos Pasar Baru
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM   :LTC Glodok
STNK: LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM    : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM  : Pos Pol jembatan 3 Pluit
STNK: Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK: Ps Induk Kramat Jati

Jam Operasional: 08:00 s/d 12 :00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

Tawuran, Siswa SMK Tewas Diclurit di Senen

Selasa, 20 Mei 2014 07:34 WIB
PUSKOMINFO - Aditya Alfian, 16 tahun, pelajar SMK Budi Utomo tewas disabet clurit saat terjadi tawuran pelajar di Jalan Letjen Suprapto RW 06 Kelurahan Bungur, Senen, Jakarta Pusat, Senin (19/5) sore. Dua tersangka dalam waktu singkat dibekuk petugas gabungan Polsek Metro Senen dan Polres Metro Jakarta Pusat.

Kapolsek Metro Senen, Kompol Kartono, menuturkan tawuran itu terjadi sekira pukul 15:30 WIB. Saat itu korban bersama rekan-rekan sedang melintas di tempat kejadian. Tak lama kemudian melintas bus yang berisi pelajar SMK di Kemayoran, dan melihat korban lagi berjalan bersama rekannya tiba-tiba dihadang pelajar yang sengaja turun dari bus hingga terjadi tawuran sesama pelajar.

Massa pelajar yang menyerang itu sambil mengeluarkan senjata tajam terus menyerang lawan bahkan korban sempat kabur menyelamatkan diri namun karena kelompok lawan lebih banyak hingga korban tiba-tiba ambruk bersimbah darah akibat disabet clurit di bagian paha kanan dan punggung korban.


Melihat korban ambruk di aspal, pihak lawan segera kabur, sementara petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera membubarkan tawuran itu. Petugas segera membawa korban ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Namun setiba di ruang UGD RS Cempaka Putih, korban meninggal dunia.

Sementara petugas pimpinan Kasat Reskrim AKBP Tatan Dirsan Atmaja, bersama puluhan anggota langsung disebar untuk menangkap pelaku dan berhasil meringkus pelaku saat mau kabur dengan angkutan lain ke arah Pulogadung.

Tersangka yang ditangkap adalah RA,16 tahun, dan DW,16 tahun, kini diamankan ke kantor polisi berikut barang bukti clurit bergagang kayu yang masih terdapat bercak darah, yang sempat dibuang pelaku di temukan polisi di pinggir parit.

19 Mei 2014

Polsek Metro Cikupa Bekuk Pemerkosa Anak di OKU Sumatera Selatan

Senin, 19 Mei 2014 13:58 WIB
PUSKOMINFO - Polsek Metro Cikupa menangkap seorang laki-laki berinisial SL, 34 tahun, yang telah melakukan pemerkosaan terhadap anak-anak di bawah umur di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan.

Kanit Reskrim Polsektro Cikupa, Inspektur Dua Soemiran, Senin (19/5/2014) mengatakan, dibekuknya SL dilakukan untuk membantu proses pengejaran dan penangkapan yang dilakukan Polres OKU Selatan.

"Tersangka sudah diburu dari tahun 2013. Polres OKU Selatan juga memberikan surat permohonan bantuan penangkapan beserta identitas tersangka yang masuk daftar pencarian orang," ujar Ipda Soemiran.

SL sendiri diringkus pada Minggu (18/5/2014) malam kemarin. "Kami tangkap di sebuah terminal daerah Bekasi setelah dapat informasi," ujar Ipda Soemiran.

Informasi yang diperoleh, SL (34), pemerkosa anak di bawah umur di kawasan Kabupaten Ogan Komereng Ulu (OKU) Selatan adalah buronan yang cukup berbahaya, khususnya untuk anak-anak.

"Kabar yang kami terima dari pihak Polres OKU Selatan, SL sudah dilaporkan memerkosa dua anak perempuan usia 8 tahun. Salah satunya bahkan dikabarkan tewas," kata Ipda Soemiran, Senin (19/5/2014).

Permohonan bantuan dari Polres OKU Selatan, lanjut Soemiran, dilakukan agar korban SL tidak semakin meluas. "Karena itu, kami menbantu proses penangkapan tersangka," kata Ipda Soemiran lagi.

Rencananya, sore ini SL akan dijemput pihak Polresta OKU Selatan untuk digelandang balik ke sana.
"Kasus ini sepenuhnya ditangani Polres OKU Selatan. Siang ini akan dijemput balik ke Palembang oleh anggota dari sana," kata Ipda Soemiran.

Polda Metro Jaya akan Tindak Remaja yang Berpacaran di Fly Over

Senin, 19 Mei 2014 11:36 WIB
PUSKOMINFO - Polda Metro Jaya akan menertibkan remaja yang sering berpacaran di jalan layang atau fly over di Jakarta. Biasanya muda-mudi ini berada di fly over saat malam hari.

"Sedang diintensifkan menertibkan orang-orang yang berpacaran di fly over," kata Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Sudjarno, Senin (19/5/2014).

Mereka ditertibkan karena keberadaannya cukup meresahkan. Menurut Wakapolda, berpacaran di fly over dapat menimbulkan kerawanan, juga mengganggu lalu lintas. Tidak hanya itu, mereka berpotensi jadi korban aksi kriminalitas.

Pekan lalu dua sejoli yang sedang memadu kasih di jembatan layang Pasar Rebo, Jakarta Timur, disergap sekawanan perampok bersenjata tajam. Salah satu dari mereka tewas kena sabetan golok karena berusaha melawan. Untuk melakukan razia ini, polisi akan bekerjasama dengan pemerintah daerah.


Wakapolda Metro Jaya Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Simpatik Jaya

Wakapolda Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Simpatik Jaya
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Sudjarno

Senin, 19 Mei 2014 10:49 WIB
PUSKOMINFO - Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol. Sudjarno bertindak sebagai inspektur upacara dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Simpatik Jaya 2014di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/5/2014) pagi.

Apel tersebut dihadiri ribuan personel dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, satuan lainnya, dan TNI. Puluhan personil Satpol PP DKI dan Dinas Perhubungan DKI Juga hadir dalam apel tersebut.

Dalam amanat Inspektur Upacara, Wakapolda mengatakan, operasi ini dilakukan untuk meningkatkan situasi Kamtibmas di Jakarta mengingat selama ini banyaknya korban meninggal dunia di jalan raya.

"Operasi ini juga sebagai cipta kondisi jelang pilpres, agar pemilu bisa berlangsung aman, tertib, dan demokratis," ujar Wakapolda.

Wakapolda meminta semua personil mengedepankan sikap simpatik. Operasi akan digelar mulai hari ini (19/5/2014) hingga (8/6/2014) mendatang.

Wakapolda berharap, operasi akan membuat kesadaran dan kepatuhan masyarakat, membuat lalu lintas tertib dan lancar. "Indikatornya adalah menurunnya angka pelanggaran dan kecelakaan, serta menurunnya kemacetan," tutur Wakapolda.

Setiap hari, kata Wakapolda, ada 65 orang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas di Indonesia. "Sesuai yang dicanangkan Kapolri, kita harus jadi pelopor keselamatan berlalulintas," ujarnya.

Menurut Wakapolda, pelaksanaan operasi kali ini bukan hanya untuk menindak, melainkan membangun kesadaran berlalu lintas masyarakat, terutama pengendara sepeda motor.

"Titik berat operasi ini yakni pada kegiatan preentif dan preventif. Kita bangun kesadaran kendaraan berhenti behind the line di lampu merah, atau di belakang garis putih, semua akan diimbau supaya masyarakat mau berhenti di garis stop," ujarnya.


Wakapolda mengatakan, penertiban bukan hanya untuk kendaraan pribadi, namun juga angkutan umum. Bahkan, polisi tidak segan-segan melakukan tindakan represif jika pelanggarannya berpotensi menimbulkan kecelakaan.


Mulai Hari Ini Polda Metro Jaya Gelar Operasi Simpatik Jaya 2014

Senin, 19 Mei 2014 08:39 WIB
PUSKOMINFO - Mulai hari ini, Senin (19/5/2014), Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar Operasi Simpatik Jaya 2014 dengan sasaran pengendara yang melanggar. Operasi kepolisian ini akan dilaksanakan selama 21 hari ke depan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Resti Mulya Budiyanto kepada wartawan mengatakan, kegiatan razia yang rutin digelar setiap tahun itu bertujuan untuk menertibkan pengendara dalam berlalu lintas.

“Operasi serentak digelar di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama 21 hari yang akan dimulai sejak Senin (19/5),” ujarnya.

Dijelaskan Kombes Restu, dalam razia itu pihaknya meminta jajarannya lebih mengedepankan sifat humanis, berupa imbauan dan teguran. “Namun jika pelanggarannya cenderung membahayakan, pola represif akan kita lakukan,” tegasnya.

Adapun sasaran operasi yakni segala jenis angkutan seperti motor, mobil pribadi, angkutan umum dan angkutan barang. Sementara razia dilakukan di sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya, yang dinilai rawan pelanggaran lalu lintas.

Sasaran operasi yakni semua pelanggaran lalu lintas, seperti melawan arus, tindak mengenakan helm bagi pemotor, menerobos jalur busway, menghentikan dan menurunkan penumpang tidak pada tempatnya serta pelanggaran lainnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin 19 Mei 2014

Senin, 19 Mei 2014 08:34 WIB
PUSKOMINFO - Berikut ini lokasi layanan mobil SIM & STNK keliling di wilayah DKI Jakarta, Senin 19 Mei 2014, dibeberapa lokasi:

1. Jakarta Pusat
SIM  : Kantor Pos Pasar Baru
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM   :LTC Glodok
STNK: LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM    : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM  : Pos Pol jembatan 3 Pluit
STNK: Pos pol jembatan 3 pluit

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK: Ps Induk Kramat Jati

Jam Operasional: 08:00 s/d 12 :00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

Mayat Bayi Laki-laki Tersangkut di Kali Ciliwung

Senin, 19 Mei 2014 08:06 WIB
PUSKOMINFO - Sesosok mayat bayi laki-laki ditemukan membusuk di pinggir Kali Ciliwung, RT 06 RW 09, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (18/5/2014) pagi.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Aswin mengatakan, mayat bayi itu pertamakali ditemukan oleh petugas kebersihan saat sedang membersihkan kali.

"Mayat dalam keadaan tersangkut sampah-sampah di kali, kemudian oleh petugas kebersihan diangkat dibawa ke tempat yang aman," ujar Kompol Aswin

"Mayat bayi laki-laki itu diduga baru tiga hari dilahirkan," tanbahnya.

Mayat bayi tersebut kini berada di Rumah Sakit Fatmawati untuk divisum. Kasusnya ditangani Polsek Jagakarsa.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Gerebek Pabrik Narkoba di Jakarta Barat

Senin, 19 Mei 2014 07:55 WIB  
PUSKOMINFO - Aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek pabrik narkoba di Jalan Utama Sakti Raya, RT 03 RW 07, Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Untuk mengelabui polisi, pemilik bisnis haram tersebut bernama Rusli alias Hasan alias Alung mensulap pabrik narkoba itu menjadi bengkel las.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Eko Daniyato mengatakan pihaknya sudah mengintai usaha Rusli sejak Desember 2013, namun penggerebekan baru bisa dilakukan pada Jumat 16 Mei lalu dengan dibantu oleh tim Poslabfor Mabes Polri. Pabrik narkoba tersebut disamarkan sebagai bengkel las oleh pelaku.

"Dia sudah beroperasi selama delapan bulan," ujar Dirnarkoba.

"Tersangka mengaku setiap bulannya produksi 200 hingga 300 gram. Tapi kami terus melakan penyelidikan dan penyidikan," tambahnya.

Dari lokasi, polisi menyita prekusor berupa HCL 20 liter, aseton 60 liter, red posfor satu liter, asma soho 400.000 butir untuk efidrin, serta 15 gram sabu. Sedangkan peralatan, di antaranya presser satu buah, dua alat destilasi, kipas angin dua unit, dan dua set alat penyulingan.

Pencuri Modus Gembos Ban Dibekuk dan Dihajar Massa

Senin 19 Mei 2014 07:39 WIB
PUSKOMINFO - Satu dari tiga pencuri bermodus gembos ban mobil berhasil ditangkap dan dihajar massa saat beraksi di Jalan Alydrus, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5/2014) malam. Tersangka berikut sepeda motor yang dipakai beraksi diamankan ke kantor Polsek Metro Gambir.

Aksi yang dilakukan Dedi Ibrahim,32 tahun, bersama temannya berinisial An terjadi sekira pukul 18:00 WIB.

Saat kejadian, pelaku yang mengendarai dua sepeda motor berpapasan dengan mobil yang dikendarai seorang wanita. Pelaku teriak kepada korban kalau ban mobilnya gembos.  Korban tetap saja jalan karena tidak percaya.

Teriakan pertama tidak membuahkan hasil, pelaku balik lagi dan memberitahu kalau knalpot mobil korban mengeluarkan api. Kali ini korban menjadi panik dan menghentikan kendaraannya untuk memeriksa kondisi ban dan knalpot.

Melihat korbannya turun, pelaku langsung turun dari motor dan mengambil tas berisi uang, HP dan peralatan kosmetik dari dalam mobil korban. Rupanya aksi pelaku dipergoki warga yang curiga ada seorang pria mengambil tas dari mobil tersebut.

Warga segera meneriaki maling dan mengejar pelaku. Karena semakin banyak yang mengejar, pelaku menjadi panik. Akibatnya, motor yang dikendarainya menabrak trotoar dan terjatuh. Massa yang kesal dengan ulah pelaku langsung menghakiminya hingga babak belur.

Rekan pelaku, An berhasil melarikan diri naik motor lain ke arah Jalan Gajah Mada sambil membawa tas milik korban. “Kami masih memburu rekan pelaku,” kata Kanit Reskrim Polsek Gambir, Kompol Joko Waluyo.

16 Mei 2014

Polsek Pamulang Gerebek Ruko Tempat Pengoplos Gas, Dua Tersangka Dibekuk



tsk-oplos
Jumat, 16 Mei 2014 15:43 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Pamulang menggerebek sebuah ruko yang dijadikan tempat pengoplosan gas 3 kg ke 12 kg di Jalan Arjuna, RT 01/01 Kel. Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (15/5/2014) malam. Dua tersangka diamankan berikut sejumlah barang bukti.

Tersangka yang ditangkap bernama Joko Handoko, 24 tahun dan Ipen, 28 tahun, melakukan aksinya mengoplos gas di ruko milik Joko. Barang bukti yang disita yakni 26 buah tabung gas 3 kg, 15 tabung gas ukuran 12 kg dan 5 selang regulator.

Kapolsek Pamulang, Kompol Doddy F. Sanjaya, mengatakan terungkapnya kasus ini setelah polisi menerima laporan dari masyarakat adanya peredaran gas oplosan di wilayah Pamulang dan sekitarnya.
Petugas pun menyelidiki informasi tersebut dan berhasil menangkap pelaku.

“Mereka sudah mengoplos gas ini sejak empat bulan lalu,” tandas Kapolsek.

"Tersangka kita kenakan pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” ujar kapolsek.

Dewi Batal ke Surabaya Karena Kecopetan di Senen

Jumat, 16 Mei 2014 15:17 WIB
PUSKOMINFO - Seorang perempuan muda bernama Dewi, 20 tahun, harus mengurungkan niatnya untuk berlibur ke Surabaya, Jawa Timur, lantaran menjadi korban pencopetan di pintu gerbang Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2014).  Dompet berisi sejumlah uang, ponsel, dan kartu ATM miliknya raib digondong maling.

Dewi menjelaskan, sebelum masuk ke Stasiun Senen dia naik bus Transjakarta. Begitu turun dari bus saat berjalan menuju gerbang stasiun tiba-tiba dua pemuda memepetnya dari samping kanan dan kiri. Hal itu tidak membuat dirinya curiga, lantaran situasi di sekitar stasiun memang berdesak-desakan akibat membludaknya pengunjung pasar tumpah di ruas jalan Stasiun Senen.

Dewi baru sadar menjadi korban kejahatan ketika akan masuk ke ruang tunggu pemberangkatan kereta. Saat itu dirinya hendak menunjukan tiket kepada petugas keamanan.

"Pas mau masuk ke pemeriksaan tiket buat masuk ke ruang tunggu saya baru nyadar dompet dan handphone saya sudah hilang, namun tiket yang saya simpan di plastik masih ada," keluhnya.

Korban yang berencana berangkat pukul 14.00 WIB menuju Stasiun Turi, Surabaya ini akhirnya memilih membatalkan keberangkatannya.

Dilecehkan Pelatih, Atlet Pelatnas Lapor ke Polda Metro Jaya

Jumat, 16 Mei 2014 15:17 WIB  
PUSKOMINFO - Seorang atlet tenis berinisial ES, 17 tahun, melaporkan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pelatihnya berinisial DP.

Kekerasan seksual itu dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan TBL/1795/V/2014/PMJ/Dit Reskrimum, tanggal 16 Mei 2014 pukul 11.32 WIB. Sang pelatih disangkakan Pasal 82 UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Menurut Ibunda korban, AS, anaknya menjadi korban kekerasan seksual oleh pelatihnya saat berada di rumah terlapor, di Jalan Masjid Al Anwar, Jakarta Barat, pada 26 Agustus 2014 lalu.

"Kejadian saat anak saya berumur 16 tahun, kejadian itu terjadi di kamar pelatihnya," ujar AS kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/5/2014).

Kata dia, kalau LS tidak melarikan diri korban akan menjadi korban sodomi. AS pun lantas menceritakan kejadian bejat tersebut.

Awalnya putranya, ES, ingin mengikuti pelatihan dari seorang pelatih tenis luar negeri yang tengah berkunjung ke Indonesia. Menurut AS, pelatihan itu terdiri dari dua sesi. Sesi pertama digelar di Senayan, sedangkan sesi kedua diadakan di Puncak.

"Anak saya disuruh ikut sesi yang kedua. Malamnya dia diminta ke rumah pelatih untuk besok berangkat bareng-bareng ke Puncak," kata AS. Pada saat menunggu di dalam rumah pelatih di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, itu, tambah AS, di sanalah hampir terjadi pelecehan. Syukurnya, waktu itu ES sempat melarikan diri.

"Terjadi di dalam kamar pelatihnya. Dia dikunci di dalam kamar, tetapi dia ada kesempatan izin minum keluar kamar. Lalu dia kabur dengan loncat pagar. Dia lari sambil nangis, pulang naik ojek," kata AS.

"Tidak sampai disodomi. Tapi enggak menutup kemungkinan kalau tidak lari, dia bisa disodomi," lanjut AS.

ES pun pulang ke rumahnya di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Setelahnya, dia mengalami trauma atas kejadian tersebut. Sampai saat ini pun, kata AS, putranya itu masih ragu menceritakan kronologi kejadian tersebut.

Sementara Kuasa hukum LS, M. Mukhlas mengatakan, insiden itu sudah terjadi cukup lama yakni 1 tahun lalu. Namun, sebelum melapor keluarga korban berkonsultasi terlebih dengan psikolog terkait untung rugi pihak keluarga melaporkan pelatih tenis tersebut.

"Keluarga memikirkan masa depan anak, dan mentalnya juga. Akhirnya diputuskan melapor agar hukum ditegakkan, kejadian serupa tidak terulang," ujar Mukhlas.