31 Januari 2015

Diduga Hendak Mencuri Pompa Air, Bokir Tewas Kesetrum


Bokir tewas kestrum karena diduga akan mencuri pompa air
Bokir tewas kestrum karena diduga akan mencuri pompa air

Sabtu, 31 Januari 2015 11:34 WIB
PUSKOMINFO - Marta alias Bokir, 52 tahun, pria yang sudah berulang kali masuk penjara ditemukan tewas mengenaskan dengan sekujur tubuh gosong. Diduga Bokir tewas akibat tersetrum listrik usai mencuri pompa air dari sumur warga di RT.04/04, Desa Nanggerang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (31/1/2015) dinihari.

Di lokasi kejadian petugas menemukan barang bukti pompa air berjarak 10 meter dari lokasi penemuan jasad pelaku yang tergeletak di kebun singkong.

Menurut Kapolsek Bojong Gede, Kompol Ganet Sukoco, diduga korban meninggal akibat tersetrum sewaktu berusaha mengambil mesin pompa air di atas sumur milik H. Amar.

“Pelaku tewas dengan keadaan tubuh gosong kesetrum listrik bertegangan 1300 watt sewaktu berusaha mengambil mesin air dari atas sumur,”ujar Kapolsek kepada wartawan, Sabtu (31/1/2015).

Korban sesuai KTP berasal dari Kp.Curug Bitung RT.03/02 Curug Bitung, Kec. Nanggung. Namun tinggal berdomisili di RT.01/05 Desa Nanggerang, Kec.Tajuhlang, bekerja sebagai anggota linmas di kantor desa.

“Dari catatan kami di kepolisian korban merupakan residivis pencurian yang sudah kerap keluar masuk penjara,”katanya.

Petugas inafis Polresta Depok memeriksa jasad pelaku menemukan alat bukti berupa tang, pisau belati dipinggang kiri serta mesin air seharga Rp.300 ribu.

“Pihak keluarga tidak menginginkan korban untuk diotopsi. Sehingga dengan disaksikan oleh ketua RT, RW, dan Kades di depan kerabat korban membuat surat pernyataan,” kata kapolsek.

30 Januari 2015

Dua Pria Pengendara Mobil Honda CRV Pembawa Senjata Api di Depok Dinyatakan Positif Narkoba



Pengemudi CRV Putih Pembawa Senjata Api Positif Narkoba
Senjata api dan nakoba ditemukan di dalam mobil CRV putih B 888 SAW

Jumat, 30 Januari 2015 13:36 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Polresta Depok memastikan, kedua pria pengendara mobil Honda CRV putih Nopol B 888 SAW, penyimpan sejumlah senjata api dan ganja, positif menggunakan narkoba.

Hal itu dipastikan setelah polisi melakukan tes urine atas keduanya.

"Hasil tes urine keduanya positif ganja, sabu dan ekstasi," kata Kasatreskrim Polresta Depok, Kompol Agus Salim, Jumat (30/1/2015).

Kasat Reskrim menuturkan tes urine keduanya dilakukan setelah polisi mendapati satu paket ganja dan bong penghisap sabu di mobil CRV yang mereka kendarai. Selain narkoba, kata Kompol Agus, polisi menemukan sejumlah senjata api di mobil tersebut.

Dari hasil ini, kata Kompol Agus, pihaknya akan menjerat keduanya dengan UU Narkotika serta UU Darurat. Selain itu, polisi juga masih mendalami kemungkinan keduanya melakukan tindak pidana pencurian.

Polresta Bekasi Tembak Mati Pelaku Curas

Jumat, 30 Januari 2015 13:22 WIB
PUSKOMINFO - Anggota Reskrim Polresta Bekasi menembak mati satu dari tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dengan sasaran kendaraan roda dua dan perumahan.

Kepolisian menembak mati satu pelaku karena berusaha melawan petugas dengan menggunakan senjata api (senpi) rakitan jenis revolver.

"Para pelaku sudah beberapa kali beraksi di wilayah Cibubur, Tangerang dan Bekasi serta tidak segan-segan melukai korban," kata Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Isnaeni Ujiarto kepada wartawan di Mapolresta Bekasi, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (29/1/2015) kemarin.

Kapolres mengatakan, pelaku yang ditembak mati berinisial AN alias BW, 35 tahun, yang ditembak di bagian punggung. Sedangkan satu pelaku ditembak di bagian kaki berinisial AF, 24 tahun.

Menurut Kapolres, kejadian berawal saat pihaknya mendapat informasi pencurian di kediaman korban bernama Sandra, 58 tahun, di Jalan Karet 3 Blok H RT 06/RW 08 Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akhir Desember tahun lalu. Saat itu, korban mengalami kerugian uang tunai Rp 64 juta, perhiasan emas seberat 148,95 gram.

"Para pelaku masuk ke dalam rumah malam hari, saat korban sedang tertidur," ujar Kapolres.

Kemudian pelaku melumpuhkan korban sambil mengancam dengan senpi rakitan dan senjata tajam. Setelah korban diikat dan dibekap, pelaku menguras harta benda korban.

Kapolres melanjutkan, pada pertengahan Januari 2015, polisi menangkap dua pelaku atas nama AF dan AN di Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Anggota polisi melakukan pengembangan untuk mencari tersangka lain. Saat pengembangan kedua pelaku melakukan perlawan dan membahayakan anggota sehingga satu pelaku ditembak mati.

"Berdasarkan pengakuan pelaku, kita menangkap satu pelaku lainnya berinisial OJ, 29 tahun, di Cipondoh, Tangerang," kata Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

Komplotan ini, kata Kapolres, bukan merupakan kelompok Lampung. "Pelaku yang ditembak mati adalah warga Karawang, Jawa Barat bukan kelompok Lampung," katanya.

Dari tangan pelaku, kepolisian menyita 1 pucuk senpi rakitan, 4 butir peluru, kunci letter T, perhiasan emas, 3 unit kendaraan roda dua, uang tunai Rp 1,6 juta dan handphone.

Pelaku kini mendekam di tahanan Mapolresta Bekasi dan dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.

Polresta Depok Periksa Intensif 2 Pria Bawa Senpi



Jumat, 30 Januari 2015 11:16 WIB
PUSKOMINFO - Pihak Kepolisian Resor Kota Depok masih memeriksa intensif terhadap dua pria pengendara mobil Honda CRV yang ditangkap karena membawa senjata api, pada Kamis (29/1/2015) sore sekira pukul 17:00 WIB.

"Dua orang yang merupakan penumpang mobil telah diamankan dan masih dalam pendalaman," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul kepada wartawan, Jumat (30/1/2015).

Adapun barang bukti yang ditemukan di dalam mobil Honda CRV Nopol B-888-SAW adalah sepucuk senjata berburu caliber 4,5 mm merk Benyamin, sepucuk senpi genggam, tiga magazen Cal 9 mm, tujuh butir peluru, sepucuk Pen Gun dengan dua butir peluru, serta sebuah Air Gun Pellets H&N sport Baracuda 22" (5,5 mm). 

Kedua pelaku berinisial Z warga Babakan Madang, Bogor dan MA warga Kalibata, Jakarta Selatan hinggga kini masih diperiksa intensif aparat polisi. Polisi juga masih mendalami apakah mereka sudah melakukan kejahatan atau belum.

Polresta Depok Tangkap Dua Pria Bersenjata Api

Jumat, 30 Januari 2015 08:10 WIB
PUSKOMINFO - Dua orang yang diduga pelaku kejahatan tertangkap oleh polisi dan warga di Sukmajaya, Depok, Kamis (29/1/2015) sore. Satu diantaranya ditembak mengenai pinggul saat pengejaran oleh petugas.

Kepala Satuan Reserse Polresta Depok, Kompol Agus Salim menerangkan, dua orang yang masing-masing berinisial Z, 24 tahun dan MA, 36 tahun,  itu sempat mencoba melarikan diri dari kejaran petugas di Jalan Simpangan Raya.

"Jadi dua orang yang diduga akan melakukan tindak pidana ini melewati Jalan Simpangan Raya, dalam kecepatan tinggi. Kemudian dikejar oleh warga yang meneriakkan maling. Dikejar oleh anggota kita yang sedang berjaga di jalan," kata Kompol Agus Salim, di Mapolresta Depok, Kamis (29/1/2015).

Dalam pengejaran itu, kata Kompol Agus Salim, para terduga pelaku kejahatan mengarahkan kendaraannya ke Jalan Tole Iskandar. Saat melintas di depan Mapolsek Sukmajaya, sejumlah anggota kepolisian berusaha menghadang. Saat itulah, satu dari dua pelaku mengeluarkan senjata api dan mengarahkan tembakan ke petugas.

"Mereka mengeluarkan senjata dan mencoba kabur. Kemudian ditembak oleh anggota. Setelah ditembak, ketangkap di Jalan Agung Raya," terang Kompol Agus Salim.

Sebelum ketangkap, dua orang tersebut sempat diamuk oleh warga. Pasalnya saat mencoba melarikan diri dari kejaran petugas, mobil yang mereka kemudian sempat menyerempet beberapa sepeda motor warga.

Menurut Kompol Agus, dua pelaku mengalami luka berat akibat diamuk massa. Satu di antaranya juga mengalami luka tembak di bagian pinggang. "Mereka sempat membalas tembakan petugas. Karena kita menemukan satu selongsong di dalam mobil," tukasnya.

Kedua pelaku yang luka berat kemudian dibawa ke RS Mitra Keluarga untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan mobil yang mereka gunakan, yakni Honda CRV 888 SAW telah diamankan di Mapolresta Depok dalam keadaan rusak berat akibat diamuk massa.

Polres Metro Jakarta Utara Tangkap Peracik Miras Oplosan

Jumat, 30 Januari 2015 07:59 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara menangkap seorang peracik minuman keras (miras) oplosan di rumah kontrakan di Jalan Mangga Besar XIII, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2015). Tersangka bernama Ahmad Sofyan, 31 tahun, ditangkap saat sedang meracik miras.

Dari lokasi penggerebekan, petugas menyita 10 botol miras, 10 botol miras kosong, aluminium foil, cat semprot, alkohol, dan minuman soda.

Kepada penyidik, pelaku mengaku sudah mengoplos minuman itu sejak tujuh bulan lalu. Pelaku meracik miras itu, ketika ada permintaan dari pelanggannya.

"Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat miras itu dibeli dari toko kimia di kawasan Jakarta Barat," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Mohammad Iqbal, Kamis (29/1/2015).

Kapolres mengatakan, pelaku bisa meracik miras oplosan tersebut dari pengalamannya sebagai bartender selama sembilan tahun di salah satu tempat hiburan di Jakarta Pusat.

Karena keuntungannya lumayan besar, Sofyan nekad berhenti sebagai bartender dan memilih menjual miras oplosan. "Gaji saya kecil jadi bartender, hanya dibayar Rp 1,6 juta per bulan. Awalnya hanya coba-coba dan mirasnya dijual ke teman-teman, ternyata keuntungannya lumayan," kata Sofyan kepada penyidik.

Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Apollo Sinambela, mengatakan kedua tersangka ditangkap berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa Supriyadi bisa menyediakan miras berbagai merek dalam jumlah banyak.

Berbekal informasi itu, Supriyadi ditangkap saat transaksi di halaman Hotel Holiday Inn Sunter Agung, Tanjung Priok. Kemudian, kata Apollo, dilakukan pengembangan dan berhasil meringkus Ahmad Sofyan sebagai otak peracik miras oplosan itu.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat UU RI No 36 tentang Kesehatan pasal 197 sub pasal 142. UU No 18 thn 2012 tentang Pangan pasal 135 dan pasal 139 (mengedarkan pangan tanpa ijin, memproduksi tanpa memenuhi syarat sanitasi, mengedarkan barang/ makanan yang sudah diketahui palsu) dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

Dua Pelaku Begal Motor Ambruk Ditembak Polsek Metro Taman Sari

Jumat, 30 Januari 2015 07:51 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Taman Sari, Jakarta Barat menembak dua dari lima pelaku begal sepeda motor yang meneror jalan di Jakarta, Kamis (29/1/2015). Dua pelaku berinisial IDR dan AY ambruk ditembak lantaran sempat melawan petugas.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Metro Taman Sari, Kompol Ferio Ginting, total ada lima pelaku yang diamankan polisi. Kelimanya merupakan kelompok Pandeglang yang kerap meneror pengendara sepeda motor saat malam hari.

"Total ada lima pelaku yang diamankan. Tiga tak melawan, tapi dua orang melawan akhirnya kami tembak kedua kakinya, soalnya mau kabur lewat pintu belakang," ucap Kanit Reskrim di Mapolsek Metro Taman Sari, Kamis (29/1/2015).

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 30 Januari 2015

Jumat, 30 Januari 2015  07:48 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling, Jumat 30 Januari 2015, di lima lokasi DKI Jakarta, sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM   : Kantor Pos Pasar Baru
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM    : Citraland Grogol
STNK : Citraland Grogol

3. Jakarta Selatan
SIM     : TMP Kalibata
STNK  : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM    : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Pos Pol Jembatan 3 Pluit

5. Jakarta Timur
SIM  : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

- Jam Operasional: 08:00 s/d 13:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

29 Januari 2015

Begal Sepeda Motor di Tangerang Ditangkap Patroli Kring Serse Polsek Neglasari

Kamis, 29 Januari 2015 13:58 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Neglasari, Tangerang menangkap seorang begal motor yang beraksi di Jl. Sitanala, kota Tangerang, Kamis (29/1/2015) dinihari. Tersangka bernama Suni, 48 tahun, ditangkap petugas yang tengah melaksanakan patroli kring serse

Menurut Kanit Reskrim Polsek Neglasari, Iptu Badruzaman,SH, saat itu ia sedang patroli kringserse dengan anggotanya Bripka Sasdyanto dan Brigadir Rifki Prima Utama, melihat orang berteriak minta tolong karena sepeda motornya dirampas penjahat.

Ia pun mengejar pelaku yang membawa kabur sepeda motor Yamaha Vixion B 6800 GIT hingga tertangkap di depan pom bensin jalan Sitanala karena lalu lintas macet. Pelaku, warga Pandeglang Banten itu sempat dihajar warga hingga bonyok. 

Penuturan korban, Moh Tohirudin, kepada petugas Polsek Neglasari, saat kejadian ia dalam perjalanan hendak ke Bandara Soetta, saat melintas di Jalan Sitanala dipepet pelaku sambil menghunus golok lalu merampas sepeda motornya. “Saya teriak rampok didengar petugas patroli.” katanya.

Polresta Depok Bekuk Pimpinan Begal Motor di Sukmajaya




Akhir Kisah Perjalanan Kakak Beradik Begal Motor Depok
Masduki, salah satu pelaku begal motor di Depok ditangkap Polresta Depok.

Kamis, 29 Januari 2015 12:02 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Reserse Kriminal Polresta Depok membekuk pimpinan begal motor yang kerap beraksi dan meresahkan warga Depok akhir-akhir ini. 

Tersangka yang ditangkap bernama Masduki, 25 tahun, warga asal Lampung. Masduki merupakan adik tersangka Mul yang tewas dalam penggerebekan yang dilakukan Satuan Reskrim Polresta Tangerang dan Satreskrim Polresta Depok di sebuah rumah kontrakan di kawasan KUD RT 1 RW 3, Sukamaju, Cilodong, Depok, pada Rabu (28/1/2015) kemarin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, satu dari empat pelaku begal motor di Depok ditembak mati petugas lantaran nekat melakukan perlawanan dalam sebuah penggrebekan di rumah kontrakan di kawasan Sukmajaya Depok, Selasa (27/1/2015) dinihari.

Dalam penggrebekan itu, polisi menembak mati salah satu pelaku, yang diketahui bernama Mul. Ia terpaksa diterjang timah panas petugas lantaran mencoba melawan dan kabur saat akan diringkus. Belakangan diketahui, Mul ternyata kakak kandung Masduki.

Saat penggerebekan, di lokasi itu polisi juga sempat melihat tiga orang lainnya. Namun mereka berhasil lolos, meski satu di antaranya sempat tertembak pada bagian kaki. Dari dalam kontrakan itu, polisi berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam berikut tujuh unit motor. Di antaranya, 4 motor Suzuki Satria dan 3 motor matik.

Aksi kelompok ini dikenal sadis dan tak mengenal rasa iba pada tiap korban-korbannya. Itulah yang membuat komplotan ini dicari polisi. Di Depok, mereka tercatat sudah membantai dua korbannya hingga tewas.Modus itu dilakukan jika korbannya melawan. Selain di Depok, mereka juga cukup ditakuti di wilayah Tangerang dan sekitarnya karena aksi-aksinya yang nekat dan sadis.

Di Depok, kejadian pertama di Jalan Juanda, Sabtu 10 Januari 2015. Komplotan ini berhasil membawa kabur motor Suzuki Satria milik Bambang Syarif Hidyatulloh, seorang pekerja yang pulang melintas di jalan itu sekira pukul 02:00 WIB. Bambang tewas dengan luka tusuk nyaris di sekujur tubuh.

Terakhir, kawanan ini menghabisi nyawa seorang pengendara motor yang melintas di depan Kampus BSI, Jalan Margonda Raya, Minggu (25/1/2015) dinihari sekira pukul 03:20 WIB. Selain membawa motor, komplotan ini juga menggasak HP dan dompet berisi uang serta identitas korbannya.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Agus Salim mengatakan, setelah dilakukan pengembangan akhirnya petugas berhasil membekuk Masduki yang merupakan pimpinan begal motor tersebut.

Dari hasil penelusuran penyidik, diketahui Masduki dan keempat rekannya merupakan pelaku pencuri motor yang kerap beraksi tidak hanya di Depok, tetapi juga di Jakarta, Bogor, Bekasi, hingga Tanggerang.

"Mereka ini tak hanya berulah di Depok, tetapi juga di sekitar Jakarta, Bogor, Bekasi dan Tangerang. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk membekuk tersangka yang masih buron," pungkas Kasat Reskrim, Kamis (29/1/2015).

Polsek Metro Palmerah Bekuk Ibu Rumah Tangga Pengedar Sabu

Kamis, 29 Januari 2015 11:05 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Palmerah menangkap Sutiana, 43 tahun, janda beranak empat yang nekat menjual narkotika jenis sabu, di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

Penangkapan ibu rumah tangga itu berawal dari penangkapan Sonda Al Masih alias Nando di Jalan Mangga Besar VII, Tamansari, Jakarta Barat.

Kapolsek Metro Palmerah, Kompol Darmawan, mengatakan, pihaknya menangkap Sonda di Tamansari setelah digeledah kantong jaket sebelah kiri, ditemukan shabu dua paket seberat 2,76 gram, uang Rp1 juta, dan satu unit telefon genggam (handphone).

"Tersangka mengatakan, bahwa sabu itu diperoleh dari VR warga Kampung Ambon," ujar Kapolsek kepada wartawan, Kamis (29/1/2015).

Kata Kapolsek, pihaknya langsung mengembangkan ke rumah VR di Kampung Ambon, namun polisi gagal mendapatkannya. "Selanjutnya kami mengarah ke rumah Sutiana, karena menurut pengakuan tersangka sebagian barang sudah dijual kepada Sutiana," sambung Kapolsek.

Polisi langsung bergerak cepat ke kediaman Sutiana di kawasan Kapuk, dan saat digrebek ditemukan sabu 12 gram dan uang hasil penjualan Rp500 ribu yang disimpan di dalam kantong celana.

"Tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Palmerah guna penyidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Metro Palmerah, AKP Khoiri mengatakan, Sutiana nekat menjual sabu itu untuk menghidupi empat orang anaknya yang sudah lama ditinggal oleh sang suami. "Dia terpaksa menjual narkoba itu, karena faktor ekonomi," ujar Khoiri.

Kini Sutiana dan Sonda Al Masih harus meringkuk di balik jeruji besi Mapolsek Palmerah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Polsek Curug Tangerang Tangkap Polisi Gadungan

Kamis, 29 Januari 2015 10:05 WIB
PUSKOMINFO - Kerap memalak (meminta jatah) dan mengaku sebagai polisi, pria berinisial DG, 32 tahun, ditangkap petugas Polsek Curug, Rabu (28/1/2015) pagi.

Warga yang tinggal di Kelurahan Sukamulya, RT 2/2 Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang itu ditangkap usai meminta jatah kepada setiap truk bermuatan lebih di Jalan Raya Serang, Kabupaten Tangerang, tepatnya di dekat pintu tol keluar Bitung (Tol Jakarta-Tangerang).

Aksi DG tercium setelah dirinya sering meminta ‘jatah’ berlebih. Karena DG mematok harga ‘setoran’ dengan minimal satu truk yang melintas Rp120.000.  Tak tahan diperas terus-menerus oleh DG, para sopir diam-diam melaporkan hal itu kepada petugas Polsek Curug.

Petugas Polsek Curug yang mendengar informasi tersebut langsung turun ke lokasi. Saat dilakukan penangkapan, DG berpakain seperti layaknya polisi sepulang dinas, yakni dengan menggunakan jaket kulit hitam, sepatu hitam, sabuk yang menyerupai polisi, bahkan tak lupa dia menonjolkan sedikit benda yang menyerupai pistol. Padahal benda tersebut adalah korek api.

DG pun akhirnya tak bisa berkutik setelah aksinya diketahui aparat kepolisian setempat. Kemudian dia dibawa ke Polsek Curug untuk diperiksa.

Kanit Reskrim Polsek Curug, IPTU Sobirin mengungkapkan, tertangkapnya tersangka DG karena adanya laporan keresahan dari warga.

"Khususnya keresahan dari para sopir truk yang kerap menjadi sasaran aksi DG," ungkap IPTU Sobirin.

Menurut dia, saat beraksi DG masih menggunakan pakaian layaknya petugas polisi. "Ternyata saat ditangkap dia (tersangka) benar menggunakan atribut kepolisian dan menyimpan pistol korek api," katanya.

Sementara DG, saat dimintai keterangannya mengaku dirinya nekat memakai atribut yang menyerupai aparat kepolisian untuk mempermudah aksinya yang kerap ngomel ke kendaraan. "Agar gagah seperti polisi saja," ujarnya.

DG mengaku, dirinya beraksi dari pukul 05:00 WIB subuh sampai pukul 06:30 WIB pagi, dengan pemasukan ratusan ribu rupiah per 1,5 jam tersebut. "Paling sedikit saya minta Rp120.000 saat beroperasi," ujarnya.

Adapun barang bukti yang disita adalah selain atribut kepolisian yang dia gunakan, Polsek Curug juga mengamankan sepeda motor jenis matic bernopol B 6833 GKQ.

Polsek Metro Ciracas Tangkap Tiga Penjual Miras Oplosan di Warung Jamu

Kamis, 29 Januari 2015 09:07 WIB
PUSKOMINFO -  Petugas Polsek Metro Ciracas berhasil menangkap  tiga penjual miras oplosan, RB, 24 tahun, MF, 20 tahun, dan RK, 23 tahun, yang ditangkap di warung jamu miliknya, di Jalan Masjid RT 03/01, Ciracas, Jakarta Timur.

Tiga penjual yang telah menjadi tersangka tersebut, menjual miras yang dioplos dengan alkohol berkadar 95 persen.

Kapolsek Metro Ciracas, Kompol Djitu Martono mengatakan, pihaknya berhasil menangkap tiga pelaku, setelah mendapatkan laporan dari warga terkait tewasnya empat warga akibat miras oplosan. Empat korban yakni Herman, 50 tahun, Timan, 50 tahun, Subianto, 35 tahun, dan Tuin, 50 tahun, warga RT 03/01 Ciracas, Jakarta Timur, tewas bergiliran usai menenggak miras oplosan pada Minggu 25 Januari lalu

"Kami mendapatkan laporan, bahwa dua korban atas nama Timan dan Herman, tewas pada Senin (27/1/2015). Mereka menenggak miras oplosan pada Minggu (26/1/2015) malam," ujar Kapolsek.

Anggotanya pun langsung melakukan penelusuran kasus tersebut. Namun, sayangnya keluarga korban enggan memberikan informasi mengenai tewasnya kedua korban tersebut. Namun, pihaknya berhasil menemukan dua korban lainnya, Subiyanto, dan Tuin yang masih hidup.

"Kami langsung melakukan pemeriksaan. Keterangan dari korban kami dapat, merujuk kepada penjual miras oplosan di sebuah warung jamu di Jalan Masjid RT 03/01, Ciracas, Jakarta Timur. Namun, sayangnya, kedua korban meninggal tadi siang," kata Kapolsek.

"Atas informasi tersebut petugas kemudian melakukan penggeledahan warung jamu tersebut dan mengamankan ketiga tersangka berikut barang bukti," kata Kapolsek. 

Senpi yang Ditemukan di Rak Sepatu di Cikupa Ternyata Milik Pelaku Curanmor

Kamis, 29 Januari 2015 08:26 WIB
PUSKOMINFO - Senjata api rakitan lengkap dengan 12 butir peluru tajam ditemukan di sebuah rak sepatu rumah kontrakan seorang buruh, di Kampung Bitung, RT 03 RW 02, Desa Bitung Jaya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu (28/1/2015) kemarin, ternyata milik pelaku curanmor.

Kapolsek Cikupa, Kompol Brismen Daniel Simanjuntak mengatakan hasil penyelidikan petugas gabungan Polsek Cikupa dan Satuan Jatanras Polda Metro Jaya, ternyata senjata api yang ditemukan buruh di rak sepatu kontrakan ternyata milik pelaku curanmor asal Lampung. Pelaku merupakan tetangga kontrakan si buruh yang menemukan senpi rakitan tersebut.

Dua pelaku sudah ditangkap yakni  Sugiatno, 25 tahun, dan Inan, 28 tahun. “Kami bersama Satuan Jatanras Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua pelaku asal Lampung. Guna kepentingan penyelidikan, pelaku dibawa ke Polda Metro Jaya,” kata Kapolsek.

Penangkapan kedua pelaku oleh anggota gabungan, kata Kapolsek, berawal dari penemuan dua pucuk senpi rakitan oleh Sumastono,25 tahun, buruh pabrik, Selasa (27/1/2015) pagi. Saat itu lelaki asal Tuban, Jawa Timur itu terkejut ketika menemukan tas hitam kecil tergeletak di atas rak sepatu yang berada di depan kontrakannya. Saat dibuka, ternyata tas tersebut berisi dua pucuk senpi rakitan berikut 12 peluru dan sebuah kunci leter T. Penemuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Cikupa.

“Berawal dari penemuan dua senpi rakitan oleh seorang buruh, kami pun langsung melakukan penyelidikan,” ungkap Kapolsek.

Saat dilakukan penyelidikan, kataKapolsek, pihaknya mencurigai salah satu penghuni kontrakan milik H. Edi tersebut. Kecurigaan itu terbukti benar, saat digeledah, petugas menemukan 7 butir amunisi dari dalam kontrakan Sugiatno. Pemuda asal Lampung itu pun kemudian diamankan petugas.

Dari keterangan Sugiatno, sambung Kapolsek, anggota buser Polsek Cikupa bersama Jatanras Polda Metro Jaya kemudian mengejar Inan. Dari pengakuan keduanya, polisi  menyita kembali tiga pucuk senpi rakitan.

“Kami menemukan kembali 3 pucuk senpi. Totalnya ada 5 pucuk senpi rakitan. Keduanya masih diperiksa guna kepentingan lebih lanjut,”pungkas Kapolsek.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis 29 Januari 2015

Kamis, 29 Januari 2015  08:18 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling, Kamis 29 Januari 2015, di lima lokasi DKI Jakarta, sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM   : Kantor Pos Pasar Baru
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM    : Citraland Grogol
STNK : Citraland Grogol

3. Jakarta Selatan
SIM     : TMP Kalibata
STNK  : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM    : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Pos Pol Jembatan 3 Pluit

5. Jakarta Timur
SIM  : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

- Jam Operasional: 08:00 s/d 13:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Geledah Pabrik Daur Ulang Oli di Penjaringan


Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Geledah Pabrik Daur Ulang Oli 
Kamis, 29 Januari 2015 06:53 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggeledah pabrik daur ulang oli atau limbah B3 di Jalan Pergudangan, Penjaringan, Jakarta Utara. Dari penggeledahan itu, diketahui tempat itu milik tersangka bernisial NS.
 
Kepala Sub Direktorat Sumber Daya Lingkungn (Kasubdit Sumdamling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Adi Vivid, mengatakan pengeledahan itu dilakukan berdasarkan pengaduan warga sekitar yang mencurigai aktivitas pabrik daur ulang oli itu. Warga sering kali mencium bau tak sedap dan oli yang berceceran di jalan.
 
"Tersangka menjalankan usaha pengelolaan limbah B3 selama satu tahun. Tetapi tidak memiliki legalitas usaha (SIUP dan TDP), serta amdal, izin lingkungan, izin pengakuan dan lainnya," tutur AKBP Adi Vivid kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/1/2015).
 
Dari pemeriksaan diketahui, NS mempekerjakan sebanyak tujuh orang untuk menjadi karyawan. AKBP Adi Vivid mengaku para karyawan itu mendapatkan limbah oli dengan cara membeli dari bengkel-bengkel motor dan mobil di sekitar Jakarta Utara.
 
Lebih lanjut, tersangka NS menjual hasil daur ulang oli bekas kepada perusahaan di Tangerang dengan harga sebesar Rp 450 ribu per drum. Padahal, kata AKBP Adi Vivid, mereka mendapatkan oli bekas itu di bengkel motor dan mobil dengan harga Rp 400 ribu per drum.
 
"Perusahaan membeli oli bekas untuk digunakan mesin genset (pembangkit listrik,-red) penganti solar," tambahnya.
 
Atas perbuatan itu, tersangka NS disangkakan melakukan tindak pidana bidang lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pasal 102 Juncto pasal 59 ayat 4 dan atau pasal 109 Jo pasal 36 ayat 1 yang tertuang dalam Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 3 tahun dan denda Rp 3 miliar.
 
Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa, 18 drum oli bekas, 1 peti kemas kontainer, 2 unit mobil pick up, 1 mobil tangki, 2 surat jalan, 1 unit alkon merek Honda, 1 unit mesin dompeng dan 3 tangki duduk dan 1 bak penampungan galian.

28 Januari 2015

Polresta Tangerang Tembak Pelaku Curanmor Saat Jual Hasil Curiannya di Mauk

Rabu, 28 Januari 2015 14:33 WIB
PUSKOMINFO - Seorang tersangka pencuri sepeda motor di Tangerang meringis kesakitan setelah kaki kirinya ditembus timah panas petugas Jatanras Polresta Tangerang, Selasa (27/1/2015) malam.

Tersangka Irwan alias Ipay, 30 tahun, disergap unit I Jatanras Reskrim Polresta Tangerang saat menjual sepeda motor hasil curiannya di wilayah Selatip, kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, sekira pukul 23:00 WIB.

Menurut Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Irfing Jaya,SIK, penangkapan tersangka berawal anggotanya mendapat informasi ada transaksi sepeda motor bodong di wilayah Mauk

Berbekal informasi itu, tim Jatanras Satreskrim Polresta Tangerang menelusuri lokasi jual-beli motor hasil curian tersebut hingga tengah malam. Berbekal kesabaran petugas akhirnya berhasil menemukan tempat transaksi sepeda motor gelap tersebut.

Petugas pun melakukan pengintaian di lokasi. Saat tersangka Irwan sedang menunggu pembeli sepeda motor, petugas kemudian mendekatinya. Rupanya pelaku mengetahui kedatangan petugas kemudian langsung kabur. Petugas memberi peringatan tembakan ke udara agar Irwan berhenti,tapi Irwan tetap lari sehingga dilumpuhkan betis kirinya

Hasil pemeriksaan tersangka belasan kali mencuri motor milik warga Tangerang dan terakhir mencuri Yamaha Mio di Desa Cangkudu Kecamatan Balaraja pada 26 Januari lalu.

Dari tersangka, petugas kemudian menyita barang bukti 6 unit sepeda motor berbagai merk.

Sepucuk Senjata Api Rakitan Ditemukan di Rak Sepatu Kontrakan Buruh di Cikupa

Rabu, 28 Januari 2015 14:05 WIB
PUSKOMINFO - Sepucuk senjata api rakitan lengkap dengan 12 butir peluru tajam ditemukan di sebuah rak sepatu rumah kontrakan seorang buruh, di Kampung Bitung, RT 03 RW 02, Desa Bitung Jaya, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Kanit Reskrim Polsektro Cikupa, IPDA Soemiran, Rabu (28/1/2015) mengatakan, senjata api tersebut ditemukan pertama kali oleh penghuni kontrakan bernama  Sumastono, 25 tahun..

"Ditemukan pertama kali pada Selasa (27/1/2015) pagi saat saksi hendak pergi bekerja. Di rak sepatunya, ia melihat sebuah tas. Saat dibuka ternyata isinya senjata api," kata IPDA Soemiran.

Sumastono yang bingung bercampur takut pun langsung memasukkan tas tersebut ke dalam kontrakannya, mengunci pintu, lalu bergegas ke kantor tempat ia bekerja. "Saksi mengaku sedang terburu-buru, sehingga ia meninggalkan tas berisi senpi itu di kontrakannya," katanya.

"Malamnya setelah selesai bekerja, barulah Sumastono melaporkan hal tersebut ke RT setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian," kata IPDA Soemiran.

Kapolsektro Cikupa, Kompol Daniel Bresman Simanjuntak mengatakan, selain senpi dan pelurunya, polisi juga menemukan kunci letter T di dalam tas tersebut.

"Kuat dugaan ini milik pelaku curanmor. Senjata apinya bukan organik, dan ada instrumen yang kerap digunakan maling motor dalam beraksi," kata Kapolsek.

Menurut Kapolsek, saat ini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi berikut penghuni rumah kontrakan tersebut. "Kami masih periksa juga buruh yang menemukan senpi ini untuk kebenaran ceritanya," kata Kapolsek.

Kapolsek menuturkan, kawasan penemuan senpi tersebut memang daerah kontrakan yang banyak dihuni pendatang. "Penghuninya pun bisa dibilang bebas karena kurang kontrol. Makanya bisa menggeletakkan senpi begitu saja," kata Kapolsek.


Gagal Curi HP, Yunus Coba Bunuh Diri Saat Ditangkap

Rabu, 28 Januari 2015 12:55 WIB
PUSKOMINFO - Yunus Kumara, 25 tahun, berupaya bunuh diri saat tertangkap tangan setelah melakukan percobaan pencurian dengan kekerasan disertai penganiayaan di toko Hand Phone, Jakarta Cell di Jalan Pemuda RT 003/RW 014, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, kota Bekasi pada Selasa (27/1/2015) sore.

"Dia takut sehingga berupaya bunuh diri dengan cara menggorok leher dengan pisau sayur. Sehingga pelaku menderita luka gorokan di leher.  Sekarang, Yunus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi," tutur Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo, Rabu (28/1/2015).

Peristiwa terjadi pada Selasa (27/1/2015) sekira pukul 16:00 WIB. Korban merupakan pemilik toko, Apung Pang alias Pendi. 

Menurut AKP Siswo, antara Yunus dan Pendi sudah saling mengenal selama dua bulan melalui permainan game on line. Saat kejadian itu berlangsung, pelaku mendatangi kios korban. Dia berupaya untuk mengelabuhi.

"Pelaku meminta izin ke belakang untuk buang air. Sesampai di belakang pelaku pura-pura cincinnya terjatuh, dan meminta tolong korban. Selanjutnya korban ke belakang dan mencari cincin yang jatuh. Pada saat korban menunduk mencari cincin, pelaku langsung menusuk korban dari belakang," ujarnya.

AKP Siswo menjelaskan selanjutnya korban lari ke luar sambil merebut pisau pelaku dan berteriak "rampok,rampok". Ternyata, di sebelah tempat kejadian perkara ada lima anggota Samapta Polresta Bekasi Kota yang sedang mengawal uang dan anggota Binmas Kranji mendengar teriakan tersebut.

"Para saksi mengepung TKP bersama warga sekitar dan petugas mengeluarkan tembakan peringatan tiga kali, menurut keterangan pelaku, karena takut sehingga berupaya bunuh diri," tambahnya.

Atas perbuatan tersebut, pelaku disangkakan melanggar pasal 365 KUHP Juncto pasal 53 dan pasal 351 KUHP. Aparat kepolisian mengamankan sebuah pisau dari tempat kejadian perkara tersebut.

Polsek Pondok Gede Tembak Mati Tiga Pelaku Curanmor Kelompok Lampung

Rabu, 28 Januari 2015 09:00 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Reskrim Polsek Pondok Gede, Kota Bekasi, menembak tiga pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) hingga tewas di dua lokasi Jatisampurna dan Cileungsi, Bogor, Selasa (27/1/2015) malam sekira pukul 19:00 WIB. Ketiga pelaku yakni Rohim, 29 tahun, Decky Chen, 21 tahun dan Samsudin, 25 tahun, mereka diketahui sebagai kelompok Lampung.

Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede, AKP Untung Riswaji mengatakan ketiga pelaku terpaksa ditembak karena melawan dengan senjata api ketika akan ditangkap. Dari ketiganya disita barang bukti 4 senjata api rakitan, 14 butir peluru, 3 selongsong peluru, 2 set kunci T berikut 9 anak kunci serta 4 unit sepeda motor dan 1 HP.

Menurut AKP Untung Riswaji, penangkapan berawal dari laporan dari seorang warga, Desi, 22 tahun, yang menyebutkan ada tiga pelaku yang sedang mencuri sepeda motor di Perumahan Citra Grand Ruko City Walk, Kelurahan Jatikarya, Jatisampurna, Kota Bekasi.

Petugas kemudian mendatangi lokasi dan ternyata benar. Dan ketika akan dilakukan penangkapan, pelaku melawan dengan melepaskan tembakan ke arah petugas menggunakan dua senjata api rakitan.

Karena jiwa petugas terancam, petugas pun membalas dengan tembakan. Dalam baku tembak tersebut, satu pelaku bernama Decky Chen tewas tertembak dan satu  lagi, Rohim, berhasil ditangkap. Sementara satu pelaku lainnya berhasil kabur. Di lokasi petugas menyita 2 pucuk senpi rakitan.

Petugas selanjutnya melakukan pengembangan untuk menangkap Samsudin, 25 tahun, pelaku yang kabur di wilayah Cileungsi, Bogor.

Saat dilakukan penyergapan, kedua tersangka Rohim dan Samsudin berusaha kabur dengan melepaskan tembakan. Tak mau ambil resiko, petugas pun menembak tersangka Samsudin dan Rohim. Keduanya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Dari TKP Cileungsi, petugas juga menyita dua pucuk senpi rakitan, satu HP dan  4 sepeda motor hasil curian," kata AKP Untung Riswaji.


Polsek Metro Tebet Tangkap Tiga Remaja Diduga Isap Ganja di Gedung Kosong

Rabu, 28 Januari 2015 08:34 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Polsek Metro Tebet mengamankan tiga orang pemuda-pemudi lantaran kedapatan memakai narkoba jenis ganja di gedung kosong bekas gudang PDAM di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2015) pagi hari sekira pukul 05:00 WIB.

Diketahui ketiga remaja itu, dua diantaranya berjenis kelamin perempuan, yaitu Hilda, 16 tahun, yang berprofesi Office Boy di salah satu apartemen di Setiabudi dan Dian Pratiwi, 15 tahun, pelajar SMP di Pasar Minggu. Sementara, seorang pria bernama Yus Aprizal, 24 tahun.

Kapolsek Metro Tebet, Kompol I Ketut Sudarma mengatakan ketiga pemuda tersebut hendak bermain di gedung tersebut. Kemudian pihak kepolisian yang menggelar operasi premanisme melihat ketiganya, serta menemukan sisa ganja.

"Semula, mereka nongkrong di warung mau tiduran di dalam gudang PDAM. Mereka suka nongkrong di situ. Ada yang mencurigakan di gedung kosong itu," tutur Kapolsek.

"Kami masuk dan menemukan tiga orang. Kemudian, dilakukan penggeledahan dan ditemukan sisa diduga ganja," imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan, Yus Aprizal mengakui telah menggunakan narkoba jenis ganja. Dia memakai ganja sisa dari temannya yang sebelumnya datang ke tempat itu. Sedangkan, dua wanita yang bersama YA tidak mengaku memakai benda haram itu. Untuk menyelidiki apakah mereka menyalahgunakan narkoba, maka polisi akan melakukan tes urine kepada dua wanita tersebut.

"Saat ditanya ini punya siapa. Tidak ada yang mengaku. Akhirnya, Yus Aprizal mengaku itu punya temannya yang kabur yang sudah pergi jam 03.00, dia juga pakai bekas sisaan temannya," katanya.

Saat ini, pihak kepolisian Tebet akan melakukan proses lebih lanjut untuk mengembangkan kasus yang dialami tiga orang itu. Polisi juga memburu teman ketiga tersangka tersebut yang diduga memakai ganja sebelum Yus Aprizal.

"Kami mendalami, kenapa mereka ke sana dua orang perempuan dan satu pria di gudang kosong itu. Kami akan melakukan pengembangan lebih lanjut. Kami akan mencari orang tersebut," tambahnya.

Operasi Bina Kusuma Jaya 2015, Polresta Depok Amankan Seorang Pedagang Miras dan 10 Penjudi

Kabag Ops Polresta Depok, Kompol Tri Yulianto bersama anggota melakukan razia motor di Jalan Juanda.
Kabag Ops Polresta Depok, Kompol Tri Yulianto bersama anggota melakukan razia motor di Jalan Juanda.

Rabu, 28 Januari 2015 08:04 WIB
PUSKOMINFO - Jajaran Polresta Depok  serentak menggelar Operasi Bina Kusuma Jaya dengan sasaran pelaku kejahatan jalanan dipimpin Kapolresta Depok, Kombes Pol Ahmad Subarkah.

Operasi yang terbagi dua tim dengan titik sasaran rawan kejahatan dan peredaran miras. Kegiatan dengan razia maupun mobile keliling, petugas menyita ratusan botol miras serta puluhan pemuda diduga sedang bermain judi di terminal.

"Tim Jaguar menyita seratus botol miras berbagai merek, 16 kantong miras oplosan yang didapatkan dari pedagang minuman di daerah terminal Depok. Sedangkan sepuluh orang yang sedang main judi di stasiun Depok Lama dibubarkan petugas sedang main judi domino,”ujar Kapolresta Depok didamping Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Depok, Kompol Tri Yulianto, Rabu (28/1/2015).

Selain itu razia kendaraan dilakukan di Jalan Ir. Juanda, dengan sasaran pemeriksaan kendaraan bermotor.

“Tujuan operasi yang diintruksikan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono adalah dengan sasaran operasi preman, senjata tajam, senjata api, narkoba, dan pelaku kejahatan,” katanya.

Pada Selasa malam hingga Rabu dinihari itu, Jajaran Polresta Depok menggelar operasi di delapan titik yang melakukan razia kendaran dan sebagaian mobile. “Total keseluruhan anggota yang turun operasi Polres dan Polsek sebanyak 600 orang. Anggota yang dikerahkan berpakaian preman maupun dinas,”ungkapnya.

“Dengan melakukan razia di jalan setidaknya dapat membuat ruang sempit para pelaku kejahatan jalanan seperti begal motor di jalan protokol seperti Margonda, Juanda, fly over Arif Rahman Hakim, dan Siliwangi,” tambahnya.

Operasi Bina Kusuma Jaya 2015, Polres Metro Jakarta Utara Sita Sabu, Senjata Tajam, Busur dan Anak Panah


Anggota Polres Jakarta Utara menyita narkoba jenis shabu di dalam mobil pribadi dalam operasi cipta kondisi
Anggota Polres Metro Jakarta Utara menyita narkoba jenis shabu di dalam mobil pribadi dalam operasi Bina Kusuma Jaya 2015

Rabu, 28 Januari 2015 07:47 WIB
PUSKOMINFO - Operasi Kepolisian Bina Kusuma Jaya atau yang semula disebut Operasi Cempaka Jaya 2015,  yang digelar serentak di tujuh lokasi oleh jajaran Polres Metro Jakarata Utara, Rabu (28/1/2015) dinihari, mengamankan sembilan tersangka dengan barang bukti senjata tajam, narkoba, busur dan anak panah.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Mohammad Iqbal mengatakan operasi ini merupakan arahan Bapak Kapolda Metro Jaya dengan sasaran premanisme, senjata tajam, senjata api, bahan peledak, dan narkoba.

"Kami akan terus lakukan operasi ini untuk menciptakan situasi kondusif di wilayah Jakarta Utara, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat beraktifitas di malam hari,” kata Kapolres.

Pada operasi Bina Kusuma Jaya Selasa (27/1/2015) malam hingga Rabu (28/1/2015) dinihari itu, Polres Jakarta Utara dibantu Brimob Polda Metro Jaya, dilaksanakan di Jalan Danau Sunter Selatan, dan Jalan RE. Martadinata, Tanjung Priok. Di lokasi itu, petugas memberhentikan mobil boks, pribadi, taksi hingga sepeda motor lalu menggeledah mencari barang berbahaya.

Hasilnya, petugas menyita 4 pengedar narkoba berikut barang bukti, yaitu Tuhimba, 48 tahun, barang bukti satu plastik klip shabu seberat 0,80 grm. Pares, 34 tahun, barang bukti satu plastic shabu seberat 0,60 dan uang Rp 200 ribu. Sadiono, 45 tahun dan Budiarto, 42 tahun, dengan barang bukti satu plastic shabu 0,19 grm.

Sementara itu, untuk Polsek Metro Kelapa Gading menggelar operasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Polsek Metro Penjaringan di Jalan Taman Kota Teluk Intan, Polsek Metro Tanjung Priok di Jalan Perempatan servitia, Polsek Metro Pademangan di Jalan Benjamin Sueb, Polsek Metro Koja di Jalan Cibanteng, dan Polsek Metro Cilincing di Jalan Baru Kali Baru.

Dari jajaran Polsek, diamankan 5 tersangka yang kedapatan membawa senjata tajam, busur dan anak panah, juga disita narkoba jenis shabu total 25 gram, ganja 500 gram dan ekstasi 42 butir. “Mereka ini langsung kami proses karena melakukan tindak pidana membawa sajam dan narkoba,” tukas Kapolres.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 28 Januari 2015

Rabu, 28 Januari 2015  07:37 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling, Rabu 28 Januari 2015, di lima lokasi DKI Jakarta, sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM   : Kantor Pos Pasar Baru
STNK: Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM    : Citraland Grogol
STNK : Citraland Grogol

3. Jakarta Selatan
SIM     : TMP Kalibata
STNK  : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM    : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Pos Pol Jembatan 3 Pluit

5. Jakarta Timur
SIM  : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

- Jam Operasional: 08:00 s/d 13:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770 & 021-91304959
Fax : 021-5275090
SMS : 1717
email : tmc@lantas.metro.polri.go.id

27 Januari 2015

Sopir Mikrolet Tewas Dikeroyok di Terminal Senen


Foto-Andreas Barus alias Kelik dan Sandi Surandi, pelaku pembunuh sopir Mikrolet Di Senen.(Silaen)
Tersangka Andreas Barus alias Kelik dan Sandi Surandi, pelaku pembunuh sopir Mikrolet di terminal Senen.

Selasa, 27 Januari 2015 15:15 WIB
PUSKOMINFO - Dendam karena sang istri mengaku pernah ditiduri, kernet Metro Mini mengajak dua temannya menghabisi nyawa sopir Mikrolet M-12 di Terminal Senen, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2015) dinihari.  Korban tewas dengan luka parah di kepala dan tangan akibat hantaman benda keras.

Eko Pasetya Adi Wibowo alias Anton, 25 tahun, sopir Mikrolet M-12 jurusan Senen-Kota, meregang nyawa di lokasi.

Petugas Polsek Metro Senen kemudian membawa jasad korban ke RSCM untuk diotopsi. Sedangkan dua pelaku yakni Andreas Barus alias Kelik, 29 tahun, dan Sandi Surandi, 20 tahun, berhasil dibekuk dalam waktu 8 jam setelah kejadian.

“Kejadian ini berlatar belakang cemburu, karena pertengahan tahun lalu, Ny Aa,21 tahun, istri pelaku Andrean Barus, mengaku pernah ditiduri  korban (Eko Prasetya Adi Wibowo),” kata Kapolsek Metro Senen, Kompol Kasmono.

Mendengar istrinya ditiduri korban, pelaku yang berasal dari Sumatera Utara ini menjadi dendam. Hingga akhirnya pada Selasa (27/1/2015) dinihari sekira pukul 02:30 WIB, Andrean Barus bersama rekannya Sandi, saat mengeneki Metro Mini  secara tidak sengaja ketemu korban di Terminal Bus Senen.

Malihat hal itu, Andrean mengajak dua rekannya mengeroyok korban. Pria ini yang berada di dalam angkutan kota ditarika paksa.  Setelah keluar, mereka langsung mengeroyok Eko hingga sekarat. Kepala korban berlumuran darah dihantam botol.

Melihat lelaki itu sudah tak berdaya, ke tiga pria yang mengeroyok korban kabur sedang sopir Mikrolet setelah dilakukan identifikasi, jenazahnya kemudian dikirim ke RSCM.

Petugas Polsek Metro Senen dipimpin Kanit Reskrim AKP Alfius yang menyelidiki kasus ini mendapati nama tiga pelaku. Mereka pun mencari keberadaan para pengeroyok tersebut. Hasilnya, dua orang dibekuk di kawasan Kemayoran.”Kami masih memburu satu pelaku lagi yang sudah diketahui identitasnya,” katanya

Tips dari Polresta Depok Untuk Menghindari Begal Motor

Selasa, 27 Januari 2015 11:47 WIB
PUSKOMINFO - Terkait dua aksi perampokan atau begal motor yang menyebabkan korban tewas di wilayah Depok akhir-akhir ini, aparat Polresta Depok menghimbau warga masyarakat untuk mengantisipasinya dengan memberikan tips-tips agar terhindar dari begal motor.

Kasubbag Humas Polresta Depok, Ipda Bagus Suwandi menyampaikan tips sebagai berikut:
1. Bagi pengendara sepeda motor diminta menghindari berhenti di tempat-tempat sepi pada malam hari. Kalaupun terpaksa harus berhenti, diharuskan mencari lokasi yang ramai dengan keberadaan warga lainnya.

2. Apabila ada warga menemui situasi yang mencurigakan, misalnya dipepet oleh pengguna motor lain yang tidak dikenal, disarankan agar warga itu segera membunyikan klakson sepeda motornya secara terus menerus. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian warga sekitar.

3. Saat ini warga diminta tidak perlu takut melewati Jalan Margonda dan Jalan Juanda pada malam hari. Saat ini, aparat Polresta Depok sudah meningkatkan jumlah personel di dua kawasan tersebut. Warga tidak perlu takut karena polisi sudah menyebarkan anggota, baik yang berpakaian dinas maupun pakaian biasa di dua lokasi itu, ditambah beberapa lokasi lainnya yang dinilai rawan begal motor.


Sebagaimana terjadi sebelumnya, dua aksi perampokan jalanan  yang menyebabkan korban tewas terjadi di Depok dalam sebulan terakhir. Kejadian terakhir terjadi di depan Kampus BSI, Jalan Margonda, tak jauh dari terowongan gerbang masuk kota Depok pada Minggu (25/1/2015) dinihari. Sedangkan kejadian sebelumnya terjadi di Jalan Juanda, tak jauh dari lokasi pembangunan Tol Cijago, pada Jumat (9/1/2015).

Terdapat kemiripan dalam dua peristiwa perampokan jalanan tersebut. Korban yang menggunakan sepeda motor dipepet oleh empat orang yang menggunakan 2-3 sepeda motor, sebelum akhirnya dibunuh karena mencoba melakukan perlawanan, dan sepeda motornya beserta barang-barang lainnya dibawa kabur oleh pelaku.

Polisi Tembak Mati Pelaku Begal Motor di Depok


Selasa, 27 Januari 2015 10:53 WIB
PUSKOMINFO - Satu dari empat pelaku begal motor di Depok ditembak mati petugas lantaran nekat melakukan perlawanan dalam sebuah penggrebekan di rumah kontrakan di kawasan Sukmajaya Depok, Selasa (27/1/2015) dinihari tadi.

Hal itu dibenarkan Wakapolresta Depok, AKBP Irwan Anwar saat dikonfirmasi wartawan. Kendati demikian, sampai saat ini masih terus melakukan pengembangan karena sejumlah pelaku lainnya berhasil kabur dan kini tengah dalam pengejaran.

"Salah satu dugaan pelaku yang ditembak itu diyakini adalah pemain begal motor yang kerap beraksi menggunakan senjata tajam dan pistol. Diduga mereka yang beraksi di depan BSI, Jalan Margonda, Pondok Cina, Beji, hingga korbannya meninggal dunia," ujar AKBP Irwan.

Penggerebekan itu sendiri dilakukan oleh aparat Reskrim Polresta Tangerang lantaran adanya pengembangan hingga ke wilayah Depok.

"Iya, jadi rekan-rekan dari Polresta Tangerang sedang melakukan pengembangan hingga ke Depok ini. Saya belum bisa berkomentar banyak karena masih dalam penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.

“Rekan-rekan harap bersabar, kasusnya masih dikembangkan. Tiga pelaku lain yang berhasil kabur masih dalam pengejaran. Walau ditangani Polres Tangerang, kami membantu memback up dengan timsus dari Polda Metro Jaya. Jenasah pelaku sekarang sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jadi.” pungkas AKBP Irwan.

2 Mesin ATM Mandiri di Pondok Cabe Nyaris Dibawa Kabur Pencuri

Selasa, 27 Januari 2015 08:16 WIB
PUSKOMINFO - Dua mesin ATM Bank Mandiri di kawasan ruko Jalan Terbang Layang Perumahan Bukit Golf Modern, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) nyaris berhasil dibawa komplotan pencuri.

Peristiwa itu diketahui pada Senin (26/1/2015) oleh salah satu teknisi mesin ATM tersebut bernama Deni Suhendra. Menurut keterangannya, diduga pelaku melakukan aksinya pada pukul 04:30 WIB, hal itu diketahui dari hasil diputarnya rekaman CCTV.

Para komplotan yang diduga berjumlah lima orang  tersebut mencoba mengambil mesin ATM dengan menariknya mengunakan sling baja, oleh sebuah mobil Avanza hitam.

“Padahal kedua mesin ATM ini sehari sebelumnya, sempat dilakukan pengisian uang, sekitar Rp400 juta, itu masing-masing segitu," ucapnya, di lokasi bersama Tim Polsek Pamulang, Senin (26/01/2015).

Untung saja, para pelaku yang diketahui terlihat memakai masker dan topik kupluk itu gagal menggasaknya. Akibat pencurian itu, kedua mesin ATM itu mengalami kerusakan pada bagian pembacaan data pada pengambilan uang. Sedangkan di lokasi, sejumlah kaca terlihat pecah.

Kanit Reskrim Polsektro Pamulang, IPDA Budi Yuwono menuturkan, komplotan tersebut tak membawa hasil dalam percobaan pencurian mesin ATM tersebut.

"Semua masih dalam keadaan utuh di dalam ATM,” ujar Kanit Reskrim.

Menurutnya, para pembobol langsung meninggalkan lokasi setelah tidak berhasil menarik dan membawa kabur mesin ATM. "Kerugian materi nihil, hanya mesin rusak dan kaca ruang ATM. Brankas tidak berhasil terbawa," katanya.

Menurut dia, pelaku berjumlah lima orang: dua mengendarai sepeda motor, sedangkan tiga lainnya mengendarai mobil minibus. "Terlihat dari CCTV di kompleks pertokoan, pelaku ada yang mengendarai sepeda motor dan ada yang mengendarai mobil jenis minibus," ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya saat ini sedang mengembangkan kasus tersebut "Kasus masih diselidiki lebih lanjut," tandasnya.

Rumah Pengusaha Percetakan di Batu Ceper Dibobol Maling, Mobil Ditinggal di Jalan

Selasa, 27 Januari 2015 08:09 WIB
PUSKOMINFO - Rumah milik pengusaha percetakan, Sutrisno yang berlokasi di Kelurahan Poris Jaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, dibobol maling, Senin (26/1/2015) dini hari.

Keterangan Sutrisno kepada petugas Polsek Batu Ceper, peristiwa pencurian itu diperkirakan terjadi pukul 03:00 WIB. Pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang masuk ke rumah dengan merusak jendela depan. Kemudian pelaku masuk ke kamar tidur mengambil dompet berisi uang dan STNK, kunci mobil, serta motor Honda Beat yang diparkir di garasi depan.

"Motor dibawa kabur, tapi mobilnya ditinggal ditengah jalan karena mesinnya tak bisa hidup, karena dipasang kunci rahasia," jelas Sutrisno saat melapor di Polsek Batuceper.

Sutrisno menduga pencurinya menggunakan ilmu sirep,  karena dia dan istrinya ketika itu tak terbangun dari tidur meski rumahnya tengah dibobol.

"Kerugian total Rp15 juta berupa sepeda motor dan uang Rp1,5 juta di dalam dompet," katanya.

Kanit Reskrim Polsek Batu Ceper, IPTU Nurjaya, membenarkan peristiwa pembobolan rumah tersebut. Dari hasil olah TKP, diketahui pelaku masuk rumah dengan membongkar jendela karena adanya kerusakan.

“Kemungkinan pelaku mencongkel menggunakan linggis. Saat kejadian, korban ada di dalam, tapi tidak mendengar karena tertidur. Pelakunya sendiri belum jelas berapa orang, masih kita selidiki,” jelasnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 27 Januari 2015