28 Februari 2015

Curi Laptop di Kos-kosan, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Massa

Ffoto : Kanit Reskrim Polsek Mampang AKP Masyuri menasehati Suheri pelaku curi laptop nyaris dibakar massa/.adji
Kanit Reskrim Polsek Metro Mampang, AKP Masyuri mengamankan pencuri laptop yang babak belur dihajar massa.

Sabtu, 28 Februari 2015 11:49 WIB
PUSKOMINFO - Tertangkap saat mencuri laptop di tempat kos-kosan, seorang pemuda babak belur menjadi bulan-bulanan massa di Mampang Prapatan II, Kel. Tegal Parang, Kec. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (28/2/2015) malam. Beruntung nyawa tersangka dapat terselamatkan karena petugas Polsek Metro Mampang cepat datang ke lokasi mengamankan tersangka.

Tersangka Suheri, 24 tahun, asal Wajo, Sulawesi Selatan, ini terlihat bengap karena tubuhnya dihantam benda keras. Informasi yang dihimpun, saat itu pelaku masuk ke kamar kos yang dihuni oleh Putri Wahyuni, 25 tahun, Karyawati Trans TV yang sedang bekerja yang tidak jauh dari kantornya.

Saat melancarkan aksinya, pria ini mencoba mencongkel kamar kos korban lewat jendela pakai obeng di sisi jendela, sekira pukul 21:00 WIB.

Melihat laptop merk Acer punya korban,  pelaku pun langsung mencurinya lalu melarikan diri. Namun perbuatan tersebut diketahui pemilik kos yang meneriaki maling.

Massa yang mendegar teriakan maling langsung mengerumuni kos-kosan tersebut dan mengepung pelaku. Mantan karyawan di toko buku tersebut tertangkap dan dihujani bogeman massa bertubi-tubi hingga babak belur. Beruntung petugas Polsek Metro Mampang Prapatan mendapatkan informasi cepat tiba dilokasi untuk meredam amukan massa

“Kami sempat meredam emosi massa yang kesal terhadap pelaku, agar dapat diproses hukum yang setimpal,” kata Kapolsek Metro Mampang, Kompol Bambang Hari Wibowo, Sabtu (28/2/2015).

Akibat perbuatannya pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman lima tahun penjara.

Ratusan Taksi Gelap dan Pelanggar Ketertiban di Bandara Soekarno-Hatta Terjaring Razia


Razia Taksi Gelap dan Pelanggar Keteriban di Bandara Soekarno-Hatta

Sabtu, 28 Februari 2015 11:39 WIB
PUSKOMINFO -Ratusan taksi gelap, calo tiket, pedagang asongan, ojek, cuci motor, cuci mobil dan biro jasa diamankan dalam razia gabungan yang dilakukan petugas PT Angkasa Pura II dengan Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan TNI, serta Garnisun, Jumat (27/2/2015). 

Dalam razia tersebut petugas menyisir area penumpang hingga lokasi parkir di Terminal 1, 2 dan 3. Petugas sempat kejar-kejaran dengan calo tiket dan taksi gelap yang melarikan diri dari razia. Razia juga dilakukan dengan menggunakan dua anjing pelacak.  

Setelah ditangkap, seluruh pelanggar ketertiban di Bandara Soekarno-Hatta itu digelandang dengan mobil petugas keamanan dan dibawa ke Markas Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk foto dan didata. Beberapa diantara mereka juga terdapat wanita. 

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Azhari Kurniawan mengatakan, dari hasil razia tersebut pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 102 orang pelanggar ketertiban umum yang berkeliaran di terminal 1, 2 dan 3. Pada Terminal 2 sebanyak 34 calo, porter 4, asongan 3, ojek 1, cuci mobil 1, cuci motor 1 dan biro jasa 1.  

Di terminal 1 taksi gelap sebanyak 26, porter 4, asingan 3, parfum 1.  Sedangkan di Terminal 3 terdapat 21 orang taksi gelap dan dua pedagang parfum.   

"Mereka diantaranya taksi gelap, calo tiket, pedagang asongan dan tukang cuci mobil," katanya. 

Menurutnya, razia dilakukan untuk membersihkan bandara dari praktek-praktek ilegal. Pihaknya juga mengantisipasi adanya tindak pidana seperti pemalsuan KTP, kepemilikan senjata tajam dan narkoba."Jika ada tindak pidana tentu akan diproses sesuai hukum yang berlaku," jelasnya.

Edarkan Sabu, Tiga WN Nigeria Ditangkap Polres Metro Tangerang Kota, Satu Ditembak

 
Sabtu, 28 Februari 2015 11:14 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Satuan Narkoba Polres Metro Tangerang Kota menangkap tiga Warga Negara (WN) Nigeria yang merupakan pengedar sabu. Satu pelaku terpaksa ditembak pada bagian kakinya lantaran melawan ketika hendak dibekuk.

Ketiga WN Nigeria yang diringkus yakni, WS, VC dan seorang pelaku yang identitasnya dirahasiakan polisi dengan alasan dalam pengembangan kasus.  


Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Juang mengatakan, ketiganya dibekuk di tempat persembunyian mereka di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/2/2015) malam.

"WS kita tembak di kakinya karena melawan saat akan ditangkap. Sedangkan dua pelaku lainnya menyerahkan diri," kata AKBP Juang di Polres Metro Tangerang Kota, Jumat (27/2/2015) malam. Menurut AKBP Juang, pelaku ini mendapatkan sabu melalui kiriman dari jalur laut.

Selanjutnya, sabu tersebut dijual di kawasan Jakarta, Tangerang, Bali dan Jawa Timur.“Para pelaku ini sudah enam bulan tinggal di Indonesia. Mereka merupakan jaringan narkoba melalui jalur laut,” ujarnya.

AKBP Juang menuturkan, dari tangan para tersangka diamankan barang bukti sabu seberat 200 gram yang disembunyikan di kereta dorong bayi. Selanjutnya, kereta dorong bayi tersebut kerap dibawa kemana pun para pelaku pergi dan bertransaksi.

Pengungkapan kasus ini, kata AKBP Juang, berawal dari penangkapan seorang perempuan warga negara Indonesia berinisial LS di Jalan Duri Kosambi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Jumat 27 Februari siang. LS memiliki hubungan khusus dengan WS ketika masih bekerja sebagai TKI. 


Dari keterangan LS, petugas kemudian dapat alamat kontrakan yang didiami tiga warga negara Nigeria ini yang terletak di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Pihanya pun langsung melakukan penggerebekan malam ini juga. “Saat penangkapan satu orang melawan. Jadi terpaksa ditembak petugas di kaki kiri,” ujar AKBP Juang.
 
Atas perbuatannya, para pelaku bakal dijerat Pasal 112, Pasal 114, Pasal 321 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup maksimal hukuman mati.

Kapolda Metro Jaya Pimpin Razia Daerah-daerah Rawan Kriminal Perampasan Sepeda Motor


Kapolda Metro Jaya Pimpin Razia Daerah-daerah Rawan Begal
Sabtu, 28 Februari 2015 11:08 WIB
PUSKOMINFO - Pencurian dan perampasan kendaraan bermotor dengan aksi kekerasan kerap terjadi belakangan ini. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono, memimpin ratusan personel anggota kepolisian melakukan razia kendaraan bermotor di Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu, 28 Februari 2015 dini hari.

Razia juga dilakukan di beberapa titik yang terindentifikasi rawan terjadinya perampokan pengendara sepeda motor.

Satu persatu kendaraan bermotor yang melintas di Jalan Raya Tegal Rotan Bintaro diperiksa oleh polisi. Dari razia yang dilakukan, polisi mengamankan puluhan kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi surat-surat.

Selain memeriksa kelengkapan surat kendaraan bermotor, petugas juga memeriksa isi bagasi, tas serta seluruh tubuh pengguna jalan.

Menurut Kapolda, razia tersebut bertujuan untuk meminimalisir aksi pencurian dengan kekerasan, yang semakin meresahkan masyarakat, serta untuk mencegah peredaran narkoba.

Razia secara serentak tersebut akan dilakukan setiap malam di tempat yang terpisah. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengendara sepeda motor di jalan.

27 Februari 2015

Polsek Metro Matraman Tangkap Pengoplos Miras

Jumat, 27 Februari 2015 15:30 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Polsek Metro Matraman berhasil mengamankan seorang pengoplos minuman keras (Miras) berinisial DG, 20 tahun. DG ditangkap saat petugas melakukan Operasi Cipta Kondisi yang digelar di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2015) pukul 23:30 WIB.

Kapolsek Metro Matraman, Kompol UA Triyanto mengatakan penangkapan DG berawal ketika anggota melihat beberapa anak muda yang sedang asyik nongkrong di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur. Saat diinterogasi, ternyata minuman itu didapat tidak jauh dari lokasi tersebut.

"Saat itu memang kita sedang melakukan razia rutin, tidak ada target operasi. Kita melihat sesuatu yang mencurigakan, langsung ditindaklanjuti," kata Kapolsek, Jumat (27/2/2015).

Menurut Kapolsek, minuman keras yang disita tersebut sudah dioplos sebagian. Sementara yang belum, baru akan dioplos dengan minuman lainnya.

"Pelaku memang pengoplos minuman kera. Alkohol yang asli dan murni di oplos dengan minuman lainnya seperti Coca Cola atau Extra Joss dan itu ditenggak di tengah jalan," ujarnya.

Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya adalah 5 plastik minuman alkohol, 1 jirigen warna putih ukuran 10 liter berisi 4 liter minuman alkohol dan 3 jirigen warna putih ukuran 1 liter masing-masing berisi 1 liter minuman alkohol.

Atas perbuatan yang dilakukan, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan Pasal 80 ayat 4 huruf A UU No 23 Tahun 1992 dimana ancaman hukumannya penjara di atas lima tahun.

Dua Kapal Nelayan di Muara Angke Terbakar

Embedded image permalink


Jumat, 27 Februari 2015 14:21 WIB
PUSKOMINFO - Dua kapal nelayan yang tengah bersandar di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, terbakar, Jumat (27/2/2015) sekira pukul 11:30 WIB. Beruntung kebakaran tersebut tak sampai menyebar luas dan api cepat dipadamkan.

Informasi yang dihimpun,
dua kapal yang terbakar adalah kapal berbobot 58 gross ton (GT) dan satu lainnya berbobot 20 GT. Kapal tersebut adalah kapal nelayan penangkap cumi.

Kedua kapal itu milik seorang warga yng sandar berdempetan.

Meski beberapa kapal tengah bersandar di tempat yang sama, namun api tidak merembet ke kapal lain karena terpisah jarak puluhan meter. .

Api berhasil dijinakkan sekira pukul 12:30 WIB dengan mengerahkan 20 unit mobil pemadam dan satu unit kapal laut rescue milik pihak pemadam Kepulauan Seribu.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Polda Metro Jaya Gelar Ekspose Ratusan Bandit Jalanan


Polda Metro Jaya Gelar Ekspose Ratusan Bandit Jalanan

 Jumat, 27 Februari 2015 10:34 WIB
PUSKOMINFO - Polda Metro Jaya menggelar ekspose pencurian sepeda motor dengan kekerasan, se-wilayah hukum Polda Metro Jaya. Acara dilaksanakan di lapangan depan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jumat (27/2/2015) pagi. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono, menegaskan, kejahatan di jalan telah mempengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Situasi Kamtibmas dipengaruhi oleh beberapa hal, pertama adalah masalah pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan keberatan (Curat), pencurian kendaraan motor (Curanmor). Jika tidak dikelola dengan baik akan berdampak," ujar Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, mulai kurun waktu Januari hingga Februari 2015, pihaknya telah menangkap ratusan bandit jalanan. "Tersangka seluruhnya 244 orang, untuk pencurian dengan kekerasan sebanyak 93 orang, tujuh orang dilumpuhkan," jelasnya.


















Selain itu, polisi juga telah menyita beberapa barang bukti seperti 14 senjata api, sebuah senjata api organik, sebuah airsoft gun, peluru 46 butir, dan beberapa senjata rakitan.

"Ada 149 senjata tajam, roda dua ada 120 unit, roda empat 21 unit, handphone 167, kunci letter 15 buah, emas, dan televisi," tuturnya.

Kegiatan tersebut, dihadiri Menteri Pertahanan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi dan beberapa pejabat utama Polda Metro Jaya.

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Bekuk Perampok Pabrik Peleburan Baja di Tangerang

Jumat, 27 Februari 2015 09:53 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap Roni Pati, seorang perampok yang membobol pabrik peleburan baja di Kawasan Industri Mekar Jata, Jl Karet Jaya No 35, Pengadegan, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Dalam aksinya itu, tersangka membacok seorang sekuriti di pabrik tersebut, yang terjadi pada 14 April 2014 lalu.

"Roni Cs ini sebenarnya pelaku curat dan sasaran mereka memang pabrik-pabrik. Namun, jika di tempat sasaran ini ada korbannya dan korban melawan, mereka tidak segan-segan melukai korbannya," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto kepada wartawan, Jumat (27/2/2015).

Kombes Heru mengatakan, tersangka ditangkap atas kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di pabrik peleburan baja di Kawasan Industri Mekar Jaya, Jl Karet Jaya, No 35, Desa Pagedangan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, tanggal 14 April 2014 lalu.

"Di situ pelaku dan kawan-kawannya mengambil barang-barang berharga senilai Rp 210 juta," kata Kombes Heru.

Kombes Heru menambahkan, para tersangka merupakan kelompok perampok yang melakukan aksinya lintas provinsi.

"Selain di wilayah Jadetabek, mereka juga melakukan aksinya di wilayah Jawa Tengah," tambahnya.

Sementara itu, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto mengatakan, tersangka Roni ditangkap di rumahnya di kawasan Sepatan, Tangerang, tanggal 21 Februari 2015 lalu.

"Tersangka Roni berperan sebagai pelaku yang menyekap sekuriti, mencongkel pintu dengan menggunakan obeng dan mengambil barang-barang berharga di dalam pabrik," kata Didik.

AKBP Didik mengungkapkan, tersangka Roni melakukan aksinya bersama 5 pelaku lainnya yakni Maman, Dogol, Salim, Aji dan Heru, yang masih buron.

"Informasi yang kami peroleh, tersangka Maman ini sudah ditahan di Polda Jateng atas kasus yang lain, perannya sebagai pimpinan kelompok. Sedangkan tersangka Dogol juga sudah ditahan di LP Cipinang atas kasus lain. Dogol ini yang membacok sekuriti," jelas AKBP Didik.

Berdasarkan keterangan Roni, mereka pernah melakukan aksi serupa di beberapa Pabrik lainnya, antara lain pada tahun 2011 di pabrik Susu Bendera yang terletak di Semarang, pada bulan Februari 2014 di pabrik bor yang terletak di daerah Bekasi dan pada Maret di pabrik mobil yang terletak di Bekasi.

Atas perbuatannya itu, tersangka akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Bekuk Komplotan Spesialis Pembobol Sekolah

Jumat, 27 Februari 2015 09:18 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil membekuk komplotan pencuri yang spesialis menyasar gedung-gedung sekolah di wilayah Jakarta dan Depok. Dalam aksinya, para pelaku menyasar barang-barang elektronik dan barang berharga lainnya di dalam sekolah yang mereka bobol.

"Ada dua tersangka dari dua kelompok yang kami tangkap dalam kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar gedung-gedung sekolah yakni berinisial RTS dan DDK," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Heru Pranoto, Jumat (27/2/2015).

Dirreskrimum mengatakan, dalam aksinya ini para pelaku membobol gedung sekolah atau perkantoran pada malam hari. Mereka kemudian membawa kabur barang-barang berharga yang tersimpan di sekolah atau perkantoran.

"Seperti laptop, komputer, kalau ada uang diambil juga," katanya.

Sementara itu, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Didik Sugiarto mengatakan, dalam kasus pembobolan sekolah ini pihaknya menangkap RTS di rumah kontrakannya di Jl Legoso, Ciptat, Tangsel, tanggal 21 Februari 2015 dan DDK di Jl Kelapa Ciung, Hambulu, Parung, Bogor pada tanggal 22 Februari 2015.

"RTS perannya sebagai pembobol, sementara DDK di kelompoknya sebagai pimpinannya atau kaptennya," kata AKBP Didik.

Modus operandi yang dilakukan kedua tersangka, lanjut AKBP Didik, hampir sama. Mereka awalnya mengincar sekolahan atau perkantoran yang lemah pengamanannya. Setelah mendapat sasaran, mereka kemudian memulai aksinya pada pukul 02.00 WIB

"Kemudian mereka akan membobol sekolahan atau perkantoran tersebut dengan cara mencongkel jendela ruangan yang diduga berisi komputer atau laptop maupun uang dengan menggunakan linggis," jelasnya.

Barang-barang seperti komputer dan laptop hasil curian kemudian dijual para tersangka ke penadah.

Secara terpisah, Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Handik Zusen menjelaskan, tersangka RTS ditangkap atas kasus pencurian di SMAN 47 Jakarta yang beralamat di Jl Delman Utama 1 RT 001/011 Kebayoran Lama, Jaksel, tanggal 12 Februari 2015.

"Di situ, tersangka RTS dkk mengambil uang kas sekolah sebesar Rp 148 juta dan 10 unit laptop milik para guru," ucap Kompol Handik.

"Dari keterangan RTS, selain membobol SMAN 47 Jakarta, pada tahun 2013 mereka juga membobol di Kantor Dinas Pertanian di Kasablanka, Kuningan, Jakarta Selatan, kemudian di sebuah TK dan SMP yang terletak di daerah Pasar Parung, Bogor dan di sebuah kantor di Citayam, Depok," jelasnya

Para tersangka selanjutnya menjual laptop tersebut kepada seorang penadah berinisial SWL (DPO), sementara uang hasil kejahatan dibagikan kepada masing-masing tersangka. "Sebagian lagi digunakan untuk foya-foya bersama dan membeli narkoba di Diskotik M," ungkap Kompol Handik.

Kompol Handik menambahkan, tersangka RTS melakukan aksinya bersama 6 tersangka lainnya yang masih buron yakni RLG (pimpinan kelompok), DK, DD, MNX, RZ dan RF.

Sementara itu, tersangka DDK ditangkap atas laporan pencurian dengan pemberatan yang terjadi di MAN 4 Jl Ciputat Raya, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jaksel pada tanggal 10 Januari 2015. Di situ, tersangka DDK dkk berhasil menggondol uang kas sekolah sebesar Rp 75 juta, perhiasan emas seberat 14 gram dan 2 unit laptop.

"DDK ini adalah pimpinan kelompoknya, sementara anggotanya yakni DD, DNK dan NWR masih kami buru," ujarnya.

Berdasarkan keterangan DDK, selain melakukan pencurian di MAN 4, kelompoknya juga melakukan pencurian di beberapa sekolah lainnya, antara lain pada tahun 2013 di salah satu SMA yang terletak di daerah Jatiwaringin, pada tahun 2014 di salah satu SMP yang terletak di daerah Pondok Gede, di salah satu SMP yang terletak di Cijantung dan di salah satu SMP yang terletak di Parung, Bogor.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara.

Polsek Metro Cilandak Bekuk Dua Pembacok Siswa SMP Bakti Idhata

Jumat, 27 Februari 2015 08:22 WIB
PUSKOMINFO - Tiga pelajar SMP Bakti Idhata  diserang segerombolan orang tak dikenal, Kamis (26/2/2015) sore. Dua tersangka yang masih ABG berhasil dibekuk Polsek Metro Cilandak di kawasan Depok, Jawa Barat.

Kapolsek Metro Cilandak, Kompol HM Sungkono mengatakan pihaknya sudah membekuk dua pelaku sekira tujuh jam setelah kejadian. Dua pelaku ditangkap pada Kamis 26 Februari 2015 sekira pukul 22.00 WIB di kediaman salah seorang pelaku di kawasan Depok, Jawa Barat.

“Ya sudah kami amankan dua pelaku beserta senjata tajam berupa clurit,” kata Kapolsek.

"Kami juga masih mengejar dua pelaku lagi agar kasus ini tidak terjadi di tempat lain," imbuhnya.

Kapolsek mengatakan, hingga kini pihaknya baru dapat memeriksa satu dari tiga korban yang merupakan siswa SMP kelas VII dan VIII. Sementara dua lainnya kemungkinan baru besok akan dimintai keterangan.

Sebelumnya, tiga pelajar SMP yakni Muhammad Adyatmaja Widyadana, 14 tahun, luka di lengannya, Fahmi Hafidh, 14 tahun, luka di bagian kaki dan Setra, 15 tahun, luka di bagian tangan, baru saja pulang sekolah dan turun dari Metro Mini 610 jurusan Pondok Labu – Blok M, tiba-tiba diserang oleh segerombolan ABG menggunakana sepeda motor sambil menenteng sajam.

Disergap Polisi, Bandar Shabu Lompat Dari Loteng

Jumat, 27 Februari 2015 07:54 WIB
PUSKOMINFO - Nasir, 43 tahun, seorang bandar narkotika jenis shabu, nekat lompat dari loteng saat rumahnya  digerebek anggota Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (25/2/2015) malam di wilayah Kelurahan Kartini, Jakarta Pusat. Dari rumah tersangka, Polisi menyita  shabu seberat  37,3 gram senilai Rp80 juta.

Informasi dari Polres Metro Jakarta Barat, penangkapan tersangka berkat informasi warga bahwa pria ini baru saja menerima shabu dua paket kecil senilai Rp1 juta dari seorang lelaki di  Tamansari, Jakarta Barat, pada Rabu sekira pukul 20:00 WIB.

Polisi lalu menguntit tersanga hingga ke rumahnya. Mengetahui rumahnya dikepung polisi, nasir ketakutan lalu nekat melompat dari loteng. Namun pelariannya sia-sia  karena  di bawah sudah ada polisi menunggu dan langsung meringkusnya.

Ketika rumahnya digeledah ditemukan dua paket  shabu berisi 14,22, dan dua paket kecil shabu seberat 0,76 gram shabu, jumlah total semuanya 37,3 gram.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jum'at 27 Februari 2015

Jumat, 27 Februari 2015  07:44 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling, Jumat 27 Februari 2015, di lima lokasi DKI Jakarta, sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat 
SIM : Kantor Pos Ps Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat 
SIM :Citra Land Grogol
STNK : Citra Land Grogol

3. Jakarta Selatan 
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Off Line

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

SIM Keliling Tangerang Kota : Plaza Shinta Karawaci

 Jam Operasional: 08:00 s/d 14 :00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C.

- Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

- Info Keterangan Lebih Lanjut: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan Telp : 021-52960770 & 021-91304959 Fax : 021-5275090 SMS : 1717

26 Februari 2015

Dua Pelaku Teror Bom di Bengkel Las Bekasi Serahkan Diri ke Polresta Bekasi Kota


Kamis, 26 Februari 2015 15:55 WIB
PUSKOMINFO - Pelaku teror bom terhadap pemilik bengkel las di  Kampung Ciketing Asem RT 02/03, Mustikajaya, Kota Bekasi, Sabtu pekan lalu, menyerahkan diri ke Polresta Bekasi Kota, Rabu (26/2/2015) malam.

Eko Suprapto, 47 tahun, warga Perum Griya Timur Indah Blok C 1 RT 03 RW 18 Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan ini menyerahkan diri setelah polisi mengetahui aksinya.

“Kami mengetahui tersangka setelah melihat CCTV di sebuah minimarket yang merekam pemberian paket bom kepada Tasrif, 40 tahun, tukang ojek,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono di Polresta Bekasi Kota, Kamis (26/2/2015) siang.

Setelah Eko menyerahkan diri, kata Kapolda, polisi lalu menangkap C Via Triwi, 45 tahun, yang ikut menemani saat tersangka menyerahkan paket bom. C Via Triwi ditangkap di rumahnya di Pesanggrahan, Petukangan, Jakarta Selatan.

Adapun kronologis peristiwa teror tersebut terjadi pada Sabtu (21/2/2015) sekira pukul 19:30 WIB, kedua pelaku dengan mengendarai Daihatsu Terios warna putih dengan beralasan mencari alamat Bapak Cece, pemilik bengkel las namun tidak ditemukan, kemudian bertanya kepada tukang ojek bernama Tasrif.

Pelaku kemudian meminta bantuan kepada tukang ojek (Tasrif) untuk mengantar bungkusan ke alamat Cece dengan memberi imbalan uang sebesar Rp50 ribu. Paket bungkusan tersebut kemudian diterima oleh Deni, 21 tahun, putra pemilik bengkel las.

“Saya sempat tanya ke tukang ojek yang nganter,  dari siapa bingkisan ini,” ujar Deni. Namun tukang ojek itu hanya bilang dikasih ibu-ibu pengendara sedan dan dia diberi upah Rp 50 ribu.

Usai mendapatkan bingkisan tanpa pengirim itu, Deni bersama dua karyawan bengkel Dadang, 35 tahun dan Anton, 18 tahun, kemudian mengecek bingkisan itu dengan membukanya. Saat melihat isi di dalam bungkusan itu, ketiganya terkejut dan panik karena isi bingkisan itu ada lilitan kabelnya.

“Saya panik karena bingkisannya berisi kabel,” sebut Deni, sambil menyebutkan penghuni bengkel merangkap rumah pun kaget dan mereka juga takut kalau itu isinya bom.

Dirinya pun melapor ke Pos polisi terdekat dan, warga pun berdatangan membuat ramai. Tim Gegana datang lalu mengambil bingkisan itu untuk diledakan di pospol Mustikajaya yang tak jauh dari lokasi.

Tim gabungan Densus 88 Mabes Polri dan Satreskrim Polresta Bekasi Kota mendalami TKP pertama di Alfamart Bantar Gebang, lokasi dimana tukang ojek mendapat perintah dari pelaku. Dari hasil print out CCTV  di lokasi itulah terlihat seorang laki-laki dan seorang perempuan (pelaku).

Polresta Bekasi Kota Amankan Dua Perampok Indomaret dari Amukan Massa

Kamis, 26 Februari 2015 13:09 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, mengamankan dua tersangka percobaan perampokan minimarket Indomaret di Jalan Cikunir Raya, Bekasi Selatan, pada Rabu (24/2/2015) dini hari, dari amukan massa.

"Peristiwa itu terjadi sekira pukul 03:40 WIB. Saat kejadian, tiga pelaku sedang mencoba membobol tembok Indomaret. Lalu aksi itu diketahui warga dan diteriaki maling," kata Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo kepada wartawan, Kamis (26/2/2015).

Saat itu, tiga pelaku langsung melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam kepada warga yang hendak melakukan penangkapan.

"Salah satu pelaku sempat bergulat dengan warga hingga melukai salah satu tangan warga," kata AKP Siswo.

Setelah cukup lama terlibat pertikaian fisik dengan warga, kata AKP Siswo, akhirnya salah satu pelaku terkapar bersimbah darah dengan luka tusukan di bagian perut.

"Dua rekan pelaku lainnya berusaha kabur mengunakan mobil, namun satu di antaranya berhasil ditangkap warga saat sedang bersembunyi di belakang rumah warga," katanya.

Saat tertangkap, pelaku tersebut langsung dihakimi warga hingga babak belur, sebelum akhirnya pengeroyokan itu dihentikan oleh polisi yang tiba di lokasi kejadian.

Menurut AKP Siswo, barang bukti yang diamankan berupa tas berisi bor, linggis, obeng, dan karung. "Kita masih memeriksa dan mengembangkan kasus ini untuk menangkap pelaku lainnya," ujarnya.

Kata AKP Siswo, polisi akan menjerat para tersangka dengan pasal tindak pidana percobaan pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan sebagaimana yang dimaksud Pasal 365 Jo Pasal 53 Jo Pasal 351 KUHP.

Ibu Muda Tewas Gantung Diri di Cimanggis Miliki Bayi Kembar Usia 4 Bulan

Kamis, 26 Februari 2015 11:16 WIB
PUSKOMINFO - Seorang ibu muda, Dwi Aristiyani, 24 tahun, ditemukan tewas tergantung di rumahnya di Kampung Cimpaeun RT 01/04 Kelurahan Tapos, Cimanggis, Kota Depok, Rabu (25/2/2015) siang. Dwi Aristiyani tewas tergantung meninggalkan bayi kembarnya yang masih berusia 4 bulan.

Jasad Dwi pertama kali ditemukan oleh Encih, 58 tahun, sekira pukul 10:30 WIB yang curiga sewaktu mendengar anak tetangganya itu yang baru berusia empat bulan yakni Sella dan Selly terus – terusan menangis. Lantaran curiga dipanggil tidak menyahut juga, akhirnya Encih masuk ke rumah dan melihat korban sudah tergantung di pintu kamar.

“Saya dengar anaknya yang kembar menangis. Kebingungan juga saya, kenapa anak nangis didiemin aja oleh ibunya. Setelah saya memanggil juga disaut, lalu melongok ke rumahnya yang ternyata pintunya juga tidak dikunci korban sudah begitu (kondisi menggantung),”ujar Encih kepada petugas Polsek Cimanggis, Kamis (26/2/2015).

Menurut Encih, perbuatan nekat yang diperbuat oleh korban itu menjadi suatu pertanyaan yang tidak disangka-sangkakan selama ini.

Begitu juga keterangan suami korban, Samhudi,32 tahun, mengaku tidak mengetahui istrinya nekat berbuat hal seperti itu. “Tidak ada masalah kok yang menimpa keluarga. Bahkan tidak pernah ada cekcok atau bertengkar,”ungkapnya.

Pegawai di PT Tirta Mas Perkasa Sanqua ini mengatakan, sebelum berangkat kerja dirinya pamitan dengan istri. Bahkan korban juga sempat minta tolong beliin mie instan di warung untuk makan siang.

“Orang tidak ada yang aneh kok sebelum saya pergi berangkat kerja ke pabrik. Semua terlihat normal seperti biasa, tidak ada gelagat yang aneh. Tahu-tahu saya dapat kabar bahwa istri saya meninggal dunia dengan cara yang tidak diharapkan,” kata Samhudi dengan mata berkaca-kaca didampingi Ketua RW.04 Muhammad Tobri.

Samhudi menambahkan, sebelumnya istrinya pernah mengatakan  bercerita bahwa dirinya mendapat SMS dari pamannya mengenai ibu dan adiknya Maulana yang tinggal di Cikaret telah menjual rumahnya dan pulang kampung ke Jawa.

“Istri saya dapat SMS dari pamannya kalau ibu sama adiknyanya pulang ke Jawa dan rumah di Cikaret dijual. Ibu nggak ngomong cuma ngirim SMS lewat paman. Tapi kenapa kok dia sampai begitu nekat,” lugasnya.

Sedangkan Kapolsek Cimanggis Kompol Bambang Irianto mengatakan dengan membuat surat pernyataan pihak keluarga tidak menginginkan korban untuk divisum. “Jenasah kini sudah dimakamkan pihak keluarga. Dari penyelidikan sementara korban meninggal akibat bunuh diri. Sedangkan tali kuning yang digunakan korban kita sita untuk barang bukti,”ungkapnya.

Polsek Metro Tambora Bekuk Sembilan Penjudi Samgong

Kamis, 26 Februari 2015 09:08 WIB
PUSKOMINFO - Aparat kepolisian dari Polsek Metro Tambora membekuk sembilan orang yang sedang asyik bermain judi. Sembilan orang tersebut bermain judi samgong di Jalan Songsi Raya RT 03 / RW 06 No. 27, Tambora, Jakarta Barat, pada Rabu (25/2/2015) siang.

"Kami berhasil meringkus sembilan orang yang bermain judi samgong," ujar Kapolsek Metro Tambora, Kompol Dedy Tabrani.

Kesembilan orang tersebut di antaranya Asep, 34 tahun, Donny, 36 tahun, Saefudin, 26 tahun, Dede, 24 tahun, Fauzi, 18 tahun, Romi, 54 tahun, Juliawan, 22 tahun, Agus, 26 tahun dan Winardi, 32 tahun.

"Untuk sementara ini masih dalam proses penyelidikan," ucap Kapolsek.

Barang bukti yang berhasil diamankan seperti 1 set kartu remi dan uang tunai senilai Rp. 340 ribu. Kepolisian menangkap para pelaku karena adanya laporan dari warga setempat.

Sementara itu, pada saat yang bersamaan, petugas Reskrim Polres Metro Jakarta Barat juga menangkap bandar judi togel di Jl. Krendang Barat I RT 07/RW 05 Kelurahan Krendang, Tambora, Jakarta Barat.

Seorang bandar bernama Gow Wi Kian alias Atik alias Mpe tertangkap tangan ketika sedang mencatat nomor pasangan judi togel. Dari tersangka, petugas menyita barang bukti uang tunai  Rp173 ribu, satu bendel kode nomor judi togel, satu bendel kertas catatan nomor pasangan, satu bendel kertas rekapan nomor pasangan dan sebuah pulpen.

Kini tersangka Gow Wi Kian masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Metro Jakarta Barat.   

48 Pelaku Begal Ditangkap, Tujuh Diantaranya Tewas Ditembak


Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono bersama Kapolresta Depok Kombes Ahmad Subarkah menyita senjata tajam jenis pisau belati dari razia cipkon di Jalan Margonda, depan BSI
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono bersama Kapolresta Depok Kombes Ahmad Subarkah menyita senjata tajam jenis pisau belati dari razia cipta kondisi di Jalan Margonda, depan BSI Depok, Rabu (25/2/2015) malam hingga Kamis (26/2/2015) pagi.

Kamis, 26 Februari 2015 08:30 WIB
PUSKOMINFO - Upaya Polda Metro Jaya menangkap pelaku perampasan sepeda motor (begal) terus dilakukan secara maksimal di seluruh jajaran Polda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono menuturkan pihaknya telah mengirimkan  360 anggota terdiri dari anggota Intel, Reskrim, Krimsus dan Narkoba untuk memback up seluruh jajaran Polres.

“Diantaranya Polresta Depok sudah kita kirim anggota 1 SSK untuk menangkap  pelaku begal motor serta teror bom yang sangat meresahkan masyarakat,” ujar Kapolda didampingi Kapolresta Depok Kombes Ahmad Subarkah saat meninjau lokasi razia di depan kampus BSI Jalan Margonda, Pondok Cina, Beji, Kota Depok, Rabu (25/2/2015) malam.

Selain itu, Kapolda mengutarakan juga telah mengamankan 48 tersangka pelaku kejahatan jalanan termasuk begal motor dari seluruh jajaran Polres termasuk Depok. “Tujuh diantaranya dilumpuhkan meninggal dunia lantaran membahayakan anggota dan masyarakat,”katanya.

Tidak hanya pelaku begal dan kejahatan jalanan lain yang telah berhasil ditangkap, Kapolda menambahkan pihaknya juga telah menyita hasil kejahatan motor sebanyak 140 unit, mobil 21 unit, senjata api 14 pucuk satu diantaranya senpi organik, satu pucuk senjata air soft guns, serta 12 senpi rakitan.

“Seluruh lokasi rawan begal yang terjadi di pinggiran Jakarta yaitu Depok, Tangerang, Bekasi telah kita petakan sebanyak 16 kejadian yang dianggap rawan lokasi begal motor,”tambahnya.

Upaya antisipasi begal di seluruh jajaran, Kapolda menerapkan langkah Preemtif, dan Prepentif. “Jika memang membahayakan akan dilakukan represif upaya penegakan hukum terhadap para pelaku,” kata Kapolda.

Menanggapi peristiwa anarkis yang dilakukan masyarakat terhadap pelaku begal di daerah Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kapolda mengimbau agar masyarakat jangan main hakim sendiri.

“Setiap malam kita sudah melakukan razia patroli skala besar. Saya berharap akan segera menangkap seluruh pelaku begal yang masih DPO. Untuk wilayah Depok yang DPO ada 2 orang, masih terus kita kejar pelakunya tersebut di daerah kampung asalnya Lampung,”papar Kapolda.

Sementara itu, Kapolresta Depok, Kombes Pol Ahmad Subarkah mengatakan belum ada informasi terkait isu broadcast bbm baik itu begal maupun isu penyebaran kelompok begal asal Lampung yang disebar di wilayah Jabodetabek.

“Hingga kini belum ada informasi terkait penyebaran pelaku begal dari anggota. Namun perlu kita waspada dan selalu berhati-hati bagi pengendara sepeda motor,”ujar Kapolres.

Polsek Tambun Gerebek Home Industri Miras Palsu di Perumahan Villa Bekasi Indah

Kamis, 26 Februari 2015 08:25 WIB
PUSKOMINFO - Unit Reskrim Polsek Tambun menggerebek rumah yang dijadikan tempat memproduksi miras palsu di Perumahan Villa Bekasi Indah I, Blok E, No 17, RT 7/12, Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (25/2/2015). 

Dari lokasi penggerebekan tersebut, petugas selain menyita ribuan miras, juga mengamankan empat orang yakni pemiliknya SR, 46 tahun dan ketiga karyawanya, WA, 40 tahun, SU, 35 tahun, dan IS, 29 tahun.

”Ribuan miras ini diproduksi di rumah itu,” ujar Kapolsek Tambun, Kompol Ali Zuhron.

Menurut Kapolsek, pemiliknya SR menjadikan rumahnya tersebut menjadi home industri pembuatan minuman keras ilegal dengan dibantu ketiga karyawanya. Rumah pembuatan miras palsu ini diketahui berdasarkan laporan warga yang resah dengan aksi keempat pelaku.

Miras palsu itu, kata Kapolsek, didistribusikan ke tempat penjualan miras di berbagai wilayah. Dari rumah itu petugas mengamankan, satu unit mobil merk nissan evalia, dua buah mesin press, dua kompor gas, satu kayu pengaduk, empat buah panci, satu buah alat ukur.

148 dus miras merk mension warna kuning, 21 dus miras merek mension ukuran botol kecil, 25 miras merk vodka, 26 miras merk anggur gingseng, 13 dus miras anggur gingseng, 7 dus anggur hitam, 7 ikat label miras vodka, 1 jerigen caramel, 9 jerigen alkohol, 16 ikat label miras mension house.

8 ikat label miras brandy, 16 botol essen atau perasa, 2 bungkus gula biang, 9 dus tutup botol, 4 pak segel botol, 17 karung botol anggur kosong, 125 dus botol kosong. 


Sementara para pelaku dijerat dengan Pasal 204 KHUP dengan ancaman lima tahun penjara.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis 26 Februari 2015

Kamis, 26 Februari 2015  08:18 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling, Kamis 26 Februari 2015, di lima lokasi DKI Jakarta, sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat 
SIM : Kantor Pos Ps Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat 
SIM :Citra Land Grogol
STNK : Citra Land Grogol

3. Jakarta Selatan 
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Off Line

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

SIM Keliling Tangerang Kota : Plaza Shinta Karawaci

 Jam Operasional: 08:00 s/d 14 :00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C.

- Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

- Info Keterangan Lebih Lanjut: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan Telp : 021-52960770 & 021-91304959 Fax : 021-5275090 SMS : 1717

25 Februari 2015

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Puluhan Rumah di Cengkareng Ludes Terbakar

Rabu, 25 Februari 2015 15:28 WIB
PUSKOMINFO - Akibat hubungan arus pendek listrik, puluhan rumah di Cengakrenag, Jakarta Barat ludes terbakar. Api dapat dipadamkan dua jam kemudian setelah petugas mengerahkan 17 unit mobil pemadam kebakaran.

Sedikitnya 40 unit rumah di Bojong Kavling, RT 16/RW 04, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat ludes dilalap api. Peristiwa terjadi sekira pukul 08.00 WIB, Rabu (25/2/2015) pagi. Kuat dugaan api berasal dari konsleting listrik dari salah satu rumah warga milik Dulkamit, 65 tahun.

Struktur bangunan yang terbuat dari kayu membuat api semakin membesar.

"Belum di taksir berapa kerugiannya saat ini saksi masih kami mintai keterangannya," ujar Kapolsek Metro Cengkareng, Kompol Sutarjono di lokasi.

Sementara itu, untuk memadamkan api, Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Jakarta menurunkan 17 unit mobil pemadam sehingga sekira pukul 10.00 WIB api berhasil dipadamkan.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," pungkas Kapolsek.


Polres Metro Jakarta Barat Terjunkan Ratusan Personel Amankan Markas Golkar

Jaga Markas Golkar, Polres Jakbar Terjunkan Ratusan Personel
Rabu, 25 Februari 2015 08:50 WIB
PUSKOMINFO -  Mahkamah Partai Golkar akan menggelar sidang putusan terkait sengketa dualisme kepengurusan antara kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie (Ical) di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (25/2/2015).

Massa dari kedua kubu yang tengah berseteru akan berkumpul di markas partai berlambang pohon beringin tersebut.

Untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan, Polres Metro Jakarta Barat menerjunkan ratusan personel keamanan.

"Sudah disiapkan pengamanan," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Muhammad Fadil Imran, kepada wartawan, Rabu (25/2/2015).

Informasi yang diperoleh pihak kepolisian, dalam Mahkamah Partai Golkar tersebut akan hadir massa dari kedua kubu yaitu kubu Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical) akan berjumlah ratusan, sementara massa dari kubu Ketum Agung Laksono juga ada, yakni dari massa AMPG yang dikomandoi Yorrys Raweyai.

Namun Kepolisian juga siap mengamankan konsentrasi massa di tempat itu. Polres Metro Jakarta Barat siap menerjunkan personel berseragam maupun berpakaian preman.

"Ada 100 personel terbuka dan 50 personel pengamanan tertutup berpakaian preman," kata Kapolres.

Bila nanti dirasa perlu untuk meningkatkan pengamanan, maka Polres Metro Jakarta Barat akan meminta dukungan dari Polda Metro Jaya.

"Mobil baracuda dan watercanon siaga di Polda. Jika diperlukan saja," kata Kapolres.

Angkot 02 Jurusan Jatiwaringin-Rawamangun Terbakar

Angkot 02 Jurusan Jatiwaringin-Rawamangun Terbakar
Rabu, 25 Februari 2015 07:32 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah mobil angkot 02 Jurusan Jatiwaringin-Rawamangun tiba-tiba terbakar di depan Seven Eleven (Sevel) di Jalan Jatiwaringin, Kalimalang, Jakarta Timur.

Seperti dilansir akun Twitter Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro, peristiwa yang terjadi sekira pukul 06.00 WIB itu menyebabkan mobil hangus terbakar.

"Sebuah Angkot 02 Jurusan Jatiwaringin-Rawamangun terbakar tepat di depan Sevel Jatiwaringin," tulisnya, Selasa (25/2/2015).

Penyebab terbakarnya mobil tersebut hingga kini belum diketahui. Akibat kejadian itu, lalu lintas dari kedua arah tersendat. Dugaan adanya korban atas peristiwa tersebut juga belum diketahui.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 25 Februari 2015

Rabu, 25 Februari 2015  07:26 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling, Rabu 25 Februari 2015, di lima lokasi DKI Jakarta, sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat 
SIM : Kantor Pos Ps Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat 
SIM :Citra Land Grogol
STNK : Citra Land Grogol

3. Jakarta Selatan 
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Off Line

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

SIM Keliling Tangerang Kota : Plaza Shinta Karawaci

 Jam Operasional: 08:00 s/d 14 :00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C.

- Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

- Info Keterangan Lebih Lanjut: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan Telp : 021-52960770 & 021-91304959 Fax : 021-5275090 SMS : 1717

24 Februari 2015

Sepekan, Ditres Narkoba Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Narkoba Senilai Rp43 Milliar


Polisi Gagalkan Sabu Senilai Rp43 Milliar Beredar di Jakarta 
Inilah para tersangka pengedar narkoba jaringan internasional yang diringkus anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sejak 13 Februari 2015 sampai 18 Februari 2015. Dari tangan sindikat internasional ini polisi menyita 18,2 kilogram sabu dan 45.000 butir ekstasi. Nilai totalnya adalah Rp43,3 milliar. 

Selasa, 24 Februari 2015 21:00 WIB
PUSKOMINFO - Selama sepekan sejak 13 hingga 18 Februari 2015, aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, berhasil menggagalkan peredaran narkoba senilai Rp43,3 milliar yang akan beredar di Jakarta.

Hal itu terungkap dalam jumpa pers terkait pengungkapan tersebut di Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Selasa (24/2/2015).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan, nilai Rp 43,3 milliar itu didapat dari tiga pengungkapan. Seluruhnya jaringan internasional.

Pertama, kata Kabid Humas, polisi mengungkap jaringan pengedar narkoba Hongkong - Jakarta pada Jumat 13 Februari 2015. Dari sindikat ini polisi menyita 6  kilogram sabu dan meringkus seorang kurir internasional.

Lalu, kedua polisi mengungkap jaringan narkoba Malaysia-Aceh-Jakarta dengan barang bukti sabu seberat 6,3 kilogram dan 45.000 butir ecstasy. Ada dua tersangka yang diringkus.

Setelah itu baru polisi mengungkap jaringan narkoba Hongkong-Jakarta lainnya pada Rabu (18/2/2015). Dari sindikat ini polisi menyita enam kilogram shabu dan meringkus tiga tersangka.

Totalnya, kata Kabid Humas, ada 18,2 kilogram sabu dan 45.000 butir ekstasi yang berhasil diamankan polisi. Itu nilainya sama dengan Rp43,3 milliar. Atau artinya, kata Kabid Humas, polisi sudah menyelamatkan 136.482 orang untuk tak memakai narkoba tersebut.

Rumah Kos di Jatinegara Dijadikan Gudang Sabu oleh Jaringan Narkoba Internasional

Selasa, 24 Februari 2015 20:46 WIB
PUSKOMINFO - Rumah kos dijadikan gudang sabu dan ecstasy oleh jaringan pengedar narkoba Malaysia-Aceh-Jakarta.

Rumah kos yang berada di  Jalan Kebon Nanas Selatan, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur itu digerebek petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, pada Sabtu (14/2/2015) lalu.

Di kos-kosan itu polisi mendapatkan 6,3 kilogram sabu dan 45.000 butir Ecstasy.

Selain itu, polisi juga meringkus penghuni kos, yakni pria berinisial MSH dan YZ. Mereka adalah kurir penerima, penyimpan, dan pengirim Narkoba di jaringan tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Eko Daniyanto, mengatakan, pengungkapan kos yang dijadikan gudang sabu oleh sindikat narkotika jaringan internasional itu sudah diterima beberapa hari sebelum penangkapan.

"Awalnya kami hanya meringkus dua penghuni kos yang sedang memakai 0,5 gram sabu. Tapi setelah diinterogasi ternyata mereka menyembunyikan 6,3 kilogram sabu dan 45.000 butir ecstasy di sebuah tas," ujar Kombes Eko kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (24/2/2015).

Ternyata kamar kos itu memang jadi tempat persinggahan narkoba yang dikirim dari Malaysia dan Aceh. Jumlahnya tak pernah terlalu banyak, tetapi rata-rata sekali datang narkoba bisa mencapai enam kilogram sabu. Dalam sebulan bisa terjadi dua sampai tiga kali pengiriman sabu dan disimpan di kamar kos itu. Makanya kamar itu sudah seperti gudang sabu sindikat tersebut.

Kombes Eko mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut agar sampai ke para pengirimnya.

Kini dua tersangka yang tertangkap dikenakan Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Pekerja Toko Tewas Akibat Tertimpa Papan Panel Saat Diturunkan dari Truk

Selasa, 24 Februari 2015 20:22 WIB
PUSKOMINFO - Sutarto, 44 tahun, pekerja Toko Phonix yang berlokasi di Jalan Jelambar Aladin No.7 RT 05/06 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, tewas akibat tertimpa papan panel, Selasa (24/2/2015) sekira pukul 16:00 WIB.

Saat kejadian,  warga Jalan Pluit Dalam, RT 07/08, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara itu hendak menurunkan papan sebanyak 26 lembar dengan berat masing-masing per lembarnya sekira 50 kilogram, dari mobil Isuzu berjenis pick up dengan nomor polisi B 9193 BDG menuju toko tempatnya bekerja.

Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Kus Subiantoro, mengatakan, korban merupakan pekerja toko. Menurut Kapolsek, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa nahas tersebut dengan meminta keterangan para saksi termasuk pemilik toko.

"Akibat kejadian ini korban meninggal di tempat, karena memang berat papan yang menghimpit tubuhnya membuat yang bersangkutan mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala," tukasnya.

Begal Sepeda Motor Dipincangi Warga di Kemayoran

Selasa, 24 Februari 2015 19:52 WIB
PUSKOMINFO - Begal sepeda motor mengaku kelompok Pedongkelan tertangkap warga usai beraksi di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat, Senin (23/2/2015) malam. Salah satu pelaku dihakimi warga hingga kakinya pincang.

Saat itu, dua pelaku yakni Edo dan Irfan berusaha merebut sepeda motor yang dikendarai Agus Hakim dan istrinya, Sri, yang melintas di Pintu VIII, Jalan Industri Kemayoran, Jakarta Pusat. Kedua pelaku yang juga berboncengan sepeda motor memepet sepeda motor korban.

Kapolsek Kemayoran Kompol Suyud mengatakan, awalnya kedua pelaku berhasil menjatuhkan sepeda motor korban hingga korban Agus terluka di bagian kepala dan kaki kiri patah. Namun karena korban berteriak, pelaku panik dan hanya berhasil membawa tas korban.

"Pada saat yang sama, melintaslah tukang ojek serta petugas patroli sepeda motor," kata Kapolsek kepada wartawan, Selasa (24/2/2015). Tukang ojek tersebut mengejar kedua pelaku hingga ke Jalan Benyamin Sueb

"Keduanya berhasil dibekuk. Irfan dipukuli sampai kakinya pincang, sementara Edo berhasil kabur dari tangkapan," tambanya.

Tersangka Irfan dan sepeda motor Suzuki Satria yang dipakai melakukan kejahatan kemudian dibawa ke Mapolsek Metro Kemayoran. 


Tersangka Irfan mengaku berasal dari Blora, Jawa Tengah. Ia juga mengaku dari kelompok Pedongkelan.

"Sementara itu Agus Hakim yang terluka di kepala dan kaki kirinya patah, kini dalam perawatan di RS Mitra Kemayoran," tutupnya.

Bawa 5 Kg Sabu, WNA Tionghoa Diciduk Reserse Narkoba Polda Metro Jaya

Selasa, 24 Februari 2015 19:45 WIB
PUSKOMINFO - Baru 10 hari di Indonesia, Warga Negara Asing (WNA) asal Tionghoa berinisial TKH ditangkap polisi karena nekat membawa 5 Kg narkotika jenis sabu di dalam bagasi sepeda motornya.

TKH ditangkap ketika polisi melihat dia linglung saat mengendarai sepeda motor Honda Revo bernomor polisi B 6585 UNQ, di Jalan Pluit Karang Permai, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

"Sebelumnya kami sudah mendapatkan laporan, bahwa ada WNA asal Tionghoa membawa sabu untuk transaksi di wilayah Penjaringan," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Eko Daniyanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (24/2/2015).

Usai menghentikan sepeda motor tersangka, polisi langsung melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti lima kilogram sabu.

"Dia di lokasi seperti orang bingung, sambil menelefon. Dia juga tidak memakai helm," lanjutnya. Lalu polisi membawa tersangka ke tempat menginapnya, di Hotel Maxley di Jalan Pluit Selatan, lalu di sana polisi menemukan satu kilogram sabu di kamar 202.

"Dia kurir sabu yang berasal dari Hongkong, dan datang ke Indonesia untuk melakukan transaksi dengan para pemesan di Jakarta. Saat dia tertangkap, TKH baru saja mau bertemu dengan pemesan pertamanya," pungkas Kombes Eko.

WN Nigeria dan Kekasihnya Miliki 6 Kg Sabu, Ditangkap Ditres Narkoba Polda Metro Jaya

Selasa, 24 Februari 2015 19:36 WIB
PUSKOMINFO - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membekuk pasangan kekasih yang kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu seberat 6 kilogram di wilayah Jakarta Pusat.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Eko Daniyanto mengatakan, penangkapan TC, warga negara Nigeria; dan kekasihnya berinisial KY, 30 tahun, bermula saat pihak kepolisian mendapat informasi bahwa ada kiriman narkoba dari Hong Kong. Lalu petugas langsung mengisolasi semua kiriman tas dari Hong Kong pada 18 Februari di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

 "Setelah diperiksa ada satu tas yang berisi baju bekas dan dilapisi aluminium foil yang berisi sabu 6 kilogram," ujar Kombes Eko kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (24/2/2015).

Saat ditelusuri, tas tersebut hendak dikirim ke Kelurahan Paseban, Jakarta Pusat. Polisi pun bergerak cepat dan langsung menangkap seseorang berinisial HT. Petugas melakukan pengembangan hingga menangkap KY di sebuah minimarket di wilayah Rawamangun, Jakarta Timur.

Setelah itu, KY baru menunjukkan tempat persembunyian pacar Nigeria-nya di Apartemen Centra Timur Residence, Jakarta Timur. "Jadi, tersangka KY ini berpacaran dengan WNA Nigeria berinisial TC," lanjutnya.

KY mengaku baru dua bulan berpacaran dengan pria Nigeria itu. Aksi tersebut merupakan yang pertama ia menjadi kurir.

"Pengakuannya, dia (KY) baru sekali mengedarkan narkotika itu," jelas Eko. Kini, sejoli itu meringkuk di balik sel Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

WN Korea Selatan Terjaring Razia Kedapatan Miliki Narkoba Saat Naik Taksi di Hayam Wuruk


WN Korea Selatan (baju oranye) yang dibekuk karena miliki narkoba
WN Korea Selatan (baju oranye) yang dibekuk karena miliki narkoba

Selasa, 24 Februari 2015 19:23 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pria Warga Negara  Korea Selatan, terjaring polisi saat ada razia di Jalan Hayam Wuruk Gambir, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2015) malam. Disita sembilan  butir tablet jenis narkotika serta satu handphone dari dalam jok taksi yang ditumpangi tersangka.

Tersangka KKH alias Kim, 47 tahun, kemudian digelandang ke kantor Polres Metro Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakara Pusat, Kombes Pol Hendro Pandowo, menuturkan tertangkapnya pria asing itu berawal dari adanya razia Operasi Cipta Kondisi yang dilakukan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat pada Senin (23/2/2015) malam.

Operasi cipta kondisi  yang dipimpim langsung Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Robet Sitinjak, sekira pukul 23:30 WIB, melibatkan melibatkan ratusan anggota dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Metro Gambir.

Dalam operasi tersebut, satu persatu mobil yang melintas di Jalan Hayam Wuruk diberhentikan lalu diperiksa setiap penumpangnya. Taksi yang datang dari arah Kota menuju kawasan Monas juga ikut diberhentikan dan diperiksa.

Ketika petugas memriksa taksi, terdapat seorang penumpang pria berkebangsaan Korea Selatan yang duduk di jok belakang sebelah kiri lalu digeledah. Namun disaat petugas meriksa jok mobil, tiba-tiba petugas menemukan sembilan butir pil jenis narkotika.

Kim yang tinggal di satu apartemen di kawasan Dadap, Tangerang, sempat membantah kalau barang haram itu miliknya. Setelah diperiksa intensif, akhirnya mengaku kalau pil itu milik pria pebisnis itu. “Pria ini naik taksi dari diskotek di kawasan Kota, dan tinggal di Indonesia sudah empat tahun, berprovesi pebisnis, “ujar AKBP Robert Sitinjak.

Kini petugas masih mengembangkan kasus tersebut dengan memeriksa intensif tersangka.

Belasan Rumah di Paseban Ludes Terbakar








Damkar RT
Selasa, 24 Februari 2015 10:02 WIB
PUSKOMINFO - Sebanyak 11 rumah di Jalan Salemba Tengah, RT 03/RW 03, tepatnya di belakang Pasar Paseban, Jakarta Pusat, ludes terbakar. Tak ada korban luka dan jiwa dalam kebakaran yang terjadi Selasa (24/2/2015) tadi pagi.

Informasi dari TMC Polda Metro Jaya, peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 08:26 WIB. "Rumah penduduk di Jl.Salemba tengah Rt,03 Rw.03 Salemba Jakpus terbakar dlm penanganan Damkar," bunyi  twitter @TMC PoldaMetro.

Saat ini api sudah berhasil dijinakkan setelah petugas menerjunkan sebanyak 23 unit mobil pemadam kebakaran. Sebanyak 11 rumah semi permanen ludes terbakar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Seorang Begal Sepeda Motor Dibakar Hidup-hidup di Pondok Aren

Selasa, 24 Februari 2015 09:37 WIB
PUSKOMINFO - Seorang dari empat pelaku begal sepeda motor tewas dibakar massa setelah tertangkap warga di Jalan Masjid Baiturrahim RT 02/RW 03 Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (24/2/2015) dinihari tadi.

Warga yang kesal dan marah dengan ulah pelaku yang meresahkan itu kemudian membakar hidup-hidup satu pelaku yang tertangkap, sementara tiga pelaku lainnya berhasil kabur.

Informasi dari Polsek Pondok Aren, Saat kejadian sekira pukul 01:00 WIB, korban yang bernama Wahyu Hidayat, 22 tahun, yang memboncengi Sri Astriani, 20 tahun, mengendarai Honda Beat Nopol B-6878-WHO.

Saat itu korban ingin pulang sehabis membeli makan malam. Dalam perjalanan, korban diikuti dua dua sepeda motor empat orang. Keempat pelaku langsung menghadang korban sambil mengacungkan senjata tajam jenis samurai. Kedua korban diperintahkan untuk berhenti

Namun samurai tersebut dirampas oleh korban, Sri, hingga salah satu pelaku yang memegang samurai terjatuh. Korban pun berteriak hingga didengar warga sekitar yang kemudian mengepung pelaku.

Keterangan saksi korban, saat dikepung warga, tiga pelaku begal itu berhasil kabur dan satu lagi tak bisa berkutik. Setelah dikeroyok massa, kemudian warga membakar pelaku yang belum diketahui identitasnya itu.

Saat ini petugas masih memeriksa saksi-saksi. Petugas juga mengamankan barang bukti Sepeda Motor milik korban dan sebilah samurai milik pelaku.

Polsek Ciputat Tangkap Petugas Telkom Gadungan Saat Mencuri Kabel

Selasa, 24 Februari 2015 08:08 WIB
PUSKOMINFO - Dua pencuri yang mengaku-ngaku petugas PT Telkom ditangkap oleh petugas Polsek Ciputat, saat kedapatan mencuri gulungan kabel primer sepanjang 120 meter di Jalan Ir Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (23/2/2015). Kabel milik PT Telkom yang dicuri tersebut senilai Rp 60 juta.

Kapolsek Ciputat, Kompol Burhannudin, mengatakan bahwa kedua berinisial JN, 42 tahun, warga Lampung dan MY, 43 tahun, warga asal Yogyakarta. Mereka kesehariannya adalah kuli bangunan yang menggunakan mobil pikap untuk membawa kabel hasil curian itu.

"Kedua petugas yang mengaku dari PT Telkom tersebut menggunakan mobil pikap bernomor polisi B 9852 CAB, kini keduanya berikut barang bukti diamankan di Mapolsek Ciputat" kata Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan bahwa menurut pengakuan kedua tersangka, mereka melakukan aksinya baru dua kali. Para pelaku menggunakan peralatan untuk memotong kabel berupa rantai besi, kampak, palu, linggis, pahat, dan gergaji besi.

"Kabel primer yang dicuri diperkirakan seharga Rp 60 juta. Saat sedang beraksi kedua pelaku dipergoki oleh petugas keamanan yang mencurigai mereka. Kemudian, kedua pelaku dibawa ke Mapolsek," kata dia.

Kedua pelaku akan dikenakan pasak 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 12 tahun penjara.

Pengedar Sabu Diringkus Polsek Metro Penjaringan, 11 Paket Ditemukan di Kantong Celana

Selasa, 24 Februari 2015 07:47 WIB
PUSKOMINFOSeorang pengedar narkoba jenis sabu diringkus jajaran Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara. Dari tangan Rosul, 34 tahun, petugas mengamankan 5,60 gram sabu.

Pelaku dibekuk di Jalan Muara Baru, RT19/17, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Saat ditangkap pelaku mengaku hendak mengantar barang haram tersebut kepada pelanggannya.

"Penangkapan ini masih dilakukan pengembangan. Tersangka sudah lama kami cari. Dia mengaku sabu itu didapat dari seseorang berinisial S di kawasan Jakarta Barat," kata Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Kus Subiantoro saat dihubungi wartawan, Senin (23/2/2015)..

Menurut Kapolsek, terungkapnya peredaran narkoba ini, berawal dari laporan masyarakat. Lanjutnya, Rosul yang seorang pengangguran ini sering dijumpai orang di luar daerahnya itu di rumahnya.

Dari laporan itu, polisi kemudian melakukan pengintaian, hingga berhasil meringkusnya. Tersangka juga sempat berkilah, bahwa tidak membawa narkoba. Namun petugas tidak percaya dan meminta tersangka untuk mengeluarkan isi kantong celananya. Dari dalam kotak rokok lalu saat dibuka ditemukan 11 paket sabu seberat 5,60 gram.

"Tersangka bilang sudah setahun mengedarkan narkoba. Kami masih dalami diduga kuat tersangka masuk dalam jaringan besar narkotika," ujarnya.

Kepada penyidik tersangka Rosul menuturkan, hanya menjadi perantara dari bandar berinisial S, di kawasan Jakarta Barat. Setiap memasok sabu, S menggunakan kurir.

"Saya enggak kenal yang mengantar sabunya karena ganti-ganti orangnya. Dia (S) tidak bisa dihubungi tapi dia yang menghubungi saya, soalnya nomor HP-nya ganti-ganti," katanya.


Diduga Stres Terkena Stroke, Seorang Kakek Nekat Gantung Diri

Selasa, 24 Februari 2015 07:26 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pria berusia 63 tahun nekat menghabisi hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya di Kampung Bulak Timur RT 01/RW 10, Cipayung, Depok, Senin (23/2/2015) sore. Kakek bernama T. Silalahi memilih gantung diri diduga karena depresi akibat stroke yang tak kunjung sembuh.

Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya bernama Theresia Ana Temmy Silalahi, 21 tahun. Saat anaknya masuk ke rumah, korban sudah dalam keadaan tergantung.

Korban bahkan tergantung dan duduk di kursi roda dengan leher tergantung di tali tambang plastik berwarna hijau. Theresia pun langsung berteriak meminta tolong.

"Keterangan saksi atau anaknya, tambang memang sudah terpasang dengan maksud untuk membantu apabila korban mau bergerak berdiri," kata Kapolsek Pancoranmas, Kompol Purwadi.

Saat ini korban sudah dimakamkan tidak jauh dari rumahnya. Korban diduga nekat melakukan tindakan tersebut lantaran depresi menderita penyakit stroke menahun.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 24 Februari 2015

Selasa, 24 Februari 2015  07:22 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling, Selasa 24 Februari 2015, di lima lokasi DKI Jakarta, sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat 
SIM : Kantor Pos Ps Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat 
SIM :Citra Land Grogol
STNK : Citra Land Grogol

3. Jakarta Selatan 
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Off Line

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

SIM Keliling Tangerang Kota : Plaza Shinta Karawaci

 Jam Operasional: 08:00 s/d 14 :00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C.

- Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

- Info Keterangan Lebih Lanjut: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan Telp : 021-52960770 & 021-91304959 Fax : 021-5275090 SMS : 1717

Teror Bom di Depok, Tiga Saksi Diperiksa Polisi


Benda yang dicurigai bom ditemukan depan toilet
Benda yang dicurigai bom ditemukan depan toilet ITC Depok

Selasa, 24 Februari 2015 07:12 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polresta Depok memeriksa tiga orang saksi terkait teror bom  yang ditaruh di toilet tempat arena bermain ITC Depok lantai Mezanine, Senin (23/2/2015) malam, Kapolresta Depok, Kombes Ahmad Subarkah memerintahkan jajarannya agar meningkatkan kewaspadaaan.

“Anggota Reskrim telah memeriksa tiga orang saksi terkait penemuan benda mencurigakan yang diduga bom,”ujar Kapolresta Depok, Selasa (24/2/2015) pagi.

Menurut Kapolres, tiga orang saksi yang diperiksa yakni dua orang bagian cleaning service ITC serta seorang petugas wahana bermain anak di lantai UG Mezanine.

” Keterangan saksi sangat berpengaruh untuk mengarah ke pemilik yang sengaja menaruh benda mencurigakan tersebut,”ucapnya.

Kapolres juga mengatakan menerapkan kondisi keamanan dalam situasi waspada.

“Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono datang langsung ke Polresta Depok untuk memberikan koordinasi keamanan di depan tujuh Kapolsek untuk tetap siaga,”tambahnya.

Kapolda Metro Jaya tiba di Polresta Depok  dini hari dan pengarahan  kepada kapolsek di ruangan Kapolres. Tidak ada keterangan resmi Kapolda yang diberikan kepada pewarta.

Sebelumnya pada Senin (23/2/2015) sekira pukul 18:30 WIB, anggota Polsek Pancoran Mas, mendapat laporan penemuan benda mencurigakan diduga bom di Toilet ITC Lantai Mezanine.

Pertama kali benda mencurigakan yang ditaruh di kardus coklat ditemukan Guruh,31 tahun, penjaga area bermain sewaktu buang air kecil. Usai keluar toilet terdengar suara letupan kecil dari dalam toilet dan lekas memberitahu security.

Ternyata sebelumnya  Roni Sulung petugas cleaning servise sudah lebih awal mengetahui ada penemuan benda mencurigakan mengira milik pengunjung sekitar pukul 14:00 WIB.

Hasil Olah TKP oleh petugas Polresta Depok dan Gegana Polri, ditemukan kardus  yang telah meledak dan serpihan ledakan. Terdapat air aki dan sebuag dus yang berisikan rakitan bom. Barang bukti tersebut dibawa ke Mapolresta Depok untuk penyelidikan lebih lanjut.

23 Februari 2015

Dua Siswa SMA Merampok & Bacok Pedagang Nasi Goreng di Jagakarsa


Foto- Dua tersangka. (adji)
  Dua tersangka perampok pedagang nasi goreng di Jagakarsa

Senin, 23 Februari 2015 15:29 WIB
PUSKOMINFO - Dua pemuda yang masih duduk di kelas X bangku SMA nekat merampok dan membacok pedagang nasi goreng di Jalan Jeruk, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2015) dinihari. Keduanya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polsek Metro Jagakarsa.

Kapolsek Metro Jagakarsa, Kompol Husaima, didampingi Kanit Reskrim AKP Hari Subeno, mengatakan kejadian berawal dari korban Slamet Riyadi, sedang memangkal nasi goreng berjualan sambil memegang HP BlackBerry 29800 tiba-tiba disatroni dua pelaku.

“Satu pelaku merampas HP korban dan melarikan diri dari Cipete dan memutar-mutar arah,” ujar Kapolsek.

Usai merampas HP, pelaku langsung melarikan diri dan kehilangan kendali saat berkendara sepeda motor Honda Vario bernopol B 6712 STV sehingga terjungkal di jalanan.

Kemudian korban yang melihat kedua pelaku tersungkur langsung menghampiri pelaku. Namun, tanpa diduga pelaku membacok lengan kiri korban dan leher korban hingga sekarat. Kejadian tersebut dilaporkan ke petugas Polsek Metro Jagakarsa sekira pukul 02:00 WIB dinihari.

“Setelah mendapat laporan, petugas kurang dari 15-16 jam berhasil membekuk kedua pelaku di satu warnet, Jalan Damai Raya, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Jagakarsa, AKP Hari Subeno.

Dari pengakuan pelaku, mereka merampok hanya untuk biaya bermain game di warnet. Satu temannya mengaku baru sekali melakukan, sedangkan yang satu lagi sudah tiga kali di Jakarta Selatan.

“Dari hasil kejahatannya rencananya mereka untuk menghabiskan uangnya di warnet,” kata Kanit Reskrim.
Dari barang bukti yang diamankan berupa sebilah golok. Akibat perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 365 Ayat 1 dan 2 ke 1 E, 2E dan 4E KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.

Pegawai SPBU Ditembak Perampok di Ciracas, Uang Rp 250 Juta Raib Digondol Perampok

Senin, 23 Februari 2015 15:15 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pegawai SPBU dibegal kawanan perampok bersenjata api di Jl Taruna Jaya RT 001/014 No 17 Ciracas, Jakarta Timur, Senin (23/2/2015) pagi. Uang sebesar Rp 250 juta yang hendak disetor korban ke bank pun raib dibawa kabur para pelaku.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Sri Bhayangkari membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Memang betul ada kejadian tersebut, anggota Polsek Metro Ciracas masih menyelidikinya," kata Kompol Sri.

Informasi yang dikumpulkan, peristiwa terjadi sekira pukul 08:30 WIB. Saat itu, korban bernama Mulya, 30 tahun, dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X bernopol B 3807 TNT membawa tas berisi uang Rp 250 juta bermaksud akan menyetorkan uang hasil penjualan SPBU Radar Auri tersebut ke sebuah bank. Di perjalanan, korban dipepet para pelaku yang diperkirakan berjumlah 4 orang yang mengendarai sepeda motor.

Salah satu pelaku kemudian merebut tas korban. Korban mencoba mempertahankan tas tersebut, namun pelaku kemudian menyerangnya.

Salah satu pelaku membacok korban hingga mengenai kepalanya. Tidak hanya itu, pelaku juga menembakan senjata api ke arah korban dan mengenai perut kirinya.

Korban pun tersungkur. Tas berhasil dirampas para pelaku yang kemudian melarikan diri. Warga sekitar lalu membawanya ke RS Tugu Ibu, Jl Raya Bogor, Ciracas.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin 23 Februari 2015

Senin, 23 Februari 2015  07:58 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling, Senin 23 Februari 2015, di lima lokasi DKI Jakarta, sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat 
SIM : Kantor Pos Ps Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat 
SIM :Citra Land Grogol
STNK : Citra Land Grogol

3. Jakarta Selatan 
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Off Line

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Jl Dewi Sartika
STNK: Pasar Induk Kramat Jati

SIM Keliling Tangerang Kota : Plaza Shinta Karawaci

 Jam Operasional: 08:00 s/d 14 :00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C.

- Pembuatan SIM Baru dan jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling, Pengendara harus ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

- Info Keterangan Lebih Lanjut: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan Telp : 021-52960770 & 021-91304959 Fax : 021-5275090 SMS : 1717

Asyik Main Judi di Kontrakan, Enam Orang Dicokok Polsek Metro Cengkareng

Senin, 23 Februari 2015 07:04 WIB
PUSKOMINFO - Sedang asyik main judi koprok, enam orang penjudi dicokok Polsek Metro Cengkareng di Jalan Abdul Wahab RT 02 RW 06, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kapolsek Metro Cengkareng, Kompol Sutardjono, mengatakan, para tersangka diamankan karena aksinya sudah meresahkan masyarakat sekitar. Para tersangka yaitu Lilik, 39 tahun, Abdul Gofur, 36 tahun, Guntur, 21 tahun, Yulianto, 37 tahun, Najib, 43 tahun, dan Marzuki, 46 tahun.

"Mereka kami amankan karena sudah meresahkan warga sekitar, karena takut menghasut remaja-remaja di sana," ujar Kapolsek kepada wartawan, Minggu (22/2/2015).

Kata Kapolsek, para tersangka diamankan saat sedang bermain judi di rumah kontrakan Abdul Gofur. "Barang bukti yang kami sita adalah uang tunai Rp500 ribu, dan dadu koprok. Segala bentuk perjudian di wilayah Cengkareng harus dibersihkan," tutupnya.

22 Februari 2015

Seorang Pria Tewas di Tempat Karaoke di Tamansari Jakarta Barat

Minggu, 22 Februari 2015 21:24 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pria bernama Indra, 40 tahun, warga Pondok Gede, Kota Bekasi, tiba-tiba meninggal saat asyik karaoke di sebuah tempat karaoke di kawasan Mangga Dua, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (21/2/2015). Belum diketahui penyebab kematian korban namun dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit.

Peristiwa terjadi sekira pukul 18:05 WIB. Korban datang bersama temannya ke tempat karaoke tersebut sejak pukul 15:00 WIB.

"Korban sedang berada di room karaoke Crown bersama temannya, tiba-tiba mengeluh sakit dan selanjutnya pingsan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (22/2/2015).

"Selanjutnya korban dibawa ke RS Husada dalam keadaan tidak sadarkan diri," imbuhnya.

Setibanya di rumah sakit, dokter mengeceknya dan dinyatakan bahwa korban telah meninggal saat itu. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

"Diduga meninggal karena sakit," tutur Kabid Humas.

Sementara itu, lanjut Kabid Humas, berdasar keterangan keluarga kepada penyidik bahwa korban sebelumnya sudah mengeluh sakit.

"Dalam keterangan pihak keluarga menyatakan bahwa almarhum selama tiga hari belakangan mengeluh sakit di bagian dada dan menerima kematian almarhum sebagai takdir dan keberatan untuk dilakukan otopsi," tutupnya.

Pemuda Berambut Pirang Tewas Disambar KRL di Pancoranmas

Minggu, 22 Februari 2015 13:13 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pria diperkirakan berusia 22 tahun, ditemukan tewas mengenaskan di Jalan Baru Dewi Sartika RT 01/11 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, Jawa Barat dini hari tadi.

Pemuda itu korban tertabrak kereta api jurusan Jakarta-Bogor. "Korban mengalami luka di bagian kepala putus, tangan kanan putus," kata Kapolsek Pancoranmas, Kompol Purwadi, Minggu (22/2/2015).

Polisi tidak menemukan kartu identitas di lokasi kejadian. "Kita kesulitan mengenali jenasah lantaran tidak ditemukan kartu identitas seperti KTP. Diperkirakan usia korban sekitar 22 tahun,”ungkap Kapolsek.

Berdasarkan ciri-ciri, korban berkulit sawo matang, rambut dicat pirang, mengenakan kaos biru dan jins biru. "Kami masih cari tau identitas korban," tambahnya.

Jenazah korban menurutnya, langsung dievakuasi ke RS Fatmawati. Dia mengimbau, bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarga agar mendatangi rumah sakit tersebut atau Polsek Pancoranmas.

Operasi Cipta Kondisi, Polres Metro Jakarta Utara Merazia Tiga Kafe di Jalan Cilincing

Kapolres Jakarta Utara, Kombes Mohammad Iqbal didampingi Kapolsek Koja, TP Simangunsong memeriksa sejumlah pria yang terjaring dalam Operasi Bina Kusuma 2015.

Minggu, 22 Februari 2015 12:57 WIB
PUSKOMINFO - Polres Metro Jakarta Utara menggelar Operasi Cipta Kondisi. Razia preman yang dilakukan dari Sabtu malam hingga Minggu dini hari dilakukan di tempat hiburan malam di Jalan Cilincing Raya, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Puluhan anggota polisi baik berseragam maupun pakaian biasa, mendatangi tiga lokasi tempat hiburan malam di‎ Jalan Cilincing Raya, yakni, Jupiter Caf‎e, Simanalagi Cafe, dan Anesta Cafe.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Muhammad Iqbal, mengatakan, untuk memaksimalkan rasa aman bagi warga Jakarta Utara, setiap harinya anggota polisi melakukan operasi cipta kondisi dengan melakukan razia preman yang diintensifkan pada malam minggu.

"Orang yang diamankan adalah orang yang dianggap meresahkan masyarakat dengan melakukan pemalakan, pencurian," ujar Kapolres, Minggu (22/2/2015).

Sebanyak 158 personel anggota kepolisian yang ikut menggelar razia ini berasal dari tujuh Polsek di wilayah hukum Jakarta Utara. Razia yang dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Jakarta Utara, AKBP Appolo Sinambela ini memeriksa setiap pengunjung dan perempuan yang biasa menemani karaoke di tempat tersebut.

"Kita amankan 119 orang dalam operasi kali ini. Pelaku pencurian dengan kekerasan satu orang, empat orang dengan pencurian, dan tiga orang terlibat narkoba. Sementara 33 orang kita lakukan penahanan, dan sisanya sebanyak 86 orang akan kita bina dan berikan penyuluhan bekerjasama dengan Sudin Sosial," ungkap Kapolres.

Dalam operasi hari ini, sambung Kapolres, petugas menyita barang bukti diantaranya, enam telefon genggam, sebuah sepeda motor, empat senjata tajam, 24,4 gram sabu serta alat hisapnya, sebuah kotak amal hasil curian, dan 119 botol minuman beralkohol. "Kita juga menyita uang tunai senilai Rp 2.542.000 dari hasil judi togel," pungkasnya.

21 Februari 2015

Selama Dua Pekan, 13 Pencuri Sepeda Motor Berhasil Dibekuk, Pemilik Dapat Mengambil 31 Sepeda Motor di Polsek Metro Pademangan


Polsek Pademangan Amankan 13 Pencuri Motor, Ada Pelajar dan Mahasiswa

Sabtu, 21 Februari 2015 22:54 WIB
PUSKOMINFO - Dalam dua pekan di bulan Februari 2015, Polsek Metro Pademangan berhasil menangkap 13 pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang beraksi di wilayah Pademangan Jakarta Utara, Tangerang, Banten, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Para pencuri melakukan aksinya dengan modus papat rempes dan gunakan kunci letter T.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol M Iqbal penungkapan berawal dari penangkapan pelaku di daerah Pademangan awal bulan Februari. Setelah itu dikembangkan hingga berhasil menangkap sebanyak 13 tersangka yang diamankan di daerah beberapa wilayah.

"Hasil kerja Polsek Metro Pademangan di dalam melakukan pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor dengan berbagai modus pepet rampas. Berhasil ditangkap 13 tersangka di wilayah Pademangan, Tangerang, Banten, Jakbar, Jakpus," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara.

Kapolres mengutarakan, para tersangka diketahui ada yang bertugas menjadi pemetik dan ada yang sebagai penadah. Diantara dari mereka ada yang berstatus pelajar, mahasiswa dan seorang DPO Polda Banten.

"Pemetik ada tujuh yaitu R, IQ, JS, MR, SKM, MS dan BR. Sedangkan penadah ada enam orang yaitu SB, TH, YS, OH, EN dan HZ. Diantara mereka ada mahasiswa dan pelajar serta DPO Polda Banten," terang Kapolres

Dalam pengungkapan ini, sebanyak puluhan kendaraan bermotor berhasil diamankan. Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan 4 pasang kunci letter T.

"Jumlah kendaraan ada roda dua 31 serta 4 kunci letter T. Nantinya, jika ada masyarakat yang merasa kehilangan motor bisa mendatangi Polsek Pademangan untuk mencocokkan nomor mesin dan mengambil motornya," kata Kapolres.

"Saat ini, bagi masyarakat yang kehilangan sepeda motor dengan menunjukkan bukti kepemilikan yakni BPKP dan STNK bisa mengambilnya di Mapolsek Metro Pademangan. Petugas akan mencocokan dengan nomor mesin, rangka, termasuk dengan laporan nomor polisi. Nanti kita kembalikan ke pemiliknya," ujar Kapolres saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (21/2/2015) malam.

Asyik Pesta Shabu di Angkot, Sopir Diciduk Polsek Metro Cilincing


Tiga tersangka diamankan saat pesta shabu di dalam angkot KWK
Tiga tersangka diamankan saat pesta shabu di dalam angkot KWK
Sabtu, 21 Februari 2015 22:39 WIB
PUSKOMINFO - Sedang asyik pesta narkoba jenis shabu, pengedar dan sopir diciduk petugas Polsek Metro Cilincing di dalam angkot Koperasi Wahana Kalpika (KWK) 05 di Jalan Sungai Begog, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (21/2/2015) malam ini. Dari tangan ketiga tersangka petugas menyita 1,27 gram shabu, korek api dan alat hisap shabu (bong).

Ketiga tersangka yakni Dodi Setiawan, 26 tahun, Angga Prasetyo, 25 tahun, dan Soni Setiawan, 26 tahun, langsung diamankan ke Mapolsek Metro Cilincing.

Kepada petugas, ketiga tersangka mengaku shabu tersebut dibeli dari seseorang di kawasan Cilincing. “Kami masih dalami asal shabu tersebut. Dari pengakuannya mereka baru 6 bulan ketergantungan narkoba,” kata Kapolsek Metro Cilincing, Kompol Edi Purnawan.

Penangkapan ketiganya berawal dari operasi preman yang digelar jajaran Polsek Metro Cilincing di sejumlah kawasan rawan kriminalitas. Saat melintas, Tim Buser melihat tiga pelaku sedang berada di dalam mobil KWK yang pakir dengan kegiatam mencurigakan. Ketika petugas mendekat ke mobil tersebut tiga pelaku berusaha kabur dan sempat terjatuh saat keluar dari pintu KWK B 2822 PV.

Saat digeledah dari tangan, Dodi Setiawan dan Angga Prasetyo yang berprofesi sebagai sopir ditemukan shabu 0,25 gram shabu, bong dan korek api. Sementara di kantong celana pengedar, Soni Setiawan diamankan 1,02 gram shabu. “Saat kami amankan, mereka sedang asik nyabu dan sempat panik saat ditangkap,” ujar Kapolsek.

Salah satu tersangka, Dodi menuturkan, setiap menarik angkot ia bersama rekannya, Angga, terlebih dahulu menggunakan shabu. Hal tersebut dilakukan agar kuat saat membawa penumpang dari pagi hingga sore.

“Kami masih lakukan pengembangan kasus ini,” pungkas Kapolsek.

Tabrakan Vario vs Vixion di Pasar Minggu, Satpam Tua Tewas Seketika

Sabtu, 21 Februari 2015 14:33 WIB
PUSKOMINFO - Dua sepeda motor saling bertabrakan di Jalan Pejaten Barat, dekat sekolah Gonzaga, Pasar Minggu Jakarta Selatan, Sabtu (21/2/2015) pagi tadi. Satu pengendara motor pun tewas di lokasi.

Kanit Lantas Polsek Metro Pasar Minggu, AKP Rini mengatakan, peristiwa dua motor saling tabrak yaitu Honda Vario B 3900 SDQ dengan sepeda motor Yamaha Vixion B 6283 WJG. 


Akibat peristiwa tersebut,  pengendara sepeda motor Honda Vario yang bernama Abdul Majid, 60 tahun, pun tewas seketika di lokasi. Sedang pengendara Yamaha Vixion yang bernama Hendi Suhendi, 26 tahun, saat ini kondisinya kritis.

"Korban meninggal seorang satpam  warga Pedurenan RT 02/04, Cilandak Timur, Jakarta Selatan. Sedang yang luka-luka warga Kampung Utan, RT 05/03 Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Keduanya di bawa ke RS Jakarta Medical Center. Kasusnya masih kami selidiki," terang AKP Rini saat dihubungi wartawan, Sabtu (21/2/2015).

Paket Berisi Bahan Peledak Ditemukan di JNE Kembangan

Sabtu, 21 Februari 2015 14:18 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah paket bahan peledak ditemukan di kantor jasa ekspedisi JNE di kawasan Puri Kembangan, RT 09/RW 01, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (20/2/2015) sore sekira pukul 17:15 WIB.

Kapolsek Metro Kembangan, Kompol Sukatma mengatakan, paket tersebut dikirim oleh Derian Chris, alamat Jalan Pascal Barat 5, Gading Serpong, Tangerang. "Paket itu ingin dikirim kepada Bapak Josua Cristian di Banyuwangi, Jawa Timur," ujar Kapolsek kepada wartawan, Jumat (20/2/2015).

Paket tersebut, kata Kapolsek, dikirimkan dengan dokumen mainan anak-anak. Beruntung, sebelum dikirim paket tersebut diperiksa melalui x-ray. "Ternyata paket tersebut berupa bahan peledak, setelah di pastikan paket tersebut bahan peledak," lanjutnya.

Pihak JNE pun langsung menghubungi Mapolsek Metro Kembangan dan melakukan olah tempat kejadian perkara. "Paket tersebut langsung di amankan di Mapolres Metro Jakarta Barat, dan diperiksa oleh Gegana Polda Metro Jaya," katanya.

Petugas Polsek Metro Kembangan masih menyelidiki kepemilikan bahan peledak tersebut. 

Pemulung Temukan Granat di Tempat Pembuangan Sampah di Cengkareng

Sabtu, 21 Februari 2015 14:06 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah granat nanas ditemukan pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) RT 04 RW 03, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (21/2/2015) pagi tadi sekira pukul 08:30 WIB.

Saat penemuan, Pemulung bernama Sutikno Bagong, 40 tahun, ketika sedang mencari sampah di TPS, tiba-tiba dirinya menemukan sebuah granat. Takut terjadi apa-apa, dia melaporkan penemuan itu ke anggota TNI.

"Pas saya lagi cari sampah, ada granat di dalam akuarium, diikat dengan tali. Saya melapor ke TNI di situ," ujar Sutikno kepada petugas, Sabtu (21/2/2015).

Anggota TNI pun langsung mendatangi lokasi penemuan granat tersebut, lalu diteruskan ke Polsek Metro Cengkareng. Tim Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya kemudian datang ke sana.

Petugas yang tiba di lokasi mengamankan tempat penemuan dan membawa granat tak bertuan itu ke Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, untuk penyelidikan lebih lanjut.

Penyelundupan Sabu Lewat Kapal Pelni Digagalkan Polres Pelabuhan Tanjung Priok


Kasat Narkoba Polres Pelabuhan AKP Martua Raja Laut Taripar dan Humas Polres Ipda Leo Licyano menunjukkan barang bukti shabu dan ganja
Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Martua Raja Laut Taripar dan Kasubbag Humas Polres, Ipda Leo Licyano menunjukkan barang bukti shabu dan ganja

Sabtu, 21 Februari 2015 13:50 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggagalkan penyulundupan. Sabu seberat 2 kg dan ganja 6,5 kg senilai Rp3,5 miliar saat tersangka turun dari kapal Pelni.

Narkoba tersebut disita dari empat tersangka penumpang kapal yang ditangkap petugas saat menggelar Operasi Cipta Kondisi di Terminal Penumpang Pelni Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (18/2/2015) lalu.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Hengki Haryadi didampingi Kasat Narkoba AKP Martua Raja Laut Taripar mengatakan, penyelundupan shabu tersebut merupakan hasil Operasi Cipta Kondisi dengan  memeriksa setiap kedatangan dan keberangkatan kapal penumpang di Terminal Penumpang Pelni Pelabuhan Tanjung Priok.

“Dengan menyamar sebagai penumpang kapal, sindikat merasa tidak akan dicurigai oleh petugas,” terang AKBP Henki.

“Namun kami sudah meningkatkan kewaspadaan, sehingga upaya penyelundupan narkotika dengan menggunakan kapal penumpang Pelni ini bisa kita minimalisir.” katanya.

Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Martua Raja Laut Taripar Silitonga menambahkan tersangka berinisial MY ditangkap di Terminal Penumpang Pelni Pelabuhan Tanjung Priok ketika baru turun dari kapal Pelni KM Kelud tujuan Batam-Priok.

“Anggota kami sudah terlatih dan langsung mencurigai seorang laki-laki yang mengaku bernama MY yang membawa tas ransel warna hijau merk Eiger,” kata AKP Martua.

Pada saat digeledah, petugas  menemukan 2 bungkus plastik bening yang berisikan narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram dalam tas tersangka. Dari pengakuan tersangka diketahui pemesan barang tersebut berinisial RR yang terbang menggunakan Lion Air.

Sedangkan 6,3 kg Ganja dan 3 paket Shabu diamankan dari tangan  SY  penumpang kapal Pelni  KM Ciremai dan akan dikirim ke ASR. ASR pun akhirnya berhasil dibekuk.

Barang bukti Narkoba itu dibawa langsung tersangka sebagai barang bawaan atau tentengan dan rencananya akan digunakan untuk malam.valentine dan malam imlek. Untuk kurir sabu tersangk MY mendapatkan upah Rp40 juta atau Rp20 juta/Kg. Sedangkan kurir ganja diupah satu kilo atau sebesar Rp5 juta.

Keempat tersangka tersebut melanggar pasal 114 ayat (2) sub pasal 111 ayat (2) Undang-undang No:35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun hingga seumur hidup dan denda Rp10 miliar.