31 Juli 2015

Polresta Bekasi Kota Gerebek Gudang Gas Elpiji Oplosan

Jumat, 31 Juli 2015 08:48 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Reserse Kriminal Khusus Polresta Bekasi Kota menggerebek sebuah gudang tempat penyuntikan gas Elpiji ilegal di Perumahan Jatikramat, RT 8 RW 3, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita ratusan tabung gas dan mengamankan pemilik usaha illegal tersebut.

"Satu orang ditetapkan sebagai tersangka," kata Wakil Kepala Polresta Bekasi Kota, AKBP Edi Suheri, Kamis (30/7/2015) kemarin.

AKBP Edi Suheri menyebutkan, tersangka Darwadi ialah pemilik usaha illegal tersebut. Modus pelaku, ialah mengambil isi gas bersubsidi di dalam tabung gas Elpiji 3 kilogram. Pelaku kemudian memindahkan isinya ke dalam tabung gas Elpiji non subsidi atau ukuran 12 kilogram. "Dipindahkan menggunakan regulator yang dimodifikasi," katanya.

Kepala Unit Reserse Kriminal Khusus Polresta Bekasi Kota, Iptu Harry Gasgari mengatakan, kasus itu terungkap setelah polisi mendapatkan laporan ihwal aktivitas yang mencurigakan di tempat tinggal pelaku. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan menyamar sebagai konsumen. "Setelah cukup bukti, kami lakukan penggerebekan," kata Iptu Harry.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan pelaku membeli gas subsidi secara acak di sejumlah agen penjual gas. Gas-gas tersebut kemudian disuntik ke dalam gas nonsubsidi untuk dijual kembali kepada konsumen atau didistribusikan ke toko-toko kelontong di Bekasi dan Jakarta.

"Keuntungan menjual satu tabung Rp 60 ribu," kata dia.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sebanyak 90 tabung gas ukuran 12 kilogram, 24 tabung gas 3 kilogram, dan lima buah regulator yang dipakai menyuntik.

Tersangka Darwadi dijerat dengan undang-undang perlindungan konsumen. "Ancamannya hukuman penjara selama lima tahun," kata Iptu Harry.

7 Penjahat Jalanan Dibekuk Polres Metro Jakarta Barat

Geng 'Raja Tega' Tak Berkutik di Hadapan Polisi

Jumat, 31 Juli 2015 07:36 WIB
PUSKOMINFO - Tujuh anggota gerombolan penjahat yang kerap beraksi di jalanan di wilayah Jakarta berhasil dibekuk jajaran Polres Metro Jakarta Barat. Gerombolan itu sudah 15 kali melakukan pencurian dengan kekerasan dan pemerasan dengan modus menuduh korban telah menganiaya adik pelaku.

Mereka yang berhasil dibekuk adalah AN, AB, AF, FR, MS, AT, dan RS. Ketiga di antaranya terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan cara ditembak.

"Kami melakukan hal itu karena pelaku berusaha melarikan diri," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Rudy Heryanto Adi Nugroho kepada wartawan, Kamis (30/7/2015).

Menurut Kapolres, mereka melancarkan aksi kejahatannya dengan menuduh korban. Korban dituduh telah menganiaya adik pelaku. Kawanan tersangka ini langsung merampas harta benda milik korbannya. Tak tanggung - tanggung mereka pun kerap mengancam dan menusuk korban dengan menggunakan sebilah pisau.

"Atas perbuatannya itu tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP, ancamannya 9 tahun kurungan penjara," pungkas Kapolres.

Basement Gedung Ditjen Pajak Terbakar, 21 Damkar Dikerahkan

Kebakaran di lantai basement Gedung Dirjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. (Twitter/@fellasumendap)
Jumat, 31 Juli 2015 07:08 WIB
PUSKOMINFO - Kebakaran terjadi di basement gedung Ditjen Pajak yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2015) pagi. Saat ini api sudah padam dan dalam proses pendinginan.

Api diketahui mulai menyala di gedung tersebut sekira pukul 05:00 WIB. Petugas pemadam kebakaran langsung mengerahkan 21 unit mobil pemadam.

Saat ini api sudah berhasil dipadamkan dan dalam proses pendinginan.

Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut.

Imbas kebakaran tersebut, sejak sekira pukul 05.00 WIB pagi, kemacetan terjadi dari arah Kuningan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Kemacetan itu sudah panjang.

Menurut petugas jaga Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Brigadir David, mengatakan kemacetan terjadi karena kebakaran berlangsung pada waktu warga berangkat kerja.. Terlebih, sebagian ruas jalan digunakan sebagai tempat parkir 21 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) yang dikerahkan.

"Itu karena banyaknya mobil dan orang DPK (pemadam) ke situ. Padat juga karena pagi ke arah Kuningan, orang berangkat kerja," tutur Brigadir David.

Petugas masih mengatur lalu lintas di lokasi.

Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 31 Juli 2015


Jumat, 31 Juli 2015 07:06 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM dan STNK Keliling di lima wilayah DKI Jakarta, Jumat, 31 Juli 2015, terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK :TMP Kalibata

 4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga Pluit
STNK : Pospol Jembatan Tiga Pluit

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

Jam Operasional: 08:00 s/d 12:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.
Info Keterangan Lebih Lanjut:

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

30 Juli 2015

Penjaga TK Temukan Mayat Bayi di Got

Kamis, 30 Juli 2015 16:05 WIB
PUSKOMINFO - Sesosok mayat bayi yang diperkirakan baru berusia satu hari ditemukan di dalam sebuah parit atau got di depan Taman Kanak-Kanak (TK) Putri Kembar, di Jalan Raya Pondok Timur, Blok G, RT002 RW 07, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi, Kamis (30/7/2015) pagi.

Adalah Arisman, 70 tahun, penjaga TK Putri Kembar yang pertama kali menemukan mayat bayi tersebut, sekira pukul 06:30 WIB, ketika dirinya sedang bersih-bersih di sekitaran TK.

Kata Arisman, saat dirinya menyapu area pekarangan TK itu, dia melihat sebuah kantong plastik putih dalam sebuah got. Selanjutnya, dirinya pun mengambil plastik tersebut dengan niat akan dibuang lantaran dikira sampah.

"Saya ambil karena saya pikir sampah. Mau saya buang ke tempatnya," aku Arisman, Kamis (30/07/2015) di lokasi.

Arisman mengaku, saat mengangkat bungkusan plastik tersebut drinya penasaran sehingga melihat isi dalam plastik itu. Kemudian saat dilihat, ternyata dia melihat jasad seperti bayi dan masih terdapat ari-ari yang nampak basah.

"Saya kaget kalau isinya itu ternyata bayi. Sampai lemas lihat jari-jari kecil dan kondisinya," tambahnya.

Penemuan itu pun langsung dilaporkannya kepada warga setempat dan ketua RT yang selanjutnya, diteruskan ke Polsek Tambun.

Selang 15 menit kemudian, aparat Polsek Tambun Selatan pun mendatangi lokasi. Mayat sang bayi langsung diangkat dari dalam parit.

Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Ali Zusron menyampaikan, mayat bayi dengan berat 2,5 kilogram itu berjenis kelamin perempuan. Diperkirakan, sang bayi berusia tak lebih satu hari.

Lebih jauh, Kapolsek menduga sang bayi dibuang oleh pihak yang tak bertanggung jawab pada Kamis (30/7/2015) dini hari. Hal ini dibuktikan dengan bekas ari-ari yang masih menempel di pusar sang bayi.

Mayat bayi perempuan tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk penyelidikan lebih lanjut.

Curi Kabel, Azis Tewas Tersengat Listrik di Tanjung Priok

 Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Tumpak Simangunsong, menunjukkan barang bukti kabel listrik dan tank pemotong besi dari kasus pencurian kabel listrik gardu PLN bersama dua pelaku di halaman mapolsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (30/7) pagi [SP/Carlos Roy Fajarta Barus]  
Kapolsek Metro Tanjung Priok, Kompol Tumpak Simangunsong, menunjukkan barang bukti kabel listrik dan tank pemotong besi dari kasus pencurian kabel listrik gardu PLN bersama dua pelaku di halaman Mapolsek Metro Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2015) pagi

Kamis, 30 Juli 2015 15:15 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Tanjung Priok, Kamis (30/7/2015) dini hari berhasil mengamankan dua anggota kelompok spesialis pencuri kabel gardu Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang biasa beroperasi di wilayah Jakarta Barat dan Tangerang (Serpong dan BSD).

Sedangkan satu pelaku lagi, Kusnawan alias Azis, 35 tahun, yang menjadi otak pencurian akhirnya tewas pada Selasa (28/7/2015) pagi hari setelah terakhir melakukan aksi pencurian di gardu listrik Jalan Taman Sari, Jakarta Barat.

Dua pelaku yang ditangkap dan merupakan‎ kaki tangan dari Azis, yakni Rifki Oktaviandi alias Swandi, 19 tahun, warga Jalan Warakas V, Gang 4, Nomor 140, RT08/RW08, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara dan Anggi Lestari, 21 tahun, warga Jalan Warakas IV, Gang 14, Nomor 46, RT010/RW11, Kelurahan Warakas.

Kapolsek Metro Tanjung Priok, Kompol Tumpak Simangunsong, mengatakan ‎penangkapan dua pelaku ditahan setelah anggota buru sergap (buser) reserse kriminal Polsek Metro Tanjung Priok menerima laporan ada korban sengatan listrik bernama Azis di Rumah Sakit Sulianti Saroso pada Selasa (28/7/2017) sekira pukul 07:00 WIB.

"Kami langsung melacak dan akhirnya menemukan dua orang yang mengantarkan Azis ini ke rumah sakit, saat kita introgasi awalnya mereka tidak mau mengaku, barulah saat kita tunjukkan barang bukti, mereka baru mau mengakui," ujar Kapolsek, Kamis (30/7/2015) pagi, di halaman Markas Polsek Metro Tanjung Priok.

Menurut Kapolsek, komplotan ini menyasar gardu yang memiliki kabel tembaga dengan ketebalan yang lebih besar dan memiliki nilai hingga Rp 400-600 ribu di pasaran karena di dalamnya merupakan tembaga murni.

"Mereka sudah melakukan aksinya setahun‎ terakhir, dan kabel yang mereka curi sebanyak 30 kilogram dan dalam sekali operasi, dua pelaku mendapat upah Rp 200 ribu," tambah Kapolsek.

Untuk menghindari kecurigaan masyarakat, para pelaku mengenakan seragam PLN dan mengendari sebuah mobil minibus dengan peralatan seperti teknisi PLN aslinya.

"Bahkan saat si Azis tersengat listrik saat mencuri kabel di gardu itu, sempat ditolong oleh masyarakat karena dikira merupakan petugas PLN," lanjut Kapolsek.

Barang bukti yang diamankan oleh anggota kepolisian yakni: sebuah tank pemutus besi baja, sebuah tank kecil, satu kalung emas, tiga kabel PLN, dan satu unit mobil Daihatsu Terios berwarna silver dengan nomor polisi B-345-UJG beserta kunci kontak atas nama warga Babelan, Bekasi.

Atas perbuatannya kedua pelaku diancam dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara diatas 5 tahun.

Fortuner Tabrak Truk di JLNT Casablanca, Pengemudi Truk Tewas

Kamis, 30 Juli 2015 14:20 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah mobil Toyota Fortuner menabrak truk pengangkut minuman di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2015) malam. Dalam peristiwa tersebut pengemudi truk minuman tewas, sementara pengemudi Fortuner harus dirawat di rumah sakit.

Kanit Kecelakaan Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKP Samakun, mengatakan, kejadian bermula saat truk yang berisi minuman itu masuk ke JLNT. Kemudian, ban truk bernomor polisi B 9158 CH tersebut mengalami masalah.

Lalu, kata AKP Samakun, pengemudinya memarkir truk tersebut di jalan sebelah kanan. Sopir truk turun untuk mengganti ban. Saat itulah datang mobil Fortuner bernomorpolisi B 1464 UJH dan menabrak truk yang berhenti itu.


Sopir truk yang sedang mengganti ban pun tertabrak. Tapi pengemudi Fortuner juga terluka cukup parah. "Fortuner itu melaju kencang sekali soalnya," kata AKP Samakun ketika dihubungi wartawan, Kamis (30/7/2015).


Selanjutnya, kata AKP Samakun, pengemudi truk langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta. Namun kemudian tewas di rumah sakit. Sementara itu, Pengemudi Fortuner, yang juga mengalami luka-luka cukup berat dilarikan ke MMC (Metropolitan Medical Center). "Sampai sekarang pengemudi Fortuner belum bisa kami mintai keterangan," ucap AKP Samakun.

Apel Bhabinkamtibmas Polres Metro Jakarta Utara

Apel Babinkamtibmas Polrestro Jakarta Utara 
Puluhan personel Bhabinkamtibmas mengikuti apel pagi di Polres Metro Jakarta Utara sebelum berangkat ke tempat tugas masing-masing. 

Kamis, 30 Juli 2015 09:04 WIB
PUSKOMINFO - Puluhan personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) melaksanakan apel di halaman Polres Metro Jakarta Utara, Kamis (30/7/2015) pagi, sebelum berangkat ke tempat tugas masing-masing.

Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak polisi dalam deteksi pengamanan wilayah dan pendekatan ke masyarakat. Tak jarang persoalan di masyarakat dapat diselesaikan atau diredam sejak dini berkat kejelian petugas Bhabinkamtibmas ini.

Lantai 29 City Tower Terbakar

Kamis, 30 Juli 2015 08:44 WIB
PUSKOMINFO - Kebakaran terjadi di sebuah ruangan lantai 29 gedung City Tower di Jalan MH Thamrin Nomor 81, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2015) dinihari.

Informasi dari twitter TMC Polda Metro Jaya, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 00:29 WIB.

Informasi yang dihimpun, api diduga berasal dari tumpukan berkas dokumen dan buku-buku yang ada di lemari.

Dalam peristiwa tersebut, pihak pemadam kebakaran menerjunkan 10 unit mobil damkar untuk memadamkan amukan si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Peristiwa ditangani Polsek Metro Menteng dan Polres Metro Jakarta Pusat.

Pura-pura Pinjem Korek Api, Dua Remaja Menjambret di Palmerah

Kamis, 30 Juli 2015 08:13 WIB
PUSKOMINFO - Bermodus operandi berpura-pura meminjam korek api, dua remaja nekat menjambret handphone (HP) seorang warga di Jalan Katalia Raya, Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (28/7/2015) malam. Kedua remaja tersebut berhasil dibekuk Polsek Metro Palmerah.

Kedua pelaku yakni Maulana Fajri, 18 tahun dan Ragil Gunawan, 19 tahun.

Kapolsek Metro Palmerah, Kompol Darmawan mengatakan peristiwa terjadi pada Selasa (28/7/2015) sekira pukul 22:00 WIB. Dalam menjalankan aksi kejahatannya, Maulana berperan sebagai eksekutor sedangkan Ragil menjadi pengendara yangsiap di atas sepeda motornya. Mereka begitu padu dalam menjalankan perannya masing-masing.

Kapolsek menjelaskan saat kejadian, korban bernama Abdul Azis, 25 tahun, sedang merokok dan sibuk memainkan telepon genggamnya di sisi Jalan Katalia Raya, Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat.

Tiba-tiba korban didatangi kedua pelaku. Maulana dengan santai mendekati Aziz. Ia mengeluarkan sebatang rokoknya dan meminjam korek api gas kepada korban.

Belum sempat Aziz berkutik, tiba-tiba Maulana merampas handphone yang digenggam korban. Sontak korban terkejut dan menjerit.

Polisi yang berada di sekitar lokasi pun mendengar teriakan korban. Petugas berusaha untuk mengejar pelaku.

"Polisi yang melintas memburu pelaku. Satu pelaku yaitu Maulana ditangkap di lokasi kejadian," ujar Kapolsek.


Setelah dilakukan pengembangan, aparat pun berhasil mengamankan Ragil. Ragil diringkus di kediamannya yang berada di Kampung Boncos.

"Keduanya mengaku sudah melakukan perbuatannya itu dengan modus yang sama sebanyak dua kali. Maulana merupakan residivis kasus yang sama di kawasan Grogol," ucap Kapolsek.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti hasil curian berupa satu unit handphone merek OPPO dan sepeda motor Satria FU Nopol B-3614-BZX yang dipakai pelaku dalam melancarkan aksinya.

Keduanya remaja ini kini harus mendekam di balik jeruji besi Polsek Metro Palmerah. "Keduanya dikenai Pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara," tutup Kapolsek.

Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis, 30 Juli 2015


Kamis, 30 Juli 2015 07:55 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM dan STNK Keliling di lima wilayah DKI Jakarta, Kamis, 30 Juli 2015, terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK :TMP Kalibata

 4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga Pluit
STNK : Pospol Jembatan Tiga Pluit

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

Jam Operasional: 08:00 s/d 12:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.
Info Keterangan Lebih Lanjut:

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

29 Juli 2015

Hendak Masukkan Shabu ke Lapas Salemba, Pengangguran Dibekuk Polsek Metro Cempaka Putih

Rabu, 29 Juli 2015 15:50 WIB
PUSKOMINFO - Hendak memasukkan shabu ke dalam Lapas Salemba, seorang pria ditangkap petugas Polsek Metro Cempaka Putih di Jalan Percetakan Negara Raya, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2015) malam. Dari tangan pelaku disita 40 gram shabu senilai Rp50 juta.

Tersangka bernama Agus alias Bedil, 37 tahun, kini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Metro Cempaka Putih. Polisi masih memburu pemilik barang haram berinisial RA yang tinggal di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat.

“Jika lolos dari intaian petugas, shabu itu sudah beredar di dalam penjara,” kata Kapolsek Metro Cempaka Putih, Kompol Taufiq Asri Mansyur MH.

Menurut Panit Narkoba Polsek Metro Cempaka Putih, Iptu M Rasid,SH, penangkapan berawal pada sekira pukul 21:00 WIB, petugas mencurigai pelaku yang sedang nongkrong di depan warung, dekat Lapas Salemba. Melihat pria tersebut, petugas Pospol semula tidak curiga meski sudah berjam-jam nongkrong sambil menegak kopi dan menatapi gedung lapas.

Namun tak lama kemudian, pelaku mendatangi hotel prodeo tempat para tahanan. setibanya depan pintu mau masuk, pria itu seperti gelisah hingga membuat polisi curiga. Pria ini pun langsung digeledah. Saat diperiksa ternyata dijumpai shabu dalam jumlah cukup besar. “Pelaku mengaku mau memasukkan barang haram itu ke dalam penjara,” tukas Kapolsek.

Bedil pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia terancam hukuman 15 tahun penjara atas kepemilikan shabu tersebut.

Satu Rumah di Tanjung Barat Terbakar

Rabu, 29 Juli 2015 15:21 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah rumah di Perumahan Tanjung Barat Indah RT 03/02, Blok I/16, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dilalap si jago merah, Rabu (29/7/2015) siang sekira pukul 11:30 WIB. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik pada rice cooker/penanak nasi.

Ijnformasi yang dihimpun, saat kejadian penghuni rumah yang belum diketahui identitasnya meninggalkan rumah di mana sedang memasak nasi menggunakan penanak nasi listrik hingga terjadi korsleting listrik.

Percikan api kabel rice cooker itu menyiprat ke sebuah kompor gas hingga terjadi ledakan dan kebakaran ringan di dalam dapur rumah tersebut.

Petugas berhasil memadamkan api setelah mengerahkan 5 unit mobil pemadam dan saat ini telah memasuki tahap pendinginan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Peristiwa masih dalam penyelidikan Polsek Metro Jagakarsa dan Polres Metro Jakarta Selatan.

Pagi Ini, Gubernur DKI Jakarta Beri Kuliah Umum Kepada Perwira Polda Metro Jaya

Gubernur Ahok tiba di Bareskrim Polri (PNJ-7)
Rabu, 29 Juli 2015 09:38 WIB
PUSKOMINFO - Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok), diundang sebagai pembicara terkait kebijakan Pemprov dan Polda Metro Jaya, Rabu (29/7/2015) pagi ini. Dalam kesempatan ini Ahok akan menyamakan persepsi terkait program 5 tertib yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta dan masalah-masalah Kamtibmas.

"Bukan kuliah, kita cuma mau menyamakan persepsi bagaimana kita menertibkan 5 tertib. Sehingga dengan kepolisian, Polda bisa saling mendukung karena kan kita memang 3 pilar. Kalau kita punya persepsi yang sama pasti di lapangan akan enak," ujar Ahok kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/7/2015).

"Kalau nggak nanti kasihan yang di lapangannya. Saya saja dengan dinas dan PNS persepsinya bisa beda apalagi dengan kepolisian. Kalau kita duduk di sini dengan perwira, kita bisa paparkan lah harapan dan pikiran serta visi misi, kebijakan, strategi juga program seperti apa," sambungnya.

Ahok berharap dengan penyamaan persepsi ini bisa menambah kekompakan antara Pemprov dan jajaran kepolisian. Sebab hal ini diperlukan untuk menjalankan program-program Pemprov guna menciptakan Jakarta yang aman dan tentram.

"Kalau bisa kita gabungkan bisa pas. Kalau mau mencapai misi kan ada strategi nih. (Kita akan bahas) Semua 5 tertib," sambungnya.

Selain Ahok hadir pula dalam kesempatan ini Ketua DPRD DKI Prasetio Edy Marsudi, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Nandang Jumantara, perwakilan kepolisian terdiri dari seluruh polres dan polsek serta jajaran Pemprov DKI Jakarta.

Kunjungi Polres Metro Jakarta Utara, Kapolda Metro Jaya Tekankan Pehamanan Diskresi Kepolisian dan Citra Polri Pada Anggota

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian memberikan keterangan kepada media terkait kunjungan kerja dan pengarahannya pada seluruh anggota Polres Metro Jakarta Utara‎ di markas Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (28/7) sore [SP/Carlos Roy Fajarta Barus]
Rabu, 29 Juli 2015 09:12 WIB
PUSKOMINFO - Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jendral Polisi (Irjen Pol) Tito Karnavian menegaskan pentingnya pemahaman 'Diskresi Kepolisian' bagi anggota Polres Metro Jakarta Utara sehingga bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

Hal tersebut diungkapkan Kapolda saat mengunjungi Markas Polres Metro Jakarta Utara pada Selasa (28/7/2015) kemarin terkait kunjungan kerja dan melakukan pengarahan ‎kepada seluruh jajaran anggota Polres Metro Jakarta Utara.

"Kedatangan saya ini merupakan program rutin setiap pekan untuk mendengarkan input dari Polres yang menyatakan siap untuk dikunjungi dan melakukan evaluasi terhadap program yang sudah dijalankan," ujar Kapolda, Selasa (28/7/2015) sore usai memberikan arahan di Rapat Utama Lantai 3 Mapolres Metro Jakarta Utara.

Kapolda mengungkapkan dalam pembicaraan pada rapat tersebut ‎ada 20 topik persoalan yang dibicarakan dan tiga diantaranya yakni, ketidakpemahaman anggota tentang diskresi kepolisian, bagaimana anggota menjaga citra Polri, dan hal teknis terkait penanganan konflik yang berhubungan langsung dengan bhabinkamtibmas.

"Diskresi ini harus dipahami oleh setiap anggota Polri, ‎karena Diskresi ini lebih banyak dipelajari di teoritis (pendidikan) saja, tapi prakteknya banyak anggota yang tidak mengerti," ungkapnya.

Menurut Kapolda, kewenangan diskresi melekat pada setiap anggota dan apabila anggota itu salah menggunakan kewenangan ini maka resikonya berat bisa masuk penjara atau masuk kuburan.

"Diskresi harus dikuasai oleh setiap anggota untuk bisa menguasai ini dia harus paham bagaimana cara menilai ancaman dan bagaimana cara memilih tindakan," lanjut Kapolda.

Lebih lanjut, kata Kapolda, tanggung jawab diskresi di institusi kepolisian berbeda dengan diskresi di institusi militer yang melekat pada komandan.

"Diskresi di seluruh dunia itu khas milik kepolisian, setiap anggota memiliki kewenangan diskresi karena situasi yang berbeda-beda (situasional) sehingga tanggung jawab diskresi itu ada apa perorangan," tambahnya.

Kapolda memberi contoh, bila ada kasus penodongan di depan matanya (sebagai Kapolda) saat sedang berjalan sendirian dan ia memutuskan untuk melakukan penembakan kepada pelaku penodongan.
Namun yang terkena tembakan justru korban perempuan yang ditodong, maka dirinya harus bertanggung jawab untuk siap dicopot dari jabatannya dan mengikuti protap serta prosedur yang berlaku meski dipenjara sekalipun.

"Yang bertanggung jawab tentu diri saya sendiri dan bukan Kapolri karena diskresi itu, kecuali kalau ada perintah dari pimpinan baru itu tanggung jawab pimpinannya," jelas Kapolda.


Terkait prestasi Polres Metro Jakarta Utara‎ yang baru-baru ini mengungkap banyak kasus narkoba, Kapolda memuji individu yang berhasil mengungkap kasus itu.

"Kapolres (Susetio Cahyadi) sudah bagus ‎sekali, dia sudah mengungkap kasus narkoba yang cukup mencolok beberapa kali, dan saya minta pak Kapolres memberikan penghargaan kepada anggota yang mengungkap kasus narkoba itu dan tentunya diimbangi dengan langkah komprehensif seperti pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi," tutup Kapolda.

Penjala Ikan Temukan Mayat Bayi Dalam Plastik di Ciliwung

Rabu, 29 Juli 2015 08:39 WIB
PUSKOMINFO - Sesosok mayat bayi laki-laki tak berdosa ditemukan dalam kondisi mengenaskan terbungkus kantung plastik di bantaran Kali Ciliwung, RT 01 RW 01 Kelurahan Kalimulya, Sukmajaya, Kota Depok, Selasa (28/7/2015) sore sekira pukul 15:00 WIB. Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Nazemum, 55 tahun, warga setempat yang sedang menjala ikan.

Saat itu, Nazemum sedang menjala ikan di lokasi melihat bungkusan plastik warna putih yang berada di pinggir kali. Oleh Nazemum bungkusan plastik tersebut dibuka dan setelah dibuka ternyata berisi mayat bayi laki-laki dalam keadaan sudah membusuk.

"Saat saksi membuka kantung plastik putih yang dikira berisi boneka, ternyata isinya bayi laki-laki," kata Perwira Pengawas Polsek Sukmajaya, AKP Eman.

Berdasarkan hasil olah TKP dan visum sementara, diperkirakan bayi itu sudah tewas sejak dua hari lalu.

"Sudah mengeluarkan bau busuk, dan badannya sudah bengkak," ucapnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, jasad bayi mungil itu dibawa ke RS Polri Kramatjati. Kasusnya ditangani Polsek Sukmajaya.

Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Kramat Jati

Rabu, 29 Juli 2015 08:12 WIB
PUSKOMINFO - Kebakaran menghanguskan satu rumah di Jl. Batu Kinyang No. 95 RT 02/04 Kelurahan Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/7/2015) malam.

Menurut petugas Bhabinkamtibmas Kelurahan Balekambang, Aiptu Sungadi, kebakaran diketahui sekira pukul 23:00 WIB. Saat kejadian, pemilik rumah Lukman Sujana, 43 tahun, yang berada di dalam rumah mendapati listrik tiba-tiba padam. Namun rumah sekitar korban tetap menyala.
 
Tak lama kemudian korban mencium bau asap, yang ternyata berasal dari lantai dua rumahnya. Korban kemudian meminta bantuan warga dan mengevakuasi keluarganya keluar rumah.

Api berhasil dipadamkan 30 menit kemudian dengan bantuan 5 unit mobil pemadam kebakaran. Diduga api berasal dari hubungan arus pendek listrik. “Penyebabnya diduga akibat korsleting listrik,” ujar Aiptu Sungadi.

Aiptu Sungadi menambahkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sedangkan kerugian materil belum bisa ditaksir, peristiwa masih dalam penyelidikan Polsek Metro Kramat Jati.

Tempat Usaha Kusen di Babelan Bekasi Ludes Terbakar

Rabu, 29 Juli 2015 08:03 WIB
PUSKOMINFO - Lima bangunan liar yang dijadikan tempat usaha kusen di Kampung Al- Makmur RT 01 RW 01, Kelurahan Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (28/7/2015) malam ludes terbakar. Akibat kejadian itu, kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 juta.

Keterangan Kasie Humas Polsek Babelan, Brigadir Anwar Fadillah menjelaskan, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.

"Kejadian sekira pukul 20:00 WIB. Kerugian sekira Rp250juta dari total lima bangunan liar yang diantaranya dijadikan tempat tinggal dan usaha kusen serta barang rongsokan," kata Brigadir Anwar.

Dijelaskan Brigadir Anwar, para pemilik bangunan itu diantaranya, Mulyadi, 75 tahun, usaha kusen, Noto Maryoto alias Karnoto, 50 tahun, usaha kusen, Suwandi alias Coan, 50 tahun, usaha rongsokan dan Nahrowi alias Panjul, 30 tahun, pedagang sayur.

Menurut Brigadir Anwar, berdasar keterangan saksi dan korban, peristiwa berawal ketika korban atas nama Mulyadi melihat api di bagian dapur rumah Nahrowi. Kemudian, api menyambar rumah miliknya.

"Pada saat itu korban Mulyadi langsung teriak-teriak sambil keluar rumah mencari bantuan," kata Brigadir Anwar sesuai keterangan saksi.

Selanjutnya, suasana pun gaduh warga berusaha mencoba memadamkan api namun, api terus membesar hingga pihaknya yang medapatkan laporan langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemadam kebakaran.

"Kami koordinasi pemadam dan tak lama lima mobil pemadam datang ke lokasi memadamkan api," kata Brigadir Anwar.


Diakuinya, saat upaya pemadaman pihak pemadam yang berasal dari Kota dan Kabupaten Bekasi cukup kesulitan. "Butuh hampir tiga jam api baru bisa dipadamkan," ujar Brigadir Anwar.


Hingga saat ini, kata dia, pihaknya masih dalam penyelidikan terkait kasus kebakaran itu dengan meminta keterangan saksi-saksi.

Polres Metro Jakarta Barat Bekuk Komplotan Pencuri Spesialis Rumsong

Komplotan Spesialis Rumsong Digulung Polisi 
 
Rabu, 29 Juli 2015 07:52 WIB
PUSKOMINFO - Jajaran Polres Metro Jakarta Barat berhasil membekuk komplotan pencuri spesialis rumah kosong (rumsong). Sebanyak tujuh pelaku diringkus polisi di tempat dan waktu yang berbeda.
 
Masing - masing gerombolan penjahat ini dibekuk pada Senin (27/7/2015) di Green Garden Kelompok VIII RT 01 / RW 08 No. 103 Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dan yang lainnya diamankan di Jalan Setia RT 03 / RW 01 Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
 
"Kami menangkap tujuh pelaku, dua orang di antaranya masih di bawah umur," ujar Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Bachtiar Ujang Purnama, saat memberikan keterangan pers di kantornya pada Selasa (28/7/2015).
 
Kelima pelaku yang ditahan yakni FF, RR, MY, MI, dan LN.
 
Saat ini, penyidik masih melakukan proses lebih lanjut perihal perkara ini."Mereka terancam dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun," ucapnya.

Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu, 29 Juli 2015


Rabu, 29 Juli 2015 07:37 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM dan STNK Keliling di lima wilayah DKI Jakarta, Rabu, 29 Juli 2015, terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK :TMP Kalibata

 4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga Pluit
STNK : Pospol Jembatan Tiga Pluit

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

Jam Operasional: 08:00 s/d 12:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.
Info Keterangan Lebih Lanjut:

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

28 Juli 2015

Ungkap 360 Kg Sabu, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Dapat Penghargaan BNN

Selasa, 28 Juli 2015 09:02 WIB
PUSKOMINFO - Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan penghargaan ke jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya atas keberhasilan menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu seberat 360 Kg beberapa waktu lalu.

Kepala BNN, Komjen Pol Anang Iskandar mengatakan, pengungkapan sabu oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya merupakan pengungkapan yang terbesar sepanjang sejarah.

"Salut dengan pengungkapan yang telah dilakukan oleh timsus Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kombes Pol Drs Eko Daniyanto MM. Pengungkapan ini merupakan sejarah, karena merupakan pengungkapan terbesar yang pernah dilakukan oleh Kepolisian khususnya community Narkotika di Indonesia," jelas Komjen Anang.

Hal itu diungkapkan Kepala BNN, Komjen Pol Anang, dalam upacara pemberian penghargaan di Lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Selasa (28/7/2015) pagi.

Menurut Kepala BNN, atas prestasi itu, sudah sepatutnya BNN mengapresiasi Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dengan memberikan piagam penghargaan tersebut kepada Kombes Pol Eko selaku pimpinan dan jajarannya.

Dengan terungkapnya 360 Kg sabu senilai Rp 540 miliar ini, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya telah berhasil menyelamatkan 1,8 juta jiwa. Ia berharap, hukum terus ditegakkan untuk para sindikat narkotika ini.

"Masih banyak lagi tugas dan tantangan kita kedepan dalam memerangi, memberantas sindikat Narkotika baik lokal maupun internasional, mari kita sama-sama aparat penegak hukum, instansi terkait, seluruh stakeholder dan komponen anak bangsa dalam memerangi penyalahgunaan dan  peredaran gelap narkotika," papar Kepala BNN.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Eko Daniyanto mengatakan mendedikasikan penghargaan tersebut kepada seluruh anggota dan staf Ditresnarkoba Polda Metro Jaya yang bertugas tidak mengenal waktu baik siang maupun malam yang terus memetakkan jaringan sindikat narkotika Internasional di Indonesia.

"Kami tidak berhenti sampai di sini dan penghargaan ini sudah barang tentu sebagai motivasi dan semangat anggota Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk terus bekerja serta mengungkap jaringan sindikat narkotika yang lebih besar lagi," kata Kombes Eko.

"Pada kesempatan ini juga saya mengajak kerjasama sinergitas kepada seluruh aparat penegak hukum, instansi terkait, tokoh masyarakat, agama, pemuda, adat dan stake holder serta komponen masyarakat indonesia dlam memerangi dan memberantas peredaran gelap Narkotika di Indonesia," tambahnya.

Pengungkapan sindikat jaringan Internasional Narkotika jenis sabu sebanyak 360 Kg pada Jumat (10/7/2015) lalu oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya merupakan rekor pengungkapan terbesar dalam sejarah Kepolisian Republik Indonesia.

Sebelumnya, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya juga pernah mengungkap kasus narkotika berskala besar lainnya, seperti pada Selasa (29/4/2014), sabu sebanyak 91 kg juga berhasil digagalkan. Kemudian pada Selasa (8/7/2012) lalu, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya telah mengungkap jaringan sindikat internasional jenis sabu sebanyak 220 Kg. Dan masih banyak lagi prestasi lainnya.

Polres Metro Jakarta Utara Bekuk Dua Pengedar Narkotika Jaringan Internasional, Sita 12 Kg Sabu

Selasa, 28 Juli 2015 08:48 WIB
PUSKOMINFO - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara membekuk dua pengedar narkotika jenis sabu jaringan internasional, yaitu Jumi Yunita, 26 tahun dan pria warga asal Nigeria, Jhon Ladiord Okori, 36 tahun, pada Minggu (26/7/2015) dinihari. Dari keduanya disita barang bukti sabu seberat 12 kg.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Susetio Cahyadi, menuturkan, sabu seberat 12 kilogram senilai Rp 18 miliar ini, disembunyikan di dalam tas wanita yang diimpor dari Guangzhou, Tiongkok.

"Modusnya, para pelaku menyembunyikan sabu kiriman dari Guangzhou di dalam tas wanita. Tas yang jumlahnya ada 82 tas ini, masing-masing tas diisi 1 hingga 2,5 ons sabu. Cara seperti inilah untuk mengelabui pemeriksaan petugas," jelas Kapolres saat menggelar jumpa pers di Lobi Polres Metro Jakarta Utara, Senin (27/7/2015) kemarin.

Dikatakan Kapolres, sabu jenis kristal putih tersebut merupakan produk narkoba dari Tiongkok, yang masuk melalui jalur laut, yakni Pelabuhan Tanjung Priok. Sabu tersebut, lanjut Kapolres, ditaruh di sebuah gudang ekspedisi di Kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

"Pengungkapan kasus ini berawal saat Jumi Yenita yang bekerja sebagai wanita penghibur di sebuah klub berkenalan dengan Jhon di salah satu club di Jakarta Pusat. Usai berkenalan, mereka check-in di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat," tutur Kapolres.

Jhon lalu meminta Jumi untuk mengambil barang haram tersebut di Gudang Ekspedisi di Penjaringan dengan upah Rp 1 juta. Uang digunakan untuk menyewa mobil pengangkut barang.

Dalam perjalanan, kata Kapolres, Jumi yang seorang diri mengambil barang itu berkomunikasi dengan Jhon lewat ponsel. Jhon lalu meminta Jumi membawa tas-tas berisi sabu itu ke rumah kosnya, yang berlokasi di Jalan Jatayu, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Jumi pun dibekuk petugas di rumah kost tersebut.

Jhon yang dalam posisi tak tahu jika Jumi sudah ditangkap terlebih dahulu, datang ke kos Jumi. Di lokasi itu polisi langsung menangkap Jhon tanpa perlawanan.

"Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 12 ayat 2 Junto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup hingga hukuman mati dan denda hingga Rp 10 miliar," tutupnya.

Polres Metro Jakarta Timur Ungkap Komplotan Pengedar Sabu di Tempat Hiburan

Selasa, 28 Juli 2015 08:32 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Timur menangkap enam orang tersangka pengedar narkoba jenis sabu dengan total barang bukti sebesar 1.044 gram. Keenam tersangka merupakan komplotan pengedar sabu yang biasa mengedarkan ke seluruh tempat hiburan malam di Jakarta.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Umar Faroq mengatakan, pengungkapan berawal pada 12 Juli 2015 sekira pukul 00:30 WIB di Jalan Industri Pulogadung, Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Saat itu polisi menangkap F alias R karena kedapatan membawa satu paket plastik sabu berat bruto 0,42 gram.

“Setelah diinterograsi, tersangka mengaku sabu tersebut  didapatkan tersangka kepada laki-laki bernama AAS dengan membelinya sebanyak satu paket seharga Rp400 ribu,” kata Kapolres saat menggelar Jumpa Pers di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (27/7/2015).

Dikatakan Kapolres, dari keterangan F, polisi menangkap AAS di Jalan Raya Pulogadung tepatnya di depan Pasar Pulogadung dengan barang bukti berupa sabu seberat 0,25 gram. Kepada petugas, AAS mengaku mendapat sabu dengan cara meminta tolong kepada S alias B untuk membelikan sabu sebanyak satu paket dengan harga Rp1.450 ribu.

“Dan kami langsung menangkap di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara pukul 11.00 WIB.  S pun menjelaskan ia dapat sabu tersebut dari T alias I,” ujarnya.

T alias I pun berhasil diamankan di Komplek AL Kodamar  Jalan Tangguh I No. 9 RT 005/002 Jalan Tabaraya Kelurahan Kelapa Gading, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara  sekira pukul 23:00 WIB.

Dari tangan  T alis I petugas menyita barang bukti berupa sabu sebanyak empat paket plastik klip berisi sabu seberat 12,42 gram dalam plastik klip dan 1 paket plastik klip berisi sabu seberat 2,07 gram. T mengaku mendapatkan sabu dari RJS sebanyak satu paket dan membeli sabu kepada TW sebanyak empat paket.

RJS ditangkap di Jalan Tabaraya Kelurahan Kelapa Gading, Kecamatan kelapa Gading, Jakarta Utara dengan barang bukti empat plastik klip sabu seberat 4,85 gram dalam plastik klip dan satu paket plastik klip sabu seberat 4,88 gram.

“Selanjutnya dari keterangan T petugas berhasil menangkap TW pada Senin 13 Juli 2015 sekira pukul 17.00 WIB di daerah Pluit di Rumah Duka Heaven Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Petugas menyita satu bungkus aluminium foil dan sabu seberat 103 gram,” ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, saat diinterograsi, MM menelpon TW untuk mengambil sabu sebanyak 1.044 gram di penitipan barang di Carefour Mall Pluit Village Jakarta Utara untuk diantarkan kepada MM di Alfamidi Jalan Raya Teluk Gong Jakarta Utara. Namun MM telah melarikan diri dan saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Keenam pelaku dikenakan pasal 114 ayat 2 sub Pasal 112 ayat 2 junct to pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Polres Metro Jakarta Barat Bekuk 4 Pelaku Komplotan Curanmor Lintas Provinsi

Selasa, 28 Juli 2015 08:13 WIB
PUSKOMINFO - Jajaran Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sebanyak empat orang pelaku anggota jaringan curanmor lintas provinsi itu diamankan aparat kepolisian.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Rudi Adi Nugroho, mengatakan pengungkapan kasus curanmor berawal dari penangkapan tersangka berinisial HD di tempat parkir basement Gedung HWI Jalan Hayam Wuruk, Mangga Besar, Jakarta Barat pada Jumat (24/7/2015) sekira pukul 14.00 WIB.

HD tertangkap tangan sedang melakukan pencurian kendaraan roda dua milik Budiman Herman. Kemudian, dia diamankan di Mapolsek Metro Tamansari, Jakarta Barat.

Dari penangkapan HD, petugas kemudian berhasil membongkar komplotannya dan memangkap tiga orang tersangka. Mereka yaitu, HND, selaku pemetik, TTG, selaku joki/kurir, dan SB, selaku penadah.

HND dan TTG diamankan di rumah kontrakan di Kelurahan Bartu Jaya, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang pada Sabtu (25/7/2015). Kemudian, SB ditangkap di rumah kontrakan di wilayah Kelurahan Pasir Bolang, Kecamatan Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang. Tempat itu merupakan tempat transit sekaligus transaksi sepeda motor hasil kejahatan.

Kapolres menjelaskan, dalam melaksanakan aksi kejahatannya, tersangka merusak kunci menggunakan letter T. Menurut pengakuan tersangka, pelaku menyasar tiga sampai lima unit sepeda motor per hari.

Para tersangka melakukan aksi secara acak. Aksi dilakukan tidak hanya di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat, tetapi juga di wilayah Polres lain dan di luar Polda Metro Jaya. Mereka sudah beraksi selama lima tahun.

"Kendaraan sepeda motor ada yang dijual utuh ada yang sudah dipreteli. Harga di antara Rp 2 juta," kata Kapolres.

Dari komplotan ini, petugas menyita barang bukti satu unit sepeda motor Supra X 125 nomor polisi B 6359 UXR, satu unit sepeda motor Mio Soul nomor polisi B 6748 CXL, satu unit sepeda motor Vega R nomor polisi B 6742 UIX, kunci letter 'T', dan 50 lembar plat nomor sepeda motor.

Atas perbuatan tersebut, para pelaku diancam pasal 363, dengan hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun.

Dua Orang Tewas Usai Pesta Miras Oplosan di Jakasetia, Bekasi Selatan

Selasa, 28 Juli 2015 07:53 WIB
PUSKOMINFO - Dua dari lima orang tewas setelah pesta  minuman keras (miras) oplosan, di  Kompleks Perumahan Pondok Mitra Lestari RT 005/02, Jakasetia, Bekasi Selatan.

Firmansyah, 37 tahun, tewas Minggu (26/7/2015) malam, sedangkan Heru, 35 tahun, rekannya tewas pada Senin (27/7/20150 siang, “Heru sempat dirawat di ruang ICU RS Rawalumbu,” ujar AKP Siswo, Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota.

Sedangkan ketiga rekan korban yang selamat  Yugo Asvento alias Bento, M Ghajali alias Ucok, dan Ompong.

Menurut AKP Siswo, pesta miras dilakukan lima orang di  tempat pencucian sepeda motor, pada Sabtu (26/7/2015) sekira pukul 17:00-23:00 WIB. Mereka mengoplos minuman ginseng dengan bahan lain.

Usai pesta miras kelima orang itu dalam kondisi mabuk berat pulang ke rumah masing-masing. Namun, esok harinya sekira pukul 16:00 WIB, Firmansyah, sopir truk tinja tersebut muntah-muntah dengan penglihatan buram setelah memakan mie instan.

Warga Perumahan Pondok Mitra Lestari tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Anna, Jalan Pekayon Raya, Bekasi Selatan. Bahkan, kata dia, korban sempat diinfus oleh dokter. Namun, sekira pukul 20:00 WIB, Firmasnyah mengembuskan napas terakhirnya. Kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramajati, Jakarta Timur, guna penyelidikan lebih lanjut.

Begitu juga Heru, bernasib sama, mengalami mual-mual dan muntah serta kepala berat dan dilarikan ke  Rawalumbu, namun jiwanya tidak tertolong.

Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol Agung Budi Leksono menambahkan, polisi belum dapat memastikan campuran pada minuman oplosan yang dikonsumsi korban. Karena, bekas ginseng yang mereka minum sudah tidak ada.

“Kami masih kembangkan kasus ini,” katanya.

Berdasarkan keterangan korban selamat, ginseng oplosan itu dibeli dari seorang penjual di sekitaran Bekasi Selatan. “Penjualnya bernama Ali melarikan diri, dan keberadaanya masih kita buru untuk mengetahui minum ginseng itu dioplos dengan mengunakan bahan apa,” tukasnya.

Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa, 28 Juli 2015


Selasa, 28 Juli 2015 07:51 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM dan STNK Keliling di lima wilayah DKI Jakarta, Selasa, 28 Juli 2015, terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK :TMP Kalibata

 4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga Pluit
STNK : Pospol Jembatan Tiga Pluit

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

Jam Operasional: 08:00 s/d 12:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.
Info Keterangan Lebih Lanjut:

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

Pabrik Sepatu Terbakar, Tiga Orang Luka-Luka

Selasa, 28 Juli 2015 07:28 WIB
PUSKOMINFO - PT. KMK Global Sport 2, sebuah pabrik yang memproduksi sepatu olahraga, di Kawasan Industri Telesonik, Desa Kadu Jaya, Curug, Kabupaten Tangerang, Senin (27/7/2015) sore sekira pukul 15:00 WIB, terbakar. Akibat kebakaran itu, tiga orang karyawan mengalami luka-luka saat mencoba memadamkan api.

"Dari 2.400 karyawan, tidak ada korban jiwa. Namun ada tiga korban luka, dan sudah di tolong oleh perusahaan," ujar Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Irman Sugema.

Adapun korban luka-luka yaitu Johan, 40 tahun, Mr. Lie, dan Tarmidi, ketiganya mengalami luka bakar di bagian tangan.

Kata Kapolres, beberapa saksi mengatakan sumber api berasal dari meledaknya tabung kompresor open sepatu yang berada di ruang assembling, kemudian menyambar ke seluruh ruang produksi dan ruang kantor pabrik tersebut.

Meski demikian, kata Kapolres, pihaknya perlu mendalami penyebab api dengan melakukan identifikasi.

Api berhasil dipadamkan dengan bantuan 20 unit mobil pemadam kebakaran. Saat ini, Polsek Curug telah meminta keterangan beberapa orang saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

27 Juli 2015

Terjadi 87 Kecelakaan Lalu Lintas Saat Operasi Ketupat Jaya 2015

Senin, 27 Juli 2015 11:04 WIB
PUSKOMINFO - Polda Metro Jaya mencatat hasil rekapitulasi Operasi Ketupat Jaya 2015, yang dilaksanakan tanggal 10 sampai 25 Juli 2015. Dalam laporannya, terdapat 87 kejadian kecelakaan lalu lintas dan belasan ribu kendaraan bermotor diberi surat tilang.

Data yang dikirimkan Perwira Posko Operasi Ketupat Jaya 2015, AKP Robiin, tercatat jumlah pelanggaran lalu lintas sebanyak 23.187, diberikan tindakan tilang sebanyak 14.525, dan teguran sebanyak 8.662, kemudian barang bukti yang disita SIM sebanyak 5.008, STNK 8.202, stuk ada 46.

Selanjutnya, tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terjadi 29 kasus, pencurian dengan pemberatan (curat) 60 kasus, pencurian dengan kekerasan (curas) 3 kasus, dan penganiayaan berat (anirat) 31 kasus.

Terkait jumlah kecelakaan lalu lintas selama periode operasi tersebut berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya ada 87 kacelakaan, dengan jumlah korban sebanyak 118, terdiri dari korban meninggal dunia 6 orang, korban luka berat 34 orang, korban luka ringan sebanyak 78 orang, dan total kerugian materiil berjumlah Rp127.100.000,-.

Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin, 27 Juli 2015


Senin, 27 Juli 2015 08:32 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM dan STNK Keliling di lima wilayah DKI Jakarta, Senin, 27 Juli 2015, terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK :TMP Kalibata

 4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga Pluit
STNK : Pospol Jembatan Tiga Pluit

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

Jam Operasional: 08:00 s/d 12:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.
Info Keterangan Lebih Lanjut:

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

Kebakaran di Cawang, 10 Damkar Dikerahkan





Embedded image permalink

Senin, 27 Juli 2015 08:17 WIB
PUSKOMINFO - Senin (27/7/2015) pagi ini kebakaran kembali terjadi di Jalan Dewi Sartika, Gang Waru, RT 08 RW 06, Cawang, Jakarta Timur sekira pukul 05:05 WIB. Api membakar sebuah rumah tinggal yang belum diketahui pemiliknya.

Sedikitnya 10 unit pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan untuk memadamkan api.

Belum diketahui penyebab maupun adanya korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Saat ini pihak kepolisian masih berjaga-jaga di lokasi dan petugas masih melakukan pendinginan.

Polda Metro Jaya Ungkap Penculikan WN Malaysia

Barang bukti kasus penculikan
Barang bukti kasus penculikan WN Malaysia yang disita Polda Metro Jaya
 
Senin, 27 Juli 2015 08:09 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus penculikan terhadap warga negara asing asal Malaysia (WNA) bernama SB, 40 tahun, yang kini tinggal di Indonesia. SB diculik lantaran tidak bisa membayar utang kepada pelaku, yakni RF (warga Singapura) dan Datok S (warga Malaysia).
 
Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada 15 Juli 2015 di Mc Donald Cibubur, Jakarta Timur. Guna memancing korban, SU dan RS menculik adik dari keluarga korban.
 
"Awalnya mereka menculik lima adiknya di Bogor, di rumah korban, mereka berlima menculiknya, yang tiga orang bersenjata. Setelah berhasil menculik lima orang adiknya ini, kemudian pelaku SU dan RS membuat janji dengan SB untuk bertemu di Mc Donald Cibubur, Jakarta Timur," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (26/7/2015) kemarin.
 
Kombes Khrisna menjelaskan, korban mendatangi pelaku yang mengajak ketemuan di Mc Donald, Cibubur, Jakarta Timur. "Ketika sampai di sana, korban ditangkap juga bersama kelima adiknya tersebut, kemudian bersama- sama dengan mereka menuju ke Harris hotel di kawasan Tebet, Jakarta Selatan," tambahnya.
 
Kombes Krishna membeberkan, dua pelaku membawa korban dan kelima adiknya menuju Harris hotel. Namun ditengah perjalanan, kelima adiknya dibebaskan di daerah Cijantung. Namun pelaku tidak melepaskan SB, bahkan SB sempat mengalami penyiksaan.
 
Di hotel Harris, korban bertemu dengan RF (WN Singapura) dan Datok S (WN Malaysia) yang merupakan dalang penculikan. Kemudian, terjadilah perbincangan antara RF, Datok S, dan korban SB tentang utang yang dituduhkan kepadanya.
 
Sebagai informasi, dalam melancarkan aksi penculikannya, RF dan DS menggunakan jasa SU dan RS, yang diketahui oknum anggota TNI AD. Kemudian, SU dan RS juga menggunakan jasa FB, YL, AG dan KR yang ternyata adalah mantan anggota Polri.
 
"Setelah berdebat selama 15 menit, diketahui bahwa ternyata korban tidak memiliki utang sebanyak Rp100 juta. Yang ada adalah antara korban dengan pelaku utama penculikan(RF dan Datok S) membuat sebuah usaha bersama penukaran uang (Money Changer) dan masing- masing menanamkan modal pada usaha tersebut," jelas Kombes Krishna.
 
Usai pertemuan di Harris hotel, korban dibawa ke daerah Bogor dan diserahkan ke pelaku lainnya, yakni FB, YL, AG, dan KR. "Di Bogor, korban dipindahkan oleh SU ke mobil Innova milik FB dan diserahkan kepada FB. Sementara SU pergi dengan membawa mobil Pajero milik korban," imbuhnya.
 
Di Bogor, korban disekap selama tujuh hari di rumah KR dan diminta untuk membayar sejumlah uang.
 
Akhirnya, korban menghubungi keluarganya yang berada di Malaysia untuk mengirimkan uang.
"Keluarga SB mengirimkan uang sebesar Rp100 juta melalui Western Union. Kemudian uang diserahkan ke KR dan dibagi-bagikan ke pelaku lainnya. Setelah mendapatkan uang, kemudian korban dilepaskan dengan menggunakan taksi," tutupnya.

Akibat perbuatan tersebut, pelaku terancam dikenakan Pasal berlapis, yaitu Pasal 328 KUHP, dan atau Pasal 333 KUHP, dan atau 365 KUHP. Selain itu, dari tangan pelaku juga berhasil diamankan sejumlah barang bukti, yaitu dua unit mobil (Pajero dan Avanza), uang tunai 80 juta rupiah, serta perhiasan dan batu akik.
Hingga kini, pihak kepolisian juga masih mengejar dua pelaku yang dinyatakan buron, yaitu, RS (oknum anggota TNI AD) dan AG. Sedangkan pelaku yang sudah berhasil diamankan adalah SU, FB, YL, dan KR.

Gudang Kayu Pemprov DKI Jakarta di Pondok Pinang Terbakar

Kebakaran di gudang kayu Ciputat. (twitter tmc polda metro jaya).
Senin, 27 Juli 2015 07:56 WIB
PUSKOMINFO - Gudang kayu milik UPT Pusat Perkayuan Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Gang Murni RT 04 RW 07 Jalan Pondok Pinang, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, terbakar, Minggu (26/7/2015) malam. Petugas pemadam kebakaran Jakarta Selatan mengerahkan 24 unit mobil pemadam untuk memadamkan api.
 
Informasi yang dihimpun, kebakaran tersebut terjadi sejak sebelum maghrib. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan 24 unit bus pemadam ke lokasi kebakaran. Selama hampir dua jam pemadam kebakaran bersama tim pendukung masih melakukan pendinginan.

Agar api tidak menjalar ke pemukiman warga, aparat kepolisian sempat menutup akses ke lokasi kebakaran dengan memberikan garis polisi dan listrik di kawasan sekitar juga dimatikan sementara.

Polsek Metro Kalideres Gerebek Arena Judi Sabung Ayam

Senin, 27 Juli 2015 07:20 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Kalideres menggrebek lokasi judi sabung ayam di kawasan RT 02/08, Kayu Besar, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (26/7/2015) sore. Sebanyak tujuh orang penjudi dibekuk berikut 15 ekor ayam aduan.

Ketujuh penjudi yang kini meringkuk di sel tahanan Polsek Metro Kalideres yakni, Sarudi, 41 tahun, Jaya Candra, 42 tahun, Wagiran, 52 tahun, Suparjo, 48 tahun, Botin, 75 tahun, Pendi, 15 tahun, dan Anton, 40 tahun.

Kanit Reskrim Polsek Metro Kalideres, AKP Khoiri mengatakan, penggerebekan lokasi judi sabung ayam itu berawal dari keresahan masyarakat setempat.

Tak menunggu lama puluhan petugas mengepung arena judi dan selanjutnya menangkap para pelaku perjudian tersebut. "Kami masih menyelidiki kasus. Seluruh pelaku akan dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang Perjudian," kata AKP Khoiri.

24 Juli 2015

Wanita Paruhbaya Ditemukan Tewas Mengambang di Kolam Renang Apartemen Mediterania

Jumat, 24 Juli 2015 13:23 WIB
PUSKOMINFO - Seorang wanita paruhbaya, Djie Fui Kian, 50 tahun, ditemukan tewas mengambang di kolam renang Apartemen Mediterania di Jalan Gajah Mada, Taman Sari, Jakarta Barat. Korban diduga tewas karena bunuh diri.

Menurut Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Afrizal, korban ditemukan Kamis (23/7/2015) sekira pukul 23:30 WIB. Korban ditemukan di kolam renang lantai G3 Apartemen Mediterania Tower B.

"Saat itu petugas apartemen mendengar teriakan bahwa ada orang yang meloncat ke kolam renang dan benar sewaktu didatangi sudah ada seseorang yang mengambang dan dilakukan pertolongan dan ternyata sudah meninggal dunia," jelas Kapolsek, Jumat (24/7/2015).

Korban yang merupakan penghuni kamar B 1807 lantai 18 Tower B itu diketahui dalam keadaan sakit dan tinggal sendiri. Pada saat petugas kepolisian mendatangi kamar, pintu kamar dalam keadaan terkunci.

"Pada saat mendatangi kamar dalam kondisi terkunci dan saat masuk hanya jendela dari kamar yang menghadap keluar dan posisi lurus ke bawah dengan kolam renang dalam keadaan terbuka," terang Kapolsek.

Kapolsek mengutarakan, saat ditemukan tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Untuk penanganan kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan Polsek Metro Taman Sari dan Polres Metro Jakarta Barat.

Antisipasi Bom, Polres Metro Tangerang Kota Imbau Pengelola Mal Pasang Metal Detector

Jumat, 24 Juli 2015 11:00 WIB
PUSKOMINFO - Polres Metro Tangerang Kota mengumpulkan para pengusaha mal dan swalayan, Jumat (24/7/2015) siang ini untuk memberikan imbauan terkait penanganan ancaman bom. Polisi mengimbau agar pengelola memperketat pengamanan mall atau swalayan dengan perangkat pendeteksi bahan peledak.

"Tujuan pertemuan ini untuk memberikan imbauan kepada para pengusaha agar meningkatkan pengamanan swakarsa dan kami imbau juga agar para pengelola menambah peralatan pengamanan," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Agus Pranoto, Jumat (24/7/2015).

Ada 63 pengusaha mall dan swalayan di wilayah Kota Tangerang yang dikumpulkan di Polrestro Tangerang Kota.

Peralatan pengamanan yang dimaksud seperti metal detector dan security door di setiap pintu masuk ke mal atau swalayan. Peralatan ini harus difungsikan sebagai mana mestinya untuk memeriksa setiap pengunjung yang masuk tanpa pandang bulu dan pilih kasih.

"Jadi diharapkan ini diterapkan untuk memeriksa setiap pengunjung tanpa kecuali, karena kita tidak tahu potensi ancaman yang datang ini datang kapan dan bisa terjadi di mana saja," terangnya.

Tidak hanya itu, pengelola juga diminta untuk menambah CCTV di setiap sudut ruangan yang tidak terjangkau untuk mengamati setiap gerak-gerik pengunjung. Banyaknya pengunjung yang datang ke mal dan swalayan tidak mungkin dapat diamati satu persatu hanya dengan mata telanjang.

"Kami harapkan CCTV yang bisa merekam aktivitas pengunjung diperbanyak. Cek setiap fungsi CCTV, kalau yang tidak beroperasi mungkin karena ada kerusakan teknis harap segera diperbaiki," imbuhnya.

Yang terpenting, pengelola juga diimbau untuk segera melapor ke aparat polisi jika menemukan benda-benda yang dicurigai sebagai bom. Jangan melakukan tindakan sendiri terhadap benda mencurigakan tersebut sebelum aparat polisi datang ke TKP. Segera clear-kan area dari para pengunjung.

"Mohon sekiranya agar mencatat nomor-nomor penting seperti nomor Gegana dan Jihandak dan apabila ada benda-benda yang diperkirakan bom jangan disentuh, tetapi segera melapor ke Polsek atau ke petugas Jibom," tutupnya.

Tekan Konflik Sosial, Polres Metro Jakarta Barat Kerahkan Toga Tomas

Jumat, 24 Juli 2015 10:04 WIB
PUSKOMINFO - Polres Metro Jakarta Barat meminta para tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas) setempat agar dapat bekerjasama dengan Polisi guna menekan angka konflik antar kelompok di wilayah Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Rudi Heriyanto Adi Nugroho mengatakan, permintaan tersebut tercuat lantaran Toga Tomas dinilai memiliki andil penting dalam memberikan masukan terhadap masyarakat. Ini dilakukan karena dinilai mudah diterima dan dicerna tanpa melakukan perlawanan.

"Kami minta secara langsung Toga Tomas untuk bekerjasama dan memberi masukan langsung kepada masyarakat. Karena mereka punya peran penting dalam menenangkan umat," kata Kapolres, Kamis (23/7/2015) kemarin.

Menanggapi permintaan Polres Metro Jakarta Barat, Toga Tomas sekaligus Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Jakarta Barat, Kyai Haji Munahar mengungkapkan, jauh sebelumnya MUI Jakarta Barat telah bersiap untuk bekerjasama guna mencegah konflik antar kelompok dan golongan di wilayah Jakarta Barat.

"Kami sudah siap bekerjasama," tandasnya.

Koper Mencurigakan di Apartemen Sunter Park View Jakut Ternyata Berisi Komestik

Jumat, 24 Juli 2015 08:02 WIB
PUSKOMINFO - Tas koper mencurigakan yang ditemukan di depan Apartemen Sunter Park View, Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara ternyata berisi kosmetik beserta perlengkapannya. Hal itu diketahui setelah Tim Gegana yang dipimpin IPDA Mujiadi melakukan pemeriksaan detail di lokasi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Gegana diketahui tas koper tersebut berisi kosmetik dan perlengkapannya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal kepada wartawan, Jumat (24/7/2105).

Menurut Kabid Humas, pemilik koper komestik bernama Nabin yang berprofesi sebagai make up artis telah datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian, yang bersangkutan menjelaskan bahwa koper tersebut secara tidak sengaja tertinggal.

“Pada pukul 00.30 WIB, pemilik tas koper, Nabin pekerjaan make up artis, datang ke TKP dan menerangkan bahwa tas koper itu tertinggal di sekitar apartemen,” ungkap Kabid Humas.

Lebih lanjut, Kabid Humas menerangkan bahwa Nabin yang bertempat tinggal di kawasan Bekasi itu merupakan calon penghuni apartemen yang menempati tower B, lantai 5, nomor B4/5/10.

“Saat ini pemilik tas koper sedang diambil keterangan di Mapolsek Metro Tanjung Priok,” tandasnya.
 
Sebelumnya, warga sekitar Apartemen Sunter Park View digegerkan dengan penemuan tas koper mencurigakan di depan Apartemen, Kamis (23/7/2015) malam. Benda tersebut diduga berisi bahan peledak.

Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 24 Juli 2015


Jumat, 24 Juli 2015 07:26 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM dan STNK Keliling di lima wilayah DKI Jakarta, Jumat, 24 Juli 2015, terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM :
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM :
STNK :TMP  Kalibata

 4. Jakarta Utara
SIM :
STNK : Pospol Jembatan Tiga Pluit

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

Jam Operasional: 08:00 s/d 12:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.
Info Keterangan Lebih Lanjut:


Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp :  021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

Polsek Cikupa Gerebek Gudang Miras

Ditinggal Mudik, Gudang Miras Dibongkar Polisi
Gudang miras di Pasir Gadung, Cikupa, digerebek  
 
Jumat, 24 Juli 2015 07:15 WIB
PUSKOMINFO - Jajaran Polsek Cikupa menggerebek gudang penyimpanan ratusan botol minuman keras (miras) berbagai merek di wilayah Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (23/7/2015).

Dalam penggerebekan tersebut, pemilik gudang itu yang diketahui berinisial AR melarikan diri. Namun, polisi berhasil mengamankan 980 botol miras dari rumah kosong (rumsong) tersebut.

Wakil Kepala Polsek Cikupa, AKP Mohamad Said, mengatakan, rumah yang beralamat di Perum Griya Yasa Blok F 14 RT 04 RW 03, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang tersebut sudah ditinggal mudik.

"Pemilik gudang miras itu sedang pulang kampung dan saat ini masih dalam pengejaran," kata Wakapolsek.

Wakapolsek menambahkan, polisi sudah mengetahui identitas pelaku, dan saat ini masuk Daftar Pencairan Orang (DPO).  "Pelaku masih DPO dan berinisial AR," ujarnya.

Saat ini, ratusan miras tersebut telah diamankan ke Mapolsek Cikupa.

Starlet Tabrak Pos Polisi di Senayan


Jumat, 24 Juli 2015 06:49 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah mobil Toyota Starlet mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2015) dinihari sekira pukul 02:25 WIB. Mobil dengan nomor polisi B 8105 AG menabrak pos polisi hingga mengalami kerusakan.


Berdasarkan informasi yang dikutip dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Jumat (24/7/2015), mobil berkelir cerah itu tampak rusak dibagian depannya.

"Kecelakaan Toyota Starlet B 8105 AG menabrak Pos Polisi di Jalan Gerbang Pemuda Senayan," tulis akun Twitter TMC Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro.

Belum diketahui penyebab kecelakaan itu. Begitu juga dengan korban, apakah ada korban jiwa atau korban luka-luka dalam peristiwa tersebut. Peristiwa sudah ditangani pihak kepolisian.

23 Juli 2015

Kapolresta Bekasi Silaturahmi dengan Pengelola Pasar Swalayan



Kamis, 23 Juli 2015 14:52 WIB
PUSKOMINFO - Kapolresta Bekasi bersama jajaran mengadakan silaturahmi serta halal bihalal dengan Pengelola Pusat Perbelanjaan dan Pasar Swalayan di wilayah Kabupaten Bekasi, Kamis (23/7/2015). 

Silaturahmi dilakukan selain dalam rangka halal bihalal Idul Fitri, juga untuk berkoordinasi mengenai keamanan di pusat perbelanjaan maupun pasar swalayan guna mengantasipasi penculikan anak, teror bom dan tindak kriminal lainnya. 

Siaran Pers yang disampaikan Kasubbag Humas Polresta Bekasi, Iptu Makmur, kepada PUSKOMINFO Bid Humas Polda Metro Jaya, Kamis (23/7/2015) menyebutkan hadir pada acara tersebut antara lain Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Rickynaldo Chairul, Kasdim, Mayor Inf. Eko Pramono, Kasat Pol PP Bekasi, Deni K, Disperindag Pas, Mulyadi, Para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek, serta Pengelola pusat perbelanjaan dan pasar swalayan di Kabupaten Bekasi . 

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Bekasi Kombes Pol Rickynaldo Chairul mengatakan, pertemuan ini sebagai sarana untuk bersilaturahmi dan berkoordinasi dengan pengelola pusat perbelanjaan dan pasar swalayan.

"Sehubungan dengan masih suasana lebaran kami mengundang bapak ibu sekalian untuk kita saling bersilaturahmi dan berkoordinasi mengenai keamanan di pusat perbelanjaan dan swalayan," kata Kapolres. 

Kapolres juga menghimbau kepada pengelola untuk memperketat keamanannya dengan memasang CCTV dititik – titik tertentu karena dapat membantu pengungkapan suatu kasus kejahatan guna memudahkan pihak kepolisian untuk menangkap pelakunya. 

"Bisa dengan pemasangan berupa peringatan seperti suara sirene atau alarm apabila terjadi tindak kejahatan atau kebakaran serta selalu berkordinasi dengan kepolisian yang bertugas berpatroli dilapangan. Laporkan setiap melihat orang yang mencurigakan kepada petugas, dan kami akan selalu siap untuk untuk melayani setiap laporan dari masyarakat," imbau Kapolres.

Kapolres mengatakan pihaknya telah mengintruksikan kepada Polsek jajaranya untuk mengintensifkan patroli di pusat-pusat perbelanjaan dan keramain lainnya untuk memberikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat khususnya orang tua yang membawa anak-anak untuk antisipasi penculikan anak dan teror bom agar terhindar seperti yang baru-baru ini terjadi di Jakarta, Tanggerang dan Depok.

"Diharapkan dengan kegiatan seperti ini kita semua dapat menjaga dan menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat khusus di Kab Bekasi, jangan sampai kita kecolongan dan terjadi diwilayah kita," pungkas Kapolres.