31 Oktober 2015

Stroke 9 Tahun, Joe Lukas Nekat Bunuh Diri di ITC Mangga Dua

Sabtu, 31 Oktober 2015 20:03 WIB
PUSKOMINFO - Lantaran mengidap penyakit stroke dan tak kunjung sembuh selama sembilan tahun, Joe Lukas Armadibrata, 69 tahun, memilih mengakhiri nyawanya dengan menyayat lehernya sendiri dengan pisau cutter, hingga tewas, di parkiran lantai 4B ITC Mangga Dua, Jalan Mangga Dua Raya, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (31/10/2015).
Kapolsek Metro Pademangan, Kompol Andi Baso Rahman mengatakan berdasar keterangan saksi-saksi, korban diduga melakukan bunuh diri sudah direncanakan korban sejak awal.
Keterangan sopir dan perawat korban mengatakan sebelum melakukan bunuh diri dengan menggorok leher, korban meminta dua pembantunya itu untuk mengantarkan ke pusat perbelanjaan tersebut. 
"Korban minta diantarkan ke ITC bersama Wahyudi (38) selaku supir korban, dan Nur Aeni (33) selaku Baby Siter untuk berbelanja. Menurut keterangan saksi-saksi itu, diduga niat bunuh diri sudah direncanakan matang-matang oleh korban sendiri," kata Kapolsek.
Korban yang tiba di lokasi sejak pagi, saat itu korban bilang kepada kedua pembantunya itu bahwa ia akan ke parkiran sendirian untuk mengambil HP-nya yang tertinggal di dalam mobil.
"Korban memaksa untuk mengambil sendiri ponselnya yang tertinggal di mobil, dengan kursi rodanya. Bukan niat mengambil handphone, ternyata niat mencari lokasi strategis untuk melakukan aksi bunuh dirin. Korban awalnya berdiri dari kursi roda, lalu menyayat sendiri lehernya dengan pisau cutter, hingga darahnya tersembur keluar dan muncrat ke tembok," ujar Kapolsek.
30 menit lamanya korban tak kembali, kedua pembantunya pun mencari hingga menemukan korban dalam kondisi bersimbah darah. Ditemukannya korban, saksi langsung menghubungi pihak mall dan pihak kepolisian terdekat.
"Korban langsung dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo, dan kami langsung meminta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian. 

Korban nekat bunuh diri diduga karena depresi. Depresi itu dilatarbelakangi karena penyakit stroke dan komplikasi yang dideritanya selama sembilan tahun, tak kunjung sembuh," terangnya. 

Polda Metro Jaya Tangkap 6 WNA Terkait Pembobolan Bank Modus Kirim Virus Malware

  1. Polda Metro Tangkap 6 WNA Terkait Pembobolan Bank Modus Kirim Virus Malware
Sabtu, 31 Oktober 2015 18:50 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap 6 pelaku pemalsuan dokumen izin tinggal di Indonesia. Pemalsuan dokumen  tersebut digunakan untuk membuat rekening di beberapa bank di Jakarta.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengatakan modus yang digunakan adalah phishing malware. Mereka menipu orang yang mempunyai rekening dengan cara mengirimkan virus malware pada web atau email kepada para customernya.

"Selama 3 minggu melakukan rangkaian kegiatan pengungkapan kasus. 3 Minggu adalah proses penangkapan dan penyelidikannya total 1 bulan yang rekan-rekan sering dengar dengan phising malware. Ada Rusia, Latvia, Libya, dan Italia. Mereka melakukan kejahatan di Indonesia dengan modus upaya penipuan. Intinya pencurian," ujar Kombes Pol Krishna Murti di Ruang Dit Reskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (31/10/2015).

"Ketika customer menghimpun data mereka termasuk account dan pin, rahasia-rahasia mereka tersedot oleh para pelaku. Para pelaku mempunyai akses masuk untuk ke web, ke account nasabah dan mencuri. Ini sistem yang dikembangkan dari luar negeri. Ibunya dari Eropa Timur," lanjutnya.

Pengungkapan dimulai dari laporan pihak perbankan tentang adanya warga negara asing atas nama Ahmad Iunusov yang membuka rekening tabung. Warga negara asal Libya tersebut membuka dengan dokumen palsu.

"Dikarenakan sebelumnya yang bersangkutan pernah membuat atau membuka tabungan atas nama Ishtar Malik dan Allan Culpo, hal tersebut diketahui dari kesamaan foto pada identitasnya," kata Kombes Pol Krishna.

Berikut 6 WNA yang ditangkap beserta barang buktinya;

1.AS alias AN, warga negara Rusia, ditangkap pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2015 sekitar jam 16.00 WIB di kawasan Jakarta Selatan.

2.AK warga negara Rusia, ditangkap pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2015 sekitar jam 17.00 WIB di kawasan Jakarta Selatan.

3.MOS alias Ahmed Iunusov warga negara Libya, ditangkap pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2015 sekitar jam 15.00 WIB di kawasan Jakarta Pusat.

4.RC alias Albert Romulus warga negara Italia, ditangkap pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2015 sekitar jam 16.00 WIB di kawasan Jakarta Timur.

5.IS alias Polaks Guntars alias Kristers Ivars warga negara Latvia, ditangkap pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2015 sekitar jam 20.00 WIB di kawasan Jakarta Selatan.

6.AN alias Linnik Nikolas alias Iljins Julian warga negara Latvia, ditangkap pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2015 sekitar jam 18.00 WIB di kawasan Jakarta Selatan.

"Barang-barang yang disita antara lain, pasport, blackberry, alat komunikasi, ATM, Surat Tanda Lapor Diri (STLD), hardisk eksternal, buku tabungan, mesin penghitung uang, dan alat pemotong kartu," Krishna menambahkan.

"Uang tunai sejumlah Rp 125.060.000, $100 dolar Amerika, 123 Ringgit Malaysia, 400 Peso Filipina, dan SGD 5 dolar," tuturnya.

Para tersangka kemudian dikenai pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun. Krishna mengatakan kepolisian telah berkoordinasi dengan kedutaan masing-masing mengenai penangkapan warga negaranya.

"Kita sudah berkoordinasi dengan kedutaan-kedutaan mereka," tutupnya.

Pasang Spanduk Permen, Dadang Tewas Terjatuh

Sabtu, 31 Oktober 2015 18:37 WIB
PUSKOMINFONasib nahas menimpa Dadang, 23 tahun, pemuda ini tewas saat memasang spanduk salah satu produk pernmen di depan Circle K Jalan Raya Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2015) tadi siang. Belum diketahui penyebab Dadang terjatuh saat bekerja tersebut.   

Kasie Humas Polsek Metro Pasar Minggu, Ipda Jaka‬ menuturkan, penyidik telah memeriksa dua saksi terkait kasus yang menewaskan Dadang tersebut. Salah satu saksi yang diperiksa yakni, Rojali juru parkir Circle K yang melihat korban memasang spanduk salah satu produk permen. 

"Namun saksi tidak melihat korban terjatuh dari tiang reklame itu. Saksi hanya melihat korban sudah terjatuh dan sudah ramai warga yang melihat korban," tutur Ipda Jaka, Sabtu (31/10/2015). 

Menurut Ipda Jaka, korban tewas seketika setelah terjatuh dari ketinggian lima meter. Guna keperluan penyelidikan jasad korban dibwa ke rumah sakit untuk divisum.

12 Rumah di Kawasan Senen Dilalap Si Jago Merah

Sabtu, 31 Oktober 2015 12:00 WIB

 PUSKOMINFO - Lagi, kebakaran melanda pemukiman padat penduduk di DKI Jakarta. Kali ini, untuk kesekian kalinya, api membakar pemukiman padat penduduk di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Tepatnya, kebakaran tersebut terjadi di Jalan Kali Baru Timur V, RT 01, RW 02, Kelurahan Bungur, Senen, Jakarta Pusat. Api mulai menyala sekira pukul 09.00 WIB, Sabtu, 31 Oktober 2015 pagi.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Polisi (Kompol) Suyatno, membenarkan bahwa api mulai membakar salah satu rumah warga di sana sekitar pukul 09.00 pagi ini. 

Dia menjelaskan, api kemudian merembet ke beberapa rumah lain yang berdekatan dengan rumah yang awalnya terbakar.

"Awalnya api membakar rumah Kwan, 60 tahun. Namun, api menjalar ke beberapa rumah dekat rumah awal yang terbakar. Api terlihat membakar sekitar pukul 09.00 WIB," katanya saat dihubungi, Sabtu, 31 Oktober 2015.

Kompol Suyatno menuturkan, dalam kebakaran tersebut, ada 12 unit rumah yang terbakar. Sedangkan, untuk kerugian, dirinya belum mengetahui berapa jumlah kerugiannya.

"Tidak ada korban jiwa dan api sudah berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB," tambahnya.

Untuk sementara, kebakaran diduga terjadi akibat adanya konsleting listrik.

"Tadi ada sebanyak 28 unit mobil pemadam kebakaran yang turun untuk memadamkan api. Diduga karena konsleting," kata Kompol Suyatno.

Kapolri Keluarkan Surat Edaran (SE) tentang Ujaran Kebencian atau Hate Speech

Sabtu, 31 Oktober 2015 10:43 WIB
PUSKOMINFO - Setelah dikaji cukup lama, Surat Edaran (SE) Kapolri soal penanganan ujaran kebencian atau hate speech akhirnya dikeluarkan.
SE dengan Nomor SE/06/X/2015 tersebut diteken Jenderal Badrodin Haiti pada 8 Oktober 2015 lalu dan telah dikirim ke Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) seluruh Indonesia.
Dalam SE yang disebarluaskan Divisi Pembinaan dan Hukum (Divbinkum) Polri, Kamis (29/10/2015), disebutkan bahwa persoalan ujaran kebencian semakin mendapatkan perhatian masyarakat baik nasional atau internasional seiring meningkatnya kepedulian terhadap perlindungan hak asasi manusia (HAM).
Pada Nomor 2 huruf (f) SE itu, disebutkan bahwa “ujaran kebencian dapat berupa tindak pidana yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan ketentuan pidana lainnya di luar KUHP, yang berbentuk antara lain:
1. Penghinaan,
2. Pencemaran nama baik,
3. Penistaan,
4. Perbuatan tidak menyenangkan,
5. Memprovokasi,
6. Menghasut,
7. Menyebarkan berita bohong dan semua tindakan di atas memiliki tujuan atau bisa berdampak pada tindak diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa, dan atau konflik sosial”.
Pada huruf (g) selanjutnya disebutkan bahwa ujaran kebencian sebagaimana dimaksud di atas bertujuan untuk menghasut dan menyulut kebencian terhadap individu dan atau kelompok masyarakat dalam berbagai komunitas yang dibedakan dari aspek:
1. Suku,
2. Agama,
3. Aliran keagamaan,
4. Keyakinan atau kepercayaan,
5. Ras,
6. Antargolongan,
7. Warna kulit,
8. Etnis,
9. Gender,
10. Kaum difabel,
11. Orientasi seksual.
Pada huruf (h) selanjutnya disebutkan bahwa “ujaran kebencian sebagaimana dimaksud di atas dapat dilakukan melalui berbagai media, antara lain:
1. Dalam orasi kegiatan kampanye,
2. Spanduk atau banner,
3. Jejaring media sosial,
4. Penyampaian pendapat di muka umum (demonstrasi),
5. Ceramah keagamaan,
6. Media massa cetak atau elektronik,
7. Pamflet.
Pada huruf (i), disebutkan bahwa “dengan memperhatikan pengertian ujaran kebencian di atas, perbuatan ujaran kebencian apabila tidak ditangani dengan efektif, efisien, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, akan berpotensi memunculkan konflik sosial yang meluas, dan berpotensi menimbulkan tindak diskriminasi, kekerasan, dan atau penghilangan nyawa”.
Prosedur penanganan
Adapun, pada nomor 3 SE itu, diatur pula prosedur polisi dalam menangani perkara yang didasari pada hate speech agar tidak menimbulkan diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa dan atau konflik sosial yang meluas.
Pertama, setiap personel Polri diharapkan mempunyai pemahaman dan pengetahuan mengenai bentuk-bentuk kebencian.Kedua, personel Polri diharapkan lebih responsif atau peka terhadap gejala-gejala di masyarakat yang berpotensi menimbulkan tindak pidana.
Kedua, personel Polri diharapkan lebih responsif atau peka terhadap gejala-gejala di masyarakat yang berpotensi menimbulkan tindak pidana.
Ketiga, setiap personel Polri melakukan kegiatan analisis atau kajian terhadap situasi dan kondisi di lingkungannya. Terutama yang berkaitan dengan perbuatan ujaran kebencian.
Keempat, setiap personel Polri melaporkan ke pimpinan masing-masing terhadap situasi dan kondisi di lingkungannya, terutama yang berkaitan dengan perbuatan ujaran kebencian.

Apabila ditemukan perbuatan yang berpotensi mengarah ke tindak pidana ujaran kebencian, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan, antara lain:
- Memonitor dan mendeteksi sedini mungkin timbulnya benih pertikaian di masyarakat,
- Melakukan pendekatan pada pihak yang diduga melakukan ujaran kebencian,
- Mempertemukan pihak yang diduga melakukan ujaran kebencian dengan korban ujaran kebencian,
- Mencari solusi perdamaian antara pihak-pihak yang bertikai dan memberikan pemahaman mengenai dampak yang akan timbul dari ujaran kebencian di masyarakat;
Jika tindakan preventif sudah dilakukan namun tidak menyelesaikan masalah, maka penyelesaiannya dapat dilakukan melalui upaya penegakan hukum sesuai dengan:
KUHP,
- UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,
- UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis,
- UU Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, dan
- Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 tentang Teknis Penanganan Konflik Sosial. 

30 Oktober 2015

Direktorat Polisi Perairan Polda Metro Jaya Ringkus Pemasok Sabu ke Wilayah Kepulauan Seribu

Jumat, 30 Oktober 2015 21:55 WIB
PUSKOMINFO - Polisi dari Subdit Gakkum Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Metro Jaya, meringkus seseorang yang diduga selama ini memasok Sabu ke wilayah Pulau Seribu, Kamis (29/10/2015) malam.
Pengedar itu Erwin, warga Gang Manunggal 1, Kalibaru, Jakarta Utara. Pria itu bertubuh kurus, kecil dengan hidung yang mancung. Saat diringkus, Ia membawa 23 paket Sabu seberat 23 Gram yang hendak diambil oleh anak buahnya, yakni para pengecer yang akan membawa masuk sabu itu dalam paket kecil ke Pulau Seribu.
Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Metro Jaya, Kompol Edi Guritno, mengatakan, pihaknya sudah lama mendapat laporan mengenai adanya pengedar yang kerap memasok sabu untuk nelayan-nelayan di Kalibaru. Nelayan memang diduga ada yang dipakai untuk pengedar kelas menengah untuk jadi pengecer dan membawa masuk paket sabu kecil ke Pulau Seribu.
Makanya kemudian dilakukan penyelidikan oleh tim Subdit Gakkum Ditpolair Polda Metro Jaya. Sampai akhirnya, tim mendapat nama pengedar serta mendapat informasi bahwa akan ada transaksi pada Kamis (29/10/2015) malam.
Tim penyelidik pun menunggu, sampai akhirnya sekira pukul 22.45 WIB, Erwin datang dan menunggu para pengecernya datang mengambil sabu. Polisi sudah mengintai dan curiga lantaran ciri-cirinya amat mirip dengan yang sudah didapat Polisi
"Kemudian coba didekati oleh anggota. Ternyata Dia lari, kemudian lekas dikejar," kata Kompol Edi kepada wartawan, Jumat (30/10/2015).
Polisi pun mengejar sambil meneriaki Erwin sebagai maling. Akhirnya warga yang melihat ikut mengejar, dan akhirnya Erwin pun tertangkap.

Setelah digeledah, ternyata Erwin membawa 23 paket sabu yang total beratnya 23 gram. Atau senilai Rp 27 Juta. Kemudian, di rumah Erwin, Polisi menemukan timbangan elektrik bermerek constan yang dipakai untuk menimbang sabu sebelum dimasukkan dalam paket kecil.

Malam itu, kepada Polisi, Erwin mengaku tengah menunggu pengecernya yang datang untuk mengambil maupun membeli sabu yang Ia bawa. Sehingga apabila malam itu Erwin bertemu pengecer dan pulang tanpa tertangkap, Ia akan membawa uang sedikitnya Rp 20 Juta, apabila pengecer membeli sabu itu secara cash.

Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Truk di Serpong

Jumat, 30 Oktober 2015 21:17 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pengendara sepeda motor tanpa identitas tewas terlindas truk bermuatan beton di jalan raya Serpong BSD, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (30/10/15).
 
Peristiwa bermula saat truk bermuatan beton melaju dari Bogor menuju Tangerang. Truk menyerempet motor hingga korban masuk ke kolong truk.
 
Sopir truk diamankan petugas Polsek Serpong. Sementara jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Tangerang.

Demo Buruh di Depan Istana Negara Hingga Malam, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Jumat, 30 Oktober 2015 20:36 WIB
PUSKOMINFO - Petugas kepolisian terpaksa melepaskan tembakan meriam air (water canon) terhadap massa buruh yang berunjuk rssa di depan Istana Negara setelah mereka tak kunjung mau membubarkan diri hingga batas waktu yang diperbolehkan Undang-undang.

Polisi mulai bergerak maju ke arah massa buruh yang masih melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jumat (30/10/2015) sekira  pukul 19.30 WIB.

Ribuan polisi yang sebelumnya membentuk barikade di depan pagar Istana mulai bergerak maju secara bertahap ke arah massa buruh yang terpusat tak jauh dari gerbang sisi barat laut Monumen Nasional.

Pergerakan polisi dibarengi dengan tembakan meriam air dari dua mobil yang disiagakan. Meski mulai terdesak, massa buruh terpantau masih belum kunjung membubarkan diri.

Akhirnya, sekira pukul 19.50 WIB, polisi mulai menembakkan gas air mata. Massa buruh yang sebelumnya berkerumun di depan Istana Merdeka pun lari kocar-kacir.

Sampai berita ini diturunkan, Jalan Medan Merdeka Barat masih tertutup dari arus lalu lintas. Polisi terlihat mencoba mendorong buruh agar membubarkan diri ke arah Jalan Medan Merdeka Barat.

Penjambret Babak Belur Dihajar Warga di Kebon Jeruk

Jumat, 30 Oktober 2015 20:17 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Polsek Metro Kebon Jeruk mencokok seorang pemuda berinisial AS, 24 tahun,  lantaran kedapatan menjambret tas korbannya, Rahmah (26) di Jalan Musyawarah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (29/10/2015) kemarin.
Kapolsek Metro Kebon Jeruk, AKP Eka Baasith mengatakan, kejadian bermula ketika pelaku bersama rekannya mendekati korban yang tengah berjalan kaki seorang diri di Jalan Musyawarah. Tiba-tiba saja salah seorang dari pria tersebut menarik tas milik korban.
"Yang jambret tas Rahmah ini AS, karena dia posisinya sedang dibonceng," kata Eka kepada wartawan di Mapolsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (30/10/2015).
Dikatakan AKP Eka, saat itu, korban terlibat tarik-menarik dengan pelaku untuk mempertahankan tas miliknya. Wanita yang tinggal di wilayah Kebon Jeruk itu enggan melepas tasnya karena ada barang berharga di dalamnya.
Sadar kalah tenaga, Rahmah pun berteriak meminta pertolongan. Pelaku yang panik takut kepergok warga pun terjatuh dari motornya.
"Saat itu AS langsung jatuh dan mencium aspal. Tubuh dan wajahnya mengalami luka-luka," imbuhnya.
Setelah pelaku terjatuh, warga pun berdatangan dan mengeroyoknya hingga babak belur. Beruntungnya, ada anggota Polsek Metro Kebon Jeruk yang tengah berpatroli di sekitar lokasi sehingga AS berhasil diamankan.
"Anggota kami langsung mengamankan pelaku dari amukan warga dan membawanya ke Mapolsek Kebon Jeruk. Sayangnya, rekannya berhasil kabur," bebernya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 53 juncto Pasal 365 KUHP tentang percobaan pencurian dengan kekerasan. "AS terancam hukuman maksimal lima tahun penjara," pungkasnya. 

3.222 Pengendara Terjaring Operasi Zebra Jaya 2015 di Tangerang

Jumat, 30 Oktober 2015 18:32 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Polresta Tangerang, telah menilang sebanyak 3.222 pengendara yang terjaring dalam Operasi Zebra Jaya 2015 sehingga harus mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring) di pengadilan setempat.
"Kebanyakan mereka tidak membawa STNK sebanyak 2.752 pengendara dan selebihnya tanpa memiliki SIM," kata Kasat Lantas Polresta Tangerang AKP Eko Bagus Riyadi di Tangerang, Jumat (30/10/2015).
AKP Eko mengatakan, jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah karena masih tersisa hingga Rabu, 4 November pada hari terakhir Operasi Zebra.
Dia menambahkan, pengendara yang kena tilang itu tidak mematuhi aturan selama mengendarai di jalan raya seperti mengunakan helm standar dan berboncengan lebih dari tiga orang mengunakan sepeda motor.
Petugas juga memberikan tilang kepada pengendara yang tidak melengkapi peralatan pada sepeda motor seperti spion, lampu sein serta lampu rem.
Operasi Zebra Jaya 2015 dimulai Kamis, 22 Oktober dan berakhir Rabu, 4 November mendatang. Razia ini dilakukan di sejumlah titik rawan kecelakaan di Kabupaten Tangerang. Sedangkan beberapa titik rawan tersebut di antaranya Kelapa Dua, Balaraja, Cikupa, Kosambi, Teluknaga, Mauk dan Curug.
Operasi tersebut aparat Polresta dibantu petugas Kodim setempat, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Pemkab Tangerang. Sedangkan tujuan lain operasi tersebut menekan angka kecelakaan lalu lintas dan pengendara taat terhadap hukum ketika di jalan raya.
Pengendara yang kena tilang dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda mulai dari Rp100 ribu hingga Rp1 juta.
Pihaknya berharap kepada pengendara mobil dan sepeda motor dapat mematuhi aturan selama di jalan raya dan melengkapi surat kendaraan serta perlengkapan pendukung lainnya. 

Polresta Bekasi Ungkap Kasus Pembunuhan Pasangan Homoseksual

Jumat, 30 Oktober 2015 09 : 47 WIB
PUSKOMINFO -  Anggota Satuan Reskrim Polresta Bekasi dan Polsek Tambun membekuk pelaku pembunuhan terhadap Andri, yang tewas di rumah kontrakan Kampung Buluh RT 02/RW 23 Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Terungkap, kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi hubungan asmara sesama jenis ( homoseksual).

"Pelaku berinisial IRM kita tangkap di Lampung Tengah, lima hari setelah kejadian," ujar Kapolresta Bekasi, Kombes Pol M Awal Chairuddin, Jumat (30/10/2015).

Kejadian bermula saat korban menjemput pelaku Irham alias IRM, 25 tahun, dari Cakung, Jakarta Timur ke kontrakan di tempat kejadian perkara (TKP) pada Jumat (23/10/2015) lalu sekira pukul 21.25 WIB.

Setibanya di kontrakan, korban meminta dicium kepada pelaku. Pelaku memenuhi permintaan korban.

Usai berciuman, korban meragsa tidak puas dengan ciuman dari pelaku. "Terjadi cekcok mulut antara pelaku dengan korban. Korban membanding-bandingkan teman yang lain yang juga sesama jenis sehingga korban sakit hati dan secara spontan mengambil kabel setrika," ujar Kapolres.

Pelaku mencekik leher korban dengan menggunakan kabel setrika dan menyeret korban hingga meninggal di dalam kontrakan.

"Anggota kita yang mendapat laporan ini, langsung ke lokasi. Korban meninggal karena dibunuh," katanya.

Pihaknua melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Dan melacak keberadaan pelaku berada di Lampung Tengah.

"Setelah lima hari pengejaran, kita tangkap pelaku di Lampung Tengah pada Rabu (28/10/2015) sekira pukul 03.00 WIB," katanya.

Kapolres enggan mengungkap lebih lanjut terkait cara mendeteksi keberadaan pelaku hingga ke Lampung Timur. ''Kita berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah lain," ujarnya singkat.
   
Kapolres menambahkan, pelaku IRM selain membunuh juga mengambil sepeda motor korban, Honda Revo warna hitam. Sepeda motor ini sempat dijual kepada penadah WND, 35 tahun.

 "Terhadap penadah ini, juga telah kita tangkap di wilayah Gunungputri, Bogor," ungkapnya.

Dari tangan pelaku, kepolisian menyita barang bukti berupa kabel setrika, Honda Revo B 3330 FHS, kabel listrik, dua unit telepon seluler.

Terhadap pelaku IRM, kepolisian menjerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan subsider Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Pelaku IRM diancam hukuman penjara minimal tujuh tahun penjara sedangkan WND dijerat Pasal 480 KUHP tentang Penadah dengan ancaman empat tahun penjara.

Diketahui, korban dan pelaku merupakan mantan karyawan pabrik. Berdasarkan, pengakuan tersangka IRM dirinya memang sering berhubungan dengan korban dan menjalin hubungan asmara.

Jika Demo Buruh Bikin Macet Bundaran HI, Ini Pengalihan Arus Lalinnya

Jumat, 30 Oktober 2015 07:34 WIB
PUSKOMINFO - Demo buruh yang akan dihadiri 20.000 orang diperkirakan  membuat sejumlah arus lalu lintas di Jakarta akan terhambat, Jumat (30/10/2015). Polisi akan memberlakukan pengalihan arus lalu Lintas secara situasional.
Salah satunya akan terjadi di Bundaran HI. Beginilah skema pengalihan arus lalu lintas di sana apabila terjadi kepadatan hari ini:
1. Arus kendaraan dari Jalan Jenderal Sudirman ke Bundaran HI dialihkan ke Jalan Tanjung Karang - Kendal - Latuharhary atau Tanjung Karang Belok ke kiri ke Jalan Blora - kembali lagi ke Jalan Sudirman arah Semanggi.
2. Arus kendaraan dari arah Jalan Kendal menuju ke Jalan Tanjung Karang ditutup dan dialihkan ke arah Jalan Blora - ke kiri menuju Jalan Sudirman arah Semanggi.
3.Arus kendaraan dari Jalan Imam Bonjol dibelokkan menuju ke Jalan Pamekasan.

Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 30 Oktober 2015

Jumat, 30 Oktober 2015 06:08 WIB
PUSKOMINFO - Berikut ini lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling wilayah DKI Jakarta, Jumat 30 Oktober 2015, yang terbagi di beberapa lokasi yakni :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Ps Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : Citraland Grogol
STNK : Citraland Grogol 

3. Jakarta Selatan
SIM : Kemenkumham
STNK :Kemenkumham

4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga Pluit
STNK : Graha Gepembri Klp Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK : Pertigaan Cipayung, Bambu Apus

Jam Operasional: 08:00 s/d 13:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp : 021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

29 Oktober 2015

Polres Metro Jakarta Timur Gelar Rekonstruksi Perusakan Mobil Kapolres


Buntut dari perusakan mobil dinasnya, Kapolres mengatakan ada sekitar 70 sepeda motor yang diangkut ke Polres Metro Jakarta Timur. Saat kejadian pihaknya mengamankan 82 orang.

"72 di antaranya tidak terbukti bersalah, mereka sudah kita data dan dipulangkan kepada orang tuanya, sementara 10 lainnya kita lakukan penyelidikan dan telah berstatus tersangka," tandasnya.

Kapolres mengatakan dari 10 orang yang ditetapkan tersangka, dua di antaranya masih di bawah umur. Karena mereka di bawah umur, sehingga memiliki penanganan hukum yang berbeda.

"Dalam penanganan anak berhadapan dengan hukum ada UU mengesampingkan hukum ada anak-anak di bawah umur 18 tahun. Kita melakukan diskresi hukum di mana ada satu kesepakatan dari pihak pelapor, orang tua, Bapas dan Menkum HAM di mana ada pengecualian dengan mengesampingkan KUHP," tandas Kapolres.

Polda Metro Jaya Siapkan 17 Ribu Personel Pengamanan Unras pada Jumat Besok


Kamis, 29 Oktober 2015 20:52 WIB
PUSKOMINFO - Polda Metro Jaya telah menyiapkan 17.000 Personel Pengamanan untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa (unras) elemen serikat pekerja dan mahasiswa pada Jumat (30/10/2015) besok.
Aksi unjuk rasa yang dijadwalkan dilakukan di seberang Istana Merdeka itu diharapkan berjalan aman dan kondusif.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal, mengatakan 17 ribu aparat kepolisian diterjunkan melakukan pengamanan. Aparat kepolisian dibantu Kodam Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan pola pengamanan.
"Serikat pekerja dan BEM sudah berkomunikasi supaya besok penyampaian orasi pendapat berjalan aman damai dan sesuai koridor," kata Kabid Humas di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/10/2015).
Kabid Humas juga meminta peserta aksi supaya mementingkan masyarakat pengguna jalan. Aparat kepolisian melakukan pengalihan arus secara situasional.
Peserta aksi tidak berhenti di Bundaran Hotel Indonesia sehingga kemacetan diharapkan tidak terlalu parah. Peserta aksi akan mulai dari depan patung kuda, Medan Merdeka Barat.
"Semua transportasi parkir motor mobil dan bus akan dipusatkan di monas dari sana akan jalan kaki ke istana," kata dia.
Dia mengimbau agar pengguna jalan supaya menghindari jalan di sekitar Patung Kuda dan Monas pada pukul 09.00-15.00 WIB, sebab diprediksi akan terjadi kemacetan lalu lintas di tempat itu.
Jumat (30/10/2015) besok, massa buruh akan kembali turun ke Istana menolak PP Pengupahan No 78/2015 yang dianggap akan memberikan upah minimum bagi buruh.Polda Metro Jaya mengantisipasi aksi unjuk rasa (unras) elemen serikat pekerja dan mahasiswa pada Jumat (30/10/2015) besok.

'Nyabu' di Kontrakan Pegawai Swasta Dibekuk Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat

Kamis, 29 Oktober 2015 20:34 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pegawai swasta berinisial IM (47) dibekuk petugas Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat dari kontrakannya di Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dari tangan pelaku disita dua paket sabu seberat 0,5 gram.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Herru Julianto mengatakan, penangkapan terhadap pelaku ini berawal dari laporan laporan warga yang resang karena kontrakan tersebut sering dijadikan tempat konsumsi narkoba.

"Dari tangan pelaku berhasil disita barang bukti berupa satu alat hisap sabu dan 2 paket sabu seberat 0,5 gram," kata Kompol Herru, Kamis (29/10/2015).

Hingga saat ini, kasus sendiri tengah dalam penyidikan dan pengembangan Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. "Pemasoknya masih kita buru," tegas Kompol Herru.

Atas perbuatannya, pria tersebut terancam hukuman penjara empat tahun penjara lantaran melanggar pasal 112  UU Narkotika No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Mata Ditusuk Obeng, Bima Tewas Mengenaskan di RS Polri

Kamis, 29 Oktober 2015 20:23 WIB
PUSKOMINFO - Bima Muhammad Ridwan, 19 tahun, tewas mengenaskan setelah dikeroyok dan matanya ditusuk dengan obeng oleh sejumlah rekannya di Makasar, Jakarta Timur.

Dua teman korban Deni Aria, 28 tahun dan Yaumal Nurfalah, 18 tahun, yang diduga sebagai pelaku penusukan itu kini diamankan di Mapolsek Metro Makasar. Kini petugas masih memburu dua pelaku lainnya.

Kapolsek Metro Makasar, Kompol Edi Surasa mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (26/10/2015) siang. Kejadian berawal saat korban bersama teman wanitanya Andien duduk di kawasan tersebut.

"Saat tengah duduk, salah seorang pelaku melintas dan dipanggil korban," kata Kapolsek, Kamis (29/10/2015).

Entah apa yang diperbincangkan, lanjut Kapolsek, keduanya sempat adu mulut. Saat teman pelaku melintas, korban malah dikeroyok oleh kelima pelaku lainnya. Deni yang kedapatan membawa obeng pun menusuk mata korban.

"Korban tewas setelah dua hari menjalani perawatan di RS (Rumah Sakit) Polri (Kramat Jati)," tuturnya.

Kapolsek mengatakan, polisi saat ini tengah memburu para pelaku lainnya. Para pelaku sering berpindah-pindah sehingga menyulitkan petugas.

Atas perbuatan yang dilakukan pelaku, kata Kapolsek, polisi akan menjerat dengan Pasal 170 KUHP Jo 351 ayat 3 KHUP, tentang penganiayaan yang menyebabkan korban tewas. "Hukumannya 10 tahun penjara," pungkasnya.

Pengeboman di Mall Alam Sutera Bermotif Ekonomi dan Bukan Anggota Jaringan Terorisme

Ini Motif Pengeboman di Mall Alam Sutera

Kamis, 29 Oktober 2015 20:11 WIB
PUSKOMINFO - Leopard Wisnu Kumala, 29 tahun, pelaku peledakan Mall Alam Sutra mengaku meledakan bom tersebut dengan motif ekonomi. Pelaku meminta uang Rp300 juta kepada pengelola mal jika pusat perbelanjaan itu tidak ingin diledakkan.

"Motif juga tak ada ideologi, tapi lebih kepemerasan untuk mendapatkan uang," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Jalan Soedirman, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Kapolda mengatakan, pelaku pengeboman di mal tersebut tunggal. Leopard, kata dia, tidak terikat dengan jaringan teroris manapun.

"Dibanding kasus bom Bali dan bom sebelumnya yang ini relatif kecil dan pelaku tidak terkait dengan jaringan teror yang sudah dipetakan. Pelaku tunggal," katanya.

Walaupun melakukannya seorang diri, kata Kapolda, pelaku sudah membuat keresakan pengunjung di Mall Alam Sutera, Tangerang. Selain itu, bom tersebut juga telah melukai satu orang di mal tersebut.

"Walaupun bukan jaringan, tapi karena menimbulkan keresahan maka masuk kategori terorisme," tegasnya.

Ledakan di Mall Alam Sutera, Rekaman CCTV Kunci Pengungkapan Kasus

Kamis, 29 Oktober 2015 19:05 WIB
PUSKOMINFO - Hanya dalam waktu dua jam pengebom toilet kantin di Mal Alam Sutera, Serpong, Tangerang berhasil ditangkap. Rekaman kamera closed circuit television (CCTV) jadi kunci pengungkapan kasus bom di Mall Alam Sutera, Kota Tangerang.

Teror bom di pusat perbelanjaan itu dimulai pada Juli 2015 lalu dan dilakukan oleh Leopard Wisnu Kumala, 29 tahun.


"Dari (kamera) CCTV diketahui jam tersangka meletakkan barang (bom) dan keluar," kata Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Tito Karnavian saat Jumpa Pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/10/2015). 

Polisi berusaha menyusuri semua kendaraan bermotor di tempat parkir. Sebab, Leopard diketahui terekam di kamera CCTVbasement Mall Alam Sutera. 

"Kita menduga pelaku menggunakan motor dan mobil sehingga kita telusuri dan akhirnya buntu. Tidak ada profile cocok," kata Kapolda. 

Kemudian, polisi membentuk tim kecil. Salah satunya ialah untuk menyisir terduga pelaku yang terekam kamera CCTV. 

"Ada beberapa yang mirip, dan itu masuk dalam penyelidikan kita. Setelah kejadian kemarin Rabu (28/10/2015), kemudian kita tunjukkan beberapa foto dan ada yang mengenali wajah tersangka, tersangka ada di sekitar di lokasi," kata Kapolda.


Tak berselang lama, polisi akhirnya meringkus Leopard di halaman Mall Alam Sutera pada hari itu juga. Leopard pun mengakui bahwa ia pelaku bom di Mall Alam Sutera.

"Kami berterima kasih dengan CCTV yang dimiliki Mal Alam Sutera. Sudah tersambung dengan baik. Di CCTV itu ada tanggal juga jamnya. Jadi kami bisa mengecek seluruh para pengunjungnya," kata Kapolda.

Oleh karenanya, Kapolda mengimbau kepada seluruh pusat perbelanjaan agar bisa memerkuat sistem keamanan tanpa menganggu kenyamanan pengunjung.

"Saya imbau semua mal bisa memerkuat sistem keamanan tanpa menganggu kenyamanan. Seperti milik Alam Sutera, di situ juga kita bisa tahu tentang tiket parkir pada mobil juga motor yang dibawa pengunjung," tuturnya.

Oleh karenanya, Tito berpesan agar pemasangan CCTV di setiap gedung juga pusat perbelanjaan sudah menjadi suatu keterdesakan dengan berkaca pada maraknya kasus-kasus kriminal di wilayah DKI Jakarta.

"Kami menyarankan agar setiap gedung atau mal-mal tempat publik selalu dipasang CCTV yang baik dan bagus. Agar membantu aparat kepolisian dalam mengungkap aneka kasus," tutup Kapolda.

28 Oktober 2015

Selasa Tengah Malam Terjadi Tawuran Warga di Otista Jakarta Timur

Rabu, 28 Oktober 2015 06:28 WIB
PUSKOMINFO -  Dua kelompok warga terlibat tawuran di Jalan Otista Raya, Jakarta Timur. Aksi tawuran itu dilakukan para remaja di dekat Rumah Susun Bidaracina, Selasa (27/10/2015) tengah malam.

"Tawuran antar Pemuda di sekitar Rusun Bidaracina, Jalan Otista Raya Jaktim," cuit akun twitter TMC Polda Metro Jaya, Selasa (27/10/2015).

Belum diketahui penyebab bentrokan antar dua kelompok remaja itu. Peristiwa ditangani petugas Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Metro Jatinegara.

Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 28 Oktober 2015

Rabu, 28 Oktober 2015 06:17 WIB
PUSKOMINFO - Berikut ini lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling wilayah DKI Jakarta, Rabu 28 Oktober 2015, yang terbagi di beberapa lokasi yakni :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Ps Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : Citraland Grogol
STNK : Citraland Grogol 

3. Jakarta Selatan
SIM : Kemenkumham
STNK :Kemenkumham

4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga Pluit
STNK : Graha Gepembri Klp Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK : Pertigaan Cipayung, Bambu Apus

Jam Operasional: 08:00 s/d 13:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp : 021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

Buruh Lepas Harian Ditemukan Tewas di Bekasi

Rabu, 28 Oktober 2015 05:50 WIB
PUSKOMINFO - Seorang Buruh Harian Lepas  ditemukan tewas mengenaskan di rumah kontrakan Metawati Ciwat, Gang Tri Darma, RT04/02, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Belum diketahui penyebab kematian buruh bernama Husin (63) itu.

Jasad warga Kampung Keng-Keng RT5/1, Kelurahan Talesan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah ini ditemukan sudah terbujur kaku sekitar pukul 10.45 WIB.

Leterangan saksi Bejo, tetangga korban mengatakan korban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam kamar rumah kontrakan sekira pukul 10.45 WIB.

"Ditemukan sudah tewas di dalam kamar kontrakan," ujar Bejo, Selasa (27/10/2015).

Menurut Bejo, korban terakhir terlihat pada Minggu 25 Oktober siang, saat itu dia bertemu dengan korban di depan warung rumah kontrakanya sedang membeli kerupuk untuk makan siangnya. "Saat saya ketemu kondisinya masih sehat, dan masih bercanda dan mengobrol sama saya," katanya.

Setelah bertemu diwarung Bejo tidak pernah melihat korban lagi. Namun, pada Selasa (27/10) pagi, dia mencium bau tak sedap di rumah kontrakan itu. Setelah dicari bau itu berasal dari kamar korban, kemudian dia mengintip ke dalam melihat korban sudah dalam keadaan tidak bergerak.

Melihat korban dalam posisi terlungkup dan bertelanjang dada, Bejo kemudian melaporkan temuanya ke pihak RT dan diteruskan ke Polsek Pondok Gede. Petugas yang mengetahui laporan itu langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, polisi belum bisa memastikan penyebab kematian korban.

"Hanya saja kami menyimpulkan korban tewas karena sakit, tidak ada bekas tanda-tanda penganiayaan," tegasnya.

AKP Siswo menjelaskan, dari hasil olah TKP di lokasi kejadian pintu kamar kontrakan korban memang terkunci dari dalam. Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan di tubuh korban.

"Untuk memastikan kematian korban yang sebenarnya, kami akan melakukan autposi kepada jasad korban," tukasnya.

Sementara petugas masih memeriksa dan meminta keterangan para saksi untuk mencaritahu riwayat dari korban. Diduga korban tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut. Sedangkan kasus ini ini ditangani Polsek Pondok Gede dan Polresta Bekasi Kota.