30 Januari 2016

Polres Metro Jakarta Timur Amankan 10 Orang dalam Penggerebekan Kos-kosan di Cakung

Sabtu, 30 Januari 2016 10:31 WIB
PUSKOMINFO - Petugas gabungan dari Polres Metro Jakarta Timur, Polda Metro Jaya, dan TNI merazia sejumlah rumah kos-kosan yang diduga dijadikan tempat penyalahgunaan narkoba di daerah Jl Rawa Bebek RT 01/02, Cakung, Jakarta Timur, pada Jumat (29/1/2016) malam. Dalam razia tersebut sebanyak 10 orang diamankan karena positif mengkonsumsi narkoba.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Agung Budijono menuturkan dalam razia tersebut, ditemukan ada 10 orang yang positif mengkonsumsi narkoba. "Dari 60 orang penghuni kos yang kami tes urine nya, ada 10 orang yang positif menggunakan narkoba," kata Kapolres saat dihubungi wartawan, Sabtu (30/1/2016).

Kapolres mengatakan mereka yang positif mengkonsumsi dibawa ke Kantor Polisi Resort Jakarta Timur untuk dimintai keterangan lebih lanjut. "Kami belum bisa menetapkan apakah nantinya akan dipidana atau direhabilitasi, yang jelas akan kami dalami dulu," ujarnya.

Kapolres menuturkan, dalam razia tersebut petugas juga menemukan alat isap sabu atau bong di salah satu kamar kos. Namun, tidak ada paket sabu yang ditemukan aparat. "Kami tidak menemukan barang bukti narkoba, kami hanya menemukan bong bekas," katanya.

Lebih lanjut Kapolres menuturkan razia narkoba tersebut tidak ada hubungannya dengan penggerebekan di Berlan maupun di Johar Baru, menurut Kapolres razia tersebut dalam rangka operasi cipta kondisi.

Polisi Gerebek Kampung Bahari Jakarta Utara Buru Bandar Narkoba.

Ratusan Polisi Gerebek Kampung Bahari, Buru Bandar Narkoba
Sabtu, 30 Januari 2016 10:22 WIB
PUSKOMINFO - Ratusan personel kepolisian gabungan Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara dan BNN melakukan aksi penggrebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Sabtu (30/1/2016). Operasi dimulai sekira pukul 06.30 WIB dan hingga berita ini diturunkan penggerebekan masih berlangsung.

Informasi yang dihimpun, para anggota kepolisian bergerak menyisir pemukiman para bandar di kampung Bahari. Warga nampak kooperatif dengan pihak kepolisian untuk memberantas para bandar yang bersarang di kampung tersebut.

Salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya menyebutkan, terdapat salah satu gubuk yang disinyalir sebagai tempat jual beli peredaran narkoba. Gubuk tersebut berada di area PT KAI, menurut pendapat warga,di gubuk tersebut  dibangun untuk transaksi jual beli narkotika dan judi.

Hingga berita ini diturunkan penggerebekan masih berlangsung.

Jualan Sabu di Kepulauan Seribu, Udin Ditangkap Polisi

Sabtu, 30 Januari 2016 08:56 WIB
PUSKOMINFO - Satuan Narkoba Kepulauan Seribu mencokok Samsudin alias Udin, 30 tahun, di Jalan Tipar Cakung Asrama DKI RT 01, RW 07 Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Ia ditangkap lantaran diketahui sebagai pengedar narkoba jenis shabu di wilayah Kepulauan Seribu.

Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Jhon Weynart Hutagalong mengatakan penangkapan Samsudin bermula dari adanya laporan masyarakat yang resah karena wilayahnya dijadikan sarang dari peredaran narkoba.

"Berdasarkan dari informasi itu kami ketahui bahwa pelaku menjual barang haramnya senilai Rp200 ribu per paketnya," kata Kapolres, Sabtu (30/1/2016).

Kapolres menjelaskan, dari laporan masyarakat tersebut pihaknya langsung menindaklanjuti adanya keresahan masyarakat di wilayah hukumnya. Sehingga, berhasil melakukan penangkapan serta penyitaan uang senilai Rp200 ribu dari tangan tersangka Samsudin, hasil dari penjualan narkoba.

"Sebelumnya kami menyuruh seorang informan untuk membeli sabu kepada pelaku. Lalu, kami melakukan penggeledahan pada kamar kos yang dihuni tersangka sehingga ditemukan barang bukti satu bungkus ganja, plastik kecil sabu, dua bong dan timbangan elektrik," paparnya.

Atas perbuatannya, pria asal Klaten, Jawa Tengah itu diancam Pasal 114 dan 111 KUHP Tentang Narkoba dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Polsek Cikarang Barat Tangkap Dua Pengguna Shabu

Sabtu, 30 Januari 2016 08:47 WIB
PUSKOMINFO - Polsek Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menangkap dua orang pelaku penyalahgunaan narkoba jenis shabu.

"Pelaku seorang perempuan bernama Dina Maryadi, 34 tahun dan temannya Firiansyah, 36 tahun," kata Kasubbag Humas Polresta Bekasi, Iptu Makmur di Cikarang, Jumat (29/1/20160 kemarin.

Menurut Iptu Makmur, kronologis penangkapan pelaku terjadi saat anggota Reskrim Polsek Cikarang Barat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebuah cafe di Jalan Raya Imam Bonjol depan sebuah pantai pijat di Kampung Cibitung RT04/RW11 Desa Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Jumat (29/1/2016) sekira pukul 03.00 WIB.

"Kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa di lokasi tersebut sering dijadikan tempat transaksi narkoba," katanya.

Kemudian dilakukan penyelidikan dan penggekedahan dan diketemukan barang bukti berupa satu klip plastik warna putih berisi narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,26 gram di atas meja luar cafe.

"Kami juga menangkap dua pelaku yang merupakan pemilik dari barang haram tersebut," ujarnya.

Dikatakan Iptu Makmur, penangkapan dua orang pelaku itu berlangsung kondusif tanpa perlawanan.

"Kasusnya sedang ditangani Mapolsek Cikarang Barat untuk mendalami lagi jaringannya," katanya.

Kembali Kerja Di Tempat Hiburan Malam, Suwirya Aniaya Istrinya Dengan Golok

 Kapolsek Pademangan, Kompol Andi Baso Rachman, menunjukkan pelaku pembacokan terhadap istrinya sendiri karena larangan untuk  istrinya agar tidak bekerja di tempat hiburan malam di markas Polsek Pademangan, Jumat (29/1) sore [SP/Carlos Rot Fajarta Barus]  
Kapolsek Metro Pademangan, Kompol Andi Baso Rachman, menunjukkan pelaku pembacokan terhadap istrinya sendiri karena larangan untuk istrinya agar tidak bekerja di tempat hiburan malam di markas Polsek Pademangan, Jumat (29/1/2016) sore

Sabtu, 30 Januari 2016 08:38 WIB
PUSKOMINFO - Seorang suami tega menganiaya istri sirihnya dengan pisau dapur dan menyebabkan korban mengalami 23 luka bacokan, Rabu (27/1/2016) lalu saat sedang berada di Salon Seven yang berada di Jalan Ampera VII, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Aksi brutal sang suami disebabkan amarahnya yang memuncak ‎karena sang istri kembali bekerja di tempat hiburan malam meski sudah di‎bawa kembali jalan yang benar dan mengacuhkan larangan suami yang meminta dirinya tidak bekerja di tempat seperti itu.

Kapolsek Metro Pademangan, Kompol Andi Baso Rachman, mengatakan kejadian bermula saat pelaku yang diketahui bernama Suwirya (42) ‎yang cekcok dengan Istrinya Nurjanah (27) karena persoalan pekerjaan sang istri.

"Jadi si pelaku ini marah karena sang istri menolak larangan darinya untuk tidak kembali bekerja di sebuah bar sekaligus karaoke, si istri ini memang sebelum menikah sudah ‎bekerja di tempat seperti itu," ujar Kapolsek, Jumat (29/1/2016) kemarin di markas Polsek Metro Pademangan.

Menurut Kapolsek, pertengkaran tersebut semakin memanas karena sang istri terus pulang malam setiap harinya dan saat ditanya oleh sang suami tidak mengacuhkan dan terus melakukan kebiasaan buruk.
Puncak amarah terjadi pada Rabu (27/1/2016) lalu ketika pelaku bersama anaknya, Ribka, 2 tahun, hendak berangkat ke kantornya di Mangga Dua sebagai Marketing Manager dengan menggunakan mobil Toyota Agya berwarna putih dengan nomor polisi B-1208-FOM.

Saat itu Nurjanah yang belum pulang semalaman meminta dijemput di Mall Taman Palem, Cengkareng‎, Jakarta Barat pada Pukul  08.30 WIB.

Setelah dijemput, ia kemudian minta dibawa ke tempat rekreasi di wahana Dufan, Kawasan Wisata Terpadu Ancol Taman Impian, namun sebelum sampai disana Nurjanah meminta dibawa pergi ke salon.

Kedua pasutri itu akhirnya bersama-sama melakukan keramas di Salon Seven, saat sedang mendapatkan pelayanan dari salon itulah mereka berdua saling mengobrol.

Disitu sang suami kembali meminta agar istrinya itu berhenti dari pekerjaannya di tempat hiburan 'Pahala' yang merangkap sebagai tempat karaoke, bar, serta tempat pijit disekitaran Mall Taman Palem.

"Namun si Nurjanah ini tetap menolak permintaan suaminya itu, alhasil pelaku emosi dan langsung membawa anaknya, Ribka ke mobil dan meninggalkannya disana, kemudian saat akan masuk ke dalam salon ia membawa sebuah golok," lanjut Kapolsek.

Sesampainya di dalam salon, pelaku mengeluarkan goloknya tersebut dan langsung membacok pipi sebelah kanan istrinya, aksi Suwirya itupun membuat Nurjanah dan karyawan salon lari keluar salon.

Tidak puas dengan bacokan di wajah istrinya yang hanya menggores sedikit saja pipinya, Suwirya kemudian mengejar istrinya keluar salon dan kembali menebaskan goloknya sebanyak 5 kali, masing-masing di tangan kanan dan kiri, bahu kiri, lengan atas kiri, dahi, kepala bagian belakang, dan lutut kaki sebelah kiri.

"Saat itu Nurjanah langsung berteriak meminta tolong, sehingga memancing warga untuk berdatangan dan menolong korban, sedangkan pelaku Suwirya ‎berhasil meloloskan diri dari amukan warga karena mengacungkan goloknya dan melarikan diri dengan mobil," tambah Kapolsek.

‎Namun aksi pelarian pelaku akhirnya digagalkan oleh warga sekitar dan anggota polisi di Jalan Gunung Sahari Raya (Jakarta Pusat) setelah menabrak pesepeda motor karena panik dan mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan mobil tersangka sempat diamuk massa.

"Korban yang dalam kondisi kritis langsung dibawa ke RSUD Koja meski sekarang sudah dalam keadaan membaik, sedangkan si pelaku langsung kita tangkap‎," tutupnya.

Sejumlah barang bukti yang diamankan pihak kepolisian ‎diantaranya yakni sebuah golok terbuat dari stainless steel merk Lu Ji, sebuah tas tenteng kain dengan bercak darah, mobil Toyota Agya, serta pakaian korban berupa baju dan celana yang berlumuran darah.

Pihak kepolisian juga meminta keterangan kepada para saksi baik karyawan salon maupun warga sekitar, yakni Santiawati, Urdiana, Septim, Rifki Prawira Lesmana, ristanto, Anda Wahyudi, Puji Santoso.

Atas tindakannya tersebut‎, Suwirya dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman pidana penjara di atas 5 tahun.

29 Januari 2016

Polres Metro Jakarta Selatan Bekuk Kurir Sabu dalam Kemasan Makanan Snack Anak anak

Jumat, 29 Januari 2016 13:59 WIB
PUSKOMINFO - Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menangkap dua pelaku pengedar narkoba‎ yang memasukkan barang haram dalam bungkus makanan anak-anak. Dua tersangka itu selalu mengedarkan barang haram itu di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat dalam satu tahun belakangan ini.

Kedua tersangka itu bernama RD (25) dan UM (20). Keduanya baru saja ditangkap Satuan "Kami lakukan pengembangan. Kami melakukan penyelidikan dan kami tangkap tersangka di di Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (27/1/2016) malam," ujar Wakapolres Metro Jakarta Selatan, AKBP Surawan, di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2016).

AKBP Surawan mengatakan, polisi berhasil mendapatkan barang bukti di antaranya sabu, ekstasi, dan Happy Five. Barang-barang haram tersebut dimasukan di dalam makanan ringan anak-anak. Sebelum narkoba dimasukkan ke bungkus makanan ringan, pelaku mengeluarkan makanan yang ada. Sehingga pelaku kemudian memasukan jenis-jenis narkoba tersebut kedalam untuk mengelabui petugas.

"Pelaku ini sebetulnya merupakan kurir. Untuk berat barang yang buktinya Shabu seberat 208 gram, Ekstasi 100 butir, happy five sebanyak 50 butir. Semua dimasukan kedalam makanan ringan," tuturnya.

Kedua pelaku, kata AKBP Surawan, mendapatkan barang haram tersebut dari R, pelaku yang saat ini masih buron. Untuk penjualannya, mereka menggunakan handphone yang sebelumnya dipesan dan bertemu.

"Tentu ini merupakan modus baru. Pengakuan para pelaku melakukan ini baru satu kali," ungkapnya.

Penangakapan pelaku berawal dari penangkapan penguna narkoba sebelumnya di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

Dari situ, polisi melakukan pengembangan terhadap pelaku.Proses pengepakan Sementara itu, sampai saat ini polisi masih belum dapat memastikan kedua pelaku yang tertangkap apakah jaringan pelaku yang di Berlan, Jakarta Timur. "‎Belum. Kami masih lakukan pengembangan," ungkapnya.

Akibat perbuatannya kedua pelaku harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolres Jakarta Selatan. Kedua pelaku diancam Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 112 Ayat 2 Sub Pasal 132 Ayat 1 UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara

Sementara Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan, AKBP Juang Andi Priyanto menambahkan, para pelaku menjual barang haram tersebut dari bulan Agustus sampai dengan November 2015. Pelaku mengambil barang haram tersebut dari seorang distributor Narkoba dari Jakarta Barat.

"Mungkin mendapatkan dari pabrik ciki. Isinya dikeluarkan dan kemudian dipres kembali di tempat mereka diamankan," ujarnya.

Selain mengamankan barang bukti narkoba, polisi juga mendapatkan berupa Jimat yang digunakan pelaku RD. Saat itu dalam penangkapan di rumah susun berlantai 3, polisi menggerebek dan pelaku mencoba melakukan perlawanan.

Satu pelaku nekat melompat dari rusun tersebut. Namun anehnya pelaku tidak mengalami luka sedikit pun dan borgol yang telah kenakan terlepas.

Beruntung saat itu ada anggota yang kembali berhasil mengamankan pelaku.

Merasa penasaran, kemudian pelaku diperiksa dan polisi berhasil mengamankan jimat yang berbentuk kris bewarna hitam.

Seorang Pria Tewas Dalam Sebuah Mobil Di Sunter Agung

Anggota tim unit identifikasi dan olah TKP Polres Metro Jakarta Utara mengambil sampel sidik jari dari seorang pria yang diketemukan tewas dalam kendaraan mobilnya yang terparkir di pinggir taman Jalan Agung‎ Utara II, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (29/1) [SP/Carlos Roy Fajarta Barus]
Jumat, 29 Januari 2016 13:29 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pria ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah mobil mini bus yang diparkir di Jalan Agung Utara II Blok A, RT12/RW08, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (29/1/2016) pagi sekira pukul 09:00 WIB.

Petugas Unit Identifikasi dan Olah TKP Reskrim Polres Metro Jakarta Utara dan Reskrim Polsek Metro Tanjung Priok yang melakukan pendataan dan pemeriksaan, diketahui pria yang mengendarai mobil Toyota Kijang Innova warna silver metalik dengan nomor polisi B-1884-NKI‎ itu bernama Sariman, 47 tahun, warga Kampung Utan, Gang Jambu, RT05/RW06, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Pria kelahiran DI Yogyakarta tersebut diketemukan tewas dalam kondisi tubuh terlentang di bangku kemudi yang dirundukkan hingga ke jok bagian tengah dengan menggunakan kaus abu-abu gelap dan celana jeans biru muda.

Kapolsek Metro Tanjung Priok, Kompol Tumpak Simangunsong, mengatakan korban diduga kuat mengalami penyakit jantung dan bukan merupakan kasus pembunuhan.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, dan dari dompet yang bersangkutan kita mendapatkan kwitansi perawatan dari rumah sakit karena menjalani perawatan jantung," ujar Kapolsek.

Sebelum diberikan ke pihak keluarga, menurutnya jenazah korban akan dibawa ke RSCM untuk menjalani proses autopsi dan menghubungi pihak-pihak keluarga korban yang ada di dalam kontak telefon genggam korban.

Satu dari Dua Begal di Pondok Aren Tangsel Akhirnya Tewas

Jumat, 29 Januari 2016 13:21 WIB
PUSKOMINFO - Satu dari dua begal sepeda motor  yang beraksi di depan Kantor Kelurahan Pondok Aren, RT 02 RW 01, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (29/1/2016) akhirnya tewas.

“Iya satu terduga begal telah tewas, identitas tak ada, tak ada identitas di lokasi dan di saku celana maupun anggota tubuh lainnya,” ujar AKP Mansyuri , Kasubag Humas Polres Kota Tangsel, Jumat (29/1/2016).

Kedua tersangka begal tersebut, kata Mansyuri, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri di Jakarta Timur. Namun, akhirnya salah seorang terduga begal itu menghembuskan nafas terakhirnya saat akan menjelani perawatan di rumah sakit tersebut.

“Saat ini saksi-saksi masih kami periksa termasuk barang bukti,” tuntasnya.

Seperti diketahui, peristiwa begal  berawal saat korban Imam Sapendi, bersama temannya, Piyu, sedang dalam perjalanan pulang usai bersantap di Warung Bubur Kacang Hijau yang ada di depan Gerbang Perumahan Palem Bintaro, Kelurahan Pondok Aren.

Tiba-tiba di tengah jalan, korban dan temannya yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi B 6830 VDC dipepet dua pelaku yang berboncengan dengan motor Yamaha Mio, B 6617 WAY.

Korban juga ditendang oleh salah seorang pelaku. Namun, justru malah pelaku nyaris terjatuh.
Pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam jenis samurai. Namun, korban berhasil merebut senjata itu seraya berteriak ‘begal’ dan didengar warga.

Tak lama kemudian masyarakat pun berdatangan dan menangkap pelaku. Setelah itu, pelaku ditelanjangi sambil dipukuli oleh massa. Pelaku juga nyaris dibakar massa. Untungnya, petugas Polres Tangsel yang sedang piket dengan cepat dapat mencegah rencana warga itu.

Dua Begal Nyaris tewas Dihajar Warga di Pondok Aren


Jumat, 29 Januari 2016 13:09 WIB
PUSKOMINFO - Dua begal sepeda motor bersenjatakan samurai nyaris tewas setelah tertangkap warga saat beraksi di Jalan Raya Pondok Aren, persisnya di depan Kantor Kelurahan Pondok Aren, RT 02 RW 01, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (29/1/2016).

Kejadian berawal saat korban Imam Sapendi, bersama temannya, Piyu, sedang dalam perjalanan pulang usai bersantap di Warung Bubur Kacang Hijau yang ada di depan Gerbang Perumahan Palem Bintaro, Kelurahan Pondok Aren.

Tiba-tiba di tengah jalan, korban dan temannya yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi B 6830 VDC dipepet dua pelaku yang berboncengan dengan motor Yamaha Mio, B 6617 WAY.

Korban juga ditendang oleh salah seorang pelaku. Namun, justru malah pelaku nyaris terjatuh.
"Pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam jenis samurai. Namun, korban berhasil merebut senjata itu seraya berteriak ‘begal’ dan didengar warga," kata AKP Mansyuri , Kasubbag Humas Polres Kota Tangsel, Jumat (29/1/2016).

Tak lama kemudian masyarakat pun berdatangan dan menangkap pelaku. Setelah itu, pelaku ditelanjangi sambil dipukuli oleh massa. Pelaku juga nyaris dibakar massa. Untungnya, petugas Polres Tangsel yang sedang piket dengan cepat dapat mencegah rencana warga itu.

"Kami masih melakukan pengembangan," ujar AKP mansyuri.

Polsek Tarumajaya Bekuk Pengedar Narkoba, Sabu Disembunyikan dalam "Power Bank"

Jumat, 29 Januari 2016 09:04 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyita barang bukti kejahatan berupa sabu-sabu seberat 3 gram yang disembunyikan dalam alat elektronik pengisi daya ponsel (Power Bank).

"Pelaku bernama Ade Azis, 20 tahun, kita tangkap di Perumahan Pantai Moderen Jalan Raya Marunda Makmur, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, pada Rabu (27/1/2016), sekira pukul 12.30 WIB," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tarumajaya, Iptu Jefri di Cikarang, Kamis (28/1/2016) kemarin.

Menurut Iptu Jefri, warga Jakarta Utara itu ditangkap saat petugas saat tengah berhenti dengan sepeda motornya di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan sejumlah barang bukti narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu dari dalam alat pengisi daya baterai ponsel miliknya yang tersimpan dalam tas pelaku.

"Kondisi 'power bank'-nya agak longgar, saat dibuka ada enam bungkus paket kecil sabu siap edar," katanya.

Menurut dia, sabu-sabu tersebut dikemas menjadi enambungkus plastik bening yang siap edar. "Pelaku mengaku sabu-sabu tersebut hendak dijual ke salah seorang pembeli dengan harga Rp 100 ribu per paket," katanya.

Menurut Iptu Jefri, modus penyembunyian barang bukti narkoba tidak kali itu saja terjadi, sebelumnya pelaku lain juga pernahmenyembunyikan barang bukti dalam lampu motor.

"Kurir narkoba memang banyak cara untuk mengedarkan barang haramnya ke masyarakat, ada juga yang disembunyikan dalam helm dan batok lampu," katanya.

Iptu Jefri mengatakan, pelaku terlihat gelisah dan seperti menunggu orang, namun saat dihampiripelaku langsung kabur dengan motornya. "Namun segera dilakukan langkah antisipasi dan berhasil ditangkap petugas," katanya.

Kepada polisi, Ade mengaku tengah menunggu seorang pembeli, namun setelah ditunggu selama 30 menit, calon pembelinya tak kunjung datang.

Dia lalu berancana pulang ke rumahnya di Kampung Marunda RT 03/04, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. "Pengakuannya dia mendapat barang itu dari bandar berinisial M. Keberadaan bandar ini yang kami masih cari," katanya.

Akibat perbuatannya, Ade dijerat Pasal 114 sub 112 UU RI No. 35 thn 2009 tentang narkotika dengan hukuman penjara di atas lima tahun.

Polsek Tigaraksa Bekuk Pencuri Modus Jajakan Pakaian


Jumat, 29 Januari 2016 08:46 WIB
PUSKOMINFO - Jajaran Reskrim Polsek Tigaraksa, Polresta Tangerang, berhasil menciduk tersangka pencuri rumah kosong berinisial MP, 36 tahun, warga Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Dalam melakukan aksinya, pelaku berpura-pura sebagai pedagang pakaian keliling ke rumah-rumah dan kontrakan di wilayah Tigaraksa, Tangerang.

MP berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Tigaraksa pimpinan Ipda Apip Rujito usai beraksi di rumah kontrakan milik Haji Aji Wijaya, Kampung Tegala Baju Kelurahan/Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, yang ditinggal pergi penghuninya.

“MP diciduk beserta barang bukti hasil kejahatannya yakni lima unit handphone dan satu baterai handphone,” ucap Kompol Dedy Irawan, Kapolsek Tigaraksa.

Kapolsek mengungkapkan, tertangkapnya MP sekaligus membuka modus operandi baru aksi kejahatan, yakni berpura-pura menjadi pedagang pakaian ke rumah-rumah dan kontrakan. “Pelaku menjajakan pakaian dari rumah ke rumah,” tutur Kapolsek.

Saat penghuni rumah dipastikan tidak ada di tempat. Dedy Irawan mengungkapkan, MP beraksi dengan cara mencongkel pintu dan jendela rumah menggunakan bambu yang sudah dipasang paku. “Lalu menggasak harta benda korban, seperti elektronik dan telepon genggam,” ujarnya.

MP yang sehari-hari memang pedagang ini mengaku, ia memastikan penghuni rumah tidak ada dengan cara memanggil penghuni sambil mengetuk pintu menawarkan dagangannya.

Kini MP mendekam di Mapolsek Tigaraksa untuk mempertanggungjawabkan aksi kejahatannya. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP atas pencurian dengan pemberatan dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Bus TransJakarta Terbakar, Lalu Lintas Tersendat

Permalink gambar yang terpasang
Jumat, 29 Januari 2016 08:22 WIB
PUSKOMINFO - Pasca terbakarnya bus TransJakarta di Jalan Cimahi, arah Latuharhari, Jakarta Pusat, arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi tersendat. Jelang memasuki jam kerja, para pengguna jalan harus lebih bersabar untuk melalui lokasi.

Terutama ruas jalan dari Stasiun Sudirman menuju Manggarai, kendaraan harus berjalan secara perlahan. Pasalnya, petugas masih berusaha mengevakuasi bangkai bus nahas tersebut.

"Imbas penanganan bus TransJakarta B 438 IX terbakar, situasi lalin tersendat," tulis akun Twitter Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, @tmcpoldametro, Jumat (29/1/2016).

Bus Transjakarta terbakar di Jl. Cimahi arah Latuharhari Jakarta Pusat sekira pukul 07:05 WIB. Dua mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, hingga kini penyebab kobaran api tersebut belum diketahui.

Lokasi Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 29 Januari 2016

  Permalink gambar yang terpasang

Jumat, 29 Januari 2016 07:41 WIB

PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 29 Januari 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :
1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng.

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga
STNK : Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Tamini Square

Jam operasional: 08:00 s/d 11:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp : 021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

28 Januari 2016

Dua Pengedar Sabu Ditangkap saat Transaksi di Kontrakan

Kamis, 28 Januari 2016 15:23 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang Kota menangkap dua pengedar narkoba jenis sabu di wilayah Kota Tangerang. Dua tersangka yakni Kunta alias Bule dan ZL alias Godam ditangkap di rumah kontrakannya di Perumahan Banjar Wijaya, Kelurahan Cipete, Kota Tangerang.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Bambang Gunawan mengatakan penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi masyarakat bahwa di rumah tersebut sering digunakan bertransaksi narkoba.

“Mendapat laporan itu, petugas segera melakukan penyelidikan, dan akhirnya berhasil menangkap kedua pengedar itu,” kata AKBP Bambang Gunawan, Kamis (28/1/2016).

Pengakuan tersangka Bule, dirinya sudah hampir setahun menjalankan bisnis narkoba. “Saya enggak kerja, tapi saya butuh uang buat senang-senang,” katanya.

Dari pengakuan Bule, ia mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang dengan cara memesan melalui telefon, dan ditindaklanjuti oleh Godam dengan mendatangi lokasi yang sudah ditentukan.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa sabu sebanyak dua paket siap edar yang dikemas di dalam plastik kecil, dengan berat brutto 52,45 gram..

Pengamen Edarkan Ganja Dibekuk Polsek Bekasi Barat

Dua pengamen pengedar ganja dibekuk Unit Resnarkoba Polsek Bekasi Kota, Rabu (27/1). [SP/Mikael Niman] 
Kamis, 28 Januari 2016 09:47 WIB
PUSKOMINFO - Anggota Unit Reserse Narkoba Polsek Bekasi Barat, Polresta Bekasi Kota, membekuk dua pengedar narkotika golongan I jenis ganja. Dari tangan tersangka, kepolisian menyita ganja seberat 5,1 kilogram yang dikemas ke dalam tujuh paket.

Kedua tersangka tersebut adalah Nur Iman, 31 tahun dan Soleh, 35 tahun, yang kesehariannya sebagai pengamen jalanan.

"Satu tersangka Nur Iman merupakan salah satu TO (target operasi) kita saat ditangkap tidak ditemukan barang bukti," ujar Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Herry Sumarji, Rabu (27/1/2016).

Kapolres menambahkan, saat itu Nur Iman melakukan transaksi ganja sebanyak 2 kilogram pada November 2015 lalu. Hasil penjualan dari ganja 2 kg, tersangka mendapat uang sebesar Rp 10 juta.

Lalu tersangka membeli ganja berikutnya seberat 5 kg dari hasil uang penjualan sebelumnya. Belum sempat mengedarkan ganja tersebut, tersangka Nur Iman dibekuk di rumah kontrakannya di Jalan Raya Harapan Indah, Kelurahan dan Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/1/2016) malam.

Kemudian, kepolisian melakukan pengembangan dan membekuk tersangka Soleh, hari ini Rabu (27/1/2016) di Kampung Warung Ayu RT 03/RW 14, Desa Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dari tangan Soleh, disita barang bukti ganja seberat 100 gram.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

Tumpukan Sampah TPA Bantar Gebang Longsor, Satu Pemulung Tewas

Gunung Sampah TPA Bantar Gebang Longsor, 1 Pemulung Tewas
Polisi menunjukan lokasi longsor sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/1/2016). Seorang pemulung tewas akibat longsor sampah tersebut. 

Kamis, 28 Januari 2016 09:36 WIB
PUSKOMINFO - Tumpukan sampah di Tempat pengelolaan Sampah Terpadu (TPAS) Bantar Gebang, Bekasi, longsor pada Rabu (27/1/2016) sore. Seorang pemulung meninggal akibat tertimpa longsoran sampah tersebut.

"Longsor sampah tersebut menimpa warga pemulung yang mengkibatkaan korban meninggal dunia," kata Kasubbag Polresta Bekasi Kota, Iptu Puji Astuti.

Longsor terjadi di Zona 5B TPA Bantar Gebang, RT 003/03 Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi itu terjadi sekira pukul 14.00 WIB.

Korban diketahui bernama Rumsinah, 46 tahun, perempuan dan berasal dari Karawang, Jabar.

Iptu Puji menceritakan, awal mula kejadian Rumsinah bersama suaminya, Zaenudin, 61 tahun, memulung di lokasi pada pukul 13.30 WIB.

Namun, tiba-tiba gundukan sampah teratas mengalami longsor menimpa seluruh tubuh sang istri. Sementara, suaminya tertimpa material sampah setengah badan.

Zaenudin dengan dibantu alat berat berhasil mengangkat tubuh korban dari timbunan sampah.
Namun, saat ditemukan nyawanya tidak tertolong.

"Setelah korban ditemukan kondisi korban melepuh seperti terbakar. Adapun dari hasil identifikaisi dari unit identifikasi Sat Reskrim Polresta Bekasi Kota antar lain, korban mengalami luka melepuh di bagian ke dua tangan, punggung dan kaki," tuturnya.

Untuk keperluan identifikasi, jasad korban dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk dilakukan visum. Rencananya, suami korban akan membawa jenazah ke kampung halaman di Karawang untuk dimakamkan setelah proses visum di rumah sakit.

Sementara itu, pihak pengelola TPA Bantar Gebang telah memasang papan peringatan di lokasi kejadian agar para pemulung lainnya tidak mendekat. Sebab, lokasi tersebut banyak alat berat dan sangat rawan terjadinya longsor.

Polres Kepulauan Seribu Tangkap Bandar Narkoba di Pantai Timur Pulau Kelapa

Kamis, 28 Januari 2016 09:27 WIB
PUSKOMINFO - Polres Kepulauan Seribu menangkap seorang pria yang diduga sebagai bandar narkoba di Pantai Timur Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu.

Pria berinisial MD itu ditangkap saat mengedarkan narkoba jenis ganja kepada wisatawan yang melancong ke pulau itu.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat kami dapat menangkap bandar narkoba yang dijual ke wisatawan pulau seribu," ujar Kapolres Kepulauan Seribu,  AKBP John Weynart Hutagalung kepada wartawan, Rabu (27/1/2016).

Kapolres menuturkan, awalnya polisi sudah curiga dengan gerak-gerik pelaku saat menaiki 'ojek', sebutan untuk perahu sewa. Ketika digeledah ternyata petugas menemukan empat bungkus paket ganja hemat siap jual yang disimpan di dalam bungkus rokok dan diselipkan pada perutnya

"Dia taruh beberapa paket kecil di bungkus rokok. Kami curiga, saat digeledah tubuhnya ada empat bungkus paket ganja siap hisap yang diselipkan diperutnya," kata Kapolres.

Dari tertangkapnya MD pengembangan pun dilakukan petugas kembali menangkap lima pengedar narkoba lainnya. Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti 36 bungkus paket ganja yang dijual Rp25 ribu.

"Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 114 dan 111 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara," tutup Kapolres.

Bermain Judi Dekat Mesjid Lima Pria Disergap Polsek Tambun

Polisi gerebek penjudi remi
Polisi gerebek penjudi remi

Kamis, 28 Januari 2016 09:05 WIB
PUSKOMINFO - Lagi asyik main kartu remi dengan taruhan uang, lima pria disergap anggota Polsek Tambun di depan Masjid Kampung Poncol, Desa Setia Mekar, Tambun Selatan, Rabu (27/1/2016). Kelima pelaku judi jenis leng ini yaitu I, 65 tahun, NS, 31 tahun, KJ, 43 tahun, M, 35 tahun, dan N, 63 tahun.

Kasie Humas Polsek Tambun, Ipda Juarni mengatakan penggerebekan dilakukan berdasarkan aduan masyarakat yang resah dengan ulah pelaku. "Kami langsung mengecek laporan kejadian tersebut dan lima pelaku kami tangkap,” Ipda Juarni, Kamis (28/1/2016).

Mereka tertangkap sekira pukul 19.30 WIB dengan alat bukti yang ditahan yaitu  dua set kartu remi dan uang Rp2.300.000.

Saat ini pelaku yang merupakan warga Tambun Selatan ini ditahan di Polsek Tambun dan mereka terancam Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun.

Polsek Jatiuwung Ringkus Empat Begal Sepeda Motor

Kamis, 28 Januari 2016 08:51 WIB
PUSKOMINFO - Empat begal motor yang kerap beraksi di Tangerang, berhasil dibekuk personel Polsek Jatiuwung, Kota Tangerang, Rabu (27/1/2016). Penangkapan terhadap pelaku dilakukan berdasarkan laporan warga yang kerap terjadi perampasan sepeda motor.

"Saat itu Tim Buser kami yang dipimpin Aiptu Nastain langsung melakukan penyisiran wilayah dengan menyebar anggota ke daerah Jatiuwung," kata Kompol Darmawan Karosekali, Kapolsek Jatiuwung, Kamis (28/1/2016) pagi.

Saat itu, kata Kapolsek, anggota Tim Buser melihat pengendara sepeda motor yang gerak-geriknya mencurigakan. Insting Tim Buser Polsek Jatiuwung pun langsung bekerja untuk mengejar pelaku. Dari empat pelaku, hanya satu yang ditangkap petugas kepolisian. Namun akhirnya, petugas berhasil menciduk tiga pelaku lainnya yang berusaha melarikan diri.

"Dari penangkapan tersebut dilakukan pengembangan. Berhasil ditangkap rekan-rekan pelaku yang melarikan diri ke Balaraja Kabupaten Tangerang," tuturnya.

Para pelaku ini berasal dari satu daerah yakni Pulau Sumatera. Mereka masing-masing berinisial R, Y, RN, dan SY.

"Hasil kejahatan biasanya mereka larikan ke daerah pedalaman Banten. Terbukti tiga motor hasil rampasannya selama di Jakarta dan Tangerang kami amankan," tutur Kapolsek.

Lokasi Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis 28 Januari 2016

  Permalink gambar yang terpasang

Kamis, 28 Januari 2016 08:43 WIB

PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis 28 Januari 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :
1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng.

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga
STNK : Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Tamini Square

Jam operasional: 08:00 s/d 11:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp : 021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

27 Januari 2016

Polres Metro Jakarta Barat Bekuk Tiga Pelaku Curanmor Sadis di Penjaringan

Rabu, 27 Januari 2016 21:07 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polres Metro Jakarta Barat  menangkap tiga pelaku pembegalan sadis bersenjata api dalam penegerebekan di sebuah rumah di wilayah Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

"Hari ini polres Metro Jakarta Barat telah menangkap 3 pelaku curanmor bersenjata api. Mereka merupakan kelompok yang sering melakukan kejahatan dengan kekerasan dan perampokan dengan objek kendaraan bermotor. Setiap melakukan kejahatannya mereka selalu dilengkapi dengan senjata api dan senjata tajam," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Didik Sugiarto, Jakarta, Rabu 27 Januari 2016.

Ketiga begal sadis itu, masing-masing bernama Ili Sahputra (31 tahun), Heriyanto alias Dalom Yan (29 tahun) dan Amat Yusuf (30 tahun).

AKBP Didik Sugiarto menuturkan,  ketika melakukan pembegalan, ketiga pelaku tidak segan-segan melakukan penyerangan kepada korban maupun pihak yang hendak menghalanginya dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam.

"Modus operasinya ketika melakukan aksinya ketika ada korban maupun pihak lain menghalanginya pelaku melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata api," ujarnya.

Tercatat, ketiga begal sudah beraksi lebih dari seratus kali di wilayah Jakarta Barat terutama di Kalideres dan Cengkareng.

Salah satu pelaku dilumpuhkan dengan tembakan di kaki karena berusaha melarikan diri saat penggerebekan berlangsung.

Dari lokasi persembunyian pelaku, polisi menemukan sejumlah barang bukti, berupa sejumlah telepon genggam, besi anak mata kunci leter T, magnet besi, kunci sepeda motor roda dua, senjata Api rakitan jenis revolver dan senjata tajam.

Polda Metro Jaya Gagalkan Penyelundupan Sabu Melalui Pelabuhan

Rabu, 27 Januari 2016 20:58 WIB  
PUSKOMINFO - Aparat Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap peredaran sabu seberat 6,3 kilogram pada pertengahan Januari 2016 ini.

Direktur Reserse Narkoba Polda. Metro Jaya, Komisaris Besar Eko Daniyanto, mengatakan, pihaknya meringkus 3 tersangka dalam kasus ini.

Sementara itu, Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris BesarGembong Yudha, mengungkapkan, timnya sempat nyaris terkecoh dengan informasi penyelundupan Narkoba ini.

Menurut AKBP Gembong, berdasarkan informasi tadinya disebut akan ada kapal kargo bersandar dimana didalamnya ada barang berisi Narkoba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Tapi, ucap AKBP Gembong, ternyata Narkoba itu tak pernah turun di Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah ditelusuri usai sempat kehilangan jejak perjalanan Narkoba, pihaknya mendapati sebuah paket kiriman Narkoba jenis sabu yang dikemas dalam tas wanita. Paket tas berisi sabu itu ditemukan di sebuah jasa ekspedisi di Jakarta Barat dan hendak dikirim ke Surabaya.

Anehnya, ucap AKBP Gembong, diketahui paket itu berasal dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, baru dikirim ke Jakarta dan dikirim lagi lewat jasa ekspedisi ke Surabaya.

Namun dalam kargo, kata AKBP Gembong, jelas-jelas disebut bahwa paket itu seharusnya turun dan dikirim ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, bukan ke Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

"Ini baru kita temukan yang begini. Informasi kami sudah benar bahwa paket ini seharusnya turun di Surabaya. Tapi kok bisa tiba-tiba berbelok dan turun di Semarang, lalu dikirim ke Jakarta dan hendak dikirim lagi ke Surabaya," kata AKBP Gembong kepada wartawan usai jumpa pers pengungkapan kasus di Polda Metro Jaya, Rabu (27/1/2016).

Menurut AKBP Gembong, itu adalah strategi para pengedar untuk mengelabui polisi. Bagi reserse Narkoba cara ini amat berbahaya dan ada indikasi melibatkan orang dalam di pelabuhan.

Usai menemukan paket itu di Jakarta, polisi kemudian melakukan delivery control dan meringkus 3 tersangkanya di Surabaya.

Polres Metro Jakarta Timur Tangkap Pengedar Narkoba Gunakan Jasa Go-Jek

Polres Jaktim Tangkap Pengedar Narkoba Berkedok Sopir Go-Jek
Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengamankan komplotan pengedar narkoba yang menggunakan jasa ojek online di Cakung,

Rabu, 27 Januari 2016 15:27 WIB
PUSKOMINFO - Polres Metro Jakarta Timur berhasil menangkap komplotan pengedar narkoba yang menggunakan jasa Go-Jek di Cakung, Jakarta Timur. Penyelidikan ini berawal dari tertangkapnya AJ pelaku yang ditangkap karena membeli sabu dan dititipkan ke FR. Polres Metro Jakarta Timur segera melakukan penyelidikan lanjutan untuk menangkap FR dan menemukan jaringan narkobanya.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Agung Budijono menjelaskan, setelah menangkap FR, ditemukan barang bukti sabu seberat 0,18 gram dari tangan FR. FR mengaku  sabu itu dia dapatkan dari kenalannya bernama AG.

"Pukul 22.30 WIB di jalan Raya Bekasi depan Terminal Pulogadung anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Jaktim menangkap AG yang pada saat itu sedang menggunakan jasa Go-Jek milik JK," ujar Kapolres.

Kapolres mengatakan sopir Go-Jek itu diduga mengedarkan narkoba secara gelap di wilayah Jakarta Selatan dan Timur.

Dari AG dan JK, polisi menyita satu paket sabu seberat 1,07 gram. Polisi kemudian melakukan pengembangan dan memeriksa rumah AG di Buaran, Cakung, Jakarta Timur. Dari rumahnya polisi mendapatkan barang bukti 4 paket sabu seberat 4,19 gram yang disimpan dalam kotak kacamata AG.

JK dan AG mengaku mendapatkan sabu tersebut dari TK yang sering mereka jumpai di Senen, Jakarta Pusat. TK diduga jadi bandar  narkoba lewat layanan Go-Jek ini.

"Selasa, 19 Januari 2016 pukul 19.00 WIB TK berhasil ditangkap di depan pom bensin Galur, Senen Jakarta Pusat dan menyita 4 paket sedang sabu dalam plastik klip seberat 67 gram dan 5 paket kecil dengan berat keseluruhan 5, 45 gram," ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan sopir Go-Jek JK dan temannya AG mengambil dulu beberapa narkoba dari TK kemudian menjualkannya ke FR dan AJ.

"Mereka semua saling kenal dan enggak pakai aplikasi gojek, tapi hanya memanfaatkan jasa Go-Jeknya," ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan gojek hanya kamuflase dalam pengiriman narkoba tersebut.

Kapolres menjelaskan JK mendapat upah Rp 300 ribu untuk sekali pengantaran paket narkoba. Agung menambahkan, JK sudah dua kali mengantarkan narkoba. "Kualitas sabu mereka lumayan bagus dan kini masih kami selidiki jaringan narkoba mereka," ujar Agung.

Atas tindakan ini mereka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Sub pasal 112 (1) sub pasal 132 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika. "Mereka terancam hukuman seumur hiduo atau pidana sesingkatnya 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda mininal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar," ujar Kapolres.

Polresta Bekasi Kota Bentuk Tim Anti Teror Bernama "Satgas Patriot"

Foto- 'Satgas Patriot', tim tindak kejahatan terorisme dan kejahatan tingkat tinggi bentukan Polresta Bekasi Kota. (saban)
"Satgas Patriot", tim tindak kejahatan terorisme dan kejahatan tingkat tinggi bentukan Polresta Bekasi Kota. 

Rabu, 27 Januari 2016 13:32 WIB
PUSKOMINFO - Polresta Bekasi Kota membentuk Tim Tindak Kejahatan Terorisme dan kejahatan yang termasuk eskalasi tinggi. Tim beranggotakan 62 personel gabungan Polres dan Polsek, dua diantaranya adalah Polwan.

“Tim ini gabungan dari Polres dan Polsek serta ditambah dua anggota Polwan,” ujar Kombes Pol Heri Sumarji, Kapolresta Bekasi Kota, Rabu (27/1/2016).

Tim yang dipimpin Kapolres dan Waka Polres AKBP Asep Edi, diberi nama ‘Satgas Patriot’.
Jumlah anggota yg terlibat sebanyak 62 orang gabungan dari anggota Polres dan Polsek dua diantaranya adalah anggota Polwan.

Menurut Kapolres, didampingi Iptu Puji Astuti, Kasubbag Humas, Satgas Patriot di bentuk dalam rangka antisipasi dan penindakan kejahatan tetorisme serta kejahatan yang termasuk tingkat eskalasi tinggi.

Pertimbangan diikutsertakan anggota Polwan adalah, tidak menutup kemungkinan pelaku tindak pidana tersebut adalah perempuan untuk pengamanan pertama akan di lakukan oleh personel Polwan.

Pembentukan satgas merupakan peningkatan kinerja bagi anggota Polri dalam penanganan dan pemberantasan segala bentuk pelanggaran serta tindak pidana tujuanya adalah untuk mempercepat penanganan kasus dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Bocah Ini Tersesat, Orang Tua Yang Merasa Kehilangan Anak Hubungi Polsek Tambelang Polresta Bekasi

 Bocah hilang yang ditemukan warga Kampung Gabus, Tambun Utara kini dalam pengawasan anggota Polsek Tambelang, Polresta Bekasi. . [SP/Mikael Niman]

Rabu, 27 Januari 2016 12:43 WIB
PUSKOMINFO - Seorang anak laki-laki berusia delapan tahun ditemukan warga di sekitar Jalan Raya Gabus, simpang Pulo Puter, Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Diduga, bocah malang ini tersesat di jalan dan tidak mengetahui jalan pulang.

Menurut keterangan Kasubag Humas Polresta Bekasi, Iptu Makmur, bocah ini pertama kali ditemukan warga Gabus yang biasa disebut "Pak Haji" di simpang Pulo Puter, Selasa (26/1/2016) malam.

"Lalu bocah tersebut dibawa ke Mapolsek Tambelang, Polresta Bekasi, sekitar pukul 20.00 WIB," ujar Iptu Makmur, Rabu (27/1/2016).

Ciri-ciri anak tersebut, antara lain berbadan sintal (gemuk berisi), kondisi sehat, tinggi badan 100 centimeter, berat badan 25 kilogram, rambut lurus, muka berbentuk oval, fisik bersih. "Logat bicaranya terdengar cadel dan tidak tahu namanya," ujarnya.

Kini, anak tersebut dalam pengawasan di Mapolsek Tambelang dan telah difasilitasi dengan menyediakan kebutuhan makan-minum serta mainan play station. Hal ini, sesuai dengan instruksi Kapolresta Bekasi Kombes Pol M Awal Chairuddin, untuk menjaga dan memperlakukan secara khusus kasus anak-anak.

"Kita telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, namun belum direspons makanya kita publikasi ke media-media. Dengan harapan, ada orangtua atau keluarga yang mengetahuinya," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Tambelang AKP Sujono, mengatakan pihaknya akan terus mempublikasikan kepada masyarakat yang merasa kehilangan anaknya. "Kami berupaya untuk mempertemukan dengan keluarga atau orangtuanya," ujar AKP Sujono.

Bagi warga yang merasa kehilangan anak segera menghubungi Mapolsek Tambelang nomor telepon 021 89170755 dan 021 89171110.

Polda Metro Jaya Telah Membantu 400 Pasien Katarak Dioperasi Secara Gratis

Rabu, 27 Januari 2016 11:25 WIB
PUSKOMINFO - Sebanyak 400 pasien katarak dioperasi oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan  (Biddokkes) Polda Metro Jaya sepanjang 2015 sampai awal 2016. 
 
Operasi katarak secara gratis dilakukan yang ke-8 kalinya dalam pelaksanaan Bhakti Sosial Kesehatan Polda Metro Jaya yang terus bergulir setiap 2 pekan sekali, sejak 2015 sampai awal 2016.
 
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Kombes Pol Musyafak mengatakan, apabila dihitung nominal, setidaknya Polda Metro Jaya sudah mengeluarkan uang Rp 2 milliar untuk membantu operasi pasien katarak..
"Sebab biaya operasi katarak paling tidak Rp 5 Juta," kata Kombes Pol Musyafak, Rabu (27/1/2016).

Namun, Kombes Pol Musyafak mengakui bahwa pelaksanaan Bhakti Sosial selalu dibantu oleh pihak swasta. Seperti pelaksanaan Bhakti Sosial Kesehatan ke-8 di Polres Metro Tangerang Kota yang dibiayai oleh PT Sido Muncul pada Selasa (26/1/2016) kemarin.

Dalam bhakti sosial ke 8 itu, dilakukan operasi katarak untuk 35 orang, lalu khitanan masal untuk 17 anak, pengobatan umum 270 pasien, pembagian sembako 1200 bingkisan. Pembagian Alquran 100 buah dan buku tulis 1000 buku, serta pembagian kursi roda untuk 10 orang.

Polsek Sepatan Tangkap Seorang Pencuri Pipa Paralon Berisi Kabel

Rabu, 27 Januari 2016 08:44 WIB
PUSKOMINFO - Polsek Sepatan, Tangerang, berhasil menggagalkan aksi pencurian pipa paralon berisi kabel di desa Sarakan, Kabupaten Tangerang. Aksi pencurian itu tergolong nekat lantaran dilakukan pada pagi hari.

Terungkapnya kasus berawal dari anggota polisi yang mendapat laporan masyarakat, bahwa telah terjadi dugaan pencurian pipa paralon berisi kabel, pada hari Senin (25/1/2016) lalu.  Pihak kepolisian sendiri baru berhasil menangkap pelaku setelah melakukan penyelidikan.

"Telah terjadi tindak pidana pencurian sebagai mana disangka Pasal 362 KUHP tentang pengambilan barang yang bukan punya haknya," ujar Kapolsek Sepatan, AKP Hidayat Iwan kepada wartawan, Selasa (26/1/2015).

Aksi pencurian itu dilakukan oleh tersangka berinisial J, 26 tahun, warga Pakuhaji seorang diri. Pelaku mencuri berbekal sebilah pisau.

"Tersangka seorang diri datang ke TKP kemudian mencuri pipa paralon yang berisi kabel dengan cara merusak pipa paralon yang berada disamping selokan kemudian pipa paralon tersebut dipotong dengan menggunakan sebilah pisau," ujarnya.

Dia mengatakan hasil olah kejadian perkaran, pihaknya menyita kabel sepanjang 12 meter berikut alat yang digunakan.

"Barang bukti yang disita satu potong pipa paralon yang berisi kabel sepanjang 12 meter, empat kunci pas ukuran 10-12,12-13,14-15,14-17, dua kunci ring ukuran 10-11,14-15, sebilah pisau panjang 19 centimeter, gagang plastik putih kondisi bergigi di bagian bawahnya. Sebuah jarum sol bergagang kayu," paparnya.

Akibat perbuatannya pelaku terancam hukuman penjara lima tahun dengan denda paling banyak Rp 900 juta. Saat ini pelaku telah mendekam di balik jeruji Polsek Sepatan.

Gerebek Sebuah Kontrakan, Polsek Metro Matraman Berhasil Amankan Dua Paket Sabu

Rabu, 27 Januari 2016 08:01 WIB
PUSKOMINFO - Polisi melakukan penggerebekan terhadap sebuah kontrakan di Jalan Gugus Depan I Kelurahan Palmeriam, Jakarta Timur, pada Senin (25/1/2016). Penggerebekan ini dilakukan karena kontrakan tersebut diduga ditinggali oleh seorang pengedar narkoba.

Kasubbag Polres Metro Jakarta Timur Kompol Husaima mengatakan kepolisian mendapatkan laporan dari masyarakat yang curiga dengan aktivitas di kontrakan tersebut. Polisi pun langsung melakukan penyelidikan.

"Petugas langsung ke lokasi dan menggerebek kontrakan Erwinta Subur," kata Kompol Husaima dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Dari penggerebekan itu, polisi berhasil menemukan dua paket narkoba jenis sabu yang sudah dibungkus dalam plastik kecil.

"Selain menggeledak badan polisi juga menggeledah seluruh ruangan di kontrakan itu. Hasilnya polisi menemukan dua paket sabu-sabu dan satu alat isap sabu," terang Kompol Husaima.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Erwinta diringkus ke Polsek Matraman. Ia terancam dijerat UU nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Nongkrong Sambil Hisap Ganja, Shumacher Diciduk Polsek Metro Makasar

Rabu, 27 Januari 2016 07:54 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Makasar, Polres Metro Jakarta Timur membekuk seorang pengedar ganja bernama Rehobot Shumacher Levy Tampubolon, 21 tahun, diciduk di Lapangan Tembak RT 03, RW 06 Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (26/1/2016) dini hari.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Husaima membeberkan, penangkapan terhadap pria yang menjadi incaran Polsek Metro Makasar itu berawal dari informasi masyarakat.

"Anggota Reskrim Polsek Metro Makasar bahwa di TKP ada sekelompok pemuda sedang menggunakan narkoba," ujar Kompol Husaima saat dikonfirmasi.

Selanjutnya satu unit tim buser Polsek Makassar menuju lokasi. Usai melakukan pengecekan dan menemukan sekelompok pemuda yang sedang duduk-duduk dan menggunakan narkoba jenis ganja, polisi pun langsung memulai penyergapan.

"Dari pelaku ditemukan delapan paket ganja di dalam tas," imbuhnya.

Guna menyelidikan lebih lanjut, polisi masih mendalami keterangan pelaku tentang asal muasal barang yang ia peroleh. "Sedang diproses dan didalami di Polsek Metro Makasar," tukasnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 27 Januari 2016

  Permalink gambar yang terpasang

Rabu, 27 Januari 2016 07:39 WIB

PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 27 Januari 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :
1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng.

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga
STNK : Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Tamini Square

Jam operasional: 08:00 s/d 11:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp : 021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717

Polres Metro Jakarta Utara Bekuk Komplotan Pemalsu Materai

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta‎ Utara, AKBP Yuldi Yusman mengintrogasi komplotan pelaku pemaksu materai dengan omset ratusan juta Rupiah setiap bulannya di Markas Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (26/1) sore  [SP/Carlos Roy Fajarta Barus]

Rabu, 27 Januari 2016 07:22 WIB
PUSKOMINFO - Kepolisian Resort (Polres) Metropolitan Jakarta Utara berhasil membekuk komplotan pemalsu materai yang biasa mendistribusikan alat pengesah dokumen hitam di atas putih itu di sejumlah warung kelontong di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Komplotan tersebut diketahui memiliki omset hingga Rp 300 juta per bulan dari aksinya memalsukan materai pecahan Rp 6.000 yang dijual dengan harga Rp 7.000 per materainya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta‎ Utara, AKBP Yuldi Yusman, mengatakan awalnya anggotanya mendapat informasi dari sejumlah masyarakat di Tanjung Priok memberikan laporan ‎beredarnya materai palsu di wilayah permukiman mereka.

"Ada informasi bahwa di sejumlah warung yang menjual materai yang diduga palsu, anggota Reskrim kami langsung mengecek ke lokasi dengan memancing korban untuk menjual materai tersebut," ujar AKBP Yuldi, Selasa (26/1/2016) sore di markas Polres Metro Jakarta Utara.

Warung yang diperiksa oleh anggota berpakaian preman yakni milik Yusron Rozikin bin Safil yang ada di Jalan Swasembada Barat Nomor 25, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat (8/1/2016) lalu sekira pukul 11.00 WIB.

"Dari warung tersebut kita mendapatkan pengakuan bahwa materai tersebut didapatnya dari Minawati Binti Syamsudin Ahmad, 39 tahun, yang mendapatkan barang itu dari dua pelaku lainnya," katanya.

Minawati diketahui merupakan janda beranak dua yang tinggal di Jalan Pisangan Baru III Nomor 210, ‎RT08/RW07, Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.

Kedua pelaku lainnya tersebut yakni Mahyudin bin Baharudin, 53 tahun dan Antono bin Sanirwan, 35 tahun, yang memproduksi lembaran materai tersebut di Jalan Al-Ikhlas, Bojong Tua Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Antono ‎yang berperan mengoperasikan aplikasi di laptop dan Mahyudin yang bertugas melakukan embos diciduk oleh anggota kepolisian di kediamannya itu, ‎serta seorang rekan lainnya yang merupakan master mind bernama Noven yang saat ini masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Perbedaan signifikan terlihat dari hologram Burung Garuda yang ada di ‎bagian pita pengamannya, yang palsu tidak ada embosnya, kemudian pada bagian cap bunga yang asli warnanya lebih hijau sedangkan yang palsu agak kekuningan," lanjut AKBP Yuldi.

Menurutnya, untuk satu lembar kertas materai ‎dengan jumlah 50 pcs materai, Yusron membeli ke Minawati dengan harga Rp 250 ribu per lembar atau lebih murah Rp 50 ribu dibandingkan harga aslinya.

Sedangkan Minawati mendapatkan satu lembar materai tersebut dari Mahyudin dengan harga Rp 20 ribu per lembarnya, atau mengambil keuntungan Rp 230 ribu per lembar materainya.

"Mereka ini sudah melakukan operasionalnya selama 6 bulan, dan dari barang bukti yang kita sita, memiliki nilai Rp 300 juta untuk produksi selama sebulan, atau bisa mendekati Rp 2 Miliar selama jangka waktu 6 bulan itu," tambah AKBP Yuldi.

Lebih lanjut, AKBP Yuldi  menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan memperhatikan dengan teliti saat akan membeli materai di warung kelontong atau PKL di pinggir jalan agar terhindar dari kerugian lebih besar.

"Kalau materainya palsu, tentu dokumen yang menggunakan materai tersebut tidak sah di mata hukum, sebaiknya tetap membeli materai di kantor pos resmi," tutupnya.

Barang bukti yang berhasil disita dari ke-tiga pelaku tersebut diantaranya, yakni: 636 lembar materai Rp 6 ribu palsu yang satu lembarnya berisi 50 pcs materai; 20 pcs materai Rp 6 ribu yang asli; sebuah mesin press emboss; 7 roll pita plastik hologram; 150 kertas bahan materai; 5 lembar plastik film; 4 botol tinta sablon warna ungu, biru, merah, dan hitam;‎ satu plastik serbuk tinta emas; satu meja sablon berikut rakel, lem fox, satu botol cairan M3, serta sebuah laptop dan flash disk.

Atas tindakan ke-empat pelaku tersebut, polisi menjerat mereka dengan Pasal 253 Junto Pasal 257 KUHP tentang Pemalsuan ‎dan UU RI Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai dengan ancaman hukuman pidana penjara selama tujuh tahun.

26 Januari 2016

Polresta Bekasi Gelar Apel Bersama Deklarasi Menentang Radikalisme, Terorisme dan Intoleransi di Wilayah Kabupaten Bekasi

Selasa, 26 Januari 2016 15:39 WIB  
PUSKOMINFO - Pada Selasa 26 Januari 2016 pukul 08:00 WIB, bertempat di lapangan Plaza Pemda Kab. Bekasi telah berlangsung Apel Bersama Deklarasi Menentang Radikalisme, Terorisme dan Intoleran di Wilayah Kab. Bekasi.

Apel Bersama tersebut dihadiri oleh Bupati Bekasi, Wakil Bupati, Kapolresta Bekasi,Wakapolrtesta Bekasi, Dandim 0509, Anggota DPRD, Kapolsek Jajaran, Tomas,Toga, Toda serta Ormas/LSM, dipimpin langsung oleh Bupati Bekasi.

Dalam acara Deklarasi Masyarakat Kabupaten Bekasi yang menentang radikalisme, terorisme, dan intoleransi di wilayah Kabupaten tersebut menyatakan:
1. Menolak setiap gerakan radikalisme dalam bentuk apapun di Kabupaten Bekasi,
2. Menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan dan toleransi antar umat beragama,
3. Meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran gerakan radikalisme dan terorisme dengan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,
4. Mendukung setiap upaya pemerintah daerah, Polri, TNI dalam mencegah dan memberantas gerakan radikalisme di Kabupaten Bekasi. 

Dalam acara tersebut juga dibacakan deklarasi oleh tokoh agama Islam,Kristen, Hindu, dan Kong Hu Chu yang membacakan deklarasi tersebut,hal tersebut sebagai tekad bersama seluruh komponen masyarakat Kab.Bekasi yang menolak adanya radikalisme dan terorisme di Kabupaten Bekasi. 

Acara dilanjutkan dengan pelepasan 100 burung merpati sebagai tanda perdamaian masyarakat Bekasi. 

Kegiatan berlangsung berjalan dengan hikmat, aman, tertib, dan lancar.

Polresta Depok Ringkus 11 Anggota Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Jabodetabek

Selasa, 26 Januari 2016 14:39 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Jajaran Polresta Depok meringkus 11 anggota jaringan pencuri kendaraan bermotor (Curanmor) yang beraksi lintas wilayah Jabodetabek. Sembilan orang di antaranya merupakan spesialis pencurian sepeda motor dan dua lainnya spesialis pencurian mobil.

“Kami menangkap 11 pelaku curanmor roda dua dan empat. Awalnya, pada 9 Januari lalu, ada laporan warga yang kehilangan sepeda motor. Lalu, tim reskrim gabungan melakukan pengejaran, (dan) berhasil diamankan 11 orang,” kata Kapolresta Depok Kombes Pol Dwiyono kepada wartawan, Selasa (26/1/2016).

Kapolres menambahkan, para pelaku membawa senjata tajam serta kunci yang sudah dimodifikasi berbentuk huruf T saat beraksi. “Pelaku tak segan-segan melakukan kekerasan. Warga harus hati-hati siapkan kunci pengaman roda empat dan dua. Ini total ada tiga jaringan,” katanya.

Dari penangkapan tersebut berhasil disita delapan sepeda motor dan dua mobil, termasuk minibus bernomor polisi B 1943 ZFO dan D 1295 AR.

Kapolres juga menyarankan warga yang merasa kehilangan kendaraan bisa mendatangi Mapolresta Depok dengan membawa surat-surat kendaraan.

Bawa Kabur 13 Mobil Sewaan, Erwan Ditangkap Polres Metro Tangerang Kota


Erwan Cindraus, tersangka penggelapan 13 mobil rental.

Selasa, 26 Januari 2016 14:10 WIB 
PUSKOMINFO - Erwan Cindraus diamankan petugas Polres Metro Tangerang Kota setelah tak mengembalikan 13 mobil yang ia sewa.

“13 mobil itu adalah hasil dari pengembangan, awalnya kita hanya mendapati satu kendaraan,” ujar Kompol Triyani, Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Senin (25/1/2016).

Penangkapan tersangka Erwan berawal dari laporan seorang wanita yang melaporkan dengan nomor laporan polisi: LP/B/46/I/ 2016/PMJ/Resort Tangerang kota atas nama Siska Nuraini.

Lalu, Erwan pun yang merupakan warga Kampung  Cicayur 1 RT 03/02, Panggedangan, Kabupaten Tangerang dikejar petugas karena Siska mengalami kerugian satu unit mobil Avanza warna silver metalic dengan nomor polisi B 1557 CFQ tahun 2011.

“Modus operandi pelaku adalah  dengan menyewa kendaraan. Setelah batas waktu sewa habis mobil tidak di kembalikan,” terang Kompol Triyani.

Setelah dilakukan penyelidikan, kata Kompol Triyani, diketahui Erwan sedang berada di sebuah hotel kelas melati, yakni di hotel Mandala yang berlokasi di Jalan dr Sintanala, Kota Tangerang.

“Dia ditangkap di sana, tetapi kendaran sudah tak bersama dia, dia telah gadaikan,” tuturnya.

Tetapi, setelah diperiksa petugas mendapati ternyata Erwan adalah pemain lama dalam penggelapan kendaraan sejumlah laporan lainnya.

“Ada empat pelapor lain yang melaporkan Erwan.Dari hasil pengembangan pelaku sudah menggelapkan mobil sebanyak 13 unit mobil,” jelas Kompol Triyani.

Kebakaran Melanda Kampung Bandan, Pademangan Jakarta Utara.

Permalink gambar yang terpasang
Selasa, 26 Januari 2016 12:25 WIB
PUSKOMINFO - Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Kawasan Kebon Sayur, Kampung Bandan, Jakarta Utara. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut.

Berdasar informasi dari akun Twitter @TMCPoldaMetro kebakaran di kawasan permukiman padat ini terjadi pada Selasa (26/1/2016) pukul 10.20 WIB. Banyaknya bahan yang mudah terbakar membuat si jago merah dengan leluasa mengamuk di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, asap pekat akibat kebakaran tersebut masih menyelimuti langit kawasan tersebut meski api telah berhasil dipadamkan petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara.

Untuk menjinakkan api, pihak Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara menerjunkan 24 mobil pemadam. Saat ini petugas masih melakukan pendinginan.

Peristiwa ditangani Polsek Metro Pademangan Polres Metro Jakarta Utara. Belum diketahui apakah ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini

Polsek Cimanggis Tangkap Mahasiswa Pemakai dan Pengendar Ganja di Kalangan Kampus


Selasa, 26 Januari 2016 11:45 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pengedar sekaligus pemakai narkotika jenis ganja, ditangkap petugas buser Polsek Cimanggis di rumah kontrakan Jalan Komjen M Yasin, RT.2/9, Tugu, Cimanggis, Selasa (26/1/2016) pagi.

Tersangka berinisial BAT als A,20 tahun, mahasiswa semester 1 salah satu universitas swasta di Jakarta Selatan, ditangkap  di rumah kontrakan oleh petugas yang berpura-pura bertransaksi.

Menurut Kapolsek Cimanggis Polresta Depok, Kompol Arlon Sitinjak mengatakan warga lingkungan sekitar tempat tinggal pelaku resah. Lantaran rumah kontrakan yang ditempati pelaku kerap dijadikan kumpul-kumpul untuk menggunakan ganja.

“Saat buser menggeledah rumah kontrakan pelaku, mendapatkan satu bungkus coklat berisi ganja seberat 17,5 gram senilai Rp.200 ribu,”ujar Kapolsek.

Menurut Kapolsek, pelaku mengaku selain memakai ganja sudah enam bulan, juga mengedarkan di kalangan teman kampus. “Pelaku mendapatkan ganja dari salah seorang kenalan di satu kampus dengan pelaku,”tambahnya.

“Untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan Undang-Undang Narkotika dengan ancaman diatas 15 tahun penjara.” pungkas Kapolsek.

Polresta Bekasi Bentuk Tim Anti Teror

Anggota TAT Polresta Bekasi yang dikukuhkan.(lina)
Selasa, 26 Januari 2016 11:24 WIB
PUSKOMINFO - Polresta Bekasi membentuk Tim Anti Teror (TAT), Senin (25/1/2016). Sebanyak 20 personil gabungan terdiri dari 18 bintara dari beberapa satuan fungsi Polresta Bekasi dan 2 orang perwira tergabung dalam tim tersebut.

“Hal ini mengingat situasi yang sekarang ini marak akan kejahatan jalanan maupun aksi teror yang sangat meresahkan masyarakat khususnya diwilayah hukum Polresta Bekasi,” kata Kapolresta Bekasi Kombespol M Awal Chairudin  Senin (25/1/2016) malam.

20 Anggota TAT resmi dikukuhkan oleh Kapolresta Bekasi Kombes Pol M Awal Chairuddin Sik, MH di Lobby Polresta Bekasi dengan syukuran sekaligus pemotongan nasi tumpeng.

“Dengan adanya Tim Anti Teror (TAT) Polresta Bekasi diharapkan dapat memberikan warna baru dalam menjaga situasi keamanan khususnya diwilayah hukum Polreata Bekasi. Selain difungsikan untuk mengantisipasi teror team ini juga nantinya dapat di gerakan untuk membackup satfung yang lain diantaranya dalam pemberantasan premanisme, kasus 3C sampai dengan pemberantasan narkoba.

Pemakai dan Pengedar Ganja Dibekuk Polsek Metro Cilandak

Selasa, 26 Januari 2016 08:46 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Cilandak menangkap pengedar narkoba jenis ganja di Jalan Mandor Salim, Kembangan, Jakarta Barat,  Minggu (24/1/2016) sekira pukul 19.30 WIB.
Penangkapan pengedar itu merupakan pengembangan dari pengguna narkoba, yang ditangkap sebelumnya oleh petugas.

Pengedar itu bernama Kiki, 22 tahun, warga Srengseng, Jakarta Barat. Penangkapan itu, setelah kepolisian menangkap pengguna narkoba bernama Alvin, yang mengaku barang haram itu berasal dari Kiki.

Kapolsek Metro Cilandak Kompol Moch Safe'i mengatakan penangkapan tersangka adalah hasil pengembangan. Saat ditangkap dirumahnya, tersangka kedapatan narkoba jenis ganja dalam bungkusan koran.

"Kita grebek di rumahnya dan berhasil kita dapatkan narkoba jenis Ganja seberat 44,30 gram dibungkus kertas koran di dalam lemari," kata Kapolsek saat dihubungi di Cilandak, Jakarta Selatan, ‎Senin (25/1).

Pengrebekan  langsung dipimpin Kanit Reskrim Polsek Metro Cilandak AKP Andong. Awalnya saat tersangka menyangkal namun saat ditemukan barang bukti, tersangka tak berkutik lagi

"Tersangka dan BB yang ditemukan di bawa ke Mapolsek Metro Cilandak guna proses lanjut," ungkap Kapolsek.

Pelaku dikenakan pasal 132 Ayat 1 jo 111 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Dia p‎un menghimbau kepada warga masyarakat apabila di lingkungannya ada peredaran narkoba agar segera melapor ke Polsek Metro Cilandak untuk ditindak lanjuti.

"Serta para orang tua agar lebih memperhatikan anak usia remaja jangan sampai salah jalan mengkonsumsi narkoba," ucapnya.

Bus TransJakarta Terbalik di Kawasan Tomang


Transjakarta Kecelakaan Tunggal di Tomang (foto: TMCPoldaMetro)
Transjakarta Kecelakaan Tunggal di Tomang (foto: TMCPoldaMetro)

Selasa, 26 Januari 2016 07:55 WIB
PUSKOMINFO - Bus Transjakarta mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Tomang arah Grogol Jakarta Barat, Selasa (26/1/2016) dini hari. Bus Transjakarta dengan nomor polisi B 7058 EV tersebut terbalik di jalur busway. Kondisi bus TransJakarta berwarna biru tersebut terbalik.

Informasi ini dihimpun dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya kecelakaan tunggal itu terjadi sekira pukul 03:54 WIB dan saat ini sudah ditangani pihak kepolisian..

“03:54 Kecelakaan Tunggal Bus TransJ B 7058 EV di Tomang arah Grogol, masih dalam penanganan,” kicau akun @TMCPoldaMetroJaya.

Kebakaran Kios Nasi Goreng di Pesanggrahan akibat Korsleting Listrik

Selasa, 26 Januari 2016 07:47 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah Kios Nasi Goreng di Jalan Dukuh Komplek Kodam RT02/RW04, Kelurahan Pesangrahan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan dilalap si jago merah, Selasa (26/1/2016) dinihari.

Kejadian ini terjadi sekira pukul 00.45 WIB. Api yang berasal dari kios nasi goreng tersebut juga membakar dua kios di dekatnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.

Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian dengan bantuan tiga unit mobil pemadam kebakaran.

Sementara penyebab kebakaran diduga karena adanya hubungan arus pendek listrik dari kios nasi goreng, peristiwa ditangani Polres Metro Jakarta Selatan.

Lokasi Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 26 Januari 2016

  Permalink gambar yang terpasang

Selasa, 26 Januari 2016 07:41 WIB

PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 26 Januari 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :
1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng.

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan Tiga
STNK : Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Tamini Square

Jam operasional: 08:00 s/d 11:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat.

Info Keterangan Lebih Lanjut:
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55
Jakarta Selatan
Telp : 021-52960770
Fax : 021-5275090
SMS : 1717