30 April 2016

Polisi Imbau Buruh Agar Tertib Peringati May Day

Ini Rute Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta pada Hari Buruh

Sabtu, 30 April 2016 07:32 WIB
PUSKOMINFO - Polda Metro Jaya mengimbau seluruh demonstran dari massa buruh untuk tertib dalam menyampaikan aspirasinya pada perayaan May Day pada 1 Mei 2016 mendatang.‎

Kasubdit Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan, sekira 80 ribu massa buruh akan menyampaikan aspirasinya diberbagai tempat di Ibu Kota Jakarta."Puncak peringatan hari buruh akan dilaksanakan 1 Mei 2016 dari pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB. Itu sesuai apa yang diamanahkan dalam Undang-Undang Nomor 9 tahun1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Dimuka Umum," kata AKBP Budiyanto kepada wartawan, Sabtu (30/1/2016).

AKBP Budiyanto menjelaskan, pihaknya mengimbau agar massa yang berunjuk rasa dengan menggunakan kendaraan untuk tetap tertib sesuai dengan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum.

Ia menambahkan, dalam menyampaikan aspirasinya massa dari buruh tersebut diharapkan mampu menyeimbangkan antara hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik.

"‎Imbauan kepada massa yang akan menggelar unjuk rasa dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat untuk tetap tertib, dan mematuhi peraturan UU yang berlaku. Yakni, UU nomor 22 tahun 2009. Massa diharapkan membangun keseimbangan antara hak dan kewajiban," pungkasnya.

Waspadai Modus Baru Sindikat Pencongkel Mobil, Sasar Parkiran Mall

Modus Baru Sindikat Pencongkel Mobil, Sasar Parkiran Mal
Sindikat pencongkel mobil yang ditangkap Polsek Metro Kelapa Gading

Sabtu, 30 April 2016 07:18 WIB
PUSKOMINFO - Waspada, pelaku congkel mobil saat ini telah mulai berpindah lokasi operasi. Menghindari pantauan polisi, mereka pun bergeser aksi dari jalanan ke dalam mal. Hal itu terungkap setelah ditangkapnya empat pelaku pencongkelan mobil di basement Mall Artha Gading, Jakarta Utara.

Rifki, 28 tahun, Sayuti, 51 tahun, Yanto, 49 tahun dan Jaya, 40 tahun, dibekuk anggota Polsek Metro Kelapa Gading lantaran kedapatan mencongkel mobil-mobil yang sedang diparkir di basement mal Artha Gading. Dalam aksinya, keempat pelaku membagi peran dan beraksi layaknya aktor di film action.

Jaya berperan menjadi sopir taksi. Dengan taksi sewaannya, Jaya membawa tiga pelaku lainnya memasuki area parkir mal. Mereka berputar-putar untuk memantau suasana. Situasi parkir basementyang sepi dan seringnya lolos dari penjaga, coba dimanfaatkan.

"Jadi mereka (para pelaku) itu masuk ke parkiran tapi hanya keliling. Nah, di situ empat pelaku beraksi. Mereka maju mundurkan mobil seolah mau parkir. Pas dirasa aman, tiga pelaku turun terus mencongkel mobil dan mencari barang-barang korban yang ditinggal," kata Kapolsek Metro Kelapa Gading, Kompol Argo Wiyono di kantornya, Jakarta Utara, Jumat, 29 April 2016 kemarin.

Kapolsek melanjutkan, para pelaku kebanyakan menjalankan aksinya setiap hari libur lantaran ramai pengunjung. Dari pemeriksaan sementara, sebelum ditangkap empat pelaku sudah berhasil mencongkel enam mobil yang terparkir di Mall Artha Gading.

"Jadi dalam beraksi para pelaku sempat keluar masuk lagi ke mal dengan kendaraan yang berbeda agar tak dicurigai. Nah, saat anggota mendatangi TKP, kami langsung kejar dan sialnya, pelaku apes. Sebab saat mau keluar dari gerbang parkir mereka kena antrean," beber Kompol Argo.

Dari keempat pelaku didapati beberapa barang bukti yaitu satu buah kunci leter T, uang tunai Rp1.550.000 yang adalah hasil penjualan barang curian, tiga unit HP dan dua buah dompet. Dari enam mobil yang dicongkel, hanya dua mobil yang ada barang berharga yang ditinggal korban. 

Polisi Cium Kejanggalan di Kasus Terbakarnya Nenek 76 Tahun di Pondok Gede Bekasi

Sabtu, 30 April 2016 07:01 WIB
PUSKOMINFO - Seorang nenek berusia 76 tahun, Sinur Purba, tewas terbakar di dalam kamar di rumahnya di Jl Rawa Indah RT 006/06 No 15 Jaticempaka, Pondokgede, Kota Bekasi. Polisi menilai ada yang janggal dalam peristiwa tersebut. 

"Anggota Polsek Pondok Gede masih mendalaminya apakah korban mati karena dibakar atau membakar diri, karena kami menilai ini ada kejanggalan," ujar Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Puji Astuti kepada wartawan, Jumat (29/4/2016).


Di samping itu, kata Iptu Puji, keterangan anak korban, Rudi Hartono, 43 tahun yang berbelit-belit, menimbulkan kecurigaan polisi bahwa korban meninggal secara tidak wajar.

"Keterangan saksi ini berbelit-belit dan menurut informasi dari keluarga kan mereka 7 bersaudara, dia ini agak stres. Nanti akan dites kejiwaannya apakah betul stres atau tidak," imbuhnya.

Polisi juga membawa sampel untuk diteliti di Puslabfor. "Kami tidak bisa menuduh begitu saja karena harus ada bukti-bukti yang kuat. Makanya sampel yang terbakar diserahkan ke Labfor untuk diteliti," lanjutnya.

Selain itu, polisi juga masih menunggu proses autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. 
Kejanggalan lainnya adalah teriakan korban meminta tolong yang sempat didengar warga ketika api melalap kamar korban. "Kalau dia bakar diri masa teriak meminta tolong," imbuhnya.


Peristiwa terjadi pada sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan keterangan Rudi Hartono, anak korban, sebelumnya dia diminta korban untuk membelikan 10 liter bensin dengan jeriken ke SPBU Jl Raya Jatiwaringin, Pondokgede, Kota Bekasi.

Rudi menuruti perintah korban yang kemudian bergegas pergi ke SPBU dengan menggunakan sepeda. Setelah membeli 5 liter bensin, bensin tersebut lalu ditaruh di kamar mandi kamar korban berdasarkan perintah korban.

Masih berdasar keterangan Rudi, korban meminta korek api dan Rudi pun memberikan korek berwarna biru kepada ibu korban. Setelah itu, Rudi meninggalkan ibunya di dalam kamar sementara dia menonton televisi di ruang keluarga.

Kemudian sekira pukul 12.15 WIB, terdengar suara ledakan dari kamar korban dan korban terbakar kemudian berguling-guling di tempat tidur. Tak lama api menjalar ke seluruh ruangan kamar. Korban berteriak meminta tolong dan berusaha menghentikan api dengan cara menyiramkan 1 ember air ke kamar korban.

Namun api tidak padam, kemudian Rudi baru meminta pertolongan warga sekitar dan api dapat dipadamkan oleh warga dengan peralatan seadanya sekira pukul 13.00 WIB. 

Kecelakaan Tunggal, Mobil Pajero Terbalik di Tol Ancol

Sabtu, 30 April 2016 06:39 WIB
PUSKOMINFO - Kecelakaan tunggal terjadi pada Sabtu (30/4/2016) dinihari sekira pukul 00.12 WIB di Tol Ancol Timur kilometer 17, tepatnya, dari arah Pluit menuju Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebuah mobil Pajero bernomor polisi B 309 MDK terbalik.
Berdasarkan foto yang dicatut dari akun resmi twitter Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro, tampak mobil Pajero tersebut terguling dibahu kiri jalan. Bagian bodi mobil tampak ringsek dengan kaca yang berserakan di jalanan.
Belum diketahui penyebab maupun informasi adanya korban dalam peristiwa tersebut. 

Ini Rute Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta pada Hari Buruh

Ini Rute Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta pada Hari Buruh
Sabtu, 30 April 2016 06:32 WIB
PUSKOMINFO - Ditlantas Polda Metro Jaya berencana melakukan pengalihan arus lalu lintas pada peringatan Hari Buruh 1 Mei 2016, besok. Pengalihan itu dilakukan untuk memgantisipasi terjadinya kemacetan di jalanan.

"Rekayasa arus lalu lintas ini juga bagian pengamanan Polda Metro Jaya pada serikat pekerja yang akan berunjuk rasa di hari buruh internasional. Wilayah yang akan diberlakukan pengalihan lalu lintas seperti di Harmoni, Istana Negara, Monas, Kebon Sirih, Sarinah, Bundaran HI, dan Gedung DPR MPR RI," ungkap Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Risyapudin pada wartawan, Jumat 29 April 2016 kemarin. 

Menurut Kombes Pol Risyapudin, penerapan rekayasa arus lalu lintas itu pun dilakukan secara situasional selama para buruh melakukan aksi demonstrasi di Jakarta. 

Berikut titik pengalihan arus lalu lintas: 

1. TL Harmoni dan sekitar Istana Negara
-Arus kendaraan yang datang dari arah Jalan Suryo Pranoto menuju Jalan Sudirman-Thamrin diarahkan ke Jalan Juanda atau dialihkan ke kiri ke Jalan KH Hasyim Ashari -Grogol-Jalan S. Parman maupun Daan Mogot.

Untuk kendaraan dari arah Hayam Wuruk menuju Jalan Sudirman-Thamrin dialihkan ke kiri menuju Jalan Juanda-Jalan Pos-DR.Sutomo - Gunung Sahari, dan seterusnya. Kendaraan dari Medan Merdeka Utara menuju TL Oteva akan diputar balikkan ke arah Veteran 1. Dari Veteran 1 menuju ke arah Harmoni akan putar balik menuju Jalan Juanda lanjut ke arah Pasar Baru.  Kemudian arus kendaraan dari Medan Merdeka Timur dibelokkan menuju Jalan Perwira.

2. Bundaran Air Mancur atau Monas

Arus kendaraan yang datang dari arah Jalan Abdul Muis menuju Medan Merdeka Barat atau Jalan Sudirman-Thamrin akan dialihkan ke arah Jalan Abdul Muis-Jalan Fachrudin, dan seterusnya.  Arus kendaraan yang datang dari arah Kwitang Senen menuju Monas akan diputar balikkan melalui Gunung Agung atau melalui Medan Merdeka Timur, Gambir dan seterusnya.

3. Kebon Sirih - Sarinah- Arus kendaraan yang datang dari arah Abdul Muis menuju Kebon Sirih dialihkan ke arah Jalan Fachrudin-KH Mas Mansyur dan sebagainya. Sedangkan untuk arus kendaraan yang datang dari arah Agus Salim dialihkan ke kanan Kebon Sirih-Tugu Tani, dan sebagainya.

4. Bundaran HI- Arus kendaraan yang datang dari arah Sudirman ke arah Bundaran HI dialihkan ke Jalan Tanjung Karang-Kendal-Latuharhari, atau Tanjung Karang belok ke kiri Blora-kembali lagi ke Jalan Sudirman Arah Semanggi.  Arus kendaraan yang datang dari arah Kendal menuju ke Tanjung Karang akan ditutup dan dialihkan ke arah Blora- ke kiri Sudirman arah Semanggi. Sedangkan arus kendaraan dari Imam Bonjol dibelokkan menuju Jalan Pemekasan.

5. Sekitar Gedung MPR DPR RI-TL Lapangan Tembak, kendaraan massa yang datang dari Jalan Asia Afrika diarahkan balik arah kembali ke Jalan Asia Afrika atau lurus ke arah Pospol Palmerah. Selanjutnya, flyover Senayan, kendaraan massa dari arah timur diarahkan belok kiri ke Jalan Gerbang Pemuda, dan tidak ada yang lurus menuju depan Gedung DPR MPR RI. 

Sedangkan untuk kendaraan massa dari arah selatan diarahkan lurus naik flyovermenuju Semanggi atau balik arah melalui kolong flyover menuju lapangan tembak. Di Kawasan Semanggi, kendaraan massa dari arah timur diarahkan belok kiri ke arah Bundaran Senayan dan tidak ada yang lurus ke arah barat. 

Untuk kendaraan massa dari arah selatan diarahkan lurus ke arah utara Bundaran HI, sedangkan dari arah utara diarahkan lurus ke arah Bundaran Senayan. Pospol Palmerah, kendaraan massa dari arah utara seperti Pejompongan atau Manggala akan diarahkan lurus ke arah Permata Hijau.

29 April 2016

Seorang Nenek Diduga Nekat Bakar Diri di Bekasi

Jumat, 29 april 2016 19:46 WIB
PUSKOMINFO - Diduga melakukan aksi bunuh diri, seorang nenek berusia 76 tahun bernama Sinur Purba ditemukan tewas hangus terbakar di Jalan Rawa Indah, RT 6/6, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Kapolsek Pondokgede, Kompol Sukadi mengatakan, kasus dugaan bunuh diri oleh Sinur Purba dilakukan dengan menyiramkan diri menggunakan bensin."Dugaan kami korban sengaja menyiramkan tubuhnya dengan bensin. Tapi kami belum tahu motif korban melakukannya," jelas Kapolsek, Jumat (29/4/2016).

Kapolsek menjelaskan, korban ditemukan oleh anaknya, Rudi Hartono, 43 tahun, sekira pukul 12.15 WIB. Korban ditemukan terpanggang api di dalam kamarnya.

Kapolsek menambahkan, anaknya sempat mendengar suara ledakan dari kamar korban. Saat mengecek ledakan itu, sang anak melihat ada kobaran api yang besar dari kamar korban. Seketika saksi pun langsung berusaha menolong korban.

"Saksi mengaku sempat mendengar teriakan korban minta tolong. Hanya saja, waktu mau menolongnya api di lokasi sudah besar," ujar Kapolsek.

Melihat api sudah membesar, kata Kapolsek, Rudi yang awalnya sedang menonton televisi hanya bisa melihat ibunya sudah terbakar api sambil berguling-guling di tempat tidur.

"Saksi sempat berusaha menghentikan api dengan cara menyiramkan 1 ember air ke kamar korban. Tapi api tak juga padam," kata Kapolsek.

Akhirnya saksi yang dalam keadaan bingung, kemudian meminta pertolongan warga sekitar. Selanjutnya, warga pun berhasil memadamkan api itu, dengan peralatan seadanya. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ringkus Komplotan Curanmor

Jumat, 29 april 2016 19:35 WIB
PUSKOMINFO - Tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor berhasil ditangkap oleh Sat Reskrim Polresta Bandara Soekano Hatta. Setelah dilakukan pemeriksan lebih mendalam, pelaku utamanya adalah sopir korban yaitu AK.

Kejadian berawal ketika AK disuruh untuk menjemput istri korban yaitu Rosadah. Dengan menggunakan Avanza bernopol B 1065 ZUG, AK menjemput dan mengantarkannya ke Grogol, Jakarta Barat. Setelah itu, tanpa sepengetahuan Rosadah, AK membawa mobil tersebut dan tidak pulang lagi.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Mirzal Maulana SH mengatakan kalau tersangka AK ditangkap saat sedang berada di Bandung, Jawa Barat.

“Ada tiga pelaku yang berhasil kami amankan, yaitu AK alias H, 31 tahun, warga Gunung Halu, Cimahi, Bandung, Jawa Barat, E alias HB, 48 tahun, Warga Purwakarta, Jawa Barat dan KH, 50 tahun, yang merupakan seorang guru dan PNS di Sumedang, Jawa Barat,” katanya, Jumat (29/4/2016).

Dijelaskan Kompol Mirzal bahwa pelaku AK ditangkap saat sedang berada di Bandung, kemudian dari pengakuan AK mobil tersebut dijual kepada KH melalui perantara E alias HB.

“AK menjual mobil seharga Rp9 juta, karena harganya sangat murah maka KH tertarik untuk membelinya,” tambah Kompol Mirzal.

Kini ketiganya masih mendekam di sel tahanan Polresta Bandara Soekarno-Hatta guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Polresta Bandara Soekarno-Hatta Tangkap "Tikus Kargo"

Pencurian Kargo di Pesawat (Foto: Denny Irawan/Sindo)
Pengungkapan kasus "tikus kargo" oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Jumat, 29 April 2016 19:25 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil menangkap "tikus kargo" yang kerap beraksi dan meresahkan perusahaan pengiriman barang. Dalam aksinya, pelaku yang telah menbongkar paket kiriman berhasil menjarah tiga telefon seluler (ponsel) yang jika ditotal berkisar puluhan juta rupiah.

“Benar, kami telah berhasil menangkap ‘tikus kargo’ pelaku merupakan karyawan kargo. Mereka telah mencuri isi paket berupa ponsel, tiga ponsel yang mereka bawa yakni satu iPhone 6S, satu iPhone 6S Plus dan satu ponsel Xiaomi Redmi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Mirzal Maulana, Jumat (29/4/2016).

Adapun kronologi kejadian tersebut, menurut Kompol Mirzal, terjadi pada 6 April 2016. PT Tiki JNE telah melaporkan ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta bahwa telah terjadi pencurian. Mereka melaporkan bahwa barang yang dikirim dari Bandara Soekarno-Hatta melalui kargo Garuda Indonesia ke Yogyakarta dengan menggunakan pesawat bernomor penerbangan GA 204 Garuda Indonesia pada 15 Maret 2016.

Dari tujuh kali, satu di antaranya mengalami kerusakan yang tidak wajar.“Setelah itu kami langsung menangkap tersangka AJ alias E di area kargo yang merupakan karyawan Gapura Airport Services yang betugas membawa traktor untuk paket barang yang akan dikirim,” terangnya.

Pelaku menjarah paket tersebut lantaran tergoda melihat kemasan yang terlihat dari luar. Kemudian setelah membongkar isi paket, pelaku AJ menyembunyikannya di samping kanan setir kemudi.

Hasil pengembangan penyidikan Tim Resmob Polresta Bandara Soekarno-Hatta, tersangka yang merupakan warga Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, itu menjual tiga ponsel tersebut ke salah satu penadah yang berinisial JJK, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Barang bukti berupa ponsel belum lengkap, karena tersangka AJ telah menjualnya ke berbagai daerah, ada yang dijual ke Yogyakarta, Jambi, dan Jakarta Barat,” tuturnya.

Hingga kini petugas Polresta Bandara Soekarno-Hatta masih melakukan pengembangan atas kemungkinan ada tersangka lain yang menjadi sindikat pada "tikus kargo" tersebut.

Mengaku Keponakan Jenderal, Deddy Tipu Tahanan Narkoba Polsek Metro Kebayoran Baru

Ilustrasi. (dok.Okezone)
Ilustrasi

Jumat, 29 April 2016 13:12 WIB
PUSKOMINFO - Mengaku sebagai keponakan jenderal, seorang pria dibekuk polisi. Deddy, 39 tahun, diringkus lantaran menipu tahanan narkoba di Polsek Metro Kebayoran Baru.

Peristiwa itu berawal dari tertangkapnya seorang pria bernama Samin, 45 tahun, lantaran menjadi pengedar narkoba di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Samin kerap dijenguk adik iparnya yang bernama Rita, 40 tahun. Rita yang iba dengan kondisi Kakak iparnya itu akhirnya berniat membebaskan Samin.

Kebetulan, Rita bertemu dengan bibinya saat menjenguk Samin. Bibinya lantas mengenalkan Rita dengan Deddy yang mengaku sebakai keponakan jenderal dan bisa membantu mengeluarkan kakak iparnya itu.

"Pelaku mengaku sebagai keponakan jenderal dan menjanjikan korban bisa mengeluarkan tersangka S dari penjara," ujar Kanit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru Kompol Subowo kepada wartawan, Jumat (29/4/2016).

Setelah menyerahkan sejumlah uang yang diminta Deddy, sontak pelaku langsung menghilang. Sadar telah ditipu, Rita akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Metro Kebayoran Baru.

Tersangka Deddy pun akhirnya ditangkap dan kini tengah diperiksa polisi. "Saat itu korban diminta menyerahkan uang sebesar Rp15 juta. Uang sudah diserahkan oleh korban. Tersangka baru kami amankan dan masih kami periksa," tuturnya.

Polsek Bojong Gede Gerebek Arena Judi Koprok di Pasar Citayam

Kapolsek Bojonggede Kompol I Ketut Kopi Asditha sedang memintai keterangan pelaku bandar dan pemasang serta alat bukti judi koprok serta sejumlah uang tunai hasil taruhan ikut disita. (Angga)
Kapolsek Bojong Gede, Kompol I Ketut Kopi Asditha sedang memintai keterangan pelaku bandar dan pemasang serta alat bukti judi koprok

Jumat, 29 April 2016 10:57 WIB
PUSKOMINFO - Tim Buser Polsek Bojong Gede menggerebek arena judi koprok di kawasan Pasar Citayam, Bojonggede, Jumat (29/4/2016) dini hari.  Bandar dan empat pemainnya tak berkutik saat digerebek.

Kapolresta Depok Kombes Pol Dwiyono mengatakan, judi koprok di dalam Pasar Citayam sudah lama diintai anak buahnya, tapi selalu sulit meringkus bandar dan pemainnya, lantaran selalu bocor saat mau digerebek.

Pada Jumat dinihari, didapat informasi jika bandar dan pemainnya sedang asyik berjudi. “Anggota buser dipimpin Kapolsek Bojonggede Kompol I Ketut Kopi Asditha seketika bergerak, tanpa banyak kesulitan bandar dan empat pemainnya berhasil kita amankan,” kata Kapolres.

Mereka yang ditangkap yakni A als D,61 tahun, selaku bandar dan empat pemainnya H, 43 tahun, SM, 42 tahun, AS, 40 tahun, dan SI, 26 tahun.

Kapolres mengatakan, para pelaku masing-masing ada yang bekerja menjadi kuli bangunan dan pedagang makanan. “Empat pelaku ada yang bekerja sebagai kuli bangunan serta pedagang makanan dalam pasar. Sedangkan bandar pekerja kuli bangunan,” katanya.

Tersanga A als D, kata Kapolresta, menjalani judi koprok sebagai bandar atas  suruhan okmun anggota TNI sejak beberapa bulan lalu.  Setiap  lima sampai tujuh kali  pasangan bandar dapat memperoleh keuntungan Rp50.000-Rp200.000. “Pemasang paling kecil Rp3.000 hingga Rp5.000,” katanya.

Barang bukti yang disita peralatan judi koprok dan uang taruhan Rp300 ribu. “Pelaku kita kenakan Pasal 303 KUHP tentang perjudian dan ancaman pidana lima tahun," tutup Kapolres.

Operasi Cipta Kondisi Polsek Metro Senen Sita Ratusan Botol Miras

Ratusan Botol Miras Disita dari Kawasan Senen
Jumat, 29 April 2016 10:07 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Senen dalam operasi kepolisian Cipta Kondisi pada Kamis (28/4/2016) malam, menyita ratusan botol minuman keras dari sebuah lapak di Senen, Jakarta Pusat. Tak hanya botol miras, petugas juga mengamankan pemilik lapak, Arna Setiadi, 33 tahun.

Kapolsek Metro Senen, Kompol Kasmono mengatakan, operasi cipta kondisi dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sebenarnya sasaran utama dalam operasi ini adalah preman dan miras. 
Ratusan miras tersebut, terpaksa harus disita lantaran penjualnya tidak memiliki surat izin.

Barang bukti yang berhasil disita petugas yakni 200 botol miras dari berbagai merk. Barang-barang tersebut langsung dibawa ke Polsek Senen untuk diperiksa.

"Penjual berikut ratusan botol miras kami bawa ke Polsek," kata Kapolsek kepada wartawan, Jumat (29/4/2016).

Kapolsek melanjutkan, kegiatan ini dilakukan untuk menekan angka kriminalitas di wilayahnya. Kejahatan jalanan merupakan aksi kriminal yang paling sering terjadi di wilayah Jakarta Pusat.

"Apa yang kita lakukan  ini untuk memperkecil tindak pidana, kami laksanakan di beberapa daerah yakni Jalan Rasamulia dan Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat," tutupnya.

Dua Ton Daging Celeng Dimusnahkan Polresta Tangerang

Jumat, 29 April 2016 08:59 WIB
PUSKOMINFO - Sebanyak dua ton daging babi hutan/celeng dimusnahkan Polresta Tangerang. Daging selundupan ini dimusnahkan dengan cara dibakar kemudian dikuburkan di halaman belakang Polresta Tangerang, hari ini, Jumat (29/4/2016).

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Gunarko, mengatakan bahwa daging tersebut harus dimusnahkan karena sudah bau dan membusuk.

"Kami hanya mengambil sedikit saja untuk dijadikan sampel," katanya, Jumat (29/4/2016).

Sebelumnya, dua truk diamankan karena membawa daging babi/celeng saat bongkar muat di Jalan Tol Tangerang-Merak, KM 45, Desa Buaran, Kecamatan Jayanti, pada Selasa 26 April 2016 lalu.

Kini kedua truk itu masih berada di Polresta Tangerang.Dari hasil pengusutan petugas, dari kedua truk itu ditemukan sebanyak 22 karung plastik daging babi/celeng dengan berat total dua ton atau senilai Rp50 juta.

"Kasus ini masih terus kami dalami, termasuk wilayah peredarannya," tutur Kompol Gunarko.

Sementara itu, sopir dan kernet kedua truk tersebut masih diperiksa dan berstatus saksi. Pasalnya, daging yang mereka bawa merupakan daging titipan dari Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan dijemput pemesannya di Tol Tangerang-Merak.

Polda Metro Jaya Gelar Apel Pengamanan Hari Buruh


Jumat, 29 April 2016 08:17 WIB
PUSKOMINFO - Wakil Kapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Nandang Jumantara pagi ini, Jumat (29/4/2016), memimpin gelar pasukan pengamanan menjelang hari buruh (May Day) pada 1 Mei di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya.

"Apel gelar pasukan pengamanan ini sebagai wujud dari kesiapsiagaan Polda Metro Jaya dalam pengamanan Hari buruh. Selain itu juga untuk mengetahui secara riil kondisi personel, sarana dan prasarana pendukungnya," ujar Wakapolda saat membacakan amanat tertulis Kapolda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya sebagai penanggung jawab keamanan dan ketertiban di Ibukota Jakarta telah melakukan koordinasi dengan semua instansi terkait, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga melakukan pertemuan dengan para Pemimpin Serikat Pekerja, dan Pemimpin Serikat Buruh, yang dilaksanakan pada tanggal 27 April 2016 kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Metro Jaya mengimbau agar buruh tidak melakukan aksi long march di sepanjang Jl. Sudirman - MH Thamrin agar tidak menggganggu aktifikat masyarakat.

Para buruh juga diimbau untuk tidak melakukan tindak anarkhis, tidak melakukan sweeping dan pengrusakan sarana dan prasarana.


Sementara Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Martuani Sormanin mengatakan sebanyak 16 personel Polisi dan TNI akan mengamankan peringatan may day, pada Minggu 1 Mei 2016 nanti. Personel ditempatkan di titik unjuk rasa dan di kegiatan puncaknya di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat.

"Untuk pengamanan, kami siapkan sekitar 16 ribu personel dari Polda Metro Jaya diback up Kodam Jaya, Satpol PP dan Korps Brimob Polri," ujar Brigjen Pol Martuani Sormin.

Peringatan May Daya akan diawali dengan kegiatan unjuk rasa di 3 titik yaitu di depan Istana Merdeka, depan Gedung Mahkamah Agung dan di depan Kantor Perwakilan ILO di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.

"Kemudian mereka juga akan mengadakan kegiatan panggung hiburan di Stadion GBK, ada Band Gigi nanti," lanjutnya.

Brigjen Pol Martuani mengatakan tidak ada acara long march massa buruh dari Bundara Hotel Indonesia sampai ke GBK untuk peringatan buruh tersebut. "Tidak ada, semua naik kendaraan ke GBK, tidak boleh long march kan itu ada car free day," pungkasnya.

Mutasi Jabatan Sejumlah Perwira Menengah di Lingkungan Polda Metro Jaya

Jumat, 29 April 2016 07:38 WIB
PUSKOMINFO - Pimpinan Polri merotasi sejumlah perwira menengah (Pamen) di lingkungan Polda Metro Jaya. Pergantian jabatan tersebut tertulis dalam Surat Telegram bernomor ST/1056/IV/2016 tanggal 28 April 2016.

Berikut beberapa pejabat yang mengalami rotasi:

1. Kombes Pol Mohammad Iqbal, Kabid Humas Polda Metro Jaya dirotasi. sebagai Analisa Kebijakan Madya bidang Dalops Sops Polri dalam rangka pendidikan Lemhanas 2016. Jabatan Kabid Humas Polda Metro Jaya digantikan oleh Kombes Pol Awi Setiyono yang sebelumnya menjabat Analisa Kebijakan Madya bidang Penmas Divhumas Polri.

2. Kombes Pol Mujiyono yang awalnya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, dipromosikan menjadi Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. Dan jabatannya terdahulu kini dipimpin oleh Kombes Pol Mohammad Fadil Imran.

3. Kombes Pol Eko Daniyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, dipromosikan sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Jabatannya terdahulu kini dijabat oleh .Kombes Pol John Turman Panjaitan, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Bidang Teknologi Informasi Polda Metro Jaya.

4. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Risyapudin Nursin ditempatkan di Lembaga Pendidikan Kepolisian, sementara jabatannya kini diduduki oleh Kombes Pol Syamsul Bahri yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Madya Bidang Dikmas Korlantas Polri.

5. Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ferdi Sambo dipromosikan sebagai Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri. Sedangkan jabatannya terdahulu digantikan oleh AKBP Herry Heryawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

6. Kombes Pol Dwiyono diangkat sebagai Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat. Sedangkan jabatan sebelumnya sebagai Kapolresta Depok diganti AKBP Hari Kurniawan.

7. AKBP Irwan Anwar diangkat sebagai Ka SPN Lido, yang semula jabatannya sebagai Wakapolresta Depok.

8. AKBP Hengki Haryadi dipromosikan sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya yang semula dijabat oleh AKBP Iwan Kurniawan.

9. AKBP Hanny Hidayat menggantikan AKBP Hengki Haryadi sebagai Kepala Kepolisian Pelabuhan Tanjung Priok. Sebelumnya AKBP Hanny menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Jawa Timur.

10. Kapolresta Tangerang Kabupaten Kombes Pol Irman Sugema bergeser ke Polres Metro Tangerang Kota. Posisi Kombes Pol Irman digantikan oleh AKBP Asep Suheri yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolresta Bekasi.

11. Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan yang semula dijabat oleh Kombes Pol Wahyu Hadiningrat, digantikan oleh Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat.

12. AKBP Surawan, Wakapolres Metro Jakarta Selatan diangkat menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau.

13. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru dipromosikan sebagai Kapolres OKU Selatan.

Klinik Aborsi di Bekasi, Lima Orang Ditetapkan Tersangka

'Saya Nggak Nyangka Dia Buka Praktik Aborsi, Kelihatannya Orang Baik'
Jumat, 29 April 2016 07:24 WIB
PUSKOMINFO - Penyidik Satuan Reskrim Polresta Bekasi Kota, telah menetapkan lima orang pegawai klinik Bekasi Medical Center (BMC) milik dokter Jabat, sebagai tersangka dan masih memburu dua orang tersangka utama dalam kasus tersebut.

Para tersangka yaitu YS, MRYN, NN, KRTN, dan MMN. Kelima orang itu, ditetapkan tersangka atas keterlibatan kasus aborsi yang terjadi di klinik praktek milik dokter Jabat.

"Kelimanya kita tetapkan tersangka, dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan intensif sejak kemarin," kata Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Heri Sumarji, Kamis (28/4/2016).

Kata Kapolres, pihaknya melakukan penggerebekan di lokasi dan mengamankan sebanyak 17 orang pegawai dan untuk penyelidikan, klinik langsung ditutup sementara dengan garis polisi.

"Mereka semua hanya karyawan, tidak ada dokter saat kami gerebek," sambung Kapolres.

Sementara itu, kata Kapolres, dalam kasus ini pihaknya masih memburu dua orang diduga pelaku utama dalam praktek aborsi tersebut, dan ditetapkan sebagai DPO kepolisian Polresta Bekasi Kota.

"DPO kami dua orang, dr JBT yang merupakan pemilik klinik dan dr ALD, rekanannya. Sampai saat ini kita masih buru, dan kami belum tahu keberadaannya," tutur Kapolres.

Pihaknya sudah melakukan penggeledahan dan pembongkaran septictank klinik terkait kasus aborsi tersebut.

"Dari lokasi kami amankan medical record, buku pendaftaran, alat-alat kedokteran, bekas darah pada tisu, alat suntik dan obat-obatan. Untuk pembongkaran septictank, kami menemukan diduga dua buah janin bayi," terangnya.

Petugas membawa barang bukti ke Polresta Bekasi Kota. Sementara, dugaan dua janin bayi yang ditemukan dibawa tim Dokkes dari Polda Metro Jaya.

Adapun dalam kasus ini, para tersangka bakal diancam dengan Pasal 194 UURI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 77A UU nomor 35 tahun 2004 tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 78 UURI nomor 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran. "Mereka bakal diancam dengan kurungan penjara selama 10 tahun," tegas Kapolres.

Lokasi Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 29 April 2016

SIM Keliling

Jumat, 29 April 2016 07:13 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 29 April 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

28 April 2016

Diduga Praktik Aborsi, Klinik BMC Digerebek Polresta Bekasi Kota

'Saya Nggak Nyangka Dia Buka Praktik Aborsi, Kelihatannya Orang Baik'
Polresta Bekasi Kota Kerahkan Truk Tinja untuk mendapatkan barang bukti di Klinik BMC yang Diduga Praktik Aborsi 

Kamis, 28 April 2016 14:41 WIB
PUSKOMINFO - Diduga sebagai tempat praktik aborsi, klinik BMC di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi digerebek polisi pada Kamis (28/4/2016) siang. Hingga kini petugas Polresta Bekasi Kota masih melakukan penyelidikan di TKP.

Klinik yang digerebek ini berada di seberang Terminal Bekasi. Lokasi klinik tersebut cukup luas dengan dilengkapi sebuah kolam pemancingan di bagian tengahnya.Sementara tempat yang diduga dijadikan lokasi praktik aborsi berada di paling belakang setelah pemancingan.

Kasubbag Humas Polresta Bekaai Kota, Iptu Puji Astuti mengatakan penggerebekan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang menyebutkan klinik tersebut melakukan praktik aborsi.

"Keberadaan klinik itu dilaporkan oleh dua orang warga berinisial A dan M dengan nomor laporan LP /958/ K / IV / 2016 / SPKT / Resta Bks Kota," kata Iptu Puji.

Polisi yang mendapatkan laporan segera melakukan penyelidikan. Hingga kini, puluhan petugas identifikasi dan bidang kedokteran dan kesehatan masih mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengerahkan truk tinja untuk menyedot septictank mencari barang bukti bayi yang diaborsi.

Polsek Metro Pesanggrahan Tangkap Gadis Remaja Terlibat Begal Sepeda Motor

Terlibat Geng Begal di Pesanggrahan, Gadis 17 Tahun ini Ditangkap Polisi
Barang bukti senjata tajam yang disita dari begal sepeda motor di Pesanggrahan, Jakarta Selatan

Kamis, 28 April 2016 12:48 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Unit Reskrim Polsek Metro Pesanggrahan menangkap seorang gadis remaja berusia 17 tahun. Pelaku berinisial A itu ditangkap karena terlibat geng begal sepeda motor yang melakukan aksinya di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Selain A, polisi juga menangkap 2 remaja lainnya yakni AM, 17 tahun dan Denis Renaldi alias Medel, 23 tahun. Ketiganya ditangkap di Kampung Baru, Jakarta Barat pada Rabu (27/4/2016) sekira pukul 23.30 WIB.


Kapolsek Metro Pesanggrahan Kompol Afroni Sugiarto mengatakan, ketiga pelaku ditangkap atas kasus begal sepeda motor yang terjadi pada Minggu (24/4/2016) di Jl Swadarma Raya, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

"Sebelumnya kami menangkap pelaku bernama M Arif, 20 tahun, di Jl Pondok Aren, Pondok Betung, kemudian dikembangkan dan didapat 3 pelaku ini," jelas Kapolsek kepada wartawan, Kamis (28/4/2016).

Kapolsek mengatakan, para pelaku merupakan geng begal sepeda motor yang kerap melakukan aksinya di wilayah Pesanggrahan. Terakhir, mereka ditangkap setelah membegal korban bernama Abiem Bimara (17) di Jl Swadarma Raya, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada tanggal 24 April lalu.

"Modus mereka memepet motor korban sambil mengancam dengan menggunakan senjata tajam," lanjut Kapolsek.

Para pelaku saat itu melukai tangan korban dengan senjata tajam. Gadis A, juga ikut terlibat saat itu. "Cewek itu terlibat juga, dia yang mengawasi lingkungan sekitar," ungkap Kapolsek.

Menurut Kapolsek, diketahui pula bahwa tersangka Medel dan AM itu baru keluar dari penjara belum lama sebelum melakukan aksi terakhirnya. "Mereka sudah 5 kali melakukan begal di wilayah Pesanggrahan," pungkasnya.

Dari para pelaku, polisi menyita barang bukti sebilah samurai, sebilah golok dan sebilah mandau. Ketiganya dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. 

Polsek Pagedangan Tangkap Begal Sepeda Motor Modus Todong Korban dengan Pistol Mainan

Ilustrasi. (dok.Okezone)
Ilustrasi

Kamis, 28 April 2016 12:22 WIB
PUSKOMINFO - Yahya, 40 tahun, warga Kampung Pondok Ranji, RT 03 RW 04, Kecamatan Pondok Betung, Tangerang Selatan, diringkus petugas Reskrim Polsek Pagedangan. Yahya ditangkap karena diduga sebagai pelaku begal sepeda motor.

Kapolsek Pagedangan AKP Endang Sukmawijaya mengatakan, pelaku begal ini sudah tujuh kali beraksi. Ia menyasar pelaku dengan berpura-pura menumpang sepeda motor. Kemudian menodong korban dengan pistol mainan, selanjutnya merampas sepeda motor korban.

"Menurut pengakuannya pelaku Yahya sudah tujuh kali beraksi. Dan sepeda motor hasil kejahatannya dijual kewilayah Ciledug," ujar Kapolsek, Kamis (28/4/2016).

Ditambahkan Kapolsek, selain beroperasi di wilayah Kabupaten Tangerang, pelaku juga kerap beraksi di Kota Tangerang Selatan dan Tangerang Kota.

"Pelaku kami tangkap di rumahnya. Barang bukti yang berhasil kami amankan adalah senjata api mainan serta uang tunai," tambahnya.

Pelaku akan dijerat dengan pasal pencurian disertai kekerasan dengan ancaman di atas 12 tahun kurungan penjara.

Polsek Metro Cakung Bekuk Pria Cabuli Remaja

Kamis, 28 April 2016 12:15 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Cakung membekuk seorang pria bernama Sohibi alias Komeng, 45 tahun, warga Kampung Pedurenan Rawaterate Kecamatan Cakung, Jakarta Timur yang diduga membujuk gadis remaja berinisial YL, 15 tahun, melakukan perbuatan cabul.

"Tersangka membujuk anak (korban) melakukan persetubuhan," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Husaimah di Jakarta, Rabu (27/4/2016).

Kompol Husaimah menjelaskan kronologis kejadian berawal ketika korban YL bermain di rumah kontrakan pelaku usai pulang sekolah pada Senin (25/4/2016) sekira pukul 14.00 WIB. Saat itu, tersangka Komeng mengajak YL masuk ke dalam kontrakan kemudian membujuk agar melakukan hubungan intim. 

"Membujuk dengan imbalan uang Rp50 ribu," ujar Kompol Husaimah.

Kompol Husaimah menuturkan korban menuruti ajakan pelaku hingga terjadi hubungan intim kemudian Komeng memberikan uang Rp50 ribu dan mengancam korban agar tidak cerita kepada orang tuanya.

Setelah dua hari kejadian itu, korban mengadukan kepada tantenya tentang tindakan yang dilakukan tersangka Komeng.

Selanjutnya, orang tua korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Cakung yang ditindaklanjuti dengan penangkapan terhadap Komeng dan menyita barang bukti, serta memvisum korban di Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur.

Tersangka Komeng dijerat Pasal 81 (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Minta Dibelikan Rumah, Istri Muda Dipukul Pakai Palu Hingga Tewas

Korban yang dipukul pelaku hingga meninggal.(lina)
Kamis, 28 April 2016 11:38 WIB
PUSKOMINFO - Saiful Rohim, 37 tahun, membunuh Marpuah, 50 tahun, dengan palu di rumah kontrakan korban di Kampung Pekopen, Desa Lambangjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengojek ini membunuh korban karena korban mendesaknya untuk membelikan rumah.

Hubungan pelaku dengan korban disebut-sebut tidak ada tali pernikahan sah, namun sudah satu rumah selama 7 bulan. Saiful sendiri diketahui sudah memiliki istri sah.

"Motifnya masih kami dalami. Pelaku sudah diamankan di Polsek Tambun," ujar Kapolresta Bekasi Kombes Pol Awal Chaerudin kepada wartawan, Kamis (28/4/2016).

Informasi yang dikumpulkan korban, peristiwa bermula pada Rabu 27 April 2016 sekira pukul 17.00 WIB, setelah pelaku ngojek di pasar Tambun, pelaku menuju kontrakan korban (TKP). Di perjalanan, pelaku bertemu dengan korban yang kemudian ditanya pelaku hendak ke mana, lalu dijawab 'mau beli bensin'.

Selanjutnya, pelaku mengantar korban ke rumah kontrakannya.

Setibanya di rumah kontrakan, pelaku dan korban kemudian menonton televisi. Sekira pukul 20.30 WIB, korban tidur di kasur bersama pelaku dan tiba-tiba korban berkata 'beliin rumah sebelum lebaran tahun ini, kan udah janji'.

Mendapat perkataan korban itu, pelaku pun menjawab "emang beli rumah kayak beli cabe". Setelah itu korban tertidur pulas, sementara pelaku terjaga.

Saat korban tertidur, pelaku terngiang-ngiang perkataan korban yang selalu menagih janji untuk dibelikan rumah. Padahal korban sudah dibelikan sepeda motor oleh pelaku.

Sampai akhirnya pukul 23.00 WIB, pelaku memutuskan untuk membunuh korban. Pelaku kemudian mengambil palu yang terletak di bawah meja dan memukulkannya ke kepala belakang korban sebanyak 6 kali.

Usai membunuh korban, pelaku ke rumah istrinya dan meminta maaf serta mengakui telah membunuh seseorang. Setelah membuat pengakuan dosa ke istri, pelaku kemudian menyerahkan diri ke Polsek Tambun.

Jasad korban kini dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk kepentingan otopsi.

Penjaga Perlintasan Kereta di Tebet Tewas Disambar KRL

Ironis, Penjaga Perlintasan Kereta Tewas Disambar KRL

Kamis, 28 April 2016 09:51 WIB
PUSKOMINFO - Andi Bahagia, 36 tahun, tewas setelah tertabrak kereta di perlintasan kereta api Gang G I RT 06/06,Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2016) sekira pukul 13.00 WIB. Pria yang sehari-hari menjadi penjaga pintu perlintasan itu tertabrak kereta saat sedang duduk.

Kejadian naas itu ‎berawal saat korban sedang duduk di samping perlintasan. Tiba-tiba, kereta rel listrik (KRL) commuter line Jabodetabek jurusan Bogor-Jakarta melintas dan langsung menyambar korban. Korban pun terpental dan mengalami luka di bagian kepala dan wajah yang mengakibatkan dia meninggal di tempat.

"Diduga korban tidak melihat saat kereta akan melintas di dekatnya. Karena saksi Awing sempat berteriak memperingati korban," kata Kapolsek Metro Tebet, Kompol Nurdin A Rachman saat dihubungi di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2016).

Korban yang tewas langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur g‎una visum dan otopsi kepada korban. Pihak kepolisian sedang menyelidiki kasus tersebut."Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Kramatjati guna visum dan otopsi," tutur Kapolsek.

Kerap Palak Sopir Truk di Jalan Raya Babelan, Ucok Ditangkap Polisi

Kamis, 28 April 2016 08:52 WIB
PUSKOMINFO - Akibat kerap memalak sopir-sopir truk yang melintas di Jalan Raya Babelan, Kabupaten Bekasi, Ucok alias Suryadi, dibekuk aparat kepolisian Polsek Babelan Polresta Bekasi, pada Rabu (27/4/2016) kemarin.

Kepala Kepolisian Sektor Babelan, Kompol Krinton Sitanggang menyampaikan, peristiwa penangkapan tersebut berawal dari laporan seorang sopir truk bernama Mohammad Arofik.

Dari laporan itu, dia menyebutkan kerap melihat tersangka memalak sejumlah sopir truk di jalan. "Termasuk pelapor, dia juga menjadi korban pemalakan oleh tersangka," kata Kapolsek.

Kapolsek mengungkapkan, biasanya tersangka melakukan aksinya saat para sopir truk sedang memarkirkan truk berisikan pupuk yang dikendarainya di depan tempat tujuan. "Pelaku biasa meminta uang sebesar Rp300.000 pada korban," ucapnya.

Kapolsek menuturkan, korban mengalami hal itu bermula saat korban beserta sang kernet, Mujiono berangkat dari Sidoarjo, Jawa Timur mengirim pupuk ke daerah Babelan. Mengingat sudah sampai tempat tujuan, Kampung Gabus, Babelan, keduanya memutuskan istirahat sejenak. Ketika sedang istirahat, keduanya kaget lantaran mendengar suara ketukan kasar dari luar truk. Ada dua orang tak dikenal meminta uang tunai Rp300.00 pada korban.

 "Mereka mengancam korban kalau tak mau ngasih mau ditembak," kata Kapolsek.

Karena takut, korban pun akhirnya menyerahkan uang sisa jalan sebesar Rp60.000. Namun, tersangka tak begitu saja langsung pergi. Tersangka minta tambahan barang sebagai ganti uang yang dipinta.

Akhirnya, korban menyerahkan dua unit telefon genggam milik mereka. Setelah itu, pelaku yang berjumlah dua orang tersebut langsung kabur.

Menurut Kapolsek, setelah laporan itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan segera menangkap pelaku di sekitar lokasi kejadian. Alhasil, petugas membekuk satu pelaku dan satu pelaku lainnya melarikan diri dari kejaran polisi.

"Saat ini kami masih memburu satu pelaku lagi, atas nama Dewa," ucap Kapolsek.

Kapolsek mengungkapkan, pihaknya mengamankan barang bukti berupa sebuah sepeda motor Satria berwarna hitam bernomor polisi B 4805 FAJ dan dua buah handphone merek Nokia dan Evercross.

Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Polresta Depok Tangkap Sindikat Pemalsu KTP Dan NPWP di Pom Bensin Cipayung

Kamis, 28 april 2016 08:31 WIB
PUSKOMINFO - Tim Buru Sergap Polresta Depok membekuk  sindikat pemalsu Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di SPBU Cipayung di Kelurahan/Kecamatan Cipayung, kota Depok, Selasa (26/4/2016) malam.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho mengatakan tersangka bernama Anan Ali, ditangkap dari informasi laporan warga, bahwa ada orang yang sering membuat KTP dan berkas-berkas administrasi palsu. Pria berusia 49 tahun itu, mengaku bisa membuatkan KTP seharga Rp 200 ribu.

"Atas informasi itu polisi menyamar menjadi pelanggan untuk buat KTP kepada tersangka," kata Kompol Teguh, Rabu (27/4/2016).

Kompol Teguh menuturkan tersangka mengaku bisa melayani pembuatan berkas kependudukan dan surat lainya. Setelah petugas bertransaksi, Ali menjanjikan KTP yang dipesan bisa selesaii Selasa kemarin. "Saat transaksi di POM bensin, pelaku langsung dibekuk polisi," ujarnya.

Setelah ditangkap, petugas menggeledah tersangka dan ditemukan NPWP palsu, yang diduga juga pesanan orang. Saat diintrogasi pelaku mengungkapkan bahwa yang membuat surat berkas kependudukan palsu tersebut adalah Cepy Surya Pratama, 40 tahun, tinggal di  Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan.

"Temannya yang membuat juga langsung ditangkap berikut barang buktinya berupa alat percetakannya," ujar Kompol Teguh. ‎"Peran Ali mencari order. Dan Cepy yang buat." tambahnya.

‎Motif kedua tersangka membuat berkas kependudukan palsu untuk digunakan pelanggannya bertransaksi kredit di bank. Bahkan, tersangka mengaku telah tiga tahun melakukan pemalsuan berkas administrai yang digunakan sebagai syarat transaksi perbankan.

‎Polisi  menyita ‎seperangkat alat cetak terdiri dari laptop, printer, flashdisc, alat laminating,‎ kertas dan blanko pembuatan surat-surat palsu‎, dan berkas KTP, NPWP dan kartu keluarga palsu. Kedua tersangka dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman enam tahun penjara.

"Kami masih kembangkan kasusnya. Siapa saja yang sudah memesan berkas kependudukan palsu dari kedua tersangka," pungkas Kompol Teguh.

Polres Metro Jakarta Selatan Bekuk Komplotan Pencuri Rumah Kost

Dua Pencuri Spesialis Rumah Kos Kosong Ditangkap Polisi

Kamis, 28 April 2016 07:58 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan meringkus dua pencuri spesialis rumah kos, yang ditinggal pemiliknya, pada Rabu (27/4/2016). Kedua pelaku, ZA, 29 tahun dan JA, 21 tahun,  sudah 31 kali mengasak barang-barang anak-anak kos, yang berada di beberapa wilayah Jakarta Selatan dalam dua tahun belakangan ini.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru mengatakan, aksi terakhir pelaku sebelum tertangkap yaitu menggasak dua laptop dan satu ponsel serta hardisk eksternal di sebuah rumah kos yang ada di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016) lalu.

AKBP Audie Latuheru menjelaskan, penangkapan keduanya berawal dari penangkapan tiga penadah barang curian yang ditangkap terlebih dulu. Tiga penadah yakni AS, 26 tahun yang berprofesi sebagai OB di Pasar Santa, JW, 38 tahun yang bekerja di ITC Fatmawati, dan I, 43 tahun yang menjadi penjaga toko kamera Pasar Kebayoran Lama.

Setelah itu, mereka memberitahu tempat tinggal para pelaku. Unit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan langsung melakukan penyisiran. Dua pelaku dicokok di tempat terpisah. ZA dicokok aparat saat tengah mengendarai sepeda motor dengan istrinya di daerah Ciputat, Tangerang Selatan. Sementara, JA ditangkap aparat di kediamannya kawasan Pondok Pinang Jakarta Selatan pada Selasa (26/4/2016).

Dari laporan yang ada disejumlah tempat itu, kata AKBP Audie, polisi menemukan adanya modus pelaku beraksi dengan cara yang sama, yakni mencuri dengan target rumah dan kos-kosan kosong, mencongkel pintu pagar serta jendela kamar korbannya.

"Satu pelaku berperan mencuri barang milik korban dan mencongkel jendela korban. Pelaku lainnya menjadi pengendara sepeda motor dan menjaga di luar. Aksinya itu sudah dilakukan sebanyak 31 kali," kata AKBP Audie, Rabu (27/4/2016).

Dari tangan para tersangka polisi menyita dua unit telepon jinjing jenis Mac Book dan Asus. Ada juga satu buah harddisk eksternal, 10 unit telepon genggam berbagau merek, pengisi daya handphone, kartu ATM, enam buah tas, dan satu pisau lipat.

"Para pelaku mengaku tidak memiliki pekerjaan dan itulah penyebabnya mereka menjadi penjahat spesialis kamar kos yang kosong," tutur AKBP Audie.

Sementara itu, Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joinaldo menjelaskan, kedua tersangka itu melakukan aksinya untuk membeli perlengkapan bayi dan biaya melahirkan anaknya. Pasalnya, istri kedua tersangka itu tengah hamil. Selain itu, uang pun dipakai untuk foya-foya belaka.

"Kedua spesialis rumsong itu menjual barang curiannya di bawah harga standard. Istri keduanya juga sedang hamil, mungkin untuk itu juga (biaya hamil dan kebutuhan bakal anaknya) selain untuk kebutuhan sehari-hari dia," ucapnya.

Dia menambahkan kalau ketiga penadah itu juga ditetapkan sebagai tersangka. Adapun barang-barang yang biasa dicuri dua tersangka dan diambil oleh penadah itu umunya barang elektronik, seperti kamera, handphone, laptop dan jam bermerek.

Kini, keduanya telah dijebloskan ke penjara dan dijerat pasal pasal 363 KUHP dan pasal 480 KUHP. Polisi pun menduga masih ada pelaku lain yang terlibat dalam kasus rumah kos tersebut, sehingga tiga penadah pun masih diinterogasi secara intensif.

Lokasi Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis 28 April 2016

SIM Keliling

Kamis, 28 April 2016 07:53 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis, 28 April 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

27 April 2016

Berkebun Ganja di Apartemen Beromzet Rp 88 Juta

Polisi Geledah Apartemen yang Dijadikan Kebun Ganja

Rabu, 27 April 2016 14:17 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek apartemen di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara yang dijadikan tempat berkebun ganja, Senin (25/4/2016) malam.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho, mengatakan pengungkapan kasus narkotika itu berawal dari informasi masyarakat yang diterima aparat kepolisian.

"Tim langsung menuju ke apartemen di kawasan Jakarta Utara yang kemudian menangkap DI (37) yang diduga penyalahguna. Kemudian ditemukan barang bukti tanaman ganja," tutur Kapolres kepada awak media di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu (27/4/2016).

Di tempat tersebut, kata Kapolres, aparat kepolisian menemukan ganja sedang dalam metode penyemaian secara laboratorium.

Berdasarkan informasi dari tersangka barang bukti itu akan diedarkan setelah pohon ganja panen.Tersangka menyalahgunakan narkotika jenis tumbuhan ganja dengan metode penyemaian di dalam ruangan. Sumber penerangan untuk proses penyemaian bibit tumbuhan ganja dilakukan secara elektronik menggunakan lampu LED.

Bibit ganja ditabur di dalam busa hingga beberapa minggu untuk menunggu berkecambah, setelah itu dipindah ke pot kecil. Beberapa bulan kemudian dipindahkan ke pot besar guna menunggu hasil panen tumbuhan ganja.

"Pola penanaman media fotosintesa mengakali sinar matahari, tetapi sinar ultraviolet. Menurut pengakuan proses penanaman biji sampai panen 7 bulan," kata Kapolres.

Selain mengamankan pelaku, aparat kepolisian turut menyita barang bukti berupa enam pot besar pohon ganja siap panan, tujuh pot besar pohon ganja besar, 15 pot kecil pohon ganja kecil, 20 blok busa isi semaian pohon ganja. Delapan paket narkotika jenis ganja kering dengan berat brutto 1.500 gram, satu toples narkotika jenis ganja basah dengan berat brutto 1.000 gram, dua pot besar isi media tanam, dua toples isi daun ganja kering rontokan, 10 unit lampu ultraviolet, dua buah alat pengukur kelembapan, dua buah kipas angin, dua buah karung pupuk tanam, dua unit stabilizer daya listrik, dan lima botol pupuk semprot.

Untuk sementara, pelaku masih diperiksa intensif di Mapolres Metro Jakarta Barat. Dia disangkakan Pasal 114 ayat (2) subsider 113 ayat (2) subsider 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mana ancaman pidana 20 tahun atau seumur hidup. Aparat kepolisian akan memusnahkan barang bukti narkotika jenis ganja yang ditemukan itu.

"Omzet yang didapat tersangka senilai Rp 88.125.000. Dengan pengungkapan ini, total orang yang terselamatkan dari bahaya narkoba adalah 14.100 orang," kata Kapolres.

Polresta Tangerang Amankan Satu Truk Bawa Daging Babi Hutan

Rabu, 27 April 2016 14;01 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Polresta Tangerang Provinsi Banten mengamankan satu truk dengan muatan daging babi hutan yang diduga berasal dari Bengkulu dan Jambi untuk dijual ke Tangerang dan Jakarta.

"Saat ini kami periksa pengemudi truk nomor polisi T 9480 DD yang sedang bongkar muatan di rest area jalan tol," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Irman Sugema, di Tangerang, Rabu (27/4/2016).

Kapolres mengatakan, personel kepolisian telah mengamati gerak-gerik pengemudi truk tersebut, dan saat pengemudi hendak memindahkan barang di rest area jalan tol Tangerang-Merak Km 45 Balaraja akhirnya ditangkap.

Pengemudi truk itu tidak dapat menunjukkan dokumen resmi pengangkutan daging babi hutan tersebut kepada petugas Reserse Ekonomi Polreta Tangerang.

Namun truk muatan daging tersebut digiring ke Mapolresta Tangerang di Kecamatan Tigaraksa untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Saat ini, petugas masih mendalami kasus tersebut, termasuk untuk mengetahui hendak dijual kemana dan siapa pemilik beserta dokumen yang ada. Polisi juga sedang menghitung berat daging yang diangkut truk itu serta meminta keterangan lebih rinci kepada sopir.

Kapolres belum dapat memberikan keterangan lebih lengkap karena masih dalam penyelidikan menyangkut kasus daging babi hutan yang diamankan petugas itu.

Terjebak Macet, Pelaku Curanmor Dibekuk Polsek Metro Tambora

Rabu, 27 April 2016 13:47 WIB
PUSKOMINFO - Karena tejebak macet di Jalan Petojo Utara Jakarta Pusat, kawanan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) asal Lampung berhasil ditangkap petugas Polsek Metro Tambora. Dua pelaku dikejar usai mencuri sepeda motor di Jl. Hanura II, RT002/15, Tanah Sereal Tambora, Jakarta Barat.

Kapolsek Metro Tambora Kompol Imam Syafi'i memaparkan awalnya salah satu pelaku bernama Agung Rasyidin terlihat duduk di atas sepeda motor merk Honda Beat milik korban Herie Suryana. Namun, Suryana tidak mencurigai lantaran mengira pelaku merupakan tamu yang bertandang di tetangga sebelah rumahnya.

"Kemudian korban masuk ke dalam rumah. Disaat kembali keluar korban melihat Agung dan salah satu rekannya bernama Ipin membawa kabur sepeda motornya," kata Kapolsek, Rabu (27/4/2016).

Melihat kejadian tersebut, lanjut Kapolsek, korban langsung berteriak maling sehingga warga yang berada di lokasi langsung memburu pelaku.

Saat bersamaan ada petugas yang sedang berpatroli di sekitar TKP sehingga ikut serta memburu kedua pria pengangguran asal Lampung tersebut. Kedua pelaku pun tak dapat menghindar dari tangkapan petugas ketika terjebak macet di Jl. Petojo Utara, Jakarta Pusat.

"Pelaku beserta barang bukti sudah dibawa ke Mapolsek Metro Tambora. Masih diperiksa lanjut," pungkasnya.

Resmob Polda Metro Jaya Bekuk 4 Anggota Komplotan Pencuri di Bus Transjakarta

4 Komplotan Pencuri di Bus TransJakarta Digulunng Resmob Polda Metro Jaya
Barang bukti ponsel hasil kejahatan di atas bus Transjakarta

Rabu, 27 April 2016 11:27 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat anggota komplotan pencuri yang kerap beraksi di bus Transjakarta.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Eko Hadi mengungkapkan, keempat pelaku bernama Ariska Pranoto, 19 tahun, Firmansyah, 29 tahun, Tedy Firmansyah, 20 tahun dan Sunardi alias Acun, 50 tahun. Mereka ditangkap pada Senin (25/4/2016) malam.

“Dua korban yang melapor atas nama Fauzi dan Fabianus, warga Kelapa Dua Depok. Barang mereka dicuri saat berada didalam Halte Busway Sumur Bor, Jakarta Barat,” ujar AKBP Eko, Selasa (26/4/2016).

AKBP Eko menambahkan, peristiwa ini terjadi saat petugas melakukan observasi dengan naik bus Transjakarta jurusan Grogol-Kalideres. Saat itu, tim melihat korban sedang naik bus dari arah Harmoni menuju Kalideres.

Saat korban ingin turun, korban di pepet oleh tiga orang pelaku yang mengicarnya sejak di dalam bus. Dan saat korban akan turun, dengan kondisi yang penuh, maka pelaku memepet korban dan pelaku lainnya berusaha menghalangi korban serta pelaku lainnya lagi mengambil ponsel milik korban dan mengopernya ke pelaku terakhir.

“Disaat turunlah, pelaku kami sergap beserta barang bukti yang ada ditangannya,” ujar AKBP Eko.

AKBP Eko pun menjelaskan, kawanan pelaku ini memang mengincar targetnya saat bus dalam keadaan ramai (penuh) dimana penumpang yang naik dan turun berdesak-desakan. Mereka telah membagi tugas masing-masing seperti Arieska berperan untuk menghalangi korban, Firmansyah sebagai penerima barang (keeper), Tedy sebagai pengambil barang dan Acun eksekutor.

“Saat ini pihak kepolisian masih melengkapi administrasi penyidikan dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan para terangka serta mencari pelaku dan korban lain,” pungkas AKBP Eko.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa ponsel merek ever crosse, ponsel merek samsung, ponsel merek Blackberry dan lima laptop berbagai merek terkenal.

Atas perbuatannya, keempat pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian.

Kendaraan Alat Berat Tersangkut di Gerbang Tol (GT) Ciputat 2

Kendaraan alat berat nyangkut di gerbang tol Ciputat. (dok.TMC Polda Metro Jaya)
Rabu, 27 April 2016 10:49 WIB
PUSKOMINFO - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi. Kali ini kejadiannya di dalam tol, tepatnya di gerbang Tol Ciputat 2, Rabu (27/4/2016).

Informasi yang dihimpun, suatu kendaraan alat berat tersangkut di gerbang tol itu. Kendaraan tersebut memang besar, lebar melebih kendaraan umumnya.Lalu tingginya juga melebih kendaraan pengakut biasa seperti truk kontainer. Tingginya melebih batas maksimum gerbang tol yang hendak dilewati.

Kejadian itu sendiri membuat lalu lintas (lalin) di lokasi menjadi tersendat. “Pukul 08.25 WIB, kendaraan alat berat tersangkut di GT Ciputat 2 arah Bintaro. Lalin tersendat dan dalam penanganan petugas,” demikian keterangan tertulis dalam akun twitter TMC Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya Bakti Sosial Kesehatan di Kabupaten Bekasi


Rabu, 27 April 2016 10:12 WIB
PUSKOMINFO - Polda Metro Jaya kembali menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Sebanyak 650 warga di Kabupaten Bekasi mendapat pengobatan umum secara gratis dari polisi.

"Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap masyarakat dalam rangka untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat," ujar Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Musyafak dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (27/4/2016).




Bakti sosial kesehatan itu digelar di Mapolresta Bekasi Kabupaten yang dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto dan Kapolresta Bekasi Kombes Pol Awal Chaerudin serta sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya.



Selain itu, ada juga operasi katarak bagi 75 orang manula. Masyarakat juga mendapatkan 1.200 bingkisan dari aparat polisi.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan 46 sepeda motor hibah dari perusahaan di Bekasi. Motor trail tersebut merupakan motor operasional yang akan membantu kegiatan kepolisian.

Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Curanmor Lintas Provinsi

Rabu, 27 April 2016 08:08 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku sindikat spesialis pencurian kendaraan sepeda motor (curanmor) yang beraksi lintasprovinsi di sekitar Jakarta, Bekasi dan Karawang Jawa Barat.

"Pelaku telah beraksi sekitar 10 kali di wilayah Bekasi dan Karawang," kata Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Eko Hadi Santoso di Jakarta, Selasa (26/4/2016).


Ketiga tersangka yang ditangkap yakni Amsor alias Acong, 34 tahun) dan Adi, 29 tahun sebagai "pemetik", serta Sain alias Kupra, 30 tahun, menjadi penadah dari barang hasil pencurian.

Pengungkapan berawal ketika petugas tim unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menerima informasi adanya kelompok pencuri kendaraan roda dua. Selanjutnya, petugas mengendus dan mengawasi lokasi yang menjadi tempat persembunyian para pelaku di wilayah Bekasi dan Karawang.

Kepala Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Handik Zusen menambahkan komplotan tersebut terakhir kali beraksi di Jalan Medan Satria Kota Bekasi pada 8 April 2016.

"Pelaku mengincar sepeda motor yang parkir di halaman rumah," ujar Kompol Handik.

Berbekal kunci "T", pelaku mampu membawa kabur sepeda motor milik korban dalam hitungan menit, kemudian dijual kepada penadah.

Dari para pelaku, polisi menyita satu unit motor curian, satu buah kunci T berikut enam buah anak kunci, kunci duplikat dan tiga unit telepon selular.

Buruh Tewas Tertimpa Marmer di Kebayoran Lama

Ilustrasi tewas  [google]
Ilustrasi

Rabu, 27 April 2016 07:56 WIB
PUSKOMINFO - Sarip Hidayat, 36 tahun, seorang buruh harian lepas tewas saat bekerja di Jalan.Ridwan 2 RT 10 / 07 Kel.Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (26/4/2016) sekira pukul 17.00 WIB. Korban tewas karena tertimpa marmer saat menurunkannya dari truk dengan nomor polisi B 9209 GQB.

Kapolsek Metro Kebayoran Lama, Kompol Agus Rizal menjelaskan kronologi kejadian berawal saat para buruh sedang menurunkan marmer dari sebuah truk. Dengan seutas tali tambang yang diikatkan ke bambu sebagai alat angkut marmer perlahan marmer itu bisa diangkut.

Namun, pada saat korban ingin mengangkat marmer yang pertama dan menggesernya sedikit demi sedikit , tiba-tiba marmer yang berada diurutan belakangnya ambruk dan pekerja tidak dapat menahannya. Sehingga akhirnya marmer terjatuh dari atas truk, pada saat posisi korban berada di pinggir atas truk.

"Korban pun terjatuh dari atas mobil truk dan tertimpa marmer hingga mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Kapolsek saat dihubungi wartawan, Selasa (26/4/2016).

Korban mengalami luka-luka dibagian kepala yang cukup parah. Sehingga korban mengalami pendarahan yang cukup luar biasa dan nyawanya tak terselamatkan. "Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk dilakukan outopsi," tutur Kapolsek.

Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Beras Oplosan di Tangerang Rugikan Negara Rp1,4 Miliar

Tersangka kasus beras oplosan (Selly/Okezone)
Rabu, 27 April 2016 07:47 WIB
PUSKOMINFO - Gudang pengoplos beras di Pergudangan Pantai Indah Dadap, Jalan Raya Dadap Perancis, Kosambi Timur, Kabupaten Tangerang digerebek petugas Sub Direktorat Industri dan Perdagangan (Subdit Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Kasus pengoplosan beras itu diduga merugikan negara hingga Rp1,4 miliar.

“Dengan kasus ini jelas negara dirugikan mencapai Rp1,4 miliar, mengigat aktifitas yang dilakukan (tersangka) AM sudah satu tahun lamanya,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mujiono di lokasi pergudangan, Selasa (26/4/2016).

Sementara itu Kepala Bulog DKI Jakarta Banten Agus Dwi Indiarto meminta masyarakat lebih berhati-hati memilih beras. “Jika beras terlihat putih, namun banyak yang patah-patah sebaiknya melapor saja kepada pihak kepolisian agar ditindak lanjuti ke kami,” terangnya.

Agus sendiri mengaku bahwa jika terlihat sekilas, beras oplosan tersebut tak ada bedanya dengan beras kualitas menengah. “Pedagang biasanya berkilah dengan harga yang dijual lebih sedikit murah dengan beras kualitas super. Jadi beras yang patah-patah tersebut dibilangnya karena harga beras lebih murah dengan beras yang bagus,” pungkasnya.

Sebagaimaa diketahui jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggerebek gudang tempat pengoplosan beras tidak layak konsumsi pada 21 April 2016. Di dalam gudang ditemukan beberapa bahan kimia.

Petugas berhasil mengamankan seorang tersangka berisinial AM yang juga pemilik gudang. AM sendiri mengaku kalau dirinya sudah satu tahun mengoplos beras bulog dengan beras dari Vietnam yang sudah rusak kemudian dicampur dengan bahan kimia.

Lokasi Layanan Mobil SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 27 April 2016

SIM Keliling

Rabu, 27 April 2016 07:39 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu, 27 April 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. Jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan pemilik SIM harus datang ke Satpas SIM di Jl. Daan Mogot. KM 11 Jakarta Barat

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

26 April 2016

Polda Metro Jaya Selidiki Mayat Wanita Telanjang di Sungai Ciliwung Depok

Petugas siap membawa mayat wanita ke rumah sakit. (angga)
Selasa, 26 April 2016 15:03 WIB
PUSKOMINFO - Subdit Jatantas Ditreskrimum Polda Metro Jaya kini tengah menyelidiki tewasnya wanita tanpa identitas dan dalam kondisi telanjang yang ditemukan di Sungai Ciliwung, Kota Depok, Jawa Barat pada Jumat 8 April 2016 lalu. Dari hasil autopsi diketahui wanita muda itu tewas diduga karena dibunuh.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan mengatakan sementara ini diduga wanita itu adalah korban pembunuhan."Kami duga dia korban pembunuhan, karena dari hasil autopsi tidak ditemukan benda asing masuk ke dalam paru-paru. Jadi korban ini dicemplungkan ke sungai setelah meninggal, bukan mayat tenggelam," tutur AKBP Herry kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (26/4/2016).

AKBP Herry menuturkan berdasarkan hasil visum dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, korban mengalami luka terbuka yakni luka memar di bibir gusi dan mulut bibir atas. Sementara itu dari hasil autopsi, diketahui penyebab kematian disebabkan kekerasan benda tumpul pada mulut yang menyebabkan tersumbat jalan nafas sehingga mengakibatkan mati lemas.

"Kami koordinasi dengan tim Inafis Polresta Depok untuk mencocokkan dari Server e-KTP. Kasus ini masih dalam penyelidikan," katanya.

Wanita muda itu sendiri memiliki ciri-ciri rambut sebahu ikal hitam, hidung pesek, dengan tubuh kurus setinggi 155 cm. 

Polsek Pancoran Mas Gerebek Lokasi Pesta Ganja, Amankan 6 Pemuda

Petugas menyita tempat makan berisi ganja serta bungkus rokok isi seliting ganja siap pakai. (angga)
Barang bukti ganja yang disita Polsek Pancoran Mas Depok

Selasa, 26 April 2016 13:52 WIB
PUSKOMINFO - Anggota buser Polsek Pancoran Mas menggerebek lokasi yang kerap dijadikan ajang pesta narkoba di Jalan Kenanga 2, RT 02 RW 05, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok. Dalam penggerebekan tersebut enam pemuda diamankan petugas beserta menyita alat bukti berupa ganja yang disimpan dalam sebuah tempat makan tapperwear.

Penggerebekan yang dipimpin langsung Panit Reskrim Iptu Darminto dibantu anggota buser berhasil mengamankan pelaku AWD,28 tahun, SS, 25 tahun, MVA, 21 tahun, RMH als Apit,21 tahun, AS als A,20 tahun, dan RP als Ucok,19 tahun.

“Keenam pelaku yang diamankan sedang menggunakan pesta narkoba jenis ganja langsung digrebek petugas tanpa ada perlawanan,”ujar Kapolsek Pancoran Mas Kompol Tata Irawan kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (26/4/2016).

Kapolsek mengatakan penggerebekan dilakukannya setelah mendapat informasi dari warga sekitar yang sudah geram lingkungannya dijadikan sebagai sarang narkoba.

“Para pelaku mendapatkan ganja dari seorang kenalan di daerah Citayam. Setiap mau pesta narkoba pelaku membeli paket ganja ukuran sedang seharga Rp100 ribu,” kata Kapolsek.

Lokasi penggunaan narkoba tidak jauh dari sekolah SMP tersebut sudah cukup lama dijadikan sebagai tempat tongkrongan para pemuda untuk ajang pesta narkoba.

“Barang bukti yang disita di lokasi penggrebekan yaitu sebuah tempat makan tapper wear hijau berisi ganja, serta bungkus rokok berisi seliting ganja siap pakai,”ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan keenam pelaku, lanjut Kapolsek, mereka  dikenakan Pasal 132 juncto Pasal 111, juncto Pasal 127 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.