29 April 2016

Polresta Bandara Soekarno-Hatta Tangkap "Tikus Kargo"

Pencurian Kargo di Pesawat (Foto: Denny Irawan/Sindo)
Pengungkapan kasus "tikus kargo" oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Jumat, 29 April 2016 19:25 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil menangkap "tikus kargo" yang kerap beraksi dan meresahkan perusahaan pengiriman barang. Dalam aksinya, pelaku yang telah menbongkar paket kiriman berhasil menjarah tiga telefon seluler (ponsel) yang jika ditotal berkisar puluhan juta rupiah.

“Benar, kami telah berhasil menangkap ‘tikus kargo’ pelaku merupakan karyawan kargo. Mereka telah mencuri isi paket berupa ponsel, tiga ponsel yang mereka bawa yakni satu iPhone 6S, satu iPhone 6S Plus dan satu ponsel Xiaomi Redmi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Mirzal Maulana, Jumat (29/4/2016).

Adapun kronologi kejadian tersebut, menurut Kompol Mirzal, terjadi pada 6 April 2016. PT Tiki JNE telah melaporkan ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta bahwa telah terjadi pencurian. Mereka melaporkan bahwa barang yang dikirim dari Bandara Soekarno-Hatta melalui kargo Garuda Indonesia ke Yogyakarta dengan menggunakan pesawat bernomor penerbangan GA 204 Garuda Indonesia pada 15 Maret 2016.

Dari tujuh kali, satu di antaranya mengalami kerusakan yang tidak wajar.“Setelah itu kami langsung menangkap tersangka AJ alias E di area kargo yang merupakan karyawan Gapura Airport Services yang betugas membawa traktor untuk paket barang yang akan dikirim,” terangnya.

Pelaku menjarah paket tersebut lantaran tergoda melihat kemasan yang terlihat dari luar. Kemudian setelah membongkar isi paket, pelaku AJ menyembunyikannya di samping kanan setir kemudi.

Hasil pengembangan penyidikan Tim Resmob Polresta Bandara Soekarno-Hatta, tersangka yang merupakan warga Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, itu menjual tiga ponsel tersebut ke salah satu penadah yang berinisial JJK, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Barang bukti berupa ponsel belum lengkap, karena tersangka AJ telah menjualnya ke berbagai daerah, ada yang dijual ke Yogyakarta, Jambi, dan Jakarta Barat,” tuturnya.

Hingga kini petugas Polresta Bandara Soekarno-Hatta masih melakukan pengembangan atas kemungkinan ada tersangka lain yang menjadi sindikat pada "tikus kargo" tersebut.

1 komentar: