18 April 2016

Setelah Buron 3 Bulan, Empat Pencuri di KBN Cakung Ditangkap Polsek Metro Cilincing

Kapolsek Cilincing, Kompol Muhammad Supriyanto menginterogasi empat pelaku pencurian bahan tektil KBN Cakung di Markas Polsek Cilincing, Jumat (15/4) sore [SP/Carlos Roy Fajarta Barus]
Senin, 18 April 2016 10:03 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Cilincing, Rabu (13/4/2016) lalu menangkap empat orang yang merupakan komplotan pencuri di Kawasan Berikat Nasional (KBN) Cakung setelah sempat buron selama tiga bulan usai melakukan aksi pencurian bahan tekstil pada Januari 2016 lalu.
Dalam melakukan aksinya, ke-empat pelaku sebelumnya melakukan duplikasi terhadap kunci dengan melibatkan‎ salah seorang anggota petugas keamanan internal dari PT Dong Yo Embroidery Indonesia di Jalan Lombok, KBN Cakung, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Pelaku tersebut yakni ‎Rojali, Nana, dan Nata, ketiganya bekerja sama dengan anggota security internal pabrik tersebut, yakni Galih Syahputra‎, ke-empatnya menggunakan modus menonaktifkan terlebih dahulu CCTV (Closed Circuit Television)‎ ‎dengan cara mematikan aliran listrik.
Kapolsek Metro Cilincing, Kompol Muhammad Supriyanto, mengatakan anggotanya berhasil mengamankan empat pelaku yang sudah melakukan pencurian 23 roll bahan tekstil dengan nilai Rp 12 juta tersebut setelah tim buser melakukan penyergapan ke kediaman pelaku.
"Tiga pelaku suda‎h bekerja sama dengan seorang security yang bekerja di pabrik tersebut, mereka kemudian melakukan pencurian disalah satu gudang penyimpanan bahan tekstil yang   sudah di duplikat kuncinya," kata Kapolsek di Mapolsek Metro Cilincing.
Untuk menghindari rekaman CCTV, ke-empatnya mematikan aliran listrik di gudang PT Dong Yo Embroidery ‎Indonesia pada Minggu (17/1/2016) sekira Pukul 00.30 hingga Pukul 03.00 WIB, kemudian setelah  memindahkan b‎arang yang diincar, aliran listrik kembali dan ke-empatnya kabur menggunakan mo‎bil pick up ke tempat penadah barang tersebut.
Saat ditanyai wartawan, Galih mengaku melakukanaksinya baru sekali itu karena terdesak kebutuhan ekonomi keluarganya yang tidak cukup dengan standar gaji UMP yang hanya Rp 3,1 juta saja.
"Saya bantuin duplikat kunci, kunci itu saya sembunyikan ke dalam tanah dekat pohon di areal luar pabrik itu, terus nanti mereka yang mas‎uk dan saya matikan panel listrik supaya mereka tidak ketahuan," kata Galih.
Dikatakannya, 23 roll bahan tekstil pakaian tersebut kemudian dijual kepada seorang pedagang konveksi yang sudah menunggunya di pinggir Kali Cakung Lama.
"Hasil penjualan-nya dibagi empat, uangnya saya pakai untuk tambahan kebutuhan hidup sehari-hari, soalnya dengan gaji security sudah tidak cukup untuk mengontrak, makanan, dan akomodasi anak sekolah," akunya.
Atas tindakan yang dilakukan Galih dkk, Polisi menjeratnya dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara 5 tahun.

1 komentar: