30 April 2016

Waspadai Modus Baru Sindikat Pencongkel Mobil, Sasar Parkiran Mall

Modus Baru Sindikat Pencongkel Mobil, Sasar Parkiran Mal
Sindikat pencongkel mobil yang ditangkap Polsek Metro Kelapa Gading

Sabtu, 30 April 2016 07:18 WIB
PUSKOMINFO - Waspada, pelaku congkel mobil saat ini telah mulai berpindah lokasi operasi. Menghindari pantauan polisi, mereka pun bergeser aksi dari jalanan ke dalam mal. Hal itu terungkap setelah ditangkapnya empat pelaku pencongkelan mobil di basement Mall Artha Gading, Jakarta Utara.

Rifki, 28 tahun, Sayuti, 51 tahun, Yanto, 49 tahun dan Jaya, 40 tahun, dibekuk anggota Polsek Metro Kelapa Gading lantaran kedapatan mencongkel mobil-mobil yang sedang diparkir di basement mal Artha Gading. Dalam aksinya, keempat pelaku membagi peran dan beraksi layaknya aktor di film action.

Jaya berperan menjadi sopir taksi. Dengan taksi sewaannya, Jaya membawa tiga pelaku lainnya memasuki area parkir mal. Mereka berputar-putar untuk memantau suasana. Situasi parkir basementyang sepi dan seringnya lolos dari penjaga, coba dimanfaatkan.

"Jadi mereka (para pelaku) itu masuk ke parkiran tapi hanya keliling. Nah, di situ empat pelaku beraksi. Mereka maju mundurkan mobil seolah mau parkir. Pas dirasa aman, tiga pelaku turun terus mencongkel mobil dan mencari barang-barang korban yang ditinggal," kata Kapolsek Metro Kelapa Gading, Kompol Argo Wiyono di kantornya, Jakarta Utara, Jumat, 29 April 2016 kemarin.

Kapolsek melanjutkan, para pelaku kebanyakan menjalankan aksinya setiap hari libur lantaran ramai pengunjung. Dari pemeriksaan sementara, sebelum ditangkap empat pelaku sudah berhasil mencongkel enam mobil yang terparkir di Mall Artha Gading.

"Jadi dalam beraksi para pelaku sempat keluar masuk lagi ke mal dengan kendaraan yang berbeda agar tak dicurigai. Nah, saat anggota mendatangi TKP, kami langsung kejar dan sialnya, pelaku apes. Sebab saat mau keluar dari gerbang parkir mereka kena antrean," beber Kompol Argo.

Dari keempat pelaku didapati beberapa barang bukti yaitu satu buah kunci leter T, uang tunai Rp1.550.000 yang adalah hasil penjualan barang curian, tiga unit HP dan dua buah dompet. Dari enam mobil yang dicongkel, hanya dua mobil yang ada barang berharga yang ditinggal korban. 

1 komentar: