31 Mei 2016

Polsek Metro Tanah Abang Sita 180.000 Petasan

Selasa, 31 Mei 2016 15:21 WIB
PUSKOMINFO - Polsek Metro Tanah Abang menyita ratusan ribu petasan dari sebuah kios di Jalan Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (30/5/2016) malam. Razia petasan di kios tersebut dilakukan petugas berdasarkan aduan dari masyarakat.

Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, Kompol Mustakim mengatakan, razia digelar jajarannya untuk mencegah aksi tawuran menjelang bulan suci Ramadhan.

"Kami amankan 18 ball petasan korek atau sebanyak 180.000 buah," katanya, Selasa (31/5/2016).

Menurut Kompol Mustakim, dalam razia tersebut pemilik petasan berhasil melarikan diri saat kios yang ditempatinya digeledah.

"Identitasnya sudah kami ketahui dan sedang dalam pengejaran," ujarnya.

Kompol Mustakim menambahkan, selain petasan, pihaknya juga melakukan razia minuman keras (miras) di kawasan Tanah Abang. Hasilnya, ratusan botol miras berhasil diamankan dari sebuah warung di Jati Bunder VII.

"Selanjutnya petasan dan miras dibawa ke Polsek Metro Tanah Abang sebagai barang bukti," tandasnya.

Berkas Perkara Pencurian Kabel Gorong-Gorong Siap Disidangkan


Selasa, 31 Mei 2016 10:13 WIB
PUSKOMINFO - Berkas perkara pencurian tembaga bekas kabel Telkom dan PLN yang berada di gorong-gorong kawasan Istana Negara, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat siap memasuki tahap persidangan. Dalam waktu ini, Jaksa Penuntut Umum akan segera menyiapkan surat dakwaan bagi empat tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, penyidik Polda Metro Jaya telah melimpahkan tersangka berikut barang buktinya pada beberapa waktu lalu.

“Sudah tahap 2. Berdasarkan Nomor R/3048-3051/V/2016/Datro tertanggal 9 Mei 2016,” ujar Kabid Humas kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (31/5/2016).

Pengusutan kasus ini berawal dari laporan ke Ditreskrimsus tanggal 6 Maret 2016, pelapor atas nama Imam Hendrawan mengklaim adanya pencurian kabel yang berada di lokasi.

Kini, keempat tersangka, yaitu Warno alias No Bin Mangun Sudiro, Siswoyo alias Semarang, Sutarsan alias Boy Bin Asrof dan Anggi Purba alias Ucok, mereka akan dijerat atas Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman lima tahun penjara.

Warga Menemukan Bayi Perempuan di Bawah Pohon Mangga di Pesanggrahan

Selasa, 31 Mei 2016 08:23 WIB
PUSKOMINFO - Sesosok bayi perempuan masih hidup ditemukan warga di Jalan H. Sulaiman RT 03/01 Kelurahan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2016) malam.

Kapolsek Metro Pesanggrahan Kompol Afroni Sugiarto, Selasa (31/5/2016) mengatakan bayi berjenis kelamin perempuan tersbut ditemukan tergeletak di bawah pohon mangga dalam kondisi masih hidup.

Adalah Sunar, 22 tahun, yang pertama menemukan bayi itu saat dirinya tengah melintas di lokasi sekira pukul 20:00 WIB. Tiba-tiba pandangannya tertuju kepada seonggok benda di bawah pohon mangga di depan rumah Kepala RW 001 Kelurahan Petukangan Utara, Muhidin, 50 tahun.

Setelah didekati, Sunar terkejut karena seonggok benda itu ternyata adalah bayi perempuan dengan ari-ari yang masih melekat di tubuhnya.

"Saat diketemukan bayi dalam keadaan hidup dan ari-ari masih menempel di tubuh bayi yang dialasi oleh kain batik," kata Kapolsek.

Bayi itu lalu dibawa oleh Sunar dan warga lainnya ke bidan Yusnidar tak jauh dari lokasi penemuan untuk dilakukan pemeriksaan sekaligus memotong ari-ari dan tali pusarnya.

"Lalu bayi tersebut dibawa ke RSUD Pesanggrahan untuk mendapatkan perawatan," ujar Kapolsek.

Kini petugas Polsek Metro Pesanggrahan telah meminta keterangan saksi-saksi untuk mengungkap siapa pelaku yang tega membuang bayi malang tersebut.

Bocah 4 Tahun Tewas Terjatuh dari Lantai 18 Apartemen Green Bay Pluit Penjaringan

Tragis, Nyawa Balita-balita Ini Melayang di Apartemen Mewah
Selasa, 31 Mei 2016 07:51 WIB
PUSKOMINFO - Seorang bocah berusia 4 tahun ditemukan tewas mengenaskan di lantai dasar Kawasan Apartemen Green Bay Pluit, Penjaringan , Jakarta Utara, Senin (30/5/2016). Bocah bernama Marcello ini dapat jatuh dari lantai 18 AK Tower A Green Bay Pluit tersebut diduga dengan cara memanjat mesin cuci terlebih dahulu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas kepolisian Polsek Metro Penjaringan dan Polres Metro Jakarta Utara, anak bernama Marcello itu terjatuh saat berada di dalam unit apartemen seorang diri, karena ditinggal ibunya.
"Saat kejadian, ibu korban sedang ke lobi untuk mengambil sebuah surat," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polres Metro Jakarta Utara, Komisaris Polisi (Kompol), Sungkono , Senin (30/5/2016).
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan petugas kepolisian, diduga korban jatuh dari pagar pembatas saat sedang memanjat mesin cuci. "Korban diduga terjatuh setelah memanjat mesin cuci, lalu meraihnya," kata Kompol Sungkono.
Bocah berkulit putih itu ditemukan tewas terjatuh dari Tower Akasia Lantai 18 AK oleh seorang petugas taman sekira pukul 11.30 WIB. Korban ditemukan tergeletak di lantai dasar apartemen dengan posisi tengkurap, dengan darah segar mengalir di pipi sebelah kiri dan punggungnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 31 Mei 2016

Selasa, 31 Mei 2016 07:35 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa, 31 Mei 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. 
SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

30 Mei 2016

Pamen TNI AL Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil


Senin, 30 Mei 2016 12:57 WIB
PUSKOMINFO - Seorang Perwira Menengah (Pamen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), ditemukan meninggaol dunia dalam kondisi duduk di dalam mobilnya di tepi ruas jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), Cakung, Jakarta Timur.

Kapolsek Metro Cakung, Kompol Armunanto Hutahaen, menuturkan perwira bernama Eko Irianto, berpangkat Kolonel TNI AL, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil di kilometer 57-800 ruas Rorotan arah Cakung, Jakarta Timur, Senin (30/5/2016) pagi sekira pukul 08.45 WIB.

Jenazah Kolonel Eko, ditemukan dalam posisi duduk di belakang kemudi mobil Honda City bernomor polisi B 1831 GRA. Saat ditemukan, Kolonel Eko masih mengenakan seragam dinas lengkap.

"Ketika mobil tersebut diperiksa didapati seorang pria dengan berpakaian seragam dinas TNI AL duduk di posisi kemudi," kata Kapolsek, Senin (30/5/2016).

Kapolsek mengatakan, diduga Kolonel Eko mengalami penyakit jantung. Hal itu diperkuat dengan keterangan keluarga korban, yang menyatakan, korban memiliki riwayat penyakit berbahaya itu. Kolonel Eko merupakan anggota TNI AL yang menjabat sebagai perwira menengah di bagian Staf Ahli Sarana Prasarana (Sahli Sarpras).

"Sambil menunggu pihak keluarga, jasad korban pun dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Sementara kendaraan korban ditarik ke kantor unit kecelakaan lalu lintas Polres Metro Jakarta Timur," ujar Kapolsek.

Idap Penyakit Tumor, Wartawan TV Swasta Tewas di Rumah Kontrakan di Bekasi

Senin, 30 Mei 2016 12:24 WIB
PUSKOMINFO - Seorang wartawan dari stasiun televisi swasta ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Kampung Kaliabang Bahagia RT 02/04, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, Senin (30/5/2016) pagi sekira pukul 10:00 WIB.

Korban bernama Herdi Gustian, 30 tahun, tewas diduga akibat mengidap penyakit tumor di kepalanya.

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Evi Fatna mengatakan, kasus ini terungkap saat tetangga korban, Joko, mencium aroma tidak sedap dari depan pintu korban. Saat itu, saksi tersebut melaporkan hal ini ke pemilik kontrakan bernama H. Yasin, 50 tahun.

"Pemilik kontrakan dibantu Ketua RW setempat bernama Ahmad Husen lalu membuka paksa pintu dengan mendobraknya," kata Iptu Evi, Senin (30/5/2016) siang. Setelah pintu terbuka, lanjut Iptu Evi, keduanya terkejut mendapati korban telah tertelungkup di kamar mandi tanpa busana. Melihat kejadian itu, keduanya melaporkan hal ini ke anggota Polsek Medansatria untuk didalami.

Berbekal laporan itu, penyidik mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan menginterogasi saksi di sekitar termasuk kerabat korban. Dari pemeriksaan itu, terungkap bahwa korban memiliki riwayat penyakit tumor dan sudah tiga kali menjalani operasi pengangkatan tumornya.

"Informasi dari sepupu korban, Yopi bahwa korban menderita tumor sejak lama," ungkap Iptu Evi.

Iptu Evi menambahkan, tetangga korban juga menyebut bahwa Herdi sudah beberapa hari ini tak keluar rumah. Biasanya, kata dia, Herdi selalu keluar rumah untuk pergi bekerja atau sekadar beli makanan. "Korban sudah beberapa bulan tinggal di sana dan seorang diri," kata Iptu Evi.

Iptu Evi melanjutkan, kini jenazah telah dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk divisum luar. Pihak keluarga berencana akan membawa korban ke kampung halamannya di Kabupaten Garut, Jawa Barat untuk segera dikebumikan. "Pihak keluarga harus membuat surat pernyataan yang berisi penolakan untuk mengotopsi jenazah korban," jelas Iptu Evi.

Operasi Cipta Kondisi Jelang Ramadhan, Polsek Metro Cakung Sita Ratusan Botol Miras

Polisi Sita Ratusan Botol Miras di Pasar Ujung Menteng Cakung
Senin, 30 Mei 2016 10:04 WIB
PUSKOMINFO - Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang dilaksanakan Polsek Metro Cakung pada Sabtu (28/5/2016) malam menyita ratusan botol miras dari sebuah toko di Pasar Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur.

Operasi Cipta Kondisi dengan kekuatan 37 personel yang dipimpin Kapolsek Metro Cakung Kompol Armunanto Hutahaen itu menyita 108 botol minuman merek Brandy, 1 jerigen minuman keras oplosan dan 4 bungkus plastik miras oplosan. 

Barang bukti tersebut disita dari pemilik Jefry di Pasar Ujungmenteng, Kelurahan Ujungmenteng, Cakung, Jakarta Timur.

"Kegiatan ini kami gelar untuk menciptakan situasi yang kondusif menjelang puasa nanti sehingga kegiatan ibadah puasa dapat berjalan dengan tertib dan aman," ujar Kapolsek, Senin (30/5/2015). 

Polsek Metro Senen Sita 89 Botol Miras dalam Operasi Cipta Kondisi Jelang Ramadhan

Senin, 30 Mei 2016 09:58 WIB
PUSKOMINFO - Polsek Metro Senen menyita 89 botol minuman keras dalam operasi cipta kondisi jelang Ramadhan di sebuah warung, Jalan Kramat Soka, Kramat, Jakarta Pusat, Sabtu (28/5/2016) malam.
"Kami menggelar operasi cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadhan pasa Sabtu malam menyita 89 botol miras," ujar Kapolsek Metro Senen Kompol Kasmono, Minggu (29/5/2016).
Dikatakan Kapolsek, barang bukti yang disita berupa 89 botol berbagai merek antara lain 63 botol Anggur Gingseng, delapan botol Rajawali, dua botol Brandy, dua botol Intisari, 13 botol Bir Bintang, dan satu botol anggur merah.
"Ada 89 botol minuman keras dari berbagai merek yang disita dari sebuah warung milik YKB (73)," ungkap Kompol Kasmono.
Kompol Kasmono menyampaikan, pihaknya selanjutnya mengamankan puluhan botol miras itu ke Mapolsek Metro Senen, dan memproses hukum pemilik warung.

Dua Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Jalan Tol



Senin, 30 Mei 2016 09:24 WIB
PUSKOMINFO - Dua kecelakaan lalu lintas terjadi diruas jalan tol di Jakarta , Senin (30/5/2016) pagi ini.

Berdasarkan informasidari akun Twitter resmi Traffic Management  Center (TMC) Polda Metro Jaya, sebuah truk berwarna putih terbalik di ruas Jalan Tol Cawang, Jakarta Timur.

Truk bernomor polisi B 9385 HH itu terbalik tepat di tengah jalan di lajur samping Gerbang Tol Cilitan arah ke Taman Mini. Truk dikabarkan terbalik sekira pukul 08.30 WIB.



Hingga saat ini, petugas kepolisian dan derek tol tengah melakukan penyelamatan pengemudi dan membawa badan truk.

Sementara itu, sekira pukul 08.27 WIB, kecelakaan juga terjadi ruas di tol dalam kota Pancoran arah Semanggi. TMC mengabarkan, kecelakaan di titik ini melibatkan empat kendaraan, salah satunya bus.Ke empat kendaraan mengalami kerusakan akibat kecelakaan beruntun itu. 

Kecelakaan tepatnya terjadi di kilometer 03 - 600, menjelang jalan layang Pancoran. Petugas kepolisian sudah berada di lokasi untuk menangani kecelakaan ini.

Polsek Metro Palmerah Ciduk Pengedar Narkotika, Sita 2 Kilogram Shabu

Simpan Shabu 2 KG, Pengedar Ditangkap Polsek Palmerah
Senin, 30 Mei 2016 08:21 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Palmerah menciduk seorang pengedar narkoba jenis sabu, Jumat (27/5/2016). Tersangka berinisial MS alias Nek, 28 tahun, ditangkap di rumahnya di Jalan Apus II, Kota Bambu, Jakarta Barat. Dari rumah tersangka, petugas menyita barang bukti sabu seberat 2 kilogram.

Menurut Kapolsek Metro Palmerah Kompol Dharmawan, pelaku sudah menjadi target operasi oleh pihaknya sejak sebulan lalu.“Kita sudah mengidentifikasi pelaku. Tapi kami menunggu waktu yang tepat untuk menangkapnya,” kata Kapolsek kepada wartawan, di Mapolsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (27/5/2016).

Kemudian, Tim Unit Narkoba Polsek Metro Palmerah langsung melakukan penggerebekan di rumahnya. Saat pelaku sedang tertidur dan saat digeledah, pria pengangguran tersebut menyimpan barang haram tersebut di dalam tas ransel yang sudah di-packing dalam kemasan plastik di klip dengan masing-masing seberat 100 gram.

Dari pengakuan pelaku, kata Kapolsek, tersangka sudah menjalankan bisnis narkobanya selama enam bulan. Barang haram tersebut didapatkan dari seorang bandar berinisial KK yang kini masih diburu petugas.

“Dia transaksi melalui via telefon. Dia juga tidak tahu bandar KK ini karena setiap kali transaksi bandar, dia menaruh barang itu di Halte. Kemudian, si pelaku ditelefon sama KK disuruh mengambil barang dagangnya. Setiap kali telefon bandar selalu menggunakan privat number,” jelas Kapolsek.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 dan 112 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara sampai seumur hidup.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin 30 Mei 2016

Senin, 30 Mei 2016 08:17 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin, 30 Mei 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. 
SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

Melawan Polisi, Dua Pelaku Curanmor Tewas Ditembak

Senin, 30 Mei 2016 07:59 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya terpaksa menembak mati dua pria yakni Fah alias Ani, 30 tahun dan Ris, 23 tahun, yang diduga komplotan pencuri sepeda motor bersenjata api setelah keduanya berusaha melawan polisi yang hendak menangkapnya.

"Kedua pelaku ditangkap saat bertransaksi jual beli motor hasil curian," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Eko Hadi Santoso di Jakarta, Minggu (29/5/2016).

AKBP Eko menjelaskan awalnya Tim Opsnal Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pimpinan Kompol Handik Zusen menerima informasi transaksi jual beli sepeda motor curian di Jalan TB Simatupang, Kampung Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, pagi hari tadi pukul 10.00 WIB.

Selanjutnya, petugas mengamati dan mendatangi tiga orang pria di lokasi kejadian yang diduga tengah bertransaksi kendaraan dari hasil pencurian.

Polisi melihat dua pria itu menyerahkan sepeda motor kepada seorang pria lainnya. Polisi lalu menyergap ketiga orang ini.

Saat penyergapan, Fah dan Ris mengeluarkan senjata api bahkan mengarahkan kepada polisi dan berupaya menembaknya.

Untuk mengantisipasi adanya jatuh korban, polisi melepaskan tembakan ke arah dada kedua pelaku pencurian sepeda motor itu hingga meninggal dunia.

"Sementara seorang lainnya berinisial NS, 38 tahun, berperan sebagai joki penadah sepeda motor diamankan," ujar AKBP Eko.

AKBP Eko menuturkan kedua tersangka adalah residivis pencurian dengan kekerasan yang menggunakan senjata api. Diketahui NS diperintahkan Dudun (daftar pencarian orang) untuk mengambil sepeda motor dari Fah dan Ris.

NS telah menjadi joki sepeda motor sejak 2013 dengan imbalan Rp300 ribu setiap transaksi.

Dari tangan tersangka, polisi menyita dua pucuk senjata revolver rakitan, kunci "T", dua anak kunci T, sebilah senjata tajam, dua unit sepeda motor, dua pasang plat nomor, obeng, tang dan tiga telepon selular.

27 Mei 2016

Berkas Dinyatakan P21, Satu Pembunuh Enno Diserahkan ke Kejari Tangerang


Jumat, 27 Mei 2016 14:03 WIB
PUSKOMINFO - Penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyerahkan salah satu tersangka pembunuh Enno Parihah, 18 tahun, yang masih di bawah umur, yakni RAL alias Alim ke Kejari Tangerang. Berkas tersangka Alim sudah dinyatakan lengkap atau P21 dan siap disidangkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, penyerahan tersangka Alim berdasarkan surat Kejari Tengerang nomor B3045/0611/EPP.05/2016.


Berdasarkan surat tersebut di atas, tersangka yang masih dibawah umur itu, yakni RAL alias Alim disangkakan melanggarkan pasal 340 KUHP Junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP subpasal 338 KUHP jincto 55 ayat 1 ke 1 KUHP subpasal 339 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP subpasal 351 ayat 3 KUHP junncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP juncto UU RI No. 11 tahun 2012 tentang sistem pidana anak dinyatakan sudah lengkap atau P21.

"Hari Jumat, (27/5/2016) ini kami melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Tangerang," ujar Kabid Humas kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (27/5/2016).

"Adapun barang bukti yang kami serahkan berupa handphone, cangkul, baju, bercak darah di TKP sudah kami siapkan semuanya dan tentunya akan kami limpahkan ke JPU," imbuhnya.

Kabid Humas menerangkan, penyidik fokus pada berkas milik Alim karena itu sudah sesuai dengan UU Peradilan Anak yang memang masa penahanannya tak begitu lama sehingga berkasnya pun dikebut. Sedang untuk berkas kedua tersangka lainnya, dipastikan akan segera menyusul.

"Kalau yang kedua tersangka lainnya, waktunya panjang karena normal dan kami punya waktu 20 hari dan perpanjangan 40 hari nanti. Syukur-syukur dalam waktu 20 hari sudah bisa dinyatakan lengkap," tutup Kabid Humas.

Tersangka dan Barang Bukti Pembunuhan Wayan Mirna Dilimpahkan ke Kejati DKI Jakarta

Jumat, 27 Mei 2016 11:02 WIB
PUSKOMINFO - Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya melimpahkan tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso berikut barang bukti ke Kejati DKI Jakarta, Jumat (27/5/2016). Pelimpahan tersangka dan barang bukti itu menyusul setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejati DKI Jakarta Kamis kemarin.

Selain tersangka Jessica, polisi juga melimpahkan barang bukti sebanyak 37 items dalam kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin tersebut.

"Ada 37 item barang bukti yang akan kita limpahkan untuh tahap dua ke Kejari Jakarta Pusat pagi ini," ujar Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/5/2016).


Operasi Pekat Jaya 2016: Polres Metro Tangerang Kota Amankan Ribuan Miras dan 8 Sepeda Motor Curian

Ribuan miras dari berbagai merk yang berhasil disita jajaran Polres Metro Tangerang saat operasi pekat. Tak hanya miras, 8 motor hasil curian juga diamankan. (FOTO: Banten Hits / Maya Aulia)
Jumat, 27 Mei 2016 08:57 WIB
PUSKOMINFO - Jajaran Polres Metro Tangerang Kota berhasil menyita ribuan botol minuman keras (miras) dalam operasi Pekat Jaya 2016 yang digelar jelang bulan Ramadhan.
Selain miras, Polisi juga mengamankan 154 orang yang meresahkan masyarakat. Dari ratusan orang yang diamankan tersebut, 26 orang diantaranya terjerat pidana lantaran melakukan tindak kejahatan seperti curas, curat, curanmor dan anirat.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Irman Sugema mengatakan operasi pekat yang dilakukan untuk mengurangi tingkat kriminalitas di Kota Tangerang guna menciptakan keamanan dan kenyamanan jelang bulan puasa tersebut sudah dimulai sejak tanggal 16 hingga 31 Mei 2016 mendatang.

"Operasi Pekat Jaya ini merupakan instruksi Bapak Kapolda Metro Jaya untuk mencegah tindak kriminal dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat saat menjalankan ibadah puasa nanti," kata Kapolres saat menggelar Press Conference di Mapolres Metro Tangerang Kota, Kamis (26/5/2016).

Tercatat, dari 154 orang yang diamankan petugas, merupakan 4 kasus TO yang kemudian hasil pengembangan menjadi 78 kasus non-TO.

"Termasuk gepeng dan preman yang meresahkan masyarakat dengan memalak dan menggores mobil ketika meminta uang di lampu merah," ujar Kapolres.

Tak hanya miras, petugas juga mengamankan Narkoba, senjata api, petasan, dan 8 unit sepeda motor hasil curian dan pembegalan.

Operasi Pekat Jaya Polsek Metro Johar Baru Sita Miras Berbagai Merek

Miras berbagai merek serrta miras oplosan digerebek polisi di Johar Baru.(silaen)
Jumat, 27 Mei 2016 08:26 WIB
PUSKOMINFO - Operasi kepolisian Pekat Jaya 2016 yang dilaksanakan Polsek Metro Johar Baru pada Jumat (27/5/2016) dinihari tadi berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras (miras) dan mengamankan dua orang pemilik warung yang menjual miras tersebut.

Razia dilakukan di sebuah warung di Jalan Percetakan Negara II RT 08/06, Johar Baru, Jakarta Pusat. Dari rumah yang merangkap sebagai warung tersebut, petugas menyita ratusan botol miras beralkohol tinggi berbagai merek serta miras oplosan.

Petugas juga mengamankan dua orang sebagai pemilik dan penjaga warung tersebut yakni R alias Oman dan A alias Acil. Keduanya beserta barang bukti miras kemudian dibawa ke Mako Polsek Metro Johar Baru untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. 

Gelar Razia Miras, Polsek Johar Baru Sita Miras Berbagai Macam Merek
Miras yang disita antara lain 21 botol Rajawali dengan kadar alkohol 15 persen, 12 botol AO bir berkadar alkohol 19,7 persen, 17 botol Topi Miring berkadar alkohol 19,7 persen, 12 botol Brendi dengan kadar alkohol 19 persen. Barang bukti lainnya, yakni 6 botol Islan dengan kadar 43 persen, 13 botol Vodka berkadar alkohol 43 persen, 5 botol Mansion dengan kadar alkohol 14,7 persen, 23 botol kuda mas berkadar alkohol 15 persen, 12 anggur kolesom berkadar alkohol 14,7 persen, 4 botol Intisari berkadar alkohol 14,7 persen, 7 botol anggur putih berkadar alkohol 14,7 persen, 17 botol Mansion Jumbo berkadar alkohol 43 persen, 2 botol Vodka jumbo berkadar alkohol 43 persen, dan 17 botol kadar alkohol 19,7 persen.

Polda Metro Jaya Gelar Simulasi Penanganan Terorisme di Parkir Timur Senayan

Polda Metro Menggelar Simulasi Penanganan Teroris di Parkir Timur Senayan
Jumat, 27 Mei 2016 07:43 WIB
PUSKOMINFO - Polda Metro Jaya menggelar serangkaian simulasi penanganan terorisme di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Kamis (27/5/2016) sore.Aksi ini diperlihatkan kepolisian Indonesia di depan perwakilan ASEAN SOMTC (Senior Official Meeting On Transnational Crime) ke-16.

Wakapolda Metro Terima Kunjungan Polisi Se Asian

Wakapolda Metro Jaya, Brigjend Pol Nandang Jumantara mengatakan bahwa aksi-aksi itu merupakan kesiapan Indonesia untuk memerangi masuknya teroris dan juga perdagangan narkoba dari negara lainnya.

Wakapolda menjelaskan bahwa kesiapan pihaknya juga terlihat dari koordinasi untuk terus menyampaikan informasi yang dibutuhkan negara-negara tetangga yang sifatnya kejahatan transnasional dan berharap dapat mengurangi kejahatan transnasional di Indonesia.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 27 Mei 2016

Jumat, 27 Mei 2016 07:38 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 27 Mei 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Yamaha Cempaka Putih
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. 
SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

26 Mei 2016

Polsek Serpong Tangkap Tiga ABG Pelaku Curanmor

Kamis, 26 Mei 2016 13:53 WIB
PUSKOMINFO - Tim Buser Polsek Serpong berhasil membekuk tiga remaja alias ABG diduga terlibat pencurian sepeda motor (curanmor). Tiga ABG yakni  AL, 17 tahun , AYM, 16 tahun dan YR, 17 tahun berhasil dibekuk setelah petugas menyamar hendak membeli sepeda motor hasil curian.

“Mereka tak bisa berkelit setelah orang yang mau beli ternyata anggota tim Buser Polsek Serpong,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mansuri, Rabu (25/5/2016).

Menurut AKP Mansuri, sepeda motor hasil curian itu dibawa AL menemui petugas yang menyamar sebagai pembeli. Sedangkan AYM dan YR saat itu mengikuti di belakangnya menuju Jl. Baru Bintaro, Pondok Aren tempat mereka akan transaksi.

Setelah bertemu pembeli, mereka langsung tansaksi. Saat itulah petugas yang menyamar langsung memperlihatkan jati dirinya dan ketiganya langsung ditangkap.

Dari hasil pemeriksaan komplotan ini mengaku baru dua kali mencuri dan menjual motor. “Petugas masih mendalami, karena tidak mungkin baru dua kali beraksi, karena warga sering melihat pelaku sering gonta-ganti motor,” jelas AKP Mansuri.

Operasi Cipta Kondisi Polsek Cikarang Utara Sita Ratusan Keping VCD/DVD Porno di Pasar Global Pasir Gombong

Gelar Operasi Cipta Kondisi, Polsek Cikarang Utara Amankan Ratusan Keping VCD Porno
Kamis, 26 Mei 2016 13:19 WIB
PUSKOMINFO - Operasi Cipta Kondisi dalam rangka menyambut Ramadhan yang dilakukan Polsek Cikarang Utara menyita ratusan keping VCD/DVD Porno dari pedagang di Pasar Global, Desa Pasir Gombong, Kabupaten Bekasi, Rabu (25/5/2016).
"Dalam operasi cipta kondisi yang di lakukan sore kemarin, petugas berhasil menemukan penjualan kaset VCD/DVD porno ataupun semi," kata Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Adil Siburian, Kamis (26/5/2016).
Selain menyita ratusan keping CD berisi film porno, petugas juga mengamankan dua pedagang yakni RR, 33 tahun, warga Desa Simpangan, Cikarang Utara, dan AY, 22 tahun, warga Desa Karang Heuleut, Situraja, Sumedang.
"Dari kedua penjual kaset itu, kami amankan barang bukti sebanyak 759 keping kaset yang berada di lapak dagang mereka. Dan saat ini, keduanya pun sedang dalam penyelidikan anggota," tandas Kapolsek.

25 Mei 2016

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sita Ribuan Liter Solar Bersubsidi Ilegal

Polisi Sita Ribuan Solar Bersubdisi Ilegal
Barang bukti solar bersubsidi ilegal yang disita Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Rabu, 25 Mei 2016 14;12 WIB
PUSKOMINFO - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok membongkar jaringan distribusi solar bersubsidi. Ribuan liter solar subsidi diketahui didistribusikan dengan cara ilegal di kawasan pelabuhan Tanjung Priok.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kompol Victor Inkiriwang mengatakan, kasus itu terungkap pada 21 Mei 2016. Dalam pengungkapan kasus itu petugas menyita tujuh buah drum berukuran 1.400 liter beserta kendaraan yang digunakan.

"BBM (bahan bakar minyak) ini dijual secara ilegal di wilayah Tanjung Priok, dan sebagian besar di dalam wilayah pelabuhan," ujar Kompol Victor, di Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Polisi juga menangkap pelaku pendistribusian solar tersebut yang berinisial DT, 47 tahun. DT bertugas membawa mobil pikap bernomor polisi B 9064 OJ tersebut dan mendistribusikan kepada pembeli.

"Subsidi seharusnya diberikan kepada warga yang berhak dan membutuhkan, namun ini dijual secara ilegal dan tersangka mendapatkan stok BBM tersebut dari oknum yang masih kami selidiki," kata Kompol Victor.

Polda Metro Jaya Lakukan Tes Urine Karyawan Transjakarta



Rabu, 25 Mei 2016 12:43 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Propinsi DKI Jakarta menggelar operasi tes urine terhadap supir dan awak bus Transjakarta di Kantor Pusat PT Transjakarta, Jalan Letjen Sutoyo No. 1, Kelurahan Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur, Rabu (25/5/2016).
Sebanyak 106 karyawan Transjakarta mengikuti tes urine tersebut untuk pencegahan dan penyalahgunaan narkoba serta menjaga keselamatan para penumpang menjelang bulan suci Ramadhan. 



Dari 106 awak bus yang diperiksa, hasilnya satu orang positif semu (mengkonsumsi obat dokter) karena yang bersangkutan menderita sakit pasca kecelakaan. “Sejauh ini hasilnya masih cukup baik karena belum ada yang positif narkoba,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Jhon Turman Panjaitan.


Bila nanti ditemukan, lanjut Kombes Jhon, bila pihaknya menemukan hasil urine yang positif narkoba, pihaknya tak akan segan mengambil tindakan. Dengan melakukan pengamanan, dinilai akan memberi efek jera. “Makanya kami menghimbau kepada seluruh awak bus agar jangan main-main dengan narkoba,” tegasnya.

Hingga Hari Ke-9 Operasi Patuh Jaya 2016, Sebanyak 8.405 Pengendara Ditilang


Rabu, 25 Mei 2016 10:59 10:59 WIB
PUSKOMINFO - Selama sembilan hari menggelar Operasi Patuh Jaya 2016, polisi menilang 8.405 pengemudi kendaraan bermotor. Barang bukti yang diamankan berupa 3.141 SIM, 5.230 STNK dan Surat Tanda Uji Kir (STUK). Sedangkan 34 kendaraan roda dua yang tidak memiliki surat-surat disita polisi.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, jumlah pelanggar terbanyak pada hari ke-9 (Selasa, 24 Mei 2016) Operasi Patuh Jaya 2016 adalah sepeda motor karena angkanya mencapai 6.007 kendaraan. 


Sementara di posisi selanjutnya kendaraan pribadi 778, mikrolet 520, taksi 461, kendaraan barang 266, bus 202, metromini 171, dan bajaj nihil. "Ada 34 kendaraan roda dua yang disita, sedang roda empat nihil," ujarnya pada wartawan, Rabu (25/4/2016).

Menurutnya, untuk pelanggaran tertinggi ada pada kendaraan yang melanggar rambu-rambu lalu lintas (stop line, jalan busway, naik turun, lawan arus, lajur kiri, traffic light, dan marka jalan) yang mencapai 5.713 kasus.

Sementara di posisi berikutnya diikuti pelanggaran surat-surat 939 kendaraan, helm 659, lampu utama siang hari 357, KAP 275, muatan 154, sabuk 152, TNKB 110, handphone 37, dan PH 9.

Kemudian untuk laporan kecelakaan ada 14 kasus, dengan korban 15 jiwa. Adapun yang meninggal dunia sebanyak dua orang, luka berat delapan orang, dan luka ringan lima orang. Sedangkan kerugian materi Rp24,3 juta.

Polresta Bandara Soetta Sita 71 Kg Sabu di Ruko Arcadia Daan Mogot



Rabu, 25 Mei 2016 09:25 WIB
PUSKOMINFO - Polresta bandara Soekarno-Hatta menyita total 71 kilogram sabu dalam penggerebekan di Ruko Arcadia, Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat.

"Kami mengamankan barang bukti sabu sebanyak 71 kilogram dari dalam ruko ini," ujar Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Roycke Langie di Tangerang, Selasa (24/5/2016).

Sabu tersebut disembunyikan di balik mesin bubut atau turbin. Dan terbungkus plastik hitam, menyaru dengan warna mesin tersebut.

Pengungkapan bermula dari terungkapnya paket 2 kilogram sabu yang dikirim dari Taiwan melalui PT Pos yang berada di bandara. Dari sana, polisi mendapatkan dua tersangka yakni S dan A. Lalu didapati juga tiga tersangka lain yang merupakan tahanan dari Lapas Pemuda Tangerang.

Sementara, pemilik ruko masih ditetapkan sebagai saksi oleh kepolisian. "Masih kami tetapkan sebagai saksi, keterangan juga masih kami gali terus," ujar Kapolres.



Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta, AKBP John Turman menambahkan, sabu tersebut disembunyikan di dalam turbin. "Ada 14 bungkus sabu," kata AKBP Turman kepada wartawan, Selasa (24/5/2016).

Guna mengelabui petugas, bungkus-bungkus sabu tersebut dilumuri oli agar tidak terlihat. "Jadi modusnya itu bungkusan sabunya dilumurin minyak gemuk supaya tidak terlihat. Disembunyikan dalam mesin pengisap, turbin raksasa," terang AKBP Turman.

Ada tiga orang yang ditangkap kepolisian dalam penggerebekan tersebut, salah satunya ada warga negara asing.

"Ya ini jaringan Taiwan-Indonesia," tutup AKBP Turman.

Sambut Ramadhan, Polres Metro Jakarta Selatan Razia Miras di Pengadegan

Gelar Razia di Kawasan Pancoran, Polres Jaksel Sita 10 Ribu Botol Miras
Rabu, 25 Mei 2016 09:00b WIB
PUSKOMINFO - Sebanyak 5.000 botol minuman keras (miras) disita Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan dari dua rumah kos yang berbeda di Jalan Pengadegan Raya RT 03/08, Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (24/5/2016) malam. Miras yang disita terdiri dari berbagai jenis dan merek diantaranya anggur merah, anggur putih, vodka, manson, dan intisari.

Dua orang pemilik rumah kos berinisial N, 53 tahun dan S, 55 tahun diamankan polisi lantaran menjual sekaligus menimbun ribuan miras di kamar kos kosong.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung mengatakan, selain menjalankan usaha kos-kosan, N rupanya membuka usaha laundry. Namun dibalik usahanya itu, N sudah dua tahun memperdagangkan miras di permukiman warga.

Sedangkan S, memang dikenal warga sekitar menjual miras di warung miliknya yang tidak jauh dari kediamannya sejak dua tahun terakhir.

Razia miras itu, kata Kompol Vivick, berawal dari laporan masyarakat yang sudah merasa tidak nyaman dengan perdagangan miras di lingkungan mereka.

"Di daerah permukiman masyarakat di daerah Pengadegan, Pancoran, sudah terbukti ada yang menjual miras beralkohol tinggi yang tidak boleh dijual bebas. Ini sudah berjalan kurang lebih dua tahun, masyarakat di sini sudah gerah dengan peredaran miras," ungkap Kompol Vivick.

Menurut Kompol Vivick, razia miras di lokasi ini bukan yang pertama kalinya, sebelumnya pernah digelar razia dan disita ribuan miras di lokasi yang sama.

Kompol Vivick menegaskan, apabila masih kedapatan menjual miras, polisi akan melakukan penutupan usaha secara paksa."Penjual akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tentunya kalau pun kita sudah mengambil semua yang ada di sini dan masih juga melakukan penjualan, kami akan gunakan tindakan lebih tegas, tempat ini bisa ditutup. Kami akan terus menyisir tempat sesuai dengan informasi yang kami terima dari masyarakat," tandasnya,Rabu (25/05/2016).

Kepada warga, Kompol Vivick meminta agar aktif melaporkan kepada polisi sekiranya ada aktivitas di lingkungan yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan, terlebih dalam suasana menyambut bulan suci Ramadhan.

Polres Metro Jakarta Selatan Sita Ribuan Pasang Sepatu Nike Palsu

BREAKING NEWS: Polisi Sita Ribuan Pasang Sepatu Nike Palsu

Rabu, 25 Mei 2016 08:37 WIB
PUSKOMINFO - Kepolisian Resort Metro Jakarta Selatan berhasil membekuk dua orang berinisial J, 30 tahun dan S, 38 tahun, pedagang sepatu palsu di empat toko di kawasan Jakarta Selatan, Senin (24/5/2016). Keduanya diduga menjual sepatu palsu dengan menggunakan merek menyerupai sepatu ternama Nike.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol  Tubagus Ade Hidayat, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan dari pihak pemilik merek yang mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan. Mereka melapor merek sepatu tersebut diproduksi secara ilegal dan dijual di beberapa toko di kawasan Jakarta Selatan.
"Kemarin kami melakukan penyitaan terhadap  2.128 pasang sepatu di empat toko yang ada di Jakarta Selatan. Barang yang kami amankan ini menyerupai merek asli," kata Kapolres, Selasa (24/5/2016).
Kapolresta menambahkan, Menurut pengakuan dari tersangka, sepatu tersebut diperoleh dengan cara dibeli dari Guangzhou, China. Kemudian ribuan sepatu tersebut di bawa ke Indonesia dengan cara dikirimkan melalui jasa pengiriman ekspedisi.
"Barang ini tidak diproduksi Indonesia, tapi dari Guangzhou, China. Barang dikirim lewat jasa pengiriman lalu sampai di Indonesia baru dijual," ungkap Kapolres.
Selain itu, kedua tersangka sudah menjual sepatu ilegal itu hampir selama dua bulan di empat toko di kawasan Jakarta Selatan maupun melalui online. Mereka nekat menjual barang ilegal tersebut lantaran tergiur dengan omset yang cukup besar, mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.
"Penjual paham ini barang tiruan. Harganya relatif cukup jauh berbeda. Kalau yang asli bisa mencapai Rp1-3 juta, tapi ini dijual Rp300-800 ribu," ungkap Kapolres.
Atas perbuatannya tersebut, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 94 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2001 tentang merek dengan ancaman pidana penjara 1 tahun dan denda Rp.200 Juta.

Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Sita 1,5 Ton Ayam Kemasan Kedaluwarsa Hasil Curian

Rabu, 25 Mei 2016 08:24 WIB
PUSKOMINFO - Jajaran Subdirektorat III Sumber Daya Lingkungan (Subdit Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menyita 1,5 ton ayam beku kemasan kedaluwarsa dan menangkap penjual berinisial SA di kawasan perumahan di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu, 11 Mei 2016.

"Info awalnya adalah ayam tiren. Tapi, setelah didalami, kami amankan ayam beku ini dan setelah dilihat tidak ada tanggal kedaluwarsanya," kata Kepala Subdirektorat III Sumber Daya Lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Adi Vivid di Mapolda, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

AKBP Adi mengatakan SA sudah menjalankan bisnis ayam kemasan kedaluwarsa selama tiga tahun. Dari hasil pengembangan, SA membeli ayam kedaluwarsa tersebut dari seorang pria berinisial WL. Adi mengungkapkan, ayam kemasan tersebut merupakan hasil curian dari gudang milik PT CA di daerah Kosambi, Kabupaten Tangerang. Ayam kemasan tersebut dicuri WL bersama tiga rekannya: ED, UG, dan SR.

"Sekali mencuri bisa 1 ton lebih. Modusnya malam hari tidak ada penjaga. Lalu memakai kunci inggris untuk membuka kunci gudang dan troli untuk mengangkut hasil curian," ujarnya.

AKBP Adi menyebutkan pencurian yang dilakukan pelaku sangat rapi. Mur pada kunci gudang yang mereka lepas akan dipasang kembali. Bahkan, saat melakukan aksinya, mereka turut mematikan CCTV. Sebab, ED, UG, dan SR merupakan mantan kuli angkut di PT CA. Dengan demikian, mereka sudah mengetahui situasi dan letak CCTV gudang.

SA membeli ayam tersebut dari WL seharga Rp 18 ribu per kilogram. Kemudian ia menjualnya lagi kepada penjual makanan keliling dan perorangan seharga Rp 22 ribu per kilogram. Saat ini, polisi sedang mendalami kelengahan PT CA yang tidak mengetahui produknya sudah dicuri.

"Memang PT CA menerima ayam dari berbagai peternakan dan dibekukan lalu didistribusikan. Nanti didalami lagi, apakah yang kedaluwarsa disimpan jadi satu atau tidak," tutur AKBP Adi.

SA dijerat Pasal 140 juncto Pasal 86 ayat 2 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan atau Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 huruf a UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 4 miliar.

Sedangkan untuk tersangka WL, UG, SR, dan ED dikenakan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP juncto Pasal 480 KUHP, dengan ancaman 7 tahun penjara.

Komplotan Pencuri Mobil Rental Mengaku Artis Dibekuk Polresta Depok, Pengelola Rental yang Kehilangan Mobil Dapat Mengecek ke Polres

Rabu, 25 Mei 2016 08:01 WIB
PUSKOMINFO - Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok membekuk dua pelaku spesialis penggelapan mobil rental.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho menuturkan saat beraksi, dua pelaku kerap mengaku sebagai artis penyanyi jebolan KDI. Bahkan, untuk meyakinkan korban, tak jarang mereka menyebutkan bahwa mobil disewa untuk keperluan syuting film dan sinetron.

"Mereka mengaku artis dan penyanyi itu untuk meyakinkan korbannya," kata Kompol Teguh, Selasa (24/5/2016).

Kompol Teguh menuturkan dari tangan mereka disita 18 mobil dari berbagai rental mobil di Depok dan Bogor.

Kedua pelaku adalah JH, 28 tahun dan DA, 28 tahun. Keduanya warga Sukaraja, Bogor, Jawa Barat. Sementara satu orang rekan mereka yakni RZ, masih dalam pengejaran petugas.

Dari hasil penyelidikan sementara diketahui kelompok ini sudah 43 kali beraksi menggelapkan mobil rental dari tempat penyewaan mobil di Bogor dan Depok.

Kapolresta Depok, AKBP Harry Kurniawan menjelaskan modus kawanan ini adalah dengan menyewa mobil dari rental mobil selama 10 hari. "Mereka menyewa dua mobil dengan membayar Rp 3 Juta. Setelah mobil ditangan mereka, mobil digadaikan tanpa sepengetahuan pemiliknya," jelas Kapolres, Selasa (24/5/2016).

Kapolres mengungkapkan, terungkapnya kelompok ini setelah seorang pemilik rental di Bojonggede, Kabupaten Bogor, atas nama Farabi Anggriawan, melaporkan mobilnya yang digelapkan penyewasnya ke Polresta Depok.

Dari sana, kata Kapolres, pihaknya melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah informasi. "Dari hasil pengembangan kita bekuk dua pelaku," kata Kapolres.

Menurut Kapolres dari pengakuan keduanya mereka sudah melancarkan aksi ini selama hampir setahun dengan berhasil menggelapkan sedikitnya 43 mobil rental.

Atas perbuatannya, kata Harry keduanya akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. "Ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara," kata Kapolres.

Adapun ke-18 mobil yang disita polisi dan merupakan hasil kejahatan kelompok ini adalah:
1. Avanza (Silver), F 1058 HQ
2. Avanza (Silver). F 1039 EK
3. Avanza (Hitam), B 8537 UZ
4. Avanza (Putih), F 1337 DI
5. Sedan Vios (Silver), B 1250 YY
6. Xenia (Hitam), B 1562 KZT
7. Xenia (Silver), D 1807 ABN
8. Avanza (Putih), F 1631 KI
9. Xenia (Putih), Z 1673 AK
10. Avanza (Silver), F 189 AZ
11. Avanza (Silver), F 1552 EH
12. Avanza (Putih) B 1198 KZN
13. Xenia (Silver), F 1280 LV
14. Xenia (Hitam), B 1078 BRU
15. Xenia (Hitam), B 1108 UFN
16. Nissan X-Trail (Silver), B 8377 KF
17. Xenia (Merah Gelap Metalik), B 1959 SFL dan
18. Avanza (Hitam), F 1088 HN.

"Bagi para pengelola rental mobil yang merasa mobilnya pernah digelapkan bisa mendatangi Polresta Depok untuk mengambil kendaraan mereka. Syaratnya dengan membawa bukti kepemilikan kendaraan tersebut," imbau Kapolres.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 25 Mei 2016

Rabu, 25 Mei 2016 07:56 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu, 25 Mei 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Yamaha Cempaka Putih
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. 
SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

23 Mei 2016

April - Mei 2016, Polda Metro Jaya Ungkap 5 Jaringan Narkoba dan Sita 65 Kg Shabu

b_300_187_16777215_0___images_2016_narkoba_8.jpg
Barang bukti shabu sebanyak 65 kg yang disita Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya digelar di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/5/206). Shabu tersebut disita dari beberapa kelompok jaringan internasional dengan 11 tersangka terdiri dari 8 WNI dan 3 WN Korea. 

Senin, 23 Mei 2016 15:12 WIB
PUSKOMINFO -  Dalam tempo April hingga Mei 2016, Jajaran Direktorat Rserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap lima jaringan narkoba dan menangkap 11 tersangka terdiri dari 8 orang WNI dan 3 WN. Korea. Dari pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti Shabu seberat 65 kg dapat menyelamatkan 325.000 jiwa dari penyalahgunaan narkoba.

Adapun lima jaringan yang diungkap pertama kelompok Taiwan dengan barang bukti shabu 60 Kg. Kelompok ini ditangkap di Sun Plaza Serpong Tangerang Selatan pada Jum’at, tanggal 20 Mei 2016, berawal dengan ditangkapnya tiga WN Korea yakni CHJ alias Alin, LDC alias Achen dan CMT alia Acan dengan barang bukti 6 kg shabu.

Selanjutnya dilaksanakan pengembangan pada tanggal 22 Mei 2016 dan ditemukan satu orang tersangka lagi  atasnama S Als W, WNI dan ditemukan barang butki sebanyak 54 kg Shabu di perumahan Paramount Clusther Alicante, Serpong Tangerang Selatan. Sehingga total barang bukti dari kelompok Taiwan ini sebanyak 60 kg shabu.

Dari barang bukti narkoba jenis shabu yang disita dari kelompok ini diasumsikan dapat   menyelamatkan sekitar 300.000 jiwa dari bahaya narkoba.

Pengungkapan kedua yakni kelompok Aceh dengan barang bukti shabu seberat 646 gram. Tiga tersangka, Sud, MJ dan SB ditangkap di Bandara Soekarno Hatta pada Rabu, tanggal 18 Mei 2016 pukul 09.00 WIB. Ketiga tersangka menyelundupkan narkoba jenis Shabu dari negara Malaysia dengan cara Shabu yang telah dikemas dan dimasukkan kedalam Dubur.

Setiba dibandara Soetta dapat diketahui melalui pemeriksaan sinar X ray, kemudian dapat ditangkap 2 tersangka a.n Sud dan MJ, sedangkan tersangka SB berhasil lolos dari pemeriksaan dan beberapa saat kemudian tersangka dimaksud dapat ditangkap Bandara Halim Perdana Kusuma.

Selanjutnya dilakukan pengembangan ke Palembang dan berhasil ditangkap pemesan narkoba jenis shabu tersebut, an. SA

Pengungkapan ketiga, kelompok Jakarta dengan barang bukti 4 kg shabu. Pengungkapan berawal pada hari Sabtu tanggal 23 April 2016 sekira pukul 16.00 WIB, tersangka RR ditangkap di kawasan Bintaro dan ditemukan 0,5 kg shabu. 

Kemudian dikembangkan di kontrakannya dikawasan Jombang Ciputat dan dilakukan penggeledahan ditemukan 2 koper besar yang didalamnya berisi 3,5 Kg Shabu. Modus operandi yang digunakan tersangka shabu dibungkus dalam 4 bungkus teh Thailand.

Pengungkapan keempat yakni Kelompok Jakarta dengan barang bukti shabu  seberat 323,14 gram. 

Pada hari Kamis tanggal 20Mei 2016 sekira pukul 15.00 WIB, tersangka Fir ditangkap di kawasan Tomang Grogol Petamburan dan ditemukan 98,92 gram shabu. Kemudian dikembangkan di kontrakannya di kawasan Tomang Grogol Petamburan dan dilakukan penggeledahan ditemukan 224,22 gram shabu. 

Modus yang digunakan tersangka shabu dibungkus dalam plastik klip melalui transaksi HP.

Terakhir diungkap Kelompok Jakarta dengan barang bukti shabu 50 gram. Pada hari Selasa tanggal 10 Mei 2016 sekira jam 18.00 WIB, tersangka FA alias PETRIC ditangkap di Pom Bensin Jl. Daan Mogot Raya KM 10, Cengkareng Jakarta Barat dan ditemukan 50 gram shabu. Modus yang difgunakan tersangka yakni shabu dibungkus dalam plastik klip dalam tas.

Para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara maksimal hukuman mati,  Paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Hendak Jual Mobil Curian, DH Diringkus Polres Metro Jakarta Pusat

Senin, 23 Mei 2016 13:12 WIB
PUSKOMINFO - Kepala Sub Bagian Humas (Kasubbag Humas) Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno mengatakan, pihaknya berhasil menahan DH, 34 tahun di Sevel Apartemen Sudirman Park, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (22/5/2016) siang. DH ditahan karena hendak menjual mobil curian.

Kompol Suyatno menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika pihaknya mendapat informasi bahwa DH ingin menjual mobil Toyota Yaris seharga Rp 30 juta. "Kemudian dilakukan penyelidikan dan diduga kendaraan tersebut merupakan hasil curian," kata Kompol Suyatno kepada wartawan, Minggu (22/5/2016).

Pelaku pun dipancing dengan dalil akan membeli kendaraan tersebut. Alhasil saat tiba di TKP, pria asal Caringin, Bogor, Jawa Barat tersebut langsung diringkus Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat.

"Kalau STNK nya atas nama Asminawati, alamat di Persada Raya Blok E1 No.12A RT06/07 Gembor Periuk, Kota Tangerang," kata Kompol Suyatno.

Kompol Suyatno menambahkan, kini DH masih mengkuti proses pemeriksaan lanjut di Mapolres Metro Jakarta Pusat guna mengetahui modus maupun menelusuri sindikat yang terlibat dengannya selama melakukan aksi pencurian kendaraan roda empat.

"Sementara langkah yang diambil kita melakukan pengembangan dan memeriksa pelaku," pungkasnya.

Tepergok Curi Helm, Arif Tewas Dikeroyok Warga di Gambir

Senin, 23 Mei 2016 13:03 WIB
PUSKOMINFO - Arif Mahmudin, 19 tahun, tewas ditangan warga lantaran terpergok mencuri helm di Jalan Marabahan, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (23/5/2016) malam.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno menceritakan, Arif  terpergok telah mencuri helm di rumah Yana, 56 tahun. "Dia ketahuan sama pemilik rumah. Langsung ditegur sama Yana, tapi Arif ini malah kabur," ujar Kompol Suyatno ketika dikonfirmasi, Senin (23/5/2016).

Melihat Arif melarikan diri, Yana berteriak meminta tolong agar pelaku ditangkap. Namun sayangnya setelah pelaku berhasil ditangkap, warga malah menghakimi pelaku habis-habisan sehingga Arif tidak berdaya untuk berdiri lagi.

"Oleh warga langsung dibawa ke Polsek Metro Gambir. Namun karena sudah koma, dia dirujuk ke RS Tarakan," tambahnya.

Setelah dibawa ke rumah sakit, ternyata nyawa Arif tidak tertolong lagi lantaran mengalami pendarahan yang parah di bagian kepala.

"Dia meninggal dunia di rumah sakit karena mengalami pendarahan parah di kepalanya," ucap Kompol Suyatno.

Menanggapi hal tersebut, polisi menyayangkan adanya peristiwa penganiyayaan ini. Warga diminta untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkan pelaku kejahatan kepada polisi untuk diproses secara hukum.

"Jika ada pelaku kejahatan wajib ditangkap dan diserahkan ke polisi. Nanti kami akan proses secara benar melalui prosedur yang manusiawi dan sesuai dengan undang-undang," pungkasnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin 23 Mei 2016

Senin, 23 Mei 2016 08:31 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin, 23 Mei 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Yamaha Cempaka Putih
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pos Pol Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. 
SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

Operasi Pekat Polsek Metro Pesanggrahan Amankan 2 Pedagang Miras Oplosan

Senin, 23 Mei 2016 08:24 WIB
PUSKOMINFO - Polisi mengamankan 21 botol miras oplosan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Miras oplosan itu terjaring dalam operasi Pekat Jaya yang digelar Polsek Metro Pesanggrahan untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Kapolsek Metro Pesanggrahan Kompol Afroni Sugiarto mengatakan miras oplosan itu dirazia di Jalan Ciledug Raya, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (21/5/2016) sekira pukul 20.20 WIB.

Dari 21 botol, 15 botol masih terisi miras oplosan, 6 botol yang sudah terjual dan lainnya. "Peredaran miras oplosan tersebut dijual sudah 6 bulan lamanya," kata Kapolsek kepada wartawan, Minggu (22/5/2016).

Kapolsek menjelaskan, dua pelaku yang merupakan penjual miras oplosan diamankan. Keduanya yakni SM, 54 tahun dan JS, 47 tahun. Ditambahkannya, pelaku meracik miras oplosan dengan air mineral dicampur 50 persen alkohol, yang kemudian ditambah dengan minuman kemasan dan minuman energi.

"Harga per kantong plastik dijual seharga Rp 20.000," ujarnya.

Miras oplosan itu dijual dengan menyasar konsumen seperti kuli bangunan, anak parkiran, anak punk jalanan dan sopir angkot. Pelaku tidak hanya menjual di daerah Pesanggerahan, tapi juga ke sejumlah wilayah di Jakarta Selatan hingga Tangerang Selatan.

Operasi Cipkon, Polsek Metro Senen Amankan 17 Orang

Operasi Cipkon, Polsek Senen Amankan 17 Orang
Senin, 23 Mei 2016 08:18 WIB
PUSKOMINFO - Polsek Metro Senen berhasil mengamankan 17 orang dalam operasi cipta kondisi (Cipkon) yang dilakukan di Taman HKSN, GOR Senen, pada Minggu (22/5/2016).

Kapolsek Metro Senen, Kompol Kasmono mengatakan operasi ini dilakukan dari pukul 23:00 sampai 01:30 WIB dengan sasaran sejumlah kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan, senjata tajam, minuman keras, serta narkotika.

"Ada 17 orang yang berhasil diamankan dan tidak memiliki identitas," kata Kapolsek.

Menurut Kapolsek, saat proses razia satu dari 17 orang diketahui membawa senjata tajam jenis belati dan saat ini sedang mengikuti proses pemeriksaan lanjut oleh pihak reserse."Kalau 16 orangnya kita serahkan ke dinsos (dinas sosial) untuk dibawa ke panti agar dibina," pungkasnya.

Edarkan Shabu, Pasutri Ditangkap Polsek Metro Pesanggrahan

Senin, 23 Mei 2016 08:00 WIB
PUSKOMINFO - Pasangan suami istri (pasutri) bernama Benny C, 43 tahun, dan Eka M, 35 tahun diringkus petugas Polsek Metro Pesanggrahan lantaran mengedarkan narotika jenis shabu di wilayah Jakarta Selatan. Pasutri itu mengaku baru dua minggu berjualan barang haram tersebut.

"Kami lantas menangkap pasutri itu di kos-kosannya saat berpura-pura hendak membeli barang haram itu dari keduanya," kata Kapolsek Metro Pesanggrahan Kompol Afroni Sugiarto di Jakarta, Minggu (22/5/2016).

Saat meringkus pasutri itu, kata Kapolsek, polisi menemukan barang bukti enam bungkus sabu seberat 3,12 gram.

Pada polisi, keduanya mengaku mengedarkan narkoba itu lantaran membutuhkan uang untuk keperluan bakal calon anaknya nanti. Apalagi, pelaku yang bernama Benny itu hanya seorang sopir bajaj yang tak bisa mencukupi kebutuhan keduanya.

 "Awalnya mereka hanya memakai, karena tergiur akhirnya mereka menjual juga. Pasutri itu mengaku baru dua minggu jualan shabu," tuturnya.

 Kini, tambah Kapolsek, pasutri itu sudah mendekam di penjara dan dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun penjara.