30 Mei 2016

Idap Penyakit Tumor, Wartawan TV Swasta Tewas di Rumah Kontrakan di Bekasi

Senin, 30 Mei 2016 12:24 WIB
PUSKOMINFO - Seorang wartawan dari stasiun televisi swasta ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Kampung Kaliabang Bahagia RT 02/04, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, Senin (30/5/2016) pagi sekira pukul 10:00 WIB.

Korban bernama Herdi Gustian, 30 tahun, tewas diduga akibat mengidap penyakit tumor di kepalanya.

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Evi Fatna mengatakan, kasus ini terungkap saat tetangga korban, Joko, mencium aroma tidak sedap dari depan pintu korban. Saat itu, saksi tersebut melaporkan hal ini ke pemilik kontrakan bernama H. Yasin, 50 tahun.

"Pemilik kontrakan dibantu Ketua RW setempat bernama Ahmad Husen lalu membuka paksa pintu dengan mendobraknya," kata Iptu Evi, Senin (30/5/2016) siang. Setelah pintu terbuka, lanjut Iptu Evi, keduanya terkejut mendapati korban telah tertelungkup di kamar mandi tanpa busana. Melihat kejadian itu, keduanya melaporkan hal ini ke anggota Polsek Medansatria untuk didalami.

Berbekal laporan itu, penyidik mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan menginterogasi saksi di sekitar termasuk kerabat korban. Dari pemeriksaan itu, terungkap bahwa korban memiliki riwayat penyakit tumor dan sudah tiga kali menjalani operasi pengangkatan tumornya.

"Informasi dari sepupu korban, Yopi bahwa korban menderita tumor sejak lama," ungkap Iptu Evi.

Iptu Evi menambahkan, tetangga korban juga menyebut bahwa Herdi sudah beberapa hari ini tak keluar rumah. Biasanya, kata dia, Herdi selalu keluar rumah untuk pergi bekerja atau sekadar beli makanan. "Korban sudah beberapa bulan tinggal di sana dan seorang diri," kata Iptu Evi.

Iptu Evi melanjutkan, kini jenazah telah dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk divisum luar. Pihak keluarga berencana akan membawa korban ke kampung halamannya di Kabupaten Garut, Jawa Barat untuk segera dikebumikan. "Pihak keluarga harus membuat surat pernyataan yang berisi penolakan untuk mengotopsi jenazah korban," jelas Iptu Evi.

1 komentar: