10 Mei 2016

Polres Metro Jakarta Timur Ringkus Perampok Modus Gembos Ban

Perampok Gembos Ban Ditembak Saat Kejar-kejaran Lawan Polisi
Tersangka MH, salah satu perampok modus gembos ban yang ditembak Resmob Polres Metro Jakarta Timur

Selasa, 10 Mei 2016 14:16 WIB
PUSKOMINFO - Anggota Satuan Reserse Mobile (Sat Resmob) Polres Metro Jakarta Timur berhasil meringkus kawanan perampok modus gembos ban. Dua pelaku berhasil diringkus setelah terlibat aksi kejar-kejaran dengan polisi usai beraksi di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur.

Tak hanya kejar-kejaran, polisi juga sempat beberapa kali menembakan senjata api ke udara dengan harapan pelaku menghentikan laju kendaraanya. Namun, hal itu tidak dihiraukan pelaku, hingga akhirnya, moncong senjata pun diarahkan ke salah satu pelaku.

"Kami terus kejar, kita berikan tembakan peringatan tapi dia enggak menghiraukan. Akhirnya terpaksa kita lakukan tindakan tegas yang terukur," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Nasriadi kepada wartawan, Selasa (10/5/2016).

AKBP Nasriadi menceritakan, pengejaran perampok modus gembos ban itu, berawal saat seorang pengemudi mobil minibus berteriak minta tolong, karena baru saja dirampok pelaku. Kebetulan di dekat lokasi, ada sejumlah anggota Resmob Polres Metro Jakarta Timur.

Mendengar teriakan minta tolong korban, anggota Resmob pun berusaha menangkap pelaku. "Saat itu seorang pengendara yang mengendarai minibus mengalami gembos ban dan mengganti ban mobilnya di pinggir jalan. Saat korban mengganti ban, pelaku langsung masuk dengan cepat dan mengambil barang bawaan korban," kata AKBP Nasriadi.

Di lokasi kejar mengejar dan penembakan, petugas mengamankan dua pelaku, yakni berinisial  MH dan DS. MH diamankan dalam kondisi terluka di kaki akibat tertembak.

Beberapa jam kemudian, petugas mengamankan DW, pria itu diamankan karena selama ini menampung alias penadah barang-barang hasil perampokan modus gembos ban.

Petugas juga mengamankan barang bukti hasil perampokan gembos ban berupa, komputer jinjing alias laptop.

Atas perbuatannya, dua pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Sedangkan untuk penadah dikenai pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

1 komentar: