17 Mei 2016

Polresta Bekasi Bekuk Dua pengedar Uang Palsu di Tambun

Kapplresta Bekasi Kombes Pol M Awal Chairudin saat menunjukkan uang palsu yang diedarkan pelaku.(lina)
Kapolresta Bekasi, Kombes Pol M. Awal Chairudin menunjukkan barang bukti uang palsu.

Selasa, 17 Mei 2016 07:38 WIB
PUSKOMINFO - Dua pengedar uang palsu di daerah Tambun diringkus jajaran Polresta Bekasi. Dua pengedar berinisial SS dan D dibekuk setelah adanya laporan dari pedagang yang mendapatkan uang palsu pecahan seratus ribu rupiah dari tersangka.

Kapolresta Bekasi, Kombes Pol M Awal Chairudin mengatakan penangkapan terhadap kedua pelaku bermula ketika seorang pedagang mengaku mendapatkan uang palsu pecahan seratus ribuan dari tersangka dengan inisial ‘D’.

D kemudian ditangkap di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan.

“Pedagang ini melaporkan kepada kami dengan ciri-ciri pelakunya. Akhirnya kita intai pelaku ternyata sedang ada di Grand Wisata. Pelaku ketika ditangkap sedang menemui rekannya, SS,” jelas Kapolres kepada wartawan, Senin (16/5/2016).

Menurut Kapolres, dari D, polisi mengamankan uang palsu dalam bentuk beberapa lembar. D mengakui memperoleh uang palsu itu dari SS, yang dibelinya dengan perbandingan 1:4 ( Rp 100 ribu uang asli bisa beli Rp 400 ribu uang palsu).

Selain itu pihaknya mengamankan selembar amplop airmail.Total barang bukti upal ini 186 lembar. Dalam bentuk 9 lembar upal pecahan 100 ribu, dan 177 lembar upal pecahan 50 ribu atau sebanyak Rp 9.750.000.

“Jadi pelaku ini membeli uang palsunya Rp 2 juta, dan mendapatkan uang palsunya senilai Rp 10 juta,” ungkapnya.

Saat ini, kata Kapolres, kedua pelaku masih dalam tahap pemeriksaan. Sebab dia menduga pelaku SS merupakan salah satu anggota komplotan besar pengedar uang palsu.

“Jadi SS masih kita periksa lebih dalam. SS dan D terancam pasal 36 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011, tentang Mata Uang, Sub Pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara,” pungkas Kapolres.

1 komentar: