10 Mei 2016

Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro jaya Tangkap Pencuri Bandwidth Telkom

Selasa, 10 Mei 2016 08:10 WIB
PUSKOMINFO - Tim Sub Direktorat IV Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil menangkap 9 orang pelaku tindak pidana pencurian pita lebar internet milik PT Telkom.

"Kami melakukan penyelidikan pada 28 Maret. Tim Subdit Cyber Crime bekerja sama dengan Telkom, dalam 21 hari bisa menangkap 9 tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Mujiyono saat menggelar jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (9/5/2016).


Sembilan tersangka adalah RH, AK, KA, YP, EJ, AB, AFW, AB, dan SPB. Mereka ditangkap di beberapa lokasi terpisah, yaitu 3 orang di Medan, 1 orang di Tanjung Pinang, 1 di Jakarta, dan 4 di Bandung. 

Dari hasil penangkapan, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 9 buah kartu tanda penduduk, 12 buku rekening BCA atas nama KA, 6 buah laptop, 11 telepon genggam, 27 kartu ATM, 1 bendel dokumen, 3 perangkat CPU, 1 flashdisk, 1 modem, 3 kartu identitas Telkom akses, 1 kartu outsourcing Telkom, dan buku agenda pembukuan uang masuk-keluar.

Kombes Pol Mujiyono mengungkapkan, 9 tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. "Pelaku orang sipil, di luar Telkom ada 5 orang. Mereka memasang iklan jasa upgrade bandwidth di media sosial menggunakan logo dan mengatasnamakan Telkom, padahal bukan," katanya.

Kombes Pol Mujiyono mengatakan, modus yang dilakukan pihak eksternal tersebut selanjutnya menghubungi para pelanggan Telkom. Mereka meyakinkan pelanggan bahwa kegiatan usahanya legal dan bekerja sama dengan Telkom. Setelah berhasil menghubungi pelanggan, Mujiyono melanjutkan, mereka minta bantuan pada pihak internal Telkom, dalam hal ini pekerja outsourcing, agar melakukan perubahan terhadap profil dan jaringan layanan. Sehingga pelanggan bisa menikmati layanan bandwidth Telkom secara ilegal.

Atas kejadian itu, PT Telkom mengalami kerugian yang sementara diperkirakan sebesar Rp 15 miliar pada 2015. 

1 komentar: