30 Juni 2016

Tersangkut Kabel Proyek, Pengendara Sepeda Motor Terjatuh dan Tewas

Kamis, 30 Juni 2016 14:25 WIB
PUSKOMINFO - Sugeng Widodo, 29 tahun, tewas terjatuh dari sepeda motor akibat tersangkut kabel proyek yang terjuntai saat melintas di jembatan layang atau fly over Pasar Kebayoran Lama arah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Kamis (30/6/2016) pagi.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta mengatakan, kecelakaan maut tersebut terjadi Kamis (30/6/2016) sekira pukul 07.30 WIB tadi. Korban yang merupakan warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu melaju dari arah Ciledug menuju Kebayoran Baru.

“Korban menggunakan motor Pulsar nopol B 3964 BXS‎. Diduga korban tersangkut kabel‎ lampu proyek PP,” ujar Kompol Purwanta kepada wartawan, Kamis (30/6/2016).

Berdasarkan keterangan saksi, kata Kompol Purwanta, korban melintas di fly over Pasar Kebayoran Lama atau tepatnya di bawah proyek pembangunan jalan layang Transjakarta Ciledug-Tendean. Saat itu korban menabrak kabel yang terjuntai dari proyek jalan layang. Korban terjatuh dan langsung meninggal di tempat.

“Korban tewas akibat luka di kepala. ‎Korban masih mengenakan helm, tapi pecah karena terbentur keras di aspal. Pas jatuh, kondisi helm masih terpakai,” katanya.

‎‎Kini kasus tersebut masih ditangani aparat Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi telah menyita barang bukti berupa kabel dan akan memeriksa penanggung jawab proyek.

“Jenazah korban saat ini sudah dibawa ke RS Fatmawati untuk keperluan visum,” pungkasnya.

Polisi Pastikan Mayat Wanita di Apartemen Belleza Tidak Dimutilasi

Wanita Dimutilasi Disimpan di Kamar Mandi Apartemen Balleza

Kamis, 30 Juni 2016 12:03 WIB
PUSKOMINFO - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Eko Hadi Santoso memastikan wanita yang ditemukan tewas di depan wastafel dalam kamar mandi lantai 23 A LV 6 Apartemen Belezza Permata Hijau, Jalan Letjen Soepeno, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan adalah korban pembunuhan, namun tidak disertai mutilasi 

"Iya dugaan dibunuh, tapi dipastikan tidak ada tanda-tanda mutilasi saat kita lakukan pengecekan," ujar AKBP Eko Hadi, Kamis (30/6/2016).

AKBP Eko merinci beberapa ciri-ciri yang ditemukan di tubuh korban saat proses identifikasi ‎yang diduga kuat korban adalah seorang pembantu rumah tangga (PRT).

"Itu inisialnya JN, usia berkisar 17 sampai 40 tahun, tidak hamil, tapi ada luka memar pada leher korban," ungkapnya. Sebelumnya diketahui sesosok mayat wanita tanpa identitas pada Rabu 29 Juni 2016, sekira pukul 11.30 WIB‎, ditemukan dalam keadaan membusuk dan hancur karena diduga tewas sudah lebih dari seminggu.

Muncul dugaaan bahwa wanita tersebut adalah korban mutilasi karena ketika pertama kali ditemukan dalam keadaan hancur serta terlihat tulang belulangnya. Tapi, dugaan mutilasi tersebut dibantah oleh polisi yang telah melakukan‎ proses identifikasi.

Gara-gara Tidak Dibelikan Sepeda Motor, Pelajar 17 Tahun Nekat Gantung Diri di Kamarnya di Bekasi Timur

Polisi memeriksa lokasi ditemukannya siswa SMA yang nekat gantung diri. (Saban)
Polisi memeriksa lokasi ditemukannya MBD, pelajar 17 tahun, yang nekat gantung diri.

Kamis, 30 Juni 2016 11:35 WIB
PUSKOMINFO - Pelajar berinisial MBD, 17 tahun, nekat gantung diri di kediamannya Jl Margahayu 3, Kelurahan Margahayu. Bekasi Timur, Rabu (29/6/2016) malam. Menurut keterangan ayah korban, Saluri, 41 tahun, korban melakukan gantung diri karena permintaan dibelikan sepeda motor tak kunjung terlaksana.

Menurut Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Evi Fatna, pihaknya menerima laporan korban gantung diri pada pukul 20.30 WIB, semalam. Setelah menerima laporan tersebut kemudian anggota meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Margahayu III Nomor 3, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Korban ditemukan pertama kali oleh orangtuanya dengan kondisi telah menggantung. Tubuh korban ditemukan di kamar lantai dua," ujar Iptu Evi Fatna, Kamis (30/6/2016).

Iptu Evi menjelaskan, awalnya Saluri, yang kesehariannya sebagai pedagang di Pasar Baru-Bekasi Timur, baru pulang berjualan dan hendak menemui korban. Tepat di lantai dua, lampu kamar korban dalam keadaan menyala dan melihat korban telah mengantung di kayu atap rumah.

"Leher korban terjerat tali tambang plastik warna kuning tersambung dengan tali tambang benang tebal yang diikat di atap rumah," katanya.

Saluri kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk menurunkan anaknya. Setelah diperiksa korban sudah tidak bergerak namun suhu badan masih hangat.

"Sebelumnya, korban meminta untuk dibelikan sepeda motor namun belum terlaksana oleh ayah korban," katanya.

Pihak keluarga menolak dilakukaan visum terhadap putranya ini dan telah membuat pernyataan yang disaksikan Ketua RT dan RW setempat.

Ini Dugaan Polisi Soal Identitas Mayat Wanita Dimutilasi

Wanita Dimutilasi Disimpan di Kamar Mandi Apartemen Balleza
Kamis, 30 Juni 2016 11:20 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polres Metro Jakarta Selatan menduga, sesosok mayat perempuan yang ditemukan di depan wastafel dalam kamar mandi lantai 23 A LV 6 Apartemen Belezza Permata Hijau, Jalan Letjen Soepeno, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan adalah seorang pembantu berinisial JN, 25 tahun. Pasalnya, identifikasi sementara korban, mirip dengan ciri-ciri mayat yang ditemukan di apartemen mewah tersebut dengan mengenakan baju kuning.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Eko Hadi mengatakan, JN pernah dilaporkan hilang oleh majikannya di apartemen tersebut pada Minggu, (5/6/2016) lalu. Ia pergi meninggalkan unit apartemen majikannya dengan membawa sebuah ponsel dan dompet.

“Kami menemukan sebuah sandal wanita di TKP dan nanti akan dicocokkan ke majikannya apakah betul itu milik JN atau bukan,” kata AKBP Eko saat dihubungi, Kamis (30/6/2016).

Jasad korban ditemukan pada Rabu (29/6/2016) sekira pukul 11.30 WIB, dalam kondisi membusuk di kantong plastik dan ditutupi seprei. Saat ditemukan jasadnya sudah mengeluarkan bau menyengat.

Polres Metro Jakarta Barat Berhasil Tangkap Bandar Ecstasy di Tamansari

Kamis, 30 Juni 2016 09:43 WIB
PUSKOMINFO - Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan seorang bandar narkoba jenis ecstasy berinisial LE, 30 tahun, di kosannya bilangan Tamansari, Jakarta Barat.

Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Suhermanto mengatakan pelaku ditangkap petugas karena kedapatan memiliki 35 butir ecstasy seberat 10 gram dan sabu seberat 0,99 gram yang disimpan di lemari bajunya.

"Saat ditangkap tidak ada perlawanan darinya, namun LE merupakan DPO kita yang cukup licin, selama ini LE sering berkeliaran di tempat-tempat hiburan malam wilayah Tamansari guna mengedarkan inex miliknya," kata AKBP Suhermanto di Jakarta, Rabu, (29/6/2016).

AKBP Suhermanto menambahkan dengan tertangkapnya pelaku diharapkan akan mendapatkan jaringan yang lebih besar lagi. "Semoga saja setelah tertangkapnya LE, kami bisa menangkap jaringan yang lebih besar lagi," ujarnya.

LE harus mendekam di Mapolres Jakarta Barat guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat dengan pasal 114 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 6 tahun penjara.

Polda Metro Kerahkan 6 Ribu Personel Amankan Idul Fitri 2016

Polri dan Instansi Terkait Gelar Apel Pasukan Operasi Ramadniya Jaya 2016
Kamis, 30 Juni 2016 09:19 WIB
PUSKOMINFO - Sebanyak 1.966 aparat gabungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Polri, dan TNI menggelar apel gelar pasukan di lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kamis (30/6/2016) pagi.

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengikuti apel tersebut.

Apel gelar pasukan ini merupakan bagian dari persiapan Operasi Ramadniya Jaya 2016 yang akan berlangsung selama 16 hari sejak 30 Juni hingga 15 Juli 2016.

Ribuan Personel Polri Siaga di Operasi Ramadniya

Kapolri selaku Inspektur Upacara tersebut mengatakan apel ini untuk mengecek kesiapan pasukan pengamanan.

Tujuan operasi untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan hari raya lebaran.

"Peningkatan mobilitas masyarakat harus dikelola secara baik agar tidak terjadi gangguan kamseltibcar lantas (keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas)," tutur Kapolri saat memimpin upacara, Kamis (30/6/2016).

Kapolri menjelaskan, mudik merupakan tradisi masyarakat Indonesia. Tradisi ini akan menyebabkan mobilisasi masyarakat besar-besaran. Untuk itu sudah menjadi tugas Polri dan instansi terkait untuk melakukan upaya pencegahan.

Selama Operasi Ramadniya tersebut, kata Kapolri, setidaknya 158.402 personel gabungan akan diterjunkan. Mereka akan disebar di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah-daerah yang rawan dengan potensi kemacetan dan tindak kriminal.

"Kegiatan ini mempunyai implikasi terhadap arus pergerakan orang dan barang serta mobilitas transaksi di seluruh tanah air. Peningkatan ini harus dikelola baik agar tidak jadi masalah kamtibmas baik menjelang atau saat Hari Raya," tambahnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan Polda Metro Jaya mengerahkan 6 ribu personel untuk kegiatan Operasi Ramadniya Jaya 2016, operasi khusus menjelang mengamankan kegiatan mudik lebaran dan Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Seluruh personel akan ditempatkan di sejumlah objek sasaran pengamanan.

"Personel yang dilibatkan itu Satgasda sebanyak 2.889 personel, Satgasres 3.450 personel, TNI sebanyak 90 personel, Pemda DKI 455 personel dan Jasa Marga 100 personel. Sehingga total kekuatan 6.984 personel," jelas Kabid Humas.

Adapun, yang menjadi sasaran pengamanan seperti kegiatan mudik lebaran, kegiatan ibadah salat Ied, kegiatan arus balik lebaran, tempat pariwisata dan pusat-pusat perbelanjaan. "Tujuan operasi adalah terjaminnya keamanan dan keselamatan masyarakat dalam merayakan Idul Fitri yang meliputi kegiatan ibadah, mobilitas angkutan manusia dan barang serta kegiatan lain yang menyertai baik di terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, pertokoan, keramaian masyarakat dan lainnya," tambahnya.

Dalam operasi kemanusiaan ini, polisi berupaya mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas seperti peningkatan arus lalu lintas, perubahan cuaca, kelompok atau jaringan teroris dan kamseltibcar lantas.

"Kemudian ambang gangguan seperti kebut-kebutan, sahur on the road, sweeping, tawuran, dan lainnya," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Polda Metro Jaya dalam operasi ini juga mengantisipasi gangguan nyata seperti teror bom, curanmor, curas, rumsong, kecelakaan lalu lintas dan lainnya.

Polsek Metro Koja Bekuk Pencuri Modus Pecah Kaca Mobil

Disuruh Istri Beli Susu, Pria Ini Nekat Jadi Maling
Kamis, 30 Juni 2016 09:06 WIB
PUSKOMINFO - Fery Ardiansyah, 25 tahun, dibekuk Unit Reskrim Polsek Metro Koja lantaran melakukan tindak pidana percobaan pencurian dengan kekerasan, di Jalan Dukuh Barat RT 12/02, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, Rabu (29/6/2016). Namun, satu rekannya yang diketahui bernama David berhasil kabur dari kejaran polisi.

Peristiwa berawal saat tersangka bersama rekannya yang sekarang masuk list DPO tersebut, berupaya mencari sasaran mobil terparkir. Bermodal sepeda motor dan obeng, kedua pelaku ini pun melihat sebuah mobil Toyota Yaris di depan rumah warga.

Selanjutnya, kedua tersangka pun turun dan mendekati kendaraan roda empat tersebut. Alat sederhana seperti senter, dan obeng berbalut karet hitam pada gagangnya untuk mencongkel kaca mobil, tak membuat kedua tersangka kesulitan dalam melakukan aksinya.

"Mobil dalam kondisi berhenti di depan rumah. Pemilik mobil, yakni Musa Ogi Dharma (35), warga asal Perum Taman Blok C-5 nomor 11, RT 007/16, Bekasi Jaya, Bekasi, Jawa Barat, tengah tertidur lelap Rabu dini hari," ujar Kapolsek Metro Koja, Kompol Supriyanto kepada wartawan saat menggelar rilis di halaman Kantor Polsek Metro Koja, Rabu (29/6/2016).

Obeng yang digunakan salah satu tersangka untuk memaksa mencongkel kaca mobil ternyata membuat kaca pecah. Kaca yang sudah dalam kondisi pecah itu pun didorong ke dalam, dan kedua tersangka mulai mengacak-acak isi mobil.

"Alarm ini ternyata tak berfungsi, hanya lampunya saja yang terus menerus berkedip. Kedua tersangka pun terburu-buru mengaduk-ngaduk isi dalam mobil. Mereka hanya menemukan sebuah tas, dan langsung mengambilnya dengan cepat lalu berniat langsung melarikan diri," jelas Kapolsek.

Tak lama kemudian, pemilik mobil pun sadar karena terangnya kedipan lampu berkali-kali dari mobil menembus kaca kamar tidur, mencoba membuka pintu utama rumah tersebut dan meneriaki kedua tersangka.

"Aksi tersangka pun terhenti akibat ditangkap oleh korban. Rekan korban, mencoba mengejar pelaku lainnya (David) yang kini masih DPO. Saat diperiksa, isi tas milik Musa ini hanya satu lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) Yamaha Mio M3 merah muda B4122FDX," ujar Kapolsek.

Kejadian ini pun mengundang warga sekitar, dan Fery pun yang merupakan warga di Kawasan Koja ini hampir menjadi bulan-bulanan warga serta korban.

"Pengakuan pelaku, baru sekali melakukan aksi tersebut bersama rekannya. Alasan sementara melakukan ini hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Kapolsek.

Polres Metro Jakarta Timur Tangkap Dua Pengamen Sadis yang Merampok Pengendara Mobil dari Lampung

Kamis, 30 Juni 2016 08:40 WIB
PUSKOMINFO - Dua pengamen sadis berhasil ditangkap petugas Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur pada Rabu (29/6/2016) malam. Dua pengamen bernama Suradi, 37 tahun dan Nursidik, 32 tahun, adalah pelaku penusukan dan perampokan terhadap pengendara mobil yang meminta penunjuk arah jalan.

Saat kejadian, korban bernama Sadio, 50 tahun, yang mengendarai mobil bersama isteri dan anak perempuannya dalam perjalanan dari Lampung menuju Semarang. Ia kesasar hingga sampai Cawang Interchange, Jakarta Timur.

Melihat dua pengamen itu, Sadio menanyakan arah jalan masuk tol Cikampek. Ia mengajak keduanya masuk mobil untuk menunjukkan arah karena tak ingin tersesat lagi. Dalam pemeriksaan terungkap, pengamen itu mengarahkan mobil Sadio menuju Tomang, Jakarta Barat. Setelah masuk tol, kedua pengamen itu pun turun. Namun Suradi merampas tas milik istri korban yang didalamnya ada HP dan uang Rp2 juta.

Kaget, Sadio beraksi mempertahankan hartanya. Namun, Nursidik yang telah mengantongi pisau langsung menghunuskan senjata tajam itu ke ulu hati korban. Sadio yang ditikam di uluhati tewas setelah mendapat pertolongan di RS Persahabatan.

Petugas Polres Metro Jakarta Timur yang mendapat laporan cepat bergerak dan dalam tempo kurang dari 24 jam kedua pelaku berhasil ditangkap. Dipimpin Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana Marpaung, keduanya ditangkap Rabu (29/6/2016) sekira pukul 23:00 WIB di tempat persembunyiannya di Jalan Mayor Oking, Cibinong, Bogor.

Dari kedua pelaku disita HP milik korban sebagai barang bukti. Sedang uang Rp2 juta yang dirampas dari korban nyaris habis, tinggal bersisa Rp234 ribu saja.

Kini kedua pelaku masih menjalani proses penyidikan di Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur.

Potongan Tubuh Wanita Ditemukan di Dekat Wastafel Apartemen Belezza

Wanita Dimutilasi Disimpan di Kamar Mandi Apartemen Balleza
Kamis, 30 Juni 2016 08:25 WIB
PUSKOMINFO - Potongan tubuh manusia ditemukan di depan wastafel dalam kamar mandi lantai 23 A LV 6 Apartemen Belezza Permata Hijau, Jalan Letjen Soepeno, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu 29 Juni 2016 sekira pukul 17.00 WIB. Polisi menduga potongan yang ditemukan adalah bagian tubuh seorang perempuan. 

Polisi menduga potongan tubuh itu merupakan korban pembunuhan. "Diduga korban dibunuh," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono kepada wartawan, Rabu (29/6/2016).


Kabid Humas menuturkan, potongan tubuh itu ditemukan terbungkus plastik hitam dan kain tirai warna krem oleh Isroji, pembantu apartemen. Majikan apartemen, Yulius Sukur meminta Isroji membersihkan kamar, tempat lokasi penemuan potongan tubuh itu. Isroji kemudian menuju lantai atas dan langsung membuka pintu. 

Istroji mencium bau menyengat begitu pintu terbuka. Istroji segera menelusuri asal bau itu. Rupanya bau berasal dari kamar mandi. Di sana, tergeletak potongan tubuh yang dibungkus plastik warna hitam dan korden warna krem di depan wastafel. 

"Pada awal bulan Mei 2016 saksi juga datang ke TKP melakukan bersih-bersih, namun tidak terjadi apa-apa," kata Kabid Humas.

Ia menduga korban merupakan korban pembunuhan. Belum ditemukan bukti yang menunjukkan siapa identitas korban. Hingga kini, pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan masih menyelidiki kasus tersebut.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis 30 Juni 2016

Kamis, 30 Juni 2016 08:20 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis, 30 Juni 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Yamaha Cempaka Putih
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. 
SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

29 Juni 2016

Polres Tangsel Bongkar Praktik Pengoplosan Gas di Ciputat

Rabu, 29 Juni 2016 14:28 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah gudang yang dijadikan tempat mengoplos tabung gas 3 kg ke tabung 12 kg di Jalan Aria Putra no 26, RT04/04, Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel, digerebek Unit Krimsus Satreskim Polres Tangsel, Selasa (28/6/2016) sekira pukul 15.00 WIB.

Dari penggerebekan tersebut petugas mengamankan satu tersangka bernama Nur Abdullah, 56 tahun, dan 7 anak buahnya serta ribuan tabung gas oplosan.

Kasubbag Humas Polres Tangsel AKP Mansuri mengatakan, pengungkapan tersebut berawal penyelidikan petugas terkait gudang yang disinyalir dijadikan tempat pengoplosan tabung gas bersubsidi ukuran 3 Kg ke ukuran 12 kg.

"Kemudian di lakukan upaya penggeledahan gudang tersebut dan petugas mendapati 7 orang karyawan sedang melakukan proses mengambil isi tabung gas bersubsidi isi 3 Kg dipindahkan ke tabung gas isi 12 kg non subsisidi dengan menggunakan alat regulator yang didinginkan dengan potongan es balok," katanya, Rabu (29/6/2016).

Selanjutnya pemilik gudang atas nama Nur Abdullah berikut 7 orang karyawan dibawa ke Polres Tangsel guna pengusutan lebih lanjut. Petugas juga menyita barang bukti berupa  5.000 tabung gas bersubsidi isi 3 Kg, 300 tabung gas ukuran isi 12 Kg, 25 set alat regulator, 25 batang es balok, 1 alat freezer pembuat es balok dan 3 unit mobil pick up.

"Pelaku diancam Pasal 32 ayat 2 UU RI no 2/1981 tentang metrologi legal dan atau Pasal 62 ayat 1 UU RI no 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," ujar AKP Mansuri.

Diduga Stres, Pemuda di Palmerah Tewas Gantung Diri

Rabu, 29 Juni 2016 13;57 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pria bernama Roshid, 29 tahun, ditemukan tewas tergantung di kosan milik orangtuanya di Jalan Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat. Almarhum diduga kuat tewas bunuh diri.

Jenazah Roshid pertamakali ditemukan oleh ibunya, Rosida, 52 tahun. Saat itu, Roshid baru saja pulang ke kosan sekira pukul 01.00 WIB. Keesokannya korban mengurung diri di kamar dan malamnya ditemukan tewas tergantung di kamarnya.

"Korban ditemukan oleh saksi di tempat kos ibunya di TKP dalam posisi tergantung di tembok menghadap ke arah tempat tidur dalam kos," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Palmerah, AKP Poltar L Gaol, Rabu (29/6/2016).

Setelah menemukan anaknya tergantung, Rosida langsung memberitahukan ayahnya. Kedua orangtua kemudian berusaha melepaskan jeratan kabel di leher Roshid yang tergantung dan memanggil bidan setempat. Namun, saat dicek nadinya sudah berhenti berdetak.

"Di sekitar sana kebetulan ada bidan, pas mau dibantu korban sudah meninggal dunia," ujarnya.

Polisi yang turun ke lokasi kemudian menemukan bekas lilitan kabel di leher Roshid dan membawa mayatnya ke rumah sakit untuk divisum.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi menyita barang bukti berupa kabel telefon. Roshid diduga kuat meninggal karena bunuh diri. Almarhum dikenal tertutup dengan lingkungannya. "Ini baru dugaan karena stres," pungkasnya.

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap Penjudi Online di Kalideres

Rabu, 29 Juni 2016 08:40 WIB
PUSKOMINFO - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang tersangka judi online di Kalideres, Jakarta Barat, Senin (27/6/2016). Tersangka diketahui bernama Njoo Tjing Ling.

“Ditangkap di rumahnya Senin kemarin,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono, Selasa (28/6).

Tersangka setelah diperiksa mengaku telah menjalankan bisnis haram itu sejak tahun 2012 silam. Ia memanfaatkan sebuah situs judi online.Pelaku diketahui memiliki sebuah akun di situs tersebut dengan kredit sebesar Rp 250 Juta.

Untuk menutupi kejahatannya ia menyimpan uang hasil judinya dalam sebuah rekening atas nama Trias Permata Sari.

Dari kasus ini polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit laptop, dua ATM BCA dan enam buku tabungan BCA atas nama tersangka dan atas nama Trias Permata sari, empat buah ponsel, dua buah CPU dan 2 dua Monitor LCD beserta enam lembar rekapan judi bola.

“Pelaku kini sudah diamankan di Polda Metro Jaya untuk menjalani proses pemeriksaan beserta barang bukti. Kami tengah melengkapi berkas penyidikan agar dapat segera melimpahkan kasus ini ke Jaksa Penuntut Umum,” tandas Kabid Humas.

Kerusuhan Jakmania, Polda Metro Jaya Tetapkan 8 Tersangka

Rabu, 29 Juni 2016 08:32 WIB
PUSKOMINFO - Polda Metro Jaya menetapkan delapan tersangka terkait dengan kerusuhan dan penganiayaan polisi yang dilakukan suporter Persija Jakarta, The Jakmania, pada 24 Juni 2016. 

Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Poda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan delapan tersangka terbukti menganiaya dan menyebarkan ujaran kebencian di media sosial. Tersangka itu ditangkap tim gabungan dari Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. 

Kabid Humas menjelaskan tersangka kasus penganiayaan anggota Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya, Brigadir Yudhawan, ada tiga, yakni JM, 28 tahun, MDN alias Q, 25 tahun, dan RH, 20 tahun. "Ketiganya diduga melanggar Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman pidana 9 tahun penjara dan atau Pasal 460 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun 6 bulan," kata Kabid Humas di Mapolda Metro Jaya, Selasa (28/6/2016).


Sedangkan untuk kasus pidana ujaran kebencian, kata Kabid Humas, pihaknya telah menetapkan 5 tersangka, yakni AF, 16 tahun, MF, 23 tahun, MR, 19 tahun, RF, 28 tahun, dan A, 18 tahun. Kelima tersangka tersebut akan dikenakan Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4) juncto Pasal 45 ayat (1) dan atau Pasal 28 ayat (2) junctoPasal 45 ayat (2) UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar dan atau Pasal 160 KUHP dengan ancaman 6 tahun pidana penjara.

"Sementara khusus untuk tersangka AF, polisi tidak memberikan hukuman tahanan mengingat tersangka masih di bawah umur, tersangka hanya dikenakan wajib lapor," ujarnya.

Kericuhan Jakmania bermula dari pertandingan antara Persija dan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat, 24 Juni 2016. Saat Persija kemasukan satu gol, seorang suporter masuk dan memancing suporter lain menjebol pagar tribun sektor 13 dan 14 stadion tersebut.

Kabid Humas sebelumnya mengatakan setidaknya enam polisi menjadi korban pengeroyokan oleh suporter Persija Jakarta pada Jumat malam, 24 Juni 2016. Ada korban dari pihak polisi sebanyak enam personel: 3 luka serius, 2 dirawat intensif, dan 1 masih di ICU. 

Terungkap, Mayat Bayi di Gerobak Sampah di Cipayung Depok Dibunuh dan Dibuang Ibu Kandungnya Sendiri

Rabu, 29 Juni 2016 08:15 WIB
PUSKOMINFO - Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Sukmajaya akhirnya berhasil mengungkap temuan mayat bayi yang dibuang di gerobak sampah, di Jalan Merdeka, Kampung Cipayung, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya dekat Unit Pengolahan Sampah (UPS), Senin (20/6/2016) lalu.

Dari penyidikan ini terungkap pelaku tak lain adalah ibu kandung korban sendiri. Ironisnya lagi, aksi keji itu dilakukan Dede, 34 tahun, hanya karena ia tidak ingin punya anak lagi.

Dede diringkus di kediamannya tak jauh dari lokasi temuan bayi malang tersebut.

“Pengakuannya begitu. Pasangan suami istri ini kewalahan ngurusin anak. Dia punya anak empat yang masih kecil,” kata Kapolresta Depok, AKBP Harry Kurniawan pada wartawan, Selasa (28/6/2016).

Aksi pembunuhan ini, diyakini penyidik dilakukan secara terencana. Pelaku bahkan tega menghabisi nyawa bayi malang itu dengan tangannya sendiri. Ini bermula ketika Dede (pelaku) merasakan kontraksi di perutnya, kemudian pelaku menuju kamar mandi dan melakukan persalinan seorang diri dan tidak lama bayi keluar.

“Pelaku melihat bayi yang dilahirkannya perempuan dan selanjutnya bayi digendong dan dibersihkan. Karena bayi tersebut menangis dan takut terdengar oleh orang lain kemudian mulut dan hidung bayi dibekap dengan menggunakan tangan kanan pelaku,” ujar Kapolres.

Mengetahui si anak telah tewas, kemudian ibu muda itu menaruh mayatnya ke dalam plastik warna hitam dan diikat sebanyak dua kali. Karena takut diketahui oleh suami, selanjutnya mayat bayi yang sudah dibungkus itu disimpan dan dimasukkan ke dalam mesin cuci.

“Setelah mayat bayi dimasukkan ke dalam mesin cuci, selanjutnya pelaku menuju ke kamar mandi untuk membersihkan bekas melahirkan. Sekira pukul 11.30 WIB, pelaku pada saat mengajak anak yang lainnya bermain melihat gerobak sampah yang berada di depan masjid. Kemudian pelaku kembali ke rumahnya dan mengambil bungkusan tersebut untuk dibuang ke gerobak sampah,” ucap Kapolsek Sukmajaya, AKP Supriyadi, menambahkan.

Kepada petugas, ibu muda ini mengaku nekat menghabisi darah dagingnya sendiri karena takut pada sang suami yang pernah berkata tidak ingin punya anak lagi. Selain menetapkan Dede sebagai tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa gendongan bayi.

“Jadi sesaat sebelum dibuang ke gerobak sampah, pelaku sempat memastikan dahulu apakah anak sudah tewas atau belum, barulah dia buang.

Dugaan sementara aksi ini dipicu masalah ekonomi juga, sebab suami pelaku hanya buruh serabutan dan tak ingin punya anak lagi. Kasusnya akan kami dalami lagi,” ucap Kapolsek.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku bakal diancam dengan jeratan Pasal 338 tentang pembunuhan berencana dan Undang-undang Perlindungan Anak.

Hendak Beli Baju Lebaran, Bocah 4 Tahun Tewas Tertabrak di Depan Pasar

Rabu, 29 Juni 2016 08:03 WIB
PUSKOMINFO - Ketika hendak membeli baju lebaran bersama sang ibu, seorang bocah perempuan berusia empat tahun bernama Dini, malah menjadi korban tabrak lari oleh pengendara mobil di Jalan Underpas, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/6/2016) petang kemarin.

Akibat kejadian di depan pasar itu, korban tewas seketika di lokasi dengan mengalami luka parah di bagian kepala dan sejumlah bagian tubuhnya.

Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Evi Fatna membenarkan kejadian itu. Menurutnya, peristiwa itu bermula saat korban dan ibunya menyebrang ke pasar.

"Korban terlepas dari tangan ibunya saat itu, dan tiba-tiba datang sepeda motor yang melaju sangat kencang dari arah utara menyerempet tubuh korban," jelas Iptu Evi.

Akibatnya, tubuh korban yang masih sangat kecil itu pun terpental sejauh dua meter ke tengah jalan dan terkapar. "Bersamaan dengan itu, tanpa sempat diselamatkan, tiba-tiba dari arah selatan mobil berkecepatan tinggi melintas dan melindasnya," ungkapnya.

Iptu Evi menuturkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pengendara mobil yang menabrak korban tak berhenti sama sekali. "Pelat nomor kendaraan belum diketahui, karena kejadiannya sangat cepat. Untuk jenazah korban sudah dimakamkan oleh keluarganya," ujar Iptu Evi.

Sampai saat ini, kata Iptu Evi, kasus masih ditangani Unit Laka Polresta Bekasi Kota.

Karena Tidak Dibelikan Rokok, Remaja Kelainan Jiwa Tikam Pamannya Hingga Tewas

Rabu, 29 Juni 2016 07:46 WIB
PUSKOMINFO - Ahmad Amar Fariski, 18 tahun, menikam pamannya sendiri Sutarno, 50 tahun, dengan pisau berkali-kali hingga tewas. Peristiwa itu terjadi di rumah kontrakan mereka di Kampung Kekupu, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok, Selasa (28/6/2016) malam.

Amar yang diketahui menderita kelainan jiwa mengamuk karena tidak dibelikan rokok oleh Sutarno yang saat itu mengaku tak punya uang. Karenanya Amar marah. Ia lalu mengambil pisau dari dalam rumah dan menghabisi pamannya dengan sejumlah luka tikaman di tubuhnya.

Ibu Amar yang menyaksikan kejadian tersebut tak dapat berbuat apa-apa dan hanya berteriak histeris. Tak lama petugas PolsekPancoran Mas yang mendapat laporan ini, mengamankan Amar yang masih memegang pisau ke kantor polisi.

Kapolresta Depok AKBP Harri Kurniawan saat dikonfirmasi mengenai peristiwa ini, menuturkan bahwa pelaku yakni Amar Fariski diketahui menderita kelainan jiwa sejak lahir. Karena hal itu pulalah Amar tidak pernah disekolahkan oleh keluarganya.

Dari hasil pemeriksaan saksi dan keluarga pelaku serta korban, kata Kapolres, diketahui bahwa pelaku mengalami kelainan jiwa kambuhan, sejak masih kecil.

"Saat sakit jiwanya kambuh pelaku bisa mengamuk dan marah-marah," kata Kapolres.

Menurut Kapolres, dari keterangan keluarga diketahui pelaku pernah dirawat kejiwaanya di RSUD Depok selama 2 tahun saat masih remaja. Namun karena ketiadaan biaya, perawatan kejiwaan Amar akhirnya dihentikan.

"Dan sampai sekarang tidak pernah dirawat lagi kejiwaannya," sambung Kapolres.

Kapolres mengatakan dalam undang-undang pidana, pelaku kejahatan yang mempunyai kelainan jiwa dan bisa dibuktikan dengan medis bakal tidak dapat diproses hukum. "Kemungkinan ini yang akan terjadi pada Amar. Dimana pelaku dia tidak akan diproses hukum" kata Kapolres.

Karenanya untuk memastikan hal itu, tambah Kapolres, pelaku yakni Amar Farizki yang kini ditahan di Mapolsek Pancoran Mas akan dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa kejiwaaanya.

"Pemeriksaan dilakukan dengan tes kejiwaan oleh dokter ahli jiwa. Bila terbukti ada kelainan jiwa secara medis maka pelaku tidak diproses hukum. Namun akan dirawat kejiwaannya," kata Kapolres.

Menurut Kapolres, setelah kejadian ini sejumlah keluarga pelaku dan keluarga korban, meminta pelaku untuk tidak dihukum karena sakit jiwa. "Keluarga meminta pelaku dirawat kejiwaannya," kata Kapolres.


Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 29 Juni 2016

Rabu, 29 Juni 2016 07:39 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu, 29 Juni 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Yamaha Cempaka Putih
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. 
SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

28 Juni 2016

Polresta Bandara Soekarno-Hatta Tangkap Pencuri Sepeda Motor di Parkiran Terminal 2 Bandara

Selasa, 28 Juni 2016 15:19 WIB
PUSKOMINFOPolresta Bandara Soekarno-Hatta meringkus seorang pemuda berinisial AI, 27 tahun, karena mencuri sebuah sepeda motor di parkiran Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.

Kasubag Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, AKP Sutrisna, Selasa (28/6/2016) mengatakan, AI diringkus di kediamannya di kawasan Kampung Alang Besar, Teluk Naga, Kabupaten tangerang pada Senin (27/6/2016) kemarin.

"Pelaku kami tangkap Senin (27/6/2016) malam kemarin sekira pukul 23.30 WIB. Pelaku diduga mencuri sepeda motor Suzuki Satria FU 150 warna merah hitam bernomor B 6649 CNP milik korban bernama Abdul Haris, " kata AKP Sutrisna.

Aksi pencurian sepeda motor itu sendiri, kata AKP Sutrisna, terjadi pada Jumat (24/6/2016) malam lalu.

"Pelaku masuk ke parkiran motor dengan sepeda motor Honda Vario miliknya, lalu parkir di dekat sepeda motor korban. Pelaku lalu merusak kunci kontak sepeda motor korban dengan kunci letter T, lalu mengganti plat motor korban dengan motor miliknya, " kata AKP Sutrisna.

AI pun dengan leluasa keluar dari parkiran dengan motor curiannya. "Dia keluar dengan karcis parkir yang tertera plat sepeda motornya," kata AKP Sutrisna.

Korban, Abdul Haris, yang merupakan karyawan Roti O di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta sendiri menyadari sepeda motornya hilang, pada Sabtu (25/6/2016) pagi saat hendak pulang kerja.

"Korban lalu melapor ke polisi. Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi, pelaku kami ringkus, " kata AKP Sutrisna.

Terpergok, Pencuri Bacok Pemilik Rumah

Selasa, 28 Juni 2016 14:53 WIB
PUSKOMINFO - Pencuri nekad membacok  kepala dan bahu pemilik rumah karena terpergok saat beraksi mencuri di dalam rumah di Kampung Gelonggong, RT.02/05, Desa Kedungwaringin, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (28/6/2016) dinihari sekira pukul 02:00 WIB.

Korban Muhidin,39 tahun, pemilik rumah terpaksa mendapat perawatan itensif rumah sakit lantaran dibacok pelaku menggunakan golok. Pelaku nekad membacok lantaran kepergok sedang beraksi mencuri di dalam rumah ketika korban baru pulang kerja.

Kapolresta Depok, AKBP Harry Kurniawan mengatakan pelaku yang diketahui seorang diri melukai korban dengan membacok kepala, bahu, serta tangan korban menggunakan golok.

“Peristiwanya terjadi saat mendekati sahur. Korban yang baru pulang kerja melihat pelaku seorang diri di dalam rumahnya, kondisinya sedang acak-acak. Pelaku melihat korban, tiba-tiba lalu langsung dibacok. Korban sonak teriak,  lalu pelaku berhasil kabur,” ujarnya.

Menurut Kapolres, korban sempat teriak maling lalu warga mendengar dan langsung mengejar pelaku hingga akhirnya tertangkap.

“Pada saat kejadian kebetulan anggota buser Polsek Bojonggede yang sedang observasi wilayah tidak jauh dari lokasi pelaku kabur. Dibantu warga, pelaku berhasil ditangkap saat dikepung warga, dia masuk ke gang buntu yang berjarak 200 meter dari TKP,” kata Kapolres.

Berdasarkan pengakuan pelaku kepada penyidik, lanjut Kapolres, dia terpaksa mencuri lantaran butuh biaya untuk membeli baju baru buat lebaran.

Pelaku RS alias Pakay, 22 tahun, warga Desa Cimanggis, Bojonggede, ini tidak mempunyai pekerjaan tetap.“Lantaran tidak mempunyai pekerjaan alias pengangguran, pelaku sudah frustasi dengan keadaan hingga akhirnya mengambil jalan pintas mencuri. Rencananya, dari hasil kejahatan itu, uangnya akan digunakan buat kebutuhan sehari-hari namun juga buat beli baju baru untuk lebaran nanti,”ungkapnya.

Dengan wajah babak belur lantaran dihajar massa, pelaku hanya bisa menundukan wajah sambil menangis meratapi penyesalan saat di sel penjara Polsek Bojonggede.

“Barang bukti hasil kejahatan pelaku berhasil disita sebilah senjata tajam jenis golok, dua buah HP samsung dan Evercos milik korban, dan sebuah tas selempang hitam. Pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP dengan hukuman 15 tahun penjara,” ujar Kapolres.

Polresta Bekasi Kota Dirikan 14 Pos Pengamanan Mudik Lebaran 2016

Selasa, 28 Juni 2016 13:21 WIB
PUSKOMINFO - Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, mulai mendirikan 14 pos pengamanan terpadu arus mudik Lebaran 2016 yang tersebar di sejumlah ruas jalan utama wilayah hukum setempat, Selasa (28/6/2016).

"Pos Pengamanan ini terdiri atas 11 Pospam dan tiga Pos Pelayanan," kata Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Evi Fatna di Bekasi.

Menurut Iptu Evi, Pospam itu didirikan di sejumlah koridor mudik seperti Perumahan Harapan Indah, Kranji, Stasiun Bekasi, PDAM Kalimalang, Mega Bekasi Hypermall, Terminal Induk Bekasi, Bulak Kapal, Tol Bekasi Timur, Giant Teluk Pucung, Caman, Pasar Pisang Bantargebang, Komsen Jatiasih, Plaza Pondokgede dan Jalan Alternatif Cibubur.

Pospam tersebut, kata Iptu Evi, akan ditempati oleh 1.496 personel yang terdiri atas 924 personel polisi, 282 dari unsur TNI, Dinkes dan Satpol PP, dan 290 personel dari Pramuka, Pokdar dan unsur samping lainnya.

"Kami menyelenggarakan operasi kepolisian terpadu bertajuk 'Ramadhaniya Jaya 2016' selama 16 hari mulai 30 Juni sampai 15 Juli 2016 dengan mengedepankan kegiatan preventif," katanya.

Tujuan dari operasi itu, kata Iptu Evi, adalah terjaminnya rasa aman warga masyarakat dalam merayakan lebaran dengan aman, lancar dan tertib.

"Kami menyasar pengamanan seluruh warga yang akan merayakan Idul Fitri, warga yang berbelanja maupun berwisata, warga yang melaksanakan shalat taraweh dan takbir keliling," katanya.

Kegiatan operasi akan diarahkan pada kendaraan roda empat dan roda dua, sarana prasaran ibadah, angkutan sembako, peredaran minuman keras, narkoba, petasan dan kembang api.

"Kami juga akan mengamankan sejumlah objek vital seperti kantor pemerintahan, tempat ibadah, tempat hiburan, terminal dan stasiun, bank dan mall," katanya.

Langgar Rambu Dilarang Memutar, Pemotor Ditabrak Truk

Selasa, 28 Juni 2016 11:50 WIB
PUSKOMINFO - Nurhabibah, 18 tahun dan Farah Unzuriah Salsabilah, 14 tahun, kini harus menjalani perawatan di Rumah Sakit. Dua wanita remaja itu mengalami kecelakaan di Jalan Raya Serpong, Jelupang, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (27/6/2016) tadi malam.

Informasi yang dihimpun, kedua korban yang masih tercatat sebagai pelajar itu tengah berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi (nopol) B 6605 GDS, dan melintas dari arah Tangerang menuju BSD.

Lalu korban berupaya memutar balik ke arah Tangerang di putaran yang ada rambu dilarang memutar. Saat putar balik itulah, kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Tangsel AKP Mansuri, tiba-tiba dari arah yang sama muncul truk beropol B 9007 NFU. Seketika korban ditabrak.

"Sepeda motor korban langsung terpental, keduanya mengalami luka serius dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Assobirin," ujarnya, Selasa (28/6/2016).

Dari lokasi, petugas kemudian mengevakuasi sepeda motor yang sudah rusak parah tersebut. Sedangkan pengemudi truk, Suganda, 55 tahun, masih diperiksa polisi terkait kecelakaan itu.

15 Menit Setelah Beraksi, Pelaku Curanmor Diringkus Polsek Pasar Kemis

Selasa, 28 Juni 2016 07:53 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) disergap petugas Polsek Pasar Kemis, pada Selasa (28/6/2016) dini hari tadi. Pemuda asal Lampung Timur berinisial RE, 25 tahun, tersebut tak bisa mengelak saat disergap polisi di Jalan Raya Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

RE ditangkap 15 menit setelah melakukan aksi pencurian sepeda motor di Kampung Pasar Awi, RT 001 RW 002, Desa Suka Asih, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

"Kami menerima laporan pencurian sepeda motor kemudian Timsus langsung bergerak," ujar Kapolsek Pasar Kemis, Kompol Sukardi.

Tidak berselang lama, pelaku yang sedang membawa barang curiannya terdeteksi oleh petugas. Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dan pelaku hingga sejauh 2 kilometer (km).

Akhirnya, pelaku memilih menyerah."Pelaku akhirnya bisa dihentikan setelah anggota kami mengancam akan bertindak tegas," seru Kompol Sukardi.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan satu unit Yamaha Vixion hasil curian serta empat buah kunci T yang digunakan RE untuk beraksi.Atas perbuatannya, RE dijerat Pasal 363 KUHP dengan ‎ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 28 Juni 2016


Selasa, 28 Juni 2016 07:40 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa, 28 Juni 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Yamaha Cempaka Putih
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. 
SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

27 Juni 2016

Polsek Cilincing Tembak Pencuri Gerobak Pedagang Helm

Senin, 27 Juni 2016 15:15 WIB
PUSKOMINFO - Muhammad Amin alias Tule, 25 tahun, dibekuk Sat Reskrim Polsek Cilincing di kediamannya di Kampung Karang Tengah, Desa Pusaka Rakyat RT 001/001, Tarumajaya,Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (26/6/2016) malam. Tule merupakan pelaku perampokan terhadap pedagang helm di Jalan BKT RT 001/09, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (23/6/2016) lalu.

Penangkapan yang didahului dengan tembakan ke arah kaki pelaku ini berawal dari adanya informasi dari korban yang merupakan pedagang helm sekaligus warga Kampung Dua RT 001/02, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, yakni Albarudin, 37 tahun,

Diketahui, pada Kamis 23 Juni 2016 sekira pukul 02.00 WIB, sebanyak dua gerobak berisi 101 lebih helm berbagai merk, raib digondol maling, di lokasi berdagangnya, di Jalan BKT RT 001/09, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Sebagaimana Laporan Polisi Nomor Pol : 113/K/ VI/ 2016/ Sek Cilincing, 25 Juni 2016 sesuai Pasal 363 KUHPidana, Polsek Cilincing langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Cilincing, AKP Andry Soeharto mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengembangan dan penyelidikan mendalam.

"Kami langsung mencari keberadaan pelaku (Tule). Berkat informasi yang kami himpun, pelaku ini kami temukan di kediamannya, namun sempat melakukan perlawanan dengan mengeluarkan sebilah pisau. Terpaksa, timah panas kami berikan dan mengarah ke kaki kiri pelaku.

Sementara, itu pelaku lainnya yang merupakan rekan Tule, yakni berinisial T berhasil melarikan diri," papar AKP Andry, Senin (27/6/2016).

Di tangan pelaku, ditemuka barang bukti 1 buah mata kunci T yang digunakan untuk membuka kunci gerobak dan 101 buah helm milik dagangan korban atau pun pelapor.

AKP Andry menambahkan, pelaku terhitung sudah dua kali melakukan tindak kejahatan perkara pencurian dan kekerasan.

"Dia ini, residivis perkara 365 KUHPidana, dan baru keluar pada bulan September 2015 lalu dari Lapas di Nusakambangan, dengan kejahatan yang sama. Sementara, berdasarkan pengakuan pelaku, pisau yang kerap dibawanya untuk justru untuk menyambung kehidupan sehari-hari dengan melakukan tindak curat-curas di Kawasan Bekasi-Cilincing. Pisau itu dibeli dan sudah dipersiapkan matang-matang," jelasnya.

Dikatakan AKP Andry kembali, pelaku lainnya yang merupakan rekan pelaku untuk melakukan pencurian helm milik Albarudin, yakni T, hingga kini masih dalam pengejaran kepolisian. Sementara maksud dan tujuan pelaku mencuri helm, diakui Andry berniat untuk dijual, dan hasilnya untuk biaya kebutuhan Bulan Suci Ramadhan, hingga Hari Raya Idul Fitri tiba.

Polres Metro Jakarta Selatan Tembak Perampok Gedung Perkantoran di Pancoran

Senin, 27 Juni 2016 09:49 WIB
PUSKOMINFO - Dua perampok sebuah Gedung Perkantoran PT Zetka Group yang bergerak dibidang disitributor semen, di Jalan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (11/6/2016) kemarin berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Salah satu dari pelaku, ditembak di bagian kaki kiri karena melawan saat diamankan petugas.

Kedua pelaku yaitu Deny Kusmayadi, 36 tahun dan Sunarto, 33 tahun. Sedangkan dua pelaku lainnya masih diburu dan dijadikan Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak kepolisian. Mereka diamankan pihak kepolisian di Kavling Pusurta TNI Desa Cibuntu Jalan Jawa No 08 Rt 02/04, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/6/2016).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Eko Hadi Santoso mengatakan Deny Kusmayadi saat ini berada di Rumah Sakit. Dia ditembak karena mencoba melawan saat ditangkap oleh anggota Polres Metro Jakarta Selatan.

"Kedua pelaku yang berhasil kita amankan sudah ada di Polres kita masih periksa intensif untuk mendapatkan pelaku lainnya. Kita masih melakukan pengejaran dua pelaku lainnya," kata AKBP Eko Hadi Santotso, Minggu (26/6/2016).

Modus para pelaku yang merupakan pengangguran tersebut adalah berkeliling dengan menggunakan mobil. Hal itu dilakukan untuk penggambaran. Setelah mengetahui terget aman, pelaku kemudian langsung beraksi.

"Pelaku sudah dua kali melakukan aksi perampokan dan kami masih mengembangkan kasus tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, komplotan perampok itu beraksi di sebuah perkantoran Zetka Jalan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (11/6/2016) lalu jam 4 pagi. Saat itu, pelaku Deny Kusmayadi yang masuk dengan melompat pagar langsung menodongkan golok kepada Sarif, 39 tahun, sekuriti perusahaan yang sedang tidur.

Kemudian, pelaku langsung mengikat korban. Aksinya pelaku sempat terlihat oleh office boy kontor itu yang langsung melaporkan ke sekuriti lainnya. Namun pada saat sekuriti lainnya datang, para pelaku semakin beringas dengan mengacak-ngacak isi kantor tersebut.

"Saat itu tersangka langsung menggasak barang berharga kantor. empat monitor komputer karyawan pun dibawa," tutur dia.

Setelah melakukan aksinya pelaku langsung melarikan diri. Nahas, topi dan jaket yang digunakan pelaku tertinggal dilokasi kejadian. Polisi yang saat itu langsung melakukan olah tempat kejadian menangkap dua pelaku.

"Dari penangkapan pelaku, polisi berhasil mengamankan berupa CCTV, Dua Hp milik korban dan pelaku, Mobil Xenia, topi dan Jaket. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 9 tahun penjara," ucapnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin 27 Juni 2016

Senin, 27 Juni 2016 08:33 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin, 27 Juni 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : Tidak Beroperasi
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. 
SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

Polres Metro Jakarta Barat Bongkar Pengiriman Shabu Dalam Power Bank

Polres Metro Jakarta Barat Bongkar Pengiriman Shabu Dalam Power Bank
Senin, 27 Juni 2016 08:20 WIB
PUSKOMINFO - Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap sindikat penyelundup narkoba asal Tiongkok. Dalam melakukan aksinya, para sindikat narkoba itu mengemas sabu menggunakan power bank atau penyimpan daya sebagai kemasannya.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Rudy Herianto Adi Nugroho, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan Vahri Mustari di Jalan BTP, Blok M No 9 Makassar, Sulawesi Selatan pada 21 April lalu.

Saat itu, polisi menyita barang bukti lima paket sabu, yang masing-masing 0,5 kilogram lebih atau 518 gram. Sabu ini didapat dari Yulianti dan Tony Kamil.

"Kemudian pada Selasa (14/6/2016) tersangka Yulianti dan Tony Kamil ditangkap di kosan Alton 50, kamar 3, Kramat, Jakarta Pusat, dengan barang bukti satu paket plastik sabu 50 gram yang akan dikirim pada Vahri Mustari," ujar Kombes Pol Rudy di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (24/6/2016) sore.

Menurut Kombes Pol Rudy, semua pelaku ini merupakan jaringan yang sama, dan bisa saja memiliki jaringan yang lebih besar. Mereka saling terkait, kedua tersangka mengaku semua sabu didapatkan dari Getsdheli.

Setelah menggali keterangan dari mereka, Kombes Pol Rudy melanjutkan, akhirnya penyidik mengendus keberadaan Getsdeli dalam waktu kurang dari 10 hari.

"Kami menangkap tersangka Getshdeli Rabu (22/6) di Apartemen Center Point Tower C, Lantai 16 Nomor 22, Bekasi Barat. Ditemukan kembali empat kotak kardus besar berisi 551 power bank yang berisikan sabu 22.040 gram (22 kg)," jelas Kombes Pol Rudy.

Titik terang jaringan ini mulai terungkap setelah Gestdeli masuk penjara. Ia tak mau sendirian menanggung hukuman.Dari mulut Gestdeli, kata Kombes Pol Rudy, polisi menemukan warga negara asing (WNA) bernama Izzu.

Namun, barang haram asal Tiongkok itu masih sulit diungkap. Mereka lenyap tak berbekas."Tersangka Getshdeli mengaku sudah mendapatkan keuntungan Rp 40 juta selama menjadi kurir," ujar Kombes Pol Rudy. Ia menambahkan, puluhan kilogram sabu itu bernilai sekitar Rp 30 miliar.

Markas Komplotan Pencuri Asal Lampung Digerebek Polsek Bantargebang

Senin, 27 Juni 2016 08:09 WIB
PUSKOMINFO - Anggota Buru Sergap (Buser) Unit Reskrim Polsek Bantargebang, Polresta Bekasi Kota, menggerebek markas komplotan spesialis pencurian rumah kosong dan pencurian sepeda motor di Kampung Padurenan  RT 01/RW 01 Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/6/2016). Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan tiga orang pelaku.

"Ketiga diamankan anggota Polsek Bantargebang, kemarin malam," ujar Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Evi Fatna.

Ketiga pelaku asal Lampung itu adalah Rohman, 40 tahun, Nuryadin, 32 tahun dan Dedy, 25 tahun.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa empat unit sepeda motor, lima paket anak kunci, satu buah gagang kunci "letter" T serta tiga buah anak kuncinya. Sepeda motor diduga hasil curian sedangkan seperangkat kunci "letter" T digunakan pelaku untuk menggasak motor korban.

Iptu Evi menjelaskan, awal penangkapan para pelaku bermula saat anggota Buser Polsek Bantargebang  melakukan observasi dan mendapat informasi dari masyarakat bahwa di lokasi kediaman mereka dijadikan markas berkumpulnya pelaku pencurian asal Lampung.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti polisi dan mengamankan ketiga pelaku berikut barang bukti.

"Setelah para pelaku diinterogasi, diketahui hasil kejahatan dikirim ke Lampung. Para pelaku sudah tiga kali mengirim sepeda motor hasil curian ke Lampung," pungkasnya.

Pelaku bakal dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dan terancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

Tiga Anggota Komplotan Begal Lampung Dibekuk Polsek Kelapa Dua

Senin, 27 Juni 2016 07:46 WIB
PUSKOMINFO - Jajaran petugas dari Polsek Kelapa Dua berhasil menangkap komplotan begal yang kerap beraksi di wilayah Tangerang. Komplotan begal ditangkap di tempat persembunyiannya di ‎Kampung Ciatut, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin (27/6/2016) dini hari tadi.

Dalam penyergapan itu, polisi berhasil meringkus tiga tersangka yaitu Arif, 20 tahun, Vebra, 17 tahun, dan Edi, 20 tahun. Ketiganya dikenal dengan sebutan komplotan begal Lampung-Palembang. Dari tangan mereka, polisi menyita lima unit sepeda motor curian, kunci leter T beserta tujuh mata kunci dan sebilah golok. Ketiganya kini masih diperiksa intensif di Mapolsek Kelapa Dua.

"Mau kita kembangkan lagi. Diduga masih banyak komplotan lainnya," kata Kapolsek Kelapa Dua Kompol Zainal Ahzab.

Kapolsek menjelaskan, penangkapan sindikat curanmor oleh anggotanya itu bermula dari kecurigaan masyarakat terhadap gerak-gerik pelaku. Laporan tersebut kemudian diselidiki tim buser pimpinan Panitreskrim Ipda Harahap. ‎

Saat disergap, pelaku kedapatan tengah membongkar motor curian di tempat persembunyiannya."Warga curiga pelaku sering membawa sepeda motor ke kontrakan. Motornya selalu berbeda-beda," jelas Kompol Zainal.

Kepada petugas, komplotan begal ini mengaku selama dua bulan telah 15 kali mencuri sepeda motor milik warga. Dengan menggunakan leter T, sindikat Curanmor 'Lampung-Palembang' ini kerap mengincar sepeda motor yang terparkir di depan rumah maupun minimarket.

"Pelaku mengaku sudah 15 kali beraksi di daerah Kelapa Dua, Serpong, Pagedangan, Cengkareng dan Tangcity, Kota Tangerang," pungkas Kapolsek.

Saat ini kasusnya masih dalam pengembangan dan ditangani oleh Polsek Kelapa Dua.

26 Juni 2016

Polres Metro Jakarta Barat Tangkap Pembunuh Edi Suprianto

Minggu, 26 Juni 2016 23:10 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap George, pelaku pembunuhan terhadap Edi Suprianto di Cengkareng, Jakarta Barat.

Penangkapan terhadap pelaku berdasarkan informasi. Kepolisian pun langsung bergerak cepat, kurang dari 24 jam pasca pembunuhan pelaku langsung ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Didik Sugiarto menjelaskan, kejadian berawal saat pelaku melintas di pos ojek menggunakan sepeda motor. Pelaku melihat korban lalu menegurnya. Tak terima ditegur, korban menantang pelaku yang dikenal memiliki sifat tempramental.

"Pelaku tidak senang dan langsung mengambil pisau yang disimpan di bawah jok motor lalu pelaku langsung menendang perut korban dan menusuk perut korban dengan menggunakan pisau," ujar AKBP Didik di kantornya, Minggu (26/6/2016).

Usai ditusuk, korban sempat melarikan diri ke arah Perumahan Cengkareng Indah Blok Dc RT 05 RW 14 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.Saat korban sedang berjalan, pelaku kembali menusuk korban kearah perut dan leher sehingga korban jatuh dan meninggal dunia. Pelaku pun kabur dengan menggunakan sepeda motor miliknya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenai Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan kurungan penjara maksimal 5 tahun.

24 Juni 2016

3 Wartawan Gadungan Diciduk Peras Pasangan Mesum

Jumat, 24 juni 2016 14:48 WIB
PUSKOMINFO - Tim Subdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap oknum wartawan gadungan yang melakukan pemerasan.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan menerangkan, ada tiga oknum wartawan yang ditangkap dan dua warga sipil yang berpura-pura sebagai polisi.

"Tersangka masing-masing berinisial GS (wartawan gadungan), CS (wartawan gadungan), FSS (wartawan gadungan), MGH (sipil), NH (sipil), dan AB yang mengaku sebagai polisi," kata AKBP Hendy dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (24/6/2016).

Mereka ditangkap lantaran melakukan pemerasan terhadap salah seorang pengusaha. Modusnya, para pelaku mengintai target di hotel transit Tomang khususnya para pasangan yang check-in di hotel tersebut.

Ketika telah menemukan target maka pelaku membagi tugas, ada yang mengikuti perempuan dan ada yang mengikuti laki-laki untuk mencari tahu profil target, dari hasil surveilance maka yang akan diperas adalah yang memiliki pasangan resmi (istri/suami) apabila masih perjaka/duda atau gadis/janda tidak jadi sasaran.

"Para pelaku dengan masing-masing peran, sebagai wartawan, sebagai polisi, dimana korban kalau tidak mau diberitakan di koran atau dibawa ke kantor polisi harus membayar ke pelaku sejumlah Rp300 juta namun korban baru menyanggupi Rp 50 juta," ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku mereka melakukan pemerasan sudah 6 kali dengan lokasi hotel yang berbeda-beda.

"Pelaku dijerat pasal 368 KUHP dengan ancaman diatas 5 tahun penjara," tegas AKBP Hendy.

Gudang Piala di Ciputat Ludes Terbakar


Jumat, 24 Juni 2016 14;36 WIB
PUSKOMINFO - Gudang tempat usaha pembuatan piala di Jalan Merpati RT 3/1, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada hari Jumat (24/6/2016)sekira pukul 09.00 WIB ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut, namun pemilik gudang yakni Surono menaksir kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Api diduga berasal dari korsleting arus listrik di bagian depan ruang gudang. Kemudian api dengan cepat membesar membakar atap rumah.

“Kejadiannya begitu cepat terjadi, api langsung membesar,” ujar Ardianto seorang saksi mata di lokasi kejadian. Tidak lama, satu unit sepeda motor merk Suzuki Spin, 2 drum bahan kimia dan ratusan barang-barang yang merupakan cindera mata ikut terbakar.

 Kasubbag Humas Polres Kota Tangsel, AKP Mansuri membenarkan peristiwa tersebut. “Api dapat dipadamkan sekira pukul 10.30 WIB setelah tiga unit Dinas Pemadam Kebakaran Jaksel dan 11 unit armada Pemadam dari Kota Tangsel turut memadamkan,” katanya.

Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Lima Penipu Mengaku Pengusaha Asal Brunei Darussalam

Jumat, 24 Juni 2016 13:14 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Unit V Resmob Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat menangkap lima pelaku penipuan di Bundaran Hotel Indonesia, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2016).

"Tersangka mengaku sebagai pengusaha dari Brunei dan pengusaha Pertamina," kata Kompol Suyatno, Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat (24/6/2016).

Kompol Suyatno mengatakan, lima tersangka berinisial, S, SW, SA, ER, dan SE menemui korban di Bundaran HI Jakarta Pusat. Dengan tipu daya korban diajak berputar ke Roxi serta diminta untuk menunjukkan ATM serta saldo di rekening korban sehingga tersangka dapat mengetahui PIN korban.

Setelah itu ATM korban ditukar tersangka dan tersangka menguras isi ATM korban dengan cara menarik tunai, transfer, dan membeli dollar. "Kerugian korban bernominal sekitar Rp 209.001.000," kata Kompol Suyatno.

Tersangka diamankan beserta barang bukti berupa rekaman CCTV (ATM), rekening koran, 2 buah kartu ATM, dan 1 unit mobil Avanza.Untuk sementara, para pelaku dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Pusat. Mereka disangkakan Pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan dan atau Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Hendak Tebang Pohon, Ruli Temukan Tetangganya Tewas Membusuk

Jumat, 24 Juni 2016 13;00 WIB
PUSKOMINFO - Seorang warga Tangerang ditemukan sudah membusuk di rumahnya Jalan Cempaka No. 14 RT.2/4 Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Jenazah Kusnadi, 66 tahun, ditemukan pertama kali oleh tetangganya bernama Ruli yang hendak menebang pohon dekat rumah korban.

Menurut Kasubbag Humas Polres Kota Tangsel AKP Mansuri, peristiwa itu baru diketahui setelah tetangga korban bernama Ruli akan memotong pohon di dekat rumah korban.

“Benar, mayat laki-laki yang sudah membusuk ditemukan di Cisauk, kondisinya sudah bau dan membusuk di rumahnya,” kata AKP Mansuri kepada wartawan, Jumat (24/6/2016).

Diduga, kata AKP Mansuri, korban tewas sudah lima hari yang lalu. Sedangkan penyebab kematian  diduga karena sakit,   karena di dekat mayatnya ditemukan beragam macam obat. “Selain itu tidak ada bekas tanda-tanda pada tubuh korban yang mengarah pada pembunuhan,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan Ruli, setelah mencium bau busuk saksi lalu mengintip rumah korban. Setelah diketahui korban tewas, saksi melaporkannya kepada Ketua Rukun Tetangga setempat. 

“Korban memang hidup sendirian selama lima tahun di rumah itu. Saat ini jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang,” tukasnya.

Lagi Judi Koprok, Empat Pria Digelandang ke Polsek Serpong

Jumat, 24 Juni 2016 10:34 WIB
PUSKOMINFO - Empat pria berinisial PBN, 36 tahun, KM, 36 tahun, BAS, 32 tahun, dan MUS, 28 tahun, digelandang ke Mapolsek Serpong. Mereka digelandang lantaran kepergok tengah asyik menggelar judi koprok di Kampung Periang, Pondok Jagung Barat, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Menurut Kepala Sub Bagian Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri, penangkapan itu berawal dari informasi warga yang melaporkan di lokasi tersebut ada sekumpulan orang yang melakukan perjudian.

"Petugas yang sedang melakukan patroli langsung bergerak ke lokasi untuk mengecek laporan itu," ucap AKP Mansuri, Jumat (24/6/2016).

Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), Mansuri mengungkapkan, benar saja empat pelaku didapati tengah asyik berjudi. Petugas pun langsung menggeledah dan mengamankan barang bukti dari lokasi itu.

"Keempat pelaku berikut barang bukti berupa tiga dadu, tempurung kelapa, kertas lapak, dan uang senilai Rp740 ribu diamankan dari TKP," ucapnya.

Pemuda Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Perum Cengkareng Indah


Jumat, 24 Juni 2016 08:48 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pemuda bernama Edi Santoso alias Kotib, 28 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah di Perum Cengkareng Indah Blok DC Rt 005/14 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (23/6/2016) siang.

Kapolsek Cengkareng kompol Eka Baasith menceritakan, saksi bernama Kristiadi, 16 tahun, warga Cengkareng sedang berjalan sehabis pulang sekolah melihat ada orang yang tergeletak dan berlumuran darah. Setelah diperiksa, korban sudah meninggal dunia.

"Korban menderita luka tusuk pada leher kanan, luka tusuk pada dada sebelah kanan, luka robek pada jari tangan kiri dan kanan," kata Kapolsek, Kamis (23/6/2016). Kapolsek menambahkan kemudian saksi meminta bantuan kepada para warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Metro Cengkareng.

"Kami pun langsung mendatangi TKP untuk dilakukan proses penyelidikan dan langsung membawa korban ke RSCM guna dilakukannya proses outopsi," ujarnya.

Stres Terlilit Hutang, Wanita Muda Nekat Curi Tas Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Mirzal Maulana didampingi kasubag Humas AKP Endang Sutrisna saat beri keterangan pers
Jumat, 24 Juni 2016 08:37 WIB
PUSKOMINFO - Stres karena terlilit hutang, seorang wanita muda nekat mencuri tas penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. Akibat ulahnya yang terekam kamera pengintai (CCTV) tersangka berinisial AFF, 35 tahun, ditangkap petugas Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Mirzal Maulana mengatakan, aksi geser tas yang dilakukan ibu muda beranak satu itu menimpa Tuti Suryati. Kala itu korban tengah berbincang bersama temannya di Lobby 2 D Terminal Kedatangan. Melihat kelengahan korban, niat AFF membayar hutangnya pun muncul.

“Berpura-pura menunggu seseorang, pelaku kemudian duduk di samping korban. Tas disamping korban perlahan bergeser ke tangan pelaku,” kata Kompol Mirzal didamping Kasubbag Humas, AKP Endang Sutrisna, Kamis (23/6/2016) kemarin.

Korban yang tersadar tasnya berpindah tangan akhirnya melaporkan peristiwa itu ke kantor polisi. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas dengan mengecek CCTV di TKP. Rekaman kamera pengintai itu menjadi petunjuk polisi mengungkap pencurian geser tas di Bandara Soekarno-Hatta.

“Kita dapat petunjuk pelaku kabur menggunakan Taxi Express. Kita langsung koordinasi dengan pihak Taxi Express dan berhasil menangkap pelaku di rumahnya,” ungkap Kompol Mirzal.

Kepada penyidik, sambung Kompol Mirzal, aksi geser tas baru dilakukan pertama kali oleh AFF. Ibu muda ini sengaja datang ke Bandara Soekarno-Hatta untuk mencuri. “Alasannya terpaksa terpaksa karena terlilit hutang,” kata Kompol Mirzal.

Dari tangannya, petugas menyita barang bukti berupa tas hitam berisi dua HP, uang tunai Taiwan 800 TN, dompet dan perhiasan. “Korban mengalami kerugian sebesar Rp 5 juta,” pungkasnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 24 Juni 2016

Jumat, 24 Juni 2016 08:27 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 24 Juni 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. 
SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

23 Juni 2016

Polsek Metro Cakung Tangkap Tiga ABG Pencuri Rumah Kosong

Kamis, 23 Juni 2016 12:49 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Unit Reskrim Polsek Metro Cakung menangkap tiga ABG (anak baru gede) pelaku pencurian rumah kosong. Para pelaku yang berhasil ditangkap yakni MI, 17 tahun, EM, 15 tahun, dan SSS, 15 tahun.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Husaimah, mengatakan para pelaku mencuri di Rawa Kuning RT 08 RW 07, Kelurahan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, pada Kamis (23/6/2016) dinihari tadi.

"Pelaku masuk ke rumah kosong lalu mengambil barang-barang milik korban tersebut dengan mencongkel pintu samping rumah menggunakan obeng," tutur Kompol Husaimah, Kamis (23/6/2016).

Pelaku berboncengan bertiga kemudian berhenti di samping rumah korban. Mereka masuk dengan cara merusak pintu gudang samping rumah korban dengan merusak pintu menggunakan obeng.Lalu masuk melalui sekat gudang samping dan mengambil televisi. Lalu, dibawa oleh pelaku dititipkan di teman pelaku setelah itu pelaku kembali ke rumah korban dan kembali mengambil barang-barang di atas.

"Pelaku mengambil satu tabung gas, satu DVD Renrei, uang tunai Rp 55 ribu, dan sepeda motor vario putih biru B4661THI," kata Kompol Husaimah.

Pemilik rumah datang dan memergoki ketiga pelaku. Pemilik rumah berteriak maling sehingga didengar anggota patroli yang sedang melintas.Kemudian dilakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku. setelah itu ketiga pelaku beserta barang bukti diamankan ke Polsek Metro Cakung.

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap Dua Penadah Mesin Truk Curian

Kamis, 23 Juni 2016 09:57 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua penadah mesin mobil box hasil kejahatan. Dua pelaku yakni Hasanudin alias Udin, 42 tahun dan Benyamin alias Benny, 76 tahun. Keduanya ditangkap di daerah Bilangan Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (22/6/2016).

“Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan warga yang menyebutkan bahwa sering terparkir mobil-mobil box di TKP yang keadaannya sudah dipreteli mesin maupun bagian baknya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono, Rabu (22/6/2016).

Dari barang bukti sebuah mobil box yang ditemukan polisi, mobil box tersebut merupakan milik PT. Aeronusa Inti Raya yang beralamat di Jl. KH. Hasyim Ashari 125, Jakarta Pusat.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa otak dari pencurian mesin mobil berinisial A masih buron.“Saat ini dua pelaku sudah kami amankan untuk dimintai keterangan mengenai darimana kendaraan-kendaraan tersebut didapat dan tentunya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Kabid Humas.

Dari tangan pelaku polisi telah mengamankan beberapa barang bukti berupa satu unit mobil box, beberapa dokumen terkait kendaraan tersebut dan pemiliknya, dua Kartu SIM masing-masing SIM B1 dan SIM C atas nama Agus Setyo, satu buah unit AC truk, satu buah dongkrak, dua karung beras, satu set klakson angin, dua set lampu sein truk, satu buah ponsel, dompet, tas gendong dan dua keping plat nomer B 9660 PXR.