30 Juni 2016

Gara-gara Tidak Dibelikan Sepeda Motor, Pelajar 17 Tahun Nekat Gantung Diri di Kamarnya di Bekasi Timur

Polisi memeriksa lokasi ditemukannya siswa SMA yang nekat gantung diri. (Saban)
Polisi memeriksa lokasi ditemukannya MBD, pelajar 17 tahun, yang nekat gantung diri.

Kamis, 30 Juni 2016 11:35 WIB
PUSKOMINFO - Pelajar berinisial MBD, 17 tahun, nekat gantung diri di kediamannya Jl Margahayu 3, Kelurahan Margahayu. Bekasi Timur, Rabu (29/6/2016) malam. Menurut keterangan ayah korban, Saluri, 41 tahun, korban melakukan gantung diri karena permintaan dibelikan sepeda motor tak kunjung terlaksana.

Menurut Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Evi Fatna, pihaknya menerima laporan korban gantung diri pada pukul 20.30 WIB, semalam. Setelah menerima laporan tersebut kemudian anggota meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Margahayu III Nomor 3, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Korban ditemukan pertama kali oleh orangtuanya dengan kondisi telah menggantung. Tubuh korban ditemukan di kamar lantai dua," ujar Iptu Evi Fatna, Kamis (30/6/2016).

Iptu Evi menjelaskan, awalnya Saluri, yang kesehariannya sebagai pedagang di Pasar Baru-Bekasi Timur, baru pulang berjualan dan hendak menemui korban. Tepat di lantai dua, lampu kamar korban dalam keadaan menyala dan melihat korban telah mengantung di kayu atap rumah.

"Leher korban terjerat tali tambang plastik warna kuning tersambung dengan tali tambang benang tebal yang diikat di atap rumah," katanya.

Saluri kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk menurunkan anaknya. Setelah diperiksa korban sudah tidak bergerak namun suhu badan masih hangat.

"Sebelumnya, korban meminta untuk dibelikan sepeda motor namun belum terlaksana oleh ayah korban," katanya.

Pihak keluarga menolak dilakukaan visum terhadap putranya ini dan telah membuat pernyataan yang disaksikan Ketua RT dan RW setempat.

1 komentar: