27 Juni 2016

Polres Metro Jakarta Barat Bongkar Pengiriman Shabu Dalam Power Bank

Polres Metro Jakarta Barat Bongkar Pengiriman Shabu Dalam Power Bank
Senin, 27 Juni 2016 08:20 WIB
PUSKOMINFO - Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap sindikat penyelundup narkoba asal Tiongkok. Dalam melakukan aksinya, para sindikat narkoba itu mengemas sabu menggunakan power bank atau penyimpan daya sebagai kemasannya.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Rudy Herianto Adi Nugroho, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan Vahri Mustari di Jalan BTP, Blok M No 9 Makassar, Sulawesi Selatan pada 21 April lalu.

Saat itu, polisi menyita barang bukti lima paket sabu, yang masing-masing 0,5 kilogram lebih atau 518 gram. Sabu ini didapat dari Yulianti dan Tony Kamil.

"Kemudian pada Selasa (14/6/2016) tersangka Yulianti dan Tony Kamil ditangkap di kosan Alton 50, kamar 3, Kramat, Jakarta Pusat, dengan barang bukti satu paket plastik sabu 50 gram yang akan dikirim pada Vahri Mustari," ujar Kombes Pol Rudy di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (24/6/2016) sore.

Menurut Kombes Pol Rudy, semua pelaku ini merupakan jaringan yang sama, dan bisa saja memiliki jaringan yang lebih besar. Mereka saling terkait, kedua tersangka mengaku semua sabu didapatkan dari Getsdheli.

Setelah menggali keterangan dari mereka, Kombes Pol Rudy melanjutkan, akhirnya penyidik mengendus keberadaan Getsdeli dalam waktu kurang dari 10 hari.

"Kami menangkap tersangka Getshdeli Rabu (22/6) di Apartemen Center Point Tower C, Lantai 16 Nomor 22, Bekasi Barat. Ditemukan kembali empat kotak kardus besar berisi 551 power bank yang berisikan sabu 22.040 gram (22 kg)," jelas Kombes Pol Rudy.

Titik terang jaringan ini mulai terungkap setelah Gestdeli masuk penjara. Ia tak mau sendirian menanggung hukuman.Dari mulut Gestdeli, kata Kombes Pol Rudy, polisi menemukan warga negara asing (WNA) bernama Izzu.

Namun, barang haram asal Tiongkok itu masih sulit diungkap. Mereka lenyap tak berbekas."Tersangka Getshdeli mengaku sudah mendapatkan keuntungan Rp 40 juta selama menjadi kurir," ujar Kombes Pol Rudy. Ia menambahkan, puluhan kilogram sabu itu bernilai sekitar Rp 30 miliar.

1 komentar: