31 Juli 2016

Bocah 14 Tahun Tewas Diduga Dibunuh Begal Sadis di Cakung

Minggu, 31 Juli 2016 21:09 WIB
PUSKOMINFO - Gilang Ramadhan, remaja berusia 14 tahun tewas dengan luka tusuk di sekujur tubuh. Tak hanya itu korban  juga harus kehilangan sepeda motor kesayangannya. 

Kapolsek Metro Cakung Kompol Amunanto mengatakan, korban lain dari keberingasan kawanan begal ialah Bayu Nugroho, 13 tahun, yang kini kritis akibat lima luka tusuk senjata tajam. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (31/7/2016) dini hari pagi bermula saat Gilang dan Bayu bersama sejumlah rekannya tengah berkumpul di depan PT Sharp Indonesia Jalan Bekasi Timur, Cakung, Jakarta Timur.

Gilang dan Bayu pun pamit untuk mencari minuman ke tempat lain. Namun, hingga dua jam kedua ABG ini tak kunjung kembali hingga akhirnya Bayu dilaporkan telah berada di salah satu rumah sakit akibat menderita luka tusuk. 

Orang tua Bayu beserta rekan-rekan korban pun melaporkan kasus itu ke Polsek Cakung. Petugas yang menerima laporan langsung melakukan olah TKP dan mencari Gilang yang dikatakan menghilang di sekitar Jalan Kramat Pulo Jahe, Cakung. 

"Setelah kami melakukan pencarian, Gilang ditemukan tewas di semak-semak dengan 10 luka tusuk senjata tajam," kata Kapolsek kepada wartawan tadi sore. Amunanto mengungkapkan, kuaat dugaan kedua ABG ini merupakan korban begal sepeda motor. 

Pasalnya, sepeda motor milik Gilang tidak ditemukan di lokasi kejadian."Kami masih menyelidiki kasus ini dan telah memeriksa sejumlah saksi," ujarnya. 

30 Juli 2016

Perampokan Indomaret Bintaro Ternyata Diotaki Kepala Toko

Sabtu, 30 Juli 2016 22:53 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah mini market Indomaret di Jalan Raya Bintaro Rt 13/10, Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (28/7/2016) malam dirampok.
Komplotan perampok itu menakut-nakuti korban dengan cara menodongkan senjata api mainan.
Kejadian perampokan  itu terjadi pada pukul 22.45 WIB, saat toko ingin tutup. Saat kejadian dua karyawan Indomaret sedang membereskan toko, tiba-tiba datang dua pelaku yang menggunakan penutup wajah.
Maya Siswani, 21 tahun, salah seorang karyawan Indomaret mengatakan kejadian itu saat tutup toko. 
Dua pelaku yang menggunakan penutup wajah dan helm tiba-tiba datang menghampiri petugas yang sedang berjaga.
Para pelaku menodongkan senjata api ke arah Andre, 27 tahun yang merupakan kepala toko sambil memukulkan kepalanya dengan botol sirup.
Ternyata, Andre itu termasuk kawanan perampok.
Dengan rasa takut dan panik, Andre meminta tolong kepada petugas.
Pelaku pun langsung menyuruh Andre untuk membuka brankas Indomaret tersebut. Dalam brankas tersebut ada uang sebesar Rp 17 juta.
Saya ngga bisa bergerak karena ditodongkan golok dan diikat tangan saya dengan rapiah," tutur Maya saat laporan ke Polsek Metro Kebayoran Lama, Sabtu (30/7/2016).
Setelah diikat, dia dan temannya langsung dimasukan ke dalam kamar mandi. Sekitar dua jam, korban disekap dalam kamar mandi.
Pelaku Andre yang merupakan otak dari kejahatan itu berpura-pura ikut menjadi korban dan membukan tali dan sekapan pelaku.
"Terus saya teriak-teriak biar dibukakan oleh orang lain," ucapnya.

Teriakan itu ternyata didengar sekuriti PT Transformasi, Jubaid. Kemudian langsung mengejar pelaku. Pelaku pun sempat membawa recorder CCTV yang ada di toko tersebut.

Dihubungi secara terpisah, Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Purwanta menuturkan ada tiga pelaku berhasil diamankan. Dimana pegawai sekuriti dan masyarakat mengamankan para pelaku tersebut.

"Berdasarkan keterangan dari pelaku yang diamankan diperoleh keterangan kejadian tersebut melibatkan pegawai Indomart Andre Sanjaya ( Kepala Toko TKP ) dan Septi Andri Wijaya.

 Sebelum melakukan aksinya tersebut kedua pelaku sudah merencanakan aksinya pada hari Rabu Tanggal 27 Juli 2016 Jam 15.00 WIB," ungkap Purwanta.
Kedua pelaku yang berhasil diamankan yaitu Andre Sanjaya dan Edi Raharjo (22). Sementara Septia Andria kabur ke daerah Pemalang, Jawa Tengah.
Beberapa barang bukti, seperti sebuah golok, uang tunai Rp 3,5 juta, tali rapiah, rekorder CCTV dan 1 unit motor Honda Beat dengan nomor polisi B 3018 STI yang digunakan pelaku.

Perampokan Indomaret Bintaro Ternyata Diotaki Kepala Toko

Sabtu, 30 Juli 2016 22:53 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah mini market Indomaret di Jalan Raya Bintaro Rt 13/10, Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (28/7/2016) malam dirampok.
Komplotan perampok itu menakut-nakuti korban dengan cara menodongkan senjata api mainan.
Kejadian perampokan  itu terjadi pada pukul 22.45 WIB, saat toko ingin tutup. Saat kejadian dua karyawan Indomaret sedang membereskan toko, tiba-tiba datang dua pelaku yang menggunakan penutup wajah.
Maya Siswani, 21 tahun, salah seorang karyawan Indomaret mengatakan kejadian itu saat tutup toko. 
Dua pelaku yang menggunakan penutup wajah dan helm tiba-tiba datang menghampiri petugas yang sedang berjaga.
Para pelaku menodongkan senjata api ke arah Andre, 27 tahun yang merupakan kepala toko sambil memukulkan kepalanya dengan botol sirup.
Ternyata, Andre itu termasuk kawanan perampok.
Dengan rasa takut dan panik, Andre meminta tolong kepada petugas.
Pelaku pun langsung menyuruh Andre untuk membuka brankas Indomaret tersebut. Dalam brankas tersebut ada uang sebesar Rp 17 juta.
Saya ngga bisa bergerak karena ditodongkan golok dan diikat tangan saya dengan rapiah," tutur Maya saat laporan ke Polsek Metro Kebayoran Lama, Sabtu (30/7/2016).
Setelah diikat, dia dan temannya langsung dimasukan ke dalam kamar mandi. Sekitar dua jam, korban disekap dalam kamar mandi.
Pelaku Andre yang merupakan otak dari kejahatan itu berpura-pura ikut menjadi korban dan membukan tali dan sekapan pelaku.
"Terus saya teriak-teriak biar dibukakan oleh orang lain," ucapnya.

Teriakan itu ternyata didengar sekuriti PT Transformasi, Jubaid. Kemudian langsung mengejar pelaku. Pelaku pun sempat membawa recorder CCTV yang ada di toko tersebut.

Dihubungi secara terpisah, Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Purwanta menuturkan ada tiga pelaku berhasil diamankan. Dimana pegawai sekuriti dan masyarakat mengamankan para pelaku tersebut.

"Berdasarkan keterangan dari pelaku yang diamankan diperoleh keterangan kejadian tersebut melibatkan pegawai Indomart Andre Sanjaya ( Kepala Toko TKP ) dan Septi Andri Wijaya.

 Sebelum melakukan aksinya tersebut kedua pelaku sudah merencanakan aksinya pada hari Rabu Tanggal 27 Juli 2016 Jam 15.00 WIB," ungkap Purwanta.
Kedua pelaku yang berhasil diamankan yaitu Andre Sanjaya dan Edi Raharjo (22). Sementara Septia Andria kabur ke daerah Pemalang, Jawa Tengah.
Beberapa barang bukti, seperti sebuah golok, uang tunai Rp 3,5 juta, tali rapiah, rekorder CCTV dan 1 unit motor Honda Beat dengan nomor polisi B 3018 STI yang digunakan pelaku.

Suzuki Ertiga Terbakar di depan Hotel Soll Marina Serpong

Sabtu, 30 Juli 2016 22:36 WIB
PUSKOMINFO - Satu unit mobil Suzuki Ertiga dengan nomor polisi B1525 CME terbakar di depan hotel Soll Marina, Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (30/7/2016) sekira pukul 19.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi saat pengemudi mobil, Vomi Buniarti Marbun, 32 tahun, melaju dari arah Mall WTC menuju kediamannya di daerah Batu Ceper, Tangerang.
Ketika sampai di depan Hotel Soll Marina Serpong, tiba-tiba dari dashboard mobil keluar asap mengepul dan seketika membakar bagian depan mobil.
"Tadi keluar asap dari dashboard, terus saya lari keluar," kata wanita tersebut.
Api dengan cepat menyambar bagian lain dari mobil tersebut, duat unit mobil pemadam yang memang bersiaga di hotel Soll Marina, dan langsung membantu proses pemadaman api.
Tak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, sementara pihak kepolisian dari Polres Tangsel masih menyelidiki kejadian tersebut.

29 Juli 2016

Sedang Asyik Rekap Nomor, Bandar Togel Ditangkap Polres Metro Jakarta Barat

Jumat, 29 Juli 2016 13:27 WIB
PUSKOMINFO - Seorang bandar togel berinisial SW, 45 tahun, ditangkap Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat saat sedang asyik merekap nomor togel di sebuah warung, di bilangan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Herru Julianto menjelaskan penangkapan tersebut berawal dari informasi warga sekitar bahwasanya di tempat tersebut kerap dijadikan ajang judi togel.

"Setelah kami mendapatkan informasi bahwa SW sedang merekap nomor togel di warung tersebut, maka tim buser kami segera merapat dan melakukan penangkapan terhadap SW," kata Kompol Herru di Jakarta Barat, Jumat (29/7/2016).

Kompol Herru menambahkan dari hasil penangkapan dan penggeledahan terhadap pelaku, petugas menemukan uang sebesar Rp 259 ribu, kertas pasang nomor togel, dan tiga unit HP Nokia. Kini, pelaku dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Barat guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 303 KUHP dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Edarkan Ganja ke Sesama Pelajar, MM Ditangkap Polresta Depok

Jumat, 29 Juli 2016 13:09 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok menangkap pelajar yang kedapatan membawa ganja sebanyak 4 gram di Jalan Raya Simpangan, Depok, Kecamatan Cilodong, pada Kamis (28/7/2016) kemarin. Pelajar berinisial MM, 17 tahun, tersebut diduga menjadi kurir barang haram itu untuk sesama pelajar.

Kasat Narkoba Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana mengatakan MM telah diincar sejak lama oleh polisi. Warga melaporkan adanya transaksi narkoba di tempat penangkapan tersangka. "MM pengguna dan dijadikan kurir," kata Putu hari ini, Jumat, 29 Juli 2016.


Polisi menindaklanjuti informasi masyarakat bahwa di lokasi tersebut sering dijadikan tempat penyalahgunaan dan transaksi narkoba. Di lokasi, polisi melihat orang yang tingkah laku dan gerak-geriknya mencurigakan. 

"Saat didekati, orang tersebut berusaha kabur, lalu polisi menangkap dan menggeledahnya," ujar Kompol Putu. "Tersangka terbukti membawa ganja, dan kami gelandang ke Polresta Depok."

Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 sub-Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. "Hukuman penjara di atas 4 tahun," ucap Kompol Putu. Petugas masih menyelidiki asal ganja tersebut.

Polsek Metro Kembangan Tangkap pencopet Spesialis di Angkutan Umum

Jumat, 29 Juli 2016 12:58 WIB
PUSKOMINFO - Petugas kepolisian Polsek Metro Kembangan, Jakarta Barat menangkap pencopet yang biasa melakukan aksinya di angkutan umum. "Tersangka JR kami tangkap usai mencopet harta milik korban di dalam Kopaja," ujar Kapolsek Metro Kembangan, Kompol Aldo Ferdian,  Jumat (29/7/2016).

Kapolsek mengatakan tersangka yang berusia 27 tahun itu biasanya melancarkan aksinya sendirian di daerah Kembangan. Targetnya adalah mencopet dan merampas harta milik penumpang angkutan umum. 

Polisi menangkap JR karena mencopet ponsel milik remaja Kembangan bernama Bayu Bintoro, 15 tahun. Saat itu Bayu naik Kopaja P-16, jurusan Tanah Abang - Ciledug. Tersangka diam-diam mengambil ponsel Bayu dan melarikan diri.

Tapi upaya JR diketahui penumpang lain yang mengejarnya. Pada saat bersamaan, polisi dari Polsek Kembangan sedang berpatroli. Penumpang dan polisi kemudian meringkus tersangka.

Polisi juga mendapatkan sebilah pisau yang biasa digunakan tersangka untuk melakukan kejahatan. Polisi menjerat tersangka dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 363 KUHP.

Polres Metro Jakarta Utara Tangkap 7 Penjudi Bola PS di Warakas Tanjung Priok

Jumat, 29 Juli 2016 09:57 WIB
PUSKOMINFO - Tujuh warga diamankan petugas Polres Metro Jakarta Utara,  saat sedang asyik bermain judi bola mati (Kom Kom) di Jalan Warakas 4, Tanjung Priok Jakarta Utara, Jumat (29/7/2016) dinihari tadi. Dari lokasi petugas menyita barang bukti satu unit Play Station (PS) berikut Stik PS dan uang Rp 1.215.000.

Ketujuh penjudi tersebut adalah Sugeng, 31 tahun, Supriatna Kusnadi, 39 tahun, Meky Makawimbang, 39 tahun, Agus, 32 tahun, Sande Irawan, 49 tahun, Roy Tambunan, 43 tahun, dan Ari Wibowo, 33 tahun.

“Mereka diamankan di Mapolres Metro Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara. AKBP Yuldi Yusman.

Penangkapan tujuh penjudi PS itu setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa di teras rumah milik Sande Irawan, di Jalan Warakas 4 Gg 15 No.58, RT11/13, Warakas, Tanjung Priuk. Kemudian dilakukan penyidikan dan memang benar lalu dilakukan penggrebekan. Saat digerebek para penjudi berusaha kabur namun niatnya terhenti lantaran sudah dikepung petugas.

Polresta Bekasi Tangkap Dua Pembunuh Pria Mengapung di Kali Cilemahabang Cikarang

Jumat, 29 Juli 2016 08:49 WIB
PUSKOMINFO - Polresta Bekasi berhasil menangkap dua pembunuh Wawan Kurniawan, 19 tahun, yang mayatnya ditemukan mengambang di Kali Cilemahabang RT 01 RW 11, Cikarang Baru, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (22/7/2016) lalu.

Tersangka yang ditangkap ialah AA, 16 tahun, dan FS, 17 tahun. Keduanya ditangkap di rumahnya masing-masing pada Rabu (27/7/2016) malam. Petugas masih mengejar satu pelaku lagi yang menjadi otak pembunuhan.

"Kami masih mengejar otak pembunuhan terhadap juru parkir di ruko Roxi A," kata Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Awal Chairudin pada Kamis, 28 Juli 2016.

Hasil penyelidikan atas sejumlah saksi dan keluarga, polisi mengidentifikasi para pelaku. Awal menjelaskan, kedua pelaku sudah mengakui perbuatannya. Motifnya karena dendam pribadi.


Kapolres menjelaskan, pembunuhan itu dilatarbelakangi dendam. Sebab, korban pernah menjual mesin sepeda motor tersangka A secara diam-diam. Pelaku yang mencari keberadaan korban tak pernah menemukan.

Akhirnya pelaku memancing korban dengan akun palsu di Facebook. "Pelaku berpura-pura ingin menjual mesin sepeda motor," kata Kapolres. Menurut Kapolres, pancingan itu berhasil. Pelaku membawa temannya AA dan FS menemui korban di Kampung Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Rabu pekan lalu. 

Tanpa basa-basi, para pelaku lalu menghajar korban hingga babak belur. Belum puas, mereka mengikat korban dan mencekik. "Korban lalu dibuang ke kali," kata Kapolres. "Jenazahnya ditemukan Jumat pekan lalu." tambahnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bekasi, Kompol Ardi Rahananto, menambahkan, penyidik masih memburu tersangka lainnya, A karena saat didatangi di rumahnya telah melarikan diri. Meski begitu, Kompol Ardi mengaku telah mengetahui persembunyian tersangka. 

"Anggota sedang mengintai pelaku," kata dia.

Tersangka yang ditangkap diancam dengan pasal pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pembunuhan juncto Pasal 170 tentang pengeroyokan. Adapun, ancamannya hukuman penjara selama 10 tahun.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 29 Juli 2016

Jumat, 29 Juli 2016 08:37 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 29 Juli 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

28 Juli 2016

Curi Sepeda Motor di Apartemen Kelapa Gading, Pasutri Ditangkap Polisi

Curi Motor di Apartemen Kelapa Gading, Pasutri Ditangkap Polisi

Dari pengakuan sang suami, JMI, 27 ide pencurian itu datang dari istrinya JMS, 24 yang hamil 8 bulan

Kamis, 28 Juli 2016 15:52 WIB
PUSKOMINFO - Pasangan suami istri (pasutri) ditangkap Tim Resmob Polsek Kelapa Gading, setelah berkomplot mencuri sepeda motor di area parkir Tower A Apertemen WGP Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara.

Dari pengakuan sang suami, JMI, 27 tahun,  ide pencurian itu datang dari istrinya JMS, 24 tahun, yang hamil 8 bulan. “Ini ide istri saya, Pak. Baru pertama kali saya melakukan ini. Kepepet bayar hutang dan makan sehari-hari usaha saya bangkrut, Pak,” kata JMI, Kamis (28/7/2016).

Hasil penyelidikan, pasutri tersebut sebut baru melakukan perbuatannya sekali. Dan belum ditemukan indikasi keduanya masuk dalam jaringan pencurian sepeda motor.

“Terhadap istrinya belum kita tahan karena mengingat kondisinya yang hamil delapan bulan. Tapi statusnys tersangka dia wajib lapor,” kata Kapolsek Metro Kelapa Gading Kompol Argowiyono.

Pencurian sepeda motor itu terjadi, pada Jumat (10/6/2016) lalu, sekira pukul:20.21 WIB. Pasutri tersebut tinggal di Apertemen WGP lantaran dikejar rentenir penagih hutang, sehingga muncul niat sang istri mencuri sepeda motor.

Tanpa pikir panjang sang suami langsung mencari sasaran. Pasutri tersebut kemudian mempersiapkan kunci duplikat lalu mencari sasaran di basemen apertemen WGP Tower A. Sang suami lalu memasukkan kunci duplikat motor satu persatu kedalam kunci motor yang terparkir di basemen.

Dari sekian banyak sepeda motor, hanya motor Kawasaki X125D D 3567 SAG milik korban GJT yang bisa terbuka. Motor tersebut lalu dibawa kabur tersangka, sementara istrinya mengawasi dari jauh.

“Saat keluar membawa motor tersangka JMI menunjukkan karcis member palsu ke petugas pintu parkir. Sedangkan tersangka JMS menunjukkan kartu member asli karena mereka kost di Apertemen itu,” ucap Kapolsek.

Mendapat laporan, anggota Polsek Metro Kelapa Gading lalu melakukan penyelidikan. Ternyata aksi pasutri tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) apartemen akhirnya dapat diidentifikasi petugas. Keduanya juga dapat dikenali lantaran menghuni salah satu unit di apartemen tersebut. 

Tanpa perlawanan sang istri ditangkap didalam unit apertemennya.Sedangkangkan, sang suami sempat kabur dan berhasil ditangkap ditempat persembunyiannya di daerah Bekasi dan juga menyita sepeda motor hasil curian yang belum sempat terjual.

“Saya mengimbau agar penghuni apartemen mengantisipasi masalah pencurian dengan menambah kunci ganda pada kendaraannya,” tukasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman7 tahun penjara.

Pembunuh Pria Leher Tergorok di Kelapa Dua Dibekuk Saat Berkemas untuk Kabur

Pelaku penggorok leher temannya sendiri di Kelapa Dua Kabupaten Tangerang.  (imam)
Kamis, 28 Juli 2016 13:16 WIB
PUSKOMINFO - Hanya dalam waktu empat jam, pelaku pembunuhan laki-laki dengan leher tergorok dan hampir putus, ditemukan di pinggir Jalan Diklat Pemda, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, berhasil ditangkap.

Pelaku diketahui bernama Hardi Saputra, 20 tahun, warga Kabupaten Tanggamus, Lampung. Sedangkan korban bernama Nasman, antara korban dan pelaku adalah teman.

Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Zainal Ahzab mengatakan, Hardi ditangkap di kontrakannya saat sedang berkemas-kemas untuk pergi meninggalkan Tangerang.

Kapolsek menjelaskan awalnya korban bersama pelaku dan dua orang teman lainnya sedang mabuk di sebuah kuburan. Kemudian korban yang belakangan diketahui bernama Nasman meledek pelaku. "Karena tidak senang, pelaku menyimpan dendam," kata Kapolsek, Kamis (28/7/2016).

Setelah itu, kata Kapolsek, pelaku Hardi mengajak Nasman ke kontrakannya dengan alasan mengambil camilan. Namun, saat perjalanan kembali ke tempat mereka berkumpul untuk mabuk, ternyata pelaku langsung menghabisi nyawa korban dengan menggorok lehernya.

"Sesampainya di tempat mereka mabuk-mabuk, Hardi juga bertengkar dengan Dedi. Hardi juga menyabetkan pisau yang digunakan untuk membunuh Nasman kepada Dedi. Alhasil Dedi mengalami luka sabetan di kepala dan tangan," jelas Kompol Zainal Ahzab.

"Untuk sementara motifnya karena sakit hati terhadap korban. Kemudian pasal yang dikenakan adalah Pasal 338 tentang Pembunuhan," ucapnya.

Seorang Nenek 72 Tahun Ditemukan Tewas di Rumahnya di Pondok Aren, Diduga Korban Pembunuhan

Seorang Nenek Ditemukan Tewas di Rumahnya di Pondok Aren, Diduga Dibunuh
Kamis, 28 Juli 016 10;06 WIB
PUSKOMINFOSeorang nenek bernama Wagiya, 72 tahun ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya di Jalan Masjid Al Ikhlas, Kampung Lio, RT 02 RW 01, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis (28/7/2016) pagi. Nenek Wagiya tewas diduga akibat dibunuh.

"Pada Kamis (28/7/2016) pukul 03.00 WIB di Jl Masjid Al-Ikhkas Kampung Lion RT 02/01 Keluarahan Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan telah ditemukan orang meninggal di dalam rumah kamar diduga dibunuh," kata Kasubag Humas Polres Tangerang Selatan, AKP H Mansuri, dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (28/7/2016).

AKP Mansuri mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh cucu korban bernama Indra, 25 tahun. Saat itu, ia bersama dua temannya, Gaby Priska, 16 tahun dan Pandi Supriyanto, 23 tahun, masuk ke dalam rumah korban melalui pintu belakang yang memang sudah terbuka.

Beberapa saat kemudian, saksi Indra tak sengaja melihat ke arah kamar korban melalui bilik kamarnya. Ternyata tampak Wagiya dalam posisi telentang mengeluarkan darah dari hidung dan keningnya.

Mengetahui kejadian itu, kata AKP Mansuri, saksi Indra memberitahukannya kepada Gaby dan Pandi, selanjutnya dilaporkan pada warga sekitar. "Diduga korban tewas dibunuh. Petugas masih menyelidiki kasus ini," kata AKP Mansuri.

Hingga kini, pihak kepolisian masih meminta keterangan para saksi serta memasang garis polisi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polres Metro Jakarta Barat Musnahkan Narkoba Senilai 33 Miliar

Kamis, 28 Juli 2016 09:18 WIB
PUSKOMINFO - Polres Metro Jakarta Barat memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu, ganja dan pil psikotropika di halaman Mapolres Jakarta Barat Jalan S Parman No 31 Jakarta Barat, Rabu (27/7/2016).

Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Barat, AKBP M. Irsan mengatakan pemusnahan barang haram tersebut merupakan hasil pengungkapan dari bulan Juni sampai dengan Juli 2016 dari empat tersangka.

"Pengungkapan ini dari hasil penangkapan empat tersangka AH, GS, AR dan DP," kata AKBP Irsan.

AKBP Irsan menambahkan, dari penangkapan keempat pelaku tersebut polisi berhasil mengamankan sabu seberat 22 kilogram, ganja 1,2 kilogram dan pil psikotropika 1.660 butir. 

Keempat pelaku ditangkap pada waktu berbeda yakni AH pada 8 Juni 2016 dengan barang bukti 1.660 butir ekstasi ditangkap di kontrakannya Jalan Betet, Tambora, Jakarta Barat, GS ditangkap pada 22 Juni 2016 dengan barang bukti 22 kilogram sabu di kawasan Bekasi dan AR bersama kekasihnya DP ditangkap pada 3 Juli 2016 dengan barang bukti 1,2 kilogram ganja di Jalan Haji kelik, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

"Barang haram ini kalau dirupiahkan mencapai 33,2 Miliar dan dapat menyelamatkan 112.860 ribu jiwa," ungkap AKBP Irsan. 

Ketiga jenis narkoba tersebut di musnahkan dengan cara di blender dengan dicampur air accu dan dibakar.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UURI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Mayat Pria Diduga Korban Pembunuhan Ditemukan di Kelapa Dua Tangerang

Kamis, 28 Juli 2016 09:04 WIB
PUSKOMINFO - Sesosok mayat pria ditemukan warga tergeletak di pinggir Jalan Diklat Pemda, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (28/7/2016) dinihari. Mayat pria tanpa identitas yang diperkirakan berusia 25 tahun itu diduga sebagai korban pembunuhan karena terdapat luka gorok di leher.

Jasad pria malang itu pertamakali ditemukan di pinggir jalan oleh warga sekitar. ‎Saat ditemukan, mengenakan kaos hitam dan celana jeans. Usia korban diperkirakan 20-25 tahun. Tak satupun identitas yang melekat di tubuhnya. Tak jauh dari tubuh korban juga ditemukan sepeda motor Honda Vario B 6473 GKT.

"Kemungkinan korban dibunuh karena pada bagian lehernya terdapat luka bekas benda tajam hingga nyaris putus. Dekat jasad korban juga ditemukan sepeda motor," ujar petugas Polsek Kelapa Dua yang dikonfirmasi, Kamis (28/7/2016).

Oleh petugas Polsek Kelapa Dua yang datang ke lokasi, jasad pria itu selanjutnya dievakuasi ke RSU Tangerang.

Sementara Kapolsek Kelapa Dua Kompol Zainal Ahzab menuturkan, pihaknya masih terus menyelidiki mayat pria berdarah itu. Petugas kini masih berupaya mencari identitas korban. "Sedang dilidik mayat tanpa identitas di tepi jalan. Sedang dikembangkan dulu, sepertinya ada warga yang kenal," kata Kapolsek.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis 28 Juli 2016

Kamis, 28 Juli 2016 08:49 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis, 28 Juli 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

27 Juli 2016

Hasil Autopsi Nur Asih Diduga Diperkosa Sebelum Dibunuh

Wanita Berkutek yang Tewas di Ciliwung Ternyata Nur Asih
Rabu, 27 Juli 2016 14:09 WIB
PUSKOMINFO - Tim penyidik Polresta Depok menduga Nur Asih, wanita yang ditemukan tewas di pinggir Sungai Ciliwung, Sukmajaya Depok sempat diperkosa pelaku sebelum akhirnya dibunuh. Korban diperkosa dalam kondisi sedang hamil muda. Dugaan itu muncul dari hasil autopsi atas jenazah wanita berusia 24 tahun itu.

Wakil Kepala Polresta Depok, AKBP Chandra Sukma Kumara, mengatakan, pada jasad Nur, ditemukan bukti pemerkosaan berupa cairan sperma. "Berapa usia kehamilan dan posisi spermanya, kita belum tahu. Namun kuat dugaan sebelumnya dia sempat diperkosa dan memang sedang dalam keadaan hamil," kata AKBP Chandra, Rabu (27/7/2016).
Wakapolresta Depok AKBP Candra Kumara bersama Kapolsek Sukmajaya Kompol Supriyadi menunjukan foto identitas korban berdasarkan hasil E-KTP. (Angga)
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata AKBP Chandra, korban yang berprofesi sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) itu meninggalkan kampung halaman sejak tahun 2014 silam. Selain itu, keluarganya jarang berkomunikasi dengan korban.

"Dia sebenarnya sudah menikah. Nah kita tidak tahu, apakah dia di sini jadi pembantu disalurkan oleh agen atau perorangan, itu yang juga sedang kami telusuri. Kami juga belum tahu, apakah dia datang ke sini bersama suaminya atau tidak. Besok, beberapa rekan penyidik akan bertolak ke Palembang untuk mencari petunjuk baru dari kasus ini," ujar AKBP Chandra.

Kapolsek Sukmajaya, Kompol Supriyadi, menambahkan, dari hasil autopsi, korban tewas sekira satu hingga dua jam sebelum jasadnya ditemukan. Dia pun diperkirakan dibunuh tak jauh dari lokasi penemuan jasad, mengingat saat itu debit air Sungai Ciliwung tidak terlalu tinggi.

"Diduga tewas akibat kekerasan. Terdapat beberapa luka di kepala, leher dan dada. Kasusnya akan terus kami kembangkan," kata Kompol Supriyadi.

Seperti diketahui, jasad Nur Asih ditemukan tersangkut di bebatuan di aliran Sungai Ciliwung, dekat Perumahan Pesona Khayangan, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, pada Minggu 24 Juli 2016 lalu.


Kebakaran Rumah di Cakung, Satu Orang Tewas


Rabu, 27 Juli 2016 11:21 WIB
PUSKOMINFO - Kebakaran terjadi di Jalan Raya Bekasi Km 20, Rawateratai RT 03 RW 03, Kelurahan Rawateratai, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (27/7/2016) pagi tadi. Akibatnya, selain menghanguskan bangunan dan kendaraan yang terparkir di dalamnya, satu orang penghuni rumah ditemukan tewas terbakar.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 08.15 WIB. Sebanyak 18 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dan api berhasil dipadamkan selama satu jam kemudian.

Dalam peristiwa tersebut, satu orang yang diketahui sebagai penghuni rumah bernama Kohar, 49 tahun, menjadi korban dan tewas akibat api yang dengan cepat membakar bangunan.

Dalam kebakaran itu juga menghanguskan enam toko dan dua unit mobil yang berada di dalamnya, kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Hingga saat ini, petugas Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Metro Cakung masih melakukan Olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran tersebut.

Identitas Mayat Wanita di Kali Ciliwung, Sukmajaya, Depok Diketahui

Wanita Berkutek yang Tewas di Ciliwung Ternyata Nur Asih
Foto Nur Asih, korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan di Kali Ciliwung, Sukmajaya Depo, semasa hidup.

Rabu, 27 Juli 2016 11:05 WIB
PUSKOMINFO - Upaya polisi untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis yang dialami seorang wanita di aliran Sungai Ciliwung, Sukmajaya, Depok Jawa Barat akhirnya mulai menemukan titik terang. Petugas Polresta Depok telah melacak identitas korban yang ternyata adalah warga Jambi.

Identitas korban dipastikan dari hasil sidik jari korban yang dicocokkan melalui e-KTP. Berdasarkan sidik jari tersebut, korban diketahui bernama Nur Asih. Dia berusia 34 tahun, kelahiran Palembang. Berdasarkan data e-KTP, wanita itu beralamat di Petajen, RT 01/ RW 01, Bajubang, Batanghari, Provinsi Jambi.

"Dari temuan ini tentu ada petunjuk penting yang bisa kita kembangkan. Dan saat ini, anggota kami sedang mendalaminya untuk mengetahui siapa pelaku dan motifnya," kata Kapolresta Depok, Kombes Pol Harry Kurniawan, Rabu (27/7/2016).

Seperti diketahui, wanita tanpa identitas yang diduga tewas akibat luka bacok di kepala itu, ditemukan tersangkut batu di aliran Sungai Ciliwung, dekat Perumahan Pesona Khayangan, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, pada Minggu 24 Juli 2016.
Sketsa ini kami muat untuk membantu polisi mengetahui identitas korban

Dari hasil autopsi diketahui, korban yang menggunakan kutek kuku berwarna merah itu, tewas akibat mengalami penyiksaan.

"Itu diketahui dari dua luka bacok pada bagian kepala. Selain itu, hasil autopsi juga menunjukan adanya luka dibagian leher yang diduga akibat cekikan serta luka di bagian dada yang diyakini akibat hantaman benda tumpul hingga akhirnya tewas," kata Kapolres.

Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap Pembunuh Pria Bersarung yang Dibakar di Serpong

Polisi Tangkap Pembunuh Pria Bersarung yang Dibakar di Serpong
Rabu, 27 Juli 2016 08:31 WIB
PUSKOMINFO - Kurang dari 24 jam, tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku pembunuhan pria yang ditemukan tewas terbakar di Kampung Ciater 2, RT 2/8, Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Pelaku berjumlah dua orang.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengatakan, dari hasil olah TKP dan identifikasi sidik jari, diketahui korban bernama Andi Syahputra.

"Alhamdulilah dini hari ini Jatanras berhasil menangkap dua pelaku," ujar Kombes Krishna kepada wartawan, Rabu (27/7/2016).

Kedua pelaku yakni Pram Utama alias Bram, dan seorang remaja berusia 14 tahun berinisial T yang ikut membantu mengeksekusi korban. Motifnya masalah utang piutang.


Hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan Andi Syahputra ini bukan hanya soal utang. Tapi akibat utang yang dibungakan.

Pembunuhnya, Pram Utama, menceritakan hal itu saat diinterogasi penyidik di Polda Metro Jaya, Rabu (27/72016) pagi.

Menurut Pram, hutang piutang itu sudah terjadi sejak mereka berdua sama-sama di kampung. Saat itu Pram meminjam uang Rp 3 Juta dari korban. Lalu pergi ke Jakarta. Tapi baru meminjam beberapa hari, korban sudah mulai menagih. Bahkan ada hitung-hitungan bunga.

"Makanya saya kesal. Dia itu suka pinjam uang ke saya, dan tak pernah saya berikan bunga juga," kata Pram ke polisi.

Pram yang murka kemudian mengundang Andi datang ke kontrakannya di Pamulang, Kota Tangerang Selatan pada Senin (25/7/2016).

Pram membunuh Andi bersama seorang rekannya yang masih dibawah umur di kontrakan itu. Setelah itu barulah mayat Andi dibuang ke Kebon Kosong.
Mayat Pria Terbakar Gegerkan Warga Wetan Serpong
Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan di sebuah kebun pisang di Kampung Ciater, Lengkong Wetan, Serpong, Tangerang Selatan pada Selasa (26/7) kemarin. Saat ditemukan korban dalam posisi meringkuk terbungkus kain sarung yang terbakar.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu 27 Juli 2016

Rabu, 27 Juli 2016 08:29 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu, 27 Juli 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

Uji Coba Pengaturan Lalu Lintas Ganjil-Genap, Petugas Jaga 9 Persimpangan


Rabu, 27 Juli 2016 07:57 WIB
PUSKOMINFO - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar apel gabungan bersama Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), di Lapangan Monas, Rabu (27/7/2016) pagi. Pelaksanaan apel ini terkait penerapan sistem nomor kendaraan ganjil genap yang mulai diberlakukan hari ini. 

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Syamsul Bahri mengatakan, uji coba sistem ganjil genap nomor kendaraan dilakukan dalam waktu satu bulan yakni sampai 26 Agustus 2016. Pihak kepolisian menyiapkan petugas di sembilan titik persimpangan, di antaranya di ruas Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, dan Jalan Gatot Subroto.
"Hari ini tidak ada penindakan. Hari ini hanya memberi informasi lanjutan sosialisasi," kata Kombes Syamsul usai apel di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2016).

Menurut Kombes Syamsul, penerapan sistem ganjil genap dilakukan untuk mengurangi kemacetan di Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin. Selain itu, aturan tersebut juga diberlakukan sambil menunggu kesiapan penerapanelectronic road pricing (ERP). "Selama ini setelah dievaluasi penyebab kemacetan adalah three in one dicabut," ujarnya.

Polda Metro Jaya memprediksi sistem ganjil genap akan mengurangi kemacetan hingga 20 persen. "Kawasannya masyarakat harus mengerti untuk melancarkan lalu lintas. Kami sama-sama dengan Dishub (dinas perhubungan), kami coba sama-sama di lapangan," katanya.

Polresta Bekasi Kota Bekuk Pemalsu Dokumen TKI di Jatiasih

Rabu, 27 Juli 2016 07:40 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Satuan Reskrim Polresta Bekasi Kota berhasil membekuk pelaku pembuat dokumen palsu Tenaga Kerja Indonesia (TKI), atas nama Agus Purnomo, 40 tahun, di Jalan Kramat, Jatiasih, Kota Bekasi, pada Jumat 22 Juli.

Sebelum berhasil ditangkap, sebanyak 30 orang korbannya yang merupakan tenaga kerja wanita (TKW), diduga menggunakan jasanya itu sudah berhasil berangkat dengan membayar dokumen buatan pelakunya, sebesar Rp10 juta untuk satu orangnya.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Rajiman mengatakan, pihaknya berhasil menangkap pelaku di rumahnya setelah mendapatkan laporan dari warga yang kerap melihat rumah korban sering didatangi oleh perempuan pada malam hari.

"Jadi dalam laporan itu pelaku disebut-sebut sering didatangi perempuan pada malam hari. Dan tidak hanya satu perempuan, tapi banyak,” kata Kompol Rajiman usai gelar perkara, di halaman Polresta Bekasi Kota, Selasa (26/7/2016).

Namun, pada saat menerima laporan itu, kata Kompol Rajiman, pihaknya tidak langsung melakukan penangkapan kepada pelaku. Melainkan pada saat itu, penyidik melakukan pemantauan dan mengawasi rumah pelaku terlebih dahulu.

"Setelah kami pastikan, baru kami pun mengadakan penggerebekan dirumah pelaku dan menangkap pelaku yang mengaku sudah menjalankan aksinya selama enam bulan lamanya," jelas Kompol Rajiman.

Dari hasil penangkapan pelaku, kata Kompol Rajiman, pihaknya menyita sejumlah barang bukti seperti 20 stempel pejabat Kabupaten Brebes, Subang, Indramayu dan lain-lain, 40 lembar akta kelahiran, 25 KTP palsu, 27 blanko KTP, 24 paspor, 146 lembar blanko Kartu Keluarga (KK).

Akibat perbuatanya, tersangka bakal dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Serta, Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen dengan ancaman hukuman penjara enam tahun penjara.

26 Juli 2016

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Farah

Calvin Peragakan 55 Adegan Bunuh dan Bungkus Mayat Farah
Selasa, 26 Juli 2016 14:48 WIB
PUSKOMINFO - Penyidik Polsek Metro Penjaringan menggelar rekonstruksi pembunuhan Farah Nikmah Ridallah, karyawati bank swasta yang mayatnya ditemukan dibungkus dalam boks plastik di kolong Jalan Tol Lingkar Luar atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara.
Rekonstruksi digelar di kamar Calvin Soepargo di lantai 27 Apartemen Marina Mediterania Ancol, Jakarta Utara, pukul 12.30 WIB, Selasa, 26 Juli 2016.
Kapolsek Metro Penjaringan, Kompol Bismo Teguh mengatakan, ada sekitar 30 personel polisi yang dilibatkan dalam rekonstruksi pembunuhan bermotif hubungan seks sesaat itu.
Menurut Kapolsek, ada sekitar 55 adegan yang bakal diperagakan Calvin dalam rekonstruksi itu, dimulai dari pertemuannya dengan Farah di lobi apartemen, hingga Calvin menghabisi nyawa Farah dan mengemas mayatnya ke dalam boks plastik.
Calvin juga akan dibawa ke dua lokasi, yakni tempat pembuangan barang bukti dan tempat pembuangan mayat Farah.
Seperti diketahui, kasus pembunuhan sadis itu, terungkap setelah jenazah Farah ditemukan pada Selasa 12 Juli 2016. Polisi akhirnya berhasil mengungkap dalang pembunuhan itu sehari berikutnya. Berdasarkan penyelidikan, Calvin mengaku membunuh Farah karena sakit hati, dihina Farah, saat Calvin meminta Farah melayaninya di ranjang.

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Serpong, Diduga Korban Pembunuhan

Mayat Pria Terbakar Gegerkan Warga Wetan Serpong
Mayat pria tanpa identitas ditemukan di Kampung Ciater 2, RT 2/8, Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Selasa (26/7/2016)

Selasa, 26 Juli 2016 14:19 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas di Kampung Ciater 2, RT 2/8, Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Selasa (26/7/2016) sekira pukul 08.00 WIB. Saat ditemukan mayat dalam kondisi terbungkus sarung kotak-kotak dan terbakar.

Saat dikonfirmasi, warga sekitar mengaku tak tahu menahu siapa sosok mayat tersebut. Bahkan pemilik warung dekat tempat kejadian perkara (TKP) pun tak mengetahui ada kejadian itu sejak malam hingga pagi.

"Ciri-cirinya dia memiliki tato di lengan kanan dan dipunggung kiri. Pakai kalung rantai, kaos dalam putih dan jeans biru," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono kepada wartawan, Selasa (26/7/2016).

Korban diperkirakan berusia 30-40 tahun dengan tinggi 165 dan kulit kuning. Potongan rambutnya pendek dengan kuku tangan yang panjang.

"Saat ditemukan, posisi dalam keadaan telungkup, kepalanya ditutup plastik, karung dan diikat dengan kain sarung. Korban diduga dibakar namun yang terbakar hanya sarungnya. Ada luka di bagian muka kepala," tukas Kabid Humas.

Sebagai informasi, kondisi tubuh dan kepala korban begitu mengenaskan. Di jidatnya terdapat luka besar, begitu pula di mata kirinya. Kemudian ada pula lubang di dagu kiri dan luka pada kepala belakang.

Usai temuan itu, aparat kepolisian pun mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP kemudian koordinasi dengan para penyidik untuk tentukan arah penyelidikan guna ungkap perkara.

Polsek Metro Kebayoran Baru Cokok Wanita Pengedar Sabu di Pondok Aren

Selasa, 26 Juli 2016 11:16 WIB
PUSKOMINFO - Seorang wanita pengedar narkotika jenis sabu dicokok petugas Polsek Metro Kebayoran Baru, di Jalan Kebon Kopi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (26/7/2016). Dari tangan tersangka bernama Karen, 30 tahun,  petugas menyita enam paket sabu seberat 4,5 gram, satu buah timbahan, dua plastik klip, dan satu alat hisap shabu alias bong.

Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Ary Purwanto, didampingi Kanit Reskrim, Kompol Subowo, menerangkan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat adanya peredaran narkoba di wilayahnya.

Polisi pun menelusuri tersangka hingga di kawasan Pondok Aren, Tangsel. Karen pun disergap dan digeledah ditemukan dalam tasnya yang dibawa sabu enam paket.

“Tersangka sudah menjual narkoba baru tiga bulan dan hanya kepada orang yang ia kenal saja,” katanya.

Akibat perbuatannya tersangka terancam dikenakan Pasal 114 jo 112 tentang narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara.

Ingat, Besok Penerapan Uji Coba Pembatasan Kendaraan Ganjil-Genap


Selasa, 26 Juli 2016 10:44 WIB
PUSKOMINFO - Diingatkan kepada warga DKI Jakarta dan sekitarnya bahwa mulai besok, Rabu (27/7/2016), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan Uji Coba Kawasan Pembatasan Kendaraan Ganjil-Genap pada beberapa ruas jalan.

Uji coba akan dilaksanakan pada 27 Juli 2016 s/d 26 Agustus 2016 mendatang.

Adapun lokasi jalan yang diberlakukan pembatasan lalu lintas Ganjil-Genap yaitu Jalan Sisingamangaraja, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH. Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat dan sebagian Jalan Gatot Subroto.

Kendaraan yang tidak kena kebijakan itu yakni kendaraan Presiden, Wakil Presiden, angkutan umum plat kuning, kendaraan pemadam kebakaran dan truk angkutan barang sesuai peraturan gubernur.

Polsek Metro Tambora Tangkap Tiga Pencuri Sepeda Motor Spesialis Rusun

Selasa, 26 Juli 2016 10:10 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Tambora, Jakarta Barat, menangkap tiga tersangka pencuri sepeda motor spesialis di Rumah Susun Muara Angke. "Dari pengakuan tersangka, mereka sudah tiga kali mencuri di rumah susun," kata Kapolsek Metro Tambora, Kompol Muhammad Syafi'i saat dikonfirmasi.

Kapolsek mengatakan ketiga tersangka tersebut masih di bawah umur. Mereka adalah WD, 14 tahun, DR, 13 tahun, dan MAY, 12 tahun. Ketiga tersangka ditangkap warga setelah mencuri sepeda motor milik warga di area parkir Rusun Muara Angke pada Sabtu, 23 Juli lalu.


Awalnya, kata Kapolsek, ketiga tersangka telah mengamati korbannya di area parkir pukul 15.30 WIB. Saat itu korban bernama Supyan, 56 tahun, sedang memarkirkan sepeda motor Honda Scoopy lalu ditinggal masuk ke dalam rumah susun. Supyan tak sengaja meninggalkan kunci masih tergantung di sepeda motor.

Setibanya di rumahnya, korban baru ingat telah meninggalkan kunci sepeda motor. Supyan pun bergegas turun dari rumah susun untuk mengambil kunci. Tapi sepeda motornya sudah hilang dari area parkir.

Fahrurroji, 48 tahun, selaku petugas keamanan rumah susun memberi tahu bahwa sepeda motor korban dibawa tiga remaja. Supyan pun meminta bantuan Fahrurroji untuk mencari ketiga tersangka tersebut. Mereka berhasil ditangkap warga di sekitar Kampung Bebek, Jakarta Barat.

Para tersangka kemudian digelandang warga ke kantor polisi. Kepada polisi mereka mengaku telah berulang kali mencuri di rumah susun tersebut. Pertama kalinya, WD mencuri motor Yamaha Jupiter Z pada 12 Juli lalu. Dua hari kemudian, ia mengajak MAY mencuri Honda Supra Fit di tempat yang sama. Terakhir, pada Sabtu pekan lalu mereka berdua mengajak DR untuk mencuri motor Scoopy. Satu di antara motor hasil curian itu telah dijual tersangka.

"Sekarang sejumlah barang bukti telah diamankan diantaranya dua unit sepeda motor, yakni Honda Scoopy B 3191 BMC dan Honda Supra Fit B 6550 UBG," ucap Kapolsek. 

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP terkait pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Tapi karena masih di bawah umur, kata Kapolsek, pihaknya perlu meminta keterangan orang tua tersangka.

Dua Tahun Buron, Tersangka Pembunuh di Depok Dibekuk

Selasa, 26 Juli 2016 09:01 WIB
PUSKOMINFO - Tim Buru Sergap (Buser) Polres Kota Depok meringkus Nuryadi, 30 tahun, tersangka pembunuhan di Depok, Jawa Barat, yang telah dua tahun buron. Pemuda bertubuh kurus itu diringkus di tempat persembunyiannya di kawasan Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Kapolresta Depok, Kombes Pol Harry Kurniawan, mengungkapkan pelaku akhirnya berhasil ditangkap setelah jajarannya melakukan pengembangan, dengan sederet petunjuk di lokasi kejadian dan keterangan sejumlah saksi.

“Yang bersangkutan (Nuryadi) kami ringkus dalam pelariannya di Tanjung Kertang RT 1/2 Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang Batam, Kepri. Ia sudah dua tahun bersembunyi di sana,” kata Kapolres saat dikonfirmasi, Selasa (26/7/2016).

Selain meringkus tersangka, polisi juga berhasil menemukan batu yang digunakannya untuk menghabisi nyawa korban. “Sedangkan pisau yang digunakan untuk menusuk korban sedang kami telusuri,” katanya.

Pelaku diduga tega menghabisi nyawa Sriyono alias Dadun karena cemburu. Itu karena korban kerap menghubungi istri tersanga. “Jadi pelaku ini memergoki korban sedang berkomunikasi dengan istrinya. Dia cemburu, kemudian menghabisi nyawa korban dengan tusukan benda tajam dan memukulnya menggunakan batu,” ujar Kapolres.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi di kawasan Kapling DDN Rt 05/09, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Selasa, 22 Juli 2014. Jasad korban ditemukan di tumpukan puing-puing dengan luka tusuk di punggung dan dada. Kasus itu ditangani Polres Kota Depok.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 26 Juli 2016

Selasa, 26 Juli 2016 08:58 WIB

PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa, 26 Juli 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK :LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Honda Dewi Sartika
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. 
SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090