08 Juli 2016

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Amankan 21 Kg Ganja yang Ditinggal di KM Kelud, Diduga Milik Pemudik

Kasat Res Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP A Rian Faozi SH menunjukkan puluhan kilo gram ganja yanh ditinggalkan penumpang KM Kelud asal Medan. (dwi)
Kasat Res Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP A Rian Faozi SH, menunjukkan barang bukti 21 kg ganja yang ditinggalkan pemiliknya di KM Kelud, Kamis (7/7/2016).

Jumat, 8 Juli 2016 08:03 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok tengah mengejar pemilik 21 kilogram (Kg) ganja yang ditinggalkan di KM Kelud saat sandar di Terminal Penumpang Nusantara Pura ll Pelabuhan Tanjung Priok. Diduga kuat ganja tersebut milik pemudik.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Hany Hidayat didampingi Kasat Narkoba AKP A Rian Faozi SH Kamis (7/7/2016) mengungkapkan pihaknya mendapatkan informasi kalau di atas kapal KM Kelud milik Pelni yang mengangkut sebagian besar TKI dari Batam ke Pelabuhan Tanjung Priok yang ingin mudik pulang ke Jawa ada penumpang yang membawa puluhan kilo gram daun ganja.

Atas informasi tersebut selanjutnya AKBP Hany Hidayat memerintahkan Kasat Res Narkoba dan anggotanya memantau gerak-gerik penumpang yang baru turun dan memperketat penjagaan maupun pengawasan di terminal penumpang.

“Kemungkinan pemilik barang ganja itu curiga melihat gerak gerik anggota kami yang memperhatikan setiap penumpang dari jauh jadinya mereka parno lalu meninggalkan ganja seberat 21 kilo gram itu tidak jauh dari mesin X-Ray,” terang Kasat Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP A Rian Faozi.

Melihat ada karton coklat yang ditinggalkan pemiliknya lalu petugas mencurigai dan menghampiri karton warna coklat tersebut dan mengamankannya.

Setelah dibuka, petugas mendapatkan bungkusan coklat yang dilakban dengan jumlah 21 bungkus. Setelah disobek isinya daun ganja.

Dikatakan Kasat, hingga kini pemilik paket tersebut masih dicari. Diduga ganja itu ditinggalkan kabur pemiliknya karena khawatir akan ada pemeriksaan petugas.

Dari hasil sementara bukti yang diperoleh dugaan kalau ganja tersebut berasal dari Aceh lalu dibawa menggunakan bus antar kota antar provinsi (AKAP) ke Medan dan dari Medan dibawa ke Jakarta menggunakan KM Kelud yang sempat singgah di Batam.

“Kami menemukan secarik kertas bukti kode boking dari salah satu perusahaan Oto Bus AKAP jalur lintas Aceh-Medan sehingga kami curigai ganja itu berasal dari Aceh dibawa dulu ke Medan sebelum dibawa ke Jakarta pake KM Kelud,” kata Kasat.

Dengan diamankannya 21 kg ganja maka merupakan tangkapan terbesar selama musim Arus mudik Lebaran.

1 komentar: