30 Agustus 2016

Polsek Tebet Bekuk Empat Pembobol ATM

Kawanan penguras ATM yang ditangkap di Jakarta Selatan. (adji)
Selasa, 30 Agustus 2016 14;08 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Tebet berhasil menangkap empat anggota komplotan pembobol kartu ATM yang beraksi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Kempat pelaku yang yang ditangkap yakni Cholil, 30 tahun, Hartawan, 40 tahun, Yudi, 23 tahun, dan Erik, 20 tahun, ditangkap di kawasan Karawaci, Tangerang, Senin (29/8/2016) kemarin.

Dari keempat pelaku disita barang bukti struk Bank Mandiri, plastik mika pengganjal ATM, gergaji kecil, dua obeng, buku tabungan, stiker, sepeda motor Nopol B 6090 GVV, dan sepeda motor Honda Beat warna putih Nopol F 6936 IKA.

Kapolsek Tebet, Kompol Nurdin Arrohman, mengatakan penangkapan tersangka berawal dari laporan seorang wirausaha, Syarifah Nurhayati Nasution, yang melaporkan saldo tabungannya dikuras pelaku sebesar Rp117 juta.

Saat itu, Korban (Syarifah) berada di ATM Bank Mandiri di depan minimarket di Tebet, Jakarta Selatan. Ia panik ketika tiba-tiba ATM miliknya tersangkut dan tak bisa keluar. Saat itu, datang seorang pria menyarakannya menelpon nomor call center seperti yang tertempel di stiker di atas mesin ATM tersebut.

Tak curiga, ia menelpon nomor tersebut. Seorang operator gadungan menyahut lalu meminta nomor pin dan bergegas ke Bank Mandiri terdekat.

“Setelah korban pergi, pelaku melancarkan aksinya, mengambil kartu yang terganjal dengan plastik mika dan obeng lalu melakukan transaksi hingga 10 kali. Uang Rp117 juta pun berpindah dari ATM korban,” ungkap Kapolsek.

Sementara korban yang berada di Bank Mandiri kaget megetahui ATM-nya telah dibobol. Ia lagnsung melapor polisi. “Aksi kawanan ini terekam CCTV. Mereka masuk ke ruang ATM memakai helm, padahal ada larangan menggunakan helm,” katanya.

“Mereka juga membuat striker nomor call center palsu yang ditempel lalu diambil lagi setelah menguras uang korban.”Dalam pemeriksaan, kawanan ini mengaku berbagi tugas dalam beraksi. Ada yang mendekati korban, berpura-pura menjadi operator dan mengeluarkan kartu ATM yang tersangkut di mesinnya.

“Mereka sudah empat kali beraksi di Tebet. Di wilayah lain sudah lebih dari 10 kali. Uang hasil kejahatan dihabiskan untuk pesta narkoba dan kebutuhan keluarga,” katanya.

Polsek Pondok Aren Tangkap Sindikat Pembuat dan Pengedar Uang Palsu


Selasa, 30 Agustus 2016 12:49 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Polsek Pondok Aren mengungkap sindikat pembuat dan pengedar uang palsu (upal) di Kota Tangerang Selatan. Dua orang Pelaku beserta barang bukti berupa jutaan upal berhasil diamankan.

Kedua pelaku bernama Sayun Hariyanto alias Yanto, 65 tahun dan Rosyid, 61 tahun berhasil diamankan oleh unit Reskrim Polsek Pondok Aren berikut sejumlah barang bukti berupa upal pecahan Rp50 ribu dan pecahan Rp100 ribu senilai Rp6,5 juta.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap Yanto di Jalan Lembang, Gang SMA PGRI, Sudimara Barat, Ciledug, Tangerang. Kemudian berlanjut pada penangkapan pelaku kedua, Rosyid di daerah Depok, Jawa Barat.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Mansuri menuturkan, pengungkapan itu berawal saat polisi mendapatkan informasi dari warga Pondok Aren yang menyebutkan bahwa ada seorang pelaku yang belakangan diketahui bernama Yanto, tengah mengedarkan upal pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu di wilayah itu.

"Petugas langsung meluncur ke lokasi, dan setelah dilakukan penyelidikan polisi berhasil mengamankan seorang pelaku di daerah Ciledug berikut upal senilai Rp4,5 juta," kata AKP Mansuri, Senin (29/8/2016) kemarin.

Dari pengakuan Yanto, kata AKP Mansuri, dia mendapatkan upal itu dari temannya bernama Rosyid yang tinggal di daerah Depok. Petugas pun menjebak Rosyid agar datang ke rumah Yanto untuk membeli sejumlah upal produksinya.

Saat Rosyid tiba di rumah Yanto, sambung AKP Mansuri, polisi langsung menyergapnya dan mengamankan sejumlah upal pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu senilai Rp2 juta dari dalam jaket pria paruh baya tersebut.

"Pelaku kedua (Rosyid) berhasil ditangkap berikut barang bukti upal senilai Rp2 juta. Menurutnya, dia membuat sendiri upal itu di rumahnya di daerah Depok," sambung AKP Mansuri.

Pihak kepolisian selanjutnya bergegas mengarah kekediaman Rosyid di daerah Pengasinan, Depok. Di sana petugas menyita sejumlah alat pembuat upal seperti mesin printer, tinta dan cat. "Kedua pelaku dan barang bukti sudah diamankan. Kasus ini sedang diselidiki oleh Polsek Pondok Aren," pungkas AKP Mansuri.

Wakapolda Metro Jaya Buka Bhakti Sosial Dalam Rangka HUT Polwan ke-68 di Polresta Depok

Wakapolda Metro Jaya Brigjend Pol Suntana menyerahkan kupon simbolis acara bhakti sosial dan kesehatan didampingi Kapolresta Depok Kombes Harry Kurniawan serta Walikota Depok. (Angga)
Selasa, 30 Agustus 2016 12:07 WIB
PUSKOMINFO - Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Suntana,  membuka acara bhakti sosial dalam rangka HUT Polwan ke-68 Tahun 2016 di lapangan utama Polresta Depok, Selasa (30/8/2016) pagi. Dalam acara tersebut turut hadir para pejabat Polda Metro Jaya serta Wakil Bhayangkari Daerah Polda Metro Jaya.

Kegiatan bhakti sosial dan bhakti kesehatan dalam rangka menyambut HUT Polwan ke-68 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke 64.

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Suntana mengatakan kegiatan ini merupakan suatu bentuk kedekatan polisi dengan masyarakat.“Bhakti sosial dan bhakti kesehatan yang diselenggarakan Polresta Depok merupakan bentuk pelayanan Polri dengan masyarakat dalam menjalin komunikasi, sinergitas, dan komunitas kepada masyarakat,”ujar Wakapolda didampingi Kapolresta Depok Kombes Pol Harry Kurniawan di sela acara.

Menurut Wakapolda, Polri tidak dapat bekerja sendiri jika tidak ada bantuan dari lapisan masyarakat. “Jika masyarakat tidak mendukung keberadaan polri tidak bisa kuat. Membina hubungan dengan masyarakat dapat menciptakan situasi kamtibmas terjaga dengan baik,”ungkapnya.

Kapolresta Depok Kombes Pol Harry Kurniawan menambahkan jumlah peserta bhakti kesehatan terdiri dari sunatan massal, operasi katarak, pengobatan umum, dan bhakti sosial yaitu pembagian sembako mencapai sekitar 1.000 kupon.

“Kegiatan ini semuanya gratis, sasaran peserta bhakti sosial dari kalangan orang tidak mampu yang ada di dalam Depok maupun luar wilayah,”ungkap Kapolres.

Sementara itu, Ketua Resort Pokdar Kamtibmas Kota Depok, Dr.Ir.Djoko mengatakan sebagai Mitra Polri pihaknya merasa berpartisipasi bisa lebih dekat ke masyarakat. Dari sudut pandang lain pokdar juga siap membantu dalam menjaga keamanan dan kelancaran acara. “Bersama pokdar akan membantu tugas polisi selaku mitra dalam menjaga kamtibmas menangkal aksi kejahatan curanmor dan kejahatan konvensional lainnya di lingkungan masyarakat,” tutupnya.

Polsek Metro Tambora Ciduk Dua Bandar Togel di Krendang

Selasa, 30 Agustus 2016 11:37 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Unit Reskrim Polsek Metro Tambora berhasil menangkap dua orang berinisial AS, 44 tahun dan US, 32 tahun, saat sedang memasang judi togel di Jalan Krendang Selatan, Krendang, Tambora, Jakarta Barat.

Kapolsek Metro Tambora, Kompol M. Syafei mengatakan penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Mereka menyebut ada aktivitas perjudian jenis togel.

"Kami dapat informasi dari warga. Kebetulan anggota kami tengah berada tak jauh dari TKP-nya. Pas dicek benar adanya laporan seperti itu (togel)," ujar Kapolsek saat dikonfirmasi, Selasa (30/8/2016).

Kapolsek mangatakan, AS dan US yang ditangkap pertama tak melakukan perlawanan sama sekali. AS, lanjut Kapolsek, merupakan pengecer togel.

"Kami tangkap pelaku tidak ada perlawanan. Dia merupakan pengecer togel yang sudah lama," ujarnya.

Dari hasil penangkapan ini polisi menemukan beberapa barang bukti yakni satu unit ponsel gengam dan uang sebesar Rp95 ribu.

Selanjutnya, menurut Syafei, pihaknya langsung membawa pelaku dan barang bukti ke Polsek Metro Tambora untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Ibu dan Anak Tewas Ditabrak Kereta di Klender

Selasa, 30 Agustus 2016 07:18 WIB
PUSKOMINFO - Seorang ibu dan anak laki-lakinya tewas tertabrak kereta di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (29/8/2016) malam. Peristiwa ini dikabarkan terjadi sekira pukul 21.00 WIB.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Muhammad Agung Budjiono membenarkan kabar tersebut. Kapolres mengatakan keduanya tertabrak saat melintasi rel di dekat masjid Al Falah, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. "Mereka meninggal di tempat," kata Kapolres saat dihubungi wartawan, Selasa (30/8/2016).


Kapolres memastikan kecelakaan itu tak terjadi di perlintasan. Namun, hingga kini ia mengaku belum tahu apa penyebab tabrakan tersebut.

Menurut Kapolres, jalur rel yang dilewati ibu dan anak tersebut tidak umum dilalui pejalan kaki. Ia pun heran kenapa kedua korban tiba-tiba menyeberang di rel tersebut. "Orang nggak mungkin lewat situ," ujar Kapolres.

Hingga tulisan ini terbit, identitas kedua korban belum diketahui. Agung mengatakan keduanya sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo Jakarta Pusat. 

Hari Ini Sistem Ganjil-Genap Resmi Diberlakukan, Pelanggar Akan Ditilang


Selasa, 30 Agustus 2016 07:11 WIB \
PUSKOMINFO - Hari ini, Selasa (30/8/2016) sistem ganjil-genap dalam berlalu lintas resmi diberlakukan di Jakarta. Bagi pengendara bermotor yang melanggar akan diberikan sanksi tilang yang dendanya mencapai Rp500 ribu.

Penetepan denda tersebut mengacu pada Pergub DKI Nomor 164 Tahun 2016.

"Ya, kalau tilang kena denda Rp500 ribu, atau kurungan dua bulan manakala tidak mampu membayar denda Rp500, maka bisa diubah menjadi kurungan badan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto, kemarin.

Pemberlakuan ganjil genap akan berjalan di kawasan Jalan Merdeka Barat, Jalan M.H Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, dan sebagian Jalan Jenderal Gatot Subroto, dari pukul 07.00-10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB-20.00 WIB.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 30 Agustus 2016

Selasa, 30 Agustus 2016 07:03 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Dewi Sartika 
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

29 Agustus 2016

Hipnotis Wanita di Mal Bintaro, Dua Pria Ditangkap Polsek Pondok Aren

Senin, 29 Agustus 2016 11;39 WIB
PUSKOMINFO - Dua orang pria yang mengaku dapat mengobati penyakit akibat guna-guna dan santet diringkus petugas Polsek Pondok Aren karena membawa lari sejumlah emas dan perhiasan milik korbannya.

Informasi yang dihimpun, kedua pelaku adalah Novan Trisno, 32 tahun dan Meidi Anda, 30 tahun. Pelaku mendatangi korban bernama Megawati yang tengah berada di halaman restoran cepat saji di Mal Bintaro Exchange, Pondok Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Dengan berdalih dan meyakinkan bahwa si korban terkena santet, kedua pelaku yang mengaku sengaja datang dari Kalimantan itu berniat menyerahkan sebuah benda pusaka kepada Megawati untuk menyembuhkan penyakit nonmedisnya tersebut.

Namun, terlebih dahulu Novan dan Meidi meminta korban membelikan telur dan jeruk nipis sebagai syarat ritual yang harus dijalani. Korban juga diminta untuk menitipkan semua perhiasan dan handphone miliknya kepada pelaku.

Kepala Bagian Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri mengatakan, korban yang tak sadar lalu menyerahkan semua perhiasan emas dan handphone kepada pelaku, lalu pergi mencari telur dan jeruk nipis yang disarankan oleh dua pria tersebut.

"Saat korban menyadari jika telah dihipnotis, korban melaporkan kejadian tersebut pada saksi dan petugas di lokasi," kata AKP Mansuri, Senin (29/8/2016).

Mendapat laporan itu, anggota Unit Reskrim Polsek Pondok Aren langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP). Selang beberapa jam kemudian, AKP Mansuri melanjutkan, akhirnya pelaku dapat diamankan di kawasan Mal Bintaro Exchange, tak jauh dari lokasi saat keduanya menjalani aksi hipnotisnya itu.

"Saat ditangkap, kedua pelaku sedang beraksi menghipnotis korbannya yang kedua di lokasi mal tersebut," ucapnya.

Petugas kemudian menggelandang dua pria asal Pagar Alam, Sumatera Selatan, itu ke Mapolsek Pondok Aren. Sejumlah perhiasan bernilai sekira Rp7 juta milik korban turut diamankan dari tangan pelaku.

Yayasan Yatim Piatu di Pondok Aren Terbakar

Senin, 29 Agustus 2016 09:15 WIB
PUSKOMINFO - Satu unit bangunan yayasan yatim piatu di Jalan Raya Jombang, Gang Sukun, RT 01 RW 06, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, ludes terbakar pada Senin (29/8/2016) pagi.

Kobaran api pertama kali diketahui salah seorang pengurus bernama Aziz Zulhakim, 17 tahun. Saat itu, dirinya berniat membangunkan para penghuni yang terdiri atas 24 santri untuk menjalankan ibadah shalat subuh.

Api yang bersumber dari lantai dua bangunan yayasan milik H Agus Salim itu dengan cepat merembet ke sisi ruangan lainnya. Melihat hal itu, Aziz kemudian membangunkan seluruh penghuni yayasan dan meminta pertolongan warga sekitar.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri menuturkan, dari keterangan para saksi diperoleh informasi bahwa sumber api berasal dari lilin yang dinyalakan salah seorang penghuni di lantai dua saat listrik padam sejak tadi tengah malam. "Diduga api berasal dari lilin yang dinyalakan di lantai dua yayasan tersebut," kata AKP Mansuri, Senin (29/8/2016).

Beberapa jam kemudian, api berhasil dipadamkan setelah delapan unit mobil dari Dinas Pemadam kebakaran (DPK) Kota Tangsel terjun ke lokasi. "Tak ada korban jiwa. Kerugian materi juga belum bisa dihitung. Kejadian ini masih ditangani oleh Polsek Pondok Aren," ujarnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin 29 Agustus 2016

Senin, 29 Agustus 2016 08:27 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin, 29 Agustus 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : TMP Kalibata
STNK : TMP Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Dewi Sartika 
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

Polres Tangsel Tangkap Tiga Pengedar Ganja di SPBU, 13 Paket Ganja Disita

Senin, 29 Agustus 2016 07:23 WIB
PUSKOMINFO - Kawanan pengedar narkoba ditangkap Unit Narkoba Polsek Ciputat di dekat area SPBU di Jalan Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (28/8/2016). Dalam penangkapan kawanan itu, polisi mengamankan 13 paket daun ganja.

Pelaku yang diamankan adalah Ibnu Maulana, 24 tahun, Dede Handika, 21 tahun, dan Rahmat Alias Gobang, 25 tahun. Ketiganya menjadikan lokasi di sekitar SPBU tersebut sebagai sebagai tempat untuk menjual daun haram itu.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri, menuturkan petugas sebelumnya mendapatkan informasi dari warga bahwa di dekat pom bensin Jalan Bambu Apus sering dijadikan area transaksi narkoba.

"Polisi yang menyelidiki laporan itu lalu melakukan observasi ke lokasi dan berhasil mengamankan dua pelaku berikut 13 paket ganja," kata AKP Mansuri, Senin (29/8/2016).

Dari 13 paket ganja siap edar yang disita tersebut, enam paket di antaranya milik Ibnu Maulana dan tujuh paket sisanya milik Dede Handika. Tiap paket ganja itu dijual seharga Rp50 ribu.

Tak hanya itu, AKP Mansuri mengungkapkan, petugas kemudian menggali keterangan lain dari kedua pelaku. Akhirnya, pengedar lainnya bernama Rahmat alias Gobang berhasil ditangkap di Jalan Salak, Pamulang.

"Pelaku ketiga kembali ditangkap di Jalan Salak. Namun, petugas tak menemukan paket ganja di kediamannya," ucapnya.

Ketiga pengedar berikut barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Ciputat guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sopir Pribadi Rampok Majikan Diringkus Polresta Bekasi Kota di Banten

Senin, 29 Agustus 2016 07:14 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Bekasi Kota meringkus AK, 38 tahun, sopir pribadi yang merampok majikanya Febria Azilda, 50 tahun, di Jalan Anggrek I, Blok AM 26, Perumahan Kemang II, Rawalumbu, Kota Bekasi.

”Pelaku ditangkap saat bersembunyi di Serang, Banten setelah beberapa jam pasca perampokan itu terjadi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Rajiman, Minggu (28/8/2016). Menurut dia, korban masih dalam perawatan di RS Mitra Bekasi Barat.


Kompol Rajiman menjelaskan, pelaku adalah warga Kampung Ratu Agung RT 10/02 Ratu Agung, Tegal, Jawa Tengah. Saat ini, kasus perampokan ini ditangani oleh Unit II Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. ”Sepenuhnya kasus ini ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” katanya.

Korban Febria adalah seorang karyawati di bank swasta Jakarta ini dirampok oleh sopirnya. Saat mengantar majikan dengan menggunakan mobil Toyota Avanza B 1693 SRB, tiba-tiba pelaku AK langsung menghentikan laju kendaraannya, Jumat tanggal 26 Agustus 2016 sekira pukul 19.30 WIB.

Padahal saat itu, kata Kompol Rajiman, mereka hampir tiba di rumah korban. Merasa ada yang aneh, korban meminta pelaku untuk meneruskan perjalanannya. Sayangnya, permintaan korban justru diacuhkan pelaku. ”Kesal, korban meminta pelaku turun dari mobil,” ungkapnya.

Kompol Rajiman mengatakan, pelaku AK sendiri baru dipekerjakan oleh korban selama dua pekan. Saat korban meminta pelaku turun itu, karena korban ingin mengambil alih kemudi mobilnya. Nahas, saat keduanya turun pelaku lalu menghujamkan sebuah obeng ke arah dada kanan Febria.

Beruntung Febria mampu mengelak, sehingga hanya mengalami luka gores di dada. Merasa belum puas, AK mendorong Febria hingga tersungkur dan membawa kabur mobil Avanza korban. Saat ini kondisi korban telah membaik. ”Masih trauma belum bisa diperiksa,” ungkapnya.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Evi Fatna mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati bila ingin memperkerjakan seseorang. Apalagi pekerjaan yang ditawarkan itu selalu berurusan dengan keseharian mereka.

”Masyarakat harus selektif memilih calon sopirnya, jangan sampai kejadian ini kembali terulang,” katanya.

Menurut Iptu Evi, yang dipekerjakan harus orang yang sudah dikenal latarbelakangnya dengan baik, sehingga bisa meminimalkan tindak kejahatan.

Pedangdut Imam S. Arifin Kembali Ditangkap Polisi Karena Konsumsi Sabu

Pedangdut Imam Pakai Botol Bayi buat Nyabu
Senin, 29 Agustus 2016 07:09 WIB
PUSKOMINFO - Pedangdut sekaligus pencipta lagu, Imam S Arifin, kembali diringkus polisi saat sedang mengonsumsi sabu di apartemen di Jakarta Pusat, Minggu (28/8/2016). Ini adalah penangkapan ketiga kalinya Imam S Arifin dalam kasus yang sama.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Roycke Harry Langie mengatakan Imam kali ini, merupakan ketiga kalinya. Sebelumnya ia diamankan pada tahun 2008 di kawasan Medan, Sumatra Utara, dan 2010 di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dari penangkapan itu, rehabilitasi hingga hukuman penjara pernah dialaminya.


Terungkapnya Imam, lanjut Roycke tak lepas dari peran masyarakat. Informasi awal tentang adanya penyalahgunaan sabu langsung di tindak lanjuti petugas dengan dipimpin langsung Subnit 1 Unit 1 Satnarkoba, Iptu Anggoro.

Dibawah kepemimpinan Iptu Anggoro, petugas melakukan pengintaian selama sebulan lamanya, gerak gerik pelaku diintai termasuk cara dia melakukan pemesanan.

"Makanya pas kami membekuk pelaku, ia tak bisa mengelak lagi," ucapnya kepada wartawan di Mapolres Jakarta Barat, Minggu (28/8/2016).

Meski demikian, Kapolres tak menampik sesuai dengan Undang-undang nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Polisi bisa memberikan assesment terhadap kasus Imam, artinya pelaku tidak akan dilakukan penahanan asalkan setuju untuk direhab.

"Sejauh ini belum ada kuasa hukum tersangka yang mengajukan hal itu," tegasnya.

Atas perbuatannya, Imam terancam hukuman penjara diatas 3 tahun lantaran dianggap melanggar pasal 112 Undang-undang nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika.

26 Agustus 2016

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ungkap Jaringan Narkoba Malaysia - Indonesia

Jumat, 26 Agustus 2016 18:59 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat narkoba jaringan Indonesia - Malaysia. Jaringan narkoba internasional ini sebelumnya sempat tiga kali berhasil lolos selundupkan narkoba melalui jalur udara.
Pengungkapan tersebut bermula dari penangkapan Ipin, 46 tahun, yang baru saja tiba di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta dengan menenteng dua koper berisikan 5 kilogram sabu dan dua ratus butir ekstasi.
"Dia posisinya sudah lolos X-Ray, lagi mau nunggu taksi terus langsung kita tangkap," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol John Turman Panjaitan di Media Center Bid. Humas Polda Metro Jaya, Jumat (26/8/2016).
Kepada polisi, Ipin mengaku bahwa kedatangannya ke Jakarta membawa barang tersebut atas perintah AM, yang saat itu sudah menunggu kedatangan Ipin di Apartemen Green Bay, Jakarta Utara.
Polisi pun langsung menghampiri AM saat itu juga, dia pun mengakui perbuatannya yang telah menyuruh Ipin. Ternyata barang tersebut merupakan pesanan KD yang selanjutnya akan diserahkan kepada TP.
"KD sendiri sampai saat ini masih kita buru. Dia bosnya dan saat ini lagi ada di Malaysia," ujarnya.
Nantinya, TP akan menyerahkan barang tersebut kepada IW dan Papay yang sudah menunggu di Bandung. Setelah dilakukan pengembangan, ternyata perputaran barang haram tersebut juga diotaki oleh AM yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat.
"AM sendiri mengakui bahwa uang hasil penjualan sabu yang dipasarkan di Jakarta dan Bandung disimpan di rekening BCA miliknya," tukas Kombes John.
Akibat perbuatannya itu, selain dijerat dengan Pasal 113 UU RI Nomor 35 Tahun 2008 tentang narkotika, AM juga dijerat dengan Pasal 137 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Subdit Resmob Polda Metro Jaya Bekuk Komplotan Curanmor, Satu Orang Wanita Sebagai Penadah


Komplotan pelaku pencurian sepeda motor yang ditangkap personel Polda Metro Jaya (Regina/Okezone)
Jumat, 26 Agustus 2016 14:55 WIB
PUSKOMINFO - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk komplotan pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor). Seorang di antaranya adalah perempuan yang bertindak sebagai penadah.

Para pelaku masing-masing berinisial RD alias EC, 18 tahun, JAP alias AL, 17 tahun dan HR alias CM, 20 tahun. Seorang lagi wanita berinisial MR yang juga ibu rumah tangga.

"Kalau RD ini tugasnya sebagai pemetik, JAP jadi joki, sementara CM dia tugasnya mengamati keadaan sekeliling," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Ketiganya sudah beberapa kali melakukan kegiatan tersebut. Terakhir aksinya lakukan di kawasan Cakung, Jakarta Timur, dengan merampas motor Yamaha Mio J pada Jumat 19 Agustus 2016.

Namun dini hari tadi, para pelaku berhasil ditangkap di lokasi berbeda. Pelaku MR yang berperan sebagai penadah menangis usai ditangkap.

Kepada awak media, ibu rumah tangga itu mengaku tak tahu bahwa motor yang dibelinya merupakan hasil curian. Motor yang dibelinya kemudian diserahkan kepada suaminya yang masih menanggur.

"Belinya Rp1,2 juta. Ngambilnya buat suami saya, karena dia memang belum dapat kerjaan. Rencananya mau buat ngojek, saya enggak tahu hasil curian, tahunya itu bodong," ujar MR sembil menangis.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku pria akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Sementara penadah akan dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara.

Dengan Menyamar, Polisi Tangkap Pengecer Sabu di Sunter Agung

Polisi Menyamar Tangkap Pengecer Sabu di Sunter Agung
Jumat, 26 Agustus 2016 14:29 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Polres Metro Jakarta Utara membekuk seorang pria bernama Sutari Jaya, 30 tahun, di Jalan Rumah Sakit Paru-paru RT 01/ 01 Sunter Agung, Tanjung priuk, Jakarta Utara, Selasa (23/8/2016), sekira pukul 18.00 WIB.

Warga Jalan Budi Mulia RT 03/12, Pademangan, Jakarta Utara, itu ditangkap lantaran menyimpan satu klip plastik berukuran kecil berisikan narkotika jenis sabu seberat 0,38 gram.

"Penangkapan dilakukan dengan undercover atau penyamaran. Di mana kami pura-pura menjadi pemakai, dan hendak membeli barang haram itu yang dimilikinya. Maka, kami menjebaknya di Jalan Rumah Sakit Paru-paru, Sunter," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Bambang Gunawan, Jumat (26/8/2016).

Pelaku, kata AKBP Bambang, tak berkutik ketika tahu pembeli barang haram miliknya merupakan petugas dari Polres Metro Jakarta Utara. Polisi menemukan 2 bungkus plastik klip kecil dengan berat 0,38 gram sebagai barang bukti.

"Barang bukti pun kami bawa bersama pelaku. Selain itu, pelaku yang merupakan lulusan SMP ini dan belum memiliki pekerjaan tetap dijerat Primer pasal 114 (1) subsider 112 (1) UU R1 No. 35 Th 2009 tentang narkotika dengan hukuman diatas 5 tahun penjara. Kasus ini masih dilakukan pengembangan," jelasnya.

Pensiunan TNI Ditemukan Meninggal di Parkiran Kantor Kemenkum HAM

Jumat, 26 Agustus 2016 09:36 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pensiunan TNI AD ditemukan meninggal dunia di parkiran kantor Kemenkum HAM Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/8/2016) pagi ini. Jenazah atas nama Brigjen (Purn) TNI DMP Nainggolan itu kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo.

Kadid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, jenazah tepatnya ditemukan di lantai 2 parkiran Gedung Sentra Mulya Kantor DITJEN AHU Kemenkum HAM, Jalan HR. Rasuna said, Kuningan, Setiabudi Jakarta Selatan, Jumat (26/8/2016). Jenazah pertama kali ditemukan oleh dua orang Satpam sekira pukul 04.00 WIB.


"Kedua saksi sedang melakukan kontrol dan check list kendaraan yang parkir di area parkir gedung," kata Kabid Humas dalam keterangannnya kepada detikcom.

Kemudian, dua Satpam itu melihat korban berada di bagian samping mobil Toyota Corolla Altis warna hitam pelat dinas Kemenkum HAM No.91331-00 yang pintu depan sebelah kanan dalam keadaan terbuka, posisi kepala korban menempel dijok kursi depan sebelah kanan.

Polisi yang mendatangi lokasi memeriksa TKP tidak menemukan bekas atau tanda kekerasan pada tubuh korban.


Pada pukul 07.00 WIB, jenazah dievakusi ke RSCM. "Hasil pemeriksaan di TKP pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jenasah korban dibawah ke RSCM," ujarnya. 

Polresta Depok Tangkap 2 Pria Mengaku Wartawan Peras Pengusaha Rp 50 Juta

Jumat, 26 Agustus 2016 09:13 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok menangkap dua orang yang mengaku wartawan yang melakukan pemerasan terhadap pengusaha di depan rumah makan Padang Jalan Raya Citayam RT1 RW2 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Kamis 25 Agustus 2016.

Vinsensius Suban Sugi, 42 tahun dan Julian Sembiring, 36 tahun, meminta duit sebesar Rp 50 juta kepada korbannya.


Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok, Kompol  Teguh Nugroho mengatakan korban berasal dari perusahaan PT Unicharm, yang bergerak di bidang penjualan alat kesehatan.

Kedua tersangka memeras perusahaan tersebut dengan berpura-pura komplain terhadap produk perusahaan itu. "Kedua tersangka komplain ada kelabang di dalam popok produk tersebut," kata Kompol Teguh, Jumat, 25 Agustus 2016.

Tersangka melakukan pemerasan pada Rabu, 10 Agustus 2016. Polisi menangkap kedua tersangka  kemarin sekitar pukul 14.00. "Sudah banyak yang laporan diperas kedua tersangka," ucapnya.

Kompol Teguh menuturkan awalnya korban telah memberikan duit kepada kedua tersangka sebesar Rp 3 juta. Duit tersebut diberikan karena tersangka mengancam korbannya, yang bernama Rocky Prasodjo Adi, untuk mempublikasikan masalah tersebut ke media massa.

Akhirnya, korban menyerahkan duit yang diminta kedua tersangka. Namun, keduanya masih meminta duit sebanyak Rp 50 juta, agar masalah tersebut tidak dipublikasikan. "Korban merasa dirugikan dan lapor kepolisi," ucapnya.

Polisi menciduk tersangka dengan cara menjebaknya atas duit tambahan yang terus diminta kepada korban. Karena ulahnya, kedua pelaku dijerat Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Karyawan Toko Obat Ditemukan Tewas di Area Pembangunan Tol Cijago

Jumat, 26 Agustus 2016 09:03 WIB
PUSKOMINFO - Rahmat Aulia karyawan toko obat dan kosmetik ditemukan meninggal di dekat lokasi pembangunan Tol Cijago, Jalan Juanda, Depok. Sebelum ditemukan meninggal, sejak tiga hari lalu Rahmat menghilang usai dibawa beberapa lelaki tak dikenal saat bekerja.

Kapolsek Sukmajaya Kompol Supriyadi mengatakan, pada Rabu, 24 Agustus kemarin ditemukan sosok mayat tanpa identitas dengan ciri fisik berkulit hitam dan rambut ikal. Pada Kamis, 25 Agustus 2016 kemarin pagi baru lah diketahui korban bernama Rahmat karyawan toko obat dan kosmetik di Ceger, Jakarta Timur.

Berdasar keterangan saksi-saksi, lanjut Kompol Supriyadi, pada Senin, 22 Agustus 2016 lalu, ada beberapa orang tak dikenal menjemput Rahmat dan membawanya dengan menggunakan mobil. Setelah itu Rahmat menghilang hingga akhirnya ditemukan meninggal.

"Kami masih mencari identitas orang-orang yang terakhir membawa korban dari toko tersebut. Belum dapat dipastikan apakah dibunuh atau tidak," kata Kompol Supriyadi kemarin siang.

Menurut Kompol Supriyadi, hasil identifikasi awal tidak ditemukan luka kekerasan dijasad korban. Saat itu petugas hanya mendapati mulut pria asal Aceh tersebut mengeluarkan darah ketika ditemukan pertama kali.

"Kasusnya masih diselidiki, fokus kami ya mencari orang-orang yang terakhir menjemput korban itu," ucap Kapolsek singkat.

Lokasi Layanan Mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 26 Agustus 2016

Jumat, 26 Agustus 2016 08:04 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 26 Agustus 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : LTC Glodok
STNK : LTC Glodok

3. Jakarta Selatan
SIM : Pospol Kalibata
STNK : Pospol Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan 3 Pluit
STNK : Mall Arta Gading, Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Tamini Square 
STNK : Tamini Square

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

Melawan Saat Ditangkap, Dua Begal Sepeda Motor Ditembak Mati

Jumat, 26 Agustus 2016 07:26 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menembak mati dua begal sepeda motor sadis yang kerap beraksi di Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Dua pelaku yakni, AS, 33 tahun dan ES, 30 tahun tewas ditembak karena melawan dengan menembak ke arah polisi saat akan ditangkap.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto mengatakan, tindakan tegas ini bermula ketika petugas hendak menangkap AS, EK, JO dan penadah motor curian Ook di Jalan Cililitan Kecil, Kramatjati, Jakarta Timur. Kedatangan petugas yang menggangu proses transaksi motor curian tersebut nmembuat AS dan EK geram.

"AS dan EK melepaskan tembakan ke arah petugas. Kami pun terpaksa melakukan tindakan tegas. Kedua pelaku tewas di tempat," kata AKBP Budi Hermanto, Kamis (25/8/2016).

Menurut AKBP Budi, AS dan EK selama ini merupakan begal sepeda motor sadis yang tak segan menembak korbannya saat beraksi. Komplotan tersebut selama ini melancarkan aksinya di wilayah Jakarta, Bekasi dan Tangerang . Kelompok ini memiliki jaringan dengan penadah asal Sukabumi yang siap menerima sepeda motor hasil curian mereka.

"Penadahnya bernama Ook. Dia berhasil meloloskan diri saat kami sergap," ujarnya.

Kanit Opsnal Unit V Subdit Resmob di bawah pimpinan Kompol Handik Zusen menerangkan, penangkapkan terhadap para pelaku ini bermula dari informasi bahwa di Jalan Cililitan Kecil sering dijadikan tempat transaksi sepeda motor hasil curian oleh komplotan begal.

Setelah 10 hari melakukan pengintaian, pada Kamis (28/8/2016) sekira pukul 12.30 WIB, tim melihat empat orang yang dicurigai datang ke lokasi. Saat itu, mereka hendak bertransaksi satu unit motor yang diduga hasil kejahatan. Petugas langsung melakukan upaya penyergapan kepada keempat orang tersebut dengan memberi peringatan agar diam di tempat serta menjelaskan bahwa petugas adalah aparat kepolisian yang sedang bertugas dan akan melalukan penangkapan kepada keempat orang tersebut.

Akan tetapi, peringatan tersebut tidak diindahkan oleh keempat pelaku. Dua pelaku, AS dan EK malah melawan sambil menembaki polisi yang hendak menyergapnya.

"Karena ada perlawanan dari pelaku dan membahayakan nyawa petugas, sehingga petugas segera melakukan tindakan tegas berupa penembakan ke arah dua pelaku tersebut yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia di tempat," terang Kompol Handik.

Dua pelaku ambruk setelah timah panas polisi mengenai dada keduanya. Sementara tersangka JO ditangkap, sedangkan Ook lolos dari kejaran polisi.

25 Agustus 2016

Sedang Tunggu Majikan, Sopir Pribadi Tewas di dalam Mobil

Kamis, 25 Agustus 2016 17:12 WIB
PUSKOMINFO - Seorang sopir pribadi bernama Edy Junaidi, 56 tahun, mendadak meninggal dunia di dalam mobil Honda Jazz B 1909 EOE, Rabu (24/8/2016) malam kemarin.

Edy meninggal dunia saat sedang menunggu majikannya berbelanja di kawasan perumahan Ruko Barcelona Blok E.9/38, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kasubbag Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri pada Kamis (25/8/2016) mengatakan, Edy yang tercatat sebagai warga Sukmajaya, Kota Depok itu sedang menunggu majikannya, Sugiono, 48 tahun, mengambil uang di bank BCA Ruko Barcelona.

"Saat majikan kembali ke mobil, Edy sudah tewas. Majikan meminta tolong ke sekuriti ruko, dan melapor ke polisi, " kata AKP Mansuri.

Dari pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada Edy. Kuat dugaan, Edy meninggal karena sakit.

"Korban dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk autopsi," katanya.

Pria Paruhbaya Tewas Terjatuh Dari Lantai 3 ITC Depok

Kamis, 25 Agustus 2016 16:56 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pengunjung pusat perbelanjaan di Depok, Jawa Barat, tewas usai terjatuh dari lantai 3 ITC Depok. Informasi yang diperoleh, korban seorang pria diperkirakan berusia 50 tahusengaja menjatuhkan diri dan tubuhnya menimpa travelator di lantai dasar.

Kapolres Depok Kombes Harry Kurniawan yang dikonfirmasi membenarkan informasi ini. "Benar, anggota sedang di TKP," terang Harry, Kamis (25/8/2016).

Sementara itu, menurut seorang saksi yang di lokasi, Rio, korban yang tewas itu berusia 50-an tahun. Akibat tertimpa tubuh pria itu, travelator tak bisa digunakan. Travelator merupakan eskalator berbentuk datar.

"Travelatornya enggak bisa dipakai, sementara ada dipasang garis," kata Rio.

Rio melanjutkan, pengunjung menyemut mendekati lokasi kejadian yang dipenuhi darah. "Kata yang lihat sih jatuhnya kepala duluan. Dan di sini ada bercak darah juga," ungkap Rio. Rio menyebut sudah ada polisi di lokasi kejadian. 

Polsek Metro Cakung Tangkap Pencuri Modus Tebar Ranjau Paku

Kamis, 25 Agustus 2016 16:43 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Patroli Polsek Metro Cakung menangkap satu pelaku penxurian dalam mobil dengan modus kempes ban dengan menebar ranjau paku usai beraksi di depan Perumahan Metland Ujung Menteng, Jakarta Timur, Rabu, (24/8/2016).

Kasi Humas Polsek Metro Cakung, Iptu Etmar menjelaskan korban I Putu Agus Sandiarta sekira pukul 21.00 WIB, berhenti di Perum Met Land Ujung Menteng karena ban mobilnya bocor.

“Saat Agus turun mengecek ban mobil dia melihat ada motor yang berada di belakang mobilnya dan satu orang lagi keluar dari mobil membawa satu tas,” jelas Iptu Etmar.

Sontak korban berteriak maliiiing….maliiing…, lanjut Iptu Etmar.

Petugas yang sedang melakukan patroli dibantu satpam perumahan mengejar pelaku dan berhasil menangkap satu orang.

Dari pelaku di amankan 1 tas warna hitam yg berisi laptop merk Lenovo dan 1 buah paku ranjau payung.

Pelaku kini dalam pemeriksaan dan akan dilakukan penyidikan guna menangkap pelaku lain.

Polisi Bebaskan Sopir yang Diduga Mencabuli Anak Majikannya

Kamis, 25 Agustus 2016 15:57 WIB
PUSKOMINFO - Polisi membebaskan AA, 26 tahun, sopir yang diduga mencabuli anak majikannya yang berusia 15 tahun. Ia diperbolehkan pulang setelah diperiksa Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Rabu, 24 Agustus 2016.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, AA belum terbukti mencabuli anak majikannya tersebut. Kendati demikian, bukti foto korban memang didapati tersimpan di telepon genggam AA.


"Memang ada perbuatan terhadap anak itu, tapi belum sampai tindakan pencabulan," kata AKBP Hendy kepada wartawan, Kamism (25/8/2016).

AKBP Hendy menambahkan, meski tidak ditahan, AA tetap dikenai wajib lapor dan diberi peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. "Yang bersangkutan kami beri imbauan agar tidak melakukan hal seperti itu lagi dan kami kenai wajib lapor," ujarnya. 

Sebelumnya, Petugas Sub-Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Subdit Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap AA, orang yang diduga sebagai pelaku pencabulan anak di bawah umur, pada Rabu, 24 Agustus 2016.

Penangkapan bermula dari adanya pesan berantai melalui WhatsApp terkait dengan peristiwa pencabulan di dalam sebuah mobil. "Ini kan, kami terima broadcast mulai Senin, 22 Agustus 2016, bahwa ada perilaku yang dilaporkan tidak senonoh terhadap seorang remaja berinisial A. Kemudian, sebagai bentuk respons, kami menyelidiki," kata AKBP Hendy, kemarin.

AKBP Hendy menuturkan petugas yang menyelidiki kemudian melacak mobil yang ditumpangi sopir itu. Setelah mengantongi identitas mobil dan lokasinya, petugas menangkap pelaku. "Pelaku ditangkap di kawasan Kedoya, Jakarta Barat," tuturnya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku merupakan sopir orang tua korban. AS diketahui sudah bekerja sebagai sopir selama 6 tahun. "Kesehariannya, pelaku biasa mengantarkan korban ke sekolah," ujarnya.

Kebakaran Gerbong KA di Tanjung Priok Sudah Berhasil Dipadamkan 7 unit DPK, Korban Jiwa Nihil


Kamis, 25 Agustus 2016 14:26 WIB
PUSKOMINFO - Gerbong 1 dan Gerbong Pembangkit (Genset) Kereta Ekonomi Kerta Jaya jurusan Surabaya (Pasarturi)- Jakarta (Tanjung Priok) terbakar di jalur Kereta Api (KA) Jalan Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, berhasil dipadamkan.

Api berhasil dijinakkan sekira pukul 14.25 WIB dengan bantuan 7 unit mobil pemadam kebakaran. 

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Utara, Kompol HM. Sungkono mengatakan, peristiwa terjadi pada pukul 13.00 WIB. Saat itu kereta Kerta Jaya tengah diparkir di jarak 100 meter dari stasiun.

"Ada dua gerbong yang terbakar, lagi dicuci, diparkir di dekat Stasiun Tanjung Priok, tiba-tiba keluar api dan membesar," ujar Kompol Sungkono, Kamis (25/8/2016).

Kereta tersebut dipersiapkan untuk perjalanan menuju ke Surabaya. Namun tiba-tiba keluar percikan api dari salah satu gerbong.

Api kemudian membesar dan menghanguskan dua gerbong kereta. Api saat ini sudah berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut

"Untuk penyebabnya apa, masih diselidiki," pungkasnya. 


Gerbong Kereta Api Terbakar di Tanjung Priok

Kamis, 25 Agustus 2016 14:09 WIB
PUSKOMINFO - Gerbong kereta api di Stasiun Kereta Tanjung Priok, Jakarta Utara,  terbakar, Kamis (25/8/2016). Petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api.
Api cepat membesar melumat beberapa gerbong dan hingga kini belum diketahui pasti penyebabnya.
“Ia kereta api penumpang di terminal Tanjung Priok terbakar. Anggota masih di lokasi mengamankan area di lokasi kebakaran,” kata Kapolsek Metro Tanjung priok.

Sambut HUT Polwan dan Bhayangkari, Polri Gelar Bakti Sosial Kesehatan

Sambut HUT Polwan dan Bhayangkari, Polri Gelar Bakti Sosial Kesehatan
Kamis, 25 Agustus 2016 13:56 WIB
PUSKOMINFO - Menyambut HUT Polwan ke-68 serta Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-64 tahun 2016, Polri menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan di Polsek Metro Ciracas, Jakarta Timur. Sebanyak 1.300 orang menjalani pemeriksaan dan pengobatan gratis mulai dari gigi hingga operasi katarak.

Ketua Bhayangkari Tri Suswati mengatakan dalam kegiatan bakti sosial tersebut ada ribuan peserta yang menjalani pengobatan. Jumlah tersebut dibagi dalam beberapa pelayanan seperti pengobatan umum yang diikuti sebanyak 500 orang, pengobatan gigi 150 orang, khitanan 150 orang, operasi katarak 150 orang dan lain-lain.

"Total ada 1.300 peserta yang mendapatkan pelayanan dalam bakti sosial yang kami gelar," ungkap Tri Suswati, Kamis (25/8/2016).

Istri dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian tersebut mengatakan kegiatan operasi katarak gratis juga sudah pernah dlaksanakan beberapa kali. Menurutnya kegiatan semacam ini mampu meringankan beban masyarakat yang tidak mampu.

"Masyarakat sangat antusias dan senang karena kalau biaya sendiri bisa Rp 15 juta. Kalau dapat pelayanan seperti ini tentu hemat banyak sekali," ungkapnya.

Tri Suswati menjelaskan dalam kegiatan tersebut pihaknya bekerjasama dengan beberapa instansi seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Ia menyebutkan pihaknya sangat bahagia mengingat apa yang dilakukan dapat bermanfaat.

"Ini bentuk kepedulian kita kepada masyarakat dimana fungsi kami di sini, ibu-ibu polwan termasuk anggota Polri yakni mengayomi masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia berharap semoga sasaran yang ingin dicapai bisa terpenuhi yakni masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera bersama Polri dan Bhayangkari. "Diharapkan bisa dilaksanakan di masa yang akan datang dengan bentuk kepedulian masyarakat supaya Polri tidak dkenal sebagai sosok yang menakutkan tapi dinamis," tutupnya.

Setelah 7 Bulan Buron, 4 Begal Diringkus Polsek Metro Kalideres

7 Bulan Buron, 4 Begal Diringkus
Kamis, 25 Agustus 2016 12:49 WIB
PUSKOMINFO - Empat pelaku begal sepeda motor berinisial MF, RH, AA, dan SI, berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Metro Kalideres setelah tujuh bulan lamanya buron.

 Kanit Reskrim Polsek Metro Kalideres, AKP Khoiri menjelaskan pada saat itu para tersangka melakukan aksi pembegalan terhadap korban bernama Mardin Setiawan pada hari Senin (4/1/2016) sekira pukul 03.15 WIB di Jalan Kemuning Utan Jati, Kalideres, Jakarta Barat.

 "Mereka melakukan aksinya dengan cara saat korban sedang mengendarai sepeda motornya tiba-tiba dipepet oleh pelaku, kemudian salah satu pelaku mengancam pakai sebilah badik serta clurit," kata AKP Khoiri di Jakarta Barat, Kamis (25/8/2016).

 Setelah korban ketakutan, lanjut AKP Khoiri, sepeda motor korban diambil alih oleh para pelaku dan dibawa kabur.

Meski sudah tujuh bulan buron, akibat kegigihan polisi, keempatnya dapat di tangkap di daerah Kampung Bedeng Cengkareng Timur pada Minggu (20/8/2016), pukul 04.00 WIB.

 Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 unit sepeda motor jenis Yamaha Seon, honda vario dan honda scoopy, serta sebilah badik dan 2 buah kuncil leter L.

 "Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku melakukan perbuatan dengan modus yang sama beberapa kali di wilayah Kalideres, depan panti sosial, depan TPU Tegal Alur, di wilayah Cengkareng Cendrawasih dan di depan SPBU dan di wilayah Kembangan di Gang Asem Puri Kembangan Jakarta Barat," ungkapnya.

Kini para pelaku harus mendekam di Mapolsek Kalideres Jakarta Barat guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Polres Metro Jakarta Utara Gerebek Sarang Narkoba Kampung Bahari Tanjung Priok


Kamis, 25 Agustus 2016 12:30 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, Kamis (25/8/2016) menggerebek sarang narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penggerebekan digelar sekira pukul 06.00 WIB.

"Kita serangan fajar tadi pagi. Melibatkan 150 personel. Kita geber tadi," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Bambang Gunawan di lokasi.

Dalam serangan fajar tadi, polisi berhasil mengamankan puluhan barang bukti narkoba jenis sabu dan ganja siap edar.

Petugas juga menyita senjata tajam berbagai jenis."Ini banyak sabunya dalam pecahan kecil. Nanti belum kita hitung," tambah AKBP Bambang.

Hingga kini puluhan warga yang diduga menjadi pengedar dan pengguna narkoba dikumpulkan di Taman Karapan Sapi, Kampung Bahari.Mereka menunggu antrean untuk menjalani tes urine. Dari puluhan yang diamankan, lima di antara mereka adalah wanita.
barang bukti yang diamankan petugas di sarang narkoba Kampung Bahari (Taufik Fajar/Okezone)
"Kami mengamankan 27 tersangka beserta barang bukti 23 klip narkoba sabu dan dua bungkus besar ganja. Dari 27 itu terdapat 22 laki-laki dan lima perempuan. Kami akan bawa ke Polres Metro Jakarta Utara untuk proses penyelidikan lebih lanjut," jelas AKBP Bambang.

Sebelumnya, penggerebekan juga pernah dilakukan oleh Polres Jakarta Utara di Kampung Bahari pada 30 Januari 2016. Penggerebekan melibatkan ratusan aparat gabungan TNI, Polri dan BNN.