05 Agustus 2016

Begal Sepeda Motor di Bekasi Babak Belur Dihajar Massa

Jumat, 5 Agustus 2016 07:18 WIB
PUSKOMINFO - Dua pemuda babak belur dihajar massa karena tertangkap saat gagal membegal pengendara sepeda motor di depan Kantor DPRD Kota Bekasi, Rabu (3/8/2016) malam. Kedua pemuda bernama Sandika Apriyan alias Dika, 22 tahun dan Angga Prayoga Mulyadi, 21 tahun, kini masih dirawat di RSUD Kota Bekasi.

Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Susgarwanto mengatakan, pihaknya mendapati laporan dari warga terkait aksi kejahatan di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Rabu 3 Agustus 2016 malam.

“Saat datang ke lokasi, kami sudah mendapati kedua pelaku dalam keadaan babak belur akibat diamuk massa. Saat ini, keduanya pun dalam kondisi luka berat dan satu lagi masih kritis dan masih dirawat di RSUD Kota Bekasi,” kata Kapolsek.

Menurut Kapolsek, awal peristiwa itu berawal ketika kedua pelaku menggunakan sepeda motor Yamaha Mio B 3572 KAG memepet sepeda motor yang ditumpangi korbannya, yakni Rabi Khori Mulyadi, 21 tahun dan rekannya Fitri Ratnawati, 20 tahun.

Akan tetapi, kata Kapolsek, korban yang melihat aksi begal berusaha menghindari jangkauan para pelaku. Sampai akhirnya di depan Kantor DPRD Kota Bekasi, para pelaku pun berhasil perampasan tas korban hingga menyebabkan sepeda motor pelaku terjatuh.

Ketika keduanya terjatuh dan merasa dalam keadaan terancam, korban berteriak meminta pertolongan warga. “Dari teriakan korban itu, warga di sekitar pun mendengarnya dan menolong korban serta mengejar pelaku hingga akhirnya tertangkap,” ujarnya.

Pada saat tertangkap, aksi massa pun mulai dilakukan kepada mereka berdua hingga harus mengalami luka berat dan satu lainnya pun kritis.

“Mereka sempat diamankan di Kantor Satpol PP yang ada di DPRD Kota Bekasi. Sebelum akhirnya diamankan anggota kami untuk mendapati pengobatan di RSUD Kota Bekasi,” ujarnya.

Sementara dari hasil penggeledahan kepada para pelakunya, anggota hanya berhasil menemukan barang bukti sebuah handphone dan sepeda motor Yamaha Mio milik pelaku. Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat Pasal 368 KUHP tentang perampasan, dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun.

1 komentar: