29 Agustus 2016

Sopir Pribadi Rampok Majikan Diringkus Polresta Bekasi Kota di Banten

Senin, 29 Agustus 2016 07:14 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Bekasi Kota meringkus AK, 38 tahun, sopir pribadi yang merampok majikanya Febria Azilda, 50 tahun, di Jalan Anggrek I, Blok AM 26, Perumahan Kemang II, Rawalumbu, Kota Bekasi.

”Pelaku ditangkap saat bersembunyi di Serang, Banten setelah beberapa jam pasca perampokan itu terjadi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Rajiman, Minggu (28/8/2016). Menurut dia, korban masih dalam perawatan di RS Mitra Bekasi Barat.


Kompol Rajiman menjelaskan, pelaku adalah warga Kampung Ratu Agung RT 10/02 Ratu Agung, Tegal, Jawa Tengah. Saat ini, kasus perampokan ini ditangani oleh Unit II Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. ”Sepenuhnya kasus ini ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” katanya.

Korban Febria adalah seorang karyawati di bank swasta Jakarta ini dirampok oleh sopirnya. Saat mengantar majikan dengan menggunakan mobil Toyota Avanza B 1693 SRB, tiba-tiba pelaku AK langsung menghentikan laju kendaraannya, Jumat tanggal 26 Agustus 2016 sekira pukul 19.30 WIB.

Padahal saat itu, kata Kompol Rajiman, mereka hampir tiba di rumah korban. Merasa ada yang aneh, korban meminta pelaku untuk meneruskan perjalanannya. Sayangnya, permintaan korban justru diacuhkan pelaku. ”Kesal, korban meminta pelaku turun dari mobil,” ungkapnya.

Kompol Rajiman mengatakan, pelaku AK sendiri baru dipekerjakan oleh korban selama dua pekan. Saat korban meminta pelaku turun itu, karena korban ingin mengambil alih kemudi mobilnya. Nahas, saat keduanya turun pelaku lalu menghujamkan sebuah obeng ke arah dada kanan Febria.

Beruntung Febria mampu mengelak, sehingga hanya mengalami luka gores di dada. Merasa belum puas, AK mendorong Febria hingga tersungkur dan membawa kabur mobil Avanza korban. Saat ini kondisi korban telah membaik. ”Masih trauma belum bisa diperiksa,” ungkapnya.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Evi Fatna mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati bila ingin memperkerjakan seseorang. Apalagi pekerjaan yang ditawarkan itu selalu berurusan dengan keseharian mereka.

”Masyarakat harus selektif memilih calon sopirnya, jangan sampai kejadian ini kembali terulang,” katanya.

Menurut Iptu Evi, yang dipekerjakan harus orang yang sudah dikenal latarbelakangnya dengan baik, sehingga bisa meminimalkan tindak kejahatan.

2 komentar:

  1. saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok mbah PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

    BalasHapus