10 September 2016

Balita Dianiaya Ayah Tiri di Penjaringan

Sabtu, 10 September 2016 22: 54 WIB
PUSKOMINFO - Seorang balita berinisial RPK, 2 tahun menjadi korban  tindakan kekerasan dari ayah tirinya, DI, 31 tahun, di rumah kontrakan di Jalan Rawa Bebek RT 09 RW 11, Penjaringan, Jakarta Utara. Atas laporan warga, kini DI diamankan dan diperiksa di Mapplsek Metro Penjaringan. 

Akibat kejadian itu, balita berjenis kelamin perempuan tersebut menderita luka memar di beberapa bagian tubuhnya. 

Peristiwa tersebut bermula saat salah seorang warga sekitar, Aris mendengar suara tangisan korban yang sudah berlangsung, selama beberapa hari. 

Hal tersebut menarik perhatian dari ‎tetangga sekitar rumah kontrakan di Jalan Rawa Bebek, RT 09 RW 11, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (9/9/2016). 

"Saksi yang curiga kemudian memanggil warga sekitar dan pengurus RT dan RW setempat untuk memeriksa sumber suara. Pasalnya suara anak kecil yang menangis itu terjadi, selama beberapa hari terakhir," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Yuldi, Sabtu (10/9/2016). 

Setibanya di lokasi, mereka langsung memeriksa sumber tangisan yang berasal dari lantai dua rumah kontrakan, yang disewa dari seorang warga bernama Siti Ukenah. 

Hasilnya ditemukan ada seorang anak yang sedang menangis dan terbaring di kasur lantai dalam kondisi di sekujur tubuhnya terdapat luka memar. 

Korban yang terbaring dan terus menerus menangis karena kesakitan, ditemani oleh kakaknya yang masih berusia sekitar 5 tahun. 

Diketahui bahwa‎ sehari sebelumnya korban dipukuli dan disundut rokok oleh ayah tirinya tanpa alasan yang jelas. 

"Yang paling terlihat ada bekas luka memar di bagian pipi sebelah kanan dan di bagian perut. Selain itu, ada juga bekas luka bakar akibat disundut rokok pada telinga kiri," katanya. 

Mengetahui informasi itu, anggota Reskrim Polsek Metro Penjaringan dan Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polsek Penjaringan langsung meluncur ke lokasi untuk mengevakuasi korban.

Selanjutnya, anggota berkoordinasi dengan RS Polri Kramatjati untuk memperoleh hasil visum bukti tindakan kekerasan.

Selanjutnya ayah tiri korban langsung diamankan dan diperiksa perihal kejadian tersebut. 
"Kami juga sudah memeriksa dan memintai keterangan dari tetangga korban yang mengetahui kejadian tersebut," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar