13 September 2016

Kenal Lewat Facebook, Wanita Muda 21 Tahun Dirampok di Cikarang Timur

Selasa, 13 September 2016 08:19 WIB
PUSKOMINFO - Polresta Bekasi membongkar kasus perampokan yang menimpa wanita muda AMA, 21 tahun,  di Lapangan Sepak Bola Jatireja RT 2/1, Desa Jatireja, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, yang terjadi Senin (29/8/2016) lalu. Pelaku yakni, ATP, 22 tahun, merupakan pria yang baru dikenal melalui jejaring sosial Facebook. 

Kasat Reskrim Polresta Bekasi, Kompol Ardhi Rahananto mengatakan, perampokan terjadi pada Senin 29 Agustus 2016 lalu ini bermula bermula saat korban dan pelaku berkenalan melalui  Facebook. Korban pun merasa nyaman dengan pelaku setelah intens berkomunikasi. 


Karena dirasa akrab korban pun sepakat untuk bertemu pelaku di depan salah satu rumah sakit (RS). Tanpa menaruh curiga sedikitpun, korban ikut dengan pelaku menggunakan sepeda motor.

Pelaku yang mempunyai niat merampok, membawa gadis yang tinggal di Jalan Beruang III Blok B5/30, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat itu ke kontrakan kosong di Kampung Citarik dan pintu dikunci.

Takut menjadi korban perkosaan, kata dia, korban sambil berteriak dan meminta pelaku mengantarkan pulang. Berdalih diantar pulang, kemudian pelaku membelokan sepeda motornya ke lokasi kejadian.

Di lokasi kejadian, pelaku langsung beraksi dengan menurunkan dan mengancam korban agar tidak melakukan perlawanan jika mau selamat. Di bawah ancaman, korban akhirnya diam dan pasrah, saat pelaku menutup mata dan menyumpal mulut korban menggunakan lakban warna hitam. 

"Saat dilakban itu, korban berusaha berontak, sehingga dianiaya pelaku. Setelah korban tak berdaya pelaku menguras tas korban berisi telepon selular, ATM serta uang tunai Rp1,7 juta," ungkap Kompol Ardhi, Senin (12/9/2016). 

Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kabupaten AKP Endang Longla menambahkan, pelaku sempat kabur beberapa hari ke sejumlah tempat. Namun, penyidik yang telah mengincar pelaku akhirnya menangkap ATP di rumahnya di Jalan Kancil, Perumahan Cikarang Baru tanpa perlawanan. "Masih diselidiki, karena diduga kuat korbannya tak hanya satu orang," katanya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar