30 September 2016

Sedang Makan Nasi Goreng, Pemuda Ini Dibacok Perampok

Dua Pelaku Berhasil Diringkus Polsek Cikarang Utara

Jumat, 30 September 2016 18:16 WIB
PUSKOMINFO - Nasib apes dialami oleh AM, 18 tahun. Pemuda itu mendadak dibacok oleh perampok ketika sedang menyantap nasi goreng di Kampung Rawa Lintah RT 01 RW 01, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (29/9/2016) malam. Selain luka bacok di kepala dan leher, korban harus kehilangan sebuah telepon selular.

Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Awal Chairudin, mengatakan peristiwa itu bermula ketika korban bersama temannya B, 19 tahun, sedang makan nasi goreng di pinggir jalan. "Tiba-tiba datang dua orang tak dikenal," kata Kapolres, Jumat (30/9/20160.


Menurut Kapolres, seorang pelaku meminta korban menyerahkan harta yang dibawa. Namun AM justru berusaha mempertahankan telepon selular jenis Blackberry Z10 miliknya. Pelaku marah dan mengeluarkan sebilah celurit dan membacok korban.

Akibatnya, korban mengalami luka bacok di kepala dan leher. Pelaku kemudian melarikan diri dengan sepeda motor. Sementara, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh temannya. "Kami masih melakukan penyelidikan," kata Kapolres.

Polisi menangkap pelaku beberapa jam kemduian. Mereka adalah FKH dan HY. Hasil penggeledahan ditemukan barang bukti hasil kejahatan berupa telepon selular jenis Blackberry Z10. Pelaku digelandang ke Markas Polsek Cikarang Utara. "Pelaku terdeteksi dari ponsel korban," kata Kapolres.

Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Puji Hardi, mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku juga baru saja merampas sebuah telepon selular milik penduduk di Jalan Gatot Subroto, Desa Karangasih, Cikarang Utara. "Tapi, korban tak sampai dilukai," ujar Kapolsek.

Dari kasus itu, kata Kapolsek, pihaknya menyita barang bukti berupa dua bilah celurit, telepon selular Blackberry Z10 milik korban dan ponsel merk Advance pelaku. Polisi masih mengembanngkan kasus tersebut, tak menutup kemungkinan ada kelompok lain spesialis perampas telepon selular.

Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka mendekam di sel tahanan Polsek Cikarang Utara. Dijerat dengan pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang perampokan, ancamannya hukuman penjara di atas lima tahun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar