31 Oktober 2016

Wanita Ditemukan Tewas dengan Leher Terjerat di Cibitung, Bekasi

Senin, 31 Oktober 2016 12:33 WIB
PUSKOMINFO - Sarmi alias Lia, 30 tahun, ditemukan tewas di kontrakannya, Kampung Utan RT 02/RW 29, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (29/10/2016).

Menurut Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Hendrik Situmorang, belum diketahui penyebab kematian korban."Masih dalam penyelidikan kami. Korban ditemukan tidak bernyawa di kediamannya," ujar Kapolsek, Senin (31/10/2016).

Pertama kali korban ditemukan oleh rekan korban, Daryuni, 40 tahun, sekira pukul 19.30 WIB. Dia menemukan jasad korban setelah sebelumnya menerima sms dari korban agar segera dibukakan pintu kontrakanya.

Kemudian Daryuni memberitahukan kepada Kasnori, 47 tahun dan Amiah, 33 tahun, untuk membukakan pintu kontrakan korban. "Mereka berhasil membukakan pintu, dan masuk ke kamar korban," kata Kapolsek.

Meski begitu, para saksi ini belum menemukan korban di kamarnya. Mereka kemudian melakukan pengecekan dan menemukan korban berada di dalam kamar mandi. "Korban ditemukan dalam keadaan tertelungkung di bak mandi dan kepalanya berada di bak mandi," ucap Kapolsek.

Kemudian, saksi bersama warga lainnya melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

"Petugas kami yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) dan dari jasad korban diketahui telah mengeluarkan darah dari hidung dan ada tali terjerat di lehernya," ujarnya.

Selanjutnya korban dievakuasi ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur guna visum.

"Kami belum mengetahui korban tewas karena dibunuh atau bunuh diri. Hingga saat ini petugas masih menunggu hasi visum," pungkas Kapolsek.

Copet di Stasiun Senen Babak Belur Dihajar Warga

Senin, 31 Oktober 2016 11:59 WIB
PUSKOMINFO - Seorang bandit spesialis copet, Veer Sianturi babak belur diamuk massa setelah kepergok mengambil smartphone milik Saldi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (29/10/2016).

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Pusat. Kompol Suyatno mengatakan, pada awalnya korban sedang antre untuk membeli sesuatu di sebuah toko makanan yang ada di kawasan Stasiun Pasar Senen, saat itulah pelaku melancarkan aksinya dengan cara memepet korban.

"Korban sedang mengantri mau bayar di kasir Seven Eleven Stasiun KA Pasar Senen, di belakang pelaku terus memepet korban," ucap Kompol Suyatno kepada wartawan, Senin (31/10/2016).

Karena korban sudah mencurigai sikap pelaku, korban memeriksa tasnya. Saat itu pelaku langsung melarikan diri.

"Korban merasa ada yang membuka tas selempang yang disandang, dan pada saat dilihat tas sudah terbuka dan handphone miliknya yang disimpan di dalam tas sudah hilang dan pelaku langsung kabur," bebernya.

Setelah itu, korban pun berteriak meminta pertolongan sehingga direspons oleh warga sekitar, sempat terjadi kejak-kejaran, pelaku pun tertangkap dan diganjar bogem mentah. Beruntung saat itu ada anggota Polsek Senen. Sehingga pelaku langsung diamankan ke kantor polisi untuk menghindari amuk massa yang lebih besar.

"Pelaku saat ini sedang di Mapolsek Metro Senen untuk dimintai keterangan," tutupnya.

Lokasi Layanan SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin 31 Oktober 2016

Senin, 31 Oktober 2016 08:39 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin, 31 Oktober 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : Citraland Grogol
STNK :Citraland Grogol

3. Jakarta Selatan
SIM : STEKPI Kalibata
STNK : STEKPI Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Dewi Sartika 
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

Tabrakan Beruntun di Tol Cikampek Arah Jakarta

Senin, 31 Oktober 2016 08:31 WIB
PUSKOMINFO - Kecelakaan beruntun melibatkan tiga kendaraan roda empat terjadi di Tol Cikampek arah Jakarta, Senin (31/10/2016) pagi ini. Akibat kecelakaan ini, satu minibus Suzuki Ertiga terbalik, sementara dua lainnya mengalami tabrakan beruntun.

"Kecelakaan 3 mobil, setelah GT Cikampek arah Jkt, 1 mbil ertiga terbalik dua lainnya tabrakan beruntun @melaprawita," tulis akun @TMCPoldaMetro pukul 06.37 WIB.

Belum diketahui ada tidaknya korban dalam kejadian ini. Namun dari foto yang diunggah di akun Twitter @TMCPoldaMetro, terlihat minibus terbalik dan rusak parah.

Polsek Metro Cipayung Bekuk Sopir Angkot Pembunuh Temannya Sendiri

Senin, 31 Oktober 2016 07:40 WIB
PUSKOMINFO - Seorang sopir angkot bernama Riko Lesmana, 41 tahun, dan rekannya Rudi Hartono diringkus Polsek Metro Cipayung, Jakarta Timur. Keduanya diringkus karena bersekongkol menganiaya dan membunuh temannya sendiri bernama Sopyan Lubis, 43 tahun.

Kapolsek Metro Cipayung, Kompol Dedi Wahyudi mengatakan, otak kejahatan ini adalah Riko. Dia membunuh Sopyan lantaran kesal dimintai uang oleh korban.

"Motifnya karena kesal dengan korban minta ongkos berupa uang," kata Kapolsek kepada wartawan, Minggu (30/10/2016). 

Riko menghabisi nyawa Sopyan di sebuah rumah di wilayah Jati Makmur, Ponduk Gede, Bekasi, Senin (24/10) lalu. Saat terlibat cekcok, Riko memukul temannya itu dengan sebuah batang besi hingga tewas.

Melihat Sopyan tewas, Riko panik. Dia kemudian meminta bantuan rekannya yang lain bernama Rudi untuk menghilangkan jejak pembunuhan itu. Jasad Sopyan kemudian dibawa ke sebuah rumah kontrakan di Kampung Kramat, Cipayung, Jakarta Timur.

Tak sampai di situ, kedua pelaku mengubur korban di pekarangan kontrakan tersebut. Lobang untuk mengubur korban itu disemen keduanya untuk menghindari kecurigaan warga.

Namun, seperti kata pepatah: sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Upaya menghilangkan jejak oleh kedua pelaku itu tidak bertahan lama. Sehari kemudian, kejahatan itu terbongkar. 

"Jadi melakukan penganiayaan hingga tewas di Jati Makmur, terus pelaku membawa jasad dan menguburnya ke kontrakan yang di Cipayung.  Karena TKP pembunuhan di wilayah Pondok Gede maka kasus tersebut diserahkan ke Polsek Pondok Gede," tutup Kapolsek Metro Cipayung.

Fortuner Tabrak Pembatas Jalan di depan Apartemen Park Royal


Senin, 31 Oktober 2016 07:25 WIB
PUSKOMINFO - Kecelakaan tunggal terjadi di depan Apartemen Park Royal, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Yakni, jenis mobil Toyota Fortuner B 23 BOB menabrak pembatas jalan yang akan masuk menuju Tol Dalam Kota.

Berdasarkan informasi dari akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, Senin (31/10/2016), kecelakaan terjadi sekira pukul 03.00 WIB dini hari.

"03:23 Kecelakaan Toyota Fortuner B 23 BOB menabrak pembatas di dpn Park Royale Jl. Gatot Subroto & msh penanganan," tulis TMC Polda Metro.

30 Oktober 2016

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Tangkap Kurir Ganja 1 Ton di Pintu Tol Bambu Apus Jakarta Timur

Minggu, 30 Oktober 2016 21:32 WIB
PUSKOMINFO - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap dua orang yang diduga sebagai kurir narkoba di pintu keluar Tol Bambu Apus Jakarta Timur.

Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol John Turman, penangkapan tersebut berawal dari informasi yang didapat pihak kepolisian terkait pengiriman narkoba.

"Informasi dari warga ada pengiriman narkoba jenis Ganja dari Aceh menggunakan truk Fuso," kata Kombes Jhon, Minggu (30/10/2016).

Ganja tersebut merupakan ganja yang berasal dari Banda Aceh dan diselundupkan melalui jalur laut sebelumnya. Ganja yang dimasukkan Jakarta lewat pelabuhan Bakauheni itu seberat satu ton. "Ganja tersebut dibungkus karung dan dengan modus pengiriman disamarkan dengan beras," kata Kombes Jhon.

Mengetahui informasi dari warga, pihak kepolisian kemudian melakukan pemantauan dan mencocokkan ciri-ciri kurir pengantar. Akhirnya kedua kurir berhasil ditangkap di pintu keluar tol Bambu Apus Jakarta Timur.

"Rencananya ganja tersebut akan diedarkan ke Jakarta kepada pengedar berinisial R yang saat ini tengah jadi incaran petugas," katanya.

Para kurir tersebut, mengaku mendapat imbalan Rp20 juta dalam sekali pengiriman dari seseorang yang merupakan bandar besar di Aceh. saat ini kedua pelaku beserta barang bukti berupa narkoba jenis ganja yang ditaksir mencapai satu ton tersebut diamankan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Tim Jaguar Polresta Depok Amankan Puluhan Remaja dan Sepeda Motor yang Terlibat Aksi Balap Liar di Bojong Gede

Minggu, 30 Oktober 2016 20:50 WIB
PUSKOMINFO - Tim Jaguar Polresta Depok mengamankan puluhan remaja dan sepeda motor yang terlibat aksi balap liar sepeda motor di Jalan Bambu Kuning, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Minggu (30/10/2016) dinihari.

Berkat kesigapan aparat Polresta Depok bersama Polsek Bojonggede, aksi balap liar yang nyaris berujung bentrok itu berhasil dicegah.

Bukan itu saja, Tim Jaguar Polresta Depok yang diturunkan ke lokasi juga berhasil mengamankan sejumlah  senjata tajam yang diduga akan digunakan tawuran.

Kapolresta Depok Kombes Pol Harry Kurniawan menuturkan pihaknya langsung menurunkan Tim Jaguar setelah menerima laporan warga, adanya rencana tawuran di Jalan Bambu Kuning, sebagai buntut aksi balap liat puluhan remaja dan pemuda di sana.

"Anggota kami berhasil menghalau ratusan sepeda motor balap liar yang berkumpul di sana," kata Kapolres, Minggu sore.

Selain itu, kata Kapolres, Tim Jaguar berhasil mengamankan belasan remaja serta sejumlah motor balapan liar.

Bahkan kata Harry, saat itu warga sekitar yang membantu polisi menghalau para remaja ini pergi ada yang nyaris terkena sabetan pedang samurai, salah seorang remaja.

"Saat kami periksa, kebanyakan mereka yang diamankan masih remaja dan belasan tahun. Mereka juga dipastikan mabuk, karena dalam pengaruh minuman keras," kata Kapolres.

Fakta ini, kata dia sungguh miris. Selain pelaku balap liar dan tawuran itu sebagian besar remaja berusia belasan tahun, mereka juga dalam pengaruh minuman keras.

"Mereka kami bina dengan memanggil orangtua mereka serta membuat surat pernyataan tak boleh mengulangi perbuatannya lagi," kata Kapolres.

Ke depan, kata Kapolres, pihaknya akan menjaga lokasi Jalan Bambu Kuning, untuk mencegah aksi balap liar sejumlah remaja di sana.

Tujuh Mobil dan 1 Bus Pariwisata Tabrakan Beruntun di Pasar Minggu

Minggu, 30 Oktober 2016 20:38 WIB
PUSKOMINFO - Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan TB Simatupang, tepatnya simpang Trakindo, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Minggu (30/10/2016) siang. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan, namun kerugian materil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kronologis terjadinya kecelakaan tersebut diungkapkan Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Purwanta bermula ketika bus Pariwisata bernomor polisi B 7799 IG datang dari arah barat menuju ke timur di Jalan TB Simatupang tidak dapat mengendalikan kendaraannya akibat rem blong.

Akibatnya, sesampainya di trafic light Trakindo, bus menabrak kendaraan secara beruntun yang sedang berhenti di depannya antara lain, Toyota avanza B 1309 NOS, Daihatsu Terios B 1827 VKH dan berturut-turut menabrak Honda Mobilio B 296 SKQ dan seorang warga bernama Heri Mulyana, 24 tahun, warga Jalan susukan RT 04/05 Susukan, Ciracas, Jakarta Timur yang sedang menyeberang jalan.

Tabrakan tidak berhenti di situ, bus pun kembali mendorong Toyota Avanza B1624 SYI yang berturut menabrak Nissan March F 1332 HN, Toyota Avanza B 1421 UIG, Honda Jazz B 1655 KUD dan sebuah Honda Mobilio yang berada di paling depan lampu lalulintas.

"Tidak ada korban berat, luka ringan hanya dialami penyeberang jalan bernama Heri Mulyana. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah karena luka penyok pada setiap kendaraan," jelasnya.

Walau begitu, lanjutnya, Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan tetap melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), membuat sket gambar kronologis kejadian dan mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Polda Metro Jaya Bongkar Komplotan Pemalsuan Dokumen Bank

Minggu, 30 Oktober 2016 19:22 WIB
PUSKOMINFO -Tim Opsnal Unit 5 Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus Pemalsuan Surat dan Pemalsuan Dokumen Kependudukan dan atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang terjadi sejak bulan Desember 2015 sampai dengan tanggal 29 Oktober 2016. Dua orang tersangka berhasil ditangkap, sementara seorang pengedar masih buron hingga kini.

Pengungkapan kasus tersebut diungkapkan oleh Kompol Handik Zusen selaku pimpinan Tim Opsnal Unit 5 Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya bermula dari laporan masyarakat terkait temuan dokumen palsu berupa kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan buku tabungan yang dilaporkan dalam Laporan Polisi Nomor LP/955/X/2016/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 29 Oktober 2016.

Berbekal laporan tersebut, pihaknya kemudian melakukan pengejaran terhadap seorang pengedar dokumen bank palsu yang diketahui berinisial USP alias AP, 25 tahun, warga Perumahan Bumi Bahtera Indah (PR BBI), Campang Raya, Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Lampung.

Tidak menunggu lama, pria kelahiran Lampung, 3 April 1991 itu berhasil ditangkap saat berada di rumah kontrakannya di Perumahan Duta Bintaro, Kunciran, Pinang, Kota Tangerang, Banten pada Sabtu (29/10) pukul 04.20 WIB.

Dari pemeriksaan diketahui AP bekerjasama dengan BH als IN, 45 tahun, warga Jalan Joglo Raya, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat untuk mengedarkan buku rekening palsu. Bersusulan, pria kelahiran Jakarta, 2 Februari 1972 itu kemudian ditangkap polisi saat sedang berada di Jalan Srengseng Raya, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat pada pukul 11.00 WIB.

"Dua orang pengedar dokumen palsu berhasil diamankan, seorang lainnya LN yang berperan sebagai pengedar besar masih DPO (Dalam Pencarian Orang)," jelasnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya pada Minggu (30/10).

Dalam pemeriksaan terungkap, modus operandi tersangka adalah dengan memalsukan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan buku tabungan yang berasal dari tiga bank berbeda. Pemalsuan itu dilakukan LN.

Dalam operasinya, dokumen palsu Bank B yang dibeli oleh AP seharga Rp 450.000 per paket, berisi sebuah kartu ATM dan Buku Tabungan itu kemudian dijual kembali kepada IN seharga Rp 700.000 per paket. Kemudian, IN menjual kembali dokumen palsu tersebut seharga Rp 1 juta per paket kepada 12 orang tersangka lainnya, yakni WW, UG, SB, DD, FR, SR, CM, MN, IW, UD, SR dan AD.

"USP alias AP dan BP alias IN berperan sebagai pembeli dan penjual dokumen palsu dari LN. Ada tiga dokumen yang palsu yang diperjualbelikan, antara lain Bank B, Bank M dan Bank C, masing-masing harga jualnya berbeda mulai dari Rp 450.000, Rp 700.000 dan Rp 1 juta, mereka jual berlipat dengan keuntungan mencapai Rp 3 juta per dokumen," jelasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya kini masih melakukan pemeriksaan terhadap AP dan IN berikut barang bukti antara lain sebanyak 18 Kartu ATM, 3 buah Buku Tabungan, 8 unit ponsel dan satu bundel foto copy KTP.

"Tersangka USP alias AP adalah residivis dan pernah masuk di Lapas Kelas 2A, Tangerang Lama, Tangerang pada bulan Agustus 2013 dan keluar pada bulan November 2014 dengan kasus yang sama. Pemeriksaan masih dilakukan terhadap saksi-saksi dan tersangka, pengembangan dilakukan kepada pihak pembuat dan pengguna rekening palsu," jelas Kompol Handik

Atas perbuatannya, AP maupun IN dijerat Pasal berlapis, yakni Pasal 55 Ayat (1) ke-1e dan atau ke-2e KUHP dan atau Pasal 56 ke-1e KUHP Juncto Pasal 263 Ayat (1) dan atau Ayat (2) KUHP dan Pasal 94 Juncto Pasal 77 UU RI Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan atau Pasal 4 tentang perkara menyuruh melakukan dan atau membujuk untuk melakukan dan atau membantu melakukan tindak pidana pemalsuan surat dan tindak pidana pemalsuan dokumen kependudukan dan atau melakukan tindak pidana pencucian uang.

Tidak hanya itu, keduanya pun dijerat Pasal 5 Juncto Pasal 2 Ayat (1) huruf z UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman lebih dari 20 tahun penjara.

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan Pemuda di Babelan Bekasi

Ada Ribut-ribut, Saat Dilihat Sesosok Mayat Pemuda Tergeletak Penuh Darah

Minggu, 30 Oktober 2016 18:50 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku pembunuhan seorang pemuda yang ditemukan tewas tergeletak di Jalan Raya Kampung Cabang Empat RT 02 RW 01 Desa Huripjaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (26/10/2016) lalu. Korban diketahui berinisial AN dan pelaku ternyata adalah temannya sendiri berinisial AS alias L

Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui motif pembunuhan karena AS alias L tidak terima selalu diolok-olok,  sehingga ia  nekad menghabisi nyawa temannya sendiri, AN pada Rabu 26 Oktober 2016.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto mengatakan AS alias L ternyata memiliki rasa sakit hati lantaran selalu diejek oleh AN.

"Jadi korban sama pelaku ini satu tongkrongan, keduanya berteman, pelaku ini dendam suka diejek di tempat tongkrongan, kalau pelaku miskin (tidak punya motor)," kata Budi di Mapolda Metro Jaya, Minggu (30/10/2016).

AKBP Budi menjelaskan, untuk menghabisi korban, AS alias L awalnya menghubungi Asep mengajak ketemuan di suatu tempat. Dia beralasan meminta AN menemaninya untuk makan. "AS menghubunginya. Dengan alasan pelaku meminta diantar untuk makan,” ujarnya.

Menurut AKBP Budi, pelaku ketika diperjalanan meminta korban untuk menghentikan kendaraannya. Saat itu pelaku melancarkan amarahnya dengan menghujamkan obeng ke arah leher, dada dan punggung sebanyak enam tusukan.

"Ternyata permintaan pelaku hanya akal-akalan saja. Di perjalanan pelaku langsung menusukan obeng ke arah korban, hingga korban meninggal dunia di tempat," ujar AKBP Budi.

Setelah AN tergeletak tak bernyawa lagi, AS alias L langsung melarikan diri dan mengondol harta milil korban, termasuk sepeda motornya. Beruntung ada warga yang menemukan jasad korban yang tergeletak di kawasan Babelan, Bekasi itu.

Kemudian warga melaporkan kepada pihak kepolisian. Akibat perbuatannya, AS alias L akan dijerat dengan Pasal 340 juncto Pasal 338, Pasal 365 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan.

29 Oktober 2016

Toko Sembako di Pondok Aren Terbakar

Sabtu, 29 Oktober 2016 20:57 WIB
PUSKOMINFO - Satu unit toko sembako terbakar di Jalan Pondok Kacang, Kampung Pondok Serpong Utara, Rt 01 RW 03, Pondok Kacang Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (29/10/2016). Untuk menjinakkan kobaran api, sebanyak tujuh unit mobil Damkar dikerahkan ke lokasi.

Pemilik toko sembako, Sholeh, baru mengetahui jika tokonya terbakar setelah salah seorang warga bernama Naidih, 49 tahun, menyambanginya dan mengatakan bahwa atap tokonya mengeluarkan kepulan asap hitam.

Menyadari hal itu, Sholeh pun langsung menyelamatkan diri seraya membawa istrinya keluar rumah. Sementara, botol bensin eceran yang terdapat di depan toko lebih dulu dievakuasi oleh warga sekitar.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri menuturkan, tak berselang lama tujuh unit mobil Damkar dari Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Kota Tangsel dan Kota Tangerang tiba di lokasi dan langsung berjibaku memadamkan api.

"Total ada tujuh unit mobil Damkar yang berada di lokasi," kata AKP Mansuri.

Tak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, petugas pun belum bisa memprediksi kerugian materiil atas amukan si jago merah tersebut.

"Tak ada korban jiwa, dugaan sementara Api berasal dari arus pendek listrik," sambungnya.

28 Oktober 2016

Polda Metro Jaya Bongkar Pabrik Obat Dan Jamu Palsu Beromzet Miliaran Rupiah di Cakung

Jumat, 28 Oktober 2016 14:44 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan pabrik obat dan jamu palsu dengan omzet mencapai miliaran rupiah di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Adapun lokasi yang dijadikan tempat pembuatan obat dan jamu ilegal tersebut berada di dua lokasi yakni Komplek Pergudangan Centra Cakung Blok F 37, F38, dan F39 serta Blok K No 50. Lokasi lainnya adalah Komplek Pergudangan Green Sedayu Biz Park GS 6 No 118 dan 120 serta Blok GS No 15.

Dari lokasi petugas mengamankan satu tersangka berinisial RS, 38 tahun, dan berbagai merek jamu berikut peralatan pembuatan jamu dari tujuh gudang di komplek pergudangan tersebut.

Terungkapnya kejahatan itu diungkapkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan bermula dari temuan pihak BPOM terkait sejumlah obat dan jamu di pasaran yang tidak memiliki izin edar.

Penyelidikan terkait distribusi obat pun dilakukan hingga berujung pada temuan pabrik obat dan jamu ilegal.

"Pelaku diduga memproduksi dan mengedarkan obat-obatan bentuk pil dan obat tradisional dalam bentuk jamu secara ilegal. Seluruh obat dan jamu yang diproduksinya juga tidak terdaftar dan tidak memiliki ijin edar dari BPOM," ungkap Kapolda kepada wartawan saat meninjau pabrik obat dan jamu ilegal pada Jumat (28/10/2016) siang.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, lanjutnya, RS diketahui telah mengelola pabrik selama sekitar lima bulan belakangan, terhitung sejak Juni 2016.

Dalam produksinya, seluruh pabrik yang mempekerjakan sebanyak 15 orang pegawai itu berhasil memproduksi obat dan jamu ilegal dengan pendapatan sebesar Rp 3 miliar per bulan.

"Berdasarkan pengakuan tersangka, nilai investasi pabrik mencapai Rp 15 miliar, jumlahnya memang sangat besar, tetapi nilai investasi itu cepat kembali karena satu buah pabrik mampu menghasilkan omset sekitar Rp 3 miliar per bulan," jelasnya.

"Kami masih selidiki kasus ini, apakah terkait dengan temuan di Tangerang atau jaringan lainnya. Mengenai distribusinya juga demikian, kemungkinan besar disebar ke seluruh Indonesia, mengingat mereka produksi (obat dan jamu) dalam jumlah besar," ujarnya.






Bayi Laki-laki Dibuang dalam Kardus di TPS Depok

Bayi malang itu dibuang dalam sebuah kardus bekas.
Jumat, 28 Oktober 2016 14:28 WIB
PUSKOMINFO - Sesosok bayi ditemukan warga di tempat pembuangan sampah (TPS) di Jl Lingkar Kebayunan RT 02 RW16 Kelurahan Tapos, Depok. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam kondisi masih hidup.

"Kami masih mencari siapa pelaku yang membuang bayi tersebut. Bisa ibunya atau bisa jadi keluargaya, bisa siapa saja," ujar Kapolresta Depok Kombes Pol Harry Kurniawan kepada wartawan, Jumat (28/10/2016).

Bayi Laki-laki Dibuang di Kardus di TPS Depok
Bayi tersebut ditemukan sekira pukul 05.15 WIB pagi tadi. Seorang warga yang menemukan bayi itu kemudian melapor kepada seorang anggota TNI dan meneruskannya ke aparat kepolisian.


Bayi dibuang dalam sebuah kardus bekas air mineral. Bayi malang itu diselimuti kain pernel, ada sejumlah pakaian dan kain di dalam bungkusan bersama si bayi.

"Bayinya sehat, diduga baru dua hari usianya dengan berat badan 2,6 kg," ungkap Kapolres.

Saat ini bayi mungil tersebut dirawat oleh seorang warga. 

Todong Sopir Truk dengan Senjata, Petugas Dishub DKI Jakarta Ditangkap Polsek Metro Koja

Jumat, 28 Oktober 2016 13:11 WIB
PUSKOMINFO - WD, 24 tahun, seorang petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, ditangkap petugas buru sergap Polsek Metro Koja, Jakarta Utara, saat sedang menodongkan senjata ke pengemudi truk.

Kapolsek Metro Koja, Kompol Supriyanto menuturkan, aksi penodongan senjata pria bertubuh tambun itu terjadi di Jalan Kramat Raya, atau tepat di depan Islamic Center.

"Korban sedang mengendarai mobil truk. Lalu pelaku yang menggunakan sepeda motor memberhentikan korban dengan alasan pemeriksaan dokumen meminta surat surat kendaraan dan akan membawa kendaraan ke kantor," kata Kapolsek, Jumat (28/10/2016).

Saat WD menodongkan senjatanya, secara tak sengaja di lokasi ada sejumlah petugas buru sergap. Karena kebetulan lokasi tak begitu jauh dari kantor Polsek Metro Koja.

Menurut Kapolsek, ketika didekati petugas, WD berusaha menyembunyikan senjata, yang belakangan diketahui, ternyata senjata itu berjenis air soft gun.

Kapolsek menuturkan, saat menodongkan pistol, pelaku memang mengenakan seragam resmi Dishub DKI. Tapi, pencegatan truk itu, dilakukannya tanpa izin atau termasuk razia liar.

"Korban sempat dikejar dan dicegat, sebelumnya pelaku berusaha merazia korban di Jalan Palem, Lagoa. Tapi korban tak percaya, karena pelaku seorang diri melakukan razia," kata Kapolsek.

Saat ini WD masih menjalani pemeriksaan di Polsek Metro Koja, dan petugas sudah mengamankan barang bukti sepucuk air soft gun ilegal yang dipakai WD..

Lokasi Layanan SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 28 Oktober 2016

Jumat, 28 Oktober 2016 07:49 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 28 Oktober 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : Citraland Grogol
STNK :Citraland Grogol

3. Jakarta Selatan
SIM : STEKPI Kalibata
STNK : STEKPI Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Dewi Sartika 
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

120 Ton Pupuk Ilegal Disita Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jumat, 28 Oktober 2016 07:08 WIB
PUSKOMINFO - Polres Pelabuhan Tanjung Priok menyita 120 ton pupuk tanaman ilegal, yang rencananya diedarkan langsung ke daerah Pulau Jawa, Sumatera Utara, Riau, serta Aceh. Namun hingga saat ini, polisi belum dapat menentukan tersangka, yang merupakan produsen pupuk ilegal tersebut.

"Jadi pupuk-pupuk ini tidak sesuai akan standar pupuk pada umumnya. Sehingga, pupuk-pupuk itu sendiri justru tidak dapat membuat tanaman tumbuh dengan baik. Para petani yang membeli pupuk itu pun mengalami kerugian," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Dedi, Kamis (27/10/2016).

AKP Dedi melanjutkan,"Mengenai produsennya hingga saat ini kami belum bisa menentukannya untuk dijadikan tersangka, karena masih kami dalami dulu. Nanti diinformasikan kembali," kata AKP Dedi di Halaman Polres Metro Pelabuhan Tanjung Priok.

Dijelaskan AKP Dedi, pihaknya yang telah berhasil menyita 120 ton pupuk tanaman ilegal, berawal mendapatkan informasi dari masyarakat, terkait adanya peredaran pupuk ilegal yang tak sesuai dengan standar komposisinya.

"Jadi kami dari Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada Senin (10/10/2016), sekira pukul 02.00 WIB, mengamankan dua container meratus ukuran 20 feet. Didalamnya ada 48 ton pupuk yang diduga ilegal. Pupuk yang bermerk NPK Plus Ponskha itu kami sita dan memeriksa dua orang saksi, antara lain M selaku sopir, dan YM selaku seorang karyawan dari perusahaan Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL)," papar AKP Dedi.

AKP Dedi mengatakan, diketahui pupuk seberat 48 ton itu, diakui kedua saksi merupakan milik dari perusahaan yang bersangkutan dan yang masih dalam penyelidikan. Pupuk tersebut, diketahui dari daerah Sukabumi, dan akan diedarkan ke Medan, Sumatera Utara (Sumut), yang dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok dengan kapal KM Oriental.

"Lalu, pada Kamis (13/10/2016) sekira pukul 04.30 WIB, tepatnya di Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Priok, kami kembali mengamankan 72 ton pupuk yang dimuat di tiga container ukuran 20 feet. Ada tiga saksi, KSD, RSD, SHD, yang merupakan sopir truk, dan ID yang merupakan karyawan EMKL yang langsung kami periksa di lokasi," ungkap AKP Dedi.

Ia mengakatan, pupuk-pupuk tersebut rencana akan diedarkan ke daerah Bengkulu, melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Ditotal, kata AKP Dedi, ada 120 ton pupuk yang diduga ilegal berhasil disita oleh pihaknya.

"Pupuk-pupuk itu sendiri sudah diperiksa pihak Pusat Laboratorium Forensik. Ternyata hasilnya tidak sesuai dengan standar komposisinya. Lalu sampai saat ini tersangka belum kami tentukan dan masih dalam penyelidikan. Namun, kasus ini pun terbukti pelaku telah memproduksi, dan mengedarkan pupuk tanpa izin yang sah," ujar AKP Dedi kembali.

Barang Bukti yang berhasil diamankan, antara lain 1 Unit Truk Trailler bernopol B9564SEH, 1 Unit Truk Trailler bernopol B9563SEH, 1 Unit Container Meratus nomor MRTU 2197199/ 20 Feet berisikan 24 ton pupuk NPK Plus Ponska, 1 Unit Container Meratus nomor MRTU 2126955/ 20 Feet berisikan 24 ton pupuk NPK Plus Ponska.

Selanjutnya 1 Unit Truk Trailler bernopol B9498UEL, 1 Unit Truk Trailler bernopol B9496UEL, 1 Unit Truk Trailler bernopol B9584UEJ, 3 Unit Container ukuran 20 feet berisikan masing-masing 24 ton, sehingga ditotal ada 72 ton. dan 3 lembar surat jalan.

Dikatakan AKP Dedi, pelaku usaha tersebut akan dijerat dengan pasal, Pasal 106 Jo Pasal 24 ayat (1), dan Pasal 113 Jo Pasal 57 ayat (2) UU nomor 7 tentang Undang-undang Perlindungan Konsumen.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Pengedar Ganja dan Sita 22 Kg Ganja Asal Aceh

Jumat, 28 Oktober 2016 06:59 WIB
PUSKOMINFO - Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap seorang remaja berinisial DAN, 17 tahun, karena berjualan ganja di Kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari tangan pelaku, polisi menyita ganja 22 Kilogram yang diketahui berasal dari Aceh.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Ari Rian Faozi mengatakan, pelaku mendapatkan ganja dari seorang bandar besar di Aceh melalui jalur darat, melalui Perusahaan Otobus (PO) PT Putera Pelangi Perkasa ke Medan. Lalu pelaku mengedarkannya ke Jakarta melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

"Diketahui ganja tersebut berasal dari Aceh," kata AKP Ari di halaman Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (27/10/2016).

Menurut AKP Ari, pelaku sempat lolos dari pemeriksaan X-Ray di Pelabuhan. Namun, petugas berhasil menangkapnya di Kawasan Kampung Muara Bahari.

"Kami menangkap pelaku dengan barang bukti berupa 22,65 Kg ganja dari tangan pelaku," tuturnya.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 Subsider Pasal 111 Ayat 2 Subsider Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancama hukuman 20 tahun penjara.

27 Oktober 2016

Polsek Metro Pesanggrahan Bekuk Empat Begal Sepeda Motor

Kamis, 27 Oktober 2016 11:38 WIB
PUSKOMINFO - Polsek Metro Pesanggrahan berhasil membekuk empat begal sepeda motor, Kamis (27/10/2016). Keempat pelaku yakni HR, 33 tahun, BF, 39 tahun, Ded, 32 tahun dan NS, 16 tahun, mereka dibekuk dari tiga kasus yang berbeda. Kini, keempatnya meringkuk di tahanan Mapolsek Metro Pesanggrahan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Eko Hadi Santoso saat dikonfirmasi mengatakan keempat tersangka tersebut diamankan dari tiga kasus yang berbeda. “Untuk tersangka HR kasus pencurian dengan modus menabrakan sepeda motor kepada korban dan kemudian mengambil barang korban,” kata AKBP Eko, Kamis (27/10/2016)..
“Untuk kasus kedua tersangka oleh pelaku FR, modusnya, ia memepet korban, dan kemudian rampas, menjambret barang korban,” ungkapnya. “Untuk kasus ketiga, yakni pencurian sepeda motor, oleh dua pelaku berbeda,” kata AKBP Eko.
AKBP Eko Hadi menambahkan dari keempat tersangka, satu di antaranya pelaku Ded, merupakan residivis kasus maling sepeda motor di Lemdikpol Polri, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. "Tersangka (Ded) curanmor bersama empat orang lainnya beraksi di wilayah Jakarta Selatan dan Tangsel,” tutur AKBP Eko.
Akibat perbuatannya keempat tersangka diancam Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. 

Kapolda Metro Jaya Silaturahmi dengan Tim Sukses Tiga Paslon Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta

Kamis, 27 Oktober 2016 11:15 WIB
PUSKOMINFO - Tim pemenangan tiga pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta menemui Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan guna membahas pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

"Silaturahim untuk membahas pengamanan pilkada," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono di Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Selain tim pemenangan tiga pasangan calon, para pimpinan partai politik pendukung juga turut hadir pada pertemuan tersebut.

Politisi pendukung pasangan nomor urut satu Agus Harimurti-Sylviana Murni yang hadir yakni Ketua DPW PPP DKI Jakarta Joko Krismiyanto dan Direktur Eksekutif Lingkar Study Jakarta Raya (Lisja) pada Sekretariat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Naufal Firman Yursak.

Sementara, Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo mewakili tim pemenangan pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Adapun tim sukses pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) yang hadir yakni Sekretaris DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Wibi Andrino

Kesal karena Diludahi, Dua SMK di Bekasi Tawuran Mengakibatkan Seorang Pelajar Tewas

Kamis, 27 Oktober 2016 09:09 WIB
PUSKOMINFO - Dua kelompok pelajar dari dua SMK di daerah Bekasi terlibat tawuran pada Rabu (26/10/2016) sekira pukul 19.30 WIB. Akibatnya, satu orang pelajar tewas dan satu lainnya mengalami luka bacok serius di bagian kepala.

Awalnya dua kelompok pelajar ini membuat janji bertemu di Jalan Raya Pangeran Diponegoro, tepatnya di depan PT 3M Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Kapolsek Tambun, AKP Bobby Kusumawardhana, mengatakan bahwa tawuran ini melibatkan pelajar dari SMK Bina Karya Mandiri (BKM) Bekasi dengan SMK Yapin Bekasi.

“Informasi yang kami dapatkan dari saksi pelajar yang ikut terlibat tawuran menyebutkan, kalau tawuran yang dilakukan di lokasi terjadi setelah saling janjian lewat SMS dari handphone masing-masing kelompok” kata Kapolsek, Kamis (27/10/2016).

Janji bertemu itu dibuat karena seorang pelajar dari SMK BKM diludahi oleh pelajar dari SMK Yapin saat melintas di jalan sekitar sekolah SMK Yapin, Jatimulya, Kalimalang. “Jadi karena tidak terima itu pelajar SMK BKM pun mengadu ke teman-temannya, saat itu juga salah satu temannya menghubungi salah satu pelajar SMK Yapin untuk menantangnya tawuran dan janjian di lokasi melalui sms dari handphone miliknya,” jelas Kapolsek.

Setelah sepakat, dua kelompok pelajar ini akhirnya bertemu dan terlihat saling hantam. “Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi atau warga setempat, rata-rata pelajar ini membawa senjata tajam jenis celurit. Di lokasi juga, kami berhasil amankan satu celuritnya saat anggota dan warga membubarkan aksi pelajar tersebut,” kata Kapolsek.

Menurut Kapolsek, pihaknya menemukan dua orang pelajar tergeletak di jalan, salah satunya bahkan meninggal dunia. “Dua korban saat di lokasi, kami temukan satu orang tewas atas nama Aldi dari SMK BKM kelas 3 dengan total lukanya sebanyak 7 luka bacokan dan dua di antaranya luka cukup besar pada bagian punggung dan pantatnya. Sementara satu korban lain, atas nama Rizal dari pelajar SMK Yapin mengalami luka bacokan di kepalanya,” terang Kapolsek.

“Korban tewas sempat dibawa ke RS Karya Medika Tambun sebelum akhirnya kami bawa ke RS Polri Kramatjati guna visum dan autopsi. Untuk korban luka, saat ini masih dirawat di RS Graha Juanda Bekasi,” jelas Kapolsek.

Hingga kini, Polsek Tambun masih melakukan penyelidikan kasus tawuran pelajar tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi. “Sudah ada empat saksi kami periksa, tiga warga sekitar dan satu dari pelajar yang ikut dalam tawuran pelajar di lokasi. Dan kami upayakan dalam 1x24 jam pelaku bisa diamankan, bagaimanapun caranya,” tandasnya.

489 Polisi Bersiaga di PN Jakarta Pusat

Kamis, 27 Oktober 2016 08:24 WIB
PUSKOMINFO - Ratusan petugas kepolisian dikerahkan untuk menjaga sidang pembacaan vonis Jessica Kumala Wongso atas dugaan pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin.

"Ada 489 personel yang dikerahkan untuk pengamanan di PN Jakpus," ujar Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno ketika dikonfirmasi, Kamis (27/10/2016).

Rinciannya, 400 personel dariBrimob Polda Metro Jaya dan 89 personel dari satuan Polres dan Polsek Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat.. Selain mengerahkan ratusan personel, dua kendaraan lapis baja barracuda juga telah disiagakan di halaman PN Jakpus.

Diketahui, hari ini (Kamis, 27/10/2016) pukul 10.00 WIB sidang putusan vonis Jessica Kumala Wongso atas pembunuhan kepada Mirna Salihin akan dilangsungkan. JPU mendakwa Jessica dengan tuntutan 20 tahun penjara, sedangkan pihak kuasa hukum Jessica y‎akin bahwa putusan hakim akan membebaskan Jessica dari segala dakwaan yang disangkakan.

Polsek Metro Taman Sari Tangkap 5 Pelaku Curanmor yang Kerap Beraksi di Jakarta Barat

Kamis, 27 Oktober 2016 08:02 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Polsek Metro Taman Sari menangkap lima orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sering beroperasi di Jakarta Barat. Mereka melakukan aksinya di wilayah Tamansari, Kebon Jeruk, dan Cengkareng.

 "Mereka sudah melakukan aksinya sebanyak sepuluh kali," kata Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Nasriadi dalam keterangannya, Rabu (26/10/2016). Kelima orang tersebut bernama Hendra, Sakimin, Hadi, Ozy, dan Agus. Namun polisi masih mengejar pelaku lainnya yang masih buron yaitu Atok, dan Ajak.

Awalnya, polisi mendapat informasi ada sekelompok pemuda indekos yang mencurigakan di kawasan Cipondoh, Tangerang. Dari penyelidikan diketahui Hendra pernah ditangkap Polsek Metro Taman Sari dalam kasus pencurian sepeda motor.

 "Dari informasi itu, akhirnya polisi melakukan penangkapan pada Selasa (25/10/2016) sekira pukul 05.30 WIB di rumah kos perumahan daerah Cipondoh, Tangerang Kota. Di sana kami menangkap Hendra dan temannya bernama Sakimin. Lalu ada tiga unit motor yang kami sita juga," kata Kapolsek.

Selain sepeda motor, polisi juga mengamankan kunci letter T dan golok sebagai barang bukti. Tersangka sering menggunakan kekerasan jika korban melawan.

 "Mereka melakukan operasi dengan cara pepet, rampas, todong," kata Kapolsek. Dari keterangan Hendra dan Sakimin, polisi menangkap para tersangka lain dan Ozy sebagai penadah.

"Para tersangka dijerat pasal 365/363 KUHP tentang pencurian, sedangkan si penadah dikenakan pasal 480 KUHP. Ancaman kurungannya lima sampai tujuh tahun," kata Kapolsek..

Polsek Metro Menteng Tembak Dua Penjahat Jalanan Saat Beraksi di depan Kedubes Arab Saudi

Kamis, 27 Oktober 2016 07:54 WIB
PUSKOMINFO - Dua penjahat jalanan ambruk ditembak petugas Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016) dinihari tadi. Satu penjahat tewas di TKP dan satu lagi luka tembak di betis kaki.. Keduanya terpergok petugas patroli saat beraksi di depan kediaman Dubes Arab Saudi Jalan Teku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

‎Pelaku yang tewas di tempat kejadian berusia sekira 32 tahun dengan luka tembak di dada dibawa ke RS Polri Kramatjati sedang yang seorang lagi berusia sekitar 30 tahunan mengalami luka di kaki betis dilarikan ke rumah sakit.

Aksi kedua pelaku berlangsung sekira pukul 02:00 WIB. Ketika itu, kedua bandit jalanan itu sedang beraksi menjambret pengendara mobil dan sepeda motor, persis di depan kediaman Duta Besar Arab Saudi. Namun aksi ke dua bandit berboncengan sepeda motor itu dipergoki petugas patroli pimpinan Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng Kompol Johari Bule,SH.

Melihat dua bandit beraksi, petugas pun segera mengejar pelaku. Takut kehilangan jejak, petugas segera mengarahkan pistol sambil melepas tembakan ke arah pelaku hingga keduanya ambruk terjatuh di TKP. Salah satu pelaku yang mengenai punggung tembus dada tewas seketika sedang seorang lagi luka tembak di kaki lalu dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dirawat.

Kapolsek Metro Menteng Kompol Ronald Purba,SIK,M.si, menuturkan kalau kedua bandit itu sudah sering beraksi di kawasan elit Menteng, mereka juga tidak segan-segan melukai korban. “Bisa jadi pelaku ini punya jaringan di luar Jakarta Pusat,” papar Kapolsek.

Lokasi Layanan SIM dan STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis 27 Oktober 2016

Kamis, 27 Oktober 2016 07:33 WIB
PUSKOMINFO - Berikut lokasi layanan mobil SIM & STNK Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2016 terbagi di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat
SIM : Kantor Pos Pasar Baru
STNK : Lapangan Banteng

2. Jakarta Barat
SIM : Citraland Grogol
STNK :Citraland Grogol

3. Jakarta Selatan
SIM : STEKPI Kalibata
STNK : STEKPI Kalibata

4. Jakarta Utara
SIM : Pospol Jembatan 3 Pluit
STNK : Graha Gapembri Kelapa Gading

5. Jakarta Timur
SIM : Dealer Honda Dewi Sartika 
STNK : Pasar Induk Kramat Jati

- Jam operasional: 08:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

- STNK Keliling hanya untuk proses perpanjangan pertahun, untuk proses perpanjangan lima tahunan, balik nama atau ganti plat nomor agar mendatangi ke Kantor Samsat yang terdekat

- Info Keterangan Lebih Lanjut:Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55 Jakarta Selatan, Telp : 021-52960770, Fax : 021-5275090

Sedang Dorong Sepeda Motor Curian, Dua Pemuda Dibekuk

Pencuri Terpaksa Dorong Sepeda Motor Curiannya Karena Mogok
Kamis, 27 Oktober 2016 07:20 WIB
PUSKOMINFO - Dua pemuda pelaku pencurian sepeda motor MG, 25 tahun dan MS, 17 tahun, diamankan anggota Polsek Metro Kelapa Gading, Jakarta Utara. Keduanya dicurigai sedang mendorong sepeda motor curian di Pegangsaan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/10/2016) dini hari.

Berawal dari seorang petugas keamanan setempat yang melihat kedua pelaku mendorong dua motor yang belakangan diketahui motor curian. Motor curian pertama tidak bisa hidup karena kehabisan bahan bakar. Sementara, motor curian yang lainnya didorong karena sulit dinyalakan lantaran bagian kenop kuncinya patah.

Kapolsek Metro Kelapa Gading, Kompol Argowiyono saat menggelar Press Release Rabu (26/10/2016), mengatakan, awalnya kedua pelaku menggasak Honda Beat hitam bernomor polisi B 6902 UTW. "Saat melakukan aksinya, motor tersebut sulit dinyalakan akhirnya mereka dorong," kata Kapolsek.

Tak jauh dari lokasi pencurian pertama, MG melihat lagi sebuah motor Honda Revo Absolute merah bernomor polisi B 3995 UJD milik warga setempat lainnya. MG kembali melakukan aksinya, tapi karena motor kedua yang dicuri itu tangki bensinnya kosong tak ada bensin. "Makanya langsung didorong juga. Akhirnya dua motor itu dibawa kabur dengan didorong menuju kontrakannya," kata Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, kedua pelaku yang kesehariannya bekerja sebagai sopir dan kernet angkutan umum tersebut sudah menyiapkan kunci letter T dan L untuk beraksi. Beberapa meter dari lokasi pencurian, mereka dicurigai satpam dan langsung diteriaki "maling" hingga akhirnya dihakimi warga.

Atas perbuatannya, keduanya dikenakan Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHPidana, tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

26 Oktober 2016

Polres Metro Bekasi Musnahkan 262,5 Kilogram Ganja

Sebanyak 262,5 kg ganja kering dimusnahkan Polres Metro Bekasi, di Stadion Wibawamukti, Kabupaten Bekasi, Rabu (26/10) siang.
Rabu, 26 Oktober 2016 14:19 WIB
PUSKOMINFO - Anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Bekasi memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis ganja, Rabu (26/10/2016) siang. Sebanyak 262,5 kilogram (kg) ganja kering siap edar dimusnahkan di Stadion Wibawamukti, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pemusnahan narkoba ini dapat menyelamatkan sekitar 131.250 orang dari jeratan narkoba.

Menurut Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol M Awal Chairuddin, ratusan kilogram ganja ini merupakan hasil sitaan yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

"Ratusan kilogram ganja ini merupakan barang sitaan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap," ujar Kapolres, Rabu (26/10/2016), saat pemusnahan.

Menurut Kapolres, saat ini kepedulian masyarakat Kabupaten Bekasi terhadap pemberantasan, penyalahgunaan narkoba, masih kurang peduli.

"Kepedulian masyarakat masih kurang terhadap bahaya narkoba bahkan kepolisian juga kurang peduli terhadap Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), yang telah digagas pemerintah," ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan, pengungkapan kasus peredaran ganja ini berlokasi di sekitar Stadion Wibawamukti, dengan melibatkan tiga tersangka. Ketiga tersangka tersebut adalah Dayat Tuloh, 29 tahun, Suwanda, 37 tahun, dan Dede Darmawan, 27 tahun, yang dibekuk pada 24 Agustus 2016 lalu.

"Pengungkapan kasus ini, TKP di belakang Stadion Wibawamukti, rumah yang sepi, ada truk dari Aceh masuk ke lokasi, sekitar dua bulan lalu," katanya.

Hal ini, kata dia, membuktikan peredaran narkoba sudah terjadi di sekeliling masyarakat dengan sasaran siapa saja. "Ketidakpedulian terhadap Program P4GN tersebut, membuat para pengedar narkoba semakin meluas di dalam masyarakat. Sudah menjadi tugas kami dan tentunya bantuan masyarakat, untuk menginformasikan peredaran narkoba kepada aparat kami," imbuhnya.

Kapolres melanjutkan, bagi seluruh jajaran Polres Metro Bekasi, dilakukan penandatanganan Pakta Integritas bagi anggota Polri yang terbukti menyalahgunaan narkoba."Kami akan lakukan penandatanganan Pakta Integritas untuk memberikan sanksi kepada anggota kami yang menyalahgunakan narkoba," pungkas Kapolres.

Kanit Narkoba Polres Metro Bekasi, Iptu Makmur menambahkan ganja sebanyak 262,5 kilogram yang dimusnahkan dapat menyelamatkan sekitar 131.250 orang dari jeratan narkoba yang dampaknya membuat kecanduan.

"Dengan asumsi, 1 kg ganja dapat dikomsumsi untuk 500 orang, maka pemusnahan 262,5 kg ganja dapat menyelamatkan sekitar 131.250 orang dari bahaya narkoba," ujar Iptu Makmur.


Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Tergeletak di Pinggir Jalan Babelan, Diduga Korban Pembunuhan

Ada Ribut-ribut, Saat Dilihat Sesosok Mayat Pemuda Tergeletak Penuh Darah

Rabu, 26 Oktober 2016 13:02 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pemuda ditemukan tewas tergeletak di Jalan Raya Kampung Cabang Empat RT 02/01, Desa Huripjaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Rabu (26/10/2016) sekira pukul 02.00 WIB. Korban yang belum diketahui identitasnya itu diduga dibunuh, soalnya terdapat luka tusuk di bagian perut dan dada.

"Jenazah korban sudah dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk diidentifikasi," kata Kapolsek Babelan Kompol Mualim Ucok Harahap kepada wartawan pada Rabu (26/10/2016).

Kapolsek mengatakan, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat bernama Riswanto, 24 tahun. Saat itu Riswanto terbangun dari tidurnya karena mendengar suara keributan dari luar. Riswanto lalu keluar rumah dan mendapati dua orang yang menumpang satu unit sepeda motor hendak menyalakan mesin. Saat mesin sudah berderu, dua pria tersebut kabur melarikan diri dari lokasi kejadian.

Di balik gelapnya malam, Riswanto juga mendengar suara rintihan seseorang di lokasi kejadian. "Pas dicek, rupanya korban sudah tersungkur bersimbah darah di bagian badannya," ujar Kapolsek.

Kapolsek mengatakan, saat dihampiri Riswanto, korban masih bernafas. Namun saat ditinggal Riswanto untuk melaporkan hal ini ke Ketua RT setempat bernama Kamun, 42 tahun, korban telah meninggal dunia.

"Mendapat informasi ini anggota langsung bergegas ke lokasi dan menemukan korban telah tewas. Dia tewas karena menderita luka tusuk benda tajam di bagian perutnya," kata Kapolsek.

Kanit Reskrim Polsek Babelan Iptu Romlih Khairudin menambahkan, penyidik tengah menggali keterangan saksi-saksi di lapangan. Iptu Romlih enggan berspekulasi motif pembunuhan itu. Dia juga tidak mau menduga, apakah pria tersebut korban perampokan atau murni pembunuhan.

Meski begitu, harta benda korban berupa ponsel merk Evercross masih ada di lokasi. Dari ponsel korban, polisi melacak keberadaan keluarganya, karena polisi tidak mendapati kartu tanda penduduk (KTP) miliknya di lokasi kejadian.

"Kita masih penyelidikan, tolong dibantu doanya supaya pelaku bisa terungkap," kata Iptu Romlih.

Menurutnya, ciri-ciri korban yaitu mengenakan kaos warna abu-abu, celana panjang jeans, memakai sepatu kets dan kaos kaki warna hitam. "Umur korban juga diperkirakan berusia 20 tahun, berat sekitar 4 kg dan tinggi badan 160 cm," ungkap Iptu Romlih.

Gondola di Menara Intiland Jatuh, Satu Orang Tewas

Gondola yang jatuh (Lina Fitria/Okezone)
Gondola di Menara Intiland Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, terjatuh

Rabu, 26 Oktober 2016 12:52 WIB
PUSKOMINFO - Sebuah alat gondola di Gedung Menara Intiland di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, jatuh. Satu orang dikabarkan tewas dalam peristiwa tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, Kompol Mustakim mengatakan kejadian sekira pukul 11.30 WIB.

"Iya betul (gondola jatuh)," ujar Kompol Mustakim, Jakartan, Rabu (26/10/2016).

Kompol Mustakim menambahkan, korban tewas adalah pekerja yang tengah berada di gondola. Korban terjun bebas dari lantai 23 di Menara Intiland. Namun, identitas korban belum diketahui.

"Nanti ya kami baru sampai TKP," tambahnya. Saat ini polisi tengah berada di lokasi melakukan penanganan.

Kapolda Metro Jaya Jadi Irup Apel Pagi di Kodam Jaya

Kompak, Kapolda dan Pangdam Jaya Sebut Jakarta Aman
Rabu, 26 Oktober 2016 09:13 WIB
PUSKOMINFO - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) pada apel pagi bersama prajurit Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta di Lapangan Jayakarta, Rabu (26/10/2016) pagi tadi.

Ini bagian dari acara silaturahmi Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan ke Pangdam Jaya, Mayjen Teddy Lhaksmana, di Makodam Jaya Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur. 

Dalam apel tersebut, di hadapan ratusan prajurit TNI dan puluhan personil kepolisian yang hadir Kapolda Metro Jaya meminta jajaran TNI dan Polri supaya saling bersinergi untuk mengamankan ibukota. Terutama menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017.

Kapolda menjelaskan, TNI dan Polri harus tetap menjadi pilar untuk menjadi orang yang menjaga keamanan. Para prajurit harus maju dan berada di depan sehingga ini harus dimajukan terus. Mereka, adalah ujung tombak, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Yang menjadi perhatian sekarang bagaimana mempertahankan situasi kondusif. Tentu akan timbul kerawanan yang harus dikelola bersama. Untuk mewujudkan kita perlu meningkatkan sinergitas TNI/Polri," ujar Kapolda.

Selain itu, Kapolda meminta seluruh jajaran Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya agar menjaga pilar-pilar bangsa. Selain itu, lanjutnya, dalam kesempatan ini pula dirinya meminta untuk saling berkoordinasi demi menjaga keamanan negara.

"Adakan tukar menukar informasi, kasi inter, kasat intel hingga koramil. Alangkah indahnya babinsa dan koramil untuk jaga stabilitas. Kemudian bila perlu adakan patroli bersama, dan bisa bertemu masyarakat, agar lebih dekat," kata Kapolda.

Setelah apel pagi, rombongan Polda Metro Jaya, ikut pula Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana berkomunikasi dengan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Teddy Lhaksmana dan Kepala Staff Kodam Mayjen TNI, Ibnu.
Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan usai Apel Pengamanan Pilgub DKI 2017 (Taufik Fajar/Okezone) Mereka saling berjabat dan mengepalkan tangan ke atas untuk melakukan salam komando, lalu berteriak secara lantang "Jakarta Aman, Jakarta Aman, Jakarta Aman," ujar mereka serentak.