17 November 2016

Hari Pertama Operasi Zebra Jaya 2016, Polisi Tilang 3.473 Pengendara Sepeda Motor

Kamis, 17 November 2016 11:03 WIB
PUSKOMINFO - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menggelar razia lalu lintas bersandikan 'Operasi Zebra Jaya 2016'. Operasi digelar mulai tanggal 16 November hingga 29 November 2016. Dalam operasi zebra pada hari pertama, ribuan kendaraan yang melakukan pelanggaran ditindak oleh polisi.

"Hari pertama tanggal 16 November jumlah tilang sebanyak 4.869 dan jumlah teguran sebanyak 699," kata Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Bin Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto dalam keterangannya, Kamis (17/11/2016).

Dari jumlah pelanggaran tersebut, kata AKBP Budiyanto, sebanyak 1.731 SIM dan 3.123 STNK disita. Selain itu, 15 sepeda motor juga diamankan kepolisian.

Ia menjelaskan, dari 4.869 kendaraan yang melanggar, sepeda motor masih menjadi kendaraan yang paling banyak melakukan pelanggaran."Sepeda Motor sebanyak 3.473. Lalu ada Bus 86, Mikrolet 320, Metro mini 87, Taksi 179, kendaraan barang 172, dan mobil pribadi 552," katanya.

Sementara itu, untuk jenis pelanggaran yang paling banyak adalah melanggar rambu-rambu lalu lintas, seperti melewati garis pemberhentian, masuk jalur TransJakarta, lawan arus, menerobos marka jalan dan traffic light serta menaikan dan menurunkan sembarangan.

"Lalu ada juga tidak pakai sabuk pengamanan ada 76 pelanggar, tidak pakai helm 342, bermain handphone 47, tidak menyalakan lampu 229, melebihi muatan 112, tidak ada kelengkapan 711, dan tidak ada pelat kendaraan sebanyam 60," katanya.

Dari hasil operasi zebra hari pertama, Budiyanto juga menuturkan, tercatat ada 10 laporan polisi terkait kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban sebanyak 10 orang.

"Tiga meninggal dunia, luka berat sebanyak dua orang dan luka ringan sebanyak tiga orang," ucapnya.

AKBP Budiyanto melanjutkan, sepeda motor masih menjadi kendaraan yang sering terlibat kecelakaan dimana tercatat ada sembilan sepeda motor terlibat kecelakaan, satu angkutan umum dan dua angkutan barang.

"Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, kejadian kecelakaan lalu lintas meningkat sebesar 25 persen dan fatalitas kecelakaan meningkat sebesar 300 persen," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar