02 November 2016

Kesal Sering Dimarahi, Suami Bunuh Istri dan Kubur Mayatnya di Dekat Kandang Ayam di Tambun Selatan

Rabu, 2 November 2016 07:31 WIB
PUSKOMINFO - Kasus pembunuhan dengan mengubur mayat korbannya seperti di Cipayung, Jakarta Timur juga terjadi di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Ratusan warga Jalan Delima I RT 01/08, Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan. Perempuan tersebut bernama Najah, 41 tahun, yang tewas karena dibunuh suaminya sendiri bernama FAW atau Ferhat, 39 tahun.

Di rumah itu, Ferhat memukul kepala Najah menggunakan sebuah palu hingga tewas di lokasi. Oleh tim buru sergap (buser) Polsek Tambun, pelaku diamankan ke kantor kepolisian setempat.

Salah seorang tetangga, Wiwin, 42 tahun, mengatakan kasus ini terungkap oleh anak dari pasutri tersebut bernama Dafa, 16 tahun. Saat itu, Dafa sedang bermain di halaman rumahnya dekat kandang ayam. Ketika bermain, Dafa dikejutkan dengan gundukan tanah di dekat kandang ayam.

Karena penasaran, Dafa lalu menggali tanah tersebut dengan cangkul. Saat itu, dia melihat sesosok tubuh perempuan yang telah meringkuk, namun telah ditutupi kain seprai.

"Saat dicek, rupanya di dalam tanah itu ibunya sendiri," kata Wiwin.

Melihat kejadian itu, Dafa berteriak histeris hingga mengundang perhatian warga.Warga pun melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Tambun.Polisi yang mendapat kabar itu, langsung meminta bantuan warga untuk memanggil korban ke rumahnya.

"Pak RT lalu menelepon pelaku agar pulang ke rumah. Setibanya di rumah, dia langsung diamankan penyidik," ujar Wiwin.

Kapolsek Tambun AKP Boby Kusumawardhana mengatakan, motif pembunuhan itu karena pelaku kesal soalnya kerap dicemburui oleh korban.Pelaku yang bekerja sebagai ojek online ini, dicurigai memiliki wanita lain.

"Pendapatan pelaku belakangan ini terus menurun, korban lalu curiga dan marah-marah," kata Kapolsek.

Kesal karena kerap dimarahi sang istri, Ferhat tak mampu membendung amarah. Secara spontan, dia lalu memukul kepala istrinya menggunakan martil yang ada di rumah..

Aksi pemukulan itu, kata Kapolsek, dilakukan secara spontanitas. "Korban tewas di lokasi karena dipukul berkali-kali menggunakan martil," jelas Kapolsek.

Panik melihat sang istri tewas, Ferhat lalu mengubur sang istri ke pekarangan rumah. Anaknya Dafa saat tiba di rumah, terheran sang ibu tidak ada di rumah.

"Anaknya sempat bertanya keberadaan ibunya, tapi pelaku bilang sedang pulang kampung ke Garut, Jawa Barat," ungkap Kapolsek.

Menurut Kapolsek, cekcok itu sudah terjadi sejak Minggu (30/10/2016) siang. Saat itu, Najah kerap memarahi Ferhat karena pendapatannya selalu menurun. "Puncaknya pas Senin (31/10/2016) dia memukul kepala sang istri hingga tewas," jelasnya.

Hingga saat ini, ujar dia, pelaku masih diperiksa oleh penyidik di Mapolsek Tambun.Sementara jenazah korban dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk diotopsi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar