Rabu, 30 November 2016 08:04 WIB
PUSKOMINFO - Selama 14 hari digelarnya Operasi Zebra 2016, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menindak 102.332 pengendara. Paling banyak pengendara kendaraan yang melanggar lalu lintas adalah pengendara sepeda motor.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan kendaraan yang paling banyak melanggar dalam operasi tersebut adalah sepeda motor.

Sementara paling rendah adalah transportasi umum yang kerap membandel yaitu Metro Mini.

"Tercatat sebanyak 67.033 sepeda motor yang ditilang, lalu 19.005 mobil pribadi, mikrolet 6.241, taksi 4.060, bus 1.646 dan Metromini sebanyak 1.244," ujar Budiyanto, Rabu (30/111).

Dari ribuan kendaraan yang ditilang,kata dia, pihaknya menyita barang bukti berupa Surat Izin Mengemudi (SIM) sebanyak 41.767, 60.261 STNK, dan 298 kendaraan yang ditahan karena tak memiliki surat-surat.

Selain itu, pihaknya juga melakukan teguran kepara para pengendara yang masih membandel.

"Jumlah tilang ada 8.381 kendaraan dan jumlah teguran ada 1.033," tutur dia.

Selama dua pekan operasi ini digelar, pelanggaran masih didominasi kendaraan yang melanggar rambu-rambu lalu lintas seperti, masuk jalur bus Transjakarta, melawan arus dan menaik turunkan penumpang tidak pada tempatnya.

Tercatat, ada 64.536 kendaraan yang melakukan pelanggaran tersebut.

"Pelanggaran lainnya seperti memainkan handphone saat berkendara, tidak memakai sabuk pengaman, tidak menggunakan helm, tidak menyalakan lampu, dan kelebihan muatan," ucapnya.

Kemudian, selama 14 hari operasi itu terdapat 154 laporan kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, terdapat 194 korban dan 18 di antaranya meninggal dunia, 38 luka berat dan 138 lainnya luka ringan.

Adapun jenis kendaraan yang melakukan pelanggaran sebanyak 8.381 yaitu Bus: 149, Mikrolet: 488, Metro Mini: 121, Taksi: 348, Kendaran barang: 281, Kendaraan pribadi: 2.362 dan Sepeda motor: 4.632