12 November 2016

Pabrik Konveksi di Bekasi Ambruk, Satu Karyawan Tewas

Sabtu, 12 November 2016 22:36 WIB
PUSKOMINFO - Seorang karyawan konveksi tewas karena kecelakaan kerja, setelah tertimpa bangunan di tempat kerjanya di Jalan Al Nusa RT 04/06, Jatirangon, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jumat (11/11/2016) petang.

Jenazah korban, Abdul Munir, 27 tahun, kemudian dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk divisum.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Erna Ruswing mengatakan, insiden itu juga mengakibatkan empat karyawan lainnya mengalami luka.

Mereka adalah Sutiyono, 32 tahun, Suryaningsih, 41 tahun,  Elis, 27 tahun dan Vita, 24 tahun.

"Hingga saat ini, korban luka masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur, Jakarta Timur," kata AKP Erna pada Sabtu (12/11/2016).

AKP Erna mengatakan, Sutiyono mengalami patah tulang di bagian rusuk dan luka di bagian paru-parunya. Sedangkan Suryaningsih, Elis dan Vita mengalami luka lecet di lengan dan kakinya.

"Untuk korban Suryaningsih, masih menunggu pemeriksaan CT scan oleh tim medis, sedangkan Elis dan Vita sudah diperbolehkan pulang," jelas AKP Erna.

Berdasarkan pemeriksaan, saat kejadian seluruh korban sedang bekerja di lantai dasar PT Tulip Promo Karya. Saat itu, hujan deras disertai angin kencang membuat bangunan di lantai dua ambruk

Pabrik yang baru beroperasi selama empat bulan ini sebelumnya digunakan sebagai tempat penampungan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Diduga karena bangunannya sudah lama dan kerap tergerus cuaca, membuat konstruksi bangunan bergeser dan ambruk ketika diterpa angin dan hujan.

Akibatnya, ruang kantor di lantai dua ambruk ke ruang produksi yang ada di bawahnya. Sejumlah karyawan tidak sempat menyelamatkan diri, karena kejadian begitu cepat. Karyawan lain, lalu berusaha menolong Abdul Munir dari puing bangunan yang menimpanya. "Karena kepalanya terkena batu beton, maka korban tewas di lokasi," ujar AKP Erna.

Hingga saat ini, kata AKP  Erna, polisi masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya bangunan itu. Sejumlah karyawan termasuk pemiliknya, Sonny Jendriza Idroes (47) akan diperiksa polisi untuk dimintai keterangannya.

Sedangkan jenazah Abdul Munir, hendak dibawa keluarganya ke kampung halaman di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah untuk dikebumikan.

Akibat kejadian ini, kata dia, aktivitas produksi dihentikan dulu sampai waktu yang tidak ditentukan. Sementara pihak perusahaan masih menunggu instruksi dari pihak kepolisian untuk beroperasi kembali.

Salah seorang sopir di perusahan itu mengatakan, ruang yang tertimpa adalah tempat pemotongan kain. Sedangkan ruang yang ambruk adalah tempat kantor. Saat kejadian, pegawai kantor tidak ada di tempat, sedangkan karyawan produksi sedang sibuk memotong kain. "Pabrik ini baru beroperasi empat bulan, sebelumnya di Condet. Meski baru menempati, tapi bangunannya sudah lama," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar