06 Desember 2016

Polresta Depok Bekuk Pengedar Pil Ecstasy Bentuk Tokoh Kartun Minions

Ekstasi bentuk Monion yang disita dari tersangka di Depok. (angga)
Selasa, 6 Desember 2016 07:55 WIB
PUSKOMINFO - Dua residivis narkoba dibekuk jajaran Polresta Depok karena mengedarkan ecstasy bergambar kartun Minions. Keduanya mengaku mendapat barang tersebut dari pemasok di Jakarta. 

Dari hasil penangkapan terhadap Ismed, 34 tahun, Satuan Narkoba Polresta Depok berhasil mengamankan 23 butir ecstasy berbentuk kartun Minions. Penangkapan Ismed ini adalah hasil pengembangan dari penangkapan lainnya yaitu Roy, 51 tahun, yang merupakan bandar sabu.


Kepala Satuan Narkoba Polresta Depok Kompol Putu Kholis mengatakan, penemuan pil minion ini didapat dari tangan Ismed. Mulanya, pihaknya menangkap Roy dengan barang bukti berupa sembilan gram sabu. 
"Disimpan dalam delapan paket kecil dan diambil dari rumahnya di Pancoran Mas," kata Kompol Putu, Senin (5/12/2016). Setelah digeledah di rumahnya didapat beberapa paket sabu siap edar. Dari keterangan Roy diketahui dia mendapat barang haram itu dari Ismed. 


Kemudian setelah diamankan dari tangan Ismed didapat puluhan pil ecstasy bentuk Minions. "Ini sisa barang yang belum terjual. Satu pil dijual Rp200ribu," katanya.

Selain menjual satuan, Ismed juga menjual pil ecstasy minion ini dengan cara dipecah-pecah. Satu pil dipecah menjadi dua atau tiga bagian. "Sebagian ada yang dikonsumsi sendiri. Sisanya dijual," ujarnya.

Dia mendapat ecstasy minion dari bandar besar di Jakarta yang saat ini masih diburu. "Pengakuannya di Jakarta. Ini yang masih kita dalami," katanya.

Kompol Putu mengatakan, pil ecstasy bentuk Minion ini adalah jenis baru. Bentuk menyerupai tokoh kartun ini bertujuan mengelabui petugas karena di pasaran juga banyak dijual permen berbentuk tokoh kartun. 

"Penemuan ini menandakan peredaran ecstasy di Depok marak. Karena peredaran ecstasy ini sangat jarang dan biasanya sindikatnya rapi. Ini penemuan ecstasy pertama kalinya di Depok tahun ini," katanya.

Kini Roy dan Ismed masih menjalani pemeriksaan di Polresta Depok. Keduanya dijerat pasal 114 jo 112 (2) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotik. Ancamannya diatas 20 tahun. "Keduanya residivis. Ismed sudah tiga kali dan Roy dua kali dengan kasus yang sama," tandasnya.

1 komentar:

  1. Assalamualaikum wr.wb,saya Pak Rudi ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH REDEN MALOMO atas bantuan MBAH.
    kini impian saya selama ini sudah jadi kenyataan dan berkat bantuan MBAH RADEN MALOMO pula yang telah memberikan
    angka ritual kepada saya yaitu 4D dan alhamdulillah berhasil..sekali lagi makasih yaa MBAH karna waktu itu saya
    cuma bermodalkan uang cuma 100rb dan akhirnya saya menang. Berkat angka GAIB hasil ritual MBAH RADEN MALOMO saya sudah
    bisa melanjutkan kulia saya lagi dan kini kehidupan keluarga saya jauh lebih baik dari sebelumnya,bagi anda yg
    ingin seperti saya silahkan HUB MBAH di nomor hpnya: 0823-4873-0857 atau >>KLIK DISINI<<
    dan ramalan
    MBAH RADEN MALOMO memang memiliki ramalan GHOIB” yang dijamin 100% tembus

    BalasHapus