06 Desember 2016

Terapis Panti Pijat Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Bekasi

Selasa, 6 Desember 2016 08:34 WIB
PUSKOMINFO - Aan Hayati, 38 tahun, seorang terapis di panti pijat ditemukan tewas dikamar tempatnya biasa melayani tamu di Panti Pijat Kampung Ceper RT 01/03, Desa Sukaragam, Serangbaru, Kabupaten Bekasi. Diduga kuat korban dibunuh oleh pelanggannya, yakni seorang sekuriti lantaran menolak ajakan berhubungan intim.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi, AKP Kunto Bagus mengatakan, kasus pembunuhan terapis yang diketahui warga Kebon Jambe, Desa Antajaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor ini, dilakukan oleh pelaku yang memaksanya untuk berhubungan badan dengannya.

“Dugaan sementara pembunuhan yang dialami korban karena, korban menolak untuk diajak berhubungan badan dengan pelaku, hingga membuat pelaku jengkel dan menganiayanya dengan menggunakan pisau,” jelas AKP Kunto, Senin (5/12/2016).

Dikatakan AKP Kunto, usai melampiaskan amarahnya, pelaku yang diduga ingin memperkosa korbannya pun mendapatkan perlawanan. Sehingga akhirnya, pelaku pun semakin marah dan naik pitam sampai menusukan pisaunya berkali-kali ke tubuh korban.

“Setelah menusuk berkali-kali tubuh korban, pelaku pun panic dan berusahan melarikan diri dengan cara tergesah-gesah. Dan akhirnya, meninggalkan beberapa barang miliknya dilokasi untuk dijadikan penyelidikan petugas guna memburunya,” sambungnya.

“Dugaannya mengarah kepada seorang pelaku yang bekerja sebagaisecurity sesuai temuan barang bukti diantaranya, sebuah ikat pinggang berlambang keamanan beserta sepasang sepatu petugas keamanan yang ditinggalnya usai bergegas melarikan diri dari lokasi,” terang AKP Kunto.

AKP Kunto menjelaskan dari keterangan saksi mata yang menemukan korban pertama kali dalam kondisi penuh dengan luka tusuk yakni, pemilik panti pijat, Julianah, 49 tahun. Diketahui juga jika sebelum korban ditemukan tewas, sempat melayani tamu. Saksi ini mengaku mengetahui pada saat korban dan pelaku masuk kamar.

“Dia juga mengaku curiga karena, mereka berdua sangat lama berada di dalam kamar. Dan setelah satu jam lebih, keduanya tidak keluar dari kamar. Saksi pun penasaran, dan mengecek ke dalam hingga akhrinya, terkejut mendapati korban telah terkapar bersimbah darah,” ungkap AKP Kunto.

Pada saat itu pula, diakui AKP Kunto, saksi bersama sejumlah warga lainnya membawa korban ke Rumah Sakit Amanda di dekat lokasi. Namun sayangnya, nyawa korban tidak selamat. Dan akhirnya, guna penyelidikan petugas jasad korban pun dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk visum dan otopsi.

“Dari hasil identifikasi jasad, korban mengalami luka tusuk dibagian leher, dada, dan tangannya. Dan diduga ada upaya perlawanan dari korban yang hendak dilukai oleh pelaku. Dan saat ini kasusnya pun sedang ditangani oleh tim gabungan dari reskrim Polres dan Polsek Serang,” tandasnya.

1 komentar:

  1. Assalamualaikum wr.wb,saya Pak Rudi ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH REDEN MALOMO atas bantuan MBAH.
    kini impian saya selama ini sudah jadi kenyataan dan berkat bantuan MBAH RADEN MALOMO pula yang telah memberikan
    angka ritual kepada saya yaitu 4D dan alhamdulillah berhasil..sekali lagi makasih yaa MBAH karna waktu itu saya
    cuma bermodalkan uang cuma 100rb dan akhirnya saya menang. Berkat angka GAIB hasil ritual MBAH RADEN MALOMO saya sudah
    bisa melanjutkan kulia saya lagi dan kini kehidupan keluarga saya jauh lebih baik dari sebelumnya,bagi anda yg
    ingin seperti saya silahkan HUB MBAH di nomor hpnya: 0823-4873-0857 atau >>KLIK DISINI<<
    dan ramalan
    MBAH RADEN MALOMO memang memiliki ramalan GHOIB” yang dijamin 100% tembus

    BalasHapus