30 Desember 2017

Cabuli Bocah Penjual Tisu, WN Jepang Ditangkap Polres Metro Jakarta Selatan

AA (49) WN Jepang tersangka kasus pencabulan anak saat di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (30/12/2017).
Sabtu, 30 Desember 2017 21:04 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polres Metro Jakarta Selatan membekuk AA, seorang warga negara Jepang, karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. AA diduga mencabuli NC, 12 tahun dan JC, 12 tahun, yang merupakan penjual tisu di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

"Kemarin kami sudah tangkap pelaku perantaranya yang berinisial Mamih D. Saat ini kami sudah melakukan penangkapan terhadap pelaku yang menggunakan, yaitu WNA Jepang inisialnya AA," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Mardiaz di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (30/12/2017).

Kapolres menambahkan, AA berprofesi sebagai koki di salah satu restoran Jepang yang ada di Jakarta. Dia bisa mencabuli kedua korbannya setelah dibantu oleh seorang mucikari bernama Mamih D.

"Dari keterangan tersangka, dia mengakui bahwa betul telah melakukan pencabulan terhadap korban," ucap Kapolres.

Kasus ini terungkap setelah polisi membekuk Mamih D beberapa waktu lalu. Dia merupakan seorang mucikari yang biasa menjual anak di bawah umur kepada para warga negara asing yang tinggal di Indonesia.

"Terjadilah komunikasi antara tersangka (AA) dengan si Mamih D, akhirnya disepakati Mamih D ini bisa menyediakan anak-anak di bawah umur. Akhirnya dibawa ke hotel, lalu dilakukan pencabulan oleh tersangka (AA) kepada korban," kata Kapolres.

Para korban dijual oleh Mamih D seharga Rp 2 juta. Dari harga tersebut Mamih D mendapat komisi sebesar Rp 400.000. Mamih D merekrut anak-anak jalanan yang masih dibawah umur dengan cara mengiming-iminginya dengan sejumlah uang. Korban pun tertarik dan akhirnya bersedia dijual ke WNA sebagai PSK.

"Kebetulan Mamih D ini area nongkrongnya di Blok M sehingga sering ketemu dengan anak-anak di bawah umur ini. Dari pengakuannya memang disampaikan akan digunakan oleh tersangka dengan iming-iming uang. Jadi karena uang akhirnya korban tertarik," ujar Kapolres.

Selama Libur Tahun Baru, Pelayanan SIM Keliling tetap Buka, Inilah Waktu dan Lokasinya

Foto Humas PoldaSabtu, 30 Desember 2017 20:40 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Pada masa liburan Tahun Baru, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tetap membuka layanan bagi warga yang ingin mengurus perpanjangan surat ijin mengemudi (SIM). Pelayanan dilakukan melalui SIM keliling yang ditempatkan di sejumlah lokasi wisata.

“Pelayanan untuk perpanjangan SIM tetap dilakukan. Bagi masyarakat yang belum sempat memperpanjang bisa melakukan di sejumlah lokasi wisata,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra, Sabtu (30/12/2017).

Berikut adalah beberapa lokasi layanan SIM Keliling yang memberikan layanan pada masa liburan Tahun Baru 2018:

1. Kebun Binatang Ragunan Tanggal 31 Desember 2017 dan 1 Januari 2018 mulai pukul 08.00 sampai dengan 17.00 WIB.

2. Taman Impian Jaya Ancol (Depan RM Bandar Djakarta) Buka selama 36 jam non-stop mulai pukul 08.00 pada 31 Desember 2017 s.d. pukul 20.00 WIB, 1 Januari 2017.

3. Lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) dan Malam Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Night) di Bundaran HI pada 31 Desember 2017 (Waktu menyesuaikan kegiatan tersebut)

4. Untuk Gerai SIM tetap buka seperti biasa (mengikuti waktu operasional mal) kecuali Gerai SIM di Mal Pelayanan Publik Pemprov DKI Jakarta.

Polres Metro Tangerang Kota Gerebek Rumah Kost Dijadikan Pabrik Sabu


Wanita cantik memberik keterangan soak pabrik sabu kepada Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan

Sabtu, 30 Desember 2017 20:01 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Aparat Polres Metro Tangerang Kota menggerebek rumah kost yang dijadikan tempat memproduksi narkoba jenis sabu. Lokasi rumah kost yang dihuni seorang wanita cantik itu berada persis di depan Lembaga Permasyarakat (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Jl. Veteran Raya, Kota Tangerang.

Penggerebekan dilakukan tim buser pimpinan Kapolsek Tangerang Kota Kompol Ewo Samono pada Sabtu (30/12/2017) dinihari. Dari lokasi, petugas mengamankan penghuni kost bernama Desi Puspita, 36 tahun beserta barang bukti 47 gram sabu siap pakai dan sabu setengah jadi sebanyak 1 kilogram.

“Saat digerebek, tersangka kedapatan meracik di kamar kosnya. Dari hasil uji laboratorium, barang tersebut positif narkoba jenis sabu,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan di lokasi, Sabtu (30/12/2017).

Kapolres menjelaskan, pihaknya tengah mengembangkan kasus pabrik sabu yang berada persis di depan Lapas Kelas 1 Tangerang tersebut. Kata Kapolres, rumah kos milik Odi itu digerebek setelah anggotanya melakukan pengintaian selama dua pekan terakhir.

“Kami sedang mendalami kasus ini. Berdasarkan keterangan tersangka, bahan baku itu dikirim oleh seorang pengendali berinisial M, saat ini tengah kami kejar, “ucapnya didampingi Kasat Narkoba AKBP Farlin Lumban Toruan.

Kapolres menambahkan, perempuan kelahiran Jakarta 36 tahun silam ini mengaku baru sebulan meracik kristal bening. Sebanyak 100 gram sabu berhasil dibuat Desi dan telah dipasarkan melalui M.

“Tersangka mengaku meracik sabu dengan dipandu oleh rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kapplres mengatakan,  pihaknya tengah menyelidiki apakah ada keterlibatan narapidana di Lapas Kelas 1 Tangerang. Pasalnya, lokasi pabrik sabu rumahan itu berada persis di depan Lapas. “Masih kita dalami,” ujarnya.

Tersangka Desi mengaku tidak mengenal sosok pria berinisial M yang disebut-sebut sebagai pengendali. Wanita cantik ini juga mengaku jika bahan baku sabu itu diperoleh setelah diantar oleh orang tak dikenal. 

“Saya membuat ini dipandu melalui telepon. Bahan-bahannya juga ada yang kirim kesini,” ucap Desi dengan wajah tertutup. Polisi kini mengamankan Desi ke Mapolsek Tangerang Kota berikut barang bukti 47 gram sabu siap pakai, 1 kilogram sabu setengah jadi, dan bahan baku sabu serta alat pembuat sabu.

Perempuan cantik itu terancam dijerat Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya maksimal seumur hidup, ” tandas Kapolres.

Jelang Tahun Baru, Ribuan Petasan dan 12 Orang Diamankan Polres Metro Jakarta Barat

Jelang Tahun Baru, Ribuan Petasan dan 12 Orang di Jakbar Diamankan
Sabtu, 30 Desember 2017 10:49 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Menjelang malam pergantian tahun, Polres Metro Jakarta Barat merazia perdagangan petasan, yang banyak dijual di wilayah Jakarta Barat. Razia yang dilaksanakan sejak tanggal 27 hingga 30 Desember, petugas berhasil menyita ribuan butir petasan dan mengamankan 12 orang pemiliknya.

"Pagi ini laksanakan rilis terkait operasi petasan atau mercon. Sudah kami amankan 12 orang. Kami amankan 3.622 petasan yang kami sita dari operasi dari 27 sampai 30 Desember 2017," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi, di Polsek Metro Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (30/12/2017).

Petasan yang disita oleh Polres Metro Jakarta Barat berbagai bentuk dan ukuran. Petasan tersebut telah disiram oleh air agar tidak meledak saat diamankan. 3.622 Petasan yang kami sita dari operasi dari 27 sampai 30 Desember 2017.

Kapolres mengatakan pihaknya ingin menciptakan situasi kondusif saat malam tahun baru. Ledakan petasan bisa menimbulkan korban jiwa maupun kebakaran. "Apabila ada mercon, akan ada kejadian yang tidak diinginkan," ujar Kapolres.

Selain mengamankan ribuan butir petasan, Polisi juga mengamankan 12 orang yang merupakan pedagang-pedagang petasan. "Kami periksa untuk cari mereka ambil ini dari mana," kata Kapolres.

Sementara itu, untuk kembang api perlu pengecekan izin untuk penjualan. Tidak semua kembang api dilarang dijual. "Kami harus lihat persyaratan terkait perizinan karena kan ada ketentuan perizinan dan besaran. Kalau lebih dari dua inci harus ada izinnya," ujar Kapolres.

Polsek Bantar Gebang Sita Ratusan Miras Oplosan dari Empat Toko Jamu

Aparat Polsek Bantar Gebang Berhasil Sita Ratusan Miras Oplosan
Sabtu, 30 Desember 2017 08:47 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polsek Bantar Gebang, Kota Bekasi mengamankan ratusan minuman keras (miras) berbagai merk dan oplosan di wilayah hukum setempat, Jumat (29/12/2017) petang.

Kapolsek Bantar Gebang, Kompol Siswo mengatakan, dalam operasi itu, polisi menyita 94 bungkus miras oplosan, 179 botol miras dan 44 dus miras berbagai merk.

"Ratusan miras itu kita amankan dari empat toko jamu," kata Kapolsek pada Jumat (29/12/2017) malam.

Menurut Kapolsek, empat toko jamu yang menjadi sasarannya adalah dua di antaranya terletak di Jalan Cipete Raya, satu toko di Jalan Raya Telkom, dan Jalan Pangkalan 2. Dalam penggerebekan itu, kata Kapolsek, pemilik tidak mampu berkelit dan menunjukkan surat izin usaha menjual miras.

Meski demikian, pelaku penyebaran miras tidak diamankan polisi karena perbuatannya masuk sebagai kategori tindak pidana ringan (tipiring). Namun, mereka dijerat Peraturan Daerah (Perda) No 17 Tahun 2009 terkait pengawasan dan peredaran miras di Kota Bekasi. Dengan begitu, domainnya adalah Satpol PP Kota Bekasi mengingat tipiring diatur oleh Peraturan Daerah (Perda) setempat. 

"Berbeda bila pelaku tersebut melakukan tindak pidana usai mengonsumsi miras. Dia akan dijerat Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)," jelas Kpolsek.

Kapolsek menambahkan, pihaknya mengerahkan 13 personel dalam operasi yang berkategori penyakit masyarakat ini. Seluruh personel, kata dia, disebar di sejumlah titik yang berpotensi adanya peredaran miras.

"Selain hasil pemetaan petugas, operasi ini kita gelar karena adanya laporan masyarakat. Warga resah karena banyak anak muda yang membeli miras secara bebas," katanya.

Kapolsek mengatakan, mengkonsumsi miras berdampak buruk terhadap kesehatan. Bahkan, rawan terjadi aksi kriminal yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Karena itu pihaknya akan terus melakukan pengawasan di wilayah dengan mengoptimalkan patroli rutin.

"Patroli dan pengerahan petugas di titik-titik rawan peredaran miras kami tingkatkan kembali, sehingga peredaran miras ilegal bisa diminimalisir," ungkapnya.

Kebakaran SPBU di Jagakarsa Berasal dari Truk Tangki, Sang Sopir Diperiksa Polisi


0:00
17.8K views
Sabtu, 30 Desember 2017 08:33 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satu unit truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) terbakar saat berada di SPBU di Jalan Mohamamad Kahfi 2, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Truk pun gosong terbakar, namun api tak sampai turut membakar SPBU tersebut.

Kapolsek Metro Jagakarsa, Kompol Prayitno mengatakan hanya sedikit bagian dari SBPU tersebut yang terbakar, yakni di atap sisi depan dan sampingnya.

"SPBU aman, yang terbakar hanya plafon samping dan depan," ujar Kapolsek saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (30/12/2017).

Menurut Kapolsek, dugaan awal truk tangki tersebut meledak saat sedang mengisi di SPBU tersebut. Belum diketahui dari bagian mobil sebelah mana api berasal.

"Masih kami dalami bersama petugas pemadam kebakaran," ucap Kapolsek.

Kapolsek mengatakan, saat ini sopir truk sudah berada di Polsek Metro Jagakarsa dan sedang dimintai keterangannya oleh polisi.

Dalam kebakaran tersebut sebanyak 15 unit damkar dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Truk dan Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan di Marunda, 1 Orang Meninggal Dunia


Sabtu, 30 Desember 2017 08:13 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sabtu pagi ini terjadi kecelakaan lalu lintas antara sebuah truk bernomor polisi B 9296 FYU dengan sepeda motor B 3273 UCP di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Peristiwa itu tepatnya terjadi di depan Depo Tunas Maju, Jalan Raya Akses Marunda, sekira pukul 05.37 WIB.

Sebagaimana diinformasikan akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, kecelakaan truk dan sepeda motor tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia. Korban jiwa itu atas nama Rasta yang berusia 41 tahun.
https: img.okeinfo.net content 2017 12 30 338 1837817 truk-dan-motor-terlibat-kecelakaan-di-marunda-1-orang-meninggal-dunia-kHRhfMbRAT.jpg
"05:37 Kecelakaan Truk B 9296 FYU & Pemotor B 3273 UCP di dpn Depo Tunas Maju Jl. Raya Akses Marunda Jakut, korban tutup usia: Rasta (41 tahun) & sdh dlm penanganan Polri," jelas akun @TMCPoldaMetro, Sabtu (30/12/2017).

Terlihat dalam gambar yang diunggah, sepeda motor jenis matik tersebut mengalami kerusakan cukup parah akibat kecelakaan ini. Kendaraan roda dua itu pun tergeletak di pinggir jalan. Banyak orang menyaksikan kecelakaan ini di sekitar lokasi kejadian. Sementara pihak kepolisian terus melakukan penanganan dengan melakukan evakuasi korban dan kendaraan yang rusak.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Sabtu 30 Desember 2017

Sabtu, 30 Desember 2017 08:02 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Sabtu, 30 Desember 2017, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : Citraland Grogol
3. Jakarta Selatan : Pospol Kalibata Jl. TMPN Kalibata
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Honda Jl. Dewi Sartika


- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB

- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

29 Desember 2017

Polsek Metro Pancoran Ciduk Pencuri Sepeda Motor di Tempat Penitipan

Jum'at, 29 Desember 2017 17:46 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Dua pemuda, MP alias Jawe, 18 tahun dan HN alias Aji, 23 tahun, tidak berkutik saat Tim Buser Unit Reskrim Polsek Metro Pancoran menjemput mereka pada Kamis (28/12/2017) di persembunyiannya masing-masing. Kedua pemuda itu dicokok petugas karena terlibat kasus pencurian sepeda motor pada Rabu (27/12/2017) dini hari, di penitipan sepeda motor samping Kalibata City, yang dikelola oleh warga.

Menurut Kapolsek Metro Pancoran Kompol M. Budiyono, SH, MM, kedua pemuda itu ditangkap pada waktu dan lokasi yang berbeda setelah petugas melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi terkait kasus pencurian tersebut.

"Pertama, kita amankan saudara MP alias Jawe pada hari Kamis (28/12/2017) sekira pukul 03.00 WIB di Apartemen Kalibata City Tower Kemuning. Lalu kita kembangkan dan pada Kamis siang sekira pukul 13.00 WIB Tim Buser Polsek Pancoran berhasil menangkap saudara HN alias Aji di sekitar Masjid Assafiiyah Tebet," terang Kompol M. Budiyono, Jumat (29/12/2017).

Kapolsek menerangkan, Aji ditangkap berikut barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Mio tahun 2007, Warna Merah No.Pol : B.6303.EHY hasil curiannya.

"Kita juga masih mengejar satu lagi tersangka yang diduga turut serta melakukan tindakan pencurian atas nama RZ Alias Daeng dan kita himbau kepada yang bersangkutan untuk segera menyerahkan diri," lanjut Kompol M. Budiyono.

Kasus pencurian sepeda motor itu sendiri berawal saat korban Muhamad Salam hendak bermalam di Kalibata City dan menitipkan sepeda motor Yamaha Mio miliknya di jasa penitipan parkir motor yang dikelola warga tepat di samping Kalibata City, Rawajati pada Selasa (27/12/2017) sekira pukul 23.00 WIB.

Namun pada saat ia hendak memakai kendaraannya pada Rabu (28/12/2017) pukul 01.00 WIB, ternyata sepeda motor miliknya sudah tidak ada ditempat semula. Menurut keterangan petugas parkir yang berjaga, sebelumnya diketahui ada 3 orang pria menanyakan sepeda motor Yamaha Mio warna merah yang diakui milik temannya sambil menunjukkan kunci kendaraan.

Mengetahui peristiwa tersebut, Muhamad Salam langsung melapor ke Polsek Metro Pancoran dan segera ditindak lanjuti oleh piket Reskrim yang bertugas malam itu. Dan atas kejelian petugas dilapangan, maka kasus pencurian sepeda motor dapat cepat diungkap.

Hari Ini Artis Peran Tio Pakusadewo Direhabilitasi

Tio Pakusadewo Direhabilitasi
Jum'at, 29 Desember 2017 16:00 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Hari ini, artis peran Tio Pakusadewi resmi menjalani rehabilitasi ke Rumah Sakit Selapa Polri, Jakarta Selatan. Artis kawakan tersebut berangkat dari Polda Metro Jaya sekira pukul 14.10 WIB. Dengan mengenakan baju berwarna biru, Tio terlihat tenang sambil sesekali tersenyum.

"Alhamdulillah sehat," kata Tio sambil berjalan menuju mobil di halaman Gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jumat, 28 Desember 2017.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, langkah rehabilitasi ini dilakukan setelah Polda Metro Jaya mendapat persetujuan dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kabid Humas menjelaskan, meski Tio menjalani rehabilitasi, proses pemberkasan kasusnya tersebut tetap berjalan. Menurut Kabid Humas, penyidik akan segera melimpahkan berkas perkara Tio jika sudah selesai.

"Untuk prosesnya tetap berjalan ya, nanti kami akan menyelesaikan berkas tersebut. Kami tetap akan ajukan ke pengadilan. Nanti tetap berkasnya akan kami ajulan ke penuntut umum," jelas Kabid Humas.

Sebelumnya Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Audie Latuheru mengatakan, Tio mendapat barang haram itu dari pengedar berinisial V pada Sabtu, 16 Desember 2017. "Harganya Rp 1,3 juta. Awalnya, sebanyak 4 paket," kata AKBP Audie beberapa waktu lalu.

Saat ditangkap pada Selasa, 19 Desember 2017, polisi menyita tiga bungkus sabu dengan berat 1,06 gram dari tangan Tio. Diduga, Tio sudah mengonsumsi sebagian sabunya.

Tahun 2017, Kasus Narkoba di Jakarta Barat Naik 27 Persen

Tahun 2017, Kasus Narkoba di Jakarta Barat Naik 27 Persen
Jum'at, 29 Desember 2017 13:48 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengakui adanya peningkatan kasus narkoba di Jakarta Barat sebesar 27 persen selama tahun 2017 dibandingkan tahun 2016. Tahun ini Polres Metro Jakarta Barat menangani sebanyak 1.231 kasus narkoba, meningkat cukup banyak dari tahun 2016 sebanyak 970 kasus.

"Untuk laporan kasus narkoba 2016 di unit Sat Res Narkoba ada 554 kasus, sementara untuk seluruh polsek di Jakarta Barat ada 416 kasus dan ditotal ada 970 kasus. Di tahun 2017 total ada 1.231 kasus narkoba. Untuk Satresnarkoba ada 561 kasus sementara untuk semua Polsek terima laporan sebanyak 670 kasus," paparnya di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (29/12/2017).

Kapolres mengakui, total barang bukti narkoba yang diamankan di tahun 2016 diantaranya itu, ada sabu 124.179, 94 gram, pil ekstasi 15.659 butir dan ganja 40.929,09 gram, narkotika golongan IV 3.007 butir. Sementara di tahun 2017, sabu 75.984,85 gram, pil ekstasi 20.433 butir, ganja 42.656,65 gram, dan narkoba gorilla 167 gram. "Itu artinya, kasus narkoba sabu kini menurun 39 persen, pil ekstasi meningkat 23 persen, 4 persen naik untuk ganja, narkotika golongan IV alami peningkatan 274 persen, ganja gorilla itu juga naik meningkat menjadi 167 persen," kata Kapolres.

Mengenai jumlah tersangka kasus narkoba itu, lanjut Hengki, di tahun 2017 ini sebanyak 1552 orang yang diantaranya itu laki-laki 1.449 orang dan wanita 103 orang. Profesi mereka masing-masing bervariatif, yaitu Polri atau TNI 3 orang, Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau guru 1 orang, wiraswasta 221 orang, karyawan 456 orang, Mahasiswa atau pelajar 50 orang, serta artis 1 orang.

"Untuk kasus narkoba jumlah yang saat ini ada 1549 Warga Negara Indonesia (WNI), serta 3 orang WNA," kata Kapolres.

Terkait operasi narkotika, pihaknya melakukan di pemukiman padat penduduk di Kota Bambu Selatan atau Kampung Boncos sebanyak dua kali dan telah mengamankan 29 orang. Barang bukti yang diamankan antara lain sabu seberat 76 gram, uang tunai Rp 20 Juta, dan alat hisap sabu, serta sejumlah senjata tajam (Sajam).

"Kami juga melakukan operasi narkoba di area pemukiman Kawasan Kapuk Pulo Cengkareng, atau tepatnya di belakang Kawasan Kampung Ambon sebanyak satu kali, dan telah amankan 29 orang. Barang buktinya berupa narkoba jenis sabu 11,84 gram, serta uang tunai Rp 6 juta, alat hisap sabu dan timbangan dan sajam di lokasi.

Kami juga melakukan operasi juga di tempat hiburan sebanyak lima kali dan bahkan berhasil mengamankan 20 orang yang positif narkoba dari hasil test urine dan rehab," papar Kapolres.

Kapolres melanjutkan, "Kami itu menindak tegas dan terukur ada 7 orang pengedar atau bandar, serta tiga orang pengedar dilumpuhkan. Maka, kasus narkoba di tahun 2017 ini telah merusak 680.315 jiwa," lanjutnya.

Berantas Geng Sepeda Motor, Polda Metro Jaya Gelar Patroli Akbar

Hasil gambar untuk foto kapolda metro jaya irjen pol idham azis
Jum'at, 29 Desember 2017 08:25 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Aparat kepolisian di jajaran Polda Metro Jaya akan melakukan patroli akbar untuk menumpas aksi geng sepeda motor yang kembali meresahkan warga. Patroli bakal dilakukan hingga pelosok Ibu Kota.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis mengatakan, dirinya telah memerintahkan anak buahnya mewaspadai geng sepeda motor yang kembali meresahkan masyarakat belakangan ini. 

"Kami gelar patroli skala besar dan kecil guna mengantisipasi aksi yang meresahkan itu," kata Kapolda, Kamis (28/12/20170 kemarin.

Kapolda mengatakan, patroli skala besar dan kecil itu harus dilakukan untuk mencegah kejahatan menjelang perayaan tahun daru. Kapolda mengerahkan anggota patroli bersepeda motor untuk mengawasi kelompok sepeda motor yang terlibat balapan liar dan memerintahkan anggotanya menindak tegas kelompok bersepeda motor yang merencanakan kejahatan.

Kapolda juga menghimbau masyarakat berperan menjaga ketertiban umum dan menjauhi tindakan berpotensi mengganggu keamanan saat perayaan tahun baru.

Tipu Calon Jemaah Umroh dengan Tiket Palsu, Manager Operasional Travel Ditangkap Polresta Bandara Soekarno-Hatta

Jum'at, 29 Desember 2017 08:10 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Manager Operasional Travel Medina Zein Global Travelindo, Hermansyah, ditangkap petugas kepolisian Polresta Bandara Soekarno-Hatta lantaran menggelapkan tiket dan visa orang calon jemaah umroh. Dari total 79 yang akan berangkat, 58 orang di antaranya gagal karena diberikan tiker palsu.

"Ada penyelewengan jabatan yang dilakukan oleh pihak travel dia itu. Si manager ini yang melakukan penyelewengan tanpa sepengetahuan direktur. Ada puluhan jemaah yang tiketnya dipalsukan," ujar Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Yusep Gunawan, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (28/12/2017).

Sebanyak 79 calon jemaah mulanya akan berangkat umroh pada Sabtu (22/12/2017). Saat pemeriksaan tiket, 58 orang tak bisa diberangkatkan karena tiket palsu.

"Saat akan mengantar 79 jemaah ternyata untuk 58 jemaah tiketnya tidak dapat digunakan untuk berangkat dikarenakan tiketnya diduga palsu, tetapi hanya 21 jemaah yang dapat diberangkatkan," jelas Kapolres.

Mereka melaporkan ke pihak travel terkait dugaan penipuan ini. Penelusuran Direktur Travel, menemukan ada penyelewengan oknum manager operasional. Dalam kasus ini perusahaan mengalami kerugian Rp 623 juta.

Kapolres menyebut pelaku tidak kali ini saja melancarkan penipuan. Dia kerap berpindah-pindah travel dan melakukan modus serupa.

"Ternyata si manager ini sebelumnya sudah pernah kasus di travel-travel lainnya. Dia sudah pindah-pindah di beberapa travel," ucap Kapolres.

Sementara, pihak travel sendiri telah menyelesaikan masalah ini dan mengganti tiket milik jemaah. Semuanya sudah diberangkatkan dan diganti rugi.

"Sudah berangkat semua. Karena pihak travel langsung mengganti kerugian dan jamaah sudah diberangkatkan semua," jelas Kapolres.

Lima Belas Hari Operasi, Polres Tangerang Selatan Tangkap 43 Pengedar dan Pemakai Narkoba

Puluhan pengedar dan pemakai narkoba yang diringkus jajaran Polres Tangsel.  (anton)
Jum'at, 29 Desember 2017 07:17 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Selama 15 hari melaksanakan operasi dan razia menjelang Natal dan Tahun Baru, Polres Tangerang Selatan berhasil mengamankan 43 orang pengedar dan pemakai narkoba serta menyita barang bukti 2 Kg tembakau Gorrila, 1,5 Kg ganja kering siap edar dan 0,5 ons narkoba jenis Sabu.

“Ke 43 orang tersangka pengedar dan pemakai diamankan si sejumlah tempat dalam 15 hari operasi atau razia menjelang Natal dan Tahun Baru 2018,” kata Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fadli Widiyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP Ahmad Alexander, Kamis (28/12/2017).

Kapolres menjelaskan terdapat 42 orang tersangka laki-laki dan satu orang tersangka perempuan, dengan salah satu tersangka laki-laki tersebut merupakan residivis kasus serupa.

Menurut Kapolres, dari hasil operasi ini ada salah satu yang merupakan residivis, baru saja keluar terkena hukuman 5 tahun dan yang bersangkutan mengulangi lagi. Pengedar yang diamankan, imbuh dia, merupakan para pengedar level kecil yang mengedarkan barangnya di wilayah Tangsel dengan estimasi total keseluruhan barang bukti sebesar Rp2 miliar.

"Rencana barang bukti segera kami musnahkan, para tersangka dijerat UU Narkotika No 35/2009 pasal 114 dengan hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara," kata Kapolres.

10 Kg Potasium dan 120.000 Petasan Dimusnahkan Polres Tangerang Selatan

Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto didamping Kasat Reskrim setempat AKP Alexander Yurikho saat pemusnahan ribuan petasan.  (anton)
Jum'at, 29 Desember 2017 07:10 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Ratusan ribu mercon dan bahan peledak berbagai ukuran hasil razia jajaran Polres Tangerang Selatan (Tangsel) yang dilakukan sebelum hari Natal 2017 di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang dimusnahkan, Kamis (28/12/2017) kemarin.

“Sebanyak 120.000 petasan, 10 Kg potasium, 10 Kg belerang dimusnahkam dan lima orang pelaku juga diamankan, ” kata Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fadli Widiyanto didampingi Kasat Reskrim AKP Ahmad Alexander, Kamis (28/12/2017).

Ini dilakukan sebagai tindak lanjut perintah Kapolda Metro Jaya. Razia dilakukan selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 25-28 Desember 2017.

Menurut Kapolres, hasil operasi ini diharapkan masyarakat tidak lagi membuat petasan atau mercon. Karena akan kita kenakan UU Darurat No.12/1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Barang bukti sebanyak tersebut, menurut Kapolres paling banyak diamankan dari wilayah Polsek Pagedangan, Polres Tangael karena wilayah tersebut selama ini memang dikenal sebagai sentra pembuatan petasan ataupun kembang api rumahan. Semua barang bukti dimusnahkan dengan cara disiram dengan air dan diurug menggunakan tanah di halaman belakang Mapolres.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jum'at 29 Desember 2017

Jum'at, 29 Desember 2017 07:05 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jum'at, 29 Desember 2017, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : Citraland Grogol
3. Jakarta Selatan : Pospol Kalibata
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

28 Desember 2017

17 Calo di Kargo Bandara Soekarno-Hatta Diamankan

Kamis, 28 Desember 2017 10:15 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polresta Bandara Soekarno Hatta menggelar operasi premanisme. Hasilnya, sebanyak 17 orang terduga calo harus diamankan di Terminal Kargo Bandara Soekarno Hatta, Rabu (27/12/2017). Para terduga calo tersebut digelandang ke Mapolresta Bandara Soekarno Hatta untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kasubbag Humas Polresta Bandara Soekarno Hatta, Ipda Prayogo mengatakan, ketujuh belas pria yang diamankan tersebut diduga sebagai calo barang. "Mereka dicurigai atau diduga sebagai calo barang yang terjaring dalam pelaksanaan operasi premanisme di Terminal Kargo Rabu (27/12/2017) pagi," ujarnya.

Setelah belasan calo barang tersebut dibawa ke Mapolres, nantinya para calo ini akan mengikuti pembinaan terlebih dahulu.

"Setelah dimintai keterangan, mereka mengikuti pembinaan dan diperkenankan pulang setelah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya," ungkapnya.

Ipda Prayogo menuturkan, operasi premanisme dilakukan dengan melakukan observasi dan memeriksa orang yang dicurigai atau diduga sebagai calo barang. "Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jasa Bandara Soekarno-Hatta," paparnya.

Polsek Metro Cilandak Bekuk Pelaku Pembobol Rumah Kos

Modus Jadi Penghuni Kos, Alphin Bobol Kamar Tetangga
Kamis, 28 Desember 2017 09:54 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polsek Metro Cilandak membekuk pria bernama Alphin Setiawan, 18 tahun, pelaku pembobol tiga pintu rumah kos di Jalan Junaidi RT 03/03 No.9 Kelurahan Cipete Selatan, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan.

Tersangka Alphin Setiawan dibekuk setelah sebelumnya bersembunyi di kawasan Rumping, Bogor, Jawa Barat dan saat ini meringkuk di Mapolsek Metro Cilandak.

Kapolsek Metro Cilandak, Kompol Sujanto menerangkan, kejadian berawal adanya pelaporan tiga penghuni kos-kosan dibobol maling. Korban Mega Lestari, 18 tahun, Eka Ayu, 23 tahun dan Eka Rizky, 20 tahun, masing-masing mengalami kehilangan barang berupa Hp dan Perhiasan emas.

"Penghuni kos curiga kepada pelaku karena cuma dia yang ada di rumah kos itu. Setelah kejadian pelaku sempat pulang ke rumahnya di Bogor," jelas Kompol Sujanto, Rabu (28/12/2017).

Tak lama usai kejadian, pelaku kembali ke rumah kos itu. Penghuni kos dan warga kemudian melakukan intrograsi dan pelaku pun mengakui perbuatannya. "Sebelum dihakimi warga, kami tangkap pelaku," papar Kapolsek.

Dalam penangkapan itu polisi hanya menyita barang bukti handphone curian, sementara perhiasan emas telah dijual oleh pelaku.

"Dia masuk ke kamar kos dengan cara mencongkel menggunakan obeng," ujar Kapolsek.

Akibat perbuatannya tersanhka terancam Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara

Polsek Kota Tangerang Gerebek Kios Tempat Pembuatan Petasan

Kios yang digeledah karena menjual petasan
Kamis, 28 Desember 2017 08:29 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polsek Kota Tangerang menggerebek sebuah kios di Jalan Soleh Ali, Sukarasa, Kota Tangerang, Rabu (27/12/2017). Penggerebekan dilakukan karena pemilik kios ini menjual bahan peledak sekaligus memproduksi petasan.

Kapolsek Kota Tangerang, Kompol Ewo Samono, menjelaskan bahwa kios ini sudah lama menjadi incaran polisi. Pemilik kios menjual bahan peledak jenis mercon. Selain menggerebek, polisi juga menangkap Bani, 58 tahun, sebagai pemilik kios.

"Kami juga menangkap pemilik kiosnya dan sudah dibawa ke Mapolsek Kota Tangerang untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kapolsek.

Menurut Kapolsek, pelaku juga membuat petasan dengan bahan baku peledak tersebut. Petasan-petasan tersebut akhirnya diketahui aparat kepolisian akan dipasarkan menjelang Tahun Baru 2018.
Baang bukti yang disita aparat Kepolisian Sektor Tangerang,  Rabu (27/12/2017) usai petugas menggerebek sebuah kios di Jalan Soleh Ali, Sukarasa, Kota Tangerang, karena pemilik kios ini menjual bahan peledak sekalius memproduksi petasan.
"Ada 28 kardus kecil jenis petasan banting merk POP BAWANG, 50 kardus kecil jenis petasan banting merk POP POP, 96 biji petasan tanpa merk, dan 77 biji jenis petasan korek tanpa merk yang kami sita," kata Kapolsek.

Polres Metro Bekasi Tembak Bandar Narkoba

Kapolres Bekasi Kabupaten, Kombes Candea Sukma Kumara didampingi Kabid Humas Polda Metro Kombes Argo Yuwono
Kamis, 28 Desember 2017 08:07 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Unit Narkotika Polres Metro Bekasi menembak mati seorang bandar, yang berupaya merebut senjata api petugas. Barang bukti sabu seberat 2,5 kilogram ditemukan dari pabrik pembuat sabu yang selama ini digunakan pelaku.

Terduga MA, ditembak karena melawan saat diminta menunjukan pabrik sabu. Meski petugas sudah berupaya membawa pelaku ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, namun karena kehabisan darah nyawanya tak dapat diselamatkan.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol  Candra Sukma Kumara mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari ditangkapnya seorang pemakai. Dari pengungkapan itu, petugas mencari tahu dari mana barang haram itu didapat. “Sampai akhirnya kami mendapatkan bandar berinisial MA,” katanya, di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (27/12/2017) kemarin.

Perlu waktu hampir dua minggu untuk menemukan pelaku. Begitu semua informasi didapat, petugas langsung membuntuti MA yang kala itu akan melakukan transaksi.

“Pelaku sendiri kami tangkap di depan Rumah Sakit Hermina, Depok,” ujar Kapolres.

Dengan tertangkapnya bandar, kata Kapolres, pengembangan dilakukan. Pasalnya, MA mengaku biasa memproduksi sabu dari pabrik yang dimiliki.

“Namun ketika akan diminta menunjukan pabrik pembuatan sabu, pelaku melawan dengan menginjak kaki petugas dan berupaya mengambil senjata anggota,” kata Kapolres.

Sebelum ditembak, kata Kapolres, petugas juga sudah mendapatkan informasi keberadaan pabrik pembuatan sabu tersebut. Bahkan, dalam setiap pembuatan, bahan baku sabu itu dikirim dari Malaysia.

“Yang mengendalikan untuk pengiriman sabu itu ada didalam lapas. Identitasnya sudah kami kantongi,” ungkap Kapolres.

Petugas yang akhirnya mendapatkan pabrik itu, juga menemukan sabu seberat 2,5 kilogram dan 100 gram bahan baku. Seluruhnya disimpan didalam gudang yang diduga akan diedarkan untuk perayaan tahun baru.

“Pelaku sendiri juga diketahui buruan petugas BNN dan Direktorat Narkotika Mabes Polri serta Polda Metro Jaya,” pungkasnya.

Dua Pengecer Judi Togel Singapura Dibekuk Polsek Metro Cilandak

togel_20171227_231729.jpg
Kamis, 28 Desember 2017 07:59 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Dua pekerja bangunan nekat menjadi pengecer judi Togel Singapura yang menggunakan sebuah toko sembako di Jalan Pertanian III, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan. Keduanya hanya bisa tertunduk lesu setekah digerebek petugas Polsek Metro Cilndaki pada Rabu (27/12/2017).

Kedua tersangka berinisial T, 39 tahun dan S, 43 tahun, ditangkap aparat setelah pihak kepolisian mendapat informasi dari warga yang menyampaikan adanya peredaran judi togel di lokasi tersebut.

"Kami amankan dua orang beserta barang bukti (berupa uang senilai) Rp 3,4 jutaan beserta HP dan buku rekapan togel," ujar Wakapolsek Metro Cilandak, AKP Agus Herwahyu Adi, Rabu (27/12/2017) kemarin.

Kepada polisi, T da S mengaku nekat membuka judi Togel Singapura di Jalan Pertanian III Lebak Bulus itu karena tergiur penghasilan sambilan yang mereka nilai lumayan.

Sementara Kapolsek Metro Cilandak Kompol Sujanto menegaskan, aksi mereka berdua ternyata sudah dijalankan selama tiga tahun. Mereka saling berbagi tugas, yakni satu sebagai pengepul dan lainnya mencari pemasang.

Dijelaskan pula, setiap periode pengumuman nomor undian yang keluar selalu ada orang yang memasang dengan membayar Rp 40.000 hingga Rp 450.000. Jumlah pemasang bisa mencapai 10 orang.

Polisi menyita barang bukti kejahatan mereka berupa kertas rekapan, telpon seluler, uang tunai sebesar Rp3,4 juta. Selain itu polisi juga tengah mengejar pelaku lain berinisial B.

"Kita akan kembangkan untuk inisial B yang masih DPO," kata Kapolsek.

Akibat perbuatan mereka, para tersangka terancam Pasal 303 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis 28 Desember 2017

Kamis, 28 Desember 2017 07:57 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis, 28 Desember 2017, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : Citraland Grogol
3. Jakarta Selatan : STEKPI Kalibata
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Jerman, Sita 10 Kg Sabu Untuk Diedarkan Malam Tahun Baru

Tersangka penyelundup sabu dan  pil ekstasi (yendhi)
Kamis, 28 Desember 2017 07:48 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Direktorat Reserse Nakorba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan 10 kilo gram sabu dan 20 ribu butir pil ekstasi merah muda dengan logo Hello Kitty serta ribuan pil Happy Five yang dikirim dari Jerman melalui jalur udara menggunakan jasa pengiriman barang. Barang haram tersebut rencananya untuk persiapan malam pergantian tahun.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suwondo Nainggolan menjelaskan¸ narkoba jaringan Jerman ini menggunakan jasa pengiriman dengan modus memasukkan sabu ke bungkus susu bayi yang kemudian dicampur dengan barang-barang lain agar tidak dicurigai petugas dan lolos dari pemeriksaan.

“Ini merupakan operasi menjelang Tahun Baru semua narkoba dan ekstasi ini di peruntukkan untuk acara Malam Tahun Baru,” kata Kombes Suwondo di Polda Metro Jaya¸ Rabu, (27/12/2017).

Jaringan ini terungkap setelah anggotanya mendapat informasi akan ada pengiriman narkoba dari Jerman ke Indonesia melalui jalur udara, kemudian Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan.

Ada tiga lokasi yang digerebek yakni di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara tepatnya di Kantor Pos pada Rabu (20/12/2017). Kemudian dihari yang sama apartemen di kawasan Penjaringan, Jakarta Barat dan ketiga Kamis (21/12/2017) tempat laundry di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

“Ada enam tersangka dengan jumlah barang bukti 5,822 Kg sabu dan happy five. Kemudian ada sabu 4,84 Kg dengan satu tersangka. Kasus ini kami gunakan cara dengan memancing para bandar untuk mengeluarkan barangnya untuk dijual jadi pada saat dia mengeluarkan barang baru dilakukan penangkapan,” ujar Kombes Suwondo.

Ribuan butir ekstasi dan sabu tersebut dikirim dari Jerman dan dikendalikan oleh seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tangerang. “Dari LP akan ke A dan A ini ada dua jaringan yaitu dua orang khusus untuk mengambil barang ini dari kantor penerimaan barang lalu satu orang akan ambil khusus untuk diperdagangkan. Satu daripada yang akan menjual barang ini adalah salah satu pimpinan laundry sebagai manager dan dia menyimpan barangnya di dispenser,” lanjut Kombes Suwondo.

Dari jumlah 20 ribu butir ekstasi ini nantinya akan kembali dikemas menjadi beberapa bungkus yang berisi dari 200 butir hingga 500 butir per bungkus sesuai pesanan. “Jadi ada 15 pemesan. Satu butir Rp 400 ribu jadi kalau ini dijual ecer sekitar Rp32 miliar,” katanya.

27 Desember 2017

Tawarkan Sepeda Motor Hasil Curian di Facebook, Enam Perampok Dibekuk Polsek Bekasi Timur

Rabu, 27 Desember 2017 17:24 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Enam perampok sekaligus pengeroyok pemuda di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi ditangkap petugas Polsek Bwkasi Timur, pada Selasa (26/12/2017) pagi. Tersangka DF (18), AA (19), IM (19), FS (17), AK (16) dan SA (15) ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya di wilayah Bekasi Timur.

Kepala Unit Reskrim Polsek Bekasi Timur,  Inspektur Satu (Iptu) Yusron mengatakan, tersangka telah merampok sekaligus mengeroyok Wahyudi (27), warga Desa Lumingser RT 19/03, Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada Minggu (24/12/2017) dini hari.

Saat Wahyudin melintas di Jalan Raya Narogong, tiba-tiba bagian belakang sepeda motor Yamaha RX-King korban ditabrak oleh salah satu pelaku. Tersangka yang sedang dipengaruhi minuman keras (miras) itu langsung tidak sadarkan diri.

Rekan tersangka yang sedang nongkrong di pertigaan Caringin, langsung mengerumuni Wahyudin. "Korban turun dari sepeda motornya dan berusaha menolong tersangka yang tidak sadarkan diri," kata Iptu Yusron pada Rabu (27/12/2017).

Iptu Yusron mengatakan, kedua pihak sempat terjadi percekcokan hingga berujung pada pengeroyokan Wahyudin di lokasi. Mereka mengira, temannya itu ditabrak oleh Wahyudin sampai mengalami luka di bagian tangannya.

"Setelah mengeroyok korban, salah satu pelaku mangambil sepeda motor korban dengan dalih sebagai jaminan, dan akan dibawa ke Polsek Bekasi Timur," ujar Iptu Yusron.

Beberapa jam kemudian, lanjut Iptu Yusron, korban ke Mapolsek Bekasi Timur untuk menyelesaikan persoalan itu baik-baik. Rupanya kasus yang dialami korban tidak pernah dilaporkan ke petugas setempat.

"Akhirnya korban membuat laporan kehilangan sepeda motordan pengeroyokan yang dialaminya," katanya.

Kasubbag Humas Polrestro Bekasi Kota,  Kompol  Erna Ruswing Andari menambahkan, posisi tersangka berhasil diidentifikasi setelah Wahyudin melihat tayangan jual-beli sepeda motor di media sosial Facebook. Saat itu, Wahyudin melihat sepeda motornya dijual seharga Rp 3 juta tanpa kelengkapan surat resmi. Korban, kata dia, kemudian melaporkan hal ini ke Polsek Bekasi Timur.

"Anggota kemudian menindaklanjuti laporan korban dan berhasil mengamankan tersangka DF," kata Kompol Erna.

Dari penangkapan itu, petugas melakukan pengembangan dengan menangkap lima tersangka lain. Namun, kata Kompol Erna, polisi masih memburu empat tersangka lagi yang dituding ikut mengeroyok korban hingga babak belur.

"Pelaku yang buron berinisial C, F, D dan H," ujarnya.

Kompol Erna memastikan, perampokan yang dialami korban terjadi secara spontanitas. Saat itu, salah satu tersangka memang sedang mabuk miras, sehingga ketika menabrak motor korban tiba-tiba tidak sadarkan diri.

"Niat mereka awalnya ingin menolong rekannya, tapi saat korban diintimidasi mereka malah membawa kabur sepeda motor korban," jelasnya.

Menurut Kompol Erna, pelaku DF merupakan resividis kasus pencurian sepeda motor. Sebelumnya dia pernah mendekam di Mapolsek Bantargebang karena mencuri sepeda sepeda motor warga setempat.

"Uang hasil kejahatan biasanya digunakan untuk berfoya-foya seperti pesta miras dan kebutuhan hidup," katanya.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan Jo Pasal 170 KUHP ayat 1 tentang pengeroyokan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun.