22 November 2017

Polres Metro Jakarta Barat Tangkap 9 Pelaku Tawuran di Jembatan Persaki Cengkareng, 2 Diantaranya Ditembak

Rabu, 22 November 2017 19:09 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polres Metro Jakarta Barat menangkap sembilan pria dari dua kelompok yang terlibat tawuran di Jembatan Persaki, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu, 19 November 2017 dini hari. 

Dalam peristiwa tersebut Muhammad Ridwan, 15 tahun, meninggal dunia dengan luka bacok di bagian perut.

“Kami menangkap sembilan pelaku dari 14 (pelaku) dan 5 sudah kami tetapkan sebagai DPO,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu , Rabu, (22/11/2017).

Tersangka yang dibekuk adalah AS alias Bendot (16), MZ alias Ijul (16), RA (15), RG alias Botak (16), GA alias Tutung (16), IS alias Batak (23), DA alias Belut (18), AR alias Gembel (20), dan MR alias Ngit Ngit (19). 

AKBP Edy Sitepu menjelaskan, sebelum tawuran dua kelompok ini terlebih dahulu saling ejek hingga diteruskan dalam pesan WhatsApp (WA) kemudian mereka janjian di lokasi yang telah ditentukan.

Usai bertemu di lokasi yang disepakati, dua kelompok ini langsung saling serang dengan menggunakan senjata tajam dan sejumlah benda lainnya. Saat itu, korban tidak bisa menghindar kala mendapat serangan dari pihak lawan yang membuatnya tewas ditempat.

Tidak butuh waktu lama pelaku dibekuk tim yang dimpin oleh Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Rulian dan Kasubnit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat Ipda Reza.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan dua celurit, satu ikat pinggang, 1 unit handpone yang digunakan untuk janjian tawuran, dan tiga sepeda motor yang digunakan saat menuju lokasi tawuran.

“Dari sembilan tersangka dua ditembak arena melawan petugas, mereka adalah IR dan MR sebagai eksekutornya,” tutur AKBP Edy Sitepu.

Pelaku kini diancam Pasal 80 Ayat 3 Pasal 76 C No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHP dan 358 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun pidana.

Tabrak Truk Sampah Yang Terparkir, Ibu Dua Anak Tewas Seketika di Serpong



Rabu, 22 November 2017 18:43 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Indri, 34 tahun, ibu dua anak, tewas seketika setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak truk sampah yang sedang terparkir di Jalan Raya Pahlawan Seribu, Lengkong Wetan, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (22/11/2017).

Informasi yang dihimpun, saat kejadian Indri tengah mengendarai sepeda motornya merek Honda Spacy B 3365 NYQ dengan kecepatan tinggi. Begitu korban melintas tepat di depan Bank Muamalat BSD, tanpa disadari ada seunit mobil truk sampah B 9080 SC yang terparkir ditepi jalan.

Karena melaju kencang, spontan kendaraanya tak bisa menghindar dan akhirnya menabrak bagian kanan truk.

"Kronologi yang kita dapatkan sementara ini menyebutkan, bahwa sepeda motor korban tengah berjalan kencang, lalu hilang konsentrasi dan akhirnya sulit menghindari truk yang parkir itu," terang AKP Lalu Hedwin Hanggara, Kasatlantas Polres Tangsel kepada wartawan.

Korban sendiri mengalami luka cukup parah dibeberapa bagian tubuhnya, sedangkan kondisi sepeda motor ringsek dibagian depan. Warga sekitar yang menyaksikan, lalu menghubungi pihak kepolisian untuk melakukan evakuasi.

"Korban meninggal dunia. Supir truk bernama Suheri, 30 tahun, telah kita mintai keterangan, beberapa saksi lainnya juga masih kita cari untuk membuat laporan. Sedangkan jenazah langsung di evakuasi ke RSUD Tangerang," imbuh AKP Lalu Hedwin.

Beberapa warga yang mengenali korban menyebutkan, bahwa Indri tinggal di daerah Kampung Ciater I, Lengkong Wetan, Serpong. Dia dikabarkan hendak menemui anaknya di sekolah untuk memberi uang saku untuk kegiatan diluar sekolah.

"Dia punya 2 anak, sekolah SMP dan SD. Tadi katanya mau ngasih uang jajan buat anaknya yang kelas 3 SD, mau ada acara jalan-jalan di sekolah," kata salah seorang warga yang mengenali korban.

Polsek Metro Koja Tangkap Dua Pelaku Curanmor

Rabu, 22 November 2017 15:49 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Dicky Saputra, 22 tahun dan Jabar Kurais, 19 tahun, berhasil diringkus aparat Polsektro Koja, Senin (20/11/2017). Kedua pelaku gagal menikmati hasil curiannya setelah aksinya kepergok warga.

Peristiwa bermula ketika korban Djati Sewoko, 27 tahun, memarkirkan sepeda motor miliknya di Jalan Mawar III No.15 RT 10/RW 11, Tugu Utara, Koja Jakarta Utara. Djati Sewoko kemudian meninggalkan sepeda motor Honda Beat B 6408 ULN tanpa kunci tambahan itu dan masuk ke dalam rumah untuk istirahat.

Namun keesokan paginya, salah seorang warga, Rina Listiana, 43 tahun, memergoki dua orang pemuda yang gerak-geriknya mencurigakan. Pada saat berada di lantai 2 rumahnya, tidak sengaja Rina melihat kedua orang yang mencurigakan tadi mengambil sepeda motor Djati Sewoko dari lokasi.

"Sore harinya saksi bertemu Djati Sewoko yang kebingungan mencari sepeda motornya yang hilang. Saksi kemudian cerita bahwa sebelumnya ia melihat ada orang yang membawa motor Djati Sewoko. Saksi tidak tahu kalau itu motor ternyata punya Djati Sewoko," kata Kapolsek Metro Koja, Kompol Supriyanto, Kamis (22/11/2017).

Djati Sewoko yang mendapati informasi tersebut lalu berusaha mencari kedua pelaku. Tidak lama berselang, Djati Sewoko yang berhasil menemukan kedua pelaku, langsung membawanya ke rumah untuk menanyakan keberadaan sepeda motornya. Namun kedua pelaku malah mengelak dan tidak mengakui perbuatannya. 

Tidak hilang akal, akhirnya warga dan Djati Sewoko langsung menghubungi Polsektro Koja untuk datang ke lokasi dan menginterogasi kedua pelaku.

"Setelah datang anggota Buser, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya yang telah mengambil sepeda motor Djati Sewoko. Menurut pengakuan pelaku, sepeda motor Djati Sewoko telah dijual di daerah Tanjung Priok," ucap Kapolsek.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari para tersangka berupa kunci leter Y. Selanjutnya kedua pelaku dibawa ke Polsektro Koja untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Polres Metro Jakarta Pusat Ungkap Jaringan Pengedar Ecstasy Palsu, Tiga Pelaku Ditangkap

Uda Racik Ekstasi Palsu Pakai Obat-obatan Warung
Rabu, 22 November 2017 15:32 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap jaringan pengedar pil ecstasy palsu yang meracik dengan cara mencampurkan obat-obatan sederhana. Tiga pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda di wilayah Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Suyudi Ario Seto menjelaskan pengungkapan kasus berawal dari penangkapan tersangka Jack di sebuah tempat karaoke di bilangan Jakarta Pusat, pada Minggu (19/11/2017) kemarin.

"Petugas yang melakukan undercover buying (pembelian terselubung), ketika menemukan bukti, langsung melakukan penangkapan pada tersangka Jack," ujar Kapolres di di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2017).

Dari tangan Jack, petugas mengamankan satu paket sabu serta 10 butir ecstasy. Jack mengaku paket sabu didapatkannya dari Wily (DPO) dan 10 butir ecstasy dari NS. Namun setelah diperiksa ternyata ecstasy tersebut palsu. Kemudian, polisi melakukan penelusuran dan mengamankan NS beserta Uda yang merupakan otak pembuat ecstasy palsu pada Senin (20/11/2017). NS diamankan di Apartemen Mediterania dan Uda di Jalan Kampung Rawa Sawah, Johar Baru.

"Dari pengakuan Uda, dia meracik ecstasy palsu secara sederhana. Setelah obat-obat digerus, diwarnai kemudian diwarnai, terkadang dicampurkan metamin. Bahannya dari 3 obat warung, spidol dan baut-baut yang berfungsi sebagai cetakan," ungkap Kapolres.

Komplotan ini dalam sehari bisa memproduksi sebanyak 10 ecstasy palsu yang sebutirnya dijual sebesar Rp 300-200 ribu. Mereka mengaku sudah memiliki pelanggan tetap sehingga tak banyak memproduksi ekstasi palsu.

"Efeknya sendiri tidak ada. Bahasa mereka enggak ngangkat atau kurang on. Industri ini sendiri sudah beroperasi sejak 2 bulan yang lalu," tutur Kapolres.

Saat ditanyakan, Uda mengaku mempelajari cara pembuatan obat terlarang melalu temannya secara otodidak. Karena tergiur dengan keuntungan yang besar, ia akhirnya memutuskan untuk mengikuti jejak temannya.

Atas perbuatannya, mereka diancam dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling lama 10 tahun.

Pria Bawa Sabu Terjaring Razia Polsek Metro Senen

Sabu yang ditemukan ketika razia di Senen.(silaen)
Rabu, 22 November 2017 13:18 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang pemudamengendarai sepeda motor membawa narkotika jenis sabu tertangkap saat ada razia di Jalan Stasiun KA, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2017) pagi.

Tersangka HY alias Akew, 20 tahun, diamankan bersama barang bukti sabu 1,1 gram. Kini. Pemuda yang mengaku baru beli barang haram dari Tamansari, Jakarta Barat, berikut sepeda motor yang dikendarai diamankan di Mapolsek Metro Senen.

Kapolsek Metro Senen, Kompol Indra Tarigan, yang memimpin jalan operasi rutin melibatkan 20 anggota itu berlangsung sekira pukul 10.00 WIB, di depan Stasiun KA Senen. Sasaran razia selain senpi,sajam dan pejambretan juga aksi aksi kejahatan dalam bus.

Disaat petugas sedang melakukan pemeriksaan para pengendara sepeda motor, tiba-tiba seorang pemuda mendadak menerobos petugas sedang merazia. Namun karena situasi di tempat kejadian sedang ramai, pria itu pun berhasil diberhentikan petugas.

Ketika polisi meriksa jok sepeda motor ternyata ditemukan barang haram. Petugas pun segera mengamankannya ke Mapolsek Metro Senen.

Dari pengakuan pemuda itu, barang narkoba itu baru dibeli dari teman yang berada dikawasan Tamansari, Jakarta Barat. Karena pria itu mengaku barang haram dari Tamansari, anggota segera mengejar pria yang disebut-sebut.

“Anggota sedang mencari pria pemiik barang yang tinggal di wilayah Tamansari, kami masih mengembangkan kasus ini,” ujar Kapolsek.

Dua Bandar Sabu Diringkus di Menteng Tenggulun

Rabu, 22 November 2017 10:22 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Dua residivis bandar sabu dibekuk polisi di kontrakan Jalan Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2017) pagi. Dari tangan pria itu polisi menyita 2,09 gram sabu siap edar.

Kedua pria residivis yang tertangkap polisi itu berinsial DM alias Deboy, 30 tahun, dan MJ alias Latong, 22 tahun, warga Bojong Pondok Terong, Depok, tak berkutik ketika petugas membekuk dari tempat kosan Deboy.

“Pria bandar pemasok sabu,”kata Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno. 

Kompol Suyatno menjelaskan, sekira pukul 05:30 WIB, petugas dapat laporan dari warga sekitar, begitu dapat informasi polisi segera mengecek ke lokasi namun melihat situasi TKP saat itu sepi.

Petugas begitu meyakinkan kalau itu kosan pengedar, polisi langsung menggerebek. Tak pelak lagi dua pria yang dimaksud pengedar tak berkutik melihat kedatangan petugas berpakaian preman.

Polisi pun segera memborgol kedua pria itu dan dari atas meja ditemukan sabu dalam plastik sekitar 2,1 gram.

Kini kedua pria pengedar sabu itu berikut barang bukti sabu diamankan ke Mapolres Metro Jakarta Pusat untuk menjalani proses penyidikan.

Kedua pria ini akan dikenakan pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 UU RI No.35 Tahun 2009 dengan ancaman diatas 5 tahun penjara,” tegas Kompol Suyatno.

Aksi Pencurian Kotak Amal di Masjid Terrekam CCTV, Pelaku Ditangkap Polres Tangerang Selatan

Rekaman CCTV yang menunjukkan aksi pencurian kotak amal di masjid Pusdik Lantas Polri Tangerang Selatan
Rabu, 22 November 2017 10:05 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Agus Gunawan, penjaga masjid Baiturrahman di Pusdik Lantas Polri, Serpong Utara, Tangerang Selatan, kaget ketika kotak amal di masjid tersebut raib, Minggu (19/11/2017).

Agus yang hendak melaksanakan shalat subuh dan ketika mengambil wudhu dirinya tidak mendapati kotak amal di lokasi yang biasa. Ia lalu mencari kotak amal tersebut ke sekeliling masjid. Akhirnya ia mendapati kotak tersebut berada di belakang masjid dengan kondisi gembok dirusak dan uang di dalamnya hilang.

Agus lantas melihat rekaman CCTV. Dari bukti rekaman tersebut diketahui siapa yang mengambil kotak amal.

"Dari rekaman CCTV, juga keterangan saksi-saksi, orang yang diduga mengambil uang tersebut adalah Ipang. Dia ditugaskan sebagai tukang bersih-bersih dan tukang sapu di lingkungan tersebut," kata AKP Ahmad Alexander, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/11/2017).

Tim Vipers Polres Tangerang Selatan kemudian menangkap tersangka Ipang di kontrakannya di Kompleks Kejaksaan Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan. Ipang terancam dikenai Pasal 363 KUHP dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Bus TransJakarta Tersangkut Terowongan Jatinegara, Lalin Macet

Rabu, 22 November 2017 08:39 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Bus TransJakarta menyangkut di terowongan Kereta Api Matraman, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (22/11/2017) pagi. Atap bus tersangkut palang besi pembatas.

 Informasi dari akun twitter TMC Polda Metro Jaya, peristiwa terjadi sekira pukul 06.30 WIB.

"06:30 Bus Trans Jakarta tersangkut di terowongan Kereta Api Matraman Jatinegara lalin tersendat," tulis akun @TMCPoldaMetro.

Sementara itu dalam foto yang diunggah, tampak bus TransJakarta tersangkut di pembatas ketinggian. Bagian atap bus mengalami kerusakan. Imbasnya, terjadi kemacetan panjang di belakang bus yang tersangkut itu.

Polres Metro Jakarta Barat Gerebek Kampung Boncos Palmerah

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa, 21 November 2017.
Rabu, 22 November 2017 08:21 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (21/11/2017) sore. Kampung tersebut ditengarai kerap dijadikan sarang peredaran narkoba.

Dari lokasi penggerebekan polisi menyita barang bukti sabu, alat isap sabu, uang tunai Rp 11 juta yang diduga hasil penjualan narkoba, serta sejumlah senjata tajam.

Tak hanya itu, polisi juga membekuk 10 pemuda dari lokasi penggerebekan. Sementara guna kepentingan penyidikan, seluruh barang bukti bersama 10 pemuda yang ditangkap dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Barat untuk diperiksa.

Kini, polisi tengah memburu seorang bandar narkoba yang berhasil kabur saat penggerebekan.

Empat Pelaku Curas di Pademangan Dicokok Patroli Sabhara Polres Metro Jakarta Utara

Empat Pelaku Curas di Pademangan Dicokok Polisi
Rabu, 22 November 2017 07:57 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Patroli Satuan Sabhara Polres Metro Jakarta Utara berhasil membekuk empat pemuda pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) pada Selasa (21/11/2017) dinihari di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi, Selasa, menuturkan bahwa keempat pemuda pelaku curas itu ditangkap setelah kedapatan membawa senjata tajam dan telepon seluler (ponsel) rampasan milik korban.

Dituturkan bahwa aksi penangkapan itu bermula saat anggota Patroli Satuan Sabhara Polres Metro Jakarta Utara melintas di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara. Saat itu anggota mencurigai empat orang muda yang mengendarai dua sepeda motor di lokasi tersebut.

"Gerak-gerik keempat pemuda itu mencurigakan anggota yang sedang melakukan patroli karena mengemudikan kendaraannya dengam kecepatan tinggi," tutur AKBP Nasriadi.

Petugas yang curiga langsung bergerak mengejar keempat pemuda dengan menggunakan sepeda motor dan mobil patroli. Setelah melalui aksi kejar-kejaran, keempat pemuda itu akhirnya bisa diberhentikan oleh anggota. "Setelah itu para petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan badan, motor dan tas yang mereka bawa," katamnya.

Petugas menemukan sebilah celurit bergagang kayu, ponsel di dalam tas salah satu tersangka pelaku. Setelah diinterogasi, ia mengakui ponsel itu merupakan hasil aksi kejahatan mereka sebelumnya.

"Anggota kami juga menemukan tiga buah handphone dan ternyata salah satu handphone tersebut menurut pengakuan pelaku, baru saja diperoleh dari hasil rampasan di daerah Pademangan," katanya.

Selanjutnya keempat pelaku yakni Tedy Ariyansah, 25 tahun, Franky, 26 tahun, Abdul Reza, 21 tahun dan Andre, 19 tahun, dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara untuk proses penyidikan. Petugas juga mengamankan dua unit sepeda motor, tida ponsel dan sebilah celurit dari tangan para pelaku.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu, 22 November 2017

Rabu, 22 November 2017 07:54 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Rabu, 22 November 2017, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:
1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : Citraland Grogol
3. Jakarta Selatan : STEKPI Kalibata
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB 
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

21 November 2017

Penyidik Polda Metro Jaya Kembali Melakukan Pra Rekonstruksi Penemuan Mayat Terbungkus di Terminal Kampung Rambutan

Tersangka memperagakan menurunkan bungkusan berisi mayat

Selasa, 21 November 2017 20:56 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (21/11/2017) kembali melakukan pra rekonstruksi kasus penemuan mayat yang dibungkus dan dilakban yang dibuang di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Sedikitnya, empat adegan pembuangan mayat dilakukan pelaku.

Dalam prarekontruksi itu, tersangka Badrun Harun (BH), 43 tahun, hanya tertunduk malu ketika tiba di depan toilet terminal tempat ia membuang jasad Imam Maulana (IM), 19 tahun. Sorakan warga yang menonton membuat prarekontruksi yang melakukan empat adegan berjalan tegang.

Kasubdit Jatanras Ditreskrium Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, pra rekonstruksi yang dilakukan di terminal Kampung Rambutan merupakan lanjutan di Clean House Loundry Perumahan Grand Cibubur Bekasi, Jawa Barat.

“Totalnya ada 23 adegan yang dilakukan, sementara di terminal ini hanya empat adegan,” katanya, Selasa (21/11/2017).

Dikatakan AKBP Hendy, adegan yang dilakukan Badrun ketika tiba di Terminal Kampung Rambutan pukul 06.00 WIB, Senin (13/11/2017) lalu. Kala itu, sopir taksi online itu diminta pelaku untuk berhenti di area pemberangkatan bus luar kota.

“Berhentinya tepat di samping kamar mandi di lokasi tersebut,” ujarnya. Sesampainya di lokasi, kata AKBP Hendy, selimut berisi mayat itu pun dikeluarkan oleh pelaku dari dalam mobil. Bungkusan berisi mayat itu diletakan di samping kamar mandi.

“Usai meletakan bungkusan, pelaku pergi meninggalkan korban dan kembali menggunakan ojek online,” ungkapnya.

Dari prarekonstruksi yang dilakukan di laundry itu juga diketahui sepasang kekasih sempat melakukan hubungan intim. Ketika sudah selesai pelaku meminta agar korban meninggalkan selingkuhannya berinisial ER.

“Sayangnya, korban tak menuruti perintah pelaku. Sikap korban membuat pelaku naik pitam. Dan akibatnya pertengkaran pun terjadi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Nuryanto, 31 tahun, sopir taksi online mengaku, tidak mengetahui kalau barang gulungan selimut yang dibawanya itu berisikan mayat. Ketika itu dirinya hanya mendapatkan orderan untuk mengantarkan pelaku ke Terminal Kampung Rambutan.

“Memang bau apek, waktu saya tanya dia (pelaku) juga hanya bilang mau antar paket ke kampung halaman,” ungkapnya.

Pada saat itu, kata Nur, pelaku duduk di kursi depan bersebelahan dengannya dan hanya diam dan melamun seperti orang bingung. Namun dirinya tak merasa curiga sedikit pun, sebab sikap melamun pelaku dinilai hal yang wajar.

“Nggak curiga sama sekali, waktu diajak ngobrol juga cuma bicara seperlunya,” ujar Nuryanto.

Saat berada di Terminal Kampung Rambutan, pelaku meminta diturunkan di area bus pemberangkatan luar kota, tepatnya di samping kamar mandi. Sampainya ditujuan kami berdua mengangkat selimut itu dan meletakan di samping kamar mandi. “Lalu dia (pelaku) membayar upah mengantar Rp53 ribu.

Kemudian saya pun meninggalkan pelaku,” paparnya.

Polsek Bantar Gebang Amankan Remaja Pencuri Burung Kicau

Remaja Diamankan Polisi Diduga Curi Burung Kicau di Bekasi
Selasa, 21 November 2017 14:10 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang remaja putus sekolah diamankan petugas Polsek Bantar Gebang di Jalan Raya Mustikajaya, Kota Bekasi pada Senin (20/11/2017) pukul 21.00 WIB. Remaja berinisial U, 14 tahun, ini diamankan karena diduga mencuri seekor burung kicau jenis Jalak Suren milik warga Kampung Kandang RT 02/12, Mustikajaya, Kota Bekasi.

Kepala Kepolisian Sektor Bantargebang, Kompol Siswo mengatakan, kasus ini terungkap saat korban Rohmat, 37 tahun, mendengar kegaduhan di Jalan Raya Mustikajaya atau dekat Komplek Kodam Jaya.

Rohmat lalu meninggalkan toko kelontong miliknya di dekat lokasi kejadian untuk mencari tahu kegaduhan yang terjadi. Rupanya kegaduhan itu disebabkan adanya insiden kecelakaan antara sepeda motor Honda Beat bernopol B 3762 UFG yang ditumpangi U beserta dua rekannya dengan sebuah mobil.

Saat itu, sepeda motor tersangka tersenggol badan mobil berbasis aplikasi online sampai mereka terjatuh.

Setibanya di sana, Rohmat terkejut karena kandang beserta burung kicau miliknya ada di antara ketiga bocah itu. Takut diamuk massa, ketiganya kabur di tengah keramaian.

"Sepeda motor dan burung kicau beserta sangkar korban ditinggal, dan tersangka kabur dari lokasi kejadian," kata Kapolsek pada Selasa (21/11/2017).

Merasa ada yang tidak beres, kata Kapolsek, warga berinisiatif menangkap mereka. Ketiga bocah itu terindikasi sebagai pencuri karena kabur saat sepeda motornya terjatuh. Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan Rohmat, bahwa burung beserta sangkar di lokasi adalah miliknya yang sebelumnya digantung di teras rumah.

"Korban pulang ke rumah untuk memastikan burungnya. Pas dicek, burung dan sangkar memang sudah tidak ada," ujar Kapolsek.

Sampai saat ini, kata Kapolsek, polisi masih menggali keterangan U. Sebab beberapa saksi di lokasi kejadian belum bisa memastikan apakah U ikut serta berboncengan dengan para pelaku. "Tapi yang jelas dia sempat berusaha melarikan diri. Sekarang dia masih diperiksa penyidik," jelasnya.

Polsek Metro Tanah Abang Tangkap Dua Pria Asal Aceh Bawa 66 Kg Ganja

Ganja dalam kemasan. (ilustrasi)
Foto ilustrasi

Selasa, 21 November 2017 13:28 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Unit Narkoba Polsek Metro Tanah Abang menangkap dua orang asal Aceh yang kedapatan membawa ganja seberat 66 kilogram. Keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni Jalan Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, dan Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (20/11/2017) malam.

Keduanya adalah Fumbayong alias Altinu, 56 tahun dan Hasan, 51 tahun, diamankan ke Polsek Metro Tanah Abang, berikut barang bukti ganja 66 kilogram.

“Rencana ganja mau dipasarkan ke kawawan Ibukota, khususnya di Jakarta Pusat,” tegas Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, Kompol Mustakim.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Suyudi Ario Seto, dalam keterangan persnya di Mapolres menuturkan tertangkapnya dua orang pria ini berawal dari tertangkapnya Timbayong alias Hasan di Sukabumi, Jawa Barat, dengan barang bukti 52 kilogram ganja.

Begitu pelaku itu tertangkap akhirnya ia “nyanyi” kalau barang haram itu millik rekannya bernama Hasan yang tinggal di Matraman, Jakarta Timur.

Petugas pun kemudian membawa pria tersebut dan akhirnya tertangkap Hasan, di Jalan Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, dengan barang bukti 14 kilo lagi ganja.

“Mereka yang dua ternyata berteman, yang baru datang dari Aceh, dua tiga minggu lalu dengan membawa ganja via bis dan rencana mau diedarkan, namun keburu ketangkap,” papar Kapolres.

Dua pelaku pengedar ganja puluhan kilogram itu diduga punya jaringan tingkat nasional yang sudah lama berjalan, namun baru baru kali ini terungkap. “Kami masih akan mengembangkan lagi karena anggota sudah ada yang berangkat ke kota Medan,” papar Kompol Mustakim.

Telan 58 Kapsul Sabu, WN Nigeria Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta


Selasa, 21 November 2017 13:14 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang Warga Negara (WN) asal Nigeria berinisial ABO diamankan petugas Bandara Soekarno-Hatta, lantaran menyimpan narkotika di dalam perutnya.

Pada saat itu, ABO tiba di bandara dengan menggunakan pesawat Emirates Arliens EK358 rute Doha-Jakarta, Sabtu (21/10/2017) lalu. Namun gerak-gerik ABO tampak sangat mencurigakan petugas. Maka dari itu petugas melakukan pemeriksaan terhadap perut ABO melalui rontgen.

"Hasilnya diketahui bahwa terdapat kapsul-kapsul di dalam perut ABO," kata Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Arief Rahman pada Konferensi Pers di Aula Gedung B KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta, Selasa (21/11/2017).

Selanjutnya, petugas yang bekerja sama dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta membawa ABO ke RS Polri untuk proses pengeluaran kapsul tersebut.

"Kapsul berisi methamphetamine atau shabu sebanyak 58 butir dengan total berat 932 gram berhasil dikeluarkan dari perut ABO," ungkap Kapolresta.

ABO bersama dengan seluruh barang bukti kemudian diamankan oleh Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk proses hukum selanjutnya.

Operasi Nila Jaya 2017, Polres Metro Jakarta Barat Gelar Spanduk dan Bagikan Bunga kepada Pengendara di Slipi

Operasi Kepolisian Nila Jaya 2017
Selasa, 21 November 2017 12:44 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Pelaksanaan Operasi Nila Jaya 2017 oleh Polres Metro Jakarta Barat dengan sosialisasi bahaya Narkoba melalui gelar spanduk dan pembagian bunga kepada para Pengendara di TL. Slipi Jl. S. Parman, Jakarta Barat, Selasa (21/11/2017).

Jajaran Polda Metro Jaya melaksanakan Operasi Nila Jaya-2017 untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan serentak sejak 15 November lalu. Operasi kepolisian ini akan dilaksanakan selama 20 hari kedepan.

Operasi Nila Jaya 2017 di Johar Baru, Polisi Tangkap 3 Pengguna dan 1 Miliki Narkoba

Selasa, 21 November 2017 12:15 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sejak 15 November lalu mengadakan operasi kepolisian dengan sandi "Nila Jaya-2017" untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Pada Selasa (21/11/2017) pagi tadi, polisi melakukan operasi pemberantasan narkoba dan tes urine ke warga di Johar Baru, Jakarta Pusat.

Tes urine yang digelar Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat dan Bid Dokkes Polda Metro Jaya ini untuk mengurangi peredaran narkoba di kawasan tersebut.

Pantauan wartawan pada pukul 10.45 WIB di Kawasan Rumah Susun, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2017), terlihat mobil Bid Dokkes Polda Metro Jaya dan bus toilet terparkir di lokasi. Para petugas kepolisian terlihat masuk ke dalam kawasan rumah susun untuk melakukan operasi narkoba. Terlihat pula anggota kepolisian mengawal para orang tua maupun remaja menuju bus toilet untuk dilakukan tes urine.

Hingga berita ini diturunkan, operasi narkoba di wilayah Johar Baru masih berlangsung. Hingga saat ini ada 3 orang yang positif menggunakan narkoba dan 1 orang terbukti membawa sebungkus narkoba.

Ke-4 orang tersebut dikumpulkan di mobil polisi untuk selanjutnya di bawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kakek 71 Tahun Tewas Tabrakkan Diri ke Kereta di dekat Stasiun Depok Lama

Petugas keamanan KRL dibantu petugas Polsek Pancoran Mas mengevakuasi jenasah korban dari atas perlintasan rel (Angga)
Selasa, 21 November 2017  12:04 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang kakek tewas mengenaskan diduga sengaja menabrakkan diri ke KRL yang melintas di perlintasan dekat Stasiun Depok Lama, Jalan Raya Dewi Sartika, Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (21/11/2017) pagi. Korban meninggal di tempat setelah terseret sekitar 1 Km.

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Agus Wowor mengatakan identitas korban diketahui bernama Bambang Adi Merdiko,71 tahubn, warga Jalan Tirta Melati 1, RT 06/03, Abadi Jaya, Sukmajaya, Kota Depok. Dari kartu identitaa korban diketahui sebagai karyawan swasta.

Menurut Kapolsek berdasarkan keterangan saksi, yaitu masinis, KRL sedang melaju, dari arah PJL Jalan Dewi Sartika tiba-tiba korban dengan sengaja langsung menidurkan tubuhnya di atas rel hingga terseret.

“Tubuhnya terseret hingga sejauh hampir 1 Km. Kondisi tubuh korban saat ditemukan sudah mengenaskan, hancur, sebagian besar tubuh mengalami patah tulang, dan meninggal seketika di lokasi kejadian,” ujar Kapolsek kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Kapolsek mengatakan, dari keterangan saksi-saksi kuat dugaan bahwa korban bunuh diri.

“Anggota telah mencoba menghubungi pihak keluarga korban. Kini jenazah rencana akan dibawa ke RS Polri untuk divisum,” tuturnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa, 21 November 2017


Selasa, 21 November 2017 08:23 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa, 21 November 2017, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:
1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : Citraland Grogol
3. Jakarta Selatan : STEKPI Kalibata
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB 
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

20 November 2017

Penyelundupan 10 Kg Sabu Jaringan Taiwan Berhasil Digagalkan Polda Metro Jaya

Penyelundupan 10 Kg Sabu Jaringan Taiwan Berhasil Digagalkan

Senin, 20 November 2017 20:15 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional dan menangkap 3 tersangka, satu diantaranya tewas ditembak karena melawan saat akan ditangkap. Dalam pengingkapan tersebut diaita barang bukti narkotika jenis sabu seberat 10 kilogram.

Ketiga tersangka yakni  Y (WNI), SY (WNA) dan LW (WNA Meninggal) ditangkap pada Kamis (16/11/2017) beberapa waktu lalu.

Pengungkapan tersebut berawal adanya informasi telah terjadi sindikat narkoba yang berada di wilayah Jakarta.

"Kita melakukan kegiatan penyelidikan dan kita tahu berdasarkan hasil yang diperoleh ada transaksi di apartemen Green Pramuka City," kata Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suwondo Nainggolan, Senin (20/11/2017).

Setelah dilakukan penelusuran polisi mengetahui LW dan Y tengah melakukan transaksi diarea parkir mobil Green Pramuka City. Melihat hal tersebut keduanya dibekuk tanpa adanya perlawanan berarti.

Dari penagkapan dua pelaku polisi mengamankan senjumlah barang bukti berupa tiga bungkus sabu dengan berat 3 kilogram (kg).

"Kami tak berhenti disitu kami juga melakukan pengembangan dari mana barang tersebut didapat, namun pelaku memberikan informasi jika ia menerima dari SY," katanya.

Selanjutnya, di hari yang sama SY ditangkap di Green Pramuka Square, Jakarta Pusat, selanjutnya dilakukan pengeledahan dan dari pengeledahan tersebut didapat tujuh bungkus sabu yang dilapisi alominium foil seberat tujuh kilogram.

Menurut keterangan para pelaku, mereka sudah tiga kali melakukan transaksi narkotika di kawasan Apartemen, bahkan dalam keteranganya narkoba jenis sabu tersebut didapat dari seseorang didepan Green Pramuka Square atas perintah Keke (DPO).

Tak berhenti begitu saja polisi melakukan pengembangan lebih dalam kembali mengenai jaringan ini.

Selanjutnya pelaku mengarahkan ke kawasan Kemayoran, namun saat tiba dilokasi dan hendak turun dari mobil tersangka L mencoba melawan petugas. Bahkan ia sempat mengambil senjata petugas, namun dengan sigap petugas langsung memberikan tindakan tegas terukur.

Namun tersangka meninggal dunia saat akan larikan ke Rumah Sakit. Menurut Suwondo, para bandar ini dikendalikan oleh jaringan lapas, namun ia belum dapat membeberkan lebih dalam mengenai lapas yang dimaksud.

"Kita masih selidiki, dugaan jaringan lapas," katanya.

Tak hanya itu menurutnya para pelaku ini mengedarkan barang haram tersebut hanya kawasan Jakarta, namun pihaknya masih menyelidiki kembali hal tersebut.

Terkait Apartemen sering dijadikan transaksi narkoba, menurut Kombes Suwondo pihaknya menilai pihak apartemen sudah bersikap kooperatif dalam menjaga keamanan. Namun memang masih ada kekurangan sehingga disusupi para bandar.

"Sampai saat ini pihak apartemen cukup kooperatif tapi mereka juga punya kelemahan yang terus diperbaiki oleh pihak manajemen," katanya.

Kiriman Paket dari Belanda Itu Ternyata Berisi Bahan Baku Ecstasy

Polisi menyita bahan baku diduga pembuatan ektasi dalam kantong plastik klip bening (Angga)

Senin, 20 November 2017 17:36 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Operasi Gabungan BNNK Depok dengan Satresnarkoba Polresta, menggerebek satu rumah di Perumahan Sawo Griya Kencana, Limo, Senin (20/11/2017). Dari penggerebekan itu, diamankan seorang pemuda residivis dengan barang bukti bahan kimia diduga pembuatan ecstasy.

Wakasat Narkoba Polresta Depok, AKP Darminto mengatakan pelaku FG, 28 tahun, koki restoran, ditangkap setelah anggota melakukan penyamaran dan ditindaklanjuti dengan penangkapan. Pelaku tertangkap tangan menerima sebuah paket amplop kiriman dari negara Belanda diduga berisi bahan baku pembuatan narkoba jenis ecstasy.

“Setelah ada informasi yang masuk ke anggota, ada pengiriman dokumen asal Belanda setelah diperiksa di kantor Pos Jakarta ternyata isi 99 butir bahan baku pembuatan ekstasi dan biji ganja,” ujarnya kepada wartawan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

AKP Darminto menambahkan operasi gabungan dengan BNNK Depok didampingi Kasi Brantas BNKK Depok, Totok.

“Setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium Mabes Polri terhadap bahan baku diduga pembuatan ekstasi mengandung ampetamin,” tuturnya.

“Pelaku diketahui pernah masuk penjara di Polsek Cilandak menjadi pengedar ganja pada tahun 2010. Lokasi penggrebekan merupakn tempat kontrakan pelaku sudah setahun tinggal,” katanya.

Kata AKP Darminto, pelaku akan diancam UU No. 35 Tahun 2009 Pasal 114 (ayat 2) , 112 (ayat 2), tentang memiliki dan mengedarkan narkotik ancaman pidana di atas 20 tahun.

Polres Metro Jakarta Selatan Gerebek Pabrik Tembakau Gorila di Apartemen Kalibata City

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap pabrik tembakau gorila di Apartemen Kalibata City.
Senin, 20 November 2017 17:01 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menemukan pabrik tembakau gorila di Apartemen Kalibata City dengan barang bukti mencapai 10 kilogram tembakau.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung menuturkan pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat tentang adanya penggunaan narkoba di sebuah indekos di Jalan Kemang 1, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Informasi dari masyarakat yang tentu begitu resah di lingkungan mereka bahwa ada rumah kost yang jadi basecamp kumpul anak muda menggunakan narkoba," kata Kompol Vivick di Mapolrestro Jakarta Selatan, Senin (20/11/2017).

Anggota Satres Narkoba kemudian menggerebek pada 14 November dan menangkap tiga orang pemuda yakni FAS, DSW, dan MIES yang hasil urine-nya positif mengonsumsi ganja.

Dari tangan FAS, ditemukan satu paket ganja kecil yang menurutnya diperoleh dari pengedar berinisial AF yang sampai saat ini masih buron. Kemudian dari DSW, polisi menemukan 100 paket kecil tembakau gorila siap edar. DSW dibawa ke rumahnya di daerah Cirendeu dan ditemukan lagi 300 paket tembakau gorila siap edar. DSW mengaku mendapatkannya dari bandar berinisial AC yang juga masih buron.

"Dari tersangka MIES awalnya tidak ada barang bukti, tapi urine positif ganja dan MIES benar-benar tidak kooperatif sehingga anggota kami langsung analisa ke HP-nya, baru terbukti dia menyewa apartemen di Kalibata City tower Palem," ujar Kompol Vivick.

Tembakau gorila Ketika digeledah, apartemen itu ternyata merupakan pabrik produksi dan penyimpanan tembakau gorila. Polisi menemukan ember tempat mengolah tembakau, mesin press untuk mengemasnya, dan terpal untuk mengeringkan ganja.

Kepada polisi, MIES mengaku mempekerjakan lima orang lain untuk memproduksi tembakau gorila. Mereka memiliki peran masing-masing yakni mengimpor cairan pengolah dari Cina, memesan tembakau kering dari Jawa Tengah, hingga mengedarkan ke pelanggan tetap MIES di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Ada 13 kilogram paket tembakau gorila yang dipecah menjadi beberapa plastik bening tak bermerk. Ada yang dijual dengan harga Rp 300.000, dan ada yang dijual dalam paket besar seharga Rp 1.150.000.

"Pengakuannya baru tiga bulan sewa di Kalibata City, dua kali produksi yang terakhir 3 November, tapi kami yakin sudah berkali-kali. Sudah 1,5 tahun mengedarkan narkoba," ujar Kompol Vivick.

Kompol  Vivick mengatakan pihaknya masih terus memburu pelaku lainnya. FAZ dikenakan Pasal 111 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 12 tahun penjara. DSW dikenakan Pasal 114 juncto Pasal 112 dengan ancaman hukuman 20 tahun karena mengedarkan. Serta yang paling berat MIES, dikenakan Pasal 113 juncto Pasal 114 junxto Pasal 112 karena juga memproduksi dengan ancaman hukuman bisa seumur hidup.

Operasi Nila Jaya-2017, Polsek Neglasari Tangkap Dua Pengedar Sabu

Barang bukti  Pengedar Sabu.(imam)
Senin, 20 November 2017 13:08 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim Buser Polsek Neglasari Polres Metro Tangerang Kota menangkap dua orang pria di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang. Keduanya ditangkap petugas lantaran mengedarkan narkotika jenis sabu.

Kedua pria yakni FJ, 30 tahun, warga Batuceper, Kota Tangerang dan RH, 21 tahun, warga Kalideres, Jakarta Barat, tak berkutik saat diamankan tim buser Polsek Neglasari yang menggelar Operasi Nila Jaya-2017. Kristal haram seberat 1,16 gram turut diamankan petugas dari para pelaku.

“Ada dua bungkus plastik bening berisi sabu yang berhasil disita, masing-masing seberat 0,48 gram dan 0,68 gram,” kata Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Triyani dalam keterangannya, Senin (20/11/2017).

Kompol Triyani menjelaskan kronologis penangkapan kedua pengedar sabu di bilangan Cipondoh, Kota Tangerang itu. Bermula ketika tim buser tengah menyelidiki peredaran narkoba di wilayah tersebut usai mendapat informasi dari masyarakat setempat.

“Satu pelaku yang dicurigai tengah berdiri di Jalan KH. Hasyim Ashari RT. 003 RW 01 Kelurahan Kenanga Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang. Saat dilakukan penggeledahan badan, ditemukan satu paket sabu disembunyikan dalam bungkus rokok,” ucapnya.

Dari keterangan pria yang diketahui bernama FJ itu, petugas kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah kontrakan pelaku lainnya di Kavling DPR Jalur 10 RT 004 RW 01 Kenanga Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang.

“Anggota kembali menemukan paket sabu yang disembunyikan dalam tempat kanebo. Barang bukti itu milik RH yang dititipkan oleh FJ. RH pun akhirnya bawa ke Polsek Neglasari untuk diperiksa,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya menyimpan narkotika jenis sabu, kedua pria pengangguran ini terancam dijerat Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara,” pungkas Kompol Triyani.

Rekonstruksi, NW Peragakan 37 Adegan Aniaya Anaknya Hingga Tewas di Kebon Jeruk

Rekonstruksi di TKP pembunuhan NW oleh ibu kandungnya di Jalan Mangga I, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (20/11/2017).
Senin, 20 November 2017 12:44 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polres Metro Jakarta Barat melakukan rekonstruksi di TKP pembunuhan seorang anak laki-laki berusia lima tahun, GW, oleh ibu kandungnya, NW, di Jalan Mangga I, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ada 37 adegan yang dilakukan NW dalam rekonstruksi tersebut.

"Urutan kegiatan yang dilakukan tersangka mulai dari awal sampai korban meninggal dunia, ada 37 adegan dan disetujui tersangka atau pengacara," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Sitepu, kepada wartawan di Jalan Mangga I, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (20/11/2017).

NW melakukan adegan di dalam kamar kosannya di Jalan Mangga I. Kamar kosan itulah lokasi dia menganiaya korban dengan mengikat, menyemprot obat nyamuk, dan menutup kepala dengan kresek.
Polisi mengatakan tidak ada yang bertentangan antara keterangan pelaku di Berita Acara Perkara (BAP) maupun saat adegan. Tidak ditemukan pula bukti baru dalam rekonstruksi itu.

"Belum ada temuan, sesuai dengan BAP," ujar AKBP Edy.

Rekonstruksi itu dilakukan pada pukul 10.50 WIB sampai 11.30 WIB. Rekonstruksi dilakukan secara tertutup. Media massa tidak bisa meliput setiap adegan yang dilakukan. Masyarakat sekitar berkerumun di sekitar lokasi. Mereka menyoraki NW ketika dia masuk maupun keluar kosan.

NW tega menganiaya anaknya hingga meninggal dunia hanya karena anak sering mengompol. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (11/11/2017) sekitar pukul 17.30 WIB di rumah kos NW.

Atas perbuatannya, NW akan dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 dan Pasal 76 c Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Polres Metro Jakarta Barat Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Balita oleh Ibu Kandung di Kebon Jeruk

Rekonstruksi di TKP pembunuhan NW oleh ibu kandungnya di Jalan Mangga I, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (20/11/2017).
Senin, 20 November 2017 12:22 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polisi dari Polsek Metro Kebon Jeruk dan Polres Metro Jakarta Barat melakukan rekonstruksi di TKP pembunuhan seorang anak laki-laki berusia lima tahun, GW, oleh ibu kandungnya di Jalan Mangga I, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Rekonstruksi dimulai sekitar pukul 10.40 WIB. Tampak tersangka NW turun dari mobil polisi dengan mengenakan kerudung hitam. Awalnya, NW enggan keluar dari mobil polisi karena banyaknya awak media dan warga yang berkumpul di sekitar lokasi.

Rekonstruksi dilakukan di sebuah kamar yang terletak di lantai dua bangunan indekos, tempat NW mengakhiri hidup putra kandungnya tersebut. Hingga pukul 11.00, rekonstruksi masih berlangsung. 

Sebagaimana diketahui, pada Sabtu (11/11/2017) sekira pukul 17.30 WIB, GW meregang nyawa di tangan ibu kandungnya. GW tewas di kamar indekos yang ia tinggali bersama ibunya dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Kening GW terluka sayatan benda tajam.

Dari tempat kejadian perkara, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa kantong plastik merah yang digunakan untuk menutup kepala korban, tali plastik warna hitam, pembasmi serangga semprot, dan gunting.

Alasan NW menganiaya GW sangat sederhana, ia kesal lantaran anaknya sering mengompol. Menurut pelaku, GW berubah sikap beberapa bulan belakangan. GW disebut menjadi hiperaktif dan membuat pelaku kesal.

Operasi Cipta Kondisi Polsek Metro Kembangan Tangkap 20 Pelajar Nongkrong Bawa Senjata Tajam

Puluhan Pelajar Bersenjata Tajam Terciduk Mau Merampok dengan Deretan Barang Bukti
Senin, 20 November 2017 08:05 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas operasi cipta kondisi Polsek Metro Kembangan menciduk 20 pelajar, yang tengah asik nongkrong di pinggir Jalan Baru Aries, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Minggu (19/11/2017) dinihari sekira pukul 01.00 WIB. Puluhan pelajar ini diduga baru saja melakukan tindak kejahatan perampasan sepeda motor dengan gunakan berbagai jenis senjata tajam (sajam).

"Para pelajar ini nongkrong di sekitaran Jalan Baru Aries. Seringkali kami amati, para pelajar ini nongkrong tak jelas dan meresahkan warga setempat. Benar saja, saat piket buser Polsek Metro Kembangan langsung mengepung mereka ada lima senjata tajam kami temukan, baik parang, golok dan pisau. Mereka ini, mengaku rencana mau melakuka perampasan motor," ungkapnya.

Kapolsek Metro Kembangan, Kompol Supriyadi, mengatakan para pelajar ini diduga berencana melakukan perampasan sepeda motor terhadap para pengendara yang melintas di jalan itu disetiap malamnya.

"Kepada para pengendara yang pulang kerja, di tengah malam dan melintas di jalan yang sepi harus hati-hati. Lantaran anak muda seperti ini lah yang harus diwaspadai. Setiap malam, kita selalu melakukan operasi cipta kondisi," jelasnya.

Kapolsek pun menghimbau warga yang melihat ada segerombolan anak muda di pinggir jalan sering nongkrong, segera laporkan ke polisi.

"Mereka yang kami tangkap ini memang rencana mau merencanakan akan merampas motor pengendara. Mereka juga tega melukai korbannya," katanya.

Adapun ke-20 pelajar yang diamankan adalah :

1. TR, 15 tahun, pelajar, alamat Jalan Murni Kelurahan Joglo
2. At Angga, 17 tahun, pelajar, alamat jl.Gang asem Rt 04/07
3. Ah,  16 tahun, pelajar, alamat jl H Aja Rt 09/07 kel meruya utara
4. No, 15 tahun, pelajar, alamat gang asem Rt 04/07 kel meruya selatan
5. Kn, 17 tahun, pelajar, alamat JL H Aj RT 07/007kel meruya selatan kembangan
6. RT, 19 tahun, pelajar, alamat Gang H damin Rt 04/07 kel meruya selatan kembangan
7. Im, 15 tahun, pelajar, alamat Joglo kamp DPR pribadi
8. Ak, 16 tahun, pelajar, alamat Manunggal
9. MN, 15 tahun, pelajar, alamat jl letanapis cileduk
10. NO, 14 tahun, pelajar, alamar kp gaja taman asri
11. Ya, 15 tahun, pelajar, alamat Jl H Saasa kel joglo
12. Rd, 14 tahun, pelajar, alamat kelurahan joglo
13. Hi, 16 tahun, pelajar, alamat jl H Saasa Rt 04/01 kel.joglo
14. Pa, 15 tahun, pelajar, alamat jl H Saasa Rt 08/01 joglo
15. FF, 14 tahun, pelajar, alamat  Jl inpres 11 larangan utara
16. Ya, 16 tahun, pelajar, alamat Jl H Saaba kel joglo
17. Rs, 15 tahun, pelajar, alamat ciputat
18. Ek, 15 tahun, pelajar, alamat Cileduk
19. Oa, 16 tahun, pelajar, alamat JL H juhri kel meruya selatan
20. AL, 16 tahun, pelajar, alamat Jl meruya selatan Rt 03/02 kel meruya selatan

"Kami juga mengamankan barang bukti, yakni Honda Beat No Pol B 3818 BWB, Vespa No pol B4695, Mio Soul No pol B 3995 BUI, Honda beat No pol B 3752 BLB, Honda spacy B 6012 Wes, dan Honda Scoopy B 6035 WDW. Selain itu, ada dua bilah clurit, dua bilah golok, serta satu pisau," katanya.

Polres Metro Jakarta Utara Tangkap Tiga TO Kasus Narkoba

Senin, 20 November 2017 07:17 wib
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polres Metro Jakarta Utara membekuk tiga orang pria yang menjadi target operasi (TO) pihak kepolisian dalam operasi narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Kepala Sub-Bagian Humas Polres Metro Jakarta Utara, Kompol HM Sungkono, Minggu (19/11/2017), menyampaikan bahwa ketiga pria yang menjadi TO itu dibekuk aparat kepolisian di tempat terpisah namun masih berasa di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Utara.

Kompol Sungkono menjelaskan, TO pertama dibekuk di Jalan Kalibaru Barat Gang Naga, RT 01 RW 06, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Pihak kepolisian menjelaskan nama pria ini ialah Ris Santoni, 24 tahun.

"Dia ini sudah jadi TO kami. Saat diamankan ditemukan 0,11 gram sabu dalam 1 klip pastik kecil, beserta 1 klip lainnya berisi jenis sabu-sabu seberat 0,28 gram. Keseluruhannya 0,39 gram," kata Kompol Sungkono seraya menambahkan, saat dibekuk TO tidak melawan.

TO kedua, kata Kompol Sungkono, adalah Nurhasan alias Kibek, 42 tahun, ditangkap di kediamannya di Jalan Manunggal VII RT 05/04 Kelurahan Kalibaru. Polisi menemukan puluhan bungkusan kecil yang berisikan sabu-sabu. Ketika menangkap Kibek, kata Kompol Sungkono, petugas menemukan satu plastik klip kecil berisikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,46 gram; kemudian satu plastik klip kecil yang didalamnya berisi satu plastik klip lebih kecil juga berisi sabu-sabu seberat 5,28 gram.

"Kalau ditotal keseluruhan neratnya 5,74 gram. Bahkan, kami temukan juga ‎39 bungkus kertas coklat ukuran kecil berisi narkotika jenis ganja seukuran 84 gram," katanya.

TO ketiga, bernama Hermansyah, 31 tahun. Dia ditangkap di rumahnya di Jalan Cipeucang I, Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara. Hermansyah juga disebutkan sebagai TO kepolisian di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Utara. Dari Hermansyah, petugas menemukan satu klip plastik berisikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,29 gram dan satu unit telepon seluler yang digunakan untuk melancarkan transaksi.

"Alhasil tiga pria yang kami tangkap di lokasi berbeda memang sudah menjadi target kami," tuturnya.

Menurut Kompol Sungkono, ketiga TO kepolisian itu tidak saling mengenal namun menurut pihak kepolisian ketiganya telah membuat warga resah. "Mereka tak hanya menjual dan mengonsumsi sabu-sabu, tapi ditakutkan ketiga TO ini melakukan jual-beli narkoba ke anak-anak remaja yang baru pulang sekolah," paparnya.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin 20 November 2017

Senin, 20 November 2017 07:05 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin, 20 November 2017, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:
1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : Citraland Grogol
3. Jakarta Selatan : STEKPI Kalibata
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB 
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

19 November 2017

Operasi Cipta Kondisi, Polsek Pancoran Mas Sita Ratusan Botol Miras & Oplosan

Minggu, 19 November 2017 11:16 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polsek Pancoran Mas Depok menyita ratusan botol minuman keras oplosan dari warung sekitar Terminal Depok, Jalan Margonda Raya, Pancoranmas, Kota Depok. Penyitaan dilakukan dalam rangka operasi cipta kondisi pada Minggu (19/11/2017) malam hingga dinihari.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Agus Roni Wowor, mengatakan kegiatan operasi dalam rangka cipta kondusif wilayah melakukan patroli skala sedang yakni pemantauan di lokasi rawan.

“Saat anggota menyisir sekitar Terminal Depok, ada tiga kios dagangan yang digerebek anggota didapatkan miras 270 botol miras berbagai merek dan 178 plastik miras oplosan jenis ciu dikemas dalam kantong plastik,”ujar Kapolsek kepada wartawan saat dikonfirmasi, Minggu (19/11/2017) pagi.

Minuman keras yang didapatkan baik botol maupun oplosan sama petugas langsung disita sebagai barang bukti. “Bahwa ada informasi di kios yang berada dalam Terminal Depok dijadikan sebagai tempat penyimpanan miras. Langsung anggota mendalami dan hasilnya benar kita menyita miras,”tuturnya.

Kapolsek mengaku akan memberantas peredaran narkoba dan miras dalam menekan akan kriminalitas.

“Setiap malam rutin anggota patroli skala sedang melakukan pemantauan wilayah di titik rawan. Diharapkan wilayah hukum Polsek Pancoran Mas bisa tetap kondusif,”tutupnya.

18 November 2017

Polres Metro Jakarta Barat Tangkap 9 Pelaku Tawuran di Jembatan Persaki, 2 Diantaranya Ditembak

Remaja yang tawuran digiring polisi

Rabu, 22 November 2017 19:10 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polres Metro Jakarta Barat menangkap sembilan pria dari dua kelompok yang terlibat tawuran di Jembatan Persaki, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu, 19 November 2017 dini hari. Dalam peristiwa tawuran tersebut Muhammad Ridwan, 15 tahun,  meninggal dunia dengan luka bacok di bagian perut, tangan, dan leher.

“Kami menangkap sembilan pelaku dari 14 (pelaku) dan 5 sudah kami tetapkan sebagai DPO,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu , Rabu, (22/11/2017).

Tersangka yang dibekuk adalah AS alias Bendot (16 tahun), MZ alias Ijul (16 tahun), RA (15 tahun), RG alias Botak (16 tahun), GA alias Tutung (16 tahun), IS alias Batak (23 tahun), DA alias Belut (18 tahun), AR alias Gembel (20 tahun), dan MR alias Ngit Ngit (19 tahun).

AKBP Edy Sitepu menjelaskan, sebelum tawuran dua kelompok ini terlebih dahulu saling ejek hingga diteruskan dalam pesan WhatsApp (WA) kemudian mereka janjian di lokasi yang telah ditentukan.

Usai bertemu di lokasi yang disepakati, dua kelompok ini langsung saling serang dengan menggunakan senjata tajam dan sejumlah benda lainnya. Saat itu, korban tidak bisa menghindar kala mendapat serangan dari pihak lawan yang membuatnya tewas ditempat.

Tidak butuh waktu lama pelaku dibekuk tim yang dimpin oleh Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Rulian dan Kasubnit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat Ipda Reza.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan dua celurit, satu ikat pinggang, 1 unit handpone yang digunakan untuk janjian tawuran, dan tiga sepeda motor yang digunakan saat menuju lokasi tawuran.

“Dari sembilan tersangka dua ditembak karena melawan petugas, mereka adalah IR dan MR sebagai eksekutornya,” tutur AKBP Edy Sitepu.

Pelaku kini diancam Pasal 80 Ayat 3 Pasal 76 C No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHP dan 358 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun pidana.

Tabrak Mobil Polisi Saat Disergap, Begal Bersenjata Api Asal Lampung Timur Ditembak Polsek Kelapa Dua

begalrawat
Sabtu, 18 November 2017 19:07 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim buser Polsek Kelapa Dua nyaris terlibat baku tembak dengan dua begal di Perumahan Harapan Kita, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu (18/11/2017). Beruntung, polisi tak kalah cepat dengan melesakkan timah panas ke kaki tersangka.

Aksi penyergapan pelaku curanmor bernama Cebi Santoni, 27 tahun dan Rudi Hartono, 20 tahun berlangsung sengit. Selain menodongkan senjata api, dua begal sadis ini juga berusaha kabur dengan menabrak mobil milik polisi yang mengepungnya.

Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Endang Sukmawijaya mengatakan, penangkapan dua sadis asal Lampung Timur ini merupakan hasil kerja keras anggotanya dalam melaksanakan Kring Serse di wilayah rawan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Kesabaran berbuah manis. Kami berhasil menangkap dua pelaku curanmor bersenjata api,” ucapnya kepada wartawan, Sabtu (18/11/2017).

Kapolsek menjelaskan, penyergapan bermula ketika tim buser pimpinan Kanit Reskrim AKP Mukmin mencurigai dua pelaku yang mengendarai sepeda motor di Jalan Raflesia, Perumahan Harapan Kita, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Begitu didekati, pelaku malah mengancam sembari mengeluarkan senjata dari balik jaketnya.

“Awalnya kita mencurigai pengendara sepeda motor karena pandangan matanya tertuju ke rumah warga, sehingga anggota bermaksud menegur pengendara tersebut, namun demikian pengendara malah reflek memegang pinggang, mengeluarkan senjata,” ungkap Kapolsek.

Tak mau kecolongan, tim buser lebih dulu melesakkan timah panas ke udara. Melihat kejadian itu, pelaku kemudian berusaha kabur. Mendengar suara letusan, Kanit Reskrim AKP Mukmin langsung mengepung lokasi. Bukannya menyerah, pelaku malah menancap gas dan menabrakkan motornya ke mobil petugas.

“Setelah menabrak mobil petugas, pelaku terus berusaha lari. Kami pun terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap keduanya,” ujar Kapolsek.

Dari tangan kedua bandit jalanan ini, lanjut Endang, pihaknya berhasil menyita sepucuk revolver rakitan berserta 3 butir peluru Cal 38, dua bilah pisau dan kunci leter T lengkap dengan mata kuncinya.

“Kami juga menangkap seorang penadah motor curian Suanta, 51 tahun, di Serang, Banten,” cetusnya.

Berdasarkan catatan petugas, dua begal sadis asal Lampung Timur ini mengaku sudah belasan kali melakukan aksi pencurian motor di wilayah Tangerang. 7 diantaranya dilakukan di wilayah hukum Polsek Kelapa Dua, 5 kali di wilayah hukum Polres Kota Tangerang.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk mencari kawanannya yang lain, termasuk pemasok senpi rakitan yang identitasnya sudah kita dikantongi, ” pungkasnya.

Diduga Palsukan Dokumen, WN Norwegia Dibekuk Polda Metro Jaya

Sabtu, 18 November 2017 18:45 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polda Metro Jaya menangkap Morten Innhaug, warga negara Norwegia karena diduga melakukan pemalsuan dan penggelapan. Dia dibekuk lantaran polisi menerima laporan dari mantan istrinya yang bernama Yanti Sudarno.

"Pelaku kami tangkap di hotel Aston Marina, Jakarta Utara," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, kepada wartawan, Sabtu (18/11/2017). 

Kabid Humas menjelaskan, pelaku diduga memalsukan surat sebuah perusahaan yang bertujuan untuk menguasainya.

"Diduga pelaku secara bersama-sama memalsukan dan menggunakan surat palsu untuk mengambil alih saham perusahaan milik korban di PT Bahari Lines Indonesian," kata Kabid Humas.

Dalam menjalankan aksinya, Morten mengangkat Gabriela sebagai salah satu komisaris perusahaan tersebut. Peralihan perusahaan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan korbannya.

"Diduga tanda tangan korban dipalsukan dan telah dilabkrim. Hasil pemeriksaan labkrim non identik," kata Kabid Humas.

Penangkapan terhadap Morten dilakukan setelah polisi melakukan pengintaian terhadap dirinya.

Akibat ulahnya, Morten terancam dijerat Pasal 263 KUHP, Pasal 266 KUHP, Pasal 372 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman lima tahun penjara.

Dibantu Brimob, Satlantas Polresta Depok Tangkap 5 Calo SIM

Sabtu, 18 November 2017 17:20 WIBWIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satuan Lalu Lintas Wilayah Polresta Depok dibantu Satuan Brimob melakukan razia terhadap calo pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Hasilnya, lima pelaku percaloan tertangkap tangan saat beraksi di area pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) Polresta Depok, Jawa Barat, pada Sabtu, 18 November 2017.

Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Depok, Kompol Sutomo, para pelaku dibekuk sejumlah anggota Brimob dan anggota Satuan Lalu Lintas.

"Awalnya kami mencurigai gerak-gerik mereka. Kemudian kami pantau lewat CCTV (kamera pengawas) dan ternyata benar, mereka melakukan praktik calo. Ada lima orang yang kami amankan, dan saat ini tengah diperiksa," katanya.

Para pelaku memasang tarif yang cukup mahal, yakni Rp400 ribu untuk SIM C dan Rp500 ribu SIM A. Tarif itu jauh lebih mahal dibanding harga normal, yakni Rp120 ribu untuk SIM A dan Rp100 ribu SIM C.

Komplotan itu juga menawarkan jasa pengurusan perpanjangan masa berlaku SIM dengan tarif Rp80 ribu untuk SIM A dan Rp75 ribu untuk SIM C. Ditambah asuransi Rp30 ribu.

Berbekal iming-iming proses cepat, para calo itu nyaris memperdaya para korban. Namun, aksi mereka lebih dulu dipergoki polisi dan kemudian ditangkap.

Kepala Unit Regident Satlantas Polresta Depok, AKP Rieki Indra Pratama, menjelaskan bahwa operasi penangkapan calo itu sekaligus membantah opini negatif yang telah beredar di media sosial.

"Ini sekaligus menjawab tudingan yang dilontarkan oleh salah satu media massa, yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, tentang Polresta Depok (dianggap) tidak serius memberantas praktik calo," kata AKP Rieki.

Sebagai bukti keseriusan polisi memberantas praktik calo itu, kata Rieki, sampai diperbantukan personel Brimob, yang sesungguhnya tidak untuk tugas-tugas semacam itu. Dipasang juga sejumlah CCTV di sejumlah sudut untuk memudahkan pengawasan. Namun, dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergoda bujuk rayu calo meski menawarkan kemudahan.

"Ikuti lah aturan demi keselamatan Anda," katanya.

Pura-Pura Jadi PNS Pemda DKI, Ivan Bawa Kabur Mobil Kekasihnya

Sabtu, 18 November 2017 14:44 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Achmad Ivan dibekuk polisi karena membawa kabur mobil kekasihnya yang bernama Royati. Dia mengelabui Royati dengan berpura-pura sebagai pegawai Pemprov DKI Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, perkenalan keduanya terjadi sejak Agustus 2017 lalu. Mereka berkenalan melalui media sosial Facebook.

"Saat berkenalan terlapor mengaku sebagai PNS dari Pemrov DKI Jakarta dengan menggunakan seragam Pemprov DKI dengan ID Card agar pelapor percaya dan tertarik dengan terlapor," ujar Kabid Humas, Sabtu (18/11/2017).

Kabid Humas menambahkan, setelah berkomunikasi melalui Facebook. Ivan meminta nomor ponsel Royati. Komunikasi pun berlanjut. Ivan mengajak bertemu Royati di Brebes. Usai pertemuan itu, keduanya memutuskan untuk berpacaran.

Setelah resmi berpacaran, Ivan mengajak Royati jalan-jalan ke Jakarta dengan menggunakan mobil kekasihnya itu.

Setibanya di Jakarta, Ivan mengajak ke Royati menginap di sebuah hotel di Jakarta Pusat. Usai check in di hotel, Royati memutuskan untuk mandi. Di saat Royati mandi, Ivan membawa kabur mobil kekasihnya itu.

"Pelaku menjanjikan akan menikahi korban, dan pelaku mengajak korban untuk kencan di hotel. Saat korban sedang mandi, pelaku mengambil kunci mobil dan pergi membawa mobil serta handphone korban," kata Kabid Humas.

Setelah selesai mandi, Royati kaget bukan kepalang. Dia melihat kekasihnya tak berada di dalam kamar hotel serta barang-barang berharganya ikut raib.

Akhirnya, Royati memutuskan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Polisi kemudian meringkus Ivan di kawasan Tegal, Jawa Tengah.

"Berdasarkan keterangan tersangka, dia sudah melakukan aksi serupa sebanyak 10 kali di berbagai daerah. Dari hasil kejahatannya dia mendapatkan 5 motor, 1 mobil, 7 handphone dan sejumlah emas," ucap Kabid Humas.

Polres Tangerang Selatan Tembak Dua Begal di Tangsel karena Melawan Saat Ditangkap

Ilustrasi begal
Sabtu, 18 November 2017 14:18 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim Vipers Polres Tangerang Selatan membekuk dua begal bernama Cebi Santoni, 27 tahun dan Rudi Hartono, 20 tahun,  yang kerap beraksi di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel). Keduanya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas lantaran melawan saat dilakukan penangkapan.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Ahmad Alexander mengatakan, peristiwa itu terjadi saat pihaknya melakukan patroli di perumahan Harapan Kita, Tangerang, Jumat (17/11/2017) malam.

Saat itu, anggota melihat adanya dua sepeda motor yang gerak geriknya mencurigakan. 

"Team Vipers sedang melaksanakan observasi wilayah rawan Curanmor di Jalan Raflesia Perum Harapan Kita, kemudian mendapati 2 orang pengendara sepeda motor yang mencurigakan karena sedang menghimpit sebuah kendaraan bermotor roda dua," ujar Ahmad melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (18/11/2017).

AKP Ahmad menambahkan, melihat kejadian tersebut anggotanya berusaha menghentikan aksi pembegalan itu. Namun, kedua pelaku malah mencoba melawan petugas dengan berusaha mengeluarkan senjata api yang berada di pinggangnya.

Melihat hal tersebut, lanjut AKP Ahmad, petugas mengeluarkan tembakan peringatan ke udara.

"Kedua pelaku tidak mengindahkan peringatan dan mencoba kabur sehingga personel Team Vipers menabrakkan mobil yang digunakan untuk surveilance ke kendaraan yang digunakan pelaku," ucap dia.

Meski telah ditabrak, kedua pelaku tetap melakukan perlawanan. Akhirnya, petugas menembak Cebi dan Rudi di bagian kakinya.

"Saat dilakukan penggeledahan ditemukan 1 pucuk Senjata api berikut 3 butir peluru, 2 bilah pisau dan 4 buah kunci leter T," kata AKP Ahmad.

Selanjutnya, kedua pelaku langsung dibawa ke RSUD Tangerang Selatan untuk mendapat perawatan.

"Pelaku sudah melakukan 7 kali kejahatan pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Tangerang Selatan dan 5 kali di wilayah hukum Polresta Tangerang (Polda Banten)," ujarnya.

6 Kapolres di Jajaran Polda Metro Jaya Diganti

Sabtu, 18 November 2017 13:49 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kapolri Jenderal Tito Karnavian merotasi sejumlah perwira menengah di tubuh Korps Bhayangkara. Lima Kapolres di Jajaran Polda Metro Jaya dimutasi dalam rangka menjalani sekolah Sespimti.

Mutasi sesuai telegram Kapolri Nomor: ST/2754/XI/2017 tertanggal 16 November 2017, 6 Kapolres di jajaran Polda Metro Jaya yang dimutasi sebagai berikut:

1. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Iwan Kurniawan digantikan oleh Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, eks Analis Kebijakan Madya Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri.

2. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Roycke Harry Langie digantikan oleh Kombes Pol Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri.

3. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ari Seto digantikan oleh Kombes Pol Roma Hutajulu yang sebelumnya menjabat Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri.

4. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hero Bachtiar digantikan oleh Kombes Pol Indarto, eks Kasubdit V Dittipikor Bareskrim Polri.

5. Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Arief Rachman geser menjadi Direskrimum Polda Kalbar. Posisinya digantikan oleh AKBP Akhmad Yusep Gunawan, eks Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya.

6. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Dwiyono digantikan oleh Kombes Pol Rezaz Arief Dewanto eks Kapolres samarinda.

Polda Metro Jaya Ungkap Jaringan Narkoba Pemasok ke Tempat Hiburan

Polisi Bekuk Penyuplai Narkoba ke Tempat Hiburan

Sabtu, 18 November 2017 06:01 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya mengamankan lima orang jaringan narkoba penyuplai/pemasok ke tempat-tempat hiburan, yang diberi nama Jaringam AJ.

Dari lima orang ini, satu diantaranya perempuan yang kerap memasok narkoba kebeberapa tempat hiburan malam di kawasan Jakarta.

Kelima orang ini dibekuk subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dibeberapa lokasi berbeda dalam kurun waktu dua bulan. Penangkapan ini untuk antisipasi maraknya peredaran narkoba menjelang tahun baru.

"Pengungkapan kelompok ini bermula saat tim yang dipimpin Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvjin Simanjuntak melakukan penangkapan terhadap pelaku berinisial PAN pada 25 September 2017 di kawasan Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (17/11/2017) sore.

Dari tersangka PAN polisi mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu 102 gram, 1 handphone, dan 1 timbangan. Dari informasi PAN polisi lakukan pengembangan dan dilakukan penangkapan terhadap tersangka AL.

"AL di tangkap pada 17 Oktober 2017 di sebuah kontrakan di Jalan Cempaka Raya, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Dari AL polisi amankan barang bukti sabu 9,14 gram, ekstacy 27 butir, 1 handpone, dan uang sisa penjualan Rp200 ribu," ujarnya.

Dari keterangan AL polisi kembali menangkap anggota jaringan ini yakni tersangka AJ yang ditangkap di kontrakannya kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu, 4 November 2017.

Dari tangan AJ yang merupakan pimpinan jaringan ini polisi amankan barang bukti sabu 5,42 gram, 2 handpone, 1 timbangan, catatan penjualan, dan 1 ATM.

"Kemudian penangkapan berlanjut kepada tersangka LL yang merupakan seorang wanita pada Rabu, 8 November 2017, di depan loby sebuah hotel dikawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Dari tangan LL polisi amankan barang bukti ketamin 5,3 gram, 3 cangklong, 1 handphone, dan 13 korek api gas," bebernya.

Terakhir, berdasarkan keterangan LL polisi membekuk AW pada Kamis, 9 November 2017, di sebuah parkiran apartemen Jalan Pluit Karang Ayu B1, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dari AW didapat 485 butir ekstasi, 170 kapsul ekstasi, 530 bungkung happy five, 1000 kapsul kosong, 1 buah bong, dan uang sebanyak Rp 125.850.000.

"Menariknya AW ini penyuplai narkotik ke tempat hiburan di Jakarta. Sedang kami dalami tempat hiburan apa saja. Ini jadi atensi Polda Metro Jaya berkaitan tersangka AW," ungkapnya.

Sementara Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvjin Simanjuntak mengatakan, jaringan ini bertransaksi dari tangan ke tangan sedangkan penerima masih buron namun pihaknya sudah mengantongi identitas. "Jaringan ini kami sebutkan jaringan AJ," kata dia.

Berdasarkan barang bukti transaksi jaringan ini sudah dua bulan memasok narkoba ke beberapa tempat hiburan malam, meski tidak disebutkan lokasi tempat hiburan malam tersebut dengan alasan masih pengembangan.

"Baru dua bulan itu kami lihat dari beberapa catatan buku yang ada inisial. Ini masih kita dalami prosesnya untuk dua bulan ke tempat hiburan," tandasnya.

Para pelaku diancam Pasal 114 tentang tindak pidana narkotika dengan ancaman 20 tahun pidana.

17 November 2017

Enam Rumah Terbakar di Tanjung Priok

Jum'at, 17 November 2017 19:20 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Enam rumah di lokasi padat penduduk di Jalan Enim Raya, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (17/11/2017) sore, hangus terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, api diduga berasal dari korsleting listrik rumah milik H. Dayat.

Kebakaran terjadi, sekira pukul 16.00 WIB. Asap disertai api tiba-tiba muncul dari lantai 3 rumah H Dayat. Api semakin membesar lantaran tiupan angin yang kencang sehingga merembet ke rumah di sebelahnya. Warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

Petugas pemadam kebakaran yang turun ke lokasi baru bisa mengatasi kobaran api satu jam kemudian. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam perostiwa tersebut. Peristiwa ditangani Polsek Metro Tanjung Priok Polres Metro Jakarta Utara.

“Asal api masih dilakukan penyidikan hasilnya menunggu puslafor Mabes,” kata Kapolsek Metro Tanjung Priok, Kompol Jimmy Martin.

Pabrik Tiner di Jatiuwung Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Listrik

Pabrik Tiner Terbakar di Tangerang Akibat Tersambar Petir

Jum'at, 17 November 2017 18:50 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kebakaran terjadi di sebuah pabrik pembuatan tiner di Jatiuwung, Tangerang, Jumat (17/7/2017). Api dikabarkan pertama kali muncul pada pukul 13.30 WIB.

Kebakaran yang berlokasi di PT Mustika Caraka Laksana, Jatiuwung, Kota Tangerang diduga terjadi akibat korsleting listrik.

"Api diduga sementara dari korsleting listrik," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan dalam keterangan tertulis, Jumat.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran berupaya memadamkan kobaran api di sana. Adapun penyebab sulitnya pemadaman api lantaran objek yang terbakar merupakan bahan pembuatan atau penyulingan tiner.

Kapolres mengatakan, polisi dan petugas pemadam kebakaran tengah melakukan evakuasi warga di sekitar pabrik. Sebab di belakang pabrik tersebut merupakan pemukiman penduduk.


  • "Sampai sekarang kerugian baik personil maupun materi belum bisa diidentifikasi," kata Kapolres.