19 September 2017

Nasabah Bank Dirampok di Kawasan MM2100, Uang Rp85 Juta Raib Dibawa Kabur Perampok

Image result for foto ilustrasi perampokan nasabah bank
Ilustrasi

Selasa, 19 September 2017 15:18 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang nasabah bank Ari Chandra, 29 tahun, dibacok kawanan perampok di Kawasan MM2100 Jalan Bali Blok G2, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (19/9/2017). Selain menderita luka, korban juga harus kehilangan uang Rp85 juta miliknya yang baru saja dicairkan dari salah satu bank.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan, perampokan terjadi pada pukul 09.25 WIB usai korban mencairkan uang di salah satu bank di Jalan Kalimantan Blok B, Kawasan MM2100.

Selanjutnya korban hendak kembali ke tempat bekerja mengendarai sepeda motor Honda Supra Vit D 2505 ZAA seorang diri tanpa pengawalan. Dalam perjalanan itu, lanjut Kapolres, rupanya korban diikuti oleh kawanan perampok yang berjumlah empat orang dengan menggunakan tiga sepeda motor.

"Sekitar 300 meter dari bank, para pelaku beraksi langsung memepet sepeda motor dan menendangnya hingga korban terjatuh," kata Kapolres kepada wartawan, Selasa (19/9/2017).

Kapolres melanjutkan, melihat korbannya terjatuh pelaku pun berupaya merampas tas berisi uang puluhan juta rupiah tersebut. Warga Kampung Hegar Manah, Pengalengan, Kabupaten Bandung tersebut terus melindungi wajahnya sambil mempertahankan uang tunai yang dibawa dalam tasnya.

Kesal dengan perlawanan korban, salah satu pelaku langsung membacok korban dan mengenai lengan kanannya hingga sobek. Usai korbannya terkapar para pelaku dengan leluasa membawa kabur uang Rp85 juta.

"Korban saat ini masih menjalani perawatan di RS Adam Thalib Cibitung. Sejumlah saksi telah kami mintai keterangan," ujar Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito menambahkan, aksi perampokan tersebut terekam CCTV yang berada di Pos Sekuriti MM2100. ”Kita sedang pelajari dan mengindentifikasi pelakunya berjumlah empat orang lebih,” katanya.

Menurutnya, korban sudah membaik dan masih mendapatkan perawatan dari dokter di RS Adam Thalib. Saat ini, petugas sudah disebar dibeberapa tempat untuk segera meringkus para pelakunya.

Polres Metro Jakarta Utara Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Pelelangan Ikan Kalibaru

Jalani Rekonstruksi, Dua Pelaku Pembunuhan di Kalibaru Lakukan 19 Adegan
Selasa, 19 September 2017 15:09 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Unit Jatanras Polres Metro Jakarta Utara menggelar proses rekonstruksi pembunuhan Bakri, 32 tahun, yang terjadi di kawasan pelelangan ikan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (19/9/2017). Dalam kesempatan tersebut kedua pelaku yakni Sapudi alias Apus, 32 tahun dan Jahudi alias Jodi, 21 tahun, adik kandung Sapudi, melakukan sebanyak 19 adegan.

"Jadi untuk rekonstruksi hari ini total ada 19 adegan dan ada tiga waktu yang berbeda dimana yang awalnya perkelahian, persiapan hingga kejadian tindak pidana itu sendiri," ujar Kanit Jatanras Polres Metro Jakarta Utara, AKP D. K.. Zendrato saat berada di lokasi.

AKP Zendrato mengatakan sejauh ini tidak ada fakta baru yang diperoleh aparat saat proses rekonstruksi digelar. Tindakan itu semata dilakukan agar memperjelas hasil penyidikan yang dilakukan pihaknya, untuk kemudian disampaikan ke jaksa dalam berkas perkara.

"Jadi dalam rekonstruksi dari keterangan para saksi, sesuai dengan pemeriksaan yang kita lakukan bahwa ada tahapan perencanaan untuk kegiatan pembunuhan itu sendiri," ucapnya.

Adapun seluruh pelaku sudah tertangkap dan ditahan di Mapolres Metro Jakarta Utara.

Akibat perbuatannya kedua pelaku dikenakan Pasal 170 ayat 2 huruf e juncto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Sekadar informasi, Bakri tewas akibat racun dari duri ekor ikan pari yang ditusukkan oleh Sapudi alias Apus dan Jahudi alias Jodi, adik kandung Sapudi, pada Minggu 30 Juli 2017. Nyawa Bakri tidak dapat ditolong setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan singkat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara.

Bhayangkari Polda Metro Jaya Resmikan "Taman Bacaan Kemala" di Ruang Tunggu Pelabuhan Tanjung Priok


Selasa, 19 September 2017 13:30 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Bhayangkari Polda Metro Jaya meresmikan "Taman Bacaan Kemala" di ruang tunggu penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (19/9/2017). Minat baca warga diharapkan meningkat dengan adanya taman bacaan itu.

"Seperti yang kita ketahui minat baca Indonesia sangatlah rendah. UNESCO menyampaikan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001% artinya dari 1.000 orang hanya satu orang rajin membaca sehingga hal ini sangat mempengaruhi indeks pembangunan di Indonesia," ujar Ketua Bhayangkari Polda Metro Jaya, Fitri Idham Azis di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (19/9/2017).

Ibu Fitri Idham Azis mengatakan Taman Bacaan Kemala ini berkonsep membaca dan bermain. Perosotan anak-anak dan berbagai buku mulai dari buku anak-anak hingga pengetahuan hingga ensiklopedi tersedia di taman bacaan itu.

"Kami ingin meningkatkan minat baca di lingkungan masyarakat khususnya dalam hal ini ada di tempat umum karena di sini ada Polres Pelabuhan Tanjung Priok jadi kami ingin pada saat penumpang datang mereka bisa menghabiskan waktunya disini untuk membaca dan bermain," ujar Fitri.

Bhayangkari baru pertama kali membuka Taman Bacaan Kemala. Nantinya, taman bacaan juga akan dibuka di seluruh Polres jajaran Polda Metro Jaya. "Untuk selanjutnya kami akan launching di semua polres kemudian pada puncaknya akan dilaunching pada tanggal 2 Oktober 2017 di Polsek Bantar Gebang, Bekasi," ujar Fitri.

Polres Metro Jakarta Utara Tembak Pelaku Pencurian Spesialis Rumah Kosong di Pademangan

Polisi Tembak Mati Spesialis Pencurian Rumah Kosong di Jakut
Selasa, 19 September 2017 11:55 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polres Metro Jakarta Utara menembak mati pelaku pencurian spesialis rumah kosong di Pademangan, Jakarta Utara. Pelaku berinisial SA, 39 tahun,  ditembak mati karena melawan saat ditangkap.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono mengatakan SA yang diketahui warga Tanjung Priok, Jakarta Utara ini telah tiga kali menjalankan aksi pencuriannya di tiga lokasi di Jakarta Utara, yakni Cilincing, Pademangan dan Penjaringan. Jika ditotal, hasil pencurian SA mencapai Rp 441 juta.

Saat ditangkap, SA melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata api ke arah petugas.

"Pelaku ini memang spesialis pencurian rumah kosong, bahkan tak segan untuk melukai korbannya. Berdasarkan laporan yang kami terima jika ditotal, pelaku SA sudah menggasak kurang lebih sekitar Rp 441 juta," ujar Kapolres saat menggelar press release di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (18/9/2017).

Kapolres menjelaskan, dalam penangkapan yang dilakukan di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, polisi telah mengendus SA yang mengemudikan sebuah mobil Toyota Camry. Saat ditangkap, SA melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata api ke arah petugas. Sempat terjadi baku tembak saat penyergapan tersebut. Polisi pun terpaksa mengambil tindakan tegas dengan mengarahkan timah panas hingga mengenai dada SA.

"Saat beraksi pelaku SA dibantu 2 tersangka lain berinisial P Dan S yang masih buron," kata Kapolres.
polisi menyita barang bukti 1 pucuk senpi rakitan, 8 butir peluru, 3 buah senjata tajam, dan 1 unit mobil Toyota Camry
SA juga merupakan residivis kasus kejahatan yang sudah dilakukan berulangkali. Di antaranya pencurian senjata api milik anggota TNI, kasus uang palsu di Tanjung Priok, Kasus pencurian besi di pelabuhan Tanjung Priok, dan Kasus perkelahian di Madura.

"Pelaku juga telah berulangkali melakukan sejumlah aksi kejahatan. Saat ini kita tengah melakukan pengejaran tehadap dua pelaku yang masih buron," imbuh Kapolres.

Dari tangan SA polisi menyita barang bukti 1 pucuk senpi rakitan, 8 butir peluru, 3 buah senjata tajam, dan 1 unit mobil Toyota Camry.

Polsek Pondok Aren Tangkap Dua Penjambret Tas Pasutri di Bintaro

Image result for foto jambret pengendara motor
Selasa, 19 September 2017 11:07 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Dua remaja berusia 17 tahun, MRN dan AAT, ditangkap petugas Polsek Pondok Aren usai menjabret tas pasangan suami-istri (pasutri) di Jalan Raya Bintaro Utama Sektor 3, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Minggu (17/9/2017) dini hari.

Saat itu, korban bernama Jamilah, 25 tahun, mengenakan tas selempang dan dibonceng oleh suaminya dengan sepeda motor, lalu didekati pengendara sepeda motor lain yang adalah komplotan penjambret. 

"Korban dipepet oleh pelaku yang berboncengan naik sepeda motor, lalu menarik tas selempang milik korban yang diselempangkan korban di pundaknya hingga terputus lalu pelaku pergi membawa tas korban," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Ahmad Alexander melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (19/9/2017) pagi.

AKP Ahmad menjelaskan, Jamilah saat itu langsung berteriak dan meminta bantuan warga sekitar. Warga bersama anggota Polsek Pondok Aren yang sedang patroli turut mengejar kedua pelaku hingga bisa diamankan di dekat Stasiun Pondok Ranji.

Bersamaan dengan penangkapan mereka, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu tas selempang milik korban yang berisi ponsel dan uang Rp 100.000. 

Keduanya dijerat dengan Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dengan Kekerasan, di mana ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

Polresta Depok Tangkap Pelaku Penipuan Modus Penyelenggara WO Murah

Kasat Reskrim Polresta Depok Komisaris Putu Kholis (kemeja putih) bersama dengan Galih Darma Dewangga (baju tahanan) saat berada di Mapolresta Depok, Senin (18/9/2017). Galih adalah pemilik Wedding Organizer Khalisha yang terlibat penipuan terhadap sejumlah calon pengantin di Depok.
Selasa, 19 September 2017 09:23 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Depok mengungkap adanya kasus dugaan penipuan yang dilakukan sebuah wedding organizer (WO) atau pihak yang membantu calon pengantin bikin rencana serta mengawasi pelaksanaan acara pernikahan. Dalam kasus itu, WO bernama Khalisa menawarkan penyelenggaraan pesta pernikahan yang murah kepada para konsumen.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Putu Kholis menjelaskan, WO itu sebenarnya menanggung kerugian saat memberikan harga murah ke konsumennya. Kerugian inilah yang kemudian ditutupi oleh dana dari konsumen baru.

"Pembayaran dari konsumen yang satu digunakan untuk menambal kekurangan penyelenggaran sebelumnya. Jadi ada yang sudah pernah dijalanin. Skemanya gali lubang tutup lubang," kata Kompol Putu di Mapolresta Depok, Senin (18/9/2017) kemarin.

Kompol Putu menyatakan, modus yang digunakan dalam kasus penipuan WO di Depok itu sangat mirip dengan kasus penipuan calon jemaah umrah yang dilakukan biro perjalanan First Travel.

"Korban ditawari paket harga murah dengan fasilitas banyak, termasuk bulan madu. Dari promo murah tersebut tersangka memperoleh beberapa pelanggan. Tapi oleh tersangka uangnya dibawa lari dan bukan digunakan untuk semestinya," ujar Kompol Putu.

WO Khalisha dimiliki Galih Darma Dewangga. Galih diciduk anggota Satreskrim Polresta Depok di rumahnya pada Sabtu lalu. Ada 10 calon pengantin yang sudah ditipu Galih. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk menyidiki kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Saat ditemui di Mapolresta Depok, Galih berdalih telah melakukan kesalahan analisa atas usaha yang dilakukannya. Menurut Galih, usaha WO yang dijalaninya sudah berjalan sejak tahun 2014. "Biar pelanggan tertarik, didiskon sekian puluh persen. Kemudian mereka bayar. Dua puluh lima persennya saya pakai untuk nutupin acara klien yang mau berjalan," ujar Galih.

Galih kini mendekam di sel tahanan Polresta Depok. Ia terancam dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP untuk kasus penipuan dan penggelapan dengan hukuman penjara lima tahun.

OB Sekolah Mutiara Hatiku Serpong Gasak Laptop, Ditangkap Polsek Serpong


Foto Ilustrasi

Selasa, 19 September 2017 08:33 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang Office Boy (OB) Sekolah Khusus Mutiara Hatiku berinisial GS, 26 tahun, warga Jurang Mangu Pondok Aren berhasil ditangkap petugas Polsek Serpong karena mencuri sejumlah peralatan elektronik sekolah tersebut yang terjadi pada Senin (11/9/2017) lalu. Awalnya, pelaku sempat mengaku kemalingan untuk mengelabuhi polisi.

Kejadian berawal saat Kepala Sekolah Khusus Mutiara Hatiku mendapat laporan dari karyawannya bagian OB Sekolah Khusus Mutiara Hatiku bahwa terjadi pencurian berupa 5 unit laptop, 1 unit infocus dan 1 buah kamera.

Sesaat mendapat laporan dari pihak Kepala Sekolah, Piket Reskrim Polsek Serpong dan Tim Vipers Polsek Serpong langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Sekolah Khusus Mutiara Hatiku bertempat di Rawa Buntu, Serpong.

Pelaku yang kesehariannya bekerja dan tinggal di sekolah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian dan mendapat kejanggalan dari keterangannya tersebut.

"Akhirnya kami periksa secara intensif dan terungkap bahwa pelaku lah yang melakukan pencurian atas barang-barang di dalam sekolah tersebut," kata Kapolsek Serpong Kompol Dedi Irawan.

Kini pelaku berhasil diamankan di Polsek Serpong untuk diproses lebih lanjut.

Peras Pemohon Izin Rp34 Juta, PNS Bekasi Kena OTT Polda Metro Jaya

Selasa, 19 September 2017 08:07 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Atap Terpadu (DPMPST) Kabupaten Bekasi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Senin (18/9/2017).

Pelaku AH, 42 tahun, ditangkap karena diduga melakukan pemerasan terhadap masyarakat. Dari tangan Abdul Hamid petugas mengamankan uang tunai sebesar Rp34 juta. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap AH di Polsek Cikarang Pusat.

"Pelaku masih diperiksa penyidik Submit V Korupsi di Polsek Cikarang Pusat dekat dengan Plaza Pemda Kabupaten Bekasi," ujar Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Ferdi Iriawan, Senin (18/9/2017), petang.

AKBP Ferdi mengatakan, kasus ini terungkap saat penyidik mendapat informasi dari masyarakat. Saat itu, AH diduga melakukan pemerasan dalam mengeluarkan surat keterangan perizinan, izin lokasi dan izin prinsip. Pelaku lalu meminta sejumlah uang kepada pelapor dengan dalih uang tersebut sebagai pelicin untuk mempercepat penerbitan izin.

Secara terpaksa, korban menuruti permintaan pelaku dengan menyiapkan uang tunai sebesar Rp 34 juta. Di sisi lain, korban melaporkan hal itu ke penyidik.

Dipantau dari kejauhan oleh penyidik, korban dan AH kemudian melakukan pertemuan di samping gedung DPMPST Kabupaten Bekasi. Saat uang Rp 34 juta yang disimpan di dalam kantong merah berpindah tangan, polisi langsung mengamankan tersangka beserta barang bukti.

"Selain mengamankan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 34 juta, satu bundel permohonan izin lokasi dari perusahaan korban dan ponsel pelaku," kata AKBP Ferdi.

Menurut AKBP Ferdi, polisi masih menggali keterangan pelaku guna mengungkap keterlibatan pegawai lainnya. Keterangan pelaku juga dibutuhkan untuk mengetahui sepak terjangnya dalam memeras masyarakat dalam permohonan berkas.

Akibat perbuatannya, pelaku bisa dijerat Pasal 12 huruf e UU RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI N 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

Tawuran, 15 Pelajar SMP Ditangkap Warga Pancoran Mas Depok

smp1_20170919_060615.jpg
Selasa, 19 September 2017 07:58 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sebanyak 15 pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari 3 SMP di Depok, yang tengah tawuran di Jalan Keadilan, RW 12, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok, berhasil ditangkap warga sekitar, pada Senin (18/9/2017) sore sekira pukul 17.00 WIB.

Aksi para pelajar sangat meresahkan dan membuat khawatir warga, yang akhirnya membekuk mereka. Dari tangan para pelajar diamankan pula sejumlah senjata tajam berupa celurit. Mereka kemudian digelandang ke Mapolsek Pancoran Mas untuk dibina dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Karena warga kesal dengan para pelajar SMP yang tawuran dan membahayakan warga, akhirnya warga berinisiatif secara beramai-ramai menangkap mereka," kata seorang warga Jalan Keadilan, Rangkapan Jaya Baru, Senin sore.

Kasubbag Humas Polresta Depok, AKP Sutrisno menuturkan dari pendataan petugas diketahui para pelajar yang tawuran dari 3 SMP di Depok. Yakni SMP Fajar Plus, SMP I Asslamah, MTS Al-Hidayah. "Mereka kami data dan kami bina untuk tidak mengulangi perbuatannya, dengan memanggil orangtua dan pihak sekolah," katanya.

Wanita Muda Tewas Mengenaskan, Diduga Jatuh dari Lantai 30 Apartemen Grand Lake Tanjung Priok

Mengerikan Suherman Terciprat Darah Wanita yang Terjun dari Lantai 30 Apartemen Grand Lake
Selasa, 19 September 2017 07:45 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang wanita muda ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di taman apartemen Grand Lake Jl.Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (18/9/2017) sore. Korban diduga jatuh dari lantai 30 apartemen tersebut.

Kapolsek Metro Tanjung Priok, Kompol Jimmy Martin mengatakan pihaknya menerima laporan sekira pukul 15.40 WIB bahwa ada seorang wanita muda tanpa identitas diduga jatuh dari lantai 30 apartemen.

"Dugaan sementara jatuh dari lantai apartemen," kata Kapolsek.

Berdasar keterangan saksi bernama Suherman, kata Kapolsek, ada seorang wanita jatuh di halaman apartemen tepatnya di taman bunga. Keadaan korban sungguh mengenaskan dengan kepala hancur, kaki kiri terbuka sobek lebar dan tulang tulang patah, satu tangan korban tidak ditemukan.

"Kemudian saksi berkoordinasi dengan pihak manajemen yang selanjutnya melakukan pendataan penghuni. sampai saat ini belum diketahui identitas korban mengingat wajahnya sudah tidak dapat dikenali," ujar Kapolsek.

Pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP untuk mengungkap identitas korban dan latar belakang kejadian tersebut.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa 19 September 2017

Selasa, 19 September 2017 07:44 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Selasa, 19 September 2017, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : LTC Glodok
3. Jakarta Selatan : STEKPI Kalibata
4. Jakarta Utara : Gapembri Kelapa Gading
5. Jakarta Timur : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB 
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

18 September 2017

Polres Metro Bekasi Tembak Kaki Perampok di Kawasan Industri

Kapolresta Metro Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra saat menanyakan kepada pelaku.(lina)
Senin, 18 September 2017 13:52 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Satreskrim Polres Metro Bekasi berhasil menangkap enam perampok spesialis di kawasan industri pabrik di Cikarang dan Cibitung, Senin (18/9/2017) dinihari. Lima dari enam tersangka dibedil kakinya karena melakukan perlawanan dan kerap beraksi kejam kepada korbannya.

Para pelaku yang dibedil kakinya, yaitu M alias J,35 tahun, J alias I, 30 tahun, MW alias B,40 tahun, E alias K,34 tahun, dan A alias G,29 tahun, sementara Aa alias A,27 tahun, tidak ditembak.

“Para pelaku ini sasarannya adalah kawasan industri. Yang diambil merupakan uang. Mereka telah melakukan pemetaan sebelumnya di saat dini hari,” kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra pada saat jumpa pers di Mapolres Metro Bekasi Senin (18/9/2017).

Dari pengakuannya, kata Kapolres, mereka telah dua kali melakukan perampokan di kawasan pabrik pada 17 Agustus 2017 di PT MM 2100 kantor pengelola kawasan industri MM 2100 Cibitung Kampung Mariuk Desa Ganda Sari dan pada 28 Agustus 2017 di PT ILJIN Indonesia.

Pelaku melancarkan aksinya mendatangi pabrik pada pukul 02.35 WIB dengan menodongkan senjatanya yaitu air softgun dan mengacungkan golok kepada pos security di PT ILJIN.

“Para pelaku menyekap dan melakban korban yaitu security dan staf pabrik dan menutup CCTV lalu mengambil uang tunai di brankas menggunakan linggis,” terang Kapolres.

Selain itu pelaku juga menggondol Laptop merk HP serta camera merk Canon IXUS 175. Hasil kejahatannya mereka gunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Pada kejadian di MM 2100 pelaku tidak berhasil menggondol barang karena mendapat perlawanan dari security.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito mengatakan pelaku berhasil dibekuk seminggu setelah kejadian yang ditangkap di berbagai yempat yaitu Bekasi, Bogor dan Kerawang. Dari pelaku ini mereka adalah pemain dari wilayah Bekasi dan Kerawang.

“Para pelaku juga ditangkap dikawasan yang berbeda seperti di Bekasi, Bogor dan Kerawang. Ada pelaku lain seperti K juga merupakan pemain lama yang juga sering beraksi di kawasan pabrik. Saat dilakukan penangkapan para tersangka membahayakan petugas terpaksa kita lumpuhkan kakinya,” kata AKBP Rizal.

Dari aksi para pelaku yang kerap menggunakan senjata mereka dikenai pasal 365 KUHP dengan kurungan penjara 12 tahun.

Polres Metro Tangerang Kota Amankan 10.000 Obat Keras Ilegal

Ribuan obat terlarang ditampilkan saat rilis pengungkapan kasus peredaran obat ilegal di Polres Metro Tangerang, Senin (18/9/2017). Obat-obatan itu didapat melalui sidak dalam rangka mencegah peredaran obat terlarang yang makin marak belakangan ini.
Senin, 18 September 2017 13:37 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Aparat Polres Metro Tangerang Kota, mengamankan sekira 10.000 obat-obatan golongan keras yang dalam beberapa bulan terakhir dijual bebas tanpa menggunakan resep maupun izin edar dari pihak berwenang. Temuan itu didapat saat polisi menerima informasi mengenai beberapa toko yang menjual obat-obatan tertentu tanpa izin sesuai ketentuan umum bidang farmasi.

"Ada sekitar 10.000 jenis obat yang tidak boleh diperjualbelikan secara bebas. Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Balai POM untuk menindaklanjuti hal tersebut. Satu (tersangka) pelaku sudah kami amankan dengan inisial LK, 21 tahun, beralamat di Cipondoh dan sehari-hari menjual obat," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan, saat ditemui di Mapolres Metro Tangerang Kota, Senin (18/9/2017).

Kapolres menjelaskan, dari informasi sementara yang dihimpun, LK menjual obat tersebut kepada sekelompok orang yang sudah biasa membeli darinya. Mereka di antaranya kelompok pengamen hingga anak di bawah umur. Harga obat yang dijual bervariasi dari Rp 10.000 sampai Rp 35.000 per paket.

"Ada yang baru buka dua bulan, ada yang sudah buka lima bulan. Kami sudah ke beberapa tempat seperti Cipondoh, Sepatan, dan Benda," kata Kapolres.

Sejumlah tempat yang kedapatan menjual obat keras dengan prosedur yang tidak seharusnya adalah toko obat dan toko kosmetik.

Kapolres mengungkapkan, pihaknya masih akan berkeliling melakukan penyisiran terhadap toko-toko yang tidak berizin untuk menekan peredaran obat keras yang rentan untuk disalahgunakan masyarakat. Dari kasus itu, barang bukti yang diamankan berupa 300 butir excimer, 6.000 butir tramadol polos, empat butir aprazolam 0,5 mg, tujuh butir aprazolam 1 mg, 10 butir valdimex 5 diazepam 5 mg, 160 butir trihexyphenidyl 2 mg.

Selain itu ada 10 butir actazolam 1 mg, dua butir clonazepam 2 mg, enam butir griseofulvin 500 mg, empat butir merlopam 2 lorazepam 2 mg, dan uang tunai Rp 1,5 juta hasil penjualan obat.

LK sendiri akan dijerat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 5 Kontainer Miras Ilegal


Senin, 18 September 2017 13:21 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas gabungan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan bersama Kementerian Perdagangan dan Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) sebanyak 5 kontainer. Kerugian negara akibat penyelundupan ini diperkirakan mencapai Rp 80 miliar.

Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengatakan pengungkapan 53.927 botol miras ilegal ini berkat kerja sama antara Kepolisian Polda Metro Jaya , Kementerian Perdagangan, dan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, terkait dengan program penertiban impor berisiko tinggi (PIBT).

Dalam aksinya, pelaku menggunakan modus pengangkutan miras ilegal antar pulau dan memberikan dokumen pengangkutan barang yang tidak sesuai dengan barang. Para pelaku mengelabui petugas dengan menyatakan bahwa barang yang diangkut adalah plastik yang kemudian ditutupi sampah.

"Ini berkat kesigapan penegak hukum dan dari informasi penting dari Kemendag, karena mereka tahu suplai dan demandnya," kata Heru di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/9/2017). Dua dari lima kontainer itu dicegah di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Kepulauan Riau oleh Beca Cukai Tanjung Pinang, pada 26 Agustus 2017.

Sementara tiga kontainer lainnya ditangkap di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Heru mengatakan kerugian negara 5 kontainer miras ini sebesar Rp 26,3 miliar, dan untuk kerugian dari sisi bea masuk, pajak impor, dan cukainya mencapai sekitar Rp 53,9 miliar.
Penyelundupan 5 kontainer miras ilegal digagalkan.
"Total nilai barang ini Rp 26,3 miliar ditambah Rp 53,9 miliar, jadi sekitar menjadi hampir Rp 80 miliar. Rp 80 miliar ini potensi yang hilang dari penerimaan negara, dan ini menjadi penyebab persaingan tidak sehat bagi importir yang mau impor secara ilegal," ujarnya.
Ribu Botol Miras Impor disita
Di tempat yang sama, Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan mengatakan pemerintah akan terus mengantisipasi modus-modus baru penyelundupan barang ke Indonesia. "Sekarang ditemukan oleh Polri modus baru, dalam menghindari mekanisme importasi langsung, menggunakan mekanisme antar pulau, dan ini tidak akan berhenti dan kami akan bertukar informasi akan lebih mentertibkan lagi terkait peredaran minuman alkohol," kata Oke Nurwan.

Polsek Sawangan Amankan Seorang Pencuri Sepeda Motor di Pondok Petir

Senin, 18 September 2017 11:59 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Polsek Sawangan Polresta Depok mengamankan seorang tersangka pencuri sepeda motor (curanmor) di kawasana Jalan Terusan Haji Nawi Malik, Pondok Petir, Bojong Sari, Depok, Senin (18/9/2017) dinihari. Tersangka yang diketahui bernama Apriadi, 22 tahun, itu ditangkap warga saat mencoba mengambil sepeda motor incarannya yang sebelumnya sudah ia tinggalkan.

Kapolsek Sawangan, AKP Suwardji mengatakan, kejadian bermula saat Apriadi dan seorang rekannya yang berinisial A mengincar sebuah sepeda motor Yamaha Mio B 6522 ZBJ yang diparkir di depan teras rumah warga setempat.

Saat beraksi, Apriadi bertugas sebagai eksekutor, sedangkan A mengawasi beberapa ratus meter dari lokasi kejadian. "Sepeda motor milik korban yang terpakir depan teras rumah diotak-atik oleh pelaku dengan kunci letter T. Tapi setelah kuncinya dibuka paksa, mesin motor tidak menyala," kata Kapolsek melalui laporan tertulisnya, Senin (18/9/2017) pagi.

 Lantaran mesin tidak mau menyala, Apriadi memutuskan untuk meninggalkan sepeda motor tersebut dan menghampiri A. Namun oleh A, Apriadi diminta untuk balik lagi ke lokasi dan mengambil sepeda motor incaran yang sudah ditinggalkannya itu.

"Pelaku disuruh balik lagi untuk mengambil motor tersebut dan akhirnya tertangkap saat salah seorang penghuni rumah meneriakinya," kata Kapolsek.

Saat Apriadi ditangkap warga, A langsung kabur. Ia kini berstatus buron. Dari pemeriksaan polisi, Apriadi dan A telah mencuri sepeda motor sebanyak 10 kali. Sasarannya adalah sepeda motor yang tengah terpakir di depan rumah saat malam hari.

Apriadi kini terancam dijerat dengan Pasal 53 jo 363 KUHP tentang percobaan pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Pohon Tumbang di Kebun Binatang Ragunan, 12 Orang Terluka

Senin, 18 September 2017 11:42 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Sebanyak 12 orang terluka akibat pohon tumbang di Taman Margasatwa Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dari jumlah korban tersebut, sebanyak tiga orang maish menjalani perawatan di RSUD Pasar Minggu, sedangkan sisanya telah diperbolehkan pulang.

Pohon tumbang ini terjadi pada Minggu, 17 September 2017 kemarin siang tepatnya di dekat kandang Macan.

Berdasarkan informasi dihimpun, sebatang pohon sengon ambruk menimpa sejumlah pengunjung TMR yang ada di sekitaran lokasi. Tumbangnya pohon tersebut terjadi pada Minggu siang dan dilaporkan ke polisi sore harinya.

Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kompol Harsono mengatakan, pohon itu tumbang secara mendadak dan mengenai sejumlah pengunjung di TMR. Saat kejadian, sejumlah pengunjung meminta tolong dan terdengar suara jatuhnya pohon.

"Ada sebanyak 12 orang mengalami luka ringan," ujar Kapolsek saat dikonfirmasi, Senin (18/9/2017).

Menurut Kapolsek, para korban pun langsung dievakuasi ke RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sedangkan pohon yang tumbang langsung dievakuasi agar tidak menggangu kenyamanan pengunjung. "Hingga kini tiga korban masih dirawat. Sisanya sudah pulang," katanya.

Berikut daftar nama korban pohon tumbang di TMR:
- M. Alfathih, 4 tahun.
- Heti Herawati, 39 tahun.
- Ernawati, 59 tahun
- Adrian Putra Wijaya, 4 tahun.
- Muhammad Ridho, 8 tahun, warga Bogor
- Deri Wiradinata, 2 tahun
- Aji Tobhias jefrico, 7 tahun.
- Jamillah, 29 tahun
- Alifia Dinara, 8 tahun.
- Asep Pratama, 36 tahun
- Kokom Komaria, 48 tahun
- Adyasta Prasraya, 4 tahun.

KRL Hantam Minibus di Perlintasan Stasiun Rajawali Jakarta Pusat


Senin, 18 September 2017 11;35 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satu mobil minibus rusak berat setelah ditabrak KRL di perlintasan di Stasiun Rajawali, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017) pagi. Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi pada pukul 05.35 WIB tersebut.

“KRL KA 1710 ditabrak mobil minibus di perlintasan Rajawali,” kata VP Komunikasi PT KAI Commuter Jabodetabek Eva Chairunisa, Senin (18/9/2017).

Akibat kecelakaan itu, kata Eva, perjalanan KRL sempat terganggu selama 30 menit. Setelah proses evakuasi terhadap mobil selesai, perjalanan KRL sudah normal kembali. “Dampaknya perjalanan KRL sempat tertahan sekitar 30 menit untuk proses evakuasi mobil setelah itu normal kembali,” katanya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian sudah menangani kecelakaan yang melibatkan minibus dengan nomor polisi B 31 IM dengan KRL.

Polres Metro Tangerang Kota Selidiki Wanita Ditemukan Tewas Diduga Dibunuh


Senin, 18 September 2017 08:05 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan menyebutkan Tim Identifikasi masih menyelidiki perkara penemuan seorang wanita yang tewas di Kelurahan Cipondoh, Cipondoh, Kota Tangerang yang diduga dibunuh, Minggu 17 September 2017 sore kemarin.

Saat ini, kata Kapolres, Harry Tim Identifikasi masih bekerja olah tempat kejadian perkara. Korban diduga pembunuhan itu dibawa ke RSUD Tangerang. "Petugas kami juga masih memburu pelaku," kata Kapolres.

Pada Minggu (17/9/2017) petang, seorang ibu rumah tangga bernama Fera Yusika Sumarno, 43 tahun ditemukan tewas di sebuah rumah kontrakan di RT 04/08 No 9, Kelurahan Cipondoh Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang.

Perempuan kelahiran Surabaya itu ditemukan sudah tak bernyawa oleh saksi Wanto dan Indrawati sekira pukul 17.30 WIB. "Awalnya suami korban mencari isterinya, di rumahnya tidak ada lalu meminta kepada saksi untuk mencari di rumah kontrakan karyawannya. Ternyata ditemukan sudah meninggal," kata Kapolres.

Korban ditemukan tak bernyawa dengan posisi terlentang di atas kasur dengan bersimbah darah. Kepolisian telah mengecek TKP dan memeriksa saksi-saksi di lokasi. "Kita masih selidiki kasusnya," jelas Kapolres.

Sering Konsumsi Ganja di Apartemen, Deddy Ditangkap Polres Metro Jakarta Utara


Senin, 18 September 2017 07:42 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Aparat Polres Metro Jakarta Utara membekuk Deddy STP, 37 tahun, di lingkungan salah satu apartemen di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (17/9/2017) dini hari. Di lokasi penangkapan pria asal Medan, Sumatera Utara itu, ditemukan empat bungkus berisi narkotika jenis ganja, yang disembunyikan di kolong jok mobilnya.

"Penangkapan pria yang juga warga Jati Cempaka, RT 02/01, Pondok Gede, Kota Bekasi ini, kami temukan di bawah jok mobilnya, satu plastik klip dan empat bungkus yang berisikan narkoba jenis ganja. Pria ini dibekuk tanpa perlawanan sama sekali," kata Kompol HM Sungkono, Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Utara.

Penangkapan berawal ketika Deddy tengah memarkirkan kendaraan roda empatnya di apartemen. Ia sempat masuk apartemen, lalu kembali lagi ke mobilnya dengan gelagat mencurigakan. "Kami memang mendapatkan laporan, perihal adanya pria yang kerap mengedar serta sering mengonsumi narkoba. Sesuai ciri yang sudah kami dapat, kami membuntutinya," imbuh Kompol Sungkono.

Aparat, lanjut Kompol Sungkono, langsung menggeledah dan menangkap Deddy. Ternyata, di bawah jok mobilnya ia menyembunyikan ganja.

"Ternyata,pria ini ingin pesta ganja seorang diri di apartemen itu," jelas Kompol Sungkono.

Polisi langsung membawa barang bukti satu klip kecil dan empat bungkus ganja yang disimpan di bawah jok mobil Deddy. Pria tersebut mengaku sering mengonsumi ganja tersebut seorang diri.

"Saat ini kami masih mencari tahu soal barang haram yang didapatkan pria itu. Kami menduga ada orang lain yang memberikannya ke pria tersebut. Namun, pengakuan pria ini, ia juga terkadang menjual ganja tersebut ke anak muda wilayah Jakarta Utara," papar Kompol Sungkono.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin 18 September 2017

Senin, 18 September 2017 07:26 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Senin, 18 September 2017, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : LTC Glodok
3. Jakarta Selatan : STEKPI Kalibata
4. Jakarta Utara : Gapembri Kelapa Gading
5. Jakarta Timur : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB 
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

Polres Metro Jakarta Timur Razia Obat Ilegal di 3 Pasar

Polisi Razia Obat Ilegal di 3 Pasar
Senin, 18 September 2017 07:07 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Untuk mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan obat terlarang, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Timur mengadakan operasi kepolisian di pasar-pasar. Alhasil, sebanyak 26.000 obat keras ilegal disita petugas terkait peredaran obat yang tidak memenuhi standar.

Dalam operasi tersebut setidaknya ada tiga lokasi yang menjadi sasaran Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Timur yaitu Pasar Kramat Jati, Pasar Rawa Bening, Pasar Pramuka.

"Operasi pasar ini berkaitan mengenai peredaran obat yang dilarang atau tidak memenuhi persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Andry Wibowo, Minggu (17/9/2017).

Tak hanya itu menurutnya sejumlah merek obat yang disita ternyata telah kadaluarsa. Di Pasar Kramat Jati, polisi menyita 112 item berbagai jenis dan merk obat yang sudah kadaluwarsa berjumlah 4.200 butir. Diantaranya 20 butir Heximer, 20 butir Alfrazolam,100 butir Clobazam, dan 30 butir Sanax.

Di Pasar Rawa Bening 200 item merek dan jenis obat yg telah kedaluarsa, dengan jumlah 5109 butir.

Sedangkan di Pasar Pramuka menyita sebanyak 16.000 butir obat dari berbagai jenis dan merek yang sudah kadaluarsa, diantaranya 90 butir Alprazolam, dan 52 butir Zaldiar yang mengandung Tramadol.

Dari penyitaan obat ilegal serta kadaluarsa, di tiga lokasi tersebut, polisi juga mengamankan 12 orang pedagang untuk dimintai keterangannya.

"Hingga saat ini dari hasil operasi tersebut untuk PCC dan KARISOPRODOL sampai saat ini belum ditemukan di wilayah Jakarta Timur," kata Kapolres.

Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Pornografi Anak Lewat Medsos

Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Jayamerta (Foto: Okezone)
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan Jayamarta

Senin, 18 September 2017 06:56 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Satgas Khusus Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya meringkus tiga pelaku penyebaran gambar dan video pornografi dengan objek anak melalui media sosial. Dalam video maupun gambar itu ditampilkan, hubungan seksual antara laki-laki dengan anak laki-laki di bawah umur.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan Jayamarta mengungkapkan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi Federal Bureau of Investigation (FBI) yang menyebut ada peredaran video dan gambar seksual anak di media sosial lainnya.

"Kita akan terus berupaya mengembangkan kasus ini, melakukan join investigasi dengan FBI juga," ucap Dir Reskrimsus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (17/9/2017).

Masing-masing tersangka adalah berinisial Y, 19 tahun, dibekuk polisi pada 5 September 2017 di kediamannya, Purworejo, Jawa Tengah. Dia merupakan admin dari akun Twitter @VGKSale dan grup Telegram 'VGK Premium'. Dia juga member grup Whatsapp 'Anak Indonesia'.

Kemudian berinisial H alias Uher, 30 tahun, ditangkap pada Kamis 7 September 2017 di Garut, Jawa Barat. Dia berperan sebagai penyedia VGK melalui akun Twitter @NeoHermawan2 dan @febrifebri745.

"Kita juga dapati masing-masing pelaku punya followers yang banyak, lebih dari 1.000 orang. Artinya jika ada satu informasi VGK, maka akan tersebar ke seribu orang," ujar dia.

Pada hari yang sama, tersangka I, 21 thun, diciduk polisi di Bogor, Jawa Barat. Dia menggunakan akun Twitter @FreeVGK69 dan blog pribadi freevgk.blogspot.co.id sebagai wadah sesama penikmat konten menyimpang itu.

Atas perbuatannya itu para pelaku dijerat Pasal berlapis berlapis, yakni Pasal 27 ayat (1) UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 29 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Polisi juga menjerat pelaku dengan Pasal 4 ayat (2) UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 30 uu RI Nmor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

15 September 2017

Buruh Bawa Sabu di Depan Kampus UI Ditangkap Polsek Beji

Kapolsek Beji Kompol Yenny didampingi Kanit Reskrim menyita dua klip plastik bening sabu. (angga)
Jumat, 15 September 2017 13:13 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang buruh asal Jakarta dibekuk anggota buser Polsek Beji lantaran tertangkap membawa belasan gram narkotika jenis sabu di depan Gedung Art Center, Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jumat (15/9/2017) siang.

Pelaku S alias Tom,47 tahun, ditangkap anggota buser Polsek Beji dipimpin Kanit Reskrim Polsek Beji, Iptu Sutyasno saat sedang melakukam observasi wilayah. 

Petugas curiga dengan gerak-gerik pelaku depan Gedung Art Center UI, petugas mencoba mendekati pelaku tiba-tiba Tom membuang bungkus rokok ke dalam selokan. Setelah petugas meminta pelaku mengambil bungkus rokok tersebut setelah dibuka isinya ada dua plastik klip berisi bubuk kristal diduga sabu.

“Pelaku tidak bisa mengelah setelah membuka bungkus rokok isinya ternyata ada dua plastik klip isi sabu. Sama anggota langsung diamankan barang bukti diduga sabu sama pelaku ke Polsek Beji untuk penyelidikan lebih lanjut,”ujar Kapolsek Beji Kompol Yenny Anggreni Sihombing, kepada wartawan.

Kapolsek mengatakan, plastik klip bening itu berisi serbuk kristal diduga sabu berat bruto 17,44 gram atau setara senilai Rp. 25 juta disita petugas dari tangan pelaku rencana akan diedarkan kembali.

“Hasil keterangan pelaku berencana menjual sabu ukuran paket hemat seharga Rp.400 ribu. Pelaku memperoleh sabu dari kenalan berinisial S dari Jakarta,”katanya.

Pelaku juga mengaku baru sekali mengedarkan. “Keuntungan digunakam untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,”tambahnya.

“Mempertanggung jawabkan perbuatan pelaku dikenakan Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 UU RI No.35 Tahun 2009 tentg Narkotika ancaman pidana diatas 10 tahun.” kata Kapolsek.

Petugas PPSU Temukan Mayat Bayi di Kali Ciliwung Kwitang

Jumat, 15 September 2017 13:01 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Warga sekitar Kali Ciliwung, Kwitang, Jakarta Pusat digegerkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki pada Jumat (15/9/2017) pagi.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno mengatakan, saat itu salah satu petugas PPSU bernama Tambun, 45 tahun, sedang bekerja membersihkan kali Ciliwung.

"Jadi petugas PPSU itu menemukan jasad bayi yang sempat dikira boneka. Begitu dilihat benar bahwa itu mayat bayi jenis kelamin laki-laki di dekat tumpukan sampah," kata Kompol Suyatno kepada wartawan, Jumat (15/9/2017).

 Usai menemukan jasad tersebut, Tambun dibantu sopir Bajaj bernama Ujang, 28 tahun, mencoba mengangkat mayat bayi itu. "Setelah itu saksi melaporkan kepada Binmas Kwitang Aiptu Adrian," katanya.

Jasad bayi yang tak berdosa itu dibawa ke RSCM untuk diautopsi. Sementara itu petugas kepolisian terus mencari tahu siapa pelaku yang menyebabkan bayi tersebut masuk ke dalam kali.

Pembacok Isteri dan Anak Perempuan di Ciledug Ditangkap, Motif Cemburu

Agung, tersangka pembacok istri dan anak (foto: Chyntia/Okezone)
Jumat, 15 September 2017 07:35 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polres Metro Tangerang Kota berhasil membekuk pelaku pembacokan terhadap istrinya Sumilih, 40 tahun dan anak perempuannya Rosmani, 17 tahun, di Jalan Raden Fatah Gang H. Hasyim RT 03/06, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug , Kota Tangerang. Dari pengakuan tersangka bernama Gede, 40 tahun, penganiayaan yang dilakukannya dilatari oleh rasa cemburu.

"Motif masih didalami, tapi dari keterangan pelaku ia cemburu mengetahui istrinya selingkuh," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan di Mapolres Metro Tangerang Kota, Kamis (14/9/2017).

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa dirinya memang sering kali cekcok mulut dengan sang istri. Puncaknya, pada Rabu (13/9/2017) malam, pelaku dan sang istri bertengkar hebat.

Keesokan harinya, pelaku sempat pergi meninggalkan rumah. Pelaku pun kembali ke rumah sekira pukul 09.00 WIB dengan membawa golok dan langsung membacok istrinya secara membabi buta tanpa ampun.

"Pelaku tidak merasa menyesal, hanya bilang sudah khilaf akibat adanya rasa kecemburuan diantara keluarga," tutur Kapolres.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 Ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sebagaimana diketahui, Gede melakukan penganiayaan terhadap istri dan anaknya pada Kamis 14 September 2017 sekira pukul 09.00 WIB. Akibatnya, sang istri, Sumilih mengalami luka parah di bagian kepala, bahu, tangan, dan kaki. Sementara anaknya, Rosmani mengalami luka ringan berupa sabetan golok di tangan kanannya lantaran mencoba menolong sang ibu.

Hingga kini, Sumilih masih menjalani perawatan di RS Bhakti Asih. Rencananya, Sumilih akan dirujuk menuju rumah sakit besar di Tangerang guna mendapatkan perawatan lebih intensif dalam proses pemulihan.

Aparat Bandara Soekarno Hatta Gagalkan Penyelundupan Narkoba Bermodus Buku Cerita Anak

Jumat, 15 September 2017 07:23 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berbagai modus penyelundupan narkotika yang dilakukan oleh para bandar narkoba. Bahkan mereka mencoba menyelundupkan barang haram tersebut ke dalam buku cerita anak.

Upaya itu terendus oleh petugas Bea Cukai dan Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Petugas pun berhasil menggagalkan aksi penyelundupan narkoba dengan modus baru ini.

"Pengungkapan modus tersebut bermula dari kecurigaan petugas terhadap sebuah paket kiriman yang dilaporkan berupa buku cerita anak di perusahaan jasa titipan pada pekan kemarin," ujar Kepala Bidang Penindakan dan Penyelidikan Bea Cukai Bandara Soetta, Hengky Aritonang pada Kamis (14/9/2017).

Ia menjelaskan karena mencurigakan pihaknya kemudian melakukan pemeriksaan mendalam terhadap paket tersebut. Dan benar saja ditemukan narkotika jenis methamphetamine atau shabu seberat 160 gram disembunyikan di balik sampul buku cerita anak itu.

"Lalu kami berkoordinasi dengan Polresta Bandara Soetta dan selanjutnya melakukan controled delivery untuk pengembangan kasus. Dari hasil pengembangan, petugas gabungan mengamankan seorang pria berinisial AYS," ucapnya.

Tersangka selaku penerima barang selanjutnya dibekuk oleh tim gabungan saat serah terima paket yang dilakukan di kawasan Jakarta Timur. Pelaku dan barang bukti kemudian dibawa oleh petugas menuju Mapolresta Bandara Soetta untuk dilakukan proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Atas perbuatannya itu tersangka dijerat sesuai dengan Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2 Juncto Pasal 132 Ayat 1, UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Tim Jaguar Polresta Depok Gerebek Dua Gudang Miras, Lima Ribuan Botol Miras Disita

Dua Gudang Miras di Depok Digrebek Tim Jaguar, Lima Ribuan Botol Miras Disita
Jumat, 15 September 2017 07:14 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim Penjaga Gangguan dan Anti Kerusuhan (Jaguar) Polres Kota Depok menggerebek dua gudang minuman keras di Kota Depok. Kedua gudang yang digerebek pada Kamis (14/9/2017) itu terletak di Jalan Ridwan Rais dan Jalan Asmasi di kawasan Beji, Depok.

Sedikitnya lima ribuan botol miras disita petugas dari dari dua lokasi penyimpanan miras pabrikan tersebut. Jenis miras yang disita mulai dari bir hingga anggur.

Komandan Tim Jaguar Polresta Depok, Iptu Winam Agus, menuturkan penggerebekan dilakukan berdasarkan hasil laporan masyarakat melalui aplikasi Halo Polisi dan Panic Button. Iptu Winam memastikan gudang miras di dua lokasi itu adalah ilegal.
Para personel Tim Juguar Kepolisian Resor Kota Depok, Kamis (14/9/2017) sore hingga malam melakukan operasi penggrebekan dua gudang miras ilegal di Beji, Depok.
"Kami amankan sekitar lima ribu lebih botol miras pabrikan ilegal, dari dua lokasi gudang yang ada di Beji, Depok. Diperkirakan miras di gudang ini bukan hanya disalurkan di Depok saja tetapi juga Jabodetabek," kata Iptu Winam.

Selain mengamankan ribuaan botol miras, kata Iptu Winam, polisi juga mengamankan dua pemilik dan pengelola gudang.

Menurut Iptu Winam, mereka akan diserahkan ke Satuan Narkoba Polresta Depok dan dikenai tindak pidana ringan (tipiring) karena memiliki dan memperdagangkan miras secara ilegal. Hal itu, tambahnya, melanggar Perda Kota Depok tentang pengendalian miras.

"Kami terus mengharapkan peran serta masyarakat dalam memberantas miras dengan laporan seperti berlanjut dengan penggerebekan gudang miras ini," kata Iptu Winam. Alasannya, katanya, banyak tindak pidana kejahatan jalanan serta tawuran di Depok terpicu karena pelakunya mengonsumsi miras. "Pemberantasan miras dapat menekan aksi kejahatan jalanan di Depok," kata Iptu Wimam.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat 15 September 2017

Jumat, 15 September 2017 07:10 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Jumat, 15 September 2017, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : LTC Glodok
3. Jakarta Selatan : Trans TV Mampang
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB 
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

14 September 2017

Polres Metro Tangerang Kota Kejar Gede karena Bacok Istri dan Anak Perempuannya di Ciledug


Kamis, 14 September 2017 15:02 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petuas Polres Metro Tangerang Kota sedang mengejar seorang pria bernama Gede, 40 tahun, usai dilaporkan membacok istri dan anak perempuannya, Sumili, 40 tahun dan Rosmina, 17 tahun, di rumahnya, Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (14/9/2017) pagi sekira pukul 09.00 WIB.

Sumili dan anaknya terluka parah di beberapa bagian dan masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Bakti Asih.

"Pelakunya suami korban yang sekarang masih dalam pencarian anggota kami karena kabur. Pelaku menyerang korban pakai golok," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan, saat dihubungi pewarta, Kamis (14/9/2017) siang.

Kapolres menceritakan, berdasarkan keterangan Rosmina yang menyaksikan kejadian tersebut, awalnya Gede tiba di rumah setelah sekian lama tidak pulang. Tanpa berkata-kata, Gede langsung menghampiri Sumili dan membacoknya dengan golok yang dia bawa.

"Korban Sumili menderita luka di banyak tempat dan mengalami pendarahan serius, tapi tidak kritis, sedangkan korban Rosmina juga terluka di tangan dan kakinya, mereka berdua dalam kondisi sadar," ujar Kapolres.

Menurut Kapolres, pihaknya masih mendalami motif penyerangan tersebut dan melakukan olah tempat terjadinya perkara, di mana kondisinya banyak darah tercecer di lantai hingga ke halaman rumah.

Janjikan Melihat 'Alam Surga', Pria Beristri Cabuli Gadis Berumur 16 Tahun

Pemerkosaan
Foto Ilustrasi

Kamis, 14 September 2017 13;43 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Petugas Polsek Metro Pancoran meringkus seorang pria yang sudah beristri setelah mencabuli gadis dibawah umur di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017). Pria berinisial A, 48 tahun, memperdaya korban berisial AF, 16 tahun, dengan menjanjikan jalan-jalan dan melihat alam surga.

Kapolsek Metro Pancoran, Kompol M Hari Agung Julianto menyatakan, aksi A dilakukan dengan memperdaya korban saat pertemuan mereka pada Kamis (31/8/2017) lalu. Saat itu, kata Kompol Hari, kepada korban berisinial AF, 16 tahun, pelaku menjanjikan jalan-jalan dan melihat alam surga.

"Pelaku bilang ke korban katanya dijanjikan ke alam surga. Kami masih dalami lagi statement soal itu," kata Kompol Hari, Kamis (14/9/2017).

Kalimat ajakan menuju 'alam surga' masih menjadi pernyataan. Bisa jadi 'surga' yang dimaksud pelaku hanya sebagai kalimat kiasan untuk menjalankan modusnya mencabuli korban.

Korban saat itu diajak jalan-jalan oleh pelaku menggunakan sepeda motor. Namun, ternyata pelaku membawa korban ke Hotel MVN di Duren Tiga. Di sanalah pelaku melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban.

Korban yang selama beberapa waktu memendam rasa takut dan trauma, akhirnya melaporkan hal yang menimpanya ke Mapolsek Metro Pancoran. Saat membuat laporan, ia juga bilang bahwa pelaku masih berada di Mushala Al Anwar, Mampang Prapatan.

"Begitu mengetahui informasi itu, tim kami bergerak cepat ke lokasi dan menemukan pelaku sedang istirahat di musala itu," jelas Kompol Hari.

Pelaku kemudian digelandang petugas ke Polsek Pancoran, guna penyidikan lebih lanjut. Berdasarkan keterangan pelaku, tutur Kompol Hari, motif tindakan asusila itu karena pelaku tidak bisa melampiaskan hasrat biologisnya kepada istri di rumah.

Pelaku saat ini mendekam di tahanan Mapolsek Pancoran. Ia dikenakan pasal 81 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo 287 ayat (1) KUHP.

Ribuan Botol Miras dan Narkoba Dimusnahkan di Kota Bekasi

Suasana pemusnahan minuman keras dan narkotik di Plaza Pemkot Bekasi. (saban)
Kamis, 14 September 2017 11:03 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Aparat Muspida Kota Bekasi memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) dan sejumlah narkoba di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (14/9/2017) pagi.

Pemusnahan dipimpin Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu dan dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi Didik Suhardi, Kasat Reserse Narkoba Polrestro Bekasi Kota, Kompol Ujang Rohanda dan Komandan Dandim 0507/Bekasi, Letkol Inf. Wawan Kusnendar.

Ahmad Syaikhu mengatakan, pemusnahan barang haram ini menunjukkan komitmen unsur muspida dalam memerangi narkoba dan penyakit masyarakat yang menjual minuman beralkohol. “Narkoba dan minuman beralkohol merupakan ancaman dan musuh bersama pemerintah dan masyarakat. Untuk itu perlu kita perangi persoalan tersebut,” ujar Syaikhu.

Ada 3.036 botol miras; 8,8 kilogram ganja, empat butir pil ekstasi; 391,8 gram sabu dan 219 butir pil ekstasi serta ratusan ratusan bungkus obat kadaluarsa yang dimusnakan petugas. Seluruh perkaranya sudah selesai di Pengadilan Negeri Bekasi. Sementara para tersangka, telah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Syaikhu menambahkan, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya dalam memerangi persoalan tersebut. Salah satunya menggiatkan sosialisasi tentang bahaya narkoba di elemen masyarakat dan pelajar di sejumlah sekolah setempat. Bahkan aparat Satpol PP Kota Bekasi kerap merazia sejumlah tempat yang dianggap mengedarkan minuman beralkohol.

Syaikhu mengimbau, kepada Satuan Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Bekasi agar bersama-sama melakukan pengawasan peredaran miras di wilayah setempat. Dia juga meminta agar pelaku usaha dan masyarakat untuk mematuhi aturan yang berlaku.

“Diharapkan pemusnahan barang bukti minuman keras ini dapat memberikan teguran keras bagi penjual yang tidak mematuhi,” ujar Syaikhu.

Kasat Serse Narkoba Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ujang Rohanda menambahkan, pihaknya terus melakukan pengawasan dengan menyebar anggota di titik-titik yang berpotensi adanya peredaran narkoba. Namun Ujang enggan membeberkan titik itu dengan alasan untuk kepentingan pengungkapan kasus.

“Ada beberapa titik yang rutin diawasi anggota Polres dan Polsek. Kita sudah ketahui bersama bahwa pemerintah memerangi narkoba,” kata Kompol Ujang.

Politisi Golkar Kedapatan "Nyabu" Ditangkap Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono
Kamis, 14 September 2017 10:45 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Seorang politisi dari Partai Golkar berinisial IJP ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di sebuah tempat karaoke di Taman Sari, Jakarta Barat. IJP ditangkap bersama dua rekannya RF dan MIJ.

Penangkapan terjadi pada Rabu (13/9/2017) malam kemarin. Polisi menyita satu set bong dan cangkong bekas pakai serta satu plastik kosong diduga bekas tempat menyimpan narkoba.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan peristiwa penangkapan IJP dan dua rekannya, Kamis (14/9/2017).

Kabid Humas mengatakan tidak ada barang bukti narkoba yang ditemukan aparat di lokasi penangkapan namun tersangka terbukti positif menggunakan narkoba. Saat ini jenis yang diduga dikonsumsi ketiganya sedang didalami oleh penyidik.

"Barang bukti narkobanya kan tidak ditemukan. Jadi sekarang penyidik sedang mendalami," kata Kabid Humas.

Empat Bulan Diburu, Gembong Pembobol Sekolah Internasional Diringkus Polsek Tangerang Kota

Pembobol Sekolah Diringkus
Kamis, 14 September 2017 09:29 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Setelah buron selama 4 bulan, seorang gembong komplotan pencurian spesialis sekolahan akhirnya diringkus tim buser Polsek Tangerang Kota. Tersangka bernama Dadan, 34 tahun, terpaksa dihadiahi timah panas di kakinya lantaran berusaha kabur saat diminta menunjukkan barang bukti hasil kejahatannya.

Kapolsek Tangerang Kota, Kompol Ewo Sawono mengatakan pelaku  ditangkap di tempat persembunyiannya di Kampung Cimahpar, Bogor, Jawa Barat. “Tersangka ini beraksi pada 13 Maret 2017 kemarin bersama Andi dan Abdulrahman. Namun keduanya telah lebih dulu kami amankan,” ungkap Kapolsek, Kamis (14/9/2017) pagi.

Kapolsek menjelaskan, komplotan Dadan Cs melakukan aksi jahatnya di Sekolah Internasional Harapan Bangsa di kawasan Perumahan Modernland. Mereka membawa kabur sejumlah laptop, uang tunai, dan perhiasan di ruang staf. “Pelapor mengalami kerugian ratusan juta rupiah atas kejadian itu,” ucap Kapolsek.

Kapolsek menerangkan, pihaknya meringkus Dadan pada Sabtu 9 September kemarin setelah mengendus keberadaan sang gembong. Sebelum diringkus, Dadan diketahui melarikan diri ke kampung halamannya di ambon, Maluku. “Tersangka diketahui pulang ke rumah istrinya di Bogor. Informasi itu langsung ditindak lanjuti tim buser, dengan kembali melakukan pengejaran, “imbuh Kapolsek.

Dari tangan tersangka, lanjut Kapolsek, pihaknya mengamankan barang bukti berupa 3 buah Handphone dan sejumlah barang elektronik. Dadan kini mendekam di sel tahanan Polsek Tangerang Kota, ia akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Tim Tiger Alpha Polres Metro Jakarta Utara Ringkus Enam Remaja Mabuk Obat Tramadol di Gerbang Utama Ancol

Jajaran Tim Tiger Alpha Polres Metro Jakarta Utara, membekuk enam pemuda yang sedang asik nongkrong di Gerbang Utama di Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, pada Rabu (13/9/2017) dini hari.
Kamis, 14 September 2017 07:45 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim Tiger Alpha Polres Metro Jakarta Utara, membekuk enam pemuda yang sedang asik nongkrong di Gerbang Utama di Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, pada Rabu (13/9/2017) dini hari. Keenam pemuda itu, ditangkap di lokasi dalam kondisi mabuk obat penghilang rasa nyeri atau disebut tramadol.

"Kami mendapatkan laporan, apabila sekitaran area Gerbang Utama Ancol ditemukan banyak pemuda yang meresahkan beberapa pengunjung Ancol," papar Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Utara, Kompol HM Sungkono.
Jajaran Tim Tiger Alpha Polres Metro Jakarta Utara, membekuk enam pemuda yang sedang asik nongkrong di Gerbang Utama di Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, pada Rabu (13/9/2017) dini hari.
Tim Tiger Alpha langsung menyambangi lokasi yang dimaksud dan mendapat enam pemuda yang nongkrong sibuk tenggak obat penghilang rasa nyeri atau tramadol. "Kala ditangkap, kami temukan delapan butir obat itu di kantung celana mereka," kata Kompol Sungkono.

Dikatakan Kompol Sungkono, penangkapan berawal ketika personel Tim Tiger Alpha mendapatkan laporan warga, terkait sekelompok pemuda tanggung sedang nongkrong ramai-ramai di Gerbang Ancol.

Kala disatroni ke lokasi, kata Kompol Sungkono, sejumlah pemuda tersebut sempat lari terbirit-birit.

"Tim Tiger Alpha saat itu memeriksa tiga unit sepeda motor yang dibawa oleh para pemuda tersebut," lanjut Kompol Sungkono.

Ketiga motor itu sama sekali tak ada surat-suratnya alias bodong. Maka dari itu, Tim Tiger Alpha langsung membawa motor-motor jenis matik dan bebek itu ke kantor polisi. Lalu, kembali anggota melakukan penggeledahan di saku celana para pemuda ini, dan ternyata ditemukan delapan butir obat tramadol.
Jajaran Tim Tiger Alpha Polres Metro Jakarta Utara, membekuk enam pemuda yang sedang asik nongkrong di Gerbang Utama di Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, pada Rabu (13/9/2017) dini hari.
Mereka adalah Pr,21 tahun, Um 22 tahun, Sa, 20 tahun, Feb 19 tahun, TS ,21 tahun dan AW 21 tahun.

“Mereka ini mengaku membeli tramadol tersebut dari toko obat di kawasan Pademangan,” ujar Kompol Sungkono.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono, menyanyangkan kepada orangtua bersangkutan yang membiarkan para anak-anaknya berkeliaran di tengah malam. Kapolres menghimbau, para orangtua untuk tak luput dari pengawasan.

"Para pemuda itu telah berada di Polres Metro Jakarta Utara mempertanggungjawabkan atas perbuatan mereka," papar Kapolres.

Mereka membawa motor yang tak dilengkapi surat-surat, bahkan Tim Tiger Alpha juga mendapati mereka dalam kondisi mabuk obat jenis penghilang rasa nyeri atau tramadol hydrochloride. Apabila, mereka tenggak obat itu kebanyakan, dipastikan bisa pusing kepala, lelah, mengantuk atau dapat mengalami syok atau kejang-kejang. Diharapkan, para orangtua untuk tidak luput dari pengawasan ke anaknya untuk tidak keluar pada malam hari.

Lokasi Layanan Mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis 14 September 2017

Kamis, 14 September 2017 07:32 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Berikut lokasi layanan mobil SIM Keliling Wilayah DKI Jakarta, Kamis, 14 September 2017, terdapat di beberapa lokasi sebagai berikut:

1. Jakarta Pusat: Kantor Pos Pasar Baru
2. Jakarta Barat : LTC Glodok
3. Jakarta Selatan : STEKPI Kalibata
4. Jakarta Utara : Pasar Pagi Mangga Dua
5. Jakarta Timur : Dealer Honda Jl. Dewi Sartika

- Jam operasional: 07:00 s/d 14:00 WIB 
- SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A & SIM C. SIM habis masa berlakunya walaupun 1 hari tidak dapat diperpanjangg, SIM dapat diberlakukan kembali dengan proses penerbitan SIM baru sesuai dengan golongan SIM.

13 September 2017

Tim Tiger Alpha Polres Metro Jakarta Utara Gerebek Praktik Judi di Muara Baru

Polisi Gerebek Praktik Judi di Muara Baru
Rabu, 13 September 2017 14:40 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim Tiger Alpha Polres Metro Jakarta Utara membongkar kegiatan warga yang melakukan praktik judi di sekitar Kawasan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (13/9/2017) dinihari sekira pukul 01.20 WIB. Dari lokasi, petugas membekuk pelaku sebanyak enam orang, diantaranya sopir truk, pedagang ikan, hingga buruh pengangkut ikan di wilayah Pelabuhan Muara Baru.

Diketahui, pada praktik judi tersebut dikenal warga sekitar sudah lama dilakukan oleh para pelaku sehingga membuat warga resah. "Beberapa warga menyebut, enam pelaku yang berjudi di sekitaran Muara Baru ini, juga sering berbuat onar karena mabuk-mabukkan. Malah, sering ada keributan di sekitar wilayah itu. Jadi Tim Tiger Alpha dinihari tadi, berhasil tangkap enam pelaku judi remi di Kawasan Muara Baru tersebut," papar Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Utara, Kompol HM Sungkono, Rabu (13/9/2017) siang.

Dikatakan Kompol Sungkono, berawal ketika Tim Tiger Alpha melakukan obsrervasi di wilayah itu dan juga mendapatkan laporan terkait adanya para pedagang, sopir dan buruh ikan melaksanakan praktik judi. Ketika menyambangi ke wilayah dimaksud, Tim Tiger Alpha mengendap memasuki wilayah itu. Kemudian, tanpa para pelaku judi sadari ketika itu, Tim Alpha langsung menggerebek sebuah tenda yang dimana para pelaku judi ini sedang asik bermain judi rumi dengan hamparan uang taruhan.

"Maka, barang bukti berupa uang nominal Rp 250 ribu dengan lima pack kartu remi tersebut, langsung diamankan Tim Tiger Alpha. Saat itu, petugas juga mengamankan enam orang yang bermain judi di lokasi itu. Sebagian pemain di lokasi ada yang mabuk berat. Maka, langsung diamankan dan dibawa ke Polrestro Jakut kala itu," tambah Kompol Sungkono.

Para pelaku judi, yang ditangkap di antaranya :
1) Muh, 53 tahun, sopir, warga di Kawasan Pademangan Timur, Jakarta Utara.
2) Lan, 52 tahun, sopir, warga Kampung Luar Batang, Penjaringan.
3) Roh, 53 tahun, sopir, warga Muara Baru, Penjaringan.
4) Ng, 60 tahun, sopir, warga Muara Baru, Penjaringan.
5) Raj, 48 tahun, buruh, warga di Muara Baru.
6) HA, 59 tahun, Pedagang, warga Kawasan Pelelangan Ikan Muara Baru.

Kompol Sungkono berharap agar warga untuk tetap melaporkan ke pihak Kepolisian, apabila menemukan sebuah kegiatan yang terdapat pelanggaran hukum, di wilayah Jakarta Utara.

Melawan, Seorang Pembunuh Pasutri Tewas Ditembak


Rabu, 13 September 2017 14:15 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Pelaku Pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) Husni Zakaria dan Zakiyah Masrur berhasil dibekuk petugas gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polda Jateng. Satu dari tiga pelaku terpaksa ditembak polisi karena berusaha kabur saat pengembangan.

Pelaku pembunuh pasutri tersebut diketahui berjumlah 3 orang. Dari ketiga pelaku, Ahmad Zulkifli terpaksa ditembak mati karena berusaha kabur dan melawan petugas.

Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Antonius Agus mengatakan ketiga tersangka ditangkap pada Selasa 12 September 2017 di sebuah hotel di Grobogan Jawa Tengah.

"Saat ditangkapdan diminta untuk menujukan lokasi penadahnya di Kudus, AZ berusaha melawan dan terpaksa dilakukan tindakan secara terukur berupa penembakan yang mengakibatkan tersangka meninggal dunia," katanya saat konferensi pers di RS Bhayangkara Semarang, Rabu (13/9/2017).

Sementara itu, dua pelaku lain yakni EK, 33 tahun, warga Ciamis dan ST, 46 tahun, warga Grobogan Jawa Tengah masih dimintai keterangan.

"Tersangka AZ, yang tewas tertembak ini mantan sopir korban yang bekerja 20 tahun. Tersangka ST ini pekerja garmen di pabrik korban selama 20 tahun dan E pernah menjadi karyawan korban. Ini termasuk sadis, tega, sudah ikut dengan korban puluhan tahun," kata AKBP Antonius Agus.

Husni Zakaria dan Zakiyah Husni Masrur, yang merupakan pengusaha garmen dirampok di rumahnya, di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Minggu (10/9/2017). Mereka kemudian dibawa pergi menggunakan mobil. Emas hingga brankas juga dibawa kabur. Mayat keduanya ditemukan di Sungai Klawing, Purbalingga pada Senin (11/9/2017) dalam keadaan terbungkus bedcover.

Tiga Pembunuh Pasutri Ditangkap di Grobogan Jawa Tengah

Foto Husni Zarkasih beserta istrinya, Zakiya Husni. Pasangan suami istri ini diduga dibunuh di rumahnya di Bendungan Hilir dan dibuang di Purbalingga, Jawa Tengah. Sumber: Istimewa
Rabu, 13 September 2017 10:53 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polda Jawa Tengah berhasil menangkap pelaku perampokan disertai pebunuhan terhadap pasangan suami istri (pasutri) Husni Zakaria dan Zakiah Husni Masrur.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, pelaku berjumlah tiga orang ditangkap di Jawa Tengah.

“Betul (sudah ditangkap), pelakunya tiga orang, ditangkap di Grobogan Jawa Tengah,” kata Kombes Nico kepada wartawan, Rabu, (13/9/2017).

Meski begitu Kombes Nico masih enggan membeberkan lebih jauh baik proses penangkapan, identitas maupun peran para pelaku. “Ke Humas aja,” katanya singkat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwuno, yang dikonfirmasi wartawan mengatakan tiga orang pembunuh pasutri yang ditemukan tewas dalam bedcover, ditangkap di sebuah hotel di Grobogan, Jawa Tengah. Mereka ditangkap saat sedang foya-foya.

"Dia ditangkap di sebuah hotel di Grobogan, sedang foya-foya, karaoke," kata Kabid Humas.

Pelaku ditangkap pada Selasa (12/9/2017) malam. Tiga pelaku itu berinsial AZ, EK, dan SU.

"Sekarang masih di Semarang," ujar Kabid Humas.

Sebelumnya, sepasang suami istri, Husni Zarkasih dan Zakiya Husni Masrur ditemukan tidak bernyawa di Sungai Klawing Dusun Penisihan RT 001/01 Palumbungan Bobotsari Purbalingga Jawa Tengah pada Senin (11/9/2017). Setelah diperiksa keduanya merupakan warga Jalan Pengairan No.21 RT 11/06 Bendungan Hilir Tanah Abang Jakarta Pusat.

Ketika ditemukan, kedua mayat terbungkus bad cover, dengan tangan dan kaki yang terikat tali. Polisi juga menemukan mukena, sarung, baju koko, peci, sandal, tali, dan batu bercak darah. Di jembatan ditemukan dua bercak darah. Besar kemungkinan korban dibawa menggunakan mobil dan dibuang ke jembatan.

Husni dan Zakiyah diduga dirampok di rumahnya, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat pada Minggu (10/9/2017). Mereka kemudian dibawa pergi menggunakan mobil. Husni dan Zakiyah adalah pengusaha garmen. Saat perampokan, emas, brankas, dan mobil raib dari rumahnya.

Polda Metro Jaya Kirim Tim Inafis Selidiki Pembunuhan Pasutri

Foto Husni Zarkasih beserta istrinya, Zakiya Husni. Pasangan suami istri ini diduga dibunuh di rumahnya di Bendungan Hilir dan dibuang di Purbalingga, Jawa Tengah. Sumber: Istimewa
Rabu, 13 September 2017 09:34 WIB
PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ - Usai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jalan Pengairan No.21 RT 11 Tanah Abang Jakarta Pusat, Polisi akan melakukan pemeriksaan sidik jari di Purbalingga, yakni tempat ditemukannya mayat pasutri, Husni Zarkasih dan Zakiya Husni Masrur. Unit pemeriksaan sidik jari pun akan dikirim ke sana.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/9/2017).

"Setelah dilakukan olah TKP kemudian Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) akan kami kirimkan ke Purbalingga," ujar Kabid Humas.

Saat ini, Polda Metro Jaya dan Polres Purbalingga masih mendalami dan mencari saksi-saksi di lingkungan rumah. Identitas pelaku dan jumlah korban pun belum diketahui. Sedangkan penemuan sejumlah bukti bercak darah di rumah korban diuji forensik oleh polisi.

"Nanti kami labfor-kan ya. Semua misalnya ada bercak darah apakah itu darah dari korban atau tidak ya. Akan kami cek apakah darah dari TKP itu identik dari korban," kata Kabid Humas.

Sementara Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono menyatakan, sejauh ini polisi telah memeriksa lima saksi. Saksi yang telah diperiksa adalah tiga penghuni kost, anak korban, dan satu warga sekitar.

"Terus kami kembangkan kepada keluarga korban yang kemungkinan memang kami curigai," kata Kapolsek, Selasa (12/9/2017) kemarin.

Sedangkan identitas dan jumlah pelaku hingga kini masih belum diketahui. Namun polisi terus mengumpulkan informasi dari orang-orang terdekat korban.

"Kami belum bisa pastikan yang pasti memang ada karyawan korban yang diberhentikan. Informasi belum fokus. Masih kami kumpulkan keterangan dari tetangga," ujar Kapolsek.

Sementara, dari hasil pemeriksaan CCTV hanya bisa menggambarkan mobil korban keluar mengarah ke jalan raya kurang lebih pukul 20.00 WIB, kemarin. "Memang kami melihat hanya 1 mobil yang keluar. Masih terus dalami," kata Kapolsek.

Sebelumnya, sepasang suami istri, Husni Zarkasih dan Zakiya Husni Masrur ditemukan tidak bernyawa di Sungai Klawing Dusun Penisihan RT 001/01 Palumbungan Bobotsari Purbalingga Jawa Tengah pada Senin (11/9/2017). Setelah diperiksa keduanya merupakan warga Jalan Pengairan No.21 RT 11/06 Bendungan Hilir Tanah Abang Jakarta Pusat.

Ketika ditemukan, kedua mayat terbungkus bad cover, dengan tangan dan kaki yang terikat tali. Polisi juga menemukan mukena, sarung, baju koko, peci, sandal, tali, dan batu bercak darah. Di jembatan ditemukan dua bercak darah. Besar kemungkinan korban dibawa menggunakan mobil dan dibuang ke jembatan.