02 Maret 2017

Dari Sidik Jari, Polres Metro Jakarta Barat Ungkap Perampokan Bengkel Las di Kebon Jeruk

Sidik Jari Ungkap Perampokan di Bengkel Las
Kamis, 2 Maret 2017 12:31 WIB
PUSKOMINFO - Petugas Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus perampokan di bengkel las milik BS, 76 tahun, di Jalan Kebayoran Lama PAL 7 No 3, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang terjadi pada Jumat 17 Februari 2017. Pelaku terungkap, yang ternyata dua orang karyawan korban, setelah petugas melakukan olah TKP dengan memeriksa beberapa sidik jari di lokasi..

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Polisi Andi Adnan saat jumpa pers di markas polres, Kamis (2/3/2017), mengatakan pengungkapan berawal dari Olah TKP yang dilakukan petugas Satreskrim. Seluruh karyawan bengkel las milik BS dikumpulkan, lalu diambil sidik jarinya oleh polisi, Jumat (17/2/2017) pagi, beberapa jam usai bengkel itu dirampok dua pria bertutup kepala.

Pelaku menyatroni bengkel las yang menyambung dengan rumah BS di Jalan Kebayoran Lama PAL 7 No 3, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sekira pukul 03.00 WIB. Dalam peristiwa itu, BS babak belur dihajar pelaku menggunakan popor senapan angin. Uangnya sebesar Rp 36 juta juga diambil pelaku, juga jam tangan merek Balmer.

"Saat kami datang ke TKP, kami temukan banyak sidik jari di kamar korban, tempat pelaku memukul korban," kata AKBP Andi Adnan..

Makanya, seluruh karyawan lekas dikumpulkan dan diambil sidik jarinya. Setelah dianalisa, diketahui sidik jari di kamar korban cocok dengan salah satu karyawan BS, yakni RE, 20 tahun..Polisi tak lekas menyeret RE yang sudah jadi terduga pelaku. Tapi diperhatikan dulu gerak-geriknya.

"Seperti orang panik gerak-geriknya dan kami makin yakin. Kami interogasi dia," ucap AKBP Andi.

Tapi RE tak mengaku. Polisi memilih menggeledah kamar RE yang berada di lokasi bengkel las. Di situlah ditemukan uang milik korban sebesar Rp 36 juta dan jam tangan Balmer. RE tak bisa mengelak lagi.

Dari interogasi, RE kemudian mengaku melakukannnya bersama FD alias N, 23 tahun, pegawai lainnya. Keduanya pun dibawa ke kantor polisi dan ditahan atas perbuatannya.

"RE itu ingin beli motor dan punya utang, makanya dia memilih merampok," ungkap AKBP Andi.

Perampokan sudah direncanakan selama sepekan oleh RE. Dia sudah tahu majikannya bara menerima pembayaran sebuah pengerjaan mengelas gerbang dan pagar dari beberapa klien. Untuk merampok, RE membeli dua ikat tambang. Dipakai untuk naik ke plafon rumah. Serta sebuah cebo.

Saat beraksi, RE hanya menggunakan FD untuk memantau situasi di depan rumah. Dia meminta FD meneleponnya apabila terjadi sesuatu di depan rumah. Di dalam rumah, RE masuk ke kamar korban, dan korban terbangun. Dia lalu memukul majikannya sampai terjatuh menggunakan popor senapan.

Setelah merampok, keduanya kembali ke kamarnya dan tidur pulas sampai pagi, lalu bersandiwara, terkejut majikannya dirampok.Tapi sandiwara cepat berakhir setelah polisi dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat dipimpin AKBP Andi Adnan datang dan menganalisa tempat kejadian perkara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar