03 Maret 2017

Kurir Narkotika Internasional Ditemukan Tewas di Tol Kapuk

Yantoko Tewas Diduga Akibat Ada Kontraksi dari Kapsul Berisi Methapetamine
Jumat, 3 Maret 2017 08:07 WIB
PUSKOMINFO - Kurir bandar besar narkotika internasional ditemukan tewas di pinggir Tol Kapuk KM 21+300 arah Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis 23 Februari 2017. Mayat itu juga diketahui berinisial Y, 27 tahun, berdomisili di Nganjuk, Jawa Timur.

Saat melakukan autopsi di dalam tubuhnya, petugas menemukan sepuluh paket sabu terbungkus kapsul dengan berat 250 gram. Selain itu, disamping mayat, ditemukan pula koper berwarna merah berisi pasport dan tiket penerbangan Hongkong-Jakarta.

"Tewasnya Y diduga diakibatkan salah satu kapsul alami pecah, sehingga berkontraksi. Tubuhnya tidak kuat menahan, sehingga langsung tewas di tol itu," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol M Awal Chairuddin kepada wartawan, Kamis (2/3/2017).

Kapolres mengatakan Y diketahui masuk ke Hongkong pada tanggal 14 Februari dan kembali ke Jakarta 19 Februari 2017.


Selain itu, lanjut Kapolres, Y juga diketahui telah berulang kali pergi menuju Hongkong tanpa diketahui dengan jelas maksud dan tujuannya. Dia telah mengunjungi Hongkong berawal sekitar tahun 2014 lalu. "Jejak rekam di paspornya itu tahun 2014, 2015 dan 2017," ucapnya.

"Kami pun melihat paspornya ternyata pria ini baru saja ke Hongkong, China tertanggal di 13 Februari 2017. Sampai di Jakarta itu, pada 19 Februari 2017. Sementara, ditemukannya pria ini telah tewas pada 23 Februari 2017. Berarti, ya wajar seluruh tubuh pada mayat ini, sudah dipenuhi belatung saat ditemukan. 

Dijelaskan Kapolres, sebelum ditemukan tewas di pinggir Tol Prof Sedyatmo, Yantoko yang diketahui telah terekam Closed Circuit Of Television (CCTV) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang. Kata Kapolres, Y yang saat tiba di Bandara Soetta langsung menggunakan sebuah taksi, yang kemudian meninggalkan lokasi.

"Pada tanggal 19 Februari 2017, korbannya ini tiba di Bandara Soetta, dan terekam CCTV-nya pihak Bandara. Terlihat, ada korban ini tengah membawa sebuah koper merah. Nah koper ini lah persis di lokasi termukannya korbannya ini tewas di pinggiran tol. Kemudian, korban yang selama perjalanan meninggalkan bandara itu, diduga kuat perutnya mules-mules. Mungkin, kapsul itu berkontraksi," papar Kapolres.

Kapolres melanjutkan kembali, "Korban ketika itu mungkin sudah tidak tahan perutnya mules-mules, lalu si korban ini turun di tengah jalan tepatnya di pinggiran tol itu. Karena terdapat kontraksi di dalam usus karena kapsul isinya sabu itu, yah tubuh tak kuat menahannya, lalu tewas. Empat hari kemudian, atau tertanggal 23 Februari 2017, baru ditemukan," lanjutnya.

Kapolres menambahkan, ke-10 kapsul yang berisi metaphetamine atau narkotika jenis sabu itu, kandungamnya positif lantaran telah diperiksa oleh jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN). Awal juga menerangkan, pihaknya hingga saat ini masih menelusuri terkait sosok Y.

"Diduga dari Nganjuk pria ini menelan sepuluh kapsul itu secara langsung sebelum beranjak ke Hongkong, China. Namun, kami mendalami siapa sosok pria ini. Sebab, kalau memang dia (Y) dibunuh seseorang, pastinya orang itu mengincar kapsul di dalam tubuhnya. Tapi, ini kan tak ada tanda luka kekerasan di tubuh korbannya," katanya kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar