07 Maret 2017

Polda Metro Jaya Tembak Dua Bandar Narkoba

Polda Metro Meringkus Sindikat Narkoba Asal Taiwan (Foto: Fahreza/Okezone)Selasa, 7 Maret 2017 07:51 WIB
PUSKOMINFO - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menembak dua bandar narkoba jenis sabu yang merupakan jaringan Taiwan hingga tewas. Satu pelaku dilumpuhkan karena melukai aparat kepolisian dengan dongkrak.
Polisi menembak mati dua tersangka, yaitu WNI bernama Gery Adi Chandra alias GAC, 48 tahun, dan warga Taiwan bernama Kao Chih Hung alias KCH, 35 tahun. Mereka saat itu sedang ingin diamankan di dua lokasi kejadian yaitu Depok dan Tangerang.
Sedangkan, keempat tersangka yang masih hidup kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, yaitu Muhamad Fery Lisanto, 48 tahun, ST, 28 tahun, DR, 23 tahun, dan seorang warga Taiwan bernama Liu Han Chin, 42 tahun.
"Jadi tinggal empat tersangka karena yang dua, GAC dan KCH kita lakukan tindakan tegas, sehingga meninggal dunia. Tersangka Gery ditembak karena memukul petugas dengan dongkrak mobil," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (6/3/2017).
Kapolda menjelaskan kronologi pengungkapan kasus tersebut. Menurut Kapolda, jaringan Taiwan tersebut awalnya berencana akan membawa sabu 1 kilogram dari Jakarta ke Bogor pada Selasa (28/2/2017) lalu. Kemudian, polisi memberhentikan mobil tersangka di Pintu Gerbang Tol Cibubur Jogorawi, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat dan meringkus tersangka GAC, MFL, dan ST.
Kemudian, polisi melakukan interogasi dan memeperoleh keterangan bahwa tersangka tersebut mendapatkan sabu itu dari warga negara Taiwan, yaitu LHC dan KCH. Sehingga polisi pun dapat meringkus kedua warga Taiwan tersebut serta seorang WNI berinisial DR dan mengamankan 12,5 kilogram sabu.
"Kita masih mencari tersangka lainnya, Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa lakukan bersama," ucap Kapolda.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta menjelaskan, Kao Chih Hung, 35 tahun, seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan, tewas ditembak aparat saat tengah disergap di Maxx Coffee, Tangerang City, Tangerang, Rabu (1/3/2017) sore. Pelaku yang merupakan seorang bandar narkoba itu adalah jaringan asal Taiwan.
Kombes Nico Afinta mengatakan, dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 12,5 kilogram. "Pelaku merupakan bandar narkoba jaringan Taiwan," kata Kombes Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (2/3/2017).
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima penyidik soal adanya ‎transaksi narkoba yang dilakukan tersangka Gery Adi Chandra dan Muhamad Fery Iisanto ke daerah Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/2/2017). Setelah itu, aparat kepolisian langsung bergerak untuk mengejar para pelaku penyalahgunaan narkoba itu.
Dalam perjalanan menggunakan Toyota Innova putih B 1239 URV itu, mereka membawa narkoba jenis shabu seberat 1 kilogram. Kedua pengedar narkoba jenis sabu itu disergap di pintu tol Cibubur.
"Dari pengakuan Gerry, dia masih menyimpan ketamin di rumahnya di kawasan Bogor. Ketika kami geledah‎, ditemukan sekilo ketamin," ungkap Kombes Nico.
Dari pengakuan, Gery rupanya mendapatkan narkoba itu dari seorang WNA Liu Han Chin (42) dan Kao Chih Hung. Penyidik dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya langsung mengejar bandar besar yang berasal dari Taiwan itu.
"Kedua pelaku ini kami jebak dan berhasil diringkus di Tangerang City. Sayang, salah seorang pelaku Kao ini tewas karena melawan," ujarnya.
Dari penangkapan itu, kata dia, aparat menyita empat klip naroba jenis sabu masing-masing seberat satu kilogram. Setelah itu, ditelusuri barang bukti narkoba lainnya milik Liu Han Chin yang berada di hotel dia menginap yaitu Hotel Amaris, Tangerang. Disana, penyidik menemukan delapan klip besar dengan total berat 7,5 kilogram yang disimpan didalam koper.
Keempat tersangka, akan dijerat Pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Ttg Narkotika juncto pasal 196 sub Pasal 197 UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancamannya hukum maksimal hukuman mati," tutur dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar