06 Maret 2017

Polres Metro Bekasi Kota Intensifkan Sosialisasi Kewaspadaan terhadap Penipuan Modus Melalui Telepon dan Internet

Senin, 6 Maret 2017 07:42 WIB
PUSKOMINFO - Aparat Polres Metro Bekasi Kota, Jawa Barat, mengintensifkan kegiatan sosialisasi kewaspadaan dini masyarakat terhadap aksi penipuan via telepon selular dan jaringan internet. Kegiatan ini dilakukan mengingat aksi penipuan modus ini semakin marak di wilayah Kota Bekasi.

"Sosialisasi ini kami sampaikan kepada masyarakat melalui pemasangan spanduk, selebaran, dan baliho imbauan kamtibmas di sejumlah kawasan rawan," kata Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari di Bekasi, Minggu (5/3/2017) kemarin.


Menurut Kompol Erna, kegiatan itu salah satunya telah dijalankan di kawasan Jalan Raya Kalimanggis samping Plaza Cibubur RT01/RW03 Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Minggu.

"Petugas kami membagikan selebaran kepada penguna jalan serta memasang spanduk dan baliho terkait potensi penipuan itu agar diwaspadai," ujarnya.

Menurut Kompol Erna, modus operandi yang dilakukan pelaku penipuan saat ini sudah berkembang pesat dengan adanya fasilitas selular maupun internet.

"Biasanya pelaku berpura-pura sebagai orang yang kita kenal dengan meminta kirim pulsa, transfer uang, atau meminjam uang," katanya.

Sementara itu, salah satu korban penipuan, Atiek Lestari, 40 tahun, mengaku hampir terpedaya pelaku penipuan saat berniat menjual sejumlah tasnya via internet.

Menurut warga Perumahan Pondok Mitra Lestari RT15 RW13, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih itu, modus yang digunakan pelaku terbilang baru.

"Penawaran penjualan tas itu saya lakukan melalui laman Facebook pada pekan lalu. Tiba-tiba ada yang minat dan berniat membelinya melalui transfer bank," katanya.

Tas senilai Rp3 juta itu disepakati pelaku akan dibeli melalui layanan pembayaran e-money Bank Mandiri.
"Setelah muncul konfirmasi pembayaran kepada saya, pelaku langsung meminta agar tas ini segera dikirim ke alamatnya. Namun, saat saya cek, uang transferan belum masuk ke rekening saya," katanya.


Pelaku berdalih terjadi kesalahan dalam sistem pembayaran e-money yang dia miliki sehingga meminta korban melakukan pengecekan langsung ke ATM.

"Saya sempat terpedaya dan hampir mentransfer uang via ATM lewat kode-kode digit yang diarahkan pelaku. Ternyata kode itu adalah perintah transfer uang ke rekening pelaku. Hal itu saya ketahui setelah mendapat kabar dari costumer care Bank Mandiri," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar